• Blog Stats

    • 36,973,721 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbanyak Dibaca

  • Artikel Terbaru

  • kategori artikel

  • arsip artikel

  • bagi yg ingin menambah teman fb, curhat, konsultasi masalah agama, silahkan add FB:

    ========================================== bagi yg ingin menambah teman fb, curhat, konsultasi masalah agama, silahkan add FB: iz_chech@yahoo.com , bagas_rara@yahoo.co.id , ainuamri2@gmail.com , dameyra@yahoo.com eone_cakep50@yahoo.com ==============================
  • wasiat untuk seluruh umat manusia

    kasihilah semua makhluk yang ada di muka bumi, niscaya Tuhan yang ada di atas langit akan mengasihimu.. =============================================== Cara mengasihi orang kafir diantaranya adalah dengan mengajak mereka masuk islam agar mereka selamat dari api neraka =============================================== wahai manusia, islamlah agar kalian selamat.... ======================================================
  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka (al baqarah ayat 120)

    Wahai Kaum Muslim, Telah nyata kebencian dan makar kaum kafir untuk menghancurkan Islam dan umatnya. Mereka telah melakukan konspirasi canggih dan rapi untuk mengubur Islam. Mereka terus terjaga dan berpikir keras siang-malam untuk mencari dan mencoba cara-cara terbaru untuk menghancurkan Islam. Mereka bahu-membahu dan terus bekerjasama memikirkan bagaimana merusak Islam. Mereka tak segan-segan melakukan teror, intimidasi, hingga serangan fisik dalam rangka meluluhlantakkan Islam dan umatnya. Akankah kita berdiam diri? Ridhakah kita menyaksikan Islam diinjak-injak dan dihinakan? ---------------------------------------------------------- Wahai Kaum Muslim, Islam akan terselamatkan jika kita semua berpegang teguh dengan syariat Islam, insya allah. Artinya, kita tidak hanya meyakini Islam sebatas bibir semata. Lebih jauh, kita harus menerapkan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan kita; baik dalam ibadah ritual yang biasa kita laksanakan maupun dalam bidang akhlak dan muamalah—seperti politik, ekonomi, sosial, pendidikan, dan sebagainya. ------------------------------------------------------------ Di samping itu, harus ada institusi negara (Khilafah) yang melindungi seluruh kepentingan umat Islam. Dengan institusi inilah seluruh syariat Islam akan diterapkan secara sempurna sehingga akidah umat dapat terselamatkan. Marilah kita bahu-membahu, mencurahkan pikiran dan tenaga kita demi tegaknya Khilafah Islamiyah. ---------------------------------------------------------- Sesungguhnya barat tidak memandang kita dengan dua kaca mata, namun hanya satu kaca mata saja, yaitu kacamata fanatik buta, kedengkian dan kezhaliman yang nyata terhadap kaum muslimin. Tatkala Islam tegak dengan tanpa mempermasalahkan batas-batas wilayah, bersatu dalam amal serta telah rekat persatuannya maka tiba-tiba saja mereka merobek-robek dan mencerai beraikan kita. ================================================
  • SALAFY & WAHABI BUKANLAH ALIRAN SESAT

    Al-Malik Abdul Aziz berkata : “Aku adalah penyeru kepada aqidah Salafush Shalih, dan aqidah Salafush Shalih adalah berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang datang dari Khulafaur Rasyidin” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz hal.216] ------------------------------------------------------------------------------------- Beliau juga berkata : “Mereka menamakan kami Wahabiyyin, dan menamakan madzhab kami adalah madzhab wahabi yang dianggap sebagai madzhab yang baru. Ini adalah kesalahan fatal, yang timbul dari propaganda-propaganda dusta yang disebarkan oleh musuh-musuh Islam. Kami bukanlah pemilik madzhab baru atau aqidah baru. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak pernah mendatangkan sesuatu yang baru, aqidah kami adalah aqidah Salafush Shalih yang datang di dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang ditempuh oleh Salafush Shalih. Kami menghormati imam empat, tidak ada perbedaan di sisi kami antara para imam : Malik, Syafi’i, Ahmad dan Abu Hanifah, semuanya terhormat dalam pandangan kami” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz, hal. 217] ---------------------------------------------------------
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

SISI LAIN ARAB SAUDI (kumpulan artikel mengenai arab saudi, dan bantahan terhadap berbagai fitnah dan isu miring terhadap saudi)

SISI LAIN ARAB SAUDI (kumpulan artikel mengenai arab saudi, dan bantahan terhadap berbagai fitnah dan isu miring terhadap saudi)

-

Bismillahirrahmanirrahim..
 
Pada hari ini begitu banyak manusia tidak lagi mengenal islam yang murni sebagaimana islam yang dibawakan Rasulullah Muhammad Sholallahu ‘alaihi Wa Salam dan para Shahabat Rhodhiallahu Ajma’in.
 
Dan ketika datang dakwah Tauhid dan Sunnah diatas Manhaj Salaf yang mengajak pada kemurnian tersebut mereka berpaling dengan seribu alasan.
 
Arab Saudi sebagai sebuah negara islam yang gigih membela dakwah Tauhid dan Sunnah diatas Manhaj Salaf pun tak terelakkan dari cacian dan makian, seolah-olah para pencaci itu telah membangun negara yang lebih baik.
 
Sebuah pemerintahan Islam atau masyarakat Islam bukanlah sebuah kumpulan orang-orang yang tidak pernah berbuat dosa sama sekali, sehingga kita bisa menuduh para ulama yang membimbing masyarakat tersebut telah gagal atau tidak becus dalam membina negaranya.


Bahkan di masa kepemimpinan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang masyarakatnya adalah generasi terbaik ummat ini, ada orang yang didera karena minum khamar, ada yang dirajam karena berzina, bahkan ada yang murtad keluar dari Islam. Namun tidak ada satupun yang menuduh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam telah gagal mendidik para sahabatnya. Karena memang, tidak ada satupun manusia yang terjaga dari kesalahan selain para Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam, olehnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ بنِي آدَمَ خَطَّاءٌ ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

 
“Setiap anak adam senantiasa berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang senantiasa bertaubat.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shohihut Targhib, no. 3139)

 
Memang Arab Saudi dan negara islam lain saat ini bukanlah bentuk paling ideal dari pemerintahan islam, tapi bukan berarti kita kita tidak mendukung kebenaran yang mereka canangkan.
 
Dalam rangka lebih mengenal negara Arab Saudi yang telah membela dakwah Tauhid dan Sunnah diatas Manhaj Salaf maka saya persembahkan blog ini. 
 
Dan saya mohon ampun pada Allah ‘Azza wa Jalla dan maaf dari kaum muslimin jika dalam blog ini terdapat kesalahan.
 
MARI  KEMBALI  KEPADA  TAUHID  DAN  SUNNAH
TINGGALKAN  SYIRIK  DAN  BID’AH

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

silahkan klik masing2 judul artikel untuk membacanya:

Kiat-Kiat Meninggalkan Lagu & Musik

Kiat-Kiat Meninggalkan Lagu & Musik
Ada beberapa kiat agar kita dapat meninggalkan kebiasaan mendengarkan lagu dan musik, diantara kiat tersebut adalah:1. Bertaubat kepada Allah dengan taubat yang ikhlas, jujur dan benar.

2. Berdoa kepada Allah agar diberikan taufik dan kemudahan untuk meninggalkan lagu dan musik.

3. Menjauhkan diri untuk tidak mendengarkan lagu dan musik, baik yang dimainkan di radio, televisi maupun dari selain keduanya, terlebih lagi lagu-lagu yang cabul dan diiringi musik.

4. Dalam Islam tidak ada istilah hobi kepada sesuatu yang mengandung dosa dan maksiat. Hobi harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan syari’at dan tidak boleh melanggar syariat.

5. Lawan terbesar dari lagu dan musik adalah dzikrullah (berdzikir kepada Allah). Membaca al-Qur’an terutama membaca surat al-Baqarah, berdasarkan sabda Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-:

“Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan surat al-Baqarah di dalamnya.” [Shahih: HR.Muslim no.780 dari Shahabat Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu-].

6. Membaca Sirah Nabi Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan kepribadian beliau serta membaca kisah-kisah para Shahabat -radhiyallahu ‘anhum-.

7. Ingatlah bahwa bernyanyi dan main musik tidak ada manfaatnya begitu pula mendengarkannya. Semua itu adalah perbuatan sia-sia. Sifat orang yang beriman adalah meninggalkan hal yang sia-sia.

8. Berteman dengan orang-orang yang shalih.

Sebab, teman yang shalih akan senantiasa mengajak kepada ketaatan kepada Allah Ta’ala dan melarang dari berbuat maksiat kepada Allah Ta’ala. Selain itu, agama seseorang tergantung dari agama sahabat karibnya, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

“Seseorang itu tergantung pada agama teman karibnya. Maka hendaklah seorang dari kalian memperhatikan dengan siapa itu bersahabat karib.” [Hasan: HR.Ahmad (II/303; 334), Abu Dawud (no.4833), dan at-Tirmidzi (no.2378)

Sumber: Disalin dari buku Hukum Lagu, Musik, dan Nasyid Menurut Syariat Islam, Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas -hafizhahullah-, Pustaka at Taqwa, Hal.111-113

http://www.facebook.com/KisahTeladanSejarahIslam

===================================

untuk mengetahui alasan dan dalil haramnya musik silahkan baca:

http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/saatnya-meninggalkan-musik.html

http://al-atsariyyah.com/haramnya-nyanyian-dan-alat-musik.html

http://ustadzaris.com/kata-sepakat-ulama-dalam-haramnya-musik

http://beritamuslimsahih-ahlussunnah.blogspot.com/2011/10/benarkah-musiklagunyanyian-itu-haram.html

http://www.salafy.or.id/2003/06/18/nyanyian-dan-musik-dalam-islam-ii/

http://www.salafy.or.id/2003/06/17/nyanyian-dan-musik-dalam-islam-i/

http://abul-jauzaa.blogspot.com/2008/07/terapi-kesehatan-dengan-musik.html

http://abul-jauzaa.blogspot.com/2008/05/hukum-musik-dan-nyanyian-3.html

http://abul-jauzaa.blogspot.com/2008/05/hukum-musik-dan-nyanyian-2.html

http://bestabuabdullah.blogspot.com/2011/02/kepada-para-pecinta-nasyid-tinjauan.html

http://www.salafyoon.net/fiqih/hukum-nasyid-1.html

http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/kehormatanmu-wahai-saudaraku-4.html

=

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=310844805677301&set=a.194645200630596.42122.189052644523185&type=1&relevant_count=1

#Bantu Share ya Jika Berkenan :)
Foto: #Bantu Share ya Jika Berkenan :)

SISI LAIN ARAB SAUDI (kumpulan artikel yang menjelaskan keutamaan arab saudi dan bantahan bagi berbagai fitnah kepadanya)

SISI LAIN ARAB SAUDI (kumpulan artikel yang menjelaskan keutamaan arab saudi dan bantahan bagi berbagai fitnah kepadanya)

 

Pada hari ini begitu banyak manusia tidak lagi mengenal islam yang murni sebagaimana islam yang dibawakan Rasulullah Muhammad Sholallahu ‘alaihi Wa Salam dan para Shahabat Rhodhiallahu Ajma’in.

Dan ketika datang dakwah Tauhid dan Sunnah diatas Manhaj Salaf yang mengajak pada kemurnian tersebut mereka berpaling dengan seribu alasan.

Arab Saudi sebagai sebuah negara islam yang gigih membela dakwah Tauhid dan Sunnah diatas Manhaj Salaf pun tak terelakkan dari cacian dan makian, seolah-olah para pencaci itu telah membangun negara yang lebih baik.

Sebuah pemerintahan Islam atau masyarakat Islam bukanlah sebuah kumpulan orang-orang yang tidak pernah berbuat dosa sama sekali, sehingga kita bisa menuduh para ulama yang membimbing masyarakat tersebut telah gagal atau tidak becus dalam membina negaranya.


Bahkan di masa kepemimpinan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang masyarakatnya adalah generasi terbaik ummat ini, ada orang yang didera karena minum khamar, ada yang dirajam karena berzina, bahkan ada yang murtad keluar dari Islam. Namun tidak ada satupun yang menuduh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam telah gagal mendidik para sahabatnya. Karena memang, tidak ada satupun manusia yang terjaga dari kesalahan selain para Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam, olehnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ بنِي آدَمَ خَطَّاءٌ ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

 
“Setiap anak adam senantiasa berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang senantiasa bertaubat.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shohihut Targhib, no. 3139)


Memang Arab Saudi dan negara islam lain saat ini bukanlah bentuk paling ideal dari pemerintahan islam, tapi bukan berarti kita kita tidak mendukung kebenaran yang mereka canangkan.

Dalam rangka lebih mengenal negara Arab Saudi yang telah membela dakwah Tauhid dan Sunnah diatas Manhaj Salaf maka saya persembahkan blog ini. 

Dan saya mohon ampun pada Allah ‘Azza wa Jalla dan maaf dari kaum muslimin jika dalam blog ini terdapat kesalahan.

MARI  KEMBALI  KEPADA  TAUHID  DAN  SUNNAH
TINGGALKAN  SYIRIK  DAN  BID’AH

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarokatuh.
==================================

Terbaru

Label

Arsip

Tanda-tanda Orang Yang Terkena Gangguan Jin, Setan, Kesurupan, Kerasukan, Atau terkena Sihir, serta cara mengatasinya

Tanda-tanda Orang Yang Terkena Gangguan Jin, Setan, Kesurupan, Kerasukan, Atau terkena Sihir, serta cara mengatasinya

Gejala waktu terjaga. Di antaranya adalah :

-Badan terasa lemah, loyo dan tidak ada gairah hidup

-Berat dan malas beraktifitas

-Banyak mengkhayal dan melamun, senyum dan bicara sendiri, tiba-tiba menangis atau tertawa tanpa sebab

-Pikiran melayang-layang, Cemas dan gelisah.

-Banyak makan tapi tidak kenyang-kenyang atau tidak makan tetapi fisiknya kuat sekali, walau tanpa dopping atau suplemen energi

-Emosional, mudah marah dan membesar-besarkan masalah, memusingkan masalah kecil.

-Sakaw dan Sugesti untuk menggunakan narkoba kembali

-Kesurupan atau tersumbatnya syaraf-syaraf

-Berteriak-teriak atau memaki-maki dengan kata-kata kotor dan tidak pantas (Tourette Syndrome)

-Asal bicara, tidak peduli perasaan orang lain. Merasa bingung, merasa hidup ini serba salah.

-Berjalan jauh tanpa tujuan, obsesif-kompulsif, sering mengajak berdebat sambil menahan emosi, selalu menyalahkan orang lain atau mencari kesalahan orang lain.

-Curiga berlebihan pada orang lain (Paranoid), Phobia.

-Perasaan berdosa yang berlebihan, merasa terkutuk, putus asa menjadi orang yang baik, banyak bicara tentang kebaikan namun tidak mengamalkannya, merasa diri serba bisa dan merasa diri manusia pilihan.

-Muncul rasa was-was sewaktu berwudhu atau sholat

-Pembicaraan melantur, Ambivalensi, menceritakan sesuatu yang tragis sambil tertawa, menceritakan aib diri sendiri dan aib orang lain.

-Bisa melihat jin dan sensitive akan keberadaan jin di sekitarnya, berkomunikasi dengan setan dalam musik, menggerak-gerakkan anggota tubuh jika mendengar musik, Perasaan bahagia ketika musik kesukaannya diputar, suka menjulurkan lidah.

-Benci melihat orang shaleh (taat beragama) dan kebenciannya lebih besar terhadap para pendosa.

