Dimanakah Bahagia Itu?..

Dimanakah Bahagia Itu?..

Orang sakit menyangka, bahagia terletak pada kesehatan!
Orang miskin menyangka, bahagia terletak pada harta kekayaan!
Rakyat jelata menyangka kebahagiaan terletak pada kekuasaan!
Orang biasa menyangka bahagia terletak pada kepopuleran!
Dan sangkaan-sangkaan lain..

Ada yang mengejar kebahagiaan pada tahta, pada kekuasaan.
Beragam cara dia lakukan untuk merebut kekuasaan.
Sebab, kekuasaan memang sebuah kenikmatan dalam kehidupan.
Dengan kekuasaan seseorang dapat berbuat banyak.
Tapi, betapa banyak manusia yang justru hidup merana dalam kegemilangan kekuasaan.
Dia sama sekali tidak merasakan kebahagiaan, setelah kuasa di tangan.
Sebelum memegang kuasa, senyuman sering menghiasai bibirnya.
Namun, setelah kuasa di dalam genggaman, kesulitan dan keresahan justru menerpanya, tanpa henti..

Sebagian orang mengejar kebahagiaan pada diri wanita cantik atau pria gagah nan tampan.
Dia menyangka setelah menikah dengan seorang wanita cantik atau pria gagah nan tampan, maka dia akan bahagia.
Tapi, tak lama kemudian, bahtera rumah tangganya kandas.
Di depan sorot kamera, tampak mempelai begitu bahagia, bersanding wanita cantik atau pria gagah nan tampan.
Namun, kecantikan dan ketampanan sering menjadi fitnah dan kemudian membawa bencana.
Pujian yang bertabur dari umat manusia tak membuatnya bahagia.

Sebagian orang mengejar kebahagiaan dengan bekerja keras untuk menghimpun harta.
Dia menyangka, bahwa pada harta yang berlimpah itu terdapat kebahagaiaan.
Maka, setelah dia dapat, dia menjadi pecinta harta.
Toh, setelah harta melimpah ruah, kebahagiaan itu pun tak kunjung menyinggahinya.
Harta yang disangkanya membawa bahagia, justru membuatnya resah.
Hidupnya penuh porblema.
Masalah demi masalah membelitnya.
Tak jarang, harta justru membawa bencana.
Kadang, harta yang ditumpuk-tumpuk, menjadi ajang konflik antar saudara dan keluarga…

Dimana Bahagia Itu?..

-Ustadz Abdullah Shaleh Hadrami

Untuk mendapatkan pencerahan silahkan dengarkan rekaman ceramah Al Ustadz Abdullah Shaleh Hadrami (murid dari Syaikh Ibnu Utsaimin) mengenai cara agar hidup bahagia dunia akherat di:

http://us.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Shaleh%20Hadrami/23%20Kiat%20Hidup%20Bahagia

3 Tanggapan

  1. SEPULUH KIAT MENGGAPAI CINTA ALLAH

    1. Membaca Al Qur’an..

    Membaca Al-Qur’an dengan benar, tadabbur [panghayatan] dan memahami serta mengamalkannya dengan baik.

    2. Mengerjakan Amalan Sunnah..

    Mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan amalan-amalan sunnah setelah menyempurnakan amalan-amalan wajib.

    3. Banyak Berdzikir Kepada Allah..

    Selalu dzikirullah [mengingat dan menyebut nama Allah] dalam segala situasi dan kondisi dengan hati, lisan dan perbuatan.

    4. Memenangkan Yang Dicintai Allah..

    Mengutamakan kehendak dan apa yang dicintai Allah di saat berbenturan dengan kehendak dan apa yang disukai hawa nafsu.

    5. Memahami Nama-Nama Dan Sifat-Sifat Allah..

    Menanamkan dalam hati nama-nama dan sifat-sifat Allah dengan memahami maknanya.
    Siapa saja yang mengenal Allah melalui nama-nama dan sifat-sifatNya pasti mencintaiNya.

    6. Merenungkan Nikmat Allah..

    Memperhatikan, merenungkan dan selalu menghitung-hitung karunia, kebaikan dan nikmat Allah kepada kita yang tampak dan yang tidak tampak, lahir dan batin.

    7. Menundukkan Hati Secara Total..

    Menundukkan hati dan menghinakan diri secara total di hadapan Allah.
    Allah bersama orang-orang yang hati dan dirinya hanya tertuju kepadaNya.

    8. Shalat Tahajjud..

    Menyendiri untuk beribadah kepada Allah di waktu malam saat orang lelap tidur, bermunajat dan membaca kitab suciNya kemudian ditutup dengan memperbanyak istighfar.

    9. Bergaul Dengan Orang Sholeh..

    Bergaul dan berkumpul bersama orang-orang sholeh yang mencintai Allah dengan sejujurnya, mengambil hikmah dan ilmu dari mereka seperti memetik buah-buahan yang baik.

    10. Menjauhi Segala Penghalang..

    Menjauhi semua sebab yang dapat menjauhkan dan menghalangi hati dari Allah.

    Selamat Menikmati Cinta Allah!

    http://www.hatibening.com

  2. Siapa yang menjaga shalat, berarti amalan lainnya pun ikut baik.
    Siapa yang meremehkan shalat, maka lihat saja jeleknya amalan yang lain pada dirinya.

    Amirul Mukminin, Umar bin Al Khoththob –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan, “Sesungguhnya di antara perkara terpenting bagi kalian adalah shalat. Barangsiapa menjaga shalat, berarti dia telah menjaga agama. Barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan lagi. Tidak ada bagian dalam Islam, bagi orang yang meninggalkan shalat.“

    Imam Ahmad –rahimahullah- juga mengatakan perkataan yang serupa, “Setiap orang yang meremehkan perkara shalat, berarti telah meremehkan agama. Seseorang memiliki bagian dalam Islam sebanding dengan penjagaannya terhadap shalat lima waktu. Seseorang yang dikatakan semangat dalam Islam adalah orang yang betul-betul memperhatikan shalat lima waktu. Kenalilah dirimu, wahai hamba Allah. Waspadalah! Janganlah engkau menemui Allah, sedangkan engkau tidak memiliki bagian dalam Islam. Kadar Islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar shalat dalam hatimu.“ (Lihat Ash Sholah, hal. 12)

    Jaga shalat Anda, baca selengkapnya di sini:
    http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2721-dosa-meninggalkan-shalat-lima-waktu-lebih-besar-dari-dosa-berzina-.html

  3. Jangan katakan “cinta” jika kita tidak bisa memaknainya dengan makna yang sebenarnya. . .
    Jangan samakan cinta dengan nafsu hanya karena kita kurang kendali diri.
    Jangan mengkambinghitamkan cinta sebagai sarana pelampiasan nafsu.

    Dan yang lebih penting lagi, pergaulan bebas tak akan terjadi bila muda-mudi kita bisa memaknai cinta dengan sebenarnya dan memegang teguh ajaran agama dengan istiqomah (konsisten)

    Bnyak sayang dan cinta krn Allah dariku. . .
    Senyum (✿◠‿◠) : Annisa Mutiara Hati

    =======

    Ketika kita Memilih menikah tanpa pacaran , itu berarti kita sedang berusaha menjaga kesucian cinta, menjaga cinta agar tetap karena-Nya. Jika hanya kebahagiaan sbg tujuan, itu bsa saja didapatkan dng jalan pacaran, tapi sbg seorang mukmin bukankah tjuan utama kita adalah kebahagiaan abadi di Jannah-Nya? Sdangkan surga hanya akan menjadi penghuni hamba Allah yg sabar menghadapi ujian, bukan hamba yg slalu menuruti kehendak nafsunya.
    “”Ameera Afya“”

    =========

    Niat yg baik harus diikuti cara yg baik bukan? Jika niat kita menikah adalah untuk ibadah,untuk meraih rahmat dan ridha-Nya, bukankah proses pencarian pendampingnya pun harus dng jalan yg diridhai-Nya pula. Jangan bersembunyi atas nama niat jika cara kita bertentangan dng syariat. Itu sama halnya seperti org2 yg berkilah atas nama cinta untk menutupi kesalahan nafsunya. Ingat… Seorang ayah yg pny niat mulia menafkahi keluarganya pun tidak dibenarkan melakukan pekerjaan yg tdk baik meski mengatasnamakan niatnya.

    *”Ameera Afya“*

    http://www.facebook.com/pages/Izinkan-Aku-Menikah-Tanpa-Pacaran/124803064261837

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 174 pengikut lainnya.