• Blog Stats

    • 38,094,191 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • arsip artikel

  • wasiat untuk seluruh umat manusia

    kasihilah semua makhluk yang ada di muka bumi, niscaya Tuhan yang ada di atas langit akan mengasihimu.. =============================================== Cara mengasihi orang kafir diantaranya adalah dengan mengajak mereka masuk islam agar mereka selamat dari api neraka =============================================== wahai manusia, islamlah agar kalian selamat.... ======================================================
  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka (al baqarah ayat 120)

  • SALAFY & WAHABI BUKANLAH ALIRAN SESAT

    Al-Malik Abdul Aziz berkata : “Aku adalah penyeru kepada aqidah Salafush Shalih, dan aqidah Salafush Shalih adalah berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang datang dari Khulafaur Rasyidin” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz hal.216] ------------------------------------------------------------------------------------- Beliau juga berkata : “Mereka menamakan kami Wahabiyyin, dan menamakan madzhab kami adalah madzhab wahabi yang dianggap sebagai madzhab yang baru. Ini adalah kesalahan fatal, yang timbul dari propaganda-propaganda dusta yang disebarkan oleh musuh-musuh Islam. Kami bukanlah pemilik madzhab baru atau aqidah baru. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak pernah mendatangkan sesuatu yang baru, aqidah kami adalah aqidah Salafush Shalih yang datang di dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang ditempuh oleh Salafush Shalih. Kami menghormati imam empat, tidak ada perbedaan di sisi kami antara para imam : Malik, Syafi’i, Ahmad dan Abu Hanifah, semuanya terhormat dalam pandangan kami” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz, hal. 217] ---------------------------------------------------------
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

Kumpulan Ceramah Agama Islam MP3 Terlengkap, Kajian Audio MP3 Agama Islam Download Gratis

Kumpulan Ceramah Agama Islam MP3 Terlengkap, Kajian Audio MP3 Agama Islam Download Gratis

Berikut adalah koleksi audio MP3 ceramah agama Islam yang ditampilkan berdasarkan nama pemateri. Klik salah satu nama pemateri untuk menampilkan daftar folder berdasarkan judul kajian. Gunakan fasilitas pencarian untuk mencari kajian sesuai topik yang Anda inginkan, ketik pada box Search diatas ini. Perhatian : Dilarang menggunakan file-file ceramah mp3 dari kajian.net untuk kepentingan komersial tanpa izin dari pemateri yang bersangkutan.

Abdul Barr Abdul Hakim Amir Abdat Abdul Haq Abdullah Al Bughury

Abdul Barr

Abdul Hakim Amir Abdat

Abdul Haq

Abdullah Al Bughury

Abdullah Amin Abdullah Roy Abdullah Shaleh Hadrami Abdullah Taslim

Abdullah Amin

Abdullah Roy

Abdullah Shaleh Hadrami

Abdullah Taslim

Abdullah Zaen Abdul Mu'thi Al Maidani Abdurrahman Attamimi Abdurrahman Ayyub

Abdullah Zaen

Abdul Mu’thi Al Maidani

Abdurrahman Attamimi

Abdurrahman Ayyub

Abdurrahman bin Muhammad Musa Alu Nashr Abdurrahman Thayyib Abdurrauf Abdussalam

Abdurrahman bin Muhammad Musa Alu Nashr

Abdurrahman Thayyib

Abdurrauf

Abdussalam

Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja Abu Abdurrahman Abdul Aziz as-Salafy Abu Ahmad Imam Ali Abu Fairus

Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja

Abu Abdurrahman Abdul Aziz as-Salafy

Abu Ahmad Imam Ali

Abu Fairus

Abu Haidar Abu Hazim Muhsin Abu Ihsan Al-Atsary Abu Isa

Abu Haidar

Abu Hazim Muhsin

Abu Ihsan Al-Atsary

Abu Isa

Abu Isma'il Muslim Al Atsari Abu Izzi Abu Karimah 'Askariy Abu Kholil Mujahid

Abu Isma’il Muslim Al Atsari

Abu Izzi

Abu Karimah ‘Askariy

Abu Kholil Mujahid

Abul Abbas Tobroni Abul Afnan Ayman Kamel Darojat Abul Hammad Muhsan Abu Mushlih Ari Wahyudi

Abul Abbas Tobroni

Abul Afnan Ayman Kamel Darojat

Abul Hammad Muhsan

Abu Mushlih Ari Wahyudi

Abu Qatadah Abu Saad Abu Salman Musthofa Al-Buthoni Abu Salma Rifaindry

Abu Qatadah

Abu Saad

Abu Salman Musthofa Al-Buthoni

Abu Salma Rifaindry

Abu Sulaiman Aris Sugiantoro Abu Thohir Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi Abu Umair

Abu Sulaiman Aris Sugiantoro

Abu Thohir

Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi

Abu Umair

Abu Umar Basyier Abu Ya'la Kurnaedi Abu Yaman Yudiansyah Abu Yasir

Abu Umar Basyier

Abu Ya’la Kurnaedi

Abu Yaman Yudiansyah

Abu Yasir

Abu Zubeir al-Hawaary Adil Harahap Afifi Abdul Wadud Agus Hasan Bashori

Abu Zubeir al-Hawaary

Adil Harahap

Afifi Abdul Wadud

Agus Hasan Bashori

Agus Suaidi Ahmad MZ Ahmad Rafi'i Ahmad Sabiq

Agus Suaidi

Ahmad MZ

Ahmad Rafi’i

Ahmad Sabiq

Ahmad Thonarih Ahmad Zain Ahmad Zainuddin Ahmas Faiz Asifuddin

Ahmad Thonarih

Ahmad Zain

Ahmad Zainuddin

Ahmas Faiz Asifuddin

Ajat Sudrajat Ali Ahmad Ali Ahmad (Pekan Baru) Ali Basuki

Ajat Sudrajat

Ali Ahmad

Ali Ahmad (Pekan Baru)

Ali Basuki

Ali Musri Ali Nur Ali Salman Ali Saman

Ali Musri

Ali Nur

Ali Salman

Ali Saman

Amir As Soronjy Amr bin Syuroif Al-Banteni Anas Burhanuddin Anwar Zein

Amir As Soronjy

Amr bin Syuroif Al-Banteni

Anas Burhanuddin

Anwar Zein

Arie Wibowo Arif Fathul Ulum Arifin Badri Arifin Ridin

Arie Wibowo

Arif Fathul Ulum

Arifin Badri

Arifin Ridin

Arif Syarifuddin Aris Munandar Aris Sugiyantoro Arman Bin Amri

Arif Syarifuddin

Aris Munandar

Aris Sugiyantoro

Arman Bin Amri

Armen Halim Naro Aslam Muhsin Asmuji Muhayyat Aspri Rahmat

Armen Halim Naro

Aslam Muhsin

Asmuji Muhayyat

Aspri Rahmat

Aunur Rafiq Ghufran Badrusalam Bahtiar Abu Zakiyan Cholid Abri

Aunur Rafiq Ghufran

Badrusalam

Bahtiar Abu Zakiyan

Cholid Abri

Departemen Dakwah Saudi Arabia Dzulkarnaen Fadlan Fahamsyah Fakhruddin Nu'man

Departemen Dakwah Saudi Arabia

Dzulkarnaen

Fadlan Fahamsyah

Fakhruddin Nu’man

Farid Al-Bathoti Fariq Gasim Anuz Fauzan Abdullah Firdaus Sanusi

Farid Al-Bathoti

Fariq Gasim Anuz

Fauzan Abdullah

Firdaus Sanusi

Hadid Saiful Islam Hammad Abu Mu'awiyah Harits Budiatna Ibrahim Said

Hadid Saiful Islam

Hammad Abu Mu’awiyah

Harits Budiatna

Ibrahim Said

Iskandar Dinata Jafar Umar Thalib Jauhar Jazuli

Iskandar Dinata

Jafar Umar Thalib

Jauhar

Jazuli

Khoilid Abdus Shomad Kholid Syamhudi Lalu Ahmad Luqman Baabduh

Khoilid Abdus Shomad

Kholid Syamhudi

Lalu Ahmad

Luqman Baabduh

Mahfudz Umri Mahful Safaruddin Mahsun Al-Mundiri Markaz Albani

Mahfudz Umri

Mahful Safaruddin

Mahsun Al-Mundiri

Markaz Albani

Maududi Abdullah Mizan Moh Suaib Al-Faiz Moh Yusuf Harun

Maududi Abdullah

Mizan

Moh Suaib Al-Faiz

Moh Yusuf Harun

Mubarak Bamualim Mudrika Ilyas Muhammad Abduh Tuasikal Muhammad Afifuddin As-Sidawi

Mubarak Bamualim

Mudrika Ilyas

Muhammad Abduh Tuasikal

Muhammad Afifuddin As-Sidawi

Muhammad Elvi Syam Muhammad Hamid Alwy Muhammad Iqbal Ghozali Muhammad Na'im

Muhammad Elvi Syam

Muhammad Hamid Alwy

Muhammad Iqbal Ghozali

Muhammad Na’im

Muhammad Nur Ihsan Muhammad Nuzul Muhammad Qosim Muhajir Muhammad Suaib Al-Faiz

Muhammad Nur Ihsan

Muhammad Nuzul

Muhammad Qosim Muhajir

Muhammad Suaib Al-Faiz

Muhammad Sulhan Jauhari Muhammad Taufiq Badri Muhammad Thoharo Muhammad Umar as-Sewed

Muhammad Sulhan Jauhari

Muhammad Taufiq Badri

Muhammad Thoharo

Muhammad Umar as-Sewed

Muhammad Wasitho Muhammad Wujud Muhammad Zaki Muhtarom

Muhammad Wasitho

Muhammad Wujud

Muhammad Zaki

Muhtarom

Mujahid Abu Kholil Musyaffa' Ad-Dariny Nafi Zainuddin Nuruddin Muhammad Fattah

Mujahid Abu Kholil

Musyaffa’ Ad-Dariny

Nafi Zainuddin

Nuruddin Muhammad Fattah

Qurtifa Wijaya Rizal Yuliar Putrananda Romlan Sa'id Syamsul Huda

Qurtifa Wijaya

Rizal Yuliar Putrananda

Romlan

Sa’id Syamsul Huda

Sanusin Muhammad Yusuf Soal-Jawab Asatidzah Sofyan Baswedan Subhan Bawazier

Sanusin Muhammad Yusuf

Soal-Jawab Asatidzah

Sofyan Baswedan

Subhan Bawazier

Subhan Khadafi Subhi Abdurrahman Suroso Abdussalam Syafiq Basalamah

Subhan Khadafi

Subhi Abdurrahman

Suroso Abdussalam

Syafiq Basalamah

Syahrul Fatwa Syaikh 'Ali Hasan Al-Halaby Syaikh Ali bin Salim Bukayyir Syaikh Ali bin Salim Bukayyir Al-Yamani

Syahrul Fatwa

Syaikh ‘Ali Hasan Al-Halaby

Syaikh Ali bin Salim Bukayyir

Syaikh Ali bin Salim Bukayyir Al-Yamani

Syaikh Bin Baz Syaikh Dr Abdus Salam bin Salim A Suhaimi Syaikh DR Abu Abdullah Al Juhani Syaikh Dr Muhammad Umar Bazmul

Syaikh Bin Baz

Syaikh Dr Abdus Salam bin Salim A Suhaimi

Syaikh DR Abu Abdullah Al Juhani

Syaikh Dr Muhammad Umar Bazmul

Syaikh Dr Sholeh As Suhaimi Syaikh Dr Sulaiman Ar-Ruhaili Syaikh Dr Thala'ah ibn Musthaf Syaikh Muhammad bin Sa'id Ad Dausari An Najdi

Syaikh Dr Sholeh As Suhaimi

Syaikh Dr Sulaiman Ar-Ruhaili

Syaikh Dr Thala’ah ibn Musthaf

Syaikh Muhammad bin Sa’id Ad Dausari An Najdi

Syaikh Muhammad Bin Shaleh Al Utsaimin Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr Syaikh Prof Dr Muhammad Bin Abdurahman Al Khumais Syaikh Tholal Al Quraisy

Syaikh Muhammad Bin Shaleh Al Utsaimin

Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr

Syaikh Prof Dr Muhammad Bin Abdurahman Al Khumais

Syaikh Tholal Al Quraisy

Syaikh Utsman Al Khamiis Syeikh Ibrahim Ar Ruhaily Syeikh Khalid bin Dhahwi Azh-Zhafiri Syeikh Masyhur Hasan Salman

Syaikh Utsman Al Khamiis

Syeikh Ibrahim Ar Ruhaily

Syeikh Khalid bin Dhahwi Azh-Zhafiri

Syeikh Masyhur Hasan Salman

Syeikh Musa alu Nasr Syeikh Utsman Bin Muhammad Al Khomiis Tata Abdul Ghoni Usamah Mahri

Syeikh Musa alu Nasr

Syeikh Utsman Bin Muhammad Al Khomiis

Tata Abdul Ghoni

Usamah Mahri

Yazid Jawas Yusuf Utsman Baisa Zaid Susanto Zainal Abidin Syamsudin

Yazid Jawas

Yusuf Utsman Baisa

Zaid Susanto

Zainal Abidin Syamsudin

Zakaria Ahmad

Zakaria Ahmad

 

Untuk akses yang lebih cepat bagi pengunjung dari Indonesia, silahkan buka www.kajian.net

Pahala dengan Berbagi Ceramah MP3?

Undang teman dan keluarga untuk belajar agama Islam dengan mendengarkan kajian MP3 dan ceramah MP3 di web ini atau klik disini untuk memasang banner Kajian.Net di situs dan blog Anda untuk memudahkan pengunjung web Anda mendengarkan ceramah mp3 dari web kajian.net.

“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim no. 2674).

Ceramah Agama Islam Download Gratis/Free MP3 Audio Kajian Agama

statistik-ceramah-agama-islam-mp3-gratis

rss-logo-ceramah-agama-islam-mp3-gratis

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: