pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran.
==================================
dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32]
====================================
JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA
======================================
Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
bagi yg ingin menambah teman fb, curhat, konsultasi masalah agama, silahkan add FB:
==========================================
bagi yg ingin menambah teman fb, curhat, konsultasi masalah agama, silahkan add FB:
iz_chech@yahoo.com ,
bagas_rara@yahoo.co.id ,
ainuamri2@gmail.com ,
dameyra@yahoo.com
eone_cakep50@yahoo.com
==============================
wasiat untuk seluruh umat manusia
kasihilah semua makhluk yang ada di muka bumi, niscaya Tuhan yang ada di atas langit akan mengasihimu..
===============================================
Cara mengasihi orang kafir diantaranya adalah dengan mengajak mereka masuk islam agar mereka selamat dari api neraka
===============================================
wahai manusia, islamlah agar kalian selamat....
======================================================
wasiat untuk seluruh umat islam
======================================
“Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya.
=============================================
Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya.
=================================================
Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta.
====================================================
Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari).
==========================================
BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR
BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------------------------------
Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing
Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya.
---------------------------------------------------
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,
“Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari)
-------------------------------------------------------
Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda,
“Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih)
----------------------------------------------
“Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
-------------------------------------------------
“Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi)
--------------------------------------------------
Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,
“Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim).
Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking.
================================================
JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA
======================================
‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) ---------------------------------------------------------------
------------------------------------------
wasiat bagi para pemuda
======================================
‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy]
======================================
wasiat Imam al-Auza’i
======================================
Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315]
---------------------------------------------------------------
Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120]
=================================================
Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu
“Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.”
(Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91)
=================================================
jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara
======================================
Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan.
--------------------------------------------------------
Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun.
------------------------------------------------------
Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira.
-----------------------------------------------------
Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran).
------------------------------------------------------
Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga”
---------------------------------------------------
Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan…
==================================================---------------
KHUTBATUL HAJAH
======================================
Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
================================================
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”
==================================================
“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”
=========================================================
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.
============================================================
Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya)
==================================================
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka (al baqarah ayat 120)
Wahai Kaum Muslim,
Telah nyata kebencian dan makar kaum kafir untuk menghancurkan Islam dan umatnya. Mereka telah melakukan konspirasi canggih dan rapi untuk mengubur Islam. Mereka terus terjaga dan berpikir keras siang-malam untuk mencari dan mencoba cara-cara terbaru untuk menghancurkan Islam. Mereka bahu-membahu dan terus bekerjasama memikirkan bagaimana merusak Islam. Mereka tak segan-segan melakukan teror, intimidasi, hingga serangan fisik dalam rangka meluluhlantakkan Islam dan umatnya.
Akankah kita berdiam diri?
Ridhakah kita menyaksikan Islam diinjak-injak dan dihinakan?
----------------------------------------------------------
Wahai Kaum Muslim,
Islam akan terselamatkan jika kita semua berpegang teguh dengan syariat Islam, insya allah. Artinya, kita tidak hanya meyakini Islam sebatas bibir semata. Lebih jauh, kita harus menerapkan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan kita; baik dalam ibadah ritual yang biasa kita laksanakan maupun dalam bidang akhlak dan muamalah—seperti politik, ekonomi, sosial, pendidikan, dan sebagainya.
------------------------------------------------------------
Di samping itu, harus ada institusi negara (Khilafah) yang melindungi seluruh kepentingan umat Islam. Dengan institusi inilah seluruh syariat Islam akan diterapkan secara sempurna sehingga akidah umat dapat terselamatkan. Marilah kita bahu-membahu, mencurahkan pikiran dan tenaga kita demi tegaknya Khilafah Islamiyah.
----------------------------------------------------------
Sesungguhnya barat tidak memandang kita dengan dua kaca mata, namun hanya satu kaca mata saja, yaitu kacamata fanatik buta, kedengkian dan kezhaliman yang nyata terhadap kaum muslimin. Tatkala Islam tegak dengan tanpa mempermasalahkan batas-batas wilayah, bersatu dalam amal serta telah rekat persatuannya maka tiba-tiba saja mereka merobek-robek dan mencerai beraikan kita.
================================================
SALAFY & WAHABI BUKANLAH ALIRAN SESAT
Al-Malik Abdul Aziz berkata : “Aku adalah penyeru kepada aqidah Salafush Shalih, dan aqidah Salafush Shalih adalah berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang datang dari Khulafaur Rasyidin” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz hal.216]
-------------------------------------------------------------------------------------
Beliau juga berkata : “Mereka menamakan kami Wahabiyyin, dan menamakan madzhab kami adalah madzhab wahabi yang dianggap sebagai madzhab yang baru. Ini adalah kesalahan fatal, yang timbul dari propaganda-propaganda dusta yang disebarkan oleh musuh-musuh Islam. Kami bukanlah pemilik madzhab baru atau aqidah baru. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak pernah mendatangkan sesuatu yang baru, aqidah kami adalah aqidah Salafush Shalih yang datang di dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang ditempuh oleh Salafush Shalih. Kami menghormati imam empat, tidak ada perbedaan di sisi kami antara para imam : Malik, Syafi’i, Ahmad dan Abu Hanifah, semuanya terhormat dalam pandangan kami” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz, hal. 217]
---------------------------------------------------------
mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:
“Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah.
----------------------------------------------------
“Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.”
------------------------------------------------------
“Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.”
----------------------------------------------------
“Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim.
------------------------------------------------------
Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan)
===========================================
mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu
“Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya :
“Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.”
Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla”
==================================================
Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.”
==================================================
warning
dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya
Nama saya Bayu (nama samaran), umur 32 tahun, agama Islam alamat di Temanggung. Sejak selepas SMU ( 1993 ) saya menderita hipertensi, saya sudah berobat kesana kemari baik yang medis maupun non medis tetapi tidak ada hasilnya, hingga awal Juli 2004 saya mulai mengenal yang namanya REIKI, melalui yayasan W Reiki Magelang. Pertamakali saya mendapat informasi tentang reiki dari istri yang kebetulan dikantornya setiap minggu diadakan pengobatan massal, pertama kali saya ditransfer energi, badan saya bergerak dengan sendirinya begitu hebatnya sampai sampai kursi yang saya duduki bergerak gerak selama setengah jam, setelahnya saya merasakan badan saya agak enak, kemudian malamnya saya minta ditransfer lagi, karena merasa hasilnya enak saya berniat ikut lokakarya, tetapi dalam hati saya ada keragu raguan transfer energi ini bersinggungan dengan jin ataukah tidak ya. Setelah berdiskusi dengan istri dan beberapa praktisi yang sudah saya kenal, mereka meyakinkan saya bahwa reiki ini tidak menggunakan/berkolaborasi denga jin, maka dengan hati mantap minggu itu juga saya ikut lokakarya yang diadakan di hotel Puri Asri Magelang.
Kebetulan saya di inisiasi oleh ibu Rose, setelah lokakarya saya diwajibkan untuk menjalankan semacam penyembuhan diri sendiri ( self healing ), dan meditasi selama 21 hari tidak boleh absen harus terus menerus. Setiap self healing dan meditasi badan baik tangan dan kaki selalu bergerak sendiri kadang kadang seperti senam TAI CHI setelah hampir sekitar 6 ( enam ) bulan saya sudah bisa menggambar diudara berbagai bentuk simbol REIKI yang katanya seharusnya untuk anggota yang paling tidak sudah mempunyai tingkatan R2, tetapi saya kok sudah bisa, saya heran dan kemudian saya bertanya kepada praktisi yang sudah senior, beliau bilang bahwa saya punya bakat untuk menjadi penyembuh. Perlu saya informasikan bahwa tangan kiri saya juga sudah bisa mendeteksi penyakit atau bagian tubuh pasien yang sakit walau hanya dengan menggunakan tangan ditempelkan dengan jarak sekitar 10 cm dari tubuh pasien, tentu saja saya sangat bersyukur ternyata saya dikaruniai bakat seperti itu, dan reiki ini memang bisa menstabilkan tekanan darah saya sehingga saya merasa sehat dan hal hal yang dulu tidak bisa saya lakukan setelah REIKI saya bisa melakukannya lagi.
Saya rutin melakukan self healing dan meditasi setiap hari sapai pada tanggal 29 April 2005, setelah saya melakukan transfer energi kepada istri dan kakak, kok tiba tiba bibir saya terasa merot dan menebal. Saya panik saya katakan pada istri saya kok bibir saya merot, baru saya sadar bahwa ini berkaitan dengan tensi, dengan berlari dan panik saya menggedor pintu tetangga yang kebetulan seorang medis, saya minta ditensi dan ternyata tensi saya waktu itu 250/150. Bersama istri saya langsung ke Rumah sakit saat itu juga, sesampainya di UGD saya sudah tidak sadar diri. Paginya saya diberitahu dokter bahwa saya terkena serangan stroke otak kiri yang menyebabkan tangan kanan saya lumpuh dan tidak bisa bicara dan anehnya saya lupa semua bacaan sholat kecuali kata kata ” ALLAH “.
Yang saya ingat pada waktu itu saya harus segera minta tolong praktisi yang sudah senior di Magelang untuk mengirimkan energi dan mereka mengirimkan energi berturut turut selama dua minggu rutin, pada hari ketiga tangan kanan saya sudah bisa digerakkan walau hanya diangkat sedikit, bicara saya sudah lumayan bisa didengar, setiap sholat saya minta bantuan istri untuk mengajari saya bacaan bacaan sholat, dan enehnya lagi saya tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa jawa ( banyak kosa kata yang hilang ). Selama itupun saya berkomunikasi dengan bahasa indonesia dengan dialek barat ( jawa Barat ) apalagi kalau sudah menghafalkan bacaan sholat dialek saya seperti orang yang sudah fasih berbahasa arab, saya menyadari mungkin ini akibat dari stroke itu sendiri.
Pada hari ke malam ke tujuh atau delapan hari saya opname saya bermimpi. Saya dalam mimpi itu pada keadaan hampir buta lalu saya mencari Bpk.Tjipta dan Bu Rose kesana-kemari lalu tiba-tiba ada mobil sedan datang lalu keluar dari dalam mobil tersebut Bpk. Tjipta dan bu Rose beserta 2 orang pengikutnya yang kesemuanya berpakaian hitam hitam, mereka mendatangi saya lalu tiba-tiba mereka semua mengering dan menjadi seperti mayat lalu tiba-tiba dari arah belakang saya ada suara yang berkata:” kamu jangan ikut mereka sebab mereka sudah mati ! “, lalu saya kaget dan terbangun.
Saya termenung dan saya ceritakan kepada istri saya, berhari hari saya merenungi apa arti mimpi saya ini apakah saya ikut reiki itu salah, setelah saya bertanya kepada salah seorang ustad yang juga teman saya, saya dengan mantap sekali menutup chakra mahkota yang menandakan bahwa saya tidak ikut reiki lagi. Setalah 2 ( Dua ) minggu saya di opname saya dinyatakan boleh pulang tentu saja saya dibekali berbagai macam obat. Setelah 1 ( Satu ) minggu saya dirumah istri saya kadang kadang bertanya apakah saya marah padanya karena menurutnya pandangan mata saya seperti orang benci, saya katakan tidak, tetapi setelah berulang kali dia tanya akhirnya saya coba bercermin, lho ini bukan saya, mata saya tidak seperti itu dan lagi anak saya yang bungsu ( 3 th ) selama 2 minggu berturut turut setiap hampir tengah malam sampai menjelang subuh selalu menangis dan minta gendong tidak mau ditidurkan di kamar.
Karenanya saya dan istri mulai bertanya tanya ada apa ya dengan saya dan anak saya, kemudian kami bertanya kesana kemari akhirnya saya bertemu dengan dua orang teman lama: si A menyarankan untuk dibersihkan rumahnya oleh seseorang yang bisa dan kemudian memberikan alamat salah seorang sepupunya yang dianggap bisa, dan dengan Si B, justru dia mengatakan bahwa suami saya kemasukan jin, perlu diketahui si B ini seorang guru di sebuah pesantren di Temanggung, oleh si B si Jin ini sudah dikeluarkan dan bertanya pada saya apakah saya pernah bepergian ke daerah Barat dan kemudian dia memberikan deskripsi perawakan dan rupa si Jin yang sudah merasuki tubuh saya, si B berjanji akan rutin mengobati saya selama seminggu sekali dan memang dilakukannya.
Untuk si sepupu A pas hari minggu malam melakukan ritual pembersihan rumah, menurutnya dan ini dibenarkan oleh si B dalam waktu terpisah bahwa rumah saya di huni oleh 3 ( tiga ) gendruwo yang besar besar kekuatannya dan sudah berlangsung hampir 3 tahun lamanya, katanya lagi para gendruwo ini mempengaruhi atau memberikan energi negatif di rumah saya terutama untuk penyakit, perselisihan dan perekonomian dan dalam ritual itu sepupu A memasang 4 rajah di atas pintu pintu rumah saya. Tanpa bermaksud mengganggu si B juga memasang 1 rajah di pintu tengah, menurutnya setelah rumag dibersihkan maka saya aka sembuh kembali.
Selewat 02 bulan tepatnya akhir juni selama itu pula si B rutin mengobati saya, saya pun sudah bisa sholat dengan berdiri dan bisa jalan jalan walupun belum terlalu jauh, saya kembali diopname di Rumah Sakit, kali ini saya merasakan jantung tidak enak, tangan kesemutan, detak nadi semakin cepat dan berdetak ganda, lalu saya putuskan untuk opame lagi, si B pun heran katanya sudah banyak kemajuan kok bisa opname lagi, sepertinya dia pun heran.
Kemudian selang beberapa miggu saya dipertemukan dengan Widodo oleh salah seorang teman saya ini, baik si A, B ataupun Widodo adalah teman teman sekolah saya tapi tampaknya ada perbedaan, karena oleh Widodo saya di sarankan untuk di RUQYAH SYARI’AH sesuai tuntunan nabi SAW, dan Allah SWT memang memberikan hidayahnya. Tapi Widodo sendiripun belum tahu apakah ada orang di Temanggung yang bisa me-ruqyah saya mengingat kondisi saya yang belum bisa jalan jauh.
Setelah tanya sana sini kemudian saya meminta tolong kepada bapak Taufiq Hartono, oleh beliau saya di ruqyah sekali, tapi sebelumnya saya juga melakukan ruqyah sendiri atapun di bantu oleh Widodo secara rutin, dan juga meminta tolong kepada bpk Fuad Zein ( Ketua tim ruqyah Temanggung ) dan oleh beliau pun saya pernah di ruqyah sekali.
Dalam ruqyah kadang kadang kami dialog dengan si jin, kata jinnya “pak dalam dada anda ini ada sekitar 20 jin, kemudian di tangan kiri anda ada sekitar 17, dan masing masing ada 3 jin di tengkuk dan pinggang anda ini ( sesuai aliran energi dalam reiki)”, dan mereka mengaku didatangkan dari Tibet dan disuruh oleh Bp. Tjipta dan Bu Rose yang masuk setiap saya self healing maupun meditasi untuk kesembuhan saya.
Setiap saya merasakan jantung tidak enak atau tensi menaik atau detak nadi tiba tiba menyepat langsung saya hidupkan kaset ruqyah, hingga sekarang pun saya masih berikhtiar untuk mengeluarkan jin dari tubuh saya dengan terapi me-ruqyah mandiri maupun dibantu oleh Widodo dan Insya Allah tanggal 02 Oktober nanti saya beserta istri akan ke Kota Gede untuk ikut ruqyah di tempat Bp. Ustad Fadlan.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan dan hidayah-Nya kepada saya dan memberikan kesembuhan pada saya Amin. Dari peristiwa ini saya bersyukur bahwasannya saya diberikan petunjuknya untuk mengetahui dan insya Allah sekaligus mengamalkannya, dan juga saya bersyukur diberikan teman-teman dan keluarga yang ternyata sangat perhatian pada saya. Demikian kesaksian saya, apabila ada kekurangan atau kesalahan pada kata kata saya mohon maaf sebesar besarnya. Apabila ada yang dirasakan kurang, silakan menghubungi hp saya.Terimakasih.
Wasalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Sekilas Tentang Diri Saya
Nama saya adalah Dr Ivan.A (nama samaran) seorang dokter yang lahir 33 tahun yang lalu, lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga muslim yang taat beragama. Sifat saya yang keras dan tempramental mendorong saya mempelajari berbagai aliran bela diri sejak memasuki masa remaja. Pada mulanya saya hanya menggeluti beladiri yang berbasis pada teknik dan olah fisik. Bagi saya latihan bela diri merupakan sarana untuk melepaskan dorongan agresifitas yang didasari oleh sifat tempramental saya, dan pada kenyataannya saya memang sering terlibat perkelahian. Menggeluti bela diri ternyata tidak membuat saya dapat mengontrol emosi dengan baik, sikap yang ramah dan bersahabat dapat berubah dengan tiba-tiba menjadi kasar bila saya merasa tertantang oleh sikap arogan yang ditunjukkan oleh orang lain. Kalau sudah terpancing emosi akan membuat saya lupa semua ajaran agama yang ditanamkan oleh orang tua dan guru agama saya.
Pengalaman dikeroyok lebih dari tiga orang dan kekalahan dalam perkelahian melawan musuh yang memiliki postur tubuh lebih besar menyebabkan saya mulai mempelajari aliran beladiri yang berbasis pada tenaga dalam dan kesaktian. Saya pernah bergabung dalam beberapa perguruan diantaranya: GJ, MP, Al-H, dan BR, sulit bagi saya untuk mengingat berapa banyak tokoh yang saya anggap sakti yang saya datangi untuk mendapatkan berbagai tambahan ilmu kesaktian. Kehidupan seperti ini terus saya jalani sampai dibangku Fakultas Kedokteran. Pada semester empat saya mulai terlibat dalam aktivitas keagamaan di kampus dan semakin lama semakin intensif, hal ini membuat saya melupakan berbagai obsesi saya dalam ilmu beladiri, dan menyadari kekeliruan saya. Seiring dengan perubahan sikap dan cara hidup saya, berbagai kemampuan saya dibidang ilmu kedigjayaan pun hilang dengan sendirinya.
Saya dan Reiki
Saya lulus dari Fakultas Kedokteran dengan hasil yang sangat memuaskan dan diterima sebagai pegawai negeri saya. Sebagai seorang dokter yang baru lulus saya sudah merasakan dunia kedokteran yang sebenarnya, dan kesibukan menyebabkan saya tidak pernah lagi mengikuti pengajian.
Ternyata mengobati pasien tidaklah sesederhana teori yang saya dapatkan di bangku kuliah. Sebagai dokter umum tentu saja kemampuan saya sangat terbatas, dan ini yang membuat saya melirik pengobatan alternative sebagai salah satu solusinya. Pilihan saya jatuh pada reiki, kebetulan ada seorang teman yang memiliki pengetahuan tentang reiki dan apa yang dijelaskannya cukup masuk akal.
Saya mendapatkan attunement pertama pada tahun 1999, saya merasakan adanya sensasi hawa sejuk dan listrik yang lembut pada saat attunement ini. Beberapa orang master memberikan pujian kepada saya, karena saat melakukan meditasi saya memancarkan aura yang indah. Bagi saya meditasi bukanlah hal yang baru (pada saat mempelajari tenaga dalam saya sering melakukannya), namun kemampuan mereka melihat aura dan ketajaman intuisi membuat saya kagum kepada beberapa master reiki.
Setelah attunement pertama seakan saya tidak bisa lepas dengan reiki, self healing dan meditasi hampir tak pernah terlewatkan setiap harinya. Seiring dengan itu kualitas dan kuantitas ibadah saya mulai menurun. Rupanya hal ini tidak lepas dari pengamatan isteri saya, dan beberapa kali dia mengingatkan namun tidak saya hiraukan. Bagi saya reiki dapat menjadi sarana ibadah. “Bukankah dengan membantu menyembuhkan orang lain dengan segala yang kita bisa berarti telah berbuat kebaikan yang besar “. Jawaban inilah yang sering saya kemukakan.
Pada level ini saya sudah dapat menghilangkan serangan asma, rasa nyeri, dan sakit kepala dalam waktu yang singkat. Tanpa sadar berbagai kemampuan kedigjayaan yang sebelumnya telah saya campakkan mulai bermunculan, terutama ilmu getaran.
Saya mendapatkan attumenent kedua empat bulan setelah attunement pertama, dan kemampuan penyembuhan saya semakin meningkat. Tidak cukup dalam lokakarya, saya juga berhubungan dengan para master reiki setiap ada kesempatan, dan biasanya saya mendapatkan tambahan ilmu baru, terutama dalam hal meditasi. Pada level ini saya sudah mampu melihat aura, dan dalam meditasi saya sering merasakan keluar dari tubuh saya sendiri dan dapat mengamati lingkungan sekitar. Saya juga mulai melakukan meditasi kundalini.
Kerusakan akidah mulai terjadi, tiba-tiba saya memiliki pemahaman bahwa semua agama sama, “berasal dari satu Tuhan yang diterjemahkan dengan cara berbeda oleh masing-masing pemeluknya”. Pemahaman seperti ini muncul dengan begitu saja tanpa berproses, seakan-akan muncul dari hati kecil saya. Sholat saya sudah jauh dari khusyu, dalam sholat yang muncul justru bayangan para master dan guru spiritual. Pemahaman saya tentang Akidah Islam yang benar telah hilang total.
Kalau sebelumnya saya mengalami kekacauan dalam kehidupan beragama karena ilmu kesaktian yang pada dasarnya memiliki kemampuan untuk mencelakakan lawan, pada masa-masa ini kekacauan itu muncul lagi dalam model yang berbeda yaitu motivasi untuk menyembuhkan. Bagi saya yang penting pasien sembuh, bahkan untuk pelayanan reiki saya tidak pernah menarik imbalan. Bagi saya cukup ucapan terima kasih dan kepuasan pasien. Saya merasa apa yang saya lakukan sudah benar.
Saya terus meningkatkan kemampuan reiki saya, baik dengan attunemen maupun dengan meditasi dan self healing. Saya semakin tersesat, tidak hanya pada lapangan akidah, dalam aktivitas keseharian pun saya mulai menyimpang. Saya mulai menyukai sabung ayam, dan akhirnya saya memutuskan untuk membeli puluhan ayam aduan. Sebenarnya bukan aspek judi yang menarik bagi saya, tapi lebih kepada tontonan yang menghibur. Ayam-ayam aduan tersebut tersebut saya titipkan pada teman-teman agar tidak mengundang kecurigaan isteri saya. Setiap ada ayam yang terluka di arena aduan akan menjadi pasien saya. Disinilah saya mulai melakukan pengamatan efek energi reiki terhadap penyembuhan luka, dan saya akui ayam yang terluka akan cepat pulih bila mendapatkan energi reiki. Saya tidak merasa berdosa saat menyabung ayam karena pada saat itu muncul pemahaman baru. “Tuhan telah menciptakan setiap makhluknya dengan kodratnya masing-masing, ayam jantan memiliki kodrat selalu ingin berkelahi, jadi tidaklah menjadi persoalan bila kita melakukan sesuatu yang sesuai dengan korat itu”. Kesimpulannya menyabung ayam bukanlah suatu kesalahan.
Kehebatan Sihir Reiki yang Menyesatkan
Dengan usaha yang serius saya berhasil membangkitkan inti kundalini sampai melewati cakra mahkota. Kemampuan penyembuhan dan pewaskitaan saya menjadi sangat meningkat dan saya telah memiliki guru spiritual yang tetap. Beberapa kejadian yang luar biasa pun terjadi, diantaranya:
- Saya berhasil menyembuhkan penderita kanker paru yang mengalami komplikasi gagal ginjal, dengan penyaluran energi jarak jauh hanya dalam waktu 27 hari. Padahal vonis tidak ada harapan hidup telah dijatuhkan oleh para dokter ahli.
- Pasien yang saya terapi di tempat praktek, mengeluarkan jarum dari beberapa bagian tubuhnya setelah berada di rumah.
- Saya berhasil memecahkan teka-teki tentang suara ketukan di sebuah ruangan di rumah sakit, suara ketukan ini membuat beberapa orang teman saya ketakutan. Mengetahui adanya suara ketukan aneh tersebut mendorong saya melakukan meditasi agar terjadi transendensi antara jiwa saya dengan sumber ketukan. Ternyata ketukan berasal dari alam yang didominasi oleh warna abu-abu, untuk memasuki alam tersebut sangatlah sukar. Saya diserang oleh sekelompok orang berbadan pendek (tidak mirip dengan manusia) dengan bola-bola api. Akhirnya saya tahu sumber ketukan dari sebuah peti yang berisi jasad manusia. Saya tidak sempat melakukan tindakan apapun karena hujan bola api mengharuskan saya mengakhiri meditasi. Anehnya setelah itu tidak pernah ada lagi suara ketukan aneh.
- Tiba-tiba saya mengetahui saudara sepupu saya yang bertugas sebagai guru di Masohi (Maluku) dianiaya oleh kelompok orang yang memusuhi Islam. Kejadian ini terjadi sebelum pecahnya kerusuhan di Ambon. Saya dapat meyakinkan kerabat saya dengan menunjukkan satu-satunya koran yang memuat berita tersebut, beberapa waktu kemudian.
- Saya memiliki kesadaran aneh tentang adanya belahan diri saya di alam yang berbeda.
Banyak lagi kejadian luar biasa yang saya alami, dan saya sama sekali tidak bisa membedakan antara karomah dan sihir. Saya menganggap semuanya adalah karunia Allah SWT.
Semangat saya mendalami reiki mengundang pertanyaan dari beberapa orang dokter teman saya. Mereka menganggap saya terjebak dalam kehidupan mistik. Namun saya berhasil mementahkan anggapan mereka dengan mengemukaan alasan yang terkesan ilmiah dan rasional. Saya malah balik menasehati mereka agar jangan terjebak dengan segala sesuatu yang hanya dapat ditangkap oleh panca indera, dan menganjurkan mereka untuk mempertajam intuisi (indera keenam).
Saya memiliki pemahaman tentang energi universal dan menjadi salah satu argumen saya. Dalam konsep energi universal tidak ada ruang dan massa yang tidak terisi oleh energi. Seluruh jagat raya ini tersusun atas energi, bahkan elektron penyusun atom pun tersusun atas energi. Materi adalah energi yang tersusun dengan kepadatan yang tetap. Setiap perubahan bentuk materi menjadi lebih sederhana menghasilkan energi. Energi dapat digunakan untuk apa saja. Manusia dapat memanfaatkan seluruh energi di jagat raya dengan melakukan proses resonansi jiwa dan tubuh, agar sesuai dengan medan elektromagnetik yang dikendaki. Bila energi yang memiliki frekwensi lebih tinggi dari sinar infra merah kita masukkan kedalam tubuh, maka akan mengaktivasi axis psikoneuroimunologi dalam tubuh yang menimbulkan kondisi optimal untuk pencegahan dan penyembuhan segala jenis penyakit. Celakanya saya mengatakan elemen utama dari energi universal itu adalah reiki (dalam hal ini saya menentang pendapat yang mengatakan reiki hanya berguna untuk proses penyembuhan).
Argumen saya membuat beberapa dokter (termasuk isteri saya), tertarik mengikuti lokakarya reiki dan mendapatkan attunement. Astagfirullah !!. Pada saat attunement reiki isteri saya sempat protes kepada salah seorang master karena keberadaan beberapa hio di sudut ruangan, dan master tersebut menjawab hanya untuk mengharumkan ruangan. Sesampainya di rumah, isteri saya yang aktif di kegiatan pengajian sejak bangku kuliah mengajukan pertanyaan bertubi-tubi tentang hio tersebut, dan saya mengakui bahwa saya tidak punya pengetahuan tentang itu. Saya sendiri tidak punya keinginan untuk melakukan attunement terhadap orang lain, karena bagi saya mengkaji aspek meta-energi secara pribadi lebih menyenangkan, dan saya berprinsif tidak akan melakukan sesuatu yang belum sepenuhnya saya mengerti. Saya juga prihatin karena munculnya master-master attunement dadakan, yang hanya mengerti simbol-simbol reiki tanpa bisa memahami karakter energinya.
Datangnya Petunjuk Allah SWT
Kemenangan demi kemenangan ayam aduan saya membuat apa yang saya sembunyikan selama ini terbuka. Tiba-tiba tersiar khabar bahwa pemilik ayam aduan yang dianggap sangat hebat itu adalah saya, padahal saya tiddak pernah membawa ayam aduan ke arena sabung ayam, dan biasanya yang menyabung ayam-ayam aduan itu adalah teman saya. Kedua orang tua saya, isteri dan adik saya akhirnya mengetahui kalau setiap ada hari libur saya pergi ke arena sabung ayam, dan mereka ramai-ramai menasehati saya. Peringatan keras dari orang tua membuat saya meninggalkan arena sabung ayam dan fokus pada hobi saya yang lainnya yaitu mengamati fenomena kehebatan reiki.
Laporan yang mengherankan datang dari seseorang yang diterapi reiki dan membuat saya bingung. Bagaimana mungkin seseorang yang mengalami patah dan retak tulang yang belum sempat direposisi (dikembalikan posisinya), dapat merasakan perbaikan hanya dalam satu malam. Energi yang disalurkan dari jarak jauh dan diprogram dengan metode standar, bekerja dengan sangat aneh. Kenapa pasien merasakan seakan ada energi yang menyusun kembali tulangnya yang patah ? Inilah pertanyaan yang mengusik saya. Walaupun reiki merupakan meta-energi, tetapi pada saat bekerja di dalam tubuh haruslah sesuai dengan kaidah-kaidah Fisiologis (kerja fungsional berbagai alat tubuh) dan Homeostasis (keseimbangan) yang alami. Bila satu bagian tubuh patah maka otot-otot di daerah tersebut akan memendek (kontraksi) dan hal ini tidak memungkinkan untuk terjadinya reposisi alami, harus melalui proses penarikan atau operasi. Pasien akhirnya sembuh dalam waktu sangat singkat tanpa operasi.
Saya mulai mencurigai adanya oknum makhluk yang cerdas dan memiliki naluri layaknya manusia, yang terlibat dalam penyembuhan reiki. Berarti sudah dua kali saya tertipu oleh oknum ini, yang pertama ketika saya mempelajari berbagai ilmu kesaktian dan sekarang dalam kemasan penyembuhan. Saya mulai mencurigai keterlibatan bangsa jin dalam proses ini. Bangsa jin diciptakan dari api, dan mereka adalah makhluk gaib bagi manusia. Mulai saat itu saya mulai melakukan rekontruksi terhadap pemahaman saya.
Konsep reiki dan jin muncul di benak saya. Saya memahami jin merupakan makhluk ruhaniah yang tersusun dari elektron-elektron hidup (bion), yang memiliki frekwensi getaran yang sangat tinggi dan memiliki daya tembus yang luar biasa, dan mampu mempengaruhi medan elektromagnetik otak manusia. Masuk akal kalau mereka terlibat dalam proses penyembuhan reiki. Pemahaman saya bahwa reiki murni energi alam, mulai goyah.
Namun saya tidak berhenti pada kecurigaan, praktek reiki tetap saya jalankan. Saya kemudian terlibat diskusi panjang dan intensive dengan seorang ustadz pimpinan sebuah majlis taklim, beliau seorang sarjana dalam bidang ilmu syariah, master hukum dan berprofesi sebagai pengacara. Terhitung puluhan kali saya berdiskusi dengan beliau. Disamping itu saja juga berdiskusi dengan teman saya, seorang dokter yang aktif dalam kegiatan dakwah.
Hasil diskusi membuat saya memahami akidah Ahlussunah Wal Jamaah yang sesuai dengan manhaj salaf, dan kualitas ibadah saya menjadi semakin baik (selama asyik dengan reiki saya beribadah hanya untuk menggugurkan kewajiban). Sampai suatu ketika saya mencoba untuk diruqyah, pada saat dibacakan ayat-ayat ruqyah saya merasakan adanya getaran listrik halus terutama pada titik diantara kedua mata (cakra ajna) dan merasa tidak nyaman.
Saya kemudian menyadari bahwa paham wihdatul wujud (menganggap alam semesta merupakan perwujudan zat Tuhan), wihdatul adyan (menganggap semua agama sama), dan paham kodrat alami, yang mempengaruhi saya dan didapatkan dari guru spiritual, adalah paham yang ditanamkan oleh iblis. Guru spiritual saya tersebut ternyata termasuk golongan setan. Kuat dugaan saya bahwa praktisi reiki dan ilmu kesaktian yang yang beragama Islam dan memiliki guru spiritual dari alam arwah dan alam malaikat sebenarnya tertipu oleh setan. Guru spiritual tersebut bukanlah arwah yang berasal dari dimensi kedelapan, dan bukan pula malaikat yang berasal dari dimensi kesembilan. Sebenarnya mereka adalah setan dari golongan jin.
Keruwetan pemahaman keberagamaan saya dan perasaan tidak nyaman saat diruqyah, membuat saya terus melakukan diskusi dan perenungan panjang. Akhirnya saya menarik kesimpulan bahwa penyaluran reiki yang saya lakukan selama ini tidak diridhoi Allah SWT. Saya juga melupakan konsep energi universal yang dalam penggunaannya yang banyak melibatkan unsur imajinasi, karena mustahil memahaminya secara utuh, ilmu manusia hanyalah setitik air bila dibandingkan samudera ilmu Allah SWT yang tidak bertepi, yang dilakukan manusia selama ini hanyalah meraba-raba dalam kegelapan, dan dalam kondisi ini setan dengan mudah menyesatkan manusia. Saya pun mengembalikan persoalan ini kedalam hal-hal ghoib yang hanya diketahui oleh Allah SWT dan harus dipahami sesuai dengan syariat Islam. Sedangkan apa yang disebut denga reiki, bioenergi atau ssejenisnya, yang didapatkan dengan cara-cara yang tidak Islami semua berasal dari alam jin.
Dalam proses ruqyah kedua saya merasakan benturan energi yang hebat pada bagian-bagian tubuh yang selama ini saya anggap sebagai tempat simpul dan jalur energi. Kepala saya tidak berhenti berputar sampai ruqyah selesai. Setelah ruqyah kedua ini kemampuan pewaskitaan saya hilang dan saya tidak pernah lagi menyalurkan reiki. Alhamdulillah berkat doa kedua orang tua, isteri, saudara dan orang-orang yang mencintai saya, Allah SWT memberikan hidayah-Nya kepada saya.
Dengan berdoa kepada Allah SWT, maka Dia akan menurunkan Hidayah,Izzah dan Maunahnya. Cukuplah Allah SWT sebagai penolong.
Himbauan Saya Bagi Para Praktisi Reiki dan Bioenergi yang Beragama Islam
Bagi praktisi reiki maupun praktisi bioenergi dan sejenisnya, lakukanlah kajian kritis terhadap apa yang anda lakukan. Mulailah mengukur apa yang anda lakukan, dan yang anda alami dengan standar syariat Islam. Mudah-mudahan anda mendapat hidayah dari Allah SWT.
Praktisi reiki, bioenergi dan ilmu kesaktian hanya akan mendapatkan efek dari ruqyah syar’iyah berupa izzah dan maunah Allah SWT, bila sudah memahami konsep Akidah Ahlussunah Wal Jamaah dan manhaj salaf, dan dengan niat semata-mata untuk taat pada Allah SWT.
Wallaahu a’lam bishshawab.
Sungguh, saya (Pitoko) tak pernah mengira pada akhirnya saya berurusan dengan dunia jin. Meski saya adalah seorang pengacara, tetapi tetap saja tidak bisa menghindari kenyataan bahwa manusia tidak hidup sendirian. Ada makhluk lain yang juga menempati dunia ini sama dengan manusia.
Apa yang saya alami ini, tidak terlepas dari masa lalu saya. Ketika itu saya tertarik mempelajari tenaga dalam dari seseorang yang katanya tidak menggunakan unsur jin. Hal ini terlihat pada iklan mereka di sebuah surat kabar terbitan Yogyakarta.
Saya terpikat dengan slogan mereka yang katanya islami, dari kalimat ‘tauhid’ yang tertera pada nama perguruan tersebut. Dalam ulasan berita itu disebutkan berbagai kehebatan ilmu perguruan itu yang katanya di sarikan dari Al-Qur’an dan mengajak untuk syiar islam serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Saya pikir, inilah yang saya cari selama ini.
Pendek kata, setelah memenuhi segala persyaratan termasuk juga membayar ‘mahar’, saya resmi jadi anggota perguruan beladiri tenaga dalam tersebut. Pada hari pertama sebelum menjalani latihan yan sudah diprogramkan, semua murid angkatan saya diisi dadanya. Selanjutnya diperagakan berbagai atraksi kehebatan dan kesaktian ilmu dalam perguruan itu oleh murid-murid senior.
Menurut saya ilmu-ilmu yang diajarkan sangat banyak, dan sepertinya ilmu sang guru tidak ada habis-habisnya. Hampir semua ilmu yang dimiliki dan diperagakan oleh perguruan lain yang pernah saya lihat di TV dan media cetak lain, serta terdapat di berbagai daerah, ternyata dikuasai oleh sang guru dan diajarkan kepada murid-muridnya. Katanya sang guru telah belajar 57 guru (pendekar) yang terbesar diseluruh indonesia. Hebatnya, seluruh jurus dapat diperagakan secara gerakan fisik maupun batin, mempunyai efek yang sama. Untuk kesaktian maupun pengobatan. Ya pantas saja kehebatannya tidak ada habis-habisnya, karena diambilkan dari Al-Qur,an, pikir waktu itu.
Katanya, ilmu-ilmu tersebut warisan dari seorang wali. Semua murid wajib menjalankan agama islam, menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya agar menjadi orang bertaqwa. Semakin tebal ketaqwaannya, maka akan semakin cepat tinggi pencapaian ilmunya. Jadi tidak mutlak di tentukan berapa lama dan tingkat berapa dalam perguruan itu, semua tergantung ketaqwaannya. Sangat ditekankan agar banyak bedzikir kalimat tauhid.
Sejak awal mengikuti latihan ibadah menjadi relatif lebih baik, mungkin karena berdzikir sebagai bagian dari amalan agar memperoleh “kesaktian” sehingga bisa mengobati diri sendiri maupun orang lain. Banyak pengalaman spiritual yang saya alami ketika berdzikir seperti melihat sinar bergelombang yang masuk ke dalam mata saya yang hampir selalu terjadi dalam setiap bedzikir.
Lain waktu, ketika membaca Al-Qur’an dan kebetulan lampunya mati maka sinar biru keputih-putihan memancar dari Al-Qur’an dan menuntun saya membaca ayat demi ayat. Pada saat membaca surat Yaa siin tiba-tiba seluruh tubuh saya bergetar hebat. Saya sempat terjengkang tiga kali.
Dengan adanya “kelebihan-kelebihan” itu, maka saya pikir jauh melebihi ilmu kebatinan dalam keyakinan kejawen seperti yang dipelajari bapak dan saudara saya.
Bulan pertama, semuanya masih berjalan lancar. Tidak ada sesuatu yang perlu di khawatirkan. Tapi selang beberapa minggu berikutnya ketenangan saya mulai terusik. Bagaimana tidak, bila setiap berdzikir dalam hati maka yang keluar adalah bisikan-bisikan yang menggelisahkan hati saya. “Anallah…Anallah… (saya adalah Allah, Saya adalah Allah)”. Itulah bisikan yang selalu keluar.
Jika demikian, saya segera berkonsentrasi dan mengarahkan hati untuk melafadzkan kalimat tauhid, “laa ilaaha illallah”. Tapi bisikan-bisikan itu terus mencerca saya, “Anallah… Anallah”.
Awalnya saya berpikir bahwa hal ini disebabkan pengaruh buku tentang Al-Hallaj yang sempat saya baca. Al-Hallaj adalah seorang sufi dari Mesir yang dihukum pancung karena menyebarkan paham wihdatul wujud (Bersatunya tuhan dengan hamba). Suatu keyakinan menyatunya hamba dengan Tuhan yang terungkap dalam pernyataan, “Anallah…”. Tapi setelah bisikan “Anallah…Anallah” selalu hadir saat berdzikir, saya pun semakin resah.
Meskipun hati saya gelisah, tapi kehebatan saya kian lama kian meningkat. Hingga empat bulan tanpa terasa saya bergabung dengan mereka. Hanya dengan melafalkan kalimat tauhid, lalu menerapkan jurus-jurus yang diajarkan dalam perguruan, baik secara halus dalam batin, kesaktian atau ilmu itu muncul begitu saja. Saya selalu berhasil. Sepertinya Allah selalu mengabulkan permintaan saya atau permintaan setiap orang yang belajar di perguruan ini, begitulah keyakinan saya saat itu.
Dari sinilah mulai muncul pertanyaan dalam hati, apakah sedemikian tinggi kualitas ibadah saya sehingga Allah dekat dengan saya? Jangan-jangan ada ‘oknum’ lain yang berperan mengabulkan doa saya?
a. Dipandang Menjadi Murid oleh Orang-Orang ‘Sakti’
Pertanyaan-pertanyaan itu, melahirkan keraguan. Saya mulai curiga ketelibatan “oknum” lain, yaitu syetan yang menipu. Sejak itu batin saya bergejolak. Saya gelisah. Akhirnya saya putuskan keluar dari perguruan dengan diam-diam.
Waktu terus berjalan. Secara perlahan muncul rasa enggan terhadap segala macam ilmu tersebut. Namun, ada peristiwa lain yang menyebabkan saya harus berhubungan dengan orang linuwih. Suat ketika saya menemani seorang teman bertemu Eyang Slamet di lereng gunung Merapi, yang dipandang sebagai “orang pintar” oleh sebagian masyarakat.
Saya heran setengah mati, begitu mendengar pernyataannya bahwa saya adalah cucunya. Padahal selama ini tidak ada seorang pun keluarga bapak maupun ibu yang menyatakan bahwa mereka punya hubungan kerabat dengan Eyang Slamet. Waktu itu saya tidak percaya begitu saja akan ucapnya. Saya hanya menganggapnya sebagai orang biasa.
Apakah dia bisa membaca pikiran saya, saya tidak tahu. Tapi yang jelas, tepat tengah malam saya disuruh berdzikir di area perkebunan yang sepi di belakang rumahnya. Di sana saya melihat Eyang Slamet menunjukkan kesaktiannya. Setiap ada yang bermaksud menyentuhnya, maka ia langsung terjengkang. Seakan ada aliran listrik yang mengaliri tubuhnya. “Ini untuk perlindungan dari serangan santet”, ujar Eyang Slamet, saat menangkap sinyal keterkejutan dalam diri saya.
Selain itu, wajah Eyang Slamet pun berubah-ubah, matanya yang semula hanya dua, kini bergerak-gerak, entah bagaimana caranya, hingga akhirnya mata itu pun berjumlah lima, sejurus kemudian, kelima mata diraut mukanya kembali bergerak sedemikian rupa dan menyatu membentuk satu mata yang besar.
‘Deg deg deg’ jantung saya seakan terpacu, keringat dingin pun membasahi kulit saya. “Apalagi kamu, jin saja takut melihat saya”, ejek Eyang Slamet, saat melihat muka saya pucat pasi.
Sedetik kemudian, lampu dimatikan. Hitam pekat diiringi deru suara dedaunan tertiup angin. Bayangan mata satu yang besar belum hilang dari benak saya, tiba-tiba dalam kegelapan dan keheningan itu keluar warna putih yang terus membesar. ‘Woow’ jerit saya terpekik. Tubuh Eyang Slamet meninggi dan tangannya yang berwarna putih seakan cahaya ditengah kegelapan.
“Ini untuk dakwah Islamiyah”, kata Eyang Slamet kemudian. Eyang Slamet memang aneh, dia hanya bekerja diladang pada malam hari sampai pagi. Siangnya di rumah. Ia pun menginginkan saya menjadi muridnya. Tapi keinginan itu saya tolak dengan halus, cukup sudah kegelisahan yang terjadi kemarin. Saya tidak ingin memperdalam sesuatu yang mendatangkan kegelisahan dan ketidaktenangan.
Pada kesempatan lain, saat KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Semarang saya berkenalan dengan seorang kyai pemilik pondok pesantren. Dia tertarik pada saya dan mengajak menemui gurunya di daerah temanggung. Saya sendiri juga melihat keanehan-keanehan dari gurunya itu. Apa yang saya pikirkan seakan diketahuinya.
Demikianlah, kesempatan-kesempatan untuk memperdalam kemampuan spiritual dari beberapa pihak itupun saya tolak. Sebenarnya yang saya cari sangat sederhana yaitu bisa beribadah dan punya sedikit pengetahuan agama. Itu saja.
b. Memutuskan Perkara dengan Bisikan
Meski pada dasarnya saya menolak dan sudah meninggalkan ilmu-ilmu linuwih, namun tanpa sadar, saya sering mendapatkan bisikan-bisikan dalam hati. Bisikan yang mengantarkan saya dalam dunia penerawangan atau mendapat firasat dalam bentuk mimpi atas apa yang belum terjadi.
Saat melamar menjadi dosen, misalnya. Saya seperti melihat sendiri dalam mimpi dan membaca surat penerimaan atas lamaran saya tersebut. Dan memang persis seperti apa yang saya baca saat di terima menjadi dosen disebuah perguruan tinggi. Bahkan sampai detail suratnya pun sudah saya ketahui sebelumnya. Demikian pula halnya ketika mengikuti seleksi menjadi pengacara, saya sudah tahu lebih dahulu bahwa saya akan lulus. Hal ini tidak lain karena adanya bisikan dalam hati.
Setelah menjadi pengacara bisikan dalam hati itu pun masih setia mengiringi perjalanan saya. Padahal sebelum memutuskan untuk menerima atau menolak menangani sebuah kasus, biasanya saya shalat istikharah terlebih dahulu. Tapi disinilah justru syetan menunjukkan kelihaiannya. Dan muncullah bisikan-bisikan yang seakan itu adalah petunjuk Allah.
Bisikan yang sering menyebabkan saya terjebak dalam keruwetan yang berkepanjangan.
Ada sebuah kasus yang mulai saya tangani tahun 2000. seperti biasanya saya shalat istikharah. Saya mohon petunjuk kepada Allah apakah sebaiknya kasus tersebut saya tangani atau tidak. Ternyata setelah sholat istikharah, dari dalam dada saya terdengar suara yang saya dengar cukup keras dan berulang-ulang membisiki agar menangani kasus tersebut.
Akhirnya saya putuskan untuk menerima tawaran menangani kasus tersebut. Kini setelah bertahun-tahun menanganinya saya justru terjebak dalam keruwetan kasus itu sendiri, karena kasusnya menjadi melebar kemasalah lain yang lebih rumit.
Anehnya, setiap saya bertemu dengan pihak lawan, keraguan muncul dan lidah menjadi kelu, akibatnya saya sulit berbicara bila bertemu dengannya. Sungguh sangat mendebarkan. Selanjunya munculah kecemasan yang luar biasa. Bebarapa hari menjelang sidang pengadilan, bisa dipastikan saya dilanda kegelisahan yang tidak kalah beratnya. Malam menjelang sidangpun saya tidak bisa tidur.
Bila sudah demikian, saya menenangkan diri dengan bedzikir hingga berjam-jam lamanya. Barulah kemudian, saya memiliki keberanian untuk melangkah ke pengadilan. Itu pun di bawah ancaman kecemasan yang luar biasa. Hal semacam itu berlangsung terus menerus saat persidangan di tingkat pengadilan Negeri. Padahal untuk kasus-kasus yang lain, hal seperti ini tidak pernah terjadi.
Setelah perkara memperoleh putusan pengadilan yang memenangkan kami, maka pihak lawan mengajukan banding ke pengadilan tinggi. Di sini mulai lagi terjadi keanehan. Perkara yang sudah berlangsung empat tahun tidak juga turun. Setiap saya cek, selalu saja belum di putuskan oleh pengadilan tinggi. Jelas ini menyalahi peraturan yang berlaku. Perkara yang satu ini jelas seperti hilang lenyap di telan bumi. Saya sendiri setiap melangkah mau mengurus dan menyelesaikan perkara ini selalu saja merasa cemas dan gelisah.
Sejak perkara ini masuk ke pengadilan, klien saya menetap di Singapura dan tidak berani kembali kembali ke Indonesia. Ia tidak berhubungan dengan pengacara lain. Semua perkaranya hanya saya yang mengetahuinya. Kondisi yang sangat aneh dan membuat pikiran saya selalu cemas dan gelisah. Hal ini jelas sangat menguntungkan pihak lawan dan dia diuntungkan dengan menguasai rumah berikut isinya senilai hampir satu milyar, padahal sebenarnya itu bukan haknya.
Seiring dengan itu, kehidupan spiritual saya menjadi kacau, bahkan saya mulai berani meninggalkan shalat. Waktu itu tidak ada rasa bersalah. Semuanya masih saya anggap biasa saja. Apakah ini karena pengaruh pergaulan saya selama ini ataukah faktor lainnya, saya tidak begitu peduli. Yang jelas sedikit kesadaran yang menyeruak di dalam dada harus segera di jawab, karena itu saya pun mulai mengikuti kajian keislaman di Jakarta pusat. Inilah awal perkenalan saya dengan majalah Ghoib. Meski saya baru ikut terapi setahun kemudain. Hal ini tidak terlepas dari perasaan yang sulit dijabarkan. Setiap kali terbesit keinginan untuk terapi ruqyah ada saja alasan yang menggagalkannya.
c. Perjuangan Melawan Syetan
Saya pertama kali di ruqyah di kantor ruqyah Majalah Ghoib. Pada awal di bacakan doa-doa ruqyah, semula biasa saja tidak nampak reaksi. Namun sekitar sepuluh menit, tiba-tiba tubuh saya gemetar. Saya menjerit. Ustadz yang mendampingi segera bertindak dengan memijit telapak tangan saya sambil membacakan doa ruqyah dan tak lama kemudian saya menjadi tenang kembali.
Selanjutnya saat giliran pasien di terapi satu persatu, saat diterapi oleh ustadz Hasan Bisri. Begitu dibacakan doa di telinga, lagi-lagi saya gemetar dan berteriak-teriak. Saat ustadz Hasan Bisri menekan dan memijat bagian dada saya, kembali muncul reaksi dan ketika ustadz bertanya siapa jin yang bersarang di dada, dan dengan susah payah sambil merasakan kesakitan jin itu mengaku bernama Suryamo.
Dan ketika di tanya ada berapa dan dimana saja jin-jin yang lain berada. Maka secara reflek dan diluar kendali, tangan saya bergerak menunjukkan keberadaan jin dengan cara memegang bagian-bagian anggota tubuh saya sambil gemetar. “di kepala ada lima, di tengkuk dan leher ada lima, di dada ada lima, di kedua telapak tangan masing-masing ada lima, di perut ada lima, dikedua kaki masing-masing ada lima”, kata jin Suryamo. Total jendral semuanya ada lebih dari dua puluh lima jin. Masya Allah, tubuh saya menjadi sarang para jin.
Pada terapi yang pertama itu belum semua jin keluar dari tubuh saya, karena saya kelelahan dan ruqyah di hentikan. Selesai ruqyah yang pertama ini saya merasakan perubahan yang sangat nyata, dada saya terasa ringan sekali sepertinya beban-beban jauh berkurang, perasaan jadi gembira, pikiran terasa jernih dan bisa berkonsentrasi kerja. Namun, rupanya hal itu hanya saya rasakan dalam waktu kira-kira seminggu, karena setelah itu saya merasakan ada sesuatu yang masuk seperti hembusan angin menyelusup lewat kepala saya dan tiba-tiba kembali saya merasakan beban hidup ini menjadi berat, susah konsentrasi, lemas dan gelsiah lagi. Mungkin, jin itu masuk lagi.
Pada ruqyah kedua, jin-jin itu nampaknya semakin bandel dan agak susah keluar. Bahkan selesai ruqyah kedua ini entah kenapa kepala saya terasa berat dan pusing. Ketika pulang, saya merasa kebingungandan tidak tahu arah pulang, padahal saya sudah sangat paham dan kenal dengan jalan pramuka tempat kantor Majalah Ghoib. Berkali-kali saya tanya orang tentang arah yang akan saya tuju. Meski sudah di kasih tahu, tapi tetap saja saya tidak tahu jalan meski sudah berkali-kali di tunjukkan.
Namun, pada akhirnya alhamdulillah saya perlahan-lahan mulai bisa mengenali arah jalan dan bisa pulang dengan selamat. Sedemikian beratnya gangguan yang saya hadapi sehingga jin yang bersarang dalam diri saya itu pun harus dikeluarkan secara perlahan. Saya tidak peduli berapa kali harus datang dan ruqyah di kantor ruqyah. Bagi saya yang terpenting adalah terhindar dari kemusyrikan pada saat mengalami cobaan. Saya memaknai semua ini bagian dari penghapusan dosa atas kesalahan yang terjadi pada masa lalu. Dengan ini, Allah menegur saya.
Kini setelah mengikuti ruqyah terapi yang kesepuluh kalinya, saya merasakan diri saya jauh lebih baik. Rasa cemas yang biasa hadir kini jauh berkurang, bila tidak boleh dikatakan hilang sama sekali. Karena itu, saya mulai mengurus klien saya kembali setelah terkatung-katung selama empat tahun.
Bagi saya semuanya serba misteri dan saya tidak berani menduga-duga ada ulah dukun di balik semua ini. Saya sudah merasa jauh lebih baik, dan siap melakukan aktivitas kerja lagi sebagai seorang praktisi hukum.
Semoga kisah ini menjadi pelajaran berharga bagi siapapun. Terlebih seorang praktisi hukum seperti saya yang hampir setiap hari ‘bermusuhan’ dengan orang lain. Ini adalah risiko pekerjaan. Tidak semua orang itu baik. Dengan kata lain, tidak sedikit diantara mereka yang akhirnya memanfaatkan dunia lain untuk kepentingan dan keuntungan mereka.
d. Bedah Kesaksian
Pitoko sebenarnya berniat baik. Bahkan sebenarnya sudah berusaha selektif memilih ilmu yang akan dipelajarinya. Pilihan dia jatuh kepada ilmu yang berembel-embelkan tauhid. Memang ini label yang sangat menyesatkan masyarakat Indonesia yang sangat tipis keilmuwan Islamnya. Untuk menggaet masyarakat tipe Pitoko yang berhati-hati agar tidak terjerumus, para penyebar kesyirikan memanfaatkan kata-kata sejenis. Seperti ilmu hikmah, karamah, tauhid dan sebagainya.
Dari sinilah kita bisa menagmbil dua pelajaran penting. Pertama, perkataan Ibnu Mas,ud radhiallahu, “Betapa banyak orang yang berniat mencari kebenaran tetapi tidak sampai kepada kebenaran itu”.
Maka dari itu, niat baik saja tidak cukup. Dan kebenaran tidak bisa diukur dengan perasaan belaka. Niat baik seperti yang dimiliki pitoko dalam rangka mencari keilmuwan Islam yang benar ternyata terbentur dukun. Awalnya ia sangat yakin dengan ilmu barunya itu. Apalagi banyak dzikir yang harus di rapal dan ibadah yang menjadi semakin rajin. Ini menambah keyakinan akan benarnya ilmu tersebut. Dia pun mulai mempunyai ilmu linuwih bisa mengobati. Tetapi dengan hidayah Allah, Pitoko mulai terganggu dengan ilmunya itu. Yang menunjukkan bahwa ilmu tersebut tidak benar, walaupun di awalnya nampak sangat benar dan istimewa.
Kedua, pentingnya memperdalam ilmu aqidah. Aqidah adalah ilmu terpenting dalam Islam. Karena ini berhubungan dengan masalah identitas kemusliman yang bisa tanggal sewaktu-waktu. Berhubungan dengan kisah Pitoko, masalah label tauhid bisa saja di catat para dukun. Demikian juga label positif yang lainnya. Yang penting adalah isinya. Jika labelnya madu tetapi isinya racun, maka tetap saja jangan di minum. Begitulah. Disinilah pentingnya ilmu agar tidak sesat. Untuk itulah buat syetan lebih mudah menyesatkan orang yang ahli ibadah tanpa ilmu daripada seorang ahli ilmu.
Penyesatan umat islam bisa sukses ketika umat ini bodoh. Kesaktian sihir seperti yang dipertontonkan para guru Pitoko bisa dikemas dan dipasarkan dengan label ilmu walisongo. Pitoko dan teman-temannya yang telah terbius dengan kata-kata tauhid itu, tetap menuruti perintah tidak logis untuk menelan pilor gir sepeda.
Pitoko mulai menyadari bahwa ilmu tersebut tidak benar, setelah dia mulai mendapati bisikan-bisikan dalam hatinya. Hatinya mulai bergolak oleh hidayah Allah yang mulai menyerapi setiap sisi hatinya. Bisikan yang selalu muncul ketika dia mengesakan Allah dalam dzikirnya.
Maka bisikan syetan selalu bermunculan dua dampak berbahaya. Kalau tidak menyesatkan pasti menyengsarakan. Atau menyesatkan dan sekaligus menyengsarakan.
Bisikan dalam hati Pitoko, ‘Anallah.. Anallah…(saya Allah, saya Allah)” adalah jelas-jelas bisikan syetan yang berusaha untuk meyakinkan akan keberadaan tuhan dalam dirinya. Syetan itu telah mengaku sebagai Allah. Pendusta besar itu berusaha menyeret Pitoko untuk meyakini sebuah kesesatan.
Bisa jadi apa yang diyakini Pitoko benar bahwa keyakinan wihdatul wujud (bersatunya tuhan dengan hamba) dalam dirinya mulai menyeruak. Dan ini didorong oleh jin yang telah bersarang dalam dirinya hasil pembelajaran ilmu sesatnya. Selama ini.
Bentuk penyesatan lainnya adalah, ketika Pitoko memutuskan untuk keluar dari kelompok ilmu tersebut dan menolak semua iming-iming kehebatan dari berbagai guru kesesatan yang di jumpai berikutnya, jin yang ada dalam dirinya mendorongnya kepada kesesatan yang lain. Yaitu berani meninggalkan perintah wajib bagi setiap muslim shalat. Pitoko diseret agar keluar dari Islam dengan cara membuatnya biasa ketika tidak melaksanakan perintah shalat wajib.
Dan memang begitulah, bisikan syetan membuat seseorang tersesat. Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Hibban dari Aisyah radhiallahuanha, Rasulullah bersabda, “syetan tidak akan tinggal diam (untuk terus menganggu) salah seorang diantara kalian. Maka dia akan membisikkan pertanyaan, ‘siapakah yang menciptakan langit dan bumi?’ kemudian orang itu menjawab, ‘Allah’ syetan bertanya lagi, ‘Siapakah yang mencitakan dirimu?’ ‘Allah’ maka syetan kemudian bertanya, ‘siapakah yang menciptakan Allah?’. Maka jika salah seorang diantara kalian merasakan bisikan itu katakan, ‘Aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya’.
Bisikan syetan dimulai dari memunculkan keraguan dalam hati kita. Kemudian menganggap dosa menjadi biasa dan akhirnya dengan sadar berani mengucapkan atau melakukan perbuatan kufur. Bisikan syetan memang menyesatkan.
Selain menyesatkan, bisikan syetan juga menyengsarakan. Walaupun awalnya bisikan-bisikan itu terkesan membantu. Bahkan seakan orang yang dibantu jin dengan bisikan menjadi orang sakti yang tahu sebelum diberi tahu atau terjadi. Tetapi dengarlah pengakuan jujur Pitoko, “Meski saya akui, saya sering terkecoh oleh bisikan-bisikan itu saat menangani suatu kasus”.
Itulah sesungguhnya keadaan orang yang memelihara jin pertamanya terkesan membantu, tetapi yakinlah kasus Pitoko akan selalu terulang pada diri setiap orang yang mau mendengarkan bisikan jin. Pitoko yang biasanya mengambil keputusan yang berhubungan dengan pekerjaan beratnya dengan berdasarka pada bisikan itu. Kasus yang menurut bisikan baik untuk diambil, ternyata begitu diambil kasusnya ruwet, menegangkan dan tidak putus-putus, hanya menguras tenaga dan perasaannya saja.
Wajar saja hal itu terjadi, karena syetan itu seperti yang digambarkan Nabi, “Dia adalah pendusta besar”. Adapun bisikan-bisikan diawal yang selalu jitu adalah jebakan maut agar orang itu mau terus memakainya dan mau tunduk kepada jin itu.
Untuk itulah dalam Islam tidak ada kata kerjasama dengan jin (lihat QS. Al-Jin;06). Sangatlah lemah dalih boleh karena jinnya muslim. Karena keislamannya sangat tidak bisa dibuktikan, apalagi jin adalah pendusta besar. Jin yang bisa mengucap syahadat atau kalimat thayyibah sering di jadikan alasan bahwa itu adalah tanda keislamannya. Padahal seperti halnya manusia, bandit atau musuh Islam sekalipun bisa dengan mudah mengucapkan kalimat syahadat dan kalimat thayyibah. Pengakuan jin banyak ketidak jelasan dan ketidakbenarannya, yang jelas-jelas benar bahwa dia pendusta besar. (Diambil dari Majalah Ghoib Edisi 26 Th.2/19 Sya’ban 1425 H/4 Oktober 2004 M)
Nama lengkap saya adalah Perdana Akhmad, saya adalah Alumni Universitas Islam Indonesia angkatan 1999 di Yogyakarta pada jurusan Psikologi. Saya lahir di Baturaja, Sumatera Selatan 12 oktober tahun 1980. Saya lahir ditengah-tengah keluarga yang memang suka akan ilmu-ilmu kesaktian, dimana Ayah saya masa mudanya suka sekali berguru ke-orang “pintar” untuk belajar kesaktian bahkan dari penuturan Ayah saya ia pernah melakukan tapa pendem yaitu mengubur diri dalam tanah sebagai syarat untuk mendapat ilmu kesaktian tertentu di daerah Banten. Ayah saya semasa saya kecil pernah mendemonstrasikan kemampuannya kepada kami sekeluarga yaitu mematikan lilin dari jarak jauh dengan tenaga dalamnya, juga mendemonstrasikan kemampuan memecahkan batu kali yang lonjong sebesar pergelangan tangan dengan pukulan tangannya. Begitu juga dengan adik-adik Ayah saya, mereka semuanya ikut perguruan tenaga dalam dan sering “mengobati” orang sakit dengan tenaga dalamnya itu. Maka dari itu sedari kecil saya sangat ingin seperti Ayah saya juga Om-om saya itu.
Perburuan saya mencari ilmu ghoib dimulai pada saat saya duduk dibangku SMP di Kota Manna Bengkulu Selatan, saya ikut perguruan tenaga dalam Budi Suci dimana saya mempelajari jurus-jurus tertentu dengan olah pernapasan, lalu ketika dibangku SMA saya masuk Perguruan tenaga dalam Marga Luyu dan juga Seni Nafas Indonesia, saya dalam berlatih tenaga dalam sudah mencapai tataran yang cukup tinggi waktu itu.
Pada masa SMA ini saya mulai mengenal dengan namanya makhluk halus, dimana sewaktu latihan Guru saya dari perguruan Marga Luyu waktu itu punya kemampuan menarik makhluk-makhluk halus lalu dimasukkan kedalam tubuh teman saya dan kemudian bisa tanyai berbagai macam hal. Saya juga belajar ngampat dimana saya belajar untuk menghadirkan makhluk halus yang saya ingini kedalam tubuh saya atau orang lain. Setelah lulus dibangku SMA tahun 1999 saya pergi ke Yogyakarta dan kuliah di Universitas Islam Indonesia. Di Yogyakarta ini saya tidak lagi masuk perguruan berbasis tenaga dalam lagi namun masih suka berlatih sendiri olah pernapasan.
Saya pada tahun ini juga mengenal Reiki dari Toko buku Gramedia dimana saya melihat ada buku tentang suatu aliran Reiki Tummo dan menginformasikan adanya Lokakarya Reiki Tummo di Yogyakarta, rasa keingintahuan saya begitu tinggi akan ilmu penyembuhan dengan menggunakan energi Ilahi atau alam semesta dan peningkatan spiritualitas seperti yang diberitahukan dalam Buku. Lalu saya mengikuti lokakarya Reiki itu pada tingkat level 1 langsung pada aliran Reiki Tummo yang katanya lebih baik dari aliran Reiki Usui. Saya memang merasakan sensasi yang aneh dimana saya bisa merasakan geraran-getaran pada tangan saya sebagai tanda energi telah mengalir, bertambah semangat saya untuk mempelajari Reiki lebih jauh maka saya mulai membeli semua buku-buku yang berhubungan dengan Reiki. Saya mulai sering bermeditasi Reiki dan membaca buku-buku tentang Reiki, mengkaji, mendengarkan penuturan para praktisi Reiki yang senior tentang ajaran-ajaran spiritualitas yang ternyata banyak dipengaruhi ajaran-ajaran Budha dan Hindu. Namun waktu itu saya terus mengkajinya karena saya pikir Nabi Muhammad saja memberitahukan agar kita agar belajar kenegeri Cina untuk mencari ilmu pengetahuan.
Selain memperdalam Reiki saya juga mengikuti pengajian di Pesantren Ihya Assunah Degolan di Yogyakarta dan masuk dalam keanggotaan Laskar Jihad yang telah dibentuk, karena waktu itu sedang ramai-ramainya berita tentang pembantaian kaum muslimin di Maluku dan Poso.Pada keanggotaan saya di Laskar Jihad ini saya mulai ragu-ragu akan “kebersihan” Ilmu-ilmu tenaga dalam dan juga Ilmu Penyembuhan Reiki, dimana anggota Laskar Jihad sangat ditekankan menjauhi syirik, khurafat maupun bid’ah dalam ibadah maupun pada saat berjihad. Lalu pada pertengahan tahun 2000 saya berangkat ke Ambon dan berjihad disana, di Ambon saya praktis tidak memakai tenaga dalam juga Reiki (dengan membentuk bola energi perlindungan Reiki atau memagari diri dengan kekuatan tenaga dalam) dalam berperang namun hanya dengan membaca amalan zikir.
Setelah peristiwa Kebon Cengkeh berdarah 14 Juni 2001 (semoga ke lima teman saya dan kaum muslimin Ambon yang meninggal mendapat predikat syahid dari Allah Ta’ala,Amin) saya pulang ke Yogyakarta dan melanjutkan kuliah kembali. Saya lalu kembali memperdalam Reiki dengan kembali mengikuti lokakarya Reiki Tummo pada tingkat level 2. Saya juga mengikuti Attunenent aliran Reiki Tao secara reiju jarak jauh pada sebuah yayasan Reiki Tao yang cukup terkenal di Jakarta dan mengikuti lokakarya aliran Neo Zen Reiki pada Master Reiki Anand Khrisna di Yogyakarta dan juga membeli buku-buku karangannya yang cukup laris waktu itu.
Saya waktu itu mulai sedikit-demi sedikit mulai terpengaruhi ajaran tentang reinkarnasi yaitu dengan Reiki saya bisa memutus siklus kelahiran kembali didunia, dengan Reiki dan kebangkitan kundalini saya bisa mendapatkan kekuatan-kekuatan ghaib dan peningkatan spiritualitas. Saya lalu mulai ikut berbagai mailinglish aliran Reiki di Internet seperti mailinglish Mahameru, Reiki Tao, Reiki Sufi, Caraka Reiki, Nur Ilahi, Shing Chi, Reiki Chakra , Sirna Galih, PHL, Peace One Earth , Peace One Earth Indonesia dan mulai mendapatkan Attunement (penyelarasan energi) berbagai macam aliran Reiki hingga pada tingkat Master Pengajar lebih dari 30 aliran Reiki yang saya dapatkan hingga pada tingkat Master Pengajar yang dapat memberikan attunement Reiki pada orang lain.
Saya juga sering memberikan attunement Reiki pada teman-teman dekat saya dan kepada para sesama praktisi Reiki yang ingin mendapatkan attunenent energi tertentu yang telah saya kuasai. Saya menjadi sering bermeditasi dan rajin berlatih Reiki, tetapi dalam memperdalam Reiki ini saya malah sering menderita berbagai macam penyakit yang kelihatannya ringan seperti pusing kepala, dada sesak, sampai sakit atau panas pada bagian-bagian tubuh tertentu secara terus-menerus, tapi menurut para praktisi Reiki itu wajar dalam proses “pembersihan” energi kundalini. Saya juga mulai lagi memperdalam ilmu tenaga dalam yang sempat saya tinggalkan, selain latihan pernapasan saya juga mulai memperdalam ilmu aji-ajian versi jawa yaitu dengan melakukan puasa mutih, ngebleng dan membaca suatu rapalan ribuan kali.
Bahkan saya sempat diajak seorang sahabat non muslim sesama praktisi Reiki yang beraliran kejawen melakukan kungkum (berendam diair dengan membaca rapalan tertentu) di Sendang Kasihan Yogyakarta. Semakin lama saya memperdalam ilmu Reiki juga tenaga dalam serta ajian-ajian ini saya mulai marasakan ketidakberesan dalam diri saya, saya menjadi malas untuk beribadah syari’ah yang dituntunkan Rasulullah, merasa tidak nyaman membaca Al-Qur’an malah lebih suka bermeditasi (seolah-olah menggantikan shalat) yang saya anggap lebih bisa menenangkan saya dan mengasyikkan karena saya merasakan sensasi-sensasi tertentu yang hebat seperti merasa bisa terbang juga merasa ada kekuatan-kekuatan tertentu yang masuk dalam tubuh saya. Sampai tahun 2003 saya terus memperdalam ilmu-ilmu saya itu, saya juga mampu untuk scaneling berbagai energi Reiki yang saya inginkan tanpa bantuan Master Reiki lagi. Dalam pendalaman ilmu-ilmu ghaib ini saya pada tanggal 10 februari 2003 tiga hari sebelum Hari Raya Idul Adha saya pergi ketempat Pak Gatot Margono seorang guru besar Perguruan tenaga dalam Chakra Buana di Magetan Yogyakarta untuk memperdalam ilmu Kanuragan. Sesampai di Magetan saya menemui Pak Gatot Margono. Disana saya diberi penjelasan mengenai Ilmu meraga sukma, Trawangan, penyempurnaan Ajian Rajah Kala Chakra yang telah saya miliki sebelumnya, ilmu panglimunan, kekebalan, silat ghaib, sampai pada saya bisa tahu isi hati orang juga bisa mengetahui suatu barang dalam keadaan mata tertutup hal itu dilakukan Pak Gatot katanya dengan “membuka” tubuh saya. Pak Gatot merajah seluruh tubuh saya dengan huruf-huruf arab dengan menulis dari jari-jari tangannya langsung (seperti membuat simbol Reiki) , ia juga mengatakan akan memberikan tempat ditubuh saya untuk sebangsa malaikat, juga memberi saya kemampuan menghimpun tenaga dalam tingkat tinggi dalam tingkat karomah dengan metode bacaan tertentu pada posisi Namaskar (tangan ditelungkupkan didepan dada).Walhasil setelah saya coba saat itu juga saya merasakan ada yang aneh ditubuh saya saya kedua tangan saya yang saya telungkupkan di dada bergetar dengan hebat tanda energi itu sudah masuk.
Namun dalam penjelasannya setelah prosesi pembukaan itu ada perkataannya yang aneh dari beliau, walaupun Pak Gatot katanya beragama Islam ia mengatakan kita sebenarnya tidak perlu shalat, puasa juga melaksanakan syari’at Islam karena hal itu sudah tidak penting lagi jika sudah sampai pada tingkat makrifat (seperti aliran Sufi,kejawen atau ajaran Syekh Siti Jenar) lalu ia juga menjelaskan tentang ajaran versi kejawen seperti tentang saudara kembar, Roh pembimbing, kesadaran jiwa, sukma sejati. Ia juga mengatakan bahwa ia mampu menemui Sunan Kalijaga yang dikatakan Pak Gatot sebagai Guru Spiritualnya dan ia sangat senang memberikan ilmunya pada saya yang dikatakannya saya telah siap menerima ilmu tingkat tinggi.
Saya waktu itu merasa menjadi orang yang hebat sekali. Saya hanya sehari semalam saja di tempat Pak Gatot, setelah menginap semalam ditempatnya lalu esoknya saya pulang. Sebelum saya pulang ke Yogyakarta saya sempatkan dulu menginap kurang lebih tiga hari ditempat saudara saya di Solo. Kebetulan di Solo tempat Om saya itu ada kamar dilantai dua yang cukup sepi maka saya bermeditasi disana. Tidak lama meditasi saya meresakan tangan saya bergetar lalu tangan saya bergerak sendiri (gerak pribadi) membentuk gerakan-gerakan tertentu seperti gerakan Yoga, juga dapat bergerak sendiri membentuk jurus-jurus tenaga dalam, jika ingin gerak silat tubuh saya bergerak sendiri. Hari kedua saya bermeditasi kembali, namun kali ini ada kejadian yang luar biasa sewaktu saya sedang “menghimpun” kekuatan dalam posisi Namaskar tiba-tiba terbersit dengan kuat sekali dihati saya untuk menulis, lalu saya sediakan pena dan kertas lalu tangan saya tanpa dikomando bergerak sendiri dengan mengenalkan dirinya sebagai sukma sejati, lalu banyak lagi yang mengenalkan dirinya salah satunya sebagai kesadaran jiwa, kesadaran hati, roh pembimbing, caranya cukup aneh yaitu menulis. Katanya ini cara pertama untuk berkenalan dengan saya sebagai satu tubuh, ia mengatakan ditubuh saya banyak sekali “kesadaran-kesadaran”.
Mereka mengatakan sudah sangat letih mendampingi saya hidup didunia, mendengar hal itu dan dengan keinginan “teman” saya itu, sesuai dengan ilmu-ilmu Reiki yang saya pelajari saya membuat suatu simbol Reiki di dada juga dibagian tubuh lain lalu dipersilahkan mereka untuk mengambilnya kekuatannya. Pertemanan saya berjalan terus sampai saya pulang kekos-kosan, waktu itu kami hanya bicara melalui tulisan saja. Di kos-kosan saya sempat mempertontonkan kemampuan saya menebak warna-warna pada kertas yang diinginkan teman saya itu dengan mata tertutup.
Setelah dua hari istirahat setelah kepulangan dari Magetan dan Solo saya pergi ke warnet untuk melihat email-email kiriman teman-teman sesama praktisi Reiki. Sewaktu sedang mengetik tiba-tiba ada yang berbicara di dalam hati saya, hebat! Saya bisa mendengar dengan sangat jelas suara-suara ghaib seperti suara sukma sejati, kesadaran jiwa bahkan ada yang mengenalkan diri sebagai Dewa-Dewa langsung berbicara lewat hati. Saya waktu itu saat duduk di warnet seperti sedang trance, saya tidak mempedulikan keadaan saya sendiri namun saya tidak sampai membuat suatu tindakan-tindakan seperti orang kesurupan (seperti mengamuk) namun hanya tidak sadar secara bathin, dalam keadaan duduk saya melihat dengan mata bathin seolah-olah ada begitu banyak makhluk-makhluk yang mendatangi saya (dapat saya lihat wujudnya yang beraneka ragam) yang katanya ingin menolong saya menuju kesempurnaan hingga dada saya berdebar dengan kerasnya.
Saya juga merasakan ada yang aneh pada diri saya, saya seolah-olah mendapat kekuatan atau kesadaran yang mendalam tentang hakikat keghoiban, karena tidak tahan lagi berhadapan dengan makhluk-makhluk ghaib itu dan kesadaran saya yang semakin menipis itu saya lalu membaca Ayat Kursi berulangkali yang cukup membantu hingga saya tersadarkan lalu saya pulang ke kos-kosan. Namun fikiran, hati, masih belum sempurna milik saya. Di kamar saya kembali tidak sadar dan saya lupa membaca Ayat kursi hingga saya hanya mengurung diri dikamar bermeditasi “asyik” dengan perkenalan dengan berbagai macam makhluk itu dan mengalami sensasi-sensasi yang aneh yang sukar untuk saya ungkapkan. Saya waktu itu merasa menyelami kesadaran-kesadaran ghaib saya hingga saya seolah-olah menaklukkan satu persatu kesadaran saya dan terus menuju ketingkat kesadaran yang lebih halus pada setiap lapisan diri saya. Saya mengalami sensasi seolah-olah tahu tentang dunia ini juga hakikat keghoiban, saya juga seolah-olah menjadi orang asing di dunia ini hingga sampai tiga hari saya hanya mengurung diri dikamar, jika lapar saya hanya makan sedikit sekali.
Teman-teman yang merasa aneh dengan sikap saya itu mulai mengatakan saya keberatan ilmu (karena setelah pulang saya bisa mendemonstrasikan kemampuan ghoib saya) saya lalu mulai mengoceh tentang hakikat keghoiban tapi saya waktu itu dalam keadaan sadar namun dalam keadaan sudah dipengaruhi. Melihat keadaan saya yang aneh itu mereka memaksa saya untuk ketempat seorang Ustadz untuk diobati, saya lalu dengan percaya diri menyanggupi keinginan mereka. Sesampainya ditempat Ustadz Ja’far Umar Thalib (mantan Panglima Laskar Jihad) ternyata Ustadz tidak dapat ditemui lalu saya dibawa ketempat temannya yang bernama Mas Untung yang bisa mengobati orang seperti saya. Sesampainya disana saya ditanyai tentang keadaan saya dan sempat terjadi diskusi.Sesudah itu saya disuruh tidur dan saya di Ruqyah dengan Ayat-ayat Al-Qur’an,yang terjadi sungguh hebat tubuh saya bergetar dengan kerasnya seluruh persendian saya kaku dan seperti terkena arus listrik yang kuat. Saya menangis dengan kerasnya namun saya tidak tahu kok bisa menangis.
Saya mendengar banyak yang teriak kepanasan didalam tubuh saya. Saya akhirnya tidak bisa mengontrol diri saya lagi karena yang berbicara waktu itu bukan saya lagi namun makhluk-makhluk ghoib yang ada dalam tubuh saya. Saya tidak terlalu ingat apa yang dibicarakan makhluk itu pada orang yang menerapi saya karena saya dalam keadaan tidak sadar. Mungkin ada satu jam saya di Ruqyah lalu saya disadarkan. Mas Untung mengatakan didalam tubuh saya ada banyak sekali makhluk sebangsa Jin dan syaitan, tubuh saya sudah dikuasai sepenuhnya oleh makhluk halus sebangsa jin dan syaitan itu, secara lahir dapat dilihat raut muka saya tiba-tiba berubah menghitam tidak ada cahaya dalam prosesi Ruqyah. Saya lalu dinasehati Untung agar kembali pada ajaran agama Islam yang murni dan saya diberi amalan untuk dibaca.
Tetapi waktu itu saya seakan kurang percaya akan apa yang saya alami, lalu saya pulang kekos. Tidak lama dikamar dada saya terasa sesak lalu teman-teman saya mulai mencoba membacakan Ayat-ayat Al-Qur’an pada saya hingga akhirnya saya kembali kumat, lalu mereka kembali memanggil Mas Untung, lalu Mas Untung kembali meruqyah saya. Setelah kurang lebih satu jam Mas Untung kewalahan karena ada sangat banyak makhluk halus didalam tubuh saya lalu Mas Untung memanggil Mas Faturakhman yang juga membawa teman-temannya.Waktu itu terjadi “pertempuran” Mas Untung dan Mas Faturakhman melawan makhluk halus yang ada pada tubuh saya yang waktu itu berjumlah 40.000 makhluk sebangsa jin dan syaitan (wallaahu a’lam) dan katanya diluar tubuh saya ada ribuan jin dan syaitan lagi yang menunggu untuk masuk. Bahkan ada mengaku ia adalah Pak Gatot yang sedang meraga sukma masuk dalam tubuh saya untuk membantu menghadapi Mas Untung, Mas Faturakhman , ada juga Jin mengaku-aku dewa, makhluk halus itu mengatakan sangat marah pada Mas Untung dan Mas Faturakhman dikarenakan merekalah saya kembali dalam Islam dan para makhluk halus itu mengatakan sangat ingin “membantu” saya mencapai kesempurnaan dalam spiritualitas. Mereka sempat menunjukkan kemampuan mereka mengetahui isi hati Mas Untung dan Mas Faturakhman juga mengatakan hal-hal yang bersifat pribadi pada diri mereka bahkan hal-hal yang bersifat rahasia pada diri Ayah saya yang berada di Lampung juga rahasia keluarga saya makhluk halus itu mengetahuinya. Mereka juga mengetahui dengan tepat nama-nama jin yang pernah dimiliki Mas Faturakhman (dulu ia sempat mendalami ilmu ghaib tentang jin dan akhirnya bertobat).
Selama prosesi Ruqyah itu sedikit demi sedikit saya sudah mulai sadar penuh secara bathin namun tidak bisa mengontrol tubuh tapi bisa mendengarkan percakapan dan adu kekuatan jin dengan kekuatan bacaan Al-Qur’an. Mas Untung dan Mas Faturakhman selama dalam prosesi Ruqyah sempat beberapa kali menekan-nekan bagian tertentu dalam tubuh saya atau meremas rambut pada kepala saya untuk mengeluarkan dan membunuh makhuk astral yang ada pada diri saya itu dengan diiringi teriakan kesakitan dari jin dan setan yang menguasai tubuh saya (saya bisa merasakan kematian satu-persatu jin dan setan dalam tubuh saya,dimana saya merasakan nafas saya serasa putus dan tubuh saya serasa tertekan kebumi disaat jin dan setan itu berteriak pada teriakan terakhir hidupnya . Wallaahua’lam). Selama kurang lebih delapan jam mereka mengobati sedangkan para tetangga diluar sudah banyak mengumpul karena mendengar jin dan setan melalui lisan saya berteriak-teriak minta ampun dengan kerasnya dan mulai terlihat keburukan mereka yang ternyata mereka lalu mengolok-olok Mas Untung dan Mas Faturakhman yang dikatakan mereka tidak mempunyai kekuatan apa-apa untuk menghadapi mereka bangsa jin Ifrit, yang keadaannya sangat berbeda ketika mereka mempengaruhi saya mereka berbuat-seolah mereka sangat suci.
Makhluk halus itu juga sempat mengancam saya untuk mencabut nyawa saya jika saya tidak mengusir orang yang menerapi saya, saya juga dipaksa mengikuti mereka dan percaya pada ajaran mereka, mereka juga mengatakan melalui bathin saya bahwa mereka punya kemampuan dan kekuasaan untuk mencabut nyawa saya. Mungkin lebih dari lima kali mereka berbuat sesuatu pada diri saya sehingga saya merasa napas saya serasa putus dan dan mendapat sensasi seolah-olah lingkungan sekitar menjadi hening seketika, namun secara bathin saya katakan “Saya hanya menyerahkan diri saya kepada Allah SWT semata,Dialah yang punya hak atas nyawa saya dan saya minta ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan yang telah saya perbuat!”Yang nyatanya mereka hanya menggertak saja dan tidak terbukti sama sekali ancaman mereka itu.
Dalam prosesi Ruqyah itu akhirnya diketahui ternyata selama ini sebelum saya ketempat Pak Gatot pun sudah banyak makhluk halus yang ada dalam tubuh saya dalam berbagai jenis bentuk makhluk astral yang ikut masuk ketika saya di attunement berbagai aliran Reiki (ternyata sewaktu di attunement Reiki dan saat penyaluran Reiki justru banyak makhluk ghaib yang masuk) dan saat berlatih tenaga dalam juga saat melakukan laku Aji-ajian tertentu yang golongan Jinnya termasuk “jawara-jawara” yang kuat-kuat ilmu dan tipuannya hingga saya tertipu tidak menyadari keberadaan mereka sama sekali. Ternyata mereka memang punya misi utama untuk menjebak agar manusia tidak mentauhidkan Allah dengan tipudayanya dan tubuh saya telah dijadikan tempat bagi mereka sehingga mereka dapat seenaknya keluar masuk pada diri saya sesuka hati mereka.
Sedangkan saya tidak menyangka sama sekali,selama ini saya sangat yakin akan keampuhan energi perlindungan yang telah saya program juga pagaran tenaga dalam yang telah saya buat yang nyatanya tidak ada fungsi apa-apa.(Namun Alhamdulillah dalam prosesi Ruqyah itu ada satu “pentolan” Jin sadar bernama Ronggowarsito yang kemudian masuk Islam keluar dari tubuh saya dengan membawa ribuan anak buahnya setelah didakwahi dan diselingi debat oleh Mas Faturakhman). Setelah delapan jam meruqyah saya, Mas Untung dan Mas Faturakhman sudah kelelahan dan masih menyisakan Jin dan Setan dalam tubuh saya walaupun sudah banyak Jin yang telah tewas terbakar atau keluar dari tubuh saya. Makhluk halus terakhir itu mengatakan ia adalah Allah dan ada yang mengaku Syekh Siti Jenar (tampaknya tinggal dedengkotnya). Mas Untung mengatakan sekarang tinggal kamu sendiri yang mengalahkannya dengan Fadhilah Al-Qur’an yang diajarkan pada saya. Karena keadaan saya belum begitu baik saya lalu pulang ke Lampung tempat orang tua saya tinggal. Dalam perjalanan ke Lampung makhluk halus itu kembali mempengaruhi saya agar mengikuti bujuk rayu mereka dengan mengiming-imingi akan membantu saya meningkatkan spiritualitas,saya benar-benar bisa mendengar ucapan mereka lewat hati dan kembali mereka membuat sensasi-sensasi aneh pada diri saya namun tidak sekuat dulu dan saya memang sudah mewaspadainya lalu saya membaca Ayat-ayat Al-Qur’an dan saya mendengar dengan jelas sekali mereka langsung berteriak kepanasan.
Saya di Lampung di Ruqyah oleh Ustadz Ari Wibowo (sahabat Ustadz Fadlan) di Pondok Pesantren Darul Fattah dan Ustadz Darsono ditempat yang berbeda ternyata masih banyak jin dalam tubuh saya dan ada sihir yang terus menyerang saya. Saya juga sempat dibawa Ibu saya ke Guru besar tenaga dalam Sinar Cakra yang ibuku waktu itu menjadi anggota Sinar Cakra dan saya juga menjadi anggotanya. Yang terjadi adalah mereka tertawa-tawa yang bisa didengar lewat bathin saya karena tidak ada satu pun jurus-jurus tenaga dalam pada saat penyaluran energi tenaga dalam sanggup mengusir bahkan melukai mereka karena ilmu-ilmu tenaga dalam dan semacamnya itu sendiri adalah salah satu senjata dan tipu daya mereka untuk mengecoh manusia.
Saya juga ingat mereka pernah mengatakan sewaktu saya masih di Yogyakarta diwaktu jin dan setan itu masih tersisa dalam tubuh saya,mereka sama sekali tidak mempan sama sekali terhadap yang dinamakan Energi Ilahi atau Reiki (Untuk penjelasan tentang hakikat Reiki, tenaga dalam dan ilmu kesaktian bisa membaca buku saya yang berjudul “Membongkar Kesesatan Praktek Sihir Pada Reiki, Tenaga Dalam dan Ilmu Kesaktian”) walaupun sempat saya mengalirkan jenis energi yang bersifat panas sekelas Sakara juga Karuna KI ataupun energi sekaliber Shing Chi bahkan Reiki Tao dan juga bola energi kuning emas yang katanya anti Jin sama sekali tidak berarti malah mulai terlihat kejelekan mereka. Mereka sangat suka mengolok dan mengejek dengan mengatakan Energi Ilahi itu tidak punya pengaruh apa-apa bahkan sangat enak untuk “dimakan” dan Reiki itu adalah milik mereka lalu mereka mengatakan bahwa saya orang bodoh tidak tahu apa-apa. Mereka juga mengatakan mereka sudah berpengalaman selama ribuan tahun demi misinya untuk mempengaruhi orang-orang seperti saya lewat kekuatan-kekuatan energi atau tenaga dalam. Pada masa pengobatan ini saya sempat tiga kali antara sadar dan tidak didalam tidur saya, saya berkelahi dengan makhluk halus yang masih tersisa didalam tubuh saya dan saya bisa melihat wujudnya dengan sangat jelas seperti saya melihat dengan mata telanjang.
Pada pertemuan pertama saya melihat ada dua Jin laki-laki yang menyerang saya dan waktu itu saya sempat terpukul namun saya tidak merasakan sakit dan saya dapat membanting salah satu Jin itu sewaktu ia ingin menebas tubuh saya dengan pedangnya hingga terkena temannya sendiri. Beberapa hari kemudian saya kembali bermimpi dan saya kembali dapat melihat mereka dengan sangat jelas sekali namun dalam rupa yang sangat menyeramkan dan mentertawai saya dengan tawa yang cukup mengerikan namun tidak berani mendekati saya. Pada pertemuan ketiga inilah saya dapat melihat wujud mereka secara lebih nyata wallahualam yaitu ada Jin yang berbentuk sangat mirip dengan manusia namun tubuhnya begitu besar dan sangat tinggi dan setan satu lagi berwujud seperti kera dengan tubuh sangat hitam dan pendek kira-kira 50 cm saja. Saya kali ini benar-benar berkelahi dengan mereka saya benar-benar merasakan mereka menyerang saya.
Saya sempat menangkap Jin yang bertubuh pendek dengan tangan kiri saya lalu saya cengkram tubuhnya dengan keras dan saya bacakan Ayat Kursi hingga ia terbakar hingga Jin yang satu lagi yang bertubuh amat mirip manusia itu tidak berani mendekat. Setelah mendapat pengobatan Ruqyah di Lampung dengan Ustadz Ari Wibowo dan Ustadz Darsono dan dengan cukup ketat melakukan dzikir juga doa-doa untuk perlindungan diri, juga membeli mendengarkan kaset Ruqyah yang dibacakan Ustadz Fadlan saya merasa agak baikan. Jin yang ada dalam tubuh saya itu tidak begitu dapat lagi membuat sensasi-sensasi yang aneh pada bathin saya. Saya juga sempat menelpon Ustadz Fadlan pada minggu kesatu bulan maret 2003 dan ada kejadian yang cukup berkesan sewaktu saya menelpon Ustadz Fadlan, begitu Ustadz Fadlan mengangkat Hp-nya dan saya mengatakan bahwa saya ingin konsultasi tantang masalah Jin yang ada dalam tubuh saya, tiba-tiba saya langsung tidak dapat mengontrol diri saya lalu Jin yang masih ada dalam tubuh saya itu berteriak-teriak tidak sudi bertemu Ustadz Fadlan. Melihat Jin itu berbicara melalui lisan saya maka Ustadz Fadlan langsung meruqyah saya secara jarak jauh melalui telpon, saya bisa mendengar Jin yang ada dalam tubuh saya itu berteriak-teriak kepanasan (dalam Terapi Ruqyah melalui Hp itu Alhamdulillah saya bisa mengontrol tangan tubuh dan tangan saya untuk tetap duduk memegang telpon). Lalu saya disadarkan kembali dan Ustadz Fadlan menyarankan agar saya menemuinya di Jakarta atau di Yogyakarta. Saya lalu kembali ke Yogyakarta dan saya sekembalinya di Yogyakarta berniat untuk menemui Ustadz Fadlan secara langsung.
Pada hari jum’at minggu ketiga bulan April 2003 saya menemui Ustadz Fadlan dengan ditemani teman saya menuju tempat terapi Ruqyah Ustadz Fadlan untuk di Ruqyah.Begitu sampai ditempat Ustadz Fadlan ada juga kejadian yang cukup menghebohkan setelah saya turun dari motor dan mendengar suara Ustadz Fadlan yang sedang melakukan Terapi Ruqyah, dada saya langsung terasa sesak dan saya langsung jatuh terduduk ditanah,lalu saya muntah-muntah, saya merasa ada banyak sekali yang keluar melalui mulut saya semacam uap yang keluar bersama-sama muntahan saya. Saya lalu dibawa ke ruangan tempat Ruqyah massal berlangsung,di ruangan itu saya tidak dapat lagi mengontrol diri saya, Jin yang telah menguasai tubuh saya itu menangis meraung-raung kepanasan, tubuh saya juga bergetar dengan hebatnya. Setelah setengah jam Jin melalui tubuh saya itu menangis dan berteriak-teriak kepanasan lalu Ustadz Fadlan secara khusus membacakan ayat-ayat Ruqyah kepada saya Ustadz Fadlan pada saat meruqyah saya secara langsung sempat beberapa kali memukul-mukul juga menekan pada beberapa bagian tubuh saya, lalu terjadi dialog Jin yang mendakwakan dirinya sebagai golongan Jin Ifrit dengan Ust.Fadlan.
Jin itu mengaku mempunyai ribuan anak buah dan dan sebagian besar anak buahnya itu telah pergi dari tubuh saya dan juga Jin itu mengatakan bahwa gara-gara Ustadz Fadlan banyak sekali anak buahnya yang tewas terbakar, Jin itu juga mengaku bahwa Reiki itu sebenarnya dari kekuatan dirinya dan dalam berbagai jenis aliran Reiki yang telah dikuasai saya itu ada banyak jenis Jin yang masuk sesuai dengan jenis aliran Reiki yang telah dikuasai saya, juga ada banyak Jin lain yang telah membantu dan menguasai saya pada saat latihan tenaga dalam yang sesungguhnya tenaga dalam itu juga dari kekuatan mereka (percakapan antara Ustadz Fadlan dengan Jin dalam tubuh saya itu sempat direkam oleh asisten Ustadz Fadlan).
Lalu Ustadz Fadlan mengajak Jin yang ada dalam tubuh saya itu bertobat dan masuk Islam, tetapi Jin-Jin yang telah menguasai tubuh saya itu sepertinya enggan masuk Islam bahkan ada salah satu Jin yang takut pada Pak Gatot Margono mengatakan jika ia keluar maka Pak Gatot akan membunuhnya. Karena kebandelan mereka setelah didakwahi masih saja tidak mau keluar dari tubuh saya maka Ustadz Fadlan memukuli kembali mereka (dengan melalui perantara tubuh saya) hingga mereka menjerit-jerit kesakitan dan kepanasan karena tubuh mereka luka-luka dan terbakar. Akhirnya banyak diantara mereka yang menyerah kalah, lalu Ustadz Fadlan memberi saya minum air sirih yang telah disaring dan dicampur garam dan Ustadz Fadlan menyadarkan saya kembali. Selepas saya sadar Ustadz Fadlan lalu memberi saya amalan doa perlindungan gangguan Jin yang mesti saya amalkan dan Ustadz Fadlan menganjurkan saya untuk kembali datang karena masih ada sisa Jin yang masih ada dalam tubuh saya. Pada jum’at berikutnya saya kembali datang untuk kembali di Ruqyah namun kali ini Jin yang masih ada didalam tubuh saya itu sudah tidak lagi begitu bisa menguasai tubuh saya tetapi masih bisa membuat getaran-gataran pada tangan dan juga membuat mata saya terus mengeluarkan air mata, dalam prosesi Ruqyah itu beberapa bagian tubuh saya dipukul untuk mengeluarkan Jin yang masih tersisa. Alhamdulilllah setelah prosesi Ruqyah itu saya sudah merasa baikan dan saya mulai bisa melaksanakan ibadah dan aktifitas sehari-hari dengan baik.Lalu pada saya pada minggu-minggu berikutnya terus mengikuti prosesi Ruqyah dan terus bertahan selama kurang lebih enam bulan lamanya dengan dzikir dan do’a hingga saya benar-benar bisa terbebas dari pengaruh Jin yang ada pada diri saya. Wallahualam.
Pengkultusan terhadap seseorang, ditemukan hampir merata di seluruh penjuru nusantara. Disebabkan punya kedudukan atau dianggap tokoh besar maka ia dikultuskan dan dikeramatkan.
Pengkeramatan sang tokoh ini berlangsung sejak tokoh tadi hidup bahkan sampai ia meninggal dunia. Barang-barang yang berkaitan dengan sosok tadi pun dicari-cari dan diagung-agungkan, dijadikan jimat dan tidak lupa untuk dikeramatkan.Tambah parah lagi, makamnya senantiasa ramai dipadati oleh para pengagum dan simpatisan yang pingin ‘ngalap berkah’ dari kubur sang tokoh. Selalu semarak, itu yang terjadi di makam orang yang ditokohkan. Bahkan ketika tiba saat ulang tahun kematian dan kelahiran tokoh, semaraknya kubur lebih dibandingkan dengan semaraknya masjid-masjid Allah.
Kenyataan ini lebih tambah mengenaskan ketika ditemukan kenyataan bahwa mayoritas peziarah adalah mereka yang menyatakan diri sebagai orang muslim. Aktivitas yang berhubungan dengan pengagungan seorang tokoh selalu akan bertambah variasinya, karena berjalan seiring dengan ide dan kreativitas para pengagum. Contoh konkrit ada di zaman Nabi Nuh; Meninggalnya para tokoh agama di zaman itu memunculkan ide di kalangan para pengagum untuk membangun patung dan gambar demi mengenang sang tokoh. Awalnya untuk mendekatkan pada Allah. Ide berkembang setelahnya dengan menjadikan sang tokoh sebagai perantara dalam berdoa kepada Allah. Berkembang lagi hingga menjadikan patung tadi sesembahan yang diibadahi selain Allah.
Anggapan yang telah menyebar di kaum muslimin pada umumnya, terutama yang ada di Indonesia bahwasanya yang disebut wali Allah adalah orang-orang yang memiliki kekhususan-kekhususan yang tidak dimiliki oleh orang-orang biasa. Yaitu mampu melakukan hal-hal yang ajaib yang disebut dengan karomah para wali. Sehingga jika ada seseorang yang memiliki ilmu yang tinggi tentang syari’at Islam namun tidak memiliki kekhususan ini maka kewaliannya diragukan. Sebaliknya jika ada seseorang yang sama sekali tidak berilmu bahkan melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah dan meninggalkan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah , namun dia mampu menunjukan keajaiban-keajaiban (yang dianggap karomah) maka orang tersebut bisa dianggap sebagai wali Allah .
Hal ini disebabkan karena kaum muslimin (terutama yang di Indonesia) sejak kecil telah ditanamkan pemahaman yang rusak ini. Apalagi ditunjang dengan sarana-sarana elektronik seperti adanya film-film para sunan yang menggambarkan kesaktian para wali. Tentunya hal ini adalah sangat berbahaya yang bisa menimbulkan rusaknya aqidah kaum muslimin.
Kreatifitas kesyirikan ini hampir selalu berulang di setiap zaman dan generasi, karena ini adalah makar syaitan untuk menjerumuskan umat manusia ke dalam neraka. Tokoh yang dipuja bisa jadi berbeda namun sebenarnya hakikat kebatilan yang ditawarkan adalah sama. Di zaman Nabi Nuh yang diagungkan adalah wadd, suwa , yaghuts , yauq dan nashr, dan di kafir qurays ada yang dinamakan latta, uzza, manna dan hubbal.
Dan di negeri ini pun ada pula yang ditokohkan seperti itu. Wujud kreatifitas kesyirikan yang bisa ditemukan di masa kini, adalah dibuatnya berbagai perhelatan untuk mengagungkan sang tokoh, baik dengan mengadakan tour ziarah dan penarikan energi para wali, atau peringatan ulang tahun kelahiran dan kematian (haul). Atau mengawetkan barang-barang peninggalannya
Bila ditimbang dalam syariat Islam, hal yang berkaitan dengan mengagungkan tokoh dan peninggalan-peninggalan bukanlah sesuatu yang dianjurkan. Bahkan sebaliknya pintu-pintu yang menuju kepada pengagungan tokoh melebihi kapasitas kemanusiaan dicegah dan ditutup oleh Rasulullah dan para sahabat.
Pengagungan terhadapan suatu benda dan individu tertentu hampir selalu identik dengan kesyirikan. Umumnya, sebuah masyarakat akan mengagungkan tokoh dan benda karena berjangkitnya penyakit kebodohan di tengah-tengah mereka. Tak tahu mana yang diperintahkan dan dilarang oleh syariat Allah Ta’ala. Atau hadir di negeri tersebut para tokoh agama yang buruk yang memberikan contoh teladan keburukan kepada umat, menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Sampai hal yang syirik pun dilegalkan oleh ulama buruk ini. Bisa juga terjadi karena memang masyarakat terlampau ghuluw dalam mengagungkan seorang tokoh. Atau bercokol di negeri itu para pemimpin yang buruk, yang tak menjalankan syariat Allah ta’ala.
Hukum ziarah ke kubur itu jelas dianjurkan dalam Islam. Karena didalamnya terkandung pesan agar kita ingat bahwa sebentar lagi kita pun akan ada di dalamnya. Dan semua orang pastilah akan menjadi penghuninya, cepat atau lambat.Namun jika kita berkeyakinan bahwa orang yang sudah mati itu lantas berdoa juga kepada Allah SWT untuk kebaikan kita, maka ada yang salah dalam memahaminya. Selain itu, menziarahi makam para wali itu harus dicermati dengan pemahaman akidah yang benar. Misalnya antara lain :
1. Bahwa orang yang sudah mati itu tidak bisa berdoa demi keselamatan dirinya sendiri, bahkan sibuk mengharapkan kiriman pahala bantuan dari orang yang masih hidup. Lalu bagaimana pula dia berdoa untuk keselamatan orang lain ?
2. Bahwa kita dibolehkan meminta untuk didoakan oleh orang yang shaleh dan dekat hubungan dengan Allah SWT. Namun bila orang shalih itu sudah wafat, tentu saja sudah lain lagi urusannya. Sebab mereka yang sudah mati sudah tidak lagi berurusan dengan yang masih hidup.
3. Bahwa meminta kepada mendoakan orang yang sudah wafat agar ruh orang mati itu mendoakan kita bukanlah sesuatu yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Dan pada prakteknya, justru hal itu sangat sulit dibedakan dengan meminta kepada ruh orang mati. Minta istri, lulus ujian, dagangan laku, naik jabatan, terpilih jadi wakil rakyat dan seterusnya. Tentu saja meminta kepada selain Allah SWT adalah syirik yang harus dihilangkan.
4. Dan sebenarnya, para wali yang diziarahi itu dulunya bukanlah tokoh sakti mandraguna yang punya sekian jenis ajian ghaib. Mereka itu adalah para pemimpin wilayah negeri Islam dalam sistem hukum negara Islam Demak. Istilah ‘wali’ yang disematkan kepada mereka bukanlah waliyullah yang umumnya dinisbatkan kepada orang ahli ibadat dan punya keistimewaan ini dan itu. Namun makna wali adalah pemimpin sebuah wilayah secara hukum dan administratif. Barangkali sekarang ini seperti gubernur. Hanya saja sistem hukumnya adalah hukum Islam. Itulah yang dikatakan para sejarawan tentang para wali songo itu. Sedangkan cerita yang beredar di tengah masyarakat itu sebenarnya tidak pernah bisa dipertanggung-jawabkan kebenarannya secara ilmiyah. Dan alangkah naifnya bila sosok para pemimpin Islam dan penyebar Islam di tanah Jawa itu disamakan dengan tokoh dunia persilatan yang bisa terbang, menghilang, bisa membuat hal ghaib dan sejenisnya.
Ketahuilah Allah telah menjelaskan dalam kitab-Nya dan sunnah Rosul-Nya bahwasanya Allah memiliki wali-wali dari golongan manusia dan demikian pula syaithon juga memiliki wali-wali dari golongan manusia. Maka Allah membedakan antara para wali Allah dan para wali syaithon. Sebagaimana firman Allah :
“Allah adalah wali (penolong) bagi orang-orang yang beriman. Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang kafir penolong-penolong mereka adalah thogut yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan-kegelapan.Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.“”(Al-Baqarah : 257)
“Jika engkau membaca Al-Qur’an maka berlindunglah kepada Allah dari (godaan) syaithon yang terkutuk. Sesungguhnya tidak ada kekuatan baginya terhadap orang-orang yang beriman dan mereka bertawakal kepada Rob mereka. Hanyalah kekuatannya terhadap orang-orang yang berwala’ kepadanya dan mereka yang dengannya berbuat syirik.” (An-Nahl :98-100)
“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dan orang-orang kafir berperang di jalan thogut. Maka perangilah para wali-wali syaithon sesungguhnya tipuan syaithon itu lemah.” (An-Nisa’ : 76)
Maka wajib bagi kita untuk membedakan manakah yang merupakan wali-wali Allah dan manakah yang merupakan wali-wali syaithon, sebagaimana Allah dan Rosulullah membedakannya.
Definisi wali adalah :Wali diambil dari lafal al-walayah yang merupakan lawan kata dari al-‘adawah. Adapun arti dari al-walayah adalah al-mahabbah (kecintaan) dan al-qorbu (kedekatan). Sedangkan arti al-‘adawah adalah al-bugdlu (kebencian) dan al-bu’du (kejauhan). Sedangkan wali artinya yang dekat.
1. Kriteria Wali Allah
Yang disebut wali Allah adalah orang yang dia mencintai Allah dan dekat dengan Allah . Dan orang seperti ini harus memiliki sifat-sifat berikut :
v Dia harus ittiba’ (mengikuti) Nabi , menjalankan perintah Nabi dan menjauhi larangan-larangan beliau. Berdasarkan firman Allah :“Katakanlah”Jika kalian mencintai Allah maka ikutlah aku maka Allah akan mencintai kalian” (Ali Imron :31).Ayat ini merupakan ayat ujian yang turun untuk menguji orang-orang yang mengaku mencintai Allah (termasuk di dalamnya orang yang mengaku dia adalah wali Allah). Jika dia benar mengikuti Nabi maka kecintaannya kepada Allah adalah benar, dan jika tidak maka cintanya adalah dusta.
v Dia harus bersifat lembut kepada kaum muslimin dan keras kepada kaum kafir, dan berjihad di jalan Allah dan tidak takut dengan celaan orang-orang yang mencela, sesuai dengan firman Allah :“Wahai orang-orang yang beriman barang siapa dari kalian yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah yang bersifat lemah lembut kepada orang-orang mukmin, yang bersifat keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah dan tidak takut dengan celaan orang yang mencela.”(Al-Maidah : 54)
v Dia harus bertaqwa dan beriman, yaitu beriman dengan hatinya dan bertaqwa dengan anggota tubuhnya, sesuai dengan firman Allah:“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih (hati). (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa.” (Yunus : 62,63)
Maka barangsiapa yang mengaku sebagai wali Allah namun tidak memiliki sifat-sifat ini maka dia adalah pendusta.
Namun perlu diperhatikan bukanlah syarat seorang wali dia harus ma’sum (tidak pernah berbuat salah), dan tidak pula dia harus menguasai seluruh ilmu syari’at. Bahkan boleh baginya tidak mengetahui sebagian syari’at atau masih samar baginya sebagian perkara agama. Oleh karena itu tidak wajib bagi manusia untuk mengimani seluruh apa yang dikatakan oleh seorang wali Allah sehingga dia tidak menjadi seorang Nabi , tetapi seluruh yang dikatakannya dikembalikan kepada ajaran Muhammad . Jika sesuai, maka perkataannya diterima dan jika tidak, maka ditolak. Dan jika tidak diketahui apakah sesuai atau tidak dengan ajaran Nabi maka tawaquf Dan inilah sikap yang benar kepada wali Allah. Adapun sikap yang salah kepada wali Allah yaitu membenarkan semua apa yang diucapkan dan yang dilakukannya, atau sebaliknya jika melihat dia mengatakan atau melakukan sesuatu yang menyelisihi syari’at maka langsung mengeluarkan dia dari kewaliannya.
Umar bin Khottob adalah contoh seorang wali Allah, yang Rasulullah bersabda tentangnya :
Pada umat-umat sebelum kalian ada orang-orang yang muhaddatsun (yang mendapatkan berita ghoib atau sejenis ilham dari Allah). Kalaupun ada di kalangan umatku satu orang, maka dia adalah Umar.
“Sesungguhnya Allah menjadikan kebenaran pada lisan Umar dan pada hatinya. Kalaulah ada nabi setelahku maka dia adalah Umar. “
Hadits-hadits ini jelas menunjukan bahwasanya Umar adalah seorang wali Allah, bahkan beliau mendapatkan ilham dari Allah. Namun hal ini tidak menunjukan bahwa Umar harus ma’sum (terjaga dari kesalahan). Kesalahan yang pernah beliau lakukan diantaranya
v Yaitu pada saat Nabi Muhammad saw berumroh pada tahun ke enam Hijiroh bersama sekitar 1400 kaum muslimin –mereka itu yang berbai’at di bawah pohon- dan Nabi telah mengadakan perjanjian damai dengan kaum musyrikin setelah melalui perundingan dengan kaum musrikin tersebut untuk kembali ke Madinah pada tahun ini dan berumroh pada tahun yang akan datang. Dan Nabi memberi beberapa syarat terhadap mereka yang dalam syarat-syarat tersebut ada tekanan kepada kaum muslimin secara dzohir, sehingga hal itu memberatkan kebanyakan kaum muslimin, sedangkan Allah dan Rosul-Nya lebih mengetahui dengan maslahat yang ada di balik itu. Dan Umar termasuk orang yang tidak setuju dengan hal itu, lalu berkata kepada Nabi :”Wahai Rosulullah, bukankah kita di atas kebenaran dan musuh kita di atas kebatilan ?”, maka Nabi menjawab :”Benar”, lalu Umar berkata lagi :”Bukankah orang-orang yang terbunuh diantara kita masuk ke dalam surga dan orang-orang yang terbunuh di antara mereka masuk ke dalam neraka?”, Nabi menjawab :”Benar”. Umar berkata :”Kenapa kita merendahkan agama kita?”, Nabi berkata :”Aku adalah Rosulullah dan Allah adalah penolongku dan aku bukanlah orang yang bermaksiat kepadanya.”, Umar berkata :”Bukankah engkau berkata kepada kami bahwa kita kita akan mendatangi baitulloh dan berthowaf ?”, Nabi berkata :”Benar”. Nabi berkata lagi:”Apakah aku mengatakan kepadamu sesungguhnya engkau akan mendatanginya pada tahun ini?”, Umar berkata :”Tidak”, Nabi berkata :”Sesungguhnya engkau akan mendatanginya dan berthowaf.” Umar pun mendatangi Abu Bakar dan berkata kepadanya sebagaimana perkataannya kepada Rosulullah. Dan Abu Bakar pun menjawab sebagaimana jawaban Rosulullah , padahal dia tidak mendengar jawaban Rosulullah . Dan Abu Bakar adalah orang yang lebih sering sesuai dengan Allah dan Rosul-Nya dari pada Umar , dan Umar mengakui kesalahannya dan berkata :”Aku benar-benar akan mengamalkannya”
v Ketika Nabi wafat, Umar mengingkari kematian Nabi . Namun tatkala Abu Bakar berkata :”Sesungguhnya dia telah wafat”, maka Umar pun menerimanya.
v Ketika Abu Bakar memerangi orang-orang yang enggan membayar zakat, maka Umar berkata kepada Abu Bakar :”Bagaimana bisa kita memerangi manusia, sedangkan Rosulullah bersabda :”Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan aku adalah Rosulullah. Apabila mereka mengakui hal ini maka terjagalah darah-darah dan harta-harta mereka, kecuali dengan haknya”, maka Abu Bakar berkata :”Bukanlah Rosulullah bersabda “kecuali dengan haknya”?, sesungguhnya zakat termasuk haknya. Demi Allah kalau mereka itu menolak untuk membayar zakat kepadaku yang mereka membayarnya kepada Rosulullah maka aku akan memerangi mereka karena ketidakmauan mereka”. Berkata Umar ”Demi Allah tidaklah ada, kecuali aku melihat Allah telah melapangkan dada Abu Bakar untuk memerangi (orang-orang yang enggan membayar zakat), maka aku mengetahui bahwasanya dia adalah benar”
Faidah yang bisa diambil dari kisah ini adalah:
v Seorang wali tidak ma’sum, bisa berbuat salah, bahkan berkali-kali.
v Seorang wali bisa memiliki karomah sebagaimana Umar yang mendapat ilham dari Allah.
v Tidak berarti seseorang yang mendapat karomah berarti lebih mulia daripada wali Allah yang tidak ada karomahnya. Sebagaimana Abu Bakar jelas lebih mulia daripada Umar , namun dia tidak mendapatkan ilham dari Allah
v Seorang wali tetap harus melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rosul-Nya dan menjauhi larangan-larangan Allah dan Rosul-Nya. Sebagaimana Umar yang tetap melaksanakan perintah Allah
v Walaupun seorang wali, tapi perkataan dan perbuatannya harus ditimbang dengan Al-Kitab dan Sunnah Nabi yang ma’sum. Sebagaimana ucapan Umar dikembalikan (ditimbang) oleh Abu Bakar dengan Sunnah Nabi. Berkata Yunus bin Abdil A’la As-Shodafi : Saya berkata kepada Imam Syafi’i : “Sesungguhnya sahabat kami –yaitu Al-Laits- mengatakan :”Apabila engkau melihat seorang bisa berjalan di atas (Permukaan) air, maka janganlah engkau anggap dia sebelum engkau teliti keadaan (amalan-amalan) orang tersebut, apakah sesuai dengan Al-Kitab dan As-Sunnah.”, lalu Imam Syafi’i berkata :”Al-Laits masih kurang, bahkan kalau engkau melihat sesseorang bisa berjalan di atas air atau bisa terbang di udara, maka janganlah engkau anggap ia sebelum engkau memeriksa keadaan (amalan-amalan) orang trsebut apakah sesuai dengan Al-Kitab dan As-Sunnah”.
v Seorang wali yang telah jelas bahwasanya perkataan atau perbuatannya menyelisihi Sunnah Nabi, maka dia harus kembali kepada kebenaran. Dan dia tidak menentangnya. Sebagaimana Umar , beliau tidak membantah Abu Bakar dengan berkata :”Tapi saya kan wali, saya kan mendapat ilham dari Allah, saya kan dijamin masuk surga, dan kalian harus menerima perkataan saya”
v Seorang wali harus mematuhi syari’at Muhammad. Para Nabi saja kalau hidup sekarang harus mengikuti syari’at Muhammad apalagi para wali. Karena jelas para Nabi lebih bertaqwa daripada para wali dari selain Nabi. Ibnu Mas’ud t berkata :”Tidaklah Allah mengutus seorang nabipun kecuali Allah mengambil perjanjiannya, jika Muhammad telah diutus dan nabi tersebut masih hidup maka nabi tersebut harus benar-benar beriman kepadanya dan menolongnya. Dan Allah memerintah Nabi tersebut untuk mengambil perjanjian kepada umatnya kalau Muhammad telah diutus dan mereka (umat nabi tersebut masih) hidup maka mereka akan benar-benar beriman kepadanya dan menolongnya.”
v Seorang wali tidak boleh menyombongkan dirinya dengan mengaku-ngaku bahwa dia adalah wali, sebagaimana yang dilakukan oleh Ahlul kitab yang mereka mengaku bahwa mereka adalah wali-wali Allah. Sebagaimana firman Allah : “Dan janganlah kalian menyatakan diri-diri kalian suci. Dia (Allah) yang lebih mengetahui tentang orang yang bertaqwa.” (An-Najm : 32 )
Orang mengaku dirinya adalah wali maka dia telah berbuat maksiat kepada Allah karena telah melanggar larangan Allah ini. Dan orang yang bermaksiat tidak pantas disebut wali Allah.
Dan juga bukan termasuk syarat sebagai wali Allah yaitu dia harus memiliki karomah. Namun karomah merupakan tambahan kenikmatan yang Allah berikan kepada siapa saja yang Ia kehendaki dari kalangan para wali-Nya. Dan wali-wali Allah tidak memiliki ciri-ciri yang khusus pada perkara-perkara mubah yang bisa membedakannya dengan manusia yang lain. Pakainnya sama, rambutnya sama, dan yang lainnya juga sama.
Contoh-contoh karomah para wali Allah
v Amir bin Fahiroh mati syahid, maka mereka mencari jasadnya namun tidak bisa menemukannya. Ternyata ketika dia terbunuh dia diangkat dan hal ini dilihat oleh Amir bin Thufail. Berkata Urwah:”Mereka melihat malaikat mengangkatnya”
v Kholid bin Walid ketika mengepung musuh di dalam benteng yang kokoh, maka para musuhpun berkata :”Kami tidak akan menyerah sampai engkau meminum racun”, lalu diapun meminum racun namun tidak mengapa.
v Sa’ad bin Abi Waqqos adalah orang yang selalu dikabulkan do’anya. Dan dengan do’anya itulah dia berhasil mengalahkan pasukan Kisro dan menguasai Iroq.
v Umar bin Khottob, pernah mengutus pasukan dan beliau mengangkat seorang pemuda yang bernama Sariyah untuk memimpin pasukan tersebut. Dan ketika Umar sedang berkhutbah di atas mimbar, beliau berteriak :”Wahai Sariyah, gunung !, wahai Sariyah, gunung !”. Lalu utusan pasukan tersebut menemui Umar dan berkata : “Wahai Amirul Mu’minin, kami bertemu musuh, tiba-tiba ada suara teriakan :”Wahai Sariyah, gunung!”, lalu kami menyandarkan punggung-punggung kami ke gunung kemudian Allah memenangkan kami”.
v Abu Muslim Al-Khoulani, dia pernah dicari oleh Al-Aswad Al-‘Anasi yang mengaku sebagai nabi. Lalu Al-Aswad bertanya kepada beliau :”Apakah engkau bersaksi bahwa saya adalah Rosul Allah?”, lalu dia berkata :”Saya tidak dengar”, lalu dia bertanya lagi :”Apakah engkau bersaksi bahwa Muhammad adalah Rosul Allah?”, beliau menjawab :”Ya”. Lalu disiapkan api dan beliau dilemparkan ke api. Namun mereka mendapatinya sedang sholat di dalam kobaran api itu, api itu menjadi dingin dan keselamatan untuknya.
v Sa’id Ibnul Musayyib, di waktu hari-hari yang panas, beliau mendengar adzan dari kuburan Nabi ketika tiba waktu-waktu sholat, dan mesjid dalam keadaan kosong (karena panasnya hari –pent), tidak ada seorangpun kecuali dia.
v Uwais Al-Qorni ketika wafat mereka menemukan di bajunya ada beberapa kain kafan yang sebelumnya tidak ada, dan mereka juga menemukan lubang yang digali di padang pasir yang sudah ada lahadnya. Lalu mereka mengafaninya dengan kefan-kafan teresbut dan menguburkannya di lubang tersebut.
v Asid Bin Hudlair membaca surat Al-Kahfi lalu turunlah bayangan dari langit yang ada semacam lentera dan itu adalah para malaikat yang turun karena bacaannya. Dan malaikat pernah menyalami Imron bin Husain . Salman dan Abu Darda’ makan di piring lalu piring mereka bertasbih atau makanan yang ada pada piring tersebut bertasbih. Ubbad bin Busyr dan Asid bin Hudlair kembali dari Rosulullah pada malam yang gelap gulita. Maka Allah menjadikan cahaya bagi mereka berdua, dan tatkala mereka berpisah maka terpisah juga cahaya tersebut.
v Muthorrif bin Abdillah jika memasuki rumahnya maka tempayan-tempayannya bertasbih bersamanya. Dia bersama seorang sahabatnya berjalan di malam hari, lalu Allah menjadikan cahaya untuk mereka berdua.
v Ahnaf bin Qois. Ketika dia wafat, tutup kepala milik seseorang terjatuh di kuburannya. Lalu orang tersebut mengambil topinya, dan dia melihat kuburannya telah menjadi seluas mata memandang.
v Utbah Al-gulam, dia meminta kepada Allah tiga perkara, yaitu suara yang indah, air mata yang banyak, dan makanan yang diperoleh tanpa usaha. Dan jika dia membaca Al-Qur’an maka dia menangis dengan air mata yang banyak. Dan jika dia bernaung di rumahnya dia mendapatkan makanan dan dia tidak tahu dari manakah makanan tersebut.
2. Kriteria Wali Syaitan.
Allah Ta’ala telah menerangkan ciri-ciri wali syaitan pada ayat-ayat Al-Qur’an berikut ini :
“Dan barang siapa yang berpaling dari pengajaran Ar-Rohman, kami adakan baginya syaithon yang menyesatkan, maka syaithon itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (Az-Zukhruf : 36)
“ Apakah akan aku beritahukan kepadamu, kepada siapkah syaithon-syaithon itu turun ?,mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi banyak dosa. Mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaithon) itu, dan kebanyakan mereka adalah pendusta.” (As-Syu’aro’ : 221,223)
Contoh-contoh tipuan syaithon :
v Abdullah bin Soyyad. Nabi pernah menguji Ibnu Soyyad (seorang dukun yang hidup di zaman Nabi yang dia adalah seorang Yahudi). Nabi berkata kepadanya :”(Cobalah tebak) aku menyembunyikan sesuatu (di hatiku)”. Ibnu Soyyad berkata :”Ad-Dukh…Ad-Dukh..”. Padahal sesungguhnya Nabi sedang menyembunyikan surat Ad-Dukhon. Lalu Nabi berkata kepadanya :”Engkau tidak mampu melampaui kemampuanmu” Ibnu Soyyad hampir betul menebak apa yang ada di hati Nabi, dan ini adalah suatu keajaiban, namun dengan bantuan syaithon. Karena seorang yang normal maka dia tidak akan bisa mengetahui isi hati manusia, bahkan Nabi pun tidak mengetahui isi hati manusia kecuali yang diberitahu oleh Allah . Para sahabat pun (kecuali Hudzifah, karena dia telah diberitahu oleh Nabi tidak mengetahui siapa-siapa saja orang munafik yang ada bersama mereka)
v Al-Aswad Al-‘Anasi yang mengaku sebagai nabi. Dia dibantu para syaithon yang memberitahukan kepadanya tentang perkara-perkara ghoib. Dan tatkala kaum muslimin memeranginya mereka kawatir para syaithonnya akan mengabarkan kepadanya apa yang mereka bicarakan tentang dirinya (yaitu bahwasanya dia akan dibunuh –pent). Namun istrinya sadar akan kekafiran suaminya maka diapun menolong kaum muslimin.
v Musailamah Al-Kadzdzab yang juga mengaku sebagai nabi, memiliki syaithon-syaithon yang memberitahukan perkara-perkara gho’ib kepadanya dan membantunya melakukan hal-hal yang ajaib. Diantaranya dia pernah meludah di sumur sehingga air sumur tersebut menjadi melimpah.
v Al-Harits Ad-Dimasyqi, seorang pembohong besar yang muncul dan mengaku sebagi nabi di Syam pada zaman khalifah Abdul Malik bin Marwan (wafat tahun 86 H). Al-Harits memiliki kemampuan ajaib. Para syaithonnya melepaskan kedua kakinya dari belenggu, dan membuatnya kebal senjata, dan batu pualam bisa bertasbih jika dia sentuh dengan tangannya. Dan dia telah melihat orang-orang dalam keadaaan berjalan dan naik kuda terbang di udara, dia berkata : “Mereka adalah malaikat”, padahal mereka adalah jin. Dan tatkala kaum muslimin menangkapnya untuk dibunuh, maka ada orang yang menombaknya di tubuhnya, namun tidak mempan. Maka Abdul Malik berkata kepadanya :”Engkau tidak menyebut nama Allah”. Lalu orang itu menyebut nama Allah dan berhasil membunuh Al-harits.
v Lia ‘Aminuddin, yang mengaku sebagai Imam Mahdi dan mengaku telah didatangi oleh Jibril. Keajaiban yang ada padanya yaitu dia mampu untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Bahkan dia mengaku adalah seseorang yang memberantas bid’ah dan kesyririkan.
Menurut Drs RM Setyadji Pantjawidjaja, Ketua Umum Yayasan Swagotra Budaya Jawa Tengah, ritual kungkum telah ada pada masyarakat Jawa sejak masa pra-Hindu. Ritual ini selanjutnya mengalami akulturasi dengan tradisi Hindu.
Ritual kungkum dimaksudkan sebagai media pembersihan diri baik secara jasmani maupun rohani. Kebersihan diri merupakan prasyarat mutlak bagi manusia yang ingin mendekatkan diri dengan Tuhan. Manusia yang bersih jiwa dan raga, menurut pendiri Permadani ini, dapat mendengar aksa wakia (suara Tuhan) atau bahkan berkomunikasi dengan Tuhan. ”Ibarat kaca mata, kalau bening dapat untuk melihat dengan jelas.”
Tanggal 1 Sura dikatakan penganut kejawen adalah gerbang memasuki tahun baru. Dengan demikian, ritual kungkum ibarat orang yang akan masuk ke tempat suci, harus mencuci tangan kaki terlebih dulu. Orang yang melakukan ritual tersebut pada malam hari dengan harapan mendapatkan berkah pada tahun mendatang.
Banyak di kalangan orang muda yang masih melaksanakan tradisi kungkum dengan tujuan pembersihan diri. Yusup Sardjoko (28) misalnya, mengaku setiap tahun melakukannya. Lelaki yang mengikuti salah satu sekte kejawen di Semarang ini setiap 1 Sura menunaikan tradisi itu. Lokasi yang dipilih tergantung pada titah sang guru. Tidak menetap pada suatu tempat tertentu. Pada malam 1 Sura kali ini, dia akan kungkum di suatu tempat di wilayah Grobogan.
Sesungguhnya jika dikatakan kungkum bisa membersihkan diri dari segala dosa ,agar terkabul hajadnya dan sarana mendekatkan diri pada Allah merupakan suatu bentuk kesesatan yang nyata.Bagaimana mungkin kita bisa membersihkan diri kita dari segala dosa,ingin terkabul hajadnya dan sarana mendekatkan diri pada Allah jika dalam ritual kungkum itu baik-laki-laki tumpah-ruah bersama-sama dalam satu tampat pemandian berikhtilat (bercampur) dengan melakukan rutal-ritual yang sangat menyimpang dengan ajaran islam seperti sewaktu kungkum diharuskan untuk membuka aurad bahkan telanjang,diharuskan untuk membaca wirid-wirid atau mantra-mantra,menelungkupkan tangan didada dalam posisi namaskar (istilah dalam agama Budha). dan bahkan tidak jarang kita mendengar terjadinya perbuatan maksiat dalam prosesi kungkum.
Selain itu tradisi kungkum dianggap sebagai warisan nenek moyang yang harus dilestarikan adalah ucapan kebathilan sebab fanatik (ta’ashshub) mempertahankan pada kepada sesuatu yang diwarisi dari bapak dan nenek moyangnya, sekalipun hal itu batil, dan mencampakkan apa yang menyalahi adalah suatu kesesatan yang nyata.
Sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam surah Al-Baqarah: 170 yang artinya, “Dan apabila dikatakan kepada mereka: ‘Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah’, mereka menjawab: ‘(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami’. (Apakah mereka akan mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk.”
Jadi kesimpulannya tradisi kungkum bukanlah sebagai sarana mendakatkan diri pada Allah dari warisan jaman dahulu bukanlah petunjuk dari Allah apalagi adanya penyimpangan dan kesesatan yang nyata dalam prosesi kungkum melainkan pertunjuk dari setan untuk menjerumuskan manusia pada kemaksiatan yang nyata.Marikah kita membersihkan diri kita dari prilaku najis yang penuh dengan maksiat kepada Allah.
Pengertian ruwatan dalam bahasa Jawa Kuno, ruwat berarti lebur (melebur) atau membuang, ruwatan adalah salah satu cara untuk melepaskan diri dari dominasi energi negatif yang dalam bahasa Jawa kuno disebut Sengkala dan Sukerta.Orang yang diruwat adalah orang yang ingin mengikis energi negatif (kesialan) berupa sengkala dan sukerta yang melekat pada dirinya, yaitu diri setiap orang sebagai efek dari dosa dan kesalahan.
Paranormal Bambang Yuwono menjelaskan apabila seseorang mengidap sengkala dan sukerta akibat murka Dewa Batharakala terhadap dirinya maka tanda-tanda yang langsung dirasakan oleh orang yang bersangkutan adalah sulit mendapatkan rejeki, kerja selalu salah, berdagang rugi, jodoh sulit, rumah tangga ricuh, sakit-sakitan dan sebagainya.Dikatakan oleh paranormal yang biasa meruwat bahwa secara supranatural orang tersebut memiliki aura yang redup dan tidak stabil, oleh sebab itu tahap awal orang tersebut (Karuwat) perlu diselaraskan auranya, oleh orang yang memiliki aura lebih kuat dan mampu menyalurkan tenaga inti dalam dirinya (pengruwat) untuk membangkitkan potensi diri dari sang Karuwat. Selanjutnya sang Karuwat perlu mendapat nasehat (sugesti) dari Pengruwat tentang cara memperbaiki diri dalam kehidupan yang berupa perilaku, tutur sapa, moral etika, agar dapat menjaga diri atau membendung datangnya sengkala dan sukerta. Sedangakan jenis-jenis dari ruwatan itu sendiri antara lain : Ruwatan sukerta , Ruwatan sengkala dan Ruwatan lembaga. Ruwatan berdasarkan kondisinya terbagi menjadi:
1. Ruwatan Sukerta
Adalah pangruwatan bagi anak yang terlahir sebagai anak tunggal (ontang- anting), dua bersaudara lelaki semua (uger-uger lawang), dua bersaudara perempuan semua (kembang sepasang), tiga bersaudara satu perempuan ditengah (sendang kapit pancuran) dan lain sebagainya,yang pada dasarnya ruwatan ini bersifat permohonan agar anak tersebut selanjutnya mendapat keselamatan dan kebahagian di masa depannya.
2. Ruwatan Sengkala
Ruwatan bagi orang yang dalam perjalanan hidupnya mendapat hambatan dalam rejeki, karier, jodoh, serta kesehatannya.Termasuk didalamnya adalah bagi pasangan suami istri yang mendapat gangguan dalam kehidupan pernikahannya oleh kehadiran orang ketiga atau godaan-godaan lainnya.
3. Ruwatan Lembaga
Adalah pangruwatan untuk kesuksesan suatu lembaga atau organisasi usaha,maupun ruwatan nagari.
Setelah kita lihat penjelasan ruwatan diatas,marilah kita lihat hakikat kesesatan ruwatan.Jika ruwatan dilakukan agar kita terhindar dari kutukan Dewa Batharakala (Tuhannya agama Hindu yang mempunyai sifat jahat) maka kita telah berbuat Syirik Besar kepada Allah Ta’ala sebab tidak ada tuhan-tuhan,dewa-dewi melainkan Allah.Karena Allah telah berfirman :
“Sekiranya ada dilangit dan bumi tuhan-tuhan selain Allah,tentulah keduanya itu telah rusak binasa.Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.”(QS.Anbiyaa’(21):22)
Jika kita mempercayai adanya Dewa Batharakala maka kita telah syirik pada Allah Ta’ala.Allah telah berfirman :
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendakiNya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” “ (An-Nisa’: 48)
Jika kita mempercayai adanya kesialan akibat pertanda pada tubuh,kelahiran,tanda-tanda alam dan semacamnya maka dia telah melakukan tathayyur dan ini merupakan bentuk kesesatan.Rasulullah telah bersabda :
Dari Imran bin Hushain radhiallahu anhu, ia berkata: ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Bukan termasuk golongan kami yang melakukan atau meminta tathayyur (menentukan nasib sial berdasarkan tanda-tanda benda,burung dan lain-lain),yang meramal atau yang meminta diramalkan, yang menyihir atau meminta disihirkan dan barangsiapa mendatangi peramal dan membenarkan apa yang ia katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”(HR. Al-Bazzaar,dengan sanad jayyid).
Sedangkan prosesi ruwatan itu sendiri adalah bentuk kesesatan karena didalamnya berisi pemujaan terhadap dewa-dewi,pemberian sesajen atau pun prosesi mandi bunga yang kental nuansa kesyirikan.
Pada saat ini kita juga harus berhati-hati akan adanya penawaran ruwatan dengan menggunakan istilah yang diilmiahkan seperti ruwatan dengan menggunakan energi-alam semesta,bioenergi,ilmu putih dan banyak lagi istilah-istilah yang mereka ilmiahkan,namun intinya tetap sama mereka tetaplah berbuat syirik pada Allah.Mereka merasa bisa mengubah nasip seseorang agar lebih baik dengan metode-metode yang tidak disyari’ahkan bahkan penuh kesesatan.
Menghadapi kenyataan adanya seorang yang yang mengaku ulama,kiai,mursyid bersama pengikut-pengikutnya yang menghalalkan ruwatan,jimat,melakukan wirid,puasa dan ibadah bid’ah hingga prilaku kesyirikan dan selama hidupnya tetap dalam kesesatan,maka cukuplah kita berpegang pada ayat Allah Ta’ala berikut ini.
Budaya Pengkultusan Kuburan
Oleh: Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A. Hafizhahullah
Segala puji dan syukur kita ucapkan kepada Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sholawat dan salam buat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah memperjelas tauhid dengan segala sendi dan cabang-cabangnya serta pembatalnya.
Pada kesempatan kali ini kita ingin membahas tentang penyebab dominan timbulna kesyirikan di tengah-tengah umat manusia. Di antaranya yaitu pengkultusan terhadap kuburan nenek moyang dan orang sholih dan yang di anggap sholih. Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu ketika menafsirkan firman Allah azza wa jalla (yang artinya):
“Dan mereka berkata: Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwwa’, Yoghuts, Ya’uq dan Nasr.” [QS.Nuh/71:23]
Ini adalah nama orang-orang sholih dari kaum nabi Nuh ‘alaihis salam. Tatkala mereka meninggal, setan mewahyukan kepada kaum mereka untuk membuat patung di tempat-tempat duduk mereka. Lalu mereka menamai patung-patung tersebut sesuai dengan nama-nama mereka. Pada awalnya patung-patung itu masih belum disembah, sampai ketika mereka (orang-orang yang membuatnya) meninggal dan disertai dengan terhapusnya ilmu, lalu kaum yang datang kemudian menyembahnya.” [1]
Diantara sebab yang membawa kaum yang kita sebutkan di atas kepada pengkultusan kuburan:
1. Meninggikan kuburan lebih dari satu jengkal
Sebagian kaum muslimin meninggikan kubur melebihi dair hal yang dibolehkan agama. Hal ini mungkin disebabkan karena mereka belum memahami tuntunan agama atau karena ada unsur lain seperti ingin menunjukkan bahwa orang tersebut seorang yang mulia.
“Dari Abu Hayyaaj al-Asady, ia berkata: Berkata kepadaku Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu: Maukah engkau aku utus untuk melakukan sesuatu yang aku juga diutus oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk melakukannya? Jangan engkau tinggalkan sebuah patung melainkan engkau hancurkan. Dan tidak pula kuburan yang ditinggikan kecuali engkau datarkan.” [HR.Muslim]
“Dari Tsumamah bin Syufai, ia berkata: Aku pernah bersama Fudholah bin Ubaid di negeri Romawi ‘Barudis’. Lalu meninggal salah seorang teman kami. Maka Fudholah menyuruh untuk mendatarkan kuburannya. Kemudian ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh untuk mendatarkannya.” [HR.Muslim]
2. Menembok dan mencat kuburan
Di antara kebiasan buruk yang bisa membawa kepada sikap pengkultusan kuburan adalah menembok dan mencat kuburan. Di samping hal tersebut diharamkan dalam agama, termasuk pula membuang harta kepada sesuatu yang tidak ada manfaatnya. Dan yang lebih ditakutkan adalah akan terfitnahnya orang awam dengan kuburan tersebut. Sehingga mereka menganggap kuburan tersebut memiliki berkah dan sakti.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang denga ntegas menembok dan mencat kuburan dalam sabda beliau (yang artinya):
“Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mencat kubur, duduk diatasnya dan membangun di atasnnya.” [HR.Muslim]
Yang dimaksud dengan membangun dalam hadits tersebut adalah umum, sekalipun hanya berbentuk tembok saja. Apalagi membuatkan rumah untuk kuburan dengan biaya banyak sebagaimana telah dilakukan sebagian orang-orang yang jahil.
Berkata Imam asy-Syafi’i rahimahullah: “Aku melihat para ulama di Makkah menyuruh menghancurkan apa yang dibangun tersebut.”[2] Al-Manawy berkata: “Kebanyakan ulamaSyafi’iyyah berfatwa tentang wajibnya menghancurkan segala bangunan di Qorofah (tanah pekuburan) sekali pun kubah Imam kita sendiri Syafi’i yang dibangun oleh sebagian penguasa.”[3]
3. Membangun rumah untuk kuburan.
Sebagian orang ada pula yang mambangunkan rumah untuk kuburan. Bahkan kadang kala biayanya cukup besar. Ini adalah salah satu bentuk penyia-nyiaan dalam penggunaan harta. Mungkin orang yang melakukan hal tersebut berasumsi bahwa si mayat mendapat naungan dan nyaman dalam kuburnya. Sesungguhnya tidak ada yang dapat memberikan kenyamanan dalam kubur kecuali amalan sendiri, walau seindah apa pun kuburan seseorang tersebut.
“Ibnu Umar melihat sebuah tenda di atas kubur Abdurrahman. Maka ia berkata: “Bukalah tenda tersebut wahai Ghulam (anak muda), maka sesungguhnya yang melindunginya hanyalah amalannya.”[4]
4. Duduk dan makan di kuburan.
Bentuk lain yang merupakan jalan membawa kepada pengkultusan kuburan adalah kebiasaan sebagian orang mendatangi kuburan pada momen-momen tertentu. Seperti mau masuk bulan suci Ramadhan, Lebaran atau masa setelah panen. Mereka berbondong-bondong ke kuburan dengan membawa tikar dan makanan. Lalu sesampai di kuburan membentangkan tikar dan duduk bersama-sama. Dilanjutkan dengan rangkaian acara tahlilan dan do’a setelah itu ditutup acara makan bersama. Jika hal tersebut kita timbang dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka sungguh sangat bertolak belakang sama sekali.
Jangankan untuk tahlilan dan makan bersama, duduk saja tidak diperbolehkan. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berikut ini (yang artinya):
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: Sungguh salah seorang kalian duduk di atas bara api lalu membakar baju sehingga tembus ke kulitnya lebih baik daripada ia duduk di atas kuburan.” [HR.Muslim]
Kiranya sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di atas amat jelas bagi orang yang hatinya mau menerima nasihat. Adapun orang yang mata hatinya sudah tertutup oleh Allah azza wa jalla dari menerima petunjuk, niscaya ia akan berupaya mencari-cari alasan untuk menolaknya.
5. Membaca al-Qur’an di kuburan
Sebagian orang ada yang berpandangan adanya keutamaan membaca al Qur’an ketika berziarah kubur seperti membaca Qs.al-Fatihah (1), QS.al-Ikhlas (114) atau QS.Yaasiin (36), dan yang lain-lain. Bahkan ada yang menyewa orang lain khusus untuk membaca dan mengkhatamkan al Qur’an di kuburan keluarganya pada hari-hari tertentu. Hal tersebut tidak pernah dianjurkan dalam agama ini. Yang dianjurkan ketika berziarah kubur hanyalah membaca do’a ziarah kubur. Berbeda dengan orang yang suka melakukan hal-hal yang baik menurut pikiran dan perkiraan mereka semata. Tetapi tidak baik menurut Allah azza wa jalla karena hal tersebut merupakan perkara ibadah yang tidak ada dasarnya sama sekali dalam agama. Kalau seandainya hal tersebut baik, pastilah Allah azza wa jalla memerintahkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat untuk melakukannya. Apakah kita lebih tahu dari Allah azza wa jalla tentang hal yang baik?!
““Katakanlah apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah.” [QS.al Baqarah/2:140]
Adapun hadits-hadits yang dijadikan pegangan oleh sebagian orang dalam hal ini seperti hadits:
“Barangsiapa yang mendatangi kuburan lalu membaca surat Yasin, niscaya Allah akan meringankan adzab terhadap mereka pada waktu dan akan menjadikan dengan bilangan hurufnya kebaikan.”[5] Ketahuilah bahwa ini adalah hadits Maudhu’ (palsu). Demikian pula hadits: “Barangsiapa yang melewati kuburan maka ia membaca surat al Ikhlas sebelas kali…”[6]
6. Shalat dan berdo’a di kuburannya
Keyakinan lainnya yang amat aneh adalah pendapat yang mengatakan bahwa shalat dan berdo’a dikuburan jauh lebih baik daripada di masjid, bahkan berasumsi lebih cepat dikabulkan. Yang lebih celaka lagi adalah meminta kepada si penghuni kubur. Ini sudah merupakan kesyirikan yang serupa dan telah diperbuat oleh umat jahiliyyah dahulu. Jangankan untuk shalat di kuburan, shalat mengarah ke kuburan saja sudah haram hukumnya. Maksudnya, syari’at Islam tidak membolehkan sholat di tempat yang pada arah kiblatnya terdapat kuburan, lebih-lebih shalat di tempat yang sekelilingnya kuburan. Di antara perbuatan dalam shalat adalah duduk, maka duduk pun dilarang di kuburan. Maksudnya di tempat tanah pekuburan, meskipun tidak persis di atas kuburan. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (yang artinya):
“Dari Abu Martsid al-Ghanawy radhiyallahu ‘anhu berkata: “Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: Janganlah kamu duduk di atas kuburan dan jangan pula shalat menghadapnya.” [HR.Muslim]
Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: “Setan memiliki cara yang amat halus dalam menyesatkan manusa. Pertama ia mengajak untuk berdoa di kuburan. Maka orang tersebut berdoa dengan khusyuk dan tunduk sepenuh hati serta merasa lemah tidak berdaya. Maka Allah mengabulkan permintaannya lantaran apa yang terdapat dalam hatinya bukan karena kuburan. Seandainya dia berdoa seperti itu ditempat-tempat yang kotor sekalipun tentu Allah akan mengabulkan doanya. Lalu orang bodoh mengira bahwa itu adalah karena kuburan. Ketahuilah Allah azza wa jalla mengabulkan doa orang yang dalam kesulitan sekalipun orang kafir. Dan bukanlah setiap orang yang dikabulkan doanya berarti ia diridhoi dan dicintai Allah azza wa jalla atas perbuatannya. Sesungguhnya Allah azza wa jalla mengabulkan doa orang yang baik dan orang yang berdosa, orang mukmin dan orang kafir. Sebagian manusia berdoa dengan hal yang melampaui batas dan sesuatu yang dilarang, namun hal tersebut terkabul, maka ia mengira bahwa perbuatannya tersebut baik.” [7]
Tatkala setan berhasil mempengaruhi manusia dengan berasumsi bahwa berdoa di kuburan lebih baik daripada berdoa di kuburan di masjid dan dirumahnya. Setan memindahkannya kepada tingkat yang berikutnya yaitu bertawassul dengan orang mati, hal ini lebih berbahaya daripada hal yang sebelumnya.[8] Tatkala setan berhasil pula mempengaruhi manusia bahwa bertawassul dengan orang mati lebih cepat terkabulkan permintaannya. Setelah itu, setan memindahkannya pada tingkat berikutnya, yaitu meminta kepada orang mati itu sendiri. Kemudian menjadikan kuburannya sebagai sesembahan dan tempat yang meminta. Lalu dinyalakan lampu disekelilingnya dan diberi kelambu, kemudian dilanjutkan membangun masjid diatasnya. Lalu sholawat, thowaf, menciumnya serta berhaji dan menyembelih hewan di sisinya. Kemudian berlanjut lagi pada tingkat berikutnya yaitu dengan mengajak manusia untuk menyembahnya dan menjadikan sebagai tempat perayaan dan manasik. Mereka meyakini bahwa hal itu lebih bermanfaat bagi dunia dan akhirat mereka.”[9]
7. Membangun masjid dekat kuburan atau mengubur mayat di pekarangan masjid
Sebagian orang telah terjerumus ke dalam kebiasaan Ahli Kitab, mereka membangun masjid dekat kuburan orang-orang yang mereka anggap sholih. Atau menguburkannya di pekarangan masjid. Padahal larangan terhadap perkara tersebut dengan tegas telah dijelaskan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (yang artinya):
“Dari Jundub ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda lima hari sebelum beliau wafat: Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian menjadikan kuburan para nabi dan orang-orang shalih mereka sebagai masjid. Ketahuilah! Janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid, sesungguhnya aku melarang kalian dari hal itu.”[HR.Muslim]
Dalam sabda beliau yang lain (yang artinya):
“Dari Aisyah bahwa Ummu Salamah menyebutkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebuah gereja yang ia lihat di negeri Habasyah, yang diberi nama gereja Maria. Ia menceritakan bahwa ia melihat lukisan di dalamnya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Mereka adalah kaum yang bila meninggal seorang yang sholih di kalangan mereka, mereka membangun masjid di atas kuburannya dan membuat lukisan-lukisan tersebut di dalamnya. Mereka adalah makhluk yang paling jelek di sisi Allah.” [HR.Bukhari dan Muslim]
Dari kedua hadits diatas sangat jelas menegaskan tentang haramnya membangun masjid di atas tanah pekuburan. Barangsiapa melakukannya maka ia telah melanggar larangan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan Jundub radhiyallahu ‘anhu. Orang yang melakukannya adalah makhluk yang paling jelek disisi Allah azza wa jalla sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat orang yang membangun masjid di atas tanah kuburan. Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha dan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu saat detik-detik terakhir dari kehidupan beliau (yang artinya):
“Dari Aisyah dan Abdullah ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhum, keduanya berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam semakin merasakan sakit, beliau menutup mukanya dengan bajunya. Apabila sakitnya agak berkurang beliau membuka mukanya. Dalam kondisi seperti itu beliau bersabda: Lakbat Allah lah di atas orang Yahudi dan Nasrani yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid.” [HR.Bukhari dan Muslim]
Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memperingatkan terhadap apa yang mereka perbuat. Di antara hikmahnya kenapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan hal tersebut saat beliau akan wafat ialah agar umat ini jangan meniru apa yang dilakukan orang Yahudi dan Nasrani tersebut. Kuburan para nabi saja tidak boleh dijadikan masjid, apalagi kuburan selainnya!!
Dalam riwayat lain Aisyah radhiyallahu ‘anha menyebutkan (yang artinya):
“Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam waktu sakit yang beliau yang wafat padanya: Allah melaknat orang Yahudi dan Nasrani karena menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid. Berkata Aisyah radhiyallahu ‘anha, kalau bukan karena itu tentulah mereka (para sahabat) menjadikan di tempat kuburannya, melainkan aku takut akan dijadikan masjid.” [HR.Bukhari]
Hadits ini adalah diantara hadits-hadits yang terakhir yang diucapkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hidup beliau. Jadi tidak ada alasan bagi orang yang suka berkelit bahwa hadits tersebut mansukh. Kemudian Aisyah radhiyallahu ‘anha menyebutkan di antara hikmah dikuburnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam rumah beliau yaitu agar orang tidak mengkultuskan kuburan beliau.
Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Sesungguhnya larangan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan kuburannya dan kuburannya lainnya sebagai masjid karena khawatir timbulnya fitnah. Karena hal tersebut bisa membawa kepada kekufuran sebagaimana telah terjadi pada kebanyakan umat-umat yang lalu.”[10]
8. Bertawasul dan beristighotsah dengan orang yang sudah mati
Ketika sebagian kaum muslimin tidak mengindahkan berbagai nasehat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah dijelaskan di atas, lalu setan menjerumuskan mereka kepada hal-hal yang membawa kepada kesyirikan. Sehingga sebagian orang yang telah memaknai lain terhadap kuburan. Mereka menjadikan kuburan sebagai mediator untuk berdoa, mereka bertawassul dan beristighotsah dengan orang mati.
Pada hakikatnya bertawassul itu terbagi kepada beberapa bentuk. Ada yang diperbolehkan dan ada pula yang terlarang. Yang dibolehkan adalah bertawassul dengan nama dan sifat-sifat Allah azza wa jalla, bertawassul dengan amal sholih dan bertawassul dengan doa orang yang sholih yang hidup lagi hadir. Yang terlarang adalah bertawassul dengan dzat dan Jaah (kedudukan) orang sholih, bertawassul dengan orang sholih yang hidup tetapi tidak hadir dan bertawassul dengan orang yang sudah mati.
Sebagian orang yang memahami dan mengira bahwa kehidupan para Nabi, orang yang mati syahid dan orang-orang sholih di alam Barzakh sama seperti kehidupan mereka di alam dunia. Mereka mengira bahwa Nabi atau orang sholih tersebut dapat mendengar doa mereka. Sehingga ketika mereka ditimpa masalah, mereka mendatangi kuburan para wali dengan maksud agar dibantu mencarikan jalan keluar dari kesulitan yang sedang mereka hadapi. Ada yang meminta jodoh, pekerjaan, dimudakan usahanya, disembuhkan penyakitnya dan seterusnya. Jangankan setelah kematian para wali tersebut, sewaktu hidupnya saja para wali tersebut tidak mampu memenuhi permintaan mereka. Jika minta kekayaan kepada mereka, sewaktu hidupnya saja walinya mengumpulkan sedekah dari murid-muridnya. Jika minta disembuhkan dari penyakit, wali itu sendiri tidak mampu menyembuhkan penyakitnya sampai dirinya meninggal.
Kenapa kita tidak secara langsung meminta kepada Allah Yang Maha Pengasih, Maha Pemurah, Maha Kaya lagi Maha dekat dan Maha sempurna dalam segala sifat-sifatnya yang mulia. Sedangkan selain Allah azza wa jalla adalah makhluk yang memiliki kekurangan dan kelemahan dalam berbagai segi. Ia tidak dapat mendengar dari jarak jauh, apalagi setelah mati. Jika ia memiliki sesuatu untuk diberikan kepada orang lain, maka sungguh amat terbatas kualitas dan kuantitasnya. Adapun Allah Yang Maha Kaya mampu memberi segala apa yang diminta oleh hamba-Nya dan berapapun jumlahnya.
Kehidupan para Nabi dan Syuhada’ di alam barzakh adalah kehidupan yang amat jauh berbeda dengan kehidupan dunia. Tidak ada yang mengetahui kondisi dan hakikatnya. Maka tidak boleh meng-qiaskan antara kehidupan alam barzakh dengan kehidupan alam dunia ini. Sebagaimana firman Allah azza wa jalla (yang artinya):
“Dan akan tetapi kalian tidak menyadarinya.”[QS.al-Baqarah/2:154]
Maksud dari ayat tersebut adalah bahwa kalian tidakah mengetahui bagaimana keadaan sebenarnya melalui panca indra. Karena hanya Allah azza wa jall yang mengetahui hakikat kehidupan mereka para syuhada’ tersebut.
Tidak pernah kita temukan pada kehidupan para sahabat bahwa mereka bertawassul dan beristighotsah dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apalagi dengan para sahabat yang telah meninggal. Sekalipun di antara mereka yang meninggal tersebut ada yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Demikian pula jika kita melihat doa-doa mustajab yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada sahabat beliau radhiyallahu ‘anhuma, tidak ada satupun dijumpai yang berkonteks tawassul dan beristighotsah dengan orang mati.
Jangankan untuk mengetahui kebutuhan orang lain, kelanjutan dari perjalanan hidup mereka sendiri setelah mati dan kapan dibangkitkan saja mereka tidak tahu. Sebagaimana firman Allah azza wa jalla (yang artinya):
“Dan orang-orang yang mereka seru selain Allah, tidak menciptakan sesuatu apapun , sedangkan mereka sendiri diciptakan! Orang-orang mati tidak hidup, dan mereka tidak mengetahui bilakah mereka akan dibangkitkan.” [QS.an-Nahl/16:20-21]
“Katakanlah: Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghoib kecuali Allah, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” [QS.an-Naml/27:65]
Adapun dalil-dalil yang menyebutkan tentang si mayat dapat mendengar langkah orang yang mengantarkannya ke kubur tidak lah menunjukkan bahwa ia mendengar selama-lamanya. Namun pada hanya saat itu saja dan yang dapat ia dengar hanyalah suara langkah saja tidak semua apa yang ada di atas dunia. Kalau tidak demikian tentu mereka juga tersiksa dengan suara petir, hujan, angin kencang, suara binatang dan serangga yang ada di sekitar kuburnya serta segala hal yang memekakkan di dunia ini. Wallahu A’lam.
Sumber: Diketik ulang (dgn segala kekurangannya terutama tidak adanya teks dalam bahasa arab) dari Majalah AL FURQON Edisi Khusus 7 Th.ke-9 1430/2009 hal.42-46
HAKIKAT HIPNOTISME DARI SUDUT PANDANG ISLAM DAN ILMIAH
(Dijabarkan dan disarikan dari berbagai sumber dan pengalaman penulis)
Disusun oleh :
Perdana Akhmad S.Psi
(Pengamat / Mantan Praktisi Tenaga Dalam dan Ilmu Metafisika)
Pengertian Hipnotis
Menurut kamus Bahasa Indonesia, Hipnotis itu suatu tindakan yang membuat seseorang berada dalam keadaan hipnosis. Hipnosis sendiri berarti keadaan seperti tertidur karna berada dalam pengaruh orang yang memberikan sugestinya. Ditinjau dari terminologi, kata hypnotism diambil dari kata “hypnos”, Hypnos adalah nama dewa tidur dari mitologi Yunani, dalam mitologi Yunani, Hypnos adalah anak dari dewi Nyx [dewi malam], Hypnos adalah saudara dari Thantanos [dewa kematian] dalam mitologi Yunani…
Hypnotism itu definisi secara mudahnya adalah seni memasukkan makhluk hidup ke dalam kondisi hipnosis [keadaan tidur karena dihipnotis]…
Pembagian Hipnotis
1. Hipnotis Tradisional Supranatural
Hipnotis supranatural atau bisa disebut hipnotis timur / tradisional yang berkembang pada masyarakat awam adalah hipnotis yang lahir dari “rahim mistik /”. Walau identik dengan metafisis, hipnotis tradisional pada bagian tertentu memiliki kesamaan dengan hipnotis modern, khususnya untuk “mempengaruhi”.
Dalam hal mempengaruhi atau “menundukkan” orang lain, antara hipnotis modern dengan yang tradisional supranatural memiliki perbedaan. Hipnotis modern terkesan lebih “positif” karena hanya mampu mempengaruhi orang yang ingin dipengaruhi (kepentingan terapi) sedangkan hipnotis tradisional diprogram untuk mampu mempengaruhi orang yang ingin menolak sekalipun.
Jika hipnotis modern lebih tertumpu pada teknik “sapa” atau verbal (namun juga tidak lepas dari tipu daya setan), Hipnotis tradisional supranatural mempengaruhi subyek (sasaran) lebih tertumpu pada kekuatan ghoib (bantuan jin) melalui tatapan mata (sihir mata) dan gelombang suara.
Para ahli hipnotis tradisional pada umumnya mempelajari ilmu metafisika. Ilmu semacam itu dapat digali dari berbagai unsur, tergantung selera pribadi dan harus disesuaikan dengan latar belakang budayanya.
Bentuk-bentuk Hipnotis tradisional supranatural adalah :
a. Hipnotis Dengan Gendam
Gendam adalah suatu ilmu ghaib yang dapat mempengaruhi alam bawah sadar manusia menggunakan kekuatan sihir dengan bantuan jin. Orang yang terkena ilmu gendam seperti kena sihir dan seketika itu juga korban akan menuruti apa saja keinginan si pemilik ilmu gendam. Gendam dapat di ibaratkan metode hipnotis secara PAKSA menggunakan ilmu hitam atau sihir. Karena menggunakan ilmu hitam (bantuan jin) sehingga gendam tidak tergantung pada bersedia atau tidaknya korban. Gendam bisa dikuasai dalam sekejap dengan melakukan ritual atau mantra tertentu.
b. Hipnotis Dengan Sirep
Sirep adalah ilmu ghaib yang mampu untuk menidurkan orang yang diinginkannya. Biasanya ilmu ini di amalkan untuk tujuan jelek. Tidak mengherankan bila pengamalnya kebanyakan orang-orang yang berprofesi sebagai pencuri. Dengan menggunakan ilmu sirep. Maling mampu berbuat leluasa di dalam rumah korban, sebab, korban ilmu ini bisa tidur tak sadarkan diri sampai pagi. Walaupun seandainya dia mendengar suara-suara yang mencurigakan, tapi terasa berat untuk membuka kelopak mata.
c. Hipnotis Dengan Sihrul ‘ain
Sihrul’ain, yang artinya sihir kekuatan mata. kekuatan mata itu dapat dilakukan oleh manusia (dengan bantuan jin) kepada manusia lain.
Sihrul’ain kekuatannya dapat mempengaruhi orang lain, seperti membuat kaku, pingsan, sakit, bahkan dapat menyebabkan kematian. Hipnotis dengan Sihrul ‘ain tidak tergantung pada bersedia atau tidaknya korban sehingga dapat diperngaruhi melainkan langsung melalui kehendak /niat pelakunya yang dapat langsung mempengaruhi korbannya walau dia tidak bersedia di hipnotis.
Pusat kekuatan Sihrul ‘ain ini berada pada mata dan hati, pandangan mata yang tajam dan kuat disertai dengan kedengkian dan kebencian dalam hati yang mampu untuk membinasakan manusia dan makhluk hidup lainnya.
d. Hipnotis mesmer/magnetisme
Pada sekitar tahun 1500 an Paracelcus memperkenalkan suatu istilah Magnetisme, yaitu dengan magnet seseorang dapat disembuhkan penyakitnya, seperti halnya yang dia lakukan kepada pasien-pasiennya.Pada tahun 1772, seorang dokter bernama Franz Anton Mesmer (1734-1815) yang juga murid dari seorang pendeta Kristen bernama Maxmillian Hell, melihat gurunya memberikan pengobatan dengan magnet. Mesmer menyatakan bahwa dalam tubuh manusia terdapat cairan universal yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh.Cairan yang tidak mengalir dengan lancar, mungkin karena tersumbat, menyebabkan manusia menjadi tidak sehat baik mental maupun fisik. Untuk itu Mesmer menggunakan magnet untuk melepaskan sumbatan aliran cairan tadi. Metoda terapi yang dilakukan Mesmer adalah dengan mengisi penuh sebuah bak dengan air lalu diisi besi.
Pasien yang ingin diobati diminta memegang besi dalam bak air itu.. Jika pasiennya lebih dari satu, mereka diminta memegang tali yang menghubungkan satu sama lain dengan maksud agar energi magnet tersebut mengalir ke tiap tubuh pasien. Kemudian pada saat pengobatan, Mesmer melakukan suatu drama yang amat treatrikal dibantu dengan permainan kepulan asap dan cermin. Hal ini membuat pasien yang ada menjadi hanyut dan larut dalam imajinasi drama teatrikal tersebut bahkan ada beberapa diantaranya yang menjadi trans dimana tubuhnya bergoncang hebat. Kadang-kadang ada juga yang terhalusinasi oleh drama itu sehingga melihat seolah-olah tangan Mesmer mengeluarkan asap saat Mesmer menggerak-gerakkan tangannya di udara dan mengarahkannya ke bak.
Pasien yang trans tadi kemudian disentuh oleh Mesmer dan kemudian dinyatakan telah sembuh. Mesmer menyatakan bahwa dia memiliki kekuatan khusus, suatu kesaktian. Dengan kekuatannya atau kesaktiannya, dia dapat menyalurkan dan mengalirkan magnet ke dalam gelas. Sehingga orang yang minum dari gelas itu dapat sembuh dari penyakitnya. Hal ini membuat Mesmer menjadi sangat terkenal dan kaya, tetapi di sisi lain ia mendapatkan perlawanan dari dunia medis ortodoks.
2. Hipnotis Modern
Hipnosis modern dikembangkan oleh dr. Frans Anton Mesmer pada abad 18. Prinsip kerja hipnotis, membawa subyek (sasaran hipnotis) dari gelombang otak beta (sadar) menuju kondisi rileks dan “tidur” (Alpha – Theta). Dalam kondisi ini, seseorang lebih mudah menerima perintah (sugesti)
Teknik merubah gelombang otak itu disebut induksi, dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan pendulum, tatapan mata, teknik napas, verbal (kata-kata) atau sentuhan pada bagian tubuh tertentu. Prinsipnya, seseorang dalam kondisi terhipnotis, otak depannya yang berfungsi untuk berpikir dan menolak itu dinon aktif sehingga hanya bisa menerima perintah saja.
Bentuk-bentuk Hipnotis modern adalah :
a. Hipnoterapi
Dalam kondisi rileks, seseorang mudah diberi sugesti positif program pada alam bawah sadarnya. Ini yang kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan terapi, dari berbagai kasus kejiwaan/psikologis, seperti :
* Mengurangi stress
* Mengendalikan berat badan (dengan merubah pola makan).
* Problem emosi : Stres, cemas, takut (phobia), dendam, menghapus memori negatif masa lalu (korban kekerasan/perkosaan,dll).
* Menghentikan kebiasaan buruk : Narkoba, merokok, judi, sikap lamban, malas, pemalu, gagap, menggigit-gigit kuku, belanja, dll.
* Problem : Seks, makan dan tidur (sulit/berlebihan).
* Meningkatkan prestasi : Belajar, olah raga, bisnis, kreatifitas.
* Mengurangi nyeri (cabut gigi, sunat, operasi kecil, melahirkan) dll.
b. Hipnotis Panggung / Entertainment
Hipnosis entertainment dapat dilakukan dengan berbagai cara. Yang disebut “rekayasa sehat” itu dilakukan dengan menggunakan subyek murni dari orang lain yang tidak dikenalnya, semisal pengunjung disebuah pusat perbelanjaan, terminal dsb.
Sedangkan cara yang “tidak sehat” adalah menyusupkan orang-orang yang sebelumnya sudah dilatih menerima sugesti/perintah lalu menyamar sebagai orang yang seolah-olah tidak dikenal juru hipnosisnya.
c. Hipnotis Metafisis
Hipnotis Metafisis ditujukan untuk mendapatkan kesaktian atau kemampuan ghoib seperti termasuk kemampuan telepati, remote viewing, astral projection, dan berbagai kemampuan ESP (ekstra sensory perseption) lainnya
3. Hipnotis Natural
Hipnotis natural/alamiah ini sangat lumrah dan biasa terjadi pada kehidupan sehari-hari, hipnotis natural ini tidak memerlukan persiapan yang khusus sebab alami terjadi pada manusia dari berbagai strata kehidupan yang ketika menerima sugesti dari berbagai stimulus menjadi terhipnotis yang dapat disebut sebagai Hypnotic state.
Secara lengkap pengertian hypnotic state adalah suatu keadaan atau kondisi dimana orang dapat menerima sugesti, pesan, atau saran yang berasal dari orang lain, keadaan lingkungan (pengalaman), bahkan dari dirinya sendiri dengan mudah tanpa perlawanan/ penolakkan atau analisa sama sekali sehingga dia mengimplementasikan apa yang dipesankan oleh hal-hal tadi.
Peristiwa alami dan baisa yang dapat membuat kita terhipnotis dapat dijelaskan dari beberapa contoh kecil dibawah ini.
* Glove anaesthesia: Karena asyiknya berbelanja sampai-sampai anda tidak menyadari ada kerikil kecil di sepatu anda. Atau kalau anda memakai kaus kaki, anda tidak merasakannya.
* Negative visual halucination: Karena terlalu sibuknya, dan tidak melihat bolpoin di depan anda sehingga anda mencari-carinya ke mana-mana.
* Positive visual halucination: Anda bertemu seorang artis. Mingkin karena anda pada saat itu sedang tergila-gila pada salah satu artis. Maka pada suatu kesempatan anda bertemu seorang artis lain, langsung anda menyalaminya dan menganggap dia adalah artis idola anda.
* Dan masih banyak lagi. Misal saat kita nonton TV, dimana perhatian kita terserap sepenuhnya di TV, maka kita tidak sadar akan sekeliling dan menjadi sangat tersugesti oleh TV. Pada saat kita melihat film seseorang yangdiperkosa, maka kita akan sedih dan marah, padahal kita tah itu cuman film. Namun, sekali lagi, namun, karena pada saat nonton TV kita rileks dan konsentrasi, maka fungsi bawah sadar menjadi mendominasi, dan alam bawah sadar tidak bisa membedakan antara realitas dan imajinasi. Maka kita menjadi terhanyut dan sedih. Yang paling sering menghypnosis kita adalah iklan. Anda berbelanja ke toko untuk membeli gula dan minyak, tetapi saat anda ke luar dari toko ternyata anda membeli rokok, permen dan lainnya di luar rencana anda semula. Sampai di rumah anda baru menyadari anda ternyata membeli yang tidak anda perlukan.
TITIK KRITIS PENYIMPANGAN DAN KESESATAN HIPNOTISME SUPRANATURAL
Hipnotisme tradisional supranatural penuh dengan penyimpangan dan kesesatan yang dapat merusak akidah tauhid kita, berikut ini bentuk penyimpangan dan kesesatannya :
a. Hipnotis Dengan Gendam
Untuk mendapatkan kemampuan ilmu gendam ada banyak cara dan tekhnik yang bisa dilakukan seperti:
1. Tawaasul (pemujaan pada alam, tokoh sakti , jin atau setan).
2. Riyadhah sebagai bentuk disiplin diri, mengurangi kenikmatan duniawi melalui puasa, melek malam, doa, wirid dsb.
3. Aurad (membaca hizb, asmak, jimat)
4. Doa dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi (bersumber dari hadis dan alquran)
Dari keempat ritual untuk mendapatkan ilmu gendam semuanya adalah prilaku bid’ah dan syirik. Keempat cara tersebut sangat menyimpang dari tuntunan rasulullah. Meminta bantuan kepada roh orang mati, jin atau setan, memakai jimat, wifik, rajah adalah merupakan bentuk kesyirikan. Sedangkan melakukan riyadhah dengan berbagai ritual aneh seperti puasa pati geni, mutih, dan menggunakan bacaan dari Al-Qur’an merupakan prilaku bid’ah yang tidak ada tuntunannya dari rasulullah.
b. Hipnotisme Sirep
Ilmu Sirep ini menurut beberapa literatur yang saya baca merupakan ilmu yang banyak dimiliki para maling. ilmu Sirep ini memang mutlak dibutuhkan dalam setiap operasi mereka. Untuk maling saat ini juga masih ada yang memiliki, terutama yang beroperasi di kampung-kampung.
Salah satu jenis sirep maling adalah sirep tanah kuburan. Dinamakan sirep tanah kuburan karena piranti yang digunakan memang berasal dari tanah kuburan, Sirep jenis ini mampu menidurkan penghuni rumah mirip orang mati, jadi selama maling beroperasi, tidak dimungkinkan penghuni rumah terbangun dari sirep ini.
Begitu maling akan beroperasi maka lebih dulu ia matek (merapal) ajiannya disekitar rumah korban lalu menaburkan tanah kuburan di atap rumah atau pekarangan, maka tanpa menunggu lebih lama seluruh penghuni rumah akan tertidur seperti orang mati.
Aji sirep yang sangat terkenal dikalangan praktisi ilmu ghoib adalah aji sirep megananda. Aji ini kerap dimiliki oleh para penjahat, hanya saja syaratnya memang berat, yaitu harus berpuasa mutih selama 21 hari atau 40 hari, ditambah patigeni selama 3 atau 7 hari. Tetapi jika sudah menguasainya, maka orang bersangkutan bisa menjelma sebagai pejahat jempolan. Mantra dari aji sirep ada banyak fersinya, namun yang harus di ketahui oleh para pembaca, dikalangan para praktisi ilmu ghoib sangat meyakini bahwa setiap aji-ajian memiliki khodam (jin penjaga) yang akan merasuk kedalam raga pengamal aji tersebut dan membantu dalam berbagai fungsi aji-ajian termasuk dalam hal ini membantu dalam menidurkan korbannya. Maka metode Hipntis Sirep ini masuk dalam kategori syirik karena meminta bantuan jin.
c. Hipnotis Dengan Sihrul ‘ain
Pada masa Rasulullah SAW (hipnotis) juga terjadi. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa al’ainu haq, sihir mata itu benar ada, karena syetan bisa menginfiltrasi seseorang melalui pandangan mata itu
Istilah hipnotis Sihrul ‘ain disinggung dalam tafsir Alquran Surat Al-Qalam : 51 “Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu (Muhammad) dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Alquran…”
Peristiwa ini dapat disimak dalam tafsir Jalalain oleh Imam Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuthi, dengan kalimat : Dengan pandangan yang kuat, hingga hampir memingsankan dan menjatuhkan dari tempatmu, tetapi Allah menolong. Yang dimaksud “memandang” bukanlah pandangan kagum, melainkan pandangan tajam memancarkan kebencian.
Ilmu “ketajaman mata” ini pada zaman Nabi Muhammad SAW banyak dikuasai oleh Bani Asad. Dengan puasa 3 hari, mereka dapat langsung menidurkan dan membuat kaku hewan dan manusia.
Orang yang memiliki sihrul’ain sesungguhnya telah berbuat syirik sebab bersekutu dengan setan dan akan semakin disesatkan oleh setan, sebagaimana firman Allah : Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (Annisa : 116)
d. Hipnotis Magnetisme
Prinsip dasar Magnetism adalah menggunakan kekuatan batin untuk mempengaruhi makhluk hidup lain.Magnetism dapat menyebabkan kondisi hipnosis, seorang hipnotist (orang yang melakukan proses hipnotism pada obyek) magnetism akan selalu menggunakan kekuatan Magnetism dalam dirinya untuk mempengaruhi obyek untuk memasuki kondisi hypnosis. Hipnotis Masgnetism dipopulerkan oleh Mesmer, namun dalam penyelidikan oleh komisi Akademi Kedokteran Perancis yang dikepalai oleh Benjamin Franklin, dimana anggotanya termasuk Dr. Joseph Guillotine dan Antonie Lavoisier, si ahli kimia, atas permintaan King Louis XVI, untuk diselidiki keilmiahan dari metoda Animal Magnetism tersebut. Dari pertemuan itu diisimpulkan oleh lembaga tersebut bahwa MESMER TIDAK MENGELUARKAN KEKUATAN APAPUN.
Mesmer tidak mengeluarkan apapun dari tangannya. Tanpa magnetisme seperti yang biasa dilakukan Mesmer, pasien dapat juga menjadi trans dan sembuh. Malahan ada juga, seperti yang dilihat oleh Benjamin Franklin, ada seorang pasien yang menyentuh suatu benda, yang katanya telah dialiri energi magnet Mesmer, tidak sembuh sama sekali.Tanpa permainan drama treatrikal seperti yang dilakukan Mesmer, magnetisme tidak terjadi. Sehingga disimpulkan pula bahwa cairan magnetis tidak ada!Animal magnetisme tidak ada! Mesmer tidak menggunakan kesaktian apapun dalam menyembuhkan pasiennya. Pasien sembuh karena terimajinasi sehingga larut dalam suatu drama treatrikal….!!!.Sejak saat itu Mesmer terkucilkan dan pindah ke luar kota dan akhirnya meninggal dengan tenang di Swiss.Tetapi pengikut Mesmer pada saat itu sudah terlanjur banyak. Beberapa orang di antaranya adalah pendeta Katolik bernama Fr. Joseph Gassner, yang melakukan mesmerisme melalui kegiatan ritual.
TITIK KRITIS PENYIMPANGAN DAN KESESATAN HIPNOTISME MODERN
Cikal bakal kelahiran hypnotisme modern diawali dengan kemunculan Paracelsus, dia adalah murid dari John Trithemius, penyihir terkenal pada jaman pertengahan, Paracelsus ini satu seperguruan dengan Henry Cornellius Agrippa, penulis Tiga Buku Filsafat Okkult, konon Agrippa ini menulis bukunya setelah bertemu dengan the Wandering Jew (Aristeas?) yang telah hidup ribuan tahun sejak jaman dahulu…
Beda aliran antara Paracelsus dan Agrippa adalah penitikberatan konsep alirannya, konsep Agrippa terlalu berbau Magic kuno (penuh dengan simbol-simbol dan ritual-ritual tertentu), walaupun dalam Tiga Buku Okkult-nya dia menyinggung sedikit tentang kekuatan imajinasi manusia dan hewan (dia juga menyinggung sedikit tentang teratologi, ilmu yang menyelidiki pengaruh kekuatan imajinasi ibu yang sedang mengandung pada anak dalam kandungannya, bahkan dia menyinggung tentang gejala-gejala teratologi pada merak), tapi Agrippa lebih suka membahas tentang Magic dalam bentuk simbol-simbol mitologis, ritual-ritual dan takhayul-takhayul kuno…
Dari penjelasan diatas, pada akhirnya ilmu hipnotisme modern ini sering dihubung-hubungkan dengan mitos, atau idiologi atau tradisi masyarakat setempat, sebagai sarana untuk masuk ke dalam pikiran bawah sadar (memori otak kanan) pasien, akibatnya banyak ditemukan perbedaan dan bahkan mungkin saja hal-hal yang bertentangan dengan agama Islam, terlebih-lebih bila yang mengembangkan dan mempraktekkannya adalah orang kafir, atau orang yang tidak paham tentang prinsip-prinsip akidah agama Islam.
Contoh nyatanya, hipnotisme modern banyak tercampuri oleh konsep dari Gerakan Jaman Baru (New Age Movement) seperti aliran Christian Science yang didirikan oleh Mary Baker Eddy dan Theosophy yang didirikan oleh Madame Blavatsky yang banyak memasukkan unsur ilmu ghoib, klenik dan menganjurkan tekhnik hipnotisme untuk menjadi paranormal.
Inilah yang menjadikan banyak ulama; mengharamkan ilmu hipnotieme ini. Kebanyakan ahli hipnoterapi tidak memahami akidah islam, sehingga pada prakteknya ia sering mengatakan atau melakukan hal-hal yang tidak selaras dengan agama Islam, inilah yang menjadikan banyak ulama’ sekarang mengharamkan hipnotis.
Berikut ini bentuk-bentuk penyimpangan dan kesesatan Hipnotisme Modern :
1. Mengandung Syirik / Perusakan Akidah
a. Tekhnik Past Life Experience
Past Life Experience adalah tekhnik Perjalanan ke kehidupan masa lalu
(sebelum kehidupan saat ini), untuk keperluan kontemplasi, atau
mencari berbagai akar permasalahan di kehidupan saat ini yang mungkin
terkait dengan kehidupan di masa silam tersebut. Setan bermain dalam
teknik ini ketika seorang terapis mulai meregresi/mengarahkan pasien
untuk mengingat kehidupan sebelum dia menjadi dirinya saat ini
(reinkarnasi) . Pada banyak kasus ada setan yang mengambil alih alam
bawah sadar orang yang dirasukinya dan mulai membuat tipu daya dan
penyesatan. Ketika sang terapis memakai tekhnik Past Life Experience ,
maka setan bermain dalam teknik ini pada saat sang terapis mulai
meregresi/mengarahkan pasien untuk mengingat kehidupan sebelum dia
menjadi dirinya saat ini (reinkarnasi). Setan bisa mengambil alih
kesadaran suyet (orang yang dihipnotis) dan berbicara melalui lisan
suyek untuk memulai penyesatan dan perusakan akidah. Pada akhirnya
akan membentuk keyakinan pada diri pengipntis akan adanya reinkarnasi.
Padahal dalam islam reinkarnasi tidak ada dan orang yang mempercayai
reinkarnasi akan lepas keislamannya.
Metaphysical Hypnosis adalah Aplikasi hipnotis untuk membangkitkan kemampuan supernormal yang tersimpan dalam diri manusia, termasuk kemampuan telepati, remote viewing, astral projection, dan berbagai kemampuan ESP lainnya. Tokoh ahli hipnotis di Indonesia yang banyak menyesatkan umat muslim dengan hipnotis metafisis adalah Yan Nurindra yang mendirikan The Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH), suatu organisasi Hypnotist & Hypnotherapist pertama dan terbesar di Indonesia, sekaligus ia merupakan President dari organisasi tersebut sampai dengan saat ini.
Yan Nurindra ini sangat saya kenal beberapa tahun yang lalu, ketika lagi naik daunnya ajaran energi esoterik (reiki, prana, yoga dll) sebagai grand Master yang sering memberikan attunement berbagai aliran energi esoteris. Dalam setiap seminar Hipnotisme yan Nurindra ini selalu memberikan iming-iming kepada peserta seminar untuk mendapatkan kemampuan paranormal dengan cara belajar Ilmu Prana Shakti. Kemampuan paranormal yang diklaim yan Nurindra akan didapatkan oleh peserta seminar dengan mengetahui tekhnik Metafisical hypnosis ditambah attunement Prana Shakti adalah merupakan bentuk meminta bantuan kepada iblis ( yang sering disebut sebagai Ascanded Master oleh Yan Nurindra)
yan Nurindra menjelaskan bahwa dengan hipnotis dapat memiliki kemampuan metafisik
2. Mempermalukan, mempermainkan dan menipu orang lain didepan umum.
Stage Hypnosis (hipnotis entertainment/hiburan) yang sering
ditayangkan di TV yang dibawakan oleh Romy rafael atau Uya Kuya
haram hukumnya sebab dapat mempermalukan orang lain dimuka umum,
walaupun sudah mendapat persetujuan yang bersangkutan. menjadi
negatif karena tidak etis. Kenapa tidak etis ? Waktu orang tersebut
telah menyediakan diri untuk dihipnotis sebetulnya yang
bersangkutan telah memberikan kepercayaannya kepada si penghipnotis,
tetapi oleh si penghipnotis dimanfaatkan untuk komersial (mendapat
keuntungan dari rumah produksi).
Kalaupun orang yang dihipnotis mengijinkan untuk ditayangkan, hal
tersebut merupakan kebodohan orang tersebut sendiri karena
membiarkan orang lain mendapatkan keuntungan dengan membiarkan
dirinya dilecehkan (dibuat bertingkah laku seperti orang gila dll)
atau dikomersialkan. Contohnya adalah kasus acara televisi yang
di bawakan seorang penghipnotis bernama Uya Kuya yang sering membuka
aib orang yang dihipnotisnya dan ditayangkan secara luas di televisi.
Hal ini yang dari segi agama yang dilarang, karena menurunkan harkat
kemanusiaan yang oleh Tuhan / sang Pencipta sendiri sangat di hargai.
Stage Hypnosis juga menjadi ajang penipuan yang banyak menipu para pemirsa TV. Anda tentu sering menyaksikan tayangan hipnosis (khususnya hipnosis panggung untuk hiburan) di berbagai televisi. Tayangan itu mengesankan hipnosis sangat mudah dilakukan. Misalnya, hanya dengan “menarik tangan” atau “gerakan jari” saja sudah mampu membuat subyek tertidur dan mengikuti perintah hipnotisnya. Padahal pada prakteknya tayangan tersebut tidaklah semudah yang kita bayangkan.
Perlu pembaca blog ini ketahui bahwa apa yang Anda saksikan di televisi itu adalah sebuah adegan yang sudah melalui proses editing. Ada banyak sekali kegagalan yang terjadi ketika orang yang dihipnotis sama sekali tidak menuruti kehendak penghipnotis. Adegan yang gagal dibuang. Atau dengan kata lain, yang ditayangkan itu adalah adegan yang berhasil saja.
CIRI KHAS HIPNOTIS YANG HARAM DAN MENYESATKAN
1. Biasa disebut dengan sihir, gendam, black magic, ilmu sirep,
Sihrul ‘ain dsb.
Bentuk hipnotis tradisonal supranatural semuanya menggunakan bantuan
“kuasa kegelapan” (setan), kita sebagai umat Islam dilarang dengan
keras meminta bantuan jin sebab akan disesatkannya (QS.Jin, ayat 6)
2. Mengandung unsur Syirik / Perusakan Akidah seperti :
- Menggunakan mantra mantra tertentu
- Menggunakan jimat seperti keris, batu akik, batu kristel rajah
dsb.
-Melakukan ritual ritual tertentu yang tidak ada syariatnya
seperti : puasa ngebleng, potong ayam hitam, kungkum, sesaji
Mengajarkan Past Life Experience (reinkarnasi)Mengajarkan
Metaphysical Hypnosis
Mencampur tekhnik hipnotis dengan energi esoteris (reiki, prana, chi dll)
3. Menyakiti dan merugikan orang lain secara fisik mental dan
spiritual.
Biasa digunakan untuk tujuan kejahatan seperti penipuan, pencurian,
mempermainkan dan mempermalukan orang lain, memperalat orang
lain dll.
4. Dilakukan tanpa mendapatkan persetujuan dari yang dihipnotis
Hipnotis gendam, sirep, sihru’ain walau tanpa persetujuan dari
yang dihipnotis tetap dapat membuat korbannya terkena serangan
hipnotis sebab setan langsung masuk kedalam diri korban tersebut
hingga korbannya menjadi tidak sadar atau membuat korbannya
menderita kerugian baik secara fisik, mental dan spiritual.
5. Memanfaatkan kebodohan korban seperti :
– percaya pada kekuatan benda (menipu dengan benda keramat dll)
– percaya pada kesaktian si penghipnotis
6. Mempermalukan, mempermainkan dan menipu orang lain didepan umum.
Stage Hypnosis (hipnotis entertainment/hiburan) haram hukumnya
sebab dapat mempermalukan, mempermainkan orang lain dimuka umum,
walaupun sudah mendapat persetujuan yang bersangkutan. menjadi
negatif karena tidak etis.
7. Membuat orang tidak sadar 100%
Pada prakteknya Hipnotisme dapat membuat orang tidak sadar 100%
karena berada dibawah pengaruh hipnotis, hal ini menjadi sangat
berbahaya bagi kesehatan jiwa orang tersebut. Pada beberapa kasus
penghipnotis memberikan sugesti negatif yang akan langsung
diterima alam bawah sadar suyet tanpa dapat dia filter lagi
hingga suyet dapat melakukan hal-hal diluar norma atau nilai
agama.
PERTANYAAN YANG MUNGKIN AKAN DIAJUKAN PADA SAYA :
Adakah hipnotis yang halal dan syar’i dan bagaimana pendapat para
ulama mengenai hipnotis ?
Untuk menjawab pertanyaan itu, tunggu saja tulisan saya berikutnya.
Stay tune terus di http://www.metafisis.wordpress.com
assalammu alaijum
terimakasih. Melalui tulisan ini, sedikit terjawab pertanyaan saya atas tidak masuk akalnya apa yang dilakukan romy rafael dan kawan-kawan. tapi, saya masih penasaran dengan romy rafael tsb. dari mana dia mempelajari ilmu itu? apa juga bekerjasama dengan jin???
mohon d bahas d tulisan berikutnya.
trimakasih.
saya ingin tanya tentang tenaga dalam kenapa di bilang sesat
padahal tenaga dalam itu doa nya bisa dari al qur’an atau dari para wali terdahulu.
coba banyak sekali tenaga dalam yang ada di jawa timur semuanya insya allah memakai doa doa,,, terutama langsung doa itu dari AL QUR’AN.
anda ketahui bahwa anda belum mencobanya cuman tahu cerita tentang banteN,emank dari dulu banten itu terkenal santetnya tetapi jangan membawa nama nama tenaga dalam.
niat yg benar tapi jika caranya salah juga akan kacau
contoh: suami ingin menjaga istri, caranya: dikunci dlm penjara agar aman
atau dokter memberi obat yg melebihi dosis sampai pasien mati, niatnya agar pasien segera sembuh dgn obat yg banyak
solat subuh 20 rokaat dgn niat agar pahalanya berlimpah
dll
jika haram cukup jangan dilakukan. Jk orang lain menyukai reiki, tai chi dll jangan disalahkan krn mereka orang china, tibet dll. Harus menghargai sesama manusia. Orang jepang adalah penyembah matahari ( dewi amaterasu ) tapi banyak ” orang munafik “, mereka yg sok suci juga ” mengendarai motor dan mobil buatan jepang, pakai televisi kulkas laptop dll buatan jepang. Banyak orang sok suci anti bangsa amerika tapi “mereka memakai sofwere komputer buatan orang amerika. Gimana kok bisa2nya gitu hlo.
Rasulullah dan para sahabatnya memakai teknologi orang kafir, berdagang/bisnis dgn orang kafir,,
namun tetap lantang menyatakan mana yg halal, mana yg haram,
lantang menyatakan mana yg musyrik mana yg bukan,
Rasulullah memberantas budaya2 yg tidak sesuai ajaran islam, menghancurkan berhala meski berhala itu peninggalan nenek moyang yg memiliki nilai sejarah tinggi
KETAHUILAH BAHWA HANYA UMAT ISLAM YANG BISA MASUK SURGA
------------------------------------------------------- wahai umat manusia, islam-lah agar kalian selamat !! ( Wahai Allah, sungguh telah kusampaikan, maka saksikanlah..) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi.." (QS Ali Imraan : 85) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- IKUTILAH JALAN KEBENARAN ITU JANGAN HIRAUKAN WALAUPUN SEDIKIT ORANG MENGIKUTINYA!JAUHKANLAH DIRIMU DARI JALAN JALAN KESESATAN DAN JANGANLAH TERPESONA DENGAN BANYAKNYA ORANG ORANG YANG MENEMPUH JALAN KEBINASAAN! ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sunnah itu bagaikan bahtera nabi nuh.Barangsiapa mengendarainya niscaya dia selamat dan barangsiapa terlambat dari bahtera tersebut maka dia akan tenggelam…… ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ISLAM ITU PADA AWALNYA ASING DAN AKAN KEMBALI ASING SEBAGAIMANA AWALNYA, MAKA BERBAHAGIALAH ORANG-ORANG YANG ASING
======================================
Rasulullah bersabda (yang artinya), "Sesungguhnya Islam pertama kali muncul dalam keadaaan asing dan nanti akan kembali asing sebagaimana semula. Maka berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba')."(hadits shahih riwayat Muslim)
==============================================================================
"Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba'). (Mereka adalah) orang-orang shalih yang berada di tengah orang-orang yang berperangai buruk. Dan orang yang memusuhinya lebih banyak daripada yang mengikuti mereka."(hadits shahih riwayat Ahmad)
=============================================================================
"Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba'). Yaitu mereka yang mengadakan perbaikan (ishlah) ketika manusia rusak."(hadits shahih riwayat Abu Amr Ad Dani dan Al Ajurry)
========================================================
ISLAM ADALAH TANAH AIR KITA KARENA ALLAH TELAH MEMPERSAUDARAKAN KITA
Islam adalah negeri kita, tanah air kita, bangsa kita, keluarga dan kerabat kita. Di belahan bumi manapun syari’at Islam ditegakkan dan kalimat Allah ditinggikan, maka di sanalah negeri kita tercinta. Di bagian bumi manapun umat islam berada, maka mereka lah saudara kita dan bangsa kita. Setiap jengkal tanah di wilayah manapun di muka bumi ini yang dikuasai oleh umat islam maka itulah bagian tanah air kita yang harus selalu kita bela.
-------------------------------------------------------
Adapun negara dalam arti sempit, yakni sepotong tanah yang ditulis batas-batasnya oleh manusia, dibuat pemisah, dibatasi warna kulit, suku dan kebangsaan maka itu sesuatu yang tidak pernah dikenal dalam ajaran islam. Nasionalisme ditebarkan oleh Barat dan para pengekornya untuk menyingkirkan semangat keislaman, meredupkan jati diri Islam yang telah mempersatukan berbagai suku, bangsa dan ummat serta menjadikannya sebagai satu ummat saja “Ummat Islam” serta “Ummat Tauhid”.
===========================================
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Yesus putera Maria” (QS ALMAIDAH: 72)
Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, (QS MARYAM: 30)
—————————————————————————-
Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail (AZ ZUKHRUF:59)
——————————————————————————-
Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.” (QS ALI IMRON: 84)
—————————————————————————
Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu). (QS ALMAIDAH;75)
—————————————————————————-
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS ALMAIDAH: 72)
————————————————————————–
Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (QS ASH SHAFF: 6)
—————————————————————————–
Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (QS AL MAIDAH:78)
—————————————————
dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah[378]“, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (QS An Nisaa’: 157)
================================
jika manusia berdoa, mreka hadapkan kepala&telapak tangan mreka ke langit sambil mengucapkan “Ya Tuhan..!”. Manusia dgn fitrahnya mngetahui bhwa ALLAH brada di tempat yg tinggi, di atas smua mahluk-Nya, yakni di atas langit,
jika manusia berdoa, mreka hadapkan kepala&telapak tangan mreka ke langit sambil mengucapkan "Ya Tuhan..!". Manusia dgn fitrahnya mngetahui bhwa ALLAH brada di tempat yg tinggi, di atas smua mahluk-Nya, yakni di atas langit,
===
================================================
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bukanlah orang sesat
“Sesungguhnya orang-orang yang mencela Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab ada dua kemungkinan. Yang pertama, dia adalah seorang yang ‘gandrung’ dengan syirik sehingga ia memusuhi Syaikh karena dakwahnya yang mengajak kepada tauhid dan memberantas segala macam syirik. Kedua, dia adalah orang jahil yang tertipu oleh da’i-da’i penyesat. Maka alangkah lucunya golongan jahil ini karena mereka mengikuti orang yang jahil yang sejenis dengan mereka” (Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, cetk. Dar Al-Qasim, juz 9, hal.234).
===========================================
Dimana Allah? Allah berada di atas arsy di atas langit
Ketahuilah ! Bahwa sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala di atas langit, yakni di atas 'Arsy-Nya di atas sekalian mahluk-Nya, telah setuju dengan dalil naqli dan aqli serta fitrah manusia.
==============================================
Adapun dalil naqli, telah datang berpuluh ayat Al-Qur'an dan hadits yang mencapai derajat mutawatir. Demikian juga keterangan Imam-imam dan Ulama-ulama Islam, bahkan telah terjadi ijma' diantara mereka kecuali kaum ahlul bid'ah. Sedangkan dalil aqli yang sederhanapun akan menolak jika dikatakan bahwa Allah berada di segala tempat !.
==================================================
Adapun fitrah manusia, maka lihatlah jika manusia -baik muslim atau kafir- berdo'a khususnya apabila mereka terkena musibah, mereka angkat kepala-kepala mereka ke langit sambil mengucapkan 'Ya ... Tuhan..!. Manusia dengan fitrahnya mengetahui bahwa penciptanya berada di tempat yang tinggi, di atas sekalian mahluk-Nya yakni di atas 'Arsy-Nya. Bahkan fitrah ini terdapat juga pada hewan dan tidak ada yang mengingkari fitrah ini kecuali orang yang telah rusak fitrahnya.
===========================================
inilah Dakwah Kami:
------------------------------------------------------------------ Kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan Pemahaman Rosululloh serta Salafush Ash-Shalih ------------------------------------------------------------------ Tashfiyah, yakni memurnikan ajaran Islam dari segala Noda Syirik, Bid’ah, Khurafat, serta gerakan-gerakan dan pemikiran-pemikiran yang merusak ajaran Islam. ------------------------------------------------------------------ Tarbiyah, yakni Pendidikan bagi kaum Muslimin berdasarkan ajaran Islam yang murni. ------------------------------------------------------------------ Menghidupkan pola pikir membiasakan kebenaran, bukan membenarkan kebiasaan (tradisi). ------------------------------------------------------------------ Mengajak kaum Muslimin untuk hidup Islami, sesuai dengan Manhaj Ahlul Sunnah Wal Jama’ah. ------------------------------------------------------------------
wahai para pemuda, pelajarilah agama kalian
======================================
Mu'adz bin Jabal r.a. berkata, "Pelajarilah ilmu, sebab memperlajarinya karena Allah adalah ketakwaan, mencarinya ibadah, mengulanginya tasbih, mengkajinya jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak tahu sedekah, mengorbankannya kepada yang berhak adalah kurban (kedekatan kepada Allah). Dengan ilmu, Allah dikenal dan disembah serta diesakan, dengan ilmu halal dan haram diketahui, dan dengan ilmu hubungan rahim disambung.
-------------------------------------------------------------------
Ilmu adalah teman di kala sendiri, kawan di kala kesepian, petunjuk di kala gembira, penolong di kala berada dalam bahaya, pendamping di masa kekosongan, teman di sisi orang-orang terasing, dan mercusuar jalan surga. Allah mengangkat berbagai kaum dengan ilmu sehingga menjadikan mereka pemimpin dan tokoh yang diteladani sebagai petunjuk jalan kepada kebaikan. Bekas-bekas perjalanan mereka diikuti dan perbuatan mereka dicatat. Para malaikat sangat senang berteman dengan mereka dan mengelus mereka dengan sayapnya. Segala yang basah dan kering beristighfar untuknya. Ikan paus dan singa laut, binatang buas dan ternak darat serta bintang-bintang di langit beristighfar untuknya.
----------------------------------------------------------------------
Ilmu adalah kehidupan hati yang buta, cahaya penglihatan dari kegelapan, dan kekuatan bagi kelemahan badan. Dengannya seorang hamba mencapai derajat orang-orang yang baik dan derajat yang paling tinggi. Mengingat ilmu sebanding (pahalanya) dengan puasa, dan mempelajarinya sebanding dengan shalat malam. Ilmu adalah imamnya amal perbuatan. Amal perbuatan adalah pengikutnya. Ilmu memberikan ilham kepada orang-orang yang berbahagia dan menjauhi orang-orang yang menderita."
----------------------------------------------------------------------
Saat ditanya siapakah orang yang hina-dina itu, Dzun Nun menjawab, "Orang yang tidak mengetahui jalan menuju Allah SWT dan tidak berupaya mengetahuinya."
--------------------------------------------------------------------
Abu Hamzah al-Bazzaz berkata, "Siapa yang telah mengetahui jalan kebenaran, maka terasa mudah baginya menempuhnya. Tidak ada petunjuk di jalan itu selain mengikuti Rasulullah saw. dalam perkataan, perbuatan, dan sikap beliau."
----------------------------------------------------------------------
Seorang sufi yang zuhud, Muhammad bin al-Fadhl, berkata, "Pudarnya Islam karena ulah empat tipe manusia. Pertama: orang yang tidak mengamalkan ilmu mereka. Kedua: orang yang beramal tanpa landasan ilmu. Ketiga: orang yang tidak beramal dan tidak berilmu. Dan keempat: orang yang menghalangi manusia mencari ilmu."
==============================================
PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM
PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM ------------------------------------------------------
======================================
“(Hak untuk) menetapkan hukum itu (hanyalah) hak Allah.” (QS. Al An’aam [6]: 57) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS Almaidah: 50) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya. (QS Al Maidah:1) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS Al Maidah:45) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim (QS Albaqarah:229) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim (pemutus) terhadap perkara yang mereka perselisihkan.” (QS. An Nisa [4]: 65) --------------------------------------------------------------------------
KESAKSIAN MANTAN MASTER WASKITA REIKI (2)
http://metafisis.wordpress.com/2010/01/23/kesaksian-mantan-master-waskita-reiki-2/
Nama saya Bayu (nama samaran), umur 32 tahun, agama Islam alamat di Temanggung. Sejak selepas SMU ( 1993 ) saya menderita hipertensi, saya sudah berobat kesana kemari baik yang medis maupun non medis tetapi tidak ada hasilnya, hingga awal Juli 2004 saya mulai mengenal yang namanya REIKI, melalui yayasan W Reiki Magelang. Pertamakali saya mendapat informasi tentang reiki dari istri yang kebetulan dikantornya setiap minggu diadakan pengobatan massal, pertama kali saya ditransfer energi, badan saya bergerak dengan sendirinya begitu hebatnya sampai sampai kursi yang saya duduki bergerak gerak selama setengah jam, setelahnya saya merasakan badan saya agak enak, kemudian malamnya saya minta ditransfer lagi, karena merasa hasilnya enak saya berniat ikut lokakarya, tetapi dalam hati saya ada keragu raguan transfer energi ini bersinggungan dengan jin ataukah tidak ya. Setelah berdiskusi dengan istri dan beberapa praktisi yang sudah saya kenal, mereka meyakinkan saya bahwa reiki ini tidak menggunakan/berkolaborasi denga jin, maka dengan hati mantap minggu itu juga saya ikut lokakarya yang diadakan di hotel Puri Asri Magelang.
Kebetulan saya di inisiasi oleh ibu Rose, setelah lokakarya saya diwajibkan untuk menjalankan semacam penyembuhan diri sendiri ( self healing ), dan meditasi selama 21 hari tidak boleh absen harus terus menerus. Setiap self healing dan meditasi badan baik tangan dan kaki selalu bergerak sendiri kadang kadang seperti senam TAI CHI setelah hampir sekitar 6 ( enam ) bulan saya sudah bisa menggambar diudara berbagai bentuk simbol REIKI yang katanya seharusnya untuk anggota yang paling tidak sudah mempunyai tingkatan R2, tetapi saya kok sudah bisa, saya heran dan kemudian saya bertanya kepada praktisi yang sudah senior, beliau bilang bahwa saya punya bakat untuk menjadi penyembuh. Perlu saya informasikan bahwa tangan kiri saya juga sudah bisa mendeteksi penyakit atau bagian tubuh pasien yang sakit walau hanya dengan menggunakan tangan ditempelkan dengan jarak sekitar 10 cm dari tubuh pasien, tentu saja saya sangat bersyukur ternyata saya dikaruniai bakat seperti itu, dan reiki ini memang bisa menstabilkan tekanan darah saya sehingga saya merasa sehat dan hal hal yang dulu tidak bisa saya lakukan setelah REIKI saya bisa melakukannya lagi.
Saya rutin melakukan self healing dan meditasi setiap hari sapai pada tanggal 29 April 2005, setelah saya melakukan transfer energi kepada istri dan kakak, kok tiba tiba bibir saya terasa merot dan menebal. Saya panik saya katakan pada istri saya kok bibir saya merot, baru saya sadar bahwa ini berkaitan dengan tensi, dengan berlari dan panik saya menggedor pintu tetangga yang kebetulan seorang medis, saya minta ditensi dan ternyata tensi saya waktu itu 250/150. Bersama istri saya langsung ke Rumah sakit saat itu juga, sesampainya di UGD saya sudah tidak sadar diri. Paginya saya diberitahu dokter bahwa saya terkena serangan stroke otak kiri yang menyebabkan tangan kanan saya lumpuh dan tidak bisa bicara dan anehnya saya lupa semua bacaan sholat kecuali kata kata ” ALLAH “.
Yang saya ingat pada waktu itu saya harus segera minta tolong praktisi yang sudah senior di Magelang untuk mengirimkan energi dan mereka mengirimkan energi berturut turut selama dua minggu rutin, pada hari ketiga tangan kanan saya sudah bisa digerakkan walau hanya diangkat sedikit, bicara saya sudah lumayan bisa didengar, setiap sholat saya minta bantuan istri untuk mengajari saya bacaan bacaan sholat, dan enehnya lagi saya tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa jawa ( banyak kosa kata yang hilang ). Selama itupun saya berkomunikasi dengan bahasa indonesia dengan dialek barat ( jawa Barat ) apalagi kalau sudah menghafalkan bacaan sholat dialek saya seperti orang yang sudah fasih berbahasa arab, saya menyadari mungkin ini akibat dari stroke itu sendiri.
Pada hari ke malam ke tujuh atau delapan hari saya opname saya bermimpi. Saya dalam mimpi itu pada keadaan hampir buta lalu saya mencari Bpk.Tjipta dan Bu Rose kesana-kemari lalu tiba-tiba ada mobil sedan datang lalu keluar dari dalam mobil tersebut Bpk. Tjipta dan bu Rose beserta 2 orang pengikutnya yang kesemuanya berpakaian hitam hitam, mereka mendatangi saya lalu tiba-tiba mereka semua mengering dan menjadi seperti mayat lalu tiba-tiba dari arah belakang saya ada suara yang berkata:” kamu jangan ikut mereka sebab mereka sudah mati ! “, lalu saya kaget dan terbangun.
Saya termenung dan saya ceritakan kepada istri saya, berhari hari saya merenungi apa arti mimpi saya ini apakah saya ikut reiki itu salah, setelah saya bertanya kepada salah seorang ustad yang juga teman saya, saya dengan mantap sekali menutup chakra mahkota yang menandakan bahwa saya tidak ikut reiki lagi. Setalah 2 ( Dua ) minggu saya di opname saya dinyatakan boleh pulang tentu saja saya dibekali berbagai macam obat. Setelah 1 ( Satu ) minggu saya dirumah istri saya kadang kadang bertanya apakah saya marah padanya karena menurutnya pandangan mata saya seperti orang benci, saya katakan tidak, tetapi setelah berulang kali dia tanya akhirnya saya coba bercermin, lho ini bukan saya, mata saya tidak seperti itu dan lagi anak saya yang bungsu ( 3 th ) selama 2 minggu berturut turut setiap hampir tengah malam sampai menjelang subuh selalu menangis dan minta gendong tidak mau ditidurkan di kamar.
Karenanya saya dan istri mulai bertanya tanya ada apa ya dengan saya dan anak saya, kemudian kami bertanya kesana kemari akhirnya saya bertemu dengan dua orang teman lama: si A menyarankan untuk dibersihkan rumahnya oleh seseorang yang bisa dan kemudian memberikan alamat salah seorang sepupunya yang dianggap bisa, dan dengan Si B, justru dia mengatakan bahwa suami saya kemasukan jin, perlu diketahui si B ini seorang guru di sebuah pesantren di Temanggung, oleh si B si Jin ini sudah dikeluarkan dan bertanya pada saya apakah saya pernah bepergian ke daerah Barat dan kemudian dia memberikan deskripsi perawakan dan rupa si Jin yang sudah merasuki tubuh saya, si B berjanji akan rutin mengobati saya selama seminggu sekali dan memang dilakukannya.
Untuk si sepupu A pas hari minggu malam melakukan ritual pembersihan rumah, menurutnya dan ini dibenarkan oleh si B dalam waktu terpisah bahwa rumah saya di huni oleh 3 ( tiga ) gendruwo yang besar besar kekuatannya dan sudah berlangsung hampir 3 tahun lamanya, katanya lagi para gendruwo ini mempengaruhi atau memberikan energi negatif di rumah saya terutama untuk penyakit, perselisihan dan perekonomian dan dalam ritual itu sepupu A memasang 4 rajah di atas pintu pintu rumah saya. Tanpa bermaksud mengganggu si B juga memasang 1 rajah di pintu tengah, menurutnya setelah rumag dibersihkan maka saya aka sembuh kembali.
Selewat 02 bulan tepatnya akhir juni selama itu pula si B rutin mengobati saya, saya pun sudah bisa sholat dengan berdiri dan bisa jalan jalan walupun belum terlalu jauh, saya kembali diopname di Rumah Sakit, kali ini saya merasakan jantung tidak enak, tangan kesemutan, detak nadi semakin cepat dan berdetak ganda, lalu saya putuskan untuk opame lagi, si B pun heran katanya sudah banyak kemajuan kok bisa opname lagi, sepertinya dia pun heran.
Kemudian selang beberapa miggu saya dipertemukan dengan Widodo oleh salah seorang teman saya ini, baik si A, B ataupun Widodo adalah teman teman sekolah saya tapi tampaknya ada perbedaan, karena oleh Widodo saya di sarankan untuk di RUQYAH SYARI’AH sesuai tuntunan nabi SAW, dan Allah SWT memang memberikan hidayahnya. Tapi Widodo sendiripun belum tahu apakah ada orang di Temanggung yang bisa me-ruqyah saya mengingat kondisi saya yang belum bisa jalan jauh.
Setelah tanya sana sini kemudian saya meminta tolong kepada bapak Taufiq Hartono, oleh beliau saya di ruqyah sekali, tapi sebelumnya saya juga melakukan ruqyah sendiri atapun di bantu oleh Widodo secara rutin, dan juga meminta tolong kepada bpk Fuad Zein ( Ketua tim ruqyah Temanggung ) dan oleh beliau pun saya pernah di ruqyah sekali.
Dalam ruqyah kadang kadang kami dialog dengan si jin, kata jinnya “pak dalam dada anda ini ada sekitar 20 jin, kemudian di tangan kiri anda ada sekitar 17, dan masing masing ada 3 jin di tengkuk dan pinggang anda ini ( sesuai aliran energi dalam reiki)”, dan mereka mengaku didatangkan dari Tibet dan disuruh oleh Bp. Tjipta dan Bu Rose yang masuk setiap saya self healing maupun meditasi untuk kesembuhan saya.
Setiap saya merasakan jantung tidak enak atau tensi menaik atau detak nadi tiba tiba menyepat langsung saya hidupkan kaset ruqyah, hingga sekarang pun saya masih berikhtiar untuk mengeluarkan jin dari tubuh saya dengan terapi me-ruqyah mandiri maupun dibantu oleh Widodo dan Insya Allah tanggal 02 Oktober nanti saya beserta istri akan ke Kota Gede untuk ikut ruqyah di tempat Bp. Ustad Fadlan.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan dan hidayah-Nya kepada saya dan memberikan kesembuhan pada saya Amin. Dari peristiwa ini saya bersyukur bahwasannya saya diberikan petunjuknya untuk mengetahui dan insya Allah sekaligus mengamalkannya, dan juga saya bersyukur diberikan teman-teman dan keluarga yang ternyata sangat perhatian pada saya. Demikian kesaksian saya, apabila ada kekurangan atau kesalahan pada kata kata saya mohon maaf sebesar besarnya. Apabila ada yang dirasakan kurang, silakan menghubungi hp saya.Terimakasih.
Wasalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
http://metafisis.wordpress.com/2010/01/23/kesaksian-mantan-master-waskita-reiki/
Sekilas Tentang Diri Saya
Nama saya adalah Dr Ivan.A (nama samaran) seorang dokter yang lahir 33 tahun yang lalu, lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga muslim yang taat beragama. Sifat saya yang keras dan tempramental mendorong saya mempelajari berbagai aliran bela diri sejak memasuki masa remaja. Pada mulanya saya hanya menggeluti beladiri yang berbasis pada teknik dan olah fisik. Bagi saya latihan bela diri merupakan sarana untuk melepaskan dorongan agresifitas yang didasari oleh sifat tempramental saya, dan pada kenyataannya saya memang sering terlibat perkelahian. Menggeluti bela diri ternyata tidak membuat saya dapat mengontrol emosi dengan baik, sikap yang ramah dan bersahabat dapat berubah dengan tiba-tiba menjadi kasar bila saya merasa tertantang oleh sikap arogan yang ditunjukkan oleh orang lain. Kalau sudah terpancing emosi akan membuat saya lupa semua ajaran agama yang ditanamkan oleh orang tua dan guru agama saya.
Pengalaman dikeroyok lebih dari tiga orang dan kekalahan dalam perkelahian melawan musuh yang memiliki postur tubuh lebih besar menyebabkan saya mulai mempelajari aliran beladiri yang berbasis pada tenaga dalam dan kesaktian. Saya pernah bergabung dalam beberapa perguruan diantaranya: GJ, MP, Al-H, dan BR, sulit bagi saya untuk mengingat berapa banyak tokoh yang saya anggap sakti yang saya datangi untuk mendapatkan berbagai tambahan ilmu kesaktian. Kehidupan seperti ini terus saya jalani sampai dibangku Fakultas Kedokteran. Pada semester empat saya mulai terlibat dalam aktivitas keagamaan di kampus dan semakin lama semakin intensif, hal ini membuat saya melupakan berbagai obsesi saya dalam ilmu beladiri, dan menyadari kekeliruan saya. Seiring dengan perubahan sikap dan cara hidup saya, berbagai kemampuan saya dibidang ilmu kedigjayaan pun hilang dengan sendirinya.
Saya dan Reiki
Saya lulus dari Fakultas Kedokteran dengan hasil yang sangat memuaskan dan diterima sebagai pegawai negeri saya. Sebagai seorang dokter yang baru lulus saya sudah merasakan dunia kedokteran yang sebenarnya, dan kesibukan menyebabkan saya tidak pernah lagi mengikuti pengajian.
Ternyata mengobati pasien tidaklah sesederhana teori yang saya dapatkan di bangku kuliah. Sebagai dokter umum tentu saja kemampuan saya sangat terbatas, dan ini yang membuat saya melirik pengobatan alternative sebagai salah satu solusinya. Pilihan saya jatuh pada reiki, kebetulan ada seorang teman yang memiliki pengetahuan tentang reiki dan apa yang dijelaskannya cukup masuk akal.
Saya mendapatkan attunement pertama pada tahun 1999, saya merasakan adanya sensasi hawa sejuk dan listrik yang lembut pada saat attunement ini. Beberapa orang master memberikan pujian kepada saya, karena saat melakukan meditasi saya memancarkan aura yang indah. Bagi saya meditasi bukanlah hal yang baru (pada saat mempelajari tenaga dalam saya sering melakukannya), namun kemampuan mereka melihat aura dan ketajaman intuisi membuat saya kagum kepada beberapa master reiki.
Setelah attunement pertama seakan saya tidak bisa lepas dengan reiki, self healing dan meditasi hampir tak pernah terlewatkan setiap harinya. Seiring dengan itu kualitas dan kuantitas ibadah saya mulai menurun. Rupanya hal ini tidak lepas dari pengamatan isteri saya, dan beberapa kali dia mengingatkan namun tidak saya hiraukan. Bagi saya reiki dapat menjadi sarana ibadah. “Bukankah dengan membantu menyembuhkan orang lain dengan segala yang kita bisa berarti telah berbuat kebaikan yang besar “. Jawaban inilah yang sering saya kemukakan.
Pada level ini saya sudah dapat menghilangkan serangan asma, rasa nyeri, dan sakit kepala dalam waktu yang singkat. Tanpa sadar berbagai kemampuan kedigjayaan yang sebelumnya telah saya campakkan mulai bermunculan, terutama ilmu getaran.
Saya mendapatkan attumenent kedua empat bulan setelah attunement pertama, dan kemampuan penyembuhan saya semakin meningkat. Tidak cukup dalam lokakarya, saya juga berhubungan dengan para master reiki setiap ada kesempatan, dan biasanya saya mendapatkan tambahan ilmu baru, terutama dalam hal meditasi. Pada level ini saya sudah mampu melihat aura, dan dalam meditasi saya sering merasakan keluar dari tubuh saya sendiri dan dapat mengamati lingkungan sekitar. Saya juga mulai melakukan meditasi kundalini.
Kerusakan akidah mulai terjadi, tiba-tiba saya memiliki pemahaman bahwa semua agama sama, “berasal dari satu Tuhan yang diterjemahkan dengan cara berbeda oleh masing-masing pemeluknya”. Pemahaman seperti ini muncul dengan begitu saja tanpa berproses, seakan-akan muncul dari hati kecil saya. Sholat saya sudah jauh dari khusyu, dalam sholat yang muncul justru bayangan para master dan guru spiritual. Pemahaman saya tentang Akidah Islam yang benar telah hilang total.
Kalau sebelumnya saya mengalami kekacauan dalam kehidupan beragama karena ilmu kesaktian yang pada dasarnya memiliki kemampuan untuk mencelakakan lawan, pada masa-masa ini kekacauan itu muncul lagi dalam model yang berbeda yaitu motivasi untuk menyembuhkan. Bagi saya yang penting pasien sembuh, bahkan untuk pelayanan reiki saya tidak pernah menarik imbalan. Bagi saya cukup ucapan terima kasih dan kepuasan pasien. Saya merasa apa yang saya lakukan sudah benar.
Saya terus meningkatkan kemampuan reiki saya, baik dengan attunemen maupun dengan meditasi dan self healing. Saya semakin tersesat, tidak hanya pada lapangan akidah, dalam aktivitas keseharian pun saya mulai menyimpang. Saya mulai menyukai sabung ayam, dan akhirnya saya memutuskan untuk membeli puluhan ayam aduan. Sebenarnya bukan aspek judi yang menarik bagi saya, tapi lebih kepada tontonan yang menghibur. Ayam-ayam aduan tersebut tersebut saya titipkan pada teman-teman agar tidak mengundang kecurigaan isteri saya. Setiap ada ayam yang terluka di arena aduan akan menjadi pasien saya. Disinilah saya mulai melakukan pengamatan efek energi reiki terhadap penyembuhan luka, dan saya akui ayam yang terluka akan cepat pulih bila mendapatkan energi reiki. Saya tidak merasa berdosa saat menyabung ayam karena pada saat itu muncul pemahaman baru. “Tuhan telah menciptakan setiap makhluknya dengan kodratnya masing-masing, ayam jantan memiliki kodrat selalu ingin berkelahi, jadi tidaklah menjadi persoalan bila kita melakukan sesuatu yang sesuai dengan korat itu”. Kesimpulannya menyabung ayam bukanlah suatu kesalahan.
Kehebatan Sihir Reiki yang Menyesatkan
Dengan usaha yang serius saya berhasil membangkitkan inti kundalini sampai melewati cakra mahkota. Kemampuan penyembuhan dan pewaskitaan saya menjadi sangat meningkat dan saya telah memiliki guru spiritual yang tetap. Beberapa kejadian yang luar biasa pun terjadi, diantaranya:
- Saya berhasil menyembuhkan penderita kanker paru yang mengalami komplikasi gagal ginjal, dengan penyaluran energi jarak jauh hanya dalam waktu 27 hari. Padahal vonis tidak ada harapan hidup telah dijatuhkan oleh para dokter ahli.
- Pasien yang saya terapi di tempat praktek, mengeluarkan jarum dari beberapa bagian tubuhnya setelah berada di rumah.
- Saya berhasil memecahkan teka-teki tentang suara ketukan di sebuah ruangan di rumah sakit, suara ketukan ini membuat beberapa orang teman saya ketakutan. Mengetahui adanya suara ketukan aneh tersebut mendorong saya melakukan meditasi agar terjadi transendensi antara jiwa saya dengan sumber ketukan. Ternyata ketukan berasal dari alam yang didominasi oleh warna abu-abu, untuk memasuki alam tersebut sangatlah sukar. Saya diserang oleh sekelompok orang berbadan pendek (tidak mirip dengan manusia) dengan bola-bola api. Akhirnya saya tahu sumber ketukan dari sebuah peti yang berisi jasad manusia. Saya tidak sempat melakukan tindakan apapun karena hujan bola api mengharuskan saya mengakhiri meditasi. Anehnya setelah itu tidak pernah ada lagi suara ketukan aneh.
- Tiba-tiba saya mengetahui saudara sepupu saya yang bertugas sebagai guru di Masohi (Maluku) dianiaya oleh kelompok orang yang memusuhi Islam. Kejadian ini terjadi sebelum pecahnya kerusuhan di Ambon. Saya dapat meyakinkan kerabat saya dengan menunjukkan satu-satunya koran yang memuat berita tersebut, beberapa waktu kemudian.
- Saya memiliki kesadaran aneh tentang adanya belahan diri saya di alam yang berbeda.
Banyak lagi kejadian luar biasa yang saya alami, dan saya sama sekali tidak bisa membedakan antara karomah dan sihir. Saya menganggap semuanya adalah karunia Allah SWT.
Semangat saya mendalami reiki mengundang pertanyaan dari beberapa orang dokter teman saya. Mereka menganggap saya terjebak dalam kehidupan mistik. Namun saya berhasil mementahkan anggapan mereka dengan mengemukaan alasan yang terkesan ilmiah dan rasional. Saya malah balik menasehati mereka agar jangan terjebak dengan segala sesuatu yang hanya dapat ditangkap oleh panca indera, dan menganjurkan mereka untuk mempertajam intuisi (indera keenam).
Saya memiliki pemahaman tentang energi universal dan menjadi salah satu argumen saya. Dalam konsep energi universal tidak ada ruang dan massa yang tidak terisi oleh energi. Seluruh jagat raya ini tersusun atas energi, bahkan elektron penyusun atom pun tersusun atas energi. Materi adalah energi yang tersusun dengan kepadatan yang tetap. Setiap perubahan bentuk materi menjadi lebih sederhana menghasilkan energi. Energi dapat digunakan untuk apa saja. Manusia dapat memanfaatkan seluruh energi di jagat raya dengan melakukan proses resonansi jiwa dan tubuh, agar sesuai dengan medan elektromagnetik yang dikendaki. Bila energi yang memiliki frekwensi lebih tinggi dari sinar infra merah kita masukkan kedalam tubuh, maka akan mengaktivasi axis psikoneuroimunologi dalam tubuh yang menimbulkan kondisi optimal untuk pencegahan dan penyembuhan segala jenis penyakit. Celakanya saya mengatakan elemen utama dari energi universal itu adalah reiki (dalam hal ini saya menentang pendapat yang mengatakan reiki hanya berguna untuk proses penyembuhan).
Argumen saya membuat beberapa dokter (termasuk isteri saya), tertarik mengikuti lokakarya reiki dan mendapatkan attunement. Astagfirullah !!. Pada saat attunement reiki isteri saya sempat protes kepada salah seorang master karena keberadaan beberapa hio di sudut ruangan, dan master tersebut menjawab hanya untuk mengharumkan ruangan. Sesampainya di rumah, isteri saya yang aktif di kegiatan pengajian sejak bangku kuliah mengajukan pertanyaan bertubi-tubi tentang hio tersebut, dan saya mengakui bahwa saya tidak punya pengetahuan tentang itu. Saya sendiri tidak punya keinginan untuk melakukan attunement terhadap orang lain, karena bagi saya mengkaji aspek meta-energi secara pribadi lebih menyenangkan, dan saya berprinsif tidak akan melakukan sesuatu yang belum sepenuhnya saya mengerti. Saya juga prihatin karena munculnya master-master attunement dadakan, yang hanya mengerti simbol-simbol reiki tanpa bisa memahami karakter energinya.
Datangnya Petunjuk Allah SWT
Kemenangan demi kemenangan ayam aduan saya membuat apa yang saya sembunyikan selama ini terbuka. Tiba-tiba tersiar khabar bahwa pemilik ayam aduan yang dianggap sangat hebat itu adalah saya, padahal saya tiddak pernah membawa ayam aduan ke arena sabung ayam, dan biasanya yang menyabung ayam-ayam aduan itu adalah teman saya. Kedua orang tua saya, isteri dan adik saya akhirnya mengetahui kalau setiap ada hari libur saya pergi ke arena sabung ayam, dan mereka ramai-ramai menasehati saya. Peringatan keras dari orang tua membuat saya meninggalkan arena sabung ayam dan fokus pada hobi saya yang lainnya yaitu mengamati fenomena kehebatan reiki.
Laporan yang mengherankan datang dari seseorang yang diterapi reiki dan membuat saya bingung. Bagaimana mungkin seseorang yang mengalami patah dan retak tulang yang belum sempat direposisi (dikembalikan posisinya), dapat merasakan perbaikan hanya dalam satu malam. Energi yang disalurkan dari jarak jauh dan diprogram dengan metode standar, bekerja dengan sangat aneh. Kenapa pasien merasakan seakan ada energi yang menyusun kembali tulangnya yang patah ? Inilah pertanyaan yang mengusik saya. Walaupun reiki merupakan meta-energi, tetapi pada saat bekerja di dalam tubuh haruslah sesuai dengan kaidah-kaidah Fisiologis (kerja fungsional berbagai alat tubuh) dan Homeostasis (keseimbangan) yang alami. Bila satu bagian tubuh patah maka otot-otot di daerah tersebut akan memendek (kontraksi) dan hal ini tidak memungkinkan untuk terjadinya reposisi alami, harus melalui proses penarikan atau operasi. Pasien akhirnya sembuh dalam waktu sangat singkat tanpa operasi.
Saya mulai mencurigai adanya oknum makhluk yang cerdas dan memiliki naluri layaknya manusia, yang terlibat dalam penyembuhan reiki. Berarti sudah dua kali saya tertipu oleh oknum ini, yang pertama ketika saya mempelajari berbagai ilmu kesaktian dan sekarang dalam kemasan penyembuhan. Saya mulai mencurigai keterlibatan bangsa jin dalam proses ini. Bangsa jin diciptakan dari api, dan mereka adalah makhluk gaib bagi manusia. Mulai saat itu saya mulai melakukan rekontruksi terhadap pemahaman saya.
Konsep reiki dan jin muncul di benak saya. Saya memahami jin merupakan makhluk ruhaniah yang tersusun dari elektron-elektron hidup (bion), yang memiliki frekwensi getaran yang sangat tinggi dan memiliki daya tembus yang luar biasa, dan mampu mempengaruhi medan elektromagnetik otak manusia. Masuk akal kalau mereka terlibat dalam proses penyembuhan reiki. Pemahaman saya bahwa reiki murni energi alam, mulai goyah.
Namun saya tidak berhenti pada kecurigaan, praktek reiki tetap saya jalankan. Saya kemudian terlibat diskusi panjang dan intensive dengan seorang ustadz pimpinan sebuah majlis taklim, beliau seorang sarjana dalam bidang ilmu syariah, master hukum dan berprofesi sebagai pengacara. Terhitung puluhan kali saya berdiskusi dengan beliau. Disamping itu saja juga berdiskusi dengan teman saya, seorang dokter yang aktif dalam kegiatan dakwah.
Hasil diskusi membuat saya memahami akidah Ahlussunah Wal Jamaah yang sesuai dengan manhaj salaf, dan kualitas ibadah saya menjadi semakin baik (selama asyik dengan reiki saya beribadah hanya untuk menggugurkan kewajiban). Sampai suatu ketika saya mencoba untuk diruqyah, pada saat dibacakan ayat-ayat ruqyah saya merasakan adanya getaran listrik halus terutama pada titik diantara kedua mata (cakra ajna) dan merasa tidak nyaman.
Saya kemudian menyadari bahwa paham wihdatul wujud (menganggap alam semesta merupakan perwujudan zat Tuhan), wihdatul adyan (menganggap semua agama sama), dan paham kodrat alami, yang mempengaruhi saya dan didapatkan dari guru spiritual, adalah paham yang ditanamkan oleh iblis. Guru spiritual saya tersebut ternyata termasuk golongan setan. Kuat dugaan saya bahwa praktisi reiki dan ilmu kesaktian yang yang beragama Islam dan memiliki guru spiritual dari alam arwah dan alam malaikat sebenarnya tertipu oleh setan. Guru spiritual tersebut bukanlah arwah yang berasal dari dimensi kedelapan, dan bukan pula malaikat yang berasal dari dimensi kesembilan. Sebenarnya mereka adalah setan dari golongan jin.
Keruwetan pemahaman keberagamaan saya dan perasaan tidak nyaman saat diruqyah, membuat saya terus melakukan diskusi dan perenungan panjang. Akhirnya saya menarik kesimpulan bahwa penyaluran reiki yang saya lakukan selama ini tidak diridhoi Allah SWT. Saya juga melupakan konsep energi universal yang dalam penggunaannya yang banyak melibatkan unsur imajinasi, karena mustahil memahaminya secara utuh, ilmu manusia hanyalah setitik air bila dibandingkan samudera ilmu Allah SWT yang tidak bertepi, yang dilakukan manusia selama ini hanyalah meraba-raba dalam kegelapan, dan dalam kondisi ini setan dengan mudah menyesatkan manusia. Saya pun mengembalikan persoalan ini kedalam hal-hal ghoib yang hanya diketahui oleh Allah SWT dan harus dipahami sesuai dengan syariat Islam. Sedangkan apa yang disebut denga reiki, bioenergi atau ssejenisnya, yang didapatkan dengan cara-cara yang tidak Islami semua berasal dari alam jin.
Dalam proses ruqyah kedua saya merasakan benturan energi yang hebat pada bagian-bagian tubuh yang selama ini saya anggap sebagai tempat simpul dan jalur energi. Kepala saya tidak berhenti berputar sampai ruqyah selesai. Setelah ruqyah kedua ini kemampuan pewaskitaan saya hilang dan saya tidak pernah lagi menyalurkan reiki. Alhamdulillah berkat doa kedua orang tua, isteri, saudara dan orang-orang yang mencintai saya, Allah SWT memberikan hidayah-Nya kepada saya.
Dengan berdoa kepada Allah SWT, maka Dia akan menurunkan Hidayah,Izzah dan Maunahnya. Cukuplah Allah SWT sebagai penolong.
Himbauan Saya Bagi Para Praktisi Reiki dan Bioenergi yang Beragama Islam
Bagi praktisi reiki maupun praktisi bioenergi dan sejenisnya, lakukanlah kajian kritis terhadap apa yang anda lakukan. Mulailah mengukur apa yang anda lakukan, dan yang anda alami dengan standar syariat Islam. Mudah-mudahan anda mendapat hidayah dari Allah SWT.
Praktisi reiki, bioenergi dan ilmu kesaktian hanya akan mendapatkan efek dari ruqyah syar’iyah berupa izzah dan maunah Allah SWT, bila sudah memahami konsep Akidah Ahlussunah Wal Jamaah dan manhaj salaf, dan dengan niat semata-mata untuk taat pada Allah SWT.
Wallaahu a’lam bishshawab.
saya tertarik dg pengalaman dr Ivan , bolehkah minta alamat dr Ivan ? saya butuh konsultasi tentang penyakit anak saya . Trims
Pertobatan Seorang Praktisi Tenaga Dalam dan Ilmu Ghoib
http://metafisis.wordpress.com/2010/01/23/pertobatan-seorang-praktisi-tenaga-dalam-dan-ilmu-ghoib-2/
Sungguh, saya (Pitoko) tak pernah mengira pada akhirnya saya berurusan dengan dunia jin. Meski saya adalah seorang pengacara, tetapi tetap saja tidak bisa menghindari kenyataan bahwa manusia tidak hidup sendirian. Ada makhluk lain yang juga menempati dunia ini sama dengan manusia.
Apa yang saya alami ini, tidak terlepas dari masa lalu saya. Ketika itu saya tertarik mempelajari tenaga dalam dari seseorang yang katanya tidak menggunakan unsur jin. Hal ini terlihat pada iklan mereka di sebuah surat kabar terbitan Yogyakarta.
Saya terpikat dengan slogan mereka yang katanya islami, dari kalimat ‘tauhid’ yang tertera pada nama perguruan tersebut. Dalam ulasan berita itu disebutkan berbagai kehebatan ilmu perguruan itu yang katanya di sarikan dari Al-Qur’an dan mengajak untuk syiar islam serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Saya pikir, inilah yang saya cari selama ini.
Pendek kata, setelah memenuhi segala persyaratan termasuk juga membayar ‘mahar’, saya resmi jadi anggota perguruan beladiri tenaga dalam tersebut. Pada hari pertama sebelum menjalani latihan yan sudah diprogramkan, semua murid angkatan saya diisi dadanya. Selanjutnya diperagakan berbagai atraksi kehebatan dan kesaktian ilmu dalam perguruan itu oleh murid-murid senior.
Menurut saya ilmu-ilmu yang diajarkan sangat banyak, dan sepertinya ilmu sang guru tidak ada habis-habisnya. Hampir semua ilmu yang dimiliki dan diperagakan oleh perguruan lain yang pernah saya lihat di TV dan media cetak lain, serta terdapat di berbagai daerah, ternyata dikuasai oleh sang guru dan diajarkan kepada murid-muridnya. Katanya sang guru telah belajar 57 guru (pendekar) yang terbesar diseluruh indonesia. Hebatnya, seluruh jurus dapat diperagakan secara gerakan fisik maupun batin, mempunyai efek yang sama. Untuk kesaktian maupun pengobatan. Ya pantas saja kehebatannya tidak ada habis-habisnya, karena diambilkan dari Al-Qur,an, pikir waktu itu.
Katanya, ilmu-ilmu tersebut warisan dari seorang wali. Semua murid wajib menjalankan agama islam, menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya agar menjadi orang bertaqwa. Semakin tebal ketaqwaannya, maka akan semakin cepat tinggi pencapaian ilmunya. Jadi tidak mutlak di tentukan berapa lama dan tingkat berapa dalam perguruan itu, semua tergantung ketaqwaannya. Sangat ditekankan agar banyak bedzikir kalimat tauhid.
Sejak awal mengikuti latihan ibadah menjadi relatif lebih baik, mungkin karena berdzikir sebagai bagian dari amalan agar memperoleh “kesaktian” sehingga bisa mengobati diri sendiri maupun orang lain. Banyak pengalaman spiritual yang saya alami ketika berdzikir seperti melihat sinar bergelombang yang masuk ke dalam mata saya yang hampir selalu terjadi dalam setiap bedzikir.
Lain waktu, ketika membaca Al-Qur’an dan kebetulan lampunya mati maka sinar biru keputih-putihan memancar dari Al-Qur’an dan menuntun saya membaca ayat demi ayat. Pada saat membaca surat Yaa siin tiba-tiba seluruh tubuh saya bergetar hebat. Saya sempat terjengkang tiga kali.
Dengan adanya “kelebihan-kelebihan” itu, maka saya pikir jauh melebihi ilmu kebatinan dalam keyakinan kejawen seperti yang dipelajari bapak dan saudara saya.
Bulan pertama, semuanya masih berjalan lancar. Tidak ada sesuatu yang perlu di khawatirkan. Tapi selang beberapa minggu berikutnya ketenangan saya mulai terusik. Bagaimana tidak, bila setiap berdzikir dalam hati maka yang keluar adalah bisikan-bisikan yang menggelisahkan hati saya. “Anallah…Anallah… (saya adalah Allah, Saya adalah Allah)”. Itulah bisikan yang selalu keluar.
Jika demikian, saya segera berkonsentrasi dan mengarahkan hati untuk melafadzkan kalimat tauhid, “laa ilaaha illallah”. Tapi bisikan-bisikan itu terus mencerca saya, “Anallah… Anallah”.
Awalnya saya berpikir bahwa hal ini disebabkan pengaruh buku tentang Al-Hallaj yang sempat saya baca. Al-Hallaj adalah seorang sufi dari Mesir yang dihukum pancung karena menyebarkan paham wihdatul wujud (Bersatunya tuhan dengan hamba). Suatu keyakinan menyatunya hamba dengan Tuhan yang terungkap dalam pernyataan, “Anallah…”. Tapi setelah bisikan “Anallah…Anallah” selalu hadir saat berdzikir, saya pun semakin resah.
Meskipun hati saya gelisah, tapi kehebatan saya kian lama kian meningkat. Hingga empat bulan tanpa terasa saya bergabung dengan mereka. Hanya dengan melafalkan kalimat tauhid, lalu menerapkan jurus-jurus yang diajarkan dalam perguruan, baik secara halus dalam batin, kesaktian atau ilmu itu muncul begitu saja. Saya selalu berhasil. Sepertinya Allah selalu mengabulkan permintaan saya atau permintaan setiap orang yang belajar di perguruan ini, begitulah keyakinan saya saat itu.
Dari sinilah mulai muncul pertanyaan dalam hati, apakah sedemikian tinggi kualitas ibadah saya sehingga Allah dekat dengan saya? Jangan-jangan ada ‘oknum’ lain yang berperan mengabulkan doa saya?
a. Dipandang Menjadi Murid oleh Orang-Orang ‘Sakti’
Pertanyaan-pertanyaan itu, melahirkan keraguan. Saya mulai curiga ketelibatan “oknum” lain, yaitu syetan yang menipu. Sejak itu batin saya bergejolak. Saya gelisah. Akhirnya saya putuskan keluar dari perguruan dengan diam-diam.
Waktu terus berjalan. Secara perlahan muncul rasa enggan terhadap segala macam ilmu tersebut. Namun, ada peristiwa lain yang menyebabkan saya harus berhubungan dengan orang linuwih. Suat ketika saya menemani seorang teman bertemu Eyang Slamet di lereng gunung Merapi, yang dipandang sebagai “orang pintar” oleh sebagian masyarakat.
Saya heran setengah mati, begitu mendengar pernyataannya bahwa saya adalah cucunya. Padahal selama ini tidak ada seorang pun keluarga bapak maupun ibu yang menyatakan bahwa mereka punya hubungan kerabat dengan Eyang Slamet. Waktu itu saya tidak percaya begitu saja akan ucapnya. Saya hanya menganggapnya sebagai orang biasa.
Apakah dia bisa membaca pikiran saya, saya tidak tahu. Tapi yang jelas, tepat tengah malam saya disuruh berdzikir di area perkebunan yang sepi di belakang rumahnya. Di sana saya melihat Eyang Slamet menunjukkan kesaktiannya. Setiap ada yang bermaksud menyentuhnya, maka ia langsung terjengkang. Seakan ada aliran listrik yang mengaliri tubuhnya. “Ini untuk perlindungan dari serangan santet”, ujar Eyang Slamet, saat menangkap sinyal keterkejutan dalam diri saya.
Selain itu, wajah Eyang Slamet pun berubah-ubah, matanya yang semula hanya dua, kini bergerak-gerak, entah bagaimana caranya, hingga akhirnya mata itu pun berjumlah lima, sejurus kemudian, kelima mata diraut mukanya kembali bergerak sedemikian rupa dan menyatu membentuk satu mata yang besar.
‘Deg deg deg’ jantung saya seakan terpacu, keringat dingin pun membasahi kulit saya. “Apalagi kamu, jin saja takut melihat saya”, ejek Eyang Slamet, saat melihat muka saya pucat pasi.
Sedetik kemudian, lampu dimatikan. Hitam pekat diiringi deru suara dedaunan tertiup angin. Bayangan mata satu yang besar belum hilang dari benak saya, tiba-tiba dalam kegelapan dan keheningan itu keluar warna putih yang terus membesar. ‘Woow’ jerit saya terpekik. Tubuh Eyang Slamet meninggi dan tangannya yang berwarna putih seakan cahaya ditengah kegelapan.
“Ini untuk dakwah Islamiyah”, kata Eyang Slamet kemudian. Eyang Slamet memang aneh, dia hanya bekerja diladang pada malam hari sampai pagi. Siangnya di rumah. Ia pun menginginkan saya menjadi muridnya. Tapi keinginan itu saya tolak dengan halus, cukup sudah kegelisahan yang terjadi kemarin. Saya tidak ingin memperdalam sesuatu yang mendatangkan kegelisahan dan ketidaktenangan.
Pada kesempatan lain, saat KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Semarang saya berkenalan dengan seorang kyai pemilik pondok pesantren. Dia tertarik pada saya dan mengajak menemui gurunya di daerah temanggung. Saya sendiri juga melihat keanehan-keanehan dari gurunya itu. Apa yang saya pikirkan seakan diketahuinya.
Demikianlah, kesempatan-kesempatan untuk memperdalam kemampuan spiritual dari beberapa pihak itupun saya tolak. Sebenarnya yang saya cari sangat sederhana yaitu bisa beribadah dan punya sedikit pengetahuan agama. Itu saja.
b. Memutuskan Perkara dengan Bisikan
Meski pada dasarnya saya menolak dan sudah meninggalkan ilmu-ilmu linuwih, namun tanpa sadar, saya sering mendapatkan bisikan-bisikan dalam hati. Bisikan yang mengantarkan saya dalam dunia penerawangan atau mendapat firasat dalam bentuk mimpi atas apa yang belum terjadi.
Saat melamar menjadi dosen, misalnya. Saya seperti melihat sendiri dalam mimpi dan membaca surat penerimaan atas lamaran saya tersebut. Dan memang persis seperti apa yang saya baca saat di terima menjadi dosen disebuah perguruan tinggi. Bahkan sampai detail suratnya pun sudah saya ketahui sebelumnya. Demikian pula halnya ketika mengikuti seleksi menjadi pengacara, saya sudah tahu lebih dahulu bahwa saya akan lulus. Hal ini tidak lain karena adanya bisikan dalam hati.
Setelah menjadi pengacara bisikan dalam hati itu pun masih setia mengiringi perjalanan saya. Padahal sebelum memutuskan untuk menerima atau menolak menangani sebuah kasus, biasanya saya shalat istikharah terlebih dahulu. Tapi disinilah justru syetan menunjukkan kelihaiannya. Dan muncullah bisikan-bisikan yang seakan itu adalah petunjuk Allah.
Bisikan yang sering menyebabkan saya terjebak dalam keruwetan yang berkepanjangan.
Ada sebuah kasus yang mulai saya tangani tahun 2000. seperti biasanya saya shalat istikharah. Saya mohon petunjuk kepada Allah apakah sebaiknya kasus tersebut saya tangani atau tidak. Ternyata setelah sholat istikharah, dari dalam dada saya terdengar suara yang saya dengar cukup keras dan berulang-ulang membisiki agar menangani kasus tersebut.
Akhirnya saya putuskan untuk menerima tawaran menangani kasus tersebut. Kini setelah bertahun-tahun menanganinya saya justru terjebak dalam keruwetan kasus itu sendiri, karena kasusnya menjadi melebar kemasalah lain yang lebih rumit.
Anehnya, setiap saya bertemu dengan pihak lawan, keraguan muncul dan lidah menjadi kelu, akibatnya saya sulit berbicara bila bertemu dengannya. Sungguh sangat mendebarkan. Selanjunya munculah kecemasan yang luar biasa. Bebarapa hari menjelang sidang pengadilan, bisa dipastikan saya dilanda kegelisahan yang tidak kalah beratnya. Malam menjelang sidangpun saya tidak bisa tidur.
Bila sudah demikian, saya menenangkan diri dengan bedzikir hingga berjam-jam lamanya. Barulah kemudian, saya memiliki keberanian untuk melangkah ke pengadilan. Itu pun di bawah ancaman kecemasan yang luar biasa. Hal semacam itu berlangsung terus menerus saat persidangan di tingkat pengadilan Negeri. Padahal untuk kasus-kasus yang lain, hal seperti ini tidak pernah terjadi.
Setelah perkara memperoleh putusan pengadilan yang memenangkan kami, maka pihak lawan mengajukan banding ke pengadilan tinggi. Di sini mulai lagi terjadi keanehan. Perkara yang sudah berlangsung empat tahun tidak juga turun. Setiap saya cek, selalu saja belum di putuskan oleh pengadilan tinggi. Jelas ini menyalahi peraturan yang berlaku. Perkara yang satu ini jelas seperti hilang lenyap di telan bumi. Saya sendiri setiap melangkah mau mengurus dan menyelesaikan perkara ini selalu saja merasa cemas dan gelisah.
Sejak perkara ini masuk ke pengadilan, klien saya menetap di Singapura dan tidak berani kembali kembali ke Indonesia. Ia tidak berhubungan dengan pengacara lain. Semua perkaranya hanya saya yang mengetahuinya. Kondisi yang sangat aneh dan membuat pikiran saya selalu cemas dan gelisah. Hal ini jelas sangat menguntungkan pihak lawan dan dia diuntungkan dengan menguasai rumah berikut isinya senilai hampir satu milyar, padahal sebenarnya itu bukan haknya.
Seiring dengan itu, kehidupan spiritual saya menjadi kacau, bahkan saya mulai berani meninggalkan shalat. Waktu itu tidak ada rasa bersalah. Semuanya masih saya anggap biasa saja. Apakah ini karena pengaruh pergaulan saya selama ini ataukah faktor lainnya, saya tidak begitu peduli. Yang jelas sedikit kesadaran yang menyeruak di dalam dada harus segera di jawab, karena itu saya pun mulai mengikuti kajian keislaman di Jakarta pusat. Inilah awal perkenalan saya dengan majalah Ghoib. Meski saya baru ikut terapi setahun kemudain. Hal ini tidak terlepas dari perasaan yang sulit dijabarkan. Setiap kali terbesit keinginan untuk terapi ruqyah ada saja alasan yang menggagalkannya.
c. Perjuangan Melawan Syetan
Saya pertama kali di ruqyah di kantor ruqyah Majalah Ghoib. Pada awal di bacakan doa-doa ruqyah, semula biasa saja tidak nampak reaksi. Namun sekitar sepuluh menit, tiba-tiba tubuh saya gemetar. Saya menjerit. Ustadz yang mendampingi segera bertindak dengan memijit telapak tangan saya sambil membacakan doa ruqyah dan tak lama kemudian saya menjadi tenang kembali.
Selanjutnya saat giliran pasien di terapi satu persatu, saat diterapi oleh ustadz Hasan Bisri. Begitu dibacakan doa di telinga, lagi-lagi saya gemetar dan berteriak-teriak. Saat ustadz Hasan Bisri menekan dan memijat bagian dada saya, kembali muncul reaksi dan ketika ustadz bertanya siapa jin yang bersarang di dada, dan dengan susah payah sambil merasakan kesakitan jin itu mengaku bernama Suryamo.
Dan ketika di tanya ada berapa dan dimana saja jin-jin yang lain berada. Maka secara reflek dan diluar kendali, tangan saya bergerak menunjukkan keberadaan jin dengan cara memegang bagian-bagian anggota tubuh saya sambil gemetar. “di kepala ada lima, di tengkuk dan leher ada lima, di dada ada lima, di kedua telapak tangan masing-masing ada lima, di perut ada lima, dikedua kaki masing-masing ada lima”, kata jin Suryamo. Total jendral semuanya ada lebih dari dua puluh lima jin. Masya Allah, tubuh saya menjadi sarang para jin.
Pada terapi yang pertama itu belum semua jin keluar dari tubuh saya, karena saya kelelahan dan ruqyah di hentikan. Selesai ruqyah yang pertama ini saya merasakan perubahan yang sangat nyata, dada saya terasa ringan sekali sepertinya beban-beban jauh berkurang, perasaan jadi gembira, pikiran terasa jernih dan bisa berkonsentrasi kerja. Namun, rupanya hal itu hanya saya rasakan dalam waktu kira-kira seminggu, karena setelah itu saya merasakan ada sesuatu yang masuk seperti hembusan angin menyelusup lewat kepala saya dan tiba-tiba kembali saya merasakan beban hidup ini menjadi berat, susah konsentrasi, lemas dan gelsiah lagi. Mungkin, jin itu masuk lagi.
Pada ruqyah kedua, jin-jin itu nampaknya semakin bandel dan agak susah keluar. Bahkan selesai ruqyah kedua ini entah kenapa kepala saya terasa berat dan pusing. Ketika pulang, saya merasa kebingungandan tidak tahu arah pulang, padahal saya sudah sangat paham dan kenal dengan jalan pramuka tempat kantor Majalah Ghoib. Berkali-kali saya tanya orang tentang arah yang akan saya tuju. Meski sudah di kasih tahu, tapi tetap saja saya tidak tahu jalan meski sudah berkali-kali di tunjukkan.
Namun, pada akhirnya alhamdulillah saya perlahan-lahan mulai bisa mengenali arah jalan dan bisa pulang dengan selamat. Sedemikian beratnya gangguan yang saya hadapi sehingga jin yang bersarang dalam diri saya itu pun harus dikeluarkan secara perlahan. Saya tidak peduli berapa kali harus datang dan ruqyah di kantor ruqyah. Bagi saya yang terpenting adalah terhindar dari kemusyrikan pada saat mengalami cobaan. Saya memaknai semua ini bagian dari penghapusan dosa atas kesalahan yang terjadi pada masa lalu. Dengan ini, Allah menegur saya.
Kini setelah mengikuti ruqyah terapi yang kesepuluh kalinya, saya merasakan diri saya jauh lebih baik. Rasa cemas yang biasa hadir kini jauh berkurang, bila tidak boleh dikatakan hilang sama sekali. Karena itu, saya mulai mengurus klien saya kembali setelah terkatung-katung selama empat tahun.
Bagi saya semuanya serba misteri dan saya tidak berani menduga-duga ada ulah dukun di balik semua ini. Saya sudah merasa jauh lebih baik, dan siap melakukan aktivitas kerja lagi sebagai seorang praktisi hukum.
Semoga kisah ini menjadi pelajaran berharga bagi siapapun. Terlebih seorang praktisi hukum seperti saya yang hampir setiap hari ‘bermusuhan’ dengan orang lain. Ini adalah risiko pekerjaan. Tidak semua orang itu baik. Dengan kata lain, tidak sedikit diantara mereka yang akhirnya memanfaatkan dunia lain untuk kepentingan dan keuntungan mereka.
d. Bedah Kesaksian
Pitoko sebenarnya berniat baik. Bahkan sebenarnya sudah berusaha selektif memilih ilmu yang akan dipelajarinya. Pilihan dia jatuh kepada ilmu yang berembel-embelkan tauhid. Memang ini label yang sangat menyesatkan masyarakat Indonesia yang sangat tipis keilmuwan Islamnya. Untuk menggaet masyarakat tipe Pitoko yang berhati-hati agar tidak terjerumus, para penyebar kesyirikan memanfaatkan kata-kata sejenis. Seperti ilmu hikmah, karamah, tauhid dan sebagainya.
Dari sinilah kita bisa menagmbil dua pelajaran penting. Pertama, perkataan Ibnu Mas,ud radhiallahu, “Betapa banyak orang yang berniat mencari kebenaran tetapi tidak sampai kepada kebenaran itu”.
Maka dari itu, niat baik saja tidak cukup. Dan kebenaran tidak bisa diukur dengan perasaan belaka. Niat baik seperti yang dimiliki pitoko dalam rangka mencari keilmuwan Islam yang benar ternyata terbentur dukun. Awalnya ia sangat yakin dengan ilmu barunya itu. Apalagi banyak dzikir yang harus di rapal dan ibadah yang menjadi semakin rajin. Ini menambah keyakinan akan benarnya ilmu tersebut. Dia pun mulai mempunyai ilmu linuwih bisa mengobati. Tetapi dengan hidayah Allah, Pitoko mulai terganggu dengan ilmunya itu. Yang menunjukkan bahwa ilmu tersebut tidak benar, walaupun di awalnya nampak sangat benar dan istimewa.
Kedua, pentingnya memperdalam ilmu aqidah. Aqidah adalah ilmu terpenting dalam Islam. Karena ini berhubungan dengan masalah identitas kemusliman yang bisa tanggal sewaktu-waktu. Berhubungan dengan kisah Pitoko, masalah label tauhid bisa saja di catat para dukun. Demikian juga label positif yang lainnya. Yang penting adalah isinya. Jika labelnya madu tetapi isinya racun, maka tetap saja jangan di minum. Begitulah. Disinilah pentingnya ilmu agar tidak sesat. Untuk itulah buat syetan lebih mudah menyesatkan orang yang ahli ibadah tanpa ilmu daripada seorang ahli ilmu.
Penyesatan umat islam bisa sukses ketika umat ini bodoh. Kesaktian sihir seperti yang dipertontonkan para guru Pitoko bisa dikemas dan dipasarkan dengan label ilmu walisongo. Pitoko dan teman-temannya yang telah terbius dengan kata-kata tauhid itu, tetap menuruti perintah tidak logis untuk menelan pilor gir sepeda.
Pitoko mulai menyadari bahwa ilmu tersebut tidak benar, setelah dia mulai mendapati bisikan-bisikan dalam hatinya. Hatinya mulai bergolak oleh hidayah Allah yang mulai menyerapi setiap sisi hatinya. Bisikan yang selalu muncul ketika dia mengesakan Allah dalam dzikirnya.
Maka bisikan syetan selalu bermunculan dua dampak berbahaya. Kalau tidak menyesatkan pasti menyengsarakan. Atau menyesatkan dan sekaligus menyengsarakan.
Bisikan dalam hati Pitoko, ‘Anallah.. Anallah…(saya Allah, saya Allah)” adalah jelas-jelas bisikan syetan yang berusaha untuk meyakinkan akan keberadaan tuhan dalam dirinya. Syetan itu telah mengaku sebagai Allah. Pendusta besar itu berusaha menyeret Pitoko untuk meyakini sebuah kesesatan.
Bisa jadi apa yang diyakini Pitoko benar bahwa keyakinan wihdatul wujud (bersatunya tuhan dengan hamba) dalam dirinya mulai menyeruak. Dan ini didorong oleh jin yang telah bersarang dalam dirinya hasil pembelajaran ilmu sesatnya. Selama ini.
Bentuk penyesatan lainnya adalah, ketika Pitoko memutuskan untuk keluar dari kelompok ilmu tersebut dan menolak semua iming-iming kehebatan dari berbagai guru kesesatan yang di jumpai berikutnya, jin yang ada dalam dirinya mendorongnya kepada kesesatan yang lain. Yaitu berani meninggalkan perintah wajib bagi setiap muslim shalat. Pitoko diseret agar keluar dari Islam dengan cara membuatnya biasa ketika tidak melaksanakan perintah shalat wajib.
Dan memang begitulah, bisikan syetan membuat seseorang tersesat. Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Hibban dari Aisyah radhiallahuanha, Rasulullah bersabda, “syetan tidak akan tinggal diam (untuk terus menganggu) salah seorang diantara kalian. Maka dia akan membisikkan pertanyaan, ‘siapakah yang menciptakan langit dan bumi?’ kemudian orang itu menjawab, ‘Allah’ syetan bertanya lagi, ‘Siapakah yang mencitakan dirimu?’ ‘Allah’ maka syetan kemudian bertanya, ‘siapakah yang menciptakan Allah?’. Maka jika salah seorang diantara kalian merasakan bisikan itu katakan, ‘Aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya’.
Bisikan syetan dimulai dari memunculkan keraguan dalam hati kita. Kemudian menganggap dosa menjadi biasa dan akhirnya dengan sadar berani mengucapkan atau melakukan perbuatan kufur. Bisikan syetan memang menyesatkan.
Selain menyesatkan, bisikan syetan juga menyengsarakan. Walaupun awalnya bisikan-bisikan itu terkesan membantu. Bahkan seakan orang yang dibantu jin dengan bisikan menjadi orang sakti yang tahu sebelum diberi tahu atau terjadi. Tetapi dengarlah pengakuan jujur Pitoko, “Meski saya akui, saya sering terkecoh oleh bisikan-bisikan itu saat menangani suatu kasus”.
Itulah sesungguhnya keadaan orang yang memelihara jin pertamanya terkesan membantu, tetapi yakinlah kasus Pitoko akan selalu terulang pada diri setiap orang yang mau mendengarkan bisikan jin. Pitoko yang biasanya mengambil keputusan yang berhubungan dengan pekerjaan beratnya dengan berdasarka pada bisikan itu. Kasus yang menurut bisikan baik untuk diambil, ternyata begitu diambil kasusnya ruwet, menegangkan dan tidak putus-putus, hanya menguras tenaga dan perasaannya saja.
Wajar saja hal itu terjadi, karena syetan itu seperti yang digambarkan Nabi, “Dia adalah pendusta besar”. Adapun bisikan-bisikan diawal yang selalu jitu adalah jebakan maut agar orang itu mau terus memakainya dan mau tunduk kepada jin itu.
Untuk itulah dalam Islam tidak ada kata kerjasama dengan jin (lihat QS. Al-Jin;06). Sangatlah lemah dalih boleh karena jinnya muslim. Karena keislamannya sangat tidak bisa dibuktikan, apalagi jin adalah pendusta besar. Jin yang bisa mengucap syahadat atau kalimat thayyibah sering di jadikan alasan bahwa itu adalah tanda keislamannya. Padahal seperti halnya manusia, bandit atau musuh Islam sekalipun bisa dengan mudah mengucapkan kalimat syahadat dan kalimat thayyibah. Pengakuan jin banyak ketidak jelasan dan ketidakbenarannya, yang jelas-jelas benar bahwa dia pendusta besar. (Diambil dari Majalah Ghoib Edisi 26 Th.2/19 Sya’ban 1425 H/4 Oktober 2004 M)
PENGALAMAN ADMINISTRATOR “METAFISIS.WORDPRESS.COM” SELAMA MEMPERDALAM ILMU TENAGA DALAM & ILMU METAFISIKA
http://metafisis.wordpress.com/2010/01/23/pengalaman-administrator-metafisis-wordpress-com-selama-memperdalam-ilmu-tenaga-dalam-ilmu-metafisika/
Nama lengkap saya adalah Perdana Akhmad, saya adalah Alumni Universitas Islam Indonesia angkatan 1999 di Yogyakarta pada jurusan Psikologi. Saya lahir di Baturaja, Sumatera Selatan 12 oktober tahun 1980. Saya lahir ditengah-tengah keluarga yang memang suka akan ilmu-ilmu kesaktian, dimana Ayah saya masa mudanya suka sekali berguru ke-orang “pintar” untuk belajar kesaktian bahkan dari penuturan Ayah saya ia pernah melakukan tapa pendem yaitu mengubur diri dalam tanah sebagai syarat untuk mendapat ilmu kesaktian tertentu di daerah Banten. Ayah saya semasa saya kecil pernah mendemonstrasikan kemampuannya kepada kami sekeluarga yaitu mematikan lilin dari jarak jauh dengan tenaga dalamnya, juga mendemonstrasikan kemampuan memecahkan batu kali yang lonjong sebesar pergelangan tangan dengan pukulan tangannya. Begitu juga dengan adik-adik Ayah saya, mereka semuanya ikut perguruan tenaga dalam dan sering “mengobati” orang sakit dengan tenaga dalamnya itu. Maka dari itu sedari kecil saya sangat ingin seperti Ayah saya juga Om-om saya itu.
Perburuan saya mencari ilmu ghoib dimulai pada saat saya duduk dibangku SMP di Kota Manna Bengkulu Selatan, saya ikut perguruan tenaga dalam Budi Suci dimana saya mempelajari jurus-jurus tertentu dengan olah pernapasan, lalu ketika dibangku SMA saya masuk Perguruan tenaga dalam Marga Luyu dan juga Seni Nafas Indonesia, saya dalam berlatih tenaga dalam sudah mencapai tataran yang cukup tinggi waktu itu.
Pada masa SMA ini saya mulai mengenal dengan namanya makhluk halus, dimana sewaktu latihan Guru saya dari perguruan Marga Luyu waktu itu punya kemampuan menarik makhluk-makhluk halus lalu dimasukkan kedalam tubuh teman saya dan kemudian bisa tanyai berbagai macam hal. Saya juga belajar ngampat dimana saya belajar untuk menghadirkan makhluk halus yang saya ingini kedalam tubuh saya atau orang lain. Setelah lulus dibangku SMA tahun 1999 saya pergi ke Yogyakarta dan kuliah di Universitas Islam Indonesia. Di Yogyakarta ini saya tidak lagi masuk perguruan berbasis tenaga dalam lagi namun masih suka berlatih sendiri olah pernapasan.
Saya pada tahun ini juga mengenal Reiki dari Toko buku Gramedia dimana saya melihat ada buku tentang suatu aliran Reiki Tummo dan menginformasikan adanya Lokakarya Reiki Tummo di Yogyakarta, rasa keingintahuan saya begitu tinggi akan ilmu penyembuhan dengan menggunakan energi Ilahi atau alam semesta dan peningkatan spiritualitas seperti yang diberitahukan dalam Buku. Lalu saya mengikuti lokakarya Reiki itu pada tingkat level 1 langsung pada aliran Reiki Tummo yang katanya lebih baik dari aliran Reiki Usui. Saya memang merasakan sensasi yang aneh dimana saya bisa merasakan geraran-getaran pada tangan saya sebagai tanda energi telah mengalir, bertambah semangat saya untuk mempelajari Reiki lebih jauh maka saya mulai membeli semua buku-buku yang berhubungan dengan Reiki. Saya mulai sering bermeditasi Reiki dan membaca buku-buku tentang Reiki, mengkaji, mendengarkan penuturan para praktisi Reiki yang senior tentang ajaran-ajaran spiritualitas yang ternyata banyak dipengaruhi ajaran-ajaran Budha dan Hindu. Namun waktu itu saya terus mengkajinya karena saya pikir Nabi Muhammad saja memberitahukan agar kita agar belajar kenegeri Cina untuk mencari ilmu pengetahuan.
Selain memperdalam Reiki saya juga mengikuti pengajian di Pesantren Ihya Assunah Degolan di Yogyakarta dan masuk dalam keanggotaan Laskar Jihad yang telah dibentuk, karena waktu itu sedang ramai-ramainya berita tentang pembantaian kaum muslimin di Maluku dan Poso.Pada keanggotaan saya di Laskar Jihad ini saya mulai ragu-ragu akan “kebersihan” Ilmu-ilmu tenaga dalam dan juga Ilmu Penyembuhan Reiki, dimana anggota Laskar Jihad sangat ditekankan menjauhi syirik, khurafat maupun bid’ah dalam ibadah maupun pada saat berjihad. Lalu pada pertengahan tahun 2000 saya berangkat ke Ambon dan berjihad disana, di Ambon saya praktis tidak memakai tenaga dalam juga Reiki (dengan membentuk bola energi perlindungan Reiki atau memagari diri dengan kekuatan tenaga dalam) dalam berperang namun hanya dengan membaca amalan zikir.
Setelah peristiwa Kebon Cengkeh berdarah 14 Juni 2001 (semoga ke lima teman saya dan kaum muslimin Ambon yang meninggal mendapat predikat syahid dari Allah Ta’ala,Amin) saya pulang ke Yogyakarta dan melanjutkan kuliah kembali. Saya lalu kembali memperdalam Reiki dengan kembali mengikuti lokakarya Reiki Tummo pada tingkat level 2. Saya juga mengikuti Attunenent aliran Reiki Tao secara reiju jarak jauh pada sebuah yayasan Reiki Tao yang cukup terkenal di Jakarta dan mengikuti lokakarya aliran Neo Zen Reiki pada Master Reiki Anand Khrisna di Yogyakarta dan juga membeli buku-buku karangannya yang cukup laris waktu itu.
Saya waktu itu mulai sedikit-demi sedikit mulai terpengaruhi ajaran tentang reinkarnasi yaitu dengan Reiki saya bisa memutus siklus kelahiran kembali didunia, dengan Reiki dan kebangkitan kundalini saya bisa mendapatkan kekuatan-kekuatan ghaib dan peningkatan spiritualitas. Saya lalu mulai ikut berbagai mailinglish aliran Reiki di Internet seperti mailinglish Mahameru, Reiki Tao, Reiki Sufi, Caraka Reiki, Nur Ilahi, Shing Chi, Reiki Chakra , Sirna Galih, PHL, Peace One Earth , Peace One Earth Indonesia dan mulai mendapatkan Attunement (penyelarasan energi) berbagai macam aliran Reiki hingga pada tingkat Master Pengajar lebih dari 30 aliran Reiki yang saya dapatkan hingga pada tingkat Master Pengajar yang dapat memberikan attunement Reiki pada orang lain.
Saya juga sering memberikan attunement Reiki pada teman-teman dekat saya dan kepada para sesama praktisi Reiki yang ingin mendapatkan attunenent energi tertentu yang telah saya kuasai. Saya menjadi sering bermeditasi dan rajin berlatih Reiki, tetapi dalam memperdalam Reiki ini saya malah sering menderita berbagai macam penyakit yang kelihatannya ringan seperti pusing kepala, dada sesak, sampai sakit atau panas pada bagian-bagian tubuh tertentu secara terus-menerus, tapi menurut para praktisi Reiki itu wajar dalam proses “pembersihan” energi kundalini. Saya juga mulai lagi memperdalam ilmu tenaga dalam yang sempat saya tinggalkan, selain latihan pernapasan saya juga mulai memperdalam ilmu aji-ajian versi jawa yaitu dengan melakukan puasa mutih, ngebleng dan membaca suatu rapalan ribuan kali.
Bahkan saya sempat diajak seorang sahabat non muslim sesama praktisi Reiki yang beraliran kejawen melakukan kungkum (berendam diair dengan membaca rapalan tertentu) di Sendang Kasihan Yogyakarta. Semakin lama saya memperdalam ilmu Reiki juga tenaga dalam serta ajian-ajian ini saya mulai marasakan ketidakberesan dalam diri saya, saya menjadi malas untuk beribadah syari’ah yang dituntunkan Rasulullah, merasa tidak nyaman membaca Al-Qur’an malah lebih suka bermeditasi (seolah-olah menggantikan shalat) yang saya anggap lebih bisa menenangkan saya dan mengasyikkan karena saya merasakan sensasi-sensasi tertentu yang hebat seperti merasa bisa terbang juga merasa ada kekuatan-kekuatan tertentu yang masuk dalam tubuh saya. Sampai tahun 2003 saya terus memperdalam ilmu-ilmu saya itu, saya juga mampu untuk scaneling berbagai energi Reiki yang saya inginkan tanpa bantuan Master Reiki lagi. Dalam pendalaman ilmu-ilmu ghaib ini saya pada tanggal 10 februari 2003 tiga hari sebelum Hari Raya Idul Adha saya pergi ketempat Pak Gatot Margono seorang guru besar Perguruan tenaga dalam Chakra Buana di Magetan Yogyakarta untuk memperdalam ilmu Kanuragan. Sesampai di Magetan saya menemui Pak Gatot Margono. Disana saya diberi penjelasan mengenai Ilmu meraga sukma, Trawangan, penyempurnaan Ajian Rajah Kala Chakra yang telah saya miliki sebelumnya, ilmu panglimunan, kekebalan, silat ghaib, sampai pada saya bisa tahu isi hati orang juga bisa mengetahui suatu barang dalam keadaan mata tertutup hal itu dilakukan Pak Gatot katanya dengan “membuka” tubuh saya. Pak Gatot merajah seluruh tubuh saya dengan huruf-huruf arab dengan menulis dari jari-jari tangannya langsung (seperti membuat simbol Reiki) , ia juga mengatakan akan memberikan tempat ditubuh saya untuk sebangsa malaikat, juga memberi saya kemampuan menghimpun tenaga dalam tingkat tinggi dalam tingkat karomah dengan metode bacaan tertentu pada posisi Namaskar (tangan ditelungkupkan didepan dada).Walhasil setelah saya coba saat itu juga saya merasakan ada yang aneh ditubuh saya saya kedua tangan saya yang saya telungkupkan di dada bergetar dengan hebat tanda energi itu sudah masuk.
Namun dalam penjelasannya setelah prosesi pembukaan itu ada perkataannya yang aneh dari beliau, walaupun Pak Gatot katanya beragama Islam ia mengatakan kita sebenarnya tidak perlu shalat, puasa juga melaksanakan syari’at Islam karena hal itu sudah tidak penting lagi jika sudah sampai pada tingkat makrifat (seperti aliran Sufi,kejawen atau ajaran Syekh Siti Jenar) lalu ia juga menjelaskan tentang ajaran versi kejawen seperti tentang saudara kembar, Roh pembimbing, kesadaran jiwa, sukma sejati. Ia juga mengatakan bahwa ia mampu menemui Sunan Kalijaga yang dikatakan Pak Gatot sebagai Guru Spiritualnya dan ia sangat senang memberikan ilmunya pada saya yang dikatakannya saya telah siap menerima ilmu tingkat tinggi.
Saya waktu itu merasa menjadi orang yang hebat sekali. Saya hanya sehari semalam saja di tempat Pak Gatot, setelah menginap semalam ditempatnya lalu esoknya saya pulang. Sebelum saya pulang ke Yogyakarta saya sempatkan dulu menginap kurang lebih tiga hari ditempat saudara saya di Solo. Kebetulan di Solo tempat Om saya itu ada kamar dilantai dua yang cukup sepi maka saya bermeditasi disana. Tidak lama meditasi saya meresakan tangan saya bergetar lalu tangan saya bergerak sendiri (gerak pribadi) membentuk gerakan-gerakan tertentu seperti gerakan Yoga, juga dapat bergerak sendiri membentuk jurus-jurus tenaga dalam, jika ingin gerak silat tubuh saya bergerak sendiri. Hari kedua saya bermeditasi kembali, namun kali ini ada kejadian yang luar biasa sewaktu saya sedang “menghimpun” kekuatan dalam posisi Namaskar tiba-tiba terbersit dengan kuat sekali dihati saya untuk menulis, lalu saya sediakan pena dan kertas lalu tangan saya tanpa dikomando bergerak sendiri dengan mengenalkan dirinya sebagai sukma sejati, lalu banyak lagi yang mengenalkan dirinya salah satunya sebagai kesadaran jiwa, kesadaran hati, roh pembimbing, caranya cukup aneh yaitu menulis. Katanya ini cara pertama untuk berkenalan dengan saya sebagai satu tubuh, ia mengatakan ditubuh saya banyak sekali “kesadaran-kesadaran”.
Mereka mengatakan sudah sangat letih mendampingi saya hidup didunia, mendengar hal itu dan dengan keinginan “teman” saya itu, sesuai dengan ilmu-ilmu Reiki yang saya pelajari saya membuat suatu simbol Reiki di dada juga dibagian tubuh lain lalu dipersilahkan mereka untuk mengambilnya kekuatannya. Pertemanan saya berjalan terus sampai saya pulang kekos-kosan, waktu itu kami hanya bicara melalui tulisan saja. Di kos-kosan saya sempat mempertontonkan kemampuan saya menebak warna-warna pada kertas yang diinginkan teman saya itu dengan mata tertutup.
Setelah dua hari istirahat setelah kepulangan dari Magetan dan Solo saya pergi ke warnet untuk melihat email-email kiriman teman-teman sesama praktisi Reiki. Sewaktu sedang mengetik tiba-tiba ada yang berbicara di dalam hati saya, hebat! Saya bisa mendengar dengan sangat jelas suara-suara ghaib seperti suara sukma sejati, kesadaran jiwa bahkan ada yang mengenalkan diri sebagai Dewa-Dewa langsung berbicara lewat hati. Saya waktu itu saat duduk di warnet seperti sedang trance, saya tidak mempedulikan keadaan saya sendiri namun saya tidak sampai membuat suatu tindakan-tindakan seperti orang kesurupan (seperti mengamuk) namun hanya tidak sadar secara bathin, dalam keadaan duduk saya melihat dengan mata bathin seolah-olah ada begitu banyak makhluk-makhluk yang mendatangi saya (dapat saya lihat wujudnya yang beraneka ragam) yang katanya ingin menolong saya menuju kesempurnaan hingga dada saya berdebar dengan kerasnya.
Saya juga merasakan ada yang aneh pada diri saya, saya seolah-olah mendapat kekuatan atau kesadaran yang mendalam tentang hakikat keghoiban, karena tidak tahan lagi berhadapan dengan makhluk-makhluk ghaib itu dan kesadaran saya yang semakin menipis itu saya lalu membaca Ayat Kursi berulangkali yang cukup membantu hingga saya tersadarkan lalu saya pulang ke kos-kosan. Namun fikiran, hati, masih belum sempurna milik saya. Di kamar saya kembali tidak sadar dan saya lupa membaca Ayat kursi hingga saya hanya mengurung diri dikamar bermeditasi “asyik” dengan perkenalan dengan berbagai macam makhluk itu dan mengalami sensasi-sensasi yang aneh yang sukar untuk saya ungkapkan. Saya waktu itu merasa menyelami kesadaran-kesadaran ghaib saya hingga saya seolah-olah menaklukkan satu persatu kesadaran saya dan terus menuju ketingkat kesadaran yang lebih halus pada setiap lapisan diri saya. Saya mengalami sensasi seolah-olah tahu tentang dunia ini juga hakikat keghoiban, saya juga seolah-olah menjadi orang asing di dunia ini hingga sampai tiga hari saya hanya mengurung diri dikamar, jika lapar saya hanya makan sedikit sekali.
Teman-teman yang merasa aneh dengan sikap saya itu mulai mengatakan saya keberatan ilmu (karena setelah pulang saya bisa mendemonstrasikan kemampuan ghoib saya) saya lalu mulai mengoceh tentang hakikat keghoiban tapi saya waktu itu dalam keadaan sadar namun dalam keadaan sudah dipengaruhi. Melihat keadaan saya yang aneh itu mereka memaksa saya untuk ketempat seorang Ustadz untuk diobati, saya lalu dengan percaya diri menyanggupi keinginan mereka. Sesampainya ditempat Ustadz Ja’far Umar Thalib (mantan Panglima Laskar Jihad) ternyata Ustadz tidak dapat ditemui lalu saya dibawa ketempat temannya yang bernama Mas Untung yang bisa mengobati orang seperti saya. Sesampainya disana saya ditanyai tentang keadaan saya dan sempat terjadi diskusi.Sesudah itu saya disuruh tidur dan saya di Ruqyah dengan Ayat-ayat Al-Qur’an,yang terjadi sungguh hebat tubuh saya bergetar dengan kerasnya seluruh persendian saya kaku dan seperti terkena arus listrik yang kuat. Saya menangis dengan kerasnya namun saya tidak tahu kok bisa menangis.
Saya mendengar banyak yang teriak kepanasan didalam tubuh saya. Saya akhirnya tidak bisa mengontrol diri saya lagi karena yang berbicara waktu itu bukan saya lagi namun makhluk-makhluk ghoib yang ada dalam tubuh saya. Saya tidak terlalu ingat apa yang dibicarakan makhluk itu pada orang yang menerapi saya karena saya dalam keadaan tidak sadar. Mungkin ada satu jam saya di Ruqyah lalu saya disadarkan. Mas Untung mengatakan didalam tubuh saya ada banyak sekali makhluk sebangsa Jin dan syaitan, tubuh saya sudah dikuasai sepenuhnya oleh makhluk halus sebangsa jin dan syaitan itu, secara lahir dapat dilihat raut muka saya tiba-tiba berubah menghitam tidak ada cahaya dalam prosesi Ruqyah. Saya lalu dinasehati Untung agar kembali pada ajaran agama Islam yang murni dan saya diberi amalan untuk dibaca.
Tetapi waktu itu saya seakan kurang percaya akan apa yang saya alami, lalu saya pulang kekos. Tidak lama dikamar dada saya terasa sesak lalu teman-teman saya mulai mencoba membacakan Ayat-ayat Al-Qur’an pada saya hingga akhirnya saya kembali kumat, lalu mereka kembali memanggil Mas Untung, lalu Mas Untung kembali meruqyah saya. Setelah kurang lebih satu jam Mas Untung kewalahan karena ada sangat banyak makhluk halus didalam tubuh saya lalu Mas Untung memanggil Mas Faturakhman yang juga membawa teman-temannya.Waktu itu terjadi “pertempuran” Mas Untung dan Mas Faturakhman melawan makhluk halus yang ada pada tubuh saya yang waktu itu berjumlah 40.000 makhluk sebangsa jin dan syaitan (wallaahu a’lam) dan katanya diluar tubuh saya ada ribuan jin dan syaitan lagi yang menunggu untuk masuk. Bahkan ada mengaku ia adalah Pak Gatot yang sedang meraga sukma masuk dalam tubuh saya untuk membantu menghadapi Mas Untung, Mas Faturakhman , ada juga Jin mengaku-aku dewa, makhluk halus itu mengatakan sangat marah pada Mas Untung dan Mas Faturakhman dikarenakan merekalah saya kembali dalam Islam dan para makhluk halus itu mengatakan sangat ingin “membantu” saya mencapai kesempurnaan dalam spiritualitas. Mereka sempat menunjukkan kemampuan mereka mengetahui isi hati Mas Untung dan Mas Faturakhman juga mengatakan hal-hal yang bersifat pribadi pada diri mereka bahkan hal-hal yang bersifat rahasia pada diri Ayah saya yang berada di Lampung juga rahasia keluarga saya makhluk halus itu mengetahuinya. Mereka juga mengetahui dengan tepat nama-nama jin yang pernah dimiliki Mas Faturakhman (dulu ia sempat mendalami ilmu ghaib tentang jin dan akhirnya bertobat).
Selama prosesi Ruqyah itu sedikit demi sedikit saya sudah mulai sadar penuh secara bathin namun tidak bisa mengontrol tubuh tapi bisa mendengarkan percakapan dan adu kekuatan jin dengan kekuatan bacaan Al-Qur’an. Mas Untung dan Mas Faturakhman selama dalam prosesi Ruqyah sempat beberapa kali menekan-nekan bagian tertentu dalam tubuh saya atau meremas rambut pada kepala saya untuk mengeluarkan dan membunuh makhuk astral yang ada pada diri saya itu dengan diiringi teriakan kesakitan dari jin dan setan yang menguasai tubuh saya (saya bisa merasakan kematian satu-persatu jin dan setan dalam tubuh saya,dimana saya merasakan nafas saya serasa putus dan tubuh saya serasa tertekan kebumi disaat jin dan setan itu berteriak pada teriakan terakhir hidupnya . Wallaahua’lam). Selama kurang lebih delapan jam mereka mengobati sedangkan para tetangga diluar sudah banyak mengumpul karena mendengar jin dan setan melalui lisan saya berteriak-teriak minta ampun dengan kerasnya dan mulai terlihat keburukan mereka yang ternyata mereka lalu mengolok-olok Mas Untung dan Mas Faturakhman yang dikatakan mereka tidak mempunyai kekuatan apa-apa untuk menghadapi mereka bangsa jin Ifrit, yang keadaannya sangat berbeda ketika mereka mempengaruhi saya mereka berbuat-seolah mereka sangat suci.
Makhluk halus itu juga sempat mengancam saya untuk mencabut nyawa saya jika saya tidak mengusir orang yang menerapi saya, saya juga dipaksa mengikuti mereka dan percaya pada ajaran mereka, mereka juga mengatakan melalui bathin saya bahwa mereka punya kemampuan dan kekuasaan untuk mencabut nyawa saya. Mungkin lebih dari lima kali mereka berbuat sesuatu pada diri saya sehingga saya merasa napas saya serasa putus dan dan mendapat sensasi seolah-olah lingkungan sekitar menjadi hening seketika, namun secara bathin saya katakan “Saya hanya menyerahkan diri saya kepada Allah SWT semata,Dialah yang punya hak atas nyawa saya dan saya minta ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan yang telah saya perbuat!”Yang nyatanya mereka hanya menggertak saja dan tidak terbukti sama sekali ancaman mereka itu.
Dalam prosesi Ruqyah itu akhirnya diketahui ternyata selama ini sebelum saya ketempat Pak Gatot pun sudah banyak makhluk halus yang ada dalam tubuh saya dalam berbagai jenis bentuk makhluk astral yang ikut masuk ketika saya di attunement berbagai aliran Reiki (ternyata sewaktu di attunement Reiki dan saat penyaluran Reiki justru banyak makhluk ghaib yang masuk) dan saat berlatih tenaga dalam juga saat melakukan laku Aji-ajian tertentu yang golongan Jinnya termasuk “jawara-jawara” yang kuat-kuat ilmu dan tipuannya hingga saya tertipu tidak menyadari keberadaan mereka sama sekali. Ternyata mereka memang punya misi utama untuk menjebak agar manusia tidak mentauhidkan Allah dengan tipudayanya dan tubuh saya telah dijadikan tempat bagi mereka sehingga mereka dapat seenaknya keluar masuk pada diri saya sesuka hati mereka.
Sedangkan saya tidak menyangka sama sekali,selama ini saya sangat yakin akan keampuhan energi perlindungan yang telah saya program juga pagaran tenaga dalam yang telah saya buat yang nyatanya tidak ada fungsi apa-apa.(Namun Alhamdulillah dalam prosesi Ruqyah itu ada satu “pentolan” Jin sadar bernama Ronggowarsito yang kemudian masuk Islam keluar dari tubuh saya dengan membawa ribuan anak buahnya setelah didakwahi dan diselingi debat oleh Mas Faturakhman). Setelah delapan jam meruqyah saya, Mas Untung dan Mas Faturakhman sudah kelelahan dan masih menyisakan Jin dan Setan dalam tubuh saya walaupun sudah banyak Jin yang telah tewas terbakar atau keluar dari tubuh saya. Makhluk halus terakhir itu mengatakan ia adalah Allah dan ada yang mengaku Syekh Siti Jenar (tampaknya tinggal dedengkotnya). Mas Untung mengatakan sekarang tinggal kamu sendiri yang mengalahkannya dengan Fadhilah Al-Qur’an yang diajarkan pada saya. Karena keadaan saya belum begitu baik saya lalu pulang ke Lampung tempat orang tua saya tinggal. Dalam perjalanan ke Lampung makhluk halus itu kembali mempengaruhi saya agar mengikuti bujuk rayu mereka dengan mengiming-imingi akan membantu saya meningkatkan spiritualitas,saya benar-benar bisa mendengar ucapan mereka lewat hati dan kembali mereka membuat sensasi-sensasi aneh pada diri saya namun tidak sekuat dulu dan saya memang sudah mewaspadainya lalu saya membaca Ayat-ayat Al-Qur’an dan saya mendengar dengan jelas sekali mereka langsung berteriak kepanasan.
Saya di Lampung di Ruqyah oleh Ustadz Ari Wibowo (sahabat Ustadz Fadlan) di Pondok Pesantren Darul Fattah dan Ustadz Darsono ditempat yang berbeda ternyata masih banyak jin dalam tubuh saya dan ada sihir yang terus menyerang saya. Saya juga sempat dibawa Ibu saya ke Guru besar tenaga dalam Sinar Cakra yang ibuku waktu itu menjadi anggota Sinar Cakra dan saya juga menjadi anggotanya. Yang terjadi adalah mereka tertawa-tawa yang bisa didengar lewat bathin saya karena tidak ada satu pun jurus-jurus tenaga dalam pada saat penyaluran energi tenaga dalam sanggup mengusir bahkan melukai mereka karena ilmu-ilmu tenaga dalam dan semacamnya itu sendiri adalah salah satu senjata dan tipu daya mereka untuk mengecoh manusia.
Saya juga ingat mereka pernah mengatakan sewaktu saya masih di Yogyakarta diwaktu jin dan setan itu masih tersisa dalam tubuh saya,mereka sama sekali tidak mempan sama sekali terhadap yang dinamakan Energi Ilahi atau Reiki (Untuk penjelasan tentang hakikat Reiki, tenaga dalam dan ilmu kesaktian bisa membaca buku saya yang berjudul “Membongkar Kesesatan Praktek Sihir Pada Reiki, Tenaga Dalam dan Ilmu Kesaktian”) walaupun sempat saya mengalirkan jenis energi yang bersifat panas sekelas Sakara juga Karuna KI ataupun energi sekaliber Shing Chi bahkan Reiki Tao dan juga bola energi kuning emas yang katanya anti Jin sama sekali tidak berarti malah mulai terlihat kejelekan mereka. Mereka sangat suka mengolok dan mengejek dengan mengatakan Energi Ilahi itu tidak punya pengaruh apa-apa bahkan sangat enak untuk “dimakan” dan Reiki itu adalah milik mereka lalu mereka mengatakan bahwa saya orang bodoh tidak tahu apa-apa. Mereka juga mengatakan mereka sudah berpengalaman selama ribuan tahun demi misinya untuk mempengaruhi orang-orang seperti saya lewat kekuatan-kekuatan energi atau tenaga dalam. Pada masa pengobatan ini saya sempat tiga kali antara sadar dan tidak didalam tidur saya, saya berkelahi dengan makhluk halus yang masih tersisa didalam tubuh saya dan saya bisa melihat wujudnya dengan sangat jelas seperti saya melihat dengan mata telanjang.
Pada pertemuan pertama saya melihat ada dua Jin laki-laki yang menyerang saya dan waktu itu saya sempat terpukul namun saya tidak merasakan sakit dan saya dapat membanting salah satu Jin itu sewaktu ia ingin menebas tubuh saya dengan pedangnya hingga terkena temannya sendiri. Beberapa hari kemudian saya kembali bermimpi dan saya kembali dapat melihat mereka dengan sangat jelas sekali namun dalam rupa yang sangat menyeramkan dan mentertawai saya dengan tawa yang cukup mengerikan namun tidak berani mendekati saya. Pada pertemuan ketiga inilah saya dapat melihat wujud mereka secara lebih nyata wallahualam yaitu ada Jin yang berbentuk sangat mirip dengan manusia namun tubuhnya begitu besar dan sangat tinggi dan setan satu lagi berwujud seperti kera dengan tubuh sangat hitam dan pendek kira-kira 50 cm saja. Saya kali ini benar-benar berkelahi dengan mereka saya benar-benar merasakan mereka menyerang saya.
Saya sempat menangkap Jin yang bertubuh pendek dengan tangan kiri saya lalu saya cengkram tubuhnya dengan keras dan saya bacakan Ayat Kursi hingga ia terbakar hingga Jin yang satu lagi yang bertubuh amat mirip manusia itu tidak berani mendekat. Setelah mendapat pengobatan Ruqyah di Lampung dengan Ustadz Ari Wibowo dan Ustadz Darsono dan dengan cukup ketat melakukan dzikir juga doa-doa untuk perlindungan diri, juga membeli mendengarkan kaset Ruqyah yang dibacakan Ustadz Fadlan saya merasa agak baikan. Jin yang ada dalam tubuh saya itu tidak begitu dapat lagi membuat sensasi-sensasi yang aneh pada bathin saya. Saya juga sempat menelpon Ustadz Fadlan pada minggu kesatu bulan maret 2003 dan ada kejadian yang cukup berkesan sewaktu saya menelpon Ustadz Fadlan, begitu Ustadz Fadlan mengangkat Hp-nya dan saya mengatakan bahwa saya ingin konsultasi tantang masalah Jin yang ada dalam tubuh saya, tiba-tiba saya langsung tidak dapat mengontrol diri saya lalu Jin yang masih ada dalam tubuh saya itu berteriak-teriak tidak sudi bertemu Ustadz Fadlan. Melihat Jin itu berbicara melalui lisan saya maka Ustadz Fadlan langsung meruqyah saya secara jarak jauh melalui telpon, saya bisa mendengar Jin yang ada dalam tubuh saya itu berteriak-teriak kepanasan (dalam Terapi Ruqyah melalui Hp itu Alhamdulillah saya bisa mengontrol tangan tubuh dan tangan saya untuk tetap duduk memegang telpon). Lalu saya disadarkan kembali dan Ustadz Fadlan menyarankan agar saya menemuinya di Jakarta atau di Yogyakarta. Saya lalu kembali ke Yogyakarta dan saya sekembalinya di Yogyakarta berniat untuk menemui Ustadz Fadlan secara langsung.
Pada hari jum’at minggu ketiga bulan April 2003 saya menemui Ustadz Fadlan dengan ditemani teman saya menuju tempat terapi Ruqyah Ustadz Fadlan untuk di Ruqyah.Begitu sampai ditempat Ustadz Fadlan ada juga kejadian yang cukup menghebohkan setelah saya turun dari motor dan mendengar suara Ustadz Fadlan yang sedang melakukan Terapi Ruqyah, dada saya langsung terasa sesak dan saya langsung jatuh terduduk ditanah,lalu saya muntah-muntah, saya merasa ada banyak sekali yang keluar melalui mulut saya semacam uap yang keluar bersama-sama muntahan saya. Saya lalu dibawa ke ruangan tempat Ruqyah massal berlangsung,di ruangan itu saya tidak dapat lagi mengontrol diri saya, Jin yang telah menguasai tubuh saya itu menangis meraung-raung kepanasan, tubuh saya juga bergetar dengan hebatnya. Setelah setengah jam Jin melalui tubuh saya itu menangis dan berteriak-teriak kepanasan lalu Ustadz Fadlan secara khusus membacakan ayat-ayat Ruqyah kepada saya Ustadz Fadlan pada saat meruqyah saya secara langsung sempat beberapa kali memukul-mukul juga menekan pada beberapa bagian tubuh saya, lalu terjadi dialog Jin yang mendakwakan dirinya sebagai golongan Jin Ifrit dengan Ust.Fadlan.
Jin itu mengaku mempunyai ribuan anak buah dan dan sebagian besar anak buahnya itu telah pergi dari tubuh saya dan juga Jin itu mengatakan bahwa gara-gara Ustadz Fadlan banyak sekali anak buahnya yang tewas terbakar, Jin itu juga mengaku bahwa Reiki itu sebenarnya dari kekuatan dirinya dan dalam berbagai jenis aliran Reiki yang telah dikuasai saya itu ada banyak jenis Jin yang masuk sesuai dengan jenis aliran Reiki yang telah dikuasai saya, juga ada banyak Jin lain yang telah membantu dan menguasai saya pada saat latihan tenaga dalam yang sesungguhnya tenaga dalam itu juga dari kekuatan mereka (percakapan antara Ustadz Fadlan dengan Jin dalam tubuh saya itu sempat direkam oleh asisten Ustadz Fadlan).
Lalu Ustadz Fadlan mengajak Jin yang ada dalam tubuh saya itu bertobat dan masuk Islam, tetapi Jin-Jin yang telah menguasai tubuh saya itu sepertinya enggan masuk Islam bahkan ada salah satu Jin yang takut pada Pak Gatot Margono mengatakan jika ia keluar maka Pak Gatot akan membunuhnya. Karena kebandelan mereka setelah didakwahi masih saja tidak mau keluar dari tubuh saya maka Ustadz Fadlan memukuli kembali mereka (dengan melalui perantara tubuh saya) hingga mereka menjerit-jerit kesakitan dan kepanasan karena tubuh mereka luka-luka dan terbakar. Akhirnya banyak diantara mereka yang menyerah kalah, lalu Ustadz Fadlan memberi saya minum air sirih yang telah disaring dan dicampur garam dan Ustadz Fadlan menyadarkan saya kembali. Selepas saya sadar Ustadz Fadlan lalu memberi saya amalan doa perlindungan gangguan Jin yang mesti saya amalkan dan Ustadz Fadlan menganjurkan saya untuk kembali datang karena masih ada sisa Jin yang masih ada dalam tubuh saya. Pada jum’at berikutnya saya kembali datang untuk kembali di Ruqyah namun kali ini Jin yang masih ada didalam tubuh saya itu sudah tidak lagi begitu bisa menguasai tubuh saya tetapi masih bisa membuat getaran-gataran pada tangan dan juga membuat mata saya terus mengeluarkan air mata, dalam prosesi Ruqyah itu beberapa bagian tubuh saya dipukul untuk mengeluarkan Jin yang masih tersisa. Alhamdulilllah setelah prosesi Ruqyah itu saya sudah merasa baikan dan saya mulai bisa melaksanakan ibadah dan aktifitas sehari-hari dengan baik.Lalu pada saya pada minggu-minggu berikutnya terus mengikuti prosesi Ruqyah dan terus bertahan selama kurang lebih enam bulan lamanya dengan dzikir dan do’a hingga saya benar-benar bisa terbebas dari pengaruh Jin yang ada pada diri saya. Wallahualam.
ZIARAH ATAU PENGKULTUSAN WALI ATAU TOKOH YANG DIPERCAYA SAKTI
http://metafisis.wordpress.com/2010/02/05/ziarah-atau-pengkultusan-wali-atau-tokoh-yang-dipercaya-sakti/
Pengkultusan terhadap seseorang, ditemukan hampir merata di seluruh penjuru nusantara. Disebabkan punya kedudukan atau dianggap tokoh besar maka ia dikultuskan dan dikeramatkan.
Pengkeramatan sang tokoh ini berlangsung sejak tokoh tadi hidup bahkan sampai ia meninggal dunia. Barang-barang yang berkaitan dengan sosok tadi pun dicari-cari dan diagung-agungkan, dijadikan jimat dan tidak lupa untuk dikeramatkan.Tambah parah lagi, makamnya senantiasa ramai dipadati oleh para pengagum dan simpatisan yang pingin ‘ngalap berkah’ dari kubur sang tokoh. Selalu semarak, itu yang terjadi di makam orang yang ditokohkan. Bahkan ketika tiba saat ulang tahun kematian dan kelahiran tokoh, semaraknya kubur lebih dibandingkan dengan semaraknya masjid-masjid Allah.
Kenyataan ini lebih tambah mengenaskan ketika ditemukan kenyataan bahwa mayoritas peziarah adalah mereka yang menyatakan diri sebagai orang muslim. Aktivitas yang berhubungan dengan pengagungan seorang tokoh selalu akan bertambah variasinya, karena berjalan seiring dengan ide dan kreativitas para pengagum. Contoh konkrit ada di zaman Nabi Nuh; Meninggalnya para tokoh agama di zaman itu memunculkan ide di kalangan para pengagum untuk membangun patung dan gambar demi mengenang sang tokoh. Awalnya untuk mendekatkan pada Allah. Ide berkembang setelahnya dengan menjadikan sang tokoh sebagai perantara dalam berdoa kepada Allah. Berkembang lagi hingga menjadikan patung tadi sesembahan yang diibadahi selain Allah.
Anggapan yang telah menyebar di kaum muslimin pada umumnya, terutama yang ada di Indonesia bahwasanya yang disebut wali Allah adalah orang-orang yang memiliki kekhususan-kekhususan yang tidak dimiliki oleh orang-orang biasa. Yaitu mampu melakukan hal-hal yang ajaib yang disebut dengan karomah para wali. Sehingga jika ada seseorang yang memiliki ilmu yang tinggi tentang syari’at Islam namun tidak memiliki kekhususan ini maka kewaliannya diragukan. Sebaliknya jika ada seseorang yang sama sekali tidak berilmu bahkan melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah dan meninggalkan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah , namun dia mampu menunjukan keajaiban-keajaiban (yang dianggap karomah) maka orang tersebut bisa dianggap sebagai wali Allah .
Hal ini disebabkan karena kaum muslimin (terutama yang di Indonesia) sejak kecil telah ditanamkan pemahaman yang rusak ini. Apalagi ditunjang dengan sarana-sarana elektronik seperti adanya film-film para sunan yang menggambarkan kesaktian para wali. Tentunya hal ini adalah sangat berbahaya yang bisa menimbulkan rusaknya aqidah kaum muslimin.
Kreatifitas kesyirikan ini hampir selalu berulang di setiap zaman dan generasi, karena ini adalah makar syaitan untuk menjerumuskan umat manusia ke dalam neraka. Tokoh yang dipuja bisa jadi berbeda namun sebenarnya hakikat kebatilan yang ditawarkan adalah sama. Di zaman Nabi Nuh yang diagungkan adalah wadd, suwa , yaghuts , yauq dan nashr, dan di kafir qurays ada yang dinamakan latta, uzza, manna dan hubbal.
Dan di negeri ini pun ada pula yang ditokohkan seperti itu. Wujud kreatifitas kesyirikan yang bisa ditemukan di masa kini, adalah dibuatnya berbagai perhelatan untuk mengagungkan sang tokoh, baik dengan mengadakan tour ziarah dan penarikan energi para wali, atau peringatan ulang tahun kelahiran dan kematian (haul). Atau mengawetkan barang-barang peninggalannya
Bila ditimbang dalam syariat Islam, hal yang berkaitan dengan mengagungkan tokoh dan peninggalan-peninggalan bukanlah sesuatu yang dianjurkan. Bahkan sebaliknya pintu-pintu yang menuju kepada pengagungan tokoh melebihi kapasitas kemanusiaan dicegah dan ditutup oleh Rasulullah dan para sahabat.
Pengagungan terhadapan suatu benda dan individu tertentu hampir selalu identik dengan kesyirikan. Umumnya, sebuah masyarakat akan mengagungkan tokoh dan benda karena berjangkitnya penyakit kebodohan di tengah-tengah mereka. Tak tahu mana yang diperintahkan dan dilarang oleh syariat Allah Ta’ala. Atau hadir di negeri tersebut para tokoh agama yang buruk yang memberikan contoh teladan keburukan kepada umat, menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Sampai hal yang syirik pun dilegalkan oleh ulama buruk ini. Bisa juga terjadi karena memang masyarakat terlampau ghuluw dalam mengagungkan seorang tokoh. Atau bercokol di negeri itu para pemimpin yang buruk, yang tak menjalankan syariat Allah ta’ala.
Hukum ziarah ke kubur itu jelas dianjurkan dalam Islam. Karena didalamnya terkandung pesan agar kita ingat bahwa sebentar lagi kita pun akan ada di dalamnya. Dan semua orang pastilah akan menjadi penghuninya, cepat atau lambat.Namun jika kita berkeyakinan bahwa orang yang sudah mati itu lantas berdoa juga kepada Allah SWT untuk kebaikan kita, maka ada yang salah dalam memahaminya. Selain itu, menziarahi makam para wali itu harus dicermati dengan pemahaman akidah yang benar. Misalnya antara lain :
1. Bahwa orang yang sudah mati itu tidak bisa berdoa demi keselamatan dirinya sendiri, bahkan sibuk mengharapkan kiriman pahala bantuan dari orang yang masih hidup. Lalu bagaimana pula dia berdoa untuk keselamatan orang lain ?
2. Bahwa kita dibolehkan meminta untuk didoakan oleh orang yang shaleh dan dekat hubungan dengan Allah SWT. Namun bila orang shalih itu sudah wafat, tentu saja sudah lain lagi urusannya. Sebab mereka yang sudah mati sudah tidak lagi berurusan dengan yang masih hidup.
3. Bahwa meminta kepada mendoakan orang yang sudah wafat agar ruh orang mati itu mendoakan kita bukanlah sesuatu yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Dan pada prakteknya, justru hal itu sangat sulit dibedakan dengan meminta kepada ruh orang mati. Minta istri, lulus ujian, dagangan laku, naik jabatan, terpilih jadi wakil rakyat dan seterusnya. Tentu saja meminta kepada selain Allah SWT adalah syirik yang harus dihilangkan.
4. Dan sebenarnya, para wali yang diziarahi itu dulunya bukanlah tokoh sakti mandraguna yang punya sekian jenis ajian ghaib. Mereka itu adalah para pemimpin wilayah negeri Islam dalam sistem hukum negara Islam Demak. Istilah ‘wali’ yang disematkan kepada mereka bukanlah waliyullah yang umumnya dinisbatkan kepada orang ahli ibadat dan punya keistimewaan ini dan itu. Namun makna wali adalah pemimpin sebuah wilayah secara hukum dan administratif. Barangkali sekarang ini seperti gubernur. Hanya saja sistem hukumnya adalah hukum Islam. Itulah yang dikatakan para sejarawan tentang para wali songo itu. Sedangkan cerita yang beredar di tengah masyarakat itu sebenarnya tidak pernah bisa dipertanggung-jawabkan kebenarannya secara ilmiyah. Dan alangkah naifnya bila sosok para pemimpin Islam dan penyebar Islam di tanah Jawa itu disamakan dengan tokoh dunia persilatan yang bisa terbang, menghilang, bisa membuat hal ghaib dan sejenisnya.
Ketahuilah Allah telah menjelaskan dalam kitab-Nya dan sunnah Rosul-Nya bahwasanya Allah memiliki wali-wali dari golongan manusia dan demikian pula syaithon juga memiliki wali-wali dari golongan manusia. Maka Allah membedakan antara para wali Allah dan para wali syaithon. Sebagaimana firman Allah :
اللهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“Allah adalah wali (penolong) bagi orang-orang yang beriman. Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang kafir penolong-penolong mereka adalah thogut yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan-kegelapan.Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.“”(Al-Baqarah : 257)
Allah Ta’ala juga berfirman
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ(98)إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ(99)إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ(100)
“Jika engkau membaca Al-Qur’an maka berlindunglah kepada Allah dari (godaan) syaithon yang terkutuk. Sesungguhnya tidak ada kekuatan baginya terhadap orang-orang yang beriman dan mereka bertawakal kepada Rob mereka. Hanyalah kekuatannya terhadap orang-orang yang berwala’ kepadanya dan mereka yang dengannya berbuat syirik.” (An-Nahl :98-100)
Allah Ta’ala juga berfirman :
وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا
“Dan barangsiapa yang menjadikan syaithon sebagai wali selain Allah maka dia telah merugi dengan kerugian yang nyata”(An-Nisa’ : 119)
Allah Ta’ala juga berfirman :
الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا
“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dan orang-orang kafir berperang di jalan thogut. Maka perangilah para wali-wali syaithon sesungguhnya tipuan syaithon itu lemah.” (An-Nisa’ : 76)
Maka wajib bagi kita untuk membedakan manakah yang merupakan wali-wali Allah dan manakah yang merupakan wali-wali syaithon, sebagaimana Allah dan Rosulullah membedakannya.
Definisi wali adalah :Wali diambil dari lafal al-walayah yang merupakan lawan kata dari al-‘adawah. Adapun arti dari al-walayah adalah al-mahabbah (kecintaan) dan al-qorbu (kedekatan). Sedangkan arti al-‘adawah adalah al-bugdlu (kebencian) dan al-bu’du (kejauhan). Sedangkan wali artinya yang dekat.
1. Kriteria Wali Allah
Yang disebut wali Allah adalah orang yang dia mencintai Allah dan dekat dengan Allah . Dan orang seperti ini harus memiliki sifat-sifat berikut :
v Dia harus ittiba’ (mengikuti) Nabi , menjalankan perintah Nabi dan menjauhi larangan-larangan beliau. Berdasarkan firman Allah :“Katakanlah”Jika kalian mencintai Allah maka ikutlah aku maka Allah akan mencintai kalian” (Ali Imron :31).Ayat ini merupakan ayat ujian yang turun untuk menguji orang-orang yang mengaku mencintai Allah (termasuk di dalamnya orang yang mengaku dia adalah wali Allah). Jika dia benar mengikuti Nabi maka kecintaannya kepada Allah adalah benar, dan jika tidak maka cintanya adalah dusta.
v Dia harus bersifat lembut kepada kaum muslimin dan keras kepada kaum kafir, dan berjihad di jalan Allah dan tidak takut dengan celaan orang-orang yang mencela, sesuai dengan firman Allah :“Wahai orang-orang yang beriman barang siapa dari kalian yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah yang bersifat lemah lembut kepada orang-orang mukmin, yang bersifat keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah dan tidak takut dengan celaan orang yang mencela.”(Al-Maidah : 54)
v Dia harus bertaqwa dan beriman, yaitu beriman dengan hatinya dan bertaqwa dengan anggota tubuhnya, sesuai dengan firman Allah:“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih (hati). (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa.” (Yunus : 62,63)
Maka barangsiapa yang mengaku sebagai wali Allah namun tidak memiliki sifat-sifat ini maka dia adalah pendusta.
Namun perlu diperhatikan bukanlah syarat seorang wali dia harus ma’sum (tidak pernah berbuat salah), dan tidak pula dia harus menguasai seluruh ilmu syari’at. Bahkan boleh baginya tidak mengetahui sebagian syari’at atau masih samar baginya sebagian perkara agama. Oleh karena itu tidak wajib bagi manusia untuk mengimani seluruh apa yang dikatakan oleh seorang wali Allah sehingga dia tidak menjadi seorang Nabi , tetapi seluruh yang dikatakannya dikembalikan kepada ajaran Muhammad . Jika sesuai, maka perkataannya diterima dan jika tidak, maka ditolak. Dan jika tidak diketahui apakah sesuai atau tidak dengan ajaran Nabi maka tawaquf Dan inilah sikap yang benar kepada wali Allah. Adapun sikap yang salah kepada wali Allah yaitu membenarkan semua apa yang diucapkan dan yang dilakukannya, atau sebaliknya jika melihat dia mengatakan atau melakukan sesuatu yang menyelisihi syari’at maka langsung mengeluarkan dia dari kewaliannya.
Umar bin Khottob adalah contoh seorang wali Allah, yang Rasulullah bersabda tentangnya :
Pada umat-umat sebelum kalian ada orang-orang yang muhaddatsun (yang mendapatkan berita ghoib atau sejenis ilham dari Allah). Kalaupun ada di kalangan umatku satu orang, maka dia adalah Umar.
“Sesungguhnya Allah menjadikan kebenaran pada lisan Umar dan pada hatinya. Kalaulah ada nabi setelahku maka dia adalah Umar. “
Hadits-hadits ini jelas menunjukan bahwasanya Umar adalah seorang wali Allah, bahkan beliau mendapatkan ilham dari Allah. Namun hal ini tidak menunjukan bahwa Umar harus ma’sum (terjaga dari kesalahan). Kesalahan yang pernah beliau lakukan diantaranya
v Yaitu pada saat Nabi Muhammad saw berumroh pada tahun ke enam Hijiroh bersama sekitar 1400 kaum muslimin –mereka itu yang berbai’at di bawah pohon- dan Nabi telah mengadakan perjanjian damai dengan kaum musyrikin setelah melalui perundingan dengan kaum musrikin tersebut untuk kembali ke Madinah pada tahun ini dan berumroh pada tahun yang akan datang. Dan Nabi memberi beberapa syarat terhadap mereka yang dalam syarat-syarat tersebut ada tekanan kepada kaum muslimin secara dzohir, sehingga hal itu memberatkan kebanyakan kaum muslimin, sedangkan Allah dan Rosul-Nya lebih mengetahui dengan maslahat yang ada di balik itu. Dan Umar termasuk orang yang tidak setuju dengan hal itu, lalu berkata kepada Nabi :”Wahai Rosulullah, bukankah kita di atas kebenaran dan musuh kita di atas kebatilan ?”, maka Nabi menjawab :”Benar”, lalu Umar berkata lagi :”Bukankah orang-orang yang terbunuh diantara kita masuk ke dalam surga dan orang-orang yang terbunuh di antara mereka masuk ke dalam neraka?”, Nabi menjawab :”Benar”. Umar berkata :”Kenapa kita merendahkan agama kita?”, Nabi berkata :”Aku adalah Rosulullah dan Allah adalah penolongku dan aku bukanlah orang yang bermaksiat kepadanya.”, Umar berkata :”Bukankah engkau berkata kepada kami bahwa kita kita akan mendatangi baitulloh dan berthowaf ?”, Nabi berkata :”Benar”. Nabi berkata lagi:”Apakah aku mengatakan kepadamu sesungguhnya engkau akan mendatanginya pada tahun ini?”, Umar berkata :”Tidak”, Nabi berkata :”Sesungguhnya engkau akan mendatanginya dan berthowaf.” Umar pun mendatangi Abu Bakar dan berkata kepadanya sebagaimana perkataannya kepada Rosulullah. Dan Abu Bakar pun menjawab sebagaimana jawaban Rosulullah , padahal dia tidak mendengar jawaban Rosulullah . Dan Abu Bakar adalah orang yang lebih sering sesuai dengan Allah dan Rosul-Nya dari pada Umar , dan Umar mengakui kesalahannya dan berkata :”Aku benar-benar akan mengamalkannya”
v Ketika Nabi wafat, Umar mengingkari kematian Nabi . Namun tatkala Abu Bakar berkata :”Sesungguhnya dia telah wafat”, maka Umar pun menerimanya.
v Ketika Abu Bakar memerangi orang-orang yang enggan membayar zakat, maka Umar berkata kepada Abu Bakar :”Bagaimana bisa kita memerangi manusia, sedangkan Rosulullah bersabda :”Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan aku adalah Rosulullah. Apabila mereka mengakui hal ini maka terjagalah darah-darah dan harta-harta mereka, kecuali dengan haknya”, maka Abu Bakar berkata :”Bukanlah Rosulullah bersabda “kecuali dengan haknya”?, sesungguhnya zakat termasuk haknya. Demi Allah kalau mereka itu menolak untuk membayar zakat kepadaku yang mereka membayarnya kepada Rosulullah maka aku akan memerangi mereka karena ketidakmauan mereka”. Berkata Umar ”Demi Allah tidaklah ada, kecuali aku melihat Allah telah melapangkan dada Abu Bakar untuk memerangi (orang-orang yang enggan membayar zakat), maka aku mengetahui bahwasanya dia adalah benar”
Faidah yang bisa diambil dari kisah ini adalah:
v Seorang wali tidak ma’sum, bisa berbuat salah, bahkan berkali-kali.
v Seorang wali bisa memiliki karomah sebagaimana Umar yang mendapat ilham dari Allah.
v Tidak berarti seseorang yang mendapat karomah berarti lebih mulia daripada wali Allah yang tidak ada karomahnya. Sebagaimana Abu Bakar jelas lebih mulia daripada Umar , namun dia tidak mendapatkan ilham dari Allah
v Seorang wali tetap harus melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rosul-Nya dan menjauhi larangan-larangan Allah dan Rosul-Nya. Sebagaimana Umar yang tetap melaksanakan perintah Allah
v Walaupun seorang wali, tapi perkataan dan perbuatannya harus ditimbang dengan Al-Kitab dan Sunnah Nabi yang ma’sum. Sebagaimana ucapan Umar dikembalikan (ditimbang) oleh Abu Bakar dengan Sunnah Nabi. Berkata Yunus bin Abdil A’la As-Shodafi : Saya berkata kepada Imam Syafi’i : “Sesungguhnya sahabat kami –yaitu Al-Laits- mengatakan :”Apabila engkau melihat seorang bisa berjalan di atas (Permukaan) air, maka janganlah engkau anggap dia sebelum engkau teliti keadaan (amalan-amalan) orang tersebut, apakah sesuai dengan Al-Kitab dan As-Sunnah.”, lalu Imam Syafi’i berkata :”Al-Laits masih kurang, bahkan kalau engkau melihat sesseorang bisa berjalan di atas air atau bisa terbang di udara, maka janganlah engkau anggap ia sebelum engkau memeriksa keadaan (amalan-amalan) orang trsebut apakah sesuai dengan Al-Kitab dan As-Sunnah”.
v Seorang wali yang telah jelas bahwasanya perkataan atau perbuatannya menyelisihi Sunnah Nabi, maka dia harus kembali kepada kebenaran. Dan dia tidak menentangnya. Sebagaimana Umar , beliau tidak membantah Abu Bakar dengan berkata :”Tapi saya kan wali, saya kan mendapat ilham dari Allah, saya kan dijamin masuk surga, dan kalian harus menerima perkataan saya”
v Seorang wali harus mematuhi syari’at Muhammad. Para Nabi saja kalau hidup sekarang harus mengikuti syari’at Muhammad apalagi para wali. Karena jelas para Nabi lebih bertaqwa daripada para wali dari selain Nabi. Ibnu Mas’ud t berkata :”Tidaklah Allah mengutus seorang nabipun kecuali Allah mengambil perjanjiannya, jika Muhammad telah diutus dan nabi tersebut masih hidup maka nabi tersebut harus benar-benar beriman kepadanya dan menolongnya. Dan Allah memerintah Nabi tersebut untuk mengambil perjanjian kepada umatnya kalau Muhammad telah diutus dan mereka (umat nabi tersebut masih) hidup maka mereka akan benar-benar beriman kepadanya dan menolongnya.”
v Seorang wali tidak boleh menyombongkan dirinya dengan mengaku-ngaku bahwa dia adalah wali, sebagaimana yang dilakukan oleh Ahlul kitab yang mereka mengaku bahwa mereka adalah wali-wali Allah. Sebagaimana firman Allah : “Dan janganlah kalian menyatakan diri-diri kalian suci. Dia (Allah) yang lebih mengetahui tentang orang yang bertaqwa.” (An-Najm : 32 )
Orang mengaku dirinya adalah wali maka dia telah berbuat maksiat kepada Allah karena telah melanggar larangan Allah ini. Dan orang yang bermaksiat tidak pantas disebut wali Allah.
Dan juga bukan termasuk syarat sebagai wali Allah yaitu dia harus memiliki karomah. Namun karomah merupakan tambahan kenikmatan yang Allah berikan kepada siapa saja yang Ia kehendaki dari kalangan para wali-Nya. Dan wali-wali Allah tidak memiliki ciri-ciri yang khusus pada perkara-perkara mubah yang bisa membedakannya dengan manusia yang lain. Pakainnya sama, rambutnya sama, dan yang lainnya juga sama.
Contoh-contoh karomah para wali Allah
v Amir bin Fahiroh mati syahid, maka mereka mencari jasadnya namun tidak bisa menemukannya. Ternyata ketika dia terbunuh dia diangkat dan hal ini dilihat oleh Amir bin Thufail. Berkata Urwah:”Mereka melihat malaikat mengangkatnya”
v Kholid bin Walid ketika mengepung musuh di dalam benteng yang kokoh, maka para musuhpun berkata :”Kami tidak akan menyerah sampai engkau meminum racun”, lalu diapun meminum racun namun tidak mengapa.
v Sa’ad bin Abi Waqqos adalah orang yang selalu dikabulkan do’anya. Dan dengan do’anya itulah dia berhasil mengalahkan pasukan Kisro dan menguasai Iroq.
v Umar bin Khottob, pernah mengutus pasukan dan beliau mengangkat seorang pemuda yang bernama Sariyah untuk memimpin pasukan tersebut. Dan ketika Umar sedang berkhutbah di atas mimbar, beliau berteriak :”Wahai Sariyah, gunung !, wahai Sariyah, gunung !”. Lalu utusan pasukan tersebut menemui Umar dan berkata : “Wahai Amirul Mu’minin, kami bertemu musuh, tiba-tiba ada suara teriakan :”Wahai Sariyah, gunung!”, lalu kami menyandarkan punggung-punggung kami ke gunung kemudian Allah memenangkan kami”.
v Abu Muslim Al-Khoulani, dia pernah dicari oleh Al-Aswad Al-‘Anasi yang mengaku sebagai nabi. Lalu Al-Aswad bertanya kepada beliau :”Apakah engkau bersaksi bahwa saya adalah Rosul Allah?”, lalu dia berkata :”Saya tidak dengar”, lalu dia bertanya lagi :”Apakah engkau bersaksi bahwa Muhammad adalah Rosul Allah?”, beliau menjawab :”Ya”. Lalu disiapkan api dan beliau dilemparkan ke api. Namun mereka mendapatinya sedang sholat di dalam kobaran api itu, api itu menjadi dingin dan keselamatan untuknya.
v Sa’id Ibnul Musayyib, di waktu hari-hari yang panas, beliau mendengar adzan dari kuburan Nabi ketika tiba waktu-waktu sholat, dan mesjid dalam keadaan kosong (karena panasnya hari –pent), tidak ada seorangpun kecuali dia.
v Uwais Al-Qorni ketika wafat mereka menemukan di bajunya ada beberapa kain kafan yang sebelumnya tidak ada, dan mereka juga menemukan lubang yang digali di padang pasir yang sudah ada lahadnya. Lalu mereka mengafaninya dengan kefan-kafan teresbut dan menguburkannya di lubang tersebut.
v Asid Bin Hudlair membaca surat Al-Kahfi lalu turunlah bayangan dari langit yang ada semacam lentera dan itu adalah para malaikat yang turun karena bacaannya. Dan malaikat pernah menyalami Imron bin Husain . Salman dan Abu Darda’ makan di piring lalu piring mereka bertasbih atau makanan yang ada pada piring tersebut bertasbih. Ubbad bin Busyr dan Asid bin Hudlair kembali dari Rosulullah pada malam yang gelap gulita. Maka Allah menjadikan cahaya bagi mereka berdua, dan tatkala mereka berpisah maka terpisah juga cahaya tersebut.
v Muthorrif bin Abdillah jika memasuki rumahnya maka tempayan-tempayannya bertasbih bersamanya. Dia bersama seorang sahabatnya berjalan di malam hari, lalu Allah menjadikan cahaya untuk mereka berdua.
v Ahnaf bin Qois. Ketika dia wafat, tutup kepala milik seseorang terjatuh di kuburannya. Lalu orang tersebut mengambil topinya, dan dia melihat kuburannya telah menjadi seluas mata memandang.
v Utbah Al-gulam, dia meminta kepada Allah tiga perkara, yaitu suara yang indah, air mata yang banyak, dan makanan yang diperoleh tanpa usaha. Dan jika dia membaca Al-Qur’an maka dia menangis dengan air mata yang banyak. Dan jika dia bernaung di rumahnya dia mendapatkan makanan dan dia tidak tahu dari manakah makanan tersebut.
2. Kriteria Wali Syaitan.
Allah Ta’ala telah menerangkan ciri-ciri wali syaitan pada ayat-ayat Al-Qur’an berikut ini :
Allah Ta’ala berfirman :
وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ
“Dan barang siapa yang berpaling dari pengajaran Ar-Rohman, kami adakan baginya syaithon yang menyesatkan, maka syaithon itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (Az-Zukhruf : 36)
Allah Ta’ala juga berfirman :
هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَى مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ(221)تَنَزَّلُ عَلَى كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ(222)يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ(223)
“ Apakah akan aku beritahukan kepadamu, kepada siapkah syaithon-syaithon itu turun ?,mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi banyak dosa. Mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaithon) itu, dan kebanyakan mereka adalah pendusta.” (As-Syu’aro’ : 221,223)
Contoh-contoh tipuan syaithon :
v Abdullah bin Soyyad. Nabi pernah menguji Ibnu Soyyad (seorang dukun yang hidup di zaman Nabi yang dia adalah seorang Yahudi). Nabi berkata kepadanya :”(Cobalah tebak) aku menyembunyikan sesuatu (di hatiku)”. Ibnu Soyyad berkata :”Ad-Dukh…Ad-Dukh..”. Padahal sesungguhnya Nabi sedang menyembunyikan surat Ad-Dukhon. Lalu Nabi berkata kepadanya :”Engkau tidak mampu melampaui kemampuanmu” Ibnu Soyyad hampir betul menebak apa yang ada di hati Nabi, dan ini adalah suatu keajaiban, namun dengan bantuan syaithon. Karena seorang yang normal maka dia tidak akan bisa mengetahui isi hati manusia, bahkan Nabi pun tidak mengetahui isi hati manusia kecuali yang diberitahu oleh Allah . Para sahabat pun (kecuali Hudzifah, karena dia telah diberitahu oleh Nabi tidak mengetahui siapa-siapa saja orang munafik yang ada bersama mereka)
v Al-Aswad Al-‘Anasi yang mengaku sebagai nabi. Dia dibantu para syaithon yang memberitahukan kepadanya tentang perkara-perkara ghoib. Dan tatkala kaum muslimin memeranginya mereka kawatir para syaithonnya akan mengabarkan kepadanya apa yang mereka bicarakan tentang dirinya (yaitu bahwasanya dia akan dibunuh –pent). Namun istrinya sadar akan kekafiran suaminya maka diapun menolong kaum muslimin.
v Musailamah Al-Kadzdzab yang juga mengaku sebagai nabi, memiliki syaithon-syaithon yang memberitahukan perkara-perkara gho’ib kepadanya dan membantunya melakukan hal-hal yang ajaib. Diantaranya dia pernah meludah di sumur sehingga air sumur tersebut menjadi melimpah.
v Al-Harits Ad-Dimasyqi, seorang pembohong besar yang muncul dan mengaku sebagi nabi di Syam pada zaman khalifah Abdul Malik bin Marwan (wafat tahun 86 H). Al-Harits memiliki kemampuan ajaib. Para syaithonnya melepaskan kedua kakinya dari belenggu, dan membuatnya kebal senjata, dan batu pualam bisa bertasbih jika dia sentuh dengan tangannya. Dan dia telah melihat orang-orang dalam keadaaan berjalan dan naik kuda terbang di udara, dia berkata : “Mereka adalah malaikat”, padahal mereka adalah jin. Dan tatkala kaum muslimin menangkapnya untuk dibunuh, maka ada orang yang menombaknya di tubuhnya, namun tidak mempan. Maka Abdul Malik berkata kepadanya :”Engkau tidak menyebut nama Allah”. Lalu orang itu menyebut nama Allah dan berhasil membunuh Al-harits.
v Lia ‘Aminuddin, yang mengaku sebagai Imam Mahdi dan mengaku telah didatangi oleh Jibril. Keajaiban yang ada padanya yaitu dia mampu untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Bahkan dia mengaku adalah seseorang yang memberantas bid’ah dan kesyririkan.
HAKIKAT KUNGKUM
http://metafisis.wordpress.com/2010/02/05/hakikat-kungkum/
Menurut Drs RM Setyadji Pantjawidjaja, Ketua Umum Yayasan Swagotra Budaya Jawa Tengah, ritual kungkum telah ada pada masyarakat Jawa sejak masa pra-Hindu. Ritual ini selanjutnya mengalami akulturasi dengan tradisi Hindu.
Ritual kungkum dimaksudkan sebagai media pembersihan diri baik secara jasmani maupun rohani. Kebersihan diri merupakan prasyarat mutlak bagi manusia yang ingin mendekatkan diri dengan Tuhan. Manusia yang bersih jiwa dan raga, menurut pendiri Permadani ini, dapat mendengar aksa wakia (suara Tuhan) atau bahkan berkomunikasi dengan Tuhan. ”Ibarat kaca mata, kalau bening dapat untuk melihat dengan jelas.”
Tanggal 1 Sura dikatakan penganut kejawen adalah gerbang memasuki tahun baru. Dengan demikian, ritual kungkum ibarat orang yang akan masuk ke tempat suci, harus mencuci tangan kaki terlebih dulu. Orang yang melakukan ritual tersebut pada malam hari dengan harapan mendapatkan berkah pada tahun mendatang.
Banyak di kalangan orang muda yang masih melaksanakan tradisi kungkum dengan tujuan pembersihan diri. Yusup Sardjoko (28) misalnya, mengaku setiap tahun melakukannya. Lelaki yang mengikuti salah satu sekte kejawen di Semarang ini setiap 1 Sura menunaikan tradisi itu. Lokasi yang dipilih tergantung pada titah sang guru. Tidak menetap pada suatu tempat tertentu. Pada malam 1 Sura kali ini, dia akan kungkum di suatu tempat di wilayah Grobogan.
Sesungguhnya jika dikatakan kungkum bisa membersihkan diri dari segala dosa ,agar terkabul hajadnya dan sarana mendekatkan diri pada Allah merupakan suatu bentuk kesesatan yang nyata.Bagaimana mungkin kita bisa membersihkan diri kita dari segala dosa,ingin terkabul hajadnya dan sarana mendekatkan diri pada Allah jika dalam ritual kungkum itu baik-laki-laki tumpah-ruah bersama-sama dalam satu tampat pemandian berikhtilat (bercampur) dengan melakukan rutal-ritual yang sangat menyimpang dengan ajaran islam seperti sewaktu kungkum diharuskan untuk membuka aurad bahkan telanjang,diharuskan untuk membaca wirid-wirid atau mantra-mantra,menelungkupkan tangan didada dalam posisi namaskar (istilah dalam agama Budha). dan bahkan tidak jarang kita mendengar terjadinya perbuatan maksiat dalam prosesi kungkum.
Selain itu tradisi kungkum dianggap sebagai warisan nenek moyang yang harus dilestarikan adalah ucapan kebathilan sebab fanatik (ta’ashshub) mempertahankan pada kepada sesuatu yang diwarisi dari bapak dan nenek moyangnya, sekalipun hal itu batil, dan mencampakkan apa yang menyalahi adalah suatu kesesatan yang nyata.
Sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam surah Al-Baqarah: 170 yang artinya, “Dan apabila dikatakan kepada mereka: ‘Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah’, mereka menjawab: ‘(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami’. (Apakah mereka akan mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk.”
Jadi kesimpulannya tradisi kungkum bukanlah sebagai sarana mendakatkan diri pada Allah dari warisan jaman dahulu bukanlah petunjuk dari Allah apalagi adanya penyimpangan dan kesesatan yang nyata dalam prosesi kungkum melainkan pertunjuk dari setan untuk menjerumuskan manusia pada kemaksiatan yang nyata.Marikah kita membersihkan diri kita dari prilaku najis yang penuh dengan maksiat kepada Allah.
HAKIKAT RUWATAN
http://metafisis.wordpress.com/2010/02/05/hakikat-ruwatan/
Pengertian ruwatan dalam bahasa Jawa Kuno, ruwat berarti lebur (melebur) atau membuang, ruwatan adalah salah satu cara untuk melepaskan diri dari dominasi energi negatif yang dalam bahasa Jawa kuno disebut Sengkala dan Sukerta.Orang yang diruwat adalah orang yang ingin mengikis energi negatif (kesialan) berupa sengkala dan sukerta yang melekat pada dirinya, yaitu diri setiap orang sebagai efek dari dosa dan kesalahan.
Paranormal Bambang Yuwono menjelaskan apabila seseorang mengidap sengkala dan sukerta akibat murka Dewa Batharakala terhadap dirinya maka tanda-tanda yang langsung dirasakan oleh orang yang bersangkutan adalah sulit mendapatkan rejeki, kerja selalu salah, berdagang rugi, jodoh sulit, rumah tangga ricuh, sakit-sakitan dan sebagainya.Dikatakan oleh paranormal yang biasa meruwat bahwa secara supranatural orang tersebut memiliki aura yang redup dan tidak stabil, oleh sebab itu tahap awal orang tersebut (Karuwat) perlu diselaraskan auranya, oleh orang yang memiliki aura lebih kuat dan mampu menyalurkan tenaga inti dalam dirinya (pengruwat) untuk membangkitkan potensi diri dari sang Karuwat. Selanjutnya sang Karuwat perlu mendapat nasehat (sugesti) dari Pengruwat tentang cara memperbaiki diri dalam kehidupan yang berupa perilaku, tutur sapa, moral etika, agar dapat menjaga diri atau membendung datangnya sengkala dan sukerta. Sedangakan jenis-jenis dari ruwatan itu sendiri antara lain : Ruwatan sukerta , Ruwatan sengkala dan Ruwatan lembaga. Ruwatan berdasarkan kondisinya terbagi menjadi:
1. Ruwatan Sukerta
Adalah pangruwatan bagi anak yang terlahir sebagai anak tunggal (ontang- anting), dua bersaudara lelaki semua (uger-uger lawang), dua bersaudara perempuan semua (kembang sepasang), tiga bersaudara satu perempuan ditengah (sendang kapit pancuran) dan lain sebagainya,yang pada dasarnya ruwatan ini bersifat permohonan agar anak tersebut selanjutnya mendapat keselamatan dan kebahagian di masa depannya.
2. Ruwatan Sengkala
Ruwatan bagi orang yang dalam perjalanan hidupnya mendapat hambatan dalam rejeki, karier, jodoh, serta kesehatannya.Termasuk didalamnya adalah bagi pasangan suami istri yang mendapat gangguan dalam kehidupan pernikahannya oleh kehadiran orang ketiga atau godaan-godaan lainnya.
3. Ruwatan Lembaga
Adalah pangruwatan untuk kesuksesan suatu lembaga atau organisasi usaha,maupun ruwatan nagari.
Setelah kita lihat penjelasan ruwatan diatas,marilah kita lihat hakikat kesesatan ruwatan.Jika ruwatan dilakukan agar kita terhindar dari kutukan Dewa Batharakala (Tuhannya agama Hindu yang mempunyai sifat jahat) maka kita telah berbuat Syirik Besar kepada Allah Ta’ala sebab tidak ada tuhan-tuhan,dewa-dewi melainkan Allah.Karena Allah telah berfirman :
لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلا اللهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ
“Sekiranya ada dilangit dan bumi tuhan-tuhan selain Allah,tentulah keduanya itu telah rusak binasa.Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.”(QS.Anbiyaa’(21):22)
Jika kita mempercayai adanya Dewa Batharakala maka kita telah syirik pada Allah Ta’ala.Allah telah berfirman :
إِنَّ اللهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendakiNya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” “ (An-Nisa’: 48)
Jika kita mempercayai adanya kesialan akibat pertanda pada tubuh,kelahiran,tanda-tanda alam dan semacamnya maka dia telah melakukan tathayyur dan ini merupakan bentuk kesesatan.Rasulullah telah bersabda :
Dari Imran bin Hushain radhiallahu anhu, ia berkata: ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Bukan termasuk golongan kami yang melakukan atau meminta tathayyur (menentukan nasib sial berdasarkan tanda-tanda benda,burung dan lain-lain),yang meramal atau yang meminta diramalkan, yang menyihir atau meminta disihirkan dan barangsiapa mendatangi peramal dan membenarkan apa yang ia katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”(HR. Al-Bazzaar,dengan sanad jayyid).
Sedangkan prosesi ruwatan itu sendiri adalah bentuk kesesatan karena didalamnya berisi pemujaan terhadap dewa-dewi,pemberian sesajen atau pun prosesi mandi bunga yang kental nuansa kesyirikan.
Pada saat ini kita juga harus berhati-hati akan adanya penawaran ruwatan dengan menggunakan istilah yang diilmiahkan seperti ruwatan dengan menggunakan energi-alam semesta,bioenergi,ilmu putih dan banyak lagi istilah-istilah yang mereka ilmiahkan,namun intinya tetap sama mereka tetaplah berbuat syirik pada Allah.Mereka merasa bisa mengubah nasip seseorang agar lebih baik dengan metode-metode yang tidak disyari’ahkan bahkan penuh kesesatan.
Menghadapi kenyataan adanya seorang yang yang mengaku ulama,kiai,mursyid bersama pengikut-pengikutnya yang menghalalkan ruwatan,jimat,melakukan wirid,puasa dan ibadah bid’ah hingga prilaku kesyirikan dan selama hidupnya tetap dalam kesesatan,maka cukuplah kita berpegang pada ayat Allah Ta’ala berikut ini.
قُلْ مَنْ كَانَ فِي الضَّلالَةِ فَلْيَمْدُدْ لَهُ الرَّحْمَنُ مَدًّا
“Katakanlah, ‘Barangsiapa berada dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan Yang Maha Pemurah memperpanjang tempo bagi-nya’.” (Maryam: 75)
Bersenang-senanglah kalian didunia selama kalian hidup……
Budaya Pengkultusan Kuburan
http://metafisis.wordpress.com/2010/02/01/budaya-pengkultusan-kuburan/
Budaya Pengkultusan Kuburan
Oleh: Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A. Hafizhahullah
Segala puji dan syukur kita ucapkan kepada Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sholawat dan salam buat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah memperjelas tauhid dengan segala sendi dan cabang-cabangnya serta pembatalnya.
Pada kesempatan kali ini kita ingin membahas tentang penyebab dominan timbulna kesyirikan di tengah-tengah umat manusia. Di antaranya yaitu pengkultusan terhadap kuburan nenek moyang dan orang sholih dan yang di anggap sholih. Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu ketika menafsirkan firman Allah azza wa jalla (yang artinya):
“Dan mereka berkata: Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwwa’, Yoghuts, Ya’uq dan Nasr.” [QS.Nuh/71:23]
Ini adalah nama orang-orang sholih dari kaum nabi Nuh ‘alaihis salam. Tatkala mereka meninggal, setan mewahyukan kepada kaum mereka untuk membuat patung di tempat-tempat duduk mereka. Lalu mereka menamai patung-patung tersebut sesuai dengan nama-nama mereka. Pada awalnya patung-patung itu masih belum disembah, sampai ketika mereka (orang-orang yang membuatnya) meninggal dan disertai dengan terhapusnya ilmu, lalu kaum yang datang kemudian menyembahnya.” [1]
Diantara sebab yang membawa kaum yang kita sebutkan di atas kepada pengkultusan kuburan:
1. Meninggikan kuburan lebih dari satu jengkal
Sebagian kaum muslimin meninggikan kubur melebihi dair hal yang dibolehkan agama. Hal ini mungkin disebabkan karena mereka belum memahami tuntunan agama atau karena ada unsur lain seperti ingin menunjukkan bahwa orang tersebut seorang yang mulia.
“Dari Abu Hayyaaj al-Asady, ia berkata: Berkata kepadaku Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu: Maukah engkau aku utus untuk melakukan sesuatu yang aku juga diutus oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk melakukannya? Jangan engkau tinggalkan sebuah patung melainkan engkau hancurkan. Dan tidak pula kuburan yang ditinggikan kecuali engkau datarkan.” [HR.Muslim]
“Dari Tsumamah bin Syufai, ia berkata: Aku pernah bersama Fudholah bin Ubaid di negeri Romawi ‘Barudis’. Lalu meninggal salah seorang teman kami. Maka Fudholah menyuruh untuk mendatarkan kuburannya. Kemudian ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh untuk mendatarkannya.” [HR.Muslim]
2. Menembok dan mencat kuburan
Di antara kebiasan buruk yang bisa membawa kepada sikap pengkultusan kuburan adalah menembok dan mencat kuburan. Di samping hal tersebut diharamkan dalam agama, termasuk pula membuang harta kepada sesuatu yang tidak ada manfaatnya. Dan yang lebih ditakutkan adalah akan terfitnahnya orang awam dengan kuburan tersebut. Sehingga mereka menganggap kuburan tersebut memiliki berkah dan sakti.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang denga ntegas menembok dan mencat kuburan dalam sabda beliau (yang artinya):
“Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mencat kubur, duduk diatasnya dan membangun di atasnnya.” [HR.Muslim]
Yang dimaksud dengan membangun dalam hadits tersebut adalah umum, sekalipun hanya berbentuk tembok saja. Apalagi membuatkan rumah untuk kuburan dengan biaya banyak sebagaimana telah dilakukan sebagian orang-orang yang jahil.
Berkata Imam asy-Syafi’i rahimahullah: “Aku melihat para ulama di Makkah menyuruh menghancurkan apa yang dibangun tersebut.”[2] Al-Manawy berkata: “Kebanyakan ulamaSyafi’iyyah berfatwa tentang wajibnya menghancurkan segala bangunan di Qorofah (tanah pekuburan) sekali pun kubah Imam kita sendiri Syafi’i yang dibangun oleh sebagian penguasa.”[3]
3. Membangun rumah untuk kuburan.
Sebagian orang ada pula yang mambangunkan rumah untuk kuburan. Bahkan kadang kala biayanya cukup besar. Ini adalah salah satu bentuk penyia-nyiaan dalam penggunaan harta. Mungkin orang yang melakukan hal tersebut berasumsi bahwa si mayat mendapat naungan dan nyaman dalam kuburnya. Sesungguhnya tidak ada yang dapat memberikan kenyamanan dalam kubur kecuali amalan sendiri, walau seindah apa pun kuburan seseorang tersebut.
“Ibnu Umar melihat sebuah tenda di atas kubur Abdurrahman. Maka ia berkata: “Bukalah tenda tersebut wahai Ghulam (anak muda), maka sesungguhnya yang melindunginya hanyalah amalannya.”[4]
4. Duduk dan makan di kuburan.
Bentuk lain yang merupakan jalan membawa kepada pengkultusan kuburan adalah kebiasaan sebagian orang mendatangi kuburan pada momen-momen tertentu. Seperti mau masuk bulan suci Ramadhan, Lebaran atau masa setelah panen. Mereka berbondong-bondong ke kuburan dengan membawa tikar dan makanan. Lalu sesampai di kuburan membentangkan tikar dan duduk bersama-sama. Dilanjutkan dengan rangkaian acara tahlilan dan do’a setelah itu ditutup acara makan bersama. Jika hal tersebut kita timbang dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka sungguh sangat bertolak belakang sama sekali.
Jangankan untuk tahlilan dan makan bersama, duduk saja tidak diperbolehkan. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berikut ini (yang artinya):
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: Sungguh salah seorang kalian duduk di atas bara api lalu membakar baju sehingga tembus ke kulitnya lebih baik daripada ia duduk di atas kuburan.” [HR.Muslim]
Kiranya sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di atas amat jelas bagi orang yang hatinya mau menerima nasihat. Adapun orang yang mata hatinya sudah tertutup oleh Allah azza wa jalla dari menerima petunjuk, niscaya ia akan berupaya mencari-cari alasan untuk menolaknya.
5. Membaca al-Qur’an di kuburan
Sebagian orang ada yang berpandangan adanya keutamaan membaca al Qur’an ketika berziarah kubur seperti membaca Qs.al-Fatihah (1), QS.al-Ikhlas (114) atau QS.Yaasiin (36), dan yang lain-lain. Bahkan ada yang menyewa orang lain khusus untuk membaca dan mengkhatamkan al Qur’an di kuburan keluarganya pada hari-hari tertentu. Hal tersebut tidak pernah dianjurkan dalam agama ini. Yang dianjurkan ketika berziarah kubur hanyalah membaca do’a ziarah kubur. Berbeda dengan orang yang suka melakukan hal-hal yang baik menurut pikiran dan perkiraan mereka semata. Tetapi tidak baik menurut Allah azza wa jalla karena hal tersebut merupakan perkara ibadah yang tidak ada dasarnya sama sekali dalam agama. Kalau seandainya hal tersebut baik, pastilah Allah azza wa jalla memerintahkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat untuk melakukannya. Apakah kita lebih tahu dari Allah azza wa jalla tentang hal yang baik?!
““Katakanlah apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah.” [QS.al Baqarah/2:140]
Adapun hadits-hadits yang dijadikan pegangan oleh sebagian orang dalam hal ini seperti hadits:
“Barangsiapa yang mendatangi kuburan lalu membaca surat Yasin, niscaya Allah akan meringankan adzab terhadap mereka pada waktu dan akan menjadikan dengan bilangan hurufnya kebaikan.”[5] Ketahuilah bahwa ini adalah hadits Maudhu’ (palsu). Demikian pula hadits: “Barangsiapa yang melewati kuburan maka ia membaca surat al Ikhlas sebelas kali…”[6]
6. Shalat dan berdo’a di kuburannya
Keyakinan lainnya yang amat aneh adalah pendapat yang mengatakan bahwa shalat dan berdo’a dikuburan jauh lebih baik daripada di masjid, bahkan berasumsi lebih cepat dikabulkan. Yang lebih celaka lagi adalah meminta kepada si penghuni kubur. Ini sudah merupakan kesyirikan yang serupa dan telah diperbuat oleh umat jahiliyyah dahulu. Jangankan untuk shalat di kuburan, shalat mengarah ke kuburan saja sudah haram hukumnya. Maksudnya, syari’at Islam tidak membolehkan sholat di tempat yang pada arah kiblatnya terdapat kuburan, lebih-lebih shalat di tempat yang sekelilingnya kuburan. Di antara perbuatan dalam shalat adalah duduk, maka duduk pun dilarang di kuburan. Maksudnya di tempat tanah pekuburan, meskipun tidak persis di atas kuburan. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (yang artinya):
“Dari Abu Martsid al-Ghanawy radhiyallahu ‘anhu berkata: “Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: Janganlah kamu duduk di atas kuburan dan jangan pula shalat menghadapnya.” [HR.Muslim]
Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: “Setan memiliki cara yang amat halus dalam menyesatkan manusa. Pertama ia mengajak untuk berdoa di kuburan. Maka orang tersebut berdoa dengan khusyuk dan tunduk sepenuh hati serta merasa lemah tidak berdaya. Maka Allah mengabulkan permintaannya lantaran apa yang terdapat dalam hatinya bukan karena kuburan. Seandainya dia berdoa seperti itu ditempat-tempat yang kotor sekalipun tentu Allah akan mengabulkan doanya. Lalu orang bodoh mengira bahwa itu adalah karena kuburan. Ketahuilah Allah azza wa jalla mengabulkan doa orang yang dalam kesulitan sekalipun orang kafir. Dan bukanlah setiap orang yang dikabulkan doanya berarti ia diridhoi dan dicintai Allah azza wa jalla atas perbuatannya. Sesungguhnya Allah azza wa jalla mengabulkan doa orang yang baik dan orang yang berdosa, orang mukmin dan orang kafir. Sebagian manusia berdoa dengan hal yang melampaui batas dan sesuatu yang dilarang, namun hal tersebut terkabul, maka ia mengira bahwa perbuatannya tersebut baik.” [7]
Tatkala setan berhasil mempengaruhi manusia dengan berasumsi bahwa berdoa di kuburan lebih baik daripada berdoa di kuburan di masjid dan dirumahnya. Setan memindahkannya kepada tingkat yang berikutnya yaitu bertawassul dengan orang mati, hal ini lebih berbahaya daripada hal yang sebelumnya.[8] Tatkala setan berhasil pula mempengaruhi manusia bahwa bertawassul dengan orang mati lebih cepat terkabulkan permintaannya. Setelah itu, setan memindahkannya pada tingkat berikutnya, yaitu meminta kepada orang mati itu sendiri. Kemudian menjadikan kuburannya sebagai sesembahan dan tempat yang meminta. Lalu dinyalakan lampu disekelilingnya dan diberi kelambu, kemudian dilanjutkan membangun masjid diatasnya. Lalu sholawat, thowaf, menciumnya serta berhaji dan menyembelih hewan di sisinya. Kemudian berlanjut lagi pada tingkat berikutnya yaitu dengan mengajak manusia untuk menyembahnya dan menjadikan sebagai tempat perayaan dan manasik. Mereka meyakini bahwa hal itu lebih bermanfaat bagi dunia dan akhirat mereka.”[9]
7. Membangun masjid dekat kuburan atau mengubur mayat di pekarangan masjid
Sebagian orang telah terjerumus ke dalam kebiasaan Ahli Kitab, mereka membangun masjid dekat kuburan orang-orang yang mereka anggap sholih. Atau menguburkannya di pekarangan masjid. Padahal larangan terhadap perkara tersebut dengan tegas telah dijelaskan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (yang artinya):
“Dari Jundub ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda lima hari sebelum beliau wafat: Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian menjadikan kuburan para nabi dan orang-orang shalih mereka sebagai masjid. Ketahuilah! Janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid, sesungguhnya aku melarang kalian dari hal itu.”[HR.Muslim]
Dalam sabda beliau yang lain (yang artinya):
“Dari Aisyah bahwa Ummu Salamah menyebutkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebuah gereja yang ia lihat di negeri Habasyah, yang diberi nama gereja Maria. Ia menceritakan bahwa ia melihat lukisan di dalamnya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Mereka adalah kaum yang bila meninggal seorang yang sholih di kalangan mereka, mereka membangun masjid di atas kuburannya dan membuat lukisan-lukisan tersebut di dalamnya. Mereka adalah makhluk yang paling jelek di sisi Allah.” [HR.Bukhari dan Muslim]
Dari kedua hadits diatas sangat jelas menegaskan tentang haramnya membangun masjid di atas tanah pekuburan. Barangsiapa melakukannya maka ia telah melanggar larangan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan Jundub radhiyallahu ‘anhu. Orang yang melakukannya adalah makhluk yang paling jelek disisi Allah azza wa jalla sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat orang yang membangun masjid di atas tanah kuburan. Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha dan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu saat detik-detik terakhir dari kehidupan beliau (yang artinya):
“Dari Aisyah dan Abdullah ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhum, keduanya berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam semakin merasakan sakit, beliau menutup mukanya dengan bajunya. Apabila sakitnya agak berkurang beliau membuka mukanya. Dalam kondisi seperti itu beliau bersabda: Lakbat Allah lah di atas orang Yahudi dan Nasrani yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid.” [HR.Bukhari dan Muslim]
Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memperingatkan terhadap apa yang mereka perbuat. Di antara hikmahnya kenapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan hal tersebut saat beliau akan wafat ialah agar umat ini jangan meniru apa yang dilakukan orang Yahudi dan Nasrani tersebut. Kuburan para nabi saja tidak boleh dijadikan masjid, apalagi kuburan selainnya!!
Dalam riwayat lain Aisyah radhiyallahu ‘anha menyebutkan (yang artinya):
“Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam waktu sakit yang beliau yang wafat padanya: Allah melaknat orang Yahudi dan Nasrani karena menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid. Berkata Aisyah radhiyallahu ‘anha, kalau bukan karena itu tentulah mereka (para sahabat) menjadikan di tempat kuburannya, melainkan aku takut akan dijadikan masjid.” [HR.Bukhari]
Hadits ini adalah diantara hadits-hadits yang terakhir yang diucapkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hidup beliau. Jadi tidak ada alasan bagi orang yang suka berkelit bahwa hadits tersebut mansukh. Kemudian Aisyah radhiyallahu ‘anha menyebutkan di antara hikmah dikuburnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam rumah beliau yaitu agar orang tidak mengkultuskan kuburan beliau.
Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Sesungguhnya larangan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan kuburannya dan kuburannya lainnya sebagai masjid karena khawatir timbulnya fitnah. Karena hal tersebut bisa membawa kepada kekufuran sebagaimana telah terjadi pada kebanyakan umat-umat yang lalu.”[10]
8. Bertawasul dan beristighotsah dengan orang yang sudah mati
Ketika sebagian kaum muslimin tidak mengindahkan berbagai nasehat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah dijelaskan di atas, lalu setan menjerumuskan mereka kepada hal-hal yang membawa kepada kesyirikan. Sehingga sebagian orang yang telah memaknai lain terhadap kuburan. Mereka menjadikan kuburan sebagai mediator untuk berdoa, mereka bertawassul dan beristighotsah dengan orang mati.
Pada hakikatnya bertawassul itu terbagi kepada beberapa bentuk. Ada yang diperbolehkan dan ada pula yang terlarang. Yang dibolehkan adalah bertawassul dengan nama dan sifat-sifat Allah azza wa jalla, bertawassul dengan amal sholih dan bertawassul dengan doa orang yang sholih yang hidup lagi hadir. Yang terlarang adalah bertawassul dengan dzat dan Jaah (kedudukan) orang sholih, bertawassul dengan orang sholih yang hidup tetapi tidak hadir dan bertawassul dengan orang yang sudah mati.
Sebagian orang yang memahami dan mengira bahwa kehidupan para Nabi, orang yang mati syahid dan orang-orang sholih di alam Barzakh sama seperti kehidupan mereka di alam dunia. Mereka mengira bahwa Nabi atau orang sholih tersebut dapat mendengar doa mereka. Sehingga ketika mereka ditimpa masalah, mereka mendatangi kuburan para wali dengan maksud agar dibantu mencarikan jalan keluar dari kesulitan yang sedang mereka hadapi. Ada yang meminta jodoh, pekerjaan, dimudakan usahanya, disembuhkan penyakitnya dan seterusnya. Jangankan setelah kematian para wali tersebut, sewaktu hidupnya saja para wali tersebut tidak mampu memenuhi permintaan mereka. Jika minta kekayaan kepada mereka, sewaktu hidupnya saja walinya mengumpulkan sedekah dari murid-muridnya. Jika minta disembuhkan dari penyakit, wali itu sendiri tidak mampu menyembuhkan penyakitnya sampai dirinya meninggal.
Kenapa kita tidak secara langsung meminta kepada Allah Yang Maha Pengasih, Maha Pemurah, Maha Kaya lagi Maha dekat dan Maha sempurna dalam segala sifat-sifatnya yang mulia. Sedangkan selain Allah azza wa jalla adalah makhluk yang memiliki kekurangan dan kelemahan dalam berbagai segi. Ia tidak dapat mendengar dari jarak jauh, apalagi setelah mati. Jika ia memiliki sesuatu untuk diberikan kepada orang lain, maka sungguh amat terbatas kualitas dan kuantitasnya. Adapun Allah Yang Maha Kaya mampu memberi segala apa yang diminta oleh hamba-Nya dan berapapun jumlahnya.
Kehidupan para Nabi dan Syuhada’ di alam barzakh adalah kehidupan yang amat jauh berbeda dengan kehidupan dunia. Tidak ada yang mengetahui kondisi dan hakikatnya. Maka tidak boleh meng-qiaskan antara kehidupan alam barzakh dengan kehidupan alam dunia ini. Sebagaimana firman Allah azza wa jalla (yang artinya):
“Dan akan tetapi kalian tidak menyadarinya.”[QS.al-Baqarah/2:154]
Maksud dari ayat tersebut adalah bahwa kalian tidakah mengetahui bagaimana keadaan sebenarnya melalui panca indra. Karena hanya Allah azza wa jall yang mengetahui hakikat kehidupan mereka para syuhada’ tersebut.
Tidak pernah kita temukan pada kehidupan para sahabat bahwa mereka bertawassul dan beristighotsah dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apalagi dengan para sahabat yang telah meninggal. Sekalipun di antara mereka yang meninggal tersebut ada yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Demikian pula jika kita melihat doa-doa mustajab yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada sahabat beliau radhiyallahu ‘anhuma, tidak ada satupun dijumpai yang berkonteks tawassul dan beristighotsah dengan orang mati.
Jangankan untuk mengetahui kebutuhan orang lain, kelanjutan dari perjalanan hidup mereka sendiri setelah mati dan kapan dibangkitkan saja mereka tidak tahu. Sebagaimana firman Allah azza wa jalla (yang artinya):
“Dan orang-orang yang mereka seru selain Allah, tidak menciptakan sesuatu apapun , sedangkan mereka sendiri diciptakan! Orang-orang mati tidak hidup, dan mereka tidak mengetahui bilakah mereka akan dibangkitkan.” [QS.an-Nahl/16:20-21]
“Katakanlah: Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghoib kecuali Allah, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” [QS.an-Naml/27:65]
Adapun dalil-dalil yang menyebutkan tentang si mayat dapat mendengar langkah orang yang mengantarkannya ke kubur tidak lah menunjukkan bahwa ia mendengar selama-lamanya. Namun pada hanya saat itu saja dan yang dapat ia dengar hanyalah suara langkah saja tidak semua apa yang ada di atas dunia. Kalau tidak demikian tentu mereka juga tersiksa dengan suara petir, hujan, angin kencang, suara binatang dan serangga yang ada di sekitar kuburnya serta segala hal yang memekakkan di dunia ini. Wallahu A’lam.
Note:
[1] Lihat HR.al-Bukhari: 4/1873 (4636)
[2] Dinukil Imam an-Nawawi dalam Syarah Muslim: 7/27
[3] Lihat Faidhul Qodir: 6/309
[4] Lihat HR.Bukhari: 1/457
[5] Lihat as Silsilah adh Dho’ifah: 3/397 (1246)
[6] Lihat as Silsilah adh Dho’ifah: 3/452 (1290)
[7] Lihat Ighatsatullahfaan: 1/215
[8] Lihat Ighatsatullahfaan: 1/216
[9] Lihat Ighatsatullahfaan: 1/217
[10] Lihat Syarah an-Nawawi: 5/13
Sumber: Diketik ulang (dgn segala kekurangannya terutama tidak adanya teks dalam bahasa arab) dari Majalah AL FURQON Edisi Khusus 7 Th.ke-9 1430/2009 hal.42-46
Semoga bermanfaat bagi kami dan kaum muslimin..
HAKIKAT HIPNOTISME DARI SUDUT PANDANG ISLAM DAN ILMIAH
http://metafisis.wordpress.com/2010/02/01/hakikat-hipnotisme-dari-sudut-pandang-islam-dan-ilmiah/
HAKIKAT HIPNOTISME DARI SUDUT PANDANG ISLAM DAN ILMIAH
(Dijabarkan dan disarikan dari berbagai sumber dan pengalaman penulis)
Disusun oleh :
Perdana Akhmad S.Psi
(Pengamat / Mantan Praktisi Tenaga Dalam dan Ilmu Metafisika)
Pengertian Hipnotis
Menurut kamus Bahasa Indonesia, Hipnotis itu suatu tindakan yang membuat seseorang berada dalam keadaan hipnosis. Hipnosis sendiri berarti keadaan seperti tertidur karna berada dalam pengaruh orang yang memberikan sugestinya. Ditinjau dari terminologi, kata hypnotism diambil dari kata “hypnos”, Hypnos adalah nama dewa tidur dari mitologi Yunani, dalam mitologi Yunani, Hypnos adalah anak dari dewi Nyx [dewi malam], Hypnos adalah saudara dari Thantanos [dewa kematian] dalam mitologi Yunani…
Hypnotism itu definisi secara mudahnya adalah seni memasukkan makhluk hidup ke dalam kondisi hipnosis [keadaan tidur karena dihipnotis]…
Pembagian Hipnotis
1. Hipnotis Tradisional Supranatural
Hipnotis supranatural atau bisa disebut hipnotis timur / tradisional yang berkembang pada masyarakat awam adalah hipnotis yang lahir dari “rahim mistik /”. Walau identik dengan metafisis, hipnotis tradisional pada bagian tertentu memiliki kesamaan dengan hipnotis modern, khususnya untuk “mempengaruhi”.
Dalam hal mempengaruhi atau “menundukkan” orang lain, antara hipnotis modern dengan yang tradisional supranatural memiliki perbedaan. Hipnotis modern terkesan lebih “positif” karena hanya mampu mempengaruhi orang yang ingin dipengaruhi (kepentingan terapi) sedangkan hipnotis tradisional diprogram untuk mampu mempengaruhi orang yang ingin menolak sekalipun.
Jika hipnotis modern lebih tertumpu pada teknik “sapa” atau verbal (namun juga tidak lepas dari tipu daya setan), Hipnotis tradisional supranatural mempengaruhi subyek (sasaran) lebih tertumpu pada kekuatan ghoib (bantuan jin) melalui tatapan mata (sihir mata) dan gelombang suara.
Para ahli hipnotis tradisional pada umumnya mempelajari ilmu metafisika. Ilmu semacam itu dapat digali dari berbagai unsur, tergantung selera pribadi dan harus disesuaikan dengan latar belakang budayanya.
Bentuk-bentuk Hipnotis tradisional supranatural adalah :
a. Hipnotis Dengan Gendam
Gendam adalah suatu ilmu ghaib yang dapat mempengaruhi alam bawah sadar manusia menggunakan kekuatan sihir dengan bantuan jin. Orang yang terkena ilmu gendam seperti kena sihir dan seketika itu juga korban akan menuruti apa saja keinginan si pemilik ilmu gendam. Gendam dapat di ibaratkan metode hipnotis secara PAKSA menggunakan ilmu hitam atau sihir. Karena menggunakan ilmu hitam (bantuan jin) sehingga gendam tidak tergantung pada bersedia atau tidaknya korban. Gendam bisa dikuasai dalam sekejap dengan melakukan ritual atau mantra tertentu.
b. Hipnotis Dengan Sirep
Sirep adalah ilmu ghaib yang mampu untuk menidurkan orang yang diinginkannya. Biasanya ilmu ini di amalkan untuk tujuan jelek. Tidak mengherankan bila pengamalnya kebanyakan orang-orang yang berprofesi sebagai pencuri. Dengan menggunakan ilmu sirep. Maling mampu berbuat leluasa di dalam rumah korban, sebab, korban ilmu ini bisa tidur tak sadarkan diri sampai pagi. Walaupun seandainya dia mendengar suara-suara yang mencurigakan, tapi terasa berat untuk membuka kelopak mata.
c. Hipnotis Dengan Sihrul ‘ain
Sihrul’ain, yang artinya sihir kekuatan mata. kekuatan mata itu dapat dilakukan oleh manusia (dengan bantuan jin) kepada manusia lain.
Sihrul’ain kekuatannya dapat mempengaruhi orang lain, seperti membuat kaku, pingsan, sakit, bahkan dapat menyebabkan kematian. Hipnotis dengan Sihrul ‘ain tidak tergantung pada bersedia atau tidaknya korban sehingga dapat diperngaruhi melainkan langsung melalui kehendak /niat pelakunya yang dapat langsung mempengaruhi korbannya walau dia tidak bersedia di hipnotis.
Pusat kekuatan Sihrul ‘ain ini berada pada mata dan hati, pandangan mata yang tajam dan kuat disertai dengan kedengkian dan kebencian dalam hati yang mampu untuk membinasakan manusia dan makhluk hidup lainnya.
d. Hipnotis mesmer/magnetisme
Pada sekitar tahun 1500 an Paracelcus memperkenalkan suatu istilah Magnetisme, yaitu dengan magnet seseorang dapat disembuhkan penyakitnya, seperti halnya yang dia lakukan kepada pasien-pasiennya.Pada tahun 1772, seorang dokter bernama Franz Anton Mesmer (1734-1815) yang juga murid dari seorang pendeta Kristen bernama Maxmillian Hell, melihat gurunya memberikan pengobatan dengan magnet. Mesmer menyatakan bahwa dalam tubuh manusia terdapat cairan universal yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh.Cairan yang tidak mengalir dengan lancar, mungkin karena tersumbat, menyebabkan manusia menjadi tidak sehat baik mental maupun fisik. Untuk itu Mesmer menggunakan magnet untuk melepaskan sumbatan aliran cairan tadi. Metoda terapi yang dilakukan Mesmer adalah dengan mengisi penuh sebuah bak dengan air lalu diisi besi.
Pasien yang ingin diobati diminta memegang besi dalam bak air itu.. Jika pasiennya lebih dari satu, mereka diminta memegang tali yang menghubungkan satu sama lain dengan maksud agar energi magnet tersebut mengalir ke tiap tubuh pasien. Kemudian pada saat pengobatan, Mesmer melakukan suatu drama yang amat treatrikal dibantu dengan permainan kepulan asap dan cermin. Hal ini membuat pasien yang ada menjadi hanyut dan larut dalam imajinasi drama teatrikal tersebut bahkan ada beberapa diantaranya yang menjadi trans dimana tubuhnya bergoncang hebat. Kadang-kadang ada juga yang terhalusinasi oleh drama itu sehingga melihat seolah-olah tangan Mesmer mengeluarkan asap saat Mesmer menggerak-gerakkan tangannya di udara dan mengarahkannya ke bak.
Pasien yang trans tadi kemudian disentuh oleh Mesmer dan kemudian dinyatakan telah sembuh. Mesmer menyatakan bahwa dia memiliki kekuatan khusus, suatu kesaktian. Dengan kekuatannya atau kesaktiannya, dia dapat menyalurkan dan mengalirkan magnet ke dalam gelas. Sehingga orang yang minum dari gelas itu dapat sembuh dari penyakitnya. Hal ini membuat Mesmer menjadi sangat terkenal dan kaya, tetapi di sisi lain ia mendapatkan perlawanan dari dunia medis ortodoks.
2. Hipnotis Modern
Hipnosis modern dikembangkan oleh dr. Frans Anton Mesmer pada abad 18. Prinsip kerja hipnotis, membawa subyek (sasaran hipnotis) dari gelombang otak beta (sadar) menuju kondisi rileks dan “tidur” (Alpha – Theta). Dalam kondisi ini, seseorang lebih mudah menerima perintah (sugesti)
Teknik merubah gelombang otak itu disebut induksi, dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan pendulum, tatapan mata, teknik napas, verbal (kata-kata) atau sentuhan pada bagian tubuh tertentu. Prinsipnya, seseorang dalam kondisi terhipnotis, otak depannya yang berfungsi untuk berpikir dan menolak itu dinon aktif sehingga hanya bisa menerima perintah saja.
Bentuk-bentuk Hipnotis modern adalah :
a. Hipnoterapi
Dalam kondisi rileks, seseorang mudah diberi sugesti positif program pada alam bawah sadarnya. Ini yang kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan terapi, dari berbagai kasus kejiwaan/psikologis, seperti :
* Mengurangi stress
* Mengendalikan berat badan (dengan merubah pola makan).
* Problem emosi : Stres, cemas, takut (phobia), dendam, menghapus memori negatif masa lalu (korban kekerasan/perkosaan,dll).
* Menghentikan kebiasaan buruk : Narkoba, merokok, judi, sikap lamban, malas, pemalu, gagap, menggigit-gigit kuku, belanja, dll.
* Problem : Seks, makan dan tidur (sulit/berlebihan).
* Meningkatkan prestasi : Belajar, olah raga, bisnis, kreatifitas.
* Mengurangi nyeri (cabut gigi, sunat, operasi kecil, melahirkan) dll.
b. Hipnotis Panggung / Entertainment
Hipnosis entertainment dapat dilakukan dengan berbagai cara. Yang disebut “rekayasa sehat” itu dilakukan dengan menggunakan subyek murni dari orang lain yang tidak dikenalnya, semisal pengunjung disebuah pusat perbelanjaan, terminal dsb.
Sedangkan cara yang “tidak sehat” adalah menyusupkan orang-orang yang sebelumnya sudah dilatih menerima sugesti/perintah lalu menyamar sebagai orang yang seolah-olah tidak dikenal juru hipnosisnya.
c. Hipnotis Metafisis
Hipnotis Metafisis ditujukan untuk mendapatkan kesaktian atau kemampuan ghoib seperti termasuk kemampuan telepati, remote viewing, astral projection, dan berbagai kemampuan ESP (ekstra sensory perseption) lainnya
3. Hipnotis Natural
Hipnotis natural/alamiah ini sangat lumrah dan biasa terjadi pada kehidupan sehari-hari, hipnotis natural ini tidak memerlukan persiapan yang khusus sebab alami terjadi pada manusia dari berbagai strata kehidupan yang ketika menerima sugesti dari berbagai stimulus menjadi terhipnotis yang dapat disebut sebagai Hypnotic state.
Secara lengkap pengertian hypnotic state adalah suatu keadaan atau kondisi dimana orang dapat menerima sugesti, pesan, atau saran yang berasal dari orang lain, keadaan lingkungan (pengalaman), bahkan dari dirinya sendiri dengan mudah tanpa perlawanan/ penolakkan atau analisa sama sekali sehingga dia mengimplementasikan apa yang dipesankan oleh hal-hal tadi.
Peristiwa alami dan baisa yang dapat membuat kita terhipnotis dapat dijelaskan dari beberapa contoh kecil dibawah ini.
* Glove anaesthesia: Karena asyiknya berbelanja sampai-sampai anda tidak menyadari ada kerikil kecil di sepatu anda. Atau kalau anda memakai kaus kaki, anda tidak merasakannya.
* Negative visual halucination: Karena terlalu sibuknya, dan tidak melihat bolpoin di depan anda sehingga anda mencari-carinya ke mana-mana.
* Positive visual halucination: Anda bertemu seorang artis. Mingkin karena anda pada saat itu sedang tergila-gila pada salah satu artis. Maka pada suatu kesempatan anda bertemu seorang artis lain, langsung anda menyalaminya dan menganggap dia adalah artis idola anda.
* Dan masih banyak lagi. Misal saat kita nonton TV, dimana perhatian kita terserap sepenuhnya di TV, maka kita tidak sadar akan sekeliling dan menjadi sangat tersugesti oleh TV. Pada saat kita melihat film seseorang yangdiperkosa, maka kita akan sedih dan marah, padahal kita tah itu cuman film. Namun, sekali lagi, namun, karena pada saat nonton TV kita rileks dan konsentrasi, maka fungsi bawah sadar menjadi mendominasi, dan alam bawah sadar tidak bisa membedakan antara realitas dan imajinasi. Maka kita menjadi terhanyut dan sedih. Yang paling sering menghypnosis kita adalah iklan. Anda berbelanja ke toko untuk membeli gula dan minyak, tetapi saat anda ke luar dari toko ternyata anda membeli rokok, permen dan lainnya di luar rencana anda semula. Sampai di rumah anda baru menyadari anda ternyata membeli yang tidak anda perlukan.
TITIK KRITIS PENYIMPANGAN DAN KESESATAN HIPNOTISME SUPRANATURAL
Hipnotisme tradisional supranatural penuh dengan penyimpangan dan kesesatan yang dapat merusak akidah tauhid kita, berikut ini bentuk penyimpangan dan kesesatannya :
a. Hipnotis Dengan Gendam
Untuk mendapatkan kemampuan ilmu gendam ada banyak cara dan tekhnik yang bisa dilakukan seperti:
1. Tawaasul (pemujaan pada alam, tokoh sakti , jin atau setan).
2. Riyadhah sebagai bentuk disiplin diri, mengurangi kenikmatan duniawi melalui puasa, melek malam, doa, wirid dsb.
3. Aurad (membaca hizb, asmak, jimat)
4. Doa dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi (bersumber dari hadis dan alquran)
Dari keempat ritual untuk mendapatkan ilmu gendam semuanya adalah prilaku bid’ah dan syirik. Keempat cara tersebut sangat menyimpang dari tuntunan rasulullah. Meminta bantuan kepada roh orang mati, jin atau setan, memakai jimat, wifik, rajah adalah merupakan bentuk kesyirikan. Sedangkan melakukan riyadhah dengan berbagai ritual aneh seperti puasa pati geni, mutih, dan menggunakan bacaan dari Al-Qur’an merupakan prilaku bid’ah yang tidak ada tuntunannya dari rasulullah.
b. Hipnotisme Sirep
Ilmu Sirep ini menurut beberapa literatur yang saya baca merupakan ilmu yang banyak dimiliki para maling. ilmu Sirep ini memang mutlak dibutuhkan dalam setiap operasi mereka. Untuk maling saat ini juga masih ada yang memiliki, terutama yang beroperasi di kampung-kampung.
Salah satu jenis sirep maling adalah sirep tanah kuburan. Dinamakan sirep tanah kuburan karena piranti yang digunakan memang berasal dari tanah kuburan, Sirep jenis ini mampu menidurkan penghuni rumah mirip orang mati, jadi selama maling beroperasi, tidak dimungkinkan penghuni rumah terbangun dari sirep ini.
Begitu maling akan beroperasi maka lebih dulu ia matek (merapal) ajiannya disekitar rumah korban lalu menaburkan tanah kuburan di atap rumah atau pekarangan, maka tanpa menunggu lebih lama seluruh penghuni rumah akan tertidur seperti orang mati.
Aji sirep yang sangat terkenal dikalangan praktisi ilmu ghoib adalah aji sirep megananda. Aji ini kerap dimiliki oleh para penjahat, hanya saja syaratnya memang berat, yaitu harus berpuasa mutih selama 21 hari atau 40 hari, ditambah patigeni selama 3 atau 7 hari. Tetapi jika sudah menguasainya, maka orang bersangkutan bisa menjelma sebagai pejahat jempolan. Mantra dari aji sirep ada banyak fersinya, namun yang harus di ketahui oleh para pembaca, dikalangan para praktisi ilmu ghoib sangat meyakini bahwa setiap aji-ajian memiliki khodam (jin penjaga) yang akan merasuk kedalam raga pengamal aji tersebut dan membantu dalam berbagai fungsi aji-ajian termasuk dalam hal ini membantu dalam menidurkan korbannya. Maka metode Hipntis Sirep ini masuk dalam kategori syirik karena meminta bantuan jin.
c. Hipnotis Dengan Sihrul ‘ain
Pada masa Rasulullah SAW (hipnotis) juga terjadi. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa al’ainu haq, sihir mata itu benar ada, karena syetan bisa menginfiltrasi seseorang melalui pandangan mata itu
Istilah hipnotis Sihrul ‘ain disinggung dalam tafsir Alquran Surat Al-Qalam : 51 “Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu (Muhammad) dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Alquran…”
Peristiwa ini dapat disimak dalam tafsir Jalalain oleh Imam Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuthi, dengan kalimat : Dengan pandangan yang kuat, hingga hampir memingsankan dan menjatuhkan dari tempatmu, tetapi Allah menolong. Yang dimaksud “memandang” bukanlah pandangan kagum, melainkan pandangan tajam memancarkan kebencian.
Ilmu “ketajaman mata” ini pada zaman Nabi Muhammad SAW banyak dikuasai oleh Bani Asad. Dengan puasa 3 hari, mereka dapat langsung menidurkan dan membuat kaku hewan dan manusia.
Orang yang memiliki sihrul’ain sesungguhnya telah berbuat syirik sebab bersekutu dengan setan dan akan semakin disesatkan oleh setan, sebagaimana firman Allah : Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (Annisa : 116)
d. Hipnotis Magnetisme
Prinsip dasar Magnetism adalah menggunakan kekuatan batin untuk mempengaruhi makhluk hidup lain.Magnetism dapat menyebabkan kondisi hipnosis, seorang hipnotist (orang yang melakukan proses hipnotism pada obyek) magnetism akan selalu menggunakan kekuatan Magnetism dalam dirinya untuk mempengaruhi obyek untuk memasuki kondisi hypnosis. Hipnotis Masgnetism dipopulerkan oleh Mesmer, namun dalam penyelidikan oleh komisi Akademi Kedokteran Perancis yang dikepalai oleh Benjamin Franklin, dimana anggotanya termasuk Dr. Joseph Guillotine dan Antonie Lavoisier, si ahli kimia, atas permintaan King Louis XVI, untuk diselidiki keilmiahan dari metoda Animal Magnetism tersebut. Dari pertemuan itu diisimpulkan oleh lembaga tersebut bahwa MESMER TIDAK MENGELUARKAN KEKUATAN APAPUN.
Mesmer tidak mengeluarkan apapun dari tangannya. Tanpa magnetisme seperti yang biasa dilakukan Mesmer, pasien dapat juga menjadi trans dan sembuh. Malahan ada juga, seperti yang dilihat oleh Benjamin Franklin, ada seorang pasien yang menyentuh suatu benda, yang katanya telah dialiri energi magnet Mesmer, tidak sembuh sama sekali.Tanpa permainan drama treatrikal seperti yang dilakukan Mesmer, magnetisme tidak terjadi. Sehingga disimpulkan pula bahwa cairan magnetis tidak ada!Animal magnetisme tidak ada! Mesmer tidak menggunakan kesaktian apapun dalam menyembuhkan pasiennya. Pasien sembuh karena terimajinasi sehingga larut dalam suatu drama treatrikal….!!!.Sejak saat itu Mesmer terkucilkan dan pindah ke luar kota dan akhirnya meninggal dengan tenang di Swiss.Tetapi pengikut Mesmer pada saat itu sudah terlanjur banyak. Beberapa orang di antaranya adalah pendeta Katolik bernama Fr. Joseph Gassner, yang melakukan mesmerisme melalui kegiatan ritual.
TITIK KRITIS PENYIMPANGAN DAN KESESATAN HIPNOTISME MODERN
Cikal bakal kelahiran hypnotisme modern diawali dengan kemunculan Paracelsus, dia adalah murid dari John Trithemius, penyihir terkenal pada jaman pertengahan, Paracelsus ini satu seperguruan dengan Henry Cornellius Agrippa, penulis Tiga Buku Filsafat Okkult, konon Agrippa ini menulis bukunya setelah bertemu dengan the Wandering Jew (Aristeas?) yang telah hidup ribuan tahun sejak jaman dahulu…
Beda aliran antara Paracelsus dan Agrippa adalah penitikberatan konsep alirannya, konsep Agrippa terlalu berbau Magic kuno (penuh dengan simbol-simbol dan ritual-ritual tertentu), walaupun dalam Tiga Buku Okkult-nya dia menyinggung sedikit tentang kekuatan imajinasi manusia dan hewan (dia juga menyinggung sedikit tentang teratologi, ilmu yang menyelidiki pengaruh kekuatan imajinasi ibu yang sedang mengandung pada anak dalam kandungannya, bahkan dia menyinggung tentang gejala-gejala teratologi pada merak), tapi Agrippa lebih suka membahas tentang Magic dalam bentuk simbol-simbol mitologis, ritual-ritual dan takhayul-takhayul kuno…
Dari penjelasan diatas, pada akhirnya ilmu hipnotisme modern ini sering dihubung-hubungkan dengan mitos, atau idiologi atau tradisi masyarakat setempat, sebagai sarana untuk masuk ke dalam pikiran bawah sadar (memori otak kanan) pasien, akibatnya banyak ditemukan perbedaan dan bahkan mungkin saja hal-hal yang bertentangan dengan agama Islam, terlebih-lebih bila yang mengembangkan dan mempraktekkannya adalah orang kafir, atau orang yang tidak paham tentang prinsip-prinsip akidah agama Islam.
Contoh nyatanya, hipnotisme modern banyak tercampuri oleh konsep dari Gerakan Jaman Baru (New Age Movement) seperti aliran Christian Science yang didirikan oleh Mary Baker Eddy dan Theosophy yang didirikan oleh Madame Blavatsky yang banyak memasukkan unsur ilmu ghoib, klenik dan menganjurkan tekhnik hipnotisme untuk menjadi paranormal.
Inilah yang menjadikan banyak ulama; mengharamkan ilmu hipnotieme ini. Kebanyakan ahli hipnoterapi tidak memahami akidah islam, sehingga pada prakteknya ia sering mengatakan atau melakukan hal-hal yang tidak selaras dengan agama Islam, inilah yang menjadikan banyak ulama’ sekarang mengharamkan hipnotis.
Berikut ini bentuk-bentuk penyimpangan dan kesesatan Hipnotisme Modern :
1. Mengandung Syirik / Perusakan Akidah
a. Tekhnik Past Life Experience
Past Life Experience adalah tekhnik Perjalanan ke kehidupan masa lalu
(sebelum kehidupan saat ini), untuk keperluan kontemplasi, atau
mencari berbagai akar permasalahan di kehidupan saat ini yang mungkin
terkait dengan kehidupan di masa silam tersebut. Setan bermain dalam
teknik ini ketika seorang terapis mulai meregresi/mengarahkan pasien
untuk mengingat kehidupan sebelum dia menjadi dirinya saat ini
(reinkarnasi) . Pada banyak kasus ada setan yang mengambil alih alam
bawah sadar orang yang dirasukinya dan mulai membuat tipu daya dan
penyesatan. Ketika sang terapis memakai tekhnik Past Life Experience ,
maka setan bermain dalam teknik ini pada saat sang terapis mulai
meregresi/mengarahkan pasien untuk mengingat kehidupan sebelum dia
menjadi dirinya saat ini (reinkarnasi). Setan bisa mengambil alih
kesadaran suyet (orang yang dihipnotis) dan berbicara melalui lisan
suyek untuk memulai penyesatan dan perusakan akidah. Pada akhirnya
akan membentuk keyakinan pada diri pengipntis akan adanya reinkarnasi.
Padahal dalam islam reinkarnasi tidak ada dan orang yang mempercayai
reinkarnasi akan lepas keislamannya.
Contoh penggunaan hipnotis untuk past life experience bisa dilihat di http://nathaliasunaidi.com/buku-journey-to-the-past-change-the-future/
lihat juga di http://hipnotis.net/?page_id=18 dimana yan nurindra melayani past life experience dalam hipnotis
b. Tekhnik Metaphysical Hypnosis
Metaphysical Hypnosis adalah Aplikasi hipnotis untuk membangkitkan kemampuan supernormal yang tersimpan dalam diri manusia, termasuk kemampuan telepati, remote viewing, astral projection, dan berbagai kemampuan ESP lainnya. Tokoh ahli hipnotis di Indonesia yang banyak menyesatkan umat muslim dengan hipnotis metafisis adalah Yan Nurindra yang mendirikan The Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH), suatu organisasi Hypnotist & Hypnotherapist pertama dan terbesar di Indonesia, sekaligus ia merupakan President dari organisasi tersebut sampai dengan saat ini.
Yan Nurindra ini sangat saya kenal beberapa tahun yang lalu, ketika lagi naik daunnya ajaran energi esoterik (reiki, prana, yoga dll) sebagai grand Master yang sering memberikan attunement berbagai aliran energi esoteris. Dalam setiap seminar Hipnotisme yan Nurindra ini selalu memberikan iming-iming kepada peserta seminar untuk mendapatkan kemampuan paranormal dengan cara belajar Ilmu Prana Shakti. Kemampuan paranormal yang diklaim yan Nurindra akan didapatkan oleh peserta seminar dengan mengetahui tekhnik Metafisical hypnosis ditambah attunement Prana Shakti adalah merupakan bentuk meminta bantuan kepada iblis ( yang sering disebut sebagai Ascanded Master oleh Yan Nurindra)
Contohnya lihat halaman 18 pada ebook di
http://www.docstoc.com/docs/20528176/hypnosis_for_dummies
yan Nurindra menjelaskan bahwa dengan hipnotis dapat memiliki kemampuan metafisik
2. Mempermalukan, mempermainkan dan menipu orang lain didepan umum.
Stage Hypnosis (hipnotis entertainment/hiburan) yang sering
ditayangkan di TV yang dibawakan oleh Romy rafael atau Uya Kuya
haram hukumnya sebab dapat mempermalukan orang lain dimuka umum,
walaupun sudah mendapat persetujuan yang bersangkutan. menjadi
negatif karena tidak etis. Kenapa tidak etis ? Waktu orang tersebut
telah menyediakan diri untuk dihipnotis sebetulnya yang
bersangkutan telah memberikan kepercayaannya kepada si penghipnotis,
tetapi oleh si penghipnotis dimanfaatkan untuk komersial (mendapat
keuntungan dari rumah produksi).
Kalaupun orang yang dihipnotis mengijinkan untuk ditayangkan, hal
tersebut merupakan kebodohan orang tersebut sendiri karena
membiarkan orang lain mendapatkan keuntungan dengan membiarkan
dirinya dilecehkan (dibuat bertingkah laku seperti orang gila dll)
atau dikomersialkan. Contohnya adalah kasus acara televisi yang
di bawakan seorang penghipnotis bernama Uya Kuya yang sering membuka
aib orang yang dihipnotisnya dan ditayangkan secara luas di televisi.
Hal ini yang dari segi agama yang dilarang, karena menurunkan harkat
kemanusiaan yang oleh Tuhan / sang Pencipta sendiri sangat di hargai.
Stage Hypnosis juga menjadi ajang penipuan yang banyak menipu para pemirsa TV. Anda tentu sering menyaksikan tayangan hipnosis (khususnya hipnosis panggung untuk hiburan) di berbagai televisi. Tayangan itu mengesankan hipnosis sangat mudah dilakukan. Misalnya, hanya dengan “menarik tangan” atau “gerakan jari” saja sudah mampu membuat subyek tertidur dan mengikuti perintah hipnotisnya. Padahal pada prakteknya tayangan tersebut tidaklah semudah yang kita bayangkan.
Perlu pembaca blog ini ketahui bahwa apa yang Anda saksikan di televisi itu adalah sebuah adegan yang sudah melalui proses editing. Ada banyak sekali kegagalan yang terjadi ketika orang yang dihipnotis sama sekali tidak menuruti kehendak penghipnotis. Adegan yang gagal dibuang. Atau dengan kata lain, yang ditayangkan itu adalah adegan yang berhasil saja.
CIRI KHAS HIPNOTIS YANG HARAM DAN MENYESATKAN
1. Biasa disebut dengan sihir, gendam, black magic, ilmu sirep,
Sihrul ‘ain dsb.
Bentuk hipnotis tradisonal supranatural semuanya menggunakan bantuan
“kuasa kegelapan” (setan), kita sebagai umat Islam dilarang dengan
keras meminta bantuan jin sebab akan disesatkannya (QS.Jin, ayat 6)
2. Mengandung unsur Syirik / Perusakan Akidah seperti :
- Menggunakan mantra mantra tertentu
- Menggunakan jimat seperti keris, batu akik, batu kristel rajah
dsb.
-Melakukan ritual ritual tertentu yang tidak ada syariatnya
seperti : puasa ngebleng, potong ayam hitam, kungkum, sesaji
Mengajarkan Past Life Experience (reinkarnasi)Mengajarkan
Metaphysical Hypnosis
Mencampur tekhnik hipnotis dengan energi esoteris (reiki, prana, chi dll)
3. Menyakiti dan merugikan orang lain secara fisik mental dan
spiritual.
Biasa digunakan untuk tujuan kejahatan seperti penipuan, pencurian,
mempermainkan dan mempermalukan orang lain, memperalat orang
lain dll.
4. Dilakukan tanpa mendapatkan persetujuan dari yang dihipnotis
Hipnotis gendam, sirep, sihru’ain walau tanpa persetujuan dari
yang dihipnotis tetap dapat membuat korbannya terkena serangan
hipnotis sebab setan langsung masuk kedalam diri korban tersebut
hingga korbannya menjadi tidak sadar atau membuat korbannya
menderita kerugian baik secara fisik, mental dan spiritual.
5. Memanfaatkan kebodohan korban seperti :
– percaya pada kekuatan benda (menipu dengan benda keramat dll)
– percaya pada kesaktian si penghipnotis
6. Mempermalukan, mempermainkan dan menipu orang lain didepan umum.
Stage Hypnosis (hipnotis entertainment/hiburan) haram hukumnya
sebab dapat mempermalukan, mempermainkan orang lain dimuka umum,
walaupun sudah mendapat persetujuan yang bersangkutan. menjadi
negatif karena tidak etis.
7. Membuat orang tidak sadar 100%
Pada prakteknya Hipnotisme dapat membuat orang tidak sadar 100%
karena berada dibawah pengaruh hipnotis, hal ini menjadi sangat
berbahaya bagi kesehatan jiwa orang tersebut. Pada beberapa kasus
penghipnotis memberikan sugesti negatif yang akan langsung
diterima alam bawah sadar suyet tanpa dapat dia filter lagi
hingga suyet dapat melakukan hal-hal diluar norma atau nilai
agama.
PERTANYAAN YANG MUNGKIN AKAN DIAJUKAN PADA SAYA :
Adakah hipnotis yang halal dan syar’i dan bagaimana pendapat para
ulama mengenai hipnotis ?
Untuk menjawab pertanyaan itu, tunggu saja tulisan saya berikutnya.
Stay tune terus di http://www.metafisis.wordpress.com
assalammu alaijum
terimakasih. Melalui tulisan ini, sedikit terjawab pertanyaan saya atas tidak masuk akalnya apa yang dilakukan romy rafael dan kawan-kawan. tapi, saya masih penasaran dengan romy rafael tsb. dari mana dia mempelajari ilmu itu? apa juga bekerjasama dengan jin???
mohon d bahas d tulisan berikutnya.
trimakasih.
saya ingin tanya tentang tenaga dalam kenapa di bilang sesat
padahal tenaga dalam itu doa nya bisa dari al qur’an atau dari para wali terdahulu.
coba banyak sekali tenaga dalam yang ada di jawa timur semuanya insya allah memakai doa doa,,, terutama langsung doa itu dari AL QUR’AN.
anda ketahui bahwa anda belum mencobanya cuman tahu cerita tentang banteN,emank dari dulu banten itu terkenal santetnya tetapi jangan membawa nama nama tenaga dalam.
doa-doa jika dipelintir, diubah dan disalahgunakan maka menjadi salah
bukankah ada bahan baku pupuk yang jika disalahgunakan dan diubah maka menjadi bom
intinya semua ini tergantunga pada niat kita, kalau salah niat jangankan yang salah yang benar aja jadi gak karuan
niat yg benar tapi jika caranya salah juga akan kacau
contoh: suami ingin menjaga istri, caranya: dikunci dlm penjara agar aman
atau dokter memberi obat yg melebihi dosis sampai pasien mati, niatnya agar pasien segera sembuh dgn obat yg banyak
solat subuh 20 rokaat dgn niat agar pahalanya berlimpah
dll
jika haram cukup jangan dilakukan. Jk orang lain menyukai reiki, tai chi dll jangan disalahkan krn mereka orang china, tibet dll. Harus menghargai sesama manusia. Orang jepang adalah penyembah matahari ( dewi amaterasu ) tapi banyak ” orang munafik “, mereka yg sok suci juga ” mengendarai motor dan mobil buatan jepang, pakai televisi kulkas laptop dll buatan jepang. Banyak orang sok suci anti bangsa amerika tapi “mereka memakai sofwere komputer buatan orang amerika. Gimana kok bisa2nya gitu hlo.
Rasulullah dan para sahabatnya memakai teknologi orang kafir, berdagang/bisnis dgn orang kafir,,
namun tetap lantang menyatakan mana yg halal, mana yg haram,
lantang menyatakan mana yg musyrik mana yg bukan,
Rasulullah memberantas budaya2 yg tidak sesuai ajaran islam, menghancurkan berhala meski berhala itu peninggalan nenek moyang yg memiliki nilai sejarah tinggi