PERNYATAAN SESAT PARA TOKOH AKKBB – SEPILIS

PERNYATAAN SESAT PARA TOKOH AKKBB – SEPILIS

 

1. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

 

”Al-Qur’an adalah Kitab Suci paling porno di dunia”, dilontarkan dalam dialog

interaktif di Radio 68 H – Utan Kayu bersama M. Guntur Romli, wartawan

Tempo, pada Senin 17 April 2006.

 

2. Ahmad Syafi’i Ma’arif

 

Di tahun 2007 membuat tulisan tentang kesamaan umat Islam, Nasrani dan

Yahudi di mata Allah. (Majalah MADINA No. 06/ Tahun I, Juni 2008, hal.9).

 

3. M. Dawam Rahardjo

 

a. ”Kalau Islam tidak bisa dikontrol oleh negara, sebaiknya Islam dilarang saja di

Indonesia”, dilontarkan dalam Kolokium International Center Islam and

Pluralism (ICIP) pada Selasa, 11 Oktober 2005 di Jakarta, dikutip

http://www.christianpost.co.id.

 

b. ”Pindah Agama tidak Murtad!” dilontarkan dalam Sidang Majelis Pekerja

Lengkap Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia pada Rabu, 25 Januari 2006

di Pekanbaru – Riau, dikutip Suara Pembaruan.

 

4. Adnan Buyung Nasution

 

”Sampai mati saya akan membela Ahmadiyah.” Diucapkan nsaat merespon

keluarnya SKB Ahmadiyah, dan dimuat di berbagai Media Cetak mau pun

Elektronik

 

5. Abdul Munir Mulkhan

 

”Jika semua agama memang benar sendiri, penting diyakini bahwa surga Tuhan

yang satu itu sendiri, terdiri banyak pintu dan kamar. Tiap pintu adalah jalan

pemeluk tiap Agama memasuki kamar surganya.” (dari bukunya : Ajaran dan

Jalan Kematian Syekh Siti Jenar, Kreasi Wacana, Yogyakarta, tahun 2002,

hal. 44).

 

6. Musdah Mulia

 

a. ”Tidak ada perbedaan antara Lesbian dan tidak Lesbian. Dalam pandangan

Allah, orang-orang dihargai didasarkan pada keimanan mereka”. dilontarkan

dalam Dialog Publik di Jakarta pada 27 Maret 2008. (Suara Islam edisi 42, 18

April – 1 Mei 2008, hal. 12).

 

b. Di tahun 2004 menjadi Kordinator Tim Pengarus-Utamaan Gender (PUG) -

Depag RI, yang menerbitkan Counter Legal Draft – Kompilasi Hukum Islam

(CLD – KHI) yang berisi, antara lain : Polygami tidak sah, Kawin Beda

Agama sah, Laki-laki terkena ‘iddah 130 hari, Waris anak laki dan perempuan

sama. (50 Tokoh Islam Liberal Indonesia, Budi Hendrianto, hal. 237 – 241).

 

7. M. Luthfi Asy-Syaukani

 

a. ”Pada gilirannya, perangkat dan konsep-konsep Agama seperti Kitab Suci,

Nabi, Malaikat, dan lain-lain tak terlalu penting lagi…..” (Kompas. 3

September 2005)

 

b. Dalam Dialog antara Luthfi Syaukani – Adnin Armas, MA di Mailing List

(milis) Islam Liberal, tanggal 10 Mai 2001, Luthfi menyatakan bahwa bukubuku

karya kaum Orientalis atau Liberal seperti : A.A.A. Fyzee, M. Watt,

H.A.R. Gibb, Denny, Laroni, Nashr Abu Zayd, An-Na’im, Fatima Mernissi,

dan lain-lain, lebih disukai dari pada kitab-kitab para Ulama Salaf seperti :

Syafi’i, Bukhori, Ghazali, dan lain-lain yang dinilainya sebagai buku-buku

biasa yang membosankan. (Pengaruh Kristen – Orientalis terhadap Islam

Liberal, Adnin Arsmas, GIP, Jakarta, tahun 2003, hal. 36 – 37).

 

8. Abdul Moqsith Ghazali

 

Saat menjawab pertanyaan seorang ibu tentang anaknya yang akan pindah agama,

Abdul Moqsith Ghazali menyatakan : ”Namun sekiranya dia (-anak ibu-) telah

berketatapan hati untuk pindah ke agama lain (-murtad-), maka tidak ada pilihan

lain kecuali ibu mesti mengikhlaskan kepergiannya ke agama lain.” (Majalah

Syir’ah No.39 hal.84-85)

 

9. M. Guntur Romli

 

a. Dalam artikel : Pewahyuan Al-Qur’an : Antara Budaya dan Sejarah, yang

dimuat Koran Tempo 4 Mei 2007, ia menyatakan :

”Al-Qur’an adalah karya bersama yang merupakan hasil gotong royong

antara Allah, malaikat Jibril dan Nabi Muhammad.”

”Al-Qur’an terpengaruh dengan keyakinan Ebyon, sekte Kristen minoritas

yang tidak mengakui Nabi Isa mati disalib.”

”Al-Qur’an adalah suntingan dari kitab sebelum-sebelumnya, yang

disesuaikan dengan kepentingan penyuntingnya. Al-Qur’an tidak bisa

melintasi konteks dan sejarah, karena ia adalah wahyu budaya dan

sejarah.”

 

b. ”Kenabian Muhammad disiapkan oleh Kaum Kristen. Khadijah adalah Santa

Kristen.” (Kompas 1 September 2007 dengan artikel berjudul : Muhammad

dan Kaum Cerdik Pandai Kristen)

 

c. ”Umar ibnu Al-Khaththab adalan pelaku Anal Sex.” (Artikel dengan judul :

Lesbian dalam Seksualitas Islam yang dimuat sebuah Journal berfaham

feminis radikal- dikutip dari Hidayatullah.com)

 

10. Ulil Abshar Abdalla, MA

 

a. ”Menurut saya, tidak ada yang disebut Hukum Tuhan dalam pengertian seperti

yang dipahami orang Islam. Misalnya Hukum Tuhan tentang pencurian, jualbeli,

pernikahan, pemerintahan dan lain-lain.” (Kompas, 18 November 2002).

 

b. ”Rasul Muhammad adalah Tokoh Historis yang harus dikaji dengan kritis

(sehingga tidak hanya menjadi mitos yang dikagumi saja, tanpa memandang

aspek-aspek beliau sebagai manusia yang juga banyak kekurangannya).”

(Kompas, 18 November 2002).

 

c. ”Negara Sekuler lebih unggul daripada Negara Islam ala fundamentalis, sebab

Negara Sekuler bisa menampung energi kesalehan dan energi kemaksiatan

sekaligus.” (Tempo edisi 19-25 November 2002).

 

d. ”Semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran. Jadi, Islam bukan

yang paling benar.” (Gatra, 21 Desember 2002).

 

e. ”Dari segi substansi saya tidak menyesali tulisan saya.” (Gatra, 21 Desember 2002).

 

11. Azyumardi Azra

 

a. ”Penerapan Syariat Islam bisa kontra produktif.” dinyatakan saat diwawancara

oleh Ulil Abshar Abdalla dari JIL.

 

b. ”Menurut saya Islam itu memang Pluralis, Islam itu banyak.” dimuat dalam

buku : Nilai-Nilai Pluralisme dalam Islam yang diterbitkan oleh Fatayat NU &

Ford Foundation, Th. 2005, hal.150)

 

12. Zuly Qodir

 

”Gerakan Formalisasi Syariah atau lebih tepat sebenarnya Gerakan Arabisasi.”

(Suara Merdeka Cyber News edisi 7 Oktober 2006)

 

13. Taufik Adnan Amal

 

”Dengan demikian, pandangan tradisional telah melakukan sakralisasi terhadap suatu

bentuk tulisan (-Al-Qur’an-) yang lazimnya dipandang sebagai produk budaya

manusia.” (Dalam buku : Rekonstruksi Sejarah Al-Qur’an, 2005, hal.379-381).

 

14. Rizal Mallarangeng

 

Saat terjadi polemik tentang Piagam Jakarta, di sebuah acara Talk Show di Metro

TV, dia menyatakan :

 

a. ”Yang negatif misalnya usaha mempertahankan ide tentang Piagam Jakarta,

dimana umat Islam atau individu-individu yang beragama Islam diwajibkan

menjalankan Syariat Islam. Itu kan mencampur-adukkan antara apa yang

menjadi urusan negara dengan apa yang menjadi urusan masing-masing.”

 

b. ”Upaya para penggerak Syariat Islam ini juga bisa dilihat sebagai kegagalan

membujuk orang menjalankan Syariat Islam secara sukarela. Memang paling

bagus ya pendekatan Dakwah Liberal.”

 

c. ”Memang yang paling bagus ya pendekatan Da’wah Liberal.” ungkapan ini

dimuat juga di buku : Wajah Liberal Islam Indonesia dan Islamlib.com.

 

15. Zuhairi Misrawi

 

Shalat itu tidak wajib.” Ungkapan ini diprotes keras oleh Persatuan Pelajar dan

Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Mesir (Gatra edisi 14 tgl. 20 Februari 2004)

 

16. Moeslim Abdurrahman

 

”Korban pertama dari Penerapan Syariah adalah Perempuan.” Dimuat dalam buku :

Wajah Liberal Islam Indonesia (2002).

 

17. M. Syafi’i Anwar

 

”Kehidupan bermasyarakat bangsa Indonesia makin mundur karena tidak

menghargai Pluralisme.” Wawancara dengan Wimar Witoelar dalam acara Sosok

dan Kiprah tgl. 7 Agustus 2005, yang dimuat dalam tokohindonesia.com

 

18. Husein Muhammad

 

”Sejauh ini pandangan saya cukup jelas : Perempuan dibolehkan menjadi Imam

Shalat bagi siapa saja, baik bagi perempuan mau pun laaki-laki.” Wawancara

dengan Ulil Abshar Abdalla dari JIL yang dimuat di situs islamlib.com.

 

 

KESIMPULAN

 

1. Bahwa dengan Bukti-Bukti di atas menjadi jelas bahwa

SEPILIS (Sekularisme – Pluralisme -Liberalisme) yang

diusung AKKBB adalah telah MENISTAKAN Agama, Al-

Qur’an, Nabi, Shahabat, Ulama dan Syariat Islam.

 

2. Bahwa dengan PENISTAAN tersebut maka SEPILIS

(Sekularisme-Pluralisme-Liberalisme) yang diusung

AKKBB adalah Sesat dan menyesatkan dan bukan dari

ajaran Islam.

 

3. Bahwa Fatwa MUI No.7 Thn. 2005 tentang Kesesatan

SEPILIS sudah tepat, dan wajib dipatuhi karena

berdasarkan Dalil Qoth’i yang sangat kuat.

 

4. Bahwasanya KESESATAN SEPILIS sudah merupakan

NOTOIR FAITTEN yaitu sesuatu yang sudah menjadi

PENGETAHUAN UMUM, sehingga SIAPA PUN berhak

untuk membicarakannya dan bukan merupakan TINDAK

PIDANA.

 

5. Bahwa membasmi KESESATAN SEPILIS bukan

suatu KEJAHATAN, bahkan KEWAJIBAN AGAMA yang

mesti dilaksanakan.

 

HIMBAUAN

 

Waspadalah terhadap MAFIA SEPILIS yang menipu umat

dengan segudang Gelar Akademis, memakai Jas Cendikiawan

dan Dasi Ilmuwan, melalui Performa Modernis serta Diplomasi

Intelektual, untuk melakukan MANIPULASI HUJJAH dan

KORUPSI DALIL, atas nama maslahat, pembaharuan,

persamaan, persatuan, kemanusiaan, kebebasan, keadilan dan

HAM ! Mereka adalah Perusak Aqidah, Penghancur Akhlaq,

Pemerkosa Syari’at dan Penoda Agama.

 

 

—————-]

 

PLEDOI

KETUA UMUM FRONT PEMBELA ISLAM

HABIB MUHAMMAD RIZIEQ SYIHAB

MENGADILI

PERJUANGAN PEMBUBARAN

AHMADIYAH

DENGAN TIM PENGACARA :

ADVOKASI ANTI AHMADIYAH

DISAMPAIKAN DI PN JAKARTA PUSAT PADA TGL.20 SYAWWAL 1429 H

 

PEMBELAAN

HABIB MOHAMMAD RIZIEQ SYIHAB

TERHADAP

TUNTUTAN JAKSA PENUNTUT UMUM

 

www.swaramuslim.net

www.pakdenono.com

 

Satu Tanggapan

  1. mari bersama2 kita lawan SEPILIS..

Tinggalkan Balasan