• Blog Stats

    • 36,949,961 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbanyak Dibaca

  • kategori artikel

  • arsip artikel

  • bagi yg ingin menambah teman fb, curhat, konsultasi masalah agama, silahkan add FB:

    ========================================== bagi yg ingin menambah teman fb, curhat, konsultasi masalah agama, silahkan add FB: iz_chech@yahoo.com , bagas_rara@yahoo.co.id , ainuamri2@gmail.com , dameyra@yahoo.com eone_cakep50@yahoo.com ==============================
  • wasiat untuk seluruh umat manusia

    kasihilah semua makhluk yang ada di muka bumi, niscaya Tuhan yang ada di atas langit akan mengasihimu.. =============================================== Cara mengasihi orang kafir diantaranya adalah dengan mengajak mereka masuk islam agar mereka selamat dari api neraka =============================================== wahai manusia, islamlah agar kalian selamat.... ======================================================
  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka (al baqarah ayat 120)

    Wahai Kaum Muslim, Telah nyata kebencian dan makar kaum kafir untuk menghancurkan Islam dan umatnya. Mereka telah melakukan konspirasi canggih dan rapi untuk mengubur Islam. Mereka terus terjaga dan berpikir keras siang-malam untuk mencari dan mencoba cara-cara terbaru untuk menghancurkan Islam. Mereka bahu-membahu dan terus bekerjasama memikirkan bagaimana merusak Islam. Mereka tak segan-segan melakukan teror, intimidasi, hingga serangan fisik dalam rangka meluluhlantakkan Islam dan umatnya. Akankah kita berdiam diri? Ridhakah kita menyaksikan Islam diinjak-injak dan dihinakan? ---------------------------------------------------------- Wahai Kaum Muslim, Islam akan terselamatkan jika kita semua berpegang teguh dengan syariat Islam, insya allah. Artinya, kita tidak hanya meyakini Islam sebatas bibir semata. Lebih jauh, kita harus menerapkan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan kita; baik dalam ibadah ritual yang biasa kita laksanakan maupun dalam bidang akhlak dan muamalah—seperti politik, ekonomi, sosial, pendidikan, dan sebagainya. ------------------------------------------------------------ Di samping itu, harus ada institusi negara (Khilafah) yang melindungi seluruh kepentingan umat Islam. Dengan institusi inilah seluruh syariat Islam akan diterapkan secara sempurna sehingga akidah umat dapat terselamatkan. Marilah kita bahu-membahu, mencurahkan pikiran dan tenaga kita demi tegaknya Khilafah Islamiyah. ---------------------------------------------------------- Sesungguhnya barat tidak memandang kita dengan dua kaca mata, namun hanya satu kaca mata saja, yaitu kacamata fanatik buta, kedengkian dan kezhaliman yang nyata terhadap kaum muslimin. Tatkala Islam tegak dengan tanpa mempermasalahkan batas-batas wilayah, bersatu dalam amal serta telah rekat persatuannya maka tiba-tiba saja mereka merobek-robek dan mencerai beraikan kita. ================================================
  • SALAFY & WAHABI BUKANLAH ALIRAN SESAT

    Al-Malik Abdul Aziz berkata : “Aku adalah penyeru kepada aqidah Salafush Shalih, dan aqidah Salafush Shalih adalah berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang datang dari Khulafaur Rasyidin” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz hal.216] ------------------------------------------------------------------------------------- Beliau juga berkata : “Mereka menamakan kami Wahabiyyin, dan menamakan madzhab kami adalah madzhab wahabi yang dianggap sebagai madzhab yang baru. Ini adalah kesalahan fatal, yang timbul dari propaganda-propaganda dusta yang disebarkan oleh musuh-musuh Islam. Kami bukanlah pemilik madzhab baru atau aqidah baru. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak pernah mendatangkan sesuatu yang baru, aqidah kami adalah aqidah Salafush Shalih yang datang di dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang ditempuh oleh Salafush Shalih. Kami menghormati imam empat, tidak ada perbedaan di sisi kami antara para imam : Malik, Syafi’i, Ahmad dan Abu Hanifah, semuanya terhormat dalam pandangan kami” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz, hal. 217] ---------------------------------------------------------
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

PENDETA MENGHUJAT, MUALAF MERALAT (BAGIAN 1)

Sambutan KH. Abdullah Wasia’an

Berbagai macam cara ditempuh oleh pihak Wa lan Tardho untuk mendangkalkan akidah umat Islam, agar beralih kepada agama Kristen yang mereka yakini sebagai satu-satunya jalan kebenaran hidup.

Murtadin Drs. A. Poernama Winangun alias H. Amos menyusun buku-buku gaya Islam dengan mengutip, menyelewengkan dan mengomentari terjemah Al-Qur’an dan Hadits tanpa mengutip ayat Bibel sama sekali. Tujuannya untuk memurtadkan umat Islam. Gerakan pemurtadan model ini sangat berbahaya, ibarat serigala berbulu domba.

Ketika membaca buku-buku karya H. Amos, kami teringat kepada satu dialog yang sangat menarik antara H. Cahyono – pelawak nasional mantan Katolik – dengan teman lamanya yang masih beragama Kristen.

Kata orang Kristen, “Cahyono, kamu kok nekad amat, berani pindah agama ke Islam. Bagaimana seandainya nanti pada Hari Penghakiman ternyata Kristen yang benar?”

Dengan bijaksana Cahyono menjawab, “Andaikata nanti Kristen yang benar, saya tidak akan rugi karena saya tidak akan disiksa oleh Tuhan. Sebab saya tidak pernah menyakiti, menghina dan melecehkan Yesus. Islam sangat menghormati Yesus sebagai nabi dan rasul Allah dengan ucapan alaihis salam (semoga selamat sejahtera terlimpah atas beliau). Tetapi, jika kelak terbukti bahwa Islam yang benar, maka orang Kristen akan disiksa di neraka. Sebab orang Kristen tidak menghormati Nabi Muhammad, bahkan menghujat beliau.”

Semua ungkapan tokoh Kristen tentang Islam begitu menyakitkan. Maka sangat pantas apabila almarhum Khomeini, pemimpin Iran menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Salman Rushdie yang menghujat Nabi Muhammad dan Islam dalam bukunya ‘The Satanic Verses’.

Berbeda dengan Khomeini, dalam menyikapi serangan missionaris yang mendiskreditkan Islam, H. Insan L.S. Mokoginta – muhtadin mantan Kristen – justru menyusun buku jawaban balik ‘Pendeta Menghujat Muallaf Meralat’. Tindakan ini sangat tepat, benar dan Islami.

Setelah membandingkan buku hujatan Islam karya Drs. A. Poernama Winangun (H. Amos) dan buku jawaban H. Insan L.S. Mokoginta ini, maka kami menghimbau kepada H. Amos dan pendeta lainnya yang tergabung dalam Christian Centre Nehemia Jakarta, agar sebelum mengungkapkan Islam kepada orang lain, terlebih dahulu belajar serius secara mendalam. Sebab jika tidak, justru akan merugikan pihak Kristen sendiri.

Sebagai buktinya, dapat dikemukakan tentang apa yang telah dilakukan oleh H. Amos. Melalui pendidikan evangelis, buku-buku maupun ceramah-ceramah, dia mengajarkan kepada umat Kristen bahwa umat Islam menyembah Hajar Aswad.

Tanpa disadari, hal ini justru akan mempermalukan dan merugikan umat Kristen sendiri. Suatu ketika apabila kader Kristen terlibat dialog dengan kader Islam, maka anggapan bahwa Allah adalah Hajar Aswad tersebut akan dicibir, ditertawakan dan djanggap sebagai orang yang picik ilmu oleh pihak Islam. Sebab umat Islam mencium Hajar Aswad bukan untuk menyembah. Melainkan semata-mata sebagai rangkaian ibadah haji yang bersifat ritual.

Segala aturan ibadah dalam Islam berdasarkan dalil Al-Qur’an dan Hadits Nabi yang sifatnya tauqifiy (statis) dan tidak bisa diganggu gugat.

Dalam Kristen, aturan ritual ibadah dan iman juga tidak bisa diganggu gugat (dogmatis). Narnun perlu diketahui bahwa dogma iman dan ibadah dalam Kristen tidak berdasarkan pada ajaran Yesus dalam Injjl. Dogma Kristiani semata-mata berasal dari aturan para pemimpin agama yang bersumber kepada ajaran Paulus. Hal ini tersebut dalam surat Paulus kepada jemaat Roma 7:6, yaitu cara ibadah baru (cara rohani) bukan dengan rukun-rukun sebagaimana ajaran Taurat bahwa ibadah dengan wudhu, sujud, dan lain sebagainya.

Terhadap ungkapan emosional para pendeta dan missionaris bahwa Islam dan Nabi Muhammad adalah nabi khusus untuk Bangsa Arab, perlu ditunjukkan berikut ini komentar sarjana terkemuka Eropa tentang kemuliaan Islam.

Sir Charles Edward Archibald Watkin Hamilton [*] dalam buku “Mohammedanism” halaman 47 mengatakan: “Thus Islam, although a religion physically centred on Mecca, is not an Arabian religion” (Jadi, Islam adalah agama yang dilahirkan di kota Mekkah, namun bukan Agama Bangsa Arab).

George Bernard Shaw, budayawan dan kritikus kaliber internasional dari Inggris mengatakan: “Er musz viel mehr geradezu des Heiland der Menschklichkeit genant werden”. Artinya: Seharusnya Muhammad disebut sebagai Juruselamat untuk seluruh manusia.

Memang, para tokoh Kristen memiliki satu kecenderungan untuk mengungkapkan Islam kepada orang lain, tanpa mempelajari Islam secara mendalam terlebih dahulu. Dan ini justru akan merugikan pihak Kristen sendiri.

Seperti yang dilakukan oleh Pendeta dr. Suradi, Pendeta Matius, Penginjil Jansen Litik, dan lain-lainnya. Mereka mempermasalahkan kalimat “Allah adalah Zat Yang Maha Kuasa” dalam Islam. Anggapan mereka, kalau demikian berarti Tuhannya umat Islam itu ujudnya zat (benda). Zat ada tiga macam, yaitu zat cair, gas dan padat. Mustahil kalau Tuhannya umat Islam itu zat cair mirip Aqua atau zat gas yang mirip elpiji. Satu-satunya yang mungkin, Tuhan umat Islam adalah zat padat. Sebab umat Islam menyembah Allah dalam shalat selalu menghadap Ka’bah di Mekkah.

Anggapan keliru ini mereka ajarkan di gereja-gereja tanpa menanyakan lebih dahulu kepada umat Islam. Sekali lagi, ini justru sangat merugikan dan menjatuhkan gengsi umat Kristen.

Suatu ketika apabila kader gereja berdialog dengan kader muslim, maka pihak Kristen akan dikatakan sebagai orang yang tolol dan kerdil nalarnya. Sebab tidak mengetahui apa beda antara zat dan sifat.

Zat adalah lawan daripada sifat. Misalnya, seekor gajah sirkus. Gajah itu memiliki sifat: halus, tidak beringas dan lucu. Adapun zatnya (ujudnya) adalah berbadan besar, memiliki belalai, matanya sipit, telinganya lebar, dan lain-lain.

Sedangkan dalam Islam diajarkan bahwa Allah adalah Zat Yang Maha Kuasa, ini berarti: Allah memiliki sifat Maha Kuasa. Bagaimana dengan Zat-Nya (Ujud-Nya) ? Al-Qur’an mengatakan “Laysa kamitslihi syay-un”, artinya: tidak ada sesuatu apapun yang menyerupai Allah.

Sebaliknya, jika kader muslim tersebut mengerti Kristologi, maka dia akan menyerang balik dengan mengatakan bahwa Tuhan dalam ajaran Kristen itu bertingkah aneh-aneh dan tidak masuk akal. Dalam kitab Kejadian 32:28 Tuhan turun ke bumi menjelma menjadi manusia, lalu duel dengan NabiYakub sampai kalah. Tuhan kok, kalah? Dalam Injil Yohanes 1: 32 Tuhan menjelma menjadi seekor burung merpati. Datam Injil Yohanes 1: 14 Tuhan menjelma menjadi manusia Yesus yang akhirnya menurut Kristen, Tuhan Yesus disiksa sampai mati tragis di atas gantungan tiang salib.

Sampai disini, maka pemuda Kristen jemaat gereja terdiam seribu bahasa tak berkutik dalam dialog alias terpukul knock out. Apa ini tidak memalukan dan merugikan pihak Kristen?

Saya percaya, sewaktu membaca jawaban balik H. Insan L.S. Mokoginta ini, Drs. A. Poernama Winangun (H. Amos) dan para pendeta atau missionaris lainnya tidak bergeming pendiriannya dalam Kristen karena gengsi. Namun yang penting, para pembaca Kristen lain yang memakai nalar dapat mengetahui dan membandingkan kebenaran Islam dengan ajaran Kristen.

Terlebih penting lagi, buku ini dapat membentengi umat Islam dari usaha pendangkalan akidah, sehingga semakin teguh tak tergoyahkan imannya oleh berbagai tulisan, rayuan dan serangan iman dari umat Kristen. Bahkah semakin mantap dalam keyakinan bahwa Innaddiina ‘indallohil islam.

Tulisan H. Insan L.S. Mokoginta ini adalah amar ma’ruf nahi munkar yang jauh dari sifat sentimen terhadap Kristen. Bahkan sangat sesuai dengan kitab suci umat Kristen:

“Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat dan ia tidak berbalik dari kejahatan dan dari hidupnya yang jahat, ia akan mati dalam kesalahannya. Tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu” (Yehezkiel 3:19).

Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah-Nya kepada pembaca buku ini.

Sidoarjo, 9 Juni 1999

(K.H. Abdullah Wasi’an)

[*] Tokoh negarawan dan bangsawan Inggris terkemuka, masuk Islam pada tanggal 20 Desember 1923 dengan nama Islam Sir Abdullah Archibald Hamilton.

Sambutan Ketua FAKTA

FAKTA
Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan)

Dalam hal pemurtadan dan permusuhan pihak Yahudi dan Kristen terhadap Islam, jauh sebelumnya Allah Swt. sudah memberikan sinyalemen dalam Kitab Suci:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepada kamu, sehingga kamu mengikuti agama (millah) mereka” (Qs. Al Baqarah 120).

Kebenaran ayat ini terbukti dengan berbagai fenomena maraknya Kristenisasi di kalangan masyarakat, antara lain beredarnya tulisan-tulisan –baik berupa brosur maupun buku-buku– yang memutar-balikkan pemahaman Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah saw.

Salah satu contoh konkritnya adalah buku berjudul “Upacara Ibadah Haji” karya Drs. H. Amos (Himar/keledai Amos ?) yang dengan begitu berani dan liciknya melecehkan Allah, Nabi Muhammad, agama Islam dan umat Islam.

Bagi orang yang memiliki wawasan Al-Qur’an dan pengetahuan tentang Bibel, buku tersebut tidak ada dampaknya sama sekali. Bahkan jelas sekali nampak kebodohan dan kebohongan Drs. Himar Amos, yang nama aslinya adalah Drs. A. Poernama Winangun, seorang murtadin.

Tetapi, bagi kaum awam, buku Upacara Ibadah Haji tersebut sangat berbahaya dan menuntut sebuah solusi yang bijaksana.

Sebagai salah satu solusinya, para tokoh masyarakat, majelis taklim, mubaligh, pemuda masjid, lembaga-lembaga dakwah dan aktivis Islam lainnya membentuk Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (FAKTA) di Cimanggis tanggal 25 April 1998 (28 Dzul Hijjah 1418 H).Tujuan utamanya adalah untuk mengantisipasi bahaya Kristenisasi dan missi pemurtadan.

Dalam menyikapi buku Upacara Ibadah Haji, FAKTA merasa berkewajiban untuk menjawab, meluruskan dan mengungkap kebohongan dan kebodohan buku tersebut.

Untuk menjawabnya, tidak perlu seorang kiyai, ulama atau ustadz yang turun tangan. Dengan jawaban Bpk. H. Insan LS. Mokoginta yang muallaf mantan Kristen saja sudah tebih dari cukup.

Jawaban beliau itulah yang sekarang ini kami hidangkan ke hadapan pembaca. Pembaca sekalian, baik dari Islam maupun Kristen, bisa menilai dengan obyektif, siapa yang lebih rasional dan ilmiah, hujatan H. Amos (mantan muslim) ataukah ralat H. Insan (mantan Kristen).

Dengan buku ini, insya Allah semakin terbukti bahwa agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.

Semoga jerih payah dan usaha FAKTA ini mendapatkan berkah dari Allah Swt, Amien.

Jakarta, 8 Mei 1999

(Drs. H. Ramly Nawai, M.Sc.)

MUKADDIMAH

Bismillahirrahmanirrahim. Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Swt. yang telah menjadikan Islam sebagai agama yang paling sempurna dan unggul di atas segala agama. Shalawat dan salam kita haturkan kepada baginda Nabi Muhammad saw beserta keluarga, para sahabat dan pengikut beliau yang setia. Amien.

Adalah Drs. H. Amos yang nama aslinya Drs. Agam PoernamaWinangun. Setelah pindah iman (murtad) dari Islam ke Kristen pada usia 58 tahun, dia berubah menjadi seorang Kristen Fanatik. Dengan sangat agresif dia berusaha agar kaum muslimin lainnya mau mengikuti jejaknya untuk pindah agama.

Ditulisnya buku “Upacara Ibadah Haji” yang sangat mengelabuhi umat Islam. Dengan wajah Islam dan kutipan-kutipan Al-Qur’an dan Hadits Nabi, terkesan seolah-olah buku tersebut ditulis oleh umat Islam untuk kalangan Islam. Padahal isinya murni melecehkan dan menyerang sekaligus menantang agama Islam dan umat Islam.

Dikatakannya dalam kata pengantar halaman i bahwa buku “Upacara Ibadah Haji” tersebut disusun sebagai tambahan informasi bagi masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji atau yang sudah menunaikan ibadah haji tetapi belum mengetahui tentang makna upacara ibadah haji.

Sementara itu dalam seluruh uraiannya dari Bab I sampai Bab V, semuanya murni melecehkan Islam dan umat Islam. Akhirnya, di bagian penutup (hal. 84), H. Amos berharap agar tambahan informasi bermuatan pelecehan itu dapat diterima dengan baik oleh para pembaca.

Sehingga, H.Amos yang mengaku-aku pernah menunaikan Ibadah Haji tahun 1983, menghimbau agar umat Islam menyadari dan tidak menutup-nutupi kekeliruan dalam hal menyembah Allah serta bertanggungjawab memperbaiki kekeliruan itu. Alasannya, karena pada dasarnya umat Islam itu menyembah setan, sesuai dengan Al-Qur’an suratYasin 60.

Pokoknya, umat Islam yang membaca buku “Upacara Ibadah Haji” tersebut pasti akan berontak dan tersulut amarahnya. Kecuali jika yang membacanya adalah muslim abangan, tentu mereka hanya tinggal diam saja, masa bodoh.

Sebagai muallaf mantan Kristen yang benar-benar sudah pernah menunaikan Ibadah Haji, kami menyambut baik risalah ‘tambahan informasi’ dari Bpk. Drs. H. Amos tersebut. Sebab risalah itu semakin membuktikan kebenaran firman Allah;

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak senang kepadamu sampai kamu mengikuti agama mereka” (Al Baqarah .120).

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kemu beriman” (Ali ‘Imran 100).

Sebagai timbal-baliknya (give and take), kami susun buku ralat yang ada di tangan pembaca ini, agar Drs. H. Amos dan para missionaris lainnya menyadari betapa parah dan rusaknya alam pikiran H. Amos setelah murtad dari Islam ke Kristen.

Dengan menyadari pemahaman yang sudah korslet tentang Islam, kami berharap kepada Drs. H. Amos cs. agar mulai mengkaji Islam dan membandingkannya dengan Kristen secara proporsional yang kami paparkan dalam buku ini.

Perlu diketahui sebelumnya, bahwa buku ini kami susun jauh dari sifat emosional, melainkan terdorong oleh perasaan iba dan kasihan kepada Drs. H. Amos yang sudah tidak bisa berpikir sehat lagi. Sebab setelah murtad, beliau dicuci otaknya oleh para pendeta dan missionaris.

Mudah-mudahan buku ini banyak manfaatnya.

Jakarta, Juni 1999

(H. Insan LS Mokoginta)

DIALOG 1 : HUJAT & RALAT ttg RUKUN IMAN

ISLAM AGAMA BANGSA ARAB, HAJI ADALAH UPACARA

Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

Upacara Ibadah Haji adalah salah satu kewajiban yang ditetapkan dalam rukun Islam yang kelima. Sebab itu sangatlah penting dan berguna untuk diketahui, apa itu rukun Islam.

Untuk mengetahui rukun Islam ada baiknya perlu terlebih dahulu memahami rukun Iman yang merupakan dasar prinsip keimanan dari agama bangsa Arab. (hal. 3).

Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)

Dalam tiga kalimat tersebut terdapat dua kesalahan istilah yang mendasar dan sengaja dipakai dalam semua uraian dalam buku karangan H. Amos.

Pertama, menyebut Ibadah Haji (rukun Islam yang kelima) dengan istilah ‘Upacara Ibadah Haji’, ini adalah penghinaan yang nyata kepada umat Islam. Jutaan umat Islam Indonesia dilecehkan H. Amos dengan mengatakan bahwa Ibadah Haji adalah satu bentuk ‘upacara’. Jadi, ibadah haji dikonotasikan seolah-olah bukan dari ajaran Allah, melainkan tata cara ritual buatan manusia.

Hanya umat Islam dan jamaah haji yang lemah iman saja yang diam tanpa reaksi terhadap penghinaan murtadin Amos tersebut.

Kedua, mengganti istilah nama ‘Agama Islam’ dengan ‘Agama Bangsa Arab’, ini pun penghinaan yang sangat jelas dan menantang iman kepada umat Islam seluruh dunia. Dengan istilah ‘Agama Bangsa Arab’ ini, murtadin Amos menekankan seolah-olah Islam bukan agama untuk seluruh dunia, melainkan agamanya orang yang ada di Arab saja.

Oleh sebab itu, sangat tidak wajar jika Kedutaan Arab Saudi tidak melaporkan pelecehan agama ini kepada pjhak yang berwajib –dalam hal ini pemerintah Indonesia– karena hal ini jelas merupakan pelecehan secara terang-terangan terhadap bangsa, agama dan nabi mereka. Dan jika mereka mengadukan hal ini kepada pihak yang berwajib, umat Islam pasti akan mendukung.

Dari dua point tersebut, jelaslah bahwa ‘tambahan informasi’ yang dimaksudkan H. Amos dalam kata pengantarnya adalah tambahan informasi untuk menyulut api permusuhan antar agama.

Buku Amos yang beredar sejak tanggal 25 Desember 1997 itu, sampai saat ini sudah dua tahun beredar kepada puluhan ribu pembaca. Berarti, sudah dua tahun pula Drs. H. Amos menantang umat Islam secara umum.

Rukun Iman ke 1 : Percaya kepada yang Ghaib

Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

Dalam agama bangsa Arab, ada enam prinsip keimanan, yaitu: percaya kepada yang ghaib, percaya kepada malaikat, percaya kepada wahyu yang diturunkan Allah, percaya kepada adanya akhirat/kiamat, percaya kepada nabi-nabi dan percaya kepada qadar atau takdir. (hal. 3).

Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)

Di sini terlihat jelas betapa picik dan tololnya Drs. H. Amos. Tolol dan piciknya besar sekali.

Tolol besar, karena tidak tahu kalau dirinya masih belum paham Islam dan tak punya iman di dada, tapi sudah nekad mengajarkan Islam dan Iman dalam bukunya.

Picik besar, karena sengaja memilih kata-kata dan kalimat yang negatif untuk menggambarkan Islam. Mengganti kata iman dengan kata percaya, jelas sangat keliru. Kata iman jauh lebih luas dibandingkan kata percaya.

Iman adalah kepercayaan yang ada dalam sanubari, yang diikrarkan secara lisan dan diamalkan dalam bentuk rukun-rukun.

Kemudian H. Amos mengatakan bahwa rukun iman yang pertama dalam Islam adalah “percaya kepada yang ghaib”, ini adalah kesalahan besar yang disengaja untuk menimbulkan kesan yang jelek tentang Islam. Seolah-olah, umat Islam harus beriman kepada hal-hal yang bersifat ghaib, misalnya: setan, dhemit, gendruwo, mak lampir, jailangkung, dan lain-lain. Padahal bukan demikian ajaran Islam.

Susunan rukun iman yang benar dalam Islam adalah sesuai dengan ajaran hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim. Suatu hari Jibril bertanya kepada beliau tentang iman. Maka beliau menjawab dengan sabdanya sebagai berikut:

“Hendaklah engkau beriman kepada Allah, kepada para malaikat-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada para rasul-Nya, kepada Hari Kiamat dan beriman kepada Qodar (takdir) yang baik maupun yang buruk” (HR. Muslim dari Umar bin Khatthab).

H. Amos adalah Himar Amos

Dengan terlalu minimnya wawasan Amos tentang Islam, maka kami tidak yakin bahwa nama H. Amos berarti Haji Amos. Sebaliknya, kami yakin bahwa H. Amos adalah kependekan dari Himar Amos.

‘Himar’ dalam bahasa Arab berarti binatang sejenis keledai tunggangan. Binatang jenis ini termasuk binatang yang paling bodoh. Makna filosofi himar dilukiskan Al Qur’an dalam ayat-ayat di bawah ini: “Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara himar (keledai).” (Qs. Luqmaan 19).

Dalam ayat lain dikatakan: “Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan Taurat kepadanya, kemudian mereka tidak memikulnya, adalah ibarat keledai (himar) yang mengangkut kitab-kitab yang tebal. Itulah seburuk-buruk perumpamaan bagi mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim” (Qs. Al Jumu’ah 5).

Contoh yang paling mudah dipahami, seandainya himar itu disuruh menarik gerobak, maka langsung ditariknya tanpa peduli apa isinya. Diisi emas atau berlian dia tarik, diisi pasir dia tarik pula. Bahkan diisi sampah atau kotoran pun dia tarik juga. Dia tidak pemah tahu dan tidak pernah mau tahu apa yang dia tarik. Yang penting narik, dapat makan, yah… sudah, Haleluyah. Itulah himar.

Terhadap orang yang menghina Nabi Muhammad dan ajaran Islam yang mulia, tentu tidak pantas bagi sarjana murtadin memakai titel Haji. Yang paling pantas adalah titel Himar, sebab hanya manusia yang seperti himar itulah yang cocok untuk penghujat dan penjual ayat-ayat Allah.

Iman dalam Kristen

Dalam Kristen, masalah iman tidak dijelaskan secara rinci seperti dalam Islam. Bahkan ayat-ayat tentang iman dalam Bibel, bila dikritisi akan tampak tidak masuk akalnya, tidak mungkin bisa diterapkan pada zaman modern. Semakin dipikir, semakin tak masuk akal. Perhatikan iman dalam Bibel berikut:

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu” (Matius 17:20).

Bila ayat tersebut diterapkan, maka dunia akan kacau. Tanpa alat-alat transportasi modern, gunung-gunung bisa pindah-pindah tempat dengan mudah. Mungkin gunung-gunung, gedung-gedung dan bangunan-bangunan akan pindah sekian ratus kali sehari oleh iman yang dimiliki oleh umat Kristen. Lucu, bukan !?

Tetapi, sampai saat ini tak ada umat Kristen yang mengaku beriman kepada Yesus (baik pendeta, pastur, evangelis atau paus) yang mampu memindahkan gunung dengan imannya yang sebesar biji sawi.

Ajaran iman dalam ayat Bibel yang lain adalah berikut: “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya (beriman, ed.): mereka akan mengusir setan-setan demi namaku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya di atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” (Markus 16:17-18).

Ayat tersebut, bila diterapkan, maka sepanjang sejarah di dunia modern takkan pernah ada ilmu kedokteran, ilmu bahasa dan sastra.

Sebab cukup dengan percaya kepada Yesus, umat Kristen mampu berbicara dalam segala bahasa apapun tanpa harus belajar terlebih dahulu di Akademi Bahasa Asing. Juga dapat menyembuhkan segala macam penyakit tanpa kuliah dulu di fakultas kedokteran. Cukup dengan menumpangkan tangan di atas pasien, langsung sembuh. Langsung enaak….!!!

Karena ajaran iman dalam Bibel itu tidak benar, maka sampai saat ini tak ada orang Kristen yang bisa membuktikan ayat Bibel tersebut. Sampai saat ini, belum ada seorang pendeta pun yang berani minum racun untuk membuktikan kebenaran imannya sesuai ajaran Injil. Bahkan, Paus tertinggi di Vatikan pun belum pernah minum racun untuk membuktikan kebenaran ayat tersebut.

Rukun Iman ke 2 : Percaya kepada Malaikat Jahat & Baik

Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

2. Percaya kepada Malaikat

Dalam iman Islam, pembantu Allah adalah malaikat-malaikat, yaitu makhluk yang tidak tampak dan masing-masing mempunyai fungsi tertentu, yaitu terdiri dari dua kelompok, yakni malaikat yang baik dan malaikat yang jahat.

a. Malaikat yang baik terdiri dari:

- Malaikat Penghulu, yaitu:
Jibril (malaikat yang menyampaikan wahyu), Mikhael (malaikat pemelihara), Israfil (malaikat malapetaka), Izrail (malaikat kematian), Malik (malaikat penjaga neraka), Ridwan (malaikat penjaga surga).

- Malaikat yang memerintah, yaitu: malaikat pencatat, pemakai-pemakai mahkota dan penanya orang mati (malaikat Munkardan Nakir).

b. Malaikat yang jahat terdiri dari:

Iblis atau setan yaitu malaikat jatuh dan Jin, yang tergolong dua, yakni muslim dan jin Kafir (surat 72 Al Jin ayat 14). Adapun Jin Muslim dianggap baik karena mengakui Muhammad sebagai rasul. Tetapi baik jin Muslim maupun jin kafir kedua-duanya adalah iblis (surat 6 Al Anaam ayat 128, surat 18 Al Kahfi ayat 50). (hal. 5).

Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)

Dari uraian itu.jelas sekali nampak bahwa Himar Amos sedang atraksi memamerkan ketololannya. Kalau memiliki pengetahuan Islam atau Al Qur’an, tidak mungkin dia menulis uraian yang keliru semacam itu. Sebab pendapat semacam itu hanya bisa dilontarkan oleh orang yang betul-betul awam dan buta datam hal Islam. Maka sungguh pantas bila penulis semacam itu disebut sebagai Sarjana Murtadin Himar Amos.

Dalam Islam tidak ada ajaran yang mengatakan bahwa malaikat itu ada yang jahat. Menurut Islam, malaikat adalah makhluk ciptaan Allah yang terpelihara dari segala kesalahan dan dosa, karena malaikat tidak diberi nafsu. Semua malaikat tunduk dan patuh kepada perintah Allah. Tidak ada istilah malaikat pembangkang dalam Islam. Tidak ada satu pun keterangan dalam Al Qur’an yang mengatakan bahwa malaikat itu ada yang jahat.

Semua malaikat itu tunduk, patuh dan taat kepada segala perintah Allah tanpa tawar-menawar sedikit pun, sesuai dengan ayat-ayat berikut ini:

- An Nahl 49-50 yang menyatakan bahwa malaikat tidak sombong, melainkan takut kepada Allah serta patuh melaksanakan perintah-Nya.
- Al Anbiyaa 19-20 dan 27 yang menyatakan bahwa malaikat patuh kepada Allah.
- At Tahrim 6 yang menyatakan bahwa malaikat tidak mendurhakai perintah Allah.

Lebih konyol lagi, Drs. Himar Amos menerangkan bahwa jin adalah bagian dari malaikat yang jahat. Ini sama sekali tidak benar. Menurut Islam, jin itu tercipta dari api, sedangkan malaikat dari cahaya (nur). Dari segi penciptaannya saja sudah berbeda. Perhatikan hadits berikut:

“Dari Aisyah r.a. dinyatakan, sesungguhnya Nabi saw. pernah bersabda: “Malaikat itu diciptakan dari cahaya (nuur) dan jin itu diciptakan dari percikan api (naar), sedang Adam diciptakan dari sesuatu yang sudah engkau kenal.” (HR. Muslim).

Malaikat masuk neraka dalam ajaran Kristen

Setelah kami selidiki, ternyata Himar Amos keliru paham terhadap Islam tersebut berangkat dari pemahaman akan keterangan Bibel yang diajarkan oleh para pendeta dan evangelis seniornya.

Sebab dalam Alkitab atau Bibel disebutkan bahwa malaikat itu ada yang baik dan ada yang jahat. Mari perhatikan ayat-ayat berikut ini:

1. Malaikat pembangkang dan tidak taat ?
“Dan bahwa ia (Yesus. ed.) menahan malalkat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kakuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar” (Yudas 1:6).

2. Iblis bisa menyamar jadi malaikat gadungan?
“Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun manyamar sebagai malaikat Terang.” (II Korintus 11:14).

3. Malaikat diadili manusia?
“Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan manghakimi malaikat-malaikat? Jadi apa lagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.” (I Korintus 6:3).

4. Malaikat masuk ke neraka berkumpul jadi satu dengan ibils.
“Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang yang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah disediakan untuk iblis dan malaikat-malaikatnya.” (Matius 25:41).

Ayat-ayat Alkitab di atas mengajarkan bahwa malaikat ada yang tidak taat dan ada iblis yang bisa menyamar jadi malaikat. Bahkan malaikat akan diadili oleh manusia. Lucunya, malaikat akan masuk neraka bersama-sama dengan iblis.

Kalau melihat malaikat saja belum pernah, bagaimana mungkin ada manusia yang akan menilai, kesalahan dan menghakimi malaikat??!! Justru malaikatlah nanti yang akan menghakimi manusia, sebab selama hidupnya manusia senantiasa diawasi oleh malaikat.

Kalau begitu, fungsi malaikat Tuhan dalam kepercayaan Kristen itu macam apa ? Apakah umat Kristen harus mengadakan ujian/testing terhadap malaikat yang diutus Tuhan ?

Apakah kalau malaikat pencabut nyawa yang datang kepada mereka, mesti ditanya, dites dan dibuktikan dulu apakah dia itu benar-benar malaikat yang diutus oleh Tuhan atau iblis yang menyamar jadi malaikat ? Lucu, bukan ??

Demikianlah ajaran Bibel tentang malaikat yang sangat kacau dan meragukan.

Rukun Iman ke 3 : Percaya kepada Bibel yg diterjemahkan & masuk Qur’an

Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

Percaya kepada Wahyu yang diturunkan Allah

Umat Islam mengakui ada 4 kitab yang diwahyukan yaitu Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur’an. Oleh sebab itu penganut agama bangsa Arab harus percaya kepada empat kitab suci tersebut.

Mengapa Taurat, Zabur dan Injil harus diimani oleh penganut agama bangsa Arab? Hal ini disebabkan sebahagian dari ayat-ayat Taurat, Zabur (Mazmur) dan Injil yaitu kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang disebut Alkitab telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan dimasukkan ke dalam ayat-ayat Al Qur’an. Hal ini dikonfirmasikan pada ayat-ayat Al-Qur’an sebagai berikut:

“Dan sesungguhnya Al-Qur’an dalam induk Alkitab di sisi Kami adalah tinggidan penuh hikmat.” (Az Zukhruf 43:4). (hal. 6-7).

Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)

Tuduhan murahan seperti itu sudah sejak lama dan terlalu sering dilontarkan pihak Kristen untuk mengguncang kemuliaan Al-Qur’an. Kuno!! Karena mereka kurang memahami isi kandungan Alkitab/Bibel dan buta akan Al Qur’an, ditambah lagi dengan kebencian dan antipati terhadap Islam dalam hati dan pikiran mereka.

Kalaupun dikatakan bahwa Al-Qur’an mengandung unsur Taurat, Zabur dan Injil, itu bukan masalah. Tetapi itu bukan berarti bahwa Nabi Muhammad saw yang memasukkan unsur-unsur tersebut dalam Al Qur’an, sama sekali bukan. Yang memasukkan unsur-unsur Taurat, Zabur dan Injil kedalam Al Qur’an adalah Allah Swt. sendiri melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw.

Adanya persamaan ayat antara Al Qur’an dengan ketiga kitab tersebut, tentu saja bukan berarti Al Qur’an menjiplak dari ketiga kitab itu. Tapi karena memang sumbernya sama, yaitu sama-sama dari Allah Swt. Tentu saja yang masuk ke dalam Al Qur’an itu adalah firman-Nya yang benar dan belum diubah oleh umat Yahudi dalam ketiga kitab sebelumnya. Sebab ayat-ayat tersebut merupakan wahyu yang diwahyukan kembali oleh Allah Swt. kepada baginda Muhammad saw.

Oleh sebab itu semua keterangan tentang kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya itu telah tercakup dalam satu kitab saja yaitu Al Qur’an.

Tentu saja yang dimaksud dengan Taurat, Zabur dan Injil di sini bukan Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama dalam Bibel milik umat Kristen seperti sekarang ini. Kitab yang ada sekarang ini sudah tidak asli lagi, melainkan sudah dikotori oleh tangan-tangan jahil manusia.

Tertiadap kitab Taurat, Zaburdan Injil yang ada sekarang ini, Rasulullah berpesan agar jangan percaya keseluruhannya dan jangan pula ditolak keseluruhannya. Itu berarti di dalamnya masih mengandung kebenaran, walau sedikit.

Ayat-ayat yang masih benar dan asli itu misalnya dalam Kitab Ulangan 6:4 tentang keesaan Tuhan, ini tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan bisa diterima. Sedangkan kitab Roma 10: 9 yang menyatakan bahwa Allah telah membangkitkan Yesus sebagai Tuhan, ini jelas ditolak umat Islam karena bertentangan dengan Al Qur’an.

Tentang mana ayat yang benar, mana ayat yang tidak benar, mana yang ditambah, dikurangi, dirobah dan lain-lain, itulah tugasnya para Kristolog dalam rangka membuktikan kebenaran Al Qur’an. Sebab dengan banyak menemukan kesalahan, pertentangan, kekeliruan, penambahan, pengurangan dan lain-lain dalam Alkitab/Bibel, hal ini justru menambah keyakinan akan kebenaran Al Qur’an sebagai wahyu Allah.

Korelasi Al Qur’an dengan Taurat, Zabur dan Injil

Antara Al Qur’an dengan kitab-kitab wahyu sebelumnya (Taurat, Zabur dan Injil), masih ada korelasi, antara lain:

1. Kitab-kitab terdahulu sudah tidak orsinil karena dirobah oleh tangan-tangan jahil manusia yang tidak bertanggung jawab.

“Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya, “Ini dari Allah”, karena mereka hendak memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu” (Qs. Al Baqarah 79).

Maka Al Qur’an sebagai kitab penggantinya, dijamin keotentikannya sepanjang zaman oleh Allah Swt.

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Qur’an dan sesungguhnya Kami pula yang benar-benar memeliharanya.” (Qs. Al Hijr 9).

Dalam hal ini, Al Qur’an berfungsi sebagai kitab pengganti untuk menguji ayat-ayat yang telah dirubah tersebut.

“Sesungguhnya Al Qur’an ini menjelaskan kepada Bani Israel sebagian besar dari (perkara-perkara) yang mereka berselisih tentangnya.” (Qs. An Naml 76).

Maka tak heran apabila terdapat persamaan antara Al Qur’an dengan Taurat dan Injil. Sebab sisa-sisa kebenaran dalam Taurat, Zabur dan Injil, diwahyukan kembali oleh Allah Swt. ke dalam Al Qur’an melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw.

2. Kitab-kitab suci sebelumnya banyak yang disembunyikan kebenarannya.

“Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya tatkala mereka berkata: “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia”. Katakanlah, “Siapa yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya. Padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui ?” (Qs. Al An’aam 91).
Maka Nabi Muhammad diutus Allah untuk menjelaskan isi Alkitab yang disembunyikan tersebut.

“Hai Ahli Kitab, sungguh telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan kepada kamu banyak dari isi Alkitab yang kamu sembunyikan dan (pula yang) dibiarkannya. Sungguh telah datang kepada kamu cahaya dari Allah dan Kitab yang terang.” (Qs. Al Maa-idah 15).

3. Nabi Musa as. dengan Tauratnya dan Nabi Isa as. dengan Injilnya adalah khusus untuk Bani Israel saja.

“Dan Kami jadikan Al Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil.” (Qs. As Sajdah 23).

“Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil.” (Qs. Az Zukhruf 59).

Maka Al Qur’an sebagai kitab suci pamungkas diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad, untuk seluruh alam semesta, termasuk orang-orang sebelumnya (pengikut Nabi Isa as).

“Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya ? Katakanlah. “Datangkanlah keterangan-keterangan kamu. Al Qur’an ini adalah pengajaran bagi orang-orang yang bersamaku dan pengajaran bagi orang-orang sebelumku”. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui kebenaran, karena itu mereka berpaling.” (Al Anbiyaa’ 24).

“Dan tiadalah ia (Al Qur’an) melainkan pengajaran untuk semesta alam.” (Al Qalam 52 dan At Takwiir 27).

“Dan Al Qur’an ini diwahyukan kepadaku (Muhammad), supaya dengannya (Al Qur’an itu) aku memberi peringatan kepada kamu dan kepada orang-orang yang sampai (Al Qur’an) kepadanya.” (Al An’aam 19).

Rukun Iman ke 4 : Percaya pada Hari Kiamat yg akan diadili oleh yesus

Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

Percaya kepada adanya akhirat/kiamat.

Menurut agama bangsa Arab kehidupan akhirat adalah kelanjutan dari kehidupan dunia ini. Semua orang yang berbuat baik dan mengikuti ajaran agama bangsa Arab dijanjikan mendapat pahala untuk masuk surga pada hari penghakiman. Sedangkan yang berbuat jahat akan disiksa dalam neraka.

Oleh karena penghakiman adalah awal dari kehidupan sebenarnya, maka perlu untuk diketahui, siapakah sesungguhnya yang menjadi hakim yang adil pada waktu hari penghakiman ini ?

Menurut Hadits Shahih Bukhari, Hadits Shahih Muslim dan Al Qur’an maka yang menjadi hakim yang adil pada waktu hari penghakiman ialah Isa Almasih sebagaimana tertera berikut ini:

1. Hadits Shahih Muslim 127 dan Shahih Bukhari 1090

“Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. Bersabda: “Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masanya Isa anak Maryam akan turun di tengah-tengah kamu. Dia akan menjadi hakim yang adil, akan dihancurkannya salib, dibunuhnya babi, dihapuskannya pajak, dan kekayaan akan melimpah ruah, sehingga tidak seorang pun lagi bersedia menerima pemberian.” (HR. Muslim No. 127).

“Dari Abu Hurairah r.a, katanya Rasulullah saw. bersabda: “Demi Allah yang diriku dalam genggaman-Nya. Sesungguhnya akan turun kepadamu Ibnu Maryam (Isa Almasih) menjadi hakim yang adil. Maka dipecahnya salib, dibunuhnya babi, dihapuskannya pajak, dan harta kekayaan akan melimpah ruah, sehingga tidak seorang jua pun yang menerima.” (HR. Bukhari No. 1090).

2. Surat 43 Az-Zukruf ayat 61:

‘Dan sesungguhnya dia (Isa Almasih) adalah suatu tanda bagi kiamat, maka janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutlah Aku, inilah jalan yang lurus”.

3. Surat 4 An Nisaa ayat 159:

“Dan tidak ada seorang pun dari ahli kitab melainkan akan beriman kepada Isa Almasih sebelum matinya, dan pada hari kiamat dia menjadi saksi terhadap mereka”.

Dengan demikian menurut ayat-ayat tersebut di atas, Isa Almasih adalah hakim yang adil pada waktu hari penghakiman karena dialah yang berkuasa dan yang mempunyai kedudukan yang paling tinggi di dunia dan akhirat. (hal. 7-10).

Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)

Dengan uraian yang sangat ngawur, Himar Amos ingin membuktikan bahwa keselamatan semua manusia di akhirat nanti hanya ada di tangan Yesus. Sebab dialah satu-satunya Hakim Akhir Zaman Yang Maha Adil.

Dengan kengawuran itu, Himar Amos merasa bahwa dirinya adalah pahlawan besar pembela ajaran Yesus. Padahal, kalau dia menyadari, dia akan malu besar dengan tulisannya itu. Sebab tulisan itu justru menunjukkan bahwa Himar Amos tidak punya agama dan dasar pijak berpikir yang jelas.

Islam bukan, Kristen pun tidak! Sebab dia tidak mengikuti ajaran Al Qur’an maupun Bibel yang sama-sama mengatakan bahwa Hakim AkhiratYang Maha Adil itu hanyalah Allah Swt. saja, sesuai dengan ayat Al Qur’an berikut:

“Maka patutkah aku mencari hakim selaln Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan terperinci?” (Qs. Al An’aam 114).

“Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya” (Qs. Yunus 109).

“Sesungguhnya janji-Mu itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya” (Huud 45).

“Bukankah Allah adalah Hakim yang seadil-adilnya ?” (Qs. At Tiin 8).

Ayat-ayat Bibelnya sebagai berikut:

“Tetapi Allah adalah Hakim, direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain” (Mazmur 75:8).

“Sebab Engkau (Allah, ed.) membela perkaraku dan hakku, sebagai Hakim yang adil Engkau duduk di atas takhta.” (Mazmur 9:5).

“Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat” (Mazmur 7:12).

“Tetapi, TUHAN samesta alam, yang menghakimi dangan adil, yang menguji batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku” (Yeremia 11:20).

“Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim” (Mazmur 50:6).

Dari keterangan Al Qur’an maupun Bibel, ternyata hanya Allah saja satu-satunya Hakim Yang Adil yang akan menghakimi semua manusia, tidak ada yang lain.

Kalau Himar Amos masih tegar tengkuk mempertahankan keyakinan bahwaYesus adalah Hakim Yang Adil pada hari Kiamat, maka dia tidak bisa disebut sebagai umat pengikut Yesus, apalagi sebagai umat Islam. Sebab dia sudah berani melawan aturan Al Qur’an dan Bibel.

Lebih tegas lagi, Yesus berkata dengan sejujur-jujurnya bahwa dia bukan datang untuk menghakimi dunia seperti ayat di bawah ini:

“Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.” (Yohanes 3:17).

Yang dimaksud menyalamatkan dalam konteks ayat ini adalah mengajarkan petunjuk dan ajaran yang benar kepada Bani Israel untuk memperoleh keselamatan sorgawi. Jadi bukan untuk menyelamatkan dalam arti menebus dosa semua manusia di bumi ini, tidak !!

Jelaslah bahwa yang benar-benar menjadi hakim dan penyelamat di akhirat nanti hanya Allah Swt., tidak ada yang lain. Bahkan Nabi Isa as. (Yesus) itu sendiri diselamatkan oleh Allah.

Tentang penyelewengan Himar Amos terhadap Hadits Shahih Muslim 127, Shahih Bukhari 1090, Az Zukhruf 61 dan An Nisaa 159, pembaca dapat membandingkan jawaban kami dalam tiga buku kami terdahulu yaitu:
1. Pembelaan Seorang Muallaf
2. Muallaf Meluruskan Pendeta
3. Muallaf Membimbing Pendeta Ke Surga

Rukun Iman ke 5 : Percaya bahwa yesus nabi yang paling ditinggikan

RUKUN IMAN KE-5:
PERCAYA BAHWA YESUS ADALAH NABI YANG PALING DITONJOLKAN DAN DITINGGIKAN AL QUR’AN

Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

Rukun Iman yang kelima: Percaya kepada nabi-nabi

Agama bangsa Arab mengakui adanya 25 nabi yaitu nabi-nabi 1). Adam, 2). Idris, 3). Nuh, 4). Hud, 5). Shaleh, 6). Ibrahim, 7). Luth, 8). Ismail, 9). Isak, 10).Yakub, 11). Yusuf, 12). Ayub, 13). Zulkifli, 14). Syuaib, 15). Musa, 16). Harun, 17). Daud, 18). Suleiman, 19). Ilyas, 20). Ilyasa, 21).Yunus, 22). Zakaria, 23). Yahya, 24). Isa Almasih, 25). Muhammad, (hal. 11).

Sudah tentu dari 25 orang nabi tersebut di atas maka yang paling ditonjolkan dan ditinggikan oleh Al Qur’an hanyalah nabi Isa Almasih, sedangkan ke 24 nabi lainnya diceriterakan hanya secara sepintas saja. Bukan hanya dalam Al Qur’an Isa Almasih ditonjolkan dan ditinggikan, tetapi juga dalam Hadits Shahib Bukhari dan Hadits Shahih Muslim.

Simaklah bukti-bukti di bawah ini untuk mendukung kebenaran pernyataan di atas:

- Isa Almasih dilahirkan dari seorang perawan suci Maryam (surat 3 Aali Imraan ayat 42).
- Isa Almasih dilahirkan dari Roh Allah (surat 4 An Nisaa ayat 171).
- Isa Almasih diperkuat dengan Roh Kudus (surat 2 Al Baqarah ayat 253).
- Isa Almasih menciptakan burung yang identik dengan Allah menciptakan manusia (surat 5 Al Maidah 110, surat 3 Aali Imraan ayat 49).
- Isa Almasih adalah manusia suci oleh sebab itu tidak berdosa (surat 19 Maryam ayat 19).
- Isa Almasih yang tertinggi kedudukannya didunia dan akhirat (surat 3 Aali Imraan ayat 45).
- Isa Almasih langsung berbicara firman Allah sejak bayi (Maryam 19:30-32).
- Isa Almasih dilahirkan, diwafatkan dan dibangkitkan hidup kembali (Maryam 19:33).
- Isa Almasih disamakan kejadiannya seperti kejadian Adam (Aali Imraan 3:159).
- Isa Almasih menyembuhkan orang sakit dan menghidupkan orang mati (Aali Imraan 3:49).
- Isa Almasih adalah orang yang paling kudus oleh sebab itu tidak bisa disentuh setan (Hadits Shahih Bukhari 1493).
- Isa Almasih lahir firman Allah oleh Roh Allah dan firman kalimahNya (Hadits Shahih Bukhari nomor 1496).
- Isa Almasih adalah hakim yang adil pada akhir zaman (Hadits Shahih Bukhari nomor 1090 dan Hadits Shahih Muslim nomor 127). (hal. 12-14).

Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)

Apa yang dipaparkan Himar Amos tersebut sebenarnya bukan pemikirannya sendiri, melainkan murni menjiplak tulisan penginjil seniornya, Dr. Ev. Suradi Ben Abraham. Sebelumnya, Suradi telah menulis ayat-ayat tersebut dalam brosur Kristen yang berwajah Islam “Dakwah Ukhuwah” dua seri. Pembaca bisa membaca jawaban tuntas kami dalam dua buku kami sebelumnya, yaitu: “Muallaf Meluruskan Pendeta” dan “Muallaf Mambimbing Pendata Ke Sorga”.

Memang, ada kecenderungan baru dalam dunia penginjilan. Para pendeta, evangelis dan missionaris lebih suka mengutip ayat-ayat Al Qur’an dan Hadits Nabi yang dianggap mendukung doktrin Kristen tentang ketuhanan Yesus. Dengan demikian, mereka berharap agar kaum muslimin akan dapat ditarik ke Kristen dengan mudah.

Tetapi, usaha ini akan sia-sia saja. Buang-buang energi percuma saja. Sebab umat Islam sudah memiliki dasar tauhid yang pasti dan mantap. Dalam hal iman kepada para nabi Allah, umat Islam tidak membeda-bedakan semua nabi Allah (Qs. Al Baqarah 285). Sebab semua nabi sama-sama mengajarkan tauhid dan menentang syirik (Qs. 21:35).

Apapun gelar dan titel yang dipikul oleh Yesus (Nabi Isa as), semua bisa diterima umat Islam, kecuali gelar bahwa Yesus Tuhan, Yesus Anak Tuhan, Yesus Penjelmaan Tuhan, Yesus Juru Selamat Penebus dosa, dll.

Jadi, usaha Himar Amos dan Ev. S. Ben Abraham untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan berdasarkan Al Qur’an dan Hadits, sernuanya akan sia-sia tak bermakna dengan alasan:

Pertama, banyaknya mukjizat Yesus sama sekali tidak menunjukkan bahwa Yesus adalah Tuhan atau penjelmaan Tuhan. Sebab semua mukjizat yang ditunjukkan itu terjadi atas izin Allah (bi idznillah), bukan atas kehendak Isa as. sendiri. Tanpa izin Allah, tidak ada satu pun mukjizat yang bisa dia lakukan. Jadi yang hebat itu bukannya Isa as. tapi Allah Swt.

Tentang mukjizat yang aneh-aneh dan ajaib tersebut, tidak usah terlalu diistimewakan. Sebab Allah memberikan berbagai mukjizat kepada para nabi yang diutusnya sesuai dengan kebutuhan zaman masing-masing nabi.

Jadi, mukjizat yang dimiliki Yesus tidak menunjukkan bahwa dia memiliki unsur ketuhanan. Lagi pula, setelah Yesus tidak ada di dunia, semua mukjizatnya punah tanpa ada seorang pun yang mewarisinya.

Semua kehebatan Yesus hanya tinggal kisah saja, tak ada pengikut beliau yang mewarisi. Sampai detik ini, tak ada pendeta ataupun pastur yang bisa berjalan di atas air, mendatangkan makanan dari langit, menghidupkan mayat, serta menyembuhkan orang buta sejak lahir, dll. seperti yang dilakukan Yesus.

Inilah yang membedakan antara Nabi Isa (Yesus) dengan Nabi Muhammad saw. Yesus pergi menjnggalkan dunia tanpa meninggalkan kitab suci, sedangkan Nabi Muhammad wafat dengan mewasiatkan pusaka peninggalan Al Qur’an wahyu Allah.

Hebatnya, mukjizat Nabi Muhammad yaitu Al Qur’an, sampai saat ini masih dapat disaksikan dan diwarisi oleh umat Islam. Sampai kapanpun Al Qur’an tidak akan pernah mengalami perubahan. Hebat, bukan ?

Kedua, semakin banyak dan semakin hebat bin aneh mukjizat Yesus, justru semakin membuktikan bahwa Yesus bukanlah Tuhan. Dalam hal ini, yang hebat bukanlah Yesus selaku penerima/diberi mukjizat, melainkan Allah yang mencipta dan memberi mukjjzat.

Tanpa karunia hadiah dari Allah, mustahil Yesus dapat menunjukkan mukjizat. Jangankan membuat mukjizat, menguap saja, Yesus tidak bisa bila tanpa karunia Allah. Yesus tidak dapat berbuat apa-apa.

“Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri. Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan penghakimanku adil, sebab aku tidak menuruti kehendakku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku.” (Yohanes 5:30).

Usaha Himar Amos untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan dengan mencari-cari ayat Al Qur’an dan Hadits Nabi tidak akan membuahkan hasil, sia-sia belaka. Bahkan merugikan Kristen sendiri.

Sebab hal itu berarti Himar Amos tetah mengkebiri kitab sucinya sendiri. Dalam Bibel tidak terdapat satu pun ayat yang menyatakan bahwaYesus bersabda: “Akulah Allah, sembahlah aku”. Tidak ada! Justru banyak sekali bukti dalam Bibel bahwa Yesus adalah manusia, bukan Tuhan. Buktinya:

a. Segala kehendak Yesus disetir Tuhan
“Aku tidak dapat beruat apa-apa dari diriku sendiri. Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan panghakimanku adil, sebab aku tidak menuruti kehandakku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku” (Yohanes 5:30).

b. Yesus bersyukur kepada Tuhan
“Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang barkenan kepada-Mu.” (Matius 11:25).

c. Yesus leblh kecil dari Tuhan
“Kamu telah mendangar, bahwa aku tetah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi aku, kamu tentu akan bersukacita karena aku pergi kepada Bapaku, sebab Bapa lebih besar dari pada aku.” (Yohanes 14:28).

d. Yesus pergi menghadap Tuhan
“Sekarang aku pergi kapada Dia yang telah mengutus aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepadaku: Ke mana engkau pergi?” (Yohanes 16:5).

Segala kehendak Yesus disetir Tuhan, Yesus bersyukur kepada Tuhan, Yesus lebih kecil daripada Tuhan dan Yesus pergi menghadap Tuhan. Hal ini jelas menunjukkan bahwa Yesus bukanlah Tuhan, Yesus tidak sama dengan Tuhan dan bukan satu pribadi dengan Tuhan.

Jadi, sekali lagi, usaha Himar Amos untuk mengelabuhi dan membujuk halus kaum muslimin agar mau mempertuhankan manusia Yesus tidak akan pernah berhasil. Sebab umat Islam tidak akan mempertuhankan Yesus karena takut dikatakan sebagai ‘orang kafir’ dan diancam dengan hukuman neraka oleh Al Qur’an surat Al Maa-idah 72.

“Sungguh kafirlah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya Allah itu adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih sendiri telah berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu’. Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya Allah haramkan surga atasnya, dan tempatnya di neraka, dan tidaklah ada penolong bagi orang-orang yang zalim.”

Sumber: “Pendeta Menghujat Muallaf Maralat”, Insan L.S. Mokoginta (Wenseslaus), FAKTA (Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan), Jakarta, 1999.

DIALOG 2 : HUJAT & RALAT TTG RUKUN ISLAM

Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

Rukun Islam

Rukun Iman harus diamalkan dan untuk mengamalkan rukun Iman ini ditetapkan kewajiban-kewajiban yang disebut rukun Islam.

Rukun Islam terdiri dari 5 Kewajiban: mengucapkan dua kalimat syahadat, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, puasa dalam bulan Ramadhan dan melakukan upacara ibadah haji. (hal. 15).

Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)

Kelima rukun Islam yang disebutkan oleh Amos tersebut, diatur secara rinci dalam Hadits shahih berikut:

“Islam itu didirikan atas lima dasar, yaitu: (1) Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah; (2) Mendirikan shalat; (3) Mengeluarkan zakat; (4) Puasa Ramadhan; dan (5) Beribadah Haji.” (HR. Muslim dari Umar bin Khatthab).

Adanya rukun Islam itu adalah satu bukti nyata bahwa Islam lebih unggul dibanding Kristen. Rukun Islam memberikan kemudahan bagi umat Islam sejagat untuk mengabdi dan beribadah kepada Tuhan dengan tata cara dan pedoman yang sama, seragam.

Sedangkan Kristen, tidak memiliki rukun agama yang jelas dan pasti dari Bibelnya, sehingga kesulitan untuk mengabdi kepada Tuhan. Bahkan rasul palsu Paulus dalam Bibel mengatakan bahwa untuk mengabdi kepada Tuhan supaya selamat dunia dan akhirat, manusia cukup dengan beriman saja, tanpa perbuatan. Perhatikan ucapan Paulus berikut:

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Efesus 2:8-9).

Rukun Islam 1a : Syahadat bersaksi bahwa Allah adalah sebuah Zat

Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

1. Mengucapkan dua kalimat Syahadat

Syarat untuk menjadi pengikut agama bangsa Arab ialah diwajibkan membaca dua kalimat Syahadat sebagai berikut: “Asy hadu allaa ilaaha illalaah, wa asy hadu anna Muhammadar rasuulullaah”, yang artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah”.

Kalimat yang pertama ialah suatu pernyataan yang hanya mengakui dan mempercayai kepada Allah yang Esa.

Adapun mengenai definisi daripada Allah itu, Al Qur’an mempunyai penafsiran tersendiri. Siapa yang dimaksud dengan Allah dalam hal ini?

Menurut surat 1 Al Faatihah ayat 1 dalam foot note-nya kitab Al Qur’an terjemah Indonesia terbitan PT Sari Agung berbunyi demikian:

“Ayat ini dinamakan ‘Basmalah’ diutamakan membacanya pada tiap-tiap akan memulai perkerjaan yang baik. ‘Allah’ ialah zat yang maha suci yang disembah dengan sebenarnya”.

Menurut kamus lengkap bahasa Indonesia karangan Audi C, maka zat berarti asal sesuatu benda.

Dengan demikian yang dimaksud dengan ‘Allah’ di sini ialah zat atau asal sesuatu benda atau sebuah benda. (hal. 15-17)

Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)

Dalam Islam, Allah itu tidak boleh diterjemahkan apalagi disamakan dengan benda apapun. Maka mengatakan Allah itu sama dengan suatu zat berupa benda, apalagi sebagai benda padat, itu sangat keliru.

Allah adalah nama pribadi dari Tuhan itu sendiri. Kita mengetahui nama-Nya sebab Dia sendiri yang memperkenalkan bahwa nama-Nya adalah Allah.

“Sesungguhnva Aku ini adalah Allah, tiada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (Thaahaa 14).

Jadi, Allah itu adalah suatu ZatYang Maha Suci, Yang Maha Mulia, Maha Tinggi, yang lebih besar dari apa yang dikuasai oleh akal manusia, unik tidak terjangkau oleh pikiran-pikiran manusia.

Allah Swt. menguasai segala batas yang membatasi akal pikiran manusia. Karena itu akal pikiran manusia tidak akan pernah mampu mengetahui Zat Allah.

Allah Swt. mempunyai nama-nama yang baik, yang tidak ada celanya yang disebut ‘Al Asmaa-ul Husna’. Allah dalam Islam mempunyai sifat Maha atas segala sesuatu. Dan kemahaan-Nya tidak ada batasnya, meliputi atas segala-galanya.

Adapun kata zat dalam sebutan “Allah adalah Zat Yang Maha Suci”, ini tidak dapat disamakan dengan zat cair, zat padat, zat gas, zat arang, zat lemas, zat pembawa warna, dan zat lain-lainnya yang semuanya adalah ciptaan Allah.

Sebutan ‘zat’ yang dirangkai dengan sifat kemahaan Allah, dipaka! untuk menyebut kepada Allah, pencipta jagad raya. Sedangkan hakikat daripada Allah, tidak dapat ditangkap dengan indera makhluk-Nya. Allah tidak sama, berbeda dengan zat-zat apapun yang diciptakan-Nya. Sebab Allah memiliki sifat mukhalafatu lil hawaditsi (berbeda dengan makhluk).

“Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan Dia (Allah). Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Qs. As Syuuraa 11).

“Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia (Allah).” (Qs. Al Ikhlash 4).

Allah versi Bibel

Jika dia menganggap bahwa Allah itu Tuhannya orang Arab, atau Tuhannya Muhammad, mengapa dalam Alkitab (Bibel) memakai nama Allah? Mestinya kalau mau konsekwen, dalam Alkitab/injil jangan memakai nama Allah, tapi Elohim atau Eloah atau Yahweh atau Kuryos atau Yehovah.

Kalau Himar Amos mau teliti dan jujur, seharusnya dia malu menghujat keberadaan Allah dalam Islam. Sebab konsep Alkitab (Bibel) tentang Allah sangat kacau balau. Disebutkan di dalamnya bahwa Allah itu milik suku Bangsa Israel, sebagaimana ayat-ayat sebagai berikut:

“Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan; tetapi Aku, TUHAN, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel Aku tidak akan meninggalkan mereka.” (Yesaya 41:17).

“Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah orang Israel.” (Yeremia 31:23).

“Ia mendirikan maezbah disitu dan dinamainya itu: “Allah Israel ialah Allah.” (Kejadian 33:20).

“Kemudian Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu berkata kepadanya: “Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Biarkanlah umat-Ku pergi untuk mengadakan perayaan bagiKu di padang gurun.” (Keluaran 5:1).

“Lalu mereka melihat Allah Israel; kaki-Nya berjejak pada sesuatu yang buatannya seperti lantai dari batu nilam dan yang terangnya seperti langit yang cerah.” (Keluaran 24:10).

“Pada waktu itulah Yosua mendirikan mezbah digunung Ebal bagi TUHAN, Allah Israel” (Yosua 8:30).

“Sekarang aku bermaksud mengikat perjanjian dengan TUHAN, Allah Israel, supaya murka-Nya yang menyala-nyala itu undur daripada kita” (II Tawarikh 29:10).

Karena Tuhan dalam Bibel itu milik orang Israel, maka sangat pantas jika Tuhan umat Kristen punya banyak kelemahan yang menunjukkan kurang Maha atas segala sesuatu. Perhatikan ayat-ayat di bawah ini:

a. Tuhan mikir-mikir “Berpikirlah TUHAN: “Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini?” (Kejadian 18:17).

b. Tuhan mengerang kesakitan seperti perempuan hamil “Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.” (Yesaya 42:14).

c. Tuhan pikun, lupa alas kaki-Nya ketika marah “Ah, betapa Tuhan menyelubungi puteri Sion denga awan dalam murka-Nya! Keagungan Israel dilemparkan-Nya dari langit ke bumi. Tak diingat-Nya akan tumpuan kaki-Nya tatkala Ia murka” (Ratapan/Nudub Yeremia 2:1 ).

Itulah sebagian ayat-ayat Bibel mengenai Allah yang diimani oleh Drs. H. Amos. Masih terlampau banyak ayat-ayat aneh tentang Tuhan dalam Bibel. Namun tidak kami muat seluruhnya, kasihan nanti Bapak Amos jadi pusing.

Sumber: “Pendeta Menghujat Muallaf Maralat”, Insan L.S. Mokoginta (Wenseslaus), FAKTA (Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan), Jakarta, 1999.

About these ads

7 Tanggapan

  1. duh, kesian amat si keledai (himar) amos, dah murtad (dijamin masuk…….narun jahanam deh) pake menghujat ALLAH SWT dan Nabi Muhammad SAW…
    kalo mau menghujat pikir dulu deh…
    anak kecil aja tau yesus bukan tuhan. kok anda yang udah gede belum tau..
    apa kata dunia…
    sian banget….

  2. Wah….diartikel lain saya liat orang Kristen pada membela Israel mati-matian, bahkan membeberkan sejarah segala, tapi di TV 10 israel dengan terang-terangan menghina isa /Al- Masih dan Maria /Maryam, kalau mereka menghina Nabi MUhammad saya sih cuek aja itu memang kerjaan mereka dan orang Islam nggak kaget dg tingkah polah Israel,

  3. Alhamdulillah hati kita masih diterangi dengan cahaya kebenaran oleh Allah SWT,sehingga kita tdk menjadi orang bodoh dan murtad seperti si Himar Arnos…Naudzubillah Min Dzalik..

  4. Emang sbutan yg pantas buat si Amos Sikeledai kerdil yang sngat bodoh,saking bodohnya dia gak tau jalan menuju pulang kerumah asalnya(Islam),saya sangat kagum dan acungin jempol buat Pak Insan Mokoginta yang dengan gamblang menjwab dari pengertian”yg sesat dari teriakan sikeledai bodoh.Siip buat pk.Insan Maju terus pantang mundur,Zyrex Slalu Berada Di pihakmoe.

  5. Heee…ngakunya haji tapi tololnya minta ampun,dasar keledai tolol,bagaimanapun kau mau merusak Islam tapi tetep wong konco” dewek kg bakalan jual aqidah kyk si keledai amos yg ngakalin Islam dengan dalih”setan.Lanjutkan Pak ustd H.Insan Mokoginta (Mantan kristen) tapi pikrannya Briliant.

  6. himar amos pemikiranya kalah ama anak SD/MI kelas 6,, pikiranya dangkal bgt.

  7. kok ya masih ada aj hari gini orang bodoh kayak himar amos iki yooo tau dah pikun maklum dah uzur kali….

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 284 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: