• Blog Stats

    • 41,449,636 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

BANTAHAN TERHADAP PENGINGKAR KERASUKAN JIN

Ruqyah-online.blogspot.com-Akhir-akhir ini telah ada fatwa dari sebuah organisasi Islam di Indonesia yang mengingkari masuknya jin dalam tubuh manusia dan selain itu ada juga penolakan dari sebagian orang yang hanya menggunakan akal tanpa didasari dengan dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah. Adapun golongan yang mengingkari hal ini mempunyai 4 dalil yaitu :

1. Tidak ada dalil dalam Al-Qur’an dan hadits shahih yang menyatakan, bahwa jin dapat masuk ke dalam tubuh manusia.
2. Sebagian mereka beralasan karena sebagian ulama mengatakan, bahwa ini adalah perkara yang batil, dan sesungguhnya jin tidak bisa masuk ke dalam tubuh manusia.
3. Hal ini tidak masuk akal, dimana tidak mungkin bagi dua makhluk yang berbeda tabiatnya bersatu dalam satu bentuk.
4. Jin adalah makhluk yang diciptakan dari api sedangkan manusia dari tanah. Jika jin merasuki manusia, maka ia akan membakarnya.

Semoga Allah memberi taufik-Nya kepada mereka yang mengatakan, bahwa disana tidak ada dalil yang menyatakan masuknya jin dalam tubuh manusia.” Sebenarnya dalil-dalilnya sangat jelas dan banyak yang di antaranya adalah sebagai berikut :
Pertama : Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (Al-Baqarah : 275)

Imam Al-Qurtubi berkata, “Pada ayat ini terdapat dalil atas kesalahan penolakan orang-orang yang menolak adanya kerasukan jin dan menganggap bahwa setan itu tidak akan dapat memasuki tubuh manusia.”

Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata, “Orang-orang yang memakan riba” yaitu mereka tidak dapat berdiri kecuali sebagaimana berdirinya orang-orang yang kerasukan setan.”

Imam Ath-Thabari berkata, “Mereka tidak berdiri di akhirat nanti dari kubur-kubur mereka, kecuali sebagaimana berdirinya orang-orang yang kemasukan setan lantaran penyakit gila. Maksudnya adalah, setan membuatnya gila di dunia. Dan orang yang dirasukinya akan jatuh karenannya yaitu karena kegilaan.”

Kedua : Dalil-dalil dari As-Sunnah (hadits)

1. Dari Utsman bin Abi Al-Ash Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Ketika aku bekerja untuk Rasulullah di Thaif, tiba-tiba aku melihat sesuatu dalam shalatku, sampai-sampai aku tidak tahu sedang shalat apa. Maka, setelah itu aku pergi menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Dan Rasul berkata, “ Ibnu Abi Al-Ash ?”Aku menjawab, “Ya, wahai Rasulullah.” Rasul bertanya, “apa yang membuatmu datang kemari ?” Aku berkata, “Wahai Rasulullah aku melihat sesuatu dalam shalatku, sampai-sampai aku tidak tahu aku sedang shalat apa.” Nabi bersabda, “Itu adalah setan, mendekatlah kemari !” Aku pun mendekat kepada Nabi, lalu aku duduk di atas, telapak kakiku.” Ibnu Abi Al-Ash berkata, “Lalu Nabi memukul dadaku dengan tangannya dan meniup mulutku sambil berkata, “Keluarlah musuh Allah,” Nabi melakukannya sebanyak tiga kali.”Dan selanjutnya beliau berkata, ‘Teruskanlah pekerjaanmu.”

2. Utsman bin Basyar menuturkan,“aku mendengar Utsman bin Abi Al-Ash Radhiyallahu Anhu berkata, “Aku mengadu kepada Rasulullah Shalllahu Alaihi wa Sallam karena sering lupa akan ayat-ayat Al-Qur’an, lalu Rasul memukul dadaku dengan tangannya seraya berkata “Wahai setan, keluarlah dari dada Utsman.” Beliau melakukannya sebanyak tiga kali.” Lalu Utsman berkata, “Setelah itu aku tidak pernah lagi lupa akan Al-Qur’an dan selalu suka (senang) mengingatnya.”

Ketiga : Pendapat para Ulama

Al-Allamah Al-Albani ketika mengomentari hadits ini berkata, “Di dalam hadits ini terdapat dalil yang jelas, bahwa setan bisa memasuki tubuh manusia sekalipun dia seorang mukmin yang saleh. Hal ini juga terdapat pada banyak hadits, dan aku telah menerangkan salah satunya pada pembahasan yang lalu pada nomor 485 dari riwayat Ya’la bin Murrah yang mengatakan, “Aku bepergian bersama Rasulullah, dan aku melihat sesuatu yang sangat ajaib dari beliau.” Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa seorang perempuan datang kepada Rasul dan berkata, “Anakku ini terkena penyakit gila sejak tujuh tahun yang lalu dan selalu kambuh dua kali sehari.” Rasulullah berkata, “Dekatkanlah ia kepadaku.” Wanita itupun segera mendekatkan anaknya kepada Rasul. Beliau lalu menyenbur dengan ludahnya seraya berkata, “Keluarlah musuh Allah, aku adalah Rasulullah.” (HR.Al-Hakim)

Al-Asyari berkata, bahwa menurut mereka bangsa jin dapat memasuki tubuh manusia, sebagaimana Allah berfirman,“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (Al-Baqarah : 275)

Abdullah bin Ahmad bin Hambal menuturkan : “Aku berkata kepada ayahku,”Sesungguhnya beberapa kaum menganggap bahwa bangsa jin tidak dapat memasuki badan manusia.” Maka ayahnya menjawab, “Wahai anakku, mereka itu dusta. Beliau mengucapkan hal tersebut dengan lisannya sendiri”

Syaikh Al-Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Adanya jin terbukti dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah serta kesepakatan umat terdahulu, begitu juga dengan dapatnya jin masuk ke dalam tubuh manusia sudah menjadi kesepakatan ulama Ahlussunnah wal jama’ah. Masalah ini merupakan perkara yang dapat disaksikan dan dirasakan oleh siapa pun yang memperhatikannya. Jin dapat masuk ke tubuh seseorang dan mengucapkan perkataan yang tidak pernah dipelajarinya, bahkan tidak ia mengerti. Terkadang ia memukul-mukul hingga apabila mengenai seekor onta, maka onta tersebut akan mati, sementara orang yang kerasukan tidak merasakannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” Dan Nabi bersabda, “Sesungguhnya setan itu mengalir di dalam tubuh manusia melalui pembuluh darah,” dan sabda-sabda Rasulullah yang lain.”

Syaikh Utsaimin berkata, “Di antara permusuhan jin dan manusia adalah bahwa jin merasuki manusia lalu mendorongnya dan membiarkannya kejang-kejang hingga pingsan, atau membawanya kepada sesuatu yang membahayakan, seperti melemparkannya ke dalam lubang atau air hingga tenggelam, atau api hingga terbakar. Allah telah menyamakan orang-orang yang memakan harta riba ketika bangkit dari kuburan dengan orang yang kerasukan jin. Allah berfirman. “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.”(Al-Baqarah : 275)
Ibnu Jarir berkata, “Ia juga yang membuatnya gila dan merasukinya.”

Ibnu Katsir berkata, “Melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan ketika dia dirasuki setan.”

Al-Baghawi berkata, “Setan merasukinya maksudnya adalah, bahwa orang yang memakan riba dibangkitkan pada Hari Kiamat seperti orang yang kerasukan.”

Ilmu Qayyim berkata dalam bukunya Zad Al-Ma’ad tentang penyakit kerasukan. Ia berkata, “Kerasukan itu ada dua jenis ; Kerasukan roh-roh kotor yang ada di bumi yaitu jin, dan kerasukan yang berasal dari percampuran berbagai hak yang hina. Yang kedua inilah yang banyak dibicarakan oleh para dokter tentang sebab dan cara penyembuhannya. Sedangkan kerasukan roh-roh, maka para dokter spesialis dan para ahli, mereka mengakui hal ini dan tidak menolak keberadaannya. Mereka juga mengakui bahwa cara penyembuhannya adalah dengan cara menjumpakannya dengan roh-roh yang baik, hingga ia menolak pengaruhnya dan melawan perbuatannya serta menghentikannya.”

Kemudian Ibnu Qayyim berkata, “Jenis kerasukan seperti ini tidak diingkari keberadaannya kecuali oleh orang-orang yang tidak punya kesempatan untuk mengetahui rahasia-rahasia ruh (bodoh). Aku akan mengemukakan beberapa hadits yang terjadi pada masa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan pengaruh kekuatan ruh serta kemauan yang kuat untuk menyembuhkannya. Demikianlah, kalaulah sekiranya kerasukan itu mempunyai sebab-sebab, di antaranya bersifat materi, kejiwaan dan ruhani atau pun yang lainnya, maka tidak selayaknya kita mengingkari apa-apa yang tidak kita ketahui.

Bumi ini dengan rahasia-rahasia (misteri) alam. Ilmu telah mulai membuka sebagian rahasia tersebut dan pada waktu yang bersamaan, hal itu janganlah dapat dijadikan kesempatan oleh para Dajjal dan tukang sihir untuk mempergunakan kebodohan manusia atau kepolosan mereka. Maka, hendaklah kita terlebih dahulu merujuk kepada hal-hal yang bersifat material yang sangat banyak dan mudah didapat.

Dan apabila makhluk itu lemah dan tidak dapat membuka tabirnya, maka hendaklah kita menghadap kepada Pencipta dengan cara mengimani-Nya , memohon kepada-Nya dengan cara yang benar, dan mempercayai-Nya sebagaimana para Nabi meminta tolong kepada-Nya hingga Allah menghilangkan bahaya dari mereka dan menyelamatkan mereka dari kesedihan. Dan Al-Qur’anlah sebaik-baik saksi atas kebenaran ini. Wallahu a’lam.

Ibnu Qayyim juga mengatakan, “Merupakan suatu kewajiban untuk orang yang bisa mendatangkan jin supaya tidak mempergunakannya pada hal-hal yang buruk sebagaimana yang dilakukan para Dajjal dan para dukun. Meskipun demikian, merupakan kewajiban, agar semangat kita melawan Dajal dan para dukung tidak sampai para taraf mengingkari keberadaan jin. Karena mereka benar-benar ada dan mereka juga mukallaf (mendapat beban syariat) sebagaimana manusia, serta dapat memberi bahaya kepada manusia dengan seiring Allah sebagaimana manusia dapat memberi bahaya pada manusia yang lain. Adapun bahaya ini bukan hanya sebatas gangguan dan godaan saja, akan tetapi bisa juga dalam hal-hal yang bersifat materi yang berkaitan dengan manusia seperti pada makanan, minuman dan pakaiannya bahkan pada badannya. Jadi, tidak ada dalil yang mengingkari keberadaanya.

Ya’la bin Murrah Radhiyallahi Anha ia berkata, “