• Blog Stats

    • 37,723,759 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • arsip artikel

  • wasiat untuk seluruh umat manusia

    kasihilah semua makhluk yang ada di muka bumi, niscaya Tuhan yang ada di atas langit akan mengasihimu.. =============================================== Cara mengasihi orang kafir diantaranya adalah dengan mengajak mereka masuk islam agar mereka selamat dari api neraka =============================================== wahai manusia, islamlah agar kalian selamat.... ======================================================
  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka (al baqarah ayat 120)

  • SALAFY & WAHABI BUKANLAH ALIRAN SESAT

    Al-Malik Abdul Aziz berkata : “Aku adalah penyeru kepada aqidah Salafush Shalih, dan aqidah Salafush Shalih adalah berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang datang dari Khulafaur Rasyidin” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz hal.216] ------------------------------------------------------------------------------------- Beliau juga berkata : “Mereka menamakan kami Wahabiyyin, dan menamakan madzhab kami adalah madzhab wahabi yang dianggap sebagai madzhab yang baru. Ini adalah kesalahan fatal, yang timbul dari propaganda-propaganda dusta yang disebarkan oleh musuh-musuh Islam. Kami bukanlah pemilik madzhab baru atau aqidah baru. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak pernah mendatangkan sesuatu yang baru, aqidah kami adalah aqidah Salafush Shalih yang datang di dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang ditempuh oleh Salafush Shalih. Kami menghormati imam empat, tidak ada perbedaan di sisi kami antara para imam : Malik, Syafi’i, Ahmad dan Abu Hanifah, semuanya terhormat dalam pandangan kami” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz, hal. 217] ---------------------------------------------------------
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

TAREKAT SUFI NAQSYABANDIYAH

TAREKAT SUFI NAQSYABANDIYAH

Oleh
Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiyah Wal Ifta

Pertanyaan.
Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiyah Wal Ifta ditanya : Ada sebuah perkumpulan wanita dari Kuwait. Mereka menyebarkan dakwah sufi beraliran Naqsyabandiyah secara sembunyi-sembunyi, perkumpulan wanita tersebut berada dibawah naungan lembaga resmi.

Kami telah mempelajari kitab-kitab mereka, dan berdasarkan pengakuan mereka, yang pernah ikut perkumpulan wanita ini, tarekat ini memiliki pemahaman diantaranya :

[a]. Barangsiapa yang tidak mempunyai syaikh, maka yang menjadi syaikhnya adalah syetan.
[b]. Barangsiapa yang tidak bisa mengambil ahlak syaikh/gurunya, maka tidak akan bermanfaat baginya Kitab dan Sunnah.
[c]. Barangsiapa yang mengatakan pada syaikhnya, “Mengapa begitu ?” Maka, tak akan sukses selamanya.

Selain itu, mereka berdzikir (dengan tata cara sufi, tentunya) seraya membawa gambar syaikhnya. Mereka suka mencium tangan gurunya yang bergelar Al-Anisaa, dan berasal dari negeri Arab. Mereka menganggap akan mendapat berkah dengan meminum air sisa sang gurunya.

Mereka menulis do’a dengan do’a khusus yang dinukil dari buku Al-Lu’lu wa Al-Marjan Fi Taskhiri Muluki Al-Jann. Dan dalam lapangan pendidikan, perkumpulan ini membangun madarasah khusus untuk kalangan sendiri, mereka didik anak-anak berdasarkan ide-ide kelompoknya, bahkan ada di antaranya yang mengajar di sekolah-sekolah negeri umum, baik jenjang setingkat SMP maupun SMA. Sebagian mereka ada yang berpisah dengan suami dan meminta cerai lewat pengadilan, hal itu terjadi manakala sang suami menyuruh sang istri agar menjauh dari aliran yang sesat ini.

Pertanyaan yang kami ajukan :
[1]. Bagaimanakah menurut syariat tentang perkumpulan wanita tersebut ?.
[2]. Diperbolehkan mengawini mereka ?.
[3]. Bagaimana pula hukumnya dengan akad nikah yang telah berlangsung selama ini ?.
[4]. Sekarang, nasihat dan ancaman yang bagaimana yang pantas untuk mereka ?.
Mohon penjelasan.

Jawaban.
Tarekat sufi, salah satunya Naqsyabandiyah, adalah aliran sesat dan bid’ah, menyeleweng dari Kitab dan Sunnah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya : Jauhilah oleh kalian perkara baru, karena sesuatu yang baru (di dalam agama) adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat”. [Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi dan Hakim]

Tarekat sufi tidak semata bid’ah. Bahkan, di dalamnya terdapat banyak kesesatan dan kesyirikan yang besar, hal ini dikarenakan mereka mengkultuskan syaikh/guru mereka dengan meminta berkah darinya, dan penyelewengan-penyelewengan lainnya bila dilihat dari Kitab dan Sunnah. Diantaranya, pernyataan-pernyataan kelompok sufi sebagaimana telah diungkap oleh penanya.

Semua itu adalah pernyataan yang batil dan tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah, sebab, yang patut diterima perkataannya secara mutlak adalah perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana firman Allah.

“Artinya : Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah”. [Al-Hasyr : 7]

“Artinya : Dan tidaklah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya”. [An-Najm : 3]

Adapun selain Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam, walau bagaimana tinggi ilmunya, perkataannya tidak bisa diterima kecuali kalau sesuai dengan Al-Kitab dan Sunnah. Adapun yang berpendapat wajib metaati seseorang selain Rasul secara mutlak, hanya lantaran memandang “si dia/orang”nya, maka ia murtad (keluar dari Islam). Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Rabb selain Allah, dan (juga mereka menjadikan Rabb) Al-Masih putera Maryam ; padahal mereka hanya disuruh menyembah Ilah Yang Maha Esa ; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”. [At-Taubah : 31]

Ulama menafsirkan ayat ini, bahwa makna kalimat “menjadikan para rahib sebagai tuhan” ialah bila mereka menta’ati dalam menghalalkan apa yang diharamkan dan mengharamkan apa yang dihalalkan. Hal ini diriwayatkan dalam hadits Adi bin Hatim.

Maka wajiblah berhati-hati terhadap aliran sufi, baik dia laki-laki atau perempuan, demikianlah pula terhadap mereka yang berperan dalam pengajaran dan pendidikan, yang masuk kedalam lembaga-lembaga. Hal ini agar tidak merusak aqidah kaum muslimin.

Lantas, diwajibkan pula kepada seorang suami untuk melarang orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya agar jangan masuk ke dalam lembaga-lembaga tersebut ataupun sekolah-sekolah yang mengajarkan ajaran sufi. Hal ini sebagai upaya memelihara aqidah serta keluarga dari perpecahan dan kebejatan para istri terhadap suaminya.

Barangsiapa yang merasa cukup dengan aliran sufi, maka ia lepas dari manhaj Ahlus Sunnah wa Jamaah, jika berkeyakinan bahwa syaikh sufi dapat memberikan berkah, atau dapat memberikan manfa’at dan madharat, menyembuhkan orang sakit, memberikan rezeki, menolak bahaya, atau berkeyakinan bahwa wajib menta’ati setiap yang dikatakan gurunya/syaikh, walaupun bertentangan dengan Al-Kitab dan As-Sunnah.

Barangsiapa berkeyakinan dengan semuanya itu, maka dia telah berbuat syirik terhadap Allah dengan kesyirikan yang besar, dia keluar dari Islam, dilarang berloyalitas padanya dan menikah dengannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan janganlah kalian nikahi wanita-wanita musyrikah sebelum mereka beriman, ………. Dan janganlah kalian menikahkan (anak perempuan) dengan laki-laki musyrik sebelum mereka beriman ……..”. [Al-Baqarah : 221]

Wanita yang telah terpengaruh aliran sufi, akan tetapi belum sampai pada keyakinan yang telah kami sebutkan diatas, tetap tidak dianjurkan untuk menikahinya. Entah itu sebelum terjadi aqad ataupun setelahnya, kecuali bila setelah dinasehati dan bertaubat kepada Allah.

Yang kita nasehatkan adalah bertaubat kepada Allah, kembali kepada yang haq, meninggalkan aliaran yang batil ini dan berhati-hati terhadap orang-orang yang menyeru kepada kejelekan-kejelekan. Hendaknya berpegang teguh dengan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah, membaca buku-buku bermanfa’at yang berisi tentang aqidah yang shahih, mendengarkan pelajaran, muhadharah dan acara-acara yang berfaedah yang dilakukan oleh ulama yang berpegang dengan teguh pada manhaj yang benar.

Juga kita nasehatkan kepada para istri agar taat kepada suami mereka dan orang-orang yang bertanggung jawab dalam hal-hal yang ma’ruf.

Semoga Allah memberikan taufiq-Nya.

[Fatwa ini dikeluarkan tanggal 18 Jumadil Awal 1414H dengan No. Fatwa 16011, dan dimuat di majalah As-Sunnah Edisi 17/II/1416H-1996M. Diterjemahkan oleh Andi Muhammad Arief Mardzy]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1485&bagian=0

——————————————-

TAREKAT-TAREKAT SUFI

Oleh
Al-Lajnah Ad-Da’imah Lil Bufiuts Al-‘Ilmiyah Wal lfta’

Pertanyaan:
Al-Lajnah Ad-Da’imah Lil Bufiuts Al-‘Ilmiyah Wal lfta’ ditanya : Apa yang dimaksud dengan problematika tasawuf dan apa kedudukannya dalam Islam, yakni; Tarekat Tijaniyah, Qadariyah dan Syi’ah, tarekat-tarekat itu berpusat di Nigeria. Misalnya, Tarekat Tijaniyah, dalam ajarannya ada yang disebut shalawat ba-kariyah, yaitu ucapan; (Ya Allah limpahkanlah shalawat kepada pemimpin kami Muhammad sang pembuka segala yang tertutup.. dst hingga.. dengan sebenar-benarnya kedudukan dan kedudukannya adalah agung). Shalawat ini dianggap lebih besar dan lebih utama daripada shalawat Ibrahimiyah. Ini saya temukan dalam kitab mereka “Jawahirul Ma’ani” juz I halaman 136. Apakah ini benar?

Jawaban:
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada RasulNya, keluarganya dan para sahabatnya. Amma ba ‘du,

Ada yang mengatakan bahwa kata as-sufiyah dinisbatkan kepada as-suffah karena keserupaan mereka dengan sekelompok sahabat yang fakir dan menempati suffah (beranda) masjid Nabawi. Tapi pengertian ini tidak benar, karena penisbatan kepada kata as-suffah menjadi suffiyyun dengan mentasydidkan huruf fa’ tanpa huruf wawu.

Ada juga yang mengatakan bahwa itu dinisbatkan kepada kata shafiwah (suci) karena kesucian hati dan perbuatan mereka. Ini juga salah, karena penisbatan kepada kata shafwah menjadi shafwiyyun. Lain dari itu, kaum sufi lebih banyak diliputi oleh bid’ah dan kerusakan aqidah. Ada juga yang mengatakan, bahwa itu dinisbatkan kepada kata ash-shauf [kain wool], karena merupakan lambang pakaian mereka. Pengertian ini lebih mendekati secara bahasa dan realita mereka. [1]

Hanya Allah lah yang kuasa member! petunjuk. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Da'imah lil Bufiuts Al-'Ilmiyah wal lfta', 2/182]

TAREKAT-TAREKAT SUFI DAN WIRID-WIRIDNYA

Pertanyaan:
Al-Lajnah Ad-Da’imah Lil Bufiuts Al-‘Ilmiyah Wal lfta’ ditanya : Bagaimana hukum tarekat-tarekat sufi dan wirid-wirid yang mereka susun dan mereka dengungkan sebelum shalat Shubuh dan setelah shalat Maghrib. Apa pula hukum orang yang mengaku bahwa ia melihat Nabi Saw dalam keadaan terjaga dengan mengu-capkan, ‘semoga kesejahteraan diliimpahkan atasmu wahai matanya semua mata dan ruhnya semua ruh.’?

Jawaban:
Segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam semoga senantiasa dicurahkan kepada RasulNya, keluarganya dan para sahabatnya. Amma ba ‘du,

Tarekat-tarekat dan wirid-wirid yang anda sebutkan itu adalah bid’ah, di antaranya adalah Tarekat Tijaniyah dan Kitaniyah. Dari wirid-wirid mereka itu tidak ada yang disyari’atkan kecuali yang sesuai dengan Al-Kitab dan As-Sunnah yang shahih.

Adapun yang disebutkan dalam pertanyaan ini, bahwa ada seseorang yang menganut faham Kitani lalu ia melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan inderanya dalam keadaan jaga dan mengatakan, ‘semoga kesejahteraan dilimpahkan atasmu wahai matanya semua mata .. dst.’ adalah suatu kebatilan yang tidak ada asalnya. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak akan pernah terlihat oleh seseorang dalam keadaan terjaga (tidak dalam keadaan tidur) setelah beliau wafat, dan beliau tidak akan keluar dari kuburnya kecuali pada Hari Kiamat nanti, sebagaimana yang difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di Hari Kiamat. ” [Al-Mukminun: 15-16]

Dan sebagaimana disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Artinya : Aku adalah pemimpin anak adam pada hari kiamat dan yang pertama kali dibukakan kuburnya” [2]

Hanya Allah lah yang kuasa memberi petunjuk. Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Da' imah lil Buhuts Al-'Ilmiyah wal Ifta', 2/184]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-2, Darul Haq]
_________
Foote Note
[1]. Ada bab tersendiri yang membahas tentang tijaniyah dan bid’ah-bid’ahnya. Sebaiknya merujuk fatwa Lajnah Da’imah mengenai hal ini.
[2]. Imam Muslim meriwayatkan seperti itu dalam Al-Fadha’il(2278).

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1437&bagian=0
———————————————————

TAREKAT TIJANIYAH

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Pertanyaan:
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Banyak orang di tengah-tengah kami yang menganut Tarekat Tijaniyah, sementara saya mendengar dalam acara Syaikh (nur ‘ala ad-darb) bahwa tarekat ini bid’ah, tidak boleh diikuti. Tapi keluarga saya mempunyai wirid dari Syaikh Ahmad At-Tijani yaitu shalawat fatih, mereka mengatakan bahwa shalawat fatih adalah shalawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa benar shalawat fatih adalah shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Mereka juga mengatakan, bahwa orang yang membaca shalawat fatih lalu meninggalkannya, ia dianggap kafir. Kemudian mereka mengatakan, ‘Jika engkau tidak mampu melaksanakannya lalu meninggalkannya, maka tidak apa-apa. Tapi jika engkau mampu namun meninggalkannya maka dianggap kafir.’Lalu saya katakan kepada kedua orang tua saya bahwa hal ini tidak boleh dilakukan, namun mereka mengatakan, ‘Engkau wahaby dan tukang mencela.’ Kami mohon penjelasan.

Jawaban:
Tidak diragukan lagi bahwa Tarekat Tijaniyah adalah tarekat bid’ah. Kaum muslimin tidak boleh mengikuti tarekat-tarekat bid’ah, tidak Tarekat Tijaniyah, tidak pula yang lainnya, bahkan seharusnya berpegang teguh dengan apa-apa yang diajarkan oleh Rasulullah Saw, karena Allah telah berfirman.

“Artinya : Katakanlah, ‘Jika. kamu (benar-benar) mentintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah meneasihi dan mengampuni dosa-dosamu’ .” [Ali Imran: 31]

Artinya, katakanlah kepada manusia wahai Muhammad, ‘Jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.’

Allah pun telah berfirman.

“Artinya : Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainNya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya). ” [Al-A'raf : 3].

Dalam ayat lainnya disebutkan.

“Artinya : Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. ” [Al-Hasyr : 7]

Dalam ayat lainnya lagi disebutkan.

“Artinya : Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain).” [Al-An'am : 153]

As-Subul (jalan-jalan yang lain) di sini maksudnya adalah jalan-jalan yang baru yang berupa perbuatan bid’ah, memperturutkan hawa nafsu, keraguan dan kecenderungan yang diharamkan. Adapun jalan yang ditunjukkan oleh sunnah RasulNya , itulah jalan yang harus diikuti.

Tarekat Tijaniyah, Syadziliyah, Qadariyah dan tarekat-tarekat lainnya yang diada-adakan oleh manusia, tidak boleh diikuti, kecuali yang sesuai dengan syari’at Allah. Yang sesuai itu boleh dilaksanakan karena sejalan dengan syari’at yang suci, bukan karena berasal dari tarekat si fulan atau lainnya, dan karena berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [Al-Ahzab : 21].

Dan firmanNya.

“Artinya : Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” [At-Taubah: 100].

Serta sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Barangsiapa membuat sesuatu yang baru dalam urusan kami (dalam Islam) yang tidak terdapat (tuntunan) padanya, maka ia tertolak.”[1]

Dan sabda beliau.

“Artinya : Barangsiapa yang melakukan suatu amal yang tidak kami perintahkan maka ia tertolak.”[2]

Serta sabda beliau dalam salah satu khutbah Jum’at.

“Artinya : Amma ba ‘du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Muhammad Saw, seburuk-buruk perkara adalah hal-hal baru yang diada-adakan dan setiap hal baru adalah sesat.”[3]

Dan masih banyak lagi hadits-hadits lainnya yang semakna.

Shalawat fatih adalah shalawat kepada Nabi Saw sebagaimana , yang mereka klaimkan, hanya saja shighah lafazhnya tidak seperti yang diriwayatkan dari Nabi Saw, sebab dalam shalawat fatih itu mereka mengucapkan (Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada penghulu kami, Muhammad sang pembuka apa-apa yang tertutup, penutup apa-apa yang terdahulu dan pembela kebenaran dengan kebenaran). Lafazh ini tidak pernah menjadi jawaban mengenai cara bershalawat kepada beliau ketika ditanyakan oleh para sahabat. Adapun yang disyari’atkan bagi umat Islam adalah bershalawat kepada beliau dengan ungkapan yang telah disyari’atkan dan telah diajarkan kepada mereka tanpa harus mengada-adakan yang baru.

Di antaranya adalah sebagaimana disebutkan dalam Ash-Shahihain, dari Ka’b bin ‘Ajrah , bahwa para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana kami bershalawat kepadamu?” beliau menjawab,

“Artinya : Ucapkanlah (Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana telah engkau limpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahabaik. Dan limpahkanlah keber-kahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahabaik.)” [4]

Disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari hadits Abu Humaid As-Sa’idi Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda.

“Artinya : Ucapkanlah (Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad, para isterinya dan keturunannya sebagaimana telah Engkau limpahkan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad, para isterinya dan keturunannya, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahabaik.)”. [5]

Dalam hadits lainnya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya, dari hadits Ibnu Mas’ud Al-Anshari Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda.

“Artinya : Ucapkanlah (Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana telah Engkau limpahkan shalawat kepada keluargaa Ibrahim. Dan limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahabaik di seluruh alam.)”[6]

Hadits-hadtis ini dan hadits-hadits lainnya yang semakna, telah menjelaskan tentang cara bershalawat kepada beliau yang beliau ridhai untuk umatnya dan telah beliau perintahkan. Adapun shalawat fatih, walaupun secara global maknanya benar, tapi tidak boleh diikuti karena tidak sama dengan yang telah diriwayatkan secara benar dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menerangkan cara bershalawat kepada beliau yang diperintahkan. Lain dari itu, bahwa kalimat (pembuka apa-apa yang tertutup) mengandung pengertian global yang bisa ditafsiri oleh sebagian pengikut hawa nafsu dengan pengertian yang tidak benar. Wallahu waliyut taufiq.

[Majalah Al-Buhuts, nomor 39, hal. 145-148, Syaikh Ibnu Baz]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-2, Darul Haq]
_________
Foote Note
[1]. Disepakati keshahihannya dari hadits Aisyah Ra, : Al-Bukhari dalam Ash-Shulh (2697). Muslim dalam Al-Aqdhiyah (1718).
[2]. Dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam Al-Aqdhiyah (18-1718).
[3]. Dikeluarkan oleh Imam Muslim dari hadits Jabir bin Abdullah RA dalam Al-Jumu’ah (867).
[4]. Al-Bukhari dalam Ahaditsul Anbiya’ (3369). Muslim dalam Ash-Shalah (407).
[5]. Al-Bukhari dalam Ahaditsul Anbiya’ (3369). Muslim dalam Ash-Shalah (407).
[6]. HR. Muslim dalam Ash-Shalah (407).

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1404&bagian=0

About these ads

12 Tanggapan

  1. Para Ulama Besar Fiqih dan Tassawuf (Sufi di Zaman Ini ) Syaikh Muhammad
    Hisham Kabbani:
    Mursyid Tarekat Naqsbandi Haqqani
    Presiden As-Sunna Foundation of America
    607 A West Dana Mountain View, CA 94041

    ”Di masa Rasulullah saw Tasawwuf adalah sebuah realitas tanpa nama,
    sekarang Tasawwuf adalah sebuah nama, tetapi hanya sedikit yang mengetahui
    realitas nya”. Ummat Islam sekarang membutuhkan ulama-ulama yang baik yang
    melaksana kan ajaran Islam dengan benar (alimun aamil), mencoba dengan segala
    kemampuannya untuk mengembalikan apa yang telah rusak dalam agama Islam selama
    bertahun-tahun ke belakang dan mereka yang mampu membedakan antara yang benar
    dan salah, halal dan haram, yang percaya kepada yang haqq dan melawan
    kebatilan, serta tidak menakut-nakuti siapa pun yang berada di jalan Allah.

    ULAMA YANG MENGIKUTI SUFI / TASAWWUF DI SAAT INI

    Sebagai informasi bagi saudara-saudari, Kami sampaikan beberapa nama dari
    sekian nama ulama modern yang mengikuti aliran Sufi dan keempat madzhab, yang
    mewakili mayoritas Muslim di seluruh dunia. Mereka adalah: Mufti Mesir,
    Hassanain Muhammad al-Mukhloof, anggota Liga Muslim Dunia, Muhammad at-Tayib
    an-Najjar, Presiden Sunnah dan Syariah Internasional dan Rektor Universitas
    al-Azhar, Syaikh Abdallah Qanun al-Hassani, ketua Majelis Ulama Maroko dan
    Deputi Liga Muslim Dunia, Dr. Hussaini Hashim, Deputi Universitas al-Azhar
    Mesir dan Sekjen Institut Penelitian Makkah, as-Sayyid Hashim al-Rafai, mantan
    Mentri Agama Kuwait, as-Syaikh Sayyid Ahmad al-Awad, Mufti Sudan,asy-Syaikh
    Malik al-Kandhalawi, Presiden Liga Muslim Pakistan dan Rektor Universitas
    Asyrafiya,Ustaz Abdul Ghafoor al-Attar, Presiden Komunitas Penulis Sudi Arabia,
    Qadi Yusuf bin Ahmad as-Siddiqui, Jaksa Pengadilan Tinggi Bahrain,Muhmammad
    Khazraji, Syaikh Ahmad bin Muhammad bin Zabara ,Mufti Yaman,asy-Syaikh Muhammad
    asy-Syadili an-Nivar, Rektor Universitas Syariah Tunisia, asy-Syaikh Khal
    al-Banani, Presiden Liga Muslim Mauritania,Syaikh Muhammad Abdul Wahid Ahmad,
    Mentri Agama Mesir,Syaikh Muhammad bin Ali Habasyi, Ketua Liga Muslim
    Indonesia, Syaikh Ahmad Koftaro, Mufti Syria, Syaikh Abu Saleh Mohammad
    al-Fattih al-Maliki, Ondurman, Sudan,Syaikh Muhammad Rasyid Kabbani, Mufti
    Libanon,asy-Syaikh as-Sayyid Muhammad al-Maliki al-Hassani, Professor Syariah
    dan guru di dua Masjid Suci, Makkah dan Madinah,dan masih banyak lagi yang
    berada di sekitar Arab dan negri-negri Muslim lainnya.

    Ummat Muslim sekarang tidak mempunyai orang yang bisa memberi nasihat atau
    membimbing mereka dalam mempelajari agama dan perilaku atau kebiasaan yang
    terpuji yang diajarkan dalam Islam. Sebaliknya, kita hanya melihat para ulama
    yang pura-pura mengetahui sesuatu, lalu berusaha menerapkan ide-ide dan aqidah
    Islam yang telah mereka kotori kepada setiap orang. Pada setiap kesempatan
    konperensi misalnya, mereka memberikan ceramah mengenai Islam dari perspektif
    yang sangat sempit dan terbatas, tidak berdasarkan bimbingan para sahabat
    Rasulullah saw atau para Imam besar Islam dan tidak pula berdasarkan consensus
    sebagian besar para ulama Islam.

    Jika para ulama itu mau mendengar nuraninya lebih dalam dan kembali kepada
    loyalitas dan kejujuran dalam Islam tanpa campur tangan pemerintah atau
    kekuatan lain yang mengontrol negara-negara Muslim dengan uang mereka,
    mengabdikan dirinya hanya untuk berdakwah dan irsyad (memberi petunjuk ke jalan
    yang lurus) dan berdzikir kepada Allah dan Rasulullah saw, barulah situasi
    dalam dunia Islam akan berubah dan kehidupan Muslim akan meningkat dengan
    pesat.

    Harapan kita pada tahun ini, Muslim di Amerika dan di seluruh dunia akan
    bersatu kembali, saling berhubungan dalam satu tali, yaitu Tali Allah untuk
    memantapkan sunnah dan syariah Rasulullah Jika orang-orang ingin meninjau
    sejarah lebih dalam lagi, mereka akan menemukan bahwa setelah perjuangan para
    sahabat yang gagah berani, Islam tersebar ke seluruh penjuru Timur dan Barat
    serta Timur Jauh melalui dakwah dan irsyad para ulama dan para pengikut
    Tasawwuf (Sufisme). Mereka mengikuti jejak yang benar dari para Kalifah
    Rasulullah , radiAllahuanhum

    Mereka adalah para ulama Sufi yang sejati, yang menopang pengajaran al-Quran
    dan Sunnah dan tidak pernah menyimpang dari keduanya. Sifat zuhud dalam Islam
    (asceticism) berkembang pada abad pertama Hijriah dan dikembangkan dalam
    sekolah-sekolah yang mempunyai pondasi yang kuat dan menjadikan al-Quran dan
    syariah sebagai dasar pengajarannya, dan dijalankan oleh para ulama zahid yang
    dikenal sebagai Sufi.

    Mereka di antaranya adalah keempat Imam pertama, yaitu Imam Malik, Imam Abu
    Hanifa, Imam Syafii, dan Imam Ahmad bin Hanbal, begitu pula al-Imam Abi
    Abdallah Muhammad AL-BUKHARI, Abul Husain MUSLIM bin al-Hajjaj, Abu Isa
    TIRMIDZI. Yang lainnya di antaranya Hasan al-Basri, al-Junaid, Imam Awzai
    termasuk at-Tabarani, Imam Jalaluddin as-Suyuti, Ibnu Hajar al-Haythami,
    al-Jardani, Ibnu Qayyim al-Jawzi, Imam Muhyiddin bin Syaraf bin Mari bin Hassan
    bin Husain bin Hazam bin NAWAWI, Imam Abu Hamid GHAZALI, Sayyid Ahmad
    al-Farouqi as- Sirhindi. Dunia Muslim telah mengenal Islam melalui usaha para
    ulama zahid ini yang dikenal sebagai Sufi karena loyalitas mereka, ketulusan
    dan kemurnian hatinya.

    Kita tidak menyembunyikan fakta bahwa pada saat itu, beberapa musuh Islam
    datang dan mengadakan pendekatan yang ekstrim, menggunakan nama Sufisme dan
    berpura-pura menjadi seorang Sufi pada saat menyebarkan ide-ide anehnya dengan
    tujuan untuk memusnahkan ajaran Sufi yang sejati dan meracuni pikiran Muslim
    mengenai Tasawwuf yang telah dianut mayoritas Muslim. Tasawwuf sejati
    berlandaskan zuhud dan ihsan (kemurnian hati). Imam-Imam besar ummat Muslim
    yang ajarannya diikuti di semua negri Muslim, dikenal mempunyai guru-guru Sufi.
    Imam Malik, Imam Abu Hanifa (berguru kepada Jafar as-Sadiq as), Imam Syafii
    (yang mengikuti Syayban ar-Rai) dan Imam Ibnu Hanbal (gurunya adalah Bisyr
    al-Hafi ) yang semuanya menganut Tasawwuf.

    Semua pengadilan dan universitas di negri-negri Muslim menerapkan ajaran dari
    keempat Imam tersebut hingga sekarang. Misalnya: Mesir, Libanon, Yordania,
    Yaman, Djibouti, dan beberapa negara lain mengikuti madzhab Syafii. Sudan,
    Maroko, Tunisia, Aljazair,Mauritania, Libya dan Somalia mengikuti madzhab
    Maliki. Saudi Arabia, Qatar, Kuwait, Oman dan beberapa negara lain mengikuti
    madzhab Hanbali. Turki, Pakistan, India, Myanmar dan beberapa republic di Rusia
    mengikuti madzhab Hanafi. Negri-negri Muslim di Timur Jauh mengikuti madzhab
    Syafii. Sebagian besar pengadilan di negara-negara Muslim bergantung kepada
    fatwa-fatwa dari keempat madzhab ini dan keempatnya diterima. Imam Malik dalam
    ucapannya yang terkenal mengatakan, “man tasawaffa wa lam yatafaqa faqad
    tazandaqa, wa man tafaqaha wa lam yatasawaf faqad tafasaq, wa man tasawaffa wa
    taraqaha faqad tahaqaq”. Yang artinya, “Barang siapa yang mempelajari Tasawwuf
    tanpa Fiqih, dia adalah seorang kafir zindik (heretic), dan barang siapa
    yang mempelajari Fiqih tanpa Tasawwuf, dia adalah seorang yang fasik (korup),
    dan barang siapa yang mempelajari Tasawwuf dan Fiqih, dia akan menemukan
    Kebenaran dan Realitas dalam Islam.

    Ketika sarana transportasi masih sulit, Islam dapat tersebar dengan cepat
    melalui usaha yang tulus dari para musafir Sufi yang telah terdidik dengan baik
    sekali dalam disiplin zuhud yang tinggi (zuhud ad-dunya) yang memang diperlukan
    oleh mereka yang telah dipilih Allah untuk melaksanakan tugas suci itu. Hidup
    mereka adalah dakwah dan mereka bertahan hidup hanya dengan roti dan air.
    Dengan cara hidup seperti itu mereka mampu mencapai Barat dan Timur Jauh dengan
    keberkahan Islam. Di abad 6 dan 7 Hijriah, Tasawwuf berkembang dengan pesat
    karena diiringi kemajuan dan usaha yang keras dari para guru Sufi. Setiap
    kelompok dinamai menurut nama gurunya, untuk membedakan dengan kelompok yang
    lain. Sama halnya dengan sekarang, setiap orang memegang gelar dari universitas
    di mana dia menjadi lulusannya. Walau demikian tentu saja Islam tetap sama,
    tidak pernah berubah dari satu guru Sufi ke guru Sufi yang lain, seperti halnya
    Islam tidak pernah berubah dari satu universitas ke universitas yang
    lain. Namun demikian di masa lalu murid sangat dipengaruhi oleh perilaku dan
    moral yang baik dari guru-guru mereka. Oleh sebab itu mereka mempunyai sifat
    tulus dan loyal. Tetapi sekarang para ulama kita kering dan Islam diajarkan
    kepada mereka di universitas non-Muslim oleh para professor non-Muslim (Jika
    kalian pandai, kalian bisa mengerti).

    Guru-guru Sufi meminta muridnya untuk menerima Allah sebagai Pencipta mereka
    dan Rasulullah sebagai hamba dan utusan-Nya, menyembah Allah pada saat
    sendirian, meninggalkan kebiasaan menyembah berhala, bertaubat kepada Allah,
    mengikuti Sunnah Rasulullah , memurnikan hati mereka, membersihkan ego mereka
    dari kesalahan dan untuk memperbaiki aqidah mereka terhadap Tuhan Yang Maha
    Esa. Mereka juga mengajarinya untuk bersifat jujur dan dapat dipercaya dalam
    segala hal yang mereka lakukan, bersabar dan takut kepada Allah, mencintai
    sesama, bergantung kepada Allah, dan segala sifat atau perilaku terpuji lainnya
    yang dianjurkan dalam Islam.

    Untuk mencapai seluruh tingkatan yang tulus dan murni, mereka memberi
    murid-muridnya doa yang berbeda-beda seperti yang dilakukan oleh Rasulullah
    saw, para sahabat, dan para Tabi¡¦iin. Mereka mengajarkan Dzikir-Allah,
    mengingat Allah dengan membaca al-Quran, doa-doa dan tasbiih dari Hadits serta
    dengan membaca Nama-Nama Allah dan sifat-sifatnya yang terdapat dalam tahlil,
    tahmiid, takbiir, tamjiid, tasbiih menurut ayat-ayat dan Hadits Rasulullah
    mengenai dzikir (ini dapat ditemukan pada semua buku Hadits termasuk Bukhari,
    Muslim, Tabarani, Ibnu Majah,Abu Dawud dan lain-lain di bagian dzikir dalam
    Islam di mana setiap orang dapat merujuk ke sana).

    Guru Sufi ini (ulama sejati) menolak ketenaran, jabatan tinggi, uang, dan
    kehidupan yang materialistik, tidak seperti ulama sekarang yang mengejar
    ketenaran dan uang. Mereka bersifat zahid dan hanya bergantung kepada Allah,
    tunduk kepada firman-Nya, “khalaqtul Jinni wal Insi illa li ya buduun”. “Kami
    tidak menciptakan Jinn dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”. Sebagai
    hasil dari perilakunya yang baik dan sifat zuhudnya itu, mereka mampu
    meyakinkan orang-orang kaya untuk membangun masjid dan panti (khaniqah,
    zawiyyah) untuk seluruh ummat Islam, juga membagikan makanan gratis dan
    penginapan gratis. Dengan demikian Islam dapat tersebar dengan cepat dari suatu
    negara ke negara yang lain melalui khaniqah dan masjid tersebut. Tempat seperti
    itu, di mana setiap orang miskin dapat makan dan menginap serta para tuna wisma
    dapat berteduh merupakan tempat pembersihan hati bagi orang miskin dan
    merupakan tempat terjalinnya hubungan antara yang kaya dengan yang miskin
    antara yang hitam
    dengan yang kuning, merah, putih, Arab dan non-Arab.

    Rasulullah bersabda dalam suatu hadits, “Tidak ada perbedaan antara Arab dan
    non-Arab kecuali dalam hal kebajikan”.Tempat ini membuat orang dari berbagai
    ras dan bangsa berkumpul bersama. Sufi memegang teguh Sunnah dan Syariah.
    Sejarah mereka penuh dengan keberanian dan perjuangan di jalan Allah, jihad
    fisabiilillah, meninggalkan negeri mereka untuk menyebarkan Islam dengan satu
    metode, yaitu cinta. Mereka mengajarkan manusia untuk mencintai sesamanya tanpa
    perbedaan ras, usia dan gender. Mereka memandang setiap orang berhak untuk
    dihormati terutama wanita, orang yang teraniaya, dan fakir miskin. Sufi
    bagaikan bintang yang terang yang menyinari seluruh dunia, memberi semangat
    kepada semua orang untuk berjihad fi sabiil-illah, berjuang di jalan Allah,
    menyebarkan Islam, menolong fakir miskin, tuna wisma, dan mereka yang
    membutuhkan pertolongan baik jauh maupun dekat. Dengan Imannya, mereka bisa
    mencapai Asia Tengah sampai India, Pakistan, Tashkent, Bukhara, Daghestan, dan
    daerah-daerah lain seperti Cina, Malaysia, Indonesia dan lain-lain.
    Orang-orang Sufi sejati tidak pernah menyimpang dari Syariah dan Sunnah
    Rasulullah saw serta al-Quran.

    Dua sumber utama Tasawwuf adalah al-Quran dan Sunnah Rasulullah, sebagaimana
    yang disampaikan lewat pemahaman Islam Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Ali
    yang dianggap sebagai dua guru utama seluruh aliran Sufi. Sayyidina Abu Bakar
    mewakili satu aliran Tasawwuf. Rasulullah bersabda mengenai beliau, Apa yang
    Allah tuangkan ke dalam hatiku, Aku tuangkan pula ke dalam hati Abu Bakar. “Ma
    sab-Allahu fee sadrii syayan illa wa sabatuhu fii sadrii Abi Bakrin “.(Hadiqa
    Nadiah, diterbitkan di Kairo, 1313 H. hal.9). Allah swt berfirman dalam
    al-Qur’an (9:40),Sesungguhnya Allah telah menolongnya ketika orang-orang kafir
    mengeluarkannya (dari Makkah), dia tidak mempunyai siapa-siapa kecuali seorang
    teman dan keduanya berada dalam gua.¨ Rasulullah bersabda dalam hadits lain,
    ¡Matahari tidak pernah bersinar lebih cerah pada orang-orang selain Abu Bakar,
    kecuali pada para Nabi. (lihat Suyuti, Sejarah para Kalifah, Kairo, 1952. Hal.
    46).

    Banyak hadits lain yang menerangkan posisi Abu Bakar as-Siddiq. Aliran lain
    dalam Tasawwuf berasal dari Sayyidina Ali, mengenai beliau banyak sekali hadits
    yang bila dipaparkan akan memakan banyak halaman. Sunnah Rasulullah dan Syariah
    yang melambangkan kewajiban, serta Ihsan yang melambangkan perilaku baik,
    semuanya melekat menjadi karakter para ulama Sufi, mulai dari Sayyidina Abu
    Bakar yang menjadi kalifah Rasulullah pertama, sampai sekarang. Pada abad ke-13
    Hijriah (19 M) sebuah madzhab yang dipengaruhi oleh ajaran dua ulama Islam dari
    abad ke-7 Hijriah (14 M) muncul. Madzhab ini adalah madzhab baru dalam Islam,
    yang walaupun mempunyai dasar madzhab Hanbali tetapi ternyata terdapat
    perbedaan aqidah. Walaupun madzhab ini juga menerima tasawwuf tetapi dia lebih
    banyak mempunyai batasan dan mempunyai interpretasi yang sempit tentang apa
    yang dibolehkan dalam Islam dibandingkan dengan keempat madzhab yang pertama.

    Akhir-akhir ini para pengikut madzhab ini melakukan penyimpangan terhadap
    ajaran asli dari sang pendiri madzhab dan sering membesar-besarkan secara
    ekstrim dan membuat tuduhan kepada ummat Muslim berdasarkan fatwa dari
    ulama-ulama modern yang hanya memiliki pemahaman Islam secara harfiah dengan
    sudut pandang yang terbatas, namun menjadi penentang bagi kelompok mayoritas
    Muslim. Keyakinan baru ini sekarang berkembang dengan pesat dengan dukungan
    minoritas Muslim yang mempunyai keyakinan sendiri dan interpretasi sendiri
    terhadap al-Quran dan Sunnah Rasulullah. Orang-orang ini sekarang menentang
    Sufisme dan mencoba untuk meremehkan semangat dan usaha keras para Sufi sejati
    dalam menyebarkan Islam ke seluruh dunia selama kurun waktu 1300 tahun
    kebelakang.

    Sebagai ummat Muslim, Kami menghormati semua madzhab dalam Islam tanpa
    diskriminasi. Tetapi sebaliknya Kami tidak menerima orang yang memaksa kan
    ide-idenya kepada Kami, karena Kami mengikuti keyakinan yang telah diterima
    oleh mayoritas Muslim, yang menerima Tasawwuf. Di Amerika, Kami terkejut
    melihat sejarah dan kebudayaan Islam selama 1400 tahun disangkal dan ditolak
    oleh sebagian kecil ulama dengan cara pandang mereka sendiri, seolah-olah
    selama 1400 tahun para ulama pengikut Sufi dan keempat madzhab tidak ada dan
    tidak pernah ada.

    Wahai saudara-saudariku yang tercinta, juga ayah, ibu, dan anak-anak sekalian,
    Islam bersifat toleran (hilm), Islam adalah cinta, Islam adalah Kedamaian,
    Islam adalah rendah hati, Islam adalah kesempurnaan, Islam adalah zuhud, Islam
    adalah Ihsan. Islam berarti hubungan antar sesama, Islam berarti keluarga,
    Islam adalah persaudaraan, Islam berarti persamaan, Islam adalah satu tubuh,
    Islam adalah ilmu pengetahuan, Islam adalah spirituali tas. Islam mempunyai
    pengetahuan eksternal dan internal yang sama baiknya. ISLAM ADALAH SUFISME,
    SUFISME ADALAH ISLAM.

    Terakhir, Islam adalah Cahaya yang diturunkan Allah melalui utusan-Nya,
    Rasulullah Muhammad, yang merupakan simbol kebenaran Allah. Tanpa keraguan,
    beliau adalah perantara bagi semua orang, dan ini telah disebutkan dalam semua
    buku fiqih. Semoga Allah mengampuni Kami atas kesalahan dan kekurangan dalam
    presentasi ini. Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh

  2. asslm…wr.wb.
    Dengan segala kerendahan hati …dan kedha’ifan ilmu yang saya miliki, karena Dia hanya sedikit memberikan ilmuNya kepada qt…….tiada tuhan selain Dia dan Muhammad saw utusanNya…..satu yang ingin saya sampaikan bahwa faham qt tentang Tarekat sufi begitu sedikit, sehingga dengan gampang anda mengclaim sebagai ajaran sesat….ingat…saat sekelompok Ulama wahabi yang hendak memvonis ajaran tersebut justru,..Allah memvonisnya….ingat..sesungguhnya Peran Liberalisme telah merasuki anda….pemecah ukhuwah muslim diantara kita….na’udzubillah

  3. Terima kasih kepada hamba Si Khaliq yakni Ustadz al-Ghazali kerna jasa beliau
    yang merjenihkan keraguan berkurun dengan peka ilmiah dan batin kasyafnya mengenai intipati hukum fiqh dan tasawuf yang diselarikan maka ternyatalah yang haq & bathil balik pada makamnya.Terselah kasyafnya al-Ghazali bila mula memahami tasawuf kerana beliau pandang pada kitab muktabar Al Junaid dan mengendahkan Al Hallaj.

  4. mudah-mudahan anda disiksa didalam neraka sebagaimana firaun karena telah berbuat kerusakan di muka bumi dengan membawa faham khawarij. Kalian menyebut orang lain sesat padahal kalianlah yang sesat. Orang yang berfatwa memiliki beberapa syarat. anda sangat jauh untuk berfatwa. sedangkan syaikh kalian Albani pun tidak layak berfatwa apalagi kaliannya.

    by
    Pahlawan ASWAJA

  5. Yang menyesatkan dan membid’ahkan kaum sufi di kalangan faham ahlussunnah wal jamaah adalah ahli bid’ah dan ahli hawa nafsu.
    wassalam

  6. Apa yg kau pandang baik, belum tentu baik menurut Alloh.
    Apa yg kau pandang buruk, belum tentu buruk menurut Alloh.

    Janganlah menebar fitnah, berprasangka baiklah.
    Jika kita berprasangka baik, ternyata yg kita sangka itu salah, Yakinlah kita tdk akan rugi karena kita dpt pahala berprasangka baik.

    Jadilah pembela sunnah, tapi janganlah memecah belah
    tetap pererat mahabbah dan ukhuwah, karena q’ta satu ummah.

    uhibbukum fillaah

    (Ya Alloh ampunilah hamba, jka yg di tulis ini baik dlm pndanganku tpi ternyata tidak bermutu dlm pandanganMu)

  7. Ass. Wr. Wb. Menurut saya tarekat Nasabandiyah tidak sesat, jangan gampang memberi komentar sesat sebelum meneliti lebih dalam, jangan2 yang ngomong menyesatkan, malah dia sendiri yang sesat?!?

  8. jangan asal ngomong….

  9. aq jadi bingung ney

  10. kalian mengaku salafi,padahal pencetus ajaran yg kalian ikuti saja,yaitu abdul wahhab itu bukan ulama salaf,dia itu ulama khalaf,kalaupun pantas diangap ulama….

    SALAFI: SALAH FIKIR…….ya itu yg benar…..

  11. “Tarekat sufi, salah satunya Naqsyabandiyah, adalah aliran sesat dan bid’ah, “….

    Hati-hati menampilkan artikel yg belum tentu benar kebenarannya, apabila tidak benar, maka anda telah menyebarkan fitnah….Fitnah merupakan salah satu dari DOSA BESAR, na’uzubillahi minzaliq

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 295 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: