Shalawat Badar
Lafadz shalawat ini sebagai berikut:
shalatullah salamullah ‘ala thoha rosulillah
shalatullah salamullah ‘ala yaasiin habibillah
tawasalnaa bibismillah wa bil hadi rosulillah
wa kulli majahid fillah
bi ahlil badri ya Allah
Shalawat Allah dan salam-Nya semoga tercurah kepada Thaha Rasulullah
Shalawat Allah dan salam-Nya semoga tercurah kepada Yasin Habibillah
Kami bertawassul dengan nama Allah dan dengan pemberi petunjuk, Rasulullah
Dan dengan seluruh orang yang berjihad di jalan Allah, serta dengan ahli Badr, ya Allah
Dalam ucapan shalawat ini terkandung beberapa hal:
1. Penyebutan Nabi dengan habibillah
2. Bertawassul dengan Nabi
3. Bertawassul dengan para mujahidin dan ahli Badr
Point pertama telah diterangkan kesalahannya secara jelas pada rubrik Tafsir.
Pada point kedua, tidak terdapat satu dalilpun yang shahih yang membolehkannya. Allah Idan Rasul-Nya tidak pernah mensyariatkan. Demikian pula para shahabat (tidak pernah mengerjakan). Seandainya disyariatkan, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkannya dan para shahabat melakukannya. Adapun hadits: “Bertawassullah kalian dengan kedudukanku karena sesungguhnya kedudukan ini besar di hadapan Allah”, maka hadits ini termasuk hadits maudhu’ (palsu) sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Taimiyyah dan Asy-Syaikh Al-Albani.
Adapun point ketiga, tentunya lebih tidak boleh lagi karena bertawassul dengan Nabi shallallhu ‘alaihi wa sallam saja tidak diperbolehkan. Yang dibolehkan adalah bertawassul dengan nama Allah di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَ للهِ الأَسْمآءُ الْحُسْنَ فَادْعُوْهُ بِهاَ
“Dan hanya milik Allah-lah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu.” (Al-A’raf: 180)
Demikian pula di antara doa Nabi: “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu dengan segala nama yang Engkau miliki yang Engkau namai diri-Mu dengannya. Atau Engkau ajarkan kepada salah seorang hamba-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau simpan di sisi-Mu dalam ilmu yang ghaib.” (HR. Ahmad, Abu Ya’la dan lainnya, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 199)
Bertawassul dengan nama Allah I seperti ini merupakan salah satu dari bentuk tawassul yang diperbolehkan. Tawassul lain yang juga diperbolehkan adalah dengan amal shalih dan dengan doa orang shalih yang masih hidup (yakni meminta orang shalih agar mendoakannya). Selain itu yang tidak berdasarkan dalil, termasuk tawassul terlarang.
sumber: http://asysyariah.com/print.php?id_online=160
Shalawat-Shalawat Bid’ah
Penulis: Al-Ustadz Abu Karimah Askari Al-Bugisi
DIarsipkan di bawah: Ahlus Sunnah, Al Masaail, Uncategorized 081390726746, agama
SIAPA SICH LHOOOH ? koq berani ngomong gitu?
awas kalau ketahuan ana, nanti ana hukum.sumfah ana zuzur….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
semoga ALLAH menunjukan jalan yang terang untukmu bertaubat…………..
amiiiiiiiiiiiiiiin
yaa…maka saling menghujatlah!
wew…….!!!!
Gak caya ah…
-_-
semoga saja artkel anda bsa dprtanggungjwabkan di dunia dan akhirat
saya hnya bsa mndoakan agar ALLAH SWT slalu m’bmbing anda djlan yg bnar
saya berpendapat shalawat nabi tidak sesat karena Allah sendiri bershalawat atas nabi, tawasul dan shalawat harus dibedakan dulu pengertiannya agar bapak ustazd mengerti benar arti tawasul itu apa shalawat itu apa, jangan menulis bahwa shalawat itu sesat sekali lagi mohon di komfirmasikan dulu
wahai bapak Al-Ustadz Abu Karimah Askari Al-Bugisi
atau kalau perlu bapak belajar lagi ke 4 imam besar masshaf safi,i , hambali, maliki , hanafi ma kasih
menarik nehh…bener juga sehhh ngapain kita melakukan sesuatu yang ga di perintahkan Allah. saat rasul masih hidup mungkin boleh bertawasul dan bershalawat, tapi kalo dah meninggal tuk apa yaaa…………..lagian rasul kan cuma utusan ngapain juga kita mensakralkan dan mengagungkannya..tuhan yang harus di agungkankan bukan makluknya..
Yang benar hnya milik Allah SWT
shalawat itu berpahala,
tapi teks shalawat badar gak bersumber dr nabi, jd kalo mau bershalawat pakailah teks2 shalawat yg bersumber dr hadist yg shahih, gitu maksudnya
Ogut heran dengan kepercayaan ente2…shalawat…tawasul… sampe tega2nya bilang Allah turut mendoakan muhammad???
Lho…Allah berdoa kepada siapa…??? Cobalah yang logika2
aja…Entar ente2 bilang…biarin aja nanti turun pembalasan dari ALLAH untuk mereka yang kafir…syeet dah..memang Allah ber -
karakter pembalas, penghukum seperti kebanyakan yang kalian lakukan…teriak Allahuakbar!!…bongkar warung remang2,
tempat maksiat, minuman keras, agama lain..bongkar semua..
akhirnya kalian menjadi Tuhan dan kami2 yang menyaksikan geleng2 bingung juga kasihan…kalian dimiskinkan utk menjadi radikal…..bertobatlah..!!!
Kalian ini muslim kan? orang kayak gini harus nya kita sadarkan dengan kelembutan dan kasih sayang, janganlah kalian ngasih komentar yang bersifat menghujat dan mencaci maki kasar, tunjukkanlah pada dunia bahwa agama islam adalah agama yang penuh kedamaian, bukan kekerasan (sebagaimana telah dicap oleh umat sedunia) kalo memang ini sesat, maka biarlah Allah SWT yang menghukum, karena hanya Dia yang berhak untuk menilai dan menghukum, sedangkan kita manusia hanya bisa berfikir dengan akal yang sudah diberikan…..
kalau shalawat badr sesat, berarti semua orang NU itu sesat donk. Karena shalawat badr itu lagu kebangsaan NU. Itu sudah melalui istikharah para ulama terdahulu. Pake puasa lagi.
Aku juga sepakat sama teman2 di atas. Kalau bikin statemen jgn asal ngomong, dah nggak laku.
Kalau mau berdebat ttg shalawat dll yg lebih detail silahkan. Saya mau menantang ente.
Segala sesuatu yang tidak diajarkan oleh Nabi itu adalah Bid’ah, dan Bid’ah itu adalah Sesat, KARENA kenapa ? Karena itu melampaui nabi, Mereka yang membuat ajaran itu pura-pura menjadi nabi dengan menambahi isinya. Kenapa musti bingung soal shalawat, padahal di setiap shalat telah diajarkan cara bershalawat kepada Nabi Muhammad, APAKAH KITA TAK PERNAH SADAR ARTI DALAM TAHIYAT AKHIR ?, ia lebih baik dari pada shalawat badar yg masih meragukan itu- Apakah berasal dari tuntunan Nabi bukan ?. dan ADA PESAN BUAT WARGA nu : KENAPA MUSTI MENGIKUT ULAMA YANG BERBOHONG, jika ada Al Quran. ………BERAGAMA ITU BUKAN BERNYANYI, TETAPI MENGETAHUI ARTI DAN MENDAPATKAN PETUNJUK DARI ALLAH
hmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm
Salam
semoga Alloh menunjukkan jalan bagi orang 2 yang sesat
Salam
janganlah kita mendebatkan sesuatu yang belum tentu kepastiaannya
terkutuklah orang 2 yang mendostakan Agama
Amalluna Amallukun
PUTRA……. BOYOLALI
JANGANLAH ENGKAU BERCERAI BERAI KARENA AGAMAKU
JANGANLAH ENGKAU BERMUSUHAN KARENA KITA SEMUA ADALAH SAUDARA
SEMOGA ALLOH MENGAMPUNI DOSA2 KITA >…>:)
kayaknya banyak Muslim Indonesia sudah tersesat deh,apalagi mereka yang mengaku sebagai “Anggota Omas Islam terbesar di Indonesia”…hehehe…
Ingatlah,bahwa kunci masuk sorga hanya satu “Akidah yang benar”…
nb: sesama muslim gak usah saling mencaci,semua saudara.
Siapapun manusia dimuka bumi ini, tanpa berwasilah kepada Rasulullah SAW tidak akan sampai kepada Allah SWT.
Merasa dekat dengan Allah boleh-boleh aja…
Hati-hati kita menuduh sesat kepada sesama Muslim..
Coba baca :
http://sufimuda.wordpress.com/2008/06/24/nur-muhammad/
Subhanallah, Sungguh berani anda menulis hal yg sensitive di blog, semoga Allah membalas KEBAIKAN anda. MEMBERKAHI anda dan MENYELAMATKAN anda dari orang-orang yang BODOH dan SESAT. Terus berjuang wahai kaum Muslimin !!! kembalikan Islam ke AJARANNYA YG MURNI SEBAGAIMANA KETIKA TURUN DAHULU. Al-Qur’an itu adalah AL FURQON ( Pembeda antara kebenaran dengan kesesatan ) Maka disini jelas mana yg membela (sholawat ini) (sesat) mana yg mendustakan.
sebagai umat muslim jangan terpengaruh dengan banyak nya aliran-aliran sesat..wahai saudaraku jangan engkau memusuhinya…mereka itu orang-orang yang dangkal dengan ilmu agamanya…Bertaubat lah saudara ku..memohon ampunlah kepada ALLAH…
Ass……………..puji syukur hanya milik Allah,kita berlindung kepadanya dari keburukan amalan kita,semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan taufik kepada kita.Amiin.
Melihat beberapa komentar di atas saya merasa perihatin sekali,karena,begitu banyak orang yang ngaku islam dan mengakui bahwa nabi muhammad saw sebagai rossul dan nabi panutan,dan setiap peribadatan harus sesuai dengan apa yang beliau (Saw) contohkan,tetapi masih tetep aja banyak yang tergelincir dan merasa benar dengan komentarnya yang sebenarnya lucu banget kalau di teliti,jangan gentar Abu jafar,memang,Rossullullah Saw telah bersabda,:Berbahagialah orang yang di anggap asing,kalau menurut saya anda telah menyampaikan kebenaran.jadi jangan sampai terpengaruh dengan komentar orang-orang yang jahil (Bodoh)terhadap agama.mereka hanya tahu bahwa yang di anggap baik, itulah ibadah,tanpa memikirkan apakah itu pernah di anjurkan aleh nabi,atau dilakukan oleh para sahabat Rodiallahhu anhum.himbauan saya kepada para pemberi komentar,kalau mrmang anda mengaku tahu islam,mungkin anda ga bakalan ngasih komentar seperti itu,ingat saudaraku,islam mempunyai standar kebenaran yang tak mungkin diragukan lagi,yaitu,Al Qur’an dan sunnah nabi Saw yang sahih,dan pendapat para sahabat Rodiallah huanhum.memang kita wajib sholawat ke atas nabi,tetapi dengan sholawat yang telah di anjurkan oleh beliau,Untuk itu yuk kita belajar sama-sama untuk memperdalam ilmu tentang keislaman kita,ingatlah wahai saudaraku,allah telah berfirman:”bertaqwalah kamu dengan sebenar-benar taqwa,dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan beriman”.Ayat di atas itu kalau kita simpulkan,bahwa,kita mati harus dalam keadaan mu’min,nah supaya kita jadi orang mu’min,berarti harus tunduk terhadap,perintqh Allah dan Rossulnya, Pokoknya Sholawat badar itu tidak ada dalil yang membenarkannya (Dhaif).jadi,bagi yang berkomentar harusnya anda yang berhati-hati.kembalilah kepada Islam yang murni tanpa dicampuri dengan,khurafat dan bid’ah.kalau anda masih keras kepala,ya silahkan,berarti anda sudah memesan tempat di neraka,karena sesuai dengan sabda nabi,”barang siapa yang mengadakan peribadatan yang tidak sesuai dengan yang di contohkan olehku,maka dia tersesat dalam kebid’ahan dan bid’ah itu sesat,dan setiap kesesatan itu tempatnya neraka”. Na’udzu billah. semoga kita diberi kelapangan dada dalam menerima kebenaran dan Allah senantiasa membukakan hati kita. bukannya mau mrnggurui,tetapi saya adalah orang yang telah diberi hidayah,setelah sebelumnya juga saya pecinta sholawat Bid’ah.Wallahu A’lam.
Orang yang hatinya telah mati,pasti menganggap setiap ada yang ngasih tahu tentang kebenaran,dia pasti komentar nya ga pake ilmu,tapi peke nafsu,itu semua karena hatinya telah di kendalikan syaitan, IIIIIIIIIIiiiiiiii………………………ih..!! Sereeeeeee……….em..!! Apalagi ada yang menantang debat dan ada juga yang mengancam, gak lucu banget,itu buktinya dia itu pas ngajinya, banyak molor alias tiduuuu…………ur.!!! kasian deh…he he…..he…ato gak pernah ngaji..???
Maaf bila kurang sopan ,maklum mantan anak gaul,yang baru belajar jadi orang bener dan ingin mendalami Islam yang bener alias murni,tanpa bidah,titik.!!!
Perhatian-perhatian,Bid’ah itu ga ada yang hasanah,Bid’ah itu sesat…!!! Masih gak percaya,??? coba deh ngajinya yang bener,dan ngaji jangan kepada ustadz yang nyari duit,tapi yang hati-hati dalam setiap mengajarkannya,dan perlu diingat,standar kebenaranya adalah
1. Al Qur’an
2. Sunnah yang di contohkan Nabi SAw
3.Pengikutan para sahabat Rodiyallahu anhum
4.pendapat para salafussalih (orang2 saleh terdahulu)
5.tentunya dengan sanad yang sahih
Dijamin..!! Anda bakal mengetahui jawabannya…
semoga bermanfaat
Bismillah, dgn menyebut Nama Allah, Tuhan segala agama. Ck.. ck.. ck.. rame betoel diskusinya, dinamis.. maknyuss!
#ahmad: Sst.. =; (talk to the hand, bhs YM) jangan repot2 mengumpat. Sayang khan.. hati jd terkotori oleh makian. Kalem mad..
#husain mohammed: Sante husain.. bukankah udah ketahuan yang nulis siapa, yang nampilin di blogs siapa, lagian smua PASTI tercatat oleh malaikat, bukankah begitu saudaraku husain yang terlanjur sumfah segala =)) (rolling on the floor, bhs YM) ada zuzur2 segala, keturunan ‘arab ya sen?
#elman: Ada do’a yang barangkali bisa dipertimbangkan “Ya Allah Tunjukilah si-anu.. (yg Anda anggap perlu petunjuk), namun jika Engkau TIDAK berkenan, TUMPAS sajalah ia.. masukkan kedalam Neraka sebelum Neraka, dst.. Amien
#andik: kok gitu sehh comment-nya. Jangan atuh ndik! nanti musuh2 Islam pada ketawa rolling on the floor, hayohh!!
#rhy4nz46, saracen, iz4r, dolbanjar, Aday: Sip, saya setuju dgn Anda.
#bangun dan Pendekar Kutu: Al-Qur’an ada 6236 ayat (terkumpul dlm satu Mushaf/buku), tapi saya belum pernah dengar ada yang berani mengklaim telah faham dan mengerti benar tentang makna/maksud yang terkandung didalamnya. PDHL baru 6236 ayat doank. Bagaimana dengan Hadits, berapa hayo Ngun, Kar jumlah Hadits? Sejuta? Dua Juta? atau berapa? dan saya belum pernah dengar ada satu kitab/buku yang memuat seluruh hadits, apalagi orang yang berani mengklaim telah faham makna dari semua hadits. BELUM PERNAH! atau bangun dan Pendekar kutu yang mau mengklaim diri? ;-h (wave, bhs YM).
jadi mau kepada org shalih yang msh hidup ataupun dah wafat. TIDAK BERBEDA, karena Beliau hanya wasilah sj, karena kedudukannya lah kita jadikan Beliau wasilah. Nah..
jadi tentang mana2 yang diperintah Allah? tentu jangan malas belajar kepada pakar agama (ulama’ salaf/jadul ataupun kholaf/jaman skrg).
Tawassul itu perantara ajah. Kalo berpendapat tawassul hanya boleh kpd yang masih hidup (dengan keyaqinan yg ditawassuli BISA memberikan manfaat dan madharat, maka ini yang tidak boleh, punten tidak terbiasa mensyirik2kan saudara seiman.
#maghrirahhamid: dmn t4 debatnya? aku boleh ikutan gak?? :-bd (thumbs up, bhs YM)
#doelsoehono: “wala taqfu ma laisa laka bihi ‘ilm = kita ndak boleh mengikuti (dlm artian membahas) mslh yg kita tdk memiliki pengetahuan tentangnya. [Al-Qur'an]. saya setuju dg Anda, tp masalah shalawat sebenarnya masalah yang sudah jelas dan PASTI hukumnya. kalau mau ngaji, serius. Insyllh.. semuanya terang. Para pengamal shalawat rata-rata tukang ngaji, jadi jangan khawatir. saya punya kitab shalawat yang berisi seribu shalawat. Mau tau??
#untuk admin blogs ini: tentang shalawat selain ibrahimiyah dan Allahumma shalli ‘ala Muhammad. Apakah Anda bersedia saya kasih referensi Kitab2 plus hlm berapa (kitab aslinya loh, bukan terjemahan yg memungkinkan ditampilin yg disukai penterjemah aja) spt Jala’ al afham, Zaadul Ma’ad, Thibun Nabawi, Syarh al-’Aqidah al-Wasithiyyah, Majmu’ al-Fatawa dll yang se-faham dengan Anda?? yakni karya Ibnul Qayyim, Ibnu Taymiyah, al-
Utsaimin. Kalo hue’eh.. diskusi bisa dilanjut nanti. tenaang.. nanti biar terang semua. biar ndak heidan gabeh. we’e'e’… =))
Oya, mari bershalawat sejenak:
“Allahumma Shalli ‘ala Nabiyyina Muhammadin thibbil qulub wa dawa-iha, wa ‘afiyatil abdan wa syifa-iha, wa nuril abshar wa dliya-iha .. ” (H. Mahrus Ali, mantan Kiai NU Menggugat Sholawat & Dzikir Syirik, hal.95)
(H. Mahrus Ali, mantan Kiai NU Menggugat Sholawat & Dzikir Syirik, hal.95)
Buku ini menarik, ada versi online?
Alhamdulillah, kita seharusnya bersyukur terutama kita yg msh merasa bodoh dalam beragama dgn adanya nasehat ilmu dari ustad pemilik blog ini. Paling tdk ini bisa dijadikan wacana untuk kita cari kebenarannya. Kalau lah kita bertindak fair -tdk dgn hawa nafsu dan tanpa ilmu- dalam menilai pendapat orang lain yang nantinya kita timbang dgn sumber yg kita sepakati bersama yaitu alquran dan hadist shohih dan tdk lupa pendapat2 para ulama khususnya di jaman sahabat, tabi’in dan tabiut tabi’in – krn merekalah se-baik2 generasi-, maka kita tdk akan sulit utk memilah mana yg benar dan mana yg sesat. Pun bila kita menimbang masalah shalawat badar ini dgn logika, maka saya pribadi lebih memilih meninggalkannya. Kenapa? Karena secara fakta Rosululloh shalallohu ‘alaihi wasallam bersalawat dan mengajarkan shalawat kpd para sahabatnya yaitu dgn shalawat yg terdapat dlm kitab2 hadits yg telah diakui oleh sluruh muslim sedunia (spt shahih bukhori, shahih ahmad, dll). Dan kita apabila mengaku sbg muslim sejati harus meyakini bahwa yg diucapkan dan yg diajarkan o/ Rosul adalah yg paling benar dan paling baik, krn Rosul hanya menyampaikan wahyu dr Alloh, bukan karangannya sendiri. Sekarang shalawat badar? Apakah lbh baik dari shalawat yg diajarkan Rosul? (krn org lebih banyak dan senang melagukan shalawat badar drpd shalawat ibrahimiyah misalnya) Itu merupakan karangan manusia yg tdk brdasarkan wahyu, mungkin hanya mengandalkn cinta kpd Rosul tanpa dibarengi ilmu yg benar, walaupun dia mengaku ulama misalnya. Perlu diketahui, shalawat adlah ibadah yg sangat dianjurkan. dan ibadah hanya diterima bila ikhlas dan mencontoh Rosul, spt dlm hadits “man amila amalan laisa ‘alaihi amruna fahuwa roddun”, “brg siapa beramal suatu amalan (ibadah) yg tdk berasal dari kami (Rosulullah & sahabat), maka tertolak” (HR.Bukhori dan Muslim). Jadi sebetulnya mudah saja -krn islam itu mudah- kalo kita ingin mencari KEBENARAN, yaitu dgn mencontoh atau mengikuti apa yg Rosul ajarkan kpd para sahabat. yg kemudian o/ sahabat diajarkan kembali kpd murid2nya, sampai kpd para imam2 kaum muslimin yg terpercaya, yg mereka semua adalah ulama ahli hadist. Yg kmudian beberapa diantaranya mengumpulkan dlm beberapa kitab seperti kitab hadist Bukhori, Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, dll. Sekali lg, kalo kita ingin kebenaran maka kita jg hrs mau berusaha mengkaji hadist dari para ulama ahli hadits -selain alquran tentunya- dan menjauhkn hawa nafsu. Jadi APAKAH KITA AKAN TERUS MENGAMALKAN SHALAWAT BADAR, YG BUKAN DARI ROSULULLOH? silakan jawab dgn hati jujur dan bersih. #Perlu diketahui: masih banyak shalawat2 yg diajarkan Rosul yg terdapat dlm kitab hadist shohih yg dijamin BENAR 100% dari Alloh dan MUDAH menghapalnya, walaupun mungkin tdk sebanyak shalawat karangan manusia -yg katanya ribuan dan pasti SULIT menghapalnya- yg tdk terjamin karena bukan dari Alloh.
Alhamdulillah, kita seharusnya bersyukur terutama kita yg msh merasa bodoh dalam beragama dgn adanya nasehat ilmu dari ustad pemilik blog ini. Paling tdk ini bisa dijadikan wacana untuk kita cari kebenarannya.
Kalau lah kita bertindak fair -tdk dgn hawa nafsu dan tanpa ilmu- dalam menilai pendapat orang lain yang nantinya kita timbang dgn sumber yg kita sepakati bersama yaitu alquran dan hadist shohih dan tdk lupa pendapat2 para ulama khususnya di jaman sahabat, tabi’in dan tabiut tabi’in – krn merekalah se-baik2 generasi-, maka kita tdk akan sulit utk memilah mana yg benar dan mana yg sesat.
Pun bila kita menimbang masalah shalawat badar ini dgn logika, maka saya pribadi lebih memilih meninggalkannya. Kenapa? Karena secara fakta Rosululloh shalallohu ‘alaihi wasallam bersalawat dan mengajarkan shalawat kpd para sahabatnya yaitu dgn shalawat yg terdapat dlm kitab2 hadits yg telah diakui oleh sluruh muslim sedunia (spt shahih bukhori, shahih ahmad, dll). Dan kita apabila mengaku sbg muslim sejati harus meyakini bahwa yg diucapkan dan yg diajarkan o/ Rosul adalah yg paling benar dan paling baik, krn Rosul hanya menyampaikan wahyu dr Alloh, bukan karangannya sendiri. Sekarang shalawat badar? Apakah lbh baik dari shalawat yg diajarkan Rosul? (krn org lebih banyak dan senang melagukan shalawat badar drpd shalawat ibrahimiyah misalnya) Itu merupakan karangan manusia yg tdk brdasarkan wahyu, mungkin hanya mengandalkn cinta kpd Rosul tanpa dibarengi ilmu yg benar, walaupun dia mengaku ulama misalnya.
Perlu diketahui, shalawat adlah ibadah yg sangat dianjurkan. dan ibadah hanya diterima bila ikhlas dan mencontoh Rosul, spt dlm hadits “man amila amalan laisa ‘alaihi amruna fahuwa roddun”, “brg siapa beramal suatu amalan (ibadah) yg tdk berasal dari kami (Rosulullah & sahabat), maka tertolak” (HR.Bukhori dan Muslim). Jadi sebetulnya mudah saja -krn islam itu mudah- kalo kita ingin mencari KEBENARAN, yaitu dgn mencontoh atau mengikuti apa yg Rosul ajarkan kpd para sahabat. yg kemudian o/ sahabat diajarkan kembali kpd murid2nya, sampai kpd para imam2 kaum muslimin yg terpercaya, yg mereka semua adalah ulama ahli hadist. Yg kmudian beberapa diantaranya mengumpulkan dlm beberapa kitab seperti kitab hadist Bukhori, Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, dll.
Sekali lg, kalo kita ingin kebenaran maka kita jg hrs mau berusaha mengkaji hadist dari para ulama ahli hadits -selain alquran tentunya- dan menjauhkn hawa nafsu.
Jadi APAKAH KITA AKAN TERUS MENGAMALKAN SHALAWAT BADAR, YG BUKAN DARI ROSULULLOH? silakan jawab dgn hati jujur dan bersih.
#Perlu diketahui: masih banyak shalawat2 yg diajarkan Rosul yg terdapat dlm kitab hadist shohih yg dijamin BENAR 100% dari Alloh dan MUDAH menghapalnya, walaupun mungkin tdk sebanyak shalawat karangan manusia -yg katanya ribuan dan pasti SULIT menghapalnya- yg tdk terjamin karena bukan dari Alloh.
wahai saudaraku se-iman, janganlah kita terbawa oleh emosi dan kemarahan karena seseorang begitu mudahnya mengatakan BID’AH untuk sesuatu yang dia sendiri tidak mengerti apa yg dimaksudkan dengan BID’AH. Semoga Allah SWT memberikan taufik dan hidayah nya kepada saudara kita tersebut dan semoga senantiasa ber-istighfar atas segala kekeliruannya…karena segala kekeliruan dan kekurangan adalah milik kita makhluk Allah. wass
Trus mana yg benar nich.. Aku tambah bgung.. Maklum br mau blajar islam dgn benar. Tlg ahli hadist bantu kita agar slalu di jalan ALLAH. AMI..EN wassalam
kawan perdalamlah kebenaran tentang hadis ttg kebid`ahan ini, manusia tidak akan sanggup membedah isi kitab suci Alquran tanpa murrobi. banyak orang menyalahi persepsi nilai esensial yg terkandung di dalam Alquran membuat argumen sendiri tanpa tuntunan ahli hadist.
wassalam
masa sesat pula. siapa yg bilang sesat?
apapun sholawatnya yang penting minumnya tetap teh botol sosro… eh salah… maksudnya kita saudara sesama muslim. malu khan dilihat oleh agama-agama lain kalau kita sendiri saja saling bertengkar nggak karuan begini. Jadi apapun perbedaannya, damai…damai… peace… kita harus saling mendukung eksistensi masing-masing mukmin… asyik khan hidup berdampingan rukun, tanpa mencela dan mencelakakan satu sama lain… semoga Islam sebagai rahmatan lil alamin segera terwujud, amin…
aku sih sbnrny males sj sm orang2 yang belum mengerti tapi sok ngerti….hafal hadits tp ga ngerti ilmu hadits,baru belajar ilmu agama dah ngaku2 hebat dalam ilmu agama…ya jadi susah..Ente pada tau semua kan kalau Dari zaman sahabat itu yg namany bid’ah dah terbagi menjadi 2,ada yg hasanah dan ada yg dholalah.Kata ente sendiri,sahabat itu kan paling ngerti soal hadits.Lihat perkataan umar bin khottob dan pemberlakuan syariatnya.
Ternyata salafussoleh yg lain setelah sahabatpun membagi bid’ah jadi 5…lihat kitab “dalilul falihin syarah riyadussolihin”karangan Al muhaddits Ibnu Allan muhammad bin Allan Al bakry Al makky.Beliau ini karangan kitabnya sangat banyak.cape deh klo ane tulisin..
Imam suyuthi,ahli tafsir,hadits dan faqih juga bvanyak mengupas soal makna hadis seputar bid’ah tersebut.Yang pada hasilny tetaplah bahwa bid’ah itu mesti dibagi-bagi.
Masih banyak Ulama-ulama baik salaf maupun kholaf yang berkomentar sama.Nah Semua ulama itu memang fak nya dibidang hadits.Tentuny yang disebut muhaddits itu bukan hanya yang hafal hadits seratus,dua ratus atau seribu matan hadits,tapi jauh lebih dari itu,hal2 yg berkenaan dengan ilmu hadits mereka sangat faham.
Kan jadi aneh kalau zaman sekarang baru hafal beberapa hadits saja,bahkan boro2 ngerti dan faham ilmu hadits dah sombongny ga ketulungan,kayak iya iya ha….
ayolah kita semua banyak ngaji lagi,khususny yg berkenaan soal ilmu hadits atau ilmu mustolahatul hadits dan ilmu2 yg terkait lainnya.Agar kita lebih bijak dan arif dalam bersikap dan bertindak.
Masih banyak juga PR yg mesti kita perhatikan selain ngeributin soal sholawat badr,tawassul dan bid’ah.Tentang kemiskinan lah,kriminal,perjudian dan lain-lain…
Utk kita sendiri dan semua yang ngaku2 mencintai rosul dan sunahnya…mari rajin sholat berjamah dimasjid,bangun utk sholat malam,berusaha menjauhkan diri dari maksiat lahir dan batin,menjaga mulut mulut dari mengumpat,menuding sembarangan,mencaci dan menfitnah,berkasih sayang dengan sesama,tawaddu’/rendah hati dll…karena itu semua adalah synah nabi SAW….
bersholawatlah…ALLohumma sholli ‘ala sayyidinaa muhammad wa’alaa Aali sayyidina Muhammad…
Shalawat Badar itu salawat yg dibaca ketika dulu Islam berperang dengan kaum Kafir yg jumlahnya lebih banyak dari kaum muslimin.
Nah untuk saat damai ini kayaknya kurang tepat juga kalau kita membaca salawat ini karena salawat badar itu salawat yg turun untuk medan perang.
Cobalah anda semua berkenalan dengan SHOLAWAT WAHIDIYAH. Informasinya dapat anda lihat di alamat http://www.sholawat-wahidiyah.com/
Coba dulu, Insya Allah akan berfaedah…
Assalamu’alaikum
Saudaraku ‘ainuamri’ yg seiman dan seaqidah, audience anda di ‘dunia maya’ ini berbeda dengan orang2 yg biasa anda berinteraksi dengan mereka. Anda hrs bisa mengemas informasi dengan baik sehingga dapat diterima. Anda sebaiknya mempersiapkn audience anda dulu sehingga siap menerima informasi yang akan anda sampaikan.
Misalnya, mungkin anda menjelaskan dulu apa itu sholawat, apa itu tawassul..dll. Kemudian baru masuk ke intinya. Tulisan ustadz bukan alQur’an yg tidak boleh diubah (readaksinya)…
Sekali lagi perbaiki cara anda mengemas informasi…
Wassalam
saya hanya bisa mengomentari yang mpunya blog memposting dengan copas hanya separuh…
maaf kepada yang punya blog saya coba copas kembali :
Shalawat-Shalawat Bid’ah
Penulis: Al-Ustadz Abu Karimah Askari Al-Bugisi
Syariah, Kajian Utama, 12 – Agustus – 2004, 10:13:45
Sudah bukan rahasia lagi kalau di tengah-tengah kaum muslimin, banyak tersebar berbagai jenis shalawat yang sama sekali tidak berdasarkan dalil dari sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Shalawat-shalawat itu biasanya dibuat oleh pemimpin tarekat sufi tertentu yang dianggap baik oleh sebagian umat Islam kemudian disebarkan hingga diamalkan secara turun temurun. Padahal jika shalawat-shalawat semacam itu diperhatikan secara cermat, akan nampak berbagai penyimpangan berupa kesyirikan, bid’ah, ghuluw terhadap Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan sebagainya.
A. SHALAWAT NARIYAH
Shalawat jenis ini banyak tersebar dan diamalkan di kalangan kaum muslimin. Bahkan ada yang menuliskan lafadznya di sebagian dinding masjid. Mereka berkeyakinan, siapa yang membacanya 4444 kali, hajatnya akan terpenuhi atau akan dihilangkan kesulitan yang dialaminya. Berikut nash shalawatnya:
اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
“Ya Allah, berikanlah shalawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada Baginda kami Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan. Dan dengannya pula ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, dan memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, dan kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang engkau miliki.”
Ada beberapa hal yang perlu dijadikan catatan kaitannya dengan shalawat ini:
1- Sesungguhnya aqidah tauhid yang diseru oleh Al Qur’anul Karim dan yang diajarkan kepada kita dari Rasulullah shallallahu laiahi wasallam, mengharuskan setiap muslim untuk berkeyakinan bahwa Allah-lah satu-satunya yang melepaskan ikatan (kesusahan), membebaskan dari kesulitan, yang menunaikan hajat, dan memberikan manusia apa yang mereka minta. Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim berdo’a kepada selain Allah untuk menghilangkan kesedihannya atau menyembuhkan penyakitnya, walaupun yang diminta itu seorang malaikat yang dekat ataukah nabi yang diutus. Telah disebutkan dalam berbagai ayat dalam Al Qur’an yang menjelaskan haramnya meminta pertolongan, berdo’a, dan semacamnya dari berbagai jenis ibadah kepada selain Allah Azza wajalla. Firman Allah:
قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُوْنِهِ فَلاَ يَمْلِكُوْنَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلاَ تَحِْويْلاً
“Katakanlah: ‘Panggillah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah.
Maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya.” (Al-Isra: 56)
Para ahli tafsir menjelaskan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan segolongan kaum yang berdo’a kepada Al Masih ‘Isa, atau malaikat, ataukah sosok-sosok yang shalih dari kalangan jin. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3/47-48)
2- Bagaimana mungkin Rasulullah shallallahu alaihi wasallam rela dikatakan bahwa dirinya mampu melepaskan ikatan (kesulitan), menghilangkan kesusahan, dsb, sedangkan Al Qur’an menyuruh beliau untuk berkata:
قُلْ لاَ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاءَ اللهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوْءُ إِنْ أَنَا إِلاَّ نَذِيْرٌ وَبَشِيْرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُوْنَ
“Katakanlah: ‘Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman’.” (Al-A’raf: 188)
Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, lalu mengatakan, “Berdasarkan kehendak Allah dan kehendakmu”. Maka beliau bersabda:
أَجَعَلْتَنِيْ للهِ نِدًّا؟ قُلْ مَا شَاءَ اللهُ وَحْدَهُ
“Apakah engkau hendak menjadikan bagi Allah sekutu? Ucapkanlah: Berdasarkan kehendak Allah semata.” (HR. An-Nasai dengan sanad yang hasan)
(Lihat Minhaj Al-Firqatin Najiyah 227-228, Muhammad Jamil Zainu)
B. SHALAWAT AL-FATIH (PEMBUKA)
Lafadznya adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أَغْلَقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ, نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ الْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمَسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارُهُ عَظِيْمٌ
“Ya Allah berikanlah shalawat kepada Baginda kami Muhammad yang membuka apa yang tertutup dan yang menutupi apa-apa yang terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran yang memberi petunjuk ke arah jalan yang lurus. Dan kepada keluarganya, sebenar-benar pengagungan padanya dan kedudukan yang agung.”
Berkata At-Tijani tentang shalawat ini –dan dia pendusta dengan perkataannya-:
“….Kemudian (Nabi shallallahu alaihi wasallam) memerintah aku untuk kembali kepada shalawat Al-Fatih ini. Maka ketika beliau memerintahkan aku dengan hal tersebut, akupun bertanya kepadanya tentang keutamaannya. Maka beliau mengabariku pertama kalinya bahwa satu kali membacanya menyamai membaca Al Qur’an enam kali. Kemudian beliau mengabarkan kepadaku untuk kedua kalinya bahwa satu kali membacanya menyamai setiap tasbih yang terdapat di alam ini dari setiap dzikir, dari setiap do’a yang kecil maupun besar, dan dari Al Qur’an 6.000 kali, karena ini termasuk dzikir.”
Dan ini merupakan kekafiran yang nyata karena mengganggap perkataan manusia lebih afdhal daripada firman Allah Azza Wajalla. Sungguh merupakan suatu kebodohan apabila seorang yang berakal apalagi dia seorang muslim berkeyakinan seperti perkataan ahli bid’ah yang sangat bodoh ini. (Minhaj Al-Firqah An-Najiyah 225 dan Mahabbatur Rasul 285, Abdur Rauf Muhammad Utsman)
Telah bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari dan Tirmidzi dari Ali bin Abi Thalib. Dan datang dari hadits’Utsman bin ‘Affan riwayat Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Dan juga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُوْلُ : { ألم } حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan menjadi sepuluh kali semisal (kebaikan) itu. Aku tidak mengatakan: alif lam mim itu satu huruf, namun alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim itu satu huruf.” (HR.Tirmidzi dan yang lainnya dari Abdullah bin Mas’ud dan dishahihkan oleh Al-Albani rahimahullah)
C. Shalawat yang disebutkan salah seorang sufi dari Libanon dalam kitabnya yang membahas tentang keutamaan shalawat, lafadznya sebagai berikut:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ حَتَّى تَجْعَلَ مِنْهُ اْلأَحَدِيَّةَ الْقَيُّوْمِيَّةَ
“Ya Allah berikanlah shalawat kepada Muhammad sehingga engkau menjadikan darinya keesaan dan qoyyumiyyah (maha berdiri sendiri dan yang mengurusi makhluknya).”
Padahal sifat Al-Ahadiyyah dan Al-Qayyumiyyah, keduanya termasuk sifat-sifat Allah Azza wajalla. Maka, bagaimana mungkin kedua sifat Allah ini diberikan kepada salah seorang dari makhluk-Nya padahal Allah Ta’ala berfirman:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syura: 11)
D. Shalawat Sa’adah (Kebahagiaan)
Lafadznya sebagai berikut:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ
“Ya Allah, berikanlah shalawat kepada baginda kami Muhammad sejumlah apa yang ada dalam ilmu Allah, shalawat yang kekal seperti kekalnya kerajaan Allah.”
Berkata An-Nabhani As-Sufi setelah menukilkannya dari Asy-Syaikh Ahmad Dahlan: ”Bahwa pahalanya seperti 600.000 kali shalat. Dan siapa yang rutin membacanya setiap hari Jum’at 1.000 kali, maka dia termasuk orang yang berbahagia dunia akhirat.” (Lihat Mahabbatur Rasul 287-288)
Cukuplah keutamaan palsu yang disebutkannya, yang menunjukkan kedustaan dan kebatilan shalawat ini.
E. Shalawat Al-In’am
Lafadznya sebagai berikut:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ عَدَدَ إِنْعَامِ اللهِ وَإِفْضَالِهِ
“Ya Allah berikanlah shalawat, salam dan berkah kepada baginda kami Muhammad dan kepada keluarganya, sejumlah kenikmatan Allah dan keutamaan-Nya.”
Berkata An-Nabhani menukil dari Syaikh Ahmad Ash-Shawi:
“Ini adalah shalawat Al-In’am. Dan ini termasuk pintu-pintu kenikmatan dunia dan akhirat, dan pahalanya tidak terhitung.” (Mahabbatur Rasul 288)
………………………………………………………………….
setelah ini baru ke
F. Shalawat Badar
lanjutan isi posting…
……………………………………………………………………
Buat yang mpunya blog judul anda yang perlu diperbaiki
dengan kata Shalawat Badar Bid’ah
………………………………………………………………
menurut judul ada keraguan terhadap yang punya blog
dengan membubuhkan ??!!
untuk itu para ahli hadist mohon diluruskan tentang hal ini agar tidak timbul pelecehan sesama……
ralat ya Dek Ainu..
teks shalawat badar:
“wa kulli majahid fillah”
setau mas huda, yg tepat ini:
“wa kulli mujahidi(n) lillah”
==============================
, bukan lingkup Indonesia ajah. ya setau saya Nahdlatul Ulama’ didalamnya berisi Ulama’2 yg serius mendalami agamanya, se-serius mhs keDokteran (bahkan lebih serius dr itu), betoel khan Dek Ainu sang admin??
#ardie: ada Hadits: ” ‘alaikum bis sawaadil a’dzom”
maknanya kurang lebih kita diperintah Rasul utk mengikuti mayoritas (yg layak di ikuti adl Ulama’ yg Shalih, bukan yg sibuk menshaleh2kan dirinya dan menyalah2kan Ulama’ lain), mayoritas lho ya! Ormas Islam terbesar di Dunia, apa coba?
#Zippo: Shalawat kalau dari Allah, berarti Rahmat
Kalau Malaikat yg bershalawat, artinya Malaikat memohonkan ampunan
Kalau dari manusia, shalawat = do’a / pujian.
#Dhika ghitu lho.!, : …. “apakah itu pernah di anjurkan aleh nabi,atau dilakukan oleh para sahabat Rodiallahhu anhum” … (maaf copy paste doank Dhik) Perlu bukti! Bahwa para Sahabat mencreate redaksi Shalawat tanpa harus dapet dari Nabi (sebenarnya Dhika sering melakukannya jg, tp mgkn nggak ngerasa. Laen waktu aq jelaskan kpn sj dhika melakukan kreasi shalawat kpd Nabi) baiklah ini buktinya:
1. Dalam Kitab Jala’ al-Afham (Ibnul Qayyim Al-Jauziyah) hal.36 disebutkan: Abdullah bin Mas’ud r.a berkata: “Apabila kalian bershalawat kepada Rasulallah SAW, maka buatlah redaksi shalawat yang bagus kepada beliau, siapa tahu shalawat kalian di beritahukan kepada Beliau. Kemudian para sahabat yang lain bertanya: “ajari kami cara shalawat yang bagus kepada Rasulallah SAW”. Abdullah bin Mas’ud menjawab: “Katakan, ya Allah jadikanlah segala shalawat, rahmat dan berkah-Mu kepada sayyid para rasul, pemimpin orang-orang yang bertaqwa, pamungkas para Nabi, yaitu Beliau Muhammad SAW, hamba dan rasul-Mu, pemimpin dan pengarah kebaikan dan rasul yang membaw rahmat. Ya Allah, anugerahilah beliau maqam terpuji yang menjadi harapan orang-orang terdahulu dan orang-orang terkemudian.”
2. Masih dalam Kitab Jala’ al-Afham (Ibnul Qayyim Al-Jauziyah) hal.76 disebutkan : Ibnu Abbas r.a apabila membaca shalawat kepada Nabi SAW, beliau berkata: “Ya Allah, kabulkanlah syafaat Muhammad yang agung, tinggikanlah derajatnya yang luhur, dan berilah permohonannya di dunia dan di akherat sebagaimana Engkau kabulkan permohonan Ibrahim dan Musa.”
Jadi men-create shalawat untuk Nabi adalah perintah!, yang penting isinya doa dan pujian kepada beliau Shallallhu alaihi wasallam. Maka ikutilah Shalawat-Shalawat yang di-create atau dlm bhs medis “ditemukan” oleh Ulama yang Shaleh, jadi kalau ada sejuta Ulama Shaleh, dipastikan bisa ada Sejuta Shalawat, karena Ulama Shaleh tau bgmn mencreate Shalawat (atau cukup mengambil temuan Ulama lain), itu semua adalah perintah Syariat. Nah.. “Shalawat dan salam semoga tercurah kepada … bla-bla…” yang biasa Dhika ucapkan ketika pidato atau menulis mukadimah adalah SHALAWAT. Faham ka?? Jadi Kita yang awam saja, boleh kok bikin shalawat.. hue he he… asal jangan ngawur ya adek2 (yg berumur dibawah 29th, boleh mas huda panggil adek khan?)
Oya, tentang bid’ah semuanya sesat, baca aja tulisan dek ainu amri (admin blogs ini) di blogs-nya di friendster. Nah.. seperti kebiasaan kebanyakan teman2 Salafy dan wahaby kalau berkeyakinan dan berpendapat disabotase sendiri. Diawal bilang semua bid’ah sesat, setelah ada comment bgmn dg bid’ah memperbanyak mushaf Qur’an, bid’ah mempelajari ilmu2 cabang Islam yang tidak ada di zaman Rasul (musthalahul hadits, dll) dst. Hee…. di sabotaselah pendapat dek ainu Salafy bahwa semua bid’ah itu sesat! =))
Peringatan ya adek2 (yg berumur dibawah 29th, boleh mas huda panggil adek khan? ) :
Mukmin itu beda dengan munafiq, sangat berbeda dengan Musyrik APALAGI kafirun. Na’udzubillah.. Jadi buktikan dengan satunya hati, lisan dan perbuatan. Kalau bilang semua bid’ah sesat! Buktikan juga dengan lisan dan perbuatan. Jangan plintat plintut (munafiq), Jangan tahrif (distortif) seperti Yahudi. Dan jangan terang-terangan mensabotase pendapat sendiri, kalau yang ini bisa jadi tertutup hatinya (kafir). Nah.. tentang distorsi, dan juga sabotase pendapat aku jelaskan menyusul.. nanti. Insyllh..
wahai saudara2 seiman sesungguhnya sebaik-baik kalam adalah kalamulloh dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rosululloh.
kalaulah segala sesuatu ajaran dalam islam ini yg tidak dicontohkan oleh Rosul YA jangan diikuti.Jangan mengikuti kebanyakan orang(mayoritas) ikutilah para generasi umat terdahulu (salaf ash shalih) mereka sebaik-sabaik umat. Sholawat yang seperti diatas dalam blog ini memang bid’ah Kalau ada yang mengatakan tidak bid’ah brarti orang tsb perlu ngaji yang bener jangan cuma kata pak kyai gini dan gitu Islam dah sempurna ga perlu ditambah2 ajaran baru. Islam itu pakai dalil bukan akal – akalan semata. Jangan taklid buta pada kyai kalian Ikutilah Generasi terbaik ummat ini.
Oh maaf dari keterangan yang saya dapat dari pusat ternyata Wahidiyah belum memiliki situs yang resmi.
Maaf sekali lagi…
waduh-waduh, sholawat kok sesat. hati-hati mas ! hati-hati mas ! saya ingatkan sekal lagi hati-hati !
Assalam..
Jlskn pd sy kata perkata Sholawat Badar k bhs Indonesia pake ilmu nahwu secara gamblang biar kami tau mksd sbnrnya dr shlwt bdr…
Wassalam…
astaghfirullah.. muhasabah lah diri… jgn terlalu cepat menyatakan sesuatu itu Syirik…. hati–hati,, akhi…. org ya g shalawat badar kok langsung dibilang syirik.. emang kita sama dengan menyembah berhala……. kita tahu syirik tu seperti apa… kita ndak pernah bermaksud menyekutukan Allah dengan shalawat badar,,, jgn buat kesimpuan sendiri dong.. saya sangat kecewa dengan manhaj salaf ni.. mengaku sebagai salaf tapi akhlak dan adab terhadap seasama muslim tak seperti akhlak salaf… sampai2 ulama2 terdahulu seperti Imam Syafii pun tak mereka terima pendapatnya… emang lebih mulia mana imam syafii dibandingkan Imam Al Bani tu….
Assalamu’alaikum wr, wb
Memang sebaik-baik umat pada masa Rasul. Semakin jauh suatu kelompok semakin banyak permasalahan, Permasalahan inilah yang harus disikapi dengan bijak, tidak dengan penuh emosi atau bersandar pada kitab atau sunnah secara saklek (apa adanya) tidak menyelidikiki bagaimana keadaan umat ketika ayat Alqur’an atau Hadits Nabi adanya.
Kata shalawat yang dimaksud dalam Alqur’an itu apakah seperti yang dimaksud oleh kita dengan ungkapan Allohumma sholli ‘ala Muhammad atau ada arti lain? Kalau yang dimaksud adalah shalawat seperti ketika membaca sesudah Tasyahud dalam shalat sebaiknya seperti apa yang dicontohkan oleh Rasul, Kita dalam melaksanakan peribadatan sebaiknya yang ada perintahnya, Jangan kebalik seperti Mu’amalah denan sesama manusia dan ciptaan Allah yang lain yaitu: selagi tidak ada larangan boleh-boleh aja.
Kalau sholawat diyakini sebagai ibadah mahdhah tidak boleh tidak, kita harus sesuai dengan contoh Rasul yang bersandar pada hadits-hadits Nabi. Seperti ketika shalat sering membaca shalawat ditambah dengan sayyidina hal ini mengikuti prilaku shahabat dengan dalil aqli yaitu menghormati Nabi. Padahal dalam beberapa hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim, imam Abu Dawud dan lain-lain shalawat terhadap Nabi tanpa sayyidina. Menurut hemat saya, apakah dalam pelaksanaan ibadah kita harus bersandar pada yang memiliki sumber atau kita terkalahkan oleh sumber akal. Tentu dalam peribadatan yang terbaik adalah bersumber harus bersumber pada dua sumber Alqur’an dan Hadits
Oleh karena itu, terburu-buru menuduh tidak baik kurang bijak alangkah baiknya mari kita mengkaji ulang dasar-dasar peribadatan kita apakah sesuai dengan kedua sumber tersebut atau tidak. Mari kita kaji kitab suci dan Hadits Nabi MUHAMMAD S.A.W.
gITULOH JANGAN TENGKAR TIDAK BAIK
IKI SING NGOMONG WONG SLARANG KIDUL KEC LEBAKSIU KAB TEGAL
wahai hamba Allah…… janganlah km menyalahkan sesutu yang belum jelas kebenarannya.. syukran.. BY : iwar
Sesungguhnya allah maha bijaksana lagi maha benar……………..
maaf saya cuma orang bodoh dalm ilmu agama islam walo di ktp jelas saya orang islam. kebetulan saya lewat di diskusi ini dan tampaknya seru sekali, he,he,.. ada satu hal yang menjadi tanda tanya bagi saya adalah hadits “man amila amalan laisa ‘alaihi amruna fahuwa roddun”, “brg siapa beramal suatu amalan (ibadah) yg tdk berasal dari kami (Rosulullah & sahabat), maka tertolak” (HR.Bukhori dan Muslim). tanpa bermaksud mempersoalkan hadits ini agaknya kita perlu berhati-hati dengan hadits ini karena saya percaya bahwa kita diberi akal oleh Allah supaya kita berpikir, dan itu berarti tidak mungkin berhenti hanya dengan apa yang dimaksud dengan hadits ini.Buatlah hadits itu hidup, tidak mati. karena kita itu hidup dan dunia kita hidup.
susah jadi orang islam, banyak aturannya, ini salah, ini haram, ini bid’ah, ini keliru. kan agama diturunkan untuk mengatur dan memudahkan manusia menjalani hidup kalau aturannya semakin membuat manusia terkekang apa yang salah aturannya atau ulamanya atau malah umatnya?
mungkin enak kali kalau gak beragama, gak membuat orang berbeda, masak disini berbeda aza dituduh sesat, kafir, halal darahnya.jadi ngeri kalau semakin tekun beragama malah semakin gampang mudah menyesatkan orang lain..mending gak beragama enakan gak beragama dunia mungkin makin tentram kalau semua manusia tidak beragama
Assalamualaikum..
Semakin banyak kita mengetahui tentang Islam, semakin banyak jg kita merasa klo selama ini kita jauh dengan yang diharapkan Rasulullah shalallahu alaihi wasalam, karena itu marilah kita semakin banyak belajar, bukan banyak bicara, apalagi dengan kata2 yg kurang baik.
Semua org bisa menilai dlm hatinya dari komentar yg diberikan, mana yg berisi, mana yg kosong.
Dalam hal ibadah, ikutilah apa yg ada dlm Al quran dan sunnah.
Tidak sedikit dari umat Islam, bahkan dalam hal shalat pun masih taklid, tidak tahu dalil dan petunjuk dari Rasulullah shalallahu alaihi wasalam. Tanya pada hati kita masing2.
Bukan ana sok tau, tp menegakkan kebenaran itu kewajiban kita semua.
Jangan selalu menilai baik suatu amalan, karena amalan itu ada perintahnya.
Hati hati dengan aqidah kita.
Bershalawatlah dengan apa yg diajarkan Rasulullah shalallahu alaihi wasalam.
Allohuma shalli ‘ala muhammad
wa ‘ala ali muhammad
kamashalaita ‘ala ibrahim
wa ‘ala ali ibrahim
wa barik ‘ala muhammad
wa ‘ala ali muhammad
kama barakta ala ibrahim
wa ‘ala ali ibrahim
innaka hamidun madjid
(mohon maaf kalo ada salah penulisan ejaan)
Buat zippo:
“memang Allah berkarakter pembalas, penghukum seperti kebanyakan yang kalian lakukan?”
Subhanallah..
Allah itu ar rahman, ar rahim..
Kita harus menyadari klo manusia itu diciptakan untuk beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala.
Dan telah jelas, ada perintah dan ada larangan.
Semua amalan kita ada balasannya
Ada hari pembalasan
Yang melanggar ada hukumannya
Maka itulah diciptakan surga dan neraka.
Khusus buat jumbleng:
Jika anda seorang muslim, istigfarlah, segera bertaubat kpd Allah subhanahu wata’ala
sesungguhnya Allah maha pengampun..
sbaikny kita smwa perbaiki akhlaq diri sendiri trlbih dhulu,,,
ssama muslim jgn saling menghujat..
inget,,,kiamat sudah dkat,,
segeralah bertaubat,,
sblum terlambat…
ustazd abu ja’far al atsary,,,stop dech nulis2 yang kayak gni,,
buknnya tambah abik,,
tpi malah bikin org ‘ribut’….
bikin suasana jadi gak tenteram aja…
semoga Allah selalu melimpahkan rahmatnya kepada anda dan saudara – saudara ku yang tidak membenarkan shalawat
Makanya, kalo belajar itu kalo bisa harus dengan guru! Dan tahu betul bagaimana kelakuan guru itu yang sebenarnya, bagaimana bicaranya sesuai atau tidak dengan kelakuannya, apa yang dimakan, bagaimana cara seksnya, bagaimana bergaul, pokoknya semua tingkah lakunya, Anda harus tahu betul. Dan guru itu harus punya guru lagi, guru itu juga harus punya guru lagi, terus menerus ke atas hingga sampai pada Kanjeng Nabi. Itu baru yang disebut narasumber yang otentik (sahih).
Kalau Anda belum beruntung diketemukan dengan guru yang maha guru seperti itu, sebaiknya Anda bershalawat untuk mengakses ilmu dari Kanjeng Nabi langsung tanpa perantara. Shalawat adalah puncak Ilmu Pengetahuan, kalo Anda tidak mau bershalawat, maaf saja kalo saya mengatakan Anda itu goblok!
Soalnya, masalah terkecil misalnya bagaimana cara memegang konthol atau penis itu saja ada tatacaranya lo! Jadi kalo mencari kebenaran bukan asal njeplak atau otak-atik mathok!
Keterbatasan kitalah yang membuat kita jadi sombong. ilmu yang sedikit membuat kita merasa paling pintar. Mari kita tinggalkan semua perdebatan, kita kembalikan niat kita hanya untuk mencari ridla Allah.
saya setuju dengan anda. karna syarat diterimanaya amal ibadah itu ada 2: yaitu
1. IKHLAS
banyak dalil yg menunjukkan tentang ikhlas. salah satunya adalah “sesungguhnya setiap amal perbuatan hanya dengan niat”.
2. SESUAI DENGAN TUNTUNAN NABI.
banyak dalil yang menunjukkan hal tersebut antara lain ” barang siapa yang mengadakan suatu amal yang tidak bersal dari kami maka ia tertolak.”mengenai komentar dari obenk, memang manusia telah diberi akal, tapi akal harus sejalan dengan dalil yang jelas, terutama mengenai masalah aqidah dan ibadah.sedangkan mengenai masalah keduniawian maka ada beberapa kaidah salah satunya adalah maslahah mursalah
sedangkann mengenai shalawat badar, nariyah dan lainnya belum ditemukan dalil yang dapat dipertanggungjawabkan. padahal beliau(Nabi Muhammad SAW) adalah sepandai-pandai manusia mengenai masalah agama, dan beliau sendiri telah mengajarkan shalawat-shalawat yang lebih shahih, terus kenapa kita malah mengambil sesuatu yang tidak shahih dan meninggalkan ajaran Rasulullah yang lebih shahih?
mengenai komentar dari dhika tolong koreksi kembali sanad hadist-hadist yang anda ajukan.
ck …ck… ck…..ck……. rame amat ya,
kalo boleh ane mau usul nih sama antum semua.
malu donk ame kaum non muslim, kayaknya ndak pas deh kita berpolemik disini. malu ana ama temen-temen calon mualaf, ntar dibilangnya islam adalah agama nyang ndak jelas juntrungannya. kalo mau berargumen mbok dimajlis nyang bener, intern jamaah …..
Ana haqqul yakin memang sesat dan bid’ah, karena dlm masalah agama tidak boleh kita mengada-adakan yang baru. Kita ahli shalawat, tetapi shalawat yang sudah diajarkan oleh rosul saw, kalau kita boleh ngarang sendiri, rusaklah agama ini. apa kita mau nyaingi rosul saw ?Mari belajar lagi kitab-kitab yang bagus, mislnya fathul majid, jangan sampai kita katakan : masa ulama ini yang sdh menjadi tokoh islam salah, tetapi ukuran agama adalah rosul, apakah rosul mengajarkan ? kalau nggak, dalam masalah agama kita nggak boleh kreatif, sok cerdas. Kalo masalah dunia emang hrs kreatif. Afwan.
Ayo terus berpendapat, semakin banyak semaikn ramai…semakin anda banyak berkomentar semakin tahu diri anda memahami tentang agama, tentunya islam. Hayoooo belajar Islam jangan setengah-setengah, kalo setengah2 ntar disusupin setan, ntar takutnya anda beragam islam berasakan ajaran setan. Maaf klo terlau berlebihan.
Hayo komentar lagi dong …ane ikutan pantua juga neh…maklum masih cetek soak agama islam.
Klo anda mengaku sbagai pendakwah Islam yang handal…..tolong sampaikan materi anda dgn kelembutan,bil hikmal wal maudhoh hasanah,coba teladani rosullulloh dalam berdakwah
wahabi lagi wahabi lagi… cape dech…
Allohumma sholli ala syayyidina Muhammad waaala ali sayyidina Muhammad.
Kalau memang anda menganggap apa yang saya baca dan dibaca oleh saudara-saudaraku kaum muslimin dan muslimat yang semata-mata karena cintanya kepada manusia Agung “MUHAMMAD RASULULLA SAW” adalah tersesat dan masuk neraka, maka saya selaku orang yang mencintai Rasulullah dengan cara dan kalimat yang saya ucapkan, kalau memang saya harus masuk neraka karena mencintai Rasulullah, sayapun rela, karena apa yang saya kerjakan semata-mata karena kecintaan saya kepada Rasulullah.
Ya Rasulullah, aku sungguh-sungguh mencintaiMu, terimalah ungkapan rasa cintaku.