• Blog Stats

    • 37,784,862 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • arsip artikel

  • wasiat untuk seluruh umat manusia

    kasihilah semua makhluk yang ada di muka bumi, niscaya Tuhan yang ada di atas langit akan mengasihimu.. =============================================== Cara mengasihi orang kafir diantaranya adalah dengan mengajak mereka masuk islam agar mereka selamat dari api neraka =============================================== wahai manusia, islamlah agar kalian selamat.... ======================================================
  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka (al baqarah ayat 120)

  • SALAFY & WAHABI BUKANLAH ALIRAN SESAT

    Al-Malik Abdul Aziz berkata : “Aku adalah penyeru kepada aqidah Salafush Shalih, dan aqidah Salafush Shalih adalah berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang datang dari Khulafaur Rasyidin” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz hal.216] ------------------------------------------------------------------------------------- Beliau juga berkata : “Mereka menamakan kami Wahabiyyin, dan menamakan madzhab kami adalah madzhab wahabi yang dianggap sebagai madzhab yang baru. Ini adalah kesalahan fatal, yang timbul dari propaganda-propaganda dusta yang disebarkan oleh musuh-musuh Islam. Kami bukanlah pemilik madzhab baru atau aqidah baru. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak pernah mendatangkan sesuatu yang baru, aqidah kami adalah aqidah Salafush Shalih yang datang di dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang ditempuh oleh Salafush Shalih. Kami menghormati imam empat, tidak ada perbedaan di sisi kami antara para imam : Malik, Syafi’i, Ahmad dan Abu Hanifah, semuanya terhormat dalam pandangan kami” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz, hal. 217] ---------------------------------------------------------
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

Jalaludin Rahmat Syiah?

AKHLAQ KANG JALAL

Beberapa waktu yang lalu masyarakat berpeluang menyaksikan dialog Nasional Sunni Syi’ah di layar TV. Menurut informasi yang beredar, penganut sunni yang akan berdialog adalah Fauzan Anshari, sementara penganut syi’ah yang akan memaparkan dalil-dalil syar’i kebenaran mazhab syi’ah adalah Jalaluddin Rahmat. Semua menunggu hari dialog dengan penuh penantian.

Lagi-lagi dari informasi yang beredar, Fauzan berniat mengajak kang Jalal untuk bermubahalah, memohon azab Allah yang disegerakan untuk mengetahui mana yang benar, antara mazhab Fauzan dan mazhab kang Jalal. Tapi ternyata masyarakat belum dapat menyaksikan langsung bukti kebenaran masing-masing mazhab, karena jika terjadi mubahalah, selang beberapa waktu akan terjadi sebuah peristiwa buruk, atau siksa, atau kematian dengan kecelakaan pada pihak yang mazhabnya salah, akhirnya masyarakat akan mengerti dengan jelas. Seperti dikutip oleh majalah Sabili, karena merasa ditipu dan dipermainkan, Fauzan membatalkan keikutsertaannya dalam dialog, lalu panitia menghubungi Nabhan Husein yang akhirnya menggantikan Fauzan.

Pada awal sesi Kang Jalal (biasanya Jalaludin dipanggil dengan panggilan ini) membacakan riwayat dari kitab tafsir Qurtubi tentang sebab turunnya surat Al Ma’arij.

Sudah menjadi kebiasaan kawan-kawan syi’ah, ketika dihadapkan dengan nukilan dari literatur induk syi’ah yang menerangkan hakekat mazhabnya, maka mereka segera menasehati lawan dialognya agar tidak membaca nukilan sepotong-sepotong, hendaknya membaca kitab seluruhnya supaya faham maksud perkataan itu dengan jelas, serta jangan percaya pada antek musuh Islam yang menebar fitnah untuk memecah belah ummat, mari kita lupakan perbedaan sepele yang ada antara sunni dan syi’ah untuk menghadapi musuh utama kita, yaitu kaum yahudi. Padahal nukilan tadi jelas jelas dari kitab induk yang menjadi pedoman syi’ah. Akhirnya sunni yang kebetulan polos percaya saja dengan jawaban kawan syi’ah tadi. Padahal belum tentu kawan syi’ah tadi sudah pernah melihat langsung nukilan itu di kitab mereka. Karena kitab-kitab literatur induk syi’ah yang memuat salah satu “pusaka”[1] yang harus diikuti oleh ummat Islam, yaitu ajaran ahlulbait, seperti kitab al kafi, biharul anwar, al istibsor dan tahzibul ahkam tidak bisa ditemukan dengan mudah, tidak seperti kitab-kitab hadits ahlussunah yang mudah didapat. Jika memang kita harus mengikuti ahlulbait, mengapa kitab-kitab yang memuat riwayat-riwayat ahlubait tidak diterjemahkan supaya diketahui kaum muslimin secara luas?

Kang Jalal menukil dari tafsir Qurtubi yang merupakan salah satu literatur induk tafsir ahlussunnah wal jamaah, bukannya dari kitab syi’ah. Pemirsa pasti akan menganggap bahwa nukilan itu adalah pendapat ahlussunah, karena berasal dari salah satu kitab literatur tafsir ahlussunnah.

Menurut riwayat yang dibaca oleh kang Jalal[2], bahwa sebab turunnya surat Al Ma’arij yang ayat pertamanya berbunyi : sa’ala saa’ilun bi azaabin waaqi’, artinya seorang telah meminta azab yang pasti akan menimpanya, orang itu adalah Nu’man bin Harits Al Fihri, ketika mendengar bahwa Nabi bersabda pada Ali bahwa ” barang siapa aku(Nabi) menjadi walinya, maka Ali harus menjadi walinya” langsung mengndarai ontanya. Ketika sampai di Abtah (sebuah tempat di kota mekah), dia turun dan menambatkan ontanya, lalu menghadap Nabi dan berkata : wahai Muhammad, kamu memerintahkan kami untuk melaksanakan perintah Allah untuk bersaksi tiada tuhan selain Allah dan kamu adalah Rasulullah maka kami terima perintah itu, dan kamu memerintahkan kami untuk melaksanakan perintah Allah sholat lima waktu dan ini juga telah kami terima. Dan kamu memerintahkan kami untuk melaksanakan perintah Allah untuk berzakat dan kami pun tidak menolaknya, juga dan kamu memerintahkan kami untuk melaksanakan perintah Allah untuk berpuasa pada bulan ramadhan setiap tahun, kami terima itu. Dan kamu memerintahkan kami untuk melaksanakan perintah Allah untuk berhaji dan kami terima, tapi kamu masih kurang dengan semua ini lalu kamu lebihkan anak pamanmu di atas kami? Apakah hal ini dari Allah atau dari dirimu sendiri? Lalu Nabi menjawab : demi Allah yang tiada tuhan selain dia, perintah ini tidak datang kecuali dari Allah. Lalu Harits berpaling sambil mengucapkan doa: “ya Allah jika memang ucapan Muhammad adalah benar, turunkanlah hujan batu dari langit, atau datangkanlah siksa yang pedih kepadaku”. Demi Allah, dia tidak sampe ke ontanya sampai dia dilempar oleh Allah dengan batu mengenai kepala dan menembus duburnya dan dia pun mati. Lalu turunlah ayat pertama surat Al Ma’arij.

Dalam riwayat ini terdapat beberapa point penting yang akan ditangkap oleh permirsa yang menyaksikan siaran dialog:

· Yang dimaksud dengan orang kafir yang meminta azab adalah mereka yang kafir dengan pengangkatan Ali.

· Seolah pengangkatan Ali adalah resmi dari Allah, yang mana menolak pengangkatan Ali sebagai khalifah dihukumi kafir. Karena dengan riwayat ini, orang kafir yang dimaksud adalah mereka yang menolak pengangkatan Ali.

· Percaya pada pengangkatan Ali adalah termasuk pembeda antara mukmin dan kafir, berarti termasuk pokok agama yang penting.

· Apakah ahlussunnah yang menolak pengangkatan Ali adalah kafir? Jika kita kembali pada riwayat di atas maka jawabnya “ya”.

· Menurut riwayat ini surat Al Ma’arij adalah madaniyah, yaitu turun setelah hijrah, karena sabda Nabi pada Ali tersebut diucapkan setelah haji wada’.

· Riwayat ini adalah dari sumber ahlussunnah, jadi dianggap pendapat ahlussunnah. Seolah Qurtubi dan Ahlussunnah berpendapat seperti itu.

· Pendapat ahlussunnah yang tidak sesuai dengan syiah dalam masalah pengangkatan Ali sebagai khalifah seolah menyelisihi ajaran ahlussunnah sendiri.

Setelah dilihat kembali dalam tafsir Qurtubi, ternyata kang Jalal sengaja membaca kutipan yang memperkuat pendapatnya dan tidak membaca keterangan dari tafsir Qurtubi[3] sebelum dan sesudah riwayat yang dibaca itu, alias dia tidak menerapkan nasehat yang biasanya diucapkan oleh seorang syi’ah pada setiap sunni yang ingin menghujat syi’ah dengan nukilan dari literatur syi’ah sendiri. Yaitu memotong nukilan yang sesuai dengan tujuan dan kepentingannya dan menyembunyikan nukilan yang tidak sesuai dengan kepentingan.

Pada setiap awal tafsir surat, biasanya Qurtubi menjelaskan status surat, apakah surat itu makiyah atau madaniyah. Di awal tafsir surat ma’arij, imam Qurtubi menerangkan bahwa surat Al Ma’arij adalah makkiyyah, dan tidak ada perbedaan pendapat dalam hal ini. Suurotul ma’aarij, makkiyyatun bittifaq. Saya kira kang jalal yang bisa membaca riwayat di tafsir Qurtubi dengan baik dan menterjemahkan dengan bahasa yang “menggerakkan”[4] pasti memahami arti perkataan Qurtubi mengenai waktu turunnya surat ini. Arti kalimat bittifaq adalah dengan kesepakatan seluruh mufassirin. Memang benar, seluruh mufassirin ahlussunnah sepakat bahwa surat Al Ma’arij turun di Makkah, sebelum Nabi hijrah ke Madinah. Atau jika ada yang tidak setuju dengan statement bahwa seluruh mufassirin ahlussunnah berpendapat demikian, paling tidak Qurtubi sendiri berpendapat demikian. Tapi merupakan metode Qurtubi dalam penulisan tafsir, beliau menyebutkan perbedaan pendapat dalam waktu turun sebuah surat jika ada perbedaan dalam hal itu. Bisa dilihat dalam tafsir surat Shaff di mana ada perbedaan mengenai waktu turunnya. Madaniyyatun fi qaulil jami’, fii maa dzakarohul maawardi. Wa qiila innaha makkiyyatun, dzakarohu Annahhas an ibni Abbas.[5] Sementara dalam surat Taghabun Qurtubi membeberkan perbedaan pendapat yang ada mengenai masa turunnya surat ini. Madaniyyatun fi qaulil aktsarin. Wa qala adhahhaku makkiyyatun wa qala alkalbiyyu hiya makkiyyatu wa madaniyyatun.. wa an ibni Abbas anna surata taghabun nazalat bimakkatin, illa ayaatun min akhiriha nazalat bil madinah. Ini jika memang ada perbedaan pendapat mengenai masa turunnya sebuah surat.

Jika memang kesepakatan ulama adalah surat Al Ma’arij turun di mekkah, lalu mengapa Qurtubi sendiri menukil riwayat yang dibacakan oleh kang Jalal? Qurtubi menukilkan riwayat itu untuk sekedar pengetahuan pembaca bahwa ada riwayat yang mengatakan demikian, tapi riwayat ini tidak digubris oleh Qurtubi karena lemah sehingga tidak mempengaruhi kesepakatan ulama yang menerangkan bahwa surat Al Ma’arij turun di Makkah.

Dari awal tafsir surat ini amatlah jelas lemahnya pendapat kang Jalal, yang sengaja melewatkan kalimat ini karena jika dibaca akan mementahkan apa yang ingin disampaikan pada pemirsa..

Kita tidak mudah untuk menerima kenyataan bahwa pelaku hal ini adalah kang Jalal, salah satu “cendikiawan” muslim indonesia yang susah dicari tandingannya karena memiliki skill mengungkapkan pikiran dengan bahasa yang enak, menggerakkan dan ditambah dengan reasoning yang kuat. Akhirnya orang pun “tergerakkan” ketika membaca tulisannya dan mendengar ceramahnya.

Lalu siapa yang dimaksud dalam surat ini? Siapa yang menantang Allah untuk mendatangkan siksanya? Qurtubi telah menjelaskannya tapi sengaja tidak dibaca oleh kang Jalal. orang itu adalah Nadhr bin Harits, yang mengatakan : Ya Allah jika memang hal ini(ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad)adalah benar maka turunkanlah hujan batu dari langit atau siksalah kami dengan siksa yang pedih”. Perkataan ini dikisahkan Allah pada kita di surat Al Anfal ayat 32. Nadhr bin Harits mati dibunuh setelah perang badar. Imam Bukhori[6] menerangkan bahwa yang mengatakan adalah Abu Jahal. Dalam sohih Muslim juga dicantumkan riwayat demikian.[7] Ini semakin memperkuat pendapat Qurtubi, bahwa surat Al Ma’arij turun di mekkah sebelum hijrah. Sementara sabda Nabi yang difahami syi’ah sebagai pelantikan Ali sebagai khalifah terucap setelah haji wada’, di ghadir khum, dalam perjalanan pulang ke Medinah.

Di sisi lain ada kejanggalan fatal dalam riwayat ini. Riwayat peristiwa ghadir khum tercantum dalam kitab-kitab hadits ahlussunnah, di antaranya adalah sohih muslim, Turmuzi, Nasa’i, Ahmad dan Tobroni. Seluruh riwayat itu mengatakan bahwa Nabi mensabdakan sabdanya di atas saat rombongan haji Rasulullah singgah di Ghadir Khum[8] sepulang dari haji wada’. Tapi riwayat yang dibaca oleh kang Jalal di tafsir Qurtubi menerangkan bahwa Nabi ditanya oleh Harits bin Nu’man Al Fihri di mekah, yaitu di Abtah[9]. Sementara itu kita ketahui bersama bahwa setelah haji wada’, Nabi tidak pernah pergi lagi ke mekkah hingga beliau wafat sekitar tiga bulan setelah haji wada’. Jadi peristiwa dalam riwayat yang dibaca oleh kang Jalal adalah fiktif.

Kang Jalal memang aktif menulis buku, salah satu buku terakhir kang Jalal berjudul Belajar Cerdas, membahas mengenai otak manusia. Pada pengantar buku kang Jalal menuliskan sebuah “promosi” bagi SMU Plus Muthahhari Bandung. Perlu anda tahu bahwa kang Jalal adalah kepala SMU Plus Muthahhari. Kang Jalal sering merasa terharu ketika mendengar seorang murid SMU Plus Muthahhari mengucapkan do’a dan diikuti oleh murid-murid lainnya :

Ya Allah

Sehatkan tubuhku

Cerdaskan otakku

Bersihkan hatiku

Indahkan akhlaqku[10]

Saya yakin pembaca sepakat dengan saya bahwa perbuataan yang dilakukan kang Jalal saat dialog bukanlah merupakan akhlaq yang terpuji. Ironis memang.

Walillahil hamdu wal minnah

Team Hakekat

http://www.hakekat.com

mrshiaa@yahoo.com

 

 

 

[1] Salah riwayat hadits yang sering dibawa oleh kaum syi’ah adalah hadits tsaqalain, yaitu hadits yang berisi wasiat Nabi pada ummat Islam agar mengikuti 2 pusaka, yaitu al qur’an dan ahlul bait. Hadits ini diriwayatkan oleh banyak kitab ahlussunnah, tapi kita tidak tahu apakah ada kitab syi’ah yang meriwayatkan hadits ini. Sayang seluruh riwayat hadits itu yang terdapat dalam kitab ahlussunnah adalah lemah, kecuali riwayat Muslim, yang sebenarnya tidak ada perintah untuk mengikuti ahlulbait, isi hadits ini hanyalah perintah untuk menjaga hak-hak ahlul bait. Apakah tercantumnya riwayat hadits dalam banyak kitab ahlussunah menjadi ukuran validitas sebuah hadits? Semoga Allah memudahkan saya untuk membahas tuntas hadits tsaqalain. Amin

[2] Riwayat ini tercantum dalam Tafsir Al Qurtubi jilid 8 hal 278-279. Cetakan

[3] Terlampir hasil scan dari tafsir Qurtubi halaman terkait di makalah ini.

[4] Istilah yang dipopulerkan oleh Hernowo, direktur Mizan Learning Club, Anak Penerbit Mizan.

[5] Lihat lampiran di akhir makalah.

[6] Kitab Tafsir, Bab Qaulihi Ta’a wa iz qalallaahumma…. No 4281

[7] Kitab Sifatul Qiyamah wal Jannah wa Nar , bab fi wa ma kannallahu.. no 5004

[8] Sebuah tempat yang berjarak sekitar 250 km dari kota Mekkah, dekat Juhfah.

[9] Abtoh adalah sebuah tempat di antara kota Makkah dan Mina. Dapat dilihat di kamus dan kitab fiqh dalam pembahasan mengenai haji.

[10] Lihat buku Belajar Cerdas, belajar berbasiskan otak. Oleh Jalaluddin Rakhmat, hal vii, kata pengantar.

sumber: http://www.hakekat.com

About these ads

24 Tanggapan

  1. Assalamualaikum.ahlussunnah tdk akn pernah bersatu dgn Syiah,kecuali syiah bertobat nashuhah,dan tdk mengkafirkan para sahabat Rasulullah,tdk meyakini imam 12 mak’sum,dll.tapi itu tdk mungkin,kecuali Allah Ta’ala berkehendak lain.

    • Syiah slalu mmperdengarkan kt ssama Muslim utk Bersatu tp cman Aswaja yg slalu jauh dri kt

  2. Jalaluddin Rachmat memang seorang tokoh Syiah di Indonesia. Wahai Jalaluddin Rachmat bolehkah saya menikahi putri Anda secara Mut`ah? Kalo Anda menggemborkan Nikah Mut`ah, Kami boleh dong nikah Mut`ah sama Putri Anda atau Adik Perempuan Anda? Gimana? Jawab ya Kang Jalal!!!!!!

  3. Pada kenyataannya diera globalisasi ini terdapat perselisihan persepsi antara agama dan didalam agama sebagaimana diramalkan oleh Nabi Suci terpecah-belah menjadi 73 forqah sesuai Ar Ruum (30) ayat 32, Al Mu’minuun (23) ayat 53,54, Yudas 1:18,19,20,21.
    Allah akan menjadikan satu umat sesuai An Nahl (16) ayat 93, dengan cara manusia wajib menunggu-nunggu dan tidak melupakan datangnya Allah menurunkan HARI TAKWIL KEBENARAN KITAB sesuai Al A’raaf (7) ayat 52,53 atau ROH KUDUS sesuai Yohanes 16:12-15.
    Untuk melaksanakan rencana Allah itu, kami telah menerbitkan buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 macam lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    dengan penerbit:
    “GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
    “DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  4. Keyakinan bahwa imam sesudah Rasulullah saw adalah Ali bin Abi Thalib, sesuai dengan sabda Nabi saw. Karena itu para Khalifah dituduh merampok kepemimpinan dari tangan Ali bin Abi Thalib ra. oleh syiah kepada para sahabat bisa dibenarkan sebab pengangkatan Abu Bakar sebagai Khalifah adalah awal perpecahan Umat karena pada saat itu mulai muncul aliran syiah (bukan oleh abdullah bin saba’ ) yang berarti pengkut yakni mereka yang tetap setia pada pengangkatan Ali sebagai Khalifah dan menolak untuk membaiat khalifah yang baru dan ke
    karenanya itu sekelompok orang mendatangi rumah Ali dan memaksa melakukan Baiat…namun mereka tetap menolak dan mengunci pintu dari dalam namun salah seorang sahabat menendang pintu sehingga menimpa putri kesayangan Rasul Fatimah Azzahra yang menyebabkan tulang rusuknya Patah sepertinya orang itu telah mengingkari rasul sebagaimana sabdanya “Fatimah adalah cahaya mataku barang siapa yang mencintainya maka ia mencintaiku barang siapa yang menyakitinya maka ia menyakitiku juga” ada juga kejadian yang mana khalifah menolak memberi harta warisan rasul berupa tanah fadaq kepada fatimah padahal Fatimah adalah ahli waris dari tanah itu, sehingga menyebabkan fatimah marah besar, bahkan tidak memaafkan sang khalifah sampai ia wafat…bagaimana mungkin kita mau mengakui sebagai khalifah orang yang menyakiti keluarga rasul ? kalau kita mengakui maka sama saja kita merestui pelaku kekerasan terhadap keluarga suci nabi ” dan orang yang tetap setia pada keluarga Rasul itulah yang disebut kemudian Syiah,..sedangkan pelaku pembunuhan usman bin affan bukanlah syiah namun orang orang mesir, harus diakui usman bukanlah khalifah yang suci, dia memiliki banayk rumah mewah dan membagikan baitul mal hanya kepada kaumnya saja..sehingga menyebabkan aisyah janda rasul menghardiknya…maka wajarlah jika kemudian ia dibunuh oleh orang-orang di luar bangsa Arab yang merasa tidak puas dengan kekhalifaannya…
    kembali ke soal Hal Ali sebagai Khalifah sesudah Nabi..Rasullah bersabda
    :”Tidakkah engkau meridhai wahai ‘Ali, engkau di sisiku seperti Harun di sisi Musa hanya saja tidak ada nabi setelahku.”

    Kaum Muslimin bersepakat tentang kesahihan hadits ini dan tercatat di dalam Sahih-sahih dan Musnad-musnad mereka yang muktabar. Sebab berlakunya hadist ini menurut pakar-pakar sejarah Hadis ketika Nabi keluar untuk peperangan Tabuk, beliau melantik ‘Ali AS sebagai penggantinya di Madinah ke atas keluarganya. Maka ‘Ali AS berkata: Aku tidak suka jika anda keluar tanpa aku bersama anda. Maka beliau bersabda:”Tidakkah anda meredhai bahawa kedudukan engkau di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa, hanya tiada nabi selepasku.”

    tentu saya tidak bisa menuliskan semua periwayah hadis ini namun saya rasa yang saya sebutkan di bawah ini cukup bida mewakili kesahihan hadis tersebut
    al-Bukhari di dalam Sahihnya, III, hlm. 54 di dalam ‘kitab al-Maghazi,’ bab ‘Peperangan Tabuk.’ Dan di dalam jilid keduanya, hlm. 185, bab ‘Bad’ al-Khalq’ tentang keistimewaan Ali bin Abu Talib AS.
    Muslim di dalam Sahihnya, II, hlm. 236 dan 237 di dalam kitab ‘Fadhl al-Sahabah, ‘bab fadhl Ali AS.’
    Ahmad bin Hanbal di dalam Musnadnya, I, hlm. 98, 118 & 119.
    Al-Hakim di dalam al-Mustadraknya, III, hlm. 109, telah memperakui kesahihan hadith ini menurut syarat Bukhari dan Muslim.
    Ibn ‘Abd al-Birr di dalam al-’Isti’ab, II, hlm. 437, riwayat hidup ‘Ali AS.
    Al-Muttaqi al-Hindi di dalam Kanz al-Ummal, VI, hlm. 152-153.
    Ibn Hajr al-Asqalani di dalam al-Isabah, II, hlm. 507, riwayat hidup ‘Ali AS.
    Ibn Hajr di dalam al-Sawa’iq al-Muhriqah, hlm. 30 dan 74.
    Al-Syablanji di dalam Nur al-Absar, hlm. 68.
    Al-Suyuti di dalam Tarikh al-Khulafa’, hlm. 65.
    Ibn ‘Abd Rabbih di dalam al-’Iqd al-Farid, II, hlm. 194.
    Al-Nasa’i di dalam al-Khasa’is, hlm. 7.
    Abu Nu’aim di dalam Hilyah al-Auliya’, VII, hlm. 196.
    Ibn Hisyam di dalam al-Sirah, II, hlm. 520.
    Abu l-Fida’ di dalam Bidayah wa n-Nihayah, VII, hlm. 339.
    Al-Muhibb al-Tabari di dalam dhakha’ir al-’Uqba, hlm. 63.
    Al-Qunduzi al-Hanafi di dalam Yanabi’ al-Mawaddah, hlm. 204.
    Al-Khawarizmi di dalam al-Manaqib, hlm. 79.
    Ibn ‘Asakir di dalam Tarikhnya, IV, hlm. 196.
    Ibn al-’Athir di dalam Usd al-Ghabah, IV, hlm. 26.
    Ibn Abi l-Hadid di dalam Syarh Nahj Balaghah, II, hlm. 495.
    Al-Kanji al-Syafi’i di dalam Kifayah al-Talib, hlm. 148.
    Abu Bakr al-Baghdadi di dalam Tarikh Baghdad, II, hlm. 432.
    Ibn al-Jauzi di dalam Safwah al-Safwah, I, hlm. 120.
    Al-Sibt Ibn al-Jauzi di dalam Tadhkirah al-Khawwas, hlm. 22.
    Ibn Sa’d di dalam al-Tabaqat al-Kubra, III, hlm. 24.

    Hadiths ini menunjukkan keutamaan Amiru l-Mukminin Ali AS menjadi khalifah selepas Rasulullah SAWAW secara langsung tanpa memberi peluang bagi orang yang mengingkarinya untuk menentang Syi’ah al-Abrar, Syi’ah Ahlu l-Bayt AS. Sayyid Syarafuddin RH di dalam al-Muraja’at61 berkata: Hadith ini mempunyai hujjah yang kuat bahawa ‘Ali AS adalah penggantinya dan khalifahnya setelahnya . Lihatlah bagaimana Nabi menjadikannya walinya di dunia dan di akhirat. Dan beliau mengasihinya daripada semua keluarganya. Bagaimana beliau menjadikan kedudukannya seperti kedudukan Harun di sisi Musa. Beliau tidak mengecualikannya selain daripada Nubuwwah. Dan pengecualiannya adalah bukti umum. Dan kita mengetahui bahwa kedudukan yang paling jelas bagi Harun di sisi Musa ialah menjadi maula atas semua ummatnya. Sebagaimana firmanNya di dalam Surah Taha(20):29-32:”Dan jadilah untukku seorang pembantu dari keluargaku yaitu Harun saudaraku, teguhlah dengan dia kekuatanku, dan jadilah dia sekutu dalam urusanku.” dan firmanNya di dalam Surah al-A’raf(7): 142:”Gantilah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang membuat kerusakan,” dan firmanNya di dalam Surah Taha(20):36:”Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, wahai Musa.” Lantaran itu ‘Ali, menurut ayat ini, adalah khalifah Rasulullah pada kaumnya, maulanya pada keluarganya dan wakilnya di dalam urusannya sebagai penggantinya dan bukan sebagai nabi. Beliau adalah orang yang paling layak pada ummatnya semasa hidup dan mati. Oleh itu mereka wajib mentaatinya semasa beliau menjadi pembantunya seperti Harun kepada ummat Musa di zaman Musa.

    Ini telah dijelaskan oleh Rasulullah di dalam sabdanya:’Ali tidak boleh pergi tanpa engkau menjadi khalifahku.’ Ini adalah nas yang terang bahawa ‘ali adalah khalifahnya. Malah ianya menunjukkan bahawa sekiranya Nabi pergi tanpa melantik ‘Ali sebagai penggantinya, nescaya beliau telah melakukan perkara yang tidak sepatutnya beliau lakukan. (bagaimana mungkin Nbai yang mengatur sampai hal -hal terkecil seperti adab bersin dan buang air tidak mengatur hal-hal sensitif seperti kepemimpinan ?) padahal beliau telah diperintahkan oleh Allah SWT Agar melantik ‘Ali AS sebagaimana firmanNya di dalam Surah al-Ma’idah (5):67:”Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanahNya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”

    Kemudian perhatikanlah sabda Nabi :”Sepatutnya aku tidak pergi tanpa engkau menjadi khalifahku,’ nescaya anda dapati kedua-duanya menuju kepada satu tujuan sebagaimana juga sabdanya:’Andalah wali bagi setiap mukmin selepasku.’ Maka ini adalah nas bahwa beliau adalah wali al-Amr dan menduduki tempatnya mengenainya sebagaimana al-Kumait RH berkata:
    Sebaik-baik wali al-Amr selepas walinya dan tempat datangnya taqwa dan sebaik-baik pendidik .

    Al-Allamah al-Amini di dalam al-Ghadir62 berkata: Sabdanya:’Tidakkah anda meredhai bahawa anda di sisiku sepertilah kedudukan Harun di sisi Musa…..’ mensabitkan setiap sifat yang ada pada Nabi dari segi martabat, amal, maqam, kebangkitan, hukum, pemerintahan dan kepemimpinan pada Amiru l-Mukminin selain daripada kenabian sebagaimana Harun di sisi Musa. pengangkatan Ali seperti kedudukan dirinya bukanlah yang terjadi begitu saja sebagaimana yang telah disangkakan oleh semua orang. Beliau telah melantik sebelum ini orang-orang tertentu di seluruh negara, dan beliau juga telah melantik beberapa orang dalam ekspedisi militer, tetapi beliau tidak pernah bersabda sesuatu sebagaimana beliau bersabda kepada Ali AS. Justeru itu ianya suatu keistimewaan yang dikurniakan kepada Amiru l-Mukminin Ali AS.

    maka bisa dikatakan bahwa khalifah selepas Rasulullah SAWAW ialah ‘Ali AS secara terus dasn kemaksuman Ali AS sebagaimana maksumnya Harun AS selain daripada kenabian sebagaimana anda telah mengetahuinya.

    jadi pengingkaran kepada kekhalifahan Ali adalah pengingkaran terhadap rasul dan barang siapa yang tidak mentaati rasul maka sama saja dia……………………..berarti Kang Jalal gak salah dunk…mungkin kita masih perlu mengkaji lagi apa itu akhlaq, apa itu etika dan apa itu etiket, kita tidak bisa serta merta mentasbihkan sesuatu yang buruk kepada orang apalagi jika menyangkut sesuatu yang diyakininya..saya sendiri bermazhab universal dan sangat benci pengkotak kotakan cuman saya kagum dengan kekuatan syiah bagaimana pun mereka dihujat dan dicaci namun tidak pernah sekalipun saya mendapati kitab orang syiah yang mengutuki aliran lain dan sampai harus membuat konfrensi (seperti yang dilakukan MUI pada konferensi istiqlal untuk mengkafirkan syiah) maaf saya tidak percaya sama institusi Ulama yang menghalalkan SDSB yang nyata nyata Judi…dan selalu menjadi corong penguasa…kasian umat kita di Indonesia…tidak pernah sama sekali orang syiah pernah mengkafirkan orang lain…naudzubillah min zalik…

    • jalal itu syiah? saya ragukan itu. Kenapa? apa bisa Jalal jadi syiah. Jadi syiah itu tak gampang ya kan pa jalal. Dengan diluncurkannya pendapan beliau tentang Pluralism, saya yakin bahwa Madzhab Beliau adalah Madzhab AMAL SHOLEH atau Akhlaq,

  5. perbedaan syiah dan sunni dlm menilai sahabat itu adalah jika Sunni menilai para sahabat adl baik semua,dlm sikap dsb. jika Syiah Menilai para sahabat lebih realistis. dikategorikan mana2 sahabat yang telah ingkar, sahabat yang istikomah dsb. memang dlm kisah para Nabi, sejumlah sahabat selalu ada yang ingkar. jika sunni terkungkung pada pendefinisian sahabat, dan syiah lebih menilik tingkah laku mereka,

  6. Buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema

    Tersedia ditoko buku K A L A M
    Jl. Raya Utan Kayu 68-H, Jakarta 13120.
    Telp. 8573388

  7. Persoalan sunni syiah adalah persoalan politik, perbedaan kepentingan antara orang2 yg ingin menggantikan Rasul saw. dengan klaim orang yg merasa berhak. Hanya saja masalah terletak pd kevalidan fakta bahwa diantara kedua pilihan manakah yg disetujui oleh Rasul saw, apakah Rasul saw menunjuk penggantinya atau membiarkan kaum muslimin menyelesaikan sendiri peremasalahan kekhalifahan ini. Jika permasalahan ini begitu pentingnya maka jelas Rasul saw telah memberi petunjuk baik secara jelas maupun secara eksplisit. Hadis di Ghadir kum merupakan riwayat yg dikutip/didengarkan oleh hampir sebagian umat muslim waktu itu sehingga kevalidannya dpt dipertnggungjawabkan. Namun jika permasalahan kekhalifaan merpkan masalah yg bisadiselesikan sendiri maka Rasul menyerahkannya pada umat. Sayangnya masalah kekhalifaan yang diserahkan kpd umat sendiri selalu saja menimbulkan permasalahan dengan terjadinya kezaliman2 yang dilakukan olehpara khalifah sepanjang sejarah meski tidak semua. Khlalifah Usman yang nepotisme, dinasti Umayah berkuasa dengan menyingkirkan lawan politik yg tdk sejalan dgn mereka. Begitupula ketika dinasti Abasiyah ganti berkuasa lawan politik mereka dihabisi demi menyelamatkan kekuasaan mereka. Penindasan terhadap orang-orang yang mencintai Ali yang tentu saja mazhabnya adalah bukan sunni atau syiah tetap saja dihukum, Abu zar yang protes atas fasilitas kemewahan yang didpat oleh marwan bin hakam membuatnya terbuang hingga harus meninggal dalam kesepian dan kesendiriannya. Pembantaian Husain bin Ali di Karbala oleh tentara Yazid bin Muawiyah adalah salah satu bentuk kezaliman yang tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh para penguasa. Hal inilah yang memicu para simpatisan Ali untuk lebih yakin bahwa kepemimpinan adalah hak Aahlul bait yang telah dirampas, sebab bukankah Al Quran surah Al Ahzab ayat 33 menyebutkan bahwa Allah telah mensucikan ahlul bait suci-sesucinya yang itu berarti bahwa ahlul bait adalah orang2 yang terjaga dari kesalahan? Sehingga mereka adalah orang yang pantas memegang otoritas atas kaum muslim baik dari segi politik maupun bidang agama, kecuali kita harus memisahkan antara kepimimpinan politik dan agama yang itu berarti adalah sekularisasi.
    Namun menganggap selain mazhabnya adalah sesat adalah juga kesesatan. sebab perbedaan adalah pemahaman antara manusia adalah lumrah, apalagi perbedaan terletak pada permasalahan yang sifatnya partikular/furu. Bukankah imam 4 mazhab berbeda dalam hal pemahaman fikih, yang dikarenakan perbedaan dalam penentuan kriteria bagi diterimnya sebuah hukum?, Walaupun begitu mereka saling menghormati. Anehnya kita yang orang awam saling mencaci. Mungkin kita tidak tahu kalau mazhab ja’fari yang notabene syiah telah diakui di universitas al azhar oleh para ulama baik dari sunni maupun syiah sebagai mazhab yang resmi berlaku didunia muslim. sehingga kitapun bebas menganut fikih yang mana diantara fikih yang 5 imam ini. Yang menyedihkan adalah bukan pada masalah perbedaan sehingga menyebabkan kita memvonis yang tidak sejalan sebagai sesat, padahal semua masih berpegang pada Alquran yg sama, nabi yang sama, Tuhan yang sama, kepercayaan kepada akhirat yang sama, namun yang menyedihkan adlah permusuhan yang timbul akibat perbedaan kecil yang timbul akibat perbedaan cara pandang.

  8. saya bukan org yg ahli dlm ilmu agama apalgi alim sngt jauh sekali,tp saya sedih melihat betapa kasarnya org2 sunni meghujat org2 syiah begitu jg sebaliknya.
    moga Allah mengampuni org2 yg suka saling menhujat.
    saydina Ali berkata:2 golongan yg celaka krn aq,yaitu org2 yg membenciku dan org2 yg terlalu mencintaiku.
    saydinna Ali berkata:berlaku lemah lembutlah trhdp saudaramu yg berbuat kasar padamu.

  9. قال رسول الله (ص): “يا علي, لم يعرف الله الاّ انا و انت, و لم يعرفني الاّ الله و انت, ولم يعرفك الاّ الله و انا”
    Rasulullah saw bersabda: ” wahai Ali, tidak ada yang mengetahui Allah swt (secara hakiki) kecuali aku dan kamu, dan tidak ada yang mengetahui tentang aku kecuali Allah swt dan kamu, serta tidak ada yang mengetahui tentangmu kecuali Allah swt dan aku.”
    Menurut hadis diatas kita ketahui bahwa sungguh mustahil untuk kita mengetahui seberapa besar kedudukan sayidina Ali ra disisi Allah swt dan kedudukan beliau ra disisi Rasulullah saw tanpa bantuan ayat-ayat al-quran dan hadis-hadis Rasulullah saw.
    قال الله سبحانه و تعالی: “ولسوف يعطيك ربّك فترضی” 1.
    Allah swt berfirman didalam surat al-dhuha ayat 5: “dan sungguh Tuhanmu akan memberimu karuniaNya sampai Kamu puas/ridha.”
    Rasulullah saw adalah kekasih Allah swt (habibullah). Beliau saw adalah makhluk Allah swt yang paling sempurna. Dan tidak ada satu makhlukpun yang dapat mencapai derajat kesempurnaan yang telah beliau saw capai. Oleh karenanya Allah swt akan memberi kepadanya karuniaNya sampai beliau merasa puas dan ridha.
    Tidak ada satu Nabi pun yang menerima pemberian dari Allah swt sebesar pemberian Allah swt kepada Nabi besar Muhammad saw, karena setiap pemberian Allah swt kepada para Nabi as selain Nabi Muhammad saw memiliki batasan. Akan tetapi pemberian Allah swt kepada Nabi besar Muhammad saw batasannya adalah kepuasan dan keridhaan Beliau saw atau dalam kata lain tidak ada batasan didalam pemberian tersebut.
    Lalu apakah pemberian Allah swt terhadap Nabi saw tersebut?
    Kalau kita meneliti al-Quran maka kita akan mendapatkan jawaban tersebut. dan jawaban tersebut hanya satu dan itu terdapat didalam surat al-kautsar ayat pertama.
    قال الله سبحانه و تعالی : “انّا أعطيناك الكوثر”. “sesungguhnya kami telah memberimu al-Kautsar.”
    Ayat di atas menjelaskan tentang pemberian Allah swt , dan itu tidak lain adalah al-Kautsar.
    Lalu apakah al-Kautsar tersebut?
    Para mufasir al-quran, dan para ahli hadis serta para ahli sejarah menerangkan bahwa al-Kautsar tidak lain adalah Fatimah ra.

    Dan kalau kita melihat sejarah hidup sayidatina Fatimah ra, maka kita akan melihat bahwa banyak dari pembesar-pembesar quraish ingin melamar beliau ra, termasuk khalifah pertama n kedua, akan tetapi Rasulullah saw menolak mereka satu persatu. Akan tetapi ketika sayidina Ali ra melamarnya Rasulullah saw menerimanya bahkan Rasulullah saw bersabda : “sesungguhnya Allah swt telah menyuruhku untuk menikahkan Fatimah dengan Ali.” (المعجم الكبيرللطبراني – كنزالعمال – معجم الزوائد – فيض القدير- الصواعق المحرقة)dan juga di buku(ذخائر العقبى)
    Maka sungguh benar perkataan cucu Rasulullah saw Abu Abdillah ra:
    “لولا انّ الله تبارك و تعالی خلق أمير المؤمنين لفاطمة ما كان لها كفو علی وجه الارض”
    Jikalau Allah swt tidak menciptakan Amirul mu’minin (Ali ibn Abi Talib ra) untuk Fatimah, maka tidak akan ada kufu/pendamping baginya diatas bumi ini.
    Fatimah adalah al-Kautsar.
    Fatimah adalah pemberian Allah swt tersbesar dan terbaik bagi Nabi Muhammad saw, maka Hanya orang terbaiklah yang dapat memilikinya. Dan dialah Ali ibn Abi Talib ra.
    قال الله: “مطاع ثم أمين” al-Takwir :21 “yang ditaati lagi dipercaya”.
    Ayat diatas menerangkan tingkat kedudukan malaikat jibril, yang mana Jibril as adalah malaikat yang ditaati oleh para malaikat yang lain, dan Jibril as adalah paling mulianya malaikat serta paling agungnya mereka.
    Akan tetapi ketika melihat hadis mi’raj kita akan mengetahui seberapa besar kedudukan Nabi saw dibandingkan dengan kedudukan malaikat Jibril as (paling mulianya malaikat).
    Didalam hadis mi’raj disebutkan bahwa sesampainya Rasulullah saw dan malaikat Jibril di sidratul muntaha, Jibril as berkata kepada Nabi saw: “wahai Muhammad, pergilah kau (ke derajat berikutnya) sendiri”.
    Kemudian Nabi saw berkata kepada Jibril: “wahai saudaraku Jibril, apakah didalam keadaan seperti ini kau akan meninggalkanku sendiri?”
    Maka Jibril as berkata: “jika aku julurkan ujung jariku(kederajat selanjutnya) maka aku akan terbakar.”
    Malaikat Jibril yang kita ketahui sebagai malaikat yang paling mulia dan paling agung serta dia adalah malaikat yang ditaati oleh malaikat yang lain, akan tetapi ketika sampai di sidratul muntaha beliau as tidak mampu maju dan naik ke derajat yang lebih tinggi, akan tetapi Nabi Muhammad saw maju dan naik ke derajat lebih tinggi. Rasulullah saw adalah makhluk Allah swt yang meraih kedudukan tertinggi disisi Allah swt dan tidak ada orang sebelumnya yang meraih kedudukan tersebut, dan tidak akan ada orang yang akan meraihnya.
    Setelah kita melihat kedudukan Nabi saw yang begitu tinggi, marilah kita tengok seberapa besar kedudukan sayidini Ali ra disisi Allah swt dan Nabi saw.
    قال رسول الله (ص): “يا علي, لم يعرف الله الاّ انا و انت, و لم يعرفني الاّ الله و انت, ولم يعرفك الاّ الله و انا”
    Rasulullah saw bersabda: ” wahai Ali, tidak ada yang mengetahui Allah swt (secara hakiki) kecuali aku dan kamu, dan tidak ada yang mengetahui tentang aku kecuali Allah swt dan kamu, serta tidak ada yang mengetahui tentangmu kecuali Allah swt dan aku.”
    Sesuai hadis diatas, wajib bagi kita untuk bertanya kepada al-Quran(firman Allah swt) seberapa besar kedudukan sayidina Ali ra disisi Allah swt dan Nabi saw.
    Allah swt telah menerangkan kedudukan beliau ra di dalam ayat al-mubahalah
    قال الله: “قل ندع ابناءنا و ابناءكم و نساءنا و نساءكم و أنفسنا و أنفسكم”
    Para ulama ahlu sunnah seperti penulis kitab asbab nuzul, penulis kitab sohih muslim, penulis kitab sohih trimidzi dan para ulama ahlu sunnah lainnya serta para ulama syiah mengatakan bahwa أنفسانا adalah amirul mu’minin Ali ibn Abi Talib ra.
    Rasulullah saw juga bersabda : “sesungguhnya Ali adalah dariku dan aku darinya dan dia adalah pemimpin para mu’min setelahku”
    (صحيح الترمذي – مسند احمد ابن حنبل – مسند ابي داود – خصائص نسائي – كنزالعمال – الرياض النضرة)
    Jadi sungguh jelas kedudukan beliau ra disisi Allah swt dan Nabi saw. Beliau adalah orang termulia setelah Nabi saw.
    قال الله سبحانه و تعالى:”ولقد فضّلنا بعض النبيين على بعض”
    Allah swt berfirman dalam al-Quran: ” Dan sungguh kami telah mengutamakan sebagian para nabi atas sebagian yang lain.”
    Kita semua mengetahui bahwa setiap Nabi as adalah ma’sum dan ketaatan kepada seluruh Nabi as adalah kewajiban bagi seluruh umat manusia. Akan tetapi bersamaan dengan itu Allah swt mengutamakan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain.
    Seperti halnya kalau kita lihat kita akan menemukan sebagian Nabi bukan ulul azm dan sebagian yang lain adalah ulul azm.
    Dan kalau kita tengok keadaan para Imam kita, maka kita akan menemukan hukum diatas juga berlaku diantara mereka as, yakni Allah swt mengutamakan sebagian para Imam atas sebagian yang lain.
    Dan hal ini bisa kita lihat dari perkataan Nabi saw dan perkataan Aimmah(para Imam) itu sendiri.
    قال رسول الله (ص):” إنّ الحسن و الحسين سيّدا شباب اهل الجنّة و ابوهما خير منهماز”
    Rasulullah saw bersabda: “sesungguhnya al-Hasan dan al-Husain adalah para pemimpin pemuda surga, dan ayahnya lebih utama dari mereka berdua.”
    Hadis ini sungguh jelas menerangkan kedudukan sayidina Ali as dari kedudukan para pemimpin pemuda surga. Kita semua mengetahui bahwa sayidina Ali dan al-Hasan serta al-Husain, mereka semua adalah para Imam kita dan mereka adalah Ahlulbayt Nabi saw. Akan tetapi bersamaan dengan itu Allah swt melaluli lisan Rasulullah saw mengutamakan Sayidina Ali dari al-Hasan dan al-Husain.
    Sekarang mari kita lihat apa perkataan para Imam as tentang kedudukan amirul mu’minin as.
    سؤل الباقر(ع):” يابن رسول الله من منكم كأمير المؤمنين في عبادته؟”
    قال(ع):”من منّا كأمير المؤمنين في عبادته؟” ” قل من منّا يشبه أمير المؤمنين في عبادته! ولا فينا احد إلاّ ابيّ السجّاد كان يشبه جدّي أمير المؤمنين.”
    Imam Bagir as pernah ditanya: “wahai putra Rasulullah, siapakah dari kalian (aimmah/para imam as) yang sama seperti Amirul mu’minin dalam ibadahnya?” setelah mendengar pertanyaan ini beliau as menjawab : “siapa dari kami yang sama seperti Amirul mu’minin dalam ibadahnya?” kemudian Beliau as melanjutkan perkataannya “bertanyalah siapa dari kami yang menyerupai Amirul Mu’minin dalam ibadahnya! Dan tidak ada dari kami satupun yang menyerupai Amirul mu’minin as dalam ibadahnya kecuali ayahku as-Sajjad dialah yang menyerupai kakekku Amirul mu’minin as dalam ibadahnya.”
    Riwayat diatas menerangkan bahwa hanya Imam as-Sajjad lah yang menyerupai Amirul Mu’minin dalam ibadahnya.
    Lalu seberapa besarkah keserupaan yang ada diantara ibadah As-Sajjad as dengan ibadah Amirul mu’minin as?
    Sebelum menjawab pertanyaan ini marilah kita lihat sekilas tentang as-Sajjad as.
    Imam as-Sajjad as memiliki panggilan As-Sajjad tak lain dikarenakan banyaknya sujud dan banyaknya ibadah yang Beliau as lakukan. Dan dalam riwayat yang masyhur disebutkan bahwa Imam as-Sajjad dalam sehari semalam mengerjakan solat seribu rekaat. Dan kemasyhuran beliau as dalam ibadah tercatat dalam kitab-kitab ahlu sunnah juga.
    Sekarang ini ketika kita sudah mengetahui betapa besar ibadah yang dilakukan oleh Imam as-Sajjad, maka marilah kita lihat seberapa besar keserupaan yang ada diantara ibadah beliau as dan ibadah kakeknya Amirul mu’minin as.
    Didalam riwayat disebutkan bahwa
    سؤل السّجّاد:”يابن رسول الله اين عبادتك من عبادة اميرالمؤمنين؟”
    قال (ع):”و الله, كالقطر في بحر المحيط”
    Imam sajjad as pernah diatanya : “wahai putra Rasulullah, dimanakah ibadahmu darai ibadah kakekmu Amirul mu’minin Ali Ibn Abi Talib?(yakni seberapa keserupaan yang ada di antara ibadah as-Sajjad dan ibadah Amirul mu’minin as).”
    Imam Sajjad as menjawab: ” demi Allah, seperti satu tetes air didalam lautan samudera.”
    Imam Ja’far as pernah berkata: “اعلم انّ أميرالمؤمنين أفضل عند الله من الأئمة كلّهم وله ثواب أعمالهم” “ketahuilah sesungguhnya Amirul mu’minin lebih utama disisi Allah swt dari para Imam seluruhnya, dan dia memiliki pahala seperti pahala mereka/para Imam seluruhnya.”
    Mungkin banyak orang yang heran atas kedudukan beliau as yang sangat tinggi.
    Akan tetapi, hal ini sudah dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam perang khandaq.
    قال رسول الله (ص):”ضربة علي لعمرو يوم الخندق تعدل عبادة الثقلين” Rasulullah saw bersabda: ” pukulan Ali kepada Amr diperang khandaq sama seperti ibadah seluruh makhluk.”
    Dari sini kita bisa mengetahui bahwa tidak ada orang yang bisa menyamai kedudukan Amirul mu’minin as (tentu saja selain Rasululla saw, karena Sayidina Ali pernah berkata bahwa dirinya adalah salah satu dari budak-budak Muhammad saw. Jadi derajat Rasulullah saw sangat jauh diatas derajat sayidina Ali as.)
    Kita semua tahu bahwa pukulan beliau as hanya 2 atau 3 detik dari umurnya. Kalau 3detik dari umur beliau sudah menyamai ibadah seluruh makhluk, bagaimana dengan ibadah-ibadah beliau yang lain. lalu seberapa besarkah keseluruhan ibadah beliau dalam seluruh umurnya. Maka tidak ada satu orangpun yang tahu kecuali Allah swt dan RasulNya saw. Sungguh hal ini sesuai dengan perkataan Rasulullah saw ini:

    قال رسول الله (ص): “يا علي, لم يعرف الله الاّ انا و انت, و لم يعرفني الاّ الله و انت, ولم يعرفك الاّ الله و انا”
    Rasulullah saw bersabda: ” wahai Ali, tidak ada yang mengetahui Allah swt (secara hakiki) kecuali aku dan kamu, dan tidak ada yang mengetahui tentang aku kecuali Allah swt dan kamu, serta tidak ada yang mengetahui tentangmu kecuali Allah swt dan aku.”
    Dan Rasulullah saw juga bersabda: “إنّ الله جعل لأخي علي بن ابي طالب فضائل لا يحصي عددها غيره…” “sesungguhnya Allah swt telah memberikan kepada saudaraku Ali ibn Abi Talib keutamaan-keutamaan yang tidak ada yang bisa menghitung jumlahnya kecuali dia sendiri…..”
    Insyallah hari demi hari kita mendapatkan rizki untuk bisa mengetehaui keutamaan-keutamaan beliau as dan mendapatkan syafaatny kelak di hari akhir…..

    • Ahlusunnah dan syiah saling bertentangan. Sejak dulu tak bisa bersatu dalam satu faham. tapi di belahan dunia lain, walaupun beda mereka rukun, di libanon misalnya.

      Pertentangan ini sudah sejak lama sekali diketahui secara terbuka luas oleh bukan orang islam dan dijadikan bahan untuk dijadikan ajang adu domba.

      di Indonesia, sebelum ada yang ngadu domba, berbeda pendapatlah dengan rukun. berdebatlah dengan santun. menurut saya, yang paling penting adalah kebenaran sejarah. Mana diantara kedua kelompok ini yang sama,itu yang harus kita bina dan ekspose. misalnya pada peristiwa ghadir khum atau tuntutan Saidah Fatimah tentang tanah fadaq atau pembantaian Imam Husain di Karbala. sangat tidak gampang memang. Contoh Debat Jalal dengan Athian, tidak secara rukun dan santun. padahal seandainya keduanya saling memuji ilmu masing2 saja, umat akan diuntungkan.

      Menurut saya, Ahlul bait yang diperkenalkan selama adalah fahamnya bukan ahlaq nya. Sangat jarang Para imam ahlul bait diperkenalkan di mimbar2 jum’at atau ceramah2, apalagi memperkenalkan kemuliaan Ahlaq nya. Karena para ulama kita sibuk dengan fiqih bahkan mungkin saja mereka tidak kenal siapa Imam Jafar Shadiq, Imam Musa Kazhim, Imam Ali Ridho dst,. Kenal dengan Imam Ali as?, ya bisa jadi hanya pada sebatas sebagai Sahabat dan menantu Rasulullah, tapi tidak pada ketinggian ilmu dan keluhuran ahlakqnya. Seandainya ahlak para imam itu dipekenalkan sebaik-baiknya dan kita mencontoh, alangkah lebih baiknya, tidak perlu kita bersyiah atau berahlus sunnah , tapi berahlaq seperti para imam yang mulia.

  10. Siapa pemimpin kita sebenarnya…?

    sebenarnya klu kita mau bahas ttg adanya perbedaan antara shiah dan sunni, sangat sulit kita pahamin dan memahamin masyarakat awan yg mana mereka cuman ikut2an belaka dan tidak tau asal muasal sejarah islam sendiri kita hanya bisa melihat dari segi hadist dan riwayat beserta petunjuk2 yg sudah ada di dalam alquran sendiri yang mana alquran adalah salah satu pedoman umat islam.

    Mengenai tentang ahlul bait uda jelas2 kita tau di alquran uda di jelaskan kalau ahlul bait itu suci dan dari riwayat shiah dan sunni bahkan dijelaskan juga di agama sebelum islam dan sejarah islam sendiri rasul lebih deket kepada ahlul bait dari pada para “sahabat” [dalam perngertian yg luas] dan tidak semua sahabat dsni itu bener.

    klu kita liat dari segi politik dan kekuasan di jaman periode rasulullah tidak ada perbedaan antara umat islam dengan yg lainnya tapi setelah rasulullah wafat ada perbedaan itu, kita bisa liat raja2 sebelum rasul ato jaman sekarang ini, semuanya memilih dan menunjuk turunan mereka untuk melanjutkan kepemerintahan selanjutnya untuk menjaga kekuasaan yg telah di milikinya, karena raja2 itu lebih tau dan kenal terhadap keluarganya sendiri dibandingkan dengan orang lain ato kerabatnya, begitu juga dengan rasulullah yg mana rasul mempunyai kontak batin langsung dengan Allah [ beda dengan raja2 yang mana raja2 itu hanya sekedar manusia biasa dan tidak bisa di bandingkan dengan rasulullah ] dan apa yg telah rasul katakan adalah kata Allah semua agama semua mazhab menerima hal itu. dari segi ini, politik dari penguasaan khalifah atau kepemimpinan sama seperti jaman2nya raja2 jaman dulu begitu juga sama dengan politik sekarang ini perebutan tahta dan lain sebagainya, dan ketika dari pihak yang tidak bertanggung jawab [ batil ] yg mana hanya ada rasa menguasain kekuasaan di karenakan adanya alasan2 tertentu atau adanya alasan pribadi untuk mempengaruhi umat islam jaman dulu atau umat jaman sekarang maka kekuasaan itu sendiri tidak akan jelas ujungnya, seperti halnya adanya perbedaan sekarang ini adanya sunni dan shiah, akan tetapi ketika dari pihak yg bertanggung jawab [hak] maka akan jelas ujung dari permasalahan itu sendiri karena orang2 di dalamnya adalah orang2 yg bertanggung jawab dan telah terpilih layak sebagai pemimpin, dari perbedaan itu pengaruhnya kepada masyarkat awam yang mana mereka gak tau tentang itu hanya mengikuti sekedarnya aja dan gak ambil pusing dengan hal-hal tentang kepemimpinan yang mana hanya bisa ngecoh sana sini dan mempunyai banyak argument argument yang tidak masuk akal dan pengaruh itu ada sampai saat ini dengan ketidak sadaran kita telah di bodoh-bodohin oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

    dari penjelasan di atas kita kembalikan kepada rasul yang mana kita harus dan wajib taat kepada rasulullah saw, apa yg telah beliau katakan kita ikutin karena beliau yang berhak dan mempunyai kekuasan penuh atas umatnya beliau adalah yg memimpin kita umat islam beliau yang akan bertanggung jawab kepada Allah swt. atas semua yang akan terjadi terhadap umatnya kalau umatnya tersesat apa kita beranggapan kalau nabi muhammad itu mau menyesatkan dan mentelantarkan kita yang mana telah tidak menunjuk pemimpin untuk membimbing kita ke jalan yang bener apakah rasul membiarkan kita menjalanin kehidupan ini dengan ketidak jelasan apakah rasulullah begitu…? jawabnya tidak, rasulullah bukan seorang yg dzalim bukan orang yang tidak bertanggung jawab rasulullah bukan seorang yg tidak mengerti apa yang akan terjadi nanti ketika umatnya di lepas begitu saja seperti halnya anak bayi yang baru lahir buta akan hal-hal yang akan membimbing dia kelak di telantari seorang ibu tampa adanya kasih sayang apa yang akan terjadi bila anak itu tumbuh dewasa nantinya logika kita menjawab anak itu akan rusak hancur terlantar tidak berpendidikan dan tidak mempunyai dasar tuk mengenal sang ayah wajib. Rasulullah mau tidak mau wajib dan harus memilih dan menentukan pemimpin buat umatnya supaya umatnya tidak sesat di kemudia hari dan memberikan petunjuk kepada umatnya kelak apa yang harus di lakukan dan apa yg tidak

    nah klu kita liat dari penjelasan di atas siapa sih kira2 yg pantas untuk menjadi seorang pemimpin [ khalifah ]…?
    kalau kita liat dari hadist dan riwayat beserta penjelasan-penjelasan yang telah di jelaskan di dalam alquran karim tentang kemulian dan kesucian ahlul bait rasul apa kita harus memilih dan melirik orang lain dibandingkan ahlul bait rasul dan apakah pantas selain keluarga nabi [ahlul bait] merampas dan duduk di kursi kepemimpinan itu secara logika dan pemikiran kita jawabannya…???

    Saya harap para pembaca mengerti dari penjelasan di atas sapa yang hak dan sapa yang batil dan bisa memilih apa yang telah harus di tentunkan oleh Allah swt.

    kalamullah Rasulullah

    • Terima kasih tuan kerana memberi penjelasan yang tepat dan hanya mereka yang diberi hidayah sahaja yang dapat mengerti keadaan yang sebenarnya

  11. jangan sekali2 memandang orang sebelah mata saja manusia itu gak jauh dari dosa dan tidak berkemungkinan manusia itu melakukan dosa manusia telah di sucikan tiu ada adalah ahlul bait yang mana uda tertera dalam ayat alquraوَ قَرْنَ في‏ بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجاهِلِيَّةِ الْأُولى‏ وَ أَقِمْنَ الصَّلاةَ وَ آتينَ الزَّكاةَ وَ أَطِعْنَ اللهَ وَ رَسُولَهُ إِنَّما يُريدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَ يُطَهِّرَكُمْ تَطْهيراً [dan hendaklah kamu menetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait, dan menyucikan kamu sesuci-sucinya] dari ayat di atas terbukti ahlul bait telah di sucikan oleh Allah swt dan logika kita gak bisa mengelak dari pengertian ayat di atas ttg pensucian ahlul bait, nah dari sana wajar donk kang jalal itu berbuat salah dia kan hanya manusia saja so kita bisa pahamin, dan kita gak bisa ngambil kesimpulan selama kang jalal hidup itu gak selalu berbuat salah beliau juga mempunya kelakuan baik yg mana menyebarkan islam islam hakiki yang menurut secara logika kita itu masuk akal…

  12. so

  13. WAH SANGAT MENDASAR SEKALI MAS adi sulhardi, SY JD INGAT MASA2 KU SALAH PAHAM DENGAN SIAH DAN SOLAH OLAH2 WAKTU ITU SY UDAH JD SUNI YG SEMPURNA, PADAHAL SY CUMA ISLAM KETURUNAN. HEE.. YG SEKARANG MENCOBA MEMBENAHI CARA BERISLAM KU.
    RASA NYA SEJARAH2 KEISLAMAN SIAH JAUH LEBIH BISA DIPERTANGGUNG JAWABKAN DEH. DAN KAYKNYA ORANG 2 YANG DIANGGAP SUNI OLEH PARA USTAS NGAK JELAS SEPERTI Abu Ja’far Amri A. Fillah Al Atsary TERNYATA SEKARANG UDAH MAKIN BISA MENERIMA KEBENARAN YANG DIBAWAKAN KAUM SIAH DI NEGRI INI DAN MUDAH2AN HINGGA MERATA KESELURUH DUNIA.
    ORANG TUAKU DAN SELURUH KELUARGA KU SELAMA INI MENGKELAIM DAN DIKELAIM SUNNI. TAPI KAMI SEBENARNYA JUGA SANGAT MENCINTAI SIAH. KHUSUSNYA MEREKA YANG MENCINTAI RASUL DAN SAIDINA ALI AS.
    SEMOGA SAJA ALLAH MEMUSNAHKAN UPAYA2 BURUK KAUM SUNI YANG HANYA BISA MENGHUJAT DAN TANPA MAU MEMMAHAMI LEBIH DULU AKAN KEBENARAN YANG DI PAPARKAN OLEH KELOMPOK SIAH.
    SY DAN KELUARGA BESAR SAYA SEKARANG SEDANG BELAJAR & MENCOBA MENSOSIALISASIKAN PEMAHAMAN SIYAH.

    KEBENARAN MUSTAHIL AKAN KALAH DENGAN KEBOHONGAN DAN KEBODOHAN. DAN KEPADA ULAMA2 SYIAH SY JUGA BERHARAP UNTUK TIDAK USAH MEPERIBUTKAN MASALAH2 SARIAT DULU. TP CUKUP DGN PENJELASAN2 SECARA LOGIS YANG MENJADI DASAR DALIL2 ANDA MAKA INSYA ALLAH KAMI AKAN IKUT DENGAN ANDA SEPENUH HATI . AMIN

  14. Wahai saudaraku Ahlussunnah…
    Siapakah orang2 yg pertama masuk islam??
    siapakah orang2 yg pertama kali melakukan shalat berjama’ah bersama Nabi SAW?
    Siapakah yg disebutkan Nabi sebagai pintunya ilmu??
    Apakah dakwah dimulai kepada masyarakat kemudian kepada keluarga/kerabat-kerabat terdekat?
    Siapakah yg sering ditunjuk Nabi SAW untuk memimpin pasukan perang?
    Siapakah yg banyak membunuh tokoh2 kaum kafir Quraish?
    Siapakah yg menggantikan tempat beliau SAW ketika hijrah ke Madinah, sedangkan ia tahu bahwa tindakannya dapat berakibat kematian?
    Siapakah yg diterima Nabi SAW sebagai menantu beliau, setelah kedua sahabat beliau yg dielu-elukan Saudara Ahlus Sunnah ditolak pinangannya?
    Wahai Saudaraku Ahlus Sunnah… bacalah kitab-kitab literatur dari kalanganmu dengan seksama, karena semua bukti-bukti itu ada di sana. bukan berarti kami saudara dari golongan Syi’ah tidak tahu kitab kami karena kalau kami keluarkan bukti-bukti dari kitab kami saudara Ahlus Sunnah tidak akan percaya.
    Apakah Saudara Ahlus Sunnah tidak heran mengapa di dalam kitab-kitab hadits Ahlus Sunnah sangat jarang ditemukan hadits-hadist yg diriwayatkan oleh Ali as dan Fatimah Az Zahra? Apakah keadaan ini tidak membuat saudara2 merasa ganjil? Apakah semasa hidup Nabi SAW, jarang berbicara kepada putri Beliau yg beliau sayangi? kemanakah hadits2 itu? Siapakah yg memfilter hadits-hadits mana yg harus ditulis dan yg harus dibuang?
    Berhak kah dia menentukan hadits-hadits yg harus diterima dan yg dibuang? apabila ada yg lari meninggalkan medan peperangan, pantaskah ia menyandang gelar Khalifah???? padahal sudah jelas baginya tempat orang-orang yg mati syahid?
    Saudara-saudaraku Ahlus Sunnah…
    Tanggalkan fanatisme kalian…
    Bacalah literatur-literatur kalian…
    Maka akan kalian dapati jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas…
    Semoga kita menjadi Muslimin yg terikat dalam Ukhuwwah yg harmonis, meskipun perbedaan pendapat ikut meramaikan!
    Wassalam… peace coy…

  15. “yaitu ajaran ahlulbait, seperti kitab al kafi, biharul anwar, al istibsor dan tahzibul ahkam tidak bisa ditemukan dengan mudah, tidak seperti kitab-kitab hadits ahlussunah yang mudah didapat. Jika memang kita harus mengikuti ahlulbait, mengapa kitab-kitab yang memuat riwayat-riwayat ahlubait tidak diterjemahkan supaya diketahui kaum muslimin secara luas?”
    Sungguh anda sendiri terjebak dengan kalimat anda…Bukankah kalimat tersebut menunjukkan bahwa anda pun mengakui susah mengakses kitab2 tersebut..Bagaimana seorang yang tidak punya pengetahuan tentang Syiah, kemudian sok tahu dengan keberadaan dan kesalahan yang dimiliki Syiah?Salah satu kelemahan Sunni dan Ahlusunnah (sama aja) adalah,,kitab mereka begitu gampang diterjemahkan, sehingga begitu mudah pula diplesetkan pihak tidak bertanggung jawab.. Tidakkah anda tahu, bahwa begitu banyak sejarah contohnya di Indonesia yang diputar balik melalui banyak buku sejarah yang mudah didapatkan di Indonesia???Saya khawatir, buku yang anda jadikan rujukan adalah buku para ulama Sunni Ahlusunnah yang jelas-jelas membenci Syiah..Pernahkah anda membaca buku dari ulama Syiah untuk dijadikan referensi? Bagaimana anda menilai kesalahan sesuatu, sementara anda tidak mengetahui tentang sesuatu itu? sungguh pemikiran yang sangat dangkal…Jadinya???Banyak kalangan Sunni ahlusunnah yang tidak mengerti bahkan sering ditipu sejarah dan kitab-kitabnya sendiri..Anehnya, ketika sejumlah kitab hadits yang mereka jadikan acuan dan sahih disisi mereka, ketika membenarkan acuan Syiah,,mereka tak mau menanggapinya,bahkan lebih herannya malah tidak diakui…Belajarlah untuk mengakui kebenaran saudaraku,,bukan terbawa emosi dan kebencian mendalam, sehingga realita di depan matamu kau dustai..Ya Allah,jauhkan kami dari sikap demikian…Amiin

  16. @by..”saydina Ali berkata:2 golongan yg celaka krn aq,yaitu org2 yg membenciku dan org2 yg terlalu mencintaiku.”…Celaka karena terlalu membenci memang banyak terjadi..Namun celaka karena mencintai,,sangat tidak masuk akal..Tidak mungkin seorang berbudi dan berakal tinggi sehingga Rasul menyebutnya sebagai pintu kota ilmu Rasul, seperti Imam Ali KWH, memunyai maksud seperti perepsi anda mengartikan kalimat tersebut..Imam Ali adalah orang yang sangat tahu dan mengerti bahwa Cinta adalah Hakiki,,orang yang jatuh cinta atau mencintai adalah orang yang menuju jalan kebenaran..Bedakan antara suka dan cinta,,menyukai menyenangi dan mencintai adalah makna yang sangat beda..Mencintai Ali adalah mencintai jalan Tuhan yang diajarkannya, dari ilmu yang didaptkannya pula, dari sang pembawa kebenaran Muhammad Habibullah..
    Seandainya pun riwayat perkataan Imam Ali itu benar adanya, maka maksud dan makna dari perkataannya tidak seperti yang anda kira, bahwa terlalu mencintai Ali membawa kecelakaan..Logikanya, jika mencintai kita akui merupakan tindakan yang benar, maka terlalu mencintai tidak mungkin mencelakakan..
    Mungkin anda sering melihat fakta yang terjadi di zaman sekarang, banyak orang yang mencelakakan diriya, bahkan nyawanya, hanya karena “terlalu mencintai”???Jika benar seperti ini, maka anda pun ternyata tertipu dengan fenomena tersebut.. Mereka adalah orang yang salah mempersepsikan cinta itu…Dan INGAT!!!!Cinta tidak sama dengan suka, tidak sama dengan senang, tidak sama dengan ingin…Cinta adalah Zat,,tidak memiliki ruang dan waktu,,tidak bisa diukur massanya…Cinta adalah Zat Ketuhanan,,Tuhan memancarkan cahaya cinta,,sehingga perwujudan Cinta dari Allah adalah sang pembawa cahayaNYA Muhammad kekasih Allah,..dan turun temurun kepada mahluk ciptaanNYA…Wallahu ‘Alam

  17. wahai para Sunni, bertobatlah. karena jika Imam Mahdi akan turun, maka tobat kalian akan perccuma.. maka dari itu, saya sarankan bertobatlah dari sekarang…….Bravo Kang Jalal, lanjutkan syiar kebenaran, kami selalu dibelakangMU.

  18. Kewajiban orang yang bertaqwa …..’Menguatkan hujjah2, tuntunan, & nasehat orang-orang suci (ahlul bayt, baca surah ali imran 61 & al ahzab 33) atas lawan-lawanya….., untuk saudaraku se agama, bhwa Mengapa kita berdebat pada hal yang kita tidak ketahui hakikinya? sudahkah kita mengetahui siapa Syiah dan siapa Imam dari Syiah 12? sudahkah kita mempelajarinya dengan benar sebagaimana kita pelajari kitab2 sunni & syiah? Boleh jadi ada saudara kita yang diberi rahmat oleh Allah SWT tentang hakekat ahlulbayt dalam bentuk berita gaib (dari mimpi, selama 5 tahun) ttg mereka seperti awal kalimat kami!!

  19. Kami sekeluarga, alhamduliilah, mensyukuri nikmat Allah berupa pengetahuan tentang mereka (Nabi & Imam Ahlulbayt serta sayyidah fathimah azzahra) walaupun tidaklah dikatakan sempurna apa yang kami telah ketahui. Disamping pengetahuan yang kami dapat dari mempelajari kisah perikehidupan imam ahlul bayt, alhamdulillah, atas Kekuasaan Allah, pengetahuan melalui ilham/mimpi pun kami peroleh, yang mana kami berharap bahwa itu adalah kasih sayang Allah kepada siapa saja yang mencintai Ahlul bayt.

    Saya anjurkan kepada saudara seagama, kiranya tidak saling mencela sesama muslim, sebab rasulullah & para Imam, orang-orang suci melarang yang demikian. Kiranya lebih banyak beribadah, tafakkur, dan menyucikan diri melalui ajaran Al Qur an dan nasehat orang-orang suci. Demikianlah yang kami pahamkan untuk berbagi pengetahuan sesama muslim, baik saudara saya yang sunni maupun yang syiah. Tidak ada yang selamat di dunia ini dan akherat kelak, kecuali orang yang bertaqwa & taat kepada Ilahi dan nasehat orang-orang suci.

    BERIKUT ini hanya sebagian kecil dari nasehat orang-orang suci dalam ilham/mimpi yang kami peroleh, kami berlindung kepada Allah dari kesombongan dan kebohongan:

    “Bagi yang bertaqwa kepada Allah maka ia akan menjadikan baginya (1) jalan keluar dari fitnah bercampur dengan bukan muhrim seperti tabir antara surga & neraka, (2) akan meluruskan setiap perkara atau urusan yang bisa merusak ketauhidan dan keikhlasan, (3) akan menguatkan hujjah-hujjah, tuntunan & nasehatorang-orang suci atas lawan-lawanya, (4) pantang diperbudak oleh orang-orang yang menzolimi dirinya menjual akhiratnya hanya ingin mendapatkan dunianya saja.”

    “Pengikut kami pantang tersirat dalam hatinya apalagi mengikuti hujjah-hujjah manusia yang jauh dari aturan Ilahi, karena bagi kami ketauhidan adalah jantung kehidupan, jangan sekali-kali diperbudak oleh dunia dan melalaikan akhirat. Bagi kami ibadah adalah nafasnya kehidupan (baca surah ali Imran 31 – 32). Ingatlah KETAATAN KEPADA ATURAN ILAHI & NASEHAT KAMI (Ahlulbayt) adalah kunci keselamatan dunia dan akhirat”

    “Menjaga kesucian adalah kunci kebahagiaan, kemuliyaan, & berada di tengah-tengah derajat orang-orang suci. Kesucian merupakan kemulyaan yang ditandai dengan sikap pantang melakukan apapun yang tidak dibolehkan oleh aturan Ilahi & yang tidak pantas. Kesucian menjamin tingginya keimanan, kehormatan diri & harga diri. Pantaskah menjadi kelompok kami bila mengabaikan hijab berkomunikasi berdua dengan yang bukan muhrim?”

    “Demi Allah pengikut kami adalah orang-orang yang bertaqwa & taat kepada Allah, beramal untuk meraih apa yang ada di sisi NYA, dan selalu menjaga dirinya agar tidak melakukan perbuatan-perbuatan maksiat ketika ia berhadapan dengan kemaksatan itu” (31 maret 2009)

    “Aturan Ilahi adalah tali Allah yang kuat dan serangannya sangat bisa di andalkan, dengan ketaatan pada aturan Ilahi, hati bisa memperoleh kemenangan. Aturan Ilahi mengalirkan pengetahuan demi pengetahuan yang menyinari perjalanan hidup seseorang menuju keridoan Ilahi” (23 April 2009)

    “Pengbdian terbaik dalam pandangan Ilahi adalah yang menjaga kesucian, karena dengan kesucian akan memperkokoh keimanan, terjaga kehormatan diri, dan harga diri termulyakan” (2 juni 2009)

    “Hati-hatilah terhadap musuh terbesar manusia, karena mereka akan selalumencari celah-celah yang halus dan rapih untuk menjerat manusia jauh dari ridho Ilahi “(3 juni 2009)

    “Hidupkan hatimu dengan kata-kata pencerahan, kuatkanlah ia dengan keyakinan yang kokoh, sinarilah ia dengan hikmah, rendahkanlah ia dengan mengingat kematian, jadikanlah ia mengingat keburukan2 dunia, jadikanlah ia takut pada keguncangan2 dan pelanggaran2 hijab di siang & malam hari….., oleh sebab itu recanakanlah tempat tunggalmu di akhirat keak & janganlah engkau jual kehidupan akhiratmu dengan dunia ini….”(18 februari 2009)

    Semoga Allah menyayangi seorang hamba yang menyayangi sesamanya untuk menegakkan apa yang diridhoinya, serta menjauhkan diri dari segala sifat dan sikap yang melanggar prinsip ketauhidan dan keikhlasan.

    wassalam,
    kami sekeluarga (faisal, nia , & anak kami fathimah azzahra binti faisal)

  20. allahumma shali ala Muhammad Wa alihi Muhammad

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 295 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: