MAMA, IZINKAN AKU MENIKAH TANPA PACARAN

MAMA, IZINKAN AKU MENIKAH TANPA PACARAN
Pacaran Islami, Memang Ada?
Karya : Yuli Harmita
Source : www.tentang-pernikahan.com

Bagi remaja, bila istilah itu disebut-sebut bisa membuat jantung berdebar. Siapa sich yang enggak semangat bila bercerita seputar pacaran? Semua orang yang normal pasti senang dan bikin deg-degan.

Bicara soal cinta memang diakui mampu membangkitkan semangat hidup. Termasuk anak masjid, yang katanya “dicurigai” tak kenal cinta. Sama saja, anak masjid juga manusia, yang memiliki rasa cinta dan kasih sayang. Pasti dong, mereka juga butuh cinta dan dicintai. Soalnya perasaan itu wajar dan alami. Malah aneh bila ada orang yang enggak kenal cinta, jangan-jangan bukan orang.

Nah, biasanya bagi remaja yang sedang kasmaran, mereka mewujudkan cinta dan kasih sayangnya dengan aktivitas pacaran. Kayak gimana sich? Deuuh, pura-pura enggak tau. Itu tuch, cowok dan cewek yang saling tertarik, lalu mengikat janji, dan akhirnya ada yang sampai hidup bersama layaknya suami istri.

Omong-omong soal pacaran, ternyata sekarang ada gossip baru tentang pacaran islami. Ini kabar benar atau cuma upaya melegalkan aktivitas baku syahwat itu? Malah disinyalir, katanya banyak pula yang melakukannya adalah anak masjid. Artinya mereka itu pengen Islam, tapi pengen pacaran juga. Ah, ada-ada saja!!!

Memang betul, kalo dikatakan bahwa ada anak masjid yang meneladani tingkah James Van Der Beek dalam serial Dawson’s Creek, tapi bukan berarti kemudian dikatakan ada pacaraan Islami, itu enggak benar. Siapapun yang berbuat maksiat, tetap saja dosa. Jangan karena yang melakukan adalah anak masjid, lalu ada istilah pacaran Islami. Enggak bisa, jangan-jangan nanti kalau ada anak masjid kebetulan lagi nongkrongin judi togel, disebut judi Islam? Wah gawat bin bahaya.

Tentu lucu bin menggelikan dong bila suatu saat nanti teman-teman remaja yang berstatus anak masjid atau aktivis dakwah terkena “virus” cinta kemudian mengekspresikannya lewat pacaran. Itu enggak bisa disebut pacaran Islami karena memang enggak ada istilah itu. Jangan salah sangka, mentang-mentang pacarannya pakai jilbab, baju koko, dan berjenggot, lalu mojoknya di masjid, kita sebut aktivitas pacaran Islami. Wah salah besar itu!!!

Lalu bagaimana dengan sepak terjang teman-teman remaja yang terlanjur menganggap aktivitas baku syahwatnya sebagai pacaran Islami? Sekali lagi dosa! Iya dong. Soalnya siapa saja yang melakukan kemaksiatan jelas dosa sebagai ganjarannya. Apalagi anak masjid, malu-maluin ajach.

Coba simak QS. An-Nuur : 30, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan menjaga kehormatannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” Kemudian QS. An-Nuur : 31, “Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan menjaga kehormatannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya…”

Jadi gimana dong? Dalam Islam tetep tak ada yang namanya pacaran Islami. Lalu kenapa istilah itu bisa muncul? Boleh jadi karena teman-teman remaja hanya punya semangat keislaman saja tapi minus tsaqafah ‘pengetahuan’ Islamnya. So? Ngaji lagi yuk!!!

sumber; http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/2007/09/26/pacaran-islami-memang-ada/
=

9 Tanggapan

  1. Kalo ada pacaran islami?Berarti ada dunk zina Islami!!!!

    Klik link ini :)
    http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/2007/09/26/pacaran-islami-memang-ada/

  2. Hehehe,,
    Sory link diatas salah, yang benar ini :
    http://kedaidiamond.wordpress.com/2009/05/02/pacaran-produk-haram/

    Thx ^^b

  3. thanx ya commentnya..

  4. Ta’aruf Selamanya..

    Ta’aruf forever..! Ya..:) berbicara ta’aruf dengan pasangan..adalah pembicaraan yang tidak pernah usang. Kali ini kita tidak hendak berbicara mereka yang ta’aruf terus tetapi ngga nikah-nikah :p, tetapi ta’aruf pranikah yang ‘berakhir’ dengan pernikahan. Bahwa adalah dugaan yang salah, dengan berta’aruf pranikah yang singkat dan padat itu, menjamin kita mengenal secara detail pasangan kita.

    “Tuh kan..makanya pacaran..kenali dulu luar dalamnya.. gimana sifat-sifatnya..ga perlu segera nikah..ntar cerai lagi..”(pro pacaran said)

    …eit..nyamber aja yah.. :hmmm:..emangnya kalo pacaran, butuh berapa lama untuk bisa saling kenal?

    “Nah..kalo itu sih tergantung ‘pelakunya’, apakah udah merasa cukup atau belum..kadang setahun..kadang 5 tahun..kadang 12 tahun..kadang hamil duluan..kadang..mmmm…yang penting jalanin aja dulu deh..” (pro pacaran said again :D )

    ..yeeee..jadi ngga jelas(salah ma salah diaduk2) gini, kalo dalam Islam, jawaban-jawaban yang kaya gini ini “syubhat” namanya, dan yang namanya syubhat itu dekat sama maksiat (jangan-jangan ‘anaknya’ yak..:p) itu mesti kita jauhin. Karena faktanya, ta’aruf yang singkat itu lebih tahan ‘uji’ dibandingkan mereka yang bertahun-tahun pacaran, wallahu’alam. Hanya terkadang, ada gejala bahwa hal-hal yang diketahui melalui ta’aruf yang singkat itu sebagai segala-galanya. Kita mengeneralisir pasangan, berdasarkan ta’aruf pranikah yang singkat tadi. Sehingga terjadi mis-understanding dalam mengkomunikasikan sesuatu terhadap pasangan, padahal seharusnya hal itu tidak perlu terjadi, karena pernikahan juga dapat berarti ta’aruf selamanya.

    Perumpamaannya kira-kira seperti ini, ingat masa-masa kita ingin memasuki bangku kuliah? Terutama bagi mereka yang ingin memasuki perguruan tinggi negeri ternama, pasti akrab dengan istilah SPMB(kita abaikan bagi mereka yang menggunakan jalur khusus ya :p). Untuk persiapan SPMB itu, sebaiknya kita telah mengetahui jurusan apa yang menjadi minat kita, kemudian kita mulai belajar dengan sungguh-sungguh, dengan latihan mengerjakan soal, mempersiapkan stamina pada saat ujian dsbnya. Artinya, secara sederhana, sebelum mengikuti SPMB tersebut, kita sudah paham dengan tujuan kita, kita sudah mempersiapkan ilmu untuk hal itu, dan kita sudah siap dengan kemungkinan diterima atau ditolak.

    Begitu juga dengan ta’aruf pranikah. Sebelum memulai ta’aruf, maka tetapkanlah tujuan kita dengan jelas(meliputi tujuan pernikahan, kriteria pasangan, dsbnya), ilmu yang mengajarkan tentang pergaulan yang syar’i, tentang pernikahan, tentang hak suami dan istri, dan kesiapan diri untuk kemungkinan ditolak atau diterima. Nah..jika sudah siap dengan segala persiapan itu, maka ta’aruf pranikah dapat dengan mudahnya kita laksanakan, mengenai hasilnya, kita serahkan kepada Allah SWT. Setelah proses ta’aruf itu kita lewati satu persatu, hingga tiba masanya kita melaksanakan walimatul ursy, ketahuilah pada saat itu..ta’aruf yang sesungguhnya baru saja dimulai. Ta’aruf pranikah yang kemarin kita lakukan, sejatinya hanyalah ‘ujian masuk’ ke ta’aruf yang sesungguhnya. Laksana kehidupan ‘perkuliahan’ di perguruan tinggi , maka pernikahan adalah masa-masa ta’aruf yang sesungguhnya dalam ‘universitas kehidupan’.

    So, jangan pernah ada lagi ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap pasangan. Kelebihan dan kekurangan selalu ada dalam diri setiap insan. Jangan hanya karena kekurangannya yang sedikit menghapus banyak kebaikannya kepada kita, apalagi kita sadar bahwa diri ini pun tidak sedikit kekurangannya. Selamilah diri pasangan kita dengan tulus, kenali dan kenali lagi, karena dengan semakin kenal..kita semakin cinta .

    “Rabbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrata a’yun, waj ‘alna lil muttaqi na imamaa”.aamiin.

    sumber: http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/2008/05/18/taaruf-selamanya/

    =

  5. Dialog imajinatif antara hati dan mata
    -
    -
    -

    Situasi: ……..ada sekumpulan ikhwan akhwat yang mengadakan acara baksos. Interaksi diantaranya pun tidak mungkin dihindari, meski ada jarak diantara mereka. Aturan syariat tentang hijab secara luas, menahan pandangan, khalwat, dll telah diketahui dan sedang serta terus-menerus dipraktekkan. Tetapi apalah daya..ikhwan akhwat juga manusia, punya hati punya rasa, jangan samakan dengan..(stop…lho..kok malah bersenandung..:p).

    Tibalah pada suatu ketika..ketika acara baksos tersebut sedang sibuk-sibuknya, ada seorang ikhwan yang tidak sengaja melepaskan pandangannya kepada seorang akhwat menarik yang sedang sibuk membagi-bagikan sembako…..

    “wuuuutttttt……syeeepp”
    mata ikhwan sedang menatap akhwat tersebut. Bukan tatapan yang disengaja, tidak juga tatapan untuk waktu yang lama. Tetapi pandangan itu sejatinya dilepaskan untuk hati mereka yang memandang itu sendiri. Ketika dialihkan, maka anak panah itu akan tercabut dari hati orang yang memandangnya.

    kemudian hatinya pun mulai berkomentar: “adaoww…apaan tadi ya?…sakit tapi menyenangkan…tadi akhwat yang mana ya…? mata…lihat lagi donk…ayo lihat lagi.. ?

    mata : “udah donk..kan Allah SWT memerintahkan aku untuk menundukkan pandangan…”

    hati : “emangnya kenapa…kan kalau kenapa-kenapa, tunduk lagi aja..gampang kan..gitu aja kok repot” hati mencari pembenaran.

    mata : “ngga deh..nanti pemilikku(sang ikhwan) jadi ngga konsen sama baksosnya..”

    hati : “wah..kuno kamu…pemilik kamu kan dah tahu batasan2nya..udah lihat lagi aja..dijamin gapapa deh..?”

    mata : “mmm…ok deh, bentar aja ya”..mata si ikhwan pun memandang untuk kedua kalinya, seketika sang hati merasa ada perasaan senang yang lebih dari sebelumnya. Tapi tidak berapa lama, kesenangan hati pun sirna seiring dengan pandangan sang mata yang dialihkan.

    hati : “ahhh..kamu gimana sih mata…bentar banget..aku kan belum puas.. lihat lagi donk” hati memaksa.

    mata : “jangan deh hati..nanti kamu, aku dan pemilik kita bakalan ngga konsen sama baksosnya…baksos ini kan juga dalam rangka ibadah kepada Allah SWT..”

    hati : “yee..kamu teh kumaha sih mata..ini juga kan dalam rangka menjemput masa depan atuh(akal-akalan si hati)..bayangkan kalo pemilik kita menikah sama akhwat itu..kan berkat kamu juga..”

    mata : “ya..tapi kan bukannya dicari tahu dulu kesiapan pemilik kita ini..baru deh aku melihat-lihat..bukannya apa-apa hati, takutnya.. kalo sebenarnya pemilik kita ini belum siap..justru malah akan merusak amaliyahnya kepada Allah, jadi ngga ikhlas gitu”

    hati : “udah deh..ikhlash ga ikhlas itu urusanku..itu tanggunganku..kamu teh cuma lihat sajah..udah selebihnya aku yang tanggung…ayo..kuperintahkan kau, mata, untuk melihat..”

    mata : “baiklah..kalau itu maumu” dengan terpaksa mata mengiyakan.

    Satu panah beracun menancap dihati, kemudian ada panah kedua, ketiga, dan akhirnya ada kesekian panah yang menancap dihati. Memandang lebih dari apa yang bisa dipandang(berkhayal), hingga acara baksos itu selesai, si ikhwan pun pulang dengan “luka” rindu dihati. Panah-panah itu meninggalkan “fatamorgana” sosok si akhwat, semakin si pemiliknya berusaha untuk mengingat-ingat si akhwat, semakin panah-panah itu menusuk ke dalam hati. Esoknya, adalah hari-hari yang disikapi untuk memenuhi tuntutan(dosa kecil memandang, berbicara, dsbnya) hati terhadap hal itu.

    Tetapi..Alhamdulillah, usaha untuk terus menjaga mata, dan menata hati sesuai tuntunan Allah SWT, tidaklah begitu saja terlenakan oleh racun dari panah-panah iblis(pandangan kepada wanita non muhrim) tadi. Dimalam berikutnya..Si ikhwan pun bermaksud mengadu kepada Allah SWT tentang perihal ini. Dalam munajatnya kepada Allah SWT, si ikhwan mulai merenungi apa yang sebenarnya terjadi, Si ikhwan menghendaki adanya klarifikasi..si ikhwan ingin agar mata dan hati yang diamanahkan Allah SWT untuknya itu memberikan argumentasi yang benar, bukan untuk membenarkan.

    Nurani ikhwan berkata “Silahkan untuk mata dan hati..siapa diantara kalian yang ingin memberikan argumentasi mengenai perkara ini..”

    hati berkata : sambil menunjuk kepada mata “kaulah yang telah menyeretku kepada kebinasaan dan mengakibatkan penyesalan, karena aku mengikutimu beberapa saat saja. kau lemparkan kerlingan matamu ke taman itu, kau mencari kesembuhan dari kebun yang tidak halal bagimu, kau salahi firman Allah “Hendaklah mereka menahan pandangannya..”, kau salahi sabda Rasulullah SAW “memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada Allah azza wajalla, maka Allah akan memberi balasan iman kepadanya, yang akan didapatinya didalam kelezatan hatinya (HR Ahmad)” (tapi sepertinya ini hadits dhaif/lemah, red)

    Lalu..adakah orang yang lebih tercela daripada orang yang terkena panah beracun? apakah engkau tidak tahu bahwa tidak ada yang lebih berbahaya bagi manusia selain dari mata dan lidah? tidak ada kerusakan yang lebih banyak daripada kerusakan yang diakibatkan mata dan lidah. Berapa banyak kebinasaan yang disebabkan mata dan lidah? berapa banyak sumber kehinaan yang muncul karena mata dan lidah? barangsiapa ingin hidup bahagia dan terpuji, maka hendaklah dia menahan ujung padangan mata dan lidahnya, agar dia selamat dari bahaya, karena mata menyimpan kelebihan pandangan dan lidah menyimpan kelebihan bicara”

    Tidak terima argumentasi sang hati, matapun menjawab..

    mata berkata : “Kau zalimi aku sejak awal hingga akhir. Kau kukuhkan dosaku lahir dan batin. padahal aku hanyalah utusanmu yang selalu taat dan penuntun yang menunjukkan jalan kepadamu. Engkau adalah raja yang ditaati, sedangkan kami hanyalah rakyat dan pengikut. Untuk memenuhi kebutuhanmu, kau naikkan aku ke atas kuda yang binal, disertai ancaman dan peringatan. jika kau suruh aku ke atas untuk menutup pintuku dan menjulurkan hijabku, dengan senang hati akan kuturuti perintah itu. Jika engkau memaksakan diri untuk mengembala dikebun yang dipagari dan engkau mengirimku untuk berburu ditempat yang dipasangi jebakan, tentu engkau akan menjadi tawanan yang sebelumnya engkau adalah seorang pemimpin, engkau menjadi budak yang sebelumnya engkau adalah tuan. Yang demikian ini karena pemimpin manusia dan hakim yang paling adil, Rasulullah SAW telah membuat keputusan bagiku dan dirimu, dengan bersabda..

    “Sesungguhnya didalam tubuh itu ada segumpal darah. Jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik pula, dan jika ia rusak, rusak pula seluruh tubuh. Ketahuilah..segumpal darah itu adalah hati” (HR Bukhari, Muslim, dan lainnya)

    wahai hati..jika engkau dianugrahi pandangan, tentu engkau tahu bahwa rusaknya para pengikutmu adalah karena kerusakan yang ada pada dirimu, dan kebaikan mereka adalah kebaikanmu. Lalu..engkau lemparkan kesalahanmu kepadaku, mata yang tak berdaya, padahal sumber bencana yang menimpamu adalah karena engkau tidak memiliki cinta kepada Allah azza wajalla, tidak menyukai dzikir kepada Nya, tidak menyukai firman, asma, dan sifat-sifatNya. Engkau beralih kepada yang lain dan berpaling dariNya. Engkau berganti mencintai selainNya, padahal engkau telah mendengar kisah pengingkaran Allah terhadap Bani Israil, karena mereka mengganti makanan yang ada dengan makanan yang lain yang justru lebih hina. Maka Allah mencela mereka

    “Maukah kalian mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?”(Al Baqarah: 61)

    bagaimana keadaan pengganti cinta kepada Pencipta, Pelindung dan yang menangani urusannya, yang tidak memiliki keberuntungan, kenikmatan dan kesenangan? Bandingkanlah Allah dengan sesuatu yang engkau jadikan penggantiNya dan pengganti cinta kepadaNya. Apakah engkau ridho berada dijamban, sementara orang-orang yang mencintai Allah berkeliling di Arsy? Jika engkau menghadapkan diri kepada Allah dan berpaling dari selainNya, tentu engkau akan melihat berbagai macam keajaiban, engkau aman dari bencana dan kerusakan. Tentunya engkau sudah tahu bahwa Dia mengkhususkan keberuntungan dan kenikmatan kepada orang yang mendatangiNya dengan hati yang bersih, atau bersih dari kemusyrikan, yang didalmnya tidak ada cinta kepada selainNya dan hanya mengikuti ridhoNya.

    Antara dosaku dan dosamu ditengah manusia seperti antara kebutaanku dan kebutaanmu dalam membuat analogi, sebagaimana firman Allah SWT “Sesungguhnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang didalam dada” (Al Hajj :46)
    itulah argumentasiku” kata mata mengakhiri, yang bersamaan dengan jatuhnya bulir-bulir mutiara melalui dirinya.

    Hati, mata, nurani si ikhwan, bersatu dalam lafazh “Astaghfirullaa hal Adzhim…Astaghfirullaa hal Adzhim..laa ila ha illa anta, subhanaka, inni kuntu minadzh dzholimin..Astaghfirullaa hal Adzhim”, memohon ampunan Allah SWT, memohon agar diri yang lemah ini dimudahkan untuk melihat yang benar itu benar dan begitu juga sebaliknya, serta dikuatkan untuk selalu mensucikan diri dan menghindari segala dosa, meski itu hanya dosa kecil, Amin.

    wallahu’alam
    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    ===================================
    berdasarkan uraian Syaikhuna Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam kitab Raudhah al muhibbin wa nuzhah al musytaqin yang buku terjemahannya diberi judul Taman orang-orang yang jatuh cinta dan memendam rindu(TOJCMR), terbitan darul Falah, hal 84 – 89.
    ===================================

    sumber: http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/2008/08/10/dialog-imajinatif-antara-hati-dan-mata/

    =

  6. “Mata adalah penuntun, dan hati adalah pendorong dan penuntut. Yang pertama memiliki kenikmatan pandangan, dan yang kedua memiliki kenikmatan pencapaian. Dalam dunia nafsu, keduanya merupakan sekutu yang mesra, dan jika terpuruk kedalam kesulitan serta keduanya bersekutu dalam cobaan, maka masing-masing akan mencela dan mencaci yang lain” Syaikh Ibnul Qayyim Al Jauziyah.(TOJCMR:84)

    Kami ingin memulainya dengan sebuah hadits, “Dari Jarir bin Abdullah Radhiyallahu’anhum berkata “Saya pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang pandangan yang tidak sengaja. Lalu beliau memerintahkan agar aku mengalihkan pandangan ku” (HR Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzy) sebagai jawaban kepada SPPI dan kepada siapa saja yang masih menduga adanya pacaran ala Imam Ibnul Qayyim (na’udzubillah), atau adanya pandangan yang halal pada mereka yang jatuh cinta sebelum menikah apalagi yang berpacaran. Jika bagi mereka yang tidak berpacaran saja pandangan seperti ini(yang tidak sengaja) dialihkan oleh Rasullah SAW, apalagi bagi mereka yang pacaran, jelas pandangan yang terjadi adalah pandangan yang disengaja dan berulang-ulang, sehingga tidak diragukan lagi keharamannya bagi mereka yang berfikir.

    Indera kita yang banyak ragamnya ini, diyaumil akhir nanti, selain mulut, semua akan bersaksi tentang segala perkara yang baik dan buruk, yang ditampakkan dan yang disembunyikan sehingga semua amaliyah, termasuk tipu daya dan “penyamaran” kita akan terbuka dengan gamblangnya tanpa pernah kita mampu untuk memberikan pembenaran lagi. Pandangan akan berkata dengan jujur, hati akan berkata dengan jujur, tangan akan berkata dengan jujur, kaki akan berkata dengan jujur, semua amanah tubuh itu akan bertasbih memuji kebesaran Allah SWT dan menetapkan apakah si fulan/ah itu amanah terhadap apa yang telah dititipkan oleh Allah SWT untuknya.

    Berbicara perkara pandangan, biasanya orang akan benar-benar yakin terhadap sesuatu kalau dia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Itu artinya bukan mata kepala orang lain, atau mata sendiri kepala orang lain, atau mata orang lain dikepala sendiri..(halah kok makin ngaco..hehe). Seperti kata Imam Ibnul Qayyim diatas, mata laksana penuntun, dan hati adalah pendorong dan penuntut. Hati adalah panglima, sedangkan mata dan lainnya adalah pesuruh. Berikut dialog imajinatif antara mata dengan hati..semoga menjadi perenungan bersama, dan menyikapinya dengan sikap-sikap yang terbaik.

    http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/2008/08/10/dialog-imajinatif-antara-hati-dan-mata/

    =

  7. Aku Bukan Teroris (Cinta)!!!

    Apakah Aku begitu menakutkan bagimu?
    Hingga Kau berpikir aku seperti Cho Seung-Hui.
    Kehilangan akal sehat dan membunuhmu.
    Aku tidak akan sanggup lakukan itu, Sayangku.

    Aku tidak pernah memaksamu mencintaiku.
    Aku bahkan tidak tahu apa aku pantas dicintai.
    Apakah kata-kata ku adalah luapan amarah?
    Atau ini berasal dari hati yang takut kan surya pagi.

    Aku berlinang air mata merindukanmu, Sayangku.
    Tapi aku tidak bisa membuatmu mencintaiku, jika
    Kamu memang tidak pernah ingin mencintaiku.
    Silahkan pergi dan kejar impianmu selamanya.

    Aku tidak akan pernah menahanmu pergi.
    Jangan pernah cintaiku dalam keterpaksaan.
    Aku tidak pernah ingin Kamu terluka.
    Biar Aku saja yang menanggungnya.

    Aku adalah seorang yang takut fajar.
    Aku berlari dalam kegelapan yang pekat.
    Aku bukan teroris cinta, Sayangku.
    Bunuh aku dahulu jika Kamu tidak yakin.

    sumber: http://www.acehforum.or.id/sastra-f26.html

    =

  8. Hati-Hati Dengan Rasa Rindu

    oleh: Syaikh Aidh Al Qarni

    Jangan pernah merindukan sesuatu secara berlebihan. Karena, yang demikian itu menyebabkan kegelisahan yang tak pernah padam. Seorang muslim akan bahagia ketika ia dapat menjauhi keluh kesah, kesedihan dan kerinduan. Demikian pula ketika ia dapat mengatasi keterasingan, keterputusasaan dan keterpisahan yang dikeluhkan para penyair. Betapapun yang demikian itu adalah tanda kehampaan hati.

    “Tidakkah kamu melihat orang2 yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Rabbnya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmuNya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya?” (QS Al Jatsiyah: 23)

    -Akulah yang menarik ujung kematian itu, siapakah yang akan dituntut padahal si korban adalah si terdakwa itu sendiri-

    Maksud bait syair ini, kita berhak merasakan sakit dan menderita sebab kita adalah penyebab utama dari semua yang terjadi pada diri kita. Seseorang yang berasal dari Andalusia menyombongkan dirinya karena bisa merasakan suka yang melebihi batas.

    -Sebelum aku, orang mengeluh berat berpisah, dan ketakutan muncul pada yang mati dan yang hidup.
    Jika rusuk2ku menghimpun, maka aku tidak akan lagi mendengar dan tidak pula melihat-

    Bila saja diantara tulang2nya berhimpun ketaqwaan, dzikir, kesadaran rohani dan ilahiyah, maka kebenaran akan bisa dicapai. Disamping itu, bukti akan menjadi semakin jelas dan kebenaran akan terlihat.

    “Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syetan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang2 yang bertaqwa bila mereka ditimpa was2 dari syetan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan2nya” (QS Al A’raf : 200 – 201)

    Ibnul Qayyim telah memberikan terapi yang sangat manjur tentang masalah ini dalam bukunya yang sangat terkenal Ad Da’ wad Dawa’ atau Al Jawab asy Syafi’ an Man Sa’ala ‘anid Dawa’ asy Syafi’. Saya sarankan pembaca untuk merujuk kepada kedua buku tersebut. Rasa suka yang berlebihan itu banyak sebabnya. Diantaranya,

    1. Hati yang tidak terisi oleh rasa cinta, rasa syukur, dzikir, dan ibadah kepada Allah.
    2. Membiarkan mata jalang. Mengumbar mata adalah jalan yang menghantarkan pada kesedihan dan keresahan :

    “Katakanlah kepada orang2 laki2 yang beriman :”Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya..” (QS An Nur:30)

    Rasulullah juga bersabda: ‘Pandangan (mata) itu adalah satu dari sekian banyak anak panah iblis’

    -Jika kau liarkan matamu kepada semua mata, maka semua pemandangan akan membuatmu lelah.
    Kaulihat pemandangan, tapi tak seluruhnya mampu kau lihat dan kau tatap-

    3. Meremehkan ibadah, dzikir, doa, dan sholat nafilah. “Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan2 keji dan munkar” (QS Al Ankabut : 45)

    Ada pun obatnya,
    “Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih” (QS Yusuf: 24)

    1. Berusaha untuk selalu berada dipintu2 ibadah dan memohon kesembuhan kepada Yang Maha Agung.

    2. Merendahkan pandangan dan menjaga kemaluan. “..mereka menahan pandangannya dan memelihara
    kemaluannya..”(QS An Nuur : 30), ” Dan orang2 yang menjaga kemaluan mereka” (QS Al Mu’minun : 5)

    3. Menjauhkan hati dari hal2 yang bisa mengikatnya dan berusaha melupakannya.

    4. Menyibukkan diri dengan amal sholeh dan berguna. ” Sesungguhnya mereka adalah orang2 yang bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami denagn harap dan cemas ” (QS. Al-anbiya : 21)

    5. Menikah secara syar’i. ” Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ” (QS. An Nisa : 3)

    ” Dan, diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya “. (QS. Ar Rum : 21)

    Rasulullah bersabda, “Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang sudah mampu untuk menikah, hendaklah menikah.”

    http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/2007/12/14/hati-hati-dengan-rasa-rindu/

    =
    ================================================

    =

    http://balisugar.com/2008/03/03/putus-cinta/
    -

    Seorang perempuan baru saja kehilangan seseorang yang sangat dicintainya, sebut saja si A yang ditinggal kekasihnya. Dia sangat terpukul kerjaannya menangis terus…mengurung diri. Seakan segala keindahan di bumi ini telah lenyap karena putus cinta. Tentunya kisah seperti ini bukan hanya satu, aku melihat dia tak tahan juga merasa kasihan, umurnya baru 22, sebagai seorang sahabat yang bisa kulakukan hanya menghibur, memberi dorongan dan mengharapkan yang terbaik untuk gadis A yang sering curhat.

    Memang bukan hal yang mudah untuk menghibur orang yang sangat bersedih, apalagi istilahnya untuk membantu dia bangkit dari keterpurukanya, gadis A sangat…sangat menderita, tak bosan-bosan aku terus bicara dengan memilih kata sangat hati-hati agar tak menyinggungnya harapanku semoga meresap sebagai sebuah dorongan dari seorang kawan. Tentunya setiap orang berbeda dalam menghadapi berbagai macam persoalan yang menimpa, tergantung dari kepribadian masing-masing, ada yang tabah ada yang cengeng ada yang tegar.

    Aku pun pernah muda, pernah mempunyai impian-impian yang kandas, pernah gagal cinta juga menghadapi kesedihan yang sangat dalam, namun Alhamdulillah aku bisa menghadapi rintangan hidup dengan tegar. Mungkin kau…kau…kau yang sedang lewat atau sedang bersedih, karena putus cinta, tanpa bermaksud menggurui aku hanya ingin sedikit berbagi denganmu, siapa tahu kau sedikit terhibur bagaimana caraku menghadapi sebuah kesedihan.

    Tentu saja yang paling utama adalah berpasrah diri, berdo’a lebih mendekatkan diri pada Allah akan membuat jiwa tenang. Kalau ingin menangis, menangislah sepuasnya…sepuasnya…sepuasnya !!! Setelah itu duduklah sendiri di luar ruangan mungkin bisa sambil melihat bintang, merasakan hembusan angin lalu bayangkan suatu hal yang sangat indah yang pernah terjadi padamu misalkan dengan membayangkan tempat etc, lalu bayangkan lagi hal yang paling menyedihkan bagimu, rasakan setiap tikam dan getarnya ! lalu renungi kondisi jiwamu yang tengah lebur pada saat itu.

    Tanyakan pada hatimu sampai kapan akan terpuruk pada sebuah kesedihan hah ?? Bicaralah ! bicaralah pada hatimu sendiri, kalau perlu hadapi cermin !!! lihat…lihat siapa dirimu yang bermata sembab ! Apa pantas jadi kamu ? tanyakan pada wajahmu di cermin apa yang salah dengan diriku ? kenapa kusut begini ? bukankah aku orang yang kuat, tegar, segala penderitaan yang sedang kuhadapi tak seberapa dibanding orang yang sedang benar-benar menderita !!! katakanlah berulang kali pada dirimu di cermin, tentang sebuah kehilangan ?? Hm bagaimana mungkin kau kehilangan sesuatu kalau kau memang tak pernah memilikinya, sadarilah.

    Memiliki kerelaan akan membuatmu merasa jauh lebih bahagia, selalu berpikir positif dan usahakan menebar senyum meski kau sedang diludahi, relakan apa yang pergi apalagi seorang pasangan kalau kau benar mencintai biarkan dia bahagia bersama yang lain daripada dia menderita denganmu tak ada yang bisa menghindar dari cinta sebesar apapun tebusanya, dengan begitu tak ada apapun yang hilang padamu, Insya Allah air mata tidak akan menyesatkan emosi.

    Hik..hik.. Dr. Reni bicara cinta

    sumber: http://balisugar.com/2008/03/03/putus-cinta/

    =

  9. waduh. gawat juga tuh

Tinggalkan Balasan