SITUS-SITUS TEMPAT BERTANYA, CURHAT DAN KONSULTASI MASALAH AGAMA, CINTA, KELUARGA, DLL

silahkan kunjungi situs islam yang sangat bermanfaat,
http://www.abul-jauzaa.blogspot.com

bagi yang ingin bertanya masalah2 agama, konsultasi, curhat masalah cinta, keluarga, agama, dll, atau membaca artikel2 islam yg sangat menarik dan penting, silahkan kunjungi situs2 islam yang sangat bermanfaat berikut ini:

http://www.abul-jauzaa.blogspot.com

http://www.alimalbantuliy.blogspot.com

http://www.bestabuabdullah.blogspot.com

http://www.aslibumiayu.wordpress.com

http://www.gizanherbal.wordpress.com

http://abul-jauzaa.blogspot.com/

===========

situs-situs islam berisi lautan ilmu yang sangat bermanfaat dibaca untuk mendapatkan pencerahan:

www.muslim.or.id
www.almanhaj.or.id
www.alsofwah.or.id
www.jilbab.or.id
www.rumaysho.com
www.ustadzaris.com
www.ustadzkholid.com
www.pengusahamuslim.com
www.kajian.net
www.nahimunkar.com
www.eramuslim.com
www.salafy.or.id
www.asysyariah.com
www.muslimah.or.id
www.metafisis.wordpress.com
www.hakekat.com
www.haulasyiah.wordpress.com
www.abasalma.wordpress.com
www.ruqyah-online.blogspot.com
www.qurandansunnah.wordpress.com
www.sunniy.wordpress.com

==========================

16 Tanggapan

  1. Untuk calon anakku yang belum tahu dari rahim wanita mana engkau akan lahir dan melihat dunia.

    Nak, kutulis surat ini kepadamu agar engkau tahu bahwa aku juga seperti calon ibumu yang mungkin juga merindukan kehadiranmu, insya Allah.

    Nak, besar harapan ayahmu ini kepadamu, agar kelak bila hadir di dunia, engkau mampu menggetarkan istana kesyirikan dan tiran yang telah menindas umat Islam, di manapun mereka berada. Melawan mereka bersama teman atau sendirian, walau engkau harus menebus itu semua dengan kematian.

    Nak, walau nantinya ayahmu ini tidak mampu memberikan kasih-sayang seperti yang ibumu berikan, tapi yakinlah semua yang ayah lakukan adalah agar engkau mendapatkan yang terbaik, agar engkau menjadi manusia seutuhnya.

    Nak, bila engkau telah hadir di dunia, ayah ingin mengatakan kepadamu seperti Luqman Hakim menasihati anaknya yang diabadikan Allah SWT dalam kalam-Nya yang suci. Kutulis lagi Nak, kata-kata Luqman kepada anaknya agar engkau bisa mengambil pelajaran darinya, agar engkau meneladani mereka yang namanya telah melambung tinggi ke langit dan mengharumkan diri dengan keteladanan.

    “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah). Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar’.”

    (Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui’.

    “Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”

    Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

    “Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai” (Qs. Luqman 13-19).

    Nak, mungkin kata-kata di atas yang dapat ayahmu berikan kepadamu, karena ayahmu ini tidak punya dunia dan takhta untuk di wariskan kepadamu kelak, namun ayah yakin bila engkau meneladani perkataan Luqman Hakim kepada anaknya, semua bangsa-bangsa akan tunduk di bawah kakimu dan dunia dalam genggaman tanganmu, tapi ayah berharap bukan itu tujuan hidupmu, ada tujuan yang lebih mulia daripada kenikmatan dunia yaitu kampung surga yang kekal abadi dan bertetangga bersama Rasulmu kelak di sana.

    Itu saja Nak, harapan ayah kepadamu, mungkin terlalu berlebihan dan berat bagimu, tapi ayah yakin setiap manusia pasti berproses dalam menuju kesempurnaan walau harus mengorbankan semua yang dimiliki dan dicintai, dan ayah yakin engkau bisa melaluinya bila ikhlas hanya mengharap wajah-Nya yang mulia.

    Mungkin untuk hal-hal yang lain ibumu lebih tahu daripada ayahmu ini, karena bagaimanapun jua, ayah tidak bisa setiap waktu ada di sampingmu dan menemani dalam melewati hari-harimu di dunia, ada yang membuat ayah akan selalu diluar rumah hingga intensitas pertemuan kita mungkin tak sebesar engkau bersama ibumu.

    Satu lagi Nak, bila suatu saat ada sesuatu terjadi pada ayah, engkau harus tabah, jaga ibumu dengan baik, taati dia dan jangan buat dia bersedih. Dan bila ayah tidak kembali kerumah untuk selamanya itu bukan karena ayah tidak hirau dengan ibumu dan engkau tapi ini adalah panggilan yang ayah sudah berjanji bila masa itu telah tiba tidak akan menunda walau sedetik pun dalam menyambutnya.

    Semoga pertemuan kita dipercepat oleh Allah SWT, agar Rasulullah SAW membanggakan ayah kelak karena punya banyak keturunan yang patuh dengan sunnahnya tanpa ada pertanyaan dan bantahan. Dan surat yang amat sangat sederhana ini ayah tulis untukmu agar kelak bila engkau membacanya agar tahu betapa ayah sangat mencintaimu dan banyak berharap kepadamu.

    Dari ayahmu yang sangat ingin melihat engkau kelak menjadi pejuang yang tegar di jalan tauhid dan jihad.

    Hanif Abdullah
    [Penulis adalah Redaktur Majalah Online ansharullah.com]

    CATATAN: ansharullah.com BERBAU KHAWARIJ TAKFIRI

  2. KEBAIKAN dan KEBURUKAN bila dibiasakan akan mendarah daging pada diri seseorang hingga dia dipenjara atau dibelenggu oleh KEBIASAANnya itu. Maka dari itu, mari belenggu diri kita dengan kebiasaan yang BAIK.

    =======

    Pacaran adalah penghalusan kata dari pada zina,
    sebagaimana bunga adalah penghalusan dari riba.

    Martabat yang hilang tidak akan pernah kembali.
    Bila anak gadis telah jatuh,
    tak seorangpun diantara mereka mau membimbing tangannya,
    atau mengangkat dari lembah kejatuhan,

    yang engkau dapati,
    mereka saling memperebutkan kecantikan gadis itu,
    selama kecantikan itu masih ada.
    Bila sudah hilang,
    mereka pun pergi meninggalkan anak putri tersebut.
    Sebagaimana anjing-anjing meninggalkan bangkai yg tak berdaging sedikitpun.

    ================

    Pepatah Arab mengatakan, Al-Insanu Mahalul Khoto wan Nisyan, manusia itu tempatnya salah dan lupa. Itulah sebabnya, Rasulullah Saw mencontohkan dengan istighfar (memohon ampunan Allah Swt) hingga 100 kali per hari, demi pembebasan diri dari dosa.

    Dengan demikian, pembersihan jiwa atau penyucian diri (tazkiyatun nafs) harus kita lakukan setiap saat untuk membersihkan diri dari dosa yang kita lakukan, sengaja ataupun tidak disengaja. “Sabun pencuci” dosa itu tidak lain adalah istighfar, tobat, diriingi dengan amal saleh.

    ”Dan Allah tidak akan pernah mengazab mereka selam mereka memohon ampun” (QS. Al-Anfaal:33).

    “Sesungguhnya ama-amal yang sholeh itu menghapus dosa” (QS. Hud:114).

    Dalam sebuah hadits disebutkan, seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah arti tazkiyatun nufus (pembersihan jiwa) itu?” Rasulullah Saw menjawab, “Tazkiyatun nufus adalah jika seorang hamba mengetahui dan meyakini bahwa sesungguhnya Allah Swt selalu bersamanya, dalam arti Allah senantiasa melihat dan mengawasi segala perbuatan hamba-hamba-Nya, baik perbuatan lahir maupun batin.”

    Allah Swt sangat menyukai hamba-Nya yang senantiasa melakukan tazkiyatun nafs.

    “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” (QS. Asy-Syamsy: 9-10).

    “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman). Dan dia ingat Tuhannya lalu shalat” (QS. Al-A’la: 14-15).

    Menurut para ulama, langkah-langkah Tazkiyatun Nufus antara lain sebagai berikut:

    1. Memurnikan tauhid kepada Allah subhanahu wata’ala
    2. Melaksanakan sholat dengan baik secara khusyu’
    3. Memberikan zakat, infaq, dan sedekah
    4. Menjauhkan diri dari perbuatan dosa
    5. Melakukan instrospeksi diri (muhasabah).

    Jangan berputus asa dari rahmat Tuhanmu, wahai saudaraku yang berdosa. Sebab pintu taubat masih terbuka hingga matahari terbit dari barat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

    “Allah membentangkan tanganNya pada malam hari agar pelaku dosa pada siang hari bertaubat, dan membentangkan tanganNya di siang hari agar pelaku dosa malam hari bertaubat, hingga matahari terbit dari tempat tenggelamnya” [Hadits Riwayat Muslim dalam At-Tubah, No. 2759]

    Bersegeralah kalian wahai para hamba Allah untuk menuju kepada-Nya, niscaya kalian akan mendapatkannya sebagai Dzat Yang Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang serta berjalanlah di atas jalan orang-orang mukmin yang bertaubat, niscaya Rabb kalian akan membangkitkan kalian pada kedudukan yang mulia lagi terhormat.

    “Sesunguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri” [Al-Baqarah : 222]

    Dengan taubat yang semurni-murninya Allah akan menghapuskan dosa-dosa meskipun besar dan meskipun banyak.

    “Katakanlah, Hai hamba-hambaKu yang melampui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya (bagi yg bertaubat). Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [Az-Zumar : 53]

    http://www.facebook.com/pages/SMS-Dakwah-Al-Hijaz/170884229609580

  3. Tiada solat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyu’. Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia-sia. Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur’an tanpa mengambil pangajaran daripadanya. Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara’. Tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling sayang-menyayangi. Nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki (yaitu surga). Doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan. Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya, siapa yang banyak salahnya, maka hilanglah harga dirinya, siapa yang hilang harga dirinya, bererti dia tidak wara’, sedang orang yang tidak wara’ itu bererti hatinya mati. (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

    Antara tanda-tanda orang yang bijaksana itu ialah: Hatinya selalu berniat suci. Lidahnya selalu basah dengan zikrullah. Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa). Segala perkara dihadapaiya dengan sabar dan tabah. Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia. (Sayidina Utshman bin Affan)

    Tiada insan suci yg tidak mempunyai masa lampau. Tiada insan berdosa yg tak punyai masa depan (anonim)

    Masa yang pergi tak akan kembali & umur semalam tak akan dilalui lagi maka jadikanlah hari ini lebih baik dari semalam & esok lebih baik dari hari ini (anonim)

    Abu Hurairah ra. Berkata, Rasulullah bersabda: Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan shodaqohnya setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah shodaqoh, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkatkan barang ke atas kendaraannya adalah shodaqoh, kata-kata yang baik adalah shodaqoh, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan sholat adalah shodaqoh, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah shodaqoh. (HR Bukhari dan Muslim)

    Puasa dan al-Quran itu akan memberi syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak. Di mana puasa akan berkata, –Wahai Rabbku, aku telah menahannya dari makanan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya–. Sedangkan al-Quran berkata, –Aku telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya–. Beliau bersabda, –Maka keduanya pun memberikan syafaat– (HR. Ahmad, al-Hakim, dan Abu Nu`aim)

    Allah menyembunyikan murka-Nya di dalam kemaksiatan. Maka jangan meremehkan maksiat sekecil apapun. Karena kita tidak akan pernah tahu maksiat yang mana yang mendapat murka Allah.

    Tidak ada yang pasti terjadi di dunia kecuali kematian. Dan tidak ada yang lebih dekat dari kita kecuali kematian.

    “Tujuh golongan yg akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya di hari tdk ada naungan kecuali naungan-Nya.
    1. Pemimpin yg adil,
    2. Pemuda yg sentiasa beribadat kepada Allah semasa hidupnya,
    3. Orang yg hatinya sentiasa berpaut pada masjid-masjid
    4. Dua orang yg saling mengasihi karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah,
    5. Seorang lelaki yg diundang oleh seorang perempuan yang mempunyai kedudukan dan rupa paras yg cantik utk melakukan kejahatan tetapi dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’,
    6. Seorang yg memberi sedekah tetapi dia merahasiakannya seolah-olah tangan kanan tidak tahu apa yg diberikan oleh tangan kirinya dan
    7. Seseorang yg mengingati Allah di waktu sunyi sehingga mengalirlah air mata dr kedua matanya” (HR. Bukhari & Muslim)

    “Dari Abu Hurairah ‘Abdurrahman Bin Shakhr RA, Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak melihat bentuk tubuhmu dan tidak pula melihat rupamu tetapi Allah melihat hatimu.” (HR. Muslim)

    http://www.facebook.com/pages/Mengenal-Allah-Azza-Wa-Jalla/116906225006847

  4. K. H. Muhammad Arifin Ilham— KIAT-KIAT memilih istri sholehah, 1. Faham dan mengamalkan ALQUR’AN dan ASSUNAH, 2. Auratnya terjaga, 3. Tidak mau berduaan apalagi disentuh, 4. Penyayang pada orang tua, kakak adik dan sanak familynya, 5. Kalau bicara menundukkan wajahnya, santun dan rendah hati, 6. Tidak suka banyak bicara, jauh dari sifat genit, 7. Terpelajar, 8. Para sahabatnya menyenanginya, 9. Tidak suka pacaran, maunya segera dinikahi, 10. Tidak menentukan harga mahar, 11. Menerimamu karena istiharahnya.

    K. H. Muhammad Arifin Ilham—” Anta Maa Taquulu ” kamu apa yang keluar dari mulutmu. Nilai dan kualitas bisa diketahui dari bahasa yang keluar dari mulut. Kalau ia beriman dan berilmu, maka yang keluar hikmah, sopan, mulia, bahasa tersusun, sejuk, menyadarkan, kalau lemah Iman dan ilmu maka yang keluar dusta, gosip, hujatan dan sebagainya. Disebut baru Takwa karena lisannya mulia (QS Al Ahzab 33: 70-71).. ” Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, hendaklah berkata baik, benar, jujur, sopan kalau tidak diam.” (Hadis).

    Dan keberadaan kita di dunia ini bukanlah untuk kesia-siaan, bukan pula tiada guna atau tanpa tujuan. Kita diciptakan bukan hanya sekedar untuk hidup dan bernafas, kemudian menikmatinya hingga datang ajal menjemput lalu kita mati seperti matinya makhluk yang tiada diperhitungkan setiap perbuatan yang dilakukan. Bukan !!.. Bukanlah demikian!!.

    Allah Jalla wa ‘Ala berfirman yang artinya: “Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (setelah ia diciptakan)?” (QS. Al-Qiyamah: 36).

    Dan “Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian hanya untuk kesia-siaan dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami (untuk diminta pertanggungjawaban)”. (QS.Al-Mukminun: 115).

    Sungguh, kita ada dan hidup di dunia adalah untuk sebuah tugas yang mulia, untuk tujuan yang agung, mengemban amanat ilahi yang suci. Tugas dan tujuan tersebut adalah beramal dan amal yang paling utama adalah TAUHID; yaitu mentauhidkan Allah Ta’ala dengan beribadah dan menyembah hanya kepada-Nya, bukan kepada selain-Nya. Allah Tabaroka Wa Ta’ala berfirman yang artinya: “Dan tidakklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah (beribadah hanya) kepada-Ku”. (QS. Adz-Dzaariyat: 56).

    SUMPAH PEMUDA VERSI BARU:
    Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan.
    Berbangsa satu, bangsa yg bermartabat.
    Berbahasa satu, bahasa kebenaran.

    Islam adalah tanah air kita karena Allah telah menyatukan kita,
    Muslim adalah kebangsaan kita karena Allah telah mempersaudarakan kita,
    Semua negara islam di muka bumi ini adalah negara kita juga,
    Semua negeri muslim di dunia ini adalah negeri kita jua,
    Setiap jengkal tanah di belahan bumi manapun yang dimiliki umat islam maka itulah tanah air kita dan ibu pertiwi kita,

    Ridho Allah adalah tujuan kita
    Muhammad adalah pemimpin kita
    Al Quran adalah undang-undang kita
    Jihad adalah jalan kita
    Syahid di jalan Allah adalah cita-cita tertinggi kita

    ==========

    majulah wahai mujahid muda dalam satu cita tegakkan keadilan, singkirkan batas satukan kata, kebangkitan islam telah datang

    Sambutlah seruan ini…!
    Raihlah kemenangan sejati…!

    Islam cinta keadilan
    Tak takut akan rintangan
    Tegakkan keadilan, tinggikan kebenaran
    Hanya ridho Alloh lah yang jadi tujuan

    Berjuang dengan harta dan jiwa
    Untuk tegakkan islam nan jaya
    Tak pernah merasa rugi menapaki jalan ini
    Surga Alloh tlah menanti

    Turutlah barisan kami
    Bersama membangun negeri
    Sambut seruan ini
    Raihlah kemenangan sejati

    wahai mujahid muda majulah kedepan
    sibakkan penghalang satukan tujuan
    kibarkan panji islam dalam satu barisan
    bersama berjuang kita junjung keadilan

    jangan bimbang ragu tetaplah melaju
    hapus bayang semu di lubuk hatimu
    bergeraklah ke depan bagai gelombang samudra
    lantahkan tirani runtuhkan angkara murka

    majulah wahai mujahid muda
    dalam satu cita tegakkan keadilan
    singkirkan batas satukan kata
    kebangkitan islam telah datang

    =====================

    “Wahai kaum kami, sesungguhnya saya menyeru kepada kalian, bahwa Al-Quran ada ditangan kanan saya dan sunnah di tangan kiri saya serta amal para salafussholih dari umat ini sebagai tauladan. Kami menyeru kepada kalian untuk kembali kepada Islam; ajaran dan hidayah Islam… Islam adalah sistem kehidupan yang komprehensif, mencakup segala aspek kehidupan, dia merupakan negara dan bangsa, atau pemerintahan dan umat, dia merupakan akhlak dan kekuatan atau rahmat dan keadilan, dia merupakan tsaqofah dan qonun atau ilmu dan hukum, dia merupakan materi dan harta atau usaha dan kekayaan, dan dia merupakan jihad dan da’wah atau prajurit dan ideologi, sebagaimana dia merupakan akidah yang bersih dan ibadah yang benar satu sama lainnya”.

    “Saya adalah seorang pelancong yang sedang mencari kebenaran, manusia yang mencari petunjuk ditengah kerumunan manusia, rakyat yang mengidamkan kemuliaan negaranya, kebebasan, ketenangan dan kehidupan yang sejahtera dibawah naungan Islam yang suci, saya seorang hamba yang mengenal tujuan hidup, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah karena Allah Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya dan dengan demikian Aku diperintahkan dan Aku termasuk orang yang pertama muslim”. (Al-An’am : 162-163). Inilah saya, lalu siapakah anda?”

    “Serukanlah kepada kami karena sesungguhnya kami membawa suatu kebaikan, kumpulkanlah kepada kami manusia maka akan kami bacakan kepada mereka dzikir, kami akan menjadi dokter bagi yang sakit, akan diam penduduk dunia jika tidak mendengar semboyan kami; “Allah adalah tujuan kami, Rasul adalah pemimpin kami, Al-Quran undang-undang kami, jihad adalah jalan hidup kami, mati di jalan Allah adalah cita-cita tertinggi kami…”

    =========

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda :

    “Aku telah meninggalkan kalian di atas (agama) yang terang benderang, malamnya bagaikan siangnya dan tidak ada yang berpaling darinya melainkan ia pasti binasa.”

    “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya.

    Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya.

    Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta.

    Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari)

    http://kajiansaid.wordpress.com/2010/03/01/tujuan-hidup/

    http://www.facebook.com/pages/Taman-Ilmu-Intelektual-Remaja-Muslim/108321892524938

  5. Ibarat pepatah “jangan bermain api kalau tidak mau kebakaran, jangan bermain cinta kalau tidak mau menderita”. Apa benar semua cinta membuat kita menderita??

    Ketika Cinta Harus Memilih

    Saudaraku, sudah merupakan hal yang hakiki bagi setiap manusia untuk memiliki rasa cinta dalam hatinya, karena dengan adanya rasa cinta ini maka kehidupan manusia bisa langgeng di dunia.

    Saudaraku, sesungguhnya Alloh menciptakan laki-laki dan wanita dan menjadikannya saling mencintai satu sama lain. Diatas cinta inilah akhirnya, akan muncul generasi manusia selanjutnya.

    Saudaraku, ketahuilah bahwasanya cinta yang engkau rasakan harus dituntun kepada fitrohnya yang sesungguhnya, sehingga dengan cinta itu pula engkau akan menemukan kebahagiaan. Karena cinta yang engkau umbar tanpa kendali akan menyebabkan engkau terjerumus kedalam lembah kenistaan. Cinta dan nafsu bagaikan dua mata koin yang saling berlawanan, tapi perbedaannya sangat lah tipis, jika engkau bisa mengendalikannya sehingga berjalan diatas jalan yang semestinya maka itulah cinta sesungguhnya, tapi jika cinta itu tercampur nafsu maka tidak ada bedanya engkau dengan binatang.

    Saudaraku, maukah kamu aku tunjukkan dengan sebuah cinta yang hakiki, cinta yang abadi, cinta yang tidak pernah mengecewakan, cinta yang tidak mungkin bertepuk sebelah tangan, cinta yang tidak akan meninggalkan engkau sendirian, cinta yang membuat hari-harimu bahagia. Yaitu cinta kepada Rab semesta alam.

    Saudaraku, tahukah kamu bahwasanya cinta itu butuh pembuktian dan butuh pengorbanan, tidak hanya pengakuan semata. Ibnulqayyim dalam kitabnya “MADARIJUS SALIKIIN” menerangkan 10 hal yang dengannya engkau akan mendapatkan cinta Allah.

    Pertama, membaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya. Hal ini bisa dilakukan sebagaimana seseorang memahami sebuah buku yaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku. [Maka begitu pula yang dapat dilakukan terhadap Al Qur’an, pen]

    Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib. Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia yaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah dan bukan hanya sekedar menjadi seorang pecinta.

    Ketiga, terus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sekadar dengan keadaan dzikir kepada-Nya.

    Keempat, lebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan.

    Kelima, merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah. Oleh karena itu, mu’athilah, fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah), jalan mereka dalam mengenal Allah telah terputus (karena mereka menolak nama dan sifat Allah tersebut).

    Keenam, memperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.

    Ketujuh, -inilah yang begitu istimewa- yaitu menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya.

    Kedelapan, menyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.

    Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahwa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.

    Kesepuluh, menjauhi segala sebab yang dapat mengahalangi antara dirinya dan Allah Ta’ala.

    Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya.

    http://toko-muslim.web.id/artikel-215-ketika-cinta-harus-memilih.html#.TpzAQpiJ0mc.facebook

  6. Meninggalkan shalat bukan perkara sepele. Ingatlah!
    ”Perjanjian yang memisahkan antara kita dengan mereka (orang-orang kafir) adalah sholat. Maka barangsiapa yang telah meninggalkan sholat sungguh dia telah kufur.” (HR. Ahmad dan selainnya)

    Umar bin Al Khoththob –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan, “Sesungguhnya di antara perkara terpenting bagi kalian adalah shalat. Barangsiapa menjaga shalat, berarti dia telah menjaga agama. Barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan lagi. Tidak ada bagian dalam Islam, bagi orang yang meninggalkan shalat.“ (Ash Sholah, hal. 12)

    Imam Ahmad mengatakan, “Setiap orang yang meremehkan perkara shalat, berarti telah meremehkan agama. Seseorang memiliki bagian dalam Islam sebanding dengan penjagaannya terhadap shalat lima waktu. Seseorang yang dikatakan semangat dalam Islam adalah orang yang betul-betul memperhatikan shalat lima waktu. Kenalilah dirimu, wahai hamba Allah. Waspadalah! Janganlah engkau menemui Allah, sedangkan engkau tidak memiliki bagian dalam Islam. Kadar Islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar shalat dalam hatimu.“ (Ash Sholah, hal. 12)

    Orang yang sholeh akan memperhatikan waktu-waktu ibadahnya dalam keadaan apapun. Tentu saja, dia akan memerhatikan waktu-waktu shalat yang merupakan amal ibadah yang penting, melaksanakannya pada waktu-waktunya yang terbaik (awal waktu), dan tidak memikirkan pekerjaan lain selama waktu-waktu itu.

    utamakanlah sholat lima waktu.
    Jika demi cinta kepada manusia, gunung kan kau daki dan laut kan kau sebrangi.
    maka demi Alloh, masjid harus didatangi, kewajiban harus ditunaikan, sholat harus didirikan…! Mari kita menuju kemenangan dunia dan Akherat dengan selalu menjaga sholat di awal waktunya…! (Wahed Deen El Banjary)

    “Demi masa, sesungguhnya semua orang benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam menetapi kesabaran.” (QS. al-’Ashr: 1-3)

    Hai anakku, dirikanlah sholat, dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik, dan cegahlah mereka dari perbuatan yang munkar, dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS Luqman: 17)

    Rasulullah berkata: Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya (kepada orang lain) -HR Bukhori-

    >>>Berbekallah ketakwaan karena sesungguhnya engkau tidak tahu…
    Jika malam telah tiba apakah engkau masih bisa hidup hingga pagi hari…
    Betapa banyak orang yang sehat kemudian meninggal tanpa didahului sakit…<<<

    http://buletin.muslim.or.id/fiqih/hukum-meninggalkan-shalat

  7. Manusia seperti Sebuah BUKU….
    Cover depan adalah tanggal lahir.
    Cover belakang adalah tanggal kematian.
    Tiap lembarnya, adalah tiap hari dalam hidup kita dan apa yg kita lakukan.
    Ada buku yg tebal,
    ada buku yg tipis.
    Ada buku yg menarik dibaca,
    ada yg sama sekali tidak menarik.

    Sekali tertulis, tidak akan pernah bisa di’edit’ lagi.

    Tapi hebatnya,
    seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yg putih bersih, baru dan tiada cacat.

    Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin,
    Allah swt selalu menyediakan hari yang baru untuk kita.

    Kita selalu diberi kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yg benar dalam hidup kita setiap harinya. Kita selalu bisa memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita kedepannya sampai saat usia berakhir, yang sudah ditetapkanNYA.

    Terima kasih ya Allah utk hari yg baru ini..

    Syukuri hari ini….
    dan isilah halaman buku kehidupanmu dgn hal2 yg baik semata.

    Dan, jangan pernah lupa, untuk selalu bertanya kepada Allah, tentang apa yang harus ditulis tiap harinya.

    Supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupan kita selesai, kita dapati diri ini sebagai pribadi yg berkenan kepadaNYA.

    Dan buku kehidupan itu layak untuk dijadikan teladan bagi anak2 kita dan siapapun setelah kita nanti.

    Selamat menulis di buku kehidupanmu,
    Menulislah dengan tinta cinta dan kasih sayang, serta pena kebijaksanaan.

    Aku berdoa dan berharap :

    “agar Allah swt selalu menyertai setiap langkahmu” ……….karena………
    Allah tidak pernah menjanjikan bahwa
    Langit itu selalu biru,
    Bunga selalu mekar,
    dan Mentari selalu bersinar..

    Tapi ketahuilah bahwa Dia selalu memberi Pelangi di setiap badai, Senyum di setiap air mata,
    Berkah di setiap cobaan,
    dan jawaban di setiap do’a..

    ♥ Jika SENDIRI jangan merasa sepi. Ada Allah yang MENGAWASI♥ Jika SEDIH jangan pendam dalam hati. Ada Allah tempat BERBAGI♥ Jika MARAH, jaga fikiran & hati. Ada Allah tempat MENENANGKAN DIRI♥ Jika SUSAH jangan merasa pilu. Ada Allah tempat MENGADU♥ Jika GAGAL jangan berputus asa. Ada Allah tempat MEMINTA♥ Jika BAHAGIA jangan menjadi lupa. Ada Allah tempat MEMUJA★❤★ INGAT ADA ALLAH DI SETIAP WAKTU KITA ★❤★

    -terimakasih ya Allah -

    ♥♥♥♥♥

    KISAH SEORANG PENDOA

    Ketika ku mohon pada Alloh kekuatan, Alloh memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat…

    Ketika ku mohon pada Alloh kebijaksanaan, Alloh memberiku masalah untuk ku pecahkan…

    Ketika ku mohon pada Alloh kesejahteraan, Alloh memberiku akal untuk berfikir…..

    Ketika ku mohon pada Alloh keberanian, Alloh-memberiku kondisi bahaya untuk ku atasi…

    Ketika ku mohon pada Alloh untuk memberiku cinta, Alloh memberiku orang-orang bermasalah untuk ku tolong….

    Ketika ku mohon pada Alloh bantuan, Alloh memberiku kesempatan…

    Aku tidak pernah menerima langsung apa yang ku minta, tapi aku mendapatkan segala yang ku butuhkan, DOA-ku terjawab sudah….

    author: unknown

  8. Persahabatan sejati adalah persahabatan yang tulus karena Allah, tanpa
    syarat, dan tanpa kepentingan. Kita mencintai dan menyayangi sahabat
    kita hanya karena Allah, Bertemu dan berpisah karena Allah,
    ketiadaannya sungguh membuat hati rindu. Perjumpaan dengannya sungguh
    menentramkan hati dan penuh dengan manfaat, kita merasakan aman saat
    bersamanya ataupun saat berpisah, karena kita sangat tahu ia akan selalu
    menjaga nama baik kita. Saat menatap wajahnya selalu mengingatkan kita
    pada Allah, tutur katanya sungguh menyejukkan jiwa dan Akhlaknya
    sungguh mempesona.

    Tentu kita ingin memiliki sahabat ideal seperti itu. Apakah kita sudah
    merasakan persahabatan seindah itu???
    Apakah anda merasa sahabat
    anda sudah ideal seperti itu…??? Apakah Anda Ingin Sahabat Anda bisa
    berubah seperti itu..??? Tidak usah kita menuntut orang lain Saudaraku,
    Karena kita tidak akan pernah bisa merubah orang lain, Kenapa tidak
    kita mulai dari diri kita sendiri..??? Rubahlah diri kita, pasti orang
    lain akan berubah…. ♥ ♥ ♥

    Sahabat yang baik bukan yang selalu membenarkan kata-kata kita,tapi yg menegur dan menasihati kita ketika kita melakukan kesalahan

    Yusuf bin Husain berkata, Aku bertanya kepada Dzun Nun ketika ingin berpisah dengan beliau, “Dengan siapa aku mesti bermajlis/bergaul?” , beliau menjawab, “Hendaknya kamu bermajlis dengan orang yang hanya dengan melihatnya saja sudah mengingatkanmu kepada Allah Azza wa Jalla, kewibawaannya membekas di dalam hatimu, ucapannya menambah motivasimu dalam beramal, amalnya membuatmu zuhud di dunia, dan kamu tidak bermaksiat kepada Allah selama kamu berada di dekatnya. Dia menasehatimu dengan perbuatan, tidak (hanya) dengan perkataan.”

    Jangan cemas dan jangan berputus asa jika saat ini engkau sedang mengalami kesulitan hidup. Seberat dan sesulit apapun kesulitan yg sedang kau hadapi pasti ada jalan keluarnya.
    Hadapilah semuanya dgn tenang dan yakin sepenuhnya bahwa Allah pasti akan memberi jalan keluar.
    Yakinlah..PertolonganNya akan segera datang,
    Dan…. Kesabaran adalah pembuka jalan bagi tibanya pertolongan Allah..

    Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.
    (QS. Al-Maidah: 2)

    Jauhilah teman-teman yang buruk. Putuskan keakraban dengan mereka. Bergaullah dengan orang-orang shalih. Jauhilah kawan buruk meskipun ia dekat darimu, dan dekatilah orang baik meskipun ia jauh darimu. Setiap pergaulan akan menumbuhkan pengaruh , jadi perhatikanlah dengan siapa engkau bergaul. Jika ditanya tentang arti dekat, maka jawabannya adalah keakraban dan kasih sayang.

    Bertawakkallah kepada Allah, serahkan segala urusan kepada-Nya, dan ridhalah dengan keputusan-Nya. Mintalah perlindungan dan pertolongan kepada-Nya dan percayakan segala urusan kepada-Nya, karena Dialah Dzat Yang Mencukupi dan menjamin segala kehendakan anda.

    Maafkanlah orang yang menzalimi anda dan sambunglah tali silaturrahmi dengan orang yang memutuskannya dari anda. Berilah orang yang tidak pernah memberi kepada anda dan berlaku lembutlah kepada orang yang berbuat jahat kepada anda. Jika anda mampu melakukan semua ini, niscaya anda akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenteraman.

    Orang yang berakal adalah orang yang selalu berada di pintu-Nya dan berpaling dari selain pintu-Nya. Bersegeralah mengambil keuntungan dari pintu kehidupan selagi belum ditutup untukmu. Perbanyaklah melakukan amal-amal baik selagi masih ada kesempatan. Cepatlah memasuki pintu taubat selagi pintu itu terbuka bagimu. Gunakan pintu do’a selagi ia terbuka untukmu. Gunakan kesempatan bergaul dengan orang-orang shalih selagi kesempatan itu terbuka untukmu.

    Janganlah engkau lalai, jangan engkau menyia-nyiakan waktumu dengan menyibukkan diri mengumpulkan apa yang tidak engkau makan. Jangan engkau mengangan-angankan sesuatu yang tidak dapat engkau temukan dan membangun sesuatu yang tidak akan engkau tempati.

    Jadilah engkau orang yang berakal, jangan engkau mencela. Jika engkau buta, carilah orang yang membimbingmu. Jika engkau bodoh, carilah orang yang mengajarimu

    Bertaubatlah dan tetaplah dalam taubatmu. Yang terpenting bukan taubatmu, tetapi keteguhanmu dalam bertaubat. Yang lebih penting bukan menanamnya tetapi merawat tanaman hingga berbuah

    author: unknown

    http://www.facebook.com/pages/Mengenal-Allah-Azza-Wa-Jalla/116906225006847

  9. Bukan Dengan Lagu Melankolis

    Ketika lagu-lagu melankolis begitu mewarnai hari-hari para muda mudi jaman sekarang. Lagu-lagu bertemakan cinta, bagaikan sesuatu yang wajib. Jika tak mendengarkan walaupun hanya sehari, serasa ada yang kurang. Parahnya kebiasaan tersebut berimbas pada prilaku para muda mudi. Lirik lagu cinta yang cenderung melankolis dan tak ada semangat di tambah kondisi mereka (baca:muda mudi) yang sedang dalam pencarian atau gamang, membuat mereka cepat terbuai. Karena terkadang lirik yang terdapat dalam lagu hampir sama dengan kisah cinta yang mereka alami. Akibatnya mereka begitu khusyuk menghayati atau bahkan hafal sebagian besar lagu-lagu tersebut. Memang sebagian besar pula lagu yang di tampilkan sangat easy listening namun tak jarang yang berisikan lirik nakal.

    Ibnu Taimiyyah pernah berkata :
    Musik dan Al Qur’an tidak akan berjumpa dalam keasikan yang sama. Orang yang asik dengan musik, tidak akan mampu menyerap keindahan Al Qur’an. Orang yang mudah menikmati keindahan Al Qur’an, pasti akan gerah mendengar lantunan music. Saat keasikan mendengar salah satunya berkurang, bertambahlah kesenangan mendengarkan yang lain.

    Saat mereka sudah terbuai dengan lagu-lagu melankolis, maka semangat mereka dalam menjalani hidup pun terkadang menurun. Hati dan fikiran mereka hanya di bayangi kisah percintaan mereka yang seringnya tak sesuai dengan keinginan. Dari masalah yang terkesan sepele bahkan di besar-besarkan. Tak jarang karena hal sepele tersebut, bisa menimbulkan kebodohan yang tak masuk di akal. Misalnya bunuh diri karena di tolak oleh seseorang yang di sukainya.

    Proses kreatif yang dihasilkan juga menurun. Ketika hati dan fikiran di penuhi oleh masalah percintaan, maka seperti tak ada ruang untuk dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Ouput yang di hasilkan hanya berupa keluhan-keluhan. Semangat hanya menjadi kata yang terhirup lalu terhembus kembali. Kehidupan mereka hanya di sibukkan bagaimana mencari pria atau wanita yang baik dan baik. Berpindah dari satu pria ke pria lain atau satu wanita ke wanita lain. Berdalih mendapatkan yang terbaik, justru mereka terperangkap ke dalam jurang dosa yang menganga.

    Parahnya, fenomena lagu-lagu melankolis tak hanya merebak di kalangan kaum muda menjelang dewasa tapi juga anak-anak SD atau yang beranjak remaja. Pihak media yang tak ingin ketinggalan dalam meraup keuntungan seperti berlomba menyuguhkan penampilan para penyanyi lewat acara-acara musik yang membanjiri tayangan televisi. Para artis dadakan pun bermunculan, hanya dengan bermodalkan wajah rupawan, sedikit pandai bernyanyi dan dengan lagu yang easy listening meskipun dari segi lirik sangat kurang, mereka tampil membius para kaum muda, sehingga kini memunculkan banyaknya idola-idola baru bagi muda mudi.

    Juga sikap hedonis yang terlalu mengagungkan budaya barat menjadikan mereka terperangkap pada kecintaan berlebih pada idola.Idola yang tak hanya sekedar idola. Kebanyakan mereka yang begitu fanatik terhadap idola mereka, melakukan dan mengikuti apa yang di perbuat sang idola. Usia yang rawan, dalam masa pencarian dan kegamangan membuat mereka seperti memiliki jatidiri dan panutan ketika mampu mengikuti idolanya tersebut. Meskipun mereka tidak begitu paham bagaimana tingkah laku dan kepribadian sang idola, baikkah mereka, burukkah mereka. Apakah akhlaknya baik untuk di jadikan suri tauladan, apakah agamanya dapat mereka contoh dalam keseharian mereka. Sayangnya hal tersebut belum menjadi faktor penentu dalam pencarian idola mereka.

    Bahwasanya Al Qur’an telah menjelaskan, dalam diri Rasulullah terdapat suri tauladan yang baik. Hanya Rasulullah lah yang pantas untuk di jadikan panutan, karena beliaulah kekasih Allah yang menerima langsung wahyu dan semua yang di lakukannya hanyalah sesuai perintah Allah Ta’ala.

    Kenikmatan mereka mendengarkan lagu-lagu seperti menggeser kenikmatan membaca kalam Allah. Padahal teramat banyak ayat Allah yang berisi kabar gembira bagi mereka yang bersedih, gundah gulana dan mengalami kebimbangan.

    Padahal dalam Al Qur’an, Allah telah memberi kabar gembira bukan dengan lirik melankolis yaitu dalam QS. Ar Ra’du ayat 28, Allah berfirman :
    (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

    Banyak semangat yang akhirnya terabaikan dengan menggandrungi lagu-lagu yang hanya berisikan tentang kenestapaan cinta, semunya cinta dan lainnya.

    Bacalah Al Qur’an, maka di dalamnya akan di temukan segala macam pemecahan masalah. Bacalah Al Qur’an dan nikmatilah maknanya maka akan yakinlah diri menghadapi kehidupan yang fana, karena ada sumber semangat, suka cita, janji Allah bagi hambaNya yang bertaqwa yang meninggalkan kesenangan sementara demi sesuatu yang hakiki. Bukalah hati pada keindahan kalamNya, hingga apapun selain itu tak mampu menggoyahkan iman yang menggelora.

    Allahua’lam

    rainkelana@yahoo.com

    http://www.eramuslim.com

  10. “TANDA – TANDA HATI yang MATI: 1. Berani meninggalkan sholat, 2. Tenang tanpa merasa berdosa padahal sedang melakukan dosa besar, 3. Tidak tersentuh hatinya bahkan menjauhi terhadap ayat – ayat Alqur’an, 4. Terus menerus ma’siyat, 5. Sibuknya hanya mempergunjing dan buruk sangka, 6. Sangat benci dengan nasehat baik dan ulama, 6. Tidak ada rasa takut akan peringatan kematian, kuburan dan akhirat, 7. Gilanya pada dunia tanpa peduli dosa, 9. Senang melihat orang susah dan menderita.”

    K. H. Muhammad Arifin Ilham—

    ============

    Saat kerjamu tak dihargai,maka engkau belajar tentang KETULUSAN, saat usahamu dinilai tak penting maka engkau belajar tentang KEIKHLASAN, saat hatimu terluka sangat dalam, maka engkau belajar tentang MEMAAFKAN, saat engkau lelah dan kecewa maka engkau sedang belajar tentang KESUNGGUHAN, saat engkau merasa sendirian dan kesepian, maka engkau sedang belajar tentang KETANGGUHAN,
    TETAP SEMANGAT, TETAP TERSENYUM, TETAP BELAJAR DAN TETAP ISTIQOMAH DI JALAN AL-HAQ.
    -Ustadz Abu Sa’ad-

    “Teman yang setiap kali bertemu Anda selalu mengingatkan Anda tentang Allah, lebih baik daripada teman yang setiap kali bertemu Anda selalu meletakkan uang dinar/emas di tangan Anda.” (Bilal bin Sa’ad)

    “Tidak ada kenikmatan yang setara dengan nikmatnya menyendiri untuk bermunajat kepada Allah azza wa jalla” (Muslim bin Yasar)

    Barangsiapa yang ingin menciptakan sebuah lingkungan yang baik dan nyaman (rumah, kos, dsb), maka tidak ada cara lain kecuali dengan menjaganya dari segala bentuk kemaksiatan.
    * Syaikh as-Sa’di rahimahullah menjelaskan, “Ini menunjukkan pula bahwa perbuatan maksiat itu bisa mempengaruhi suatu tempat. Sebagaimana halnya kemaksiatan orang-orang munafik memberikan dampak negatif kepada Masjid Dhirar dan menyebabkan terlarangnya sholat di dalam masjid itu. Demikian pula ketaatan akan mempengaruhi tempat-tempat, seperti halnya ia telah memberikan dampak positif bagi Masjid Quba -yang ia ditegakkan di atas ketakwaan, pen-…” (Taisir, hal. 352)
    >>> copas dari Ustadz Abu Mushlih Ari Wahyudi

    “Terkabulnya doa bersama dengan keikhlasan. Keduanya tidak bisa dipisahkan.” (Abdul Wahid, dlm Hilyah li Abi Nu’aim)

    “Jangan menganggap lambat terkabulnya doa, sedangkan engkau menutupi jalannya dengan dosa-dosa” (Yahya bin Mu’adz)

    Orang yang paling bagus suaranya ketika membaca Al-Qur’an ialah apabila ia membaca -Anda melihat- ia merasa takut kepada Allah azza wa jalla. (Abdul Karim Abi Umayyah dari Thalq)

    Jika hati Anda suci, ia tidak akan pernah kenyang dari Al-Qur’an. (Utsman bin Affan) – maksudnya tidak akan bosan menghabiskan waktu dgn Al quran

    Barangsiapa mencari ilmu untuk mencari ridha Allah azza wa jalla, Dia akan memberinya sesuatu yang bisa mencukupinya (Ibrahim An-Nakha’i) >>> aamiin

    Ada tiga manfaat di dalam cobaan: penyucian, penghapusan, dan peringatan. Penyucian dari dosa besar, penghapusan dari dosa kecil, dan peringatan bagi orang yg sudah bersih. (Abu Bakr bin Thohir)

    Menghabiskan banyak waktu bekerja Anda dengan mengakses internet hanya akan membuat Anda selangkah lebih cepat menjadi pengangguran.
    (Jennifer Star, konsultan dr New York)

    “Seorang yg tidak menghabiskan waktunya 16 jam siang dan malam untuk muthala´ah (membaca, membahas, mengkaji kitab), ia bukanlah seorang penuntut ilmu”
    (Syaikh Ghudayan -hafizhahullaah-)

    “… dan di antara dampak maksiat adalah dipersulitnya segala urusan dirinya. Maka, Tidaklah pelaku maksiat melakukan suatu urusan, melainkan dia akan menemui berbagai kesulitan dan jalan buntu dalam menyelesaikannya.”

    http://www.facebook.com/Toko.Imam.Muslim

  11. “Teman yang setiap kali bertemu Anda selalu mengingatkan Anda tentang Allah, lebih baik daripada teman yang setiap kali bertemu Anda selalu meletakkan uang dinar/emas di tangan Anda.” (Bilal bin Sa’ad)

    “ Istighfar kita yang naik ke langit mencegah turunnya musibah ke bumi”

    Ketahuilah, semua musibah, kesusahan dan kesedihan sekecil apapun itu adalah akibat dosa kita karena kita lalai bertaubat dan beristigfar.

    Mengenai ayat,

    مَن يَعْمَلْ سُوءاً يُجْزَ بِهِ

    “Barangsiapa yang mengerjakan kejelekan, niscaya akan diberi pembalasan dengannya.” [An-Nisa’:123]

    Berkata Qotadah rahimahullah,

    لا يصيب رجلا خدشٌ ولا عثرةٌ إلا بذنب

    “Tidaklah seseorang terkena goresan [ranting] atau tersandung melainkan akibat dosa yang ia perbuat”. [Jami’ul Bayan fi Ta’wilil Quran 9/236 , Al-Qurthubi, Muassah Risalah, cet.1, 1420 H]

    ==========

    Allah Ta’ala berfirman,

    وَأَنِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتَاعاً حَسَناً إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى

    “dan hendaklah kamu meminta ampun [istigfar] kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan.” [Hud:3]

    Syaikh Muhammad Amin As-Syinqiti berkata menafsirkan ayat ini,

    وَالظَّاهِرُ أَنَّ الْمُرَادَ بِالْمَتَاعِ الْحَسَنِ: سَعَةُ الرِّزْقِ، وَرَغَدُ الْعَيْشِ، وَالْعَافِيَةُ فِي الدُّنْيَا، وَأَنَّ الْمُرَادَ بِالْأَجَلِ الْمُسَمَّى: الْمَوْتُ

    “Pendapat terkuat tentang yang dimaksud dengan kenikmatan adalah rizki yang melimpah, kehidupan yang lapang dan keselamatan didunia dan yang dimaksud dengan waktu yang ditentukan adalah kematian.” [Adhwa’ul Bayan 2/170, Darul Fikr, Libanon, 1415 H, Asy-Syamilah]

    Kemudian istigfar juga membuat musibah tidak jadi turun, kemudian jika turun memudahkan kita menghadapinya, dan segera bisa menghilangkan musibah tersebut.

    Imam Al-Qurthubi rahimahullah menukil dari Ibnu Shubaih dalam tafsirnya , bahwasanya ia berkata,

    شَكَا رَجُلٌ إِلَى الْحَسَنِ الْجُدُوبَةَ فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَشَكَا آخَرُ إِلَيْهِ الْفَقْرَ فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَقَالَ لَهُ آخَرُ. ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَرْزُقَنِي وَلَدًا، فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَشَكَا إِلَيْهِ آخَرُ جَفَافَ بُسْتَانِهِ، فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. فَقُلْنَا لَهُ فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: مَا قُلْتُ مِنْ عِنْدِي شَيْئًا، إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ فِي سُورَةِ” نُوحٍ”

    ”Ada seorang laki-laki mengadu kepadanya Hasan Al-Bashri tentang kegersangan bumi maka beliau berkata kepadanya,”beristighfarlah kepada Allah!”,

    yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata kepadanya,”beristighfarlah kepada Allah!”

    yang lain lagi berkata kepadanya,”Doakanlah (aku) kepada Allah, agar Ia memberiku anak!” maka beliau mengatakan kepadanya,”beristighfarlah kepada Allah!”

    Dan yang lain lagi mengadu tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan pula kepadanya,”beristighfarlah kepada Allah!”

    Dan kamipun menganjurkan demikian kepada orang tersebut

    Maka Hasan Al-Bashri menjawab:”Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri.tetapi sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh [ayat 10-12].” [Jami’ Liahkamil Quran 18/302, Darul Kutub Al-Mishriyah, kairo, cet. Ke-2, 1348 H, Asy-Syamilah]

    Dua mata yang tidak akan disentuh oleh api Neraka: (pertama) mata yang menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wata’ala, (kedua) mata yang bermalam dalam keadaan berjaga di jalan Allah Subhanahu wata’ala.” [HR. At-Tirmidzi no. 1639, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi dan Al-Misykat no. 3829]

    http://bloghidayah.wordpress.com/2011/10/19/istigfar-dan-dzikir-vs-facebook-dan-twitter/

  12. Al-Qur’an akan usang di hati sejumlah kaum seperti sebuah baju yg akan usang, sehingga jadi robek. Mereka memang membacanya, namun mereka tidak akan merasakan kelezatannya… (HR. Darimi) . Agar hati selalu HIDUP & BISa menikmati Al-Qur’an dlm HATI, banyaklah TOBAT, Tahajud setiap malam, menangislah krn byk cela dan AIB pd diri. JGN sibuk mencari AIB org LAIN, krn HATI AKAN KELAM. Jadilah pembawa BERKAH & RAHMAT bg YG LAIN. SEMOGA BERBAHAGIA

    ================

    Hasan Al Basri pernah ditanya “ Pria manakah yang engkau suruh untuk aku menikahkannya dengan putriku ?”. Hasan Al Basri menjawab : “ Nikahkanlah ia dengan pria yang beriman (dan bertakwa) karena bila ia mencintainya maka ia akan memuliakannya. Dan bila ia tidak mencintainya maka dia tidak akan mendzaliminya

    Jika orang lain merasa cukup dengan dunia, maka hendaknya engkau merasa cukup dengan Alloh. Jika mereka berbangga dengan dunia, maka berbanggalah engkau dengan Alloh. Jika mereka merasa tenang dengan orang-orang yang mereka cintai, maka jadikanlah ketenanganmu dengan Alloh. Jika mereka berusaha mengenal dan mendekati raja-raja dan para pembesar mereka untuk meraih kemuliaan dan derajat yang tinggi, maka usahakanlah mengenal dan mencintai Alloh niscaya engkau mendapatkan puncak kemuliaan dan derajat yang tinggi.

    Sebagian orang yang zuhud berkata:
    “Aku tidak pernah mengetahui ada seorang yang mendengar tentang surga dan neraka kemudian waktu yang dia miliki tidak dia gunakan untuk mentaati Alloh, berdzikir, sholat, membaca al-Qur’an atau berbuat baik.”

    Lalu seorang lelaki berkata kepadanya:
    “Sesungguhnya aku banyak menangis.”

    Orang zuhud tadi berkata:
    “Sesungguhnya jika engkau tertawa sedangkan engkau mengakui kesalahanmu, maka hal itu lebih baik dari pada engkau menangis namun engkau mengungkit-ungkit amalanmu. Karena orang yang suka mengungkit amalannya, maka amalannya tidak akan naik melampaui kepalanya.”

    Maka lelaki tadi berkata:
    “Berikanlah aku nasihat.”

    Orang zuhud itu berkata:
    “Tinggalkanlah dunia untuk ahli dunia, sebagaimana mereka meninggalkan akhirat untuk ahli akhirat. Jadilah engkau di dunia ini seperti lebah, jika engkau makan, engkau makan sesuatu yang baik, jika engkau memberi makan, engkau memberi makan sesuatu yang baik dan jika engkau jatuh di suatu tempat, engkau tidak akan merusak dan merobeknya.

    Diterjemahkan dari kitab “al-Fawaaid” karya al-Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rohimahulloh, cetakan Daarul ‘Aqiidah halaman 113.

    http://gugundesign.wordpress.com/2008/01/10/merasa-cukup-dengan-alloh-2/

    ===================================================

    “Setiap buku yang berisi penyelisihan terhadap As-Sunnah tidak boleh dilihat dan dibaca. Bahkan yang diizinkan dalam syariat adalah menghapus dan memusnahkan buku tersebut (Ibnul Qoyyim)

    Adalah generasi salaf melarang dari bermajelis dengan ahlul bid’ah, melarang melihat buku-buku mereka, dan melarang mendengar ucapan mereka.”” (Al-Adabus Syar’iyyah, 1/251)

    buku-buku yang mengandung kedustaan dan bid’ah wajib untuk dimusnahkan dan dipunahkan. Bahkan memusnahkannya lebih utama daripada menghancurkan alat-alat musik serta bejana-bejana yang berisi khamr. Karena bahaya buku-buku ini lebih besar daripada bahaya alat-alat musik. (Ibnul Qoyyim)

    “Dan bertanyalah kepada orang-orang yang berilmu (ulama), jika kalian tidak mengetahui.” (Al-Anbiya: 7)

    “Serulah manusia kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan nasehat yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.” (An-Nahl: 125)

    ===============================================

    -Rasulullah bersabda: ‘Barang siapa yang bersedekah senilai satu butir kurma dari penghasilan yang halal (dan tidak ada sedekah yang naik dilaporkan kepada Allah kecuali dari penghasilan/harta yang halal) maka Allah akan menerima dengan tangan kanan-Nya lalu merawatnya untuk kalian, sebagaimana kalian merawat anak kudanya. Akhirnya, pahala sedekah tersebut menjadi semisal gunung.‘

    http://www.facebook.com/Ulumul.Quran

  13. Suatu hari Dzun Nun rahimahullah ditanya: “Apa tanda-tanda ikhlas?”
    Ia menjawab: “Jika di dalam amalmu tidak ada keinginan untuk dipuji makhluk atau kekhawatiran akan kecaman makhluk, maka Anda adalah orang yang ikhlas, insya Allah”
    (Disebutkan Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya)

    Para ulama sunnah sangat menjunjung tinggi muru’ah/kehormatan sampai2 di antara mereka menganggap orang yg bermesraan dg istri di muka umum sbgai orang yg tdk punya kehormatan.
    “Mencium wanita, meskipun itu mahramnya di malam kebahagiannya, dengan dilihat banyak orang atau wanita lain telah menggugurkan status kehormatannya dalam agama.” (Al-Bajirami)

    Ulama yang tidak mau mengamalkan ilmunya, ceramahnya akan meleset dari hati pendengarnya, seperti tetesan air yang meleset dari batu yang halus. (Malik bin Dinar)

    “Tinggalkanlah perdebatan yang bisa memfitnah hati, menumbuhkan dendam, mengeraskan hati, dan menipiskan kehati-hatian dalam berbicara dan berbuat.”
    (Al-Auza’i -rahimahullaah-)

    Barangsiapa mencintai dunia dan senang padanya, maka perasaan takut akhirat akan tercabut dari hatinya. (Sufyan Ats-Tsauri)

    “Jika Anda melihat seorang yang keras kepala, suka berdebat dan bangga pada pendapatnya sendiri, sempurnalah kerugiannya.” (Bilal bin Sa’ad)
    => disebutkan Abu Nu’aim -rahimahullah- dalam حلية الأولياء

    Abu Mu’awiyyah Al-Aswad rahimahullah berkata, “Semua makhluk -yang baik maupun yang jahat- bekerja untuk mendapatkan sesuatu yg lebih kecil daripada sayap lalat.” Lalu, seseorang bertanya kepadanya, “Apa yang lebih kecil daripada sayap lalat itu?” Ia menjawab, “Dunia”.

    Salah seorang tabi’in, Makhul rahimahullah berkata, “Aku pernah melihat seseorang mengerjakan shalat. Setiap kali ruku’ dan sujud ia selalu menangis. Aku “menuduhnya” berbuat riya’ dengan tangisannya itu. Kemudian, aku tidak bisa menangis (saat beribadah) selama setahun. >>> nasehat bagi kita pula agar tidak mudah menuduh orang lain berbuat riya’, walau ada “alamat” riya secara dzahir.

    Orang yang beriman memiliki empat ciri, yaitu ucapannya adalah dzikir, diamnya adalah tafakkur, pandangannya adalah mengambil pelajaran, dan ilmunya adalah kebajikan. (lih: dalam Hilyatul Auliya’ li Abi Nu’aim Al-Asfahani, X/217)

    Hati yang bersih di dalam baju yang kotor lebih baik daripada hati yang kotor di dalam baju yang bersih. (Abu Muslim Al-Khaulani)

    Ibrahim bin Khawwas: “Obat hati ada lima: membaca Al-Qur’an dengan tadabbur, mengosongkan perut, shalat malam, menghiba kpd Allah di penghujung malam, dan bergaul dengan orang-orang shalih.”

    Belajarlah niat, karena niat lebih berat daripada amal. (Yahya bin Abi katsir)

    Jika seseorang mencari ilmu untuk diamalkan, ilmunya itu akan melunakkan hatinya. Jika ia mencari ilmu bukan untuk diamalkan, ilmunya itu akan menambah kesombongannya. (Malik bin Dinar)

    Dulu, ada ungkapan yg menyatakan, “Tahapan pertama ilmu adalah diam. Kedua, mendengarkan dan menghafalkan. Ketiga, mengamalkan. Keempat, menyebarluaskan dan mengajarkan. (Sufyan Ats-Tsauri)

    “Setiap tukang tidak bisa mengerjakan pekerjaannya dengan kecuali dengan alat. Dan alatnya Islam adalah ilmu. Jika Anda melihat orang berilmu yg tidak hati-hati terhadap ilmunya, maka Anda tidak boleh mengambil ilmu darinya. (Shalih bin Mahran)

    Kami pernah mendatangi seorang ulama, lalu kami lebih suka mempelajari etikanya daripada ilmunya (lih: Hilyatul Auliya’, Abu Nua’im, III/362)

    Seseorang cukup berilmu bila ia takut kepada Allah. Seseorang cukup bodoh bila ia kagum pada amalannya sendiri.(Masruq, salah seorang tabi’in)

    Ilmu bukanlah apa yg dihafal, melainkan apa yang bermanfaat. (Imam Asy-Syafi’i)

    Barangsiapa mencari ilmu untuk mencari ridha Allah azza wa jalla, Dia akan memberinya sesuatu yang bisa mencukupinya. (Ibrahim An-Nakha’i)

    Salaf bernama Mujahid pernah berkata, “Andaikata seorang muslim tidak mendapatkan apa-apa dari saudaranya selain bahwa rasa malunya kepadanya mencegahnya dari pebuatan maksiat, niscaya hal tersebut sudah cukup baginya.”

    Aku menemukan bahwa sikap menunda-nunda adalah salah satu prajurit iblis yang telah banyak membinasakan makhluk Allah (Shilan bin Farwah)

    Abdullah bin Munazil pernah berkisah bahwa ketika Hamdun bin Qashshar rahimahullah dimaki-maki oleh seseorang, ia justru diam saja dan berkata, “Akhi.., betaapun Engkau menjelek-jelekkanku sejelek-jeleknya, Engkau belum menjelek-jelekkanku seperti kejelekanku di mataku sendir” (Faidah dari kitab Hilyah)

    Wuhaib bin Ward pernah ditanya, “Bisakah orang yg ahli maksiat merasakan nikmatnya ibadah? Ia menjawab, “Tidak”. Bahkan orang yg memikirkan maksiat pun tidak bisa merasakannya.”

    Abu Sulaiman Ad-Darani, “Kenikmatan yang dirasakan ahli ibadah dengan ibadahnya, lebih besar daripada kenikmatan yang dirasakan ahli maksiat dengan kemaksiatannya.

    Orang yang berakal bukanlah orang yg mengetahui yg baik dan buruk, melainkan orang yg jika melihat kebaikan, ia mengikutinya. Jika melihat keburukan, ia menjauhinya (Sufyan bin Uyainah)

    http://www.facebook.com/Toko.Imam.Muslim

  14. utamakanlah sholat lima waktu.
    Jika demi cinta, gunung kan kau daki dan laut kan kau sebrangi.
    maka demi Alloh, masjid harus didatangi, kewajiban harus ditunaikan, sholat harus didirikan…! Mari kita menuju kemenangan dunia dan Akherat dengan selalu menjaga sholat di awal waktunya…! (Wahed Deen El Banjary)

    Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan bergaul dengan orang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang bermanfaat lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbincang yang buruk (HR. Al-Hakim)

    Teman sejati mau mengerti saat kita berkata “aku lupa”, menunggu selamanya saat kita berkata “tunggu sebentar”, tetap tinggal saat kita berkata “tinggalkan aku sendiri”, dan membukakan pintu meski kita belum mengetuk dan berkata “bolehkah aku masuk?” (www.alsofwah.or.id)

    Pandanglah ke depan untuk menyambut hari esok, tengoklah ke belakang untuk mengoreksi diri. Usahakan yang terbaik semampu dirimu agar tak menyesal di kemudian hari. Semoga istiqomah! (www.majalah-elfata.com)

    Untuk apa menghiba cinta/perhatian/belas kasihan dari manusia, pasti tak ada gunanya. Cukuplah menghiba kepada Allah, tak dikecewakan. -K. H. Abdullah Gymnastiar—

    Ibnul Qayyim berkata: “Kebanyakan anak menjadi rusak adalah disebabkan orang tuanya, karena tidak adanya perhatian kepada mereka, serta tidak diajarkan kepada mereka kewajiban-kewajiban agama dan sunnah-sunnahnya.”

    Jika sedang sendiri janganlah merasa sepi, ada Allah yang mengawasi. Jika sedih jangan dipendam dalam hati, ada Allah tempat berbagi. Jika susah jangan menjadi pilu, ada Allah tempat mengadu. Jika gagal janganlah putus asa, ada Allah tempat meminta. Jika bahagia janganlah menjadi lupa, ada Allah tempat memuja. Ingatlah Allah selalu, niscaya Allah akan mengingatmu. (www.alsofwah.or.id)

    “Jika Allah menahan pemberian-Nya padamu, maka pahamilah bahwa itu adalah suatu (kemuliaan) untukmu selama kau pertahankan keislaman dan keimananmu, higga segenap apa yang dilakukan Allah kepada dirimu menjadi karunia pula kepadamu”.(Ibnu Athaillah)

    “orang yang mendalam cintanya pada al-quran, tidak akan ada tempat dihatinya untuk mengandrungi musik dan nyanyian.”
    -Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullaahu Ta’aalaa dalam kitabnya, Ighootsatul Lahfan

    Ketika kesalahan tak sengaja dilakukan. Ketika beban dosa terasa menghimpit badan. Ketika rasa bersalah mengalir ke seluruh pembuluh darah. Ketika penyesalan menenggelamkan diri dalam air mata kesedihan. Apa yang dapat dilakukan untuk meringankan beban jiwa ini? Rasulullah bersabda, “Ikutilah kesalahan dengan amal baik, niscaya ia akan menghapus dosa-dosamu.”

    Jikalau kalbu mencintai dunia melebihi cinta kepada akherat maka keimanan seseorang akan melemah dan pada akhirnya akan merasa berat untuk menjalankan ibadah. (www.majalah-elfata.com)

    Jangan cemas dan jangan berputus asa jika saat ini engkau sedang mengalami kesulitan hidup. Seberat dan sesulit apapun kesulitan yg sedang kau hadapi pasti ada jalan keluarnya.
    Hadapilah semuanya dgn tenang dan yakin sepenuhnya bahwa Allah pasti akan memberi jalan keluar.
    Yakinlah..PertolonganNya akan segera datang,
    Dan…. Kesabaran adalah pembuka jalan bagi tibanya pertolongan Allah..

    ================

    Duhai diri…Di POSISI manakah HIDUP ingin kau AKHIRI?…

    > Sedang MENGINGAT Allah, atau saat LALAI pada-Nya?
    > Saat menjalankan AMANAH, atau saat mengKHIANATI-Nya?
    > Saat TERSENYUM BAHAGIA, atau SEDIH MERANA?

    Ingatlah Pesan Nabi saw. “Orang yang cerdas adalah orang yang selalu melakukan introspeksi diri dan beramal untuk menyiapkan hari setelah kematiannya” (HR. Tirmidzi

    http://www.facebook.com/MediaIslamOnline

    =====================

    Ibnu Qayyim rahimahullâh tentang cinta yang terpuji:

    “Cinta yang terpuji adalah cinta yang memberikan manfaat kepada orang yang merasakan cinta itu untuk kebahagiaan dunia dan akhiratnya. Cinta inilah yang menjadi asas kebahagiaan. Sedangkan cinta bencana adalah cinta yang membahayakan pelakunya di dunia maupun akhirat dan membawanya ke pintu kenistaan serta menjadikannya asas penderitaan dalam jiwanya.”

    ========================

    Berjilbab adalah perintah Allaah kepada semua muslimah, memiliki niat untuk berjilbab adalah mulia, tapi harus dilaksanakan sesuai tata cara-Nya.

    “mau model apa aja yang penting saya pake jilbab” kedengarannya seperti “mau 1,2, atau 3 raka’at yang penting saya shalat shubuh”

    Bisakah seperti itu?

    Berjilbablah sebagaimana yang dicontohkan oleh para istri2 Rasulullaah dan shahabiyyat, in syaa’Allaah lebih selamat dunia akhirat.

    http://www.facebook.com/MuslimTeenagers

  15. Dr. Reni bicara cinta

    Seorang perempuan baru saja kehilangan seseorang yang sangat dicintainya, sebut saja si A yang ditinggal kekasihnya. Dia sangat terpukul, kerjaannya menangis terus…mengurung diri. Seakan segala keindahan di bumi ini telah lenyap karena putus cinta. Tentunya kisah seperti ini bukan hanya satu, aku melihat dia tak tahan juga merasa kasihan, umurnya baru 22, sebagai seorang sahabat yang bisa kulakukan hanya menghibur, memberi dorongan dan mengharapkan yang terbaik untuk gadis A yang sering curhat.

    Memang bukan hal yang mudah untuk menghibur orang yang sangat bersedih, apalagi istilahnya untuk membantu dia bangkit dari keterpurukanya, gadis A sangat…sangat menderita, tak bosan-bosan aku terus bicara dengan memilih kata sangat hati-hati agar tak menyinggungnya harapanku semoga meresap sebagai sebuah dorongan dari seorang kawan. Tentunya setiap orang berbeda dalam menghadapi berbagai macam persoalan yang menimpa, tergantung dari kepribadian masing-masing, ada yang tabah ada yang cengeng ada yang tegar.

    Aku pun pernah muda, pernah mempunyai impian-impian yang kandas, pernah gagal cinta juga menghadapi kesedihan yang sangat dalam, namun Alhamdulillah aku bisa menghadapi rintangan hidup dengan tegar. Mungkin kau…kau…kau yang sedang lewat atau sedang bersedih, karena putus cinta, tanpa bermaksud menggurui aku hanya ingin sedikit berbagi denganmu, siapa tahu kau sedikit terhibur bagaimana caraku menghadapi sebuah kesedihan.

    Tentu saja yang paling utama adalah berpasrah diri, berdo’a lebih mendekatkan diri pada Allah akan membuat jiwa tenang. Kalau ingin menangis, menangislah sepuasnya…sepuasnya…sepuasnya !!! Setelah itu duduklah sendiri di luar ruangan mungkin bisa sambil melihat bintang, merasakan hembusan angin lalu bayangkan suatu hal yang sangat indah yang pernah terjadi padamu misalkan dengan membayangkan tempat etc, lalu bayangkan lagi hal yang paling menyedihkan bagimu, rasakan setiap tikam dan getarnya ! lalu renungi kondisi jiwamu yang tengah lebur pada saat itu.

    Tanyakan pada hatimu sampai kapan akan terpuruk pada sebuah kesedihan hah ?? Bicaralah ! bicaralah pada hatimu sendiri, kalau perlu hadapi cermin !!! lihat…lihat siapa dirimu yang bermata sembab ! Apa pantas jadi kamu ? tanyakan pada wajahmu di cermin apa yang salah dengan diriku ? kenapa kusut begini ? bukankah aku orang yang kuat, tegar, segala penderitaan yang sedang kuhadapi tak seberapa dibanding orang yang sedang benar-benar menderita !!! katakanlah berulang kali pada dirimu di cermin, tentang sebuah kehilangan ?? Hm bagaimana mungkin kau kehilangan sesuatu kalau kau memang tak pernah memilikinya, sadarilah.

    Memiliki kerelaan akan membuatmu merasa jauh lebih bahagia, selalu berpikir positif dan usahakan menebar senyum meski kau sedang diludahi, relakan apa yang pergi apalagi seorang pasangan kalau kau benar mencintai biarkan dia bahagia bersama yang lain daripada dia menderita denganmu, tak ada yang bisa menghindar dari cinta sebesar apapun tebusanya, dengan begitu tak ada apapun yang hilang padamu, Insya Allah air mata tidak akan menyesatkan emosi.

    Hik..hik.. Dr. Reni bicara cinta

    ==================

    Hidup ini tidak terlepas dari permasalahan dan kesusahan…
    Kita butuh tempat bercerita dan mengadu…
    Dan Allah taala adalah sebaik2 tempat mengadu.

    Semakin banyak kita mengadu kepada-Nya, semakin bertambah kasih sayang-Nya pada kita, karena Dia mencinta org2 yg meminta dan selalu kembali kepada-Nya.

    Nabi Ayyub alaihissalam mengadu kepada Allah taala, Allah taala menerima aduannya.

    “ Dan ingatlah (kisah ayub), ketika ia menyeru Tuhanya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua yg penyayang. Maka kamipun memeperkenankan seruannya itu, lalu kami lenyapkan penyakit yang ada padanya…” ( QS: Al-Anbiya’: 83-84).

    =====================

    Kalau kita melihat dunia informasi sekarang, kita mendapatkan berita tentang si A atau si B; mulai dari kuku kaki sampai ujung rambut…

    Coba kita tanyakan diri kita: Apakah hal itu memberi manfaat bagi dunia kita ataukah akhirat kita ?

    Dunia informasi sekarang memperalat otak2 kita untuk hal2 yg tidak berguna dan melalaikan kita dari hal2 yg berguna.

    ==================

    Jangan Menyerah

    tak ada manusia
    yang terlahir sempurna
    jangan kau sesali
    segala yang telah terjadi

    kita pasti pernah
    dapatkan cobaan yang berat
    seakan hidup ini
    tak ada artinya lagi

    syukuri apa yang ada
    hidup adalah anugerah
    tetap jalani hidup ini
    melakukan yang terbaik

    Tuhan pasti kan menunjukkan
    kebesaran dan kuasanya
    bagi hambanya yang sabar
    dan tak kenal putus asa

    http://www.facebook.com/pages/Izinkan-Aku-Menikah-Tanpa-Pacaran/124803064261837

  16. bagaimana caranya untuk mengajak cewek kita, agar bisa masuk agama islam,,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 174 pengikut lainnya.