• Blog Stats

    • 36,957,353 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbanyak Dibaca

  • Artikel Terbaru

  • kategori artikel

  • arsip artikel

  • bagi yg ingin menambah teman fb, curhat, konsultasi masalah agama, silahkan add FB:

    ========================================== bagi yg ingin menambah teman fb, curhat, konsultasi masalah agama, silahkan add FB: iz_chech@yahoo.com , bagas_rara@yahoo.co.id , ainuamri2@gmail.com , dameyra@yahoo.com eone_cakep50@yahoo.com ==============================
  • wasiat untuk seluruh umat manusia

    kasihilah semua makhluk yang ada di muka bumi, niscaya Tuhan yang ada di atas langit akan mengasihimu.. =============================================== Cara mengasihi orang kafir diantaranya adalah dengan mengajak mereka masuk islam agar mereka selamat dari api neraka =============================================== wahai manusia, islamlah agar kalian selamat.... ======================================================
  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka (al baqarah ayat 120)

    Wahai Kaum Muslim, Telah nyata kebencian dan makar kaum kafir untuk menghancurkan Islam dan umatnya. Mereka telah melakukan konspirasi canggih dan rapi untuk mengubur Islam. Mereka terus terjaga dan berpikir keras siang-malam untuk mencari dan mencoba cara-cara terbaru untuk menghancurkan Islam. Mereka bahu-membahu dan terus bekerjasama memikirkan bagaimana merusak Islam. Mereka tak segan-segan melakukan teror, intimidasi, hingga serangan fisik dalam rangka meluluhlantakkan Islam dan umatnya. Akankah kita berdiam diri? Ridhakah kita menyaksikan Islam diinjak-injak dan dihinakan? ---------------------------------------------------------- Wahai Kaum Muslim, Islam akan terselamatkan jika kita semua berpegang teguh dengan syariat Islam, insya allah. Artinya, kita tidak hanya meyakini Islam sebatas bibir semata. Lebih jauh, kita harus menerapkan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan kita; baik dalam ibadah ritual yang biasa kita laksanakan maupun dalam bidang akhlak dan muamalah—seperti politik, ekonomi, sosial, pendidikan, dan sebagainya. ------------------------------------------------------------ Di samping itu, harus ada institusi negara (Khilafah) yang melindungi seluruh kepentingan umat Islam. Dengan institusi inilah seluruh syariat Islam akan diterapkan secara sempurna sehingga akidah umat dapat terselamatkan. Marilah kita bahu-membahu, mencurahkan pikiran dan tenaga kita demi tegaknya Khilafah Islamiyah. ---------------------------------------------------------- Sesungguhnya barat tidak memandang kita dengan dua kaca mata, namun hanya satu kaca mata saja, yaitu kacamata fanatik buta, kedengkian dan kezhaliman yang nyata terhadap kaum muslimin. Tatkala Islam tegak dengan tanpa mempermasalahkan batas-batas wilayah, bersatu dalam amal serta telah rekat persatuannya maka tiba-tiba saja mereka merobek-robek dan mencerai beraikan kita. ================================================
  • SALAFY & WAHABI BUKANLAH ALIRAN SESAT

    Al-Malik Abdul Aziz berkata : “Aku adalah penyeru kepada aqidah Salafush Shalih, dan aqidah Salafush Shalih adalah berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang datang dari Khulafaur Rasyidin” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz hal.216] ------------------------------------------------------------------------------------- Beliau juga berkata : “Mereka menamakan kami Wahabiyyin, dan menamakan madzhab kami adalah madzhab wahabi yang dianggap sebagai madzhab yang baru. Ini adalah kesalahan fatal, yang timbul dari propaganda-propaganda dusta yang disebarkan oleh musuh-musuh Islam. Kami bukanlah pemilik madzhab baru atau aqidah baru. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak pernah mendatangkan sesuatu yang baru, aqidah kami adalah aqidah Salafush Shalih yang datang di dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang ditempuh oleh Salafush Shalih. Kami menghormati imam empat, tidak ada perbedaan di sisi kami antara para imam : Malik, Syafi’i, Ahmad dan Abu Hanifah, semuanya terhormat dalam pandangan kami” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz, hal. 217] ---------------------------------------------------------
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

Aina Nahnu min Akhlaqis Salaf (Dimanakah Kita dari Akhlaq Salaf) : => “PANDUAN AKHLAQ SALAF”

Aina Nahnu min Akhlaqis Salaf (Dimanakah Kita dari Akhlaq Salaf) : => “PANDUAN AKHLAQ SALAF”

Bismillahirrahmaanirrahim
Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya, dan memohon ampun kepada-Nya. Dan kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan dari keburukan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tak seorangpun yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tak ada seorangpun yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak melainkan Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya

Amma Ba’du

Tulisan-tulisan ini diambil dari terjemahan kitab “Aina Nahnu min Akhlaaqis Salaf” karya Abdul Azis bin Nashir Al-Jalil Baha’uddien ‘Aqiel yang diterjemahkan oleh Ustadz Abu Umar Basyir Al-Medani dan diterbitkan oleh Penerbit At-Tibyan Solo.

Sebagaimana muqaddimah dari kitab tersebut, kami memandang perlunya untuk turut berperan serta menyebarkan tulisan ini sebagai bacaan yang Insya Allah sangat bermanfaat bagi kaum muslimin karena didalamnya terdapat pelajaran-pelajaran yang berharga berupa ungkapan-ungkapan dan kejadian yang dialami generasi salafus shalih berupa akhlak yang mulia dalam berbagai sisi kehidupan.

Penulis mengatakan:

“Sesungguhnya tidak samar bagi setiap muslim yang menginginkan keselamatan dirinya di dunia dan di akhirat, bahwa berpegang teguh pada ajaran Kitabullah Azza wa Jalla dan Sunnah Rasul-Nya Shallallahu’alaihi wasallam dengan pemahaman ulama As-Salaf adalah bahtera penyelamat bagi siapa saja yang menginginkan keselamatan dirinya.

Demikian pula bukanlah hal yang samar bagi penuntut ilmu yang menghendaki kebenaran bahwa yang dimaksud dengan istilah As-Salaf Ash-Shalih adalah generasi-generasi utama di bawah bimbingan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan orang-orang sesudah beliau, yakni para Sahabat yang mulia serta para Tabi’in yang mengikuti mereka dengan melaksanakan kebajikan.

Beliau melanjutkan :

”Namun ada persoalan penting berkaitan dengan manhaj As-Salaf yang belum mendapatkan perhatian yang layak dan belum menjadi kunci pendidikan, sementara nilai urgensinya dan bahwa ia adalah modal dasar dalam manhaj sudah kita akui; yakni yang berkaitan dengan akhlak dan adab-adab mereka. Dan sudah dimaklumi, bahwa kalau kita berbicara tentang manhaj As-Salaf -Rahimahullah-, tidaklah kita maksudkan sekedar ilmu dalam otak semata, namun meliputi aqidah, persepsi, akhlak dan tingkah laku mereka.”

Beliau berkata pula:

“Maka menjadi satu keharusan, apabila kita menyodorkan manhaj As-Salaf dan mendakwahkannya, untuk menyodorkannya dalam bentuk yang meliputi sisi akidah mereka, pemahaman, akhlak dan tingkah laku mereka. Bilamana seseorang yang berpegang pada perilaku As-Salaf dan menyisihkan sisi aqidahnya, tidaklah bisa diterima. Demikian juga tidaklah boleh seseorang memahami akidah As-Salaf tanpa berpegang pada akhlak dan perilaku mereka. Bila kita menengok kepada biografi para ulama As-Salaf, akan kita dapati gambaran yang terbaik untuk manhaj yang multi kompleks ini.”

Mengenai metode penulisan beliau (penulis) mencukupkan diri dengan mengumpulkan riwayat-riwayat dan menyusunnya dalam alinea-alinea yang berurut rapi tanpa diberikan komentar. Karena riwayat-riwayat tersebut sudah berkomentar dengan sendirinya. Sebagian besar riwayat bersumber dari kitab ” Siyaru A’laamin Nubalaa’ karya Imam Adz-Dzahabi dan kitab “Shifatush Shafwah” karya Ibnul Jauzi yang merupakan ringkasan dari kitab “Hilyatul Awliyaa” karya Abu Nu’aim disamping sumber lainnya.

Kami tidak mengambil semua riwayat yang terdapat dalam kitab “Aina Nahnu Min Akhlaqis Salaf”, bagi pembaca yang ingin membaca lebih lengkap silakan membacanya di kitabnya yang asli atau terjemahannya yang berjudul “Panduan Akhlak Salaf” terbitan PT At-Tibyan, solo.

Akhirnya kami memohon keikhlasan hati kami kepada Allah dalam beramal sehingga diterima oleh-Nya dengan baik. Bagi-Nya segala puji di dunia dan di akhirat

Aina Nahnu min Akhlaqis Salaf

a. Salaf dan Khosyyah mereka kepada Allah :

Sahabat :

Dari Abdullah bin Dinar berkata :

Saya pergi bersama Ibnu Umar ke Makkah, ditengah perjalanan, kami berhenti sebentar untuk untuk istirahat. Tiba-tiba ada seseorang anak gembala turun dari bukit menuju kearah kami, Ibnu Umar bertanya kepadanya ; Apakah kamu penggembala, ya …jawabnya. Lanjut Ibnu Umar lagi ; Juallah kepada saya seokor kambing saja (ibnu mar ingin mengetahui kejujurannya) penggembala menjawab : Saya bukan pemilik kambing-kambing ini, saya hanyalah hamba sahaya. Katakan saja pada tuanmu, bahwa ia dimakan srigala, kata Ibnu Umar membujuk. Lalu dimanakah Allah Azza wa-Jalla ? jawab penggembala mantap (Ibnu Umar bangga dengan jawaban penggembala) dan berguman ; ya, benar dimanakah Allah ? Kemudian beliau menangis dan dibelinya hamba sahaya tadi lalu dimerdekakan. (Thabrani rijalnya Tsiqqoh. III/216)

Dari Salm, bin Qosyier, bahwasanya Abu Huroiroh menangis dikala sakit. Ditanyakan kepadanya, apa yang membuat anda menangis, ? beliau menjawab : Aku bukan menangis terhadap dunia kalian ini, tetapi karena jauhnya perjalanan, sedangkan bekalku sedikit. Aku akan berjalan mendaki, lalu turun menuju Jannah atau turun menuju neraka. Aku tidak tahu mana yang akan kutuju. (II/625)

Tabi’in :

Sa’id bin Jabair berkata :

Sesungguhnya khasyah itu adalah engkau takut kepada Allah, sehingga rasa takutmu itu menghalangimu dari kemaksiyatanmu. Khasyah dan dzikir adalah bentuk ketaatan kepada Allah. Barang siapa taat kepada Allahmaka ia telah berdzikir kepadaNya dan barang siapa yang tidak taat kepadaNya bukanlah seorang pedzikir, walaupun ia memperbanyak tasbih dan tilawah Qur’an. [IV/326]

Dari Mughirah bin Hakim telah berkata Fatimah putri Umar bin Abdul Aziz bahwasanya dia lebih banyak shalat dan berpuasa daripada manusia pada waktu itu, saya tidak pernah melihat seseorang yang takut kepada rabbnya selain dari Umar bin Abdul Aziz. Adalah beliau bila shalat Isya’ beliau duduk didalam masjid kemudian beliau mengangkat kedua tangannya lalu beliau menangis terus-menerus sehingga kedua matanya bengkak, lalu beliau masih meneruskan do’anya seraya menengadahkan tangannya dan menangis sampai bercucuran air matanya. Yang seperti itu dia lakukan terus menerus setiap malamnya lantaran takutnya kepada Allah. [V/137]

Abu Sulaiman ad-Dary berkata :

Ia (Atha’ as-Sulaimy) sangan takut kepada Allah, dia tidak menanyakan jannah tapi menanyakan pengampunan. Dikatakan, adalah dia jika menangis, menangis selama tiga hari tiga malam. (VI/87)

Atha’ al-Khaffaf berkata :

Tidaklah aku bertemu dengan Sufyan ats-Tsaury kecuali dalam keadaan selalu menangis. Aku bertanya, apakah penyebabnya, ? Ia menjawab : Saya sangat takut jika di lauhil mahfudl saya tertulis dalam golongan orang-orang yang celaka. (VII/266)

Dari asy-Sya’by : Adalah Sulaiman bin Abdul Malik (Amirul Mukminin sebelum Umar bin Abdul Aziz) menunaikan haji bersama Umar bin Abdul Aziz, tatkala beliau melihat rakyatnya berjubel dihari raya haji itu, beliau berkata kepada Umar bin Abdul Aziz; Apakah engkau tidak melihat orang-orang itu yang tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali Allah semata, dan tidak ada yang mencukupi rizki mereka kecuali Allah juga. Umar bin Abdul Aziz menimpali,Wahai Amirul Mukminin, hari ini mereka adalah rakyat anda, dan besok dihari qiamat mereka adalah musuh-musuh anda disisi Allah. Mendengar hal itu Sulaiman bin Abdul Malik menangis keras dan berkata : Hanya kepada Allhlah aku meminta pertolongan. (Al Bidayah IX/187)

Qeis bin Muhammad berkata :

Setiap sore adl-Dlohhak menangis. Maka ia ditanya tentang hal itu. Jawabnya : Aku tidak tahu, adakah diantara amal-amalku hari ini ada yang diterima olehnya. (IV/600)

Tabi’ut Tabi’in :

Abu Abdurrahman al-Asady berkata :

Aku bertanya kepada Sa’id bin Abdil Aziz : Kenapa anda menangis dalam didalam shalat, Beliau menjawab : Wahai anak saudaraku, untuk apa anda bertanya seperti itu ? Aku menjawab : Semoga Allah memberi manfaat darinya. Beliau berkata : Aku tidak berdiri melakukan shalat, kecuali seolah-olah aku berada di Jahannam. (VIII/31)

al-Qosim bin Muhammad :

Kami pergi safar bersama Ibnul Mubarak. Aku selalu bertanya dalam hati, Apa kelebihan orang ini yang menyebabkannya sangat terkenal. Kalau dia sholat, kami juga sholat. Kalau dia shoum, kami juga shoum. Kalau dia berperang, kami juga berperang. Kalau dia pergi haji, kami juga melakukan hal yang sama. Ia berkata : Pada suatu saat, ditengah perjalanan ke Syam, kami makan malam disebuah rumah. Kebetulan lampu padam. Sebagian dari kami berdiri (masuk kamar) untuk menyalakan lampu. Tidak lama kemudian ia datang dengan lampu menyala. Saya melihat kepada Ibnul Mubarak, ternyata janggutnya telah basah dengan air mata. Aku berkata dalam hati : Dengan khasyah ini, rupanya beliau lebih baik dari pada kami. Mungkin ketika lampu padam, ruangan jadi gelap gulita, beliau iangat hari kiamat. (Sifatus-Sofwah IV/129)

b. Salaf dan Ketawadlu’an mereka

Sahabat :

Dari Ghudloif bin al-Harits (Sighorus-shohabat) Beliau mendengar Umar ra berkata : Sebaik-baik orang adalah Ghudloif. Setelah itu saya berjumpa dengan Abu Dzar al-Ghifary. Kata beliau, Abu Dzar berkata : Wahai saudaraku, mintakanlah ampun kepadaku. Saya menjawab, tidak. Andalah termasuk kibar sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam . Andalah yang lebih berkhak memintakan ampun untukku. Tidak, sebab saya pernah mendengar perkataan Umar, sebaik-baik pemuda adalah Ghudloif dan Rasulullah pun pernah bersabda : Sesungguhnya Allah … ….melalui lesan Umar dan hatinya. (HR. Ahmad. disahihkan al-Hakim dan disepakati adl-Dzahaby. Shahih. Abu Dawud Ibnu Majah. Siyar /454)

Ali radhiyallahu anhu berkata :

Tidak ada orang yang tegar dijalan Allah (beramar ma’ruf dan nahi munkar) tidak peduli dengan celaan para pencela selain Abu Dzar, dan tidak juga saya …(II/63)

Tabi’in :

Yunus bin Bukair dari Ibnu Ishaq berkata ;

“Saya telah melihat al-Qasim bin Muhammad sedang shalat. Ketika itu datanglah kepada beliau seseorang dari kampung, lalu dia berkata ; M<anakah yang lebih pandai kamukah (seraya menunjuk ke al-Qasim) atau Salim, ? Maka jawab beliau ; Maha suci Allah seluruhnya akan menjadikan kamu menjadi baik dengan ilmu itu. Lalu dia berkata ; Mana diantara kamua yang lebih pinter ? . Jawab beliau : Maha suci Allah. Lalu diulanginya jawaban tersebut dan kata beliau ? IOtu Salim telah datang. Pergilah kamu menemuhinya dan bertanyalah kamu kepadanya !. Maka Diapun kemudian berdiri menuju ketempat Salim. Berkata Ibnu Ishaq, Beliau enggan menyebutkan : Saya lebih pandai, demi kesucian dirinya (keikhlasan) Sedangkan enggan menyebutkan Salim lebih tahu dari aku karena ia takut terjerembab kedalam kebohongan. Sebenarnya al-Qasim dialah yang lebih pandai daripadanya. (Salim) V/56

Syaqiq bin Jamal pernah ditanya ;

Siapakah yang lebih besar, anda ataukah Rabi’ bin Khutsain? Ia menjawab ; Aku lebih besar darinya dari segi umur dan dia lebih besar dariku akalnya. [IV/

Tabi’ut Tabi’in :

Seorang bertanya kepada Yusuf bin Asbath ;

Apakah puncak tawadlu’ itu ? Ia menjawab : Jangan kamu bertemu dengan seorang kecuali kamu lihat ia mempunyai keutamaan yang tidak kamu miliki. (IX/170)

Berkata Hasan :

Ketika Abdullah bin Mubarak berada di Kufah dibacakan kepadanya kitab manasik haji, ketika sampai pada suatu masalah disebutkan, Dari Abdullah bin Mubarak, dan pendapat ini yang kami ambil .... Beliau berkata : Siapa yang menulis ini dari pendapatku ? Maka beliau mulai menghapus dengan tangannya sampai beliau kembali mengajar. Beliau berkata : Siapa aku ini, hingga ditulis pendapatku. (Sifat IV/122)

c. Salaf dan kezuhudan mereka terhadap dunia.

