• Blog Stats

    • 36,955,606 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbanyak Dibaca

  • Artikel Terbaru

  • kategori artikel

  • arsip artikel

  • bagi yg ingin menambah teman fb, curhat, konsultasi masalah agama, silahkan add FB:

    ========================================== bagi yg ingin menambah teman fb, curhat, konsultasi masalah agama, silahkan add FB: iz_chech@yahoo.com , bagas_rara@yahoo.co.id , ainuamri2@gmail.com , dameyra@yahoo.com eone_cakep50@yahoo.com ==============================
  • wasiat untuk seluruh umat manusia

    kasihilah semua makhluk yang ada di muka bumi, niscaya Tuhan yang ada di atas langit akan mengasihimu.. =============================================== Cara mengasihi orang kafir diantaranya adalah dengan mengajak mereka masuk islam agar mereka selamat dari api neraka =============================================== wahai manusia, islamlah agar kalian selamat.... ======================================================
  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka (al baqarah ayat 120)

    Wahai Kaum Muslim, Telah nyata kebencian dan makar kaum kafir untuk menghancurkan Islam dan umatnya. Mereka telah melakukan konspirasi canggih dan rapi untuk mengubur Islam. Mereka terus terjaga dan berpikir keras siang-malam untuk mencari dan mencoba cara-cara terbaru untuk menghancurkan Islam. Mereka bahu-membahu dan terus bekerjasama memikirkan bagaimana merusak Islam. Mereka tak segan-segan melakukan teror, intimidasi, hingga serangan fisik dalam rangka meluluhlantakkan Islam dan umatnya. Akankah kita berdiam diri? Ridhakah kita menyaksikan Islam diinjak-injak dan dihinakan? ---------------------------------------------------------- Wahai Kaum Muslim, Islam akan terselamatkan jika kita semua berpegang teguh dengan syariat Islam, insya allah. Artinya, kita tidak hanya meyakini Islam sebatas bibir semata. Lebih jauh, kita harus menerapkan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan kita; baik dalam ibadah ritual yang biasa kita laksanakan maupun dalam bidang akhlak dan muamalah—seperti politik, ekonomi, sosial, pendidikan, dan sebagainya. ------------------------------------------------------------ Di samping itu, harus ada institusi negara (Khilafah) yang melindungi seluruh kepentingan umat Islam. Dengan institusi inilah seluruh syariat Islam akan diterapkan secara sempurna sehingga akidah umat dapat terselamatkan. Marilah kita bahu-membahu, mencurahkan pikiran dan tenaga kita demi tegaknya Khilafah Islamiyah. ---------------------------------------------------------- Sesungguhnya barat tidak memandang kita dengan dua kaca mata, namun hanya satu kaca mata saja, yaitu kacamata fanatik buta, kedengkian dan kezhaliman yang nyata terhadap kaum muslimin. Tatkala Islam tegak dengan tanpa mempermasalahkan batas-batas wilayah, bersatu dalam amal serta telah rekat persatuannya maka tiba-tiba saja mereka merobek-robek dan mencerai beraikan kita. ================================================
  • SALAFY & WAHABI BUKANLAH ALIRAN SESAT

    Al-Malik Abdul Aziz berkata : “Aku adalah penyeru kepada aqidah Salafush Shalih, dan aqidah Salafush Shalih adalah berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang datang dari Khulafaur Rasyidin” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz hal.216] ------------------------------------------------------------------------------------- Beliau juga berkata : “Mereka menamakan kami Wahabiyyin, dan menamakan madzhab kami adalah madzhab wahabi yang dianggap sebagai madzhab yang baru. Ini adalah kesalahan fatal, yang timbul dari propaganda-propaganda dusta yang disebarkan oleh musuh-musuh Islam. Kami bukanlah pemilik madzhab baru atau aqidah baru. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak pernah mendatangkan sesuatu yang baru, aqidah kami adalah aqidah Salafush Shalih yang datang di dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang ditempuh oleh Salafush Shalih. Kami menghormati imam empat, tidak ada perbedaan di sisi kami antara para imam : Malik, Syafi’i, Ahmad dan Abu Hanifah, semuanya terhormat dalam pandangan kami” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz, hal. 217] ---------------------------------------------------------
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

0 – konsultasi sihir & gangguan jin

kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah gangguan jin – setan – hantu – makhluk halus – sihir – santet – teluh – tenung -guna-guna – dukun – paranormal – orang pintar
——————————————————-

sumber: http://www.eramuslim.com (Ustadz Budi Ashari)

Selalu Timbul Rasa Takut Salah Bila Melakukan Wudhu dan Sholat

Asalaamu’alaikum wr. wb.

Ustadz, saya mempunyai masalah kalau ingin sholat selalu mempunyai perasaan takut, takut karena wudhu dan sholatnya terus diulang-ulang, sampai-sampai saya sholat hampir diakhir waktu, agar saya bisa tahan wudhunya untuk sholat berikutnya.

Karena capek wudhu dan sholatnya terus diulang-ulang, saya sampai pegal dan pusing, dan saya selalu meerasa sholatnya tidak benar,
niatan untuk sholat zuhur, tapi ketika takbir untuk memulai di dalam hati bilangnya beda. Saya sudah coba shoum Senin Kamis, tapi masih aja diulang-ulang.

Selain itu, saya sering merasa deg-degan kalau mau mulai wudhu dan sholat. Saya bingung, apa nama penyakit yang saya derita ini? Namun, ketika saya mendengerkan kaset ruqyah, tidak mengalami reaksi apa-apa, atau saya merasa takut untuk mengatasi sendiri? Kalau ternyata saya terkena gangguan jin, bagaimana ustadz? Jazakallah.

Wassalaam,
Dian

Jawaban
Wa’alaikumsalaam wr. wb.

Saudara Dian, apa yang anda alami itu disebut dengan rasa was-was, kalau dibiarkan akan sangat berbahaya. Was-was timbul dari hal yang sangat sepele sampai kepada tingkat mengacaukan ibadah seperti yang anda alami, bahkan sampai mengacaukan urusan rumah tangga. Di mana sampai pada ujungnya, orang akan merasa ragu, apakah pernikahannya dulu sah atau tidak. Rasulallah saw pernah bersabda, bahwa rasa was-was itu, rasa takut dan khawatir yang berlebihan datangnya dari setan.

Yang anda alami seperti wudhu berulangkali, sholat terus diulang-ulang karena merasa tidak sah. Hal ini merupakan usaha setan, untuk menarik anda pelan-pelan keluar dari Islam atau untuk tidak beribadah lagi. Untuk itu, saran saya adalah rasa was-was ini harus dihilangkan dengan ruqyah kembali, mintalah bantuan ustadz yang bisa meruqyah dan katakanlah masalah anda.

Selain itu, anda sendiri harus mempunyai perlawanan dari dalam diri yaitu dengan membaca doa sebelum melakukan aktifitas, karena Rasulallah saw. mengajarkan sebelum kita memulai aktifitas bacalah bismillah dengan baik dan sepenuh hati. Anda harus melawan, misalnya ketika anda selesai berwudhu, tiba-tiba hati anda berbisik bahwa wudhu anda tidak sah. Maka lawanlah rasa was-was itu, dan teruslah berjalan untuk sholat, anda harus mempunyai tekad untuk melawan. Bila sudah selesai sholat, jangan diulang karena itu akan membuka pintu bagi setan untuk masuk dan menimbulkan rasa was-was.

Jangan dibiasakan melakukan hal-hal yang membuat anda menjadi ragu, jadi lakukanlah hidup dengan sangat mantap. Mintalah pertolongan pada Allah SWT, agar anda hidup dengan penuh kemantapan. Sehingga tidak ada kesempatan setan untuk masuk melalui pintu was-was.

Wassalaamu’alaiukum,

Ustadz Budi Ashari

—————————————————-
kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah gangguan jin – setan – hantu – makhluk halus – sihir – santet – teluh – tenung -guna-guna – dukun – paranormal – orang pintar
——————————————————-

Ada Jin di dalam Tubuh yang Mirip dengan Saya

Assalamu’alikum wr. wb.

Ustadz, beberapa waktu yang lalu saya ingin melihat ruqyah secara langsung, karena siapa tahu di dalam diri saya terdapat gangguan jin. Saya penasaran terhadap diri saya yang terkadang suka berubah-ubah, kadang-kadang saya bersikap dewasa dan tidak dewasa, terkadang saya merasa dekat dengan Allah dan terkadang jauh dari Allah, terkadang saya bersikap penyabar dan terkadang saya sangat egois, saya seperti mempuyai dua kepribadian yang bertolak belakang.

Saat di ruqiyah ternyata di dalam diri saya terdapat gangguan jin, apalagi namanya sama degan saya dan dia menjadi sisi yang bertolak belakang, entah dia yang senasib atau dia yang mengalami apa yang saya alami seperti ketika saya mempunyai masalah di keluarga dan di sekolah.

Mula-mula dia tidak mau keluar karena tidak ingin pisah dengan saya, tapi setelah sholat zuhur dan berzikir, seakan-akan saya dapat berbicara denganya dan dia keluar dengan sendirinya. Saya masih tidak mengerti apa yang saya alami, pak Ustadz tolong jelaskan masalah saya ini.

Wassalamu’alaikum,wr. wb.

Citra

Jawaban
Wa’alaikumsalaam wr. wb.

Saudari Citra, dalam beribadah kepada Allah harus dalam keadaan bersih, termasuk di dalam tubuh kita pun harus bersih, artinya tidak ada gangguan setan dalam diri kita. Kalau ada jin di dalam tubuh kita, maka jin itu harus keluar. Karena keberadaan jin di dalam tubuh merupakan kezaliman untuk si jin, dan menzolimi diri kita, yang akan berdampak pada rasa sakit atau timbul masalah dalam diri kita. seperti yang anda alami. Misalnya mempunyai kepribadian ganda yang bertolak, ini menjadikan siksaan bagi diri anda, karena terkadang anda menjadi baik dan terkadang menjadi buruk.

Untuk itu, jin tersebut harus dikeluarkan, apapun alasan jin itu. Sebab jin bisa jadi memiliki berbagai macam alasan. Kalau ada kasus jin yang mengaku sebagai diri anda atau mempunyai nama yang sama dengan anda, biasanya mempunyai beberapa kemungkinan. Pertama, bisa jadi jin itu hanya pura-pura saja, untuk mengelabui manusia bahkan pengruqyah sendiri juga bisa dikelabui. Padahal, sesungguhnya jin masuk dan dia tahu bahwa itu adalah dirinya sendiri, karena jin mempunyai kepribadian sendiri, jadi tidak mungkin ia adalah Citra.

Kedua, memang ada jenis jin bodoh. Ia mungkin sudah masuk ke dalam tubuh manusia sejak kecil, yang salah satu penyebabnya karena faktor keturunan atau mungkin waktu kecil anda berada di satu rumah yang banyak gangguannya, sehingga ada jin yang masuk dan dibiarkan sampai anda dewasa. Akhirnya jin yang bodoh ini merasa dia sudah bersatu dengan anda, maka ketika anda diruqyah jin itu mengaku bernama Citra.

Tapi apapun alasannya, jin tersebut harus dikeluarkan dari tubuh anda, karena akan mengganggu diri anda. Kalau jin itu sudah keluar, saya sarankan anda perlu mengecek kembali apakah benar jin tersebut sudah keluar melalui ruqyah, yang tidak hanya dilakukan sekali. Ini untuk memastikan sudah tidak ada lagi reaksi, sebab jangan-jangan dia membohongi anda dengan pura-pura keluar.

—————————————————-
kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah gangguan jin – setan – hantu – makhluk halus – sihir – santet – teluh – tenung -guna-guna – dukun – paranormal – orang pintar
——————————————————-

Melihat Cahaya Biru Indah di Langit, Karunia Allah atau Gangguan Jin?

Assalamu’alaikum wr. wb.

Pak Ustadz, saya pernah melihat cahaya warna biru pijar di atas langit pada malam hari kira-kra jam 11 malam… Cahaya itu berbentuk bulat posisinya berada di atas langit sampai turun ke bawah, dan saya tidak bisa menggambarkan bagaimana indahnya cahaya warna biru pijar itu. Tapi, anehnya yang bisa melihat cahaya itu hanya saya sendiri, sedangkan teman saya yang berada di samping saya, ketika saya tunjukkan ke arah cahaya itu sama sekali tidak melihatnya.

Yang ingin saya tanyakan, apakah ini adalah karunia dari Allah yang diberikan kepada saya yang berbentuk keindahan memandang, ataukah suatu gangguan mahluk halus (jin) untuk melemahkan iman saya. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih.

Wassalaamu’alaikum wr. wb.

Zen

Jawaban
Wa’alaikumsalaam wr. wb.

Saudara Zen, saya berharap anda berhati-hati dalam masalah ini. Karena dalam beberapa kasus di lapangan, hal-hal seperti ini digunakan setan untuk menjadi senjata guna mengelabui orang-orang yang beriman. Banyak orang yang tertipu, merasa dirinya mendapat karunia Allah SWT, padahal sesungguhnya itu adalah tipu daya setan. Jadi sebaiknya anda jangan merasa dulu itu adalah karunia Allah sebelum dibuktikan apakah itu anugerah dari Allah, paling tidak anugerah memandang keindahan cahaya.

Pada kasus ini, ada sesuatu yang janggal. Kejanggalanya yaitu hanya anda yang dapat melihat cahaya tersebut, sedangkan teman anda tidak dapat melihatnya. Biasanya yang seperti ini merupakan santet, bahwa ini adalah hal yang ghaib. Kasus ghaib seperti datangnya cahaya, di masa sekarang biasanya yang sering melakukan adalah setan. Untuk itu lakukanlah seperti apa yang pernah disebutkan dalam sejarah. Ketika ada seorang ulama yang sedang melaksanakan sholat tahajud di malam, tiba-tiba ada cahaya di hadapannya dan mengatakan, “Saya adalah tuhanmu.” Kemudian si Ulama tersebut mengatakan, “Pergilah engkau (setan) musuh Allah yang terlaknat.”

Kalau ini yang terjadi pada kita, mungkin kita akan menganggap bahwa kita mendapatkan ilham/wahyu dari Allah SWT, apalagi cahaya itu hadir di saaat sholat malam. Tapi, ketika cahaya itu datang kepada seorang ulama, ternyata si ulama itu tahu bahwa ini adalah setan, sebab tidak mungkin Allah datang dalam bentuk seperti itu. Dan saat ini pun sudah tidak ada lagi Nabi yang langsung didatangi secara wahyu. Oleh karena itu, anda harus berhati-hati. Amatilah diri anda, apakah ada perubahan. Perubahan itu bisa jadi membuat anda tambah sakti atau anda tambah memiliki kepekaan terhadap dunia ghaib bahkan anda langsung bisa meramal dan lain-lain.

Saya sarankan, anda melakukan ruqyah. Untuk membuktikan bahwa tidak ada gangguan, karena kasus cahaya tersebut. Kalaupun tidak ada reaksi, maka anda dapat bersyukur dan jangan diterjemahkan macam-macam, apa arti dari cahaya biru itu. Sebab bisa jadi setan ingin menyelipkan makna fitnah, di mana manusia terfitnah karena merasa telah mendapat keistimewaan dari Allah, padahal itu adalah tipu daya setan.

Demikian jawaban saya, semoga Allah SWT melindungi anda sekeluarga.

—————————————————-
kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah gangguan jin – setan – hantu – makhluk halus – sihir – santet – teluh – tenung -guna-guna – dukun – paranormal – orang pintar
——————————————————-

Gangguan Setiap Akan Sholat Malam

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Pak Ustad, saya mempunyai kedua orang tua yang sering sakit-sakitan, bapak saya sakitnya susah jalan dan kondisi sakitnya kadang-kadang sehat kemudian sakit lagi, sudah berobat ke mana-mana baik ke dokter maupun tradisional, tapi sampai saat ini kondisi orang tua saya masih sakit. Menurut diagnosa dokter, ada urat kejepit dan othoporosis,

Selain itu, ibu saya juga sedang sakit, meskipun sakit biasanya ibu saya rajin sholat malam. Namun, akhir -akhir ini kalau ibu saya mau sholat malam, sering mengalami gangguan, terkadang rasanya mau buang air besar dan perut sakit dan akhirnya ibu saya jadi takut kalau bangun malam, karena takut perut sakit atau ingin buang air besar. Yang ingin saya tanyakan, apakah kedua orangtua saya terkena gangguan jin dan apakah perlu diruqyah?

Wassalaam

Mumuh

Jawaban
Wa’alikumsalaam wr. wb.

Saudara Mumuh, Apa yang dialami oleh kedua orangtua anda merupakan satu hal yang mudah-mudahan menjadi pengangkat derajat dan pengampun dosa keluarga anda, karena ketika Allah SWT mencintai satu kaum pasti Allah mengujinya. Untuk itu, harus dihadapi dengan sabar dan tidak salah langkah dalam mencari pengobatan.

Apa yang dialami bapak anda, di mana menurut medis mengalami dua gangguan penyakit, namun bila anda ingin mengetahui apakah bapak anda mengalami gangguan jin, maka lakukanlah ruqyah, karena ruqyah juga merupakan metode pengobatan dalam Islam yang bisa menyelesaikan penyakit medis murni sabagaimana pengobatan medis.

Oleh karena itu, ketika seseorang mengalami gangguan medis murni, ia diperbolehkan untuk memilih satu di antara dua, apakah menggunakan pengobatan medis atau menggunakan ruqyah, atau kedua-duanya.Rasulullah saw pernah melakukan ruqyah ketika digigit kalajengking, demikian juga para sahabat pernah meruqyah Kepala Suku yang digigit ular dengan menggunakan pengobatan ruqyah dan dengan izin Allah, orang tersebut sembuh.

Nabi Ayub dalam salah satu ayat Al-Qur’a menyebutkan, ketika beliau mengalami sakit yang berkepanjangan bahkan menjijikan, sehingga anak dan istrinya pergi meninggalkannya. Nabi Ayub mengatakan, sesungguhnya aku terkena gangguan setan, artinya setan pun bisa membuat seseorang menderita penyakit fisik dan cobalah lakukan ruqyah.

Adapun masalah yang menimpah ibu anda, di mana mengalami gangguan ketika sholat malam, mungkin saja itu cara setan untuk menjauhkan ibu anda dari ibadah kepada Allah SWT, karena setan selalu berusaha menjauhkan orang dari ibadah kepada Allah, seperti sumpah iblis di hadapan Allah ketika dikeluarkan dari surga. Di mana iblis akan menyesatkan seluruh anak cucu Adam, dengan berbagai cara agar tidak beribadah kepada Allah SWT.

Apalagi gangguan yang dialami ibu anda nampaknya janggal, di mana setiap mau sholat ibu anda mengalami sakit perut. Saya kira ini merupakan satu indikasi, mungkin saja ibu anda terkena gangguan setan, maka silakan lakukan ruqyah terhadap kedua orangtua anda. Demikian jawaban dari saya, Mudah-mudahan, orangtua anda sehat kembali dan bisa beribadah dengan baik.

Wassalaamu’alaikum wr. wb.

Ustadz Budi Ashari

—————————————————-
kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah gangguan jin – setan – hantu – makhluk halus – sihir – santet – teluh – tenung -guna-guna – dukun – paranormal – orang pintar
——————————————————-

Benarkah Manusia Bisa Menangkap Tuyul?
Assalaamu’alaikum wr wb

Pak Ustadz, ada satu kejadian yang sampai sekarang yang masih mengganjal dalam hidup saya. Sewaktu di pondok dulu, kami sering kehilangan uang dan ada satu teman yang kami kenal mempunyai ilmu seperti ilmu batin. Lalu teman itu, kami percayakan untuk menangkap tuyul tersebut dengan cara menabur biji kacang hijau di dalam botol, dan selang beberapa menit kacang hijau itu bergerak dengan sendirinya. Teman saya itu langsung menutup botolnya dan dia mengatakan bahwa tuyul itu telah tertangkap.

Setelah kejadian itu kami tidak pernah kehilangan uang lagi di asrama. Yang lebih serunya lagi, dia mengatakan pekerjaan menangkap tuyul itu dapat dilakukan oleh orang yang tidak mempunyai ilmu-ilmu kebatinan, khalayaknya seperti orang biasa-biasa saja. Apakah kejadian seperti ini benar atau hanya mainan dia saja? syukron

Wassalaam

Abdullah Sulaiman

Jawaban
Wa’alaikumsalaam wr. wb.

Saudara Abdullah, ada beberapa hal yang harus kita cermati dalam peristiwa yang anda dan teman-teman anda alami yaitu pertama, bisa jadi ini hanya permainan dari teman anda, di mana ia ingin diakui atau apapun tujuannya, mungkin sebenarnya ada orang tertentu yang mengambil uang itu, dan kemudian orang itu tidak melakukan pencurian uang lagi setelah peristiwa tersebut. Oleh karena itu, yang harus diyakinkan adalah apakah secara pengamatan kita, barang atau uang yang hilang itu mungkin tidak dicuri oleh manusia. Kalau masih ada kemungkinan dicuri oleh manusia, maka menurut saya tidak usah mengada-ada bahwa tuyul yang mencuri.

Tapi kalau menurut pengamatan kita tidak mungkin manusia yang mencuri, dengan sistem pengamanan yang tidak mungkin dibongkar orang umpamanya, maka dalam kajian Islam sangat mungkin jin itu melakukan pencurian. Sebagaimana yang terjadi pada zaman Rasulallah saw, di mana salah satu sahabat yaitu Abu Khaira melihat tuyul yang mencuri sebagian harta, yang malam itu dijaga oleh dirinya sendiri.

Dalam sebuah hadis Nabi saw mengatkan, bahwa Nabi memerintahkan kita untuk menutup sesuatu dengan Basmallah, karena sesungguhnya setan tidak bisa membuka pintu yang ditutup dengan membaca Basmallah. Artinya, ada satu hal yang ingin disampaikan Nabi bahwa setan mungkin saja setan membuka sesuatu yang tertutup dengan tujuan untuk mengambil, maka Nabi memerintahkan kita untuk menutup sesuatu dengan Basmallah.

Kalau yang mencuri adalah tuyul, maka yang dilakukan dalam Islam adalah melakukan antisipasi. Apakah mungkin untuk mengembalikan barang yang hilang? Tidak ada cara khusus untuk mengembalikan uang tersebut, yang ada yaitu memanjatkan doa dan minta kepada Allah SWT agar dikembalikan barang yang hilang tersebut atau mengganti dengan yang lebih baik, karena itu adalah suatu musibah.

Mengenai pernyataan teman anda bahwa setiap orang bisa melakukan penangkapan tuyul, ini merupakan pernyataan yang tidak berlandaskan dalil. Untuk itu jangan terlalu dipikirkan. Penangkapan tuyul dan kemudian dimasukan ke dalam botol? Pengusiran jin dari kehidupan manusia dalam Islam bukan dengan cara seperti itu, tapi dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an. Oleh karena itu, banyak-banyaklah berdoa agar tidak ada lagi barang yang hilang, mintalah perlindungan hanya pada Allah. Ikhlaskanlah barang atau uang yang sudah hilang, semoga Allah memberikan gantinya dengan yang lebih baik.

Wassalaamu’alaikum

Ustadz Budi Ashari

—————————————————-
kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah gangguan jin – setan – hantu – makhluk halus – sihir – santet – teluh – tenung -guna-guna – dukun – paranormal – orang pintar
——————————————————-

Menghilangkan Ilmu Penangkal Jin yang Dititipkan Guru di Pesantren

Assalaamu’alaikum wr wb

Pak Ustadz, dulu saya pernah ingin menuntut ilmu agama di pondok modern selama enam tahun.Tapi, karena sering sakit-sakit di sebabkan ganggan jin, saya mengurungkan niat menjadi 3 tahun saja, dan setelah itu melanjutkan ke MAN (Madarasah Aliyah Negeri sekarang).

Sewaktu sering sakit di pondok karena gangguan jin, saya di beri semacam ilmu penangkal berupa keris plus doa-doa, agar tidak sakit-sakitan lagi yang disebabkan gangguan jin. Namun, sampai sekarang Alhamdulillah saya sehat-sehat saja.

Sekarang keris itu di rawat oleh seorang dukun. Yang ingin saya tanyakan adalah adakah ilmu itu sekarang dalam badan saya? Karena saya tidak ada merasakan sesuatu dalam diri saya seperti pernah kemasukan dan lain-lain. Apa yang harus saya lakukan selanjutnya? Syukron dan sebelumnya jazakallahu katsiron.

Wassalaamu’alaikum wr. wb.

Toni

Jawaban
Wa’alaikumsalaam wr. wb.

Saudara Toni, Untuk menangkal sakit kemudian diberikan bekal doa, agar tidak sakit. Kalau doanya tidak mengandung unsur syirik, maka tidak masalah. Apalagi doa itu berasal dari Rasulallah saw, tapi yang menjadi masalah apakah doa tersebut telah anda cek dengan benar, bahwa tidak mengandung unsur syirik dan musrik atau tidak ada kesalahan pada susunan doanya, dan tidak ada campuran mantra-mantra.

Penangkal berupa keris itu jelas merupakan kesalahan, karena keris tidak pernah dijadikan sarana sebagai penangkal sakit. Jadi keris ini adalah semacam jimat yang harus musnahkan dari diri anda, dari keyakinan anda dan dari kehidupan anda.

Apakah ilmu tersebut masih melekat pada diri anda? Sebenarnya gangguan jin itu tidak selalu dalam bentuk kesurupan, kadang-kadang orang jadi malas beribadah, gelisah, sedih, sakit, pemarah yangberkepanjangan dan merasa memiliki kepribadian ganda. Ini semua bisa jadi efek dari gangguan jin yang disebabkan dari ilmu yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit.

Oleh karena itu, untuk memastikannya. Silakan anda melakukan ruqyah pada diri anda, sampai yakin tidak ada reaksi. Kalau memang tidak ada reaksi, alhamdulillah berarti anda sudah tidak mengalami gangguan. Tapi yang paling penting adalah anda harus bertaubat, bahwa apa yang telah anda lakukan dengan menyimpan keris, menerima keris atau menerima amalan yang salah, merupakan suatu kesalahan dan anda segera bertaubat. Mudah-mudahan kita meninggal dalam keadaan khusnul khatimah, semoga ini menjadi pelajaran buat yang lain agar lebih berhati-hati dalam menerima amalan atau doa-doa, lebih baik tanyakan dahulu pada ahlinya. Semoga Allah SWT melindungi anda.

Wassalaamu’alaikum wr wb

Ustadz Budi Ashari

—————————————————-
kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah gangguan jin – setan – hantu – makhluk halus – sihir – santet – teluh – tenung -guna-guna – dukun – paranormal – orang pintar
——————————————————-

Ke Mana Saya Pergi Selalu Diikuti Jin

Assalamu’alaikum wr. wb.

Pak Ustadz, saya ingin tanya kenapa kalau saya berkunjung ke rumah teman atau kerabat sering ditanya macam-macam, itu siapa di samping kiri kananmu atau di belakangmu. Bahkan istri saya kadang-kadang suka melihat saya ada di rumah dengan seragam kerja, padahal saya sedang ada di kantor, atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum,

Thok

Jawaban
Wa’alaikumsalaam wr. wb.

Saudara Thok, permasalahan yang anda alami harus segera diselesaikan. Karena kalau anda biarkan bisa mengarah kepada fitnah atau hal-hal yang sifatnya merugikan keluarga. Tapi sayangnya, anda tidak menyebutkan latar belakang dari kehidupan anda. Masalah ini pun sering saya jumpai di lapangan.

Mungkin saja anda mempunyai jin yang selalu mengikuti anda, sehingga orang tertentu yang mempunyai kemampuan melihat jin, dapat melihat anda selalu didampingi oleh makhluk ghaib, bahkan istri anda pun bisa melihat anda sedang berada di rumah, padahal anda sedang berada di kantor.

Bisa jadi ini dipengaruhi oleh ilmu yang anda pelajari atau wiridan yang anda kerjakan, namun bila anda tidak melakukan itu semua, mungkin ini hasil dari warisan atau keturunan dari orangtua. Meskipun masalahnya tidak disebutkan, tapi yang jelas bahwa dalam keadaan seperti itu, maka harus segera diselesaikan. Apalagi jin itu sudah hadir di rumah dengan menyerupai anda yang bisa dilihat oleh istri.

Saya khawatir, jin itu berulah melakukan hal-hal yang lebih kacau lagi atau membuat fitnah dengan menyerupai wajah anda. Oleh karena itu, masalah ini harus segera diatasi dengan melakukan ruqyah, agar jin yang mendampingi anda selama ini segera pergi dari kehidupan anda. Yang perlu diingat bahwa pretasi terbesar dari jin atau setan adalah memisahkan antara suami dan istri.

Demikian jawaban dari saya, mudah-mudahan masalah anda cepat selesai dan mendapat perlindungan dari Allah SWT.

Wassalaamu’alaikum wr. wb.

Ustadz Budi Ashari

—————————————————-
kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah gangguan jin – setan – hantu – makhluk halus – sihir – santet – teluh – tenung -guna-guna – dukun – paranormal – orang pintar
——————————————————-

Kesulitan Menjual Rumah dan Tanah yang Ada Makhluk Ghaibnya

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Pak Ustadz, rumah saya adalah rumah yang kuno, tapi yang masih dipergunakan adalah rumah bagian depan, sedangkan rumah bagian belakang sudah tidak pernah dipergunakan lagi, bahkan sudah dirubuhkan. Luas rumah dan tanah yang akan di jual sekitar 3.450 m persegi, terletak di tengah kota Pati, Jawa Tengah.

Menurut orang yang bisa melihat hal-hal ghaib, katanya ada yang menunggu rumah dan tanah tersebut. Untuk rumah bagian depan, ada kakek yang baik menjaga rumah depan tersebut sedang yang bagian belakang dihuni mahluk-mahluk yang tidak suka dengan keberadaan manusia. Kakak saya dan teman-temannya, pernah ngobrol sampai jam 2 pagi dan teman kakak saya merasa ada yang tidak suka dengan keberadaan mereka malam itu. Mereka segera pulang dan kejadian itu baru diceritakan esok hari pada kakak saya.

Benarkah apa yang terjadi pada malam itu adalah ulah dari jin atau setan yang menempati tempat itu sejak lama? Tapi kami yang berada di rumah itu tidak pernah mengalami hal-hal yang aneh, hanya orang-orang tertentu saja yang pernah mengalami hal aneh, tetapi kebanyakan adalah orang-orang tua yang sekarang sudah ada yang meninggal. Adakah cara kami untuk segera dapat menjual rumah dan tanah kami secepatnya? Terimakasih sebelumnya untuk jawaban yang bapak berikan.

Wassalamu’alaikum,

Fitridian

Jawaban
Wa’alaikumsalaam wr. wb.

Saudara Fitridian, dalam beberapa kasus setan itu juga berusaha merugikan kita dari sisi harta yang kita miliki, sehingga kadang-kadang sihir itu dapat menghancurkan benda, merusak atau membuat barang dagangan tidak laku dan lain-lain. Hal ini dilakukanmelalui para dukun atau memang ulah setan di tempat itu.

Kalau menurut cerita anda, rumah anda sangat lebar dan luas, kemudian rumah bagian belakang tidak ditempati. Maka sangat wajar bila setan menempati rumah tersebut, karena Rasulallah saw mengatakan, bahwa setan sering berada di rumah atau tanah yang kosong, untuk itu jangan sampai ada rumah atau ruangan yang kosong dari aktifitas.

Oleh karena itu, lakukan pembersihan terhadap rumah dan tanah anda, jangan sampai kotor, dan terlihar kumuh. Kalau memang faktornya karena gangguan setan dan bisa dirasakan oleh sebagian orang, dan membuat tanah menjadi tidak laku, yang disebabkan setiap orang yang akan membeli selalu melihat hal-hal yang aneh.

Sebaiknya anda melakukan ruqyah pada rumah anda, sebagimana yang disabdakan Rasullah saw, “Sesungguhnya rumah yang dibacakan surat Al-Baqaraah, maka setan akan lari dari rumah itu.” Setelah pengaruh buruk dari setan sudah pergi, maka diharapakan rumah dan tanah anda cepat laku, ketika dijumpai pembeli yang pas dan tidak membatalkan lagi karena faktor ketakutan yang ditimbulkan oleh setan.

Demikian jawaban dari saya, semoga tanah dan rumah anda cepat laku, tanpa ada gangguan lagi. Amin.

Wassalaamu’alaikum wr. wb.

Ustadz Budi Ashari

—————————————————-
kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah gangguan jin – setan – hantu – makhluk halus – sihir – santet – teluh – tenung -guna-guna – dukun – paranormal – orang pintar

69 Tanggapan

  1. kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah gangguan kesurupan – pelet – guna-guna – klenik – tolak bala – buang sial – kerasukan jin – setan – hantu – makhluk halus – jimat – ajian – benda keramat
    ———————————————————–

    sumber: http://www.eramuslim.com – ustadz budi azhari

    Anak Saya Punya Teman Ghaib

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Pak Ustadz, anak saya menurut beberapa orang yang punya kelebihan untuk melihat mahluk ghaib, mempunyai teman main berupa mahluk halus. Bahkan ada yang bilang kalau temannya itu menempel di kepalanya, dan menyebabkan transfer perintah dari otak yang merupakan pusat syaraf terganggu. Perlu ustadz ketahui sampai saat ini, anak saya belum lancar berbicara dan sulit sekali untuk diberitahu, bahkan cenderung hiperaktif. Apakah temannya itu yang menyebabkan hal tersebut? Bisakah hal tersebut terjadi dan jika benar apakah yang harus saya lakukan? Terima kasih atas jawabannya.

    Wassalam

    Meita

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam wr. wb.

    Saudari Meita, mudah-mudahan masalah yang menimpa anak anda, bukan merupakan gangguan ghaib, tapi merupakan ciri anak yang cerdas atau merupakan kenakalan yang biasa. Sekarang tinggal bagaimana kita mengarahkan dan mendidiknya.

    Saran saya, jangan terpengaruh dengan ucapan-ucapan orang yang tidak mempunyai landasan syariat. Kalau hanya berdasarkan pengamat saja, sebaiknya jangan dimasukan ke dalam hati. Tapi, anda perlu waspada dan hati-hati, amati saja. Kalau memang ada yang janggal pada diri anak anda, misalnya suka bicara sendiri, tertawa sendiri dan asik bermain dengan sesuatu yang tidak terlihat.

    Seorang anak kecil mungkin saja diganggu atau memiliki teman main dari dunia ghaib, seperti yang sering kami jumpai di lapangan. Itu akan berdampak negatif pada anak tersebut. Dampaknya bermacam-macam, seperti yang dialami oleh anak anda yaitu susah bicara, cenderung menyendiri atau ketakutan bermain dengan teman-temannya, memiliki kemampuan meramal dan melihat, bahkan hiperaktif. Mudah-mudahan ini bukan merupakan faktor dari jin.

    Tidak ada salahnya anda mencoba melakukan ruqyah pada anak anda, kalau penyebabnya karena gangguan jin, mudah-mudahan dengan ruqyah dapat segera hilang dan anak anda dapat kembali normal, bisa bicara dengan lancar dan menjadi anak yang sholeh.

    Demikian jawaban dari saya, semoga anak anda selalu dilindungi oleh Allah SWT.

    Wassalaam,

    Budi Ashari, Lc.

    ———————————————————–
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah gangguan kesurupan – pelet – guna-guna – klenik – tolak bala – buang sial – kerasukan jin – setan – hantu – makhluk halus – jimat – ajian – benda keramat
    ———————————————————–

    Tidak Bisa Melupakan Gadis yang Pernah Saya Pikat dengan Doa

    Assalaamu’alaikum wr. wb.

    Dahulu saya adalah seorang santri di sebuah pesantren, sekarang saya kuliah di negara Arab. Saya dulu sering mempelajari ilmu khodam, ilmu kebal anti peluru dan ilmu kedigdayaan lainnya.

    Setelah saya berangkat keluar negeri, saya jarang mengamalkan lagi. Saya pernah punya doa yang dapat memikat hati orang, tapi saya orangnya termasuk pengamal yang teliti dan spesifik, yang tidak menerima amalan kecuali yang bersifat al-Quran atau zikir kepada Allah. Kemudian, saya pernah mencintai wanita sampai orang tuanya dan wanita itu minta tunangan. Tetapi, bapak saya menolak karena saya masih belajar.

    Saya sudah berusaha melupakannya, namun bayangan wanita itu selalu menghantui saya, memang dia pernah aku doakan menggunakan ayat Al-Quran dari guru saya, Meskipun peristiwa itu terjadi beberapa tahun yang lalu, namun saya sangat susah untuk melupakannya. Yang ingin saya tanyakan, tolong jelaskan apa yang terjadi pada saya? Bagaimana jalan keluarnya?

    Wassalaam

    Areyzey

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam wr. wb.

    Saudara Areyzey, sayangnya di sebagian pesantren-pesantren itu masih diajarkan ilmu-ilmu yang bersumber pada hal-hal yang sesat sifatnya, atau bekerjasama dengan jin. Citra pesantren di masyarakat kita terlanjur terbentuk, bahwa pesantren yang hebat adalah pesantren yang mempunyai kelebihan supranatural, padahal kelebihan seperti itu ternyata banyak yang menggunakan kerjasama dengan jin.

    Jadi dengan apapun dalihnya dan dengan apapun ritualnya yang nampak Islami di awal, ilmu yang anda miliki dimasa lalu itu harus dibuang, Walaupun anda tipe orang yang teliti dalam mengambil amalan atau melakukan ritual yang hanya dari Al-Quran, tapi anda telah menyalahgunakan Al-Quran. Karena kalau kita mau jujur, bahwa yang paling hebat dalam urusan Al-Quran adalah Rasulallah saw.

    Meskipun Rasulallah saw membaca Al-Quran, tetapi Raulallah saw tidak mempunyai ilmu kebal, padahal Rasulallah saw adalah manusia yang paling hebat bacaan Al-Qurannya dan memiliki efek yang paling kuat bacaannya. Artinya, kalau anda mempunyai ilmu kebal, karena anda membaca dzikir atau ayat tertentu, berarti anda telah menyalahgunakan Al-Quran.

    Kalau memang hal tersebut baik, pasti Nabi akan mengajarkannya terutama kepada para sahabat, apalagi dahulu sering terjadi peperangan. Nabi saw sangat penyayang pada umatnya, tentu Nabi tidak ingin umatnya terluka. tapi kenyataannya Nabi saw tidak mengajarkan ilmu kebal, dan Nabi sendiri tetap terluka pada perang Uhud.

    Sebenarnya, dari beberapa hal yang kita ketahui di lapangan bahwa orang-orang yang menuntut ilmu kebal, sebenarnya mencampuradukan Al-Quran dengan ritualnya yang lainnya, seperti ilmu kebal, ilmu pelet atau pemikat wanita dan lainnya. Itu semua merupakan satu kesalahan yang harus segera ditaubati dan dihilangkan dari diri anda.

    Mengenai anda susah melupakan wanita yang pernah anda pikat, ini seperti terbalik. Karena biasanya yang susah melupakan adalah orang yang terkena ilmu pikat atau pelet. Bisa jadi ini karena faktor anda benar-benar suka sama dia, sehingga anda menggunakan ilmu pemikat.

    Mungkin karena dia merasa tergila-gila pada anda, akhirnya wanita itu menggunakan ilmu pemikat juga, seperti yang sekarang anda rasakan. Tapi kita tidak boleh menuduh dulu, sebab bisa jadi apa yang anda alami merupakan teguran dari Allah SWT, bahwa wanita yang anda pikat dulu, akan terluka perasaannya. Karena begitu wanita itu mengharapkan anda, tapi anda meninggalkannya begitu saja.

    Sebaiknya, jika memang anda sudah mantap dengannya, maka bertawakalah kepada Allah SWT. Kemudian minta secara baik-baik kepada orangtuanya serta lakukanlah komunikasi yang baik kepada Bapak anda yang tidak setuju, selain itu juga lakukan istikharah. Demikian jawaban dari saya, semoga Allah SWT memberikan yang terbaik untuk anda.

    Wassalaamu’alaikum wr. wb.

    Budi Ashari, Lc.

    ———————————————————–
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah gangguan kesurupan – pelet – guna-guna – klenik – tolak bala – buang sial – kerasukan jin – setan – hantu – makhluk halus – jimat – ajian – benda keramat
    ———————————————————–

    Sering Sakit Kepala Sebelah, Apakah karena Belajar Tenaga Dalam?

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Kepala saya sering sakit sebelah, dan ini telah berlangsung lama. Di masa SMA dulu saya pernah belajar ilmu bathin, dan saya juga pernah belajar ilmu pernafasan tenaga dalam. Apakah karena hal tersebut yang membuat kepala saya sering sakit, dan apakah bisa diobati melalui ruqyah? Apakah belajar tenaga dalam dibolehkan dalam agama Islam? Terima kasih.

    Wassaalam,

    Dasrizal

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam wr. wb.

    Saudara Dasrizal, di kita ada beberapa kasus yang menunjukan bahwa ilmu yang dipelajari orang di masa lalu itu ternyata berefek. Efeknya bermacam-macam di antaranya sakit kepala sebelah (migren) sekian puluh tahun. Dan setelah si penderita sakit kepala melakukan ruqyah, maka sembuhlah penyakitnya. Ternyata, sakit kepalanya itu, akibat gangguan jin atau memang karena dia mempelajari ilmu-ilmu tenaga dalam. Oleh karena itu, jangan coba-coba mempelajari ilmu seperti itu.

    Sekarang anda telah mengetahui bahwa ilmu yang anda pelajari menimbulkan efek sakit kepala pada diri anda. Jika ditanya apakah mungkin dilakukan ruqyah? Jawabannya adalah sangat mungkin. Apalagi bila anda sudah tidak menggunakan ilmu tersebut. Biasanya, setan yang sudah terlanjur suka, karena sering anda mintai bantuan dengan menggunakan tenaga dalam. Tapi, sekarang setan itu anda lupakan begitu saja, maka setan itu akan marah dan membuat ulah sehingga anda sakit.

    Ini bisa dijadikan tolak ukur, bahwa ilmu-ilmu tenaga dalam tersebut merupakan ilmu yang tidak perlu kita pelajari. Dari kasus yang kita pelajari dilapangan, namun kita belum bisa mengeneralisir, tapi orang-orang yang datang kepada kita, yang mengatakan mempunyai ilmu tenaga dalam dan sebagainya. Ternyata, semuanya atas bantuan setan. Untuk itu, lakukanlah ruqyah beberapa kali. Insyaallah sakit kepala anda akan hilang.

    Demikian jawaban dari saya, mudahan-mudahan penyakit anda cepat sembuh.

    Wassalaamu’alaikum wr. wb.

    Ustadz Budi Ashari

    ———————————————————–
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah gangguan kesurupan – pelet – guna-guna – klenik – tolak bala – buang sial – kerasukan jin – setan – hantu – makhluk halus – jimat – ajian – benda keramat
    ———————————————————–

    Apakah Makhluk Halus Dapat Membantu Menjaga Rumah atau Gudang?

    Assalammu’alaikum wr. wb.

    Pak Ustadz, saya mau tanya apakah ada mahluk ghaib yang dapat membatu kita menjaga rumah atau gudang? Perlu Pak Ustadz ketahui, gudang milik keluarga saya yang sedang dibangun sering kecurian, dalam 1 bulan sudah 4 kali kecurian.

    Dan ada saran dari kenalan dekat yang mengatakan, agar meminta bantuan pada orang yang dapat menyimpan mahluk ghaib untuk menjaganya, dengan cara menanamkan sesuatu di setiap sudut gudang (jika ada orang yang berniat jahat mahluk ghaib tersebut akan menampakan dirinya).

    Yang ingin saya tanyakan, apakah hal tersebut diperbolehkan dalam agama Islam? Kalau tidak boleh, apakah ada cara lain yang lebih baik selain itu? Demikian Pak Ustadz pertanyaan dari saya, terima kasih.

    Wassalammu’alaikum wr. wb.

    Sulistiono

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam wr wb

    Saudara Sulis, dalam Islam untuk menjaga gudang atau rumah ada dua jenis yaitu penjagaan yang sifatnya manusiawi, atau yang bisa terlihat seperti adanya Satpam sehingga tidak ada pencurian yang dapat dilakukan oleh manusia.

    Adapun untuk menjaga gudang atau rumah dari pencurian yang dilakukan oleh manusia, yaitu dijaga dengan menggunakn makhluk halus, maka itu termasuk dalam tema kerjasama antara manusia dan jin. Kerjasama antara manusia dan jin sangat dilarang oleh Allah SWT, karena hanya akan menambah dosa dan kesesatan.

    Seperti yang disebutkan dalam surat Al-Jinn ayat 6: Dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

    Jadi, untuk menjaga kehilangan yang disebabkan oleh manusia harus dilakukan usaha penjagaan oleh manusia juga. Tidak boleh dilakukan dengan menggunakan jin, karena selain tidak diizinkan, juga akan berefek pada diri kita di kemudian hari. Seperti yang pernah terjadi pada zaman Abu Hurairah, Setan itulah yang justru mencuri harta di gudang yang digunakan untuk menyimpan harta zakat.

    Jika kita menggunakan jin untuk menjaga gudang atau rumah, maka setan atau jin tersebut biasanya akan meminta sesuatu pada kita, dan itu harus dipenuhi, agar mereka mau menjaga harta kita. Dan biasanya akan mengarahkan kita pada perbuatan yang syirik.

    Penjagaan yang sifatnya ghaib dalam Islam juga ada ajarannya, biasanya ajaran ini untuk menghalangi setan atau jin yang ingin mencuri. Kalau pencurinya makhluk halus, maka Satpam yang menjaga tidak dapat menghalangi. Kecuali jin itu menampakan diri seperti di zaman Abu Hurairah, dan jin itu bisa ditangkap olehnya. Oleh karena itu, ada penjagaan-penjagaan yang sifatnya ghaib, untuk menangkal hal-hal seperti itu.

    Karena sifatnya ghaib, seperti yang disebutkan oleh Rasulallah saw adalah menutup pintu atau menutup apa saja dengan Basmallah. Nabi saw pernah bersabda bahwa tempat yang ditutup dengan Bismillah, maka tidak akan bisa dibuka oleh setan. Untuk itu, tutuplah gudang atau rumah anda dengan Bismillah, maka dapat menjaga dari usaha pencurian yang dilakukan oleh jin atau setan.

    Saya sarankan juga, bahwa sesungguhnya yang dapat membersihkan harta kita adalah zakat. Artinya, hal ini bisa dijadikan pelajaran, siapa tahu kita lupa untuk menzakatkan harta kita, sebab sesungguhnya ada hak orang lain pada harta kita, Jadi, lakukanlah zakat. Semoga Allah SWT melindungi keluarga anda.

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ———————————————————–
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah gangguan kesurupan – pelet – guna-guna – klenik – tolak bala – buang sial – kerasukan jin – setan – hantu – makhluk halus – jimat – ajian – benda keramat
    ———————————————————–

    Mengapa Akhir-Akhir Ini Banyak Terjadi Kesurupan Massal?

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Pak Ustadz, mengapa dewasa ini sering terjadi kesurupan massal seperti diberitakan oleh TV dan surat kabar, fenomena apakah ini? Apakah para setan sekarang ini sedang ber-unjuk gigi dan memamerkan kehebatannya?

    Adakah cara-cara bagi kami orang awam yang sederhana namun efektif untuk mencegah maupun mengobati sendiri seandainya keluarga kita mengalami kesurupan sedangkan kami jauh dari alim ulama (misal sedang berada di hutan atau gunung). Apakah bahaya jika kesurupan tersebut tidak segera diobati? Mohon penjelasannya, terima kasih.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    Heri Setyadi

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam wr. wb.

    Saudara Adi, fenomena yang beberapa kali muncul di media televisi terutama tentang kesurupan massal, sesungguhnya ada beberapa kemungkinan. Kemungkinan pertama, bisa jadi sesungguhnya kesurupan itu, bukan hanya terjadi sekarang, dahulu pun pernah terjadi kesurupan massal di sekolah-sekolah, di pabrik-pabrik atau di manapun. Tetapi, baru sekarang ini kesurupan masal itu diekspos oleh media massa.

    Majalah Gahib pernah turun ke lapangan dan menanyakan kepada salah satu sekolah yang siswanya pernah kesurupan massal. Mereka mengatakan bahwa kesurupan masal, sesungguhnya pernah terjadi juga seblumnya. Artinya, dieksposnya baru-baru ini saja.

    Masalah kesurupan masal itu menjadi membesar, karena mungkin ini merupakan suatu peringatan, bahwa sesungguhnya kalau masyarakat kita terlalu mudah kesurupan. Sebab dari beberapa kasus yang kita lihat, anak-anak SMA yang memegangi temannya kesurupan, malah ikut kesurupan seperti yang terjadi di salah satu sekolah, padahal ia hanya memegangi kakinya, tapi tiba-tiba ia juga ikut kesurupan.

    Ini artinya, begitu mudahnya generasi muda kesurupan. Hal ini menandakan bahwa benteng ibadah dan iman mereka perlu dipertebal kembali. Karena bila kita memiliki benteng iman dan ibadah yang kuat, dapat melindungi kita dari kesurupan. Kalau kita lihat para sahabat di zaman Rasullah saw, hampir tidak ada yang kesurupan, bahkan belum pernah ada yang kesurupan massal. Memang tingkat keimanan mereka sangat kuat, inilah yang menjadi benteng yang sangat kuat.

    Oleh karena itu, kita harus prihatin dengan tingkat keimanan generasi muda saat ini. Salah satu contoh konkrit, yaitu banyak anak-anak SMA yang sudah melakukan kemaksiatan, untuk itu negeri ini harus benar-benar dibentengi. Di generasi muda kita, walaupun ada UU yang melarang menggunakan narkoba, tapi kenyataannya perkembangan narkoba di sekolah juga sangat laur biasa.

    Demikian juga dengan kasus aksi pornografi dan pornoaksi saat ini, tapi coba anda lihat perkembangannya di sekolah-sekolah, apalagi jika tidak ada UU nya dan tidak ada peraturannya. Bisa kita bayangkan betapa akan hancurnya generasi muda kita. Untuk itu, ini merupakan peringatan bagi kita semua. Dan generasi muda kita harus dibenahi, segala segi kehidupan harus dibenahi, diciptakan lingkungan dan negara yang Islami. Itu akan membuat mereka hidup dalam lingkungan yang beragama dan memiliki keimanan yang kuat.

    Kemungkinan lainnya, dengan maraknya tema ruqyah saat ini, yang di mana-mana hampir ada ruqyah dengan syariat Islam. Kemudian ini membuat beberapa setan berulah. Sebagaimana yang kita ketahui, setan yang biasa disembah itu, jika tidak diberikan sesajian lagi, maka si setan akan menunjukan ekspresinya. Salah satunya dengan membuat gara-gara, sebagaimana yang dikatakan salah seorang Ulama yang bernama Iqrima mengatakan, “Kalau kita takut pada setan, maka dia akan membuat ulah.”

    Masyarakat yang mulai sadar dan mereka mulai membuang jimat serta menghapus keyakinan terhadap tempat-tempat keramat, kemudian setan berulah agar masyarakat kembali lagi percaya terhadap hal-hal yang syirik atau kembali minta tolong kepada para dukun. Jadi ini merupakan reaksi dari setan, ketika mulai muncul kesadaran dari masyarakat.

    Pengobatan terhadap orang yang kesurupan? Sesungguhnya setiap manusia harus bisa mengobati dengan cara yang Islami yaitu membacakan ayat-ayat Al-Qur’an pada telinga orang yang kesurupan berulang-ulang, kemudian suruhlah setan atau jin tersebut keluar.. Selain itu, perintahkan orang-orang yang berada di sekeliling orang yang kesurupan untuk berwudhu, jangan bengong, dan membaca ayat-ayat Al-qur’an yang bisa mereka baca. Hal ini untuk tidak menambah keruh suasana atau merembetnya kesurupan. Setelah itu, baru tanganilah orang yang kesurupan.

    Orang yang kesurupan harus segera diobati, karena orang yang mengalami kesurupan akan merasa tidak nyaman. Sebab bila jin terlalu lama dalam tubuh dan ia sudah menikmati tubuh orang tersebut, maka jin itu akan semakin sulit untuk keluar. Keberadaan jin dalam tubuh manusia, akan menimbulkan efek yang negatif baik secara fisik maupun non fisik.

    Demikian jawaban dari saya, semoga Allah melindungi anda dan keluarga.

    Wassalaamu’alaikum wr. wb.

    ———————————————————–
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah gangguan kesurupan – pelet – guna-guna – klenik – tolak bala – buang sial – kerasukan jin – setan – hantu – makhluk halus – jimat – ajian – benda keramat
    ———————————————————–

    Dapatkah Saya Melihat Makhluk Ghaib?

    Assalaamu’alaikum wr wb

    Pak ustad Budi, bolehkan saya mengharapkan dapat melihat mahluk ghaib ciptaan Allah selain manusia? 10 tahun yang lalu, saya sering sekali diganggu hal-hal gaib saat akan tidur. Dan saya sempat berdoa pada Allah, untuk meminta dibukakan mata agar dapat melihat fisik mereka (makhluk ghaib), tetapi sepertinya Allah tidak mengabulkan, yang pasti itulah yang terbaik bagi Saya.

    Bagaimana supaya kita bisa melihat makhluk ghaib? Tapi, saya tidak mau belajar ataupun berilmu kepada orang lain yang tidak jelas jalannya, misalnya dukun atau paranormal. Saya hanya ingin mendapatkannya langsung dari Allah. Adakah ayat atau doa khusus (kalau Allah mengizinkan).

    Persiapan fisik apa saja yang diperlukan? Misalnya apakah perlu sholat sunat, puasa atau amalan apa. Maaf apabila keinginan saya tidak wajar, segala sesuatunya saya serahkan kembali kepada Allah berkenan atau tidaknya. terima kasih pak ustadz.

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    Aina

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam wr. wb.

    Saudari Aina, jika anda berdoa meminta kepada Allah SWT, agar bisa melihat makhluk ghaib, dan tidak dikabuilkan. Memang begitulah, karena Allah tidak mungkin mengabulkan sesuatu yang salah dalam berdoa. Padahal doa orang beriman itu pasti dikabulkan. Yang perlu diketahui adalah di dalam Al-Qur’an, dalam hadis Nabi saw dan dalam contoh kehidupan Rasulallah saw serta para sahabat, tidak ada ajaran yang mengajarkan agar manusia bisa melihat makhluk halus atau melihat barang yang ghaib.

    Dinamakan ghaib itu, karena sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata manusia. Artinya kehidupan manusia itu terpisah, dengan terpisahnya itu, Allah tidak memberikan amalan apapun yang bisa membuat kita melihat makhluk gahib. Ilmu-ilmu yang digunakan untuk melihat yang ghaib adalah ilmu yang bukan berasal dari Allah dan Rasulnya.

    Ilmu tersebut bisa berasal dari dukun dan bisa juga berasal dari setan, walaupun dalam persaratan ilmu tersebut adalah dengan melakukan sholat, puasa, zakat dan sebagainya. Namun, ibadah-ibadah itu bukan dilakukan karena Allah, tapi karena ingin mengabdi kepada setan,untuk membantu manusia agar bisa melihat makhluk ghaib.

    Para sahabat tidak ada yang bersusah payah menuntut ilmu,untuk melihat makhluk ghaib. Kalau hal ini merupakan kebaikan, pasti para sahabat sibuk untuk mencari ilmu tersebut. Tapi, karena ini bukan suatu kebaikan, maka para sahabat tidak ada yang mencari ilmu tersebut. Pengalaman kita di lapangan, orang-orang yang dapat melihat makhluk ghaib dengan cara belajar, pasti pembelajarannya bertentangan dengan syariat Islam.

    Jadi yang terpenting untuk anda, sebaiknya menuntut ilmu Islam yang benar. Karena itu merupakan benteng yang kuat, agar anda tidak lagi diganggu oleh setan. “Toh tidak ada manfaatnya, kita mempunyai kemampuan melihat setan. Yang ada anda malah ketakutan, bahkan anda bisa sombong, atau anda bisa disetir menjadi orang yang sesat. ”

    Yang terpenting sekarang adalah bagaiman menuntut ilmu Islam yang benar, lakukanlah sholat dengan benar dan berdoalah kepada Allah, minta apa saja yang baik-baik dan bermanfaat untuk masa depan Islam. Jadi itulah yang harus kita lakukan, dan jauhkanlah segala niat yang tidak baik seperti itu.

    Demikianlah jawaban dari saya, semoga Allah SWT melindungi anda dari hal-hal yang ghaib.

    Wassalaamu’alaikum wr. wb.

    Ustadz Budi Ashari

    ———————————————————–
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah gangguan kesurupan – pelet – guna-guna – klenik – tolak bala – buang sial – kerasukan jin – setan – hantu – makhluk halus – jimat – ajian – benda keramat
    ———————————————————–

    Sering Mual dan Pusing Kalau Membaca Al-Quran

    Assalamu’alaikum Wr Wb, Ustadz Budi

    Saya mempunyai satu permasalahan yang ingin saya tanyakan, sebelumnya saya juga sempat mengirimkan pertanyaan yang sama, hanya sampai saat ini belum terjawab juga. Oleh karena itu saya ingin mengajukan pertanyaan itu lagi, karena sampai saat ini saya belum tahu solusinya.

    Begini Ustadz, kenapa yah saya itu sering merasa mual, pusing dan merasa gerah ketika saya membaca Al-Qur’an. Dan saya juga sering merasa malas untuk melaksanakan sholat Isya, sehingga waktu sholat Isya pun saya tunda-tunda. Sebenarnya saya merasa berdosa sekali, dan yang pernah saya baca pun, “Barang siapa yang merasa kesulitan (malas ) saat melakukan sholat subuh dan Isya, berarti di hatinya telah tersemai bibit kemunafikan. (Naudzubillah ) ”

    Pertanyaannya, bagaimana solusi permasalahan saya tersebut dan perlukah saya melakukan ruqyah, jikalau perlu, di mana saya bisa melakukan ruqyah tersebut? Saya mohon jawabannya, jazakillah.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    Akhwat

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam wr. wb.

    Akhwat yang penyabar, maaf ya baru sekarang saya menjawab pertanyaan anda, karena begitu banyaknya pertanyaan yang masuk ke redaksi kami.

    Alhamdulillah kalau anda telah mengetahui, bahwa sholat yang sangat berat untuk melaksanakannya dan juga dapat menimbulkan kemunafikan itu adalah sholat isa. Oleh karena itu, agar kita terhindar dari kemunafikan, maka janganlah menunda-nunda sholat isa karena kemalasan.

    Seluruh sholat lima waktu, yang paling utama adalah mengerjakannya diawal waktu sebagaimana yang disabdakan Nabi saw. Tetapi, khusu untuk sholat isa memang ada hadis yang lain, di mana yang lebih utama mengerjakan sholat isa yakni di tengah malam. Seperti yang disabdakan oleh Nabi saw, “Kalaulah tidak memberatkan umat Ku, maka Aku akan menyuruh mereka untuk mengakhirkan sholat isa sampai sampai separoh setengah malam.”

    Artinya ini utama, tapi syaratnya anda harus sholat dengan semangat, kalau orang itu malas, maka sholatnya akan mengganggu kekhusyuannya. Jadi orang yang sholat di tengah malam dengan semangat yang tinggi dan berjamaah, maka ini lebih baik daripada orang yang berjamaah sholat isa diawal waktu, begitu seperti yang disabdakan Rasulallah.

    Hanya saja, kalau masalahnya seperti yang anda hadapi sekarang. Maka saya sarankan anda untuk tidak mengerjakan sholat isa di tengah malam. Jadi begitu azan terdengar atau sebelum azan terdengar, anda sudah siap berwudhu dan bersiap melakukan sholat Isya, jadi jangan ditunda, sebagus apapun aktivitas kita saat itu. Hal ini dalam rangka terapi, agar kita dapat mengerjakan sholat Isya dengan segera, dan lakukanlah secara berjamaah.

    Banyaklah berdoa, dan ingat-ingatlah bahwa mengakhirkan atau bermalas-malasan mengerjakan sholat merupakan kebiasaan orang munafik. Untuk itu, hal ini jangan sampai terjadi pada kita, karena kita tentu tidak ingin menjadi orang yang munafik. Tetapi, saya sarankan dari kasus yang anda ceritakan, sebaiknya anda ikut ruqyah. Kalau anda tinggal di Bandung, ada cabang ghaib ruqyah syar’iiyah, jl. Kartika I No. 202 B KPAD – Gegerkalong, Bandung telp. 022 – 702 69 655.

    Perasaan mual, pusing, gerah dan sebagainya ketika anda membaca Al-quran, merupakan indikasi tidak wajar dan tidak benar. Seorang yang beriman, ketika dibacakan atau membaca Al-quran, maka hatinya akan bergetar bahkan begitu tunduknya hati ini maka akan menimbulkan kedamaian saat dibacakan ayat-ayat Allah SWT. Oleh karena itu, anda harus melakukan terapi ruqyah, mudah-mudahan masalah anda segera selesai, dan mudah-mudahan rasa malas yang ada pada anda segera hilang.

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    Ustadz Budi Ashari

    ———————————————————–
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah gangguan kesurupan – pelet – guna-guna – klenik – tolak bala – buang sial – kerasukan jin – setan – hantu – makhluk halus – jimat – ajian – benda keramat
    ———————————————————–

    Setelah Diruqyah Jadi Bisa Melihat Makhluk Ghaib dan Sering Mimpi Buruk

    Assalamualaikum wr. wb.

    Ustadz, teman saya mempunyai masalah. Pada tahun 2001, teman saya tersebut disengat oleh tawon tanah di hutan Kalimantan Barat dan telah berobat medis bahkan alternatif. Ada yang mengusulkan untuk diruqyah saja, karena secara medis tidak ada masalah, tetapi sepertinya dia diganggu oleh jin.

    Namun, setelah diruqyah lebih dari 10 kali hasilnya malah menjadi sensitif terhadap makhluk gaib, misalnya dia katanya bisa melihat makhluk gaib lain, sering kesurupan dan sering mimpi dikejar binatang buas. Sering lupa bacaan shalat, tidak mau mendengar ayat-ayat Al-Quran, tidak kuat bertemu dengan ustadz dan takut ke masjid. Menurut ustadz yang meruqyah, jin yang ada di dalam diri teman saya tersebut belum semuanya bisa dikeluarkan, terutama jin kafir.

    Teman saya tersebut menikah pada tahun 2001 setelah kejadian disengat tawon. dan sampai saat ini belum dikaruniai anak. Padahal secara medis sistem reproduksinya tidak bermasalah.

    Yang ingin saya tanyakan, apakah seseorang yang sudah diruqyah bisa melihat makhluk gaib.? Minimal harus berapa kali diruqyah agar bisa sembuh? Apa yang harus saya lakukan untuk pemulihan teman saya tersebut? Seandainya tidak bisa pulih, apakah teman saya akan semakin menjauhi ajaran agama Islam? Apakah teman saya bisa mempunyai keturunan? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

    Wassalaam,

    Nofrita

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam

    Saudari Nofrita, setelah teman anda berada di hutan Kalimantan Barat, entah disengat tawon atau karena keberadaannya pada waktu itu di hutan, di mana hutan merupakan tempat yang disukai oleh jin, karena hutan adalah lahan yang kosong. Namun, dari semua gejala yang anda sebutkan, menunjukkan bahwa teman anda memang mengalami gangguan jin. Oleh karena itu, harus terus dilakukan ruqyah sebagi satu-satunya solusi yang benar.

    Saya jadi bertanya-tanya, bagaiman mungkin orang yang diruqyah malah bisa melihat makhluk ghaib/jin. Karena sesungguhnya orang yang memiliki kemampuan dapat melihat jin setelah diruqyah adalah merupakan kemampuan yang salah, sedangkan ruqyah berfungsi untuk menghilangkan kemampuan-kemampuan yang salah tersebut. Jadi tidak mungkin ruqyah semakin membuat orang bisa melihat makhluk ghaib. Sayangnya anda tidak menjelaskan ruqyah macam apa yang dilakukan oleh teman anda. Jangan-jangan hanya mengatasnamakan ruqyah, tetapi ruqyahnya tidak benar, atau memang belum selesai ruqyahnya.

    Apa yang dikatakan si peruqyah, yang mengatakan bahwa ada jin kafir yang belum keluar dari tubuh teman anda? Kalau hal itu diketahui melalui penglihatan si peruqyah, hal tersebut mustahil. Sebab peruqyah tidak mungkin dapat melihat makhluk ghaib, kalau ada peruqyah mampu melihat makhluk ghaib, maka dia bukan peruqyah yang benar. Artinya dia sendiri bermasalah. Tapi kalau berdasarkan pengakuan jin saat diruqyah, yang mengatakan bahwa ada jin kafir yang belum keluar, hal itu mungkin saja. Namun semua itu tidak terlalu penting, yang terpenting adalah seluruh jin harus keluar.

    Berapa kali harus diruqyah? Yang harus dilakukan adalah melakukan pengecekan, apakah ruqyah yang teman anda lakukan sudah sesuai dengan syariat Islam, bacaan yang dibaca tidak ada campuran yang salah, tidak mengandung ritual-ritual yang aneh dan yang tidak diajarkan oleh Nabi saw. Maka, lakukanlah ruqyah syar’iiyah. Ghaib sudah membuka cabang ruqyah syar’iiyah di Pontianak yaitu di jalan Uray Bawadi Gang Muhibah No. 5 Pontianak. Telp. (0561) 7086191.

    Sekarang ini, mulai banyak sekali pelanggaran-pelanggaran pada ruqyah atau memang ada orang yang sengaja mengotori ruqyah yaitu orang-orang yang sebenarnya tidak mengetahui bagaimana ruqyah syar’iiyah yang benar, tapi pura-pura mengetahuinya. Berapa kali diruqyah? Ada kasus yang sekali ruqyah langsung sembuh dengan izin Allah SWT.

    Begitu juga dengan yang Nabi saw lakukan ketika meruqyah seorang sahabat, sekali tepuk sembuh. Bahkan ada anak yang gila, begitu ditepuk Nabi, langsung sembuh. Tapi itu Nabi yang melakukannya. Jadi batas berapa kali di ruqyah, tidak ada batasnya, seperti pengobatan medis. Semuanya butuh kesabaran, jangan berpindah pada pengobatan yang salah, yang kesannya menawarkan sesuatu yang lebih cepat dan praktis, namun sesungguhnya kita telah menggadaikan iman.

    Apa yang dialami teman anda, mungkin juga menjadi salah satu penyebab dari belum hadirnya keturunan. Hal itu sangat mungkin, sebab ada orang-orang yang mengalami gangguan jin pada alat reproduksinya. Untuk itu segeralah lakukan ruqyah syar’iiyah, mudah-mudahan Allah SWT mempermudah mendapatkan keturunan. Jangan berputus asa, apalagi dokter mengatakan tidak ada masalah pada reproduksinya.

    Demikian jawaban dari saya, semoga teman anda cepat mendapatkan keturunan.

    Wassalaamu’alaikum wr. wb.

    Ustadz Budi Ashari

    ———————————————————–
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah gangguan kesurupan – pelet – guna-guna – klenik – tolak bala – buang sial – kerasukan jin – setan – hantu – makhluk halus – jimat – ajian – benda keramat
    ———————————————————–

    Bingung dengan Kiai yang Bisa Mengusir Jin dan Mengobati dengan Media Telur

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Ustadz, mohon penjelasannya karena saat ini saya sedang bingung, keluarga saya biasa meminta doa atau minta petunjuk kepada kiai/ustadz yang ibadahnya tidak diragukan lagi, tetapi ada di antaranya yang menggunakan media, seperti tulisan ayat Al-Quran di kertas dan harus ditanam/dikubur di rumah, selain memberi petunjuk untuk mengamalkan wirid tertentu (dalam kasus ini alfatihah/salah satu ayat dari al-fatihah).

    Beliau juga bisa mengusir jin yang mengganggu, mengobati keluarga yang diganggu dengan media telur untuk menunjukkan benda apa yang ada di dalam tubuh tadi. Yang ingin saya tanyakan apakah hal ini menjurus syirik/dukun? Lalu bagaimana mungkin bila hal tersebut menggunakan jin, sedangkan pasien mengamalkan wirid/ayat Al-Quran dengan ikhlas dan khusyuk, apa tidak bertentangan. Terus terang saya ragu bila harus mengamalkan hal tersebut, dan harus bagaimana untuk meyakinkan keluarga. Terima kasih.

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    Jasmine Azya

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam wr. wb.

    Saudari Jasmine, yang menjadi masalah di kita, ibadah itu sering sekali dijadikan satu-satunya ukuran untuk kesholehan seseorang. Padahal di atas itu semua ada standar nomor satu yaitu standar akidah/keimanan, yang artinya berapa banyak orang ibadahnya terlihat rajin dan terlihat bagus oleh kita, tetapi semua itu bisa menjadi nihil di sisi Allah SWT, karena keimanan dan akidah orang tersebut yang tidak benar.

