• Blog Stats

    • 37,557,253 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • Artikel Terbanyak Dibaca

  • arsip artikel

  • wasiat untuk seluruh umat manusia

    kasihilah semua makhluk yang ada di muka bumi, niscaya Tuhan yang ada di atas langit akan mengasihimu.. =============================================== Cara mengasihi orang kafir diantaranya adalah dengan mengajak mereka masuk islam agar mereka selamat dari api neraka =============================================== wahai manusia, islamlah agar kalian selamat.... ======================================================
  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka (al baqarah ayat 120)

    Wahai Kaum Muslim, Telah nyata kebencian dan makar kaum kafir untuk menghancurkan Islam dan umatnya. Mereka telah melakukan konspirasi canggih dan rapi untuk mengubur Islam. Mereka terus terjaga dan berpikir keras siang-malam untuk mencari dan mencoba cara-cara terbaru untuk menghancurkan Islam. Mereka bahu-membahu dan terus bekerjasama memikirkan bagaimana merusak Islam. Mereka tak segan-segan melakukan teror, intimidasi, hingga serangan fisik dalam rangka meluluhlantakkan Islam dan umatnya. Akankah kita berdiam diri? Ridhakah kita menyaksikan Islam diinjak-injak dan dihinakan? ---------------------------------------------------------- Wahai Kaum Muslim, Islam akan terselamatkan jika kita semua berpegang teguh dengan syariat Islam, insya allah. Artinya, kita tidak hanya meyakini Islam sebatas bibir semata. Lebih jauh, kita harus menerapkan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan kita; baik dalam ibadah ritual yang biasa kita laksanakan maupun dalam bidang akhlak dan muamalah—seperti politik, ekonomi, sosial, pendidikan, dan sebagainya. ------------------------------------------------------------ Di samping itu, harus ada institusi negara (Khilafah) yang melindungi seluruh kepentingan umat Islam. Dengan institusi inilah seluruh syariat Islam akan diterapkan secara sempurna sehingga akidah umat dapat terselamatkan. Marilah kita bahu-membahu, mencurahkan pikiran dan tenaga kita demi tegaknya Khilafah Islamiyah. ---------------------------------------------------------- Sesungguhnya barat tidak memandang kita dengan dua kaca mata, namun hanya satu kaca mata saja, yaitu kacamata fanatik buta, kedengkian dan kezhaliman yang nyata terhadap kaum muslimin. Tatkala Islam tegak dengan tanpa mempermasalahkan batas-batas wilayah, bersatu dalam amal serta telah rekat persatuannya maka tiba-tiba saja mereka merobek-robek dan mencerai beraikan kita. ================================================
  • SALAFY & WAHABI BUKANLAH ALIRAN SESAT

    Al-Malik Abdul Aziz berkata : “Aku adalah penyeru kepada aqidah Salafush Shalih, dan aqidah Salafush Shalih adalah berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang datang dari Khulafaur Rasyidin” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz hal.216] ------------------------------------------------------------------------------------- Beliau juga berkata : “Mereka menamakan kami Wahabiyyin, dan menamakan madzhab kami adalah madzhab wahabi yang dianggap sebagai madzhab yang baru. Ini adalah kesalahan fatal, yang timbul dari propaganda-propaganda dusta yang disebarkan oleh musuh-musuh Islam. Kami bukanlah pemilik madzhab baru atau aqidah baru. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak pernah mendatangkan sesuatu yang baru, aqidah kami adalah aqidah Salafush Shalih yang datang di dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang ditempuh oleh Salafush Shalih. Kami menghormati imam empat, tidak ada perbedaan di sisi kami antara para imam : Malik, Syafi’i, Ahmad dan Abu Hanifah, semuanya terhormat dalam pandangan kami” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz, hal. 217] ---------------------------------------------------------
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

Kontroversi Ketuhanan Isa Dalam Matius Pasal 27 Ayat 45-­46

Soal 33
Kontroversi Ketuhanan Isa Dalam Matius Pasal 27 Ayat 45-­46
Dalam Injil Matius pasal 27 ayat 45-46 ada teks yang berbunyi: Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. Kira­kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah­Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Teks ini jelas sekali menunjukkan kekontradiksian Injil karena dua sebab: Pertama, pengakuan mereka sendiri bahwa Isa as. mengatakan: Allah-ku atau Tuhan­ku, dan bukan mengatakan: Bapa-ku. Kedua, bagaimana bisa ia diturunkan untuk disalib demi menghapus dosa-dosa manusia -sebagaimana sangkaan mereka- sementara ia berteriak dengan suara yang tinggi mengatakan: mengapa Engkau meninggalkan Aku?, sebagai sanggahan terhadap (status ketuhanannya) dan teks itu telah menjadikan bahwa ia mendapat tugas yang diturunkan?! Apakah ada komentar atau tambahan lain -dari Yang Terhormat- atas teks yang terdapat dalam Injil ini?
Jawab:
Teks ini, dan teks-teks lainnya yang terdapat dalam Taurat, Injil dan al-Our`an banyak sekali secara jelas menunjukkan pengakuan Isa as. bahwa Tuhan yang sebenarnya adalah Allah swt. dan Dia-lah Tuhannya dan Tuhan sekalian manusia, seperti ucapannya dalam surah al-Maidah: Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku; yaitu:
“Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu.”138 Dan ucapannya dalam surah Ali Imran: “Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kamu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.”139 Dan pada surah Maryam: “Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kamu .. “140 serta pada surah az-Zukhruf: “Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kamu . . .”.141 Sebagaimana ia (Isa as.) memberitahukan, bahwa dirinya adalah utusan Allah swt. Sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya: “Dan (ingatlah) ketika `Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu.”142 Dan dalil-dalil lain yang serupa dengannya.
Dan yang demikian itu dapat diterima dari dalil-dalil akal, naql dan kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada rasul-rasul-Nya sebelum Isa as. yang berisikan pensucian Allah dari istri, anak, ri­val dan perbandingan dari satu makhluk apapun, serta menolak ucapan orang-orang Nasrani mengenai Isa as.
Sesungguhnya para ulama umat ini telah banyak membantah dan menjelaskan kelemahan akal mereka; di mana mereka menyangka, bahwa Allah swt. telah menjelma pada Isa dan muncul kepada orang-orang dalam bentuk seorang manusia yang butuh makan, minum dan buang hajat, atau berkeyakinan, bahwa Isa adalah anak Allah swt., kendati demikian Dia telah menelantarkan dan membiarkannya ditangkap oleh musuh-musuhnya sehingga mereka memukulinya dan meletakkan duri di atas kepalanya, lalu membunuhnya kemudian menyalibnya. Sementara sang Bapa, Tuhan yang berkuasa mengatur urusan alam ini hanya membiarkannya, padahal ia adalah anak-Nya. Maha Suci Allah dari semua itu.143

Soal 34
Kerasulan Isa Dalam Injil
Di dalam Injil ada teks-teks yang menyatakan bahwa Isa as. adalah hamba Allah dan rasul-Nya, bukan sebagaimana klaim orang-orang Nasrani yang mengatakan, bahwa dia adalah anak Allah. Sebagai contoh pasal 21 ayat li dari Injil Matius, di mana teksnya mengatakan: Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea”. Pasal 8 ayat 40 dari Injil Yohanes, teksnya berbunyi: Tetapi yang kamu kerjakan sekarang ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah. Dan Injil Yohanes pasal 17 ayat 3, di mana teksnya mengatakan: Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Apakah ini merupakan hujjah atas orang-orang Nasrani agar mereka beriman dan berkeyakinan, bahwa Isa as. adalah hamba Allah dan rasul-Nya sebagaimana yang telah dilukiskan oleh al-Qur’ an? Apa pengarahan anda -semoga Allah mengangkat derajat anda­kepada orang-orang Nasrani yang bersikap ekstrim pada Isa, padahal dengan demikian mereka menyalahi kitab mereka sendiri. yaitu Injil, dan menyalahi al-Qur’ an, akal dan fitrah manusia?
Jawab:
Benar, teks-teks ini jelas menunjukkan, bahwa Isa as. adaiah seorang hamba dari makhluk-makhluk yang telah diciptakan Allah sebagaimana kehendak-Nya. Dan Allah swt. telah menyerupakannya (Isa) dengan Adam dalam firman-Nya yang artinya: “Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: Jadilah’ (seorang manusia), maka jadilah dia”.144 Tidak diraguan lagi bahwa Isa As hanya menyerukan penyembahan kepada Tuhannya, bukan penyembahan kepada dirinya. Dan ia telah memberitahukan kepada Bani Israel, bahwa ia adalah seorang utusan dari Tuhan, dan ia telah memerintahkan mereka untuk menyembah Allah sebagai Tuhan semua orang. Namun, orang-orang Nasrani yang menyaksikan mukjizat-mukjizatnya telah bersikap ekstrim padanya dengan mengatakan: “Sesungguhnya Allah itu ialah al-Masih putera Maryam.” 145 Atau dengan mengatakan: “al-Masih itu putera Allah “. Demikianlah ucapan mereka dengan mulut mereka”.146
Hanya saja, mereka menjadi bersikap demikian karena termotivasi melihat mukjizat-mukjizat, ayat-ayat dan bukti-bukti pendukung yang telah Allah berikan kepada al-Masih, padahal semua itu terjadi baginya dengan seizin Allah untuk membuktikan kebenarannya, sebagaimana Allah swt, telah menguatkan Musa As dengan mukjizat-mukjizat yang menunjukkan, bahwa ia adalah seorang utusan dari Tuhannya. Oleh karena itu mereka harus menerima risalahnya dan membenarkan seruannya kepada pengesaan Allah serta larangannya dari perbuatan syirik dan kekafiran.
Adapun orang-orang Yahudi -semoga Allah melaknat mereka, maka mereka telah menuduh ibunya dengan fitnah yang besar, sebagaimana firman Allah swt. yang artinya: “Dan karena kekafiran mereka (terhadap `Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina).”147 dan mereka telah menuduhnya sebagai anak zina, kemudian mereka mengejarnya dan bermaksud membunuhnya. Namun mereka keliru dan menangkap orang lain yang diserupakan Allah swt. dengannya, lalu mereka membunuh orang tersebut dan menyangka, bahwa mereka telah membunuh Isa. Maka Allah swt. membantah sangkaan mereka itu dengan firman-Nya yang artinya: “Mereka tidak (pula) yakin, bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa. Tetapi (yangsebenarnya), Allah telah mengangkat `Isa kepada-Nya. “148
Dengan demikian batallah pendapat kedua kelompok tersebut dan tinggallah pendapat yang benar, bahwa Isa adalah hamba Allah dan rasul-Nya sarta kalimat-Nya yang Dia sampaikan kepada Maryam dan roh dari-Nya. wallahu a`lam.

Soal 35
Mana yang lebih baik, kita katakan Isa ‘Alaihissalam, ataukah Isa Shallallahu’alaihi wa sallam?
Jawab:
Biasanya untuk para nabi-nabi terdahulu diucapkan kata ‘Alaihissalam atau ‘Alaihimussalam, sementara untuk nabi kita Muhammad khusus dipakai lafadz Shallallahu `alaihi wa sallam karena firman Allah swt. yang artinya: “Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”149 Kendati demikian, boleh juga diucapkan pada setiap nabi lafadz: Shallallahu `alaihi wa sallam atau `Alaihimu as-shalaatu wa as-salaam, karena shalawat dari Allah swt. berarti pujian-Nya terhadap hamba-Nya di alam yang tertinggi, dan itu mencakup seluruh nabi-nabi. Terkadang yang demikian itu boleh juga diucapkan pada hak selain Nabi-nabi, yaitu hamba-hamba Allah yang saleh. Hanya saja biasanya yang demikian itu tidak digunakan. Bahkan yang dipakai hanya terbatas doa tarahhum dan taraddha.150 Dalil kebolehannya adalah firman Allah swt. yang artinya: “Dialah yang memberi rahmat kepada kamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untuk kamu)”.151 Karena shalawat dari Malaikat artinya adalah istighfar (permohonan ampun) dan shalawat dari manusia artinya adalah doa. wallahu a`lam152

Soal 36
Apakah keuta­maan Muhammad saw. di atas Isa dan seluruh Nabi­ nabi yang mulia dalam segala hal? Dan bagaimana adanya keutamaan itu?
Jawab
Tidak diragukan lagi, bahwa Allah swt. telah melebihkan keutamaan para nabi-nabi di atas makhluk-makhluk-Nya yang lain. Kemudian Allah swt. melebihkan keutamaan sebagian mereka sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain.”153 Dan firman­Nya yang artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud.” 154
Dan nabi-nabi yang paling utama adalah lima nabi ulul azmi yang disebutkan dalam firman Allah swt. yang artinya: “Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, lbrahim, Musa dan Isa putera Maryam.”155 Dalam ayat ini Allah swt. memulainya dengan Muhammad saw. Dan nabi yang paling utama di antara nabi-nabi ulul azmi itu adalah Muhammad dan Ibrahim, sementara yang paling utama di antara keduanya adalah Muhammad saw. Sesungguhnya Allah swt. telah meiebihkan keutamaan Muhammad saw. di atas nabi-nabi yang lainnya dengan sebab keistimewaan yang hanya Allah berikan kepada beliau, sebagaimana sabdanya: “Aku telah diberikan lima perkara yang tidak diberikan kepada seorar.gpun nabi sebelumku” . . . “dan adalah nabi diutus kepada kaumnya saja, sedangkan aku diutus kepada manusia seluruhnya.”156 Maka keutamaan itu terletak pada keistimewaan-keistimewaan Rasulullah, terutama kedekatannya di sisi Tuhan, syafa’ at untuk ummatnya diterima Allah di hari kiamat, dan pada maqam terpuji yang dijanjikan untuk Rasulullah saw.
Rasulullah saw. bersabda : “Janganlah kalian lebihkan aku atas Musa”, maka beliau mengatakan ini dari sisi ketawadhuan (kerendahan hati) dan dari sisi pengakuan akan keutamaan Musa, karena mukjizat-mukjizatyang telah diberikan Allah swt. kepadanya.

Tidak diragukan lagi, bahwa Allah swt. telah memberinya keistimewaan dengan berbicara langsung kepada Allah swt. sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.”157 Selain itu, Nabi kita Muhammad saw. juga mendapatkan seluruh keistimewaan para nabi-nabi, seperti mukjizat-mukjizat mereka, sebagaimana yang disebutkan dalam kitab-kitab sirah. wallahu a’lam.158

Soal 37
Apa Hukumnya Melukis Gambar Isa dan Ibunya (Maryam)
Sebagian orang-orang Nasrani menggantungkan lukisan-lukisan, karena menyangka, bahwa lukisan-lukisan tersebut adalah gambar Isa as. atau gambar Maryam putri Imran ketika menggendong puteranya, Isa as. Pertanyaannya, apakah boleh melukis gambar Isa as. dan ibunya? Apa yang wajib dilakukan oleh orang yang menemukan gambar­gambar lukisan tersebut?
Jawab:
Semua lukisan-lukisan ini hanyalah khayalan dan tidak boleh diakui. Karena Maryam telah meninggal ratusan tahun sebelum hijrah, sementara puteranya, Isa as. telah diangkat ke langit lebih dari 600 tahun sebelum Nabi saw. diutus. Di samping itu tak ada lagi orang yang mengingat bentuknya, atau pernah melihatnya, atau pernah mengenal Maryam, sementara gambar lukisan yang terkenal itu belum ada pada waktu itu. Maka lukisan-lukisan ini adalah kebohongan yang tidak ada faktanya. Adapun hikayat-hikayat yang diceritakan, bahwa kaum ahli kitab memiliki gambar semua nabi­ nabi, bahkan gambar nabi kita Muhammad saw. sebelum dilahirkan, maka semua itu tidak ada faktanya dan sedikitpun tidak ada kebenarannya. Sekiranya hal itu benar adanya, niscaya ditemukan oleh kaum muslimin setelah menaklukkan negeri-negeri Syam dan lainnya. Maka berdasarkan ini, kapan saja ditemukan gambar­ gambar tersebut, wajiblah memusnahkannya jika mampu. Karena lukisan gambarnya dapat menjadi penyebab untuk menyembahnya, sebagaimana yang pernah terjadi pada kaum Nuh dan orang- orang sesudahnya ketika mereka melukis gambar orang-orang shalih yang pada akhirnya mereka jadikan sesembahan selain Allah swt. setelah waktu berlalu sekian lama. wallahu a`lam

Soal 38
Apakah ada keterangan yang kuat tentang bentuk rupa dan sifat Isa ‘Alaihi as-salaam?
Jawab:
Dalam menafsirkan firman Allah swt. yang artinya: Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (`Isa)159 Imam Ahmad dan Ibn Jarir meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah ra., dari Nabi saw. tentang bentuk sifat Isa as. Beliau bersabda: “Sesungguhnya dia adalah seorang laki-laki yang berperawakan sedang, berkulit merah agak ke putih, berambut lurus, kepalanya seolah-olah meneteskan air sekalipun tidak basah. “160 Tersebut dalam hadits panjang yang diriwayatkan oleh an-Nuwaas Ibn Sam’ an tentang kisah Dajjal dan turunnya Isa di sisi menara putih sebelah timur kota Damaskus di antara dua potong kain yang berwarna kuning sambil meletakkan telapak tangannya di atas sayap dua orang Malaikat. Jika ia menundukkan kepalanya, meneteslah air, dan jika ia mengangkatnya, mengalirlah dari ujungnya air seperti permata. Maka tidak mungkin bagi seorang kafir yang mencium bau nafasnya kecuali ia mati, sementara nafasnya berakhir di mana berakhir batas pandangan matanya.161
Dalam hadits Israa` yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah secara marfu`, Rasulullah saw. telah bersabda: “Aku telah bertemu Isa yang berperawakan sedang berkulit merah, seolah-olah dia baru keluar dari kamar mandi.”162 Dan dari Ibn Umar, kata beliau: “Telah bersabda Rasulullah saw., `Aku telah melihat Isa, Musa dan Ibrahim. Adapun Isa, maka ia berkulit merah berambut keriting berdada bidang , , …163 pari Naafi` ibn Abdullah, Rasulullah saw. bersabda: “Tadi malam aku bermimpi sedang berada di Ka`bah. Tiba-tiba aku melihat seorang laki-laki berkulit sawo matang, terlihat sebagai laki-laki berkulit sawo matang yang paling bagus, terjurai rambutnya di antara dua bahunya, berambut ikal, dari kepalanya menetes air, kedua tangannya ia letakkan di bahu dua orang laki-laki sambil thawaf mengelilingi Ka`bah. Lalu aku bertanya: Siapa orang ini?. Maka mereka berkata: al-Masih Ibn Maryam.164 Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dan Bukhari. Dan Lafadznya: “Ketika aku sedang tidur, aku bermimpi thawaf di Ka`bah. Tiba-tiba aku bertemu seorang laki-laki berkulit sawo matang, berambut lurus, berjalan di antara dua orang laki-laki, dari kepalanya menetes air”.165 Dalam hadits Israa` yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas secara marfu’, Rasulullah saw. bersabda: “Aku telah melihat Isa `Alaihi as­salaam. Ia berkulit putih, berambut keriting, bermata tajam dan berperawakan besar.166 Dalam riwayat Baihaqi: “Berperawakan sedang, berkulit merah agak ke putih, berambut lurus.167 Dan dalam hadits panjang yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dan disebutkan oleh Ibn Jarir dalam kitab Tafsir-nya pada awal surah al-Israa`: “Kemudian Nabi saw. masuk. Tiba-tiba beliau melihat dua orang pemuda. Lantas beliau bertanya: Ya Jibril, siapa kedua orang pemuda ini?. Jibril berkata: Ini adalah Isa putera Maryam dan Yahya ibn Zakariya yang bersaudara sepupu.”168
Dalam kitab Shahih Muslim, dari Abu Hurairah ra., kata beliau: “Rasulullah saw, bersabda, `Sesungguhnya aku telah melihat diriku berada di hajar aswad, sementara orang-orang Quraisy menanyaiku tentang perjalanan israa’ku. Lantas mereka menanyaiku tentang keadaan Baitul Maqdis yang tidak aku ingat persis. Maka akupun merasa kesusahan yang tidak pernah aku rasakan seperti itu. Lalu Allah memperlihatkannya kepadaku sehingga aku dapat melihatnya. Tidaklah mereka menanyaiku tentang sesuatupun kecuali aku dapat memberitahukannya kepada mereka. Dan sesungguhnya aku telah melihat diriku berada dalam sekelompok para nabi. Tiba-tiba aku melihat Musa sedang berdiri melakukan shalat. Ternyata dia adalah seorang laki-laki yang sangat keriting, seolah-olah dia termasuk laki-laki pemarah. Tiba-tiba aku melihat Isa putera Maryam sedang berdiri shalat; orang yang pal­ing mirip dengannya adalah Urwah ibn Mas’ ud as Tsaqafi.169 Diriwayatkan oleh at Thabrani dari Ummu Haani’ dalam hadits Israa’ : “Dan aku melihat Isa putera Maryam berperawakan sedang, berkulit putih agak merah, mirip dengan Urwah ibn Mas’ ud as­Tsaqafi”.170 Dari semua riwayat-riwayat ini dapatlah diketahui sifat­ sifat Isa as. sebagaimana yang dinyatakan oleh Nabi kita Muhammad saw.171

—————————–

138. QS. al-Maaidah : 117.
139. QS. Ali Imran : 51.
140. QS. Maryam : 36.
141. QS. az-Zukhruf : 64.
142. QS. as-Shaff : 6.
143. Berkata Ibn al-Qayyim dalam bukunya “Hidayatu al Hayaara fi Ajwibati al Yahuud wa an-Nashara” hal. 212 ketika mengkomentari teks yang tersebut dalam Injil Matius pasa127 ayat 45-46 ini: “Bagaimana hal ini bisa digabungkan dengan ucapan kalian yang mengatakan, bahwa dia sendirilah yang menyerahkan dlrinya kepada orang­orang Yahudi agar mereka menyalib dan membunuhnya, sebagai bukti kasih sayang darinya terhadap hamba-hambanya sehingga dia menebus mereka dari dosa-dosa dengan dirinya sendiri, serta mengeluarkan Adam, Nuh, ibrahim, Musa dan seluruh nabi-nabi dari neraka Jahannam dengan tipu muslihat yang telah dia atur untuk Iblis?!. Bagaimana bisa Tuhan sekalian afam merasa cemas karena hal itu?! Dan bagaimana dia bisa meminta keselamatan dari hal itu, padahal dia sendirilah yang telah memilih dan merelakannya?!. Bagaimana bisa dia berteriak sekuat-kuatnya, dan berkata : Tuhanku, mengapa engkau membiarkan aku?! padahal dia sendirilah yang memilih untuk dirinya?! Bagaimana bisa Bapa-nya tidak menyelamatkannya, padahal Dia mampu untuk menyelamatkannya, dan menurunkan petaka terhadap salib dan para pembuanya?! ataukah karena Tuhannya lemah, tidak mampu melawan terhadap orang-orang Yahudi itu?!”
Berkata Rahmatullah al Hind dalam bukunya “Izhaaru al Haqq” (3/741) ketika memberikan komentar terhadap teks yang tersebut dalam Injil Matius pasa127 ayat 45 (berserulah Yesus dengan suara nyaring: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?): “Ucapan yang muncul darinya di akhir nafas hidupnya ini secara tegas menyangkal ketuhanannya (al-Masih), terutama atas pendapat orang­orang yang mengatakan inkarnasi atau reinkamasi. Karena jika sekiranya dia adalah Tuhan, niscaya dia tidak meminta tolong kepada Tuhan yang lain dengan mengatakan: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?, dan pasti dia tidak mengatakan: “Ya Bapa, ke datam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” (Lukas 23 : 46), serta pasti dia tidak lemah dan mati atas kelemahan.

144. QS. Ali Imran : 59.
145. QS. al-Maaidah : 17.
146. QS. at Taubah : 30.
147. QS. an-Nisaa` : 156
148. QS. an-Nisaa` : 157-158.

149. QS. al-Ahzab : 56
150. Seperti kata Rahimahullah dan Radhiallahu `anhu.
151. QS. al-Ahzab: 43.
152. Berkata Ibn al-Qayyim dalam bukunya: lalaa’ al-Ifhaam fi as-Shalaati wa as-Salaami `ala Khoiri al-Anaam’, bab VI halaman 254 : `Adapun seluruh para nabi dan rasul, maka boleh diucapkan shalawat dan salam atas mereka. Allah swt. berfirman tentang Nuh: “Dan Kami abadikan untukNuh itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian; Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam.” Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. as-Shaaffaat : 78-80) dan berfirman tentang Ibrahim: “Dan Kami abadikon untuk Nuh itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian; (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan ataslbrahim”. (QS. as-Shaaffaat: 108-109) serta berfirman tentang Musa dan Harun: “Dan Kami obadikan untuk keduanya (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian; (yaitu): “Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Harun”.(QS. as-Shaaffaat: 119-120) dan berfirman: “Kesejahteraan dilimpahkan atas llyas”(QS. as-Shaaffaat: 130). Maka yang Allah tinggalkan (abadikan) untuk para rasul-Nya di kalangan orang-orang yang datang kemudian adalah salam yang diucapkan atas mereka. Sekelompok mufassir, termasuk Mujahid, Qatadah dan lainnya, berpendapat, bahwa makna: Dan Kami abadikan untuknya (pujian yang baik) di kalangon orong-orang yang datang kemudian adalah pujian dan sebutan yang baik untuk seluruh nabi-nabi. Sebenarnya tidak tepat jika pendapat-pendapat ini dihikayatkan sebagai dua pendapat mufassir, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang memberikan perhatian kepada hikayat pendapat, bahkan keduanya adalah satu pendapat. Siapa yang menafsirkan yang ditinggalkan (yang diabadikan) itu adalah ucapan salam itu sendiri, maka tidak diragukan lagi bahwa firman Allah swt.: Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh . . . merupakan jumlah kalimat yang menempati objek dari kalimat: Dan Kami abadikan, dan maknanya: seluruh alam mengucap salam atas Nuh dan para nabi-nabi sesudahnya. Dan siapa yang menafsirkan yang diabadikan itu dengan pujian dan sebutan yang baik, berarti ia memandang kepada konsesi salam, yaitu pujian dan sebutan baik yang diberikan untuk mereka sehingga apabila nama mereka disebutkan, diucapkanlah salam atas mereka. Banyak ulama yang menyatakan ada ijma’ bahwa shalawat atas seluruh nabi adalah hal yang masyru`, di antara mereka termasuk Syekh Muhyiddin an­Nawawi dan lainnya. Dari Imam Malik ada dihikayatkan riwayat yang mengatakan tidak boleh bershalawat kepada orang selain Nabi kita Muhammad saw. Akan tetapi para sahabatnya mengatakan, bahwa riwayat tersebut ditakwilkan dengan makna, bahwa kita boleh beribadah dengan mengucap shalawat atas nabi-nabi yang selainnya, sebagaimana kita beribadah kepada Allah dengan mengucap shalawat atasnya.

153. QS. al-Baqarah:253
154. QS. Al-Israa’: 55
155. QS. al-Ahzaab : 7.
156. Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari dalam Kitab: as-Shalaat, Bab: Qaulu an-Nabi shallallahu `alaihi wa sallam; Ju`ilats ti al-ardhu masjidan wa thahuuran, hadits no. 438, dari Jabir ibn Abdullah ra. Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab: al Masaajid, Bab: Ju`ilats li al-ardhu masjidan wa thahuuran, hadits no. 3, dari Jabir ibn Abdullah ra. Diriwayatkan oleh Ahmad dalam kitab al-Musnad III/304 dari Jabir ibn Abdullah ra. Diriwayatkan oleh an-Nasaa`i dalam kitab: al-Ghusl, bab: at Tayammum bi as­sha`iid, hadits no. 432, dari Jabir ibn Abdullah ra. Dan diriwayatkan oleh ad-Daarimi dalam Kitab: as-Shalaat, Bab: al-Ardhu kulluhu thahuurun maa khalaa al maqbarah wa al hammaam, hadits no. 1361, dari Jabir ibn Abdullah ra.
157. QS. an-Nisaa': 164.
158. Berkata komentator kitab Aqidoh at-Thahawiyah, al Qadhi Ali ibn Ali ibn Muhammad Abi al-Aziz a-Dimasyqi, pada hal 159, tentang kebolehan mengutamakan sebagian nabi atas sebagian lainnya kecuali berdasarkan sikap fanatik buta: “Sesungguhnya pengutamaan itu, jika berdasarkan sikap fanatik dan hawa nafsu, adalah tercela. Bahkan jihad sendiri -apabila seseorang berperang karena fanatik buta- adalah tercela, makanya Allah mengharamkan sikap membanggakan diri. Allah swt. telah berfirman: “Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang IoinJ” dan berfirman “”Rasul-rasul itu Kami lebihkon sebogian (dari) mereko atas sebagian yang lain”. Maka diketahui bahwa yang tercefa hanyalah pengutamaan dengan cara membanggakan diri, atau dengan cara mengurangi kelebihan yang lain. Berdasarkan ini jugalah muatan makna hadits beliau: “Jonganloh kolion melebih­lebihkan di antara para nabi”, jika hadits ini kuat. Karena sekalipun hadits ini semakna dengan hadits tentang Musa, yang terdapat dalam kitab Bukhari dan lainnya, akan tetapi sebagian orang mengatakan bahwa di dalamnya terdapat cacat. Berbeda dengan hadits tentang Musa, maka hadits tersebut shahih, tak ada cacatnya menurut kesepakatan mereka. Namun sebagian mereka memberikan jawabari lain, yaitu: bahwa hadits “Jangonlah kalian lebih-lebihkan aku atas Musa” dan hadits “Janganlah kalian melebih-lebihkan di antara para nabi” adalah larangan melebihkan secara khusus, maksudnya para rasul sendiri tidak saling melebihkan. Berbeda dengan hadits beliau: “Aku adalah penghulu anakAdam, nomun tidak bangga”, maka hadits ini melebihkan secara umum.

159. QS. an-Nisaa': 159.
160. Hadits ini diriwayatkan juga oleh at-Thabari dalam kitab Tafsir-nya dengan no. 10835, surah an-Nisaa` (4/361). Diriwayatkan oleh Ahmad dalam kitab al-Musnad (2/406, 437) dari Abu Hurairah ra. Diriwayatkan oleh Abu Daud dengan no. 4324, kitab: al-Malaahim, bab: Khuruuj ad-Dajjaal dari Abu Hurairah ra. Dan juga diriwayatkan oleh Muslim dengan no. 165/267, kitab: al-Iman, bab: al Israa` bi Rasuulillah saw. dari Ibn Abbas ra.
161. Hadits ini diriwayatkan oleh Muslirn dengan no. 2137, kitab: al Fitan wa Asyraatu as­Saa`ah, bab: Zikru ad-Dajjaal wa Shifatihi wa maa Ma`ahu, dari an-Nuwaas ibn Sam`aan ra. Dan diriwayatkan oleh Ibn Majah dengan no. 4075, kitab: olFitan, bab: Fitnatu ad-Dajjaal wa Khuruuju lsa ibn Maryam wa Ya’juuj wa Ma’juuj.
162. Diriwayatkan oleh Bukhari dengan no. 3437, kitab: Ahaadist al-Anbiyaa’, bab: Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam al-Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya . . . (QS. Maryam: 16) dari Abu Hurairah ra. Dan diriwayatkan oleh Muslim dengan no. 168, kitab: al-Imaan, bab: ol-Israo` bi Rasulillahi saw. dari Abu Hurairah ra.
163. Diriwayatkan oleh Bukhari dengan no. 3438, kitab: Ahaadist al-Anbiyaa’, bab: Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam al-Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya . . . (QS. Maryam: 16) dari Ibn Abbas ra.
164. Diriwayatkan oleh Bukhari dengan no. 3440, kitab: Ahaadist al-Anbiyaa’, bab: Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam al-Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya . . . (QS. Maryam: 16) dari Naafi` dari Abdullah ra. Dan diriwayatkan oleh Muslim dengan no. 169, kitab: al-Imaan, bab: Zikru ol Masiih Ibn Maryam wa al Masiih ad-Dajjaal, dari Abdullah Ibn Umar ra.
165. Diriwayatkan oleh Bukhari dengan no. 3441, kitab: Ahaadist al-Anbiyaa’, bab: Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam al-Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya . . . (QS. Maryam: 16) dari Salim, dari ayahnya. Dan diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab: al-Imaan, bab: Zikru al Masiih Ibn Maryam wa al Masiih ad­Dajjaal, dari Abdullah Ibn Umar ra.
166. Diriwayatkan oleh Ahmad dalam kitab al-Musnad 1/374 dari 1bn Abbas ra. Lihat kitab Tafsir Ibn Katsir, surah al-lsraa` 3/16.
167. Lihat kitab Tafsir Ibn Katsir, surah al-[sraa` 3/16.
168. Diriwayatkan oleh Ibn Jarir dalam kitab Tafsir-nya dengan no. 22021, surah al-lsraa’ (8/10).
169. Diriwayatkan oleh Muslim dengan no. 172, kitab: al-Imaan, bab: Zikru al Masiih Ibn Maryam wa al Masiih ad-Dajjaal, dari Abu Hurairah ra.
170. Lihat Tafsir Ibn Katsir, surah al-Israa` 3/22.
171. Berkata al-Haafizh Ibn Hajar -rahimahullah- dalam kitab Fath al-Baari (6/560) ketika memberikan komentar atas riwayat-riwayat yang menggambarkan sosok Isa as. ini: “Dalam riwayat Salim nantinya disebutkan sifat Isa as. “berambut lurus”, dan pada hadits yang sebelumnya disebutkan, bahwa beliau “berambut keriting”, padahal berambut lurus berlawanan dengan berambut keriting. Namun kedua riwayat ini dapat digabungkan dengan mengatakan, bahwa beliau berambut lurus, dan bersifat keriting ketika berada pada badannya, bukan rambutnya. Maksudnya ketika rambut itu berkumpul dan bergumpal. Perbedaan ini sebanding dengan perbedaan pada warna kulit beliau, apakah sawo matang ataukah merah. Kulit yang merah menurut orang Arab adalah kulit yang sangat putih agak bercampur merah, sedangkan sawo matang adalah hitam manis. Kedua sifat tersebut dapat digabungkan dengan mengatakan, bahwa beliau berkulit merah karena suatu sebab, misalnya capek, padahal aslinya beliau berkulit hitam manis. Abu Hurairah setuju, bahwa Isa as. berkulit merah. Lalu muncullah Ibn Umar mengingkari sesuatu yang telah dihafalkan oleh orang selainnya. Adapun pendapat ad-Daaudy, bahwa riwayat orang yang mengatakan “berkulit sawo matang” lebih kuat, maka saya tidak tahu darimana hal itu ia temukan, padahal Abu Hurairah dan Ibn Abbas sepakat menyalahi pendapat Ibn Umar. Sementara dalam riwayat Abdurrahman ibn Adam dari Abu Hurairah tentang sifat Isa disebutkan bahwa: “beliau berperawakan sedang berkulit merah agak ke putih”. Wallahu A’ lam”.
Berkata Imam an-Nawawi -rahimahullah- dalam kitab Syarh Shahih Muslim (1/510) tentang sifat-sifat Isa as pada riwayat ini, yaitu riwayat Abu Hurairah ra. bahwa beliau (Isa) berkulit merah, sementara pada riwayat Ibn Umar yang sesudahnya berkulit sawo matang, “sawo matang: hitam manis. Imam Bukhari ada meriwayatkan dari Ibn Umar ra bahwa ia mengingkari riwayat yang mengatakan Isa berkulit merah, dan ia telah bersumpah bahwa Nabi saw. tidak pernah mengatakan demikian. Artinya perawi riwayat tersebut telah keliru. Maka boleh menakwilkan warna merah atas sawo matang, dan maksudnya bukanlah sawo matang dan merah sebenamya, bahkan yang hampir mendekati keduanya. Wallahu A’ lam”.

dikutip dari:
buku “SOSOK ISA DALAM SOROTAN ULAMA”
KARYA SYAIKH ABDULLAH BIN ABDURRAHMAN AL JIBRIN

WWW.PAKDENONO.COM

About these ads

28 Tanggapan

  1. semuanya hanya mujizat Allah. saya menantang anda apakah anda mati anda yakin masuk surga

    dan katakanlah pada isa bahwa dia bukan tuhan dia hanyalah manusia biasa

    dan kenapa pada waktu kiamat dia akan turun kembali kedunia

    menurut anda itu apa

    kenapa
    apa penyebabnya
    dan
    apakah yang akan dia lakukan
    kenapa dia yang berhak menghakimi

    di kitab andapun mungkin ada yang menulis tentang keturunan isa yang kedua kali

    jawablah kepada diri anda sendiri

  2. kok pertanyaan eky ngga di jawab???
    lagian klo mau komentar agama lain, jangan selalu mengambil potongan kata-kata… klo bisa disertakan source yg lengkap.
    bisa aja klo ngambil per kata, banyak juga kesalahan di kitab anda.

  3. isa / yesus bukan tuhan, bukan pula manusia biasa, dia adalah hamba allah, yang mendapat kemuliaan dan mukjizat dari tuhan untuk mengembalikan tata norma kemasyarakatan yang rusak pada zaman itu.

    menjelang hari kiamat, yaitu ketika agama samawi (yahudi, nasrani, islam) hampir tidak berbekas karena kekejaman dajjal / devil dan pengikut-pengikutnya yang menghancurkan nilai kemanusiaan, maka isa (mesiah) akan turun kembali ke dunia membawa kedamaian dan hukum allah dengan menghukum dajjal / devil.

  4. maklum penulisnya tak berpendidikan dan tidak punya otak

    • lw kali yg g punya otak
      Hahahahaha…

      • jng cm bs menyalahkan Thn / nabi agama lain lbh baik urus diri sendiri apakh sudah jd org yg baik atau belum!!!!! mengerti nda???
        kl nda sm ky kebo disawah

  5. Maha Besar Alloh dengan segala ciptaaNYA……

    Kita hanyanyalah manusia dengan segala keterbatasan,dan sebagai Muslim saya berprinsip sperti dala Surah Al Kafirun ayat 6…”Bagimu..agamamu…Bagiku agamaku”…..
    semoga kita tidak saling menghujat dengan apa yang kita yakini…..karena Alloh itu Rochmatan Lil Alamin…
    Alloh itu milik semua hambaNYA yang ada di Jagad alam ini…

  6. YA …… sebaiknya kita pelajari lebih dalam agama dan kepercayaan yang kita anut!
    memang mungkin maksud masing2 pihak hanya ingin memberikan kebenaran yang menurutnya benar melalui agama yang dia anut , tapi itu semua tergantung kehendak ALLAH sendiri.

    menjadi pengikut Kristus adalah sebuah panggilan dari Tuhan, bukan suatu ajakan dari manusia.
    jika manusia itu tidak di panggil untuk menjadi pengikut kristus maka walau dikasi seperti apapun tidak akan pengaruh!
    jadi, yang penting SEKARANG BAGI MANUSIA ADALAH!
    berbuatlah baik sebanyak2nya!
    supaya keselamatan sejati benar2 terjadi padamu!

    God Bless U ALL!

  7. Tulisan yang sangat menarik, sehingga mampu menambah pengetahuan saya tentang kekuatan Rasul Allah SWT. Menurut saya Nabi Isa bukan Tuhan…

    • Trus..sapa dunk

    • Duh saya takudny bukan pengetahuan mu Fen yg bertambah, malah kamu disesatkan sama tulisan yg diatas.
      Keliatan jelas kok penulisny lum selse belajar agamany sendiri. Ud macam katak dalam tempurung, terkurung dalam pikiranny sendiri.
      Saya cuma isa mengutip kata2 seseorang yg saya lupa namany
      “Jika hati luas semua nampak sama, jika hati sempit semua nampak berbeda”
      Semoga penulis blog ini diberi pencerahan….kasihan didalam tempurung terus….lol

  8. manusia makhluk yg terbatas, tdk ada seorangpun yg dpt mempelajari dan mengerti misteri Ilahi dah KeTuhanan yg sesungguhnya meskipun kita mencoba2 sampai kapanpun.

    Untuk pernyataan Nabi Isa bukan Tuhan juga tidak boleh sembarangan dinyatakan kalau tidak ada bukti.

    contohnya saya yang mempelajari bahasa arab dan mencari2 di Al Quran tentang Nabi kita Muhhamad atau Ismail yang hanya tertulis sedikit sekali di Al Quran dan tidak pernah ada tulisan bahwa Nabi Muhhamad / Ismail bangkit dari kematian.
    Tapi yg anehnya ada tertulis Nabi Isa bangkit dari kematian dan hampir diseluruh bagian Al Quran tertulis cerita mengenai Nabi Isa ini yg seharusnya Nabi dari agama lain lucunya bukan Nabi kita yaitu Muhhamad yg banyak tertulis.

    pertanyaan saya mengapa Al Quran menulis lebih banyak Nabi dari agama lain, tetapi bukan menulis tentang Nabi Muhhamad ?

    tolong ada yg bisa bantu saya, terima kasih.

  9. blog paling goblok yang pernah saya lihat

  10. To: deny,

    Bukan Blog nya kali yang bego tp lo nya yang tolol krn
    gak ngerti maksud nya krn yah gtu deh ni blog hanya utk orang yang berfikiran cerdas maka nya sekolah

  11. WADUH JANGAN RIBUT DONK.KLO MW POSTING PAKE NALLLLAR DULU KLO PERLU ALKITAB DI BACA DULU BARU KOMENT. HAL INI FAKTA BUKAN REKAYASA

  12. yup km betul den,.kl mau lebih yakin lg km baca tuh ALKITAB,.semua pertanyaanmu & keluh kesah mu akan terjawab.
    GBU

  13. Salib Tuhan Yesus merupakan “penderitaan” menuju perdamaian
    Rasul Petrus mencatat; ketika Dia (yaitu Yesus) dicaci maki, Ia tidak membalas dengan caci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam; tetapi Ia menyerahkan-Nya kepada Dia yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di atas kayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. (1 Petrus 2:23-24)
    Tidak hanya itu, Ia juga diejek, ditampar, Ia diludahi, Ia ditendang, Ia dicambuk dengan cemeti yang ujungnya ada paku yang tajam, sehingga kulit tubuh-Nya tersayat-sayat. Tubuh Yesus menjadi begitu lemah, dan menurut tradisi pada zaman itu, orang yang disalibkan itu harus membawa salibnya sendiri ke atas gunung; yang biasanya di luar kota. Pada zaman itu telah dikenal ada tiga macam salib yang biasanya dipergunakan untuk menghukum para penjahat, yang pertama Salib yang berbentuk T, yang kedua salib yang berbentu X, dan yang ke tiga salib yang bentuk U. Dan bentuk salib yang dipergunakan untuk menyalibkan Tuhan Yesus adalah berbentuk salib yang seperti kita kenal hari ini.

    Tidak hanya itu, Ia juga diejek, ditampar, Ia diludahi, Ia ditendang, Ia dicambuk dengan cemeti yang ujungnya ada paku yang tajam, sehingga kulit tubuh-Nya tersayat-sayat. Tubuh Yesus menjadi begitu lemah, dan menurut tradisi pada zaman itu, orang yang disalibkan itu harus membawa salibnya sendiri ke atas gunung; yang biasanya di luar kota. Pada zaman itu telah dikenal ada tiga macam salib yang biasanya dipergunakan untuk menghukum para penjahat, yang pertama Salib yang berbentuk T, yang kedua salib yang berbentu X, dan yang ke tiga salib yang bentuk U. Dan bentuk salib yang dipergunakan untuk menyalibkan Tuhan Yesus adalah berbentuk salib yang seperti kita kenal hari ini.

  14. Tubuh manusia Yesus sudah menjadi begitu lemah, Ia tidak sanggup lagi membawa kayu salib itu; sehingga seseorang yang bernama Simon dari Kirene itu membantu mengangkat salib Yesus. Sesudah berada di bukit Golgota atau bukit Tengkorak, salib itu diturunkan dan dibaringkan di atas tanah, orang yang akan disalibkan juga dibaringkan juga. Lalu kedua tangannya dipaku, juga kaki-Nya. Kemudian pelan-pelan salib itu diangkat naik dan tegak. Seluruh berat badan manusia itu sesuai dengan gaya gravitasi bumi akan tertarik turun ke bawah. Itu berarti lubang paku di tangan yang itu akan makin lebar, makin lebar, sekarang hanya tinggal tulang yang menyangkut dipaku.

  15. Demikian juga lubang paku dikaki, berat tubuh menekan turun memaksa lubang paku di kaki Yesus makin melebar. Darah menetes ke luar, itu juga berarti tekanan darah-Nya semakin rendah. Peredaran oksigen dalam tubuh juga semakin berkurang, getaran urat nadi semakin cepat dan pernafasan terpacu lebih cepat dan dalam. Sungguh sengsara. Tanpa obat bius (Matius 27:34). Sakit sekali, dan celakanya pada saat-saat demikian orang yang disalib itu tidak akan cepat mati, justru dengan lambatnya mereka mati; itu berarti memperbanyak rasa sakit.

  16. Ada tiga alasan yang cukup masuk akal, yang membuktikan bahwa Yesus yang kita percayai itu benar-benar bangkit dari kubur. Seorang penulis yang bernama Morrison menemukan bahwa Kristus Yesus terang-terangan dibaringkan dalam kubur pada hari Jumat, tetapi pada hari Minggu pagi jenazah-Nya telah hilang. Seandainya Ia tidak bangkit dari kubur, maka ada orang yang telah mengambil jenazah itu. Dalam hal ini ada tiga kelompok orang yang pantas dicurigai yang kemungkinan besar telah mengambil jenazh Tuhan Yesus. Orang-orang tersebut adalah :
    1. Orang Romawi
    2. Orang Yahudi dan
    3. Murid-murid Yesus sendiri,
    namun logikanya dapat kita lihat bahwa:

  17. Orang-orang Romawi tidak mempunyai alasan untuk mencuri jenazah itu, karena mereka ingin menjaga ketenteraman di Palestina. Maksud mereka tidak akan tercapai bila mereka mencuri jenazah Yesus dari kubur.

    Orang Yahudi juga tidak mungkin mengambil jenazah Yesus, karena hal yang paling mereka tidak inginkan adalah pernyataan tentang kebangkitan Tuhan Yesus. Menurut Matius 27 mereka sendiri yang meminta supaya kubur Tuhan Yesus dikawal.

    Murid-murid Yesus juga tidak mempunyai alasan mencuri jenazah Tuhan Yesus lalu membohongi orang banyak dengan mengatakan bahwa Yesus sudah bangkit. Seandainya mereka melakukannya maka mereka telah mengabarkan hal yang penuh kebohongan, dan sia-sialah para rasul mereka yang karena kabar kebohongan ini harus mati.

  18. hahhaa…yg tulis ini g ngerti apa2….sumpah….

    Ia itu dtg di dunia,,smua sifat manusia ada padaNya…manusia jg merasa takut…

  19. tentang kedatangan Isa ke dunia kembali sebelum kiamat untuk meneruskan “sisa hidupnya” yang belum selesai…karena SEMUA MAKHLUK HARUS MERASAKAN MATI…Isa adalah makhluk Allah…kita…pohon…lautan…semesta..surga…dan neraka semua makhluk Allah….Makhluk akan binasa…kecuali Allah …hanya Allah tanpa embel2 dibelakang. Umat Muslim mempercayai bahwa Isa as akan turun kedunia untuk memberikan bukti pada pengikutnya yang salah jalan…..sekarang mungkin anda2 smua cma akan menghujat dan mencemooh…..risalah telah disampaikan oleh nabi Muhammad saw….kitapun sebelum lahir sudah diambil sumpahnya oleh Sang Pemilik Kehidupan bahwa hanya Allah Rabb Alam Semesta…….tinggal kita lahir di di islam maka ikut islam…lahir di yahudi ikut yahudi…lahir di kristen ikut kristen…dan atheis sebagainya…..nantinya masing2 dari kita sendiri yang akan bertanggung jawab terhadap diri kita sendiri….hanya kita sendiri…..krn orang lain pun tidak akan pernah sanggup menanggung beban orang lain……………wallahu ta’ala a’lam

  20. kenapa kita mesti meributkan
    semua sudah jelas
    isa adalah mesias yg akan menyelamatkan engkau semua ….
    gbu all

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 295 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: