PUTRIKU, PAPA HANYA IJINKAN KAMU MENIKAH, BUKAN BERPACARAN
-
=================
Ayah, Bolehkah Berpacaran?
Karya : Abu Aufa
Source : www.tentang-pernikahan.com
-
-
-
ABSTRACT: Mungkin ada diantara kita selaku orangtua yang tidak mampu bersikap tegas dalam menyampaikan ajaran Islam, terutama yang berhubungan dengan psikoseksual remaja. Kita ‘malu’ menyampaikan kebenaran, padahal itu adalah kewajiban kita untuk menyampaikannya dan hak mereka untuk mengetahuinya. ‘Ayah, bolehkah berpacaran?’ mungkin salah satu pertanyaan yang lambat laun akan menyergap kita. Salah satu jawaban yang cerdas, memuaskan dan tepat, mungkin dapat kita simak dari artikel di bawah ini. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk memberikan yang terbaik kepada putra-putri kita, yaitu pendidikan yang baik dan adab yang mulia.
———————————————————–
-
Seorang ayah, bila ia mempunyai putra yang beranjak remaja, lambat atau cepat ia akan disergap oleh pertanyaan seperti ini: ‘Ayah, bolehkah berpacaran?’
-
Pengertian ‘berpacaran’ menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bercintaan, berkasih-kasihan. Sebagai Ayah yang baik, kita sudah seharusnya sejak jauh hari berusaha menyiapkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tak terduga seperti itu. Namun seringkali kita tidak siap dengan jawaban ketika pertanyaan tadi terlontar dari mulut anak kita.
Seorang ayah mempunyai posisi strategis. AYAH TIDAK SAJA MENJADI PEMIMPIN BAGI KELUARGANYA, SEORANG AYAH JUGA SEHARUSNYA BISA MENJADI TEMAN BAGI ANAK-ANAKNYA, MENJADI NARASUMBER DAN GURU BAGI ANAK-ANAKNYA.
‘Tiada pemberian seorang bapak terhadap anak-anaknya yang lebih baik dari pada (pendidikan) yang baik dan adab yang mulia.’ (HR At-Tirmidzy)
‘Barangsiapa yang mengabaikan pendidikan anak, maka ia telah berbuat jahat secara terang-terangan …’ Ibnu Qayyim.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan dimintai pertangungjawaban terhadap apa yang kamu pimpin. Seorang suami (ayah) adalah pemimpin bagi anggota keluarganya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang telah dipimpinnya atas mereka.” (HR Muslim).
Ada sebuah contoh yang datangnya dari keluarga Pak Syamsi. Ketika Iwan anak remajanya bertanya soal berpacaran, Pak Syamsi yang memang sudah sejak lama mempersiapkan diri, dengan santai memberikan jawaban seperti ini: ‘Boleh nak, sejauh berpacaran yang dimaksud adalah sebagaimana yang terjadi antara Ayah dan Bunda’ Pak Syamsi menjelaskan kepada Iwan, bahwa berpacaran adalah menjalin tali kasih, menjalin kasih sayang, dengan lawan jenis, untuk saling kenal-mengenal, untuk sama-sama memahami kebesaran Allah di balik tumbuhnya rasa kasih dan sayang itu. Oleh karena itu, berpacaran adalah ibadah. Dan SEBAGAI IBADAH, BERPACARAN HARUSLAH DILAKUKAN SESUAI DENGAN KETENTUAN ALLAH, YAITU DI DALAM LEMBAGA PERKAWINAN (alias dilakukan setelah menikah, red).
-
Di dalam sebuah Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya.’ ‘Di luar ketentuan tadi, maka yang sesungguhnya terjadi adalah perbuatan mendekati zina, suatu perbuatan keji dan terkutuk yang diharamkan ajaran Islam (Qs. 17:32). Allah SWT telah mengharamkan zina dan hal-hal yang bertendensi ke arah itu, termasuk berupa kata-kata (yang merangsang), berupa perbuatan-perbuatan tertentu (seperti membelai dan sebagainya).’ Demikian penjelasan Pak Syamsi kepada Iwan anak remajanya.
-
“DI DALAM LEMBAGA PERKAWINAN, ANANDA BISA BERPACARAN DENGAN BEBAS DAN TENANG, BISA SALING MEMEMBELAI DAN MENGASIHI, BAHKAN LEBIH JAUH DARI ITU, YANG SEMULA HARAM MENJADI HALAL SETELAH MENIKAH, YANG SEMULA DIHARAMKAN TIBA-TIBA MENJADI HAK BAGI SUAMI ATAU ISTRI YANG APABILA DITUNAIKAN DENGAN IKHLAS KEPADA ALLAH AKAN MENDATANGKAN PAHALA.” Demikian penjelasan pak Syamsi kepada Iwan.
-
“Namun jangan lupa,” sambung pak Syamsi, “ISLAM MENGAJARKAN DUA HAL YAITU MEMENUHI HAK DAN KEWAJIBAN SECARA SEIMBANG. DI DALAM LEMBAGA PERKAWINAN, KITA TIDAK SAJA BISA MENDAPATKAN HAK-HAK KITA SEBAGAI SUAMI ATAU ISTERI, NAMUN JUGA DITUNTUT UNTUK MEMENUHI KEWAJIBAN, MENAFKAHI DENGAN LAYAK, MEMBERI TEMPAT BERNAUNG YANG LAYAK, DAN YANG TERPENTING ADALAH MEMBERI PENDIDIKAN YANG LAYAK BAGI ANAK-ANAK KELAK …” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seorang yang membina anaknya adalah lebih baik daripada ia bersedekah satu sha’ … (HR At-Tirmidzy).
-
“Nah, apabila ananda sudah merasa mampu memenuhi kedua hal tadi, yaitu hak dan kewajiban yang seimbang, maka segeralah susun sebuah rencana berpacaran yang baik di dalam sebuah lembaga perkawinan yang dicontohkan Rasulullah…” Demikian imbuh pak Syamsi.
-
Seringkali kita sebagai orangtua tidak mampu bersikap tegas di dalam menyampaikan ajaran Islam, terutama yang sangat berhubungan dengan perkembangan psikoseksual remaja. Seringkali kita ‘malu’ menyampaikan kebenaran yang merupakan kewajiban kita untuk menyampaikannya, sekaligus merupakan hak anak untuk mengetahuinya.
Sebagai anak, seorang Iwan memang harus mempunyai tempat yang cukup layak untuk menumpahkan aneka pertanyaannya. Sebagai lelaki muda, yang ia butuhkan adalah sosok ayah yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaannya dengan cerdas, memuaskan, dan tepat. Seorang ayah yang mampu menjawab pertanyaan bukan dengan marah-marah.
Berapa banyak remaja seperti Iwan diantara kita yang tidak punya tempat bertanya yang cukup layak? Bagi seorang Iwan, sebagaimana dia melihat kenyataan yang terjadi di depan matanya, berpacaran adalah memadu kasih diantara dua jenis kelamin yang berbeda, sebuah ajang penjajagan, saling kenal diantara dua jenis kelamin berbeda, antara remaja putra dengan remaja putri, yang belum tentu bermuara ke dalam lembaga perkawinan. Hampir tak ada seorang pun remaja seperti Iwan yang mau menyadari, bahwa perilaku seperti itu adalah upaya-upaya mendekati zina, bahkan zina itu sendiri! Celakanya, hanya sedikit saja diantara orangtua yang mau bersikap tegas terhadap perilaku seperti ini.
Bahkan, seringkali sebagian dari orangtua kita justru merasa malu jika anaknya yang sudah menginjak usia remaja belum juga punya pacar. Sebaliknya, begitu banyak orangtua yang merasa bangga jika mengetahui anaknya sudah punya pacar. ‘Berapa banyak kejahatan yang telah kita buat secara terang-terangan …?’
Di sebuah stasiun televisi swasta, ada program yang dirancang untuk mempertemukan dua remaja berlawanan jenis untuk kelak menjadi pacar.
Di stasiun teve lainnya ada sebuah program berpacaran (dalam artian perbuatan mendekati zina) yang justru diasosiasikan dengan heroisme, antara lain dengan menyebut para pelakunya (para pemburu pacar) sebagai “pejuang.” Dan bahkan para “pejuang” ini mendapat hadiah berupa uang tunai yang menggiurkan anak-anak remaja. Perilaku para “pejuang” ini disaksikan oleh banyak remaja, sehingga menjadi contoh bagi mereka.
-
Makna pejuang telah bergeser jauh dari tempatnya semula. Seseorang yang melakukan perbuatan mendekati zina disebut “pejuang.” Hampir tidak pernah kita mendengar ada seorang pelajar yang berprestasi disebut pejuang. Jarang kita dengar seorang atlet berprestasi disebut pejuang.
-
-
*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah, Abu Aufa
==========
SUMBER:
http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/2007/09/26/ayah-bolehkah-berpacaran/
-
DIarsipkan di bawah: dosa & maksiat
Punya mantan pacar yang nyebelin???!!!… Itu mah biasaaaaa….
Ibarat kata, jangankan pas udah jadi mantan, waktu jadi pacar aja suka nyebelinnn. Hehe…
Hhhmmm, Kita bahas yyyu’…. Mengenai mantan pacar yang nyebelin ini…
Pertama. Biasanya, Apa saja sich sikap-sikap yang menyebalkan itu?! Berdasarkan pengamatan, pengalaman pribadi dan orang lain. Sikap2 yang menyebalkan itu antara lain :
Selalu tetep pengen tau urusan hidup kita, khususnya kehidupan asmara kita. Caranya berbagai macam, mulai dari nelepon, sms or imel, nanya ke kita langsung ataupun nanya ke temen deket kita. Biasanya pertama-tama nanyain kabar, kesibukan, keluarga, trus akhirnya nanya’in pacar kita sekarang. Nah… kalo udah sampe sini nich, harus mulai ati-ati ngejawab, cos biasanya mantan sok mancing2 or ngorek2 hubungan kita yang sekarang atau mencari-cari kesalahan ataupun kekurangan pada pacar kita ataupun hubungan kita. Hihihi… Su’udzan banget ngga sich?!…. Tapi ini suka menjadi fakta yang harus kita hadapi dan waspadai.
Tetap bersikap baiiiiikkk dan perhatian, padahal kitanya udah iLFiL. Emang dasar, giliran dulu masih cintaaa aja, sangat membutuhkan dan menuntut sikap baik dan perhatiannya…. Eee giliran udah putus, sikap itu malah jadi menyebalkan. Huuuhhfff
Membanding-bandingkan dirinya dengan pacar kita yang baru, baik secara terang2an ngomong langsung ke kita, maupun dengan cara terselubung…
Setiap ketemu sellllllaaaalu membicarakan masa lalu…. Aduuuhhh males banget ngga siiich… kenapa ngga jadi guru sejarah aja gittcuuu….
Meneror kita ataupun pacar baru kita. Yang ini nich, yang udah bahaya bangettt. Apakah ini berarti pacar kita punya jiwa teroris or criminal ya?! Iii… serryeeemm. Meneror bisa melalui telepon2 or sms2 yang ngga jelas dan ngga bertanggung jawab. Kata-katanya seringkali nora’, kasar, ataupun bisa juga berbau mistis, Seperti “gua santet lu!!” . Iiiii…. Cinta Ditolak dukun bertindak duoooonkk….
Sebenernya mungkin bagi si mantan sendiri sikapnya biasa aja. Padahal buat kita, itu udah bikin guuoonndokkk bangettt, n bisa jadi bikin kesel ampe darah naik ke ubun2.
Mo ribut?! Ngga enak, or males, or emang ngga mau’.
Kedua. Penyebab timbulnya sikap yang menyebalkan itu biasanya karena :
Yang paling inti, main problem, paling absolute. Si mantan masih cinta ama kita. Iya khan?! Inti banget kan?!
Si mantan udah ngga cinta, tapi tetep cuman sekedar pengen tau aja selanjutnya jalan hidup kita setelah putus dari dia.
Si mantan pernah kita sakitin. Nah ini dia, sebenarnya sebelum kita berprasangka yang buruk atau menyalahkan sikapnya, kita sebenernya harus intropeksi diri terlebih dahulu. Biar Fair duonk…. Iyya ngga???!!
Next. Tips menghadapi sikap yang menyebalkan ini :
Yang standar. Dengan menghindari dirinya, hindari dari berkomunikasi, bertemu ataupun berinteraksi dengannya. Misalnya, kalu di telepon minta tolong orang lain untuk berbohong dengan mengatakan kita ngga ada… ihhiihi, atau dengan tukeran Hp ama pacar kita biar pas dia nelepon or sms langsung didamprat, disemprot, or dilabrak sekalian. Huahahaha…sukkkurrr!!! puas?! Puas?! Puas?! Ta’ sobek2!! (tukul style)
Dengan menghadapinya. Baik kita sendiri atapun dengan pacar kita (tapi mending sendiri aje kali yeee, or bahkan jangan sampe pacar kita tauuu). Mo dengan cara yang baik2 ataupun dengan berantem ataupun berkelahi. Cie elllaaa… berkelahiii.
Berbicara baik2 dan bijaksana. Untuk menghindari permusuhan. Dengan berterus terang mengenai ketidaksukaan kita akan sikapnya yang menyebalkan itu, memintanya untuk tidak mengulanginya ataupun memintanya untuk mengingatkan kita kalau2 kita juga mungkin pernah bersikap menyebalkan. Aduuuuhhh… damai banget ngga siich hidup ini kalo semua orang kaya’ giniiii???!!! Tapi susah ya?!
So?! gimana?!
Kamu, aku, atau kita semua mungkin sedang, atau pernah ngalamin hal ini. Atau mungkiiiin tanpa kita sadari, malah kitanya yang lagi disebelin ama mantan pacar kita, karena sikap2 diatas?! Hihihii… mana tau…
Tapi sebenernya mungkin ngga usah terlalu di urusin banget kali ya?! Kecuali udah keterlaluan bangettt. Toh itu cumin masa lalu gitu looo… sama2 kita ambil hikmahnya aja. Karna jalan hidup kita masih panjang, tidak perlu terbentur atau stuck pada masa lalu, dan ngga usah terlalu dipikirin banget kali ya. Karena masih banyak hal lain yang lebih penting untuk kita pikirkan untuk kehidupan atau hubungan yang lebih baik, yang lebih pasti, atau yang lebih langgeng porebehh (forever)… Amin…
udah tau pacaran banyak mudharatnya. kenapa harus dibahas mengenai cara menghindari mantan pacar yg nyebelin.ga konsisten banget c nulis artikelnya pak seharusnya ga perlu ditulis mending kayak artikel sebelumnya mengenai menikah dulu baru berpacaran lbh bermanfaat. Mohon yg ajeg.trims.Allahu Akbar!
Bawalah hatimu kemana saja engkau mau
sesungguhnya cinta pertama itulah cinta sejati
Berapa banyak tempat sudah disinggahi
namun kerinduan tetap pada kampung halaman
Api kerinduan meronta ingin selalu dekat denganmu
celaan itu hanyalah sebuah kesalahan
tidaklah aku berpaling darimu karena celaan
dan tidaklah aku berpaling darimu kecuali sementara waktu saja
Kutinggalkan yang lain sejak kukenal kekasih sejati
seolah-olah bekal perjalanan yang tiada habisnya
Seumur hidup kegembiraan ini tak dapat menutupi penyesalanku
karena telah meninggalkan kekasih hati
Seribu satu bayangan menawan hati setiap malam
jatuh cinta kepada yang ini kemudian kepada yang itu
namun keesokan hari begitu cepat melupakannya
Dahulu hatiku hampa sebelum terisi cinta kepadamu
sibuk mengingat yang lain, terlena dalam permainan
Ketika cintamu memanggil hatiku ia membalasnya
Kulihat ia tidak lagi berpindah ke lain hati
Teruskanlah hubungan ini jika engkau mau
putuskanlah jika itu memang pilihanmu
hatiku tidaklah baik kecuali bersamamu
sungguh aku kehilanganmu bila aku berbohong
sungguh tiada lain didunia ini yang lebih membuatku gembira selain dirimu
sekiranya seluruh keindahan ada di kota ini
namun akan terasa hampa jika engkau lenyap dari pandanganku
jika engkau hilang dari pandanganku maka pikiranku selalu melayang mengingatmu
jika impian tidak mengunjungiku
maka hati ini akan mengunjungimu
jiwaku adalah lisan yang menggambarkan tentang cintamu
jiwaku adalah hati dan engkaulah yang menyebarkan isi hati
jiwa ini mati karena penyakitnya
namun ia menyembunyikan penyakitnya itu dari orang-orang yang menjenguknya
betapa pilu arwah ini mengadukan cintanya
yang ia berikan kepada selain kekasih hati
Wahai orang-orang yang pergi dalam keadaan lalai
sampai kapankah engkau menganggap baik perbuatan keji
sampai kapan dan kapan engkau tidak takut datangnya hari itu
yaitu hari ketika Allah membuat bicara seluruh anggota badan
sungguh aneh, padahal engkau orang yang dapat melihat
bagaimana mungkin engkau tersesat dari jalan yang terang
Kami berlepas diri kepada Allah
dari orang-orang yang terkena virus musik dan nyanyian
berapa kali aku katakan wahai manusia
kalian berada di tepi jurang kehancuran
namun mereka justru mencela kami
mereka terus larut dalam kesesatan mereka itu
sementara kami kembali kepada Allah meniti jalan yang lurus
kami menjalani hidup di bawah naungan sunnah rasulullah
sementara mereka mati dalam keadaan bersenandung ria
(Dari terjemahan Kitab Kasyful Ghita’ ‘An Hukmi Samaa’il Ghina’)
NO ME AMES (jangan cintai aku)
-
Surat PHP (Putus Hubungan Pacaran)
-
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Ba’da tahmid dan shalawat…
Syukur pada Allah yang masih mengaruniakan nafas padaku dan padamu untuk segera memperbarui taubat.
Akhi, rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik darimu. Yang Tak Pernah Mengantuk dan Tak Pernah Tidur. Yang siap terus menerus Memperhatikan dan Mengurusku. Yang selalu bersedia berduaan di sepertiga terakhir malam. Yang siap Memberi apapun yang kupinta. Ia yang Bertahta, Berkuasa, dan Memiliki Segalanya.
Maaf Akhi, tapi menurutku kau bukan apa-apa dibanding Dia. Kau sangat lemah, kecil dan kerdil di hadapanNya. Dan, akhi, aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuatNya murka. Padahal Ia, Maha Kuat, Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras SiksaNya.
Akhi, belum terlambat untuk bertaubat. Apa yang telah kita lakukan selama ini pasti akan ditanyakan olehNya. Ia bisa marah, akhi. Marah tentang saling pandang yang kita lakukan, marah karena setitik sentuhan kulit kita yang belum halal itu, marah karena suatu ketika dengan terpaksa aku harus membonceng motormu, marah karena pernah ketetapanNya kuadukan padamu atau tentang lamunanku yang selalu membayang-kan wajahmu. Ia bisa marah. Tapi sekali lagi semua belum terlambat. Kalau kita memutuskan hubungan ini sekarang, semoga Ia mau Memaafkan dan Mengampuni. Akhi, Ia Maha Pengampun, Maha Pemberi Maaf, Maha Menerima Taubat, Maha Penyayang, Maha Bijaksana.
Akhi, jangan marah ya. Aku sudah memutuskan untuk menyerahkan cintaku padaNya, tidak pada selainNya. Tapi tak cuma aku, akhi. Kau pun bisa menjadi kekasihNya, kekasih yang amat dicintai dan dimuliakan. Caranya satu, kita harus jauhi semua larangan-laranganNya termasuk dalam soal hubungan kita ini. Insya Allah, Dia punya rencana indah untuk masa depan kita masing-masing. Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang dibenciNya, kau pasti akan dipertemukan dengan seorang wanita shalihah. Ya, wanita shalihah yang pasti jauh lebih baik dari diriku saat ini. Ia yang akan membantu-mu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridha Allah dalam ikatan pernikahan yang suci. Inilah doaku untukmu, semoga kaupun mendoakanku, akhi.
Akhi, aku akan segera menghapus namamu dari memori masa lalu yang salah arah ini. Tapi, aku akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan Allah. Ya, saudara di jalan Allah, akhi. Itulah ikatan terbaik. Tak hanya antara kita berdua. Tak mustahil itulah yang akan mempertemukan kita dengan Rasulullah di telaganya, lalu beliaupun memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, dan lebih sejuk dari krim beku.
Maaf akhi. Tak baik rasanya aku berlama-lama menulis surat ini. Aku takut ini merusak hati. Goresan pena terakhirku di surat ini adalah doa keselamatan dunia akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan haram kita, Insya Allah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh.
Demikianlah isi surat yang dihadiahkan oleh Salim A. Fillah untuk kita yang saya kutip dari bukunya yang berjudul ”Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan”.
Semoga bermanfaat bagi kita ya … Insya Allah
sumber: http://andriansyah.web.id/religion/surat-php-putus-hubungan-pacaran/
Dan Aku pun Dituduh Wahabi…
Jika tuduhan wahabi dilekatkan kepada mereka yang membenci pengagungan kuburan, termasuk kuburan orang-orang shalih, maka aku adalah seorang wahabi!
Jika label wahabi dilekatkan kepada mereka yang berdakwah untuk memurnikan tauhid, seperti firman Allah : ”Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun“ (QS Al Mu’minuun : 59), maka aku adalah seorang wahabi!
Jika istilah wahabi disandarkan kepada mereka yang mengharamkan berdo’a kepada selain Allah mengikuti firmanNya : ”Dan janganlah kamu berdo’a kepada selain Allah, yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim.” (QS Yunus : 106) , maka aku ada seorang wahabi!
Jika seorang wahabi adalah mereka yang selalu berusaha menjauhkan segala macam kesyirikan sebagaimana firman Allah , ”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.“ (QS An Nisa : 48), maka aku adalah seorang wahabi!
Jika sebutan wahabi dinisbatkan kepada mereka yang percaya bahwa Nabi Muhammad SAW tidak dapat memberikan syafaat melainkan dengan seizin Allah SWT sebagaimana firmanNya, ”Katakanlah: (hai Muhmmad) “Hanya kepunyaan Allah lah syafaat itu semuanya..“ (QS Az Zumar : 44) dan firmanNya : ,“ Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya.“ (QS Al Baqarah : 255), ataupun firmanNya, ”Dan tiadalah berguna syafa’at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafa’at itu..“ (QS Saba : 23), maka aku adalah seorang wahabi!
Jika tuduhan wahabi dilontarkan kepada mereka yang mengharamkan segala jenis pengagungan atau keberkahan benda-benda dan tempat-tempat keramat, jimat, guna-guna termasuk segala ritual yang terkait dengannya, maka aku adalah seorang wahabi!
Jika tudingan wahabi ditujukan kepada mereka yang berusaha mengenal Allah, agama Islam dan Nabi Muhammad SAW dengan lebih baik dan mendalam seperti yang dituliskan dalam kitab Utsuluts Tsalasah (3 Landasan Utama), maka aku adalah seorang wahabi!
Dan masih ada banyak jika semisalnya yang dinisbatkan kepada mereka yang dianggap wahabi, yang secara menyeluruh berupaya memurnikan kalimat tauhid laa ilaaha illallah beserta segala aspek yang terkait dengannya berikut konsekuensinya, maka alhamdulillah, saksikanlah aku telah menjadi seorang wahabi!
Sungguh yang perlu dipertanyakan kepada mereka yang berpandangan ”miring” dan cenderung meremehkan ketika memberi cap kepada seseorang sebagai wahabi, manakala semua jika diatas dikumpulkan dan dipertanyakan kepada diri masing-masing, kalimat apakah yang akan tertera mengikuti kata maka sebagai konsekuensinya? Karena menolak semua jika diatas maka keimanan akan persaksian terhadap kalimat tauhid yang selalu diulang dalam setiap shalat, perlu dipertanyakan.
Bahkan sesungguhnya bukanlah yang memecah belah ummat ini dakwah untuk menegakkan tauhid – sebagaimana inti dakwah para nabi – melainkan dakwah lemah lembut yang membiarkan agama ini bercampur dengan segala kemusyrikan, adat istiadat, kepercayaan, bid’ah dan khurafat dengan dalih menghindari perpecahan ummat.
Wallahu a’lam
sumber; kumpulan artikel an najiyah http://www.islam-download.net
Penulis : Ummu Abdullah Al-Butoni *)
*) ini adalah sebuah pengalaman pribadi penulis dalam perjalanan menempuh kebenaran, dan saya mengenalnya dari room chat di Yahoo (buldozer)
http://buldozer.wordpress.com
=
makasih infonya…!
trimaksih sekarang aku tau yg di cari sekarng tentang hidup tentang semuanya