Sahabat :

Dari Jabir Radhiyallahu anhu. ;

Kami telah berhijrah bersama Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam demi mencari ridla Allah ta'ala dan tertulislah pahala disisihNya. Akan tetapi sebagian dari kami telah kami ke hadliratNya, sedang belum menikmati sedikitpun balasan (dunia)nya. diantara mereka adalah Mus'ab bin Umairra yang syahid pada perang Uhud, sedang tidak ada (kafan) kecuali sehelai kain woll, bila kami tutupkan kemukanya terbukalah kakinya, dan jika kami tutupkan ke kakinya, tampaklah wajahnya. Lalu Rasulullah saw bersabda : Tutuplah kepalanya dan taruhlah dikedua kakinya, reru.. (Bukhari-Muslim) I/146

Ketika Khalifah Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu mengadakan inspeksi ke Syam, ia ditemui oleh para pemimpin dan pembesar pasukannya. Beliau bertanya ; Dimanakah saudaraku Abu Ubaidah ?. Maka datanglah Abu Ubaidah Radhiyallahu anhu mengendarai seekor unta dan memberi salam padanya, lalu memerintah kepada pasukannya, Tinggalkanlah kami (berdua). Kemudian keduanya berjalan-jalan hingga sampai di kediaman Abu Ubaidah ra. Keduanya turun dan (masuk kedalamnya), akan tetapi tidak didapatkan dirumahnya kecuali hanya pedang, tameng dan perlengkapan kudanya. Maka Umar bin Khattab berkata : akenapa tidak engkau ambil suatu barang (lainnya) ? {I/16}

Dari Nu'man bin bin Hamid : Saya menemui Salman radhiyallahu anhu bersama pamanku, sedangkan Salman sedang menganyam daum kurma. Saya mendengar beliau berkata : Saya membeli bahannya satu dirham,kemudian saya anyam, lalu saya jual dengan tiga dirham. Satu dirham saya gunakan untuk modal, satu dirham sebagai nafkah keluargaku, dan satu durham saya sedekahkan. Seandainya Umar ra melarangku aku tidak akan berhenti dari pekerjaan ini. {I/547} Padaha gaji Salman 5000 dirham dan diinfakkan.

Sam’an at-Taimy berkata :

Ali bin Abi Thalib telah keluar dengan pedangnya pergi kepasar lalu beliau berkata : Siapa yang akan membeli pedangku ini, kalaulah aku mempunyai empat dirham untuk membeli kain sarung, niscaya aku tidak menjual pedangku ini. Muksam berkata dari Ibnu Abbas : Ali telah membeli baju gamis dengan harga tiga dirham sedang pada waktu itu beliau menjadi khalifah. Lalu beliau memotong ujung lengannya seraya berkata : Al-hamdulillah inilah tempat pakaian yang menjadi kemewahan. (Bidayah IV/4)

Dari Tsabit, dari Anas radhiyallahu anhu berkata :

Sa’ad ra dan Ibnu Mas’ud ra menemui Salman ketika beliau akan wafat, lalu ia menangis. Ketika ditanya, kenapa anda menangis ? Ia menjawab : Sebuah janji Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam terhadap kami, sedang kami tidak mampu menetapinya. Beliau shallallaahu alaihi wa sallam bersabda : ليكن Hendaklah dunia seseorang diantara kamu, seperti perbekalan seorang musafir. Tsabit berkata : Saya mendengar harta peninggalan Salman ra dua puluh dirham lebih sedikit. (I/553)

Tabi'in :

Abu Ja'far al-Baqir (Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali) berkata ;

Barang siapa hatinya dimasuki oleh sesuatu yang murni dari dien Allah, hatinya tidak akan sempat berpaling kepada yang lain dari urusan dunia, dan itu tidak akan terjadi. Apalah dunia selain kendaraan yang kunaiki, baju yang kukenakan atau wanita yang kunikahi.. [IV/405]

Dari Maslamah bin Abdul Malik berkata ;

Saya telah masuk ke kamar Umar bin Abdul Aziz, sedangkan baju gamisnya kotor, maka aku katakan kepada anaknya yaitu saudara Maslamah, cucikanlah pakaian dia itu, ia menjawab ; ya, kami akan kerjakan. Lalu akupun kembali ke rumah Umar bin Abdul Aziz namun aku temui baju beliau sebagaimana semula (kotor), maka aku katakan kepadanya, cucilah pakaian Umar bin Abdul Azizi itu, jawabnya ; Demi Allah Sungguh dia hanya memiliki satu baju gamis saja (yang dipakai). V/134

Dan sesungguhnya Umar bin Abdul Aziz berkata kepada istrinya ;

Apakah kamu memiliki uang untuk membeloi buah anggur, ? ia menjawab ; tidak. ia berkata lagi ; apakah kamu meiliki uang, Ia menjawab ; tidak. Bukankah kamu Amirul Mukminin ? Kenapa kamu tidak memiliki harta sedikitpun ? Beliau berkata, sungguh hal tersebut akan sangat memudahkan seseorang tergelincir kedalam jahannam. [V/187]

Berkata Abdullah bin Abi Zakariya;

Saya belum pernah memegang harta satu dinarpun, tidak pula satu dirham dalam hidupku ini, dan belumlah aku membeli sesuatu untuk kesenangan dunia inipun sekalipun, akan tetrapi aku hanya menjual sesuatu dalam hidupku sekali saja. [V/287]

Sufyan ats-Tsaury : Zuhud itu bukan dengan makanan yang keras (murah) atau baju yang lusuh, akan tetapi zuhud adalah pendeknya angan-angan dan selalu mengingat mati. (VII/243)

Imam Ahmad ditanya tentang seseorang yang memiliki harta 1000 dinar, adakah dia termasuk orang zuhud ? Beliau menjawab : Ya, dengan syarat, hendaklah tidak gembira jika bertambah dan tidak sedih jika berkurang. (Madarijus-Salikin II/11)

Hasan al-Basry berkata :

Demi Allah, tidaklah aku heran terhadap sesuatu sebagaimana heranku pada seseorang yang menganggap bahwasannya mencintai dunia bukan termasuk dosa-dosa besar. Sedangkan Allah mengatagorikan mencintai dunia termasuk dari dosa-dosa besar. Lalu apakah mereka akan beribadah kepada Allah, dan bersama itu mereka mencintai dunia ? Apakah mereka tidak dikatakan, mengibadahi berhala ? Bukankah bermaksiyat kepada Allah adalah sebab dari cinta dunia ? Maka orang yang bijak pasti tidak memisahkannya. Tidak merusak untuk bertaqorrub kepada-Nya. Dan tidak pula dia segan untuk meninggalkannya (dunia) (Hilyatul Auliya’ : VI/13, Siyaru A’lam, VII/259)

Abu wa’il ra (kun-yah Sayaqiq bin Salamah) mempunyai gubuk dari bambu. Ia tinggal disana bersama kudanya. Apabila ia berangkat berperang, ia cabut gubuk itu dan ia sedekahkan. Lalu jika ia pulang, ia membuat lagi gubuk yang baru. (IV/ )

Tabi’ut Tabi’in :

Muhammad bin al-Mutsanna berkata : Dari Basysar, jika salah seorang mencintai dunia, sungguh ia tidak menintai mati. Barang siapa zuhud terhadap dunia, pasti dia mencintai untuk bertemu dengan kekasihNya. (X/446)

d. Salaf dan kezuhudan mereka terhadap kepemimpinan

Sahabat :

Suatu ketika Utsman bin Affan sakit, beliau memanggil Humran dan berkata : Tulislah ‘Ahd untuk Abdurrahman sepeninggalku untuk menjadi Khalifah. Maka Humran menulis dan bersegera menemui Abdurrahman. Ia berkata : Kabar gembira. Abdurrahman bertanya : Apakah itu ? Humran menjawab : Sungguh Utsman telah menulis janji untuk anda sepeninggalnya. Maka Abdurrahman berdiri diantara kubur dan mimbar Nabi saw berdo’a : Ya Allah, kalaulah ini pengangkatan dari Utsman untukku, maka cabutlah nyawaku sebelum Engkau cabut nyawanya. Maka tak lebih dari enam bulan berlalu, Abdurrahmanpun wafat. (I/88)

Tabi’in :

Berkata Ibnu Uyainah : Telah memberitahukan kepadaku dari seseorang yang yang berperang di Dabiq. Ketika itu manusia berkumpul dalam peperangan, maka meninggallah Sulaiman di daerah Dabiq tersebut, lalu pulanglah Raja’ Ibnu Haiwah teman dalam kepemerintahannya. Kemudian dia keluar untuk menemuhi manusia dan menghabarkan kepada mereka, atas kematian Sulaiman.

Lalu dia naik keatas mimbar, ia berkata ; Sesungguhnya Amirul mukminin telah meninggalkan surat wasiyat dan telah menetapkan satu keputusan, maka saya umumkan kematian beliau. Lalu apakah kalian akan mendengar dan ta’at, mereka menjawab ; ya. Kami akan mendengar dan ta’at. Berkatalah Hisyam, kami akan mendengar dan ta’at jika kami diperintah kembali oleh seseorang dari bani Abdul Malik. Dia berkata : Dia akhirnya ditarik oleh manusia sehingga terpelantinglah Ia ketanah. Mereka berkata ; kami akan mendengar dan ta’at. Raja’ berkata ; Berdirilah kamu wahai Umar, Umar bin Abdul Azizi menjawab ; tidak . Ia berkata ; wahai Umar, berdirilah agar kamu dibai’at oleh manusia, Umar menjawab ; Sesungguhnya urusan ini Allah akan meminta pertanggung jawabannya. V/125.

Sufyan ats-Tsaury berkata : Saya akan mendapatkan bahwa zuhud yang paling langka adalah zuhud dalam hal kepemimpinan. Engkau bisa mendapatkan seseorang yang zuhud dalam makanan, harta dan bajunya, tetapi ketika telah mendapatkan kepemimpinan, ia akan mempertahankannya dengan seluruh tenaganya dan memusuhi/melampaui batas. (VII/262)

e. Salaf dan rasa takut mereka akan Ujub

Tabi’in :

Mutharrif berkata ; Tidur semalaman (tidak bangun malam) lalu pagi harinya menyesal lebih akau sukai daripada bangun malam semalaman dan dipagi hari ada rasa ujub dalam diriku. [IV/190]

Dari Salam berkata : Adalah Ayyub as-Sakhtiyany bangun pada seluruh malam. Beliau menyembunyikannya. Menjelang subuh beliau mengeraskan suaranya seakan-akan (hanya) bangun pada waktu itu. (VI/17)

Tabi’ut Tabi’in :

Suatu hari Fudhoil bin Iyadl dan Sufyan ats-Tsaury berkumpul, saling mengingatkan. Maka Sufyan mulai menangis dan berkata : Aku berharap majlis ini membawa rahmad dan berkah. Fudhoil menimpali : Akan tetapi wahai Abu Abdullah, aku takut justru kalau hari ini adalah hari yang paling berbahaya bagi kita. Bukankah kamu telah mengatakan hal-hal yang baik, dan begitu juga denganku. Aku takit, jangan-jangan kamu menghiasi perkataan karena diriku dan begitu pula dengan aku. Maka Sufyan menangis (lagi) dan berkata : Engkau telah mengingatkanku, semoga Allah menjagamu.(VIII/439)

Muhammad bin Manshur : Kami berada di majlis Imam Bukhory. Tiba-tiba seorang membawa suatu kotoran dari janggutnya, dan melemparkan ke lantai. Aku melihat Imam Bukhari melihat kepadanya dan kepada manusia. Ketika manusia lupa dari hal itu, aku melihat beliau mengambilnya dan menyembunyikan-nya dibalik lengan bajunya. Dan ketika keluar dari masjid, aku lihat beliau melemparkan kotoran itu ketanah. (Sifatus-Sofwah IV/148)

al-Husain al-Marwazy : Berkata Ibnul Mubarak : Jadilah orang yang tidak dikenal, dan tidak suka terkenal. (Syuhrah) Dan janganlah engkau tampakkan bahwa dirimu tidak suka terkenal sehingga dirimu akan merasa tinggi. Karena pengakuan bahwa engkau seorang yang zuhud telah mengeluarkanmu dari zuhud itu sendiri, karena hal itu menyebabkan engkau mendapatkan pujian dan sanjungan (IV/124)

f. Salaf dan semangat mereka dalam mengikuti al-Haq.

Sahabat :

Ibnu Umar ditanya tentang haji tamattu’, Beliau membolehkan dan menganjurkannya. Si penanya berkata : Apakah anda pantas menyelisihi bapak anda ? Lalu Ibnu Umar menerangkan bahwa Umar pun ra tidak menolaknya. Ketika sang penanya mengulang-ulangi pertanyaan tadi, Ibnu Umar berkata : Lalu, Kitabullah ataukah Umar yang pantas untuk diikuti. (al-Baihaqi, al-Majmu’ VII/158)

Tabi’ut-Tabi’in :

Seorang berkata pada Imam Syafi’i, Anda memakai hadits ini Abu Abdullah ?, Maka Imam Syafi’i menjawab : Kapan saja, aku meriwayatkan hadits shahih dari Rasulullah tetapi aku tidak menjadikannya sebagai dalil, maka aku bersaksi kepadamu bahwa akalku telah pergi.

g. Salaf dan semangat mereka dalam menuntut ilmu.

Sahabat :

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu : Ketika Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam wafat, saya berkata pada seorang pemuda dari Anshar : Marilah kita menuntut ilmu kepad para Sahabat Nabi shallallaahu alaihi wa sallam, mumpung mereka masih hdup. Ia berkata : Anda ini aneh, wahai Ibnu Abbas ! Apakah anda mengira manusia akan membutuhkanmu sedangkan para Sahabat senior ada diantara mereka ? Ia enggan untuk itu. Kemudian saya serius dan betanya dari para Sahabat Kadang saya mendengar ada seorang sahabat yang memiliki seorang hadits, maka saya datangi Ia. Pada wakti itu Ia tidur siang, Saya tunggu didepan rumahnya hingga debu-debu mrngenai wajah ini.

Ketika Ia keluar Ia kaget dan berkata : Wahai anak paman Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam , apakah keperluan anda ? kenapa tidak engkau utus seseorang kepadaku agar aku mendatangi anda ? Ibnu Abbas berkata : Tidak, saya yang lebih berhak untuk mendatangi anda, saya mendengar bahwa anda mendengar sebuah hadits dari Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam, dan saya ingin mendengarkan dari anda. Pada suatu saat pemuda Anshar tadi melihatku, sedang orang-orang berkumpul dan bertanya kepadaku. Saat itu para Sahabat senior sudah pada wafat. Ia berkata ; Pemuda itu lebih pintar dariku. (al-Hakim I/106. Ibnu Abdil Barr dalam Jami’u Bayanil Ilmi. I/85)

Tabi’in :

Sa’id bin Musayyib berkata : Aku benar-benar menempuh perjalanan berhari-hari dan bermalam-malam untuk mendapatkan sebuah hadits.[IV/222]

Abul ‘Aliyah berkata :

Aku menempuh perjalanan berhari-hari kepada seseorang untuk belajar darinya. Maka aku melihat shalatnya, Jika aku dapatkan bagus akau menetapinya. Tetapi jika aku dapatkan ia menyia-nyiakannya, maka aku pergi lagi, dan tidak jadi belajar darinya. Aku katakan terhadap selain shalat ia lebihmenyia-nyiakan. (Siyar IV/209)

Abdurrahman bin Ardak bercerita :

Suatu ketika Ali bin Husain memasuki masjid. Ia meminta jalan kepada mereka yang hadir sehingga ia duduk di halaqohnya Zaid bin Aslam. Melihat hal itu Nafi’ bin Jubair berkata : Semoga Allah mengampuni anda.! Anda adalah Sayyi dari sekalian manusia. Anda bersusah-susah untuk menghadiri majlis hamba sahaya ! Maka Ali bin Husain berkata : Ilmu itu dibutuhkan, didatangi dan dicari dimanapun ia berada. (IV/388)

Yahya bin Abi Katsir berkata :

Tidaklah ilmu itu akan didapatkan dengan istirahatnya badan. (Sifat IV/70)

h. Salaf dan kehati-hatian mereka dalam berfatwa

Sahabat :

Abu Darda’ berkata : perkataan “Aku tidak tahu” adalah separoh ilmu.

Tabi’in :

‘Asy’ats berkata apbila Ibnu Sirin ditanya, tentang halal dan haram, maka wajahnya berubah sehingga kamu akan mengatakan sepertinya ia bukanlah yang tadi. (IV/316)

Berkata Abdul Aziz Ibnu Rafi’, telah ditanya Atha’ tentang sesuatu maka dikatakan kepadanya saya tidak tahu, jawabnya. Apakah kamu atidak berkata dengan memakai pendapatmu ? Jawabnya, sesungguhnya aku sangat malu dihadapan Allah jika aku mendahulukan pendapatku diatas bumi Allah ini. Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kamu binasa karena mereka berlebih-lebihan dalam mendahulukan suatu perkataan tanpa kebenaran dari kitabullah atau mereka tidak memerintahkan perbuatan yang makruf dan mencegah dari yang munkar, apakah kamu akan berbicara dalam hidupmu yang mesti kamu jalankan ini tanpa dasar ilmu ? sedang kamu mengingkari tidak ada Malaikat yang selalu mengawasi diri kamu untuk mencatan segala amal perbuatan kamu dari berbagai arah. Sesungguhnya apa-apa yang kamu lafatkan dari satu ucapan, kecuali semua itu ada malaikat raqib dan atid yang menulisnya. Apakah kamu tidak takut salah satu dari kamu jika dibagikan kepada kalian catatan amal yang keseluruhannya tidak tertulis kecuali yang ada didalamnya ? Lalu bagaimana jika kamu tidak mendapatkan balasan di akhirat ? (V/84)

Berkata Abu Hilal : Saya telah bertanya kepada Qotadah dalam satu masalah, dia menjawab : Saya tidak tahu, katanya padanya. Katakan, Apa pendapatmu tentangnya, dia berkata ; Saya sejak 40 tahun lamanya tidak mengatakan sesuatu dengan pendapatku. Berkata Abu Hilal, sedang umurnya pada waktu itu 50 tahun. Imam adz-Dzahabi mengomentari : Peristiwa diatas membuktikan bahwa dia tidak mengatakan/berfatwa pada satu masalah melainkan dengan ilmu dan tidak berkata walaupun hanya sebatas pendapatnya sendiri. (V/272-273)

Berkata Dawud al-Audy, Asy-Sya’bi pernah berkata kepada saya, tetaplah disini bersama saya, hingga engkau saya ajari suatu ilmu, dan bahkan ia puncak segala ilmu. Saya berkata : Apa yang engkau berikan kepadaku itu, ? Asy-Sya’by menjawab : Jika engkau ditanya tentang sesuatu yang engkau tidak mengetahui jawabannya, katakanlah, Allahu A’lam. Sesungguhnya (jawaban) itu ilmu yang baik. (Al-Bidayah IX/240)

Tabi’ut Tabi’in :

Suhnun berkata : Sebagian dari orang-orang yang telah berlalu, berkeinginan untuk mengutarakan satu kalimat, andaikan mereka mengatakannya, tentu banyak orang yang mengambil manfaatnya. Akan tetapi mereka tidak mengatakannya karena takut bergangga diri. Dan apabila diam membuat mereka kagum, mereka berbicara. Suhnun melanjutkan dan berkata : Orang yang paling berani berfatwa adalah yang paling sedikit ilmunya. (XXII/66)

I. Salaf dan Amar Makruf Nahi Munkar.

Sahabat :

Bahwasannya Ubadah bin as-Shamith hidup bersama Muawiyah. Suatu hari dikumandangkan adzan, berdirilah seorang khatib, lalu memuji-muji dan menyanjung-nyanjung Muawiyah. Ubadah bin as-Shamith segera bangkit dengan tangan menggenggam pasir, lalu dilempar kemulut sang khatib. Muawiyah marah, tetapi Ubadah berkata kepadanya : Sesungguhnya anda tidak ikut bersama kami ketika Rasulullah membaiat kami -di Aqobah- agar kami mendengar dan ta’at dalam keadaan senang, susah, malas , ataupun benci dan agar kami menegekkan kebenaran dimana saja kami berada, tetap membela dijalan Allah, tidak takut terhadap celaan para pencela. Dan Rasulullah saw bersabda : Bila kalian melihat penyanjung yang berlebihan, maka lemparkanlah pasir ke mulut mereka. (II/7)

Diriwayatkan (dalam satu riwayat oleh Ibnu Utsman an Nahdi) bahwa datang tukang sihir dari negeri Babil, mendemontrasikan kebolehannya dihadapan orang banyak. Ia mengikatkan tali dipelataran masjid, kemudian berjalanlah seekor gajah diatasnya. Lalu ia perlihatkan seekor himar berjalan cepat menuju kearah mulut gajah, masuklah himar tadi ke mulut gajah dan keluar lewat duburnya. Kemudian ia memenggal leher seseorang hingga putus dan kepalanya menggelinding ke tanah. Setelah itu ia berucap ; (Wahai kepala) bangunlah, serta merta menempellah kepala tadi dan ia kembali hidup. Melihat kemungkaran tersebut Jundubin Ka’ab menghnus pedang, menghampiri kerumunan orang yang menyaksikan tukang sihir. Segeralah ia mengayunkan pedang ketukang sihir hingga melukai kepalanya, seraya beliau berseru ; Sembuhkan dirimu (namun ia tidak bisa) . (III/176-177, Tahdlib. Ibnu Asyakir III/414)

j. Salaf dan Qiyamul-Lail

Sahabat :

Dari Nafi’, dari Ibnu Umar, bahwasannya beliau menghidupkan malam-malamnya dengan qiyamul-lail. (setelah lama) beliau bertanya kepadaku, wahai Nafi’ Apakah sudah tiba waktu Sahur, Saya menjawab : Belum, Kemudian beliau melanjutkan shalat hingga saya menjawab; Ya, sudah tiba waktu sahur. Kemudian beliau duduk, beristighfar dan berdo’a hungga datang Subuh. (III/235)

Dari Ibnu Abi Malikah berkata : Saya pernah menemui Ibnu Abbas dari Makkah ke Madinah, adalah beliau jika (tiba malam hari) beristirahat dengan qiyamul lail, jika membaca ayat

Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya.Itulah yang kamu selalu lari dari padanya. (QS. 50:19)

selalu diulang-ulang hingga menangis sesenggukan. (III/342)

Tabi’in :

Adalah Shilah bin Asy-Syam shalat malam hingga tidak dapat kembali ketempat tidurnya. (III/497)

Adalah Zubaid bin al-Haris membagi waktu malamnya dengan tiga bagian : Bagian pertama untuk dirinya, bagian kedua untuk anaknya dan bagian ketiga untuk anaknya yang lain (Abdurrahman). Pada waktu malam dia shalat. Setelah itu dia membangunkan anaknya seraya berkata : Ayo sholat jangan malas, kemudian dia membangunkan anak yang lainnya. Katanya, bangun jangan malas. Ayo Shalat, maka shalatlah seluruh keluarganya diwaktu malam. (V/296)

Dari Malik bin Anas berkata : Adalah Sufyan bin Sulaiman shalat pada musim dingin dan musim panas diserambi rumahnya yang paling dalam. Beliau selalu bangun malam baik cuaca panas ataupun dingin. Beliau shalat malam hingga waktu subuh. Sampai-sampai jika kami melihat kedua kakinya, seperti tongkat yang kokoh karena banyaknya sholat malam. (V/365)

Tabi’ut-Tabi’in :

Dari … Bahwa Rabi’ah selalu Shalat semalam sentuk. Bila terbit fajar beliau tidur sebentar sampai fajar menguning. Kudengar beliau berkata : Hai diri ! telah berapa lama kamu tidur, dan sampai kapan kamu akan terjaga. Aku khawatir kalau kau tidur, kau tidak terbangunkan. Tiba-tiba hari kiamat kau dibangunkan. (VIII/242)

Mufadhol menjabat Qodli dikalangan kami, do’anya selalu terkabulkan, dan walaupun lemah badannya, beliau selalu berdiri lama dalam shalatnya. (VIII/168)

Sumber : Panduan Akhlak Salaf, Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil Bahauddien `Aqiel. Penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani. Penerbit: At-Tibyan – Solo, Cet. pertama, September 2000

Diambil dari http://tawashou.co.cc/

http://abufahmiabdullah.wordpress.com/2010/11/10/aina-nahnu-min-akhlaqis-salaf-bag-1/

Menepis Syubhat (Kerancuan) Terhadap Salafiyah

MENEPIS SYUBHAT (KERANCUAN) TERHADAP SALAFIYAH

Oleh
Syaikh Doktor Abu Anas Muhammad bin Musa An-Nashr

Di tengah gelombang kebid’ahan dan kesyirikan yang menerpa umat sekarang ini. Di saat kebingungan dan ketimpangan semakin membelit kaum mudanya. Ahlul ahwa’ (para pengikut hawa-nafsu) tidak henti-hentinya melontarkan kerancuan dan keraguan. Bahkan tidak jarang melemparkan tuduhan serta fitnah yang tidak berdasar ke tengah-tengah umat terhadap kemulian dakwah Salafiyah yang penuh barakah ini dan para dainya. Semua itu ibarat riak-riak kecil, bila tidak segera ditepis akan menjadi gelombang ganas yang membahayakan lagi mengkhawatirkan. Salah seorang murid senior Muhadits abad ini (Imam al-Albani rahimahullah), yaitu Syaikh Muhammad bin Musa Nashr telah mengumpulkan beberapa syubhat yang dilontarkan oleh musuh da’wah Salafiyah, kemudian beliau iringi dengan bantahannya. Pada kesempatan ini kami sampaikan sebagian dari bantahannya tersebut dan kami pilih yang sekiranya mendesak untuk diketahui.

Syubhat Pertama:
Salafiyah adalah sebuah penasaban yang bid’ah!

Jawaban Syaikh Abu Anas Muhammad bin Musa Nashr.
Sebagian musuh dakwah Salafiyah menganggap bahwa menisbatkan diri kepada Salaf merupakan pengelompokan bid’ah. Hal itu sebagaimana menamakan diri dengan: Ikhwanul Muslimin, Hizbut Thahrir, dan Jamaah Tabligh. Mereka tidak tahu, bahwa Salafiyah adalah sebuah penasaban terhadap generasi terbaik. Yaitu generasi sahabat dan tabi’in, yang telah dipersaksikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kebaikan. Juga merupakan penyandaran terhadap umat yang ma’sum (terjaga dari kesalahan), yang tidak akan bersepakat di dalam kesesatan, umat yang telah diridhai oleh Allah. Dia berfirman:

رَّضِىَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْاعَنْهُُ

Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. [al-Bayyinah: 8]

Sungguh jauh berbeda, antara orang yang menisbatkan diri kepada individu yang tidak ma’sum , bersikap loyal, dan fanatik terhadap seluruh perkataan dan pendapatnya, dengan orang yang menisbatkan diri kepada umat yang selamat dari penyimpangan dan kesesatan di saat munculnya banyak perselisihan.

وسََتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلَّا وَاحِدَةً قِيْلَ: مَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ :هُمُ الَّذِيْنَ عَلَي مِثْلِ مَا أَنَا عَلَيْهِ الْيَوْمَ وَأَصْحَابِي ِ

Umat ini akan terpecah menjadi 73 kelompok. Semuanya di dalam neraka kecuali satu. Siapa dia wahai Rasulullah? Jawab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Mereka adalah orang-orang yang semisal dengan apa yang aku dan sahabatku berada di atasnya. [2]

Itulah Salafiyah yang mengambil Islam secara murni, bersih dari segala bid’ah. Islam yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabatnya dan umat terbaik sesudah mereka.

Bagaimana kalian membolehkan “jamaah-jamaah” Islam menisbatkan diri terhadap individu-individu yang tidak ma’sum, lalu pada waktu yang sama kalian melarang orang-orang menasabkan kepada umat yang ma’sum dari segala kesesatan. Menasabkan diri kepada Salafush Shalih, dari kalangan sahabat, tabi’in, dan para imam (ulama) rabbani yang jauh dari hizbiyah- hizbiyah (fanatik terhadap kelompok-kelompok) pemecah belah umat?

Guru kami, al-Albani telah berkata, membantah hizbiyah : “Kami terang-terangan memerangi hizbiyah- hizbiyah tersebut, karena hal tersebut sebagaimana firman Allah:

كُلُّ حِزْبٍ بِمَالَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing). [al-Mu’minun: 53]

Padahal tidak ada hizbiyah sama sekali dalam Islam. Berdasarkan nash al-Qur’an, hizb hanya ada satu, (yakni hizbullah).

أَلآَإِنَّ حِزْبَ اللهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Ketahuilah sesungguhnya hizb Allahlah yang beruntung. [Mujadalah: 22]

Hizbullah adalah jamaah Rasulullah n dan hendaknya seseorang itu berada di atas manhaj para sahabat, hal ini membutuhkan ilmu terhadap Al-Kitab dan As-Sunnah. [3].

Beliau (Al-Albani) pernah juga ditanya:
“Apakah Salafiyah itu dakwah hizbiyah, golongan, madzhab ataukah kelompok baru dalam Islam?”

Beliau menjawab:
“Kalimat “Salaf” itu terkenal di dalam bahasa Arab dan syar’i. Telah shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika akan wafat beliau berkata kepada Fatimah, putrinya:

فَاتَّقِي اللهَ وَاصْبِرِيْ وَ نِعْمَ السَّلَفِ أَنَا لَكِ

Bertaqwalah kepada Allah dan bersabarlah. Aku adalah sebaik-baik salaf bagimu.

Banyak sekali para ulama’ yang mengunakan istilah “Salaf”. Satu contoh, ketika mereka menggunakannya untuk menghancurkan bid’ah:

وَكُلُّ خَيْرٍ فِيْ اتِّبَاعِ مَنْ سَلَفَ وَكُل شَرٍّ فِيْ ابْتِدَاعِ مَنْ خَلَفَ

Setiap kebaikan adalah di dalam mengikuti salaf, dan setiap kejelekan adalah di dalam bid’ahnya khalaf.

Tetapi ada sebagian orang yang mengaku berilmu mengingkari penisbatan terhadap Salaf, dengan anggapan hal itu tidak ada sandarannya. Dia mengatakan: “Seorang muslim tidak boleh mengatakan: “Saya Salafi”. Sepertinya dia mengatakan: “Seorang muslim tidak boleh mengatakan saya adalah pengikut manhaj Salaf as-shalih dalam aqidah, ibadah, perilaku dan lainnya.”

Tidak diragukan lagi, pengingkaran ini membawa konsekwensi dia berlepas diri dari Islam yang shahih. Islamnya para Salaf as-Shalih, yang dipimpin oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana telah diisyaratkan oleh hadits mutawatir dalam “Shahihain” dan lainnya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

Sebaik baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi setelahnya, kemudian generasi setelahnya.

Seorang muslim tidak boleh berlepas diri dari penisbatan kepada Salafush shalih. Orang yang mengingkari penisbatan yang mulia ini, bukankah dia juga menisbatkan diri kepada madzhab-madzhab yang ada, baik dalam aqidah, maupun fiqih? Bisa jadi dia seorang Asy’ariy [4] atau Maturidy [5] Bisa jadi pula seorang Hanafi [6], Syafi’i [7], Maliki [8] atau Hambali [9], yang tergolong Ahlus Sunnah wal Jamaah. Padahal orang yang menisbatkan kepada madzhab Asy’ariy atau salah satu dari 4 madzhab (fiqih) yang ada, dia telah menisbatkan diri kepada individu yang tidak ma’sum, walaupoun ada juga paraulama yang benar. Tetapi apakah dia mengingkari penisbatan kepada individu-individu yang tidak ma’sum ini? [10]

Dan inilah perkataan ahlul ilmi tentang bolehnya menisbatkan diri kepada Salafush as-Shalih:

Ibnu Manzhur berkata: “Termasuk arti Salaf adalah: pendahulumu, yaitu bapak-bapakmu dan kerabatmu yang punya umur dan keutamaan lebih di atasmu. Oleh karena itu generasi pertama dari kalangan tabi’in dinamakan “Salafush Shalih.” [11]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepada putrinya, Zainab, ketika akan meninggal:

إِلْحَقِيْ بِسَلَفِنَا الصَّالِحِ عُثْمَانَ بْنَ مَظْعُوْنَ

Susullah Salaf kita yang shahih, yaitu Utsman bin Mazh’un. [12]

Al-Ghazali berkata: “Yang saya maksud dengan Salaf adalah madzhab sahabat dan tabi’in. [13].

Syaikhul Islam berkata: “Tiada aib bagi orang yang menampakkan madzhab salaf dan menisbatkan kepadanya, bahkan penisbatan tersebut wajib diterima menurut kesepakatan (ulama’), karena madzhab salaf adalah madzhab yang haq.” [14]

Al-Baijuri berkata: “Yang dimaksud dengan istilah Salaf adalah orang yang terdahulu dari para nabi, tabi’in dan tabiut tabi’in.” [15]

Syubhat Kedua.
Salafiyun Iebih mementingkan perkara-perkara furu’ (cabang, remeh) ketimbang perkara Ashl (pokok).

Jawaban Syaikh Abu Anas Muhammad bin Musa Nashr :
Ini merupakan kedustaan serta bualan mereka. Sesungguhnya da’wah Salafiyah –alhamdulillah- mengimani Islam seluruhnya, tanpa pilih-pilih, berdasarkan firman Allah:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَآفَّةً
Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah.[Al- Baqarah : 207]

Dan juga dengan firman Allah yang lain, yang mencela orang yang mengambil/mengamalkan agama hanya menurut selera hawa nafsu.

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ

Apakab kalian mengimani sebagian dari kitab, dan mengkufuri sebagiannya?
[Al-Baqarah : 85]

Kewajiban terpenting dalam da’wah Salafiyah adalah tauhid, menghambakan makhluk kepada Rabbnya, mentarbiyah (membina) umat di atas manhaj Rasul, dan memberikan perhatian terhadap sunnah-sunnah yang sudah mulai ditinggalkan lalu menghidupkannya kembali. Semua itu merupakan bagian dari program dan manhaj da’wah Salafiyah. Tetapi sebagian orang-orang yang menyelisihi da’wah Salafiyah ini ada yang mengaggap sunnah-sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti: siwak, memanjangkan jenggot, meninggikan kain di atas mata kaki, sutrah dan lainnya, sebagai perkara “qusyur” (remeh/kulit).

كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِن يَقُولُونَ إِلاَّ كَذِبًا

Sangat buruk kalimat yang keluar dari mulut-mulut mereka, tidaklah yang mereka ucapkan melainkan kedustaan. [al-Kahfi: 5]

Orang-orang yang bingung itu tidak tahu, bahwa Islam itu semuanya lubab (inti), sehingga persepsi dan pikiran mereka yang busuk. menganggapnya sebagai “qusyur”.

Padahal semua yang dibawa oleh wahyu (Al-Kitab dan As-Sunnah) adalah haq dan lubab (inti), orang yang memperolok-olok sesuatu darinya maka dia kafir. Sedangkan orang yang menyebut sesuatu yang dibawa oleh Rasulullah dengan “qusyur” (kulit, hal remeh) yang dapat dibuang, maka dia berada di pinggir jurang yang dalam.

Syubhat ke tiga.
Dakwah Salafiyah tidak memberikan perhatian terhadap masalah-masalah politik, bahkan meninggalkannya sama sekali.

Syaikh Abu Anas Muhammad bin Musa Nashr.menjawab:
Ini juga merupakan kedustaan yang nyata. Karena menurut Salafiyin, perkara politik termasuk dalam urusan dien. Tetapi politik yang mana?
Apakah politik koran-koran, majalah-majalah, dan kantor-kantor berita milik Yahudi dan Nashari? Ataukah politik Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya?

Apakah politik demokrasi, yang mereka dengungkan dengan semboyan orang-orang kafir: “Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat?”

Ataukah politik pemeluk Islam yang berprinsip: “Hukum Allah, untuk Allah, berpijak pada Kitabullah dan Sunnah Rasulnya, melalui musyawarah yang dibenarkan oleh Islam?”

Dan apakah politik yang kebenaran diukur dengan banyaknya jari yang terangkat (voting) di Majelis Perwakilan Rakyat, meskipun terkadang voting tersebut menambah kuatnya kemungkaran atau kesyirikan?

Ataukah politik sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah Azza wa Jalla. Dia berfirman:

إِنِ الْحُكْمُ إِلاَّ للهِ أَمَرَ أَلاَّتَعْبُدُوا إِلآًّإِيَّاهُ

Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. [Yusuf: 15]

Salafiyin tidak ingin meraih al-haq dengan cara yang batil. Karena menurut mereka, sebuah tujuan tidaklah menghalalkan segala cara. Mereka tidak akan berjuang di atas “punggung-punggung babi”, tidak akan minta pertolongan kepada kaum musyrikin, dan selamanya tidak akan berkumpul dengan orang-orang munafiq. Mereka menolak jumlah banyak yang bersifat seperti buih, yang tidak menyandang sifat syar’i sedikitpun.

Syubhat keempat.
Salafiyun bersikap mudahanah terhadap penguasa, tidak bicara al-haq secara terang-terangan di hadapan mereka.

Jawaban Syaikh Abu Anas Muhammad bin Musa Nashr:
Di mana Salafiyun yang menempati jabatan-jabatan tinggi, berupa jabatan Menteri, Hakim atau Mufti di negara-negara Islam? Mencari jabatan sepert itu adalah monopoli ahli bid’ah selama puluhan tahun. Andaikata Salafiyun mau cari muka dan menjual ilmu, niscaya mereka akan meraih apa yang telah diraih selain mereka. Tetapi Salafiyun memandang itu semua sebagai kemunafikan. Bahkan mereka tidak memandang bolehnya memasuki Majlis Perwakilan Rakyat, agar tidak menjadi jembatan untuk Undang-Undang buatan manusia dan hukum-hukum Thaghut, dan tidak bergelimang dalam kebatilan.

Kalau ada oknum yang menasabkan diri kepada Salafiyah, lalu dia memuji-muji penguasa dengan dusta, mencari muka dengan cara berbasa-basi dan bersikap nifaq, maka hanyalah mewakili dirinya sendiri. Dakwah Salaf serta Salafiyun berlepas diri dari apa yang dia lakukan. Kewajiban Salafiyun terhadap orang seperti itu adalah memberikan nasehat dan mengingatkan, kemudian memboikot dan memberikan peringatan (jika dia enggan, pen).

Salafiyun adalah orang-orang yang membicarakan al-haq secara terang-terangan penuh, dengan hikmah dan nasehat yang baik. Tanpa mengobarkan pengkafiran, menyatakan orang lain durhaka, dan pemberontakan terhadap penguasa.

Dakwah Salaf mengajak untuk memberikan nasehat terhadap penguasa, serta zuhud terhadap apa-apa yang ada pada mereka, yang berupa harta, jabatan, dan kehormatan. Juga mengajak untuk tidak mengobarkan (emosi) terhadap mereka, tidak rakus terhadap singgasana mereka, tidak memberontak melawan mereka. Kecuali jika nampak kekufuran yang nyata pada mereka, dengan terpenuhinya syarat-syarat serta tidak adanya penghalang-penghalang kekafiran. Tetapi hal itu ditetapkan oleh ulama, bukan oleh orang-orang hina yang mengikuti setiap orang yang memanggil.

Syubhat kelima
Salafiyin suka berlebih-lebihan….!

Jawaban Syaikh Abu Anas Muhammad bin Musa Nashr:
Adapun kalau yang dimaksud berlebih-lebihan adalah bersungguh-sungguh di dalam al-haq, melaksanakan kawajiban-kewajiban, dan menghidupkan sunnah-sunnah yang sudah mulai ditinggalkan, maka ini adalah haq, bukan aib bagi seorang muslim. Sedangkan yang merupakan aib adalah kalau seseorang meremehkan perkara-perkara agama, membolehkan hal-hal yang diharamkan, serta mengerjakan hal-hal yang melanggar syari’at.

Maka apakah memelihara jenggot yang merupakan Sunnah merupakan sikap berlebihan? Apakah memendekkan kain di atas mata kaki sampai pertengahan betis yang merupakan Sunnah merupakan sikap berlebihan? Apakah mengharamkan jabat-tangan dengan wanita bukan mahram, mengharamkan lagu-lagu dan musik, termasuk berlebih-lebihan? Padahal ulama’ dahulu dan sekarang telah berfatwa dengan hal-hal di atas!

Itu semua hanyalah tuduhan yang dibuat-buat agar manusia menjauhi para da’i Al-Kitab dan As-Sunnah pengikut Salaful Ummah.

Salafiyah tidaklah menyia-nyiakan syari’at ini sedikitpun, tidak meremehkan Sunnah, apapun bentuknya. Sebagaimana hal itu dilakukan oleh harikiyin dan hizbiyin yang menuduh Salafiyin suka mencari-cari masalah ganjil yang mereka namai dengan “qusyur” (perkara kulit) untuk meremehkannya.

Keberuntunganlah bagi orang-orang yang asing, yang telah diberitakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan sabdanya:

أَنَّهُمُ الَّذِيْنَ يُصْلِحُوْنَ مَاأَفْسَدَ النَّاسُ مِنْ سُنَّتِهِ

Mereka adalah orang-orang yang memperbaiki sunnah-sunnah Rasulullah n yang telah dirusak oleh manusia.[16]

Syubhat keenam.
Salafiyin tidak menaruh perhatian terhadap masalah jihad.

Jawaban Syaikh Abu Anas Muhammad bin Musa Nashr:
Jihad merupakan puncak syari’at. Ayat-ayat dan hadits-hadits yang menganjurkannya banyak sekali dan sudah terkenal. Tetapi jihad mempunyai kaedah-kaedah, syarat-syarat, dan adab-adab. Salafiyun tidak akan berangkat jihad di bawah bendera jahiliyah, karena jihad tidaklah disyari’atkan kecuali untuk menegakkan syari’at Allah. Dia berfirman:

حَتَّى لاَتَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ للهِ
Sehingga tidak terjadi fitnah, dan agama seluruhnya untuk Allah. [al-Anfaal: 39]

Untuk berjihad harus ada imam, harus ada bendera Islam. Dan harus ada pembinaan rabbaniyah seputar jihad. Harus ada bekal dan kesiapan. Menurut Salafiyin, jihad haruslah berdasarkan ilmu, keyakinan dan sasaran yang jelas. Jika bendera telah tegak dan tujuan (sasaran) juga jelas, maka Salafiyin tidak akan ketinggalan. Bumi Palestina, Chehcnya, Afghon, Balkan, Kasmir menjadi saksi bagi mereka di sisi Allah Azza wa Jalla. Mereka mendorong peperangan (jihad) dengan pemahaman seperti ini.

Syubhat ketujuh.
Dakwah Salafiyah memecah belah umat dan membikin fitnah.

Jawaban Syaikh Abu Anas Muhammad bin Musa Nashr:
Kenapa dakwah Salaf dituduh demikian? Karena dakwah ini memisahkan keburukan dari kebajikan, padahal itu merupakan tujuan Allah dan Rasul-Nya.

لِيَمِيزَ اللهُ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ

Agar Allah memisahkan antara kejelekan dengan kebaikan. [al-Anfaal: 37]

Allah juga berfirman:

وَقُلِ الْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ فَمَن شَآءَ فَلْيُؤْمِن وَمَن شَآءَ فَلْيَكْفُرْ

Katakanlah: “Kebenaran itu dari Rabb kalian, barangsiapa yang ingin, berimanlah dan siapa yang ingin , kufurlah. [al-Kahfi: 29]

Ketika seorang da’i Salafi memerangi bid’ah dan ahli bid’ah, langsung dituduh dengan tuduhan-tuduhan yang keji tersebut. Karena memang di antara prinsip Ahlul Bid’ah adalah mengumpulkan orang dengan membabi buta dengan dalih menjaga persatuan kaum muslimin. Mereka tidak peduli bentuk dan jenisnya, tetapi yang penting kwantitas, bagaimana itu bisa terwujud. Karena itu kamu lihat mereka berbasa-basi di hadapan ahlul bid’ah dan ahli kesesatan. Tetapi mereka tidak mau berdamai dengan Salafiyin. Bahkan mereka memusuhi, mencela, membenci, dan membesar-besarkan kesalahan Salafiyin.

Kami akan senantiasa ingat ucapan salah satu pembesar Ikhwanul Musimin di kota Zarqo’ yang membela Khumaini dan revolusinya serta membantah Salafiyin yang memperingatkan dari firqah Syiah, condong kepadanya. Dia berkata: “Muslim Syiah yang menegakkan syari’at Allah, lebih utama daripada Sunni Salafi yang tidak menegakkan syari’at, mereka itu perusak.”

Lalu dia memberikan tuduhan-tuduhan bahwa Salafi membuat fitnah dan memecah belah umat. Maka saya katakan: “Perhatikanlah mereka telah terjatuh ke dalam fitnah, tidaklah mereka mengetahui bahwa Syiah adalah Yahudinya umat ini. Syi’ah adalah firqah yang paling buruk. Karena berbagai perkara yang ada pada mereka, seperti: bid’ah, kesesatan, merubah kitab Allah, mencela sahabat Rasulullah n , dan menuduh Aisyah ummul mukminin berzina, padahal Allah telah mensucikannya dari atas langit ke tujuh, Maha tinggi Allah dengan ketinggiannya yang Agung dari apa yang diucapkan orang-orang dhalim.

Demikian beberapa syubhat diantara banyak syubhat yang dilontarkan oleh sebagian orang kepada dakwah salafiyah dan bantahannya. Mudahan-mudahan Allah memudahkan bagi kita untuk mengenal yang hak sebagai sebuah kebenaran dan semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk melaksanakan nya.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun VI/1423H/2002M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]
________
Footnote
[1]. Dirangkum oleh Adam al-Atsariy dari kitab “Min Ma’alim Manhaj Nabawi” oleh Syaikh Doktor Abu Anas Muhammad bin Musa An-Nashr
[2]. HR. Abu Dawud no. 4596, Tirmidzi no. 2640, Ibnu Majah no. 3991, Ahmad 2/332
[3]. Lihat Manhaj Salafi Inda al-Albanny hal 13-19 dan Limadza Ikhtartu Manhaj Salaf hal 34
[4]. Orang yang mengaku mengikuti aqidah Abul Hasan Al-Asy’ariy-Red
[5]. Orang yang mengaku mengikuti aqidah Al-Maturidiy-Red
[6]. Orang yang mengaku mengikuti fiqih Abu Hanifah-Red
[7]. Orang yang mengaku mengikuti fiqih imam Muhammad bin Idris Asy-Sya’ifi-Red
[8]. Orang yang mengaku mengikuti fiqih imam Malik bin Anas-Red
[9]. Orang yang mengaku mengikuti imam Ahmad bin Hambal-Red
[11]. Lihat Lisanul Arab 9/159
[12]. HR. Ahmad no. (1/335); Ibnu Sa’ad (1/398-399) didhaifkan oleh al-Albani dalam Silsilah Dha’ifah no. 1715
[13]. Lihat Iljamul ‘Awam, hal: 62
[14]. Lihat Majmu Fatawa 4/149
[15]. Lihat “Jauhat at-Tauhid” hal. 111
[16]. HR. tirmidzi (5/10), Ahmad (4/73), Thabrani di Mu’jamul Kabir 17/16

http://almanhaj.or.id/content/2932/slash/0

KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH

Ada banyak hal
yang bisa terjadi kepada kita,
tapi hanya ada dua macam
reaksi kita, yaitu
reaksi naik atau turun.

Semua kejadian adalah pemberitahuan
untuk memperbarui kehidupan.

Maka barukanlah pikiran, sikap, dan tindakan Anda.

Bereaksilah dengan cara
yang menjadikan Anda lebih besar
daripada yang terjadi kepada Anda.

Apa pun yang terjadi,
janganlah bereaksi dengan cara
yang menurunkan kelas Anda.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Anda menjadi apa pun
yang Anda ijinkan untuk menjadi dominan
dalam pikiran dan perasaan Anda,
dan menjadi pewarna dari tindakan Anda.

Maka berfokuslah pada yang membesarkan Anda.

Abaikan semua hal yang tidak memuliakan Anda.

Janganlah gunakan hati dan waktu Anda
untuk merisaukan yang tidak penting bagi kehidupan.

Putuskanlah untuk berbahagia.

Kebahagiaan adalah masalah keputusan.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Reaksi terhadap yang terjadi
adalah penentu kualitas hidup.

Masalah dan kesulitan yang sama
bisa terjadi kepada siapa pun,
tetapi reaksi setiap orang terhadapnya
bisa jadi sangat berbeda.

Dan memang kita dibedakan
dari cara kita bereaksi terhadap masalah.

Jangan pernah lupakan,

Bukan yang terjadi kepada Anda,
yang menentukan keberhasilan hidup ini,
tapi apa yang Anda lakukan
karena yang terjadi itu.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Tak pantas bagi kita
untuk berharap mendapat jawaban
dari seluruh permintaan kita kepada Tuhan,
jika kita tidak seluruhnya bersungguh-sungguh
dalam mengupayakan kepantasan
untuk menerimanya.

Yang pantas menerima, akan menerima.

Karenanya,

Marilah kita maksimalkan ketulusan
dalam kerja keras kita,
agar maksimal rezeki bagi kesejahteraan
dan kebahagiaan keluarga kita,
dan bagi sesama yang kita layani.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Tuhan menciptakan Anda
sebagai jiwa yang dikasihi-Nya,
yang tidak direncanakan untuk
dinistai oleh orang lain atas nama cinta.

Jika dia mencintai Anda,
dia tak akan mampu menyakiti Anda,
atau merendahkan Anda,
dan tidak akan mengkhianati Anda
dan mengatakan bahwa Anda
adalah sebab dari pengkhianatannya.

Perpisahan dari orang seperti itu
adalah perpisahan emas.

The Golden Goodbye

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Kualitas hidup kita
ditentukan bukan hanya oleh
kualitas jawaban
untuk pertanyaan kita,
tapi terutama oleh kesediaan kita
untuk bersikap dan bertindak
sesuai dengan jawaban itu.

Tidak ada jawaban
yang bisa menolong orang
yang tidak bertindak.

Tapi, memang ada orang
yang hanya bertanya,
apa pun jawaban yang Anda berikan

Bahkan setelah ini, dia akan bertanya lagi

Habis, gimana dong?

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Sahabat Indonesia yang baik hatinya,

Cara paling sederhana
untuk memperbaiki tingkat hasil
dalam kehidupan kita
adalah memperbaiki cara kita
dalam berbicara dengan orang lain.

Berbicaralah dengan santun,
tidak perlu keras, dan pastikan jelas.

Suara yang lembut
dengan argumentasi yang kuat,
akan terdengar ribuan kilometer jauhnya.

Mario Teguh – Loving you all as always

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Keindahan hidup kita di akhirat nanti,
dibangun oleh keindahan hidup kita di dunia,

karena kita hidup untukTuhan,

sehingga kita menjaga kejernihan pikiran,
memelihara kebeningan hati,
dan menetapkan keindahan perilaku kita,

agar kita menjadi pribadi
yang bermanfaat bagi sesama,

yang memelihara kelestarian alam,

agar kematian kita
menjadi gerbang memasuki rumah kita di surga,
yang abadi kebahagiaannya.

Aamiin

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Membuat kesalahan
hanya mungkin terjadi
pada orang yang sedang
mengupayakan yang benar.

Sehingga,

Orang yang melarang atau
mengancam Anda
agar tidak membuat kesalahan,
sama dengan melarang Anda
dari mengupayakan yang benar.

Maka berdoalah agar Tuhan
mentenagai ketegasan Anda untuk
melakukan yang Anda ketahui
sebagai cara yang baik untuk
mendekatkan Anda kepada
cita-cita dan impian Anda.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Orang yang bisa berlaku tenang
dalam karir dan kehidupan
yang tanpa rencana,
tidak bisa disebut bersabar.

Dia hanya terbiasa
untuk tidak merasa gelisah
dalam pelemahan hidupnya.

Itu sebabnya,

Jika Anda sulit bersabar,
mudah lah memulai.

Jika Anda tidak sabar
dengan lamban-nya perbaikan,
cepatlah perbaiki cara-cara Anda.

Jika Anda tidak sabar menunggu,
utamakanlah tindakan yang cepat menghasilkan.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Hidup yang damai dan sejahtera
adalah hadiah bagi hati yang ikhlas.

Yang menjadikan kita segera pindah
dari hidup yang penuh keluhan,
menuju yang damai dan penuh kesyukuran
adalah ikhlasnya hati,
bukan kuatnya intelek atau modal.

ikhlas itu tegas.

Apa pun yang tidak mendamaikan
dan tidak memperkuat Anda,
tinggalkan!

Tuhan,
tegaskanlah kami untuk mendahulukan
yang baik bagi hidup kami.

Aamiin

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Anda bukan orang kecil,
jika Anda bereaksi dengan anggun
terhadap masalah dan kesulitan.

Orang yang belum terbiasa
dengan peran yang besar,
akan panik dan menunjukkan
kecilnya ukuran hati,
saat terjadi sesuatu yang berpotensi
mengancam kebaikannya.

Anda pribadi yang berbakat
bagi kedamaian dan keberhasilan.

Tampillah anggun
dalam menghadapi masalah.

Anda jiwa yang kuat
karena Anda menguatkan diri.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Saat Anda menjual
atau membutuhkan persetujuan orang lain,
berbicaralah dari sudut kepentingan mereka.

Berfokuslah pada
penyelesaian masalah mereka,
melalui keuntungan dari penggunaan
produk dan pelayanan Anda.

Yakinlah bahwa tidak ada orang
yang tidak memerlukan penyelesaian
bagi masalahnya.

Dia pasti akan memerlukan bantuan
dan harus membeli dari seseorang.

Pastikanlah bahwa dia memilih Anda.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Hatimu akan menyusut dan lemah
jika semua tenaga hatimu
hanya kau tujukan untuk
mencintai agar engkau dicintai.

Mencintai agar engkau
mendapatkan cintanya,
adalah bab berulang dalam
drama percintaan anak manusia,
dan itu cerita usang nan padat
berisi kecewa dan tangis.

Tapi,

Jika engkau mencintai
hanya karena kerinduan hatimu
untuk menjadi pengindah
kehidupan jiwa lain,
engkau disebut hampir malaikat.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Tidak ada perjalanan datar
dalam kehidupan ini.

Jika kita tidak sedang naik,
kita pasti sedang turun.

Berhati-hatilah dengan perasaan
bahwa hidup ini hanya begini-begini saja.

Perasaan bosan dengan kehidupan
yang tak bervariasi
adalah tanda melemahnya kehidupan.

Janganlah berlama-lama
dalam tidak adanya perubahan.

Nyalakanlah hati Anda,
cemerlangkanlah mata Anda.

Bangkitlah!

Anda jiwa yang super!

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Kita semua adalah para bintang
yang sedang dalam proses menjadi.

Tetapi,
ada jiwa yang sedang memperlambat
perjalanan naiknya sendiri
dengan rasa ragu, rasa tidak berhak,
dan mengesampingkan peran Tuhan
dalam kehidupannya.

Jadilah jiwa yang mempercepat
proses kebintangan Anda,
dengan menjadikan impian Anda
sebagai doa di hati,
dan menggunakan perilaku terbaik Anda
untuk menjadi bernilai bagi sesama.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Seorang pesimis adalah pribadi
yang tidak melihat kemungkinan baik
dari apa pun yang dilakukannya
atau yang akan terjadi di masa depan.

Dia sama sekali tidak bodoh,
bahkan sering kali adalah
pribadi yang sangat cerdas dan
gemar menganalisa.

Tetapi,
mungkin hatinya telah dikuasai
oleh kegelapan,
sehingga dia hanya berfokus
pada bayangan,
saat sebetulnya dia bisa melihat sinar.

Tuhan, peliharalah hati kami.

Aamiin

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Janganlah kau letihkan dirimu
dengan perburuan tak pasti untuk
menemukan cinta yang sempurna.

Kesadaran mu yang dimabukkan
oleh lamunan cinta itu, akan semakin
terasing dari kenyataan hidup.

Ketahuilah …

Keindahan cinta hanya hinggap di hatimu,
jika engkau mencintai dia yang mencintaimu.

Janganlah berletih-hati
mencari yang terbaik untuk kau cintai.

Jadilah yang terbaik bagi yang mencintaimu.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Seorang sahabat menulis,

“Awalnya, saya njenggureng membaca
dan mendengar nasehat yang terasa asing
namun akrab di hati.

Apa karena nasehat nya juga dari hati ya?

Terima kasih Pak,
atas persaudaraan dalam kebaikan
dan kesabaran super ini

Ketika saya berhenti bertanya dan memulai,
semua mulai berlaku ramah dan bersahabat,
datang penolong dan pertolongan

Semua terjadi ketika saya berhenti meragu.”

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Yang berhasil itu
bukan orang pandai,
tapi orang yang kelihatan pandai.

Itu sebabnya
orang yang sudah pandai
harus belajar tampil pandai.

Banyak orang
yang secara akademis pandai,
menolak belajar tampil baik,
karena menurutnya
kepandaian akademis
adalah segalanya
dan orang akan otomatis tahu
bahwa dia orang pandai.

Ternyata tidak begitu.

Orang pandai
yang tidak kelihatan pandai,
tidak akan terpakai.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Anda tidak akan dirugikan
terlalu banyak oleh kemarahan Anda,

tapi Anda akan pasti sangat dirugikan
oleh dampak dari kemarahan
yang tidak Anda kendalikan.

Kemarahan adalah reaksi mental
yang wajar yang bisa terjadi
kepada siapa pun,

tapi yang tidak berbahaya
bagi siapa pun,

sampai Anda menggunakannya
untuk bereaksi dengan cara
yang merendahkan diri sendiri
dan melukai orang lain.

Berhati-hatilah.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Jangan salahkan wanita
yang memilih calon pasangannya
dengan sangat berhati-hati.

Menikah itu seperti membeli mobil,
lebih mudah membeli daripada merawatnya.

Dan dalam perjalanan hidup pernikahan
yang tidak selalu datar dan indah,
yang bisa juga bermasalah dan sedih itu;

kita membutuhkan pikiran yang bersih,
hati yang bening, dan fisik yang sehat

untuk sampai dengan selamat,
sejahtera, dan bahagia.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Kita hanya se-bahagia
kesungguhan kita untuk
memilih kebahagiaan.

Dan dalam kebebasan kita
untuk memilih,
yang paling besar dampaknya
pada kualitas hidup kita,
adalah pilihan sikap.

Jika kita melihat
masalah-masalah kita permanen,
maka seolah-olah permanen-lah
penderitaan kita.

Maka,
pilihlah untuk berbahagia.

Dan perhatikanlah
bagaimana pilihan itu
mulai mewujud,
segera setelah Anda memutuskan.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Damaikanlah hatimu,
karena jika engkau membuat kesalahan,
akan selalu tersedia pintu untuk penerimaan
dari perbaikan dan pemaafaannya.

Mungkin tidak hari ini,
mungkin juga tidak tahun depan.

Tapi, tidak seorang pun
bisa memastikan bahwa penerimaan itu
tidak akan terjadi besok pagi.

Dan tak seorang pun bisa memfonis
bahwa kesalahan itu tidak akan diterima
sebagai sebuah sumbangan bagi kebaikan,
nanti.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Pak, apakah aku bisa
jadi jiwa yang mulia,
tanpa beragama?

Hmm …

Begini ya,

engkau akan menjadi jiwa yang mulia

jika engkau setia kepada yang benar,
membahagiakan keluargamu,
memajukan kebaikan dan mencegah
terjadinya keburukan,
dan engkau mewariskan
anak, ilmu, dan harta yang bernilai
bagi sesama dan alam.

Tapi, itu semua adalah tuntunan agama.

Jadi,
mengapakah kamu tidak sekalian beragama saja?

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Kendaraan menuju
keberhasilan adalah kerja keras.

Mereka yang menolak
untuk bekerja keras,
karena telah menemukan
konsep bekerja cerdas,
masih akan tetap diharuskan
bekerja keras dalam kecerdasannya.

Lalu,
kerja keras itu membutuhkan
tenaga untuk bergerak maju,
dan itu yang kita sebut kesungguhan.

Working Smart
tidak menghapus keharusan
untuk Working Hard.

Karena,

Working hard is still smart.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Jadilah penentu
bagi nasib Anda sendiri.

Putuskanlah sendiri
bagaimana Anda akan menjalani
kehidupan ini.

Jangan Anda serahkan
kepemimpinan hidup Anda
kepada mereka
yang tidak akan bertanggung jawab
jika Anda gagal.

Bangunlah keberanian Anda
dalam ketulusan
untuk mengikuti petunjuk Tuhan
untuk setia kepada yang benar.

Jika Anda berani,
Anda tidak mungkin memilih
hal-hal yang tidak membesarkan Anda.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Berlakulah dengan kelembutan
yang Anda harapkan Anda terima
dari orang yang Anda cintai.

Anda terlalu sibuk
merindukan balasan cinta
dari orang yang Anda cintai,
sehingga mengabaikan
kemungkinan hidup yang indah
bersama orang yang mencintai Anda.

Apakah orang yang Anda cintai itu
pasti akan membahagiakan Anda?

Hmm …

Bukankah mungkin saja
orang yang mencintai Anda itu
akan lebih memuliakan Anda?

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Engkau yang sedang tersiksa
oleh penyesalan,

berlakulah lebih ramah
kepada dirimu sendiri.

Memang sesekali dalam hidupmu,
engkau akan melakukan kesalahan
yang sebetulnya tak akan kau lakukan
dengan sengaja.

Maafkanlah dirimu.

Ketahuilah,
bahwa sama sekali tak mudah
untuk menjadi dirimu,
yang kau paksa menghebatkan diri
saat engkau juga memanjakan kemalasan
dan kesenangan sementara.

Kasihilah dirimu

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Mar, apa ada orang yang sakti?

Oh ada!

Ada yang tak mempan ditembak,
tapi lebih sakti orang yang
tidak memantaskan diri untuk ditembak.

Ada yang bisa menghilang dari mata,
tapi lebih sakti orang yang
bisa menghilangkan keburukan
dari dalam hati orang lain.

Ada yang bisa membayar dengan daun,
tapi lebih sakti orang yang
dibesarkan rezekinya oleh Tuhan.

Kesaktian terhebat adalah perlindungan Tuhan.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Ada orang yang bekerja
di tempat yang tidak menghormati
dan sembarangan membayarnya,
tapi dia tetap bertahan di situ
karena takut tidak ada rezeki baginya
di tempat lain.

Memang mengherankan,
tetapi tidak setiap orang
yang menyebut dirinya beriman,
percaya bahwa rahmat Tuhan itu
besar dan tersebar luas.

Hmm …

Jika dia beriman,
dia akan bersikap lebih berani.

Karena,

Keberanian adalah bukti iman.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Orang yang tak pernah menderita
karena cinta, sesungguhnya tak pernah
mengenal cinta.

Jika rasa itu tak pernah melukai,
pasti itu bukan cinta.

Cinta membuka yang selama ini tertutup,
menyadarkan yang belum pernah disadari,
mencemerlangkan yang tak terlihat,
dan memuliakan yang tak terhargai.

Cinta melambungkan harapan ke langit.

Tapi, jika ia dikecewakan,

Cinta menyayat hati sampai ke dasarnya.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Anda harus menemukan
pemungkin bagi keberhasilan
di dalam pekerjaan Anda.

Jika tidak ada di situ,
berarti Anda sedang berada
di dalam pekerjaan yang salah.

Mudah-mudahan Anda
tidak termasuk orang yang tidak tegas
mengupayakan pekerjaan yang baru.

Dan yang umumnya mereka lakukan
adalah bertahan di pekerjaan
yang tidak berpotensi itu, dan
menyalahkan perusahaan
dan nasib yang berlaku tidak adil.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Ada rekan saya
yang meragukan keberadaan Tuhan,
bertanya

Mar, bagaimana jika setelah kamu
capai-capai menuruti aturan kebaikan
karena kecintaanmu kepada Tuhan,
ternyata nanti terbukti bahwa Tuhan tidak ada?

Satu,
kamu boleh mengatakan Tuhan itu tidak ada,
jika kamu mengetahui.

Karena, jika kamu mengetahui,
kamu juga tahu Tuhan itu ada.

Dua,
seandainya apa pun,
menjadi jiwa yang baik itu tetap indah.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Seorang yang negatif
dan hatinya penuh keluhan,
saat dihentikan oleh lampu lalu lintas,
akan mengatakan:

“Wah, saya dapat lampu merah,
terpaksa berhenti deh!

Bisa telat kalau begini terus.”

Seorang yang positif
dan hatinya penuh doa,
saat dihentikan oleh lampu lalu lintas,
akan mengatakan:

“Wah, sayang ya?
saya kehilangan lampu hijau.

Mudah-mudahan di perempatan
berikutnya
saya dapat lampu hijau.”

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Engkau yang digalaukan
dengan tak jelasnya jaminan
bagi masa depanmu,

sesungguhnya,

Tuhan Yang Maha Penyayang
dan Maha Kaya itu
akan menyelamatkan mu

jika engkau hidup dan bekerja
dengan cara yang pantas
bagi jiwa yang direncanakan
untuk hidup damai, sejahtera,
dan berbahagia.

Ingatlah ini,

Harapan baik
pada pribadi penuh syukur
yang sedang bekerja keras
adalah
kekuatan pengubah rencana langit.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Di saat-saat awal
dari percintaan,
sepasang pria dan wanita
menemukan keindahan
dengan
MEMANDANGI SATU SAMA LAIN.

Setelah beberapa saat,
mereka mulai melihat
sumber kekecewaan pada diri
satu sama lain.

Dan mulailah kenyataan
yang tak pernah terbayang itu
menguat dan menggalaukan hati
masing-masing.

Padahal,
mereka akan dibahagiakan
jika mereka saling mengasihi
dan bersama-sama
MEMANDANG KE MASA DEPAN.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Setiap saat,
sebetulnya engkau
sedang membangun kenangan
bagi masa depanmu.

Jika hatimu penuh kemarahan
hari ini, masa depanmu akan
penuh penyesalan.

Masa depanmu itu
akan penuh kenangan indah,
jika hari ini engkau menjadi
pengasih dan pembahagia
keluarga dan sahabatmu.

Damaikanlah dirimu.

Janganlah menuntut
pembahagiaanmu dari orang lain.

Engkau jiwa kecintaan Tuhan.
Berharaplah hanya kepada-Nya.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Kesabaran bukanlah sifat,
tetapi sebuah akibat.

Jika Anda sepenuhnya menyadari
kerugian yang bisa disebabkan
oleh reaksi yang ceroboh dan
berlebihan dalam kemarahan,
Anda bisa menjadi berhati-hati
dalam bereaksi terhadap apa pun
yang membuat Anda merasa marah.

Kehati-hatian dalam bereaksi
terhadap yang membuat Anda marah itulah
yang menjadikan Anda tampil sabar.

Sabar adalah biaya kebahagiaan.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Orang yang malas,
sebetulnya berumur pendek
walau dia meninggal di usia 100 tahun,
karena hidupnya hampa dari
manfaat bagi diri dan sesamanya.

Orang yang rajin,
sesungguhnya berumur panjang
walau dia meninggal di usia muda,
karena hidupnya penuh dengan
kebaikan yang diwarisi oleh
keturunan dan penerusnya.

Kebaikan adalah pemanjang usia,
dan penebus rumah kita di surga
setelah urusan dunia kita selesai.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Berbahagialah pribadi
yang patuh kepada pikiran dan perilaku yang baik,
yang mendamaikan keluarga dan sesamanya,
yang jujur dan amanah, yang mengembalikan
semua keberhasilannya kepada ijin Tuhan,
dan menerima semua kesulitannya
sebagai cara Tuhan untuk menaikkan
kelas pribadi dan kehidupannya.

Sesungguhnya,
kesabaran adalah kesetiaan
untuk tetap meyakini maksud baik Tuhan.

Mario Teguh – Loving you all as always

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Pikiran yang tidak bersih,
menjauhkan ide dan inspirasi baik.

Hati yang gemar keburukan,
menjauhkan kedamaian dan ilham.

Perilaku yang tidak lurus,
menjauhkan penilaian baik.

Sehingga,

Pikiran, hati, dan perilaku
yang tidak baik
adalah pelemah kehidupan
dan pembatal kebahagiaan.

Dan yang ini dijamin oleh Tuhan:

Pikiran, hati, dan perilaku yang baik
adalah pemantas bagi dikabulkannya semua doa.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Pilunya hati dari orang yang sedang jatuh cinta,
adalah karena akutnya keinginan untuk diinginkan.

Jika ternyata dia tidak diinginkan
hatinya akan tenggelam
dalam perasaan terbuang.

Sesungguhnya yang dibutuhkan
adalah rasa hormat kepada diri sendiri
yang lebih sehat, yang tidak menggantungkan
kebahagiaan kepada persetujuan orang lain.

Cinta itu indah
jika tidak, ia juga tidak akan se-menyiksa itu.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Sebagian orang yang marah
dan menuntut haknya dengan anarkis,
adalah justru orang yang haknya
telah dicabut.

Yang kita sebut sebagai ‘hak’ itu,
menjadi hak kita,
jika kita memenuhi syarat baginya.

Orang yang tidak memenuhi syarat,
akan dicabut haknya.

Seperti,

Hak untuk orang yang rajin dan jujur,
dibatalkan dari mereka yang malas
dan tidak jujur.

Maka, untuk setiap hak Anda,
penuhilah syaratnya.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Mencintai satu jiwa
karena kualitas dan kelebihannya
adalah sesuatu yang wajar dan
mudah untuk dilakukan.

Tetapi,

Mencintai karena kekurangan
dan kelemahan seseorang,
itu bukan kemampuan dari jiwa-jiwa biasa.

Tuhan mencintai kita
bukan karena kita sempurna
tetapi karena kita menyerahkan diri
bersama semua kekurangan kita.

Hanya Tuhan,
yang mampu sepenuhnya mencintai kita
beserta semua kelemahan kita.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Pernahkah Anda
berdoa kepada Tuhan
dalam kemarahan yang besar,
untuk kemudian menyesal dan
meminta Tuhan untuk
tidak mengabulkan doa itu?

Karena kita sering berdoa
dalam kemarahan dan ketergesaan,
maka belum terjawabnya
banyak dari doa kita,
adalah justru jawaban yang terbaik.

Coba bayangkan,
seandainya Tuhan menuruti
semua fatwa kemarahan Anda,
seperti

Pokoknya aku nggak akan ..!!!

Hmm

Sabarlah

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Siapa yang lebih Anda percayai
ketulusan cintanya?

Pria yang meredupkan lampu,
menyalakan lilin beraroma gaharu
dengan alunan kidung asrama
mengulurkan seikat mawar,
dan mendesahkan
oh betapa aku mencintaimu

Atau,

Pria yang berkeringat deras,
gemetar, kamisosolen (bilang benul,
untuk benar dan betul),
meremas sekantung kentang goreng,
menyerahkan separuh kepada Anda,
lalu dia bilang, … kawin yuk?!

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Suatu hari,
seorang eksekutif senior bertanya,

Pak Mario,
saya ini sayang sekali sama istri,
dan saya sudah melengkapinya
secara ekonomi.

Tapi khan Pak Mario bilang
suami harus mesra sama istri,
lha saya ini tidak bisa Pak
kalau disuruh bilang ‘sayang.’

Sebetulnya Bapak bisa khan,
bilang sayang?

Ya

Sebetulnya Bapak khan tahu,
kalau dia ingin Bapak bilang sayang?

Ya

Terus, Bapak tunggu apa lagi?

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Tuhan tidak memberikan masalah
yang lebih besar daripada kemampuan kita
untuk menyelesaikannya.

Tetapi,

Menunda tindakan nyata untuk
menyelesaikan masalah,
adalah perilaku yang mengijinkan
masalah itu tumbuh lebih besar
daripada kemampuan kita.

Maka,

Suka atau tidak suka,
masalah adalah perintah untuk
segera bekerja menuju keadaan
yang kita sukai.

Mario Teguh – Loving you all as always

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Sebagian besar ratapan kesedihan
adalah perilaku mengasihani diri sendiri.

Dan,

jika ketertarikan Anda adalah
melanjutkan keluhan mengenai
bagaimana kehidupan ini tidak berlaku adil
kepada Anda, maka tumbuhlah kesedihan Anda.

Maka,

gunakanlah siang Anda untuk terlibat
dalam kegiatan bersama orang lain
yang sibuk mengunduh rezeki, dan
gunakanlah malam Anda untuk
beristirahat dengan penuh kesyukuran.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Jika Anda telah memiliki impian,
berilah tanggal bagi pencapaiannya,
dan impian itu akan menjadi cita-cita.

Ingatlah, bahwa

CITA-CITA ADALAH IMPIAN YANG BERTANGGAL.

Kemudian,
Anda tinggal menyusun urutan tindakan
untuk mencapainya pada tanggal itu.

Sehingga,
semakin Anda menunda,
semakin tanggal itu terdorong menjauh.

Dan semakin Anda malas,
semakin cita-cita itu menjadi tidak berarti.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Anda seolah bisa meramal
kualitas masa depan seseorang
dari kemudahannya untuk
memperbarui diri.

Tapi,

Ada orang yang sibuk menjelaskan
kepada seluruh dunia
bahwa berubah itu sulit,
orang lain tidak mendukung
dan bahwa masih banyak hal
yang belum siap untuk menjamin
keberhasilannya.

Hmm …

Kita tidak mungkin berhasil
melihat dunia yang baru,
tanpa membarukan cara kita
melihat diri sendiri.

Hijrahlah!

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Engkau yang merasa letih
dengan lambannya perubahan hidup,
sebetulnya engkau letih dua kali.

Pertama,
letih dengan lambannya perbaikan hidup.

Kedua,
letih dengan lambannya dirimu sendiri
dalam memperbarui sikap dan perilakumu.

Sebetulnya hatimu tahu,
bahwa kualitas hidupmu adalah akibat
dari kualitas ketegasanmu.

Hijrah-lah. Berubahlah dengan sepenuhya.

Usahakan untuk tidak mengangsur perubahan.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Engkau yang merasa
ada yang hilang dalam dirimu,
dan sudah seperti tak mengenal
dirimu sendiri,

Bersedihlah sebentar,
tapi segera sadarilah ini,

Saat terbaik untuk menetapkan
siapa dirimu yang baru,
adalah justru saat kau merasa
sudah kehilangan dirimu sendiri.

Jadilah pribadi yang baru.

Tetapkanlah bagimu rincian sifat
dan sikap baru yang segar,
yang meyakini hakmu untuk
berhasil dan berbahagia.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Orang yang ingin menjadi orang kaya,
harus memperkaya orang lain.

Orang yang ingin menjadi orang kaya
yang damai, harus bekerja dengan jujur
dan mencapai keuntungan dengan adil.

Maka,

Apakah yang Anda kerjakan hari ini
memperkaya orang lain, atau
apakah Anda hanya menjadi bagian
dari biaya?

Apakah hati Anda tenang dan damai,
karena Anda bekerja dengan jujur dan adil?

Sesungguhnya, hati Anda tahu.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Kita tidak mungkin
berlaku malas untuk satu hal,
tanpa menjadi rajin untuk hal yang lain.

Itu sebabnya,
orang yang malas belajar,
sebetulnya rajin melambankan
dan menumpulkan pikirannya sendiri.

Itu juga sebabnya,
orang yang malas bekerja,
sebetulnya rajin membesarkan
keterpaksaan untuk berhutang
atau meminta-minta.

Marilah kita meminta perlindungan Tuhan,
agar kita tidak menganiaya diri kita sendiri.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Cinta itu buta.

Namun, bahaya utama dari cinta bukanlah kebutaan,
tapi KELUMPUHAN LOGIKA.

Orang yang sedang jatuh cinta,
merasa obyek cintanya itu adalah
yang terbaik dan tiada duanya.

Duh! Seandainya saja mereka
mendengar penyesalan mereka
yang tidak bahagia,
karena logika yang dulu lumpuh
saat memilih pasangan hidup.

Adik-adikku, lebih berhati-hatilah.

Ini bisa menjadi masalah hidup
yang panjang.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Ooh … jatuh cinta itu indah sekali …

Karena,

Belum ada keharusan untuk
bayar sewa rumah, rekening listrik,
perbaiki pompa air yang rusak,
mertua yang turut campur,
istri boros, suami kasar,
tak suka kesukaan masing-masing,
dan saling merahasiakan sms dan bbm.

Itu sebabnya, bila Anda jatuh cinta,
pastikanlah Anda jatuh cinta
kepada orang yang akan tetap
mencintai Anda,
dan yang akan tetap Anda cintai.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Engkau yang sedang bersedih
saat orang lain bergembira,
dan yang sebenarnya menyembunyikan
kesedihan di balik canda tawa ceriamu,

…Kesinilah, dan dengarlah ini …

Kepedihan di masa lalu itu terjadi satu kali.

Jangan mengulanginya dalam pikiranmu,
seperti engkau ingin memperpanjang deritamu,
karena kepedihan itu akan mengganda,
menguat, dan melemahkan hatimu.

Damailah.

Dekatkanlah dirimu kepada Tuhan.

Mario Teguh

=== KUMPULAN KATA-KATA BIJAK MARIO TEGUH , KATA-KATA MOTIVASI – KALIMAT MUTIARA GOLDEN WAYS – NASEHAT MARIO TEGUH =====

Sadarlah, Kita Punya Musuh Abadi!

Ketika manusia diciptakan, di dalam dirinya juga dimasukkan hawa nafsu dan kehendak, agar dia bisa berusaha menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya. Di dalam dirinya juga diciptakan amarah, agar dia menolak apa yang bisa mencelakakannya. Dia diberi akal layaknya pendidik yang menyuruhnya untuk berbuat adil tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang harus ditinggalkan. Allah juga menciptakan syaitan yang menyuruhnya untuk berlebih-lebihan dalam merealisasikan apa yang harus dilakukannya dan apa yang harus dia tinggalkan.

Maka yang harus dilakukan orang berakal adalah mewaspadai musuh yang satu ini, yang telah mendeklarasikan permusuhannya semenjak masa Adam, yang telah bersumpah menghabiskan umurnya merusak keadaan anak keturunannya:

“Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil.” (QS. Al Isra’ : 60)

Allah telah memerintahkan untuk mewaspadai Iblis dan syaitan dalam firman-Nya:

وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al Baqarah: 168)

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ

“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir).” (QS. Al Baqarah: 268)

وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (QS. Al Nisa’: 60)

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al Maidah: 91)

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Faathir: 6)

Dalam Al Qur’an, ayat-ayat yang senada dengan ini cukup banyak. Yang pasti kita harus tahu bahwa Iblislah yang pertama kali membuat ulah dengan menolak perintah untuk bersujud kepada Adam, karena merasa lebih unggul dalam bahan penciptaannya. Iblis berkata, “Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. Al A’raf: 12)

Kemudian Iblis mengikuti keingkarannya ini dengan kelancangannya kepada Allah Yang Mahabijaksana dengan berkata, “Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku?” (QS. Al Isra’: 62)

Dengan kata lain, “beritahukan kepadaku, kenapa Engkau memuliakannya atas diriku? Apa yang Engkau lakukan ini sama sekali tidak berdasarkan hikmah.” Kemudian Iblis mengikuti sikap ini dengan kesombongan, “aku lebih baik darinya,” dia menolak sujud kepada Adam yang sebenarnya dia telah menghinakan dirinya sendiri yang pada awalnya dimuliakan, dan dia mendapat laknat serta siksa.

Selagi Iblis menggoda manusia dengan sesuatu, maka manusia harus memasang kewaspadaan yang tinggi mengatakan kepada Iblis tatkala menyuruhnya kepada keburukan, “apa yang kamu nasihatkan kepadaku itu hanyalah anjuran agar aku mengikuti hawa nafsu. Bagaimana seseorang memberikan nasihat kepada orang lain, padahal dia tidak bisa menasihati dirinya sendiri? bagaimana nasihat musuh bisa diterima?” Setelah itu berpalinglah dari Iblis, sebab Iblis senantiasa memerintahkan kepada nafsu. Hendaklah akal difungsikan dengan memikirkan dosa dan akibat. Jika ada bantuan bala tentara, maka pasukan nafsu pasti bisa dikalahkan.

Dari Iyadh bin Himar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “wahai manusia, sesungguhnya Allah memerintahkan kepadaku untuk mengajarkan kepada kalian apa yang tidak kalian ketahui dari hal-hal yang Dia ajarkan kepadaku hari ini. (firman-Nya), ‘sesungguhnya harta yang Ku-berikan kepada hamba-Ku, maka dia halal baginya. Dan sesungguhnya aku menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan lurus semuanya. Kemudian setan-setan mendatangi mereka dan memalingkan mereka dari agama mereka. Lalu dia mengharamkan atas mereka apa yang telah Ku-halalkan untuk mereka dan menyuruh mereka agar menyekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak pernah Aku turunkan hujjah tentangnya.” (HR. Muslim)

Dari jabir bin Abdillah radliyallah ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُولُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ نِعْمَ أَنْتَ

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananyadi atas air, kemudian mengutus satuan-satuan pasukannya. Yang paling rendah derajatnya adalah yang paling besar cobaannya. Salah seorang di antara mereka datang seraya melapor, ‘aku telah berbuat begini dan begitu’. Iblis berkata, ‘engkau tidak berbuat apa-apa’. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “kemudian salah seorang di antara mereka datang sambil melapor, ‘aku tidak meninggalkannya sehingga bisa memisahkan dirinya dari istrinya’. Beliau bersabda, ‘lalu Iblis menyuruhnya mendekat’. Atau beliau bersabda, ‘lalu ia mendekatinya dan berkata, ‘hebat kamu’.” (HR. Muslim)

Dari Jabir bin Abdillah, dia memarfu’kan dengan berkata, “sesungguhnya Iblis telah berputus asa karena tidak disembah orang-orang yang sedang shalat. Tetapi dia tidak berputus asa mengadu domba antara mereka.”

. . sesungguhnya Iblis telah berputus asa karena tidak disembah orang-orang yang sedang shalat. Tetapi dia tidak berputus asa mengadu domba antara mereka. . .

Al-Mushannif berkata, “hadits ini hanya ada dalam riwayat al Bukhari, sedangkan sebelumnya ada dalam riwayat Muslim. Dalam suatu riwayat disebutkan, “Iblis merasa berputus asa karena tidak disembah orang-orang yang shalat di Jazirah Arab.”

Dari Anas bin Malik radliyallah ‘anhu, dia memarfu’kannya, “sesungguhnya Setan meletakkan paruhnya di dalam hati anak Adam. Jika anak Adam itu mengingat Allah, maka setan bersembunyi, dan jika anak Adam itu lalai maka setan mematuk hatinya.”

Dari Ibnu Mas’ud radliyallah ‘anhu, dia berkata, “sesungguhnya setan mengelilingi orang-orang yang ada dalam majelis dzikir untuk mengganggu mereka, namun dia tidak sanggup memecah belah di antara mereka. Lalu dia mendatangi orang-orang yang berkerumun membicarakan dunia, lalu menggoda mereka, hingga mereka saling menyerang. Lalu orang-orang yang berdzikir bangkit dari duduknya, dan merekapun saling berpisah.”

Dari Qatadah radliyallah ‘anhu, dia berkata, “sesungguhnya Iblis itu memiliki seorang setan yang dikenal Qabqab, yang dilatihnya selama empat puluh tahun. Jika ada seorang anak lewat di jalan ini, maka Iblis berkata kepada Qabqab, ‘bertindaklah karena aku sudah melatihmu seperti ini. datangi anak itu dan gangggulah dia’.”

Dari Tsabit al Bannani rahimahullah, dia berkata, “Iblis pernah muncul di hadapan Yahya bin Zakaria. Beliau melihat banyak barang-barang yang menggantung pada diri Iblis. Yahya bertanya, “Wahai Iblis, apakah barang-barang yang menggantung pada dirimu itu?”

Iblis menjawab, “ini adalah nafsu-nafsu yang kupergunakan untuk memancing anak Adam.”

Yahya bertanya, “apakah ada juga yang ditujukan kepada diriku?”

Iblis menjawab, “boleh jadi perutmu kenyang, lalu aku membuatmu merasa berat melaksanakan shalat dan dzikir.”

“adakah selain itu,” tanya Yahya.

Iblis menjawab, “tidak ada, demi Allah.”

Yahya berkata, “Demi Allah, selamanya aku tidak akan membuat perutku kenyang karena makanan.”

Iblis berkata, “Demi Allah, aku sama sekali tidak akan memberikan nasihat kepada orang muslim.”

. . jika engkau didatangi setan tatkala engkau sedang shalat, lalu dia berkata, “engkau dapat melihatku’, maka buatlah shalat itu bertambah lama. . .

Dan dari al Harits bin Qais, dia berkata, “jika engkau didatangi setan tatkala engkau sedang shalat, lalu dia berkata, “engkau dapat melihatku’, maka buatlah shalat itu bertambah lama.”

(PurWD/voa-islam.com)

Sumber: Talbis Iblis, karya Ibnul Jauzi.

Peran Sabar dalam Kehidupan

Manusia dalam kehidupannya senantiasa dihadapkan pada berbagai kesulitan dan bencana. Semua itu memerlukan ketegaran dan kekuatan. Jika tidak, manusia akan terseret arus lalu lenyap.

Sesungguhnya dunia adalah tempat ujian dan beramal. Sedangkan akhirat tempat pertanggung-jawaban dan hisab. Dan selama manusia masih hidup di dunia maka tidak akan pernah luput dari ujian dan cobaan hidup sebagai sarana untuk membuktikan kebenaran iman seorang hamba Allah. Maka sungguh aneh orang yang ketika mendapat musibah dan kesulitan hidup lalu menggerutu, mencaci sana-sini, bahkan ingin mengakhiri hidupnya. Tidak sadarkah bahwa ia masih di dunia? Sedangkan dunia merupakan tempat ujian dan beramal.

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Dzat Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk: 2)

Dan selama manusia masih hidup di dunia maka tidak akan pernah luput dari ujian dan cobaan hidup sebagai sarana untuk membuktikan kebenaran iman seorang hamba Allah.

Ujian Bagian Dari Sunnatullah

Allah Ta’ala berfirman:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آَمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS. Al-Ankabut: 2)

Allah mengabarkan tentang hikmah (kebijaksanaan)-Nya yang sempurna, bahwa Dia tidak akan membiarkan begitu saja orang yang mengatakan “aku seorang mukmin” dan mengaku dirinya telah menyandang predikat iman, tanpa ditimpa fitnah dan ujian yang akan menggoda imannya. Kalau seandainya seperti itu, maka tidak ada bedanya antara orang-orang yang benar dalam beriman dan yang berdusta, yang mukmin sejati dan munafik, yang pengecut dan pemberani.

Tetapi sunnah (ketetapan) Allah yang sudah berlaku bagi umat-umat terdahulu dan masih tetap berlaku bagi umat ini bahwa Allah akan menimpakan kepada mereka ujian-ujian berupa kesenangan maupun kesusahan, kesulitan maupun kemudahan, kekayaan maupun kemiskinan.

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiyaa’: 35)

. . . bahwa Allah akan menimpakan kepada mereka ujian-ujian berupa kesenangan maupun kesusahan, kesulitan maupun kemudahan, kekayaan maupun kemiskinan.

Hikmah dari semua itu untuk supaya Allah mengetahui (dan Allah Maha tahu sesuatu yang telah terjadi, sedang terjadi, dan yang akan terjadi) siapa di antara mereka yang beriman dan menghambakan diri kepada Allah semata dalam semua kondisi itu?

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

“Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-Ankabut: 3)

Ada sebagian manusia ketika mendapat kesenangan, kemudahan dan kekayaan menjadi orang shalih, tapi ketika terjepit dalam kesedihan, kesulitan, dan kemiskinan menjadi orang yang ingkar. “Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi (keraguan). Maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang (ingkar kepada Allah). Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS. Al-Hajj: 11)

Dan ada pula yang sebaliknya. “Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan dan di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung, maka mereka berdo’a kepada Allah dengan mengikhlaskan keta’atan kepada-Nya semata-mata: “Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur”. Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa yang benar.” (QS. Yunus: 22-23)

Adapun orang yang benar dalam beriman ia akan senantiasa bertakwa kepada Allah dan menghambakan diri kepada-Nya dalam kondisi apapun. Bila ia mendapat kesenangan, kemudahan, dan kekayaan ia bersyukur. Namun jika ditimpa kesulitan, kesusahan, dan kemiskinan ia bersabar.
Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sungguh seluruh urusannya adalah baik. Dan hal itu tidak dimiliki oleh seorangpun kecuali seorang mukmin. Jika ditimpa kesenangan ia bersyukur, maka hal itu baik baginya. Dan jika ditimpa musibah ia bersabar, maka hal itu juga baik baginya.” (HR. Muslim dari Shuhaib ar-Rumi)

. . . orang yang benar dalam beriman ia akan senantiasa bertakwa kepada Allah dan menghambakan diri kepada-Nya dalam kondisi apapun.

Keterpurukan Umat Islam Ujian Bagi Mereka

Bahkan dominasi kafir atas umat Islam merupakan bagian dari ujian Allah. Serangan musuh-musuh atas mereka dengan lisan, tulisan, informasi, sampai invasi militer, baik dilakukan dengan tangan-tangan kafir musyrik secara langsung maupun melalui tangan-tangan antek-antek mereka dari kalangan thaghuut, merupakan bagian ujian keimanan bagi mereka. Siapakah yang tetap istiqamah dalam kondisi fitnah ini? Dan siapakah yang berpaling dan menjual keimanannya kepada orang-orang kafir untuk mendapatkan dunia? Siapa yang benar-benar membela Allah dan siapa yang takut kepada musuh-musuhNya?

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

“Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Al-Hadid: 25)

Padahal Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa. Tidak ada sesuatu yang melemahkan dan mengalahkanNya. Apa yang dikehendaki-Nya pasti terjadi dan apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan pernah terjadi. Dia Maha Kuasa untuk mengalahkan musuh-musuh-Nya. Tetapi Dia menguji para waliNya dengan musuh-musuhNya supaya nampak jelas siapa yang mau menolong Allah dan rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Lalu Dia akan menolong siapa yang menolong-Nya dan meneguhkan langkahnya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Hai orang-orang mu’min, jika kamu menolong Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7)

Lalu “Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu, maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.” (QS. Ali Imran: 160)

Tetapi Dia menguji para waliNya dengan musuh-musuhNya supaya nampak jelas siapa yang mau menolong Allah dan rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya.

Lalu Dia akan menolong siapa yang menolong-Nya dan meneguhkan langkahnya.

Kesabaran Bagi Seorang Mukmin

Seorang muslim dalam kehidupannya banyak memerlukan kesabaran. Ia senantiasa berada dalam kebaikan selama ia mampu menjaga kesabarannya. Ketaatan membutuhkan kesabaran. Meninggalkan maksiat juga membutuhkan kesabaran. Apalagi dalam menghadapi musibah, sangat dibutuhkan kesabaran. Karenanya, kesabaran adalah kekuatan yang tiada bandingnya. Cahaya yang senantiasa meyinari pemiliknya dan senantiasa menuntun kepada al-haq dan kebenaran. Wajarlah jika seorang muslim yang sabar banyak mendapat pujian dari Allah dan derajat yang tinggi di sisi-Nya.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna Lillaahi Wa Innaa Ilaihi Raaji’uun” (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami akan kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

Keutamaan Sabar

Iman terbagi menjadi dua bagian; setengahnya sabar dan sisanya adalah syukur. Barangsiapa yang mengharapkan keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat hendaknya tidak menyepelekan dua hal ini.

Imam Ahmad menyebutkan bahwa kata sabar disebutkan oleh Allah pada 90 tempat dalam Al-Qur’an yang diikuti dengan keterangan-keterangan tentang berbagai kemuliaan dan derajat yang tinggi, serta menjadikan kemuliaan dan derajat yang tinggi ini sebagai buahnya. Di antaranya:

1. Allah telah memuji orang-orang yang sabar dan mejanjikan bagi mereka pahala yang tidak terputus.

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

2. Allah senantiasa menyertai mereka dengan hidayah, pertolongan, dan kemenangan yang dekat.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

3. Allah mencintai mereka.

وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

“Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran: 146)

4. Allah menjadikan syarat kepemimpinan dalam dien ada pada sabar dan yakin.

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآَيَاتِنَا يُوقِنُونَ

“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As-Sajdah: 24)

5. Dengan sabar dan takwa musuh tidak akan mampu mengalahkan umat Islam sekuat apapun mereka. Sedangkan tipu daya mereka tidak lah beguna atas orang-orang yang penyabar.

وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

“Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” (QS. Ali Imran: 120)

“Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.” (QS. Ali Imran: 186), dan keutamaan-keutamaan yang lainnya.

(PurWD/voa-islam.com)

Kesurupan Jin itu Fakta ataukah Fiktif ?

Kesurupan Jin itu Fakta ataukah Fiktif ?

Ikhwati fillah rahimakumullah,

Beberapa waktu lalu penulis membaca satu artikel dalam salah satu media masa elektronik mengenai masalah kesurupan, dimana kesimpulannya bahwa kesurupan bukan hal yang berbau mistis yang dikaitkan dengan merasuknya jin kedalam tubuh manusia, namun merupakan penyakit jasad seperti penyakit-penyakit yang lain. Maka apa pandangan islam mengenai hal ini ?

Disini saya ingin menukilkan perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ketika ditanya dalam dalam masalah ini:

Beliau berkata: “ Alhamdulillah, tentang adanya jin telah ditetapkan berdasarkan Al Qur’an dan sunah RasulNya shallallahu alaihi wasallam serta kesepakatan pendahulu umat ini dan para imamnya. Demikian pula masuknya jin kedalam badan manusia benar ada berdasarkan kesepakatan imam ahli sunah dan jamaah.
Allah Ta’alaa berfirman:

قال الله تعالى : { الذين يأكلون الربا لا يقومون إلا كما يقوم الذي يتخبطه الشيطان من المس }

Artinya: ( Dan orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila)QS Al Baqarah:275.

Dan dalam riwayat yang shahih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam:

عن النبي صلى الله عليه وسلم { إن الشيطان يجري من ابن آدم مجرى الدم }

Dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: (sesungguhnya setan berjalan dalam diri bani adam melalui saluran darah ).

Dan telah berkata Abdullah bin Imam Ahmad bin Hanbal rahimahumullah, aku berkata kepada ayahku: bahwa sebagian kaum mengatakan: sesungguhnya jin tidak masuk kedalam badan orang yang kesurupan. Maka beliau berkata: wahai anakku, mereka berdusta ini berkata dengan lisannya. Dan yang diucapkan ini perkara yang masyhur bahwa ada seorang laki-laki yang kesurupan lalu dia berbicara dengan lisan yang tidak dipahami maknanya dan badannya dipukul dengan pukulan yang keras seandainya unta dipukul seperti itu niscaya akan merasakannya. Sedangkan orang yang kerasukan tidak merasakan pukulan atau ucapan yang dikatakannya, dan kadang-kadang orang yang kesurupan dapat menyeret yang tidak kesurupan dan menyeret karpet yang didudukinya serta dapat memindahkan alat-alat dari satu tempat ke tempat lain dan banyak perkara lain yang terjadi, yang barangsiapa menyaksikannya akan memahami benar bahwa yang berbicara dengan lisan manusia dan yang menggerakkan tubuhnya makhluk jenis lain bukan manusia. Tidak ada dari kalangan imam kaum muslimin yang mengingkati masuknya jin kedalam tubuh orang yang kerasukan dan yang lainnya. Dan barangsiapa yang mengingkarinya dan mendakwakan bahwa syariat mendustakan hal itu maka sungguh dia telah mendustakan syariat karena tidak ada dalil syarie yang menafikan hal itu).

Akan tetapi kebanyakan yang mendahulukan akal ketimbang dalil menafikan hal itu dan mengingkarinya, barangkali sebagian mengingkarinya karena sebagian orang berlebih-lebihan dalam mengobati manusia dalam bab ini dimana hampir semua yang sakit tidak dirujuk ke dokter tetapi dianggap orang yang kerasukan atau tersihir atau terkena penyakit ‘ain jadi hampir semua perkaranya tidak dirujuk kepenyakit anggota badan !!

Jadi kita harus berhati-hati dalam masalah ini, yakni tidak semua penyakit itu adalah disebabkan kerasukan, begitu juga tidak mengingkari adanya kerasukan sehingga semua penyakit dikembalikan kepada medis.

Wallahu A’lam Bishowab.

Masuk Neraka Gara-gara Seekor Kucing

Islam telah mengajarkan kepada manusia yang berakal bahwa kebaikan mereka terletak pada keridlaan Rabb-Nya, sedangkan keburukan mereka terletak pada kemurkaan-Nya.

Keridlaan Allah diperoleh dengan mengabdikan diri hanya kepada-Nya. Di samping itu, keridlaan & kemurkaan Allah terletak pada interaksi mereka dengan semua makhluk secara umum. Sikap ihsan kepada Allah tidak akan terwujud kecuali dengan berbuat baik kepada makhluk-makhluk-Nya.

Seseorang yang beribadah kepada Allah dengan menyendiri & kelihatan khusyu’ tidak akan membawa manfaat jika ia masih menyakiti kerabat-kerabatnya, bersikap jelek kepada tetangganya, memutuskan tali silaturahim, menfitnah orang lain, mengadu domba, menyengsarakan manusia dan yang semisalnya. Bahkan juga, ibadah tadi tidaklah bermanfaat baginya jika ia masih bersikap tidak baik kepada makhluk-makhluk Allah yang lemah, meskipun terhadap makhluk yang tidak berakal sekalipun.

Seseorang yang beribadah kepada Allah dengan menyendiri & kelihatan khusyu’ tidak akan membawa manfaat jika ia masih menyakiti kerabat-kerabatnya, . . .

jika ia masih bersikap tidak baik kepada makhluk-makhluk Allah yang lemah, meskipun terhadap makhluk yang tidak berakal sekalipun.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda:

دَخَلَتِ امْرَأَةٌ النَّارَ فِي هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا فَلاَ هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلاَ هِيَ أَرْسَلَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ اْلأَرْضِ حَتَّى مَاتَتْ هَزْلاً

“Seorang wanita masuk Neraka karena seekor kucing yang diikatnya. Dia tidak memberinya makan dan tidak membiarkannya makan serangga bumi, sehingga mati kelaparan.” (Muttafaq ‘Alaih)

Ini adalah kisah wanita Himyariyah Israiliyah yang mengurung seekor kucing, tetapi dia tidak memberinya makan dan minum hingga kucing itu mati karena kelaparan dan kehausan.

Ini menunjukkan keras dan kejamnya tabiat wanita itu, betapa buruk akhlaknya, dan tiadanya belas kasih di hatinya. Dia sengaja menyakiti. Jika di hatinya terdapat belas kasih, niscaya dia melepaskan kucing itu. Dan sepertinya dia mengurungnya sepanjang siang dan malam. Ia merasakan haus dan lapar dengan suara yang memelas meminta bantuan dan pertolongan. Suara dengan ciri tersendiri yang dikenal oleh orang-orang yang mengenal suara. Akan tetapi, hati wanita ini telah membatu dan tidak terketuk oleh suara pilu kucing itu. Dia tidak menghiraukan harapan dan impiannya. Suara itu melemah, lalu seterusnya menghilang. Kucing itu mati. Ia mengadu kepada Tuhannya tentang kezhaliman manusia yang hatinya keras dan membatu.

Perbuatan ini telah mencelakakan wanita tersebut, sehingga dia masuk Neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat kucing itu memburu wanita yang menahannya di Neraka. Bekas-bekas cakaran tergores di wajah dan tubuhnya. Beliau melihat itu manakala Surga dan Neraka diperlihatkan kepadanya pada saat shalat gerhana.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat kucing itu memburu wanita yang menahannya di Neraka.

Bekas-bekas cakaran tergores di wajah dan tubuhnya.

Allah memasukkan wanita tersebut ke dalam neraka karena telah mendzalimi makhluk Allah & tidak melaksanakan perintah Allah berupa berbuat baik kepada makhluk-makhluk-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إنَّ الله كَتَبَ الإحسّانَ على كُلِّ شيءٍ، فإذَا قَتَلْتُم فَأَحْسِنُوا القِتْلَة ، وإذا ذَبَحْتُم فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ ، وليُحِدَّ أحدُكُمْ شَفْرَتَهُ ، ولْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan perbuatan baik (ihsan) atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh maka berlakulah baik dalam hal tersebut. Jika kalian menyembelih berlakulah baik dalam hal itu, hendaklah kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihan kalian.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyampaikan kepada kita bahwa kita meraih pahala dengan berbuat baik kepada binatang. Jika dia enggan memberinya makan yang menjaganya, maka dia harus melepasnya dan membiarkannya bebas di bumi Allah yang luas. Ia pasti mendapatkan makanan yang bisa menjaga hidupnya. Lebih-lebih, Allah telah menyediakan rizki bagi kucing tersebut dari sisa-sisa makanan orang, begitu pula serangga-serangga yang ditangkapnya.

Pelajaran dan faedah kisah di atas

1. Besarnya dosa orang-orang yang menyiksa binatang dan menyakitinya dengan memukul dan membunuh. Wanita ini masuk Neraka karena dia menjadi sebab kematian seekor kucing.

2. Boleh menahan (memelihara) binatang seperti kucing, burung, dan sebagainya, jika diberi makan dan minum. Jika tidak mampu atau tidak mau, maka hendaknya melepaskannya dan membiarkannya pergi di bumi Allah yang luas untuk mencari rizkinya sendiri.

3. Di Akhirat, manusia diadzab sesuai dengan perbuatannya di dunia. Wanita ini diserang oleh seekor kucing di Neraka dengan mencakari tubuhnya karena perbuatannya didunia yang menyiksa kucing tersebut.

Oleh: Purnomo

(Pur/voa-islam.com)

Bertakwalah di Mana Saja Engkau Berada!

Bertakwalah di Mana Saja Engkau Berada!

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam untuk Rasulullah, sayyidul anam, beserta keluarga, dan para sahabatnya.

Di awal pekan ke tiga bulan Maret, kami sapa kepada pembaca situs berita Islam http://www.voa-islam.com dengan berpesan dan berwasiat untuk senantiasa bertakwa kepada Allah. Pesan wasiat Allah dalam kitab-Nya dan Rasulullah dalam sunnahnya. Wasiat untuk orang terdahulu dan yang akan datang. Wasiat setiap rasul kepada kaumnya.

وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ

“Dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah.” (QS. Al Nisa’: 131)

Ibnul Qayyim dalam Fawaid-nya mengatakan, “Nabi Sulaiman ‘alaihis salam berkata, ‘kami telah mempelajari semua ilmu yang telah dipelajari manusia dan belum mereka pelajari. Namun, kami tidak mendapatkan ilmu yang paling agung daripada bertakwa kepada Allah. Karena itulah bila engkau ingin memberi nasehat kepada seseorang yang engkau cintai; anakmu, temanmu, atau tetanggamu, maka nasihatilah mereka agar bertakwa kepada Allah’.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwasiat kepada Mu’adz bin Jabal ketika pergi ke Yaman dan disampaikan juga kepada Abu Dzar al Ghifari radliyallah ‘anhu:

اتَّقِ الله حَيثُمَا كُنْتَ ، وأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمحُهَا ، وخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ

“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya (perbuatan baik) akan menghapusnya (perbuatan buruk). Dan berperilakulah terhadap sesama manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Ahmad dan al Tirmidzi, beliau menghasankannya).

Makna bertakwa di mana pun berada

Maksud sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada” adalah bertakwa kepada Allah di manapun berada, baik di tempat sepi maupun di tempat ramai. Bertakwalah di semua situasi dan kondisi. Jangan lah engkau bertakwa ketika berada di tengah-tengah manusia, namun ketika sendiri engkau tidak bertakwa. Sesungguhnya Allah melihat kamu di manapun kamu berada, maka bertakwalah kepada-Nya di manapun kamu berada.

Sebagian ulama salaf berkata, “wahai anak Adam, ketika kamu melakukan kemaksiatan mengapa kamu beranggapan ada Dzat yang mengawasimu. Dan ketika kamu merasa bersama Allah mengapa kamu tetap melakukan kemaksiatan dan tidak malu sebagaimana kamu malu kepada makhluk-Nya. Kamu adalah salah satu dari dua orang; pertama, jika kamu mengora Dia tidak melihatmu, maka kamu telah kafir. Kedua, dan jika kamu tahu bahwa Dia melihatmu (sedangkan kamu tidak malu sebagaimana kamu malu terhadap makhluk-Nya yang lemah) maka kamu telah lancang.”

Kamu adalah salah satu dari dua orang;

Pertama, jika kamu mengira Dia tidak melihatmu, maka kamu telah kafir.

Kedua, dan jika kamu tahu bahwa Dia melihatmu (sedangkan kamu tidak malu sebagaimana kamu malu terhadap makhluk-Nya yang lemah) maka kamu telah lancang.

Kenapa harus bertakwa?

Sesungguhnya hamba sangat membutuhkan takwa dalam segala kondisi. Bahkan kebutuhan kita kepada takwa lebih dari butuhnya kepada air dan udara. Karena siapa yang bertakwa kepada Allah akan mendapatkan solusi dari setiap persoalan yang dihadapinya, akan mendapatkan rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka, mendapat petunjuk kepada kebenaran sehingga bisa membedakan yang hak dan yang batil, mendapat tambahan ilmu, dan masih banyak manfaat takwa lainnya. pada intinya bahwa takwa adalah pokok segala kebaikan dan sumber dari segala kebaikan dunia dan akhirat. Karenanya, Allah berwasiat sendiri kepada hamba-hamba-Nya yang terdahulu dan yang kemudian.

Sebaliknya, siapa yang tidak bertakwa kepada Allah akan mengalami kehinaan dan segala persoalannya tak akan beres. Sesunggunya maksiat yang menjadi lawan takwa, akan menyebabkan keruhnya hidup, menghalangi rizki, dan menyebabkan kerasnya hati.

Abu Sulaiman al Darani rahimahullah berkata, “Demi Allah kadang aku bermaksiat kepada Allah, lalu aku merasakan (pengaruhnya itu) pada watak hewanku dan juga istriku.” Artinya sampai hewanpun tidak setuju dengannya.

Apa itu takwa?

Asal makna takwa adalah upaya hamba menjadikan batas pelindung antara dirinya dengan sesuatu yang dia takuti dan khawatirkan, agar selamat darinya. Maka hamba yang bertakwa kepada Rabb-Nya adalah menjadikan batas pelindung antara dirinya dengan murka dan siksa Tuhannya, yaitu dengan mentaati perintah-Nya dan menjauhi maksiat.

Imam an Nawawi rahimahullah berkata bahwa takwa adalah istilah tentang melaksanakan segala kewajiban dan meninggalkan segala larangan.

Ibnu Taimiyyah rahimahullah menyebutkan bahwa takwa artinya melakukan perintah dan meninggalkan larangan.

Thuluq ibnu Habib rahimahullah berkata tentang takwa, “engkau melaksanakan ketaatan (melaksanakan perintah), di atas cahaya dari Allah (ilmu), dengan berharap pahala dari Allah. Dan engkau meninggalkan maksiat terhadap Allah, di atas cahaya Allah dari Allah, karena takut terhadap hukuman Allah.”

Imam Ali bin Abi Thalib radliyallah ‘anhu berkata, “takwa adalah al Khaufu minal Jalil (takut kepada Allah yang Mahaagung), al ‘Amal bil Tanziili (mengamalkan al Qur’an dan al Sunnah), al Ridla bil Qalil (ridla atas pembagian rizki yang sedikit), dan al isti’dad liyaum al Rahiil (mempersiapkan diri untuk perjalanan di akhriat).”

Sifat takwa dalam Al Qur’an

Al Qur’an al Kariim tidak menyebutkan takwa secara definitif. Al Qur’an menyebutkannya dengan sifat-sifat orang bertakwa yang mudah di tiru dan diteladani orang yang bertakwa.

Berikut ini beberapa ayat yang menerangkan sifat-sifat takwa:

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آَمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآَتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآَتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 177)

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran: 133-135)

Al Qur’an menyifati orang-orang bertakwa sebai kaum yang mengimani pokok-pokok keimanan, memegang keyakinannya, mengamalkan amal dzahir dan amal batin, menunaikan ibadah-ibadah badaniyah (fisik) dan ibadah harta, bersabar dalam kesempitan dan ketika dalam peperangan, memaafkan orang lain, bersabar terhadap gangguan orang lain dan berbuat baik kepada mereka, segera beristighfar dan bertaubat ketika melakukan perbuatan nista dan mendzalimi diri sendiri.

Berarti hanya orang Islam dan beriman saja yang bisa bertakwa kepada Allah. Selain orang Islam, sebaik apapun amal perbuatannya, tidak bisa disebut orang bertakwa.

Semoga Allah senantiasa menambah ketakwaan kepada kita dan membantu kita dalam bertakwa kepada-Nya untuk meraih kebaikan dunia dan akhirat. Amiin…

Oleh: Badrul Tamam

(PurWD/voa-islam)

Bolehkah Berpuasa Sunnah Syawal Sebelum Membayar Puasa Ramadhan?

Bolehkah Berpuasa Sunnah Syawal Sebelum Membayar Puasa Ramadhan?

Oleh: Badrul Tamam

SOAL: Apabila seorang wanita hendak berpuasa sunnah enam hari dari bulan Syawal sementara dia masih punya hutang puasa Ramadlan dan belum mengadla’nya, apakah dia boleh langsung melaksanakan puasa Sunnah tersebut baru kemudian melaksanakan qadla atau harus mengadla puasa Ramadlannya dahulu?

Disi Nur Sakina – Bekasi

JAWAB:

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah untuk Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya.

Secara global, para ulama berselisih pendapat tentang bolehnya berpuasa sunnah sebelum selesai melaksanakan qadla Ramadlan dalam dua pendapat.

Pertama, boleh berpuasa sunnah sebelum melaksanakan qadla Ramadlan. Ini merupakan pendapat Jumhur, baik bolehnya secara global ataupun makruh. Madzab Hanafi membolehkan untuk langsung berpuasa sunnah sebelum melaksanakan qadla Ramadlan karena puasa qadla tidak wajib untuk disegerakan, bahkan kewajibannya sangat luas (lapang), dan ini merupakan satu riwayat dari Ahmad.

Sedangkan madhab Maliki dan Syafi’i berpendapat: boleh tapi makruh. Sebabnya, karena menyibukkan diri dengan amal sunnah dari yang qadla berupa mengakhirkan yang wajib.

Kedua, haram berpuasa sunnah sebelum melaksanakan qadla’ Ramadlan. Ini merupakan pendapat madhab Hambali.

Yang shahih dari dua pendapat ini adalah yang menyatakan bolehnya berpuasa Sunnah enam hari di bulan syawal sebelum membayar puasa Ramadlan. Karena waktu (kesempatan) qadla’ (membayar puasa Ramadlan) luas. Sedangkan pendapat yang tidak membolehkan dan menyatakan tidak sah membutuhkan dalil, dan tidak ada satu dalilpun yang bisa dijadikan sandaran untuk hal itu. Sementara dalil yang ada menunjukkan bolehnya untuk melaksanakan puasa sunnah sebelum puasa qadla, yaitu firman Allah Ta’ala, “. . . Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 185) dan hadits Aisyah radliyallaahu ‘anha, “Aku memiliki hutang puasa Ramadlan, tetapi aku tidak sanggup menggantinya kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan tidak diragukan lagi bahwa Aiysah radliyallaahu ‘anha melaksanakan puasa sunnah di sela-sela tahun itu, dan pastinya perbuatan Aisyah itu diketahui oleh Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam. Ini berarti beliau menyetujuinya.

Sedangkan persoalan yang berkaitan dengan puasa enam hari di bulan Syawal sebelum selesai melaksanakan qadla Ramadlan, di kalangan ulama, terdapat dua pendapat:

Pertama, keutamaan puasa di bulan syawal tidak bisa diraih kecuali oleh orang yang sudah menyelesaikan hutang puasa Ramadlan yang pernah ditinggalkannya karena udzur. Mereka berdalil dengan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu diikuti dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka dia seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim dari Abu Ayyub al-Anshari)

Dan seseorang disebut telah berpuasa Ramadlan jika telah menyelesaikan jumlah hari di bulan tersebut. Imam al-Haitami dalam Tuhfah al-Muhtaj (3/457) menjelaskan keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal diraih dengan puasa Ramadlan, yaitu keseluruhannya. Jika tidak maka keutamaan tersebut tidak akan diraih.

Ibnu Muflih dalam kitabnya Al-Furu’ (3/108) berkata, “Keutamaan puasanya (enam hari dari bulan Syawal) ditujukan bagi orang yang melaksanakan puasa tersebut dan telah mengqadla puasa Ramadlan, dan tidak puasanya di bulan Ramadlan itu dikarenakan udzur. . . .” Dan sejumlah ulama kontemporer juga berpendapat demikian seperti Syaikh Abdul Aziz bin Bazz dan Syaikh Muhammad al-Utsaimin rahimahumallaah.

Kedua, bahwa keutamaan puasa enam hari dari bulan Syawal bisa diraih bagi siapa yang melaksanakannya sebelum mangadla’ puasa yang ditinggalkannya di bulan Ramadlan karena ada udzur. Karena orang yang tidak berpuasa beberapa hari di bulan Ramadlan dikarenakan udzur bisa dibenarkan kalau dia telah berpuasa Ramadlan. Lalu apabila dia mengiringinya dengan puasa enam hari dari bulan Syawal sebelum melaksanakan qadla’, maka dia mendapatkan pahala yang dijanjikan oleh Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam.

Al-Bajirami dalam Hasyiyahnya menukil tentang bantahan terhadap pendapat yang mengatakan tidak akan diperoleh pahala puasa enam hari dari bulan Syawal oleh orang yang mendahulukan puasa tersebut atas puasa qadla’ dengan hujjah bahwa sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam “Lalu diikuti dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal”. Beliau beralasan bahwa kata tab’iyah “mengikuti” bisa bermakna taqdiriyah, artinya kalau puasa tesebut dilaksanakan sesudah melaksanakan puasa di bulan Ramadlan (walau masih memiliki hutang karena udzur), maka berpuasa enam hari di bulan syawal disebut telah mengikuti.

Ada sejumlah ulama kontemporer yang condong kepada pendapat kedua, seperti Syaikh Abu Malik Kamal bin al-Sayyid Salim dalam Shahih Fiqih Sunnahnya. Setelah beliau menukilkan pendapat ulama yang melarang untuk mendahulukan puasa enam hari di bulan Syawal sebelum mengadla’ puasa Ramadlan yang ditinggalkannya karena udzur, beliau mengatakan, “Kecuali bila dikatakan sabdanya: ‘kemudian dilanjutkan dengan puasa enam hari dari bulan Syawal’, terucap secara umum, dan tidak memiliki konteks mafhum sama sekali, maka ketika itu boleh melaksanakan puasa enam hari di blan syawal tersebut sebelum melaksanakan puasa qadlan Ramadlan. Terutama apabila bulan syawal terasa sempit bagi seseorang jika harus mengadla terlebih dahulu. (Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik Kamal Salim, Pustaka al-Tazkia, Jakarta: 3/182)

Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan keutamaan khusus untuk bulan ini yang akan hilang dengan berlalunya bulan Syawal.

Syaikh Khalid bin Abdullah al-Mushlih juga termasuk yang lebih condong untuk membolehkan. Beliau menjelaskan, bahwa makna didapatkannya keutamaan tersebut tidak tergantung dengan selesai dari melaksanakan qadla’ sebelum melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal. Karena kelanjutan puasa bulan Ramadlan untuk puasa sepuluh bulan sesudahnya bisa diraih dengan menyempurnakan pelaksanaan amal fardlu baik dengan langsung atau diqadla’. Dan Allah sendiri telah melapangkan dalam masalah qadla’ melalui firman-Nya,

فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ

“. . . Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Pendapat yang shahih: boleh berpuasa Sunnah enam hari di bulan syawal sebelum membayar puasa Ramadlan. Karena waktu (kesempatan) qadla’ (membayar puasa Ramadlan) luas.

Sedangkan puasa enam hari di bulan Syawal merupakan keutamaan khusus untuk bulan ini yang akan hilang dengan berlalunya bulan Syawal. Namun demikian mendahulukan puasa fardlu untuk mengangkat beban kewajiban itu lebih utama daripada menyibukkan dengan amal sunnah. Tapi siapa yang berpuasa enam hari di bulan Syawal lalu baru melaksanakan puasa qadla sesudahnya, maka dia mendapatkan keutamaan puasa tersebut karena tidak ada dalil khusus yang meniadakan hilangnya keutamaan tersebut. wallahu a’lam [voa-islam.com]
Rubrik ini diasuh oleh Ust. Abu Roidah Lc dan Ust. Badrul Tamam
Sampaikan pertanyaan seputar masalah agama ke ustadz@voa-islam.com

Waktu-waktu yang Dilarang Mengerjakan Shalat

Waktu-waktu yang Dilarang Mengerjakan Shalat

Pertanyaan:

Assalam ‘alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Ustadz, mohon penjelasannya tentang waktu-waktu yang dilarang mengerjakan shalat. Setahu saya ada tiga, tapi saya pernah mendengarnya lebih dari itu. Dan apakah dalam waktu-waktu tersebut, sama sekali, tidak boleh mengerjakan shalat?

Jawaban :

Wa’alaikum salam Warahmatullah Wabarakatuh

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.

Sesungguhnya ibadah bersifat tauqifiyyah, tidak diketahui kecuali dengan bimbingan wahyu. Tidak sah kecuali sesuai dengan petunjuk dari pemilik syari’ah yang meliputi jenisnya, jumlahnya, tata cara pelaksanaannya, serta tempat dan waktu. Sedangkan shalat termasuk salah satu dari ibadah tersebut. Bahkan, tehitung sebagai amal yang paling dicintai Allah ‘Azza wa Jalla. Karenanya aturan waktunya perlu diperhatikan.

Ada beberapa waktu yang dilarang shalat di dalamnya, baik larangan tersebut terhitung sebagai haram atau makruh. Karenanya setiap muslim wajib mengetahui waktu-waktu tersebut sehingga dia tidak shalat pada waktu-waktu yang dilarang.

Secara ringkas, waktu-waktu yang dilarang shalat di dalamnya ada tiga. Yaitu:

1. Setelah shalat shubuh sehingga matahari naik setinggi tombak.
2. Setelah shalat Ashar sehingga matahari terbenam.
3. Ketika matahari di tengah-tengah sehingga tergelincir ke barat.

Dan kalau dirinci dan diperluas maka ada lima. Yaitu:

1. Setelah shubuh sampai terbitnya matahari.
2. Setelah ‘Ashar sampai matahari menguning (hamper tenggelam).
3. Ketika matahari di tengah-tengah sampai bertegelincir (± 10 menit sebelum adzan)
4. Sejak terbitnya matahari sampai naik setinggi tombak (± 12 menit sebelum adzan)
5. Sejak menguningnya matahari sehingga benar-benar tenggelam.

Waktu-waktu terlarang di atas didasarkan kepada beberapa dalil berikut ini:

- Hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma, ia berkata, “Beberapa orang yang aku percaya dan dipercaya oleh Umar bersaksi bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam melarang shalat setelah Shubuh sehingga matahari terbit dan sesudah ‘Ashar sehingga matahari tenggelam.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

- Hadits Abu Sa’id al-Khudri radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada shalat sesudah Shubuh hingga matahari meninggi dan tidak ada shalat sesudah ‘Ashar hingga matahari tenggelam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

- Hadits Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila terbit matahari, maka akhirkan shalat sehingga matahari meninggi. Dan apabila matahari mulai tenggelam sehingga benar-benar menghilang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

- Hadits ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata: “Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam melarang kami mengerjakan shalat atau menguburkan mayat kami pada tiga waktu: Ketika matahari terbit hingga naik, saat tengah hari sehingga matahari tergelincir, dan ketika matahari akan tenggelam sehingga tenggelam.” (HR. Muslim)

Alasan dari larangan

Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam menjelaskan alasan dilarangnya shalat pada waktu-waktu tersebut berdasarkan sabdanya kepada Amr bin ‘Abasah al-Sulami:

صَلِّ صَلَاةَ الصُّبْحِ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنْ الصَّلَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَتَّى تَرْتَفِعَ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ ثُمَّ صَلِّ فَإِنَّ الصَّلَاةَ مَشْهُودَةٌ مَحْضُورَةٌ حَتَّى يَسْتَقِلَّ الظِّلُّ بِالرُّمْحِ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنْ الصَّلَاةِ فَإِنَّ حِينَئِذٍ تُسْجَرُ جَهَنَّمُ فَإِذَا أَقْبَلَ الْفَيْءُ فَصَلِّ فَإِنَّ الصَّلَاةَ مَشْهُودَةٌ مَحْضُورَةٌ حَتَّى تُصَلِّيَ الْعَصْرَ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنْ الصَّلَاةِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَإِنَّهَا تَغْرُبُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ

“Kerjakan shalat Shubuh, kemudian jangan kerjakan shalat hingga matahari terbit dan meninggi. Karena (saat itu) matahari terbit di antara dua tanduk syetan dan saat itu pula orang-orang kafir bersujud kepadanya. Setelah itu silahkan mengerjakan shalat (sunnah) karena shalat itu disaksikan dan dihadiri (oleh Malaikat) sehingga bayangan tegak lurus (tengah hari). (Saat itu) jangan kerjakan shalat, karena neraka sedang dinyalakan. Jika bayangan telah condong, silahkan kerjakan shalat karena shalat disaksikan dan dihadiri (oleh Malaikat) sehingga engkau mengerjakan shalat ‘Ashar. Sesudah itu janganlah engkau mengerjakan shalat hingga matahari terbenam. Sesungguhnya matahari terbenam di antara dua tanduk syetan dan ketika itu orang-orang kafir bersujud kepadanya.” (HR. Muslim)

Hukum shalat di dalamnya

Pada waktu-waktu tersebut, apakah sama sekali tidak boleh mengerjakan shalat? Menurut Syaikh Abdurrahman al-Sahim dalam tulisan beliau, Al-Shalatu fi Auqat al-Nahyi, pada saat sesudah Shubuh dan sesudah ‘Ashar dibolehkan shalat-shalat yang memiliki sebab. Sedangkan untuk shalat sunnah rawatib tidak dibolehkan kecuali untuk melaksanakan shalat sunnah Fajar.

Sedangkan pada ketiga waktu –pada saat matahari terbit, tenggelam, dan di tengah-tengah- sama sekali tidak boleh kecuali shalat tengah hari pada hari Jum’at. Karena pada saat itu dianjurkan untuk mengerjakan shalat sunnah mutlak sebelum dilangsungkannya shalat Jum’at hingga imam keluar (untuk naik mimbar).

Larangan pada ketiga waktu tersebut lebih ketat karena waktu-waktu tersebut sangat sempit atau sebentar. Shalat di dalamnya menyerupai ibadah yang dilakukan oleh orang-orang musyrik yang menyembah matahari. Wallhu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]

Oleh: Badrul Tamam

Rubrik ini diasuh oleh Ust. Abu Roidah Lc dan Ust. Badrul Tamam
Sampaikan pertanyaan seputar masalah agama ke ustadz@voa-islam.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 284 pengikut lainnya.