-Merasa diri menjadi pusat perhatian terutama jika dilanjutkan dengan membuka aurat, bangga berlebihan ketika dipuji, selalu mencari perhatian orang lain, Pamer harta secara abnormal, usia tua tapi penampilan dan gaya hidup seperti anak kecil.

-Menirukan gerakan-gerakan binatang tanpa disadari, menirukan kata-kata orang lain (Echolalia), menirukan gerakan-gerakan orang lain (Echopraksia).

-Sering merasa ada getaran, hawa dingin atau panas, kesemutan, berdebar dan sesak napas saat membaca Al-qur’an

### Gejala waktu tidur. Di antaranya adalah:

-Banyak tidur dan ngantuk berat, atau sulit tidur tanpa sebab

-Sering tindihan (tidak bisa bergerak waktu tidur) dan mengigau dengan kata-kata kotor

-Melakukan gerakan-gerakan aneh, seperti mengunyah dengan keras sampai beradu gigi

-Sering mimpi buruk dan seram atau seakan-akan jatuh dari tempat yang tinggi

-Mimpi melihat binatang-binatang seperti ular, kucing, anjing, singa, serigala yang seakan-akan menyerangnya

-Mimpi ditemui jin yang mengaku arwah nenek moyang atau tokoh tertentu

-Saat tidur seperti ada yang mencekik lehernya atau menggelitikinya atau menendangnya

========================================

untuk mengetahui cara islami dalam mengatasi gangguan jin, makhluk halus, setan, santet, sihir, kesurupan, guna2, penampakan, kerasukan makhluk halus, dll, silahkan buka: http://www.ruqyah-online.blogspot.com , http://www.metafisis.wordpress.com , http://www.konsultasiruqyah.wordpress.com , http://www.quranic-healing.blogspot.com

http://www.konsultasiruqyah.wordpress.com

http://ulamasunnah.wordpress.com/2009/02/02/bagaimana-cara-meruqyah-yang-benar/

http://www.fadhilza.com/2011/01/tadabbur/mencegah-dan-mengatasi-gangguan-jin-pada-manusia.html

http://klinikruqyahsariyah.indonetwork.co.id/2761393/ruqyah.htm

http://kaahil.wordpress.com/2010/05/20/13-contoh-praktek-pengobatan-ruqyah-yang-menyimpang-hukum-berdialog-dengan-jin-serta-hukum-memukul-mencekik-atau-yang-semacamnya-ketika-meruqyah/

http://kaahil.wordpress.com/2010/04/02/mengenal-sifat-sifat-bentuk-jin-bagaimana-jin-syetan-bisa-merasuki-badan-manusia-kesurupan/

http://kaahil.wordpress.com/2010/04/07/apa-itu-ruqyah-bagaimana-syarat-syarat-ruqyah-yang-sesuai-syariat/

http://kaahil.wordpress.com/2010/04/02/mengenal-sifat-sifat-bentuk-jin-bagaimana-jin-syetan-bisa-merasuki-badan-manusia-kesurupan/

http://almanhaj.or.id/content/2693/slash/0

http://muslimah.or.id/aqidah/ruqyah-1-terapi-ruqyah-syari.html

http://muslimah.or.id/aqidah/ruqyah-1-terapi-ruqyah-syari.html

http://www.fadhilza.com/2011/01/tadabbur/mencegah-dan-mengatasi-gangguan-jin-pada-manusia.html

http://www.konsultasiruqyah.wordpress.com/

 

Jagalah Diri dan Keluarga dari Api Neraka

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At-Tahrim: 6)

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa/siapa yang di bawah kepemimpinannya. Kepala negara adalah pemimpin. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya. Seorang istri adalah pemimpin atas rumah suaminya dan anak suaminya. Maka setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya (dimintai pertanggungjawaban) terhadap apa yang dipimpinnya.” (HR. Al-Bukhari no. 2554 dan Muslim no. 1829)

“Berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat.” (QS Asy Syu’ara: 214)

 

======================

Bagi yg ingin bertanya, curhat, konsultasi, segala permasalahan (cinta, agama, keluarga, kehidupan, cara mengatasi sihir/santet/gangguan jin, dll) silahkan kirim pertanyaan ke: http://www.facebook.com/pages/Rumah-Rohis-Konsultasi-Remaja/189636341071382

===============
Syaikhul Islam Ibnu Tamiyah pernah berkata, “Tidaklah seseorang berharap dan bersandar kepada sesuatu makhluk pun, melainkan makhluk itu akan mengecewakan dan memupuskan harapannya. Namun barangsiapa menyerahkan segenap urusannya kepada Allah niscaya ia akan mendapat apa yang ia cita-citakan.”

Ibnul Qayyim berkata, “Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalah [1] tidur di waktu pagi, [2] sedikit sholat, [3] malas-malasan dan [4] berkhianat.”

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Maukah kalian kuberitahukan dosa besar yang terbesar?” Para Sahabat menjawab, “Tentu mau, wahai Rasulullah ” Beliau bersabda, “Berbuat syirik kepada Allah, dan durhaka terhadap orang tua.” ….. (Al-Bukhari dan Muslim)

kumpulan kisah nyata yang sangat menyentuh hati

kumpulan kisah nyata yang sangat menyentuh hati

Assalamualaikum…

Berikut daftar kumpulan kisah nyata yang ada di blog http://www.enkripsi.wordpress.com . Insyaallah akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu.  Nikmati pula sajian artikel menarik yang a kumpulkan dari berbagai sumber maupun tulisan a sendiri. Untuk memudahkan pencarian, tiap artikel a kategorikan berdasarkan “content” nya ke dalam kategori berikut >> buah hati,  entrepreneurIPTEKKesehatankisahmancanegaramualaf (convert to Islam)ramadhanrileksSAKINAHtaarufTak Berkategori,Tips n Trik Blog, dan ulama .Untuk melihat kisah secara lengkap silahkan klik pada judul tiap kisah dibawah ini.

Selamat membaca, semoga bermanfaat. , barakallahufiik :)

  1. Ayah..Engkau Lebih Berharga Dari Uang Itu..
  2. aku datang Maisya
  3. Taubatnya Seorang Jagoan
  4. Aku Menunggumu
  5. Sebelum Meninggal Dia Mengatakan, “Aku Mencium Bau Surga!”
  6. KESUDAHAN YANG BERLAWANAN
  7. Dan Mereka pun Menangis
  8. Kisah Sabar Yang Paling Mengagumkan
  9. Merpati Tak Lagi Terbang Tinggi
  10. Menggapai Cinta Ibu
  11. Kisah Gadis Kecil Yang Shalihah
  12. Kisah Relawan Cilik : Berdakwah Dengan Cara Menginfakkan Hartanya
  13. Wanita Penghuni Surga Itu…
  14. SEORANG AYAH BERTAUBAT DENGAN SEBAB ANAKNYA YANG MASIH BERUSIA 7 TAHUN
  15. Syukurnya Seorang Buta
  16. SETELAH GAGAL 2 KALI
  17. SELAMAT TINGGAL ROKOK
  18. OBAT SEGALA PENYAKIT
  19. KELEMBUTAN ALLAH TERHADAP HAMBA-HAMBANYA
  20. JALAN KELUAR BAGI YANG BERTAKWA DAN BERSEDEKAH
  21. PREMAN TRANSNASIONAL DIRESTUI, MUSLIM TAAT DIMUSUHI
  22. KISAH SU’UL KHATIMAH
  23. BETAPA LEMBUT RAHMATMU YA ALLAH
  24. Ya Rabbi, Lapangkanlah Dada Keduanya Untuk Shalat
  25. PERSETERUAN DUA BERSAUDARA DI PENGADILAN
  26. ATHA’ BIN YASAR dan wanita penggoda
  27. MENINGGAL DI DEKAT KA’BAH
  28. ANAK-ANAK PEMBAWA HIDAYAH
  29. Ummu Shalih, 82 tahun, Penghafal Al-Qur’an
  30. UMAR BIN ABDUL AZIZ DAN LILIN NEGARA
  31. Petikan cerita saudari muslimah dari Australia
  32. Kisah Si Gadis
  33. Kesabaran Berujung Kenikmatan
  34. Mari Terbitkan Surga di Beranda Rumah Kita, Dinda
  35. Antara Canda dan Tangis Syaikh Ibnu Baz
  36. “Berikan kami Al Qur’an, bukan cokelat!”
  37. Jahannam, Setelah 300 KM
  38. Pemuda Ukraina Yang “Gila” Fisika Memeluk Islam Karena Penelitian Ilmiah
  39. Keajaiban Kesabaran dan Kekuatan DOA Seorang ISTERI
  40. Sebuah Kisah tentang Cadar
  41. Istriku, Aku Mencintaimu
  42. Kisah Masuk Islamnya Seorang Dokter Amerika Karena Satu Ayat Al-Qur’an
  43. Istri yang Menyejukkan Hati
  44. Kutemukan Islam Berawal dari Liburan
  45. Kisah Seguci Emas – Sebuah Pelajaran Yang Sangat
  46. Kisah Si Pemalas dengan Abu Hanifah
  47. KASIH IBU (Sebuah artikel di rubrik “pintu taubat” majalah nikah sakinah)
  48. MENABRAK JODOH
  49. TUKAR JODOH
  50. Gubernur dan Wanita Jelata
  51. Asuransi Ilahi
  52. Syaikh Bin Baz rahimahullah dan Seorang Pencuri
  53. Lelaki Yang Gemar Membaca Al-Qur’an
  54. Kisah Taubat Seorang Peragawati dari Negeri Barat
  55. Meninggalkan Dusta Diterima Kerja
  56. Komandan Tentara Rusia Jadi Muadzin
  57. AYAH, BUNDA, inilah jalan kita
  58. Kisah Imam asy-Syafi’i Dan Para Pendengki (Kecerdasannya Yang Luar Biasa Dan Tiada Duanya)
  59. Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika
  60. Kisah Nyata… (*sesuai judul dari sumber artikel)
  61. DITEPI JALAN KOTA*
  62. Tak Jadi Mencuri Terung, lalu Allah Karuniakan Untuknya Seorang Isteri
  63. PRIA ES – Kisah Nyata Unik Seputar JODOH dan TAKDIR
  64. Di TENGAH KEPASRAHAN (Kisah Perjuangan Seorang Ibu)
  65. Pakar Hadits dan Rektor yang Enggan Menaiki Mobil Dinas
  66. JANGAN AMBIL ANAKKU
  67. KENA BATUNYA (Kisah Nyata tentang Bahaya GHIBAH – menggunjing)
  68. Dan BULAN pun TERSENYUM
  69. MAHAR (Kisah Nyata tentang Mahar Terindah berupa TAUHID)
  70. Bukan Permata Biasa
  71. Kisah Seorang Pengajar Al Qur’an
  72. Boleh Jadi Kamu Membenci Sesuatu Padahal Ia Amat Baik Bagimu
  73. Menjadi penghuni Surga karena tidak hasad
  74. Jalan Terdekat Menuju Surga
  75. Gadis Kecil Itu Telah Tiada, Seolah Ia Ada Untuk Menasihati Kami
  76. MAS IKHWANKU – kisah nyata dari rubrik pintu^taubat majalah SAKINAH
  77. Memberi satu dirham (kurang lebih setara Rp. 80.000,-) lalu Allah memberinya seratus dua puluh ribu dirham (kurang lebih setara Rp. 9.600.000.000,-)
  78. KIsah Nyata Teladan Muslimah
  79. Berkah Sebuah Ketakwaan
  80. Taubat Seorang Ibu Ditangan Putrinya
  81. Dibalik Proyek Amerika Yang Menghabiskan 1 Milyar U$ Ternyata Kebenaran Islam Yang Terungkap
  82. Terkadang Keshalihan Itu Tertular Dari Teman…
  83. [Renungan Motivasi Diri] Sebuah Kisah Nyata Tentang Perjalanan Menuntut Ilmu Seorang Pemuda di Zaman Ini
  84. Kisah Islamnya bocah Amerika
  85. Nenek Umar bin Abdul Aziz
  86. BUKAN SOPIR BIASA
  87. KEISTIMEWAAN SEDEKAH, RENUNGAN BAGI ORANG YANG SAKIT
  88. KEKASIH MASA LALU
  89. SAKIT GAK JADI PENGHALANG
  90. Amalia namanya…
  91. MUSLIMAH MUDA PEJUANG ANTI KEMISKINAN
  92. •♥• Seindah Cinta Ketika Berlabuh •♥•
  93. Karena Do’a, Si Buta yang Papa mendapatkan wanita yang Cantik Jelita

  94. Sikap Menawan Da’i Buta Berbuah Hidayah
  95. bersama SHALAT GERHANA di Masjid Nurussunnah

 

 

http://enkripsi.wordpress.com/kisah-nyata/

kumpulan artikel islam yang sangat menarik

daftar kumpulan artikel islam yang sangat bermanfaat dan sangat menarik dari www.alimalbantuliy.blogspot.com

berikut ini daftar kumpulan artikel islam yang sangat bermanfaat dan sangat menarik dari http://www.alimalbantuliy.blogspot.com , silahkan klik judul masing2 artikel untuk membacanya

  1. Kaya Tanpa ImanNew !!
  1. Kaya Tanpa ImanNew !!

DAFTAR ARTIKEL YANG MENJELASKAN MENGENAI HARAMNYA PACARAN , ajakan berpacaran adalah ajakan iblis dan setan, maka jangan tergoda

DAFTAR ARTIKEL YANG MENJELASKAN MENGENAI HARAMNYA PACARAN , ajakan berpacaran adalah ajakan iblis dan setan, maka jangan tergoda

silahkan klik judul artikel untuk membacanya:

Recent Posts

DAFTAR ARTIKEL YANG MENJELASKAN MENGENAI HARAMNYA MUSIK, TERMASUK MUSIK RELIGI SEMUANYA HARAM

BERIKUT INI DAFTAR ARTIKEL YANG MENJELASKAN MENGENAI HARAMNYA MUSIK, TERMASUK MUSIK RELIGI SEMUANYA HARAM.

silahkan klik judul masing-masing artikel untuk membacanya:

artikel terbaru

kumpulan artikel islami sangat bermanfaat karya ustadz Abu Al Jauzaa

berikut ini kumpulan artikel islami sangat bermanfaat karya ustadz abul jauzaa, silahkan klik masing2 judul untuk membacanya:

  1. AL-‘AIN (اْلعَيْنُ) – Pandangan Mata
  2. HUKUM MEMANGGIL NON-MUSLIM SEBAGAI SAUDARA
  3. Percaya Sama Mbah Dukun ? haram lah…
  4. Kafirkah Kedua Orang Tua Nabi ? (sebuah ringkasan)
  5. Al-Qur’an adalah Kalamullah, Bukan Makhluk !!
  6. Larangan Mencaci Maki Angin
  7. PENJELASAN RINGKAS IMAM AHLUS-SUNNAH TENTANG HADITS DATANGNYA MALAIKAT MAUT KEPADA NABI MUSA ‘ALAIHIS-SALAAM
  8. ALLAH LEBIH DEKAT DARIPADA URAT LEHER
  9. Pembagian Tauhid Menurut Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah
  10. ‘Aqidah Shahihah tentang Turunnya Nabi ‘Isa ‘alaihis-salaam di Akhir Jaman
  11. Sebagian Pokok-Pokok ‘Aqidah Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah – Komparasi Antara Klaim dan Realitas
  12. Mengolok-Olok Syari’at -
  13. Penjelasan Ibnu Rajab tentang Tauhid Al-Asmaa’ wash-Shifaat
  14. Hukum Meminta Perlindungan Kepada Jin
  15. Tidak Ada Permusuhan Antara Muslim (Umat Islam) dengan Yahudi
  16. Yahudi Bukan Israail (Israel)
  17. Laki-Laki Lebih Banyak dari Wanita ::
  18. Peperangan Kita dengan Kuffar Bukan Peperangan karena ‘Aqidah !! – Penafikkan Jihad Ofensif ?
  19. Ragam Pemikiran Mu’tazilah
  20. Terbitnya Matahari dari Arah Barat [طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا] – Salah Satu Tanda Hari Kiamat Besar….
  21. Ahlul-Bait Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam
  22. ‘Aqidah Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah dalam Sifat Allah ta’ala
  23. Tanya – Jawab ‘Aqidah Seputar Hukum Perdukunan, Ilmu Perbintangan (Tanjiim), dan Thiyarah
  24. MENYIKAPI PENGUASA YANG DHALIM – Tanya Jawab
  25. Ciri-Ciri Ahli Bid’ah
  26. Al-Qaadliy Abu Bakr Al-Baqillaniy : Allah Berada di Atas ‘Arsy
  27. Ketika Ilmu Diangkat dan Kebodohan Merajalela
  28. Orang Mati Tidak Bisa Mendengar
  29. Posisi Al-Hafidh Ibnu Katsir dalam At-Tahkim ‘alal-Qawaaniin – Menjawab Sebagian Syubhat Takfiriyyuun
  30. Isti’anah dan Isti’adzah
  31. Kitab Mujmal Masaailil-Iman Al-’Ilmiyyah fii Ushuulil-’Aqiidatis-Salafiyyah
  32. ‘Aqidah Ahlus-Sunnah : Kaum Mukminin Kelak Akan Melihat Allah di Hari Kiamat/Akhirat (Ru’yatullah)
  33. Adzab Kubur Bertentangan dengan Al-Qur’an
  34. Sifat-Sifat Surga dalam As-Sunnah Ash-Shahiihah
  35. Asy-Syafi’iy Bertabarruk dengan Kubur Abu Hanifah
  36. Anjuran Al-Imam Maalik bin Anas untuk Berdoa Menghadap Kubur Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam
  37. Kitab Al-Ajwibatul-Mutalaaimah ‘alaa Fatawaa Al-Lajnah Ad-Daaimah (الأجوبة المتلائمة على فتوى اللجنة الدائمة)
  38. Paham Asy’ariyyah adalah Cucu Paham Jahmiyyah ? 
  39. Penjelasan Asy-Syaikh ‘Abdul-Qadiir Al-Jaelaniy rahimahullah tentang Ciri-Ciri ‘Aqidah Jahmiyyah
  40. At-Tafwidl Dan Makna Hakiki 
  41. Eksistensi Jin Menurut Syari’at Islam
  42. Sifat Dua Tangan Allah (يد الله)
  43. Amal dan Iman 
  44. Nama-Nama Malaikat 
  45. Khawarij dan Ayat Hukum (QS. Al-Maaidah : 44) 
  46. Hak-Hak Ahlul-Bait Menurut Ahlus-Sunnah 
  47. Definisi Iman 
  48. Bahaya Mengolok-Olok Syari’at 
  49. Al-Walaa’ wal-Baraa’ dalam Islam 
  50. Perbedaan Pendapat di Kalangan Salaf : Apakah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam Melihat Allah Ketika Mi’raj (1)
  51. Perbedaan Pendapat di Kalangan Salaf : Apakah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam Melihat Allah Ketika Mi’raj (2)
  52. Perbedaan Pendapat di Kalangan Salaf : Apakah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam Melihat Allah Ketika Mi’raj (3)
  53. Naungan Allah
  1. MEMINTA IJIN KETIKA MASUK RUMAH : SEBUAH ADAB YANG BANYAK DITINGGALKAN
  2. Adab-Adab Bertamu
  3. SALAF DALAM RASA TAKUT DAN MURAQABAH MEREKA KEPADA ALLAH
  4. PERINTAH MENUNDUKKAN PANDANGAN DARI YANG HARAM
  5. Adab-Adab dalam Bercanda dan Berkelakar
  6. Menggapai Barakah Ketika Menyantap Makanan
  7. Adab dalam Berdebat
  8. Berinteraksi dengan Orang yang Keras Kepala
  9. Adab Penuntut Hadiits
  10. Tidak Memberikan Nasihat kepada Orang yang Tidak Menginginkannya
  11. Pembahasan : Minum Sambil Berdiri (Perlu Anda Ketahui)
  12. Menyuruh Orang Lain Berdiri/Menyingkir dan Kemudian Ia Duduk di Tempat Orang Tersebut
  13. Berdiri untuk Seseorang
  14. Etika Salaf Saat Menyampaikan As-Sunnah/Hadits
  15. Makan Lebih dari Tiga Jari Menyelisihi Sunnah ?
  1. KEJUJURAN YANG TERCELA
  2. Larangan Berlomba-Lomba dalam Urusan Dunia
  3. Aib, Sesuatu yang Seharusnya Ditutupi
  4. Menutupi Aib dan Kesalahan

Ahmadiyyah :

  1. Tantangan Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab terhadap Asy-Syaikh Tsanaaullah Al-Amritsariy
  1. Beberapa Makna Kata Umm (أُمّ ) dalam Al-Qur’an
  2. Sekilas tentang Israiliyyaat
  3. Ayat Makiyyah dan Madaniyyah
  4. Makna Saudara Perempuan Harun dalam QS. Maryam : 28
  5. Apa Makna Perhiasan dalam QS. Nuur : 31 ?
  6. Kaidah-Kaidah Ushuliyyah yang Berkaitan dengan Asbaabun-Nuzuul Ayat
  7. Taudliihul-Musykiil – Salah Satu Ciri Tafsir Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam
  8. Penjelasan Kedla’ifan Asbaabun-Nuzuul QS. Al-Maaidah : 55 dalam Kitab Lubaabun-Nuqul lis-Suyuthi
  9. Shahih Atsar Ibnu ‘Abbas : Kufrun Duuna Kufrin – Menjawab Sebagian Syubhat Takfiiriyyuun
  10. Keumuman Lafadh dan Kekhususan Sebab
  11. Tafsir Al-Baqarah Ayat 106 : An-Naasikh wal-Mansuukh
  12. HARTA DAN KEKAYAAN DALAM AL-QURAN AL-KARIIM
  13. Tartib Al-Qur’an
  1. Umur Pernikahan ‘Aisyah – Studi Sanad Hadits
  2. Bincang Bersama Bapak Ustadz M. Zubaidi, Lc. – Wanita dan Masjid
  3. Pengangkatan Khalifah – Dialog dengan HT
  4. Kelemahan Riwayat Maalik Ad-Daar – Dialog Bagian II
  5. Kelemahan Riwayat Maalik Ad-Daar – Dialog Bagian III (Penjelasan Atas Persyaratan Al-Imam Muslim)
  6. Apakah Adl-Dlahhak bin Muzaahim Bertemu dan Mendengar Riwayat Tafsir dari Ibnu ‘Abbas ? – Kritik Asbabun-Nuzuul QS. Al-Maaidah : 55
  7. Kelemahan Riwayat Maalik Ad-Daar – Dialog Bagian IV (Penjelasan Atas Inkonsistensi, Tanaqudl, dan Rapuhnya Dasar Berpijak dalam Tashhih)
  8. Sifat Puasa Nabi vs Sifat Puasa Wahabi
  9. Ibnu Taimiyyah dan Maulid Nabi – Menyingkap Kedustaan Salafytobat
  10. Al-Imam Abul-Hasan Al-Asy’ariy, Asyaa’irah (Asy’ariyyah), dan Bahasan Pemalsuan Kitab Al-Ibaanah ‘an Ushuulid-Diyaanah
  11. Pemalsuan Perkataan Al-Imam Malik rahimahullah
  12. Allah Berada di Atas Punggung Delapan Ekor Kambing Hutan ? (Kebodohan dan Kedustaan Seorang Abu Salafy)
  13. Pembahasan Hadits Ummu Ath-Thufail : Benarkah Tuhannya Wahabi Berambut Keriting (Bincang Bersama Abu Salafy)
  14. Dialog Bersama ‘Pecinta Kubur’
  15. Imam Syafi’i Mengambil Berkah dari Bekas Cucian Baju Imam Ahmad
  16. Ahmad Sarwat, Al-Buuthiy, dan Al-Albaaniy
  17. Dialog Bersama Takfiriy
  18. Toelisan Tempoe Doeloe
  19. Hadits riwayat Ibnu Mas’ud yang Melarang Dzikir Berjamaah adalah Dhaif 
  20. Bincang Bersama Bapak Syamsuddiin Ramadlaan (Revised)
  21. Tanggapan terhadap Seorang Ustadz – Hafizohulloh
  1. Dzikir Pagi dan Sore – أذكار الصباح والمساء
  2. Dzikir/Doa Mulai Tidur Hingga Bangun Tidur
  3. Penghalang Doa
  4. Waktu-Waktu Mustajab untuk Berdoa
  1. BOLEHKAH MELAKUKAN CEK KESEHATAN SEBELUM PERNIKAHAN ?
  2. Hukum Menampilkan Mayat dan Orang-Orang Terluka dari Kaum Muslimin Palestina
  3. HUKUM MEMIKIRKAN SESUATU YANG HARAM TANPA MENGAMALKANNYA
  4. Hukum Menggunakan Obat yang Mengandung Alkohol
  5. Fatwa Ulama tentang Tidak Bolehnya Berbilang Jama’ah
  6. Terapi Kesehatan dengan Musik ?
  7. Fatwa Ulama tentang Usamah bin Laden
  8. Hukum Wanita Berolahraga di Gymnasium dan Mandi Sauna di Luar Rumah
  9. Pembelaan Asy-Syaikh Shalih Al-Luhaidan kepada Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhaly
  10. MENGIRIMKAN ANAK PEREMPUAN KE PONDOK PESANTREN KHUSUS PUTRI
  11. Masbuk Mendapatkan Jama’ah sedang Tasyahud Akhir
  12. Pelajaran dari Palestina
  13. Hukum “Nitip Absen”
  14. Beberapa Fatwa Asy-Syaikh Mushthafa bin Al-’Adawiy (video)
  15. Keluar Darah Sedikit Membatalkan Shalat ?
  16. Fatwa Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah dalam Menyingkat Shalawat
  17. Jika Guru Memerintahkan Murid untuk Menggambar Makhluk Bernyawa di Sekolah…
  18. Fatwa MUI Jakarta Utara : Salafy Bukan Kelompok Sesat !!
  19. Kaffarat Satu Dinar atau Setengah Dinar Bagi Laki-Laki yang Mencampuri Istrinya Saat Haidl !
  20. Hukum Memukul Murid
  21. Oral Seks – Haramkah ?
  22. Minum Setelah Adzan Shubuh
  23. Penghalalan (Istihlaal) dalam Amal Perbuatan yang Mengkonsekuensikan Kekafiran
  24. Apakah Harta Anak Yatim dan Orang Gila Wajib Dizakati ?
  25. Hukum Memakai Lensa Kontak Berwarna untuk Kecantikan dan Gaya
  26. Batasan Tasyabbuh yang Diharamkam
  27. Anak Zina Tidak Akan Masuk Surga
  28. Hukum Bershadaqah kepada Orang Kafir
  29. Renungan Bagi Ikhwan Salafy….. 
  30. Sutera : Kapan Boleh dan Tidak Boleh Bagi Laki-Laki
  31. Isyarat dengan Telunjuk Ketika Duduk di Antara Dua Sujud
  32. Hukum Mengkopi Program atau Buku
  33. Fatwa Lajnah Daaimah, Asy-Syaikh Al-’Ubailan, dan Asy-Syaikh Muhammad Al-Maghrawiy tentang Puasa ‘Arafah
  34. Bagaimana Hukum Memeluk Lutut Saat Mendengarkan Khutbah Jum’at ?
  35. Salafiy yang ‘Jelas’ dan ‘Tidak Jelas’
  36. Monopoli Penyebutan ‘Salafiy’
  37. Belajar dan Bekerja Sebagai Akuntan
  38. Asy-Syaikh Al-Ghudayaan : Asy-Syaikh Rabii’ Seorang Murji’ ? (video)
  39. Ikhtilaaf dalam Al-Jarh wat-Ta’diil Seperti Ikhtilaaf dalam Ilmu-Ilmu yang Lain
  40. Pujian Ulama terhadap Kitab Al-Hukmu bi-Ghairi Maa Anzalallaah karya Dr. Khaalid Al-’Anbariybaru !!
  1. HUKUM MEMINTA BANTUAN KEPADA ORANG KAFIR…………
  2. Hukum Jenggot dalam Syari’at Islam
  3. Hukum Mayoritas ?
  4. Hukum Membawa Anak ke Masjid – Boleh Nggak Mas ?
  5. Apakah Jihad Selalu Bermakna Perang ?
  6. Hukum Musik dan Nyanyian (1)
  7. Hukum Musik dan Nyanyian (2)
  8. Hukum Musik dan Nyanyian (3)
  9. WARNA PAKAIAN AKHWAT = HITAM/GELAP ?
  10. MAKNA HADITS : ”KELUARKANLAH KAUM MUSYRIKIN DARI JAZIRAH ’ARAB” !!
  11. HUKUM ONANI / MASTUBASI / ISTIMNAA’ [hayo…ikhwah, perhatikan ini !]
  12. MENGANGKAT KEDUA TANGAN KETIKA BERDOA BAGI KHATHIB SHALAT JUM’AT
  13. Hukum Memakan Binatang yang Dibunuh dengan Setruman Listrik
  14. Hukum Seputar Shaff dalam Shalat Berjama’ah
  15. Hukum Al-Qur’an yang Dipajang Sebagai Hiasan dan Pengusir Setan
  16. Menikahi Wanita yang Hamil karena Zina ?
  17. Baiat Sunnah
  18. Bacaan Sujud Sahwi
  19. Jarak antara adzan dan iqamah
  20. Larangan Mengatakan : “Aku Telah Lupa Ayat Ini dan Ini”
  21. Wanita dan Masjid
  22. Hukum Mengirim Pahala kepada Mayit
  23. Peringatan Malam Nishfu Sya’ban
  24. Berjabat Tangan Seusai Shalat
  25. Shalat Sunnah Awwabiin
  26. Hukum Air Musta’mal
  27. Hukuman Bagi Pencuri
  28. Syari’at Poligami/Ta’addud – Pro Kontra di dalamnya (Boleh Apa Tidak ?) – Revised
  29. Haji Wanita Tanpa Mahram ?
  30. Penyembelihan dalam Syari’at Islam
  31. Tentang Kumismu………….
  32. Larangan Memberikan Bantuan untuk Menghalangi Penegakan Hukum Allah
  33. Posisi Tangan Setelah Bangun dari Rukuk : Bersedekap atau Irsal ? (Sebuah Sanggahan)
  34. Sebagian Fiqh Bagi Usahawan Pangkas Rambut
  35. ’Aqiqah dalam Syari’at Islam – Perlu Anda Ketahui !
  36. Hukum Jual Beli Kredit
  37. Yang Paling Berhak Menjadi Imam & Imam Bacaannya Kurang Bagus
  38. Petunjuk Praktis Hukum dan Kaifiyah Shalat Beserta Dalil-Dalilnya
  39. Lafadh Takbir dan I’tidal Imam Tidak Lengkap ?
  40. Siapa yang Berhak Memandikan Jenazah Wanita ?
  41. Shalat Sunnah Setelah ‘Ashar
  42. Hadits-Hadits tentang Pengharaman Isbal
  43. Hukum Sandiwara Islamiy ::
  44. Waktu Pelaksanaan Shalat Jum’at
  45. Fiqh Pemberian Nama dan Hal-Hal yang Terkait dengannya
  46. Hukum Menyemir Rambut dengan Warna Hitam
  47. Batalkah Wudlu dengan Menyentuh Kemaluan ?
  48. Nikah Mis-yaar dan Nikah dengan Niat Thalaq – Bagaimana Pandangan Ulama tentangnya ?
  49. At-Tasybiik (Menjalin Jari-Jemari) – Hukumnya
  50. Bolehkah Berbicara Saat Mandi dan Wudlu ?
  51. Najiskah Air Mani ?
  52. Pembunuhan Terencana
  53. Fiqh Haidl Ringkas – Perlu Anda Ketahui !
  54. Sekilas tentang Jual-Beli
  55. Yang Seharusnya Dilakukan Makmum Dari Keluar Rumah Saat Hendak Menunaikan Shalat Jum’at Hingga Khutbah Disampaikan
  56. MENGANGKAT TANGAN BERSAMAAN ATAU SETELAH MENGUCAPKAN TAKBIR ?
  57. Hukum Mengadakan Walimah Khitan dan Memenuhi Undangannya
  58. Hukum Memakai Sandal Sebelah
  59. Hukum Upah Bekam
  60. Bermain Catur – Playing Chess !!
  61. Waktu-Waktu Shalat Wajib dalam Sehari dan Semalam
  62. Halalnya Daging Hyena
  63. Pembagian Laba dan Rugi dalam Mudlarabah
  64. Larangan Memakai Cincin Besi Murni Bagi Laki-Laki
  65. Najiskah Lendir dan Keputihan yang Keluar dari Farji (Vagina) Wanita ?
  66. Hukum Shalat Dluhaa
  67. Puasa Enam Hari di Bulan Syawal
  68. Hukum Menulis Ayat Al-Qur’an atau Dzikir Tertentu pada Bejana Air Lalu Meminumnya (dalam Rangka Ruqyah)
  69. Wajibkah Mendatangi Undangan Walimah Pernikahan ?
  70. Makkah dan Madinah Bukan Cakupan Daarul-Kufur
  71. Larangan Keras Membunuh Orang Kafir Mu’ahid (= Orang Kafir yang Terikat Perjanjian dengan Kaum Muslimin)
  72. Bid’ahkah Menghadapkan Orang yang Sakaratul-Maut ke Arah Kiblat ?
  73. Puasa ‘Arafah
  74. Apakah Bapak Tiri Boleh Menikahi Anak Perempuan Tirinya ?
  75. Mengusap Kaus Kaki
  76. Hukum Tasmiyyah (Membaca Basmalah) Ketika Berwudlu’
  77. Bolehkah Anak Kecil (Laki-Laki) dan Waria Masuk Ikut Berbaur di Majelis Para Wanita ?
  78. Thalaq yang Diucapkan dalam Lafadh yang Jelas dan Tidak Jelas/Kinayah
  79. Rujuk dalam Thalaq Raj’iy (Thalaq Satu dan Dua)
  80. Teruntuk Mereka yang Bekerja di Kantor Pajak 
  81. Hukum Menqashar Shalat dalam Perjalanan 
  82. Memberi dan Mengambil Upah dari Adzan
  83. Menikah dengan Jin
  84. Kadar Mengusap Kepala Ketika Wudlu
  85. Fiqh Dhihar Ringkas
  86. Puasa Rajab 
  87. Hukum Makan Kelelawar
  88. Puasa Sya’baan 
  89. Larangan Memungut Barang Tercecer Milik Penduduk Makkah dan Jama’ah Haji 
  90. Meninggalkan Shalat 
  91. Komponen Riba Fadhl 
  92. Puasa di Hari Syakk
  93. Shalat Sunnah Rawatib Setelah Shalat Jum’at 
  94. Tidak Boleh Seorang Ayah Menikahkan Anak Wanitanya Kecuali Setelah Diminta Persetujuannya 
  95. Shalat Tasbih : Sunnah atau Bukan Sunnah ? 
  96. Apakah Membayar Zakat Fitrah/Fithri dengan Uang Merupakan Satu Kebid’ahan dalam Agama ? 
  97. Waktu Pelaksanaan Shalat Witir 
  98. Qunut Shubuh 
  99. Apa Hukum Sutrah dalam Shalat ? 
  100. Khilafah vs Kerajaan (Lagi) 
  101. Mencukur Rambut Tengkuk
  102. Jangan Lakukan Itu, Kecuali Al-Faatihah, karena Tidak Sah Shalat Bagi Orang yang Tidak Membaca Al-Faatihah
  103. Urunan Sapi untuk Kurban Tidak Ada Dalilnya ?
  104. Pendapat yang ‘Membolehkan’ Pajak
  105. Puasa Sunnah ‘Asyuuraa’ dan Perspektif Syi’ah Tentangnya
  106. Larangan Meninggikan Suara di Sisi Jenazah
  107. Haramnya Musik dan Ijma’
  108. Suka Sodomi ? 
  109. Minuman yang Mengandung Alkohol = Khamr = Haram ?
  110. Catatan tentang Waktu Shalat Shubuh
  111. Bolehkah Mengalokasikan Zakat ke Sekolah (yang Membutuhkan Bantuan) ?
  112. Najisnya Madzi
  113. Kapan Imam Membaca Dzikir Allaahumma Antas-Salaam….dst. Seusai Shalat ? 
  114. Makmum Mengangkat Tangan Mengikuti Imam Ketika Qunut Shubuh ?
  115. Sumpah dengan (Menyebut) Mushhaf
  116. Berobat dengan Sesuatu yang Diharamkan
  117. Bolehkah Seorang Wanita Mengusap Kerudungnya Ketika Berwudlu ?
  118. Menikah Tanpa Wali
  119. Ibnu ‘Umar radliyallaahu ‘anhumaa dan Wasiatnya untuk Dibacakan Surat Al-Baqarah pada Waktu Penguburannya
  120. Dokter Wanita Mengobati Pasien Laki-Lakibaru !!
  121. Makmum Mendapatkan Rukuk Imambaru !!
  122. Hukum Wanita Menetap di Rumahbaru !!
  1. HADITS AHAD DAN HADITS MUTAWATIR
  2. Hukum Pengamalan Hadits Dla’if
  3. PEMBAHASAN HADITS MU’ADZ TENTANG SUMBER HUKUM DALAM ISLAM
  4. Hadits Mauquf
  5. Cara Mengetahui Keadilan (‘Adalah) Seorang Perawi Hadits
  6. Mengapa Sebagian Ulama Meriwayatkan Hadits Dla’if atau Maudlu’ ?
  7. KEDUDUKAN HADITS TUJUH PULUH GOLONGAN UMAT ISLAM
  8. HADITS : Kita Kembali dari Jihad yang Kecil Menuju Jihad yang Besar
  9. Apa perbedaan antara istilah hadits shahih, hadits shahihul-isnad, dan hadits rijaaluhu tsiqaat ?
  10. Hadits-Hadits Dla’if yang Terdapat dalam Kitab At-Tauhid karya Syaikhul-Islam Muhammad bin ‘Abdil-Wahhab
  11. Kelemahan Riwayat Maalik Ad-Daar – Benarkah Ibnu Baaz Mengkafirkan Shahabat Bilal ?
  12. Kaidah-Kaidah Emas dalam Mengetahui Riwayat Hadits Shahih dan Dla’if
  13. Kelemahan Kisah Al-’Utbiy tentang Tawassul
  14. Takhrij Hadits Musik
  15. Kepalsuan Riwayat Bertaubatnya Nabi Adam ‘alaihis-salaam
  16. Pentingnya Sanad dalam Riwayat
  17. Tidak Ada Pedang Selain Dzulfiqar
  18. Hadits Maa Ana ‘alaihi wa Ashhaabii – Apa-apa yang aku dan para shahabatku berada di atasnya
  19. Shahih : Hadits Meletakkan Kedua Tangan di Dada Ketika Shalat
  20. Hadits tentang Keislaman Orang Tua Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan Selamatnya Mereka dari Api Neraka
  21. Takhrij Hadits : “Ya Allah, jadikanlah Mu’awiyah pembawa petunjuk yang memberikan petunjuk”.
  22. Takhrij Hadits Membaca Surat Yaasiin
  23. Hadits Keutamaan Membaca Surat Yasin pada Malam Hari
  24. Takhrij Hadits Al-‘Irbaadl bin Saariyyah : Wajib Atas Kalian untuk Berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah Al-Khulafaaur-Raasyidiin
  25. Kedudukan Hadis “Nabi SAW Melihat Allah SWT Dalam Sebaik-baik Bentuk”
  26. KLASIFIKASI HADITS DALAM ILMU MUSTHALAH HADITS – RINGKASAN
  27. Pembahasan Hadits : Duburush-Shalawaatil-Maktuubaat
  28. Hadits-Hadits Tidak Shahih Seputar Ziarah ke Kubur Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam (1)
  29. Hadits-Hadits Tidak Shahih Seputar Ziarah ke Kubur Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam (2)
  30. Hadits ‘Ajn – Takhrij Singkat
  31. Hadits Kewajiban Saksi Dalam Pernikahan
  32. Beberapa Faedah Hadits ‘Amru bin Syariid tentang Pengharaman Isbaal
  33. Takhrij Ringkas Hadits ‘Iyaadl Bin Ghanm Tentang Kaifiyyah Nasihat Kepada Penguasa Dan Faedah Yang Terkandung Di Dalamnya
  34. Kedudukan Hadis “Allah Tidak Akan Menyiksa Fathimah Dan Anak-Anaknya”
  35. Shahih Hadits Mu’awiyyah Bin Al-Hakam Tentang ‘Dimana Allah’ – Dan Bantahan Singkat Bagi Yang Mendla’ifkannya
  36. Analisis Hadits Tabarruk : Berkah Kubur Nabi SAW
  37. Pembahasan Hadits “Ash-Shiddiiq” dan “Bintu Ash-Shiddiiq”
  38. Tingkatan-Tingkatan Al-Jarh wat-Ta’diil (01) 
  39. Hadits Jaariyyah Riwayat Maalik bin Anas
  40. Tanduk Setan !!!
  41. Memahami Pendla’ifan Hadits Puasa Enam Hari Bulan Syawal dan Pembahasan Tentangnya
  42. Najd Bukan ‘Iraq ?
  43. Hadits Berisyarat Ketika Duduk di Antara Dua Sujud
  44. Pembahasan Hadits : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam Selalu Berkurban Selama 10 Tahun di Madinah
  45. Takhrij Hadits : Apabila Seseorang Meninggal Dunia, Maka Terputuslah Amalannya Kecuali Tiga…..
  46. Takhrij Hadits : “Barangsiapa yang Menyerupai Suatu Kaum, Maka Ia Termasuk Golongan Mereka” dan Faedah Ringkas yang Terdapat di Dalamnya
  47. Shahih Hadits : “Meskipun Ia Memukul Punggungmu dan Merampas Hartamu….. dst.”
  48. Barangsiapa yang Meninggal pada Hari Jum’at atau Malam Jum’at….
  49. Fitnah Masyriq – Kemunculan Tanduk Setan
  50. Shahih Hadits : “Ayahku dan Ayahmu di Neraka”
  1. Kaidah : Menolak Mafsadat Lebih Didahulukan daripada Mencari Maslahat
  1. Jika Orang Tua Menyuruh untuk Menceraikan Istri ::.
  2. Rumah Tangga Sakinah Bagi Seorang Wanita
  3. Tips Agar Anda atau Pasangan Anda Tidak Selingkuh
  4. Batas Usia Penyusuan Bayi yang Dapat Menjadikan Mahram & Penyusuan Orang Dewasa
  5. Tanda-Tanda Baligh untuk Anak Laki-Laki dan Perempuan
  6. Bagaimana Seorang Anak Bisa Mirip Orang Tuanya ?
  7. Jika Saya Mengkhitankan Anak Laki-Laki Saya Menjelang Dewasa….
  8. Haram Hukumnya Suami Menggauli Salah Satu Istrinya Sedangkan Istrinya Yang Lainnya Menyaksikannya
  9. Jika Wanita Berobat………..
  10. Ketika Butuh Pembantu…..
  11. Impotensi (#@#$****?>
  12. Rebutan Hak Asuh Anak
  13. Hukum ‘Azl
  14. Cantik
  15. Gak Level….
  1. Kisah Islamnya Bocah Amerika………….
  2. Ja’d bin Dirham Disembelih Khaalid Al-Qasri
  3. Cerita Seseorang tentang NII
  1. SEJARAH NATAL
  2. HARI IBADAH KRISTEN ITU MINGGU ATAU SABTU ?
  3. MENGENAL SANTA CLAUS/SINTERKLAS
  4. Kuis Bibel Berhadiah Pesawat Boeing 747 : Jawaban untuk Pendeta Budi Asali

Kuliah :

  1. Latar Belakang dan Trend Masa Kini Ekologi Vegetasi
  2. Mekanisme Perdagangan Karbon
  3. Ekowisata dan Pendidikan
  1. Mencela Shahabat ?
  2. Kebangkitan Islam
  3. Memilih-Milih Guru/Ustadz dalam Menuntut Ilmu ?
  4. Tentang Jama’ah
  5. PEMBAHASAN HADITS MU’ADZ TENTANG SUMBER HUKUM DALAM ISLAM
  6. Para shahabat adalah hujjah ::
  7. Hijrah, Masihkah ?
  8. Fatwa Ulama tentang Tidak Bolehnya Berbilang Jama’ah
  9. Taqlid dan Sedikit Penjelasan Tentang Perbedaannya dengan Ittiba’
  10. Baiat Sunnah
  11. HARUSKAH SELALU DISEBABKAN OLEH KETIADAAN KHILAFAH ?
  12. Memerangi Penguasa yang Fasiq atau Dhalim
  13. Haruskah Setiap Orang Berpolitik ?
  14. Bilamana Penguasa Tidak Menegakkan Shalat ?
  15. Bagaimana Jika Penguasa Telah Terjatuh dalam Kekafiran ?
  16. Khilafah – Kerajaan dan Orientasi Utama Dakwah Kaum Muslimin
  17. Kedudukan As-Sunnah dalam Islam – Manziilatus-Sunnah fil-Islaam
  18. Menyikapi Kesalahan ‘Ulama Ahlus-Sunnah
  19. Al-Jarh wat-Ta’dil adalah Perkara Ijtihadiyyah ?
  20. Jangan Berselisih !!
  21. Larangan Bermajelis (Duduk-Duduk) Bersama Ahlul-Bid’ah
  22. Larangan Tasyabbuh (Meniru-Niru) terhadap Orang Kafir
  23. Al-Imam Asy-Syafi’iy rahimahullah dan Bid’ah Hasanah
  24. Apakah Seorang Muslim Harus Mengikuti Madzhab Tertentu ?
  25. Ittiba’ kepada Dalil Bukan Berarti Meninggalkan Perkataan Para ‘Ulama !!
  26. Siapa Sebenarnya yang Murji’ah ?
  27. Salaf dan Perdebatan
  28. Hukum Mubtadi’ (حكم المبتدع)
  29. Wajib Mencari Ilmu (Ilmu Apa ?) 
  30. Menyembunyikan Ilmu 
  31. Check dan Re-Check terhadap Setiap Khabar yang Datang
  32. Kaidah-Kaidah dalam Pengkafiran 
  33. Beberapa Jenis Ikhtilaf Dan Motifnya 
  34. Siapakah Mujtahid Yang Akan Diberi Satu Pahala Atas Ijtihadnya Jika Keliru ? 
  35. Beberapa Kaidah yang Berkaitan dengan Kepemimpinan 
  36. Adakah Cela Bagi Seorang Thaalibul-’Ilmi Tidak Mengetahui Perkembangan Berita di Media ? 
  37. I Don’t Know  
  38. Antara Banyak dan Sedikit 
  39. Refleksi 
  40. Jarh dan Ta’diil terhadap Mukhaalif Bukan Hanya dalam Bidang Ilmu Hadits 
  41. Menyoal Perkataan : Undhur Maa Qoola wa Laa Tandhur Man Qoola
  42. Antara Hizb ‘Salafy’ dan Mengikuti Jalan Salaf (video)
  43. Jaahil dan Jaahiliyyah
  44. QS. An-Nisaa’ Ayat 65 Sebagai Dalil Pengkafiran Orang yang Berhukum dengan Selain yang Diturunkan Allah ?baru !!
  1. Ringkasan Hukum-Hukum dalam Bulan Ramadlan dari A – Z (Revisi) – 1
  2. Ringkasan Hukum-Hukum dalam Bulan Ramadlan dari A – Z (Revisi) – 2
  3. Ringkasan Hukum-Hukum dalam Bulan Ramadlan dari A – Z (Revisi) – 3
  4. Keutamaan Shalat Tarawih Berjama’ah
  5. Lailatul-Qadar dan Nuzulul-Qur’an
  6. Hadits-Hadits tentang Menghidupkan Malam Hari Raya [Takbiran Semalam Suntuk ?]
  7. Imsak-Imsak….. Saatnya Berhenti Makan !!
  8. Mana yang Afdlal (Lebih Utama) yang Dilakukan Ketika Safar : Puasa atau Berbuka ?
  9. Takhrij Doa Berbuka Puasa : Dzahabadh-Dhama-u….dst.
  10. Puasa Bagi Wanita Hamil dan Menyusui di Bulan Ramadlaan
  11. Riwayat Shalat Tarawih 23 Raka’at di Masa ‘Umar bin Al-Khaththaab radliyallaahu ‘anhu
  12. Benarkah Ibnu ‘Abbaas dan Ibnu ‘Umar Mencabut Fatwanya Tentang Pembayaran Fidyah Bagi Wanita Hamil dan Menyusui ?
  1. Shahihul-Musnad min Asbaabin-Nuzuul (1)
  2. Shahihul-Musnad min Asbaabin-Nuzuul (2)
  1. Apakah ‘Aisyah Berniat Memerangi ‘Ali dalam Perang Jamal ?
  2. Riwayat-Riwayat Shahih tentang Wafatnya Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam
  3. Kepahlawanan dalam Perang Mu’tah
  1. Surat buat tetangga : Shalawat Nariyyah
  2. Jarak antara adzan dan iqamah
  3. Surat Ini Untukmu
  4. Majelis Dzikir dan Dzikir Jama’iy – Risalah Buat Jama’ah Masjid Al-Hijri Ciomas
  5. Surat Singkat – undocumented
  6. Imel untuk Seorang Teman
  1. MANFAATKANLAH LIMA HAL SEBELUM DATANGNYA LIMA HAL
  2. Hijrah, Masihkah ?
  3. PENJELASAN RINGKAS IMAM AHLUS-SUNNAH TENTANG HADITS DATANGNYA MALAIKAT MAUT KEPADA NABI MUSA ‘ALAIHIS-SALAAM
  4. Celaan terhadap Ambisi Memperoleh Kepemimpinan/Jabatan (ذمّ الحرص على الإمارة)
  5. Keutamaan Masjidil-Aqsha
  6. Larangan Banyak Bertanya & Prinsip dalam Menjalankan Syaria’t Agama
  7. Al-Akaabir dan Al-Ashaaghir – Siapakah Mereka ?
  8. Apakah Makna “Menghitung Asmaaul-Husna” Sebagaimana Dimaksud dalam Hadits ?
  9. Diantara Kebaikan Seseorang adalah Meninggalkan Apa-Apa yang Tidak Bermanfaat Baginya
  10. Kaidah dalam Tuduhan
  11. Maaf, Nasihat, dan Celaan
  12. Syarah Hadits Abu Juhaifah radliyallaahu ‘anhu
  13. Hadits : “Seandainya Setelahku Ada Nabi….”
  14. Faedah Hadits Abu Waaqid Al-Laitsiy : ‘Udzur karena Baru Masuk Islam
  1. SYAHADAT KETIGA : Salah Satu Produk Kreatifitas Syi’ah
  2. MENGUNGKAP KEBODOHAN DAN KEDUSTAAN ABDUL-HUSAIN ASY-SYI’I DALAM KITAB AL-MURAJA’AAT – MANIPULASI HADITS
  3. Barangsiapa yang Mentaati ‘Ali, Maka Sungguh Ia Telah Mentaatiku.
  4. Gelar Karamallaahu Wajhah Bagi ‘Ali
  5. Sekilas tentang Rafidlah dan Pendirinya
  6. ‘Ali bin Abi Thalib Menamai Sebagian Anak-Anaknya dengan Abu Bakr, ‘Umar, dan ‘Utsman
  7. ‘Aqidah Syi’ah tentang Al-Qur’an
  8. Video Penjelasan Jati Diri Syi’ah
  9. Benarkah ‘Umar bin Al-Khaththab Membuat-Buat Lafadh Tatswib dalam Adzan Shubuh ?
  10. ‘Ali Khalifah Setelah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam
  11. Ayat Rajam – Sisi Pandang Ahlus-Sunnah dan Syi’ah
  12. Dua Kalimat Syahadat Tidaklah Cukup Sebagai Bekal Masuk Surga & Kisah Terowongan Tua
  13. Pernikahan ‘Umar bin Al-Khaththaab dengan Ummu Kultsum binti ‘Aliy – Dalil Bolehnya Wanita Mukmin Menikah dengan Laki-Laki Kafir ?
  14. ‘Ali bin Abi Thaalib radliyallaahu ‘anhu Mempunyai Ilmu yang Lebih Tinggi daripada Semua Shahabat
  15. Mengenal Fiqh Syi’ah (1) : Hukum Menerima Donor Sperma Laki-Laki Ajnabiy ke Rahim Istri
  16. Ahlul-Bait adalah Jaminan Keselamatan Dunia dan Akhirat
  17. Syi’ah dan Riwayat Hadits dalam Kitab Mereka
  18. Hinaan Al-Khomainiy terhadap Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam
  19. Beberapa Riwayat tentang Kafirnya Abu Thaalib dan Pastinya Ia Masuk Neraka Jahannam
  20. Keutamaan Abu Bakr dan ‘Umar yang Disebutkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam di Depan ‘Aliy radliyallaahu ‘anhum
  21. Sekilas Tentang Pemikiran ‘Klenik’ Al-Kulainiy Dalam Kitab Al-Kaafiy
  22. Permainan Kata Al-Khuu’iy dalam Permasalahan Perubahan Al-Qur’an 
  23. Ketika Keledai Telah Menjadi Perawi Hadits 
  24. ‘Abdullah bin Saba’ – Tokoh Nyata yang Difiktifkan 
  25. ‘Umar bin Al-Khaththaab Memaksa dan Memperkosa ‘Aatikah binti Zaid ? 
  26. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam Tidak Berwasiat tentang Kepemimpinan kepada ‘Ali radliyallaahu ‘anhu 
  27. Satu Cabang ‘Aqidah Syi’ah tentang Allah Ta’ala 
  28. Riwayat-Riwayat tentang Keutamaan Para Shahabat radliyallaahu ‘anhum 
  29. Keluarga ‘Aliy bin Abi Thaalib yang Bernama Abu Bakr, ‘Umar, dan ‘Utsmaan 
  30. Mengenal Fiqh Syi’ah (02) – Meratap
  31. Hadits Tsaqalain : Ahlul-Bait Jaminan Keselamatan Dunia dan Akhirat
  32. Shahih : ‘Aliy bin Abi Thaalib radliyallaahu ‘anhu Membakar Kaum Atheis 
  33. ‘Aliy bin Abi Thaalib : Abu Bakr Ash-Shiddiiq adalah Shahabat yang Paling Utama, dan Setelahnya ‘Umar 
  34. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam Tidak Mewariskan Tanah Fadak kepada Faathimah 
  35. Studi Kritis Hadits Taat Kepada Ali Berarti Taat Kepada Nabi
  36. Hadits “Aku adalah Kota Hikmah dan ‘Aliy adalah pintunya” Riwayat Khaitsamah bin Sulaimaan
  37. Khayalan……… 
  38. Hadits Mu’awiyyah Mati Tidak dalam Agama Islam ? 
  39. Imam Ali bin Abi Thalib dan Nikah Mut’ah (01) 
  40. Imam Ali bin Abi Thalib dan Nikah Mut’ah (02) 
  41. Mengenal Fiqh Syi’ah (3) : Membaca Al-Qur’an di Toilet/Kamar Mandi
  42. Al-Kaafiy Sekarang Bukan Al-Kaafiy yang Dulu ? 
  43. Fatwa Beastiality (Menikahi/Menjimai Hewan) dari Marja’ Syi’ah 
  44. Imam Lebih Tinggi Kedudukannya dari Para Nabi
  45. Orang Syi’ah Bodoh terhadap Agamanya Semenjak Jaman Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam 
  46. ‘Aliy bin Abi Thaalib Shalat Sambil Mabuk 
  47. Ahlul-Bait Termasuk yang Terusir dari Haudl
  48. ‘Aisyah adalah Istri Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam di Dunia dan di Akhirat
  49. Mu’awiyyah Minum Minuman yang Diharamkan 
  50. ‘Aliy bin Abi Thaalib : Mu’aawiyyah adalah Saudara Seiman, Sama dengan Dirinya
  51. Konsisten dalam Inkonsisten
  52. Imam Mahdi-mu Bukan Imam Mahdi-ku
  53. ‘Aliy bin Abi Thaalib Pernah Shalat Tanpa Berwudlu
  54. Jika Ahlus-Sunnah Punya Madu dan Al-Habbatus-Saudaa’, Syi’ah Punya Tanah Kuburan Al-Husain untuk Dimakan (Sebagai Obat)
  55. Memang Benar Ada Kitab Suci Lain Selain Al-Qur’an di Sisi Syi’ah 
  56. Satu Tradisi Barbar yang Masih Dipelihara Kaum Syi’ah (Video) 
  57. Pandangan ‘Aliy bin Abi Thaalib terhadap Peperangannya terhadap Mu’aawiyyah radliyallaahu ‘anhumaa
  58. Ibnu ‘Abbaas dan Nikah Mut’ah
  59. Berlepas Dirinya Imam Ahlul-Bait terhadap Orang-Orang yang Mencela Abu Bakr dan ‘Umar radliyallaahu ‘anhu
  60. Larangan dan Celaan Para Imam terhadap Nikah Mut’ah
  61. Ahlul-Bait Menyepakati Keputusan Abu Bakr radliyallaahu ‘anhu dalam Masalah Tanah Fadak
  62. Fiqh Syi’ah (4) : Boleh Meludah di Al-Masjidil-Haraam – Contoh dari Imam Ma’shum
  63. Abu Bakr Tidak Dijamin Surga, Apalagi Disebut Dia yang Paling Utama
  64. Ahlul-Bait Tidak Mengakui Wasiat Estafet Imaamah dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam – ‘Aliy – Al-Hasan – Al-Husain – ‘Aliy bin Al-Husain – Muhammad bin ‘Aliy
  65. Islam dan Ahlul-Bait Menolak Kecintaan ‘Berhala’ ala Syi’ah
  66. Bukti : Pernyataan Ulama Syi’ah Bahwa Al-Qur’an Kaum Muslimin Tidak Otentik (From Shiah’s TV Channel)baru !!
  67. Ahlul-Bait dan Taqiyyahbaru !!
  68. ‘Aliy Berbaiat dan Ridlaa terhadap Kekhalifahan Abu Bakr dan ‘Umar radliyallaahu ‘anhumbaru !!
  1. Sekilas Tentang Muhammad bin Ishaq (Ibnu Ishaq) serta Riwayat yang Ia Bawakan dalam Hadits dan Sirah
  2. Biografi Al-Imam Al-Humaidiy rahimahullah
  3. Biografi Al-Haafidh Al-Mundziri rahimahullah
  4. AL-HUSAIN BIN ‘ALI BIN ABI THALIB RADLIYALLAAHU ‘ANHU
  5. Benarkah Ibnu Qudamah Al-Maqdisiy Seorang Mufawwidlah ?
  6. Kisah Dzulkifli ‘alahis-salaam
  7. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah Takfiri ?
  8. Al-Imam Asy-Syafi’iy rahimahullah Bukan Seorang Rafidliy
  9. Beberapa Guru Wanita Al-Haafidh Adz-Dzahabi rahimahullah
  10. Ibnu Ishaq dan Tuduhan Qadariy
  11. Orang-Orang yang Pertama Masuk Islam
  12. Hapalan Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu
  13. Al-Qaadliy Abu Ya’laa Bukan Seorang Mujassim !!
  14. Al-Imam Ishaaq bin Rahawaih
  15. Kisah Sang Pengemis : Al-Imam Baqiy bin Makhlad Al-Andalusiy
  16. Keutamaan Abu Bakr radliyallaahu ‘anhu
  17. Biografi Ibnu Khuzaimah
  18. Abul-Hasan Al-Asy’ariy Bertaubat ke ‘Aqidah Asy’ariyyah atau Salafiyyah ?
  1. APAKAH KITAB AL-FIQHUL-AKBAR MERUPAKAN KARYA AL-IMAM ABU HANIFAH ?
  2. Tetap Langsing dengan Makan Kenyang
  3. Ahmad dan Muhammad
  4. Beberapa Fakta tentang Kambing…..
  5. Ahlush-Shuffah – Siapa Sajakah Mereka ?
  6. Kepalsuan Kisah Harun Ar-Rasyid dan Abu Nuwas dalam Dongeng 1001 Malam
  7. Ya Allah, Tolonglah Saudara-Saudaraku di Palestina……..
  8. Mulailah dari dirimu sendiri !!
  9. Pemilu – Satu Pilihan yang Ekstra Sulit
  10. Air Zamzam – Keutamaan dan Keberkahannya
  11. Sebuah Pelajaran dari Situ Gintung
  12. Mengetahui Pendeknya Usia :::
  13. Nasihat Dr. Daud Rasyid kepada Aktifis Panggung Politik
  14. PKS (Memang) Bukan Wahabi
  15. Sanad Kitab ‘Aqidah Al-Imam Abu Hanifah rahimahullah
  16. Kaidah dan Landasan Para Juru Dakwah
  17. The Big Bang Theory [?]
  18. Ngobrol Privatisasi
  19. Jihad Palestina di Gazza
  20. Hujan : Keberkahan Bersamanya
  21. Sikap Pertengahan yang Tidak Pertengahan
  22. Pemalsuan Kitab Al-Adzkaar Oleh Wahabiy
  23. Tipu Daya Syaithan
  24. Empat Golongan Penyebab Hilangnya Islam
  25. Kritikus Bermental Auditor
  26. Blacklist : Mereka yang Terlaknat dalam Islam
  27. Surat Tilang : Slip Merah & Slip Biru
  28. Termasuk Dosa Besar : Pemimpin yang Dhalim lagi Penipu kepada Rakyatnya 
  29. Adz-Dzahabiy dan Istilah “Salafiy”
  30. Siapakah Ahlul-Kitaab ? 
  31. Mungkinkah Jin Kawin dengan Manusia ? 
  32. Selingan
  33. Dosa Besar (Al-Kabaair)
  34. Lupa
  35. Puisi Kelinci 
  36. Lomba Pidato Anak-Anak : Birrul-Waalidain 
  37. Asy-Syaikh ‘Aliy Al-Halabiy Bukan Murid Asy-Syaikh Al-Albaaniy 
  38. Lowongan Pekerjaan 
  39. Asy-Syaikh Abu Ishaaq Al-Huwainiy Menuntun Syahadat Pemuda Jerman (Video) 
  40. Dua Semangat yang Berbeda 
  41. Apakah Tanda Hitam di Dahi Merupakan Tanda Niat yang Tidak Ikhlash ?
  42. Tuhan Sembilan Senti
  43. Bekerja
  44. Ahlul-Fatrah
  45. Sejaran Bid’ah Shalat Raghaaib di Bulan Rajabbaru !!
  46. Merah Putihbaru !!
  1. Apakah Setiap Amal yang Tidak Dilakukan di Jaman Nabi Disebut Bid’ah ?
  2. Konsekuensi Adanya Ijma’
  3. Beberapa Aspek Tarjih dari Sisi Sanad (Penjelasan Ringkas)

artikel-artikel menarik

artikel-artikel menarik

 

Edisi Ngomporin Nikah Muda

#Edisi Ngomporin Nikah Muda#

“Mau nikah tapi belum ada modal mas?”
Nikah kok pake nunggu ngumpulin modal, emang mau buka toko!. Nikah kok nunggu mapan, nunggu kaya, nunggu sejahtera. Kebalik tuh. Segera nikah, biar segera dimapankan, dikayakan, disejahterakan :)

“Tapi saya masih belum lulus kuliah mas?”.
Emang sejak kapan rukun nikah pake ijasah?.

“Saya belum punya kerjaan tetap mas?”.
Nggak penting itu punya pekerjaan tetap, yg penting tetap punya penghasilan :)

“Padahal rencana saya nikah umur 30-an gitu mas”
Coba deh diitung2, umpama cowok nikah usia 30. Anaknya lulus kuliah udah berapa tuh usia sang bapak?. Yup, lebih dari 50 taun. Kalo nikahnya umur 20?. Usia 40-an sudah bisa gendong cucu tuh :)

“Apa sih mas perbedaan besar antara pacaran dg nikah?”
Pacaran? Rawan maksiat. Nikah? Rawan rahmat :)

“Nikah muda itu bahaya lho mas, psikis pasangan muda kan labil?”.
Mangkanya buruan nikah, biar segera stabil :)

“Masak putus? Pacar saya udah sayang banget ma saya mas”.
Buat kalian yg masih melihara pacar, katakan pada pacar kalian, “Bukti cinta sejati bukan “I love you”, tapi “qobiltu” :)

“Mas, saya nunda nikah karena belum siap dari segi finansial?”.
Lho, kenapa nikahnya yg ditunda, kenapa nggak finansialnya aja yg dipercepat? :)

Status ngomporin nikah ntar lagi dilanjut ya. Istri ngajak jalan2 lagi nih :)
Oh ya, jalan2 sama istri itu ngoleksi pahala, lho. Kalo sama pacar? Jawab sendiri dah :)

“Cieee, si mas mentang2 udah nikaaah :)”
Cieee, mentang2 yg belum berani nikaaah :)

“Apa sih mas enaknya nikah muda?”
Bocoran nih ya, ibu saya dulu nikah usia 17 taun, sekarang di usia beliau yg baru 42 taun, beliau udah tenang, karena anak2nya dah lulus kuliah, bahkan anaknya yg paling imut nih dah berani berumahtangga, hehe :)

“Nikah muda itu bahaya lho mas. Rawan perceraian, karena kondisi emosional, finansial, psikis, anak muda masih labil. Nikah muda itu rawan lho mas. Bayi yg lahir oleh pasangan muda itu bla bla bla”.
Udahlah, jangan banyak alesan, diketawain sama ibu saya tuh :)

“Saya sering liat ada orang dewasa yg nggak nikah2?”
Lelaki dewasa yg belum juga berani nikah kemungkinannya hanya 2: terlalu banyak maksiat, atau kejantanannya perlu dipertanyakan :). Udahlah, daripada tersinggung, mending berubah :)

“Jangankan nafkahin istri, nafkahin diri sendiri saja belum bisa!”.
Hah? Usia mudanya dipake ngapain aja tuh?.

“Mas, saya pingin membahagiakan ortu dulu. Masak baru lulus, baru kerja, langsung minta nikah?”.
Hey, bukankah lebih keren kalo kita membahagiakan ortu, istri, juga mertua sekaligus?.

“Saya mau fokus di karir dulu mas”.
Astaghfirullah, masih nggak percaya juga dg firman Tuhan?. Nikah itu ngundang rezeki, bukan malah menghambatnya. Udahlah, pokoknya orang keren adalah orang yg nggak suka cari2 alasan :)

“Mas, modal nikah itu berapa sih?”
Seringan mungkin. Sesederhana mungkin. Muslimah mulia adalah yg ringan maharnya. Resepsi, sesederhana mungkin. Undangan, sehemat mungkin. Jangan boroskan duit di resepsi.

“Mas, adakah penelitian yg membuktikan nikah bikin kaya?”
Buanyak. Mangkanya sempetin baca buku, nggak baca status doank :)

“Kenapa ada yg usai nikah tapi hidupnya malah berantakan?”
Yg usai nikah dan lebih bahagia juga membludak. Jadi yg salah bukan nikahnya, tapi faktor orangnya :)

“Kenapa kita lebih disaranin nikah muda?”
Biar agama kita disempurnakan oleh Tuhan di usia kita yg semuda mungkin :)

“Kalo belum ketemu jodoh gimana, mas?”
sebagamana rezeki, begitulah jodoh. Rezeki memang ditangan Tuhan, tapi kalo nggak dijemput ya bakal ditangan Tuhan teruuus :)

“Lha cara jemput jodoh itu gimana mas?”
Gitu masih ditanyain? Ckckckck.. katanya udah gedhe :)

“Kenapa sih mas dari kemaren ngomporin nikah muda?”.
Karena saya pingin anak2 muda sebahagia kami, hehe.

“Boro2 nikah, kuliah aja nggak lulus2. Boro2 nikah, kerja aja nggak dapet2. Boro2 nikah, usaha aja nggak jalan2. Boro2 nikah, ortu aja belum ngizinin. Boro2 nikah, jodoh aja nggak dapet2″.
Ini nih pikiran anak muda yg pesimis. Asal tahu saja nih ya, di luar sana ada banyak banget yg nikah tapi kuliahnya makin lancar, yg nikah dan karirnya makin cepat, yg nikah dan usahanya makin melejit, yg masih muda tapi dapat jodoh yg hebat, yg masih muda tapi udah diizinin ortunya nikah. Kira2 apa yg bedain kalian dg mereka?. Bener, mereka kreatif cari solusi, bukan cuma kreatif cari alesan :). Mereka semangat cari jalan keluar, bukan cuma bisa ngeluh sambil fb-an :)

“Aduh, mas, puasa2 gini ngomporin nikah :)”
Karena puasa itu nikmat banget. Yg dah nikah, sahur dibangunin istri. Yg belom nikah? Betah amat bertaun2 dibangunin alarm :). Yg dah nikah, terawih berjalan ke mesjid bareng istri. Yg belom? Kaciiiaaan :). Yg dah nikah, buka masakan istri. Yg belom? Betah amat seumur2 nasi bungkusan :). Yg dah nikah, pas tilawah, ada yg dengerin, ada yg nyimak, ada yg benerin. Pas tidur, ada yg nemenin. Pas sedih, ada yg dicurhatin. Pas nangis, ada pundak tempat bersandar. *Ciyeee.. :) Daripada pingin, buruan berbenah, dan segera nikah muda :)

Nikah ituuuu, menenangkan. Juga menyenangkan. Beneran. Apalagi nikah muda, beuuh, serasa kayak pacaran. Tapi ini pacarannya keren, pacaran setelah pernikahan :)

Daripada protes, daripada tersinggung, daripada panas, daripada pingin, mending berbenah, mending berubah, mending berdoa, semoga bisa tergapai cita-cita nikah muda :)

created by : Ahmad Rifa’i Rif’an (Penulis buku Allah Inilah Proposal Cintaku)
share, copas tolong cantumkan sumber atau penulisnya :)

http://www.facebook.com/pages/Izinkan-Aku-Menikah-Tanpa-Pacaran/124803064261837?ref=stream

sesungguhnya pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran

 

sesungguhnya pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran

 

1. “emang pacaran dalam Islam nggak boleh ya?” | iya, Rasul melarang segala jenis khalwat (berdua-duaan) yg bukan mahram, termasuk pacaran
2. “walaupun beda negara? LDR gitu” | mau beda negara, mau beda alam, mau beda dunia, mau LDR mau tetangga, tetep aja haram
3. “kan pacarannya nggak ngapa-ngapain?” | nggak ngapa-ngapain aja dapet dosa, rugi kan? mendingan nggak usahlah
4. “tapi kan kita punya perasaan” | so? punya perasaan nggak buat kamu boleh melanggar hukum Allah yang kasi kamu perasaan

5. “kalo pacarannya bikin positif?” | positif hamil maksudnya?
6. “hehe.. jangan suudzann, maksudnya bersamanya bikin rajin shalat geto” | shalatmu untuk Allah atau untuk pacar? pernah denger ikhlas?
7. “nggak, maksudnya kita, dia kan ber-amar ma’ruf..” | halah, dusta, mana ada kema’rufan dalam membangkang aturan Allah :)
8. “kalo orangtua udah restui?” | mau orangtua restui, mau orangutan, tetep aja pacaran maksiat
9. “katanya ridha Allah bersama ridha ortu?” | wkwk.. ngawur, dalam taat pada Allah iya, dalam maksiat? masak ortu lebih tau dari Allah?
10. “jadi nggak boleh nih? kl dikit aja gimana?” | eee.. nawar, emang ini toko besi kulakan?
11. “terus solusinya gimana? kan Allah ciptakan rasa cinta?” | nikah, itu solusi dan baru namanya serius
12. “yaa.. saya kan masih belum cukup umur” | sudah tau belum niat nikah, kenapa malah mulai pacaran?
13. “pacaran kan enak, nikmat” | iya, nikmat bagi lelaki, bagimu penyesalan penuh airmata nanti
14. “pacar saya udah bilang dia serius sih, 6 tahun lagi baru dia lamar saya” | itu mah nggak serius, sama aja teken kontrak unt sengsara
15. “pacar sy bilang nunggu sampe punya rumah baru lamar” | itu agen properti atau calon suami? nggak serius banget
16. “pacar sy bilang nikahnya nanti kalo udah cukup duit” | alasan klise, itulah yg cowok katakan untuk tunjukkin betapa nggak komit dia
17. “pacar sy bilang mau nikah tapi tunggu saudaranya nikah dulu” | ya tunda aja hubungannya sampe saudaranya nikah
18. “pacar sy bilang dia siap, tapi nunggu lulus” | alasan yang paling menunjukkan ketidakseriusan, nggak siap tu namanya
19. “pacar sy siap ketemu ortu sy sekarang juga, tapi sy yg belum siap” | cape deeh (=_=);
20. “ya udah, kakak-adik aja ya?” | wkwk.. maksa banget sih mau maksiat? giliran suruh shalat aja banyak alasan
21. “terus yang serius itu yang gimana?” | yang berani datangi wali-mu, dan dapet restu wali-mu dan menikahimu segera
22. “iya, sy udah putusin pacar, dia mau bunuh diri katanya” | tuh, tau kan mental lelaki pacaran, suruh nguras laut aja lelaki begitu
23. hal terserius yang bisa dilakukan yg belum siap adalah memantaskan diri | bukan justru mengobral diri
24. pahami agama, kaji Islam, perjuangkan Islam sebagai persiapan, itu baru serius | agar pantas dirimu jadi pasangan dan ortu yg baik
25. cinta ada masanya, pantaskan diri untuknya | bukan dengan pacaran, baku syahwat pake badan
26. kl siap walau nikahnya harus besok, barulah ta’aruf | karena ta’aruf bukan mainan bagi yg belum siap
27. jadi serius bagi yg sudah siap adl dengan nikah | sementara serius bagi yg belum siap adl mendekat dan taat pada Allah | kelir?!

 

http://www.facebook.com/UstadzFelixSiauw

Membentengi Diri dari Sihir

Membentengi Diri dari Sihir

Saya seorang ibu rumah tangga yang telah menjalani pernikahan selama 17 tahun, dan telah dikaruniai 6 anak. Selama 17 tahun berumah tangga, hanya 5 tahun saya hidup bahagia. Selebihnya, saya jadi benci kepada suami saya. Saya tidak suka dia berhubungan dengan saya sebagaimana hubungan suami istri. Saya merasa tidak sanggup tidur bersamanya. Saya mengira semua ini karena pengaruh sihir, maka untuk menanggulanginya saya pergi ke tukang sihir dan “orang tua pintar”.

Mereka memberi saya beberapa jimat, namun saya tidak mendapatkan manfaat apapun darinya. Sebenarnya saya tidak percaya dengan seorangpun dari mereka. Saya juga pergi ke para dokter ahli jiwa (psikiater), namun juga tidak mendapat faedah apa-apa. Saya menginginkan suamiku dan tidak menginginkan seorangpun selainnya. Namun rumah tangga saya hampir hancur. Apa yang harus saya lakukan -semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberkahi anda-?

Samahatusy Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullaah menjawab dengan cukup panjang sebagai berikut:

Penyakit yang datang belakangan itu memang bisa jadi karena pengaruh sihir. Bisa jadi pula pengaruh ‘ain [1] (mata), atau yang dinamakan orang dengan nazhlah dan nafs. Mungkin juga karena penyakit lain yang menyebabkan timbulnya hal tersebut.

Dalam ajaran Islam, tidak diperkenankan mendatangi tukang sihir dan dukun/tukang ramal serta bertanya kepada mereka. Jadi, perbuatan anda mendatangi tukang sihir dan dukun/tukang ramal merupakan perkara yang tidak diperbolehkan. Anda benar-benar telah berbuat salah. Anda harus bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاةٌ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً

“Siapa yang mendatang ‘arraf lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, tidak akan diterima shalatnya selama 40 malam.” (HR. Muslim dalam Shahih-nya)

‘Arraf adalah orang yang mengaku-ngaku mengetahui perkara-perkara (ghaib), dengan bantuan jin, dengan cara gaib atau tersembunyi. Orang seperti ini tidak boleh dijadikan tempat bertanya (ketika ada masalah) dan tidak boleh dibenarkan, karena Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ، فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Siapa yang mendatangi ‘arraf atau kahin (dukun) lalu ia membenarkan apa yang diucapkannya, maka orang itu telah kufur dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad.”

Maka tidak boleh mendatangi kahin (dukun), tidak pula tukang sihir, serta bertanya kepada mereka. Namun, anda bisa berobat kepada tabib (dokter) yang ma’ruf (dikenal) yang bisa jadi mengetahui obat apa yang dikenal bisa menyembuhkan perkara-perkara tersebut, baik berupa suntikan, pil, atau yang lainnya. Atau anda bisa mendatangi seorang pembaca Al-Qur’an atau seorang wanita shalihah yang akan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an (pada tangannya) lalu meniup-niupnya (dan diusapkan) kepada anda.

Tentunya meminta bantuan kepada wanita shalihah untuk mengobati anda lebih diutamakan (karena kalian sama-sama wanita) daripada memintanya kepada seorang lelaki. Semoga dengannya Allah Subhanahu wa Ta’ala menghilangkan pengaruh ‘ain atau sihir tersebut. Kalau terpaksa berobat kepada seorang lelaki, maka jangan sampai terjadi khalwat (berdua-duaan dengannya). Anda harus disertai orang lain, baik ibu anda, saudara laki-laki anda, ayah anda atau semisal mereka. Orang itu cukup membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan anda mendengarkannya.

Mungkin pula pengobatan dengan cara menyediakan air dalam wadah, lalu dibacakan padanya surat Al-Fatihah, ayat Kursi, ayat-ayat yang berbicara tentang sihir dalam surat Al-A’raf (ayat 117-122, -pent.), surat Yunus (ayat 81-82, -pent.), dan surat Thaha (ayat 69, -pent.). Juga membaca surat Al-Kafirun, Al-Ikhlas, dan Al-Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas).

Dibacakan pula di air tersebut doa-doa seperti:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا بِسْمِ اللهِ أُرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيْكَ، بِسْمِ اللهِ أُرْقِيْكَ

“Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan/penyakit ini, sembuhkanlah. Sesungguhnya Engkau Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan melainkan dengan kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit. Dengan nama Allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakiti/mengganggumu, dan dari kejelekan setiap jiwa atau mata yang hasad, semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan nama Allah aku meruqyahmu.”

Doa ini dibaca tiga kali, karena doa ini tsabit (pasti datangnya) dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam (sebagaimana termuat dalam Ash-Shahihah, -pent.)

Bila orang yang mengobati anda telah melakukan hal di atas, maka sebagian air itu anda minum, sisanya untuk membasuh tubuh anda.

Pengobatan seperti ini mujarab untuk menyembuhkan pengaruh sihir dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demikian pula untuk mengobati seorang suami yang tercegah (tidak dapat) untuk menggauli istrinya. Juga untuk pengobatan ‘ain, karena ‘ain itu diobati dengan ruqyah sebagaimana Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ رُقْيَةَ إِلاَّ مِنْ عَيْنٍ أَوْ حُمَةٍ

“Tidak ada pengobatan dengan ruqyah (yang paling tampak hasilnya/mujarab, -pent.) kecuali dari pengaruh ‘ain atau sengatan binatang berbisa.”

Pengobatan seperti di atas merupakan faktor-faktor kesembuhan yang terkadang Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikannya bermanfaat.

Bisa pula pengobatan dengan cara mencampur air dengan tujuh daun sidr (bidara) hijau yang telah ditumbuk, lalu dibacakan bacaan-bacaan yang telah disebutkan di atas.

Pengobatan seperti ini terkadang Allâh Subhanahu wa Ta’ala jadikan bermanfaat. Dan kami telah melakukannya untuk mengobati banyak orang, Allah Subhanahu wa Ta’ala pun menjadikannya bermanfaat. Cara ini disebutkan oleh ulama, di antaranya Asy-Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan Alusy Syaikh penulis kitab Fathul Majid Syarhu Kitabit Tauhid. Beliau sebutkan dalam bab Ma Ja’a fin Nusyrah. Bila anda memiliki kitabnya, silahkan menelaahnya. Atau tanyakan kepada orang-orang yang berilmu dien, mereka insya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menunaikan apa yang pantas.

Adapun kepada tukang sihir, kahin dan ‘arraf, janganlah anda bertanya dan membenarkan mereka. Hendaknya anda menemui orang-orang yang berilmu haq dan para pembaca Al-Qur’an yang dikenal dengan kebaikan, sehingga mereka mengobati anda dengan bacaan-bacaan ruqyah. Atau anda mendatangi wanita-wanita shalihah dari kalangan pengajar/guru agama dan selain mereka yang dikenal dengan kebaikan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahkan kesembuhan dan kesehatan kepada anda dengan sebab-sebab tersebut.

Termasuk perkara yang sepantasnya anda amalkan adalah berdoa. Anda mohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar menghilangkan gangguan yang menimpa anda, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala menyukai bila diajukan permintaan pada-Nya. Dia telah berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan permohonan kalian.” (Ghafir: 60)

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” (Al-Baqarah: 186)

Sepantasnya anda mohon kesehatan dan kesembuhan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demikian pula suami anda, ayah dan ibu anda, karena seorang mukmin itu seharusnya mendoakan kebaikan untuk saudaranya. Doa itu senjata orang mukmin, dan Allah ‘Azza wa Jalla sendiri telah menjanjikan untuk mengabulkan doa. Maka anda harus bersungguh-sungguh dan jujur dalam doa anda, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahi kesembuhan.

Selain itu, aku nasehatkan agar menjelang tidur, anda menggabungkan dua telapak tangan anda, lalu meniupnya dengan sedikit meludah dengan membacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas, tiga kali. Setelahnya dengan kedua telapak tangan tersebut anda mengusap kepala, wajah dan dada (berikut apa yang bisa dicapai oleh kedua telapak tangan dari bagian tubuh, -pent.), dilakukan sebanyak tiga kali. Perbuatan seperti ini termasuk sebab kesembuhan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sendiri melakukannya saat menjelang tidur dan ketika sakit, sebagaimana disebutkan dalam berita yang shahih dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anhaa (dan ketika sakitnya bertambah parah, beliau memerintahkan ‘Aisyah agar melakukannya untuk beliau [2], -pent.).

Footnote:

[1] Lihat pembahasan ‘ain dalam rubrik Permata Hati, Majalah Syariah Vol. I/No. 04/Desember 2003/Syawwal 1424 H.

[2] Sebagaimana disebutkan dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya.

Sumber: Majalah Asy Syariah, Vol. II/No. 24/1427H/2006, judul: Membentengi Diri dari Sihir, kategori: Fatawa Al-Mar’ah Al-Muslimah, hal. 91-93. Lihat: http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/09/12/membentengi-diri-dari-sihir/

Mohamad Awod Joban, Imam Masjid Ar-Rahmah, Washington, Amerika Serikat asal Purwakarta

Info Tokoh Islam
Mohamad Awod Joban, Imam Masjid Ar-Rahmah, Washington, Amerika Serikat asal Purwakarta

Getarkan Islam hingga ke Penjara Amerika

“Kalau saya memberikan Al-Qur’an kepada para napi, mereka pasti langsung lihat indeks. Lalu, mereka mencari huruf J alias Jesus (Nabi Isa as, red),” kata Imam Masjid Ar-Rahmah, Washington State (WS), Amerika Serikat (AS) Mohamad Awod Joban.

Itu tadi sekelumit kisah Joban, pria yang juga berprofesi sebagai imam penjara (Muslim chaplain) di wilayah barat AS. Eits, jangan salah, meski namanya terdengar asing di telinga orang Indonesia, pria yang sudah 20 tahun bermukim di negeri Paman Sam itu asli keturunan Purwakarta, Jawa Barat. Seperti apa pengalamannya berdakwah di AS?
Di tengah sentimen warga dunia terhadap umat Muslim, ternyata perkembangan dakwah Islam di penjara AS terbilang tinggi. Percaya atau tidak, media AS menyatakan Islam adalah agama yang penyebarannya paling pesat di negaranya.
Menurut Joban, ada dua tempat penyebaran Islam tercepat di Amerika, yakni lingkungan penjara dan militer. Bahkan, para imam penjara di AS sering kewalahan memberikan pelayanan. Permintaan Al-Qur’an di balik jeruji pun amat laris. Para imam bahkan tak jarang menjawab, “Oh, sorry, I can’t give you today, because I’ve run out of stock (Oh, maaf, saya tidak dapat memberikannya hari ini karena kehabisan stok).”

The power of Al Qur’an

Terkadang, Joban mengaku tak perlu susah payah membuat orang lain jatuh cinta pada Islam. Sebab, hati mereka langsung tersentuh setelah membacanya. Subhanallah!
Apalagi bagi para narapidana. Meski geraknya terbatas, mereka justru berkesempatan memperdalam ilmu agama dan wawasan di dalam penjara. Belum lagi suasana dan lingkungan yang serba nyaman.
Pria kelahiran 2 Juni 1952 itu melukiskan penjara AS layaknya hotel atau asrama. Lengkap dengan dapur, gymnasium, air conditioner, sampai pemanas ruangan. “Bahkan, para napi bisa melanjutkan pendidikan S1 sampai S3 di dalam penjara,” ujarnya.
Nah, jika para napi itu mendapat Al-Qur’an, hal pertama yang mereka lakukan adalah mencari indeks huruf J untuk kata Jesus. Mereka penasaran ingin mengetahui apa yang dikatakan Al-Qur’an tentang “Tuhan” mereka.
Aura yang tertangkap selanjutnya, ujar Joban, mereka akan terkejut. Sebab Al-Qur’an bukan saja memuji dan menjunjung tinggi Nabi Isa as,yang selama ini mrk salah menganggapnya sbg tuhan, dan Al Quranjuga mengulas lengkap fakta sejarah hidup beliau.
Bahkan, dalam Al-Qur’an terdapat surat Maryam, perempuan mulia di sisi Allah, ibu dari Nabi Isa as.
“Seorang napi berkesimpulan, kalau Muhammad saw yang mengarang kitab suci ini, pasti perempuan yang paling ia muliakan adalah ibunya, Aminah atau istrinya, Khadijah ra. Bukan Siti Maryam,” papar suami Moeti Amrina itu.

Ternyata mereka salah, dalam Al Quran justru tertulis kisah Maryam, ibu Nabi Isa as dan jg fakta bahwa Nabi isa as tdk disalib dan bukan tuhan ataupun anak tuhan.

Jadi, tak ada lagi yang mereka ragukan terhadap Islam. Agama yang telah memberikan pencerahan dan solusi atas problem yang mereka hadapi.Subhanallah….

Seperti Qur’an berjalan

Selain narapidana, para militer AS pun ramai-ramai memeluk Islam. Tak sedikit tentara AS yang bertugas di negara Islam seperti Irak, Afghanistan sampai Somalia menjadi mualaf atau mengucapkan kalimat syahadat ketika kembali pulang ke negara mereka.
Pengakuan tentara Muslim AS kepada Joban, buktinya. Tentara yang bertugas di perbatasan Irak dan Kuwait itu mengaku awalnya jengkel dengan tingkah Baduin. Warga kampung setempat yang menjadi guide tentara AS itu selalu berhenti di tengah jalan tanpa izin tiap kali mendengar azan. Setelah itu, mereka melaksanakan shalat.
Ketika tentara itu melihat gerakan shalat, bersujud meletakkan dahi ke tanah, ia berpikir, “Ini pasti Tuhannya sangat besar.”
Setelah itu, tentara tadi mulai mempelajari Islam dan bersyahadat. “Gerakan shalat saja mampu menggetarkan hati orang lain,” kata Joban, takjub.
Menurut pria yang menghabiskan masa kecilnya di Pasar Rebo, Purwakarta ini, mudah mendeteksi mualaf di negara berikon Patung Liberty. “Mereka seperti Qur’anic walking (Qur’an berjalan, red). Islam tercermin pada diri dan tingkah lakunya,” ujar pria yang menamatkan studi masternya di Fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar, Cairo, Mesir ini.

MUSLIM INDONESIA MALU DENGAN KETAQWAAN MUSLIM AMERIKA

Bahkan, kita yang terlahir sebagai Muslim pun terkadang malu. Seperti cerita teman Joban, pelajar asal Saudi Arabia. Awalnya, temannya itu mengaku bukan Muslim yang baik dan jarang shalat. Dia justru mendapat hidayah untuk meningkatkan ketaqwaannya kpd Alloh Swt, dan merasakan nikmatnya Islam saat berada di AS.
“Masya Allah! Saya bertemu anak muda Amerika, shalatnya rajin, akhlaknya baik, sopan, ramah, dan suka membantu orang lain. Padahal, dia baru enam bulan memeluk Islam!”

Berlabuh ke negeri Paman Sam

Joban lebih banyak menghabiskan masa mudanya di Mesir untuk menyelesaikan S2. Selama menetap di sana, ia bekerja sebagai penyiar dan penerjemah di Radio Cairo. Makanya, tak terlintas di benaknya akan menetap di negeri Paman Sam untuk waktu yang sangat lama.
Semula Joban berangkat ke Amerika untuk meraih gelar Ph.D dalam bidang Islamic Study. Namun, ia menunda niatnya karena tersandung biaya. “Saya baru tahu kalau biaya hidup di Amerika jauh lebih besar jika kita tidak punya greencard (izin tinggal permanen, red),” katanya.
Joban tak berniat cepat pulang. Ia memilih menghabiskan visanya selama setahun di negara itu. Ternyata, nasib berkata lain, seorang kawan lama asal Kamboja memintanya menjadi imam dan pengajar di Masjid An-Nur, Olympia, WS.
Para jama’ah warga Kamboja yang dikenal dengan sebutan Muslim Campa ini menyambut baik kehadiran Joban. Ternyata, pria yang gemar membaca ini mampu mengembalikan keislaman mereka yang telah hilang. “Sebelumnya, mereka sudah lupa mengaji dan membaca ilmu agama Islam. Anak mereka pun dibesarkan dengan cara Amerika,” ungkap Joban.
Kesempatan Joban memperpanjang ‘kontrak’ hidupnya di negara Barrack Obama semakin terbuka. Dua tahun setelah ia aktif menjadi imam Masjid An-Nur, Islamic Center setempat mengumumkan penjara di negara bagian tersebut membutuhkan tenaga chaplain. Apa itu? “Imam atau pembina rohani bagi para narapidana,” jawabnya.
Maka sejak 1992, Joban menjadi da’i yang aktif menebarkan pesona Islam di beberapa penjara di Washington. Selanjutnya, pria yang memiliki motto Life is Opportunity ini diangkat menjadi pegawai negeri.
Awalnya, Joban bertugas di penjara Monroe, WS. Untuk menuju lokasi, ia perlu menempuh perjalanan selama dua jam dari Olympia. Selanjutnya, ia bertugas sebagai pembina rohani di penjara McNeil Island Corrections Center (MICC) dekat Tacoma, WS. Lokasinya terpencil di pulau McNeil.
Menurut Joban, penjara ini terbilang mencekam dan suasananya mirip penjara Alcatraz di California yang kesohor itu. “Penghuninya kelas berat semua,” ujar pria yang pernah bertugas di penjara transit, Shelton Correction Center, ini dengan mata membelalak.

Terinspirasi sang Ayah

Pendidikan yang ditanamkan orangtua Joban, Ustadz Awod Said Joban dan Fatimah Muhammad membekas hingga saat ini. Keduanya selalu memberi teladan para nabi dan nasihat sesuai Al-Qur’an dan hadits.
Untuk menerapkan disiplin kepada anak-anaknya, mereka memberi sanksi dan penghargaan. Cara tersebut ternyata efektif membentuk anak ketiga dari sembilan bersaudara ini menjadi pribadi tangguh dan kuat.
Sang ayah dikenal keras mendidik anak-anaknya. Joban mengaku ketika anak seusia mereka masih bersembunyi di balik selimut, ia bersama adik dan kakaknya sudah berada di masjid sebelum Subuh.
Selesai shalat Subuh, mereka belajar kitab Azubad (fiqih, red). Setelah Isya, orangtua bercerita tentang kisah sahabat, tabi’in dan orang shalih. Nah, Rabu waktunya belajar fiqih sementara tafsir Al-Qur’an tiap Jum’at. “Shalat lima waktu harus di masjid. Kalau ketinggalan shalat berjamaah akan dapat hukuman,” katanya sambil mengenang.
Ternyata didikan yang ia terima ini bersumber dari pengalaman sang ayah ketika belajar selama 12 tahun di Yaman. “Ayah belajar di Yaman sejak berusia tujuh tahun. Nah, beliau menjadi ahli fiqih dan tafsir di usia 19 tahun,” ungkap pria yang pernah bercita-cita menjadi pemain sepakbola nasional ini.
Ia mengaku kagum terhadap ketaatan ayahnya sebagai Muslim. Joban kecil seakan termotivasi melihat kebiasaan sang ayah tak pernah absen shalat tahajud. Hatinya trenyuh tiap kali menyaksikan ayahnya menangis saat membaca ayat tentang api neraka. “Beliau adalah suri teladan yang baik,” ujar pria yang menyelesaikan S1 di IAIN Jakarta itu.
Ratna Kartika/wawancara: Aini Firdaus

Subhanallah, dari orang tua yang sholeh akan menghasilkan generasi keturunan yang sholah pula… untuk para ayah dan ibu, yang tlh memiliki anak ataup[un sedang hamil, jauhilah maksiat dan berbuat amal sholeh, dakwahlah amar ma'ruf nahi munkar, perdalamlah agama Islam, sekolahkanlah anak-anak anda di sekolah islam yang baik, peliharalah syariah islam dalam rumah tangga anda, maka insyaalloh anda akan memiliki anak yang soleh/solehah, yang dpt mnjd bekal yang sangat berharga saat anda tlh meninggal kelak.

Rosulullah Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam bersabda….
Dalam Hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad:
Yang artinya: Apabila seseorang meninggal dunia akan terputus amalnya kecuali tiga perkara: Shodaqoh jariyah, atau ilmu yang bermanfaat sepeninggalnya, atau anak sholih yang mendo’akannya.

Siapa yang tidak ingin mendapatkan anak soleh solehah yang menjadi sebaik baik perhiasan di dunia, penghibur hati, serta menjadi penolong kita di akhirat kelak. Anak soleh solehah selain menghibur juga menjadi salah satu amalan yang tidak putus walaupun orangtuanya telah menemui ajalnya.

Terdapat beberapa hal yang membedakan pendidikan anak soleh dan solehah dengan pendidikan anak anak biasa antara lain:

1. Mendidik untuk cinta Allah dan Rasul serta selalu merasakan kehadiran Allah dan Rasul di mana saja kapan saja yg membuahkan hasil anak semakin semangat belajar ilmu syar'i
2. Memiliki semangat untuk memperjuangkan Islam
3. Mencintai akhirat sebagai tujuan akhir setiap manusia melebihi kecintaan terhadap dunia
4. Istiqomah dalam beribadah sesuai pemahaman salafus shalih dan mnjauhi bid'ah dalam ibadah
5. Menjauhi hal-hal yang maksiat, seperti musik, tontonan televisi dan tayangan lainnya yang mndatangkan maksiat dan tdk bermanfaat, serta senantiasa memelihara syariah agar tercipta saling menasihati amar ma'ruf nahi munkar
6. menjauhi segala bentuk kesyirikan baik syirik asghar apalagi syirik akbar dan istiqomah menjalankan perintah-perintah Alloh Swt dan Rasul-Nya,dan tdk melalaikan ibadah ayng wajib hukumnya, seperti sholat 5 waktu, berjilbab utk wanita muslimah, dsb.

Wallahu'alaam,,

PENUTUP
HUKUM BERPERGIAN KE NEGERI KUFUR

Assalamu'alaykum warahmatullah,
banyak diantara muslim yang hobby berpergian tanpa tujuan yang jelas ke negara2 yang dipenuhi kemaksiatan dan kekufuran, seperti negara2 mayoritas nonmuslim yang di tiap sudut2 jalannya banyak wanita2 berpakaian minim,perzinaan dimana2, dan juga banyak syubhat2 yang menjerumuskan seorg muslim kpd kesesatan, misal setelah pulang bersekolah dari luar negeri dia kemudian pulang mnjd Islam Liberalis, yang berceloteh menghalalkan yg haram dengan memutar mutar balikkan tafsir Al Quran mengikuti kesesatan pendapat kaum orientalis, pluralisme, atau sekularis. sehingga, betapa banyak kita lihat orang-orang muslim yang rusak akhlaknya karena seringnya bertasyabuh dengan kebudayaan dan pemahaman kaum kufur tersebut, bahkan sengaja mngadakan perjalanan ke negeri kufur untuk memotret dan mncoba hal2 yang diharamkan, spt memotret wanita seksi, mencoba minuman dan makanan yg tdk jelas kehalalannya, dsb.

Bepergian dan wisata ke negeri kafir merupakan satu hal yang biasa pada masa sekarang ini, bahkan sebagian kaum muslimin bangga dan menjadikannya sebagai simbol prestise bagi kehidupannya. Ini musibah besar yang menimpa kaum muslimin, yaitu adanya sebagian mereka yang mengagungkan negara kafir dari negerinya sendiri. Padahal hal itu menyelisihi aqidah wala’ dan bara’ yang telah menjadi konsekuensi keimanan seorang muslim.
Oleh karena itulah agama Islam memperingatkan bahaya ini dan menetapkan hukum bepergian tersebut dengan tegas.

Dalam tulisan ini kami kemukakan fatwa para ulama tentang hukum bepergian kenegeri Kafir. Diantaranya:

#1. Fatawa Lajnah daimah Lil Buhuts Al Ilmiyah Wal Ifta’ No. 4873.
Soal: Saya bepergian setiap tahun keluar negeri (Yunani-Namsa) bersama istri dan anak saya. Kami menghabiskan waktu dua pekan di laut dan kepulaaun Yunani yang indah serta taman-tamannya dalam rangka rekreasi. Apakah itu diperbolehkan? Perlu diketahui saya dan istri saya selalu menjaga sholat dan istri saya tidak membuka tubuhnya. Demikian juga kani tidak memakan kecuali buah-buahan, kami tidak bercampur dengan orang asing dan tidak pula melihat aurat mereka . kami mohon jawabannya!

Jawabannya:

Tidak boleh bepergian kenegeri ahli syirik kecuali karena hal-hal yang diperbolehkan syari’at dan rekreasi bukan termasuk yang membolehkan berpergian kesana, karena sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :
أَنَا بَرِيْءٌ مِنْ كُلِّ مُسْلِمٍ يُقِيْمُ بَيْنَ أَظْهُرِ الْمُشْرِكِيْنَ
Artinya: “Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal diantara orang-orang musyrik.” [Hadits riwayat Abu daud]

Oleh karena itu kami nasehatkan anda jangan bepergian kenegara tersebut atau yang sejenisnya dengan tujuan tersebut, karena terdapat padanya masuk kedalam fitnah dan tinggal ditengah-tengah kaum muslrikin. Telah shahih riwayat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
Artinya: “Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal diantara orang-orang musyrik”.
Terdapat hadist lain yang semakna dengannya.
Wabilahi Taufiiq.

Yang menandatangani:
Syaikh Abdulaziz bin Abdillah bin Baaz : Ketua
Syaikh Abdurrazaaq Afifi : Wakil Ketua
Syaikh Abdullah bin Ghadhayan : Anggota
Syaikh Abdullah bin Qu’ud : Anggota
* Fatawa lajnah daimah lil buhuts ilmiyah wal ifta 2/107-108

#2. Pernyataan Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin rahimahullah dalam Syarah Riyadhush Shalihin
“Tidak diperbolehkan seseorang bepergian ke negeri kufur kecuali dengan tiga syarat, yaitu:

1. Memiliki ilmu yang dapat menolak syubhat-syubhat mereka, karena orang-orang kafir selalu melontarkan kepada kaum muslimin syubhat-syubhat seputar agama, Rasul dan akhlak mereka dalam setiap kesempatan agar seseorang itu tetap ragu dan bimbang (tentang Islam). Dan telah dimaklumi bersama bahwa seseorang yang ragu dalam perkara yang diwajibkan yakin padanya, maka dia belum menunaikan kewajiban, padahal iman kepada Allah ta’ala, malaikat, kitab-kitab suci, para Rasul, hari kiamat dan takdir yang baik dan buruk adalah perkara yang diwajibkan padanya keyakinan, maka jika seseorang ragu dalam satu dari hal-hal tersebut, maka dia menjadi kafir. Oleh karena itulah kaum kufar berusaha memasukkan keraguan kedalam diri kaum muslimin. Sehingga sebagian tokoh pemimpin mereka berkata: “Janganlah kalian berusaha untuk mengeluarkan kaum muslimin dari agamanya ke agama Nashrani akan tetapi cukuplah kalian membuat mereka ragu terhadap agamanya karena jika kalian telah berhasil membuat mereka ragu terhadap agamanya berarti kalian berhasil mengeluarkan mereka dari agamanya dan itu cukup”. Kalian telah mengeluarkannya dari tembok yang terdapat padanya kejayaan, kemenangan dan kemuliaan… Dan itu cukup!, adapun jika kalian berusaha memasukkan mereka ke dalam agama Nashrani yang ditegakkan atas dasar kesesatan dan kebodohan, maka ini tidak mungkin, karena orang-orang Nashrani telah tersesat sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

2. Memiliki kekuatan agama Islam yang dapat melindungi dirinya dari syahwat karena seseorang yang tidak memiliki kekuatan agama jika pergi kenegeri kufur akan tenggelam karena dia mendapatkan perhiasan dunia dari khomr (miras), zina, homo seksual dan lain-lainnya.

3. Memiliki kebutuhan untuk itu seperti dia sedang sakit yang dibutuhkan dalam pengobatannya bepergian ke negeri kufur atau (bersekolah karena) membutuhkan ilmu khusus yang tidak terdapat di negeri Islam lalu berangkat kesana atau seseorang yang butuh berdagang berangkat, berdagang dan pulang.

Saya tandaskan sekali lagi bahwa hijrah dari negeri kufur yang tidak dapat ditegakkan padanya agama seseorang adalah satu kewajiban dan bepergian kenegeri kufur untuk berdakwah diperbolehkan jika hal itu memiliki efek dan pengaruh disana hal itu diperbolehkan kerena bepergian untuk kemaslahatan sedangkan benyak dari orang awam dinegeri kufur buta tentang Islam tidak mengetahui sedikitpun tentang Islam bahkan mereka tersesatkan dengan opini bahwa Islam adalah agama liar, teroris dan kacau balau,apalagi jika orang-orang barat mendengar kejadian yang terjadi atas orang-orang tersebut yang mengaku sebagai muslim, niscaya mereka berkata: mana Islam? Ini liar!!Lalu mereka lari dari Islam disebabkan kaum muslimin dan perbuatannya. Kita memohon kepada Allah untuk menunjuki kita semuanya”. (lihat Rubrik Hadits Niat, Hijroh dan hukum Bepergian ke Negeri Kafir dalam majalah Assunnah edisi ?/VI/ 2002 M.)

#3. Fatwa Syaikh Sholeh bin Abdillah Al Fauzaan hafizhahullah No. 154

Soal: Apa hukum bepergian kenegeri yang tidak islam dengan tujuan tinggal dan menetap disana?.

Jawabannya:
Pada asalnya bepergian kenegeri kafir tidak boleh bagi orang yang tidak dapat menampakkan syiar agamanya(syariah Islam) dan tidak boleh kecuali darurat seperti berobat dan yang sejenisnya disertai kemampuan menampakkan agamanya dan melaksanakan kewajiban Allah atasnya. Juga tidak melakukan basa-basi dalam agamanya serta tidak malas melaksanakan kewajiban-kewajibannya. Adapun tinggal menetap disana maka ini lebih lagi. Tidak boleh seorang muslim tinggal menetap diantara kaum musyrikin, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang seorang muslim tinggal diantara kaum musyrikin kecuali jika dalam menetap tersebut terdapat maslahat syar’i seperti berdakwah kejalan Allah dan menampakkan agamnyaserta menyebarkan islam, maka itu sesuatu yang baik, jika untuk tujuan tersebut, yaitu berdakwah kepada Allah, menyebarkan agamaNya dan menguatkan kaum muslimin yang berada disana. Sedangkan jika hanya sekedar tinggal menetap bersama mereka tanpa ada kemaslahatan syar’i maka tidak boleh tinggal menetap dinegeri kaum musyrikin.

Diantara tujuan yang memperbolehkan bepergian kenegeri kafir adalah belajar ilmu-ilmu yang dibutuhkan kaum muslimin seperti kedokteran dan industri yang tidak mungkin mempelajarinya dinegeri kaum muslimin.

Soal: Kalau begitu seandainya bepergian untuk berdagang saja, apakah hal itu dibolehkan?
Beliau menjawab:
Diperbolehkan bepergian kenegeri kafir dengan dua syarat:
1. Bepergian tersebut diperbolehkan oleh syariat (Islam).
2. Mampu menampakkan syiar agamanya dengan berdakwah, menunaikan kewajiban dan tidak meninggalkan satupun kewajiban yang Allah bebankan kepadanya serta tidak bercampur aduk dengan orang kafir pada tempat-tempat kefasikan dan kegilaan mereka. Juga jangan masuk ke tempat-tempat rusak yang terdapat dinegeri-negeri kafir.
Dibolehkan bepergian kenegeri kafir dengan dua syarat ini. Sedangkan jika tidka terpenuhi syarat-syarat ini maka tidak boleh. (Al Muntaqa Min Fatawa Syeikh Sholeh Al fauzaan 1/257-258)

#4. Fatwa Syaikh Sholeh bin Abdillah Al Fauzaan hafizhahullah No. 221.

Ditanya beliau tentang hokum bepergian kenegeri yang tidak beragama islam baik negeri beragama nashrani atau negara tak beragama? Apakah disana ada perbedaan antara bepergian untuk wisata dan bepergian untuk berobat dan belajar dan yang lainnya?
Beliau menjawab:
Bepergian kenegeri kafir tidak diperbolehkan karena terdapat bahaya atas aqidah, akhlak, bercampur baur dengan orang kafir dan menetap diantara mereka akan tetapi jika hajat darurat dan tujuan yang benar dalam bepergian menuntutnya seperti berobat dari penyakit yang tidak tersedia perawatannya kecuali dinegeri mereka atau belajar yang tidak dapat dilakukan di negeri muslimin atau berdagang, maka ini semua adalah tujuan safar yang benar yang diperbolehkan bepergian karenanya kenegeri kafir dengan syarat menjaga syiar-syiar islam dan kemampuan menegakkan agama dinegeri mereka. Ini semua sebatas kebutuhan saja kemudian setelah itu kembali kenegeri islam.

Adapun bepergian untuk wisata maka ini tidak boleh, karena seorang muslimin tidak membutuhkannya dan tidak pula kembali kemaslahatannya seimbang atau lebih kuat dari kemudhoratan dan bahaya terhadap agama dan aqidah yang ada padanya”. (Al Muntaqa Min Fatawa Syeikh Sholeh Al fauzaan 2/253-254).

KESIMPULAN:
Dari fatwa diatas dapat disimpulkan bahwa hukum bepergian kenegeri kafir memilki syarat:

1. Dapat menampakkan syiar agamanya dan melaksanakan kewajiban Allah Swt atasnya

2. Memiliki kekuatan agama (Islam) yang dapat melindungi dirinya dari syahwat dan memiliki ilmu (syariat) yang dapat menolak syubhat-syubhat mereka(kaum kufur).

3. Memiliki kebutuhan dan darurat syar’i untuk kesana seperti berobat dan yang sejenisnya.,,,

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum bepergian ke negara kafir ? Dan apa hukum bepergian untuk maksud wisata ?

Jawaban.
Tidak boleh bepergian ke negara kafir kecuali dengan tiga syarat.

Syarat Pertama : Memiliki ilmu yang dapat membantah keraguan

Syarat Kedua : Memiliki pondasi agama yang kuat yang bisa melindunginya dari dorongan syahwat

Syarat Ketiga : Membutuhkan kepergian tersebut.

Jika syarat-syarat ini tidak terpenuhi, maka ia tidak boleh bepergian ke negara kafir karena bisa menimbulkan fitnah atau dikhawatirkan akan terkena fitnah, disamping hal ini merupakan penyia-nyiaan harta, karena pada perjalanan semacam ini biasanya seseorang mengeluarkan banyak uang, di samping hal ini malah menyuburkan perkenomian kaum kuffar.

Tapi jika ia memang memerlukannya, misalnya untuk berobat atau menuntut ilmu yang tidak tersedia di negaranya, sementara ia pun telah memiliki ilmu dan agama yang kuat sebagaimana kriteria yang kami sebutkan, maka tidak apa-apa.

Adapun bepergian untuk tujuan wisata ke negara-negara kafir, itu tidak perlu, karena ia masih bisa pergi ke negara-negara Islam yang memelihara penduduknya dengan symbol-simbol Islam. Negara kita ini, alhamdulillah, kini telah menjadi negara wisata di beberapa wilayahnya. Dengan begitu ia bisa bepergian ke sana dan menghabiskan masa liburnya di sana.

[Al-Majmu Ats-Tsamin, Juz I, hal 49-50, Syaikh Ibnu Utsaimin]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Musthofa Aini, Penerbit Darul Haq]

http://ustadzkholid.com/aqidah/tinggal-di-negeri-kafir/

http://www.facebook.com/muallaf.network

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 284 pengikut lainnya.