    Oleh karena itu, berbicara masalah standar kesholehan dimulai dengan melihat seperti apa sih keyakinan, keimanannya? Apakah tercampur dengan kemusyrikan atau tidak? Baru kemudian, efek dari itu semua adalah ibadah, setelah itu baru dapat dilihat akhlaknya. Di kita ada kecenderungan asal sudah menjalankan ibadah adalah segala-galanya, apalagi kalau dia adalah tokoh agama atau tokoh masyarakat. Sementara hal itu bukan jaminan, contohnya di zaman Nabi saw, seorang bernama Abdul bin Ubay bin Sanul ketika sholat dia selalu berada di belakang Nabi saw, ini suatu yang luar biasa.Tetapi dia sendiri adalah termasuk orang munafik yang dijamin masuk di dasar neraka.

    Nabi saw ketika berbicara tentang kelompok Khawarij, yang oleh Nabi saw disebut sebagai penghuni neraka. Nabi mengatakan, “Kalian akan merasa minder secara ibadah dengan mereka.” Artinya mereka itu adalah kelompok yang dilihat secara ibadah luar biasa, misalnya cara sholatnya, baca Al-Qur’annya. Tapi sayang, semua itu bukan jaminan. Maka Nabi saw mengatakan bahwa mereka adalah penghuni neraka.

    Jadi apa yang anda sampaikan, tentang apa yang dilakukan oleh Ustadz yang anda bilang ibadahnya banyak dan bisa menyembuhkan penyakit lewat telur, serta memberikan kertas dengan bertuliskan ayat al-Qur’an untuk ditanam, itu semua tidak dicontohkan oleh Nabi saw. Justru inilah yang biasa dilakukan oleh para dukun. Seperti dia memindahkan penyakit ke telur, secara logika hal itu tidak masuk akal. Kalau secara logika tidak masuk, maka akan timbul tanda tanya siapa yang membantu dia memindahkan penyakit ke telur secara ghaib. Kalau manusia normal tidak mungkin membantunya, sementara itu tidak ada ajarannya dari Nabi saw, jika hal itu baik pasti diajarkan oleh Nabi saw.

    Untuk itu, jangan datang lagi ke dia untuk meminta pertolongan secara pengobatan tersebut, tapi carilah pengobatan yang benar dan jangan tertipu oleh sekedar wirid dari Al-Fatihah, karena jin terkadang juga menggunakan ayat-ayat yang lain sebagai mantra, jadi bukan sekedar surat Al-Fatihah. Biasanya pasti ada pelanggaran-pelanggaran pada wirid seperti itu. Kalau anda mau membaca Al-Fatihah, itu bagus. Itu merupakan ayat-ayat untuk meruqyah, tetapi jangan salah dalam berwirid. Apa yang dilakukan oleh Ustadz tersebut secara syariat Islam adalah salah. Lebih baik lakukanlah dzikir sebanyak-banyaknya. Kita khawatir, apa yang diajarkan oleh Ustadz itu menjurus ke syirik, karena benda yang ditanam bisa menjadi jimat serta akan menimbulkan keyakinan terhadap benda itu atau memindahkan penyakit ke telur menggunakan bantuan jin dan hal itu adalah sesat. Oleh karena itu harus dihindari.

    Untuk meyakinkan keluarga anda bahwa apa yang dilakukan Ustadz atau kiai tersebut adalah salah, maka anda harus mempunyai landasan yang kuat tentang ilmu ini. Karena memang sulit, apalagi yang dimintai tolong oleh keluarga anda adalah seorang Ustadz dan keluarga anda mentaatinya, sangat tidak mudah bagi anda. Anda harus berikan betul-betul penjelasan yang meyakinan tentang ilmukajian Islam yang berlandaskan dalil yang menyebutkan bahwa hal tersebut tidak diajarkan dalam ajaran Islam.

    Lakukan dialog yang baik tanpa menggurui dalam suasana yang baik pula. Mudah-mudahan dengan demikian orang tua anda akan mulai berfikir, tapi yang lebih baik lagi yaitu anda memberikan solusi pengganti, seperti solusi menyembuhkan penyakit yang datangnya dari makhluk ghaib, maka datanglah ke tempat ruqyah syar’iiyah. Jika butuh keperluan lainnya, selesaikanlah dengan cara yang Islami seperti yang diajarkan oleh Rasulallah saw. Jangan lupa banyak berdoa, karena hanya Allah yang merubah hati manusia dan memiliki hati manusia. Demikian jawaban dari saya, semoga bermanfaat.

    ———————————————————–
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah gangguan kesurupan – pelet – guna-guna – klenik – tolak bala – buang sial – kerasukan jin – setan – hantu – makhluk halus – jimat – ajian – benda keramat

  2. kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah sihir dengan rukyah islami – ruqyah syar’iyah – terapi jampi-jampi islami – metode pengobatan nabawi – mengusir roh jahat – jin – makhluk halus – makhluk ghoib
    —————————————————–

    Diruqyah 4 Kali Jin Belum Keluar Juga

    Assalaamu’alaikum Wr.Wb.

    Ustadz yang kami hormati, saya sebelum mengenal ruqyah tidak merasa ada keluhan apa-apa, namun karena ingin kepastian apa ada jin yang bersarang di tubuh, akhirnya saya ikut acara ruqyah, ternyata ada reaksi di sekitar leher. Sampai-sampai ustadz peruqyahnya bisa wawancara dengan jin tersebut. Saya setengah sadar mengucapkan dua kalimat syahadat waktu itu, namun jin belum bisa keluar.

    Di lain waktu saya ke situ lagi, dan jin tersebut belum keluar juga. Saya cari Ustad lain untuk meruqyah namun belum bisa juga, terakhir ke ustadz yang lain lagi juga belum keluar. Hingga sekarang saya suka terasa reaksi jika dzikir, sholat, ataupun baca Al-Qur’an.

    Yang ingin saya tanyakan:

    1. Mengapa pada waktu belum diruqyah ibadah saya lancar-lancar saja tapi sekarang setelah diruqyah sering bereaksi?

    2. Apa yang harus saya lakukan dengan keadaan saya sekarang? Apakah bisa saya meruqyah sendiri? Kalau bisa bagaimana caranya?

    3. Apakah jin yang ada di dalam tubuh membahayakan aqidah kita?

    4. Apakah jin tersebut berpengaruh langsung terhadap posisi hamba disisi Allh SWT? Dan apakah bisa menghalangi keridhoanNya?

    5. Bagaimana bila ajal tiba sedangkan jin tersebut belum keluar, apakah menghalangi masuknya hamba ke dalam syurga?

    6. Di bulan Ramadhan yang lalu pada saat sholat malam saya juga bereaksi, mengapa bisa, padahal ada hadist yang mengatakan bahwa syetan dibelenggu di bulan Romadhan?

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    Triyono

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam wr. wb.

    Saudara Triyono, ada hal yang harus diluruskan bahwa ruqyah itu tidak mengundang jin, tetapi ruqyah itu adalah doa-doa untuk menghilangkan jin. Maka, kalaupun kemudian anda bereaksi, padahal anda merasa tidak memiliki gangguan jin. Mungkin anda selama ini tidak merasa, kalau sesungguhnya anda mempunyai gangguan.

    Sayangnya, anda tidak menceritakan secara detail, apakah anda mempunyai gangguan rasa sakit di sekitar leher, atau anda sesungguhnya anda mempunyai masalah secara psikologis. Seperti cepat marah, berat menjalankan ibadah, sering menunda untuk berbuat baik. Artinya, hal tersebut merupakan indikasi anda mengalami gangguan, tapi anda tidak mengetahuinya. Dan begitu diruqyah, anda baru mengetahui ternyata anda mempunyai gangguan jin.

    Setelah berulangkali anda melakukan ruqyah, tapi tidak kunjung selesai. Tidak seluruh masalah bisa selesai dalam waktu yang cepat. Sahabat saja dengan tingkatannya, ketika mereka meruqyah ada yang butuh waktu sampai 3 hari. Maka dari itu, dibutuhkan kesabaran, jadi bukan tingkat hasil kita akan sembuh, tetapi itu merupakan upaya syar’i yang akan dicatat oleh Allah SWT sebagai pahala, karena kita menjauhi upaya yang syirik.

    Jadi lakukan ruqyah terus, karena memang tidak ada solusi lain dalam Islam, selain ruqyah. Anda bisa melakukan ruqyah sendiri, caranya anda bisa mendengarkan kaset ruqyah atau anda membaca sendiri bacaan ruqyahnya. Kemudian peganglah bagian yang bereaksi dan sakit, anda memukulnya dan menekannya, setelah itu jin tersebut harus keluar. Anda harus melindungi diri dengan berlindung kepada Allah SWT, beribadah yang rajin. Bacalah Basmallah bila ingin mengerjakan apa saja.

    Setan selalu berusaha membuat manusia keluar dari jalan kebenaran, sebagaimana sumpah iblis dalam Al-quran, akan menggelincirkan manusia dari jalan yang lurus. Tapi, apabila anda kuat iman dan ibadahnya. Maka keberadaan setan dalam tubuh tidak akan mempengaruhi keimanan seseorang. Dan ketika seseorang meninggal sedangkan sudah ditakdirkan jin itu belum bisa keluar, tidak akan mempengaruhi orang tersebut disisi Allah SWT, bahkan bisa menambah pahala. Karena selama ini dia tersiksa dengan oleh jin tersebut. Dalam Islam seperti kita ketahui, jangan gangguan jin yang berat, duri yang menusuk kaki orang beriman dianggap sebagai pahala penghapus dosa.

    Apakah jin di tubuh bisa menghalangi seseorang untuk masuk syurga? Selama dia tidak mengikuti perintah bisikan-bisikan jin yang sesat, maka tidak akan menjadi masalah dan tidak akan menghalagi seseorang masuk syurga. Karena masuk syurga atau tidak adalah bagaimana usaha kita dengan baik serta mendapat rahmat dari Allah SWT.

    Di bulan Ramadhan setan dibelenggu? Dalam hadis lain, ternyata yang diikat adalah setan-setan yang melakukan pembangkangan yang luar biasa. Jadi tidak semua setan, sehingga wajar jika masih ada setan yang mengganggu manusia di bulan Ramadhan. Keberadaan jin dalam tubuh dapat mengganggu. artinya mengapa anda berekasi di bulan Ramadhan. Jangan pernah berputus asa, karena dalam ruqyah tidak ada istilah berputus asa. Lakukanlah ruqyah, semoga Allah selalu melindungi kita.***

    ——————————————————-
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah sihir dengan rukyah islami – ruqyah syar’iyah – terapi jampi-jampi islami – metode pengobatan nabawi – mengusir roh jahat – jin – makhluk halus – makhluk ghoib
    ——————————————————

    Ibadah tidak Khusyuk dan Sulit Jodoh setelah Diberi Penangkal

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Pak Ustaz, saya seorang gadis umur 27 tahun, agak gelisah dengan kehidupan saya. Waktu umur 15 tahun, saya merantau ke Jakarta, tapi orang tua saya selalu khawatir, dan tidak ikhlas saya pergi ke Jakarta.

    Pada suatu hari, saya pulang kampung, lalu saya di kasih semacam penangkal, agar saya tidak bisa dijahatin orang. Berawal dari situ, dan sampai sekarang penangkal itu belum juga hilang, walaupun sudah dibuang.

    Anehnya lagi, penangkal itu juga menyulitkan saya buat cari jodoh, kalau saya dekat dengan seseorang ataupun sudah ada pendekatan, selalu gagal. Padahal dulu sebelum dikasih penangkal, saya sering sekali pacaran.

    Namun, karena waktu itu umur saya masih kecil, jadi hanya cinta monyet. Kalapun diajak serius, saya belum mau dengan alasan masih kecil, kenapa sekarang waktu saya sudah butuh pendamping hidup, jadi agak susah cari jodoh.

    Apakah ini terjadi, karena saya terkena karma. Sebab saya dulu pacaran cuma main-main tidak serius. Selain itu, saya selalu tidak tenang dan tidak khusyuk bila sholat, apalagi bila saya membaca ayat suci Al-Quran, seperti ada yang ganggu dan sebentar saja baca Al-Quran tengorokan saya langsung kering dan susah buat baca.

    Yang ingin saya tanyakan pada pak Ustaz, apakah semua ini disebabkan oleh penangkal itu? Yang membuat saya susah cari jodoh dan atau ada yang tidak beres di dalam tubuh saya? Misalnya ada makluk tidak baik yang bersemayam di dalam tubuh saya?

    Wassalaamu’alaikum,

    Elsa

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam wr. wb.

    Saudari E, usia anda baru 27 tahun. Jadi kesempatan untuk mendapatkan jodoh masih sangat panjang. Kegelisahan yang kerap kali menghampiri diri anda adalah manusiawi, bersandarlah kepada Allah SWT, pasti akan memberikan yang terbaik, jika hambanya berusaha dengan baik.

    Ada beberapa saya yang ingin saya berikan, dan mudah-mudahan dapat membuka jalan untuk anda mendapatkan jodoh:

    1. Berlandaskan pada hadis Nabi SAW ketika seorang sahabat pergi meninggalkan kedua orangtuanya dengan niat untuk berjihad. Ini merupakan niat yang jauh lebih mulia dari sekedar bekerja. Kemudian ia berkata kepada Rasulallah SAW, “Ya Rasulallah, saya berjihad dengan mu.” Kemudian Nabi bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Orang tersebut mengatakan bahwa kedua orang tuanya masih hidup. Maka Nabi mengatakan, untuk keduanyalah kamu harus berjihad, jadi artinya uruslah keduanya, karena ini menjadi jihad kamu.

    Dalam riwayat lain disebutkan, Sahabat itu meninggalkan kedua orang tuanya dalam keadaan menangis, karena tidak ridha ditinggal. Kemudian Nabi SAW bersabda, sebagaimana kamu membuat kedua orangtuamu menangis, maka sekarang buatlah mereka tertawa. Ini merupakan kunci utama, jadi anda harus pulang, dan minta keridhaan dari orangtua anda, apakah anda boleh melanjutkan hidup di Jakarta atau anda harus pulang.

    Kalau orangtua anda sudah ridha, maka mintalah doa kepada keduanya. Karena doa orang tua untuk anak sangat mustajab. Kalau ternyata orang tua anda tidak mengizinkan anda kembali ke Jakarta, maka anda harus menerimanya. Bila orangtua anda sudah ikhlas mendoakan, mudah-mudahan anda juga didoakan agar segera mendapatkan jodoh.

    2. Buanglah penangkal yang anda pakai, karena penangkal atau penjaga itu biasanya yang bekerja adalah jin dan ini termasuk syirik. Berdasarkan pengalaman, biasanya jin bila menjaga orang, maka sekaligus jin itu berbuat ulah. Terkadang, karena yang dijaga adalah lawan jenisnya, bisa jadi jin tersebut menyukainya, sehingga ia mungkin saja menghalangi jodoh anda.

    3. Oleh karena itu, sebaiknya anda mendekatkan diri pada Allah SWT. Bacalah al-Quran dengan baik dan benar, jangan lagi memainkan perasaan laki-laki. Karena di Indonesia banyak orang-orang yang pendek pikirannya, ketika perasaannya disakiti, maka ia akan berbuat yang macam-macam dengan sihir. Dan biasanya orang yang sakit hati akan menghalangi sekalian jodoh orang yang menyakitinya, sehingga ia tidak mendapatkan pasangan. Tapi anda tidak perlu khawatir, berlindunglah kepada AllahSWT.

    Mengenai mengalami kendala ketika membaca al-Quran, apabila merasa gangguan ini tidak wajar, itu sangat manusiawi, karena anda mempunyai penangkal yang berupa jin. Bisa jadi jin tersebut merasa terganggu mendengar anda membaca al-Quran. Untuk itu, hilangkanlah penyebabnya. Insyaallah masalah itu akan pergi bersama hilangnya penyebabnya masalah itu. Wallahualam.***

    ——————————————————-
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah sihir dengan rukyah islami – ruqyah syar’iyah – terapi jampi-jampi islami – metode pengobatan nabawi – mengusir roh jahat – jin – makhluk halus – makhluk ghoib
    ——————————————————

    Do’a Penangkal Sihir di Tempat yang Baru

    Assalamu Alaikum wr. wb.

    Pak Ustadz, saya adalah karyawan salah satu perusahaan di Jakarta. Saya sering dinas ke luar kota sampai ke desa-desa terpencil yang biasanya banyak ilmu hitam dan sihirnya. Pertanyaan saya, doa apa yang saya harus amalkan agar terhindar dari ilmu-ilmu hitam tersebut? Terima kasih atas bantuannya.

    Wassalam

    Angkasawan Said

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam wr. wb.

    Saudara Iwan, ketika kita berada ditempat yang baru, baik di perkampungan, desa, kota atau hutan. Nabi saw mengajarkan doa agar kita tidak diganggu oleh kejahatan makhluk lain, artinya bukan saja manusia, tapi juga jin atau makhluk Allah yang lain, yang mungkin bisa menimbulkan bahaya bagi diri kita. Doanya sering kita dengar, dan doanya pendek saja, tapi memiliki perlindungan yang luar biasa, karena Nabi yang mengajarkan.

    Dalam sebuah hadisnya Nabi saw bersabda, “Barang siapa yang singgah disatu tempat, sebaiknya membaca doa penjagaan yang di baca sore hari.” Doa tersebut adalah “A’udzu bi kalimatillahi taammati min syarri maa khalaq” memiliki arti “Aku berlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan makhluk ciptaan-Nya.” Keutamaan dari doa tersebut, siapa yang membaca doa itu, maka tidak akan ada makhluk yang mengganggu, sampai ia meninggalkan tempat tersebut. Ini artinya jaminan yang luar biasa, jadi tidak usah takut terhadap ilmu hitam atau apapun, karena siapapun yang dilindungi oleh Allah SWT, tidak akan bisa tembus dengan ilmu apapun.

    Anda juga bisa menambahkan bacaan dengan doa-doa yang lainnya, seperti doa menjelang tidur dan lain-lain. Mudah-mudahan anda bisa mengamalkan doa-doa tersebut, sehingga anda tidak merasa khawatir lagi bila anda singgah di tempat yang baru. Wallahualam.

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ——————————————————-
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah sihir dengan rukyah islami – ruqyah syar’iyah – terapi jampi-jampi islami – metode pengobatan nabawi – mengusir roh jahat – jin – makhluk halus – makhluk ghoib
    ——————————————————

    Pulang dari Aceh Sering Mendengar Suara-Suara Aneh

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Pak Ustadz, saya pernah menjadi relawan selama 6 bulan pasca tsunami di Aceh yang setiap hari kerja saya mencari dan mengumpulkan jenazah. Sejak saya pulang dari Aceh, saya selalu mendengar suara orang yang selalu menggoda, kadang orang dewasa dan anak-anak. Awalnya saya pikir itu hanya halusinasi saya, tapi lama kelamaan hal itu makin parah, bahkan saya mendengar suara saya sendiri, terkadang menjerit-jerit.

    Hal itu tentu sangat mengganggu saya, karena saya tidak bisa tidur nyenyak, dada terasa berat dan tidak bisa berpikir jernih sampai saat ini. Badan saya hampir tiap hari kedutan mulai dari kaki sampai ke dada, tapi herannya tetangga saya juga sering menegur saya, karena hampir setiap malam mereka mendengar suara orang berbicara termasuk suara saya, terkadang saya dikatakan teriak-teriak seperti orang yang dianiaya.

    Padahal sedikitpun saya tidak merasa bicara, salah seoarang kerabat saya mengatakan kalau saya diikuti dan diganggu makluk halus sejak saya pulang dari Aceh. Apakah ruqyah bisa membantu saya agar sehat seperti sedia kala? Saya mohon petunjuk dari pak ustadz, terima kasih.

    Wassalaamu’alaikum,

    Adi Chandra

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam wr. wb.

    Saudar Adi, sebenarnya apa yang anda alami hari ini tidak ada hubungannya, antara anda menjadi relawan dengan niat yang baik untuk membantu mengumpulkan mayat saudar-saudara kita di sana dan mengurusnya dengan baik. Walaupun kemudian ada jin yang memanfaatkan keberadaan anda di Aceh, ini mungkin saja.

    Seperti yang anda sampaikan, kalau bukan merupakan gangguan psikologis ketika anda terbayang-bayang situasi yang mengenaskan di Aceh. Apalagi tetangga anda juga mendengar anda berteriak-teriak, sementara anda tidak merasa berteriak. Berarti ini adalah ulah dari jin atau setan yang bertujuan untuk membuat hubungan anda dan tetangga anda menjadi tidak akur.

    Solusi dalam Islam yaitu lakukanlah ruqyah syar’iyyah. Jika setelah diruqyah anda sembuh atas izin allah SWT tapi tetangga anda masih mendapat gangguan, maka ruqyahlah rumah anda. InsyaAllah anda akan mendapat pertolongan dari Allah SWT. Semoga anda dan keluarga tidak diganggu lagi. Bersabarlah, karena akan ada pahala dari setiap musibah yang menimpa. Wallaahua’lam.

    ——————————————————-
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah sihir dengan rukyah islami – ruqyah syar’iyah – terapi jampi-jampi islami – metode pengobatan nabawi – mengusir roh jahat – jin – makhluk halus – makhluk ghoib
    ——————————————————

    Hawa Hangat yang Coba Merasuk ke Tubuh

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Saya mau tanya mengenai kejadian yang pernah menimpa saya beberapa bulan yang lalu. Waktu itu menjelang tengah malam, persiapan istirahat. Posisi tidur saya miring ke kanan. Tiba-tiba, saya merasa ada hawa hangat yang mendekati (seperti awan putih) dan tepat berhenti di depan kepala saya. Saya diam, langsung ingat Allah, dan terus berdzikir.

    Awan putih itu menutupi seluruh tubuh saya dengan hawa hangatnya dan berusaha masuk melalui telinga kiri saya, dengan sekuat tenaga saya berusaha supaya tidak ada celah sedikitpun untuk peluang awan putih itu masuk. Saya ketakutan tapi tetap diam, karena saya tidak mau mengganggu istirahat orang tua saya.

    Saya terus berdzikir dan baca ayat kursi, sampai awan putih itu gagal masuk lewat telinga saya. Usaha awan putih itu untuk masuk berulang-ulang sampai tiga kali, dan tiga kali juga gagal. Saya pikir Allah ada bersama saya, saya tidak perlu takut, kalau memang ini suatu kejahatan, dia pasti pergi.

    Yang ingin saya tanyakan, apakah hawa hangat berbentuk awan putih itu? Apakah itu jin? Apakah tujuannya? Mohon saya diberi kejelasan. Terima kasih.

    Wassalamu’alaikum,

    Diena

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam wr wb

    Saudari Diena, apa yang anda alami menjelang istirahat atau belum tidur merupakan suatu hal yang tidak wajar, karena mana mungkin awan bisa masuk melalui telinga kita. Kalau ini bukan merupakan semacam halusinasi dari anda atau semacam khayalan yang sampai pada tingkat halusinasi, maka ini merupkan sesuatu yang bersifat ghoib. Apakah jin atau bukan jin, kita tidak bisa memastikan. Tapi dari pengalaman, hal-hal seperti itu biasanya jin.

    Namun, untuk menjawab apakah tujuannya, bila memang itu jin, sebenarnya yang palin penting adalah apakah yang anda rasakan setelah peristiwa tersebut? Meskipun anda tidak menceritakan dampak dari kejadian itu, saya berharap tidak ada hal-hal negatif yang anda rasakan. Apalagi anda sempat berdzikir pada saat itu, sehingga berulangkali awan putih itu ingin masuk melalui telinga anda selalu gagal, karena dari beberapa kasus yang kami jumpai, ada orang-orang yang bisa merasakan adanya sihir yang akan masuk ke dalam tubuh.

    Kalau memang benar yang akan masuk ke tubuh anda adalah sihir dan ternyata gagal, sungguh Maha benar Allah dan RasulNya mengatakan, perlindungan yang benar dalam syariat Islam adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan berdoa dan berdzikir. Kalau setelah anda mengalami peristiwa tersebut, anda tidak mengalami keluhan, maka tidak perlu dirisaukan. Tapi kalau anda mengalami keluhan, maka perlu dilakukan penanganan yang Islami, agar kita tahu mungkin ini merupakan sebab kejadian yang menimpa anda. Saran saya, teruslah mendekatkan diri kepada Allah SWT, agar anda terlindungi. Wallahualam.

    ——————————————————-
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah sihir dengan rukyah islami – ruqyah syar’iyah – terapi jampi-jampi islami – metode pengobatan nabawi – mengusir roh jahat – jin – makhluk halus – makhluk ghoib
    ——————————————————

    Apakah Jin atau Setan Dapat Mengganggu Kandungan?

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Pak Ustadz, ada beberapa pertanyaan yang mengganjal bagi saya:

    1. Apakah jin atau setan dapat mengganggu janin/kandungan? Ada kasus, isteri teman saya sedang hamil tua, entah karena apa tiba-tiba kandungannya mengilang dan perutnya tidak dalam keadaan membesar.

    2. Usia pernikahan kami sudah menginjak 5 tahun dan hingga saat
    ini kami belum dikaruniai anak. Apakah jin dapat mengganggu proses pembuahan dalam kandungan. Isteri saya apabila malam hari dan ketika akan mengerjakan shalat selalu terasa sakit di sekitar kepalanya.

    Jazzakallah.

    Wassalamu’alaikum,

    Zainal

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam wr. wb.

    Saudara Zainal, sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa iblis bersumpah untuk menyesatkan anak cucu Adam, maka sangat mungkin iblis dan setan menggoda manusia dan membuat manusia sengsara kapan dan di mana saja. Khusus untuk masalah janin yang berada di dalam kandungan, memang banyak informasi dari masyarakat tentang kandungan yang hilang. Beberapa pasien yang datang ke Ghoib juga mengeluhkan atau mengalami hal yang serupa.

    Peristiwa ini dapat kita tarik dari doa yang diajarkan Rasulallah saw, yaitu doa apabila seseorang ingin bercampur dengan pasangannya: Allahumma jannibmasy-syaithan wa jannibisy-syaithan maarazaqtanaa. Artinya, “Ya Allah, jauhkanlah kami dari syaithan dan jauhkanlah syaithan agar tidak mengganggu apa yang Engkau rizkikan kepada kami. ”

    Permohonan orang yang mau berhubungan dengan pasangannya, adalah meminta agar dilindungi dari syaithan. Artinya, sangat spesifik doanya, dia meminta perlindungan dari syaithan untuk sepasang suami isteri itu, yang akan Allah rizkikan berupa keturunan. Ketika doa ini dianjurkan, maka akan melindungi pasangan muslim ketika melakukan ibadah tersebut.

    Jadi sangat mungkin syaithan tersebut mengganggu manusia sejak melakukan hubungan suami isteri.

    Apakah syaithan dapat mengganggu janin? Dalam surat 17 ayat 64, “Dan hasunglah siapa yang kami sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan berjanjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaithan kepada mereka melainkan tipuan belaka.”

    Oleh karena itu, tirulah apa yang dilakukan oleh keluarga Imran ketika hamil Maryam, ia bernazar kepada Allah, agar kelak anaknya lahir bisa menjadi pelayan masjid Allah SWT. Artinya, orangtua harus rajin beribadah dan berdoa, untuk mengharapkan kebaikan janinnya.

    Saya mendoakan, semoga Allah SWT memberikan keturunan. Berdoa dan memohonlah kepada Nya, kalaupun anda belum diberikan keturunan, InsyaAllah dalam waktu dekat akan diberikan keturunan.

    Sakit kepala pada waktu tertentu, merupakan indikasi gangguan jin. Untuk itu, lakukanlah ruqyah, karena kita juga menjumpai dari beberapa kasus orang-orang yang terhalang dari kehamilan, disebabkan gangguan jin. Bahkan ada kista rahim yang penyebabnya adalah gangguan jin, dan setelah diruqyah, alhamdulillah hilang dan bisa hamil mendapatkan keturunan.

    Kalau anda telah melakukan terapi ruqyah, lakukanlah juga pemeriksaan medis, mungkin ada petunjuk dari medis.

    Mudah-mudahan anda dan isteri sehat, jangan lupa berdoa dan bacalah serta resapilah surat Maryam dari ayat 1 dan seterusnya. Perbanyaklah sholat malam, semoga Allah SWT memberikan keturunan kepada anda. Wallahualam.

    Wassalaamu’alaikum wr. wb.

    ——————————————————-
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah sihir dengan rukyah islami – ruqyah syar’iyah – terapi jampi-jampi islami – metode pengobatan nabawi – mengusir roh jahat – jin – makhluk halus – makhluk ghoib
    ——————————————————

    Setelah Menikah Suami Tidak Tertarik pada Saya

    Assalaamu’alaikum wr. wb.

    Ustaz, saya sudah menikah selama 6 bulan, selama itu praktis kami tidak melakukan hubungan suami istri, suami saya merasa heran karena setelah nikah dia tidak tertarik sama sekali kepada saya, padahal sebelum nikah dia sangat tertarik layaknya lelaki kebanyakan kepada wanita.

    Suami saya mengaku, sebelum menikah keadaan dirinya sama seperti lelaki kebanyakan yang mengalami mimpi basah atau tetarik kepada lawan jenis, tetapi rasa ketertarikan itu padam seketika di malam pertama kami. Kami telah pernah melakukan ruqyah, tapi tidak menunjukan adanya gangguan jin, walau dia merasa sedikit berdebar-debar.

    Yang ingin saya tanyakan, apakah suami saya perlu diruqyah lagi? Kalau pernah diruqyah dan tidak menunjukan gejala diganggu jin, apakah itu penyakit medis, karena kejadiannya pas setelah pernikahan kami. Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    Tia

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam wr. wb.

    Ibu Tia, anda harus memupuk terus kesabaran untuk mengobati suami, karena biar bagaimanapun sekarang anda hidup bersama dia. Ketika seorang laki-laki menjadi suami, Nabi saw mengatakan suami mu adalah sorgamu, yang dapat diwujudkan lewat ketaatan seorang isteri kepada suami.

    Ada sebuah kisah, pada suatu masa ada seorang laki-laki yang takut menikah karena dia tidak tertarik dengan lawan jenis. Dan ketika itu ada seorang wanita yang berkata, “Biar aku yang menjadi istrinya.” Setelah menikah dengan wanita tersebut, ternyata laki-laki itu memperoleh anak banyak, maka kemudian disebutkan bahwa wanita itulah yang sangat berjasa mengembalikan kondisi suaminya menjadi laki-laki yang normal.

    Apa yang anda ceritakan tentang suami anda yang sebelum menikah sempat mimpi basah dan tertarik dengan lawan jenis. Sesungguhnya, ada titik bahwa sesungguhnya suami anda normal. Tapi, saya sarankan kepada anda untuk menanyakan hal ini kepada dokter, apakah ini penyakit medis atau bukan. Namun, tidak ada salahnya jika anda mencoba juga terapi ruqyah. Di dunia ruqyah memang ada salah satu sihir tafrik yaitu sihir perceraian, yang memisahkan suami dan istri, sihir inilah yang selalu mengganggu hubungan suami istri.

    Ciri dari sihir tafrik adalah seorang suami bisa tiba-tiba benci dengan isteri yang ia cintai. Seperti halnya suami anda yang tadinya begitu mencintai dan tertarik pada anda, tiba-tiba itu semua menjadi hilang pada malam pertama. Ini baru indikasi tentu tidak bisa dipastikan. Ketika suami anda melakukan ruqyah dan hanya merasakan berdebar-debar, itulah salah satu reaksi ruqyah yang menunjukan bahwa suami anda mungkin mengalami gangguan. Oleh karena itu sebaiknya suami anda diruqyah lagi atau diberitahukan pada si pengruqyah bahwa suami anda mengalami berdebar-debar, siapa tahu kasusnya adalah kasus sihir yang menyebabkan suami tidak tertarik pada istrinya.

    Jadi saran saya beritahukan suami anda dengan cara yang baik, sebab bisa jadi ini menjadi sesuatu yang sensitif, jangan sampai rumahtangga anda retak karena iblis sangat suka melihat rumahtangga muslim retak. Sesungguhnya Nabi saw juga menggunakan ruqyah untuk hal-hal yang sifatnya sangat medis. Oleh karena itu para Ulama mensejajarkan pengobatan dengan medis dengan ruqyah, ketika orang sakit, maka orang bisa mencoba keduanya. Untuk itu berusahalah terus dan berdoa, mintalah kesembuhan pada Allah yang maha pemberi kesembuhan, semoga Allah melindungi keluarga anda.

    Wassalaamu’alaikum wr. wb.

    Ustadz Budi Ashari

    ——————————————————-
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah sihir dengan rukyah islami – ruqyah syar’iyah – terapi jampi-jampi islami – metode pengobatan nabawi – mengusir roh jahat – jin – makhluk halus – makhluk ghoib
    ——————————————————

    Dapatkah Manusia Bepergian Secara Rohaniah ke Suluruh Penjuru Dunia?

    Assalaamu’alaikum wr. wb.

    Saya punya abang yang ikut pengajian,di pengajian mereka di didik dan dibimbing hingga mampu sampai tahap dapat bepergian secara rohaniah baik ke berbagai penjuru dunia, bahkan dia mengatakan telah sholat di Baitul Makmur di langit ke 7. Hal ini sangat mengganggu keimanan saya. Apakah Rasulullah pernah mengajarkan hal-hal seperti itu ke pada para sahabat? Walaupun memang di beberapa kondisi dia benar, yaitu ketika abang saya disuruh memantau keadaan mertuanya yang berada di Banyuwangi, semuanya benar, tetapi apakah hal ini ada dalam Islam?

    Wassalaam,

    Ahmad

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam

    Saudara Ahmad, anda harus memberikan nasihat dan masukan melalui diskusi yang baik kepada kakak anda. Karena orang-orang yang seperti kakak anda ini, dia sedang tenggelam dalam satu lingkungan yang menyihir dirinya, artinya ia seperti orang yang tidak sadarkan diri, maka anda harus menjelaskan dengan baik. Sehingga pelan-pelan dan do’a anda juga, mudah-mudahan Allah bisa menarik kembali apa yang dia yakini ke anda selama ini.

    Masalah belajar ilmu tertentu dan kemudian bisa bepergian ke seluruh penjuru dunia secara rohaniah, tidak pernah diajarkan oleh Rasulallah saw dan tidak terdapat dalam Al-Qur’an, ilmu ini tidak juga dimiliki oleh para sahabat. Padahal mereka orang yang sangat memerlukan ilmu ini, kalau memang ilmu ini benar. Hari ini kita diberikan oleh Allah SWT kemudahan dengan transportasi yaitu pesawat yang sangat cepat. Sedangkan dahulu, para sahabat untuk berdakwah hanya menggunakan onta, naik kuda, bahkan Rasulallah jalan kaki, padahal dalam misi yang sangat mulia yaitu mencari pendukung Islam dan menyebarkan Islam.

    Bepergian secara rohaniah bila diteliti lebih jauh hanya diajarkan oleh para dukun, walaupun sebagian orang tertipu dengan ritual-ritual yang dilakukan untuk mencapai ilmu tersebut, karena untuk mencapai ilmu tersebut ada dzikir dan wiridnya, atau ada rajah-rajah bertuliskan bahasa Arab dan lain-lain. Saya mempunyai pengalaman, seperti ketika saya menjumpai salah satu Kyai yang sudah bertaubat, di mana ia pernah mengalamalkan ilmu tersebut, dan ternyata ia mendapatkan pengalaman pahit, ketika ia ingin pergi ke Mekah dalam waktu yang singkat. Ternyata, bukannya pergi ke Mekah tapi ia disesatkan di salah satu tempat yang sepi dan gelap di malam hari.

    Salah seorang Ustadz di Majalah Ghaib bercerita, ada seseorang yang datang kepadanya dan mengatakan bahwa ia biasa sholat di Masjidil Haram, kemudian Ustadz itu menjawab, hal itu tidak mungkin terjadi. Kalaupun itu terjadi, hanya merupakan permainan setan. Sehingga Ustadz tersebut menyarankan satu hal kepada orang itu, yaitu bila nanti sampai ke Masjidil Haram dalam waktu singkat tolong kumandangkan azan, begitu azan ternyata orang tersebut mendapatkan dirinya di atas pohon. Karena dalam hadis Rasulallah saw bahwa setan itu lari terbirit-birit ketika mendengarkan azan. Artinya, ini adalah permainan setan yang mengelabui mata kita, seakan-akan kita sedang berada di Mekah atau di tempat lainnya, padahal sesungguhnya kita tidak pergi ke mana-mana.

    Adapun kebenaran kakak anda dalam menebak kondisi mertuanya yang berada di Banyuwangi, itu adalah kerjaan jin. Jadi, itu bukan bukti bahwa ia benar, dan juga bukan bukti bahwa ilmu yang dia punya adalah ilmu yang diridhoi Allah. Karena sesungguhnya sangat mudah bagi jin untuk mendapatkan informasi tentang keadaan orang yang berada Banyuwangi, kemudian disampaikan ke kakak anda untuk membuat fitnah, dan ternyata setan berhasil yaitu kakak anda semakin yakin bahwa ilmu yang ia pelajari adalah benar dan bermanfaat untuk orang lain dari jarak jauh. Dari sini dapat dilihat bahwa ilmu itu tidak benar, karena sesungguhnya ilmu terawang atau ilmu mengetahui jarak jauh merupakan ilmu bantuan setan.

    Ini merupakan kesesatan yang nyata, namun sekali lagi berikanlah nasihat-nasihat yang baik pada kakak anda dengan mengungkapkan bukti-bukti tersebut. Mudah-mudahan kakak anda dapat terbuka pikiran dan hatinya. Belajarlah ilmu yang benar, yaitu ilmua yang diajarkan Rasulallah yang akan membawa kedamaian. Ajaklah kakak anda untuk berpikir pada dunia yang lebih nyata, karena orang-orang seperti itu sedang sakit jiwa dan hatinya, maka obatilah dengan cara yang baik, mudah-mudahan saudara Ahmad mendapat bantuan dari Allah untuk membawa kakak anda ke jalan yang benar.

    Wassalaam,

    Ustad Budi Ashari

    ——————————————————-
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah sihir dengan rukyah islami – ruqyah syar’iyah – terapi jampi-jampi islami – metode pengobatan nabawi – mengusir roh jahat – jin – makhluk halus – makhluk ghoib
    ——————————————————

    Anak Saya Sering Menangis dan Menjerit Tengah Malam

    Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

    Pak Ustadz, anak saya sekarang berusia 20 bulan. Satu minggu ini saya dibuat prihatin, karena hampir setiap tengah malam anak saya tiba-tiba terbangun dari tidur dan menangis serta menjerit-jerit tanpa sebab yang jelas, sampai tetangga ikut bangun.

    Menurut pengamatan kami, anak saya memang dari kecil (sebelum bisa bicara) dia sering menunjuk-nunjuk tembok seakan dia bicara pada seseorang. Bahkan ketika malam kami sedang nyenyak tidur, kami kaget karena anak saya tiba-tiba sudah berada di tepi ranjang tempat tidur kami yang lumayan tinggi, seakan sedang bicara pada seseorang.

    Keanehan itu sudah kami sadari sejak lama, tapi karena belum menimbulkan efek yang berarti dan kami berikhtiar sendiri sekuat tenaga kami dengan do’a-do’a, kami merasa hal itu masih wajar. Tapi untuk seminggu terakhir ini,kami betul-betul sudah tidak mampu menghadapinya sendiri.

    Yang saya tanyakan, betulkah anak saya melihat/diganggu jin? Langkah apa/minimalnya amalan apa yang harus kami lakukan untuk mengusir jin tersebut kalau memang jin tersebut ada dalam rumah kami? Kebetulan samping kanan-kiri rumah kami memang masih kosong, tapi mengapa yang diganggu hanya anak saya, padahal anak seusia anak saya banyak di tempat saya tinggal? Anak saya juga sering panas, malah bulan Juli kemarin sampai kejang-kejang dan harus dirawat di rumah sakit. Atas jawaban yang Bapak sampaikan kami ucapkan terima kasih.

    Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.

    Tiwi

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam wr. wb.

    Ibu Tiwi, saya ikut prihatin atas yang menimpa anak ibu. Mudah-mudahan menjadi penambah pahala bagi anda sekeluarga, tapi anda tetap mengupayakan kesembuhan untuk anak anda, karena anak adalah amanah dari Allah SWT sekaligus aset masa depan.

    Mengenai anak anda yang sering menjerit-jerit tengah malam, bisa disimpulkan bahwa ada kejanggalan yang terjadi pada anak anda, sebab seperti yang anda katakan sebelum bisa bicarapun, anak anda suka menunjuk-nunjuk kearah tembok dan berbicara sendiri, seperti berbicara dengan seseorang. Jadi ini sangat mungkin merupakan gangguan jin. Hanya masalahnya, jin itu mungkin saja ada di dalam tubuh anak anda atau ada di rumah anda, bahkan bisa jadi ada pada keduanya.

    Sebagai penguat, bahwa ternyata di kiri dan kanan rumah anda masih banyak tanah atau rumah kosong, dan sering kita sebutkan bahwa jin menyukai tempat-tempat yang kosong, jadi sangat mungkin anak anda mendapatkan gangguan jin. Selain itu, bisa jadi sumbernya dari anak anda sendiri, biasanya kalau jin itu masuk ke dalam tubuh anak yang masih kecil, selain jin itu masuk ke dalam tubuh anak anda, mungkin juga ada ilmu yang diturunkan dari kakek atau neneknya. Oleh karena itu, anda harus melakukan ruqyah terhadap anak dan rumah anda, bacakan doa-doa perlindungan. Sedangkan untuk rumah anda bacakan surat Al-Baqaraah untuk penjagaan, mudah-mudahan setelah dilakukan ruqyah pada anak dan rumah anda, gangguan-gangguan itu akan tidak ada lagi.

    Kenapa hanya anak anda yang diganggu? Mungkin ini kebaikan dari Allah SWT, dengan menguji kesabaran anda, untuk mendapatkan pahala yang lebih dari Allah SWT. Karena sesungguhnya Rasulallah bersabda, sesungguhnya Allah SWT jika mencintai satu kaum maka Allah akan mengujinya.

    Gangguan jin bisa terjadi pada anak-anak, karena penjagaan orangtua yang kurang terhadap anaknya. Sesungguhnya anak kecil itu tergantung orangtuanya, karena anak-anak belum mempunyai tanggungjawab sendiri. Seperti yang dicontohkan Rasullah saw ketika mendoakan kedua orang cucunya Hasan dan Husain, ini menunjukan orangtualah yang bertanggungjawab menjaga anak-anaknya. Bisa jadi penjagaan itu kurang, maka dengan mudah anak kecil diganggu jin. Demikian jawaban saya, semoga anak anda cepat sembuh.

    ——————————————————-
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah sihir dengan rukyah islami – ruqyah syar’iyah – terapi jampi-jampi islami – metode pengobatan nabawi – mengusir roh jahat – jin – makhluk halus – makhluk ghoib

  3. kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah kiriman sihir – santet – teluh -tenung – guna-guna – pelet – jin jahat – makhluk halus yang mengganggu – hantu menakutkan
    ——————————————————

    sumber: http://www.eramuslim.com – ustadz budi azhari

    Apakah Benar Ada Jin Muslim dan Jin Kafir?

    Assalamualaikum wr wb.

    Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan.

    Apakah benar ada jin muslim dan jin kafir? Apakah orang Islam dibolehkan berteman atau memiliki jin Islam?

    Pak Ustadz, paman saya dulu pernah menuntut ilmu kebatinan atau ilmu kejawen, sekarang katanya sudah dibuang. Tapi sampai saat ini beliau masih sering mengalami mimpi ghaib dan mengalami kejadian aneh, apakah ini merupakan pekerjaan jin?

    Ada yang mengatakan kejadian ghaib dan mimpi ghaib yang dialami oleh orang-orang yang mengaku dukun adalah merupakan mimpi dari syetan, sedangkan bila kejadian itu dialami oleh orang yang rajin beribadah seperti sholat, membaca al-Quraan dan sebagainya itu merupakan rahmat dari Allah? Apakah hukumnya jika memakai jimat untuk dijadikan sebagai obat?

    Demikianlah pertanyaan dari saya.

    Wassalam,

    Herwin

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam wr wb

    Saudara Herwin, menjawab pernyataan-pernyataan yang berhubungan dengan hal-hal yang ghaib itu harus berdasarkan dalil yang benar. Oleh karena itu, seperti pertanyaan yang anda ajukan tentang masalah jin harus dijawab dengan dalil, jadi tidak bisa berdasarkan informasi dari dunia jin sendiri. Sebab sesungguhnya tidak ada yang bisa menjamin kalau mereka (jin ) tidak berdusta.

    Apakah jin ada yang muslim atau kafir? Di dalam Al-qur’an surat al-Jiin ayat 11 disebutkan, “Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.”

    Sedangkan pada ayat 14,15 dan 16 disebutkan, “Dan sesungguhnya di antara kami ada yang taat dan ada (pula) yang menyimpang dari kebenaran, Barang siapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka jahanam. Dan bahwasannya jikalau mereka tetap berada dijaln yang lurus (agama Islam), benar-benar kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak ).”

    Sesungguhnya mereka sama dengan manusia, yaitu sama-sama makhluk dan tugasnya sama yakni beribadah. Dan di antara mereka ada yang mau beribadah serta ada yang tidak, ada yang mempunyai aliran yang sesat dan ada yang tidak dan sebagainya. Jadi sama dengan manusia.

    Mengenai berteman dengan jin, Allah SWT telah menyatakan dalam surat Al-Jinn ayat 6 disebutkan, “Dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” Di ayat ini, disebutkan kalimat jin secara umum, artinya jin muslim atau tidak muslim, jin baik atau tidak baik. Maka kita dilarang untuk bekerjasama, tidak boleh berteman,karena dunia manusia dengan jin berbeda. Dunia jin tidak bisa kita ketahui, Rasulallah saw menyebut bahwa syetan adalah pendusta besar.

    Adapun masalah ilmu kebatin yang pernah dipelajari, yang pertama harus dilakukan adalah bertaubat dengan setulus hati, dan meninggalkan ilmu-ilmu yang tidak dibenarkan dalam Islam. Kalau paman anda masih merasakan gangguan atau mimpi yang buruk, bisa jadi merupakan sisa-sisa dari ilmu yang pernah beliau pelajari atau jin-jin yang pernah diajak kerjasama.

    Patokan mimpi dalam Islam, kalau mimpi itu baik datangnya dari Allah SWT, sedangkan mimpi yang buruk datangnya dari syetan. Sinyal-sinyal yang diberi oleh jin biasanya diberikan melalui mimpi-mimpi para dukun, sehingga mereka menjadikan mimpi sebagai landasan untuk mengobati atau mengatasi permasalahan pasiennya. Mimpi baik sekalipun di dalam Islam tidak dapat dijadikan landasan syariat, karena sesungguhnya mimpi kita yang baik harus diukur secara kajian dalil al-Qur’an dan as-Sunah, walaupun mimpi itu dialami oleh orang yang ahli ibadah, tapi mimpi itu mengajarkan satu amalan syirik, maka tetap saja hal tersebut tidak diizinkan untuk dilakukan.

    Demikian jawaban saya, semoga anda sekeluarga dilindungi oleh Allah SWT.

    Wassalaamu’alaikum wr. wb.
    Ustadz Budi Ashari

    ——————————————————–
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah kiriman sihir – santet – teluh -tenung – guna-guna – pelet – jin jahat – makhluk halus yang mengganggu – hantu menakutkan
    ——————————————————

    Anak Saya Diikuti Jin?

    Assalaamu’alaikum wr. wb.

    Saya pernah membawa anak kami berobat ke akupuntur cina untuk mengobati kakinya. Namun, beliau mengatakan kaki anak saya itu tidak apa-apa, kemudian beliau berpesan agar anak ini dijaga dengan baik, karena dia mempunyai kelebihan dan ada yang mengikutinya. Beliau bertanya kepada saya, apakah saya keturunan bangsawan? Hal ini terkait dengan jin yang mengikutinya. Apakah benar anak saya ada jin (leluhur) yang mengikutinya, sebab anak saya bisa tahu sebelum diajarkan.

    Wassalaamu’alaikum,

    Ridwan

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam wr. wb.

    Bapak Ridwan, pengobatan akupuntur sudah diakui oleh medis artinya sudah bisa diterjemahkan secara ilmiah. Dengan demikian, kalau hal tersebut sudah bisa dikaji secara ilmiah, maka ini masuk dalam katagori pengobatan medis yang diizinkan dalam syariat Islam.

    Tetapi, berobatlah akupuntur yang murni akupuntur, tidak disertai dengan ramal meramal, mendeteksi, bisa menerawang seperti yang dilakukan oleh si akupuntur yang anda datangi. Karena bila akupuntur disertai dengan ilmu terawang atau mantra, hal itu biasanya dapat dilakukan oleh para dukun. Anak anda diikuti oleh suatu makhluk atau tidak, hal itu tidak penting. Sebab yang terpenting melakukan penjagaan oleh diri kita sendiri melalui sholat, dzikir dan berdoa, seperti yang diajarkan oleh Rasulallah saw yaitu penjagaan yang pasti kuat adalah penjagaan yang langsung dari Allah SWT.

    Di Indonesia, kalimat bangsawan sering disalahartikan dengan pasti mempunyai ilmu-ilmu yang aneh. Dan hal seperti itu biasanya dimanfatkan oleh jin untuk menimbulkan fitnah, di mana jin tersebut mengirim kekuatan yang aneh kepada orang-orang yang masih keturunan bangsawan. Ini akan membuat fitnah bagi si bangsawan dan keluarganya atau masyarakat di sekelilingnya, serta menganggap itu adalah yang benar, padahal itu ilmu dari jin dan harus dihilangkan.

    Kalau anak anda masih mengalami sakit di kaki, anda bisa menggunakan pengobatan ala medis yang lain seperti pergi ke dokter, pengobatan herba atau anda bisa melakukan pengobatan ruqyah, sebab siapa tahu memang ada jin yang mengikuti anaknya. Jika memang ada gangguan jin, Isyaallah bisa hilang dengan ruqyah. Demikian jawaban dari saya, semoga anak anda dapat segera sembuh.

    Wassalaamu’alaikum wr. wb.

    Ustadz Budi Ashari

    ——————————————————–
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah kiriman sihir – santet – teluh -tenung – guna-guna – pelet – jin jahat – makhluk halus yang mengganggu – hantu menakutkan
    ——————————————————

    Selalu Terbayang-bayang Wajah Pria yang Dibenci

    Assalaamu’alaikum wr. wb.

    Nama saya Sarifah, yang ingin saya tanyakan adalah mengapa lelaki yang pernah saya tolak cintanya selalu terbayang terus dan seperti melintas di hadapan saya padahal saya membencinya. Apakah ini pertanda saya terkena pelet dan perlukah saya diruqyah?

    Wassalaam

    S

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam wr. wb.

    Saudari S, penolakan anda terhadap pria tersebut merupakan tindakan yang terpuji. Karena percintaan di dalam Islam ada bingkainya yaitu pernikahan yang diproses secara Islami untuk segera dilaksanakan pernikahan, dan bukan melalui pacaran yang menimbulkan efek sangat banyak. Jadi, jangan pernah bermain-main dengan masalah ini kecuali telah mempunyai tekad yang kuat untuk menikah.

    Masalahnya, kalau anda kemudian terus terbayang-bayang wajahnya dan ini mengganggu anda, mungkin saja pria tersebut melakukan hal-hal yang tidak terpuji seperti mengirim sihir pelet, sehingga membuat anda tiba-tiba saja selalu teringat akan dirinya, tiba-tiba saja anda sangat mencintainya,

    Bisa jadi penyebab lainnya adalah karena faktor kejiwaan anda, di mana setelah anda menolaknya, kemudian muncul perasaan bersalah, tidak enak dan bahkan anda menjadi jatuh kasihan terhadapnya. Sehingga anda teringat terus kepada pria itu. Hal ini bisa saja terjadi. Tapi, kalau memang disebabkan karena faktor sihir, maka segeralah lakukan ruqyah syar’iyyah. Karena ruqyah dapat menghilangkan sihir pelet.

    Jika disebab faktor kejiwaan, maka anda harus melupakannya. Menolaknya adalah merupakan keputusan yang terbaik, karena yang terpenting anda tidak melakukan hal-hal yang membuat dia sakit hati, umpamanya dengan mengeluarkan kata-kata yang kasar. Kalaupun anda terlanjur menyakitnya, sebaiknya anda segera meminta maaf, kemudian menjelaskan kembali bahwa antara anda dengannya tidak ada hubungan apapun.

    Dan doakan di hadapannya, semoga dia mendapatkan pengganti yang lebih baik. Semoga dengan kebaikan anda, dia dapat mengerti mengapa anda menolaknya, dan dia akan mencari pengganti dengan cara yang baik. Hal ini akan memperjelas masalah, dan membuat hubungan menjadi jernih kembali. Demikian jawaban saya, semoga masalah yang sedang anda hadapi cepat segera selesai, dan mendapat perlindungan Allah SWT.

    Wassalaamu’alaikum wr. wb.

    Ustadz Budi Ashari

    ——————————————————–
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah kiriman sihir – santet – teluh -tenung – guna-guna – pelet – jin jahat – makhluk halus yang mengganggu – hantu menakutkan
    ——————————————————

    Pengobatan jarak jauh lewat televisi apakah Menggunakan Jin ?

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Akhir-akhir ini di televisi sering diadakan pengobatan alternatif jarak jauh lewat televisi. Dalam tayangan itu, si penyembuh meminta pada si penelpon (pasien) untuk melakukan gerakan-gerakan tertentu, sehingga sakit yang diderita pasien bisa sembuh. Apakah orang tersebut (ahli pengobatan) menggunakan jasa jin? Bagaimana pandangan Islam tentang hal ini? Mohon penjelasan dari pak Ustadz. Jazakumullah khairan katsira.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    Mahatir

    Jawaban

    Wa’alaikumsalaam wr. wb.

    Saudara Mahatir, terlepas dari apa yang dilakukan si pengobat itu di televisi dan terlepas siapa dia. Tapi dalam Islam ada kajian-kajiannya tentang pengobatan jarak jauh. Pada dasarnya, pengobatan ruqyah syar’iyyahadalah pengobatan langsung tatap muka berhadapan antara pengruqyah dengan si pasien.

    Sebagaimana yang dilakukan oleh seorang sahabat Usman bin Abdil ‘Ash, di mana ketika ia mengalami gangguan yang disebabkan oleh jin, yang mengganggu konsentrasinya dalam sholat, maka ia pergi ke Madinah untuk bertemu dengan Nabi SAW dan mengadukan masalahnya. Kemudian ia meminta didoakan dan diruqyah oleh Nabi SAW. Padahal untuk bertemu Nabi SAW harus menempuh perjalanan yang sangat jauh, hal ini menunjukan bahwa usahanya harus datang ke Madinah untuk bertemu langsung dengan Nabi SAW, lalu diruqyah dan sembuh.

    Masalahnya sekarang, karena teknologi sudah canggih seperti adanya handphone dan telepon. Jadi intinya bacaan ruqyah itu sampai ke telinga si pasien, sebagian ulama pun memfatwakan bolehnya ruqyah mulalui telepon, karena suaranya sampai. Atau melalui televisi, di mana si Ustadz membacakan ayat di televisi dan si pasien di rumah mendengarkannya, artinya ada suara yang sampai. Di luar itu, kalau kemudian ada gerakan tertentu atau jurus-jurus tertentu yang harus dilakukan, bahkan harus menempelkan tangan di layar kaca TV menunjukan indikasi bahwa ilmu yang dipakai si pengobat tidak benar, karena tidak ada dalam syariat Islam. Biasanya ilmu yang ditransfer jarak jauh menggunakan bantuan jin.

    Transfer ilmu jarak jauh, mengobati lewat telepon tanpa membaca ayat ruqyah. Namun kalau sifatnya hanya merupakan senam kesegaran jasmani, itu namanya senam. Tapi, kalau kemudian ada disebutkan pengobatan alternatif yang menggunakan gerakan, dan tidak ada kajian medisnya. Maka hal itu tidak ada dalam kajian Islam, karena pada ruqyah pun tidak ada gerakan-gerak atau jurus tertentu. Biasanya yang memakai gerakan atau jurus tertentu, ada dalam ilmu perdukunan. Demikian kesimpulan dari saya, dan itu terlepas dari siapa yang ada di televisi tersebut.

    Wassalaam,

    Ustadz Budi Ashari

    ——————————————————–
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah kiriman sihir – santet – teluh -tenung – guna-guna – pelet – jin jahat – makhluk halus yang mengganggu – hantu menakutkan
    ——————————————————

    Stres Akibat Trauma

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Pak Ustazd, saya mempunyai teman yang sudah tiga tahun ini menderita stres. awalnya dia tertekan karena minder. Penyebabnya adalah karena orang yang disukainya menolak karena kekurangan yang dimilikinya. Sampai saat ini teman saya seperti mendengar suara orang yang telah menolaknya itu. Setiap saat dia seperti mendengar suara-suara orang sedang membicarakannya.

    Padahal saat itu sedang tidak ada orang lain. misalnya kami sedang ngobrol di kamar dan mendengarkan musik atau murottal dari komputer yang disetel keras. kemudian secara tiba-tiba dia bilang kalau mendengar orang membicarakannya. Selain itu, dia sulit konsentrasi dan sering melamun. Tapi kalau diajak bicara sesuatu dia bisa nyambung. kalau diajak shalat dia selalu beralasan sedang haid, bajunya kotor dan sebagainya.

    Waktu bulan ramadhan juga dia tidak berpuasa, tapi saya tidak tahu apakah benar dia sedang haid (atau thaharah karena minggu-minggu sebelumnya sudah haid) atau bagaimana. Kalau dengan teman laki-laki sangat takut, bahkan ketika hanya mendengar saya menyebut nama lelaki meskipun orangnya tidak ada, dia seperti ketakutan.

    Apakah teman saya tersebut harus diruqyah ? Saya dengan teman-teman yang lain sudah merencanakan untuk meruqyahnya tapi belum sempat. Teman saya ini pernah ke psikolog tapi dihentikan tapi saya tidak tahu sebabnya. terima kasih.

    wassalamu’alaikum wr.wb

    Hida

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam wr. wb.

    Saudara Hida, semoga niat baik yang anda lakukan untuk menolong teman anda menjadi pemberat amal kebaikan untuk anda. Karena Nabi SAW dalam hadis tentang ruqyah mengatakan barang siapa yang bisa memberikan manfaat pada saudaranya, maka lakukanlah. Artinya ini sangat berhubungan antara menolong orang sakit dengan menggunakan metode ruqyah.

    Penyebab teman saudara seperti mendengar orang berbicara, ada dua kemungkinan. Pertama, bisa jadi teman anda sedang stres, seperti memiliki halusinasi bahwa ada orang yang berbicarakan dirinya. Sebenarnya itu merupakan khayalan dia, yang sesungguhnya semua itu tidak ada. Kedua, mungkin bisa jadi juga dunia jin yang mempengaruhi dia, di mana dia dapat mendengar dunia membicarakannya.

    Pada zaman Nabi SAW, ada seorang sahabat yang membawa cucunya dalam keadaan gila atau stres kepada Nabi SAW. Artinya ketika Nabi meruqyah anak tersebut dengan memukul sambil berkata, “Keluar hai musuh Allah” Dan anak tersebut normal kembali. Untuk itu, lakukanlah ruqyah terhadap teman anda.

    Namun, anda harus bersabar, karena ruqyah tidak hanya dilakukan dalam sekali. Dan anda pun harus mendorong teman anda untuk sholat dan menjalankan kewajiban lainnya. Sebab ini merupakan pertahanan yang sangat kuat, dan mempercepat ruqyah terhadap dirinya sendiri serta cepat keluar dari masalah yang dihadapinya.

    Wassalaam

    Ustadz Budi Ashari

    ——————————————————–
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah kiriman sihir – santet – teluh -tenung – guna-guna – pelet – jin jahat – makhluk halus yang mengganggu – hantu menakutkan
    ——————————————————

    Rumah Ditanami Sesuatu untuk Memagari secara Ghaib

    Assalaamu’alaikum wr. wb.

    Pak Ustadz, sudah hampir sebulan lebih bapak saya menderita penyakit liver. Setelah dokter tidak sanggup lagi menanganinya akhirnya bapak diobati dengan pengobbatan herbal dan mendatangkan tabib. Menurut beliau, bapak dikirimi sesuatu oleh orang lain yang tidak senang dengan bapak.

    Di halaman rumah ditemukan bungkusan sebesar ibu jari yang diikat dengan benang hitam, namun bungkusan itu tidak dibuka tapi langsung dibuang ke lubang closet seperti yang dianjurkan tabib tersebut. Rumah kami pun ditanami sesuatu dengan maksud memagari rumah secara ghaib. Setelah pengobatan dengan tabib tersebut tidak menghasilkan apa-apa, akhirnya kami memutuskan untuk mengobati bapak dengan ruqyah dan menperdengarkan kaset ruqyah seperti yang Ustadz sarankan.

    Yang ingin saya tanyakan, apakah ikhtiar yang kami lakukan untuk kesembuhan bapak dengan memanggil Tabib dan pagar rumah termasuk dosa syirik. jika iya, apa yang sebaiknya dilakukan? bagaimana harus memperlakukan benda yang ditanam itu jika harus diambil kembali untuk menghilangkan efeknya?

    Apakah memagari rumah bisa menjadi penyebab bapak tidak mengalami reaksi apa-apa ketika diruqyah selain rasa panas? Apakah bapak harus diruqyah lagi? Mohon penjelasannya, karena kami pun tidak ingin terjerumus dalam perbuatan syirik. Jazakillah khair

    Wassalaam,

    Hamba Allah

    Jawaban
    Wa’alaikumsalaam wr. wb.

    Hamba Allah yang sedang mengalami musibah, mudah-mudahan apa yang dialami oleh bapak anda merupakan tambahan pahala atau paling tidak sebagai penghapus dosa. Ikhtiar untuk mencari kesembuhan merupakan satu hal yang diajarkan oleh Nabi SAW dalam sebuah hadisnya yaitu “Berobatlah kalian.” Artinya kita disuruh mencari obat ketika sakit. Ini tidak menghilangkan tema tawakal, karena dalam Islam ada pengobatan medis dan non medis seperti ruqyah syar’iyyah. Kedua-duanya bisa dicoba.

    Usaha anda mendatangkan tabib untuk mengobati bapak anda sebenarnya bukan masalah tabibnya, tapi masalahnya adalah apa yang dilakukannya. Kita bisa mengukurnya dengan ukuran-ukuran dalil dari al-Quran atau hadis Nabi SAW. Statemen tabib yang menyatakan bahwa bapak anda ‘dikirimi’ oleh orang lain, merupakan satu kemampuan yang sebenarnya hanya dimiliki oleh mereka-mereka yang bekerjasama dengan jin, kecuali ada yang mengaku pada si tabib. Tapi kalau tidak ada yang mengaku, maka ini adalah ilmu terawang yang merupakan kemampuan perdukunan.

    Mengenai bungkusan yang ditemui di depan rumah jangan terlalu dikhawatirkan secara berlebihan, tapi perlu diwaspadai. Apalagi benda tersebut agak aneh, bisa jadi itu merupakan keisengan orang tertentu atau memang ingin mencelakai secara ghaib. Yang sering kita temui di lapangan, mungkin bila tabib itu menyuruh benda bungkusan tersebut untuk dikubur, tidak akan ada masalah. Karena Nabi SAW juga pernah mengubur benda-benda yang dipakai oleh orang Yahudi untuk menyihir beliau, benda-benda tersebut adalah rambut dan patahan gigi Nabi SAW. Kalau ditaruh di dalam sumur, Nabi SAW pun memerintahkan untuk menguruk sumur itu. Membuang jimat ke WC sebenarnya tidak ada larangannya, hanya masalah bila di dalam jimat itu ada lafas Allah SWT, maka tidak tepat kalau dibuang ditempat kotor seperti itu. Untuk itu bakarlah atau dikubur.

    Pemagaran rumah yang dilakukan dengan cara ghaib sangat dilarang dalam Islam. Lebih baik untuk mengeluarkan setan atau jin yang berada di rumah kita, sebaiknya dibacakan surat al-Baqarah di setiap sudut rumah.

    Bapak saudara hanya merasakan panas saat diruqyah, itu merupakan reaksi dari ruqyah. Karena sesungguhnya orang beriman ketika mendengarkan ayat-ayat al-Quran tidak akan merasa panas, tapi akan bertambah keimanannya.

    Bila bapak anda diruqyah bukan hanya melalui kaset tapi diruqyah secara langsung oleh anda atau oleh seorang Ustadz, maka akan semakin besar reaksinya. Dan tempat untuk meruqyah harus bersih, untuk membersihkannya bacakan surat al-Baqarah. Mudah-mudahan ini dapat membantu, tidak ada yang mustahil untuk Allah SWT, karena Allah yang Maha kuasa dan yang Maha menyembuhkan.***

    ——————————————————–
    kumpulan tanya jawab konsultasi islam cara mengatasi seputar masalah kiriman sihir – santet – teluh -tenung – guna-guna – pelet – jin jahat – makhluk halus yang mengganggu – hantu menakutkan

  4. RAHASIA FENOMENA KESURUPAN MASAL KARENA KERASUKAN JIN DAN MAKHLUK HALUS SERTA CARA MENGATASINYA

    Kesurupan Dalam Timbangan Islam
    Penulis: Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Lc

    Fenomena kesurupan masih mengundang perdebatan hingga saat ini. Kalangan yang menolak, (lagi-lagi) masih menggunakan alasan klasik yakni “tidak bisa diterima akal”. Semoga, kajian berikut bisa membuka kesadaran kita bahwa syariat Islam sejatinya dibangun di atas dalil, bukan penilaian pribadi atau logika orang per orang.

    Muqaddimah

    Peristiwa masuknya jin ke dalam tubuh manusia masih menjadi teka-teki bagi sebagian orang. Peristiwa yang lebih dikenal dengan istilah kesurupan atau kerasukan jin (baca: setan) ini acap kali menjadi polemik di tengah masyarakat kita yang heterogen. Sehingga sekian persepsi bahkan kontroversi sikap pun meruak dan bermunculan ke permukaan. Ada yang membenarkan dan ada pula yang mengingkari. Bahkan ada pula yang menganggapnya sebagai perkara dusta dan termasuk dari kesyirikan.

    Para pembaca yang mulia, sebagai muslim sejati yang berupaya meniti jejak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya, tentunya prinsip ‘berpegang teguh dan merujuk kepada Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berbeda pendapat’ haruslah selalu dikedepankan. Sebagaimana bimbingan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam kalam-Nya nan suci:

    وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا

    “Dan berpegang teguhlah kalian semua dengan tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai berai.” (Ali ‘Imran: 103)
    Al-Imam Al-Qurthubi berkata: “Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan kepada kita agar berpegang teguh dengan Kitab-Nya (Al-Qur`an) dan Sunnah Nabi-Nya, serta merujuk kepada keduanya ketika terjadi perselisihan. Ia (juga) memerintahkan kepada kita agar bersatu di atas Al-Qur`an dan As-Sunnah secara keyakinan dan amalan…” (Tafsir Al-Qurthubi, 4/105)

    Demikianlah timbangan adil yang dijunjung tinggi oleh Islam. Berangkat dari sini, maka kami bermaksud menyajikan –di tengah-tengah anda– beberapa sajian ilmiah berupa keterangan atau fatwa dari Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu dan Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu seputar permasalahan kesurupan atau kerasukan jin ini. Dengan harapan, ini bisa menjadi pelita dalam gelapnya permasalahan dan pembuka bagi cakrawala berpikir kita semua. Amiin ya Rabbal ‘Alamin…

    ————————————————————-
    RAHASIA FENOMENA KESURUPAN MASAL KARENA KERASUKAN JIN DAN MAKHLUK HALUS SERTA CARA MENGATASINYA
    ————————————————————

    Penjelasan Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu

    Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu berkata:
    “Segala puji hanyalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala semata. Shalawat dan salam semoga tercurahkan keharibaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para shahabatnya, dan orang-orang yang haus akan petunjuknya. Amma ba’du:

    Pada bulan Sya’ban tahun 1407 H, sejumlah surat kabar lokal dan nasional telah memuat berita –ada yang ringkas dan ada yang detail– tentang masuk Islamnya sejumlah jin di hadapanku di kota Riyadh, yang sedang merasuki tubuh salah seorang wanita muslimah. Sebelumnya, jin tersebut telah mengumumkan keislamannya di hadapan saudara Abdullah bin Musyarraf Al-‘Amri, seorang penduduk kota Riyadh. Setelah dibacakan ayat-ayat Al-Qur`an kepada wanita yang kerasukan itu dan berdialog dengan jin itu serta mengingatkan bahwa perbuatannya itu merupakan dosa besar dan kedzaliman yang diharamkan, saudara Abdullah pun menyuruhnya agar keluar dari tubuh si wanita. Jin itu pun patuh, kemudian menyatakan keislamannya di hadapan saudara Abdullah ini.

    Abdullah dan para wali wanita itu ingin membawa si wanita kepadaku, agar aku turut menyaksikan keislaman jin tersebut. Mereka pun datang kepadaku.

    Aku menanyai jin tersebut tentang sebab-sebab dia masuk ke dalam tubuh si wanita. Dia pun menceritakan kepadaku beberapa faktor penyebabnya. Dia berbicara melalui mulut si wanita itu, akan tetapi suaranya adalah suara seorang laki-laki dan bukan suara wanita yang ketika itu sedang duduk di kursi bersama-sama dengan saudara laki-lakinya, saudara perempuannya, dan Abdullah bin Musyarraf yang tidak jauh dari tempat dudukku.

    Sebagian masyayikh (para ulama) pun menyaksikan kejadian ini dan mendengarkan secara langsung ucapan jin tersebut yang telah menyatakan keislamannya. Dia menjelaskan bahwa asalnya dari India dan beragama Budha. Aku pun menasehatinya dan berwasiat kepadanya agar bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan memintanya keluar dari tubuh si wanita serta tidak menzaliminya. Dia pun menyambut ajakanku itu seraya mengatakan: “Aku merasa puas dengan agama Islam.”

    Aku wasiatkan pula kepadanya agar mengajak kaumnya untuk masuk Islam setelah Allah Subhanahu wa Ta’ala memberinya hidayah. Dia menjanjikan hal itu, lalu ia pun keluar dari tubuh si wanita. Ucapan terakhir yang dia katakan ketika itu: “Assalamu’alaikum”. Setelah itu, barulah si wanita mulai berbicara dengan suara aslinya dan benar-benar merasakan kesembuhan serta kebugaran pada tubuhnya.

    Selang sebulan atau lebih, si wanita ini datang kembali kepadaku bersama dua saudara laki-laki, paman, dan saudarinya. Dia mengabarkan bahwa keadaannya sehat wal afiat dan syukur alhamdulillah jin itu tidak mendatanginya lagi. Aku bertanya kepada wanita tersebut tentang kondisinya saat kemasukan jin. Dia menjawab bahwa saat itu merasa selalu dihantui oleh pikiran-pikiran kotor yang bertentangan dengan syariat. Pikirannya selalu condong kepada agama Budha serta antusias untuk mempelajari buku-buku agama tersebut. Kini, setelah Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkannya dari gangguan jin tersebut, sirnalah berbagai pikiran yang menyimpang itu.

    Kemudian sampailah berita kepadaku bahwa Asy-Syaikh ‘Ali Ath-Thanthawi mengingkari peristiwa ini seraya menyatakan bahwa ini adalah penipuan dan kedustaan. Bisa jadi itu rekayasa rekaman yang dibawa oleh si wanita dan bukan dari ucapan jin sama sekali. (Seketika itu juga –pen.), kuminta kaset rekaman tentang dialogku dengan jin tersebut. Setelah kudengarkan secara seksama, aku pun yakin bahwa suara itu adalah suara jin. Sungguh aku sangat heran dengan pernyataan yang dilontarkan Asy-Syaikh ‘Ali Ath-Thanthawi, bahwa itu adalah rekayasa rekaman belaka. Karena aku berulang kali mengajukan pertanyaan kepada jin tersebut dan dia pun selalu menjawabnya. Bagaimana mungkin akal sehat bisa membenarkan adanya sebuah tape/alat rekam yang bisa ditanya dan bisa menjawab?! Sungguh ini merupakan kesalahan fatal dan statement yang sulit untuk diterima.

    Asy-Syaikh ‘Ali Ath-Thanthawi juga menyatakan bahwa masuk Islamnya seorang jin oleh seorang manusia bertentangan dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang Nabi Sulaiman ‘alaihissalam:

    وَهَبْ لِي مُلْكًا لاَ يَنْبَغِي لأَََحَدٍ مِنْ بَعْدِي

    “Dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki seorang pun sesudahku.” (Shad: 35)

    Tidak diragukan lagi, pernyataan di atas merupakan kesalahan dan pemahaman yang keliru, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberinya hidayah.

    Masuk Islamnya seorang jin oleh manusia tidaklah menyelisihi doa Nabi Sulaiman (di atas). Karena sungguh telah banyak jin yang masuk Islam (dalam jumlah besar) melalui Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Al-Ahqaf dan Al-Jin. Demikian pula telah disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

    إِنَّ الشَّيْطَانَ عَرَضَ لِي فَشَّدَ عَلَيَّ لِيَقْطَعَ الصَّلاَةَ عَلَيَّ فَأَمْكَنَنِيَ اللهُ مِنْهُ فَذَعَتُّهُ وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أُوْثِقَهُ إِلَى سَارِيَةٍ حَتَّى تُصْبِحُوا فَتَنْظُرُوا إِلَيْهِ فَذَكَرْتُ قَوْلَ سُلَيْمَانَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ {رَبِّ هَبْ لِيْ مُلْكًا لاَ يَنْبَغِي لأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي}، فَرَدَّهُ اللهُ خَاسِيًا. هَذَا لَفْظُ الْبُخَارِي

    “Sesungguhnya setan telah menampakkan diri di hadapanku untuk memutus shalatku. Namun Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kekuatan kepadaku untuk menghadapinya (baca: mengalahkannya), sehingga aku dapat mendorongnya dengan kuat. Sungguh, sebenarnya aku ingin mengikatnya di sebuah tiang hingga kalian dapat menontonnya di pagi harinya. Tapi aku teringat akan ucapan saudaraku Nabi Sulaiman ‘alaihissalam: ‘Ya Rabbi, anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki seorang pun sesudahku’. Maka Allah mengusirnya dalam keadaan hina.” Demikianlah lafadz yang diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhari. Adapun lafadz Al-Imam Muslim adalah sebagai berikut:

    إِنَّ عِفْرِيْتًا مِنَ الْجِنِّ جَعَلَ يَفْتِكُ عَلَيَّ الْبَارِحَةَ لِيَقْطَعَ عَلَيَّ الصَّلاَةَ وَإِنَّ اللهَ أَمْكَنَنِيْ مِنْهُ فَذَعَتُّهُ فَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أَرْبِطَهُ إِلَى جَنْبِ سَارِيَةٍ مِنْ سَوَارِي الْمَسْجِدِ حَتَّى تُصْبِحُوا تَنْظُرُونَ إِلَيْهِ أَجْمَعُونَ أَوْ كُلُّكُمْ ثُمَّ ذَكَرْتُ قَوْلَ أَخِيْ سُلَيْمَانَ {رَبِّ هَبْ لِي مُلْكًا لاَ يَنْبَغِي لأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي} فَرَدَّهُ اللهُ خَاسِئًا.

    “Sesungguhnya ‘Ifrit dari kalangan jin telah menampakkan diri di hadapanku tadi malam untuk memutus shalatku. Namun Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kekuatan kepadaku untuk menghadapinya (baca: mengalahkannya), sehingga aku dapat mendorongnya dengan kuat. Sungguh, sebenarnya aku ingin mengikatnya di salah satu tiang masjid hingga kalian semua dapat menontonnya di pagi harinya. Tapi aku teringat akan ucapan saudaraku Nabi Sulaiman ‘alaihissalam: ‘Ya Rabbi, anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki seorang pun sesudahku’. Maka Allah mengusirnya dalam keadaan hina.”

    ————————————————————-
    RAHASIA FENOMENA KESURUPAN MASAL KARENA KERASUKAN JIN DAN MAKHLUK HALUS SERTA CARA MENGATASINYA
    ————————————————————

    Para pembaca yang budiman, peristiwa masuknya jin ke dalam tubuh manusia hingga membuatnya kesurupan, telah ada keterangannya di dalam Kitabullah (Al-Qur`an), Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan ijma’ (kesepakatan) umat ini. Maka tidak bisa dibenarkan bagi orang yang tergolong intelek (berpendidikan) untuk mengingkarinya tanpa berlandaskan ilmu dan petunjuk ilahi. Bahkan karena semata-mata taqlid kepada sebagian ahli bid’ah yang berseberangan dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Wallahul musta’an walaa haula walaa quwwata illa billah. Akan aku sajikan untuk anda –wahai pembaca– beberapa perkataan ahlul ilmi tentang masalah ini, insya Allah.
    Berikut ini pernyataan para mufassir (ahli tafsir) berkenaan dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

    الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبَا لاَ يَقُوْمُوْنَ إِلاَّ كَمَا يَقُوْمُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

    “Orang-orang yang makan riba itu tidaklah berdiri (bangkit dari kuburnya) melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (Al-Baqarah: 275)

     Al-Imam Abu Ja’far Ibnu Jarir Ath-Thabari berkata: “Yang dimaksud dengan ayat tersebut adalah orang yang kesurupan di dunia, yang mana setan merasukinya hingga menjadi gila (rusak akalnya).”

     Al-Imam Al-Baghawi berkata tentang makna al-massu: “Yaitu gila/hilang akal. Seseorang disebut مَمْسُوْسٌ (gila/hilang akal) jika dia menjadi gila atau rusak akalnya.”

    Al-Imam Ibnu Katsir berkata: “Orang-orang pemakan riba itu tidaklah dibangkitkan dari kubur mereka di hari kiamat melainkan seperti bangkitnya orang yang kesurupan saat setan merasukinya, yaitu berdiri dalam keadaan sempoyongan. Shahabat Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: ‘Seorang pemakan riba akan dibangkitkan (dari kuburnya) di hari kiamat dalam keadaan gila (rusak akalnya).’ (Diriwayatkan oleh Al-Imam Ibnu Abi Hatim). Seperti itu pula yang diriwayatkannya dari Auf bin Malik, Sa’id bin Jubair, As-Suddi, Rabi’ bin Anas, Qatadah, dan Muqatil bin Hayyan (tentang ayat tersebut).”

     Al-Imam Al-Qurthubi berkata: “Di dalam ayat ini terdapat argumen tentang rusaknya pendapat orang yang mengingkari adanya kesurupan jin. Juga argumen tentang rusaknya anggapan bahwa itu hanyalah proses alamiah yang terjadi pada tubuh manusia, serta rusaknya anggapan bahwa setan tidak dapat merasuki tubuh manusia.”
    Perkataan para ahli tafsir yang semakna dengan ini cukup banyak. Barangsiapa yang mencari, insya Allah akan mendapatkannya.

    ————————————————————-
    RAHASIA FENOMENA KESURUPAN MASAL KARENA KERASUKAN JIN DAN MAKHLUK HALUS SERTA CARA MENGATASINYA
    ————————————————————

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu dalam kitabnya Idhah Ad-Dilalah Fi ‘Umumir Risalah Lits-tsaqalain yang terdapat dalam Majmu’ Fatawa (19/9-65), –setelah berbicara beberapa hal– berkata: “Oleh karena itu, sekelompok orang dari kalangan Mu’tazilah semacam Al-Jubba’i, Abu Bakr Ar-Razi, dan yang semisalnya, mengingkari peristiwa masuknya jin ke dalam tubuh orang yang kesurupan, namun tidak mengingkari adanya jin. Hal itu (menurut mereka) karena dalil dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang peristiwa masuknya jin ke dalam tubuh orang yang kesurupan tidak sejelas dalil yang menunjukkan tentang adanya jin, walaupun sesungguhnya (pendapat) mereka itu keliru. Karena itu, Al-Imam Abul Hasan Al-Asy’ari menyebutkan dalam Maqalat Ahlis Sunnah Wal Jama’ah bahwasanya mereka (yakni Ahlus Sunnah) menyatakan: “Sesungguhnya jin itu dapat masuk ke dalam tubuh orang yang kesurupan, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

    الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبَا لاَ يَقُوْمُوْنَ إِلاَّ كَمَا يَقُوْمُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

    “Orang-orang yang makan riba itu tidaklah berdiri (bangkit dari kuburnya) melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (Al-Baqarah: 275)

    Abdullah bin Ahmad bin Hanbal rahimahumallahu berkata: “Aku pernah berkata pada ayahku: ‘Sesungguhnya ada sekelompok orang yang mengatakan bahwa jin itu tidak dapat masuk ke dalam tubuh manusia.’ Maka ayahku berkata: ‘Wahai anakku, mereka itu berdusta. Bahkan jin dapat berbicara melalui mulut orang yang kesurupan.’ Permasalahan ini telah dijelaskan secara panjang lebar pada tempatnya.”

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu dalam Majmu’ Fatawa (24/276-277) juga mengatakan: “Keberadaan jin merupakan perkara yang benar menurut Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta kesepakatan salaful ummah (para pendahulu umat ini) dan para ulamanya. Demikian pula masuknya jin ke dalam tubuh manusia, juga merupakan perkara yang benar sesuai dengan kesepakatan para imam Ahlus Sunnah wal Jamaah.
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبَا لاَ يَقُوْمُوْنَ إِلاَّ كَمَا يَقُوْمُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

    “Orang-orang yang makan riba itu tidaklah dapat berdiri (bangkit dari kuburnya) melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (Al-Baqarah: 275)

    Di dalam kitab Ash-Shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

    إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ

    “Sesungguhnya setan itu dapat berjalan pada tubuh anak cucu Adam melalui aliran darah.” (HR. Al-Bukhari, Kitab Al-Ahkam no. 7171 dan Muslim, Kitab As-Salam no. 2175)

    Abdullah bin Ahmad bin Hanbal rahimahumallahu berkata: “Aku pernah berkata pada ayahku: ‘Sesungguhnya ada sekelompok orang yang mengatakan bahwa jin itu tidak dapat masuk ke dalam tubuh manusia.’ Maka ayahku berkata: ‘Wahai anakku, mereka itu berdusta. Bahkan jin dapat berbicara melalui mulut orang yang kesurupan.’

    Apa yang Al-Imam Ahmad katakan ini adalah perkara yang masyhur. Sangat mungkin seseorang yang mengalami kesurupan berbicara dengan sesuatu yang tidak dipahaminya. Ketika tubuhnya dipukul dengan keras pun ia tidak merasakannya. Padahal bila pukulan itu ditimpakan kepada unta jantan, niscaya akan kesakitan. Sebagaimana ia tidak menyadari pula apa yang diucapkannya. Seorang yang kesurupan, terkadang dapat menarik tubuh orang lain yang sehat. Dia juga dapat menarik alas duduk yang didudukinya, serta dapat memindahkan berbagai macam benda dari satu tempat ke tempat yang lain, dan sebagainya. Siapa saja yang menyaksikannya, niscaya meyakini bahwa yang berbicara melalui mulut orang yang kesurupan itu dan yang menggerakkan benda-benda tadi bukanlah diri orang yang kesurupan tersebut. Tidak ada para imam yang mengingkari masuknya jin ke dalam tubuh orang yang kesurupan. Barangsiapa mengklaim bahwa syariat ini telah mendustakan peristiwa tersebut berarti dia telah berdusta atas nama syariat. Dan sesungguhnya tidak ada dalil-dalil syar’i yang menafikannya.”-sekian nukilan dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah-

    ————————————————————-
    RAHASIA FENOMENA KESURUPAN MASAL KARENA KERASUKAN JIN DAN MAKHLUK HALUS SERTA CARA MENGATASINYA
    ————————————————————

    Al-Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya Zadul Ma’ad Fi Hadyi Khairil ‘Ibad (4/66-69) berkata: “Kesurupan ada dua macam:
    1. Kesurupan yang disebabkan oleh gangguan roh jahat yang ada di muka bumi ini.
    2. Kesurupan yang disebabkan oleh gangguan fisik yang amat buruk.

    Jenis kedua inilah yang dibahas oleh para dokter, berikut faktor penyebab dan cara pengobatannya.

    Adapun kesurupan yang disebabkan oleh gangguan roh jahat (di antaranya jin/setan, -pen), para pemuka dan ahli kedokteran juga mengakui eksistensinya. Menurut mereka, pengobatannya harus dengan roh-roh yang mulia lagi baik agar dapat melawan roh-roh yang jahat lagi jelek itu. Sehingga dapat mengatasi pengaruh-pengaruh buruknya, bahkan dapat membatalkan tindak kejahatannya.

    Keyakinan semacam ini telah dinyatakan oleh Buqrath (Hipocrates) dalam beberapa bukunya, berikut beberapa jenis pengobatan untuk kesurupan. Buqrath mengatakan: ‘Pengobatan ini hanya berfungsi untuk kesurupan yang disebabkan oleh gangguan fisik dan masuknya zat-zat tertentu ke dalam tubuh. Sedangkan kesurupan yang disebabkan oleh gangguan roh-roh jahat (termasuk jin/setan), maka pengobatan di atas tidaklah bermanfaat.’

    Adapun sebagian dokter yang bodoh dan rendah –terlebih yang mengagungkan paham zandaqah (zindiq/kafir, tidak percaya pada Allah Subhanahu wa Ta’ala)– mengingkari kesurupan. Mereka juga tidak mengakui adanya efek buruk roh-roh tersebut terhadap tubuh orang yang kesurupan. Mereka sesungguhnya telah dikuasai oleh kebodohan. Sebab menurut ilmu kedokteran sendiri, jenis kesurupan semacam ini benar-benar ada dan tidak ada alasan untuk mengingkarinya. Terlebih bila keberadaannya dapat dibuktikan pula oleh panca indra dan realita.

    Berkenaan dengan klaim para dokter tersebut bahwa kesurupan itu diakibatkan oleh gangguan fisik, memang bisa dibenarkan. Namun hal ini berlaku pada sebagian jenis kesurupan saja dan tidak secara keseluruhan.” –Hingga perkataan beliau–: “Kemudian datanglah para dokter dari kalangan zanadiqah yang tidak mengakui adanya kesurupan kecuali yang diakibatkan oleh gangguan fisik saja. Orang yang berakal dan mengetahui (hal ihwal) roh berikut gangguannya, akan tertawa melihat kebodohan dan lemahnya akal mereka (para dokter) itu.

    ————————————————————-
    RAHASIA FENOMENA KESURUPAN MASAL KARENA KERASUKAN JIN DAN MAKHLUK HALUS SERTA CARA MENGATASINYA
    ————————————————————

    Untuk mengobati kesurupan jenis ini, perlu memperhatikan dua hal:
    1. Berkaitan dengan diri orang yang kesurupan itu sendiri.
    2. Berkaitan dengan orang yang mengobatinya.

    Adapun yang berkaitan dengan diri orang yang kesurupan itu sendiri, maka dengan kekuatan jiwanya dan kemantapannya dalam menghadap Pencipta roh-roh tersebut (yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala) serta kesungguhannya dalam meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang berpadu antara hati dan lisannya. Karena kondisinya ibarat pertempuran, yang mana seseorang tidak akan mampu menundukkan musuhnya dengan senjata yang dimilikinya kecuali bila terpenuhi dua hal: senjatanya benar-benar tajam, dan ayunan tangannya benar-benar kuat. Di saat kurang salah satunya, maka senjata itu pun kurang berfungsi. Lalu bagaimana jika tidak didapati kedua hal tersebut?! Di mana hatinya kosong dari tauhid, tawakkal, takwa, dan kemantapan dalam menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tentu lebih dari itu, yakni dia tidak memiliki senjata.”

    Sedangkan yang berkaitan dengan orang yang mengobati, dia pun harus memiliki dua hal yang telah disebutkan di atas. Sampai-sampai (ketika kedua hal tersebut telah terpenuhi, -pent.) di antara orang yang mengobati itu ada yang cukup mengatakan (kepada jin/setan tersebut): ‘Keluarlah darinya!’ atau ‘Bismillah’ atau ‘Laa haula wala quwwata illa billah.’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun pernah mengatakan: ‘Keluarlah wahai musuh Allah Subhanahu wa Ta’ala! Aku adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’

    Aku (Ibnul Qayyim, -pent.) pernah menyaksikan Syaikh kami (yakni Ibnu Taimiyyah, -pent.) mengutus seseorang kepada orang yang sedang kesurupan, untuk menyampaikan kepada roh (jin) yang ada pada diri orang yang kesurupan itu: “Syaikh menyuruhmu untuk keluar (dari tubuh orang ini), karena perbuatan itu tidak halal bagimu!” Seketika itu sadarlah orang yang kesurupan tersebut. Dan terkadang beliau menanganinya sendiri. Ada kalanya roh itu jahat, sehingga untuk mengusirnya pun harus dengan pukulan. Ketika orang yang kesurupan itu tersadar, dia tidak merasakan rasa sakit akibat pukulan tersebut.

    Sungguh kami dan yang lainnya sering kali menyaksikan beliau rahimahullahu melakukan pengobatan semacam itu.” –Hingga perkataan beliau–: “Secara garis besar, kesurupan jenis ini berikut pengobatannya tidaklah diingkari kecuali oleh orang yang minim ilmu, akal, dan pengetahuannya.

    Kebanyakan masuknya roh-roh jahat ini ke dalam tubuh seseorang disebabkan minimnya agama dan kosongnya hati serta lisan dari hakekat dzikir, permintaan perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta pembentengan keimanan yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga ketika ia tidak lagi memiliki senjata dan kosong sama sekali dari pembentengan diri, masuklah roh-roh jahat itu kepadanya.” -sekian nukilan dari Ibnul Qayyim-

    ————————————————————-
    RAHASIA FENOMENA KESURUPAN MASAL KARENA KERASUKAN JIN DAN MAKHLUK HALUS SERTA CARA MENGATASINYA
    ————————————————————

    Dari beberapa dalil syar’i yang telah kami sebutkan dan juga ijma’ ahlul ilmi dari kalangan Ahlus Sunnah Wal Jamaah tentang kemungkinan masuknya jin ke dalam tubuh manusia (kesurupan), maka menjadi jelaslah bagi para pembaca akan batilnya pernyataan orang-orang yang mengingkari permasalahan ini. Menjadi jelas pula kekeliruan Asy-Syaikh ‘Ali Ath-Thanthawi dalam pengingkarannya tersebut. Dia berjanji untuk rujuk kepada kebenaran kapan pun tampak baginya. Maka dari itu, hendaknya dia kembali kepada kebenaran setelah membaca keterangan kami. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua.” (Dikutip dan diterjemahkan dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah fil Masa`il Al-‘Ashriyyah min Fatawa ‘Ulama Al-Balad Al-Haram, hal. 1586-1595)

    Penjelasan Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu

    Suatu hari Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu ditanya: “Adakah dalil yang menunjukkan bahwa jin dapat masuk ke dalam tubuh manusia?”

    Beliau menjawab: “Ya. Ada dalil dari Al-Qur`an dan As-Sunnah yang menunjukkan bahwa jin dapat masuk ke dalam tubuh manusia.

    Dari Al-Qur`anul Karim, adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

    الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبَا لاَ يَقُوْمُوْنَ إِلاَّ كَمَا يَقُوْمُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

    “Orang-orang yang makan riba itu tidaklah dapat berdiri (bangkit dari kuburnya) melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (Al-Baqarah: 275)

    Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: “Orang-orang pemakan riba itu tidaklah dibangkitkan dari kubur mereka di hari kiamat melainkan seperti bangkitnya orang yang kesurupan saat setan merasukinya.”

    Sedangkan dalil dari As-Sunnah adalah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

    إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ

    “Sesungguhnya setan itu dapat berjalan pada tubuh anak cucu Adam melalui aliran darah.” (HR. Al-Bukhari, Kitab Al-Ahkam no.7171 dan Muslim, Kitab As-Salam no. 2175)

    Abul Hasan Al-Asy’ari rahimahullahu dalam Maqalat Ahlis Sunnah Wal Jama’ah berkata: “Bahwasanya mereka –yakni Ahlus Sunnah– menyatakan: ‘Sesungguhnya jin dapat masuk ke dalam tubuh orang yang kesurupan’.” Beliau berdalil dengan ayat (275 dari surat Al-Baqarah) di atas.

    Abdullah bin Al-Imam Ahmad rahimahumallahu berkata: “Aku pernah berkata pada ayahku: ‘Sesungguhnya ada sekelompok orang yang mengatakan bahwa jin itu tidak dapat masuk ke dalam tubuh manusia.’ Maka ayahku berkata: ‘Wahai anakku, mereka itu berdusta. Bahkan jin dapat berbicara melalui mulut orang yang kesurupan.’

    Ada beberapa hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan Al-Imam Ahmad dan Al-Baihaqi: “Bahwasanya seorang bocah gila didatangkan di hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata (kepada jin yang merasukinya, -pent) :Keluarlah wahai musuh Allah! Aku adalah Rasulullah.’ Maka sembuhlah bocah tersebut.” (Al-Musnad, no. 17098, 1713)

    Dari sini engkau dapat mengetahui bahwa permasalahan masuknya jin ke dalam tubuh manusia ada dalilnya dari Al-Qur`anul Karim dan juga dua dalil dari As-Sunnah.

    Inilah sesungguhnya pendapat Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan para imam dari kalangan as-salafush shalih. Realita pun membuktikannya. Walaupun demikian kami tidak mengingkari adanya penyebab lain bagi penyakit gila seperti lemahnya syaraf atau rusaknya jaringan otak, dll.” (Dikutip dan diterjemahkan dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah fil Masa`il Al-‘Ashriyyah Min Fatawa ‘Ulama Al-Balad Al-Haram, hal. 1563-1564)

    ————————————————————-
    RAHASIA FENOMENA KESURUPAN MASAL KARENA KERASUKAN JIN DAN MAKHLUK HALUS SERTA CARA MENGATASINYA
    ————————————————————

    Penutup

    Pembaca yang budiman, demikianlah sajian ilmu dari dua ulama besar Ahlus Sunnah Wal Jamaah jaman ini seputar permasalahan kesurupan atau kerasukan jin (baca: setan), yang berpijak di atas dalil dari Al-Qur`an, As-Sunnah, dan ijma’ para ulama terpercaya umat Islam. Adapun kesimpulannya, sebagai berikut:

    1. Keberadaan jin merupakan perkara yang benar menurut Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta kesepakatan salaful ummah dan para ulamanya.

    2. Masuknya jin ke dalam tubuh manusia (kesurupan/ kerasukan setan), benar pula adanya menurut Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kesepakatan salaful ummah dan para ulamanya serta realita pun membuktikannya.

    3. Para pemuka dan ahli kedokteran pun mengakui adanya peristiwa kesurupan jin, sebagaimana keterangan Al-Imam Ibnul Qayyim di atas. Sehingga, barangsiapa mengklaim bahwasanya syariat ini telah mendustakan adanya kesurupan jin berarti dia telah berdusta atas nama syariat itu sendiri.

    4. Masuk Islamnya jin melalui seorang manusia, diperbolehkan dalam syariat Islam. Hal ini sama sekali tidak bertentangan dengan doa Nabi Sulaiman ‘alaihissalam:

    وَهَبْ لِي مُلْكًا لاَ يَنْبَغِي لأَََحَدٍ مِنْ بَعْدِي

    “Dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki seorang pun sesudahku.”

    Wallahu a’lam.

    Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
    dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

    ————————————————————-
    RAHASIA FENOMENA KESURUPAN MASAL KARENA KERASUKAN JIN DAN MAKHLUK HALUS SERTA CARA MENGATASINYA
    ————————————————————

  5. METODE PENGOBATAN NABAWI – PENYEMBUHAN ISLAMI YANG DIAJARKAN NABI – THIBBUN NABAWI – MENGOBATI PENYAKIT DENGAN CARA YANG DIAJARKAN NABI MUHAMMAD SAW

    Thibbun Nabawi Bukan Alternatif
    Penulis: Al-Ustadz Muslim Abu Ishaq Al-Atsari

    Shahabat yang mulia Abu Sa‘id Al-Khudri rahimahullahu berkata:

    أَنَّ رَهْطًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْطَلَقُوْا فِي سَفْرَةٍ سَافَرُوْهَا حَتَّى نَزَلُوْا فِي حَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ، فَاسْتَضَافُوْهُمْ فَأَبَوْا أَنْ يُضَيِّفُوْهُمْ. فَلُدِغَ سَيِّدُ ذَلِكَ الْحَيِّ، فَسَعَوْا لَهُ بِكُلِّ شَيْءٍ، لاَ يَنْفَعُهُ شَيْءٌ. فَقَالَ بَعْضُهُمْ: لَوْ أَتَيْتُمْ هَؤُلاَءِ الرَّهْطَ الَّذِيْنَ قَدْ نَزَلُوْا بِكُم، لَعَلَّهُ أَنْ يَكُوْنَ عِنْدَ بَعْضِهِمْ شَيْءٌ. فَأَتَوْهُمْ فَقَالُوْا: يَا أَيُّهَا الرَّهْطُ! إِنَّ سَيِّدَنَا لُدِغَ، فَسَعَيْنَا لَهُ بِكُلِّ شَيْءٍ، لاَ يَنْفُعُهُ شَيْءٌ، فَهَلْ عِنْدَ أَحَدٍ منكُمْ شَيْءٌ؟ فَقَالَ بَعْضُهُمْ: نَعَمْ، وَاللهِ إِنِّي لَرَاقٍ، وَ لَكِنْ وَاللهِ لَقَدِ اسْتَضَفْنَاكُمْ فَلَمْ تُضَيِّفُوْنَا، فَمَا أَنَا بِرَاقٍ لَكُمْ حَتَّى تَجْعَلُوْا لَنَا جُعْلاً. فَصَالِحُوْهُمْ عَلَى قَطِيْعٍ مِنَ الْغَنَمِ. فَانْطَلَقَ فَجَعَلَ يَتْفُلُ وَيَقْرَأُ: {الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ} حَتَّى لَكَأَنَّمَا نُشِطَ مِنْ عِقَالٍ، فَانْطَلَقَ يَمْشِي مَا بِهِ قَلَبَةٌ. قَالَ: فَأَوْفَوْهُمْ جُعْلَهُمُ الَّذِي صَالَحُوْهُمْ عَلَيْهِ. فَقَالَ بَعْضُهُمْ: اقْسِمُوا. فَقَالَ الَّذِي رَقَى: لاَ تَفْعَلُوْا حَتَّى نَأْتِيَ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَذْكُرَ لَهُ الَّذِي كَانَ، فَنَنْظُرَ مَا يَأْمُرُنَا. فَقَدِمُوْا عَلى رَسُولِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَذَكَرُاْ لَهُ ذَلِكَ، فَقَالَ: وَمَا يُدْرِيْكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ؟ أَصَبْتُمْ، اقْسِمُوا وَاضْرِبُوا لِي مَعَكُمْ بِسَهْمٍ

    Sejumlah shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi dalam sebuah safar (perjalanan) yang mereka tempuh, hingga mereka singgah di sebuah kampung Arab. Mereka kemudian meminta penduduk kampung tersebut agar menjamu mereka, namun penduduk kampung itu menolak.

    Tak lama setelah itu, kepala suku dari kampung tersebut tersengat binatang berbisa. Penduduknya pun mengupayakan segala cara pengobatan, namun tidak sedikit pun yang memberikan manfaat untuk kesembuhan pemimpin mereka. Sebagian mereka berkata kepada yang lain: “Seandainya kalian mendatangi rombongan yang tadi singgah di tempat kalian, mungkin saja ada di antara mereka punya obat (yang bisa menghilangkan sakit yang diderita pemimpin kita).” Penduduk kampung itu pun mendatangi rombongan shahabat Rasulullah yang tengah beristirahat tersebut, seraya berkata: “Wahai sekelompok orang, pemimpin kami disengat binatang berbisa. Kami telah mengupayakan berbagai cara untuk menyembuhkan sakitnya, namun tidak satu pun yang bermanfaat. Apakah salah seorang dari kalian ada yang memiliki obat?” Salah seorang shahabat berkata: “Iya, demi Allah, aku bisa meruqyah. Akan tetapi, demi Allah, tadi kami minta dijamu namun kalian enggan untuk menjamu kami. Maka aku tidak akan melakukan ruqyah untuk kalian hingga kalian bersedia memberikan imbalan kepada kami.”

    Mereka pun bersepakat untuk memberikan sekawanan kambing2 sebagai upah dari ruqyah yang akan dilakukan. Shahabat itu pun pergi untuk meruqyah pemimpin kampung tersebut. Mulailah ia meniup disertai sedikit meludah dan membaca3: “Alhamdulillah rabbil ‘alamin” (Surah Al-Fatihah). Sampai akhirnya pemimpin tersebut seakan-akan terlepas dari ikatan yang mengekangnya. Ia pun pergi berjalan, tidak ada lagi rasa sakit (yang membuatnya membolak-balikkan tubuhnya di tempat tidur).

    Penduduk kampung itu lalu memberikan imbalan sebagaimana telah disepakati sebelumnya. Sebagian shahabat berkata: “Bagilah kambing itu.” Namun shahabat yang meruqyah berkata: “Jangan kita lakukan hal itu, sampai kita menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu kita ceritakan kejadiannya, dan kita tunggu apa yang beliau perintahkan.” Mereka pun menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mengisahkan apa yang telah terjadi. Beliau bertanya kepada shahabat yang melakukan ruqyah: “Dari mana engkau tahu bahwa Al-Fatihah itu bisa dibaca untuk meruqyah? Kalian benar, bagilah kambing itu dan berikanlah bagian untukku bersama kalian.”

    Hadits di atas diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu dalam kitab Shahih-nya no. 5749, kitab Ath-Thibb, bab An-Nafats fir Ruqyah. Diriwayatkan pula oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu dalam Shahih-nya no. 5697 kitab As-Salam, bab Jawazu Akhdzil Ujrah ‘alar Ruqyah.

    —————————————————————
    METODE PENGOBATAN NABAWI – PENYEMBUHAN ISLAMI YANG DIAJARKAN NABI – THIBBUN NABAWI – MENGOBATI PENYAKIT DENGAN CARA YANG DIAJARKAN NABI MUHAMMAD SAW
    —————————————————————

    Beberapa faedah yang dapat kita ambil dari hadits Abu Sa‘id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu di atas adalah:

    1. Surah Al-Fatihah mustahab untuk dibacakan kepada orang yang disengat binatang berbisa dan orang sakit.

    2. Boleh mengambil upah dari ruqyah dan upah itu halal.4

    3. Seluruh kambing itu sebenarnya milik orang yang meruqyah adapun yang lainnya tidak memiliki hak, namun dibagikannya kepada teman-temannya karena kedermawanan dan kebaikan.

    4. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam minta bagian dalam rangka lebih menenangkan hati para shahabatnya dan untuk lebih menunjukkan bahwa upah yang didapatkan tersebut halal, tidak mengandung syubhat.

    Demikian faedah yang disebutkan Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu dalam Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim (14/410).

    —————————————————————
    METODE PENGOBATAN NABAWI – PENYEMBUHAN ISLAMI YANG DIAJARKAN NABI – THIBBUN NABAWI – MENGOBATI PENYAKIT DENGAN CARA YANG DIAJARKAN NABI MUHAMMAD SAW
    —————————————————————

    Pengobatan Nabawiyyah (At-Thibbun Nabawi) Bukan Pengobatan Alternatif

    Keberadaan berbagai penyakit termasuk sunnah kauniyyah yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Penyakit-penyakit itu merupakan musibah dan ujian yang ditetapkan Allah Subhanahu wa Ta’ala atas hamba-hamba-Nya. Dan sesungguhnya pada musibah itu terdapat kemanfaatan bagi kaum mukminin. Shuhaib Ar-Rumi radhiallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِن، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِن، إِنْ أَصَابَهُ سَرَّاءٌ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَهُ ضَرَّاءٌ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

    “Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin. Sungguh seluruh perkaranya adalah kebaikan. Yang demikian itu tidaklah dimiliki oleh seorangpun kecuali seorang mukmin. Jika ia mendapatkan kelapangan, ia bersyukur. Maka yang demikian itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar. Maka yang demikian itu baik baginya.” (HR. Muslim no. 2999)

    Termasuk keutamaan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada kaum mukminin, Dia menjadikan sakit yang menimpa seorang mukmin sebagai penghapus dosa dan kesalahan mereka. Sebagaimana tersebut dalam hadits Abdullah bin Mas‘ud radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا

    “Tidaklah seorang muslim ditimpa gangguan berupa sakit atau lainnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5661 dan Muslim no. 6511)

    Di sisi lain, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan penyakit, Dia pun menurunkan obat bersama penyakit itu. Obat itupun menjadi rahmat dan keutamaan dari-Nya untuk hamba-hamba-Nya, baik yang mukmin maupun yang kafir. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:

    مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَل لَهُ شِفَاءً

    “Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan untuk penyakit itu obatnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5678)
    Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu mengabarkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

    إِنَّ اللهَ لَمْ يَنْزِلْ دَاءً إِلاَّ وَأَنْزَل لَهُ دَوَاءً، جَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ وَعَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ

    “Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. (Hanya saja) tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui orang yang mengetahuinya.” (HR. Ahmad 1/377, 413 dan 453. Dan hadits ini dishahihkan dalam Ash-Shahihah no. 451)

    Jabir radhiallahu ‘anhu membawakan hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

    لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أُصِيْبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

    “Setiap penyakit ada obatnya. Maka bila obat itu mengenai penyakit akan sembuh dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim no. 5705)

    Al-Qur`anul Karim dan As-Sunnah yang shahih sarat dengan beragam penyembuhan dan obat yang bermanfaat dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga mestinya kita tidak terlebih dahulu berpaling dan meninggalkannya untuk beralih kepada pengobatan kimiawi yang ada di masa sekarang ini5. (Shahih Ath-Thibbun Nabawi, hal. 5-6, Abu Anas Majid Al-Bankani Al-‘Iraqi)

    Karena itulah Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullahu berkata: “Sungguh para tabib telah sepakat bahwa ketika memungkinkan pengobatan dengan bahan makanan maka jangan beralih kepada obat-obatan (kimiawi, –pent.). Ketika memungkinkan mengkonsumsi obat yang sederhana, maka jangan beralih memakai obat yang kompleks. Mereka mengatakan: ‘Setiap penyakit yang bisa ditolak dengan makanan-makanan tertentu dan pencegahan, janganlah mencoba menolaknya dengan obat-obatan’.”

    Ibnul Qayyim juga berkata: “Berpalingnya manusia dari cara pengobatan nubuwwah seperti halnya berpalingnya mereka dari pengobatan dengan Al-Qur`an, yang merupakan obat bermanfaat.” (Ath-Thibbun Nabawi, hal. 6, 29)

    Dengan demikian, tidak sepantasnya seorang muslim menjadikan pengobatan nabawiyyah sekedar sebagai pengobatan alternatif. Justru sepantasnya dia menjadikannya sebagai cara pengobatan yang utama, karena kepastiannya datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala lewat lisan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sementara pengobatan dengan obat-obatan kimiawi kepastiannya tidak seperti kepastian yang didapatkan dengan thibbun nabawi. Pengobatan yang diajarkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam diyakini kesembuhannya karena bersumber dari wahyu. Sementara pengobatan dari selain Nabi kebanyakannya dugaan atau dengan pengalaman/ uji coba. (Fathul Bari, 10/210)

    Namun tentunya, berkaitan dengan kesembuhan suatu penyakit, seorang hamba tidak boleh bersandar semata dengan pengobatan tertentu. Dan tidak boleh meyakini bahwa obatlah yang menyembuhkan sakitnya. Namun seharusnya ia bersandar dan bergantung kepada Dzat yang memberikan penyakit dan menurunkan obatnya sekaligus, yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seorang hamba hendaknya selalu bersandar kepada-Nya dalam segala keadaannya. Hendaknya ia selalu berdoa memohon kepada-Nya agar menghilangkan segala kemudharatan yang tengah menimpanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    أَمَّنْ يُجِيْبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْءَ

    “Siapakah yang mengijabahi (menjawab/ mengabulkan) permintaan orang yang dalam kesempitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan (siapakah) Dia yang menghilangkan kejelekan?” (An-Naml: 62)

    Sungguh tidak ada yang dapat memberikan kesembuhan kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala semata. Karena itulah, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berkata memuji Rabbnya:

    وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ

    “Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.” (Asy-Syu’ara`: 80)

    —————————————————————
    METODE PENGOBATAN NABAWI – PENYEMBUHAN ISLAMI YANG DIAJARKAN NABI – THIBBUN NABAWI – MENGOBATI PENYAKIT DENGAN CARA YANG DIAJARKAN NABI MUHAMMAD SAW
    —————————————————————

    Contoh Pengobatan Nabawi

    Banyak sekali cara pengobatan nabawi. Kami hanya menyebutkan beberapa di antaranya, karena keterbatasan halaman yang ada:

    1. Pengobatan dengan madu

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang madu yang keluar dari perut lebah:

    يَخْرُجُ مِنْ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيْهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ

    “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (An-Nahl: 69)

    Madu dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di antaranya untuk mengobati sakit perut, seperti ditunjukkan dalam hadits berikut ini:

    أَنَّ رَجُلاً أَتَى النَّبِيَّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: أَخِي يَشْتَكِي بَطْنَهُ. فَقَالَ: اِسْقِهِ عَسَلاً. ثُمَّ أَتَاهُ الثَّانِيَة فَقَالَ: اسْقِهِ عَسَلاً. ثُمَّ أَتَاهُ الثَّالِثَة فَقَالَ: اسْقِهِ عَسَلاً. ثُمَّ أَتَاهُ فَقَالَ: فَعَلْتُ. فَقَالَ: صَدَقَ اللهُ وَكَذَبَ بَطْنُ أَخِيْكَ، اسْقِهِ عَسْلاً. فَسَقَاهُ فَبَرَأَ

    “Ada seseorang menghadap Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata: ‘Saudaraku mengeluhkan sakit pada perutnya6.’ Nabi berkata: ‘Minumkan ia madu.’ Kemudian orang itu datang untuk kedua kalinya, Nabi berkata: ‘Minumkan ia madu.’ Orang itu datang lagi pada kali yang ketiga, Nabi tetap berkata: ‘Minumkan ia madu.’
    Setelah itu, orang itu datang lagi dan menyatakan: ‘Aku telah melakukannya (namun belum sembuh juga malah bertambah mencret).’7 Nabi bersabda: ‘Allah Mahabenar dan perut saudaramu itu dusta8. Minumkan lagi madu.’ Orang itu meminumkannya lagi, maka saudaranya pun sembuh.” (HR. Al-Bukhari no. 5684 dan Muslim no. 5731)

    2. Pengobatan dengan habbah sauda` (jintan hitam, red.)

    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    إِنَّ هَذِهِ الْحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلاَّ مِنَ السَّامِ. قُلْتُ: وَمَا السَّامُ؟ قَالَ: الْمَوْتُ

    “Sesungguhnya habbah sauda` ini merupakan obat dari semua penyakit, kecuali dari penyakit as-samu”. Aku (yakni`Aisyah radhiallahu ‘anha) bertanya: “Apakah as-samu itu?” Beliau menjawab: “Kematian.” (HR. Al-Bukhari no. 5687 dan Muslim no. 5727)

    3. Pengobatan dengan susu dan kencing unta

    Anas radhiallahu ‘anhu menceritakan: “Ada sekelompok orang ‘Urainah dari penduduk Hijaz menderita sakit (karena kelaparan atau keletihan). Mereka berkata: ‘Wahai Rasulullah, berilah tempat kepada kami dan berilah kami makan.’ Ketika telah sehat, mereka berkata: ‘Sesungguhnya udara kota Madinah tidak cocok bagi kami (hingga kami menderita sakit, –pent.).’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menempatkan mereka di Harrah, di dekat tempat pemeliharaan unta-unta beliau (yang berjumlah 3-30 ekor). Beliau berkata: ‘Minumlah dari susu dan kencing unta-unta itu.’9

    Tatkala mereka telah sehat, mereka justru membunuh penggembala unta-unta Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (setelah sebelumnya mereka mencungkil matanya) dan menggiring unta-unta tersebut (dalam keadaan mereka juga murtad dari Islam, -pent.). Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengirim utusan untuk mengejar mereka, hingga mereka tertangkap dan diberi hukuman dengan dipotong tangan dan kaki-kaki mereka serta dicungkil mata mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 5685, 5686 dan Muslim no. 4329)

    4. Pengobatan dengan berbekam (hijamah)10

    Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma mengabarkan:

    أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ فِي رَأْسِهِ مِنْ شَقِيْقَةٍ كَانَتْ بِهِ

    “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbekam pada bagian kepalanya dalam keadaan beliau sebagai muhrim (orang yang berihram) karena sakit pada sebagian kepalanya.” (HR. Al-Bukhari no. 5701)
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

    الشِّفَاءُ فِي ثَلاَثٍ: شُرْبَةِ عَسَلٍ، وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ، وَكَيَّةِ نَارٍ، وَأَنْهَى أُمَّتِي عَنِ الْكَيِّ

    “Obat/kesembuhan itu (antara lain) dalam tiga (cara pengobatan): minum madu, berbekam dan dengan kay, namun aku melarang umatku dari kay.”11 (HR. Al-Bukhari no. 5680)

    —————————————————————
    METODE PENGOBATAN NABAWI – PENYEMBUHAN ISLAMI YANG DIAJARKAN NABI – THIBBUN NABAWI – MENGOBATI PENYAKIT DENGAN CARA YANG DIAJARKAN NABI MUHAMMAD SAW
    —————————————————————

    Ruqyah, Salah Satu Pengobatan Nabawi

    Di antara cara pengobatan nabawi yang bermanfaat dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah ruqyah yang syar’i, yang ditetapkan dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih. Ketahuilah, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan Al-Qur`anul Karim sebagai syifa` (obat/ penyembuh) sebagaimana firman-Nya:

    وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَقَالُوا لَوْلاَ فُصِّلَتْ آيَاتُهُ ءَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ قُلْ هُوَ لِلَّذِيْنَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ

    “Dan jikalau Kami jadikan Al-Qur`an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: ‘Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?’ Apakah (patut Al-Qur`an) dalam bahasa asing, sedangkan (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: ‘Al-Qur`an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang yang beriman’.” (Fushshilat: 44)

    وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ

    “Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an apa yang merupakan syifa` dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Al-Isra`: 82)

    Huruf مِنْ dalam ayat di atas untuk menerangkan jenis, bukan menunjukkan tab‘idh (makna sebagian). Karena Al-Qur`an seluruhnya adalah syifa` dan rahmat bagi orang-orang beriman, sebagaimana dinyatakan dalam ayat sebelumnya (yaitu surat Al-Fushshilat: 44).” (Ad-Da`u wad Dawa`, hal. 7)

    Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullahu berkata ketika memberikan komentar terhadap hadits yang menyebutkan tentang wanita yang menderita ayan (epilepsi): “Dalam hadits ini ada dalil bahwa pengobatan seluruh penyakit dengan doa dan bersandar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah lebih manjur serta lebih bermanfaat daripada dengan obat-obatan. Pengaruh dan khasiatnya bagi tubuh pun lebih besar daripada pengaruh obat-obatan jasmani.

    Namun kemanjurannya hanyalah didapatkan dengan dua perkara:

    Pertama: Dari sisi orang yang menderita sakit, yaitu lurus niat/tujuannya.

    Kedua: Dari sisi orang yang mengobati, yaitu kekuatan bimbingan/arahan dan kekuatan hatinya dengan takwa dan tawakkal. Wallahu a’lam.” (Fathul Bari 10/115)

    Dalam hadits Abu Sa‘id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu tentang ruqyah dengan surat Al-Fatihah yang dilakukan salah seorang shahabat, benar-benar terlihat pengaruh obat tersebut pada penyakit yang diderita sang pemimpin kampung. Sehingga obat itu mampu menghilangkan penyakit, seakan-akan penyakit tersebut tidak pernah ada sebelumnya. Cara seperti ini merupakan pengobatan yang paling mudah dan ringan. Seandainya seorang hamba melakukan pengobatan ruqyah dengan membaca Al-Fatihah secara bagus, niscaya ia akan melihat pengaruh yang mengagumkan dalam kesembuhan.

    Al-Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu berkata: “Aku pernah tinggal di Makkah selama beberapa waktu dalam keadaan tertimpa berbagai penyakit. Dan aku tidak menemukan tabib maupun obat. Aku pun mengobati diriku sendiri dengan Al-Fatihah yang dibaca berulang-ulang pada segelas air Zam-zam kemudian meminumnya, hingga aku melihat dalam pengobatan itu ada pengaruh yang mengagumkan. Lalu aku menceritakan hal itu kepada orang yang mengeluh sakit. Mereka pun melakukan pengobatan dengan Al-Fatihah, ternyata kebanyakan mereka sembuh dengan cepat.”
    Subhanallah! Demikian penjelasan dan persaksian Al-Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu terhadap ruqyah serta pengalaman pribadinya berobat dengan membaca Al-Fatihah. (Ad-Da`u wad Dawa` hal. 8, Ath-Thibbun Nabawi hal. 139)

    Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan berkata: “Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan Al-Qur`an sebagai syifa` bagi penyakit-penyakit hissi (yang dapat dirasakan indera) dan maknawi berupa penyakit-penyakit hati dan badan. Namun dengan syarat, peruqyah dan yang diruqyah harus mengikhlaskan niat. Dan masing-masing meyakini bahwa kesembuhan itu datang dari sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan ruqyah dengan Kalamullah merupakan salah satu di antara sebab-sebab yang bermanfaat.”

    Beliau juga berkata: “Pengobatan dengan ruqyah Al-Qur`an merupakan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan amalan salaf. Mereka dahulu mengobati orang yang terkena ‘ain, kesurupan jin, sihir dan seluruh penyakit dengan ruqyah. Mereka meyakini bahwa ruqyah termasuk sarana yang mubah12 lagi bermanfaat, sementara yang menyembuhkan hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala saja.” (Al-Muntaqa min Fatawa Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan, juz 1, jawaban soal no. 77)

    —————————————————————
    METODE PENGOBATAN NABAWI – PENYEMBUHAN ISLAMI YANG DIAJARKAN NABI – THIBBUN NABAWI – MENGOBATI PENYAKIT DENGAN CARA YANG DIAJARKAN NABI MUHAMMAD SAW
    —————————————————————

    Thibbun Nabawi Memberi Pengaruh bagi Kesembuhan dengan Izin Allah Subhanahu wa Ta’ala

    Mungkin ada di antara kita yang pernah mencoba melakukan pengobatan dengan thibbun nabawi dengan minum madu13 misalnya atau habbah sauda`. Atau dengan ruqyah membaca ayat-ayat Al-Qur`an dan doa-doa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun tidak merasakan pengaruh apa-apa. Penyakitnya tak kunjung hilang. Ujung-ujungnya, kita meninggalkan thibbun nabawi karena kurang percaya akan khasiatnya, lalu beralih ke obat-obatan kimiawi. Mengapa demikian? Mengapa kita tidak mendapatkan khasiat sebagaimana yang didapatkan Al-Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu ketika meruqyah dirinya dengan Al-Fatihah? Atau seperti yang dilakukan oleh seorang shahabat ketika meruqyah kepala suku yang tersengat binatang berbisa di mana usai pengobatan si kepala suku (pemimpin kampung) sembuh seakan-akan tidak pernah merasakan sakit?

    Di antara jawabannya, sebagaimana ucapan Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu yang telah lewat, bahwasanya manjurnya ruqyah (pengobatan dengan membaca doa-doa dan ayat-ayat Al-Qur`an) hanyalah diperoleh bila terpenuhi dua hal:

    Pertama: Dari sisi si penderita, harus lurus dan benar niat/ tujuannya.

    Kedua: Dari sisi yang mengobati, harus memiliki kekuatan dalam memberi bimbingan/arahan dan kekuatan hati dengan takwa dan tawakkal.

    Al-Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu berkata: “Ada hal yang semestinya dipahami, yakni zikir, ayat, dan doa-doa yang dibacakan sebagai obat dan yang dibaca ketika meruqyah, memang merupakan obat yang bermanfaat. Namun dibutuhkan respon pada tempat, kuatnya semangat dan pengaruh orang yang meruqyah. Bila obat itu tidak memberi pengaruh, hal itu dikarenakan lemahnya pengaruh peruqyah, tidak adanya respon pada tempat terhadap orang yang diruqyah, atau adanya penghalang yang kuat yang mencegah khasiat obat tersebut, sebagaimana hal itu terdapat pada obat dan penyakit hissi.

    Tidak adanya pengaruh obat itu bisa jadi karena tidak adanya penerimaan thabi’ah terhadap obat tersebut. Terkadang pula karena adanya penghalang yang kuat yang mencegah bekerjanya obat tersebut. Karena bila thabi’ah mengambil obat dengan penerimaan yang sempurna, niscaya manfaat yang diperoleh tubuh dari obat itu sesuai dengan penerimaan tersebut.

    Demikian pula hati. Bila hati mengambil ruqyah dan doa-doa perlindungan dengan penerimaan yang sempurna, bersamaan dengan orang yang meruqyah memiliki semangat yang berpengaruh, niscaya ruqyah tersebut lebih berpengaruh dalam menghilangkan penyakit.” (Ad-Da`u wad Dawa`, hal. 8)

    Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu menyatakan, terkadang sebagian orang yang menggunakan thibbun nabawi tidak mendapatkan kesembuhan. Yang demikian itu karena adanya penghalang pada diri orang yang menggunakan pengobatan tersebut. Penghalang itu berupa lemahnya keyakinan akan kesembuhan yang diperoleh dengan obat tersebut, dan lemahnya penerimaan terhadap obat tersebut.

    Contoh yang paling tampak/ jelas dalam hal ini adalah Al-Qur`an, yang merupakan obat penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada. Meskipun demikian, ternyata sebagian manusia tidak mendapatkan kesembuhan atas penyakit yang ada dalam dadanya. (Hal ini tentunya terjadi, -pent.) karena kurangnya keyakinan dan penerimaannya. Bahkan bagi orang munafik, tidak menambah kecuali kotoran di atas kotoran yang telah ada pada dirinya, dan menambah sakit di atas sakit yang ada.

    Dengan demikian thibbun nabawi tidak cocok/ pantas kecuali bagi tubuh-tubuh yang baik, sebagaimana kesembuhan dengan Al-Qur`an tidak cocok kecuali bagi hati-hati yang baik. (Fathul Bari, 10/210)

    Tentunya perlu diketahui bahwa kesembuhan itu merupakan perkara yang ditakdirkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia Yang Maha Kuasa sebagai Dzat yang memberikan kesembuhan terkadang menunda pemberian kesembuhan tersebut, walaupun si hamba telah menempuh sebab-sebab kesembuhan. Dia menundanya hingga waktu yang ditetapkan hilangnya penyakit tersebut dengan hikmah-Nya.

    Yang jelas kesembuhan dapat diperoleh dengan obat-obatan jika dikonsumsi secara tepat, sebagaimana rasa lapar dapat hilang dengan makan dan rasa haus dapat hilang dengan minum. Jadi secara umum obat itu akan bermanfaat. Namun terkadang kemanfaatan itu luput diperoleh karena adanya penghalang. (Fathul Bari, 10/210)

    Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

    —————————————————————
    METODE PENGOBATAN NABAWI – PENYEMBUHAN ISLAMI YANG DIAJARKAN NABI – THIBBUN NABAWI – MENGOBATI PENYAKIT DENGAN CARA YANG DIAJARKAN NABI MUHAMMAD SAW
    —————————————————————

    CATATAN KAKI:

    1Rahthun adalah kelompok yang terdiri dari 3 sampai 10 orang
    2 Qathi’, kata ahli bahasa, umumnya digunakan untuk jumlah antara 10 sampai 40. Ada pula yang berpendapat 15 sampai 25. Namun yang dimaukan dalam hadits ini adalah 30 ekor kambing sebagaimana ditunjukkan dalam riwayat Al-A‘masy. (Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim 14/409, Fathul Bari 4/576)
    3 Ibnu Abi Hamzah berkata: “Saat meniup disertai meludah kecil dalam meruqyah adalah setelah qira`ah, agar diperoleh barakah qira`ah pada anggota badan yang diusapkan ludah di atasnya.” (Fathul Bari, 4/576)
    4 Tentang mengambil upah dalam ruqyah, bisa dilihat lebih lanjut pembahasannya dalam rubrik Kajian Utama.
    5 Namun bukan berarti di sini kita mengharamkan pengobatan kimiawi, selama hal tersebut dibolehkan dan jelas kehalalannya.
    6 Dalam lafadz lain, disebutkan orang itu berkata: إِنَّ أَخِي اِسْتَطْلَقَ بَطْنُهُ
    Makna (اِسْتَطْلَقَ بَطْنُهُ) adalah banyak yang keluar dari isi perutnya yakni mencret/ diare. (Fathul Bari, 10/208)
    7 Sebagaimana dalam riwayat Muslim, orang itu berkata:
    إِنِِّي سَقَيْتُهُ فَلَمْ يَزْدَدْ إِلاَّ اسْتِطْلاَقًا
    “Aku telah meminumkannya madu namun tidak menambah bagi dia kecuali mencret.”
    8 Maknanya, perutnya tidak pantas untuk menerima obat bahkan menolaknya. Di sini juga ada isyarat bahwa madu itu adalah obat yang bermanfaat. Adapun jika penyakit tetap ada dan tidak hilang setelah minum madu, bukan karena jeleknya madu, namun karena banyaknya unsur yang rusak dalam tubuh. Oleh karena itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruhnya untuk mengulang minum madu. (Fathul Bari, 10/209, 210)
    9 Kencing unta bermanfaat khususnya untuk penyakit gangguan perut/pencernaan, sebagaimana ditunjukkan dalam riwayat Ibnul Mundzir dari Ibnu ‘Abbas secara marfu’. (Fathul Bari, 10/177)
    10 Dengan cara mengeluarkan darah kotor (darah penyakit) pada bagian tubuh tertentu.
    11 Kay adalah pengobatan dengan cara menempelkan sambil menekan (mencobloskan) besi panas yang membara pada bagian tubuh yang sakit.
    12 Dan kebolehan di sini adalah bagi orang yang tidak meminta agar dirinya diruqyah, juga karena hukum permasalahan ini ada pembahasan sendiri.
    13 Dalam hadits yang menyebutkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan orang yang sakit perut untuk minum madu. Pada awalnya, madu yang diminumnya tidak menghentikan penyakit yang diderita karena obat harus memiliki kadar yang seimbang dengan penyakit. Bila obatnya kurang maka tidak menghilangkan penyakit secara keseluruhan, namun bila dosisnya berlebih malah melemahkan kekuatan dan menimbulkan kemudharatan lainnya. (Fathul Bari, 10/210)

    Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
    dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

    —————————————————————
    METODE PENGOBATAN NABAWI – PENYEMBUHAN ISLAMI YANG DIAJARKAN NABI – THIBBUN NABAWI – MENGOBATI PENYAKIT DENGAN CARA YANG DIAJARKAN NABI MUHAMMAD SAW

  6. Wanita dilarang memakai parfum saat bertemu para pria yg bukan keluarga dekatnya(muhrim/mahromnya). “Siapa pun wanita yang mengenakan wewangian, lalu melewati segolongan orang agar mereka mencium baunya, maka ia adalah wanita pezina” (H.R Abu Daud, Nasa’i dan Tirmidzi, dan hadits ini Hasan)

    Dimanakah ALLAH? di dlm hati? di setiap tempat? dimana-mana? di langit? di bumi? tidak bertempat? ataukah tidak menempati ruang dan waktu? JAWABAN YANG BENAR ADALAH ALLAH BERADA DI ATAS LANGIT (berdasar Al Quran dan hadits-hadits shahih)

    Pria tidak boleh berjabat tangan dengan wanita yang bukan muhrimnya/mahromnya. Nabi Muhammad SAW berkata: “Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.” [HR Malik 2/982, Nasa'i 7/149, Tirmidzi 1597, Ibnu Majah 2874, ahmad 6/357, dll]

    Jabat tangan dgn wanita di zaman ini sudah menjadi sesuatu yang lumrah, pdhl Nabi sangat mengancam keras pelakunya. Nabi berkata: “Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu’jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283 lihat Ash Shohihah 1/447/226)

    Syiah adalah aliran sesat dan menyimpang dari ajaran islam. Mayoritas rakyat Iran, termasuk Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad adalah orang sesat. Situs2 yg menjelaskan tentang kesesatan syiah: http://www.hakekat.com , http://www.haulasyiah.wordpress.com , http://www.gensyiah.com , http://www.syiahindonesia.com

    Sesungguhnya salafi dan wahabi bukanlah aliran sesat, juga bukan teroris. Bahkan salafi adalah golongan yang paling konsisten dengan ajaran islam dibanding kelompok2 lain. Situs2 yg beraliran salafi: http://www.muslim.or.id , http://www.almanhaj.or.id , http://www.alsofwah.or.id , http://www.muslimah.or.id , http://www.jilbab.or.id , http://www.salafy.or.id , dll

    janganlah salah seorang di antara kamu mengharapkan kematian karena (tidak tahan dengan) musibah yang menimpanya, dan apabila dia memang harus mengharapkan, sebaiknya dia berkata: Ya Allah! Hidupkanlah aku selama kehidupan itu yang terbaik bagiku, dan matikanlah aku jika kematian itu yang terbaik bagiku. (Shahih Muslim No.4840)

    Janganlah kamu saling membenci, saling mendengki dan saling bermusuhan, tetapi jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal seorang muslim mendiamkan (tidak menyapa) saudaranya lebih dari tiga hari. (Shahih Muslim No.4641)

    Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. (Shahih Muslim No.4646)

    Tidak ada seorang muslim pun yang tertimpa suatu penyakit dan lainnya kecuali Allah akan menghapus dengan penyakit tersebut kesalahan-kesalahannya seperti sebatang pohon yang merontokkan daunnya. (Shahih Muslim No.4663)

    Tidak ada seorang muslim pun yang tertusuk duri atau tertimpa bencana yang lebih besar dari itu kecuali akan tercatat baginya dengan bencana itu satu peningkatan derajat serta akan dihapuskan dari dirinya satu dosa kesalahan. (Shahih Muslim No.4664)

    Tidak ada satu kepedihan pun atau keletihan atau penyakit atau kesedihan yang menimpa seorang muslim kecuali akan dihapuskan dengan penderitaannya itu sebagian dari dosa kesalahannya. (Shahih Muslim No.4670)

    Janganlah kamu sekalian terlalu bersedih dan tetaplah berbuat kebaikan karena dalam setiap musibah yang menimpa seorang muslim terdapat penghapusan dosa bahkan dalam bencana kecil yang menimpanya atau karena sebuah duri yang menusuknya. (Shahih Muslim No.4671)

    Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lainnya, dia tidak boleh menzaliminya dan menghinakannya. Barang siapa yang membantu keperluan saudaranya (sesama muslim), maka Allah akan memenuhi keperluannya. Barang siapa yang melapangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan untuknya satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan hari kiamat nanti. Dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.4677)

    hendaklah seseorang itu menolong saudaranya yang lain baik yang zalim maupun yang dizalimi. Kalau terhadap yang zalim hendaklah dicegah perbuatan zalimnya karena begitulah cara memberikan pertolongan kepadanya, dan terhadap yang dizalimi maka hendaklah ia membelanya. (Shahih Muslim No.4681)

    Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayangi dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam. (Shahih Muslim No.4685)

    Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut yang menyukai kelembutan. Allah akan memberikan kepada orang yang bersikap lembut sesuatu yang tidak diberikan kepada orang yang bersikap keras dan kepada yang lainnya. (Shahih Muslim No.4697)

    Ya Allah! Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa, maka siapa saja dari kaum muslimin yang aku caci atau aku laknat atau aku pukul, maka jadikanlah itu sebagai zakat dan rahmat baginya. (Shahih Muslim No.4706)

    Bukanlah termasuk pendusta orang yang berdusta untuk mendamaikan antara manusia. Dia berkata yang baik dan menyampaikan yang baik pula. (Shahih Muslim No.4717)

    Rasulullah SAW melarang mengapur kuburan, duduk-duduk di atas kuburan dan membina kuburan (membangun dengan bata atau dengan ubin, dll) tapi (hendaknya kuburan itu) berupa unggukan tanah saja setinggi satu jengkal. (HR. Muslim)

    Barangsiapa mencari mati syahid dengan sungguh-sungguh maka akan Aku berikan kepadanya (pahala mati syahid) meskipun dia mati di atas tempat tidurnya. (HR. Muslim)

    “Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul.” (HR. Ath-Thabrani)

    dunia di awali dengan kesulitan dan di akhiri dengan kebinasaan, yang Halal akan di hisab dan yang Haram akan berujung siksa, yang kaya iman nya akan menghadapi ujian dan fitnah, dan yang miskin iman akan dalam kesusahan …….

    Anonymous

    Apa kabar cinta?….Masihkah tetap untuk-NYA? Apa kabar rindu?…..Masihkah tetap untuk surgaNYA? Apa kabar hati?…Masihkah sesejuk dan sebening embun pagi….?

    unknown

    aku ingin mencintaimu dengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada (SAPARDI DJOKO DAMONO)

    “Lihatlah orang yang hidupnya lebih susah darimu dan jangan melihat orang yang hidupnya lebih enak darimu, karena hal itu lebih patut agar engkau sekalian tidak menganggap rendah nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu.” (Muttafaq Alaihi)

    Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan bertanya kepadanya tentang sesuatu (lalu mempercayainya) maka shalatnya selama empat puluh malam tidak akan diterima. (HR. Muslim)

    “Pengobatan dgn ruqyah Al-Qur`an mrupakan Sunnah Nabi &para sahabatnya. Mreka dahulu mngobati org yg kesurupan jin, terkena sihir &sluruh penyakit dgn ruqyah. Mreka meyakini bhwa ruqyah trmasuk sarana yang halal&bermanfaat, smentara yg mnyembuhkan hanyalah Allah saja.” (Al-Muntaqa min Fatawa Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan, juz 1, jawaban soal no. 77)

    “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengambil gambar (makhluk hidup) dan memasukkannya ke dalam rumah dan melarang untuk membuat yang seperti itu.” (HR. At-Tirmidzi no. 1749, kitab Al-Libas ‘An Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bab Ma Ja`a fish Shurah. Dihasankan Asy-Syaikh Muqbil dalam Hukmu Tashwir, hal. 17)

    “Semua tukang gambar (makhluk bernyawa) itu di neraka. Allah memberi jiwa/ruh kepada setiap gambar (makhluk hidup) yang pernah ia gambar (ketika di dunia), maka gambar-gambar tersebut akan menyiksanya di neraka Jahannam.”
    Jika kamu memang terpaksa bekerja sebagai tukang gambar, maka buatlah gambar pohon dan benda-benda yang tidak memiliki jiwa/ruh.” (HR. Muslim no. 5506, kitab Al-Libas waz Zinah, bab Tahrimu Tashwiri Shuratil Hayawan …)

    “Malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar-gambar (binatang/manusia).” (Hadits riwayat Bukhari)

    Telah shahih riwayat dari Amirul Mukminin Umar bin Abdul ‘Aziz rahimahullahu bahwa beliau menulis surat kepada para gubernurnya ketika terjadi gempa di zamannya. Beliau menyuruh mereka untuk memerintahkan kaum muslimin supaya bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, merendahkan diri di hadapan-Nya, dan beristighfar dari dosa-dosa. (lihat Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Ibnu Baz, 2/126-129)

    “Pudarnya Islam adalah karena ulah empat tipe manusia. Pertama: orang yang tidak mengamalkan ilmu mereka. Kedua: orang yang beramal tanpa landasan ilmu. Ketiga: orang yang tidak beramal dan tidak berilmu. Dan keempat: orang yang menghalangi manusia mencari ilmu.” (Muhammad bin al-Fadhl)

    sesungguhnya acara2 buatan org kafir sperti pertandingan2 olah raga, kontes2 musik/kecantikan, dan berbagai hura2 tlah menyibukkan hati&otak umat islam shg tidak sempat lg memikirkan nasib saudara2nya yg ditindas&dibantai musuh di berbagai belahan bumi sperti Checnya, Kasymir, Pattani, Mindanao, Ethiopia, Palestina, Afganistan, Turkistan, dll

    menegakkan hukum islam adalah wajib bagi pemerintah negeri ini, maka stiap partai atau anggota DPR yg menghalangi penegakan syariat islam di Indonesia brarti dia tlah berdiri di barisan balatentara iblis&setan yg brusaha mjauhkan umat islam dr agamanya. “Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir” (Al Maidah ayat 44)

    “Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagiamana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu, dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu, sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga)”. (Abu Hazim Salamah bin Dinar)

    hadits2 yg populer tapi ternyata dhaif(lemah) atau maudhu(palsu): Tuntutlah ilmu walaupun ke negeri cina, Cinta tanah air adalah sebagian dari iman, Perbedaan di kalangan umat islam adalah rahmat, Barangsiapa yang mengenal dirinya maka dia telah mengenal Rabb-nya, Hadits larangan tidur setelah sholat asar,

    jangan kamu membiarkan patung kecuali kamu hancurkan dan jangan kamu membiarkan kuburan yang menonjol lebih tinggi kecuali kamu ratakan’ (hadits riwayat Muslim)

    Merayakan maulud nabi adalah perbuatan bid’ah(sesat), karena perayaan tersebut tidak ada dasarnya dalam Kitab dan Sunnah, juga dalam perbuatan Salaf Shalih dan pada generasi-generasi pilihan terdahulu. Perayaan maulid Nabi baru terjadi setelah abad ke empat Hijriyah. (fatwa Syaikh Dr Salih bin Fauzan)

    aqidah asyairiyah (yg dianut organisasi NU) mengandung berbagai penyimpangan dari ajaran islam. Aqidah asyairiyah dianggap sesat oleh para ulama arab saudi dan seluruh ulama yg beraliran salafi/wahabi di dunia ini.

    sebagian dari ajaran sufi&tasawuf adalah sesat, kesesatannya berbeda2 tergantung sufi/tasawuf yg model apa, ada yg kesesatannya ringan dan ada yg sangat berat, silahkan baca kitab TALBIS IBLIS karya Ibnul jauzi yg mengritik sufi, juga buku DARAH HITAM TASAWUF karya ihsan ilahi zhahir, juga buku2 karya HARTONO AHMAD JAIZ yg mengritik sufi

    bagi anda semua yang ingin bertanya masalah2 agama,cinta,cara mengatasi gangguan sihir/jin secara islami,semua problem kehidupan, silahkan add facebook teman saya ini dan silahkan mengajukan pertanyaan2 anda kepadanya: ini alamat facebook/emailnya: abuhaidar.riyanto@gmail.com (namanya bapak Abu Abdullah, umur 26 tahun)

  7. Assalamualaikum..
    Beberapa bulan yang lalu Q sempet dibawa berobat, untuk menghilangkan gangguan Jin yang dikirim oleh seseorang yang katanya suka & cinta m’Q….singkat cerita… dalam pengobatan tersebut Q diberitahu bahwa dalam diri Q bersemayam tiga Jin yang intinya untuk merusak aura pada diri Q agar tidak ada satupun lelaki yang terpikat pada Q… dalam masa terapi tersebut Q banyak melakukan puasa, mandi kembang dan ritual-ritual lainya, dan padaakhirnya….yang mengobati Q jatuh cinta sama Q, dan entah sadar atau tidak pada saat itu Q terima cintanya, dan ketika itu pula Q bertemu dengan yang lainnya dan berkata bahwa Q bukannya di-obati sama tapi malah dibuat semakin parah sama yang mengobati Q pertama kali itu ( yang ( yg mengobati adalah orang yg memngirimkan Jin tsb)
    Alhamdulillah saat ini Q sudah sehat lahir bhatian ( semoga) dan Insya Allah akan segera menikah…
    yg Q tanyakan benarkah semua kejadian yg Q alami ini, dan masikah ada yang bersemayam dalam diri ini,
    terima kasih.
    Wassalam

  8. METODE PENGOBATAN NABI, PENGOBATAN ISLAMI, PENGOBATAN ALTERNATIF

    Dari berbagai hadits dan ayat-ayat Al Quran bisa digali berbagai jenis pengobatan yang diajarkan nabi:

    1. Bekam/hijamah
    2. Madu
    3. Susu onta
    4. Air Kencing Onta
    5. Habbatussauda (jintan hitam/nigela sativa)
    6. Ruqyah
    7. Perbanyak puasa
    8. Air zam-zam
    9. Kurma ajwah (kurma madinah)
    10. Perbanyak dzikir
    11. Baca Al Quran
    12. perbanyak sedekah

    silahkan baca buku karya ibnu Qoyyim yang berjudul Metode Pengobatan Nabi, juga buku-buku lain yang sejenis,

    ==============================================

    Contoh-contoh aplikasinya:

    PENGOBATAN BAGI HIPERTENSI:

    1. Di bekam minimal 4 hari sekali,
    2. Minum madu yang asli, kalau bisa 100 ml perhari
    3. Mengonsumsi habbatussauda, kalau bisa 50-100 gram perhari
    4. Diruqyah tiap hari
    5. minum air zam-zam
    6. Minum susu onta, kalau tidak ada diganti susu kambing
    7. Makan kurma 7 butir tiap pagi, perbanyak makan kurma di waktu lain
    8. Perbanyak puasa sunnah, misalnya puasa dawud, tapi jangan puasa sunnah pada hari sabtu
    9. Obat-obat dari dokter tetap diminum
    10. Gunakan juga obat-obat herbal yang sesuai
    11. Perbanyak doa minta kesembuhan dan kesehatan

    ==============================================

    PENGOBATAN BAGI DIABETUS (sakit gula):

    1. Di bekam minimal 4 hari sekali,
    2. Minum madu yang asli, kalau bisa 100 ml perhari
    3. Mengonsumsi habbatussauda, kalau bisa 50-100 gram perhari
    4. Diruqyah tiap hari
    5. minum air zam-zam
    6. Minum susu onta, kalau tidak ada diganti susu kambing
    7. Makan kurma 7 butir tiap pagi, perbanyak makan kurma di waktu lain
    8. Perbanyak puasa sunnah, misalnya puasa dawud, tapi jangan puasa sunnah pada hari sabtu
    9. Obat-obat dari dokter tetap diminum
    10. Gunakan juga obat-obat herbal yang sesuai
    11. Perbanyak doa minta kesembuhan dan kesehatan

    ==================================================

    PENGOBATAN BAGI KANKER/TUMOR:

    1. Di bekam minimal 4 hari sekali,
    2. Minum madu yang asli, kalau bisa 100 ml perhari
    3. Mengonsumsi habbatussauda, kalau bisa 50-100 gram perhari
    4. Diruqyah tiap hari
    5. minum air zam-zam
    6. Minum susu onta, kalau tidak ada diganti susu kambing
    7. Makan kurma 7 butir tiap pagi, perbanyak makan kurma di waktu lain
    8. Perbanyak puasa sunnah, misalnya puasa dawud, tapi jangan puasa sunnah pada hari sabtu
    9. Obat-obat dari dokter tetap diminum
    10. Gunakan juga obat-obat herbal yang sesuai
    11. Perbanyak doa minta kesembuhan dan kesehatan

    ========================================================

    PENGOBATAN BAGI PENYAKIT JIWA, STRESS, GILA, DLL:

    1. Di bekam minimal 4 hari sekali,
    2. Minum madu yang asli, kalau bisa 100 ml perhari
    3. Mengonsumsi habbatussauda, kalau bisa 50-100 gram perhari
    4. Diruqyah tiap hari
    5. minum air zam-zam
    6. Minum susu onta, kalau tidak ada diganti susu kambing
    7. Makan kurma 7 butir tiap pagi, perbanyak makan kurma di waktu lain
    8. Perbanyak puasa sunnah, misalnya puasa dawud, tapi jangan puasa sunnah pada hari sabtu
    9. Obat-obat dari dokter tetap diminum
    10. Gunakan juga obat-obat herbal yang sesuai
    11. Perbanyak doa minta kesembuhan dan kesehatan

    ====================================================

    PENGOBATAN BAGI PENYAKIT ALERGI:

    1. Di bekam minimal 4 hari sekali,
    2. Minum madu yang asli, kalau bisa 100 ml perhari
    3. Mengonsumsi habbatussauda, kalau bisa 50-100 gram perhari
    4. Diruqyah tiap hari
    5. minum air zam-zam
    6. Minum susu onta, kalau tidak ada diganti susu kambing
    7. Makan kurma 7 butir tiap pagi, perbanyak makan kurma di waktu lain
    8. Perbanyak puasa sunnah, misalnya puasa dawud, tapi jangan puasa sunnah pada hari sabtu
    9. Obat-obat dari dokter tetap diminum
    10. Gunakan juga obat-obat herbal yang sesuai
    11. Perbanyak doa minta kesembuhan dan kesehatan

    ===========================================================

    PENGOBATAN BAGI YANG TERKENA SIHIR/SANTET/GUNA-GUNA:

    1. Diruqyah secara islami, jgn ruqyah yg sesat
    2. Minum madu yang asli, kalau bisa 100 ml perhari
    3. Mengonsumsi habbatussauda, kalau bisa 50-100 gram perhari
    4. Dibekam minimal 1 minggu sekali
    5. minum air zam-zam
    6. Minum susu onta, kalau tidak ada diganti susu kambing
    7. Makan kurma 7 butir tiap pagi, perbanyak makan kurma di waktu lain
    8. Perbanyak puasa sunnah, misalnya puasa dawud, tapi jangan puasa sunnah pada hari sabtu
    9. Obat-obat dari dokter tetap diminum
    10. Gunakan juga obat-obat herbal yang sesuai
    11. Perbanyak doa minta kesembuhan dan kesehatan

    ================================

    dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, (SURAT ASY SYU’ARAA’ ayat 80)

  9. Berilmulah, wahai saudaraku ! Dan jadikanlah tujuan kalian dalam menuntut ilmu, mencari keridhaan Alloh semata. Janganlah engkau jadikan tujuan menuntut ilmu dalam rangka membantah ulama, menonjolkan diri dalam majelis, bersaing dan pamer kepada khalayak ramai. Rasulullah Shalallohu ‘alaihi wa salam bersabda.

    “Barang siapa menuntut ilmu untuk membodohi orang, atau menantang para ulama, atau mencari perhatian manusia, maka dia masuk neraka” [Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Muqaddimah 253, dan dishahihkan Al–Albani lihat Al–Misykat 225–226 ; bersumber dari sahabat Ibnu Umar Rhadiyallahu ‘anhu]

    Hadits ini merupakan peringatan keras bagi orang yang tidak ikhlas dalam menuntut ilmu, serta tujuannya dalam menuntut ilmu tidak dalam rangka mencari keridhoan Alloh Jalla Jalaluhu.

    Sebagaimana yang telah saya sampaikan sebelumnya, bahwa syetan selalu mengintai dan membisikkan kepadamu untuk tidak berbuat ikhlas kepada Alloh Jalla Jalaluhu, maka janganlah engkau menggubrisnya dan upayakanlah dirimu untuk senantiasa ikhlas dalam segala hal, utamanya menuntut ilmu, oleh karena itu teruslah menuntut ilmu !.

    Berkata Sufyan Ats–Tsauri : “Dulu kami menuntut ilmu untuk selain Alloh tetapi ilmu itu enggan kecuali hanya untuk Alloh Jalla Jalaluhu.” Maknanya, jiwa itu selalu memiliki tuntutan serta keinginan, terlebih lagi ketika menginjak usia muda dan memasuki usia remaja, jiwa ini memiliki keinginan dan dorongan yang sangat kuat untuk melakukan berbagai macam perkara sesuai dengan kadar kejahilannya, atau ilmu yang dimiliki serta keikhlasan kepada Rabbnya serta keikhlasan kepada Rabbnya serta rasa ittiba’nya kepada Rasulullah Shalallohu ‘alaihi wa salam.

    [Disalin dari Majalah Al-Furqon Edisi 8 Tahun V/Rabi’ul Awwal 1427H/April 2006. Dengan Judul Nasehat Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari Hafizhahullah. Penerbit Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon, Alamat Maktabah Ma’had Al-Furqon, Srowo Sidayu Gresik Jatim 61153, Judul artikel oleh Redaksi Almanhaj]

    Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/1869/slash/0

  10. Butuhnya Manusia akan ilmu

    Penulis: Ustadz Abdul Aziz

    Sebagaimana halnya makanan, yang dipergunakan manusia untuk kelangsungan hidup. Karena seandainya keimanan tidak dipupuk dengan ilmu, maka ibarat tanaman menjadi layu bahkan hancur.

    Sehingga tidaklah terwujud keberadaan iman seorang kecuali dengan ilmu. Al Imam Ahmad menyatakan : “Manusia sangat membutuhkan ilmu dari sekedar menyantap makanan dan minuman; karena makanan dan minuman dibutuhkan oleh manusia sekali atau dua kali dalam sehari.

    Sedangkan ilmu ilmu dibutuhkan setiap saat.” (Thobaqot Al Hanabilah 1/147)

    Bahkan seluruh makhluk Allah sangat butuh kepada ilmu. Karena tidak akan tegak urusan makhluk kecuali dengan ilmu.

    Langit-langit dan bumi bisa berdiri kokoh adalah dengan ilmu, begitu pula diturunkannya para rasul dan kitab-kitab-Nya juga dengan ilmu. Serta tidak akan diketahui perkara halal-haram kecuali dengan ilmu.

    Oleh karena itu, kewajiban seseorang dalam menuntut ilmu syar’i berlangsung hingga menjelang wafat.

    Sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam senantiasa menyampaikan dakwah dan nasehat hingga menjelang wafat beliau.

    Diriwayatkan oleh Al Hakim di dalam Mustadraknya dan dia berkata : -di atas syarat dua syaikh- dari hadits Anas radliyallahu’anhu dari Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda : “Dua keinginan yang tidak pernah merasa puas darinya : “Keinginan terhadap ilmu dan tidak pernah merasa puas darinya, dan keinginan terhadap dunia dan tidak pernah merasa puas darinya.”

    Nabi menjadikan keinginan terhadap ilmu dan tidak pernah merasa puas darinya sebagai komitmen iman dan sifat-sifat kaum mukminin. Oleh karena itu para imam kaum muslimin apabila dikatakan kepada mereka : “Sampai kapan engkau menuntut ilmu?” maka dia mengatakan : “sampai wafat!”

    Nu’aim bin Hammad berkata : “Aku mendengar Abdullah ibnul Mubarak radliyallahu’anhu berkata – sekelompok kaum mencelanya karena beliau sering menuntut ilmu hadits.

    Maka mereka mengatakan ; “sampai kapan engkau mendegarkan (hadits)? Beliau menjawab : “sampai mati!”

    Al Hasan bin Manshur Al Jashshosh berkata : “Aku mengatakan kepada Ahmad bin Hambal radliyallahu’anhu : “Sampai kapan engkau akan menulis hadits?” maka beliau mejawab : “Hingga wafat!”

    Abdullah bin Muhammad Al Baghawi berkata : “Aku mendengar Ahmad bin Hambal berkata : “Sesungguhnya aku menuntut ilmu sampai masuk ke liang kubur.”

    Muhammad bin Isma’il As Shooigh berkata : “Aku tinggal bersama ayahku di Baghdad, kemudian lewat di hadapan kami Ahmad bin Hambal dalam keadaan memegang sandal. Lantas ayahku menarik bajunya, dan berkata : “Wahai Abu Abdillah (panggilan Ahmad bin Hambal), apakah engkau tidak malu! sampai kapan engkau menuntut ilmu? Beliau menjawab : “sampai mati!”

    Demikianlah beberapa perkataan para ulama yang menerangkan begitu semangatnya mereka dalam menuntut ilmu. Sehingga mereka mencurahkan waktu dan tenaga untuk meraih lezatnya ilmu.

    Sesungguhnya bagi siapa saja yang memahami hikmah dibalik perintah menuntut ilmu tersebut niscaya dia tidak akan pernah menyia-nyiakan waktunya sedikitpun dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Dia akan merasa rugi tatkala luput dari manisnya ilmu.

    Dia akan memanfaatkan masa sehatnya untuk banyak menimba ilmu sebelum tiba masa sakit. Serta dia akan mengisi waktu hidupnya dengan hal-hal yang mengundang keridhoan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebelum ajal tiba.

    Begitulah seharusnya cerminan seorang mukmin yang mengharapkan perjumpaan Rabbnya.

    Seiring dengan itu, syetan juga tak pernah menyerah untuk menjerumuskan manusia ke lembah kebodohan. Sehingga dengan kebodohan seseorang terhadap ilmu mengakibatkan lemahnya keimanan dan minimnya ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    Sesungguhnya orang yang bodoh tidak mengetahui hakekat iman dan taqwa. Dan tidak mengetahui pula jalan untuk menuju keselamatan berdasarkan ilmu dan keyakinan yang mantap.

    Tentu saja hal ini semakin membuka peluang bagi syetan untuk menggiring orang tersebut kepada kemaksiatan dan kesesatan. Tatkala kebodohan telah merajalela, maka akan meningkat pula kemaksiatan, kriminalitas, cinta kepada dunia yang berlebihan dan takut apabila kematian menjemputnya, dan sebagainya.

    Semua Ini merupakan diantara sebab lemahnya kaum muslimin, sehingga Allah menimpakan kehinaan kepada mereka. Rasa gentar yang menghunjam pada jiwa-jiwa musuh-musuh Islam hilang seiring dengan dicabutnya kewibawaan kaum muslimin.

    Sehingga musuh-musuh kaum Muslimin tidak segan-segan untuk mengintimidasi dan memberangus persatuan kaum muslimin.

    Sementara mayoritas manusia terlena dengan kehidupan dunia yang fana ini dan melupakan akherat yang kekal abadi.

    Oleh karena itu diantara sifat-sifat penuntut ilmu yang diajarkan oleh rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam adalah ihklas dalam menuntut ilmu. Sebab dengan keikhlasan ini akan menghantarkan seseorang kepada tingkatan hamba yang sangat butuh kepada ilmu dan membentenginya dari riya’ (ingin dipuji oleh orang lain) dan sebagainya.

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang mempelajari ilmu dari apa-apa yang dia cari dengannya wajah Allah Azza wa Jalla. Tidaklah dia belajar kecuali untuk memperoleh bagian dari dunia, maka dia tidak akan mencium wangi syurga pada hari kiamat.” (HR Ibnu Majah, Al Muqadimah 1/252 dan Ahmad, Al Musnad 2/338)

    Dalam berhias dengan keikhlasan ini juga harus dibimbing dengan ilmu dan tidak cukup dengan modal semangat semata. Sebab berapa banyak orang yang pada awalnya ikhlas dalam melaksanakan amalan, namun tatkala berada di tengah perjalanan mengalami penurunan secara drastis.

    Ini semua tidak lepas daripada peran syetan dalam menggoda bani Adam. Syetan berupaya untuk memberikan rasa was-was di dalam diri manusia sehingga memperngaruhi keikhlasan. Oleh karena itu peran ilmu sangat besar terhadap keikhlasan seseorang.

    Cukuplah bagi seorang muslim akan berita Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa ilmu merupakan sebaik-baik ganjaran dalam berbuat kebaikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa. Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka.

    Demikianlah balasan bagi orang yang berbuat baik, agar Allah akan menutupi (mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan ganjaran yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (Az Zumar 33-35). Dan ini menunjukkan dua ganjaran baik di dunia dan akherat.

    Al Hasan Berkata : “Barangsiapa yang sangat baik peribadatannya kepada Allah pada masa mudanya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menganugerahkan hikmah (Ilmu) kepadanya tatkala beranjak dewasa.”

    Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Dan tatkala dia (Nabi Yusuf) cukup dewasa kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah kami memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al Ilmu Fadluhu wa Syarfuhu 226-227)

    Demikian sifat dan kedudukan ilmu yang sangat mulia sebagai ganjaran yang paling berharga bagi seorang muslim yang ingin menggapainya.

    Oleh karena itu kebutuhan manusia terhadap ilmu merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Jikalau ingin mendapatkan keberuntungan dunia dan akherat maka tempuhlah jalan ilmu syari’at. Sehingga dengan demikian Allah akan mempermudah baginya untuk menuju surga yang diidam-idamkan.

    Kita memohon kepada Allah agar dibukakan pintu hati kita dengan taufik dan hidayah-Nya. Sehingga kita senantiasa butuh kepada ilmu yang bermanfaat. Dan mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa mencurahkan kepada jiwa kita perasaan cukup terhadap nikmat-nikmat yang diberikan-Nya. Amin Yaa Mujibas Saailin.

    Sumber artikel : http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=38

  11. http://ainuamri.blogspot.com/

    Membuka Cakrawala dengan Banyak Membaca

    Membaca adalah kunci ilmu. Dan tidak diragukan lagi bahwa membaca adalah salah satu sebab yang paling penting untuk mendapatkan ilmu. Jikalau seseorang tidak mau membaca maka dia tidak akan dapat belajar dengan baik, dan tidak akan dapat merealisasikan hikmah dari penciptaannya di dunia, yakni agar beribadah kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala, taat kepada-Nya dan memakmurkan bumi.

    Membaca memungkinkan bagi seseorang untuk mengetahui berbagai hal yang ingin diketahuinya dengan tanpa harus melalui orang lain. Dan membaca memberikan banyak sekali manfaat. Secara ringkas dapat disebutkan sebagai berikut:
    · Bahwa membaca -termasuk menulis- merupakan kunci ilmu.
     
    · Membaca merupakan sebab terbesar untuk dapat mengenal Allah Subhannahu wa Ta’ala, beribadah kepada-Nya, taat kepada-Nya dan Rasul-Nya.
     
    · Bahwa membaca merupakan salah satu sebab paling dominan bagi kemakmuran bumi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi.
     
    · Dengan membaca kita dapat mengetahui keadaan umat-umat yang terdahulu dan dapat mengambil manfaat dari mereka.
     
    · Membaca merupakan sebab bagi seseorang untuk memiliki berbagai ketrampilan dan mengetahui berbagai perusahaan dan mesin-mesin yang bermanfaat.
     
    · Dengan membaca orang akan mengetahui hal-hal yang bermafaat dan yang berbahaya di dalam kehidupan ini.
     
    · Membaca merupakan salah satu sebab seseorang memiliki akhlak yang terpuji, sifat-sifat yang tinggi serta perilaku yang lurus.
     
    · Dengan membaca seseorang dapat memperoleh pahala yang besar dan balasan yang banyak, terutama jika yang dibaca adalah Kitabullah atau buku-buku yang bermanfaat yang menunjukkan kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan.
     
    · Membaca merupakan salah satu sebab seseorang memperoleh derajat yang tinggi di dalam kehidupan dunia dan akhirat. Karena membaca merupakan salah satu sebab untuk mendapatkan ilmu. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman,
    “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. 58:11)
     
    · Bahwa membaca merupakan salah satu sebab terbesar untuk mengetahui berbagai tipu daya musuh Islam dan kaum muslimin dari kalangan orang kafir, mulhidin (penyeleweng) dan kelompok-kelompok sesat. Juga tahu bagaimana cara membantah mereka dan agar berhati-hati dari mereka.
     
    · Membaca merupakan salah satu sebab untuk menggapai ketentraman dan ketenangan jiwa serta salah satu sarana untuk mengisi waktu yang terluang dengan hal-hal yang positif.
    Mengapa Harus Membaca?

    Membaca adalah kenikmatan tersendiri dalam jiwa, merupakan hidangan bagi akal, ilmu dan ruh. Dengan membaca seseorang dapat merasa bersatu dengan berbagai zaman dan tempat, seakan-akan dia bersama dengan seluruh ummat manusia di mana pun mereka berada dan ke mana pun mereka pergi. Membaca merupakan mata air yang jernih, karena merupakan pengalaman yang teruji coba, yang mengguyurkan petunjuk dan penjelasan, nasihat, bimbingan dan pengetahuan.

    Membaca adalah wisatanya akal manusia menuju taman-taman kehidupan di masanya, menuju atsar peninggalan orang yang terdahulu dan menuju harapan di masa yang akan datang. Membaca akan mengantarkan kita dari alam yang sempit dan terbatas menuju alam lain yang lebih luas cakrawalanya dan lebih jauh batasnya. Orang yang sedang membaca seakan-akan hidup di seluruh masa, di segenap kerajaan dan negeri, di seluruh kota dan perkampungan. Membaca ibarat sebuah rihlah (perjalanan) di muka bumi menuju berbagai tempat yang beraneka ragam. Seorang penulis terkadang mengajak kita untuk mendaki sebuah gunung, kemudian membawa kita turun ke lembah, lalu mengajak kita berjalan di antara taman-taman nan hijau, kemudian berpindah menuju bebatuan yang bercadas, dan seakan-akan kita bersama dengannya, tidak terpisah walau hanya sebentar. Tempat yang berjauhan tidak memisahkan antara kita dengan sang penulis tersebut. (silakan baca buku tentang pengembaraan Ibnu Bathuthah).

    Dengan membaca anda seakan-akan berada di samping para penulis, para ulama dan pemikir yang anda rasakan keutamaan dan keberadaan mereka. Seorang pembaca buku sedang mengambil sesuatu yang paling baik dan indah yang diberikan oleh sahabatnya. Karena penulis tidak akan menulis di dalam kitabnya kecuali apa-apa yang memberikan faidah, pengalaman, manfaat atau memberikan pengarahan dengan memilih kalimat yang terbaik.

    Membaca menjadikan seseorang tahu tafsir dari firman-firman Allah Subhannahu wa Ta’ala yang merupakan masalah paling penting. Dia dapat menggali perbendaharaannya, ilmu dan hukum-hukumnya, dia akan tahu yang halal dan yang haram, yang muhkam dan mutasyabih, tahu perumpamaan, kabar gembira, peringatan, nasehat dan kisah-kisah yang berguna. Dengan membaca pula seseorang akan tahu sunnah Rasul Shalallaahu alaihi wasalam yang merupakan bagian dari al-Qur’an dan sumber hukum ke dua dalam syari’at Islam. Dia menafsirkan dan menjelaskan al-Qur’an, menjadi dalil dan memberikan pelajaran serta ibrah.

    Dengan membaca anda tahu perjalanan hidup Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dan akhlaq beliau yang merupakan nasehat dan pelajaran bagi kita semua. Pada diri beliau terdapat contoh yang baik bagi kita. Semoga Allah Subhannahu wa Ta’ala melimpahkan shalawat dan salam kepada beliau. Dengan membaca pula anda tahu ilmu-ilmu orang yang terdahulu dan yang akhir, tahu keadaan manusia di masa lampau dan penerusnya. Seorang yang membaca meskipun sedang duduk di dalam rumah atau di perpustakaan, namun akal dan fikirannya sedang berjalan-jalan menuju seluruh penjuru bumi.

    Melalui membaca akan diketahui dan dibedakan antara yang halal dan yang haram, yang wajib, yang mustahab (sunnah), yang makruh dan yang mubah. Dengannya diketahui pula jalan kebaikan dan kebahagiaan, jalan yang buruk dan menuju kecelakaan, bagaimana amalan yang dapat mengantarkan ke surga, mana perbuatan-perbuatan yang dapat menjerumuskan ke neraka dan diketahui pula sifat-sifat surga, sifat-sifat neraka serta para penghuni dari masing-masing keduanya. Dengan membaca anda akan mengetahui adanya ganjaran dan balasan bagi orang yang berbuat taat, serta hukuman dan adzab bagi orang-orang yang bermaksiat.

    Demikian juga untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat serta terlepas dari kecelakaannya maka kita juga harus membaca serta mengamal kan kebaikan yang telah kita ketahui lewat membaca tersebut.

    Demikanlah, dan dikarenakan ilmu adalah lautan luas yang tiada bertepi sedangkan umur manusia adalah sesuatu yang sangat pendek dan singkat maka selayaknya manusia menjaga umurnya dengan banyak membaca buku-buku yang bermanfaat serta mengamalkannya, memulai dari yang terpenting kemudian yang penting, mempelajari kitabullah dan tafsirnya serta mengamalkannya, juga mempelajari dan mengamalkan Sunnah Rasul Shalallaahu alaihi wasalam. Keduanya adalah sumber kebahagiaan dan keselamatan. Beliau telah bersabda, artinya,
    “Sesungguhnya telah aku tinggalkan di tengah-tengah kalian sesuatu yang jika kalian semua bepegang teguh dengannya, maka tidak akan sesat selama-lamanya,(yaitu) Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya.”

    Karakteristik Buku

    Buku adalah sebaik-baik teman dalam kesendirian dan sebaik-baik sahabat di negeri asing. Dia adalah bejana yang penuh dengan ilmu, dan tiada teman yang paling baik melebihi kitab. Tidak ada pula pohon yang umurnya lebih panjang dan buahnya lebih baik serta gampang untuk dipetik dibandingkan buku. Buku adalah sahabat yang tidak pernah menyanjungmu dan tidak pula mencelamu, teman yang tidak membuatmu bosan dan tidak pula menipumu. Jika engkau melihatnya maka ia membuatmu senang, dia pengasah otakmu, meluaskan lisanmu, memberimu penjelasan dengan baik, makanan bagi ruhmu dan terus memberimu informasi. Dia adalah pengajar yang jika engkau merendah maka dia tidak akan merendahkanmu, jika engkau selesai satu madah darinya, maka dia tidak akan putus dalam memberikan kebaikan kepadamu.

    Seandainya buku itu tidak memberikan sesuatu kecuali hanya penjagaan terhadap waktu agar bermanfaat serta menjaga dari hal-hal yang membahayakan, maka bagi para pecinta buku, hal itu sudah merupakan nikmat paling luas dan perolehan paling besar. Buku adalah sahabat yang akan menebas waktu-waktu luangmu, menyelamatkanmu dari kesendirian yang membosankan. Dia mampu bercerita kepadamu tentang kabar suatu negeri, sehingga engkau tahu beritanya, sebagaimana engkau mengetahui kabar negerimu sendiri.
    Membaca buku-buku yang baik akan mendatangkan manfaat baik, sedangkan membaca buku-buku yang sesat akan merugikan kita. Buku-buku yang baik adalah buku-buku yang selaras dengan ajaran Al Quran dan As sunnah. Sedangkan buku-buku yang sesat adalah buku-buku yang mengajarkan bid’ah, kesesatan, penyimpangan, dosa, dan maksiat. Karena itu hati-hatilah memilih buku yang akan dibaca karena betapa banyak buku sesat yang ternyata dihiasi ayat-ayat Al Quran dan hadits-hadits nabi, misalnya buku-buku dari aliran sesat.
    Urutan buku yang layak dibaca:
    Buku-buku tentang aqidah islam yang sesuai dengan manhaj ahlus sunnah wal jamaah (manhaj salaf), misalnya karya ibnu Taimiyah, ibnul qayyim al jauziyah, syaikh Abdullah bin Baz, syaikh Muhammad Nashirudin Al Albani, syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, dll
    Buku-buku tentang fiqh, cara-cara ibadah fardhu (shalat, zakat, puasa, dll), cara-cara ibadah sunnah, dll yang sesuai dengan manhaj ahlus sunnah wal jamaah (manhaj salaf)
    Buku-buku hadits shahih yang sesuai dengan manhaj ahlus sunnah wal jamaah (manhaj salaf), misalnya Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Shahih Sunan Abu Dawud, Shahih Sunan An Nasa’i, dll
    Buku-buku tafsir yang sesuai dengan manhaj ahlus sunnah wal jamaah (manhaj salaf), misalnya Tafsir Ibnu Katsir
    Buku-buku sejarah islam yang sesuai dengan manhaj ahlus sunnah wal jamaah (manhaj salaf), misalnya kitab Al Bidayah Wan Nihayah karya ibnu katsir
    Buku-buku bantahan terhadap perbuatan sesat dan aliran sesat, misalnya Minhajus sunnah karya ibnu taimiyah yang membantah aliran syiah, atau buku-buku karya Hartono Ahmad Jaiz, dll
    Buku-buku lain yang bermanfaat
    Contoh buku sesat yang tidak boleh dibaca: buku-buku karya orang syiah, jaringan islam liberal, tokoh-tokoh bid’ah, aliran sesat, kaum orientalis, dll

    Disadur dari kutaib, “Ahmiyatul Qira’ah wa Fawaiduha,” hal 8-14, Syaikh Abdullah bin Jarullah al-Jarullah. (Abu Ahmad Taqiyudin)
    Sumber: http://www.alsofwah.or.id (buletin an Nur)

  12. http://ainuamri.blogspot.com/

    Memotivasi Diri Untuk Belajar Ilmu Syar’i (ilmu agama)

    Saat ini, orang yang mau belajar dan menekuni ilmu syar’i sudah sangat langka, yang banyak adalah belajar ilmu syar’i sekedarnya. Misalnya sekedar mengikuti mata pelajaran agama di sekolah yang porsinya sangat kurang. Akibatnya, banyak umat Islam yang buta akan ajaran agamanya. Jangankan pengetahuan ilmu syar’i secara umum, hal-hal yang wajib diketahui dalam urusan agama pun banyak yang tidak tahu.

    Yang dimaksud ilmu syar’i (agama) di sini adalah ilmu syar’i yang benar-benar shahih berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan manhaj (pemahaman dan pengamalan) para ulama Salaf.

    Kedua, yang dimaksud ilmu syar’i di sini adalah yang menghantarkan seseorang kepada takwa (Lihat QS. Fathir: 28), sehingga ia selalu menjaga keta’atan kepada Allah, baik ketika sendiri maupun di tengah banyak orang.

    Ketiga, ilmu syar’i yang kita maksud di sini adalah yang mendorong pemiliknya untuk mengamalkannya. Ia tidak sekedar wacana, teori atau sekedar pengetahuan.

    Sebab Kurangnya Motivasi

    Ada banyak sebab sehingga seseorang kurang atau tidak termotivasi belajar ilmu syar’i. Di antara yang terpenting adalah:

    Pertama, Tidak Mengetahui Tingginya Kedudukan Ilmu Syar’i.

    Padahal Nabi Shallallaahu alaihi wasalam menyatakan, artinya: “Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan untuknya, niscaya ia dipahamkan dalam urusan agamanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Bukti Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba adalah dengan menganugerahinya pemahaman ilmu syar’i. Mereka itulah ulama, pewaris para nabi, penjaga syari’ah dan kemurnian agama Allah (Lihat QS. At-Taubah: 122). Ibnu Qayyim Rahimahullaah berkata: “Barangsiapa mencari ilmu untuk menghidupkan Islam, maka ia termasuk orang-orang shiddiqin, yang derajatnya setelah derajat para nabi ‘alaihimus salam.”

    Kedua, Tidak Mengetahui Kewajiban Mencari Ilmu Syar’i.

    Memang, tidak semua ilmu syar’i wajib kita ketahui secara luas dan mendalam. Misalnya harus memahami ilmu tafsir, hadits, aqidah, fiqh, faraidh dsb, sebab yang demikian itu adalah tugas para ulama (Lihat QS. At-Taubah: 122). Tetapi di dalam Islam, ada ilmu yang hukum mempelajarinya adalah fardhu ain (wajib bagi setiap individu muslim). Yaitu ilmu syar’i yang berkaitan dengan ibadah dan muamalah yang dikerjakan seseorang. Seperti syahadat, shalat, puasa, zakat, haji bagi yang mampu, dsb. Artinya, orang yang mengerjakan shalat misalnya, harus terlebih dahulu belajar tentang shalat secara benar sesuai tuntunan RasulAllah . Bila tidak belajar tentang tata cara shalat, maka dia berdosa sebab berakibat pada berbagai kesalahan dalam shalatnya, demikian juga dengan amalan yang lain.

    Ketiga, Terjangkit Penyakit Cinta Dunia dan Takut Mati.

    Kini mayoritas umat Islam memandang sesuatu dengan kaca mata duniawi. Artinya, sejauh mana sesuatu itu bisa mendatangkan manfaat materiil dan bisa menjamin kesejahteraannya di dunia. Karena dalam pandangan mereka ilmu syar’i tidak menjanjikan kekayaan, jabatan dan popularitas maka mereka enggan mempelajarinya. Padahal bila manusia hidup sekedar untuk memenuhi kebutuhan jasmani (materi), maka tidak ada bedanya dengan binatang. (Lihat QS. Muham-mad:12) Pemenuhan kebutuhan jasmani tidak menjamin kebahagiaan dan ketenangan. Kebahagiaan letaknya di hati, sedangkan hati makanannya adalah ilmu syar’i yang mendekatkannya kepada Allah Maha Pemberi, yang memberikan kebahagiaan hakiki, di dunia maupun di akhirat.

    Agar TermotivasiI Belajar Ilmu Syar’i

    1. Ikhlas Karena Allah.
    Sarana terbesar untuk memotivasi seseorang belajar ilmu syar’i adalah niat yang ikhlas dan jujur kepada Allah. Orang yang belajar karena Allah semata, akan mendapatkan pertolongan Allah, sehingga semangatnya terus berkobar. Imam Ibnu Jamaah rahima-hullah menegaskan tentang ikhlas: “Hendaknya dalam belajar ia memaksudkan hanya untuk mengharapkan ridha Allah, mengamalkannya, menghidupkan syari’ah-Nya, menerangi hatinya, menghiasi batinnya dan untuk mendapatkan janji Allah bagi para ahli ilmu. Sebaliknya, tidak untuk mendapatkan hal-hal duniawi, seperti kepemimpinan, jabatan, harta, dan pujian manusia !
    Jika seseorang merasa kurang ikhlas, maka jangan lantas berhenti menuntut ilmu, tetapi wajib memaksa dirinya untuk ikhlas karena Allah, berusaha terus memperbaiki niat dan membersihkannya. Bila dia benar-benar jujur kepada Allah untuk mencapai keikhlasan, insya Allah ia akan dimudahkan Allah.

    2. Mengenal Perjuangan Ulama Salaf Dalam Menuntut Ilmu.
    Imam Syafi’i rahimahullah pernah ditanya, “Bagaimana hasrat tuan terhadap ilmu?”Beliau manjawab, “Saya seperti mendengar kata-kata yang tidak pernah saya dengar. Saya bahkan ingin agar saya punya banyak pendengaran, supaya bisa menikmati seperti yang dinikmati oleh kedua telinga saya”. “Bagaimana kerakusan anda terhadap ilmu?” Beliau menjawab,“Seperti rakusnya pencari harta yang mencapai puncak kenikmatan karena hartanya.’ ‘Bagaimana tuan mencari ilmu?’ beliau menjawab ‘Seperti seorang ibu yang bingung mencari anaknya, yang semata wayang’. Ibnu Asakir dalam menceritakan Abu Manshur Muhammad bin Husain An-Naisaburi berkata, ‘Beliau terus bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, meski dalam kondisi fakir. Bahkan beliau mengulangi dan menulis pelajarannya di bawah sinar rembulan, karena tidak mampu membeli minyak lampu.’

    Ibnu Katsir berkata, ‘Ilmu tidak bisa diperoleh dengan leha-leha.’ Muhammad bin Thahir Al-Maqdisi berkata, ‘Untuk menuntut ilmu hadits, saya mengalami kencing darah dua kali, pertama di Baghdad dan kedua di Makkah. Hal itu karena saya berjalan dengan kaki telanjang di tengah sengatan terik matahari. Saya tidak pernah naik kendaraan saat mencari hadits kecuali sekali, dan saya selalu membawa kitab-kitab di punggung saya.’ Sementara Imam Baqi bin Mukhallad Al-Andalusi pada tahun 221H berjalan kaki dari Andalus (Spanyol) ke Baghdad untuk menemui dan belajar kepada Imam Ahmad.

    3.Mengetahui Penyesalan Ulama Salaf Atas Hilangnya Kesempatan Menuntut Ilmu.
    Ahmad bin Ibrahim Al-Abbas berkata, ‘Ketika sampai berita wafatnya Imam Muhammad Ar-Razi, saya masuk kamar dan menangis. Keluargaku mengerumuniku dan bertanya, ‘Apa yang menimpamu?’ ‘Imam Muhammad Ar-Razi telah wafat, kalian melarangku ke sana untuk menuntut ilmu,’ jawab-ku. Akhirnya mereka mengizinkanku mencari ilmu kepada Syaikh Hasan bin Sinan.’ Abu Ali Al-Farisi berkata: ‘Terjadi kebakaran besar di Baghdad, semua kitabku terbakar, padahal saya menulisnya dengan kedua tanganku. Selama dua bulan saya tidak kuasa berbicara dengan seorang pun, karena kesedihan dan duka yang dalam, bahkan beberapa saat saya dalam keadaan linglung.’ Imam Syu’bah bin Al-Hajjaj berkata, ‘Saya ingat, saya pernah ketinggalan tidak mendengar satu hadits dari Syaikh saya, sehingga saya sakit (karena sangat menyesal dan sedih akibat ketinggalan tersebut).

    4. Mengetahui Bagaimana Para Ulama Salaf Tidak Tidur Untuk Menuntut Ilmu.
    Dikisahkan, Imam Asad bin Al-Furat melakukan perjalanan ke Iraq un-tuk belajar kepada Syaikh Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani Rahimahullaah. Imam Asad berkata, “Saya orang asing dan bekalku hanya sedikit, bagaimana agar saya bisa belajar lebih dari sekedar mengikuti kajian tuan?” Syaikh Asy-Syaibani menjawab, “Tetaplah ikut kajian pada siang hari, dan saya khususkan waktu malam untuk mengajarimu sendirian. Menginaplah di rumahku dan kamu akan saya ajari ilmu’. Imam Asad berkata, “Maka saya pun menginap di rumah beliau, beliau mendatangiku dengan membawa seember air. Beliau lalu membacakan ilmu untukku, jika malam telah larut dan aku mengantuk, beliau mengambil air dan memercikkannya ke mukaku, sehingga saya bersemangat lagi. Demikian terus berlalu, sehingga saya selesai belajar ilmu apa saja yang saya inginkan.”

    Abul Qasim Al-Muqri’ berkata, Imam Al-Hazimi senantiasa menelaah kitab dan mengarang hingga terbit fajar. Seseorang kemudian berkata kepada pembantunya, ‘Jangan kamu berikan minyak untuk pelitanya, barangkali beliau istirahat malam itu.’ Ketika malam tiba, Imam Al-Hazimi meminta minyak kepada pembantunya. Lalu dijawab, minyaknya telah habis. Imam Al-Hazimi lalu masuk ke rumahnya dan shalat di dalam kegelapan malam sampai terbit fajar.’

    5. Menjauhi Teman-Teman Yang Merugikan agama kita.
    Di antara pembunuh semangat belajar ilmu syar’i adalah berteman dengan orang-orang ahli maksiat. Tidak kalah bahayanya adalah bergaul dengan orang-orang yang malas serta enggan melakukan kegiatan positif dan bermanfaat. Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallaahu alaihi wasalam bersabda: “Seseorang itu tergantung agama kawannya. Karena itu, hendaknya salah seorang dari kamu melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

    6. Merasakan Bahwa Anda Terus Berperang dengan Setan.
    Setan adalah musuh bebuyutan anak cucu Adam. Mereka menghalangi setiap muslim dari menjalankan kebaikan, termasuk mencari ilmu. Di antara cara setan dalam menghalangi manusia dari mencari ilmu syar’i adalah:

    Pertama, menunda-nunda belajar. Setiap kali seseorang ingin mempelajari ilmu dan membaca, setan membisikinya dengan mengatakan, tunda saja besok pagi, sekarang waktunya tidak tepat. Demikian dilakukan setan setiap saat, sampai orang itu menjadi tua, dan tidak berkesempatan mempelajari agamanya.

    Kedua, dibisiki bahwa ilmu syar’i tidak akan bisa mengubah sesuatu pun bagi kondisinya sekarang. Argumen ini dapat kita bantah dengan melihat keadaan para pembaharu dan ulama Salaf. Seperti yang terjadi pada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdul Wahab. Senjata mereka dalam memperbaiki keadaan adalah hujjah (dalil) dan ilmu.

    Ketiga, membisiki bahwa dirinya tidak akan mampu belajar ilmu syar’i. Apalagi jika yang bersangkutan adalah orang awam yang baru saja bertaubat kepada Allah. Ia merasa tidak bisa menuntut ilmu agama karena terbiasa dengan kemaksiatan dan kemalasan. Ia merasa sulit menghilangkan masa lalunya, sehingga sulit pula belajar ilmu syar’i.

    Untuk mengobati penyakit ini ada dua hal penting yang harus diingat, pertama, merubah kebiasaan masa lalu yang buruk menjadi kebiasaan yang terpuji dengan terus melawan hawa nafsu dan membiasakan kebaikan, dan kedua, hendaknya ia merenungkan keadaan para penuntut ilmu. Di antara mereka dahulunya ada orang-orang yang sesat, kemudian Allah menganugerahkan hidayah dan istiqamah kepada mereka, maka mereka menjadi giat menuntut ilmu. Mengapa ia tidak berusaha seperti mereka?

    (Dra. Zakiyah)
    Sumber: http://www.alsofwah.or.id (buletin An Nur)

  13. aslamualaikum…ustz..bapa sy bru sahaja membuka perniagaan,sejak akhir2 ini,,telah mendapat msalh pd perniagaan iaitu..wang kiraan hasil perniagaan sering berkurangan,bahkan semakin lama jumlah wang yang hilang semakin bertambah dan besar jumlahnya,sy khuatir msalh ini berlaku ikutan gnguan sihir atau perbuatan mahluk halus,,sy dirundung kebingungan,,diharap ustaz dapat membantu sy dan memberi ikhtiar kpda sy..

  14. ass ustad kenapa saya slalu merasakan cemas n kebinggungan dan rasa takut akan bahaya

  15. assalamulaikum pak ustazd

    saya mmpunyai ibu yang sering sakit-sakitan,padahal sudah sering berobat secara trdisional maupun ke dokter, tapi sampai sekarang belum sembuh juga,malah sekarang kurus jauh dari sebelumnya….
    suatu hari saya membawa ibu saya ke orang pintar dan ternyata ibu saya terkena santet dan di tanam sesuatu di daerah pekarangan rumah oleh orang gak jauh dari keluarga saya, atas dasar iri terhadap ibu saya, dan setiap pulang kerumah selalu sakit-sakitan, akhirnya semua keluarga menyarankan untuk tetep tinggal di rumah kakak saya, sampe sekarang ibu jarang nginap ato tidur dirumah, apa yang mesti kami lakukan pak ustazd apakah kami harus membiarkan semua perbutan dia terhadap ibu saya dan apakah kami berdosa jika kita melakukan tindakan dengan cara membalas menyantet dia melalui orang pintar supaya dia tidak terus-terusan menyakiti ibu saya dengan semua perbuatanya….
    semoga tuhan selalu memberikan rahmat dan hidayahNYA kepada pak ustazd amiinn….

    wassalam..

  16. ass… dengan segala hormat saya minta alamat tempat ruqiyah yang ada di pekan baru atau di jambi yang betul betul tidak menyimpang dari ajaran islam, tolong kirimkan ke email saya yuday.cai@yahoo.com
    atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.

  17. bagaimana cara menghadapi santet??
    Apakah menggunakan santet atau hannya berdo’a kepada Allah masalahnya pengalaman saya di rumah itu bannyak terdapat santet . sudah kami usahakan untuk berobat bahkan salah satu dari keluarga kami sudah kehilangan nyawa akibat dari santet

  18. assalamu’alaikum…..
    saya minta do’a menghindari gangguan jin di waktu tidur………..
    trimakasih

  19. assalamu’alaikum….

    saya minta sarannya untuk bagaimana cara meredam keinginan hawa syaitan dalam tubuh saya…sebab bila emosi yg tak terkontrol,hawa itu selalu menahan saya untuk berbuat sabar…..
    terima kasih

  20. assalamu’alaikum Wr.Wb
    pak,, kenapa waktu itu rumah saya beberapa x pernah seperti dilempari batu pada malam hari,, kan sedikit aneh kalu misalkan malam-malam ada yang melempar batu ke rumah saya..
    apa mungkin itu santet/.teluh buat keluarga saya? kalu misalkan iya, bagaimana cara mengantisipasi supaya kejadian seperti itu tidak terulang lagi! tolong balesannya ya pak??
    terima kasih sebelumnya..
    wass,,

  21. wassalamualaikum pak ustad, saya wida mama saya sering sakit pusing tiba2 setelah di cek gak ada ,sakit nya memang aneh bangeet pak ustad , trus apa yg harus di lakukan mama saya apakah kita disuruh baca doa & juga saya minta pak ustad agar keluarga saya tida kenak santet atau disirih orang ,satu hal lagi pak ustad “setiap malam dirumah saya selalu ada bunyi2 yg tak jelas seperti , ada orang bersiul & seperti suara nada dering hp mama saya tolong kasih solusi pak ustad agar ibu & keluarga saya juga tenang terimakasih pak ustad itu saja yg saya tanyakan ,wass….. pak ustad

  22. Assalamu’alaikum Wr Wb.
    Pak,, saya ingin meminta saran tentang penyakit yg di alami ibu saya, dulu ibu saya memang pernah mengalami 2 kali penyakit aneh karena santet. tapi itu terjadi sudah lama sekali namun sampai saat ini ibu saya seolah2 seperti orang yang g sadar karena kadang kadang ibu saya normal namun kadang kadang suka marah yang tidak jelas. Ada yang bilang kalau ibu saya masih sakit akibat bekas dari kejadian yang dulu itu,,, Tolong pak solusi untuk ibu saya karena agar kembali tenang dan normal kembali…. Sekian yang saya tanyakan,, Terima kasih pak. Wassalam..

  23. Ass. Wr. Wb
    Saya pria usia 21 tahun, muslim, dengan pacar muslim yang sudah sama-sama disetujui kedua belah pihak orang tua.
    Bapak, saya mengalami masalh dengan pacar saya baru sekitar sebulan lalu. Kejadian-kejadian yang terjadi selalu di luar nalar kami, ada rasa benci di dirinya yang terus membakar tiap kami bertemu.
    Dia menyadari perasaan itu ada, tapi tidak bisa dia lawan.
    hal-hal paling sepele sekalipun membuat kami bertengkar hebat.
    setelah saya coba cari tahu di beberapa paranormal, ternyata ada yang mengganggu hubungan kami, kami merasa seperti sudah membenci selama bertahun-tahun, sungguh perasaan yang aneh dantidak bisa dijelaskan penyebabnya.
    Saya sempat melihat artikel di internet tentang ajian pemutus cinta, mungkinkah kami dikenai ajian ini? karena apabila benar, maka terkutuklah orang itu, kami pasangan resmi, buka pasangan selingkuh.
    Saya mengalami banyak masalah dengan kuliah teman maupun keluarga karena masalah ini.
    Mohon kiranya Bapak dapat memberikan pandangan bapak mengenai masalah ini….
    Saya ucapkan terima kasih banyak.. apabila masalah ini bisa diselesaikan, saya bersedia membayar mahar.
    Terima kasih pak, mohon dibantu.
    Ass. Wr. Wb.

  24. Saya pernah beberapa kl datang ke orang pintar (kiayi) untuk berobat, karena di bilang sy terkena gangguan patek/sihir, dr beberapa kiayi yg saya datangi selalu bilang km msh terkena sihir, nanti setelah saya obati kamu pasti sembuh begitu seterusnya…lama2 saya bosan sebenarnya bisa ga mereka mengobati saya, atw memang diri sy yang tdk benar,, akhirnya sy putuskan untuk zikir sendiri setiap selesai sholat lima waktu sy berdoa “Ya Alloh jk benar sihir/ mantra ini ada dlm tubuh ku sprt yang di katakan org pintar padaku , aq mohon ambil dan hilangkan sihir ini dari badanku, seketika itu nafasku langsung tersengal dan sesak untuk bernafas, kepalaku dan badanku terasa melayang dan seperti ada yang mau keluar…sy tdk tau apa arti semua ini, apakah ini halusinasiku/sebenarnya memang ada sihir dlm tubuhku,,,,,mohon pak ustad bantuanya apa yang harus saya lakukan dan kira2 zikir dan doa apa yang tepat untuk sy. trmksh

  25. assalam mualaikum ustadz saya mau tanya apakah manusia juga punya kelebihan untuk melihat makhluk halus and menerawang orang dari jarak jauh, menyembuhkan orang dari kesurupan seperti saya yang punya kelebihan itu, itu disebabkan karna adanya apa ustadz dari kecil saya udah mempunyai kelebihan itu udah saya ruqiyah tapi enggak terjadi apa2 pada diri saya sendiri
    ajjkh fajrin

    wassalam mualaikum

  26. asalamualikum ….
    pak ustad sya ingin bertanya,bulan2 kemarin sya skt hampir slama 3 bln,perasaan sya seperti cemas dan seperti mau terbang,pikiran sya pun seperti kosong,ada yg bilang saya d guna2 orang……hampir setiap malam sya mengalami susah tdr,dan terkadang perasaan sya mau lepas nyawa….keluar keringat dingin…..sya merasa semangat saya tdk ada,akhir nya sya berobat kesana kemari,sampai 8 orang yg sudah mengobati skt sya ini,sampai akhir nya pengobatan yg terakhir sya berobat di suku dayak,karna banyak ora ng sekitar saya kasiah tau saya harus berobat di orang dayak itu………….tapi setelah sya berobat alhamdullilah sya sehat pak ustad,tapi yang saya mau tanya kan sama bapak apakah benar guna2 itu ada karna di perut dan di belikat sya ada sapu hitam yg di ambil sama yg obati sya…..

  27. ass ustadz….sudah 8 tahun saya mengalami penyakit syaraf mata….pada saat saya d rukiyah belum lama ini saya d fonis oleh ustad yg merukiyah saya saya terkena guna2….dan d belakang leher saya seperti ada sesosok makhluk astral yg menempel….alhasil stiap saya membaca alquran,atau pun mendengar ayat2 suci alquran saya selalu merasa pusing berat dan leher saya sakit sekali….apa yg harus saya lakukan untuk menghilangkan makhluk yg ada d leher saya karna sampai saat ini saya masih merasakan….apa ada doa2 yg sangat d ijabah allah unyuk menghilangkan makhluk itu dari diri saya…..makasih sebelumnya ustadz…ass….

  28. pak ustad sy mau brtanya apakah setan/ jin bisa juga turut andil dalam mimpi basah?? mengapa sy sering mengalami mimpi basah??? terus terang ini sudah sangat menggagu tolong penjelasannya (seorng prempuan)

  29. Assalamualaikum wr. wb
    Sy punya sahabat perempuan yg sedang sakit. Berkali2 masuk rumah sakit bahkan sampai pernah koma. Menurut pengakuannya di awal2 sakit, dia sakit setelah pulang menginap dari rumah kerabatnya bersama anaknya yang berusia 2th, saat dia menginap, anaknya menangis semalaman sambil menunjuk2 dirinya tanpa tahu apa sebabnya. Gejala awal adalah timbulnya benjolan di dada, berlanjut ke gatal2 di seluruh tubuh. Diagnosa dokter tidak terlalu jelas, sampai akhirnya mengarah ke diabetes. Sampai sekarang masih berada di rumah sakit, pernah dinyatakan sehat sehingga diizinkan dokter pulang, tapi begitu sampai di rumah, tidak sampai 3hari harus dibawa lagi ke rumah sakit karena drop. Sudah pernah di ruqyah secara Islami, tapi dia mengaku tidak merasakan apa2. Menurut beberapa “orang pintar” yang ditemui keluarganya secara terpisah, penyakit teman saya ini merupakan “kiriman” dari salah seorang kerabat, dan menurut mereka sudah terkategori ingin di buat meninggal. Apa yang harus dilakukan ustadz, karena sekarang teman saya hanya bisa berbaring saja dan selalu diinfus. Jazakillah sebelumnya

  30. saat ini orang yang paling aku cintai berubah.
    konon katanya dia diguna guna agar membenci dan menghindar dariku.
    lantaran ada yang tak suka melihat kami bahagia.

    ditambah lagi dia terkena hasutan bahwa aku yang menggunai gunai dia.
    aku ingin agar guna guna yang membuat dia benci padaku itu musnah.
    dan bila dia memiliki padar gahib pun juga dapat dimusnahkan…
    adakah yang bisa bantu..?
    aku mohon bantuannya.

  31. assalamualaikum….wr wb…
    pak haji…
    adakah cara untuk menghilangkan pagar Ghaib dari tubuh seseorang.?
    agar pagar ghaib itu lebur dan tak berguna lagi untuk menangkal segala guna guna.
    karena sy ingin agar orang yang sy cintai kembali kepelukan saya.
    seseorang yang kuharapkan menjadi pendamping hidupku.
    setiap hari aku tak dapat hidup nyaman karena terus dihantui perasaan tentang dia.
    mohon bantuannya….

  32. Assalamu’alaikum ww.
    Ustadz saya mau tanya tentang pengobatan,.Sakit batu ginjal dioperasi oleh jin dengan perantaraan seorang dukun. Apa itu bisa dibenarkan menurut agama ?

  33. Assalamu’alaikum…
    Saya mempunyai teman kantor (wanita) yg mencoba mengganggu keluarga saya dengan mengirim semacam santet atau apa namanya. Pertama kali kami tahu sewaktu istri saya mengantar adiknya ke Ustadz untuk konsultasi.Alasan orang tsb mengganggu adalah karena sirik dengan saya dan ada rasa suka dengan saya, padahal orang tsb sudah bersuami dan mempunyai anak.Kemudian oleh Ustadz kami di beri bacaan dzikir.Memang akhirnya hilang,akan tetapi orang tsb mengulangi lg,dan yg terakhir kami tahu bahwa orang tsb telah mengirim sesuatu ke istri saya dan dikatakan kalau tujuan memang untuk membunuh istri saya.Kami masih membaca dzikir tsb. Bagaimana cara menghilangkan sesuatu yg dikirim ke istri saya? Dan bagaimana membuat orang tsb jera? Tidak mengulang-ngulang lg perbuatannya? Terima kasih sekali sebelumnya untuk jawabannya karena saya sangat mengharapkannya.
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

  34. selamat siang.saya mau tanya bagaimana cara mengusir setan yang di pasang di rumah saya?pocong,dll trmsk ada buto ijo jg jd bagaimana cara mengusir mereka?terima kasih.wasallam

  35. asalam..
    pak ustad saya punya masalah dengan istri sya knapa tiap masalah kecil aja pasti jadi besar dan istri say biasa minta cerai.
    apa ada gangguan dri seta atau jin pak ustad.mang istri sy pernah ngomng kesaya kalo liat saya pasti muncul rasa benci tapi kalo pergi dicari turs

  36. assalammualaikumm,.
    saya anitha,.
    ustadz,.saya mengalamai gangguan aneh pada dasarnya,.kata temen2 saya,.saya mempunyai perewangan yang pada dasarnya saya tidak pernah tau,.karna setelah teman saya bertanya dengan guru ngajinya tentang saya,.bahwa saya dibenarkan mempunyai perewangan,.tapi saya tetap tidak percaya atas apa yang telah disampaikan tersebut,.lalu yang saya tanyakan,.apakan yang alami ini salah apa benar?,.tolong jelaskan
    wassalamualaikumm

  37. assalamualaikum wr.wb
    pak uztad saya sering melamun dan berkhayal sejak kecil hingga skrg umur 22 thn…kadang2 jd pemalas dan tidak punya kemauan hdp tp kdg rajin beribadah kdg nggak. .sya jg suka was was dan mudah terpengaruh..klu ad keinginan pgn detik itu jg
    pak ustad apa ada gguan jin pd diri sya dan bgmn cra mrngusirnya..
    wassalamualaikum wr.wb

  38. Assalamualaikum Wr.Wb
    ustad yg saya hormati, sy menderita sihir 6 thn lebih dan ingin sekali sembuh.org2 bs mengetahui isi pikiran/hati sy,satu contoh ketika sy banyak masalah yg membuat sy susah kemudian sy pergi bl rokok,tb2 bertemu dng anak kecil yg tak sy kenal bernyanyi “buat apa susah…dst”sambil memandangi sy.dan kejadian spt ini bukan sekali sy alami tapi seringkali.ini kedengarannya gila tp bukankah dizaman Nabi pernah ada penyihir yg dpt mengetahui isi hati/pikiran org lain walaupun tak akurat?badan sy mudah merinding,kepala berat dan pernah sy bc doa berulang2 dan tiba2 keluar rambut panjang dan banyak dr muka sy dan pernah pula ketika sy dengar murotal terdengar suara jin berteriak kepanasan ditelinga/kepala sy.sekarang mereka bercakap kpd sy hampir tiap saat layaknya manusia.apakah sy harus dirukyah lagi krn sy pernah menjalaninya tp tak bereaksi apa2.bekampun pernah,apakah sy berbekam didaerah kepala?ramuan apa yg dpt membunuh suara itu?tolonglah sy ustad beri pencerahannya.
    Assalamualaikum Wr.Wb

  39. Ustad,sebln kmrn nenek sy berpulang ke rahmatullah. sy merasa terpukul sekali,krn ada keinginan nenek sy yg blm sempat sy penuhi. Sejak saat itu,sy selalu merasa ketakutan dlm segala hal..termasuk merasa bahwa sy akan segera meninggal. Sehingga sy sering sedih sendiri. Ustad,sy sdh mencoba menebus kesalahan sy dgn sering2 membaca surat yasin utk alm.nenek sy. Dgn harapan,alm.nenek tenang di alam sana. Tp tetap,perasaan tkt yg berlebihan terhadap kematian semakin menjadi

  40. begini pak ustadz umur saya 27 tahun tapi sampai sekarang saya belum mendapatkan jodoh pacaran pun tidak saya bingung pak usatadz sebelumnya ditempat saya kerja pernah orang yg berilmu spiritual melihat ada yang mengikuti saya tapi saya takut bertanya siapa yg mengikuti saya jin ataw hantu saya juga takut tuk ikut ruqyah saya mau tanya apakah ini bisa terjadi dan termasuk penghalang buat mendapatkan jodoh mohon sarannya terimakasih

  41. Aslmkm wr wb..
    Ustd ana mau nanya dimana caranya agar kita tidak bisa di gangu oleh Jin, dan apa yang menyebabkan Jin itu suka masuk ke raga manusia, apabila telah masuk giman cara mengeluarkannya, Jazzakumullah Khiran….
    Dodi Irawan Ar-Rasyid S.Pd.I

  42. Pak ustad klu setiap menjelang magrib trus yg ada d fikiran itu hanya bayangan kematian,ketakutan,sedih dan emosi yg tak terkontrol apakah itu semua adalah gangguan jin ,saya mengalami ini semua hampir 3 bulan saya merasa tersiksa dan setiap melakukan shalat saya sering merinding

  43. Assalamualikum pak ustad,
    Pak saya punya masalah dengan jodoh, usia saya 37 tahun, banyak orang pintar, ustad dan kyai yang bilang saya di guna2 oleh mantan pacar saya. Saya sudah berobat kemana mana tapi belum menunjukan hasil sampai saat ini, setiap laki laki yang ingin ketemu saya selalu menggebu gebu tapi setelah ketemu mereka meninggalkan saya begitu saja. Saya kadang merasa lelah dengan semua ini, apa yang harus saya lakukan pak ustad.

  44. Assalamualaikum pak ustadz

    Bagaimana cara menghilangkan rasa risau, malas, suka mengantuk, cemas, pikiran selalu tidak tenang..trus saya melihat artikel di salah satu blog apa iya saya terkena teluh???

  45. Ass.Wr.Wb.
    Pak Ustadz,, Mohon pencerahanya :
    Bila seseorang mengidap suatu penyakit, dan orang tersebut pergi ke seorang paranormal untuk mengintai sebab penyakitnya (entah karena gangguan mahluk halus atau kiriman orang, atau lain-lain),.
    dan Paranormal tersebut meminta pasien untuk menyiapkan bebrapa bahan seperti daun sirih, buah pinang, Gambir, dupa, beras kuning,kencur,dll, untuk perlengkapan Ritual,, guna dapat mengetahui penyebabnya..
    apakah itu termasuk Musryik atau sirik..? apakah Ikhtiar yang di lakukan si pasien adalah salah…??
    sekali lg sy Mohon Pencerahannya dan saya ucapkan terima kasih.

  46. Ass……pak ustad, sayan mengalami gangguan jin, pertama timbul kegelisahaan apalagi sore masuk maghrib,gak tertahan lagi badan serasa terbakar, nafsu makan gak ada. Badan rasanya 2, kalau bercermin rasanya aneh gitu. Selalu timbul kegelisahaan dalam diri. Oy rumah yang saya tempatin memang gak pernh betah orang mnunggunya. Kalau saya sudah sembuh nanti,solusinya bagaimana pak ustad. Apakah kalau saya menempati rumah itu,bakalan diganggu oleh jin lagi. Mohon bantuannya.

  47. Assalamualaikum.

    pak, dl sy penah berilmu tenaga dalam. stlh saya lakoni hati sy merasa g enak, mulai dr merasa punya kekuatan, merasa styp langkah dijaga oleh kekuatan ghaib, hingga suatu ketika sy berhenti dr keilmuan itu dg alasan ibu g ridlo dg lelaku puasa sy. setelah bertahun2 lamanya kumat lg pak ustadz sy mendatangi lg perguruan itu, akhir2 ni sy cm berlatih slm 6bln trus ada masalah antara sy dg guru besar, hingga sy di outkan. yg sy harapkan dr outx sy, sy merasa senang. sy ingin membuang smw ilmu dibadan sy, jujur slm sy disitu saya jarang ibadah, styp ibadah tujuanx hanya kekuatan. hati sy suatu ketika sblm klwr dr situ menginginkan sy kembali pd tujuan hakiki yaitu sy ingin dekat dg Allah. miris rasax hati ingin gitu tp badan g bs bergerak untuk itu. berbagai usaha sy lakukan. mulai dr disarankan sholat jamaah 41 hari untuk menjadi lbh baik, tp susah sll gagal tdk bs istiqomah, kmdian sy dikash ash sholawat al husainiyyah sy bc typ hari. mulai terbuka n sadar bahwa smw ni tipu daya setan. sll ada yg berbicara sendiri dlm hati, menentang smw jalan Allah. sy berusaha melawan gejolak dihati, typ ad suara yg g layak sy luruskan. begitu terus hingga skrg. kl sy g kuat sy udah gila dr dl. sy coba melawan nya dg posisi tenang sambil berbicara pd Allah “Gih Ya Allah sy bkn orang baik, tp sy bukanlah siapa2. sy tdk punya kekuatan apa2. tp sy begitu sombong, sy takut Ya Allah dg smw tipu daya setan dihati ini” stlh sy curhat sm Allah ada rasa tenang dihati. aneh pak banyak gejala secara batin menyerang sy. memang sy g pnh kesurupan. sy tulus ikhlas ingin membuang ilmu ini drpd sy harus jauh dr Allah. Sy merasakan ada sesuatu yg nikmat ketika membaca sholawat al husainiyyah. tp tu hanya sebentr. lg2 ad suara yg bwt sy gelisah. trima ksh

  48. Ass… pak ustad, saya punya teman yang katanya sering di ikuti sama mahluk halus tapi yang saya lihat gejalanya mirip orang terserang epilepsi saat saya tanyakan ke orang tuanya. orang tuanya bilang kalau teman saya bukan terkena epilepsi karena dia sudah bawa anaknya ke dokter ahli saraf dan kata dokter itu kalau anaknya baik2 saja dan katanya saat teman saya sudah di ruqyah badannya langsung panas. awalnya saya kurang begitu yakin tapi mungkin saja itu benar. apa yang bisa dilakukan untuk bisa menyembuhkan teman saya? dan saat penyakitnya kambuh dia mengeluarkan suara yang aneh tanpa kejang dan hanya mengeluakan air liur tanpa busa. sedangkan epilepsi hanya kejang dan berbusa. mohon bantuannya terimakasih…

  49. assalamualaikum wr.wb

    saya ingin tanya tentang apa yang terjadi di diri saya pak uztadz,,jika malam terkadang tubuh saya seperti tergoncang hebat seperti kemasukan jin,pada saat terjadi saya masih setengah sadar,,tappi saya tdak bsa bangun…saya baca istigfar goncangan itu sedikit meredah dan reda,..pada saat saya tidak membacanya goncangan itu datang lagi….lalu saya bangun dan membaca doa tdur dan memohon kepada ALLAH swt agar melindungi saya ketika tdur,,,,seketika goncangan itu hilang…….bagaimana tentang itu pak uztadz???apa ada kaitanya dengan bangsa jin??

    Wasalamualaikum wr.wb
    candra

  50. Ustad, saya ada masalah dengan pasangan saya.
    Kmi sdah berpacaran 6 tahn dan alhamdullilh baik2 saja.
    Ya klo pum ada ribut bisa di selesaikan dengan baik.
    ceritanya bermula di thun ke 5 pacar saya selingkuh dengan mantan teman smanya.
    Tetapi dengan ijin Allah akhirnya terbukti bahwa teman smsnya itu tidk baik ustad. dia adah punya pasangan lain ketika mendekati pasangan saya.
    bahkan teman smanya itu sdh bersetubuh dgn pasangannya.
    sebulan yang lalu pasangan saya sakit masuk rumah sakit.
    dan tiba2 teman smanya itu muncul kembali,
    setelah itu langsung terjadi drastis pasangan saya berubah.
    dia memutuskan saya dengan alesan yg tidak masuk akal dan dibuat2.
    bahkan orang tuanya saja bingung akan perubahan drastisnya.
    keganjilan ini membuat saya berpikir dia dalam pengaruh gaib Ustad.
    mohon bantuannya Ustad.
    Apakah memang betul pasangan saya sedang dlam pengaruh gaib.
    saya sangat membutuhkan bantuan pak Ustad,

  51. Tpi apa pak Ustad dapet membantu apakah benar pasanagan saya terkena pengaruh gaib.
    Karena perubahannya sangat drastis pak Ustad.
    Sebelumnya Pasangan saya itu sangat benci dengan teman SMA karena telah dibohongi.
    Tpi skerang seperti mengejar2 teman smanya itu Ustad.

  52. Maaf pak Ustad yg berselingkuh pada tahun ke 5 bukan saya..
    Tapi Pasangan saya..
    Maaf saya salah ketik…

  53. assalamualaikum wr.wb

    dilarang meminta rukiah utuk diri sendiri.

    apa pendapat ustad.

    • wa’alaikumsalam wr wb,,

      tidak ada larangannya, dan tidak ada dosanya, asalkan ruqyahnya yg sesuai syariat islam,,

      namun sebaiknya meruqyah diri sendiri dan tidak meminta orang lain meruqyahnya,, agar bisa memiliki kemungkinan mendapat tiket masuk surga tanpa hisab

      jika minta orang lain meruqyahnya maka tetap bisa mendapat tiket masuk surga, namun lewat hisab/perhitungan

      Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab, “Mereka adalah orang-orang yang tidak minta untuk diruqyah, tidak minta untuk di-kay (pengobatan dengan besi panas) dan hanya bertawakkal kepada rabbnya” (HR Bukhari no 5378 dan Muslim no 549 dari Ibnu Abbas).

      jumlah umat islam tentu milyaran, bkn cuma 70ribu

  54. Assalamualaikum, Yaa Ustad bagaimana cara agar tidak yakin dan tersugesti terhadap sihir, zodiak, dan ramalan lainya. syukron, Wassalamualaikum

  55. ass..
    pak ustadz saya mau nanya, ibu saya sakit seperti terkena gangguan jin, dia merasa manusia akhir zaman,sudah jauh dari agama, saya bawa berobat ke rukiyah dan sejenisnya, ibu saya malah marah2, dan setiap mau saya bawa dia selalu sudah tau duluan, seperti ada yang membisikan ke dia, tolong pak ustadz batu saya, dimana tempat pemondokan ibu saya agar bisa sembuh dan kembali ke ajaran agama yang benar lagi, makasih
    wss..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 284 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: