Alih Bahasa: Roni Nuryusmansyah
Dari kitab: Shuwarun Khowaathiru, karya Syaikh ‘Ali ath-Thonthowy
Ambillah sebuah pena dan kertas, lalu berusahalah menulis semua nama teman-temanmu, wahai remaja.
Kemudian, bagilah mereka ke dalam beberapa kelompok.; kamu akan mengetahui siapa dari mereka yang bukan teman sejatimu.
Ada juga dari mereka teman yang kamu temui tiap harinya, baik di dalam mobil ataupun di dalam bus, yang memberimu salam dan kamupun memberinya salam.
Ada juga dari mereka teman kerjamu yang dapat kamu lihat mejanya terletak tepat di samping mejamu.
Apabila kamu menginginkan keadaan yang dapat mengumpulkan pertemanan yang baik dan perbuatan yang dapat memperbaiki semua urusanmu, maka tulislah semua nama teman-temanmu.
Lalu lihatlah setiap orang dari mereka:
Apakah dia baik terhadap dirinya atau tidak?
Apakah dia tulus terhadap teman-temannya atau dia hanya mementingkan dirinya sendiri?
Apakah dia membuat siapa yang berada di dekatnya menjadi senang atau dia malah suka mengganggu?
Jika kamu telah melakukan hal tersebut, maka kamu akan mendapati teman-temanmu bermacam-macam:
- Kamu mengenalnya sebagai teman yang gemar sholat, berpuasa, dan dia memiliki sifat-sifat orang yang bertakwa dan orang yang sholeh. Namun, dia menjadikan semua itu sebagai tangga untuk meraih dunia dan sebagai jaring untuk meraih harta. Maka kamu akan mengetahui bahwa hakikatnya dia mendustakan apa yang dia tampakkan. Apabila dia berjanji denganmu, dia akan mengkhianatimu. Apabila dia bermuamalah denganmu, maka dia akan menipumu.
- Kamu mengenalnya sebagai teman yang baik pergaulannya dan dapat dipercaya. Akan tetapi dia tidak sholat, dia tidak berpuasa, dan dia pun tidak memiliki apa-apa dari agamanya melainkan hanya sekedar nama. Maka ketahuilah, ia hanya akan merusak agamamu!
- Kamu mengenalnya sebagai teman yang sholeh dan gemar beribadah. Ia juga teman bergaul yang dapat dipercaya. Namun dia adalah budak syahwat. Tidaklah dia berucap melainkan mengenai syahwat. Maka ia hanya akan mengganggumu dan membuang kecintaanmu sehingga padam tak berbekas.
- Kamu mengenalnya sebagai teman yang baik terhadap dirinya sendiri dan terpercaya dalam pergaulannya. Akan tetapi dia tidak bermanfaat untuk temannya dan dia tidak gemar menolong orang lain.
- Kamu mengenalnya sebagai teman yang suka membantu dan memudahkan urusan temannya. Namun dia tidak peduli pertolongan tersebut dia berikan dengan mengorbankan agamanya. Dia mengkhianati amanatnya lantaran hal tersebut. Sehingga dia akan menarik tanganmu dan membawamu bersamanya ke dalam neraka Jahannam.
- Kamu mengenalnya sebagai teman yang taat beragama, gemar menolong teman-temannya dan menjaga batasan-batasan Allah Ta’ala. Akan tetapi dia tidak mengetahui cara bergaul yang baik.
- Kamu mengenalnya sebagai teman yang bodoh dan suka berbuat jelek.
- Kamu mengenalnya sebagai teman yang memuliakanmu nasabmu dan pekerjaanmu. Maka dia akan menjadikanmu perhiasan di dalam hidupnya, atau alat untuk masa depannya. Kamu di sisinya tidak lain hanyalah sebuah perhiasan dinding.
- Kamu mengenalnya sebagai teman yang sholeh, terpercaya dalam pergaulannya, jujur dalam berkata, bermanfaat untuk temannya, dan membahagiakan orang di sekitarnya. Maka pilihlah ia!
Ringkasnya, teman itu terbagi menjadi lima;
Ada teman seperti udara, kita tidak pernah merasa cukup bersamanya dan selalu membutuhkannya.
Ada teman seperti makanan, kita tidak dapat hidup dengannya. Terkadang rasanya enak namun adakalanya sulit dicerna.
Ada teman seperti obat yang pahit dan tidak enak, namun kita harus bersamanya dalam beberapa keadaan.
Ada teman seperti khamr (minuman keras), lezat meminumnya namun dia merusak kesehatan dan kehormatan.
Dan ada teman seperti penyakit.
Adapun teman yang seperti udara, maka dia bermanfaat bagi agama dan duniamu.
Adapun teman yang seperti makanan, maka dia bermanfaat bagi agama dan duniamu. Namun terkadang dia menyakiti hatimu dengan kekasarannya dan kejelekan tingkah lakunya.
Adapun teman yang seperti obat, maka kamu membutuhkannya dan dia bermanfaat bagimu. Meskipun begitu, kamu tidak meridhoi agamanya dan pertemananmu dengannya membuatmu merasa tidak nyaman.
Adapun teman yang seperti khamr, maka dia memberikanmu berbagai kenikmatan dan semua hal yang kamu sukai. Akan tetapi, dia merusak akhlakmu dan membinasakan akhiratmu.
Adapun teman yang seperti penyakit, maka dia tidak memberikan secuil manfaat pun darimu baik untuk dunia maupun agamamu. Dia tidak membuatmu senang tatkala bergaul bersamanya maupun berbicara dengannya.
Wajib bagimu untuk menjadikan agama sebagai tolak ukur dan ridho Allah sebagai timbangan.
Maka siapapun yang bermanfaat untuk agamamu, berpegang teguhlah dengannya, melainkan jika dia bukan termasuk orang yang berteman denganmu.
Dan siapapun yang tidak membuatmu senang, maka jauhilah dia, kecuali jika kamu terpaksa berteman dengannya. Karena ini perkara yang darurat, maka bertemanlah dengannya tanpa melampaui batas.
Adapun teman yang tidak membahayakan agamamu dan juga tidak memberikan manfaat untuk duniamu, namun dia cerdas dan menyenangkan, maka cukuplah untukmu menikmati kecerdasannya. Jangan sampai pertemananmu bersamanya mencegahmu dari kewajiban dan mengajakmu berjalan bersamanya menuju kelalaian dan dosa.
Penulis : Roni Nuryusmansyah
*) Bisa antum lihat artikel ini di blog setetes ilmu –www.ahnaf27.wordpress.com-
http://n1tn1x.wordpress.com/2011/03/15/kasta-pertemanan/
Filed under: love is cinta 085729955346



10 Hal yang membuat Doa tidak terkabul
1.Kamu mengenal Allah, tapi kamu tidak melaksanakan hak-Nya.
2.Kamu membaca kitab Allah, tapi kamu tidak pernah mengamalkannya.
3.Kamu tahu bahwa iblis adalah musuh, tapi kamu tetap mengikutinya perintahnya.
4.Kamu menyatakan cinta kepada Rasullullah SAW, tapi kamu meninggalkan sunnahnya.
5.Kamu menyatakan ingin masuk surga, tapi kamu tidak pernah mengamalkan amalan ahli surga.
6.Kamu mengaku takut masuk neraka. tapi kamu tetap berbuat dosa.
7.Kamu tahu kematian pasti datang, tapi kamu tidak pernah melakukan persiapan untuk mati.
8.Kamu selalu memperhatikan kesalahan orang lain, tapi kamu tidak memperhatikan kesalahan kesalahanmu sendiri.
9.Kamu senang memakan rizqi dari Allah, tapi kamu tidak pernah bersyukur pada-Nya.
10.Kamu sering mengantar jenazah ke kubur, tapi kamu tidak mau mengmbil pelajaran darinya.
=======================
Jika ada yang bertanya, “Aku sudah seringkali berdo’a, namun mengapa impianku belum tercapai juga?” Kami bisa memberi jawaban sebagai berikut:
Pertama: Do’a boleh jadi terkabul, namun kita saja yang tidak mengetahui bentuk terkabulnya. Terkabulnya do’a bisa jadi dengan dipalingkan dari kejelekan dari do’a yang kita minta. Dan boleh jadi Allah simpan terkabulnya do’a tadi di akhirat kelak. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad, dari Abu Sa’id; derajat hasan)
Contohnya seseorang berdo’a, “Allahummar-zuqnii, Allahummar-zuqnii” (Ya Allah, berilah aku rizki. Ya Allah, berilah aku rizki). Boleh jadi do’a tersebut, Allah kabulkan segera atau diakhirkan. Allah Ta’ala Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba tersebut. Bahkan boleh jadi pula, Allah simpan do’a tersebut untuk meninggikan derajatnya di surga. Ini tentu saja lebih tinggi dari kebahagiaan di dunia. Kebahagiaan di akhirat kelak tentu jauh berbeda dari kebahagiaan di dunia. Malik bin Dinar mengatakan,
“Seandainya dunia adalah emas yang akan fana, dan akhirat adalah tembikar yang kekal abadi, maka tentu saja seseorang wajib memilih sesuatu yang kekal abadi (yaitu tembikar) daripada emas yang nanti akan fana. Lalu bagaimana lagi jika akhirat itu adalah emas yang akan kekal abadi dan dunia adalah tembikar yang akan fana?”[5]
Kedua: Terkabulnya do’a boleh jadi diakhirkan agar seseorang tetap giat dan bersemangat dalam berdo’a. Ketika ia giat berdo’a, maka ia pun akan mendapatkan ketinggian derajat di akhirat kelak. Cobalah kita perhatikan apa yang terjadi pada para Nabi ‘alaihimush sholaatu wa salaam. Mereka terus saja berdo’a dan memperbanyak do’a, namun terkabulnya do’a mereka diakhirkan agar mereka tetap semangat dalam berdo’a. Di antara contohnya adalah Nabi Ayyub ‘alaihis salam yang diberi cobaan penyakit selama 18 tahun sehingga ia pun dijauhi kerabat dan yang lainnya. Namun ia tetap terus berdo’a dan berdo’a. Allah pun memujinya karena kesabarannya tersebut,
“Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya).” (QS. Shaad: 44)[6]
Ketiga: Boleh jadi do’a tersebut sulit terkabul karena beberapa faktor penghalang. Di antara faktor penghalang adalah seseorang mengangkat tangan ke langit, namun ia sering mengkonsumsi makanan, minuman dan menggunakan pakaian yang haram atau diperoleh dari hasil yang haram (sebagaimana disebut dalam hadits riwayat Muslim no. 1015, dari Abu Hurairah). Inilah yang membuat do’a seseorang sulit terkabul. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita rajin mengintrospeksi diri, siapa tahu do’a kita tidak kunjung terkabul karena sebab mengkonsumsi yang haram.
http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2951-di-saat-impian-belum-terwujud.html
http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2951-di-saat-impian-belum-terwujud.html
10 KIAT TEGAR MENGHADAPI COBAAN
Mengarungi kehidupan pasti seseorang akan mengalami pasang surut. Kadang seseorang mendapatkan nikmat dan kadang pula mendapatkan musibah atau cobaan. Semuanya datang silih berganti. Kewajiban kita adalah bersabar ketika mendapati musibah dan bersyukur ketika mendapatkan nikmat Allah. Berikut adalah beberapa kiat yang bisa memudahkan seseorang dalam menghadapi setiap ujian dan cobaan.
Pertama: Mengimani takdir ilahi
Setiap menghadapi cobaan hendaklah seseorang tahu bahwa setiap yang Allah takdirkan sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi pastilah terjadi.
Beriman kepada takdir, inilah landasan kebaikan dan akan membuat seseorang semakin ridho dengan setiap cobaan. Ibnul Qayyim mengatakan, “Landasan setiap kebaikan adalah jika engkau tahu bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti terjadi dan setiap yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi.” [2]
Kedua: Yakinlah, ada hikmah di balik cobaan
Hendaklah setiap mukmin mengimani bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti ada hikmah di balik itu semua, baik hikmah tersebut kita ketahui atau tidak kita ketahui.
Ketiga: Ingatlah bahwa musibah yang kita hadapi belum seberapa
Ingatlah bahwa Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam sering mendapatkan cobaan sampai dicaci, dicemooh dan disiksa oleh orang-orang musyrik dengan berbagai cara. Kalau kita mengingat musibah yang menimpa beliau, maka tentu kita akan merasa ringan menghadapi musibah kita sendiri karena musibah kita dibanding beliau tidaklah seberapa.
Keempat: Ketahuilah bahwa semakin kuat iman, memang akan semakin diuji
Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,
“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”[6]
Kelima: Yakinlah, di balik kesulitan ada kemudahan
Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)
Keenam: Hadapilah cobaan dengan bersabar
‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu mengatakan,
“Sabar dan iman adalah bagaikan kepala pada jasad manusia. Oleh karenanya, tidak beriman (dengan iman yang sempurna), jika seseorang tidak memiliki kesabaran.”[8]
Yang dimaksud dengan bersabar adalah menahan hati dan lisan dari berkeluh kesah serta menahan anggota badan dari perilaku emosional seperti menampar pipi dan merobek baju.[9]
Ketujuh: Bersabarlah di awal musibah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى
“Yang namanya sabar seharusnya dimulai ketika awal ditimpa musibah.”[10] Itulah sabar yang sebenarnya. Sabar yang sebenarnya bukanlah ketika telah mengeluh lebih dulu di awal musibah.
Kedelapan: Yakinlah bahwa pahala sabar begitu besar
Ingatlah janji Allah,
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10). Al Auza’i mengatakan, “Pahala bagi orang yang bersabar tidak bisa ditakar dan ditimbang. Mereka benar-benar akan mendapatkan ketinggian derajat.” As Sudi mengatakan, “Balasan orang yang bersabar adalah surga.”[11]
Kesembilan: Ucapkanlah “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un …”
Kesepuluh: Introspeksi diri
Musibah dan cobaan boleh jadi disebabkan dosa-dosa yang pernah kita perbuat baik itu kesyirikan, bid’ah, dosa besar dan maksiat lainnya. Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS. Asy Syura: 30). Maksudnya adalah karena sebab dosa-dosa yang dulu pernah diperbuat.[13] Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Akan disegerakan siksaan bagi orang-orang beriman di dunia disebabkan dosa-dosa yang mereka perbuat, dan dengan itu mereka tidak disiksa (atau diperingan siksanya) di akhirat.”[14]
Semoga kiat-kiat ini semakin meneguhkan kita dalam menghadapi setiap cobaan dan ujian dari Allah.
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel http://rumaysho.com/
Diselesaikan di Pangukan-Sleman, 25 Shofar 1431 H
ARTIKEL SELENGKAPNYA ADA DI: http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2905-10-kiat-tegar-menghadapi-cobaan.html
Islam memuliakan wanita, Tak mengizinkan sembarang pria menyentuhnya.. Tak dibenarkan berpacaran agar tak mudah dipermainkan.. Di wajibkan menjaga auratnya agar terhindar dr pelecehan.. Namun pada kenyataannya, banyak muslimah yg lebih memilih sembarangan disentuh, sembarangan mengumbar nafsu cinta, dan sembarangan mengumbar auratnya… Bahagiakah?
http://www.facebook.com/pages/Izinkan-Aku-Menikah-Tanpa-Pacaran/124803064261837
===========================
Alkisah Seorang Inggris dtg ke seorang Syaikh & bertanya, “Kenapa dlm ISLAM wanita tdk boleh jabat tangan dgn pria?”
Syaikh mnjawab, “Bisakah kamu berjbat tangan dg Ratu Elizabeth?”
Si Inggris mnjawab, “Oh tentu tdk bisa! Cuma orang-orang tertentu saja yg bisa berjabat tangan dgn Ratu.”
Syaikh trsenyum & brkata, “Wanita-wanita kami (kaum muslimin) adalah para Ratu & Ratu tdk boleh berjabat tangan dg sembarang pria (bkn muhrim).”
Telah berkata ‘Aisyah:
“Tidak pernah sekali-kali Rasulullah Saw menyentuh tangan seorang wanita yang tidak halal baginya.” [HR. Bukhari dan Muslim].
sabda Rasulullah Saw:
“Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita.” [HR. Malik, at-Tirmidzi dan an-Nasa’i].
“Ditikam seseorang dari kalian dikepalanya dengan jarum dari besi, itu lebih baik dari pada menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya.” [HR. ath-Thabrani].
Ulama Muhammadiyah, Persis dan Al Irsyad menghukumi terlarang bersalaman, menyentuh/berjabat tangan antara pria dan wanita selain mahram. Ulama NU juga tetap pada pendiriannya bahwa sentuhan laki-laki dengan perempuan lain (bukan muhrim/mahramnya) adalah haram hukumnya. (silahkan dilihat buku : Tradisi Orang-orang NU hal. 332)
http://abuyahya8211.wordpress.com/2011/04/07/hukum-berjabat-tangan-dengan-wanita-atau-laki-laki-yang-bukan-mahram/
‘Abdullah bin Mubarak berkata ,
Kulihat dosa-dosa itu mematikan hati,
Membiasakannya mengakibatkan kehinaan,
Meninggalkannya adalah kehidupan bagi hati,
Selalu menjauhinya adalah yang terbaik bagimu
“Teman terbaik di sisi Allah adalah mereka yang terbaik dalam berinteraksi dengan temannya. Dan tetangga terbaik di sisi Allah adalah mereka yang terbaik dalam berinteraksi dengan tetangganya.” (Shahih) Lihat Ash Shahihah (103): [At Tirmidzi: 25-Kitab Al Birr wash Shilah, 28-Bab Maa Jaa-a fi Haqqil Jaar]
Nasehat Abu Hazim Salamah bin Dinar yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman no 6500 beliau berkata, “Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagiamana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu, dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu, sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga)”.
Sedih dengan masa lalu? Khawatir dengan masa depan? Ini solusinya, “Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, Maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah: 274)
http://www.facebook.com/pengusahamuslim
Maksiat: Sebab Segala Urusan Menjadi Sulit
“… dan di antara dampak maksiat adalah dipersulitnya segala urusan dirinya. Maka, Tidaklah pelaku maksiat melakukan suatu urusan, melainkan dia akan menemui berbagai kesulitan dan jalan buntu dalam menyelesaikannya. Demikianlah yang terjadi. Jika ada orang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan mempermudah urusannya. Begitu pula sebaliknya, jika ada yang mengabaikan takwa, niscaya Allah akan membuat urusannya menjadi sulit.
Alangkah mrngherankan. Bagaimana mungkin seorang hamba mendapati pintu-pintu kebaikan dan kemaslahatan tertutup serta jalan-jalannya menjadi sulit, tetapi dia tidak mengetahui dari mana asalnya?
Nasehat Ibnul Qayyim Al-Jauziyah
“….menundukkan pandangan membuat hati terfokus untuk berpikir mengenai kemaslahatan dan menyibukkan diri dengannya. Sedangkan mengumbar pandangan justru akan melupakan sekaligus menghalangi hal ini . Urusan yang bersangkutan pun kacau balau karenanya. Ia terjatuh dalam kelalaian dari berdzikir kepada Rabb-Nya disebabkan selalu menuruti hawa nafsu.
Allah ta’ala berfirman,
وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا
“… Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.”
(Q.S. Al-Kahfi: 28).
Mengumbar pandangan menyebabkan terjadinya tiga perkara di atas sesuai dengan tingkatannya.”*
* Jawaabul Kaafi (Ad-Daa`u wad Dawaa`), Ibnul Qayyim, Darul Kutub Al-Ilmiyah Beirut, hal: hal. 127. B
“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, janganlah sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil” (Q.S. Al-Isra`: 23-24).
Tipe Laki-Laki yang Harus Dijauhi Wanita…
* Saudariku, jauhilah jenis laki-laki seperti ini:
1. Laki-laki banci yang meniru-niru perempuan.
2. Laki-laki yang akan menikahimu semata-mata karena kecantikanmu, karena jika ia melihat wanita yang lebih cantik darimu, ia akan meninggalkanmu dan mengalihkan dirinya pada wanita yang lebih cantik tersebut.
3. Laki-laki peminum khamr, pengguna obat bius dan penikmat rokok.
4. Laki-laki yang pekerjaannya adalah penata rambut wanita.
5. Pemakan harta riba, yang bermuamalah dengan transaksi ribawi.
6. Laki-laki yang meninggalkan shalat.
7. Laki-laki yang mau menerima suap.
8. Laki-laki yang bakhil (pelit).
9. Jauhilah pula laki-laki yang tidak punya rasa cemburu, yang hanya akan menempatkan hal-hal yang “kotor” di rumah keluarganya, dan membiarkan pula keluarganya tersebut berpenampilan memalukan. Ia pun akan mendatangimu dengan dengan membawa benda-benda yang sia-sia, alat-alat musik, kerjaannya hanya menonton televisi dan video. Yang muncul dari laki-laki ini hanyalah hal yang membuat dahi berkerut.
10. Laki-laki quburi (penyembah kubur). Ia akan mengelilingi kuburan, bertawasul dengannya, meminta sesuatu kepada kuburan tersebut, bernadzar dengannya, dan ia pun suka bepergian ke tempat-tempat maulid.
11. Laki-laki Penjual benda-benda yang memabukkan, mulai dari khamr, obat bius, dan rokok. Ia pun bergaul dengan para penjual arak.
12. Laki-laki yang bekerja di hotel-hotel para turis, yang menyediakan daging babi dan minuman keras.
13. Laki-laki ahli magis dan penyihir, yang mengobati manusia atas nama pengobatan Qur’ani. Ia memberi mereka jimat-jimat, benda tolak bala’, dan memberikan pekerjaan kepada manusia dengan sihirnya itu.
===========
Diterjemahkan dari pasal واحذري هذا النوع من الرجال kitab من تخترين, karya الشيخ ندا أبو أحمد .
Rabu, 12 Shafar 1431 / 27 januari 2010 M
Menjelang Maghrib di Masjid Al-‘Ashri
Abu Muhammad Al-‘Ashri
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك
ونسألكم الدعاء
http://alashree.wordpress.com/2010/01/27/laki-yg-diblacklist/
KRITERIA PRIA IDAMAN
” Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kamu kepada Alloh Ta’ala dan katakanlah perkataan yang benar “. (Q.S. Al-Ahdzhab: 70).
” Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) Kebaikan dan Taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran “. (Q.S. Al-Maidah:2).
### Pria (Ikhwan) Idaman Umat Islam Adalah Pria (Ikhwan) yang :
€ Bertauhidnya benar (Shohiihul ‘Tauhid).
€ Berbakti kepada orang tua (Birrul Walidain).
€ Aqidahnya bersih (Saliimul ‘Aqidah).
€ Akhlaknya solid (Matiinul Khulqi).
€ Ibadahnya benar (Shohiihul ‘Ibaadah).
€ Pikirannya intelek (Mutsaqqoful Fikri).
€ Tubuhnya sehat dan kuat (Qowiyyul Jismi).
€ Jiwanya bersungguh-sungguh (Mujaahadatun nafsi).
€ Mampu berusaha mencari nafkah (Qaadirun ‘Alal Kasbi).
€ Efisien dalam memanfaatkan waktu (Haarisun ‘Alal Wakii).
€ Bermanfaat bagi orang lain (Naafi’un Lighoirihi).
€ Selalu menghindari perkara yang samar-samar (Ib’aadun ‘Anisy Syubuhat).
€ Senantiasa menjaga dan memelihara lidah & mulut (Hifdzul Lisaan Wal ‘Ghibah).
€ Selalu Istiqomah dalam kebenaran (Istiqoomatun Filhaqqi).
€ Senantiasa menundukkan pandangan dan memelihara kehormatan (Aghoddhul Bashor Wahifdzul Hurmat).
€ lemah lembut dan suka memaafkan (Latiifun Wahubbul ‘Afwa).
€ Benar, Jujur dan Tegas (Al-Haq, Al-Amanah, – Wasyaja’ah).
€ Selalu yakin dalam tindakan (Mutayaqqinun Fil’ Amal).
€ Rendah hati (Tawadhu’).
€ Berpikir positif dan membangun (Al-Fikru Wal-Bina’).
€ Senatiasa siap menolong (Mutanaashirun Lighoirihi).
€ Bersikap keras terhadap orang kafir (Asyidda’u ‘Alal Kuffar).
” Dan perumpamaan mukmin itu seperti lebah, Ia hinggap di tempat yang baik dan memakan yang baik tetapi tidak merusak “. (HSR. Imam Thabrani),
” Tuhanmu mengagumi Remaja yang tak mengikuti hawa nafsyunya serta menyeleweng dari jalan yang benar “. (HSR. Imam Ahmad).
Created by: Abu Hanifah alBantani ,,,,
Allah ta’ala berfirman (artinya): “Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19)
Allah ta’ala juga berfirman (artinya): “Dan barang siapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan pernah diterima darinya dan di akhirat nanti dia akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Ali ‘Imran: 85).
JADI BAGI SEORANG MUSLIM WAJIB MEYAKINI BAHWA HANYA ISLAM AGAMA YANG BENAR. (HARAM MENGATAKAN SEMUA AGAMA SAMA, ATAU SEMUA AGAMA BENAR)
Akan tetapi bukan berarti seorang muslim boleh berlaku zhalim kepada nonmuslim. Berbuat baik kepada non muslim dibolehkan bahkan disyariatkan, selama perbuatan baik itu lahir bukan karena kasih sayang dan loyalitas kepada non muslim tersebut, akan tetapi lahir semata-mata atas dasar kemanusiaan atau karena non muslim tersebut berbuat baik kepada kita sehingga kita membalasnya atau karena non muslim tersebut tidak mengganggu kita.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Maidah : 8) Juga dalam firman-Nya yang artinya, “Maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah : 7)
Allah Ta’ala juga berfirman yang artinya, “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah)
SAUDARAKU, BETAPA BANYAK SAHABAT YG MASUK ISLAM KARENA KELEMBUTAN & KEBAIKAN AKHLAK RASULULLAH SALALLAHU ALAIHI WASALLAM KEPADA MEREKA ? SAUDARAKU, NONMUSLIM ITU BUKAN UNTUK DIZHOLIMI TAPI UNTUK KITA DAKWAHI DENGAN CARA YANG BAIK; BUKANKAH KALAU KITA ZHOLIMI MEREKA AKAN TAMBAH MENJAUH DARI ISLAM ?
http://www.facebook.com/pages/Mengenal-Allah-Azza-Wa-Jalla/116906225006847
Selagi mayoritas muslim justru gunakan Internet HANYA utk sharing hal2 yang tak bermanfaat utk akhirat [spt curhat/musik/ dll], maka jadilah muslim yang jadikan Internet utk sharing hal2 yang bermanfaat.
Jika kita memulai sharing hal2 yg bermanfaat utk ahirat, maka akan ada dari mereka yang katakan:
“Alah, munafik”
“Sok suci/sok bersih/sok alim” dan semacamnya
Mereka adalah golongan muslim yang TERBIASA menggunakan Internet sekedar untuk hal2 yang tak beraroma ukhrowi. Mereka lebih sering bercanda.
Dan perkataan mereka di atas akan dihisab [dihitung] oleh Allah kelak. Wal iyaadzu billah
by tidak pacaran
http://www.facebook.com/MuslimTeenagers
===============
Ketika jiwamu terasa begitu letih, hatimu gundah, ragamu lelah karena beban hidup yang memberatkan punggungmu..maka fresh-kan dirimu dengan shalat..
Begitu pula, saat jiwamu begitu riang, hatimu senang, ragamu tak kurang suatu apapun..maka bahagiakan dirimu dengan shalat sebagai wujud syukurmu..
Shalat adalah oasis hijau nan teduh menyegarkan..Ia adalah waktu pilihan saat pelimpahan karunia dan kecintaan yang menetes dari sumber yang tak kunjung kering..saat terjadinya hubungan yang langsung antara manusia yang lemah dengan PenciptaNya Yang Mengasihi dan Menyayanginya..
Maka jangan sia-siakan kesempatan untuk bertemu Rabbmu bila telah tiba waktunya..
Berdirilah karena Allah dalam shalatmu dengan khusyu’…
===============
Istighfar (memohon ampun) dan taubat kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Menutupi (kesalahan) Adalah diantara sebab terpenting (wasilah) diturunkanya rizqi.
Taubat adalah meninggalkan dosa karena keburukannya, menyesali dosa yang telah dilakukan, berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha melakukan apa yang bisa diulangi (diganti)
Jika keempat hal tersebut telah terpenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna”
===============
10 Hal yang membuat Doa tidak akan terkabul
1.Kamu mengenal Allah, tapi kamu tidak melaksanakan hak-Nya.
2.Kamu membaca kitab Allah, tapi kamu tidak pernah mengamalkannya.
3.Kamu tahu bahwa iblis adalah musuh, tapi kamu tetap mengikutinya perintahnya.
4.Kamu menyatakan cinta kepada Rasullullah SAW, tapi kamu meninggalkan sunnahnya.
5.Kamu menyatakan ingin masuk surga, tapi kamu tidak pernah mengamalkan amalan ahli surga.
6.Kamu mengaku takut masuk neraka. tapi kamu tetap berbuat dosa.
7.Kamu tahu kematian pasti datang, tapi kamu tidak pernah melakukan persiapan untuk mati.
8.Kamu selalu memperhatikan kesalahan orang lain, tapi kamu tidak memperhatikan kesalahan kesalahanmu sendiri.
9.Kamu senang memakan rizqi dari Allah, tapi kamu tidak pernah bersyukur pada-Nya.
10.Kamu sering mengantar jenazah ke kubur, tapi kamu tidak mau mengmbil pelajaran darinya.
Semoga bermanfaat
=====================
Peliharalah (perintah dan larangan) Allah, niscaya kamu akan selalu merasakan kehadiran-Nya. Kenalilah Allah waktu kamu senang, niscaya Allah akan mengenalimu waktu kamu dalam kesulitan.
Ketahuilah, apa yang luput dari kamu adalah sesuatu yang pasti tidak mengenaimu dan apa yang akan mengenaimu pasti tidak akan meleset dari kamu.
Kemenangan (keberhasilan) hanya dapat dicapai dengan kesabaran.
Kelonggaran bersamaan dengan kesusahan dan datangnya kesulitan bersamaan dengan kemudahan. (HR. Tirmidzi)
=======================
Seseorang yang hartanya sedikit tetapi penuh dengan keBERKAHan, maka ia terhindar dari berbagai mara bahaya, penyakit, dan menjadi tenteram hidupnya.
Sebaliknya, seseorang yang hartanya melimpah ruah, akan tetapi karena tidak diberkahi Allah, hartanya tersebut menjadi sumber bencana, penyakit, dan bahkan mungkin ia tidak dapat memanfaatkan harta tersebut.
========================
Hanya ada satu kegagalan yang fatal, yang benar-benar dikatakan gagal, yakni GAGAL DALAM MENGISI HIDUP DENGAN KEBAIKAN hingga datangnya ajal.
Sayang Seribu Sayang..
Sungguh amat sangat disayangkan, banyak sekali muslimah yang baik dan penuh kepedulian, ibadahnya kepada Allah baik, muamalahnya dengan manusia juga baik serta akhlaknya sangat mulia. Namun, masih belum berjilbab.
Alangkah sempurnanya kalau mereka mau berjilbab sesuai syari’at.
Ya Allah, Bukalah pintu hati saudari-saudari kami agar mau berjilbab dengan benar sesuai aturan syari’at sehingga menjadi muslimah sempurna..
http://www.facebook.com/hatibening
=======================
Yang Salah Memang Bukan Rok Mini Tapi Pemakainya
Sekumpulan perempuan kurang iman membentangkan spanduk bertuliskan, ‘My rok is my right’ dan ‘Don’t tell us how to dress Tell them not to rape’, ada pula yang berteriak: ”jangan salahkan rok mini kami, salahkan otaknya”. Demikian yang terlihat di Bundaran HI hari ini dalam rangka demo menentang ucapan gubernur DKI Jakarta yang dianggap menyalahkan para wanita berpakaian minim sehingga memicu terjadinya pemerkosaan di angkot yang marak belakangan ini.
Sekilas memang suara-suara ini bisa dimaklumi sebagai reaksi dari pernyataan sang gubernur. Tapi kalau mau dicermati lebih jauh sebenarnya ada hidden agenda dibalik demo semacam ini yaitu kampanye liberalisme berselubung pembelaan terhadap hak asasi. Apalagi terungkap dalam spanduk berbahasa Inggris itu yang kalau diartikan, ”Rokku adalah hakku” dan ”Jangan ajari kami bagaimana berpakaian, ajari saja mereka supaya tidak memperkosa”. Pemerkosa itu memang jahanam, bajingan, brengsek, bangsat, kampret putra kalong dan makian lainnya, tapi bukan berarti pakai rok mini jadi sebuah kebenaran.
Perumpamaan mereka sama dengan orang yang menaruh sepeda motor tanpa dikunci di jalanan lalu motornya diambil pencuri. Kemudian datanglah pejabat mengatakan hendaknya motor dikunci lalu ditaruh di tempat yang aman. Eh, yang motornya dicuri malah protes, ”Jangan ajari kami cara menyimpan motor, ajari mereka supaya tidak mencuri”. Sama bukan permisalannya? Kalau sudah sama berarti anda bisa paham dimana letak salahnya. Apakah dengan menyalahkan pemilik motor yang menaruh motor sembarang berarti kita membenarnya tindakan si pencuri? Orang yang masih punya otak tahulah jawabannya.
Memakai rok mini di tempat umum jelas sebuah kesalahan baik dilakukan oleh pria maupun wanita muslim. Kalau dilakukan oleh pria maka tak perlu repot mencari dalil agama untuk membuktikan kesalahannya. Sedangkan kalau dipakai oleh wanita barulah memerlukan dalil agama untuk membuktikannya, dan itu sudah cukup jelas tak perlu dibahas. Sebagai muslim kita yakini bahwa Tuhan mengajarkan para wanita muslimah untuk menutup aurat. Nah, berani ngak para wanita sekuler ini mengatakan kepada Tuhan, ”Hey Tuhan, jangan ngajari kami cara berpakaian, hukum saja pemerkosanya”?!
Lalu apakah wanita non muslim punya hak untuk itu? Masalah membangkitkan gairah bukan lagi masalah agama, tapi masalah karakter manusia. Yang namanya laki-laki tentu akan terbangkit birahi bila melihat yang seksi. Tak peduli apakah dia orang biasa ataukah ulama, semuanya sama selama orientasi seksualnya normal adanya.
Pernah terjadi dialog antara seorang ulama dengan orang sekuler di dalam kereta. Si sekuler mengatakan apa salahnya perempuan buka aurat, yang salah adalah pikiran pria yang tak mampu mengendalikan diri. Lalu si ulama mengeluarkan jeruk nipis dan memotongnya di hadapan si sekuler. Terlihat bagaimana si sekuler ini menahan liurnya. Si ulama ini bertanya, ”Mengapa kamu tidak bisa menahan air liurmu saat ku potong jeruk ini?” Dia menjawab, ”Sudah menjadi fitrahnya air liur akan berair melihat sesuatu yang masam”. Si Ulama menimpali, ”Begitu pula fitrah pria akan terangsang kalau melihat keseksian di hadapannya. Kalau dipancing terus lama-lama imannya akan goyah juga. Apalagi yang memang tidak beriman.”
Tentu bukan salah rok mininya. Karena rok mini boleh saja dipakai kalau di hadapan suami, bahkan tak berpakaian sekalipun tentu akan lebih disukai (oleh suaminya tentunya).
Menyalahkan rok mini bukan berarti mencari pembenaran untuk tindak perkosaan, tapi adanya otak porno juga tak bisa dilepaskan dari pancingan pihak-pihak yang sengajat mempertunjukkan keseksian di hadapan si otak porno tadi. Lalu coba tanya kepada para pemakai rok mini, apa tujuannya memakai pakaian seperti itu? Tentu ada yang ingin ditunjukkan bukan? Kalau tidak ada yang ingin ditunjukkan bukankah lebih baik pakai celana panjang, lebih bebas bergerak dan tak risih dipandang orang.
Aneh juga sikap sebagian wanita yang suka pamer anggota tubuh, di saat laki-laki tentunya malu pakai celana pendek naik kendaraan umum atau pergi ke kantor (kecuali Bob Sadino). Seolah mereka bangga mempertunjukkan bagian seksi itu kepada para pria, kalau tidak bangga lalu apa dong tujuannya?
Bekasi 18 September 2011
Anshari Taslim.
http://www.eramuslim.com
http://www.facebook.com/Taman.Hidayah
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Salah satu tanda kebahagiaan dan kesuksesan adalah tatkala seorang hamba semakin bertambah ilmunya maka semakin bertambah pula sikap tawadhu’ dan kasih sayangnya. Dan semakin bertambah amalnya maka semakin meningkat pula rasa takut dan waspadanya. Setiap kali bertambah usianya maka semakin berkuranglah ketamakan nafsunya. Setiap kali bertambah hartanya maka bertambahlah kedermawanan dan kemauannya untuk membantu sesama. Dan setiap kali bertambah tinggi kedudukan dan posisinya maka semakin dekat pula dia dengan manusia dan berusaha untuk menunaikan berbagai kebutuhan mereka serta bersikap rendah hati kepada mereka.”
Beliau melanjutkan, “Dan tanda kebinasaan yaitu tatkala semakin bertambah ilmunya maka bertambahlah kesombongan dan kecongkakannya. Dan setiap kali bertambah amalnya maka bertambahlah keangkuhannya, dia semakin meremehkan manusia dan terlalu bersangka baik kepada dirinya sendiri. Semakin bertambah umurnya maka bertambahlah ketamakannya. Setiap kali bertambah banyak hartanya maka dia semakin pelit dan tidak mau membantu sesama. Dan setiap kali meningkat kedudukan dan derajatnya maka bertambahlah kesombongan dan kecongkakan dirinya.
Ini semua adalah ujian dan cobaan dari Allah untuk menguji hamba-hamba-Nya. Sehingga akan berbahagialah sebagian kelompok, dan sebagian kelompok yang lain akan binasa. Begitu pula halnya dengan kemuliaan-kemuliaan yang ada seperti kekuasaan, pemerintahan, dan harta benda. Allah ta’ala meceritakan ucapan Sulaiman tatkala melihat singgasana Ratu Balqis sudah berada di sisinya,
هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ
“Ini adalah karunia dari Rabb-ku untuk menguji diriku. Apakah aku bisa bersyukur ataukah justru kufur.” (QS. An Naml: 40).”
**
Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Artikel http://www.muslim.or.id
Cara Mendapatkan Jodoh Berdasarkan Koridor Agama Islam
Yakinlah bahwa jodoh kita sudah ditakdirkan Allah SWT. Ia tidak akan kemana-mana dan akan datang jika waktunya sudah tiba. Tugas Anda hanyalah berusaha dan berdoa agar jodoh Anda segera datang (seperti yang Anda inginkan). Jangan pernah berputus asa dan harus bersabar dalam mencari jodoh yang telah ditetapkan Allah SWT.
Allah SWT mempunyai tiga pilihan dalam menjodohkan manusia satu sama lain. Pilihan pertama adalah cepat mendapatkan jodoh. Pilihan kedua, lambat mendapatkan jodoh, tapi suatu ketika pasti mendapatkannya di dunia. Pilihan ketiga adalah menunda mendapatkan jodoh sampai di akhirat kelak (di dunia kita tidak mendapatkan jodoh). Apapun pilihan jodoh yang ditentukan Allah, maka hal itu adalah hal yang terbaik untuk kita. Allah SWT berfirman : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. 2 : 216).
Lalu upaya apa yang perlu dilakukan agar kita segera mendapatkan jodoh? Beberapa upaya yang dapat dilakukan yaitu :
1. Memperbaiki diri.
Jika kita ingin mendapatkan jodoh yang sholih, maka kita harus menjadi orang yang sholihah juga.
Memperbaiki diri disini pengertiannya ada dua, lahiriah dan batiniah. Secara lahiriah kita perlu menjadi orang yang bersih, rapi dan menjaga bau badan. Tidak perlu berdandan yang berlebihan (tidak Islami), tapi perlu kelihatan sebagai orang yang menarik. Sebagian orang yang ingin menikah sangat berharap mendapatkan jodoh yang sholih, tapi ia sendiri orang yang salah (tidak sholih). Ini ibarat pungguk merindukan bulan.
2. Tidak putus asa berdoa.
Jangan pernah berputus asa untuk berdoa. Doa yang baik untuk mendapatkan jodoh adalah doa yang terdapat dalam surah Al Furqon ayat 74 : “Ya Rob kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.
Agar doa lebih terkabul, perhatikan juga adab-adab berdoa dalam Islam. Jadi jangan berdoa menurut versi kita sendiri. Berdoalah menurut apa yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya kepada kita, niscaya doa kita akan lebih terkabul.
3. Ibadah sunnah diperbanyak.
Agar jodoh kita semakin cepat datang, kita juga perlu mendekati Allah dengan ekstra dekat. Caranya tidak hanya mengandalkan ibadah wajib, tapi juga dengan menambah ibadah-ibadah sunnah (nawafil), seperti sholat tahajjud, sholat dhuha, shaum, tilawah Al Qur’an, infaq, dan lain-lain. Lakukan ibadah sunnah ini secara rutin setiap hari agar iman kita bertambah dan do’a kita semakin dikabulkan Allah SWT.
4. Memiliki kriteria yang tidak muluk.
Mengapa jodoh sulit datang kepada kita? Salah satunya mungkin disebabkan karena kriteria jodoh kita terlalu muluk. Kita ingin jodoh yang mapan, ganteng/cantik, berpangkat, keturunan baik-baik dan beriman. Keinginan semacam itu sah-sah saja, tapi jika hal tersebut dijadikan syarat untuk jodoh kita maka kita telah mempersulit diri sendiri. Itulah sebabnya Rasulullah mengatakan jika kita tidak dapat memperoleh semuanya, maka pilihlah yang agamanya paling baik. Hal itu berarti mungkin saja jodoh kita orang yang miskin, tidak berpangkat, bukan keturunan orang baik, akan tetapi kita perlu menerimanya asalkan memiliki agama/akhlaq yang baik. Jangan kita menginginkan kesempurnaan dari orang lain, padahal diri kita tidak sempurna.
5. Memperluas pergaulan.
Cara yang lain agar cepat mendapatkan jodoh adalah memperluas pergaulan. Dengan pergaulan yang luas kita juga lebih banyak mendapatkan pilihan. Seringkali jodoh itu datang bukan dari perkenalan langsung, tapi dari kenalan teman kita. Bahkan dari kenalan dari kenalan teman kita. Itulah gunanya pergaulan yang luas. Ibarat seorang nelayan yang menebarkan jaringan yang luas untuk mendapatkan ikan yang lebih banyak.
6. Meminta tolong orang lain.
Cara lain agar cepat mendapatkan jodoh adalah meminta tolong kepada orang lain yang reputasinya baik. Orang tersebut bisa saja guru mengaji, murobbi, teman, orang tua, saudara, dan lain-lain. Jangan malu-malu untuk meminta bantuan kepada mereka dan jangan malu-malu juga untuk mengulangi permintaan kita secara rutin agar orang tersebut ingat bahwa kita meminta bantuan kepadanya.
7. Menyatakan hasrat secara langsung (menawarkan diri untuk dinikahi).
Bisa juga seorang wanita mendapatkan jodoh dengan cara menyatakan langsung kepada lelaki yang kita taksir bahwa kita siap menikah dengannya. Ini adalah cara yang masih asing dalam budaya Indonesia. Namun cara ini sebenarnya Islami, karena pernah dilakukan Khadijah ra kepada Nabi Muhammad saw. Khadijah ra yang lebih dahulu menyetkan hasratnya kepada Nabi melalui perantaranya. Menurut saya, cara ini perlu dimasyarakatkan di Indonesia, sehingga tidak ada lagi wanita yang malu-malu kucing, padahal hatinya sudah ingin sekali dilamar oleh lelaki yang diharapkannya.
Salam Berkah!
(Satria Hadi Lubis)
Mentor Kehidupan
Tiada solat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyu’. Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia-sia. Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur’an tanpa mengambil pangajaran daripadanya. Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara’. Tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling sayang-menyayangi. Nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki (yaitu surga). Doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan. Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya, siapa yang banyak salahnya, maka hilanglah harga dirinya, siapa yang hilang harga dirinya, bererti dia tidak wara’, sedang orang yang tidak wara’ itu bererti hatinya mati. (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)
Antara tanda-tanda orang yang bijaksana itu ialah: Hatinya selalu berniat suci. Lidahnya selalu basah dengan zikrullah. Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa). Segala perkara dihadapaiya dengan sabar dan tabah. Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia. (Sayidina Utshman bin Affan)
Tiada insan suci yg tidak mempunyai masa lampau. Tiada insan berdosa yg tak punyai masa depan (anonim)
Masa yang pergi tak akan kembali & umur semalam tak akan dilalui lagi maka jadikanlah hari ini lebih baik dari semalam & esok lebih baik dari hari ini (anonim)
Abu Hurairah ra. Berkata, Rasulullah bersabda: Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan shodaqohnya setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah shodaqoh, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkatkan barang ke atas kendaraannya adalah shodaqoh, kata-kata yang baik adalah shodaqoh, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan sholat adalah shodaqoh, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah shodaqoh. (HR Bukhari dan Muslim)
Puasa dan al-Quran itu akan memberi syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak. Di mana puasa akan berkata, –Wahai Rabbku, aku telah menahannya dari makanan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya–. Sedangkan al-Quran berkata, –Aku telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya–. Beliau bersabda, –Maka keduanya pun memberikan syafaat– (HR. Ahmad, al-Hakim, dan Abu Nu`aim)
Allah menyembunyikan murka-Nya di dalam kemaksiatan. Maka jangan meremehkan maksiat sekecil apapun. Karena kita tidak akan pernah tahu maksiat yang mana yang mendapat murka Allah.
Tidak ada yang pasti terjadi di dunia kecuali kematian. Dan tidak ada yang lebih dekat dari kita kecuali kematian.
“Tujuh golongan yg akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya di hari tdk ada naungan kecuali naungan-Nya.
1. Pemimpin yg adil,
2. Pemuda yg sentiasa beribadat kepada Allah semasa hidupnya,
3. Orang yg hatinya sentiasa berpaut pada masjid-masjid
4. Dua orang yg saling mengasihi karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah,
5. Seorang lelaki yg diundang oleh seorang perempuan yang mempunyai kedudukan dan rupa paras yg cantik utk melakukan kejahatan tetapi dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’,
6. Seorang yg memberi sedekah tetapi dia merahasiakannya seolah-olah tangan kanan tidak tahu apa yg diberikan oleh tangan kirinya dan
7. Seseorang yg mengingati Allah di waktu sunyi sehingga mengalirlah air mata dr kedua matanya” (HR. Bukhari & Muslim)
“Dari Abu Hurairah ‘Abdurrahman Bin Shakhr RA, Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak melihat bentuk tubuhmu dan tidak pula melihat rupamu tetapi Allah melihat hatimu.” (HR. Muslim)
http://www.facebook.com/MuslimTeenagers