Yang Salah Memang Bukan Rok Mini Tapi Pemakainya
Sekumpulan perempuan kurang iman membentangkan spanduk bertuliskan, ‘My rok is my right’ dan ‘Don’t tell us how to dress Tell them not to rape’, ada pula yang berteriak: ”jangan salahkan rok mini kami, salahkan otaknya”. Demikian yang terlihat di Bundaran HI hari ini dalam rangka demo menentang ucapan gubernur DKI Jakarta yang dianggap menyalahkan para wanita berpakaian minim sehingga memicu terjadinya pemerkosaan di angkot yang marak belakangan ini.
Sekilas memang suara-suara ini bisa dimaklumi sebagai reaksi dari pernyataan sang gubernur. Tapi kalau mau dicermati lebih jauh sebenarnya ada hidden agenda dibalik demo semacam ini yaitu kampanye liberalisme berselubung pembelaan terhadap hak asasi. Apalagi terungkap dalam spanduk berbahasa Inggris itu yang kalau diartikan, ”Rokku adalah hakku” dan ”Jangan ajari kami bagaimana berpakaian, ajari saja mereka supaya tidak memperkosa”. Pemerkosa itu memang jahanam, bajingan, brengsek, bangsat, kampret putra kalong dan makian lainnya, tapi bukan berarti pakai rok mini jadi sebuah kebenaran.
Perumpamaan mereka sama dengan orang yang menaruh sepeda motor tanpa dikunci di jalanan lalu motornya diambil pencuri. Kemudian datanglah pejabat mengatakan hendaknya motor dikunci lalu ditaruh di tempat yang aman. Eh, yang motornya dicuri malah protes, ”Jangan ajari kami cara menyimpan motor, ajari mereka supaya tidak mencuri”. Sama bukan permisalannya? Kalau sudah sama berarti anda bisa paham dimana letak salahnya. Apakah dengan menyalahkan pemilik motor yang menaruh motor sembarang berarti kita membenarnya tindakan si pencuri? Orang yang masih punya otak tahulah jawabannya.
Memakai rok mini di tempat umum jelas sebuah kesalahan baik dilakukan oleh pria maupun wanita muslim. Kalau dilakukan oleh pria maka tak perlu repot mencari dalil agama untuk membuktikan kesalahannya. Sedangkan kalau dipakai oleh wanita barulah memerlukan dalil agama untuk membuktikannya, dan itu sudah cukup jelas tak perlu dibahas. Sebagai muslim kita yakini bahwa Tuhan mengajarkan para wanita muslimah untuk menutup aurat. Nah, berani ngak para wanita sekuler ini mengatakan kepada Tuhan, ”Hey Tuhan, jangan ngajari kami cara berpakaian, hukum saja pemerkosanya”?!
Lalu apakah wanita non muslim punya hak untuk itu? Masalah membangkitkan gairah bukan lagi masalah agama, tapi masalah karakter manusia. Yang namanya laki-laki tentu akan terbangkit birahi bila melihat yang seksi. Tak peduli apakah dia orang biasa ataukah ulama, semuanya sama selama orientasi seksualnya normal adanya.
Pernah terjadi dialog antara seorang ulama dengan orang sekuler di dalam kereta. Si sekuler mengatakan apa salahnya perempuan buka aurat, yang salah adalah pikiran pria yang tak mampu mengendalikan diri. Lalu si ulama mengeluarkan jeruk nipis dan memotongnya di hadapan si sekuler. Terlihat bagaimana si sekuler ini menahan liurnya. Si ulama ini bertanya, ”Mengapa kamu tidak bisa menahan air liurmu saat ku potong jeruk ini?” Dia menjawab, ”Sudah menjadi fitrahnya air liur akan berair melihat sesuatu yang masam”. Si Ulama menimpali, ”Begitu pula fitrah pria akan terangsang kalau melihat keseksian di hadapannya. Kalau dipancing terus lama-lama imannya akan goyah juga. Apalagi yang memang tidak beriman.”
Tentu bukan salah rok mininya. Karena rok mini boleh saja dipakai kalau di hadapan suami, bahkan tak berpakaian sekalipun tentu akan lebih disukai (oleh suaminya tentunya).
Menyalahkan rok mini bukan berarti mencari pembenaran untuk tindak perkosaan, tapi adanya otak porno juga tak bisa dilepaskan dari pancingan pihak-pihak yang sengajat mempertunjukkan keseksian di hadapan si otak porno tadi. Lalu coba tanya kepada para pemakai rok mini, apa tujuannya memakai pakaian seperti itu? Tentu ada yang ingin ditunjukkan bukan? Kalau tidak ada yang ingin ditunjukkan bukankah lebih baik pakai celana panjang, lebih bebas bergerak dan tak risih dipandang orang.
Aneh juga sikap sebagian wanita yang suka pamer anggota tubuh, di saat laki-laki tentunya malu pakai celana pendek naik kendaraan umum atau pergi ke kantor (kecuali Bob Sadino). Seolah mereka bangga mempertunjukkan bagian seksi itu kepada para pria, kalau tidak bangga lalu apa dong tujuannya?
Bekasi 18 September 2011
Anshari Taslim.
www.eramuslim.com
http://www.facebook.com/Taman.Hidayah
Filed under: love is cinta 085729955346



Ada sebagian orang “pintar” (semoga Allah ta’ala memberinya hidayah) berkata: “Bukan rok mini kami yang salah, tapi otakmu yang mini” atau “bukan tubuh kami yang harus kami tutupi tapi otakmu itu”, atau “karena mereka ndak terbiasa saja lihat begituan, lihat dikit saja sudah nafsu”, dsb., semoga Allah ta’ala menjauhkan kita dari kata2 seperti ini.
Islam sudah memuliakan kita, menjaga kita dengan memerintahkan kita untuk menutup aurat kita. Jelas sekali hubungn menutup aurat dngn pelecehan seksual kaum wanita. Di Amerika yang menuhankan kebebasan, dimana laki-laki sudah biasa melihat wanita “tanpa busana yg baik”, polisi menerima laporan pelecehan setiap 5-6 menit bahkan ada yang melaporkan tiap 2 menit [http://pi.library.yorku.ca/ojs/index.php/cws/article/viewFile/9458/8575].
Saudaraku, tidak bisa kita pungkiri bahwa pelecehan seksual berawal dari indra mata, dari mata akan menstimulus syaraf otak kita untuk melakukan hal tersebut.Kejahatan tidak hanya karena keinginan si-pelaku, tapi juga karena ada peluang & kesempatan. Karena itu, Islam jauh2 hari sudah memerintahkan kita untuk menjga pandangan & para wanita membantu laki2 u menjga pandangannya dengan menutup aurat mereka. Alangkah besarnya pahala wanita yang menutup aurat; selain menjaga dirinya dan melaksanakan ajaran agamanya dia jg membantu laki2 dalam menjg pandangannya. Mengutip perkataan salah seorang ketua MUI: “Kalau kita punya ikan, maka hendaklah kita tutupi, kalau tidak ditutupi & dan digondol kucing, maka jangan menyalahkan kucingnya”. Wallahu a’lam
http://pi.library.yorku.ca/ojs/index.php/cws/article/viewFile/9458/8575
Dilarang Pamer Aurat
Di zaman ini wanita-wanita yang berjalan berlenggak-lenggok mengenakan pakaian ketat lagi transparan hingga membentuk lekuk tubuhnya bahkan nyaris telanjang tampaknya sudah bukan lagi menjadi pemandangan yang asing. Pemandangan nggak halal kayak gitu tersedia gratis sepanjang hari dari pagi hingga malam dan di hampir setiap tempat, di jalan-jalan, mall, pasar, bahkan di kampus.
Aku heran, kok mereka ndak malu ya auratnya kelihatan, pakai pakaian serba minim kayak gitu? Atau jangan-jangan sengaja lagi, auratnya dipamer-pamerkan. Hiii…! Rasa malu yang menjadi salah satu ciri agama Islam yang paling jelas dari akhlak-akhlak mulia yang lain ini kayaknya sudah mereka tanggalkan.
Amat disayangkan, karena jauhnya umat Islam dari agamanya dan enggannya mereka mempelajari agamanya menyebabkan mereka terjatuh dari kerendahan kepada kerendahan yang lain dan akan senantiasa jatuh sehingga benar-benar turun di kerak Neraka yang paling bawah.
Malu adalah termasuk dari iman, apabila hilang rasa malu maka akan hilang bersamanya iman. Dari Ibnu Umar Rodliyallohu ‘anhu berkata, “Rosululloh Sholallohu alaihi wassalam bersabda, ‘Rasa malu dan iman, digandengkan bersamaan, maka apabila diangkat salah satunya, hilang yang lain’.” (Hadits Riwayat Al-Hakim)
Ngakunya Muslim, tapi masih memakai rok mini dengan kaos ‘you can see’ yang kelihatan pusarnya. Kalau sudah gitu, nggak ada lagi ciri-ciri keIslaman pada dirinya, sehingga sulit dibedakan mana wanita Muslimah dan mana wanita kafir, karena sama-sama nggak pakai Jilbab.
Kalaupun pakai, yah cuman asal-asalan saja. Padahal yang namanya Jilbab itu harus menutupi seluruh tubuh, tidak transparan, tidak ketat, tidak menyerupai pakaian wanita kafir dan laki-laki, dan tidak terhiasi oleh perhiasan yang menarik perhatian orang lain agar tidak termasuk golongan wanita-wanita yang ber-tabarruj (mempertontonkan) perhiasan.
Aurat adalah perhiasan yang semestinya dijaga dengan baik. Tak sepantasnya dipamer-pamerkan dan diobral dengan murah. Mengobral aurat pada setiap orang, seolah membiarkan barang yang amat berharga dijadikan keroyokan banyak orang. Dengan begitu, status berhargapun berubah menjadi barang yang rendah dan murah, karena setiap orang akan mudah menikmatinya. Itukah yang diinginkan para wanita?
Wahai saudariku, pakailah dan biasakanlah berhijab karena hal itu bisa menjagamu daari fitnah. Hijab dan penutup wajahmu adalah kemuliaan di sisi Alloh Ta’ala serta kebahagiaan bagimu di dunia dan akhirat.
Di dunia, hijab sebagai pertahanan kemuliaan dan kehormatan sedang di akhirat ada pahala yang besar dari Alloh. Coba pikirkan, adakah yang namanya kasus perkosaan itu dilakukan oleh laki-laki hidung belang terhadap wanita yang tertutup seluruh tubuhnya, yang menjalankan sunnah-sunnah Rosululloh Sholallohu alaihi wassalam baik itu dalam berbusana maupun dalam pergaulanya?
Kalaupun ada, pasti jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Tak disangkal bahwa kebanyakan yang terjadi adalah terhadap wanita yang terbuka auratnya sehingga menimbulkan syahwat kaum lelaki yang sudah tak terkendali lagi.
Karena itu, ya Ukhti, janganlah ragu untuk memakai Jilbab yang sesuai syar’i. Berpakaianlah yang sesuai dengan adab-adab yang telah ditetapkan oleh syariat ini. Gunakan kain yang tebal untuk menutupi tubuhmu dan hendaknya tidak berwarna menyolok sehingga mengundang fitnah atau menjadi godaan bagi kaum lelaki. Paling baik adalah Jilbab yang besar dan berwarna gelap.
Tahukah kamu tentang sebuah teknologi kamera tembus pandang? Ya, alat itu dapat memperlihatkan apa yang ada di balik pakaian yang dikenakan seseorang. Kabarnya alat itu tidak akan mampu menembus Jilbab-Jilbab yang besar, tebal, dan berwarna hitam yang dikenakan oleh para Muslimah yang benar-benar konsisten menjalankan syari’at ini.
Apa penyebabnya? Tidak lain karena teknologi ber-inframerah itu sifatnya memang tidak dapat menembus benda yang berwarna hitam. Subhanalloh…inilah indahnya syari’at yang sempurna ini. Tidaklah Alloh dan Rosul-Nya memerintahkan sesuatu kecuali hal itu jelas sekali manfaatnya. Wallohu ta’ala a’lam.
http://akhpaiman.wordpress.com/
Wahai Laki-Laki, Berkhianatnya Orang yang kau Cintai Mungkin karena Dosamu sendiri…!
Disebutkan bahwa dulu di kota Bukhara, terdapat seorang laki-laki pembawa air. Ia biasa mengangkut air ke rumah tukang emas selama tiga puluh tahun. Tukang emas tersebut memiliki seorang istri shalihah yang sangat cantik. Pada suatu hari, lelaki pembawa air datang sebagaimana biasanya, lalu memegang tangannya dengan penuh nafsu.
Ketika suaminya kembali dari pasar, ia bertanya, “Maksiat apa yang telah Engkau lakukan pada hari ini?” Si suami menjawab, “Aku tidak berbuat maksiat apa pun!” Namun, si istri mendesak. Akhirnya si suami mengaku, ia berkata, “Seorang wanita mendatangi tokoku. Ketika itu aku punya gelang, lalu aku sematkan gelang itu di pergelangan tangannya. Akupun terpesona melihat putih lengannya, lalu aku pun mengelusnya.”
Allahu Akbar, teriak si istri. “Inilah hikmah pengkhianatan lelaki pembawa air itu hari ini!” Suaminya berkata, “Wahai istriku, aku benar-benar bertaubat, maafkanlah aku.”
Keesokan harinya, lelaki pembawa air itu pun datang dan berkata, “Wahai nyonya, maafkanlah aku, karena setan menyesatkan diriku.”
Si wanita berkata, “Pergilah!”……….
———————
Beruntunglah si tukang emas itu yang mempunyai istri yang bisa menjaga diri. Namun, yang menjadi catatan penting di sini (wahai saudara-saudaraku), apakah kita menjamin istri-istri kita akan menjaga dirinya sekiranya kita berbuat maksiat kepada-Nya. Ingatlah realita di masyarakat kita, atau di media massa sekarang yang begitu banyak memberitakan perselingkuhan seseorang karena sebab dendam dikhianati pasangannya yang selingkuh. Ingatlah ibrah kisah di atas ketika tukang emas itu merubah sikapnya kepada Allah dengan menyentuh wanita bukan mahramnya, maka Allah merubah sikapNya dengan membiarkan istri tukang emas tersebut disentuh oleh lelaki asing (bukan mahramnya)
Maka, selayaknya kita meneladani salaf kita yang demikian besar perhatiannya terhadap masalah iffah. Ini merupakan nasehat untuk diri penulis dan saudaraku-saudaraku sesama ikhwan. Barangkali di antara pembaca ada yang belum memiliki pasangan hidup. Akan tetapi, hendaknya kita melatih diri kita semenjak sekarang untuk menutup pintu-pintu pengkhianatan terhadap orang yang kita cintai. Bukanlah hal yang dibolehkan jika kita bergaul bebas dengan para wanita dengan alasan kita masih single atau belum menikah. Mungkin kita merasa tidak terikat dengan siapa pun, tetapi ingatlah bahwa Allah melihat kita. Dan ketahuilah bahwa maksiat adalah hutang yang akan kita terima pembayarannya di waktu yang tidak akan kita sangka. Camkanlah perkataan Imam Asy-Syafi’i berikut,
Jagalah kehormatan diri!
Niscaya istri dan anak gadismu akan selalu terjaga.Jauhilah segala sesuatu yang tidak pantas dilakukan seorang muslim.
(karena) Sesungguhnya zina adalah hutang.Jika kamu meminjamnya…
Maka ketahuilah, keluargamu yang bakal menjadi tebusannya
.
Barangsiapa berzina, maka keluarganya akan dizinai.
Jika bukan keluarganya,
Maka dinding rumahnya ‘kan menjadi sasaran.Jika engkau orang yang bijaksana,
Maka camkanlah hal ini.
Untaian Kata Terakhir ‘tuk Saudaraku….
Ikhwan sekalian, selayaknya kita bersyukur kepada Allah yang telah memberikan bimbingan dan hidayahNya kepada kita semua, hingga kita dapat terhindar dari perbuatan maksiat dan dosa. Maka, jika kita merasa peringatan Allah telah sampai pada kita, apakah kita akan menyia-nyiakan nikmat hidayah ini?
http://alashree.wordpress.com/2009/03/09/323/ ,,
ikutilah (Sunnah Rasul) dengan penuh keimanan, jangan membuat bid’ah, patuhilah selalu kepada Allah dan Rasul-Nya, jangan melanggar; junjung tinggilah tauhid dan jangan menyekutukan Dia; sucikanlah Dia senantiasa dan jangan menisbahkan sesuatu keburukan pun kepada-Nya. Pertahankan Kebenaran-Nya dan jangan ragu sedikit pun. Bersabarlah selalu dan jangan menunjukkan ketidaksabaran. Beristiqomahlah; berharaplah kepada-Nya, jangan kesal, tetapi bersabarlah. Bekerjasamalah dalam ketaatan dan jangan berpecah-belah. Saling mencintailah dan jangan saling mendendam. Jauhilah kejahatan dan jangan ternoda olehnya. Percantiklah dirimu dengan ketaatan kepada Tuhanmu; jangan menjauh dari pintu-pintu Tuhanmu; jangan berpaling dari-Nya.
http://www.facebook.com/pages/Al-Ukhuwah-Wal-Ishlah/118924971457368
10 SEBAB KENAPA DOA KITA TIDAK DIKABULKAN
Dikisahkan bahwa suatu hari, Ibrahim bin Ad-ham melintas di pasar Bashrah, lalu orang-orang berkumpul mengerumuninya seraya berkata, “Wahai Abu Ishaq, apa sebab kami selalu berdoa namun tidak pernah dikabulkan.?”
Ia menjawab, “Karena hati kalian telah mati oleh 10 hal:
Pertama, kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-Nya.
Ke-dua, kalian mengaku cinta Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASALLAM tetapi meninggalkan sunnahnya.
Ke-tiga, kalian membaca al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya.
Ke-empat, kalian memakan nikmat-nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala tetapi tidak pernah pandai mensyukurinya.
Ke-lima, kalian mengatakan bahwa syaithan itu adalah musuh kalian tetapi tidak pernah berani menentangnya.
Ke-enam, kalian katakan bahwa surga itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah beramal untuk menggapainya.
Ke-tujuh, kalian katakan bahwa neraka itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak mau lari darinya.
Ke-delapan, kalian katakan bahwa kematian itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah menyiapkan diri untuknya.
Ke-sembilan, kalian bangun dari tidur lantas sibuk memperbincangkan aib orang lain tetapi lupa dengan aib sendiri.
Ke-sepuluh, kalian kubur orang-orang yang meninggal dunia di kalangan kalian tetapi tidak pernah mengambil pelajaran dari mereka.”
(SUMBER: Mi’ah Qishshah Wa Qishshah Fii Aniis ash-Shaalihiin Wa Samiir al-Muttaqiin karya Muhammad Amin al-Jundi, Juz.II, hal.94)
Haruskah Menolak Bila Dilamar Pegawai Bank
Pertanyaan, “Ada seorang laki-laki yang rajin shalat dan berakhlak mulia yang melamarku. Namun sayangnya, dia bekerja sebagai akuntan di bank ribawi. Sebaiknya, lamarannya kuterima ataukah tidak?”
Jawaban, “Tidak boleh bekerja di bank ribawi secara mutlak, baik sebagai akuntan atau pun bagian lainnya karena bekerja di bank ribawi itu termasuk tolong-menolong dalam dosa dan maksiat. Bekerja di bagian pencatatan atau pembukuan di bank ribawi itu dosanya lebih besar daripada yang bekerja pada bagian yang tidak mendukung transaksi riba secara langsung.
عَنْ جَابِرٍ رضي الله عنه قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ . وَقَالَ : هُمْ سَوَاءٌ
Dari Jabir; dia berkata, ‘Rasulullah melaknat pemakan riba, nasabah riba, juru catat, dan dua saksi transaksi riba. Rasulullah bersabda, ‘Mereka semua itu sama.” (Hr. Muslim, no. 1598)
Harta yang didapatkan dari pekerjaan semacam ini adalah harta yang haram. Oleh karena itu, kami sarankan agar Anda menolak lamaran laki-laki tersebut karena menerimanya berdampak pada makanan, minuman, dan nafkah yang Anda dapatkan yang berasal dari harta haram.
أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لا يَقْبَلُ إِلا طَيِّبًا ، وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ ،
Nabi bersabda, ‘Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu Mahabaik dan tidak menerima kecuali yang baik-baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang beriman dengan semisal perintah yang Allah berikan kepada para rasul.’
فَقَالَ : يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنْ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
Nabi lalu mengutip firman Allah (yang artinya), ‘Wahai para rasul, makanlah makanan yang halal dan kerjakanlah amal saleh. Sungguh, Aku mengetahui semua perbuatan kalian.’ (Qs. Al-Mukminun:51)
وَقَالَ : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ
Dan firman Allah (yang artinya), ‘Wahai orang-orang yang beriman, makanlah makanan halal yang Kami karuniakan kepada kalian.’ (Qs. Al-Baqarah:172)
ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ ، وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ
Kemudian, beliau menyebutkan adanya seseorang yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya acak-acakan, pakaiannya berdebu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke arah atas untuk berdoa, sambil mengucapkan, ‘Ya Rabbi … ya Rabbi ….’ Padahal, makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dia diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan? (Hr. Muslim, no. 1015)
Ibnu Rajab mengatakan bahwa makanan, minuman, pakaian, dan diberi makan dengan makanan yang halal adalah penyebab dikabulkannya doa.
وقال صلى الله عليه وسلم : كل جسد نبت من سحت فالنار أولى به
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Setiap jasad yang tumbuh dari makanan yang haram, nerakalah yang lebih pantas baginya.’ (Hr. Thabrani dan Abu Nuaim dari Abu Bakr, dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’, no. 4519)
Kami doakan agar Allah memberikan kepada Anda suami yang saleh serta rezeki yang halal penuh berkah.”
Sumber: http://www.alsalafway.com/cms/fatwa.php?action=fatwa&id=331
Artikel http://www.PengusahaMuslim.com
DIMANAKAH ALLAH?
Allah berada di atas langit, diantara dalilnya adalah hadits dalam kitab Shahih Muslim:
“Seorang shahabat Nabi yang bernama Mu’awiyah Bin Hakam As-Sulamy radhiyallahu ‘anhu, dia memiliki seorang budak wanita yang ingin dia merdekakan, akan tetapi sebelum dia dimerdekakan oleh Mu’awiyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajukan dua pertanyaan kepada budak wanitanya tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya, “Di mana Allah ?” Lalu dijawab oleh budak wanita itu, “(Allah itu) di langit”, lalu Nabi bertanya lagi, “Siapa saya ini?”, dijawab oleh budak wanita itu, “Engkau adalah Rasulullah.” Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda, “Merdekakan dia, karena dia seorang mukminah (yang beriman dan beraqidah secara benar)”.
Penjelasan tentang istiwa’ (bersemayam) Allah di atas ‘Arsy di langit-Nya telah ditegas-kan oleh Allah sendiri di tujuh tempat dalam Al-Qur’an; (1) S. Thaha ayat 5, (2) S. Al-A’raf ayat 54, (3) S. Yunus ayat 3, (4) S. Ar-Ra’du ayat 2, (5) S. Al-Furqon ayat 59, (6) S. As-Sajdah ayat 4 dan (7) S. Al-Hadid ayat 4.
“Ustadz, bolehkah aku minta mati saja, karena aku terus menerus dalam kesusahan?
Jangan pernah putus asa kecuali orang kafir (QS12:87), HIDUP ini UJIAN, (QS2:155) Semua telah ALLAH putuskan dengan RAHMAT, ILMU dan KEBIJAKKANNYA. Kan juga tidak lama didunia ini, apa susahnya susah sebentar, INGAT kalau susah didunia ini bukan susah sebenarnya, demikian pula senang bukan senang sebenarnya, SUSAH SEBENARNYA SU’UL KHOTIMAH, SIKSA KUBUR dan NERAKA!.”
K. H. Muhammad Arifin Ilham—
================================
Ustadz, wirid apa yang kubaca agar aku keluar dari kesulitan rizki?
Setelah terus sabar berIKHTIAR, berDOA, TAWAKKAL, BAIK SANGKA, dan OPTIMIS maka PERHEBAT ISTIGFAR! Coba buka surah Nuh ayat 10 -13, dengan istigfar, ALLAH bukakan RIZKI yang berLIMPAH BERKAH. “Barang siapa membiasakan istigfar, ALLAH mudahkan saat sulit, ALLAH tunjukkan jalan keluar dari masalahnya, dan ALLAH beri RIZKI dari JALAN YANG TIDAK DISANGKA”.
K. H. Muhammad Arifin Ilham—
================================
Janganlah pedihkan hatimu dengan penyesalan masa lalumu, dan janganlah kerdilkan hatimu dengan kekhawatiran mengenai ketidak-pastian masa depanmu, sehingga engkau lalai untuk mensyukuri hari ini.
Syukurilah hari ini, sebagai kesempatan untuk membayar hutang-hutang kebaikan yang kau lalaikan di masa lalu, menggunakan kesalahan masa lalu untuk meluruskan jalanmu hari ini, dan membesarkan hakmu untuk hidup damai dan sejahtera di masa depan.
Hari ini, hiduplah dengan sebaik-baiknya.
================================
Lelaki terindah di mata wanita bukanlah yang paling tampan, melainkan yang bisa membuat Sang Hawa merasa tercantik di dunia. Lelaki tergagah di hati wanita bukanlah yang paling kekar, melainkan yang mampu mendengarkan & mengerti curahan hatinya. Lelaki terkaya di angan wanita bukanlah yang terbanyak hartanya, melainkan dia yang penuh syukur pada Tuhannya, berjuang bagi keluarga.
================================
Sahabat adalah cerminan diri kita
Menopang di saat sulit , Menghadirkan senyuman saat kita berduka
Menguatkan saat kita lemah , Mengingatkan ketika kita salah
Menghibur saat kita berduka, Memberi motivasi agar kita bangkit ketika terpuruk
Dia tak slalu meng-iyakan perkataan ataupun membenarkan perilaku kita
Tapi dia selalu memberi masukan yg membangun agar kita mjd lbh baik..
Subhanallah indahnya ukhuwah karena ALLAH..
Semoga ALLAH eratkan ukhuwah ini
♥ nitha
================================
….Betapa besar pengaruh teman dalam kehidupan seseorang. Teman bisa mengangkat kehormatan dan kemulian. Tapi teman dapat pula menjadi sebab kehancuran dan kehinaan….
….Carilah teman yang setiap kata, perbuatan dan penampilannya senantiasa mengajak kita menuju kebaikan dan perbuatan baik. Jika tidak, pilihlah teman yang dapat mencegah dari berbuat maksiat dan mengajak ke perbuatan baik….
================================
Sebaik-baik teman adalah, yang menjadikanmu ingat kepada Allah dengan melihatnya. Kata-katanya, menambah amal-amal shalihmu. Dan amal ibadahnya, menjadikanmu semakin cinta kepada akhirat.”
Pangkal dari segala kemaksiatan adalah ridha terhadap nafsu. Bersahabat dengan orang bodoh yang tidak memperturutkan nafsunya adalah lebih baik bagimu dari pada bersahabat dengan orang pintar yang memperturutkan hawa nafsunya.” [voa-islam.com]
===========================
Hawa Nafsu itu bagaikan anak kecil, jika dibiasakan tuk kebaikan maka ia akan terbiasa dgnnya. Tapi jika dibiasakan tuk kejelekan, maka ia akan terbiasa dgn kejelekan pula.
http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/
==========================
Seseorang bertanya: “kepada siapa kami harus bergaul, wahai Syaikh?”
Sufyan Ats Tsauri menjawab: “Dengan orang-orang yang senantiasa mengingatkanmu untuk berdzikir kepada Allah, dengan orang-orang yang membuatmu gemar beramal untuk akhirat. Dan, dengan orang-orang yang akan menambah ilmumu ketika kamu berbicara kepadanya.”
=====================
Fudhail bin Iyadh (wafat skitar tahun 190 hijriyah) dalam nasehatnya :
“Wahai orang yang sengsara, kamu orang jahat tetapi menganggap dirimu baik. Kamu orang bodoh tetapi menganggap dirimu pintar. Kamu tolol, tetapi menganggap dirimu cerdik. Umurmu pendek, tetapi angan-anganmu panjang”
http://www.facebook.com/profile.php?id=100000900261931
=====================
Imam Ahmad Rahimahullah Berkata:
”Takkan Pernah Bahagia Orang Yg Suka Berdebat, Dan Tidaklah Engkau Menjumpai Seorang Yg Suka Berdebat,Kecuali Dihatinya Tersimpan Sebuah Penyakit.”
http://www.facebook.com/pages/Izinkan-Aku-Menikah-Tanpa-Pacaran/124803064261837
===========================
Islam memuliakan wanita, Tak mengizinkan sembarang pria menyentuhnya.. Tak dibenarkan berpacaran agar tak mudah dipermainkan.. Di wajibkan menjaga auratnya agar terhindar dr pelecehan.. Namun pada kenyataannya, banyak muslimah yg lebih memilih sembarangan disentuh, sembarangan mengumbar nafsu cinta, dan sembarangan mengumbar auratnya… Bahagiakah?
http://www.facebook.com/pages/Izinkan-Aku-Menikah-Tanpa-Pacaran/124803064261837
===========================
Alkisah Seorang Inggris dtg ke seorang Syaikh & bertanya, “Kenapa dlm ISLAM wanita tdk boleh jabat tangan dgn pria?”
Syaikh mnjawab, “Bisakah kamu berjbat tangan dg Ratu Elizabeth?”
Si Inggris mnjawab, “Oh tentu tdk bisa! Cuma orang-orang tertentu saja yg bisa berjabat tangan dgn Ratu.”
Syaikh trsenyum & brkata, “Wanita-wanita kami (kaum muslimin) adalah para Ratu & Ratu tdk boleh berjabat tangan dg sembarang pria (bkn muhrim).”
=========================
Jika lelaki yg mencintaimu datang mengajakmu PACARAN, itu artinya lelaki itu belum bisa bertanggung jawab dgnmu karena dia masih kecil..
tapi, Jika lelaki yg mencintaimu datang mengajakmu MENIKAH, itu artinya dia bersedia menjagamu selama hidupnya dan inilah yg disebut lelaki dewasa dan bertanggung jawab
http://www.facebook.com/pages/Izinkan-Aku-Menikah-Tanpa-Pacaran/124803064261837
=========================
Orang Shaleh itu bukan orang yang pandai ngaji.. bukan yang pandai teori.. bukan yang suka pakai sarung dan peci.. bukan yang terlihat berilmu tinggi.. Tetapi, orang yang shaleh adalah seorang lelaki yang selalu berusaha mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi Larangan-Nya.. dialah lelaki yang baik akhlaknya.. baik agamanya.
http://www.facebook.com/pages/SMS-Dakwah-Al-Hijaz/170884229609580