• Blog Stats

    • 37,795,793 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • arsip artikel

  • wasiat untuk seluruh umat manusia

    kasihilah semua makhluk yang ada di muka bumi, niscaya Tuhan yang ada di atas langit akan mengasihimu.. =============================================== Cara mengasihi orang kafir diantaranya adalah dengan mengajak mereka masuk islam agar mereka selamat dari api neraka =============================================== wahai manusia, islamlah agar kalian selamat.... ======================================================
  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka (al baqarah ayat 120)

  • SALAFY & WAHABI BUKANLAH ALIRAN SESAT

    Al-Malik Abdul Aziz berkata : “Aku adalah penyeru kepada aqidah Salafush Shalih, dan aqidah Salafush Shalih adalah berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang datang dari Khulafaur Rasyidin” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz hal.216] ------------------------------------------------------------------------------------- Beliau juga berkata : “Mereka menamakan kami Wahabiyyin, dan menamakan madzhab kami adalah madzhab wahabi yang dianggap sebagai madzhab yang baru. Ini adalah kesalahan fatal, yang timbul dari propaganda-propaganda dusta yang disebarkan oleh musuh-musuh Islam. Kami bukanlah pemilik madzhab baru atau aqidah baru. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak pernah mendatangkan sesuatu yang baru, aqidah kami adalah aqidah Salafush Shalih yang datang di dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang ditempuh oleh Salafush Shalih. Kami menghormati imam empat, tidak ada perbedaan di sisi kami antara para imam : Malik, Syafi’i, Ahmad dan Abu Hanifah, semuanya terhormat dalam pandangan kami” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz, hal. 217] ---------------------------------------------------------
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

TERAPI ISLAMI MENGATASI KECANDUAN NARKOBA

TERAPI ISLAMI MENGATASI KECANDUAN NARKOBA

�Sebaiknya para pecandu narkoba segeralah berhenti, sekali lagi berhenti mengkonsumsi narkoba. Tidak ada satupun seseorang yang dapat meraih sukses dalam hidup ini apabila kehidupannya dikendalikan oleh narkoba. Kontrol dan kendalikan hidupmu tanpa narkoba. Jangan membuat kealalaian yang disengaja, karena bagaimanapun kalau menjadi pecandu narkoba, maka dalam hidup ini telah kehilangan segalanya dengan sia-sia�

[Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono]

*

Di sekitar daerah Haadyai, Muangthai Selatan, pada awal 1979, para penguasa memergoki satu cara yang sangat keji dalam menyelundupkan heroin lewat perbatasan, Malaysia. Bayi-bayi diculik atau dibeli dari orang tuanya � yang tidak menyadari apa maksud sebenarnya si Pembeli. Bayi tersebut lalu dibunuh, isi perutnya dikeluarkan dan diisi dengan kantong-kantong heroin. Mayat itu lalu dibawa menyeberangi perbatasan, laksana bayi yang terlena di buaian tangan �ibu� tercinta.

*

Di Hamburg, Jerman, seorang pemuda sempat menelan ekstasi sebelum terlibat keributan dengan pacarnya sampai ia nekat menghujamkan samurai ke jantungnya dan mati konyol

*

Di Thailand, biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah akibat kecelakaan lalu-lintas di bawah pengaruh miras mencapai US$ 4 Billion per tahun, yang merupakan 16 % dari APBN atau 2,8 kali dari dana Departemen kesehatan Masyarakat. Antara tahun 1989 dan 1994 kematian akibat kecelakaan lalu-lintas (di bawah pengaruh miras) meningkat sampai 170 %; 30 % tempat tidur di rumah sakit dihuni oleh pasien-pasien akibat kecelakaan lalu-lintas tersebut di atas.

*

Di Amerika, penyalahgunaan Narkotika sudah merupakan penyakit endemik dalam masyarakat modern.

*

Dikemukakan bahwa 1 di antara 11 orang dewasa Amerika adalah pecandu narkotika berat; sementara di kalangan remaja adalah 1 di antara 6 orang. Cedera, cacat, hingga kematian akibat penyalahgunaan narkotika adalah hal yang sia-sia yang disebabkan karena over dosis, tindak kekerasan dan kecelakaan (terutama kecelakaan lalu lintas)

*

Di Republik Indonesia, Peredaran Gelap dan penyalahgunaan Narkoba semakin mengerikan. Prevalensi Penyalahguna Narkoba saat ini sudah mencapai 3.256.000 jiwa dengan estimasi 1,5 % penduduk Indonesia adalah penyalahguna Narkoba. Maraknya peredaran Narkoba di Indonesia merugikan keuangan negara sebesar Rp 12 triliun setiap tahunnya. Data yang diperoleh dari BNN (Badan Narkotika Nasional) menyebutkan, setiap tahunnya 15.000 orang meninggal akibat penyalahgunaan Narkoba. Dari jumlah tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa 40 nyawa perhari harus melayang akibat Narkoba.

*

Operasi Nila Rencong yang digelar khusus Oleh BNN di wilayah Aceh setahun terakhir ini menorehkan hasil yang membelalakkan mata. Total berat pohon dan bibit ganja yang ditemukan di areal hutan dan pegunungan bermedan berat di ujung barat provinsi Indonesia tersebut tercatat sebesar 373,245 ton. Berat total yang setara dengan berat 6 ribu pria dewasa yang bila semuanya didudukkan dapat memenuhi 8 lapangan sepakbola!.

*

Menurut ketua BNN, Jenderal Polisi Drs. Sutanto, tentang penggerebekan sebuah pabrik pembuatan ekstasi, �Dengan berbagai alat, seperti cooling reactor, rotary evaporator (penguap), penjernih air, mesin pencampur, mesin penghancur, pressing machine, dan berbagai alat pencetak, pil yang tercetak dalam satu menit mencapai 840 tablet (satu jam 50.400 butir). Jika dihitung dengan jam kerja sehari lima jam dan seminggu lima hari serta sebulan tiga minggu, berarti satu hari bisa mencetak 251.000 butir pil, seminggu 1.260.000 butir, sebulan 3.780.000 butir dan setahun 45.360.000 butir. �itu baru kemampuan satu set mesin saja, sedangkan ada dua mesin. Berapa besar peredaran ekstasi di tanah air�, ujar Sutanto. Baru-baru ini, yakni pada bulan November 2007, aparat kepolisian berhasil membongkar sebuah jaringan narkoba dengan barang bukti terbanyak sepanjang sejarah di Republik indonesia; jutaan butir ekstasi!

*

Beberapa tahun yang lalu penyair kawakan, Taufik Ismail, mengaku pernah dibuat tak bisa tidur dua hari dua malam. Matanya terus melek, pikirannya kalut karena dihantui kegetiran yang luar biasa. Seperti dikutip Kompas Cyber Media (KCM), hal itu dialaminya setelah ia mewawancarai tiga puluh remaja laki-laki dan perempuan di sebuah panti rehabilitasi Narkoba di Jakarta. �Setelah ngobrol dan mendengar cerita mereka, saya tidak bisa tidur dua hari berturut-turut. Saya benar-benar merinding mendengarnya. Saya berpikir, sudah sangat luarbiasa kerusakan bangsa ini. Kemana pun saya pergi, apakah itu di kota besar, kecil, tepi pantai, saya melihat mayat-mayat berdiri. Mereka adalah korban dari ekstasi, marijuana dan Shabu-shabu�

*

Janda Kholinah (bukan nama yang sebenarnya), berusia 47 tahun, yang sehari-hari berprofesi sebagai seorang pedagang nasi goreng. Menghadapi putranya, Adiansyah (bukan nama yang sebenarnya) berusia 23 tahun, terjerat Narkoba sejak di bangku SMP. Kholinah tidak mudah menyerah. Dirinya berupaya agar anaknya dapat sembuh dan bebas dari barang haram meski berkorban harta habishabisan. �Saya rela berbuat apa saja supaya anak saya bisa sembuh�, ungkapnya. Derita Kholinah memang berkepanjangan. Pada tahun 2000-an suaminya meninggal akibat Stroke yang makin parah karena memikirkan Adian yang kecanduan Narkoba. Belum lagi, karena perhatian total Kholinah diberikan kepada Adian, putra sulungnya, Ardana (bukan nama yang sebenarnya) berusia 25 tahun, tiba-tiba menjadi pemuda yang mengurung diri di kamar dan tidak mau bekerja lagi. �dia Stres dan saya bawa berobat meski dengan uang pas-pasan�, kata Kholinah. Perilaku pemakai Narkoba memang selalu berusaha untuk memegang uang untuk sakau. �jika tak diberi uang saya bisa dihajar habishabisan. Pernah saya diseret dari rumah tetangga dimintai uang. Duh Gusti..�, ujarnya sedih. Agustus tahun lalu, Adian menganiaya ibu kandungnya karena dimintai uang sebesar Rp 25 ribu tidak mau memberi. �sejak bangun tidur saya pasrah. Saya benar-benar tidak punya uang. Jadi mau diapain saja pasrah�, uangkapnya. Namun tetangganya merasa tidak tega terhadap Kholinah dan ingin membuat Adian jera. Akhirnya Adian dilaporkan kepada pihak aparat keamanan dan diamankan.

*

KPP menyebutkan bahwa 3 % dari total pecandu di Indonesia adalah perempuan. Jika merujuk pada hasil penelitian BNN yang menyebutkan 1,5 % dari total penduduk Indonesia adalah Penyalahguna Narkoba, berarti kurang lebih ada sekitar 120.000 perempuan di Indonesia yang menjadi Penyalahguna Narkoba. Bayangkan apabila semua perempuan tersebut adalah ibu-ibu yang memiliki rata-rata dua orang anak maka akan terdapat 240 ribu anak yang terlantar karena ibunya tidak berdaya dan terjerat oleh setan Narkoba. Atau kalaupun semua perempuan itu belum berkeluarga, maka malapetaka sudah menunggu mereka dan anak-anak mereka kelak. Apalagi bila perempuan tersebut adalah pengguna Narkoba jarum suntik, maka HIV/AIDS, Hepatitis, dan berbagai penyakit berbahaya lainnya sudah membayangi dan cenderung menular ke anak-anak mereka

*

Dari berbagai data dan informasi yang ada di BNP (Badan Narkotika Propinsi) DKI, diketahui bahwa wilayah penyebaran, penyalahgunaan, dan peredaran gelap Narkoba telah merambah ke berbagai tempat pendidikan dari SD, SMP, SMU, hingga perguruan tinggi. Maraknya aksi-aksi kekerasan seperti perusakan, pemerasan, penganiayaan hingga tawuran yang dilakukan oleh pelajar, salah satu penyebabnya adalah penyalahgunaan Narkoba. Untuk itu, menurut Fauzi Bowo, para pelajar, orang tua serta guru perlu mendapatkan pembekalan dan pengetahuan tentang bahaya Narkoba dan akibat-akibat yang ditimbulkannya. Lebih jauh lagi, kita harus meningkatkan kesadaran dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta pengetahuan yang memadai tentang pola hidup sehat.

*

�Dulu saya seorang pemakai narkoba berat� tutur Jefri Al-Buchary atau sebutan akrabnya UJ. �Mengulas kehidupan saya kalau diceritakan sangat pahit dan memang ini sudah menjadi jalan saya� ungkapnya. Kata UJ, narkoba itu seperti duri yang bernyawa, jika sudah masuk ke dalam diri kita maka perlahan-lahan duri itu akan menusuk-nusuk diri kita dari dalam, yah.. akhirnya hanya diri sendiri yang merasakan bagaimana sakitnya, tersiksanya bahkan sampai ajal mendekati kita�

*

Testimoni Bunda Iffet: �hati saya trenyuh melihat efek jahat narkoba pada anak saya� (Bimbim Slank). Slank, Band besar yang telah mengukir banyak prestasi di kancah musik Indonesia adalah salah satu ikon yang mempunyai fans fanatik terbesar di negeri ini. Eksistensinya di dunia musik tak diragukan lagi. Seiring perjalanan waktu, grup band yang telah dua kali bongkar pasang personil, ternyata tak lepas dari lika-liku problematika seputar narkoba. Namun berkat perjuangan serta tangan dingin bunda Iffet, akhirnya band ini mampu lepas dari masalah ketergantungan narkoba. Setelah benar-benar pulih dan bersih dari narkoba, Band ini menguatkan tekadnya untuk berperang melawan narkoba, serta mengajak orang dan fansnya agar tidak menggantungkan hidupnya pada narkoba. Harus diakui, mereka adalah legenda musik tanah air yang bisa memberi contoh positif dan dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang. �Sekarang bukan jamannya lagi slogan �Say no to Drugs�, tapi �Fight Against Drugs�, jangan hanya bilang tidak tapi perangi narkoba. Kami hanya memberikan contoh pada para slankers agar tidak make narkoba. Kita ingin sampaikan, tanpa narkoba kita punya stamina yang kuat dan bisa berkarya. Sejauh ini, memang kami tidak punya album khusus tentang narkoba, namun kita punya banyak lagu yang bertemakan itu.� tegas Bimbim ketika dimintai komentarnya pada Pentas Musik Akbar di Ancol 17 Juni 2007 dalam rangkaian HANI.

*

Dalam seminggu, Capt. H. Kaharuddin bisa menghabiskan Rp 16 juta untuk membeli shabu. Dalam kurun waktu tersebut Kahar tetap melaksanakan tugasnya di kantor yakni di Barito sebagai kepala pelayaran. Lama-kelamaan produktifitasnya menurun; Kahar bahkan hanya mampu mengandalkan anak buahnya untuk bekerja. Pernah pada saat rapat dengan bos perusahaannya dari Korea ia tertidur sampai rapat berakhir. Efek jahat shabu pada tubuhnya sudah mulai parah. Badannya seakan tidak punya tenaga untuk beraktifitas, ia bisa menghabiskan sehari penuh untuk tidur sehingga kerjaannya pun terbengkalai. Badannya kurus karena tidak ingat makan, otaknya lemah. Bahkan karena saking seringnya tertidur ia sudah lupa akan waktu dan hari. Akibatnya Kahar jadi bulan-bulanan penipuan oleh teman dan anak buahnya. Barang-barang di rumahnya ia jual dengan harga murah tanpa sadar. Mobil limosinnya hanya dijual dengan harga 100 juta. �hidup saya sudah pasrah, mau makan atau tidak kek terserah,� kenang Kahar pada saat kecanduannya akan narkoba masih merongrong walaupun harta ludes tak tersisa. Teman dan keluarga menjauh. Saat ini ia sudah banyak menyadarkan orang di Ternate, terutama kaum muda. �dengan cerita saya ini, saya ingin pembaca (majalah) SADAR jangan pernah coba-coba pakai narkoba. Untuk yang masih make, sebenarnya harga diri mereka akan hilang karena menjadi bodoh, lebih bodoh dari binatang. Sebodoh-bodohnya binatang lebih bodoh lagi orang yang make shabu. Kedua, mereka tidak menyadari akibatnya nanti. Syukur kalau dia mati, tapi kalau tidak? Bisa Gila. Seperti saya ini yang sudah mengalami akibatnya. Saya juga berharap mudahmudahan dengan membaca kisah saya ini ada lima bandar saja yang sadar, sehingga beribu-ribu manusia bisa selamat dari narkoba�

*

Seorang bapak, sebut saja Budi Ardjanto (bukan nama sebenarnya), tiba-tiba menangis tersedu-sedu sambil bercerita. Putra keduanya terpaksa meninggal dunia pada waktu kelas dua SMP karena narkoba. Dirinya sempat tidak mengetahui pada awalnya karena puteranya tinggal bersama sang nenek di daerah Jakarta Pusat sementara dirinya tinggal di wilayah Tangerang. Dalam pengakuan sedihnya Budi bercerita, dirinya telah habis-habisan harta bendanya mulai dari mobil, rumah, dan isinya telah amblas semua dengan harapan besar putranya dapat sembuh. Namun kenyataannya dia harus meninggal dalam usia muda.

*

Irwanto Ph. D, pendiri kios Narkoba Atmajaya : �Adik saya pemakai narkoba sejak SMP. Padahal bukan di kota besar tapi di kota kecil yang namanya Purwodadi, Grobogan. Kecil sekali, di sebelah timur Semarang. Dia makai ganja, pil dan segala macam sampai dia dikeluarkan dari sekolah. Saya dan keluarga sangat menderita waktu itu. Karena adik saya ini adalah adik yang kita sayangi. Pandai sekali tapi punya masalah. Bertahun-tahun seperti itu terus-menerus. Sampai saya lulus kuliah pun, adik saya masih terlunta-lunta. Sejak saat itulah saya mulai terjun ke Bersama, mulai jadi relawan untuk mengurusi masalah ini. Kemudian adik saya mulai sembuh, lalu saya tinggalkan dia ke Amerika karena saya dapat beasiswa Full Bright, tapi saya tetap ambil bidang narkoba. Master saya bidang narkotik, doktor saya juga bidang narkotik. Balik ke Jakarta rupanya adik saya punya masalah lagi. Di keluarganya ada masalah dan dia balik lagi ke narkoba. Adik saya mulai minum lagi, ngobat lagi segala macam sampai akhirnya ia meninggal dunia tahun 1993 karena over dosis. Tapi kelihatannya dia mengoverdosiskan dirinya sendiri, dia bunuh diri. Begitu tahu dia meninggal bunuh diri, saya sangat frustasi, kecewa dengan diri sendiri, menyalahkan diri sendiri karena saya doktor yang mempelajari hal itu tetapi tidak bisa membantu adik saya sendiri. Saya dihantui perasaan bersalah, dunia narkotik sudah mau saya tinggalin. Sampai sekitar tahun 96-97 orang mulai ramai membicarakan itu, dan saya sudah mulai damai dengan diri saya sendiri, akhirnya saya berkata dalam hati, �Kalau adikku tidak bisa aku tolong mungkin aku bisa menolong orang lain. Mulailah saya jadi relawan lagi�.

*

Seorang korban Narkoba, Fandy (bukan nama yang sebenarnya), mantan seorang Bandar besar Narkoba. �Saya dulu bergelimangan harta dengan berjualan Narkoba secara gelap. Mau beli apa saja saya bisa sehingga rasanya hidup tidak pernah susah dan banyak teman�, ungkapnya berbagi cerita. Fandy juga pemakai jenis Narkoba yang menggunakan suntikan dan sering bergantian dengan temantemannya di kampus tanpa menyadari bahaya maut yang bisa mengancamnya. Bisnis barang haram akhirnya menjadi pukulan berat bagi dirinya karena setelah melakukan tes dirinya dinyatakan positif dan harus menjalani perawatan medis. �Saya kaget dan tidak menyangka. Ini akibat nyutik bergantian dengan teman-teman. Korban AIDS kebanyakan dominan pecandu Narkoba. Sekarang ini, saya sudah tiga tahun lamanya harus minum obat secara rutin pagi dan sore hari, dan tidak boleh kelewat�, ungkapnya. Menurut pengakuan Fandy, setiap bulan dirinya harus menyediakan uang sebesar 9 jutauntuk membeli obat. Bukan berarti bisa sembuh. HIV/AIDS belum ada obatnya. Dari 30 temannya dulu di kampus yang sering nyutik tinggal tiga orang yang masih hidup termasuk dirinya. �teman-teman yang lain sudah pada meninggal semua. Kini saya berjuang dalam hidup bersama AIDS yang belum ada obat yang dapat menyembuhkannya�, ungkapnya sedih. Penderita korban infeksi virus HIV/AIDS sebagian akibat memakai Narkoba terutama menggunakan jarum suntik yang tidak steril selain akibat seks bebas dan sebagainya.

*

Seorang ibu yang mengikuti persidangan anaknya karena terlibat narkoba sempat mengungkapkankenyataan pahit yang tengah diterimanya. Dirinya mengetahui putranya sebagai pemakai setelah petugas polisi memberitahukan putranya ditangkap petugas anti narkoba. Dirinya hampir tidak percaya. Namun fakta berbicara lain. Sebab, si anak di rumah berlaku baik dan tidak macam-macam dan bahkan setiap kali si ibu membersihkan kamar dan tas sekolahnya tidak menunjukkan tanda-tanda sang anak termasuk pemakai. Kepedihan mendalam itu membuahkan peringatan. �Saat itu, saya memohon kepada aparat penegak hukum supaya bertindak tegas memberantas jaringan narkoba di tanah air. Para pengedar yang masih leluasa berkeliaran di masyarakat juga di lingkungan sekolah agar segera ditindak karena merekalah anak saya terpaksa masuk bui�

*

Dalam sebuah artikel berjudul �Narkoba Mempengaruhi kerja otak�, dr. Lidya H Martono, SKM dan dr. Satya Joewana, SPKJ, mengakhiri ulasannya dengan, �Perasaan Nikmat, rasa nyaman, tenang atau rasa gembira yang dicari mula-mula oleh pemakai Narkoba, harus dibayar sangat mahal oleh dampak buruknya, seperti ketergantungan, kerusakan berbagai organ tubuh, berbagai macam penyakit, rusaknya hubungan dengan keluarga dan teman-teman, rongrongan bahkan kebangkrutan keuangan, rusaknya kehidupan moral, putus sekolah, pengangguran serta hancurnya masa depan dirinya�

*

Gara-gara hobi mabuknya itu, saat kelas 1 SMA, nilai rapor Novri merah semua. Itu pun terus berlanjut, hingga kuliahnya putus di tengah jalan. �Yah, gimana mau kuliah, duitnya saya pakai untuk mabuk,� ungkapnya sembari menggaruk-garuk kepalanya yang botak. Saat itu, Novri tidak dapat mengontrol diri dari kemarahan. Emosinya juga sangat tidak terkendali hingga ia memutuskan hengkang dari kampus. Cita-cita pun melayang. Ia terus berusaha, bagaimana cara membeli barang haram, padahal tidak ada sama sekali uang di tangannya. Novri juga berkisah mengenai kakak angkatnya, yang tinggal serumah dan juga pernah menderita ketergantungan obat. Namun kakaknya itu berhasil pulih, setelah mengikuti program di sebuah pusat rehabilitasi. �kakak saya itu sering banget nasihatin dan cerita gimana rasa capeknya dan sering tersiksa gara-gara narkoba, �ujar Novri. Kedua orang tuanya pun tidak bosanbosannya menasihati, namun saat diberitahu dengan nada tinggi, Novri justru marah dan gusar. Tak satu pun nasihat didengarnya, yang ada di kepalanya saat itu adalah bagaimana cara agar terus punya uang dan kembali menikmati barang haram tersebut. �nggak tahan kalau lagi sakau. Sakitnya dari ujung kaki sampai kepala, badan pegal, seperti terserang flu tulang dan tenggorokan kadang sakit,� tutur Novri panjang lebar. Akhirnya, untuk dapat terus mengkonsumsi narkoba, Novri ikut mengedarkan. Dia berharap pengalaman hidupnya dapat menjadi pelajaran bagi generasi muda agar jangan sekali pun terjerat narkoba, karena saat ingin terlepas akan mengalami fase-fase teramat sulit. Bercermin dari masa lalunya yang kelam, saat ini Novri mendampingi dan membantu korban-korban ketergantungan narkoba di pusat rehabilitasi Rumah Sakinah. Menurutnya, pekerjaan sebagai manajer program di pusat rehabilitasi Rumah Sakinah adalah sebuah pengabdian untuk menebus dosa-dosanya.

*

Sekjen Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, mengatakan, �Sindikat Narkoba incar Anakanak. Fakta menunjukkan saat ini banyak anak-anak yang terjerembab dalam lembah narkoba. Keterlibatan anak-anak tidak hanya sebagai pemakai, banyak di antaranya membantu bandar-bandar narkoba untuk mengedarkan narkoba. Dibandingkan menjebak orang dewasa, yang terhitung sulit, anak-anak kerap kali menjadi sasaran empuk para bandar narkoba. Bandar-bandar narkoba memiliki seribu akal bulus untuk menggaet anak-anak agar mau mencoba narkoba.

*

Dari sekian banyaknya penduduk dunia yang sudah menjadi korban, tercatat tidak kurang dari 4 juta jiwa umat manusia di Republik Indonesia tercinta ini terjerumus menjadi korban narkoba. Kita memangtidak pernah berharap jumlah tersebut akan bertambah. Akan tetapi, kenyataan terbukti lain. Jumlah korban bertambah banyak, jumlah pengedar bertambah besar dan berkembang, yang sepertinya sulit untuk dibendung. Yang mengkhawatirkan, menurut informasi terakhir sebagaimana banyak diberitakan baik di media cetak maupun media elektronik, Indonesia sekarang ini banyak diserbu oleh sindikat narkoba internasional. Oleh karena itu tantangan yang akan kita hadapi pada masa-masa mendatang, otomatis bertambah berat. Hal ini pun akan meminta perhatian yang lebih serius lagi bagi segenap warga Negara Kathulistiwa ini, dalam rangka menyelamatkan kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagaimana telah diamanatkan oleh para pejuang serta pendiri Republik ini. Kita harus merapatkan barisan, kita harus satukan tekad sambil mengevaluasi serta instropeksi diri terhadap langkah kita selama ini : apa yan telah kita lakukan, apa yang harus kita lakukan, apakah yang telah kita lakukan itu sudah maksimal atau belum, apakah kata hati nurani kita sudah sesuai dengan perbuatan kita, serta banyak lagi hal yang perlu kita renungi bersama. Tanpa adanya penerapan nilai Agama mustahil rasanya masalah penyalahgunaan narkoba dan sejenisnya dapat dibasmi. Kita perlu manusiamanusia yang sehat jasmani dan rohani sebagai pejuang yang akan membebaskan bangsa ini dari penyalahgunaan barang haram tersebut, sekaligus diharapkan akan melahirkan manusia-manusia sehat jasmani dan rohani lainnya. Usaha kita harus maksimal. Hati dan pikiran harus benar-benar bersih. Kalau sudah demikian, serahkan segala sesuatunya kepada Tuhan Sang Pencipta.

TERAPI ISLAMI MENGATASI KECANDUAN NARKOBA

SUMBER: http://islamic.xtgem.com/ibnuisafiles/list/nov08/islam_therapy/0002.htm
=

About these ads

9 Tanggapan

  1. a. Tanda-tanda fisik:

    1.

    Banyak menguap padahal tidak ngantuk
    2.

    Mata merah
    3.

    Kulit pucat
    4.

    Kelopak mata seperti berat

    b. Tanda-tanda sikap:

    1.

    Murung, cemas, depresi
    2.

    Emosional, hipersensitif, reaksi berlebihan
    3.

    Mudah tersinggung oleh kritikan ringan
    4.

    Gampang marah tanpa sebab yang jelas
    5.

    Nilai, keyakinan dan ide berubah
    6.

    Tidak peduli terhadap perasaan orang lain
    7.

    Bermusuhan
    8.

    Tidak bisa dipercaya, mudah mengutarakan rahasia.
    9.

    Tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar pada orang tua dan anggota keluarga lainnya
    10.

    Pelupa, penurunan daya ingat, apatis
    11.

    Tanggapan lambat
    12.

    Tidak acuh terhadap kebersihan, kesehatan, pakaian
    13.

    Penampilan lusuh dan kumal
    14.

    Hilang rasa tanggung jawab
    15.

    Susah memusatkan perhatian
    16.

    Emosi naik turun
    17.

    Jika ditanya, sikapnya defensif dan penuh kebencian
    18.

    Agresif, yang ditandai sering berkelahi, tawuran, mabuk, terlibat kecelakaan mobil (menabrak orang maupun benda diam semacam pagar rumah orang lain)

    c. Tanda-tanda perilaku :

    1.

    Komunikasi dan interaksi dengan orang lain termasuk anggota keluarga menurun
    2.

    Prestasi sekolah / akademis menurun
    3.

    Pola tidur berubah (larut malam, atau siang)
    4.

    Sering keluar malam sampai larut
    5.

    Sering mengurung diri di kamar dan tidak mengizinkan orang lain masuk ke kamarnya
    6.

    Sering masuk rumah dengan cara mengendap-endap dan berjalan sempoyongan
    7.

    Sering berlama-lama di kamar mandi
    8.

    Menghindar dari kontak dengan anggota keluarga
    9.

    Sering mendapat telpon (yang diputus bila diterima oleh orang lain)
    10.

    Sering didatangi oleh orang yang tak dikenal oleh anggota keluarga
    11.

    Sering berbohong
    12.

    Barang-barang berharga miliknya dan milik orang tua satu persatu hilang, sering mencuri uang atau barang di rumah, lalu menuduh pembantu atau siapa saja yang ada di rumah
    13.

    Sering menarik simpati orang dengan harapan bisa dipinjami uang
    14.

    Tidak peduli pada kebutuhan keluarga
    15.

    Manipulatif, tiba-tiba tampak manis jika ada maunya
    16.

    Penampilan kumal, malas mengurus diri
    17.

    Boros uang tanpa alasan yang jelas
    18.

    Malas bekerja, bila terpaksa bekerja, dilakukan asal saja
    19.

    Berkomunikasi dengan teman sekelompoknya menggunakan istilah asing, seperti cimeng, dan lainlain.
    20.

    Senang menyetel musik keras-keras tanpa mempedulikan orang lain
    21.

    Takut air

    d. Tanda-tanda di kamar tidur yang bersangkutan :

    1.

    Ruang berbau bakar ganja, kemenyan, obat nyamuk
    2.

    Terdapat obat tetes mata, pencuci mulut, dan bedak
    3.

    Terdapat rokok ganja, dan alat penggulung rokok
    4.

    Terdapat biji-bijian, daun kering, tumbuhan atau jamur
    5.

    Terdapat lem, pengharum ruangan, atau inhalan lainnya
    6.

    Terdapat bungkusan kecil serbuk putih, kapsul, atau tablet
    7.

    Terdapat pipa kecil, filter saringan
    8.

    Terdapat sendok kecil, sedotan, mata silet, kaca cermin
    9.

    Terdapat botol, kaleng, kotak yang tidak lazim
    10.

    Majalah, buku, leaflet
    11.

    Botol plastik air mineral
    12.

    Sedotan minuman
    13.

    Botol-botol kecil
    14.

    Gulungan uang kertas, kartu telepon, sendok bekas dibakar
    15.

    Di rumah ditemukan obat-obat, kertas timah, bau-bauan, dll, yang tidak biasanya ada (terutama di kamar mandi dan kamar tidur si anak). Namun, kalau sampai ditemukan jarum suntik, ia akan menyangkal itu miliknya

    e. Tanda-tanda di sekolah :

    1.

    Sering terlambat
    2.

    Sering bolos
    3.

    Sering tidak mengerjakan pekerjaan rumah
    4.

    Penampilan kumal
    5.

    Tidak ada perhatian terhadap pelajaran
    6.

    Partisipasi dalam pertemuan siswa menurun dan hilang
    7.

    Partisipasi dan kegiatan olah raga menurun, hilang
    8.

    Banyak menunjukan perilaku bermasalah
    9.

    Perubahan teman kelompok
    10.

    Sering meminjam uang pada teman
    11.

    Berteman dengan siswa yang menjadi Penyalahguna
    12.

    Sering terjadi kehilangan uang dan barang berharga di kelas

  2. “Janganlah kalian menjadi seperti bunglon dengan mengatakan jika manusia berbuat baik maka kami akan berbuat baik, dan jika mereka berbuat dhalim maka kami akan berbuat dhalim, akan tetapi tanamkanlah dalam jiwa-jiwa kalian jika manusia berbuat baik kalian akan berbuat baik, dan jika mereka berbuat jahat maka janganlah kalian berbuat jahat.

    Ibnul Qayyim mengatakan, “Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan, maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya.” (Al Jawabul Kafi, 109)

    Barang-siapa berbuat dosa lalu bertaubat, maka ia sesuai dengan sifat Nabi Adam Alaihissalam, dan barangsiapa yang meneruskan dosanya serta berdalihkan dengan takdir, maka ia sesuai dengan sifat iblis. Maka orang-orang yang berbahagia akan mengikuti bapak mereka, yaitu Adam, dan orang-orang yang celaka akan mengikuti musuh mereka, yaitu iblis.

    “Always welcome the new morning with a new spirit, a smile on u’r face, love in u’r heart n good thoughts in u’r mind.. “Sebaik-baik manusia adalah yg paling bermanfaat bagi manusia lainnya (HR Bukhari-Muslim)””

    “Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka.” (Umar bin Abdul Aziz)

    “Berilmu lah sebelum berbicara, bersikap, dan bertindak. Diam adalah kehati hatian. Perhatikan darimana kamu ambil kabar berita..periksa siapa yang berbicara, dan telitilah mana yang benar dan salah!”

    “Semua OraNg IngIn MeNjaDi SemPurNa…Tapi MeNjadi SempurNa Itu MELELAHKAN!!!!!!!!! Hanya deNgan BersYukur atas Apa YaNg TeLah DiaNugerahKan pada Diri QtLah… Qt Bisa Mencapai KesemPurNaan…=)”

    “ Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap sunnahku dan sunnahnya Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (genggamlah dengan kuat) dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bid’ah adalah sesat “ (Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi” hasan shahih”)

    “ketika satu pintu tertutup, ada pintu lain yang terbuka. namun seringkali kita hanya menyesali pintu yang tertutup sehingga tidak menyadari pintu yang terbuka untuk kita”

    “Tujuan Itu Tidak Berarti Menghalalkan Segala Cara”

    cinta itu memang indah tapi apakah adil cinta itu hanya untuk menusia saja, sementara manusia itu tidak seberapa pengorbanan nya pada kita, apakah pantas cinta untuk sang pencipta kita taruh pada bagian kedua, jikalau tidak karna Nya, apakah mungkin kita bisa merasakan kenikmatan dunia ini,?? janganlah kita terlalu cinta pada manusia yang membuat kita lupa akan kecintaan allah pada kita,, nau’uzubillah

    “syaik Bakr Abu Zaid berkata: Hiasilah dirimu dengan etika etika jiwa berupa menjaga kehormatan diri, santun,sabar,rendah hati dalam menerima kebenaran, berprilaku tenamg dalam bersikap dan berwibawa,teguh serta tawadhu””

    “Engkau berharap keselamatan akan tetapi engkau tidak berjalan di jalurnya. Sesungguhnya kapal itu tidak bisa berjalan di atas tanah yang kering”

    —————————–

    Berilmulah, wahai saudaraku ! Dan jadikanlah tujuan kalian dalam menuntut ilmu, mencari keridhaan Alloh semata. Janganlah engkau jadikan tujuan menuntut ilmu dalam rangka membantah ulama, menonjolkan diri dalam majelis, bersaing dan pamer kepada khalayak ramai. Rasulullah Shalallohu ‘alaihi wa salam bersabda.

    “Barang siapa menuntut ilmu untuk membodohi orang, atau menantang para ulama, atau mencari perhatian manusia, maka dia masuk neraka” [Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Muqaddimah 253, dan dishahihkan Al–Albani lihat Al–Misykat 225–226 ; bersumber dari sahabat Ibnu Umar Rhadiyallahu ‘anhu]

    —————————–

    …….suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela……(Al Maa’idah:54)

    “Kekuasaan sangat penting untuk tegaknya peraturan dunia dan agama. Dan peraturan agama sangat penting untuk mencapai kebahagiaan akhirat yang secara pasti merupakan tujuan dari para Nabi. Maka dari itu, kewajiban adanya Imam (Khalifah) termasuk perkara yang sangat penting dalam syara, yang tidak ada jalan untuk meninggalkannya. Camkanlah ini !”(al Iqtishad fil I’tiqad, kar. Imam al Ghazali, hal. 199)

    “Apabila kekuasaan terpisah dari agama, atau apabila agama terpisah dari kekuasaan, niscaya perkara manusia akan rusak.” (Majmu’ul Fatawa, kar. Ibnu Taimiyah, jilid.28, hal. 394)

    ==================

    Rahasia Kecil Kebahagiaan

    Rahasia kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada kebaikan dalam diri orang lain. Sebab, hidup bagaikan lukisan: Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sekalipun, lihatlah di bawah sinar yang terang, bukan di tempat yang tertutup dan gelap seperti sebuah gudang.

    Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan. Dengan memanjat bukit, bukan meluncurinya, kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.

    Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu bagi orang lain. Air yang tak mengalir tidak berkembang. Namun, air yang mengalir dengan bebas selalu segar dan jernih.

    Rahasia kebahagiaan adalah belajar dari orang lain, dan bukan mencoba mengajari mereka. Semakin Anda menunjukkan seberapa banyak Anda tahu, semakin orang lain akan mencoba menemukan kekurangan dalam pengetahuan Anda.

    Rahasia kebahagiaan adalah kebaikan hati: memandang orang lain sebagai anggota keluarga besar Anda. Sebab, setiap ciptaan adalah milik Tuhan. Kita semua adalah ciptaan Tuhan yang satu.

    Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama orang lain, sebagai sahabat, dan bukan menertawakan mereka, sebagai hakim.

    Rahasia kebahagiaan adalah jangan pernah merampas atau mengurangi hak orang lain. Lebih indah bila orang berdoa utk kebaikan kita daripada sumpah serapah orang yg teraniaya oleh kita . Perlu diingat, doa yg cepat dikabulkan adalah doa orang teraniaya.

    Rahasia kebahagiaan adalah tidak sombong. Bila Anda menganggap mereka penting, Anda akan memiliki sahabat ke manapun Anda pergi. Ingatlah bahwa musang yang paling besar akan mengeluarkan bau yang paling menyengat.

    Kebahagiaan datang kepada mereka yang memberikan cintanya secara bebas, yang tidak meminta orang lain mencintai mereka terlebih dahulu.

    Bermurah hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang patut menerima kehangatannya.

    Kebahagiaan berarti menerima apapun yang datang, dan selalu mengatakan kepada diri sendiri “Aku bebas dalam diriku”.

    Kebahagiaan berarti membuat orang lain bahagia. Padang rumput yang penuh bunga membutuhkan pohon-pohon di sekelilingnya, bukan bangunan-bangunan beton yang kaku.

    Kelilingilah padang hidup Anda dengan kebahagiaan. Kebahagiaan berasal dari menerima orang lain sebagaimana adanya; nyatanya menginginkan mereka bukan sebagaimana adanya.

    Betapa akan membosankan hidup ini jika setiap orang sama. Bukankah taman pun akan tampak janggal bila semua bunganya berwarna ungu?

    Rahasia kebahagiaan adalah menjaga agar hati Anda terbuka bagi orang lain, dan bagi pengalaman-pengalaman hidup.

    Hati laksana pintu sebuah rumah. Cahaya matahari hanya dapat masuk bilamana pintu rumah itu terbuka lebar.

    =============

    author: unknown

    http://www.muslim.or.id
    http://www.almanhaj.or.id
    http://www.muslimah.or.id
    http://www.jilbab.or.id

  3. Berikut ini adalah wasiat islami yang berharga dalam berbagai aspek seperti ibadah, muamalah, akhlak, adab dan yang lainnya dari sendi-sendi kehidupan. Kami persembahkan wasiat ini sebagai peringatan kepada para pemuda muslim yang senantiasa bersemangat mencari apa yang bermanfaat baginya, dan sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. Kami memohon kepada Allah agar menjadikan hal ini bermanfaat bagi orang yang membacanya ataupun mendengarkannya. Dan agar memberikan pahala yang besar bagi penyusunnya, penulisnya, yang menyebarkannya ataupun yang mengamalkannya. Cukuplah bagi kita Allah sebaik-baik tempat bergantung.

    1. Ikhlaskanlah niat kepada Allah dan hati-hatilah dari riya’ baik dalam perkataan ataupun perbuatan.

    2. Ikutilah sunnah Nabi dalam semua perkataan, perbuatan, dan akhlak.

    3. Bertaqwalah kepada Allah dan ber’azamlah untuk melaksanakan semua perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.

    4. Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nashuha dan perbanyaklah istighfar.

    5. Ingatlah bahwa Allah senatiasa mengawasi gerak-gerikmu. Dan ketahuilah bahwa Allah melihatmu, mendengarmu dan mengetahui apa yang terbersit di hatimu.

    6. Berimanlah kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir serta qadar yang baik ataupun yang buruk.

    7. Janganlah engkau taqlid (mengekor) kepada orang lain dengan buta (tanpa memilih dan memilah mana yang baik dan yang buruk serta mana yang sesuai dengan sunnah/syari’at dan mana yang tidak). Dan janganlah engkau termasuk orang yang tidak punya pendirian.

    8. Jadilah engkau sebagai orang pertama dalam mengamalkan kebaikan karena engkau akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengikuti/mencontohmu dalam mengamalkannya.

    9. Peganglah kitab Riyadlush Shalihin, bacalah olehmu dan bacakan pula kepada keluargamu, demikian juga kitab Zaadul Ma’ad oleh Ibnul Qayyim.

    10. Jagalah selalu wudlu’mu dan perbaharuilah. Dan jadilah engkau senantiasa dalam keadaan suci dari hadats dan najis.

    11. Jagalah selalu shalat di awal waktu dan berjamaah di masjid terlebih lagi sahalat ‘Isya dan Fajr (shubuh).

    12. Janganlah memakan makanan yang mempunyai bau yang tidak enak seperti bawang putih dan bawang merah. Dan janganlah merokok agar tidak membahayakan dirimu dan kaum muslimin.

    13. Jagalah selalu shalat berjamaah agar engkau mendapat kemenangan dengan pahala yang ada pada shalat berjamaah tersebut.

    14. Tunaikanlah zakat yang telah diwajibkan dan janganlah engkau bakhil kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

    15. Bersegeralah berangkat untuk shalat Jumat dan janganlah berlambat-lambat sampai setelah adzan kedua karena engkau akan berdosa.

    16. Puasalah di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah agar Allah mengampuni dosa-dosamu baik yang telah lalu ataupun yang akan datang.

    17. Hati-hatilah dari berbuka di siang hari di bulan Ramadhan tanpa udzur syar’i sebab engkau akan berdosa karenanya.

    18. Tegakkanlah shalat malam (tarawih) di bulan Ramadhan terlebih-lebih pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah agar engkau mendapatkan ampunan atas dosa-dosamu yang telah lalu.

    19. Bersegeralah untuk haji dan umrah ke Baitullah Al-Haram jika engkau termasuk orang yang mampu dan janganlah menunda-nunda.

    20. Bacalah Al-Qur’an dengan mentadaburi maknanya. Laksanakanlah perintahnya dan jauhi larangannya agar Al-Qur’an itu menjadi hujjah bagimu di sisi rabmu dan menjadi penolongmu di hari qiyamat.

    21. Senantiasalah memperbanyak dzikir kepada Allah baik perlahan-lahan ataupun dikeraskan, apakah dalam keadaan berdiri, duduk ataupun berbaring. Dan hati-hatilah engkau dari kelalaian.

    22. Hadirilah majelis-majelis dzikir karena majelis dzikir termasuk taman surga.

    23. Tundukkan pandanganmu dari aurat dan hal-hal yang diharamkan dan hati-hatilah engkau dari mengumbar pandangan, karena pandangan itu merupakan anak panah beracun dari anak panah Iblis.

    24. Janganlah engkau panjangkan pakaianmu melebihi mata kaki dan janganlah engkau berjalan dengan kesombongan/keangkuhan.

    25. Janganlah engkau memakai pakaian sutra dan emas karena keduanya diharamkan bagi laki-laki.

    26. Janganlah engkau menyeruapai wanita dan janganlah engkau biarkan wanita-wanitamu menyerupai laki-laki.

    27. Biarkanlah janggutmu karena Rasulullah: “Cukurlah kumis dan panjangkanlah janggut.” (HR. Bukhari Dan Muslim)

    28. Janganlah engkau makan kecuali yang halal dan janganlah engkau minum kecuali yang halal agar doamu diijabah.

    29. Ucapkanlah bismillah ketika engkau hendak makan dan minum dan ucapkanlah alhamdulillah apabila engkau telah selesai.

    30. Makanlah dengan tangan kanan, minumlah dengan tangan kanan, ambillah dengan tangan kanan dan berilah dengan tangan kanan.

    31. Hati-hatilah dari berbuat kezhaliman karena kezhaliman itu merupakan kegelapan di hari kiamat.

    32. Janganlah engkau bergaul kecuali dengan orang mukmin dan janganlah dia memakan makananmu kecuali engkau dalam keadaan bertaqwa (dengan ridla dan memilihkan makanan yang halal untuknya).

    33. Hati-hatilah dari suap-menyuap (kolusi), baik itu memberi suap, menerima suap ataupun perantaranya, karena pelakunya terlaknat.

    34. Janganlah engkau mencari keridlaan manusia dengan kemurkaan Allah karena Allah akan murka kepadamu.

    35. Ta’atilah pemerintah dalam semua perintah yang sesuai dengan syari’at dan doakanlah kebaikan untuk mereka.

    36. Hati-hatilah dari bersaksi palsu dan menyembunyikan persaksian.

    “Barangsiapa yang menyembunyikan persaksiannya maka hatinya berdosa. Dan Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (Al-Baqarah: 283)
    37. “Dan ber amar ma’ruf nahi munkarlah serta shabarlah dengan apa yang menimpamu.” (Luqman: 17)
    Ma’ruf adalah apa-apa yang diperintahkan oleh Allah dan rasul-Nya , dan munkar adalah apa-apa yang dilarang oleh Allah dan rasul-Nya.

    38. Tinggalkanlah semua hal yang diharamkan baik yang kecil ataupun yang besar dan janganlah engkau bermaksiat kepada Allah dan janganlah membantu seorangpun dalam bermaksiat kepada-Nya.

    39. Janganlah engkau dekati zina. Allah berfirman: “Janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah kekejian dan sejelek-jelek jalan.” (Al-Isra’:32)

    40. Wajib bagimu berbakti kepada orang tua dan hati-hatilah dari mendurhakainya.

    41. Wajib bagimu untuk silaturahim dan hati-hatilah dari memutuskan hubungan silaturahim.

    42. Berbuat baiklah kepada tetanggamu dan janganlah menyakitinya. Dan apabila dia menyakitimu maka bersabarlah.

    43. Perbanyaklah mengunjungi orang-orang shalih dan saudaramu di jalan Allah.

    44. Cintalah karena Allah dan bencilah juga karena Allah karena hal itu merupakan tali keimanan yang paling kuat.

    45. Wajib bagimu untuk duduk bermajelis dengan orang shalih dan hati-hatilah dari bermajelis dengan orang-orang yang jelek.

    46. Bersegeralah untuk memenuhi hajat (kebutuhan) kaum muslimin dan buatlah mereka bahagia.

    47. Berhiaslah dengan kelemahlembutan, sabar dan teliti. Hatilah-hatilah dari sifat keras, kasar dan tergesa-gesa.

    48. Janganlah memotong pembicaraan orang lain dan jadilah engkau pendengar yang baik.

    49. Sebarkanlah salam kepada orang yang engkau kenal ataupun tidak engkau kenal.

    50. Ucapkanlah salam yang disunahkan yaitu assalamualaikum dan tidak cukup hanya dengan isyarat telapak tangan atau kepala saja.

    51. Janganlah mencela seorangpun dan mensifatinya dengan kejelekan.

    52. Janganlah melaknat seorangpun termasuk hewan dan benda mati.

    53. Hati-hatilah dari menuduh dan mencoreng kehormatan oarng lain karena hal itu termasuk dosa yang paling besar.

    54. Hati-hatilah dari namimah (mengadu domba), yakni menyampaikan perkataan di antara manusia dengan maksud agar terjadi kerusakan di antara mereka.

    55. Hati-hatilah dari ghibah, yakni engkau menceritakan tentang saudaramu apa-apa yang dia benci jika mengetahuinya.

    56. Janganlah engkau mengagetkan, menakuti dan menyakiti sesama muslim.

    57. Wajib bagimu melakukan ishlah (perdamaian) di antara manusia karena hal itu merupakan amalan yang paling utama.

    58. Katakanlah hal-hal yang baik, jika tidak maka diamlah.

    59. Jadilah engkau orang yang jujur dan janganlah berdusta karena dusta akan mengantarkan kepada dosa dan dosa mengantarakan kepada neraka.

    60. Janganlah engkau bermuka dua. Datang kepada sekelompok dengan satu wajah dan kepada kelompok lain dengan wajah yang lain.

    61. Janganlah bersumpah dengan selain Allah dan janganlah banyak bersumpah meskipun engkau benar.

    62. Janganlah menghina orang lain karena tidak ada keutamaan atas seorangpun kecuali dengan taqwa.

    63. Janganlah mendatang dukun, ahli nujum serta tukang sihir dan jangan membenarkan (perkataan) mereka.

    64. Janganlah menggambar gambar manusia dan binatang. Sesungguhnya manusia yang paling keras adzabnya pada hari kiamat adalah tukang gambar.

    65. Janganlah menyimpan gambar makhluk yang bernyawa di rumahmu karena akan menghalangi malaikat untuk masuk ke rumahmu.

    66. Tasymitkanlah orang yang bersin dengan membaca: yarhamukallah apabila dia mengucapkan: alhamdulillah

    67. Jauhilah bersiul dan tepuk tangan.

    68. Bersegeralah untuk bertaubat dari segala dosa dan ikutilah kejelekan dengan kebaikan karena kebaikan tersebut akan menghapuskannya. Dan hati-hatilah dari menunda-nunda.

    69. Berharaplah selalu akan ampunan Allah serta rahmat-Nya dan berbaik sangkalah kepada Allah .

    70. Takutlah kepada adzab Allah dan janganlah merasa aman darinya.

    71. Bersabarlah dari segala mushibah yang menimpa dan bersyukurlah dengan segala kenikamatan yang ada.

    72. Perbanyaklah melakukan amal shalih yang pahalanya terus mengalir meskipun engkau telah mati, seperti membangun masjid dan menyebarkan ilmu.

    73. Mohonlah surga kepada Allah dan berlindunglah dari nereka.

    74. Perbanyaklah mengucapkan shalawat dan salam kepada Rasulullah.

    (Diterjemahkan dari buletin berjudul 75 Washiyyah li Asy-Syabab terbitan Daarul Qashim Riyadl-KSA oleh Abu Abdurrahman Umar Munawwir)

    [Kontributor : Umar Munawwir

    Perpustakaan-Islam.Com

  4. PENGOBATAN MENGGUNAKAN HABBATUS SAWDA’ (JINTAN HITAM)

    Oleh
    Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

    “Sesungguhnya di dalam habbatus sawda’ (jintan hitam) terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit kecuali kematian”.

    Ibnu Syihab mengatakan : “Kata As-Saam di sini berarti kematian, sedangkan habbatus sawda’ berarti syuniz” [1]

    Habbatus sawda’ ini mempunyai manfaat yang sangat banyak. [2]

    Jintan hitam sangat bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit dengan izin Allah.

    PENGOBATAN DENGAN MADU

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

    “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memikirkan” [An-Nahl : 69]

    Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

    “Kesembuhan itu ada pada tiga hal, yaitu : Dalam pisau pembekam, meminumkan madu, atau pengobatan dengan besi panas (kayy). Dan aku melarang ummatku melakukan pengobatan dengan besi panas (kayy)”. [3]

    PENGOBATAN DENGAN BEKAM [4]

    Berbekam [5] termasuk pengobatan yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan bekam dan memberikan upah kepada tukang bekam.

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

    “Sesungguhnya sebaik-baik apa yang kalian lakukan untuk mengobati penyakit adalah dengan melakukan bekam” [6]

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

    “Sebaik-baik pengobatan penyakit adalah dengan melakukan bekam” [7]

    Wasiat Malaikat Untuk Berbekam
    Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidaklah aku melewati seorang Malaikat –ketika di Mi’rajkan ke langit- kecuali mereka mengatakan ‘Wahai Muhammad, lakukanlah olehmu berbekam” [8]

    Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan ketika beliau di Isra’kan, tidaklah beliau melewati sekumpulan Malaikat melainkan mereka meminta kami,” Perintahkanlah ummatmu untuk berbekam” [9]

    Waktu Yang Paling Baik Untuk Berbekam
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang ingin berbekam, hendaklah ia berbekam pada tanggal 17,19,21 (bulan Hijriyyah), maka akan menyembuhkan setiap penyakit” [10]

    Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu berkata : “Sesungguhnya hari yang paling baik bagimu untuk berbekam adalah hari ke 17, hari ke 19, dan hari ke 21 (bulan Hijriyyah)” [11]

    Hari yang paling baik untuk berbekam adalah pada hari Senin, Selasa dan Kamis. Sebaliknya hindari berbekam pada hari Rabu, Jum’at, Sabtu dan Ahad” [12]

    PENGOBATAN MENGGUNAKAN AIR ZAMZAM

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda mengenai air zamzam ini.

    “Air zamzam itu penuh berkah. Ia merupakan makanan yang mengenyangkan (dan obat bagi penyakit)” [13].

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda.

    “Air zamzam tergantung kepada tujuan di minumnya” [14]

    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membawa air zamzam (di dalam tempat-tempat air) dan girbah (tempat air dari kulit binatang), beliau menyiramkan dan meminumkannya kepada orang-orang yang sakit” [15]

    Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : “Aku sendiri dan juga yang lainnya pernah mempraktekkan upaya penyembuhan dengan air zamzam terhadap beberapa penyakit, dan hasilnya sangat menakjubkan, aku berhasil mengobati berbagai macam penyakit dan aku pun sembuh atas izin Allah” [16]

    Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar Dia memberikan bimbingan kepada kita untuk dimudahkan dalam menggunakan pengobatan yang sesui dengan syari’at (Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam).

    [Disalin dari buku Do’a & Wirid Mengobati Guna-Guna Dan Sihir Menurut Al-Qur’an Dan As-Sunnah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cetakan Keenam Dzulhijjah 1426H/Januari 2006M]
    ________
    _

    Footnotes
    [1]. Al-Bukhari no. 5688/Al-Fath X/143, dan Muslim no. 2215 dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. Lafazh ini adalah lafazh Muslim.
    [2]. Zaadul Ma’aad IV/297 dan lihat juga Ath-Thibbu Minal Kitab was Sunnah, karya Al-Allamah Muwaffaquddin Abdul Lathif Al-Baghdadi (hal.88)
    [3]. HR Al-Bukhari no. 5681/Fathul Baari X/137. Lihat bab : “Beberapa manfaat madu”. Zaadul Ma’aad IV/50-62 dan juga Ath-Thibbu Minal Kitab was Sunnah, karya Al-Allamah Muwaffaquddin Abdul Lathif Al-Baghdadi (hal. 129-136)
    [4]. Lihat bahasan ini dalam Manhajus Salaamah fiimaa Warada fil Hijaamah oleh Dr Muhammad Musa Nashr.
    [5]. Bekam : Mengeluarkan darah kotor dari kepala, badan, dan anggota tubuh lainnya dengan alat bekam.
    [6]. HR Abu Dawud no. 3857 dan Ibnu Majah no. 3476, Al-Hakim IV/410, Ahmad II/342 dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, lihat Shahiih Ibni Majah II/259 no 2800 dan Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah no. 760
    [7]. HR Ahmad V/9,15,19, Al-Hakim IV/208 dari Samurah Radhiyallahu ‘anhu. Lihat Shahiih Al-Jaami’ish Shaghiir no. 3323, Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah no. 1053.
    [8]. HR Ibnu Majah no. 3477, Shahiih Ibni Majah II/259 no. 2801, Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah no. 2263
    [9]. HR At-Tirmidzi no. 2052, Shahiih Sunan At-Tirmidizi II/204 no. 1672
    [10]. HR. Abu Dawud no. 3861 Al-Hakim, Al-Baihaqi IX/340 Dari Abu hurairah Radhiyallahu ‘anhu. Lihat Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah no 622
    [11]. Shahiih Sunan At-Tirmdizi II/204 no. 1674
    [12]. HR Ibnu Majah no. 3487, Shahiih Ibn Majah II/261, Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah no. 766
    [13]. HR Muslim IV/1922 no. 2473 dan matan yang terdapat dalam kurung adalah menurut riwayat Al-Bazaar, Al-Baihaqi dan Ath-Thabrani, dan sanadnya Shahih. Lihat Majma’uz Zawaa’id III/286
    [14]. HR Ahmad III/357, 372, Ibnu Majah no. 3062 dan lainya dari Jabir bin Abdillah Radhiyalahu ‘anhu, lihat Shahiih Ibni majah II/183 dan Irwaa’ul Ghalil no. 1123
    [15]. HR At-Tirmidzi dan Al-Baihaqi V/202, lihat Shahiih At-Tirmidzi I/284, Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah no. 883. Dan juga Zaadul Ma’aad IV/392
    [16]. Zaadul Ma’aad IV/393 dan 178

  5. “Ketika hati diperbaiki maka dosa-dosa besar terampuni… dan jika seorang hamba bertekad meninggalkan dosa, maka ia akan diliputi hati yang selalu terjaga.

    Jangan lupa wahai saudara-saudaraku, bahwa kemewahan dunia akan menyibukkan hati dari memikirkan akhirat… setiap nikmat yang tidak menjadikanmu dekat dengan Allah maka sebenarnya itu adalah bencana.”

    tidaklah mentari bersinar di pagi hari melainkan pada hari itu nafsu dan ilmu akan menghampiri penuntut ilmu, lalu keduanya saling bertarung dalam dadanya dengan dahsyatnya… jika ilmunya mengalahkan nafsunya maka hari itu adalah hari keberuntungannya… tetapi jika nafsunya yang mengalahkan ilmunya maka hari itu adalah hari kerugiannya.

    Hamdun bin Ahmad pernah ditanya : “Kenapa perkataan salaf lebih bermanfaat daripada perkataan kita?”
    Hamdun menjawab, “Karena mereka berbicara demi kemuliaan Islam, keselamatan manusia dan keridhaan Allah. Sedangkan kita berbicara demi kemuliaan diri sendiri, mencari dunia dan ketenaran di hadapan manusia.”

  6. DEFINISI ULAMA – CIRI-CIRI ULAMA – SIAPAKAH YANG DINAMAKAN ULAMA ?

    Ciri-Ciri Ulama
    Penulis: Al Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah An Nawawi

    Siapa yang dinamakan Ulama?

    Terdapat beberapa ungkapan ulama dalam mendefinisikan ulama. Ibnu Juraij rahimahullah menukilkan (pendapat) dari ‘Atha, beliau berkata: “Barangsiapa yang mengenal Allah, maka dia adalah orang alim.” (Jami’ Bayan Ilmu wa Fadhlih, hal. 2/49)

    Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah dalam kitab beliau Kitabul ‘Ilmi mengatakan: “Ulama adalah orang yang ilmunya menyampaikan mereka kepada sifat takut kepada Allah.” (Kitabul ‘Ilmi hal. 147)

    Badruddin Al-Kinani rahimahullah mengatakan: “Mereka (para ulama) adalah orang-orang yang menjelaskan segala apa yang dihalalkan dan diharamkan, dan mengajak kepada kebaikan serta menafikan segala bentuk kemudharatan.” (Tadzkiratus Sami’ hal. 31)

    Abdus Salam bin Barjas rahimahullah mengatakan: “Orang yang pantas untuk disebut sebagai orang alim jumlahnya sangat sedikit sekali dan tidak berlebihan kalau kita mengatakan jarang. Yang demikian itu karena sifat-sifat orang alim mayoritasnya tidak akan terwujud pada diri orang-orang yang menisbahkan diri kepada ilmu pada masa ini. Bukan dinamakan alim bila sekedar fasih dalam berbicara atau pandai menulis, orang yang menyebarluaskan karya-karya atau orang yang men-tahqiq kitab-kitab yang masih dalam tulisan tangan. Kalau orang alim ditimbang dengan ini, maka cukup (terlalu banyak orang alim). Akan tetapi penggambaran seperti inilah yang banyak menancap di benak orang-orang yang tidak berilmu. Oleh karena itu banyak orang tertipu dengan kefasihan seseorang dan tertipu dengan kepandaian berkarya tulis, padahal ia bukan ulama. Ini semua menjadikan orang-orang takjub. Orang alim hakiki adalah yang mendalami ilmu agama, mengetahui hukum-hukum Al Quran dan As Sunnah. Mengetahui ilmu ushul fiqih seperti nasikh dan mansukh, mutlak, muqayyad, mujmal, mufassar, dan juga orang-orang yang menggali ucapan-ucapan salaf terhadap apa yang mereka perselisihkan.” (Wujubul Irtibath bi ‘Ulama, hal. 8)

    Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan ciri khas seorang ulama yang membedakan dengan kebanyakan orang yang mengaku berilmu atau yang diakui sebagai ulama bahkan waliyullah. Dia berfirman:

    إِنَّماَ يَخْشَى اللهَ مِنْ عِباَدِهِ الْعُلَمآءُ

    “Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah adalah ulama.” (Fathir: 28)

    ————————————————
    DEFINISI ULAMA – CIRI-CIRI ULAMA – SIAPAKAH YANG DINAMAKAN ULAMA ?
    ————————————————

    Ciri-ciri Ulama

    Pembahasan ini bertujuan untuk mengetahui siapa sesungguhnya yang pantas untuk menyandang gelar ulama dan bagaimana besar jasa mereka dalam menyelamatkan Islam dan muslimin dari rongrongan penjahat agama, mulai dari masa terbaik umat yaitu generasi shahabat hingga masa kita sekarang.

    Pembahasan ini juga bertujuan untuk memberi gambaran (yang benar) kepada sebagian muslimin yang telah memberikan gelar ulama kepada orang yang tidak pantas untuk menyandangnya.

    a. Sebagian kaum muslimin ada yang meremehkan hak-hak ulama. Di sisi mereka, yang dinamakan ulama adalah orang yang pandai bersilat lidah dan memperindah perkataannya dengan cerita-cerita, syair-syair, atau ilmu-ilmu pelembut hati.

    b. Sebagian kaum muslimin menganggap ulama itu adalah orang yang mengerti realita hidup dan yang mendalaminya, orang-orang yang berani menentang pemerintah -meski tanpa petunjuk ilmu.

    c. Di antara mereka ada yang menganggap ulama adalah kutu buku, meskipun tidak memahami apa yang dikandungnya sebagaimana yang dipahami generasi salaf.

    d. Di antara mereka ada yang menganggap ulama adalah orang yang pindah dari satu tempat ke tempat lain dengan alasan mendakwahi manusia. Mereka mengatakan kita tidak butuh kepada kitab-kitab, kita butuh kepada da’i dan dakwah.

    e. Sebagian muslimin tidak bisa membedakan antara orang alim dengan pendongeng dan juru nasehat, serta antara penuntut ilmu dan ulama. Di sisi mereka, para pendongeng itu adalah ulama tempat bertanya dan menimba ilmu.

    ————————————————
    DEFINISI ULAMA – CIRI-CIRI ULAMA – SIAPAKAH YANG DINAMAKAN ULAMA ?
    ————————————————

    Di antara ciri-ciri ulama adalah:

    1. Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah mengatakan: “Mereka adalah orang-orang yang tidak menginginkan kedudukan, dan membenci segala bentuk pujian serta tidak menyombongkan diri atas seorang pun.” Al-Hasan mengatakan: “Orang faqih adalah orang yang zuhud terhadap dunia dan cinta kepada akhirat, bashirah (berilmu) tentang agamanya dan senantiasa dalam beribadah kepada Rabbnya.” Dalam riwayat lain: “Orang yang tidak hasad kepada seorang pun yang berada di atasnya dan tidak menghinakan orang yang ada di bawahnya dan tidak mengambil upah sedikitpun dalam menyampaikan ilmu Allah.” (Al-Khithabul Minbariyyah, 1/177)

    2. Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah mengatakan: “Mereka adalah orang yang tidak mengaku-aku berilmu, tidak bangga dengan ilmunya atas seorang pun, dan tidak serampangan menghukumi orang yang jahil sebagai orang yang menyelisihi As-Sunnah.”

    3. Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan: “Mereka adalah orang yang berburuk sangka kepada diri mereka sendiri dan berbaik sangka kepada ulama salaf. Dan mereka mengakui ulama-ulama pendahulu mereka serta mengakui bahwa mereka tidak akan sampai mencapai derajat mereka atau mendekatinya.”

    4. Mereka berpendapat bahwa kebenaran dan hidayah ada dalam mengikuti apa-apa yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    وَيَرَى الَّذِيْنَ أُوْتُوْا الْعِلْمَ الَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ هُوَ الْحَقَّ وَيَهْدِي إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِ

    “Dan orang-orang yang diberikan ilmu memandang bahwa apa yang telah diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Rabbmu adalah kebenaran dan akan membimbing kepada jalan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Terpuji.” (Saba: 6)

    5. Mereka adalah orang yang paling memahami segala bentuk permisalan yang dibuat Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al Qur’an, bahkan apa yang dimaukan oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    وَتِلْكَ اْلأَمْثاَلُ نَضْرِبُهاَ لِلنَّاسِ وَماَ يَعْقِلُهاَ إِلاَّ الْعاَلِمُوْنَ

    “Demikianlah permisalan-permisalan yang dibuat oleh Allah bagi manusia dan tidak ada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.” (Al-’Ankabut: 43)

    6. Mereka adalah orang-orang yang memiliki keahlian melakukan istinbath(mengambil hukum) dan memahaminya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    وَإِذَا جآءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ اْلأَمْنِ أَوْ الْخَوْفِ أَذَاعُوْا بِهِ وَلَوْ رَدُّوْهُ إِلَى الرَّسُوْلِ وَإِلَى أُولِي اْلأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِيْنَ يَسْتَنْبِطُوْنًهُ مِنْهُمْ وَلَوْ لاَ فَضْلَ اللهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لاَتَّبَعْتُمُ الشَّيْطاَنَ إِلاَّ قَلِيْلاً

    “Apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Kalau mereka menyerahkan kepada rasul dan ulil amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang mampu mengambil hukum (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (rasul dan ulil amri). Kalau tidak dengan karunia dan rahmat dari Allah kepada kalian, tentulah kalian mengikuti syaithan kecuali sedikit saja.” (An-Nisa: 83)

    7. Mereka adalah orang-orang yang tunduk dan khusyu’ dalam merealisasikan perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    قُلْ آمَنُوا بِهِ أَوْ لاَ تُؤْمِنُوا إِنَّ الَّذِيْنَ أَوْتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذِا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّوْنَ لِلأًذْقاَنِ سُجَّدًا. وَيَقُوْلُوْنَ سُبْحاَنَ رَبِّناَ إِنْ كاَنَ وَعْدُ رَبِّناَ لَمَفْعُوْلاً. وَيَخِرُّوْنَ لِلأَذْقاَنِ يَبْكُوْنَ وَيَزِيْدُهُمْ خُشُوْعاً

    “Katakanlah: ‘Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: “Maha Suci Tuhan kami; sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi”. Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (Al-Isra: 107-109) [Mu’amalatul ‘Ulama karya Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Umar bin Salim Bazmul, Wujub Al-Irtibath bil ‘Ulama karya Asy-Syaikh Hasan bin Qasim Ar-Rimi]

    Inilah beberapa sifat ulama hakiki yang dimaukan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam Sunnahnya. Dengan semua ini, jelaslah orang yang berpura-pura berpenampilan ulama dan berbaju dengan pakaian mereka padahal tidak pantas memakainya. Semua ini membeberkan hakikat ulama ahlul bid’ah yang mana mereka bukan sebagai penyandang gelar ini. Dari Al-Quran dan As-Sunnah mereka jauh dan dari manhaj salaf mereka keluar.

    ————————————————
    DEFINISI ULAMA – CIRI-CIRI ULAMA – SIAPAKAH YANG DINAMAKAN ULAMA ?
    ————————————————

    Contoh-contoh Ulama Rabbani

    Pembahasan ini bukan membatasi mereka akan tetapi sebagai permisalan hidup ulama walau mereka telah menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka hidup dengan jasa-jasa mereka terhadap Islam dan muslimin dan mereka hidup dengan karya-karya peninggalan mereka.

    1. Generasi shahabat yang langsung dipimpin oleh empat khalifah Ar-Rasyidin: Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, dan ‘Ali.

    2. Generasi tabiin dan di antara tokoh mereka adalah Sa’id bin Al-Musayyib (meninggal setelah tahun 90 H), ‘Urwah bin Az-Zubair (meninggal tahun 93 H), ‘Ali bin Husain Zainal Abidin (meninggal tahun 93 H), Muhammad bin Al-Hanafiyyah (meninggal tahun 80 H), ‘Ubaidullah bin Abdullah bin ‘Utbah bin Mas’ud (meninggal tahun 94 H atau setelahnya), Salim bin Abdullah bin ‘Umar (meninggal tahun 106 H), Al-Hasan Al-Basri (meninggal tahun 110 H), Muhammad bin Sirin (meninggal tahun 110 H), ‘Umar bin Abdul ‘Aziz (meninggal tahun 101 H), dan Muhammad bin Syihab Az-Zuhri (meninggal tahun 125 H).

    3. Generasi atba’ at-tabi’in dan di antara tokoh-tokohnya adalah Al-Imam Malik (179 H), Al-Auza’i (157 H), Sufyan bin Sa’id Ats-Tsauri (161 H), Sufyan bin ‘Uyainah (198 H), Ismail bin ‘Ulayyah (193 H), Al-Laits bin Sa’d (175 H), dan Abu Hanifah An-Nu’man (150 H).

    4. Generasi setelah mereka, di antara tokohnya adalah Abdullah bin Al-Mubarak (181 H), Waki’ bin Jarrah (197 H), Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i (203 H), Abdurrahman bin Mahdi (198 H), Yahya bin Sa’id Al-Qaththan (198 H), ‘Affan bin Muslim (219 H).

    5. Murid-murid mereka, di antara tokohnya adalah Al-Imam Ahmad bin Hanbal (241 H), Yahya bin Ma’in (233 H), ‘Ali bin Al-Madini (234 H).

    6. Murid-murid mereka seperti Al-Imam Bukhari (256 H), Al-Imam Muslim (261 H), Abu Hatim (277 H), Abu Zur’ah (264 H), Abu Dawud (275 H), At-Tirmidzi (279 H), dan An-Nasai (303 H).

    7. Generasi setelah mereka, di antaranya Ibnu Jarir (310 H), Ibnu Khuzaimah (311 H), Ad-Daruquthni (385 H), Al-Khathib Al-Baghdadi (463 H), Ibnu Abdil Bar An-Numairi (463 H).

    8. Generasi setelah mereka, di antaranya adalah Abdul Ghani Al-Maqdisi, Ibnu Qudamah (620 H), Ibnu Shalah (643 H), Ibnu Taimiyah (728 H), Al-Mizzi (743 H), Adz-Dzahabi (748 H), Ibnu Katsir (774 H) berikut para ulama yang semasa mereka atau murid-murid mereka yang mengikuti manhaj mereka dalam berpegang dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah sampai pada hari ini.

    9. Contoh ulama di masa ini adalah Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz,Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, Asy-Syaikh Muhammad Aman Al-Jami, Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i, dan selain mereka dari ulama yang telah meninggal di masa kita. Berikutnya Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi, Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, Asy-Syaikh Zaid Al-Madkhali, Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz Alu Syaikh, Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-’Abbad, Asy-Syaikh Al-Ghudayyan, Asy-Syaikh Shalih Al-Luhaidan, Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali, Asy-Syaikh Shalih As-Suhaimi, Asy-Syaikh ‘Ubaid Al-Jabiri dan selain mereka yang mengikuti langkah-langkah mereka di atas manhaj Salaf. (Makanatu Ahli Hadits karya Asy-Syaikh Rabi bin Hadi Al-Madkhali dan Wujub Irtibath bi Ulama)

    Wallahu a’lam.

    Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
    dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

    ————————————————
    DEFINISI ULAMA – CIRI-CIRI ULAMA – SIAPAKAH YANG DINAMAKAN ULAMA ?

  7. kumpulan nasehat para ulama salaf – nasihat para ulama salafi – tausiyah para ulama salafy

    ———-

    Kilauan Mutiara Hikmah Dari Nasihat Salaful Ummah

    Segala puji hanya bagi Allah Rabbul Alamin, shalawat serta salam Allah semoga dilimpahkan kepada Rasul-Nya yang paling mulia, penutup para nabi-nabiNya, juga kepada segenap keluarga,shahabat dan ikhwan-nya yang berpegang teguh dengan sunnahnya dan berpedoman kepada petunjuknya hingga hari pembalasan.

    Nasihat termasuk bagian dari amar ma’ruf nahi munkar yang sangat penting dalam Islam. Sementara itu masih banyak kaum Muslimin yang belum mengenal hakikat nasehat [1], sehingga salah kaprah dalam menilainya. Anggapan bila nasehat adalah celaan, penghinaan bahkan bisa jadi diidentikan dengan pengkafiran. Dan kesan ini begitu dimasyarakatkan dalam masa sekarang ini, dimana slogan seperti : damai itu indah,indahnya kebersamaan, biarkanlah masing-masing dalam amalnya,jangan mengunting dalam lipatan dan lain-lain sejenisnya mencuat dan ditelan bulat-bulat sebagai benteng pencegah dari amalan (khususnya) nasehat nahi mungkar.

    Kesan tersebut terus digembar-gemborkan layaknya dagangan ,sebagai resep jitu menguatkan status quo melestarikan hal-hal yang dianggap ibadah yang tidak sesuai dengan Islam atau cuma ndompleng dengan stempel nama Islam alias tetep me-lestari-ken acara paguyuban bid’ah dan formula yang pas-pasan buat mempertahankan pendapat yang jauh dari Sunnah seperti bolehnya demokrasi pemilu ,dll.

    Dalam kesempatan ini ,kami hadirkan nasihat ulama [2] berkaitan dengan hal-ihwal bid’ah semoga dapat menjadi maslahat bagi kita semua.,mengamalkan apa yang telah disabdakan Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam sebagaimana yang dilansir dari jalan Shahabat Tamin Ad Dari radhiallahu anhu :

    “Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

    ”Agama adalah nasihat.”Kami bertanya,”Untuk siapa?”Beliau menjawab,”Untuk Allah Subhanahu wa ta’ala ,KitabNya,RasulNya,dan pemimpin dan umumnya kaum muslimin. [Dikeluarkan oleh banyak para imam ahli hadits:Muslim dalam shahihnya: 2/37;Ahmad dalam Musnadnya 4/102-103;Abu Daud dalam Sunan no.4944,An Nasaa’i 7/157,dll]

    Ibnu Taymiyah dalam Al Fatawa (I/2460) berkata:

    “Perkataan-perkataan yang dinukil dari para ulama Salaf perlu diperhatikan dan dipahami benar-benar lafaznya dan perlu akurat dalam menempatkan perkataan-perkataan tersebut sebagai dalil sebagaimana keterangan dari Al Qur’an dan Al Hadits. [lih. Ar Radd al mufhim, pasal 7 ,syaikh Al Albani]

    ******PERKATAAN IBNU MAS’UD********
    6. Ibnu Mas’ud Radhiallahu anhu berkata :

    “Ikutilah dan janganlah berbuat bid’ah !! Sebab sungguh itu telah cukup bagi kalian. Dan (ketahuilah) bahwa setiap bid’ah itu sesat. [Ibnu Nashr: 28 dan Ibnu Wudldlah: 17]

    8. Ibnu Mas’ud Radhiallahu anhu berkata :

    “Berpeganglah kamu dengan ilmu (As Sunnah) sebelum diangkat, dan hati-hatilah kamu dari mengada-adakan hal yang baru (bid’ah) dan melampaui batas dalam berbicara dan membahas suatu perkara , hendaknya kalian tetap berpegang dengan contoh yang telah lalu.” [Ad-Darimiy 1/66 no. 143 , Al Ibanah Ibnu Baththah 1/324 no. 163 , Al-Lalikai 1/87 no. 108 dan Ibnu Wadldlah 32]

    9. Ibnu Mas’ud Radhiallahu anhu berkata :

    “Sederhana dalam sunnah lebih baik daripada sungguh-sungguh di dalam bid’ah. [Ibnu Nashr 30, Al-Lalikai 1/88 n0. 114 dan Al-Ibanah 1/320 no. 161]

    ** Syaikh Ali Hasan dalam ilmu ushul bida’ mengatakan : “Kata-kata mutiara ini juga diriwayatkan dari banyak shahabat diantaranya Abu Darda’ dan Ibnu Mas’ud radhiallahu anhuma, seperti yang disebutkan dalam Syarh Ushul I’tiqad Ahlus Sunnah (no. 114 & 115),…

    Sederhana dalam sunnah maksudnya tetap dalam AsSunnah meskipun hanya mengamalkan perkara yang wajib (saja). Ini termasuk orang-orang pilihan seperti yang dikatakan dalam firman Allah surat al-Fathir :32.

    Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.

    Juga seperti halnya diungkapkan oleh Abul Ahwas :”Wahai Sallam tidurlah dengan cara sunnah dan itu lebih baik bagimu daripada bangun malam dengan cara bid’ah.”

    24. Ibnu Mas’ud Radhiallahu anhu berkata :

    “Hai manusia tetaplah kalian ta’at dan berada dalam al-jama’ah karena sungguh ia itu adalah tali Allah yang Ia perintahkan berpegang dengannya dan sesungguhnya apapun yang tidak disukai dalam jama’ah jauh lebih baik daripada apapun yang disukai di dalam perpecahan.” [Al-Ibanah 1/279 no. 133]

    58. Ibnu Mas’ud Radhiallahu anhu berkata :

    “Ketahuilah , hendaknya jangan satupun dari kalian bertaklid kepada siapapun dalam perkara agamamu sehingga (bila) ia beriman (maka) ikut beriman, apabila ia kafir (maka) ikut pula menjadi kafir.

    Maka jika kamu tetap ingin berteladan , maka ambillah contoh dari yang telah mati, sebab yang masih hidup tidak aman dari fitnah.” [Al-Lalaikai 1/93 no. 130 dan Al-Haitsamy dalam Al Majma’ 1/180]

    97. Ibnu Mas’ud Radhiallahu anhu berkata :

    “Barangsiapa yang suka memuliakan diennya , maka tinggalkanlah bermajelis dengan ahli ahwa’ sebab demikian itu lebih sulit lepasnya dibanding penyakit kulit.” [Al Bida’ 57]

    150. Ibnu Mas’ud Radhiallahu anhu berkata :

    “Nilailah seseorang itu dengan siapa ia berteman, karena seorang muslim akan mengikuti muslim yang lain dan seorang fajir akan mengikuti orang fajir lainnya. [Al Ibanah 2/477 no. 502 , Syarhus sunnah al-Baghawy 13/70]

    151. Ibnu Mas’ud Radhiallahu anhu berkata :

    “Seseorang itu akan berjalan dan berteman dengan orang yang dicintainya dan mempunyai sifat seperti dirinya.”[Al-Ibanah 2/476 no. 499]

    152. Ibnu Mas’ud Radhiallahu anhu berkata :

    “Nilailah seseorang itu dengan temannya sebab sesungguhnya seseorang tidak akan berteman kecuali dengan orang yang mengagumkannya (karena seperti dia) .” [Al-Ibanah 2/477 no. 501]

    173. Ibnu Mas’ud Radhiallahu anhu berkata :

    “Jika seorang mukmin memasuki masjid yang didalamnya berkumpul 100 orang dan yang muslim hanya satu , ia tentu akan masuk kedalamnya lalu duduk didekatnya. Dan jika seorang munafik memasuki masjid yang didalamnya berkumpul 100 orang dan hanya terdapat satu orang munafik juga, ia akan tetap masuk dan duduk didekatnya.

    254. Ibnu Mas’ud Radhiallahu anhu berkata :

    “Sungguh saya benar-benar membenci orang yang kosong, tidak beramal untuk dunia dan tidak beramal pula untuk akhirat.” [Bayan Fadhli ilmis salaf hal. 38]

    *********PERKATAAN FUDHAIL BIN IYADH**********

    65. Al-FudhaIL Bin Iyadl berkata :

    “Siapa yang duduk dengan ahli bid’ah maka berhati-hatilah darinya, dan siapa yang duduk dengan ahli bid’ah tidak akan diberi al-hikmah. Dan saya ingin jika antaqra saya dan ahli bid’ah ada benteng dari besi yang kokoh. Dan saya makan di samping Yahudi dan Nashrani lebih saya sukai daripada makan di sebelah ahli bid’ah”. [Al-Lalikai 4/638 no. 1149]

    87. Al-Fudhail Bin Iyadl berkata :

    “Saya telah mendapatkan bahwa sebaik-baik manusia seluruhnya adalah ahli sunnah dan mereka senantiasa melarang bergaul dengan ahli bid’ah.” [Al-Lalikai 1/138 no. 267]

    90. Al-Fudhail Bin Iyadl berkata :

    “Jangan kamu duduk (bermajlis) bersama ahli bid’ah sebab sesungguhnya saya khawatir kamu tertimpa laknat”. [Al-Lalikai 1/137 no. 261-262]

    91. Al-Fudhail Bin Iyadl berkata :

    “Hati-hatilah kamu (jangan) masuk kepada ahli bid’ah karena sesungguhnya mereka itu selalu menghalangi orang dari al haq”. [Al-Lalikai 1/137 no. 261-262]

    99. Al-Fudhail Bin Iyadl berkata :

    “Ahli bid’ah itu , jangan kamu mempercayainya dalam soal agamamu dan jangan ajak dia bermusyawarah dalam urusanmu dan jangan duduk dengannya. Maka siapa yang duduk dengannya Allah wariskan kepadanya kebutaan (dari al haq).” [Al-Lalikai 1/138 no. 264]

    122. Al-Fudhail Bin Iyadl berkata :

    “Jauhilah olehmu duduk dengan orang yang dapat merusak hatimu, dan jangan duduk dengan pengekor hawa nafsu, karena sesungguhnya saya khawatir kamu terkena murka Allah.” [Al-Ibanah 2/462-463 no. 451-452]

    132. Al-Fudhail Bin Iyadl berkata :

    “Siapa yang menghormati ahli bid’ah berarti ia memberi bantuan untuk meruntuhkan Islam, dan siapa yang tersenyum kepada ahli bid’ah maka ia telah menganggap remeh apa yang diturunkan Alllah Azza Wa Jalla kepada Muhammad Shalalllahu ‘alaihi wa sallam . Dan siapa yang menikahkan puterinya kepada mubtadi’ (ahli bid’ah) , maka ia telah memutuskan hubungan silaturahminya, dan siapa yang mengiringi jenazah seorang mubtadi’ akan senantiasa berada dalam kemarahan Allah sampai ia kembali.” Ia juga mengatakan :” Saya makan bersama Yahudi dan Nashrani dan tidak makan bersama mubtadi’ [Syarhus Sunnah 139]

    172 Al-Fudhail Bin Iyadl mengomentari hadits :

    Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :” Ruh-ruh itu adalah sepasukan tentara , maka yang saling mengenal akan bergabung dan yang tidak mengenal akan berselisih.” [Shohih, Bukhory 3158 dan Muslim 2638]

    “Tidak mungkin seorang sunny (ahlu sunnah) akan berbasa-basi kepada ahli bid’ah kecuali jika ia dari kalangan munafiq.” [lih. Ar-Rad ‘alal Mubtadi’ah li Ibni Al-Banna]

    181. Al-FudhaIL Bin Iyadl berkata :

    “Siapa yang masuk kepada ahli bid’ah , maka tidak ada kehormatan baginya.”
    [Al-Lalikai no. 282]

    232. Al-Fudhail Bin Iyadl berkata :

    “Ikutilah jalan-jalan petunjuk ! Dan tidak akan merugikanmu meskipun sedikit orang yang menempuhnya. Sebaliknya jauhilan jalan-jalan kesesatan!! Dan janganlah tertipu dengan banyaknya orang-orang yang celaka di dalamnya” [Al I’thisham 1/112]

    247. Al-FudhaIL Bin Iyadl berkata :

    “Saya lihat jiwaku ini , ramah bergaul dengan mereka yang dinamakan teman.Maka saya lihat dari pengalaman , ternyata kebanyakan mereka adalah orang-orang yang iri (dengki) dengan nikmat teman-nya. Dan mereka tidak menyembunyikan kekeliruan teman-nya , juga senang mengabaikan hak teman duduknya, juga tidak mau membantu teman-nya dengan harta mereka.Maka ketika saya perhatikan perkara ini , ternyata kebanyakan teman itu iri dengan kenikmatan orang lain.

    Padahal Allah yang Maha suci sangat cemburu kepada hati seorang mukmin yang cernderung jinak dengan sesuatu (selain Allah) . maka Ia keruhkan dunia dan penghuninya agar si Mukmin hanya menyenangiNya (jinak kepada Allah).

    Maka sepantasnya kamu menganggap semua mahluk itu sebagai kenalan dan jangan kamu tampakkan rahasiamu kepada mereka . Jangan anggap sahabat orang yang tidak cocok untuk digauli tetapi pergaulilah mereka secara zahir.

    Jangan bergabung dengan mereka kecuali dalam keqadaan darurat dan itupun sejenak saja, kemudian tinggalkanlah mereka. Setelah itu hadapilah urusanmu sambil berserah diri kepada Penciptamu (Allah) sebab sesungguhnya tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan selain Allah dan tidak ada yang dapat menolak kejelekan kecuali Dia.” [Al I’thisham : 1/158]

    248. Al-Fudhail Bin Iyadl berkata :

    Apabila terjadi kekasaran diantara kamu dan seseorang, maka berhati-hatilah kamu darinya. Jangan kamu harapkan persahabatan yang murni dan mempercayainya, sebab sesungguhnya dia akan selalu memperhatikan tindak-tandukmu, sedangkan kedengkian nya tersembunyi.

    Adapun orang yang awam maka menjauh dari mereka merupakan keharusan. Karena mereka tidak termasuk jenismu, maka apabila terpaksa duduk bersama dalam majelis mereka maka (lakukanlah) sesaat saja dan jagalah kewibawaan dan kewaspadaanmu, sebab bisa jadi kamu mengucapkan satu kata dan mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang keji.

    Jangan kamu menyuguhkan ilmu kepadqa orang yang jahil dan (jangan pula) kamu suguhkan orang-orang yang lalai dengan fiqh dan orang yang dungu dengan keterangan (al bayan), tapi perhatikanlah apa yang menyelamatkan mereka dengan lemah lembut dan berwibawa.

    Jangan meremehkan musuh-musuhmu karena mereka mempunyai tipu daya yang tersembunyi, dan kewajibanmu hanyalah bergaul dan berbuat baik kepada mereka secara zhahir. Dan termasuk di antara mereka adalah orang-orang yang dengki , maka tidak pantas mereka mengetahui nikmat yang kamu dapatkan. Dan sesungguhnya al-‘ain itu haq , sedangkan bergaul dengan mereka secara zahir itu harus. [Al Hujjah 1/304]

    [Dari kitab: Lamurud Durri Al Mantsuri Hiina al Qaul al Ma’tsur, karangan Abu Abdillah Jamal bin furaihan al Haritsy, edisi Indonesia :Kilauan Mutiara Hikamh Dari Nasihat Salaful Ummah , tarjim: Idral Harits, Penerbit Pustaka As Salaf, cet 1 Juli 1998. Diringkas oleh Abu Ismail apriadi27ETyahoo.com]
    _______
    Catatan.
    [1] Imam Ar Raghib,beliau berkata (dalam Al Mufradat: 494),”Nasehat adalah memilih perbuatan dan perkataan yang ada kemaslahatan bagi pelakunya.”
    [2] Yakni atsar-atsar Ibnu Mas’ud dan Fudhail bin Iyadh yang diambil dari Lamurud Durri Al Mantsuri Hiina al Qaul al Ma’tsur, karangan Abu Abdillah Jamal bin furaihan al Haritsy, edisi Indonesia :Kilauan Mutiara Hikamh Dari Nasihat Salaful Ummah , tarjim: Idral Harits, Penerbit Pustaka As Salaf ,cet 1 Juli 1998

    Sumber : http://almanhaj.or.id/

    kumpulan nasehat para ulama salaf – nasihat para ulama salafi – tausiyah para ulama salafy

  8. MENIKAHNYA GADIS REMAJA ITU LEBIH PENTING DARIPADA MELANJUTKAN STUDI

    Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Ada sebagian lelaki yang datang ke rumah kami untuk melamar saya, namun kedua orang tua saya menolaknya dengan alasan saya harus menyelesaikan studi. Saya sudah sering berupaya meyakinkan kepada mereka bahwa saya mau menikah, dan (saya jelaskan) bahwa menikah tidak akan menggangu studi saya, namun mereka tetap bersikeras menolak untuk merestuinya.

    Lalu, apakah boleh saya menikah tanpa persetujuan mereka berdua ? Jika tidak, apa yang harus saya lakukan ? Berilah saya jawabnya, semoga Allah berbelas kasih kepada Syaikh.

    Jawaban
    Tidak diragukan lagi bahwa penolakan kedua orang tua anda untuk menikahkan anda dengan orang yang pantas adalah merupakan perbuatan haram, (sebab) menikah itu lebih penting daripada sekolah dan juga tidak mengabaikan sekolah, karena dapat dipadukan. Maka dalam kondisi seperti ini boleh anda menghubungi Kantor Pengadilan Agama untuk menyampaikan apa yang telah terjadi, dan keputusan pada mereka (Kantor Pengadilan itu). (Kalau Kantor Pengadilan Agama menyetujui anda menikah, maka boleh anda menikah tanpa persetujuan kedua orang tua, -pent)

    [Fatawa Syaikh Ibnu Utsaimin, Jilid 2, hal 754]

    [Disalin dari Kitab Al-Fatawa Asy-Sya'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, hal 418-419 Darul Haq]

    Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/445/slash/0

    -

  9. Wanita dilarang memakai parfum saat bertemu para pria yg bukan keluarga dekatnya(muhrim/mahromnya). “Siapa pun wanita yang mengenakan wewangian, lalu melewati segolongan orang agar mereka mencium baunya, maka ia adalah wanita pezina” (H.R Abu Daud, Nasa’i dan Tirmidzi, dan hadits ini Hasan)

    Dimanakah ALLAH? di dlm hati? di setiap tempat? dimana-mana? di langit? di bumi? tidak bertempat? ataukah tidak menempati ruang dan waktu? JAWABAN YANG BENAR ADALAH ALLAH BERADA DI ATAS LANGIT (berdasar Al Quran dan hadits-hadits shahih)

    Pria tidak boleh berjabat tangan dengan wanita yang bukan muhrimnya/mahromnya. Nabi Muhammad SAW berkata: “Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.” [HR Malik 2/982, Nasa'i 7/149, Tirmidzi 1597, Ibnu Majah 2874, ahmad 6/357, dll]

    Jabat tangan dgn wanita di zaman ini sudah menjadi sesuatu yang lumrah, pdhl Nabi sangat mengancam keras pelakunya. Nabi berkata: “Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu’jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283 lihat Ash Shohihah 1/447/226)

    Syiah adalah aliran sesat dan menyimpang dari ajaran islam. Mayoritas rakyat Iran, termasuk Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad adalah orang sesat. Situs2 yg menjelaskan tentang kesesatan syiah: http://www.hakekat.com , http://www.haulasyiah.wordpress.com , http://www.gensyiah.com , http://www.syiahindonesia.com

    Sesungguhnya salafi dan wahabi bukanlah aliran sesat, juga bukan teroris. Bahkan salafi adalah golongan yang paling konsisten dengan ajaran islam dibanding kelompok2 lain. Situs2 yg beraliran salafi: http://www.muslim.or.id , http://www.almanhaj.or.id , http://www.alsofwah.or.id , http://www.muslimah.or.id , http://www.jilbab.or.id , http://www.salafy.or.id , dll

    janganlah salah seorang di antara kamu mengharapkan kematian karena (tidak tahan dengan) musibah yang menimpanya, dan apabila dia memang harus mengharapkan, sebaiknya dia berkata: Ya Allah! Hidupkanlah aku selama kehidupan itu yang terbaik bagiku, dan matikanlah aku jika kematian itu yang terbaik bagiku. (Shahih Muslim No.4840)

    Janganlah kamu saling membenci, saling mendengki dan saling bermusuhan, tetapi jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal seorang muslim mendiamkan (tidak menyapa) saudaranya lebih dari tiga hari. (Shahih Muslim No.4641)

    Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. (Shahih Muslim No.4646)

    Tidak ada seorang muslim pun yang tertimpa suatu penyakit dan lainnya kecuali Allah akan menghapus dengan penyakit tersebut kesalahan-kesalahannya seperti sebatang pohon yang merontokkan daunnya. (Shahih Muslim No.4663)

    Tidak ada seorang muslim pun yang tertusuk duri atau tertimpa bencana yang lebih besar dari itu kecuali akan tercatat baginya dengan bencana itu satu peningkatan derajat serta akan dihapuskan dari dirinya satu dosa kesalahan. (Shahih Muslim No.4664)

    Tidak ada satu kepedihan pun atau keletihan atau penyakit atau kesedihan yang menimpa seorang muslim kecuali akan dihapuskan dengan penderitaannya itu sebagian dari dosa kesalahannya. (Shahih Muslim No.4670)

    Janganlah kamu sekalian terlalu bersedih dan tetaplah berbuat kebaikan karena dalam setiap musibah yang menimpa seorang muslim terdapat penghapusan dosa bahkan dalam bencana kecil yang menimpanya atau karena sebuah duri yang menusuknya. (Shahih Muslim No.4671)

    Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lainnya, dia tidak boleh menzaliminya dan menghinakannya. Barang siapa yang membantu keperluan saudaranya (sesama muslim), maka Allah akan memenuhi keperluannya. Barang siapa yang melapangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan untuknya satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan hari kiamat nanti. Dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.4677)

    hendaklah seseorang itu menolong saudaranya yang lain baik yang zalim maupun yang dizalimi. Kalau terhadap yang zalim hendaklah dicegah perbuatan zalimnya karena begitulah cara memberikan pertolongan kepadanya, dan terhadap yang dizalimi maka hendaklah ia membelanya. (Shahih Muslim No.4681)

    Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayangi dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam. (Shahih Muslim No.4685)

    Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut yang menyukai kelembutan. Allah akan memberikan kepada orang yang bersikap lembut sesuatu yang tidak diberikan kepada orang yang bersikap keras dan kepada yang lainnya. (Shahih Muslim No.4697)

    Ya Allah! Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa, maka siapa saja dari kaum muslimin yang aku caci atau aku laknat atau aku pukul, maka jadikanlah itu sebagai zakat dan rahmat baginya. (Shahih Muslim No.4706)

    Bukanlah termasuk pendusta orang yang berdusta untuk mendamaikan antara manusia. Dia berkata yang baik dan menyampaikan yang baik pula. (Shahih Muslim No.4717)

    —————————————————————

    —————————————————————

    Rasulullah SAW melarang mengapur kuburan, duduk-duduk di atas kuburan dan membina kuburan (membangun dengan bata atau dengan ubin, dll) tapi (hendaknya kuburan itu) berupa unggukan tanah saja setinggi satu jengkal. (HR. Muslim)

    Barangsiapa mencari mati syahid dengan sungguh-sungguh maka akan Aku berikan kepadanya (pahala mati syahid) meskipun dia mati di atas tempat tidurnya. (HR. Muslim)

    “Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul.” (HR. Ath-Thabrani)

    dunia di awali dengan kesulitan dan di akhiri dengan kebinasaan, yang Halal akan di hisab dan yang Haram akan berujung siksa, yang kaya iman nya akan menghadapi ujian dan fitnah, dan yang miskin iman akan dalam kesusahan …….

    Anonymous

    Apa kabar cinta?….Masihkah tetap untuk-NYA? Apa kabar rindu?…..Masihkah tetap untuk surgaNYA? Apa kabar hati?…Masihkah sesejuk dan sebening embun pagi….?

    unknown

    aku ingin mencintaimu dengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada (SAPARDI DJOKO DAMONO)

    “Lihatlah orang yang hidupnya lebih susah darimu dan jangan melihat orang yang hidupnya lebih enak darimu, karena hal itu lebih patut agar engkau sekalian tidak menganggap rendah nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu.” (Muttafaq Alaihi)

    Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan bertanya kepadanya tentang sesuatu (lalu mempercayainya) maka shalatnya selama empat puluh malam tidak akan diterima. (HR. Muslim)

    “Pengobatan dgn ruqyah Al-Qur`an mrupakan Sunnah Nabi &para sahabatnya. Mreka dahulu mngobati org yg kesurupan jin, terkena sihir &sluruh penyakit dgn ruqyah. Mreka meyakini bhwa ruqyah trmasuk sarana yang halal&bermanfaat, smentara yg mnyembuhkan hanyalah Allah saja.” (Al-Muntaqa min Fatawa Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan, juz 1, jawaban soal no. 77)

    “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengambil gambar (makhluk hidup) dan memasukkannya ke dalam rumah dan melarang untuk membuat yang seperti itu.” (HR. At-Tirmidzi no. 1749, kitab Al-Libas ‘An Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bab Ma Ja`a fish Shurah. Dihasankan Asy-Syaikh Muqbil dalam Hukmu Tashwir, hal. 17)

    “Semua tukang gambar (makhluk bernyawa) itu di neraka. Allah memberi jiwa/ruh kepada setiap gambar (makhluk hidup) yang pernah ia gambar (ketika di dunia), maka gambar-gambar tersebut akan menyiksanya di neraka Jahannam.”
    Jika kamu memang terpaksa bekerja sebagai tukang gambar, maka buatlah gambar pohon dan benda-benda yang tidak memiliki jiwa/ruh.” (HR. Muslim no. 5506, kitab Al-Libas waz Zinah, bab Tahrimu Tashwiri Shuratil Hayawan …)

    “Malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar-gambar (binatang/manusia).” (Hadits riwayat Bukhari)

    Telah shahih riwayat dari Amirul Mukminin Umar bin Abdul ‘Aziz rahimahullahu bahwa beliau menulis surat kepada para gubernurnya ketika terjadi gempa di zamannya. Beliau menyuruh mereka untuk memerintahkan kaum muslimin supaya bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, merendahkan diri di hadapan-Nya, dan beristighfar dari dosa-dosa. (lihat Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Ibnu Baz, 2/126-129)

    “Pudarnya Islam adalah karena ulah empat tipe manusia. Pertama: orang yang tidak mengamalkan ilmu mereka. Kedua: orang yang beramal tanpa landasan ilmu. Ketiga: orang yang tidak beramal dan tidak berilmu. Dan keempat: orang yang menghalangi manusia mencari ilmu.” (Muhammad bin al-Fadhl)

    —————————————————————

    —————————————————————

    sesungguhnya acara2 buatan org kafir sperti pertandingan2 olah raga, kontes2 musik/kecantikan, dan berbagai hura2 tlah menyibukkan hati&otak umat islam shg tidak sempat lg memikirkan nasib saudara2nya yg ditindas&dibantai musuh di berbagai belahan bumi sperti Checnya, Kasymir, Pattani, Mindanao, Ethiopia, Palestina, Afganistan, Turkistan, dll

    menegakkan hukum islam adalah wajib bagi pemerintah negeri ini, maka stiap partai atau anggota DPR yg menghalangi penegakan syariat islam di Indonesia brarti dia tlah berdiri di barisan balatentara iblis&setan yg brusaha mjauhkan umat islam dr agamanya. “Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir” (Al Maidah ayat 44)

    “Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagiamana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu, dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu, sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga)”. (Abu Hazim Salamah bin Dinar)

    hadits2 yg populer tapi ternyata dhaif(lemah) atau maudhu(palsu): Tuntutlah ilmu walaupun ke negeri cina, Cinta tanah air adalah sebagian dari iman, Perbedaan di kalangan umat islam adalah rahmat, Barangsiapa yang mengenal dirinya maka dia telah mengenal Rabb-nya, Hadits larangan tidur setelah sholat asar,

    jangan kamu membiarkan patung kecuali kamu hancurkan dan jangan kamu membiarkan kuburan yang menonjol lebih tinggi kecuali kamu ratakan’ (hadits riwayat Muslim)

    Merayakan maulud nabi adalah perbuatan bid’ah(sesat), karena perayaan tersebut tidak ada dasarnya dalam Kitab dan Sunnah, juga dalam perbuatan Salaf Shalih dan pada generasi-generasi pilihan terdahulu. Perayaan maulid Nabi baru terjadi setelah abad ke empat Hijriyah. (fatwa Syaikh Dr Salih bin Fauzan)

    aqidah asyairiyah (yg dianut organisasi NU) mengandung berbagai penyimpangan dari ajaran islam. Aqidah asyairiyah dianggap sesat oleh para ulama arab saudi dan seluruh ulama yg beraliran salafi/wahabi di dunia ini.

    sebagian sufi&tasawuf adalah sesat, kesesatannya berbeda2 tergantung sufi/tasawuf yg model apa, ada yg kesesatannya ringan dan ada yg sangat berat, silahkan baca kitab TALBIS IBLIS karya Ibnul jauzi yg mengritik sufi, juga buku DARAH HITAM TASAWUF karya ihsan ilahi zhahir, juga buku2 karya HARTONO AHMAD JAIZ yg mengritik sufi

    —————————————————————

    —————————————————————

    Demokrasi adalah sistem yg menjadikan sumber utama pembuatan hukum adalah rakyat, bukan Allah. Hal ini berarti bahwa yang dipertuhan, yang disembah dan yang ditaati –dalam hal perundang-undangan– adalah manusia, bukan Allah. Ini adalah tindakan yang menyimpang, bahkan bisa membatalkan prinsip Islam dan tauhid.

    untuk mengetahui tauhid yang benar/bersih dan aqidah islam yg lurus silahkan baca buku Kitab Tauhid jilid 1-3 karya Syaikh Fauzan dan lain-lain, Syarah Aqidah Tahawiyah karya Syaikh Albani, Kitab Fathul Majid,

    “Di kala ia teringat kenangan bersamamu
    maka makan dan minum pun ia lupakan
    Baginya di wajahmu terpancar cahaya
    Dan ucapanmu menjadi penentu arahnya
    Jika ia mengeluh karena beratnya perjalanan untuk bersua
    maka ia kembali ceria di kala tiba saatnya.”

    Mu’adz bin Jabal r.a. yang berkata, “Pelajarilah ilmu, sebab mempelajarinya karena Allah adalah ketakwaan, mencarinya ibadah, mengulanginya tasbih, mengkajinya jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak tahu sedekah, mengorbankannya kepada yang berhak adalah kurban (kedekatan kepada Allah). Dengan ilmu, Allah dikenal dan disembah serta diesakan, dengan ilmu halal dan haram diketahui, dan dengan ilmu hubungan rahim disambung.
    Ilmu adalah teman di kala sendiri, kawan di kala kesepian, petunjuk di kala gembira, penolong di kala berada dalam bahaya, pendamping di masa kekosongan, teman di sisi orang-orang terasing, dan mercusuar jalan surga. Allah mengangkat berbagai kaum dengan ilmu sehingga menjadikan mereka pemimpin dan tokoh yang diteladani sebagai petunjuk jalan kepada kebaikan. Bekas-bekas perjalanan mereka diikuti dan perbuatan mereka dicatat. Para malaikat sangat senang berteman dengan mereka dan menaungi mereka dengan sayapnya. Segala yang basah dan kering beristighfar untuknya. Ikan paus dan singa laut, binatang buas dan ternak darat serta bintang-bintang di langit beristighfar untuknya.

    Ilmu adalah kehidupan hati yang buta, cahaya penglihatan dari kegelapan, dan kekuatan bagi kelemahan badan. Dengannya seorang hamba mencapai derajat orang-orang yang baik dan derajat yang paling tinggi. Mengingat ilmu sebanding (pahalanya) dengan puasa, dan mempelajarinya sebanding dengan shalat malam. Ilmu adalah imamnya amal perbuatan. Amal perbuatan adalah pengikutnya. Ilmu memberikan ilham kepada orang-orang yang berbahagia dan menjauhi orang-orang yang menderita.”

    Dalam shahihnya, Ibnu Hibban meriwayatkan hadits Abu Hurairah bahwa Nabi saw. bersabda,
    “Musa bertanya kepada Tuhannya tentang enam hal yang dahulu dia kira semuanya adalah khusus untuknya dan yang ketujuh tidak ia sukai. la bertanya, ‘Wahai Tuhanku, siapa hamba-Mu yang paling bertakwa?’Allah SWT berfirman, ‘Yang selalu mengingat-Ku dan tidak pernah lupa.’ Tanya Musa, ‘Lalu siapa yang paling mendapatkan petunjuk? ‘Allah berfirman, ‘Yang mengikuti petunjuk hidayah. ‘Musa bertanya lagi, ‘Siapa yang paling bijak?’ Dia berfirman, ‘Orang yang memutuskan (hukum) untuk orang lain sama dengan apa yang ia putuskan untuk dirinya sendiri.’ tanyanya kemudian, ‘Siapa yang paling berilmu?’ jawab-Nya, ‘Orang alim yang tidak pernah kenyang akan ilmu; dia menyatukan ilmu orang-orang dengan ilmunya.’ Tanya Musa’ ‘Siapa yang paling mulia?’Jawab-Nya, ‘Orang yang memaafkan padahal dapat membalas.’ Tanya Musa,’Siapa yang paling kaya? ‘Allah SWT menjawab, ‘Orang yang rela dengan apa yang diberikan padanya.’ Dia bertanya lagi, ‘Lalu siapa yang paling miskin?’ Jawab-Nya, ‘Orang yang selalu kurang.'”

    Saat ditanya siapakah orang yang hina-dina itu, Dzun Nun menjawab, “Orang yang tidak mengetahui jalan menuju Allah SWT dan tidak berupaya mengetahuinya.”

    Abu Yazid berkata, “Kalau kalian melihat orang yang mendapat karamah sampai dapat duduk bersila di udara, maka kalian jangan tertipu olehnya sampai kalian dapat melihat sejauh mana engkau mendapatkannya bersikap terhadap perintah dan larangan Allah, menjaga batasan-batasan agama, dan mengetahui hukum-hukum syariat.”

    Abu Hamzah al-Bazzaz berkata, “Siapa yang telah mengetahui jalan kebenaran, maka terasa mudah baginya menempuhnya. Tidak ada petunjuk di jalan itu selain mengikuti Rasulullah saw. dalam perkataan, perbuatan, dan sikap beliau.”

    Seorang sufi yang zuhud, Muhammad bin al-Fadhl, berkata, “Pudarnya Islam karena ulah empat tipe manusia. Pertama: orang yang tidak mengamalkan ilmu mereka. Kedua: orang yang beramal tanpa landasan ilmu. Ketiga: orang yang tidak beramal dan tidak berilmu. Dan keempat: orang yang menghalangi manusia mencari ilmu.”

    —————————————————————

    —————————————————————

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 294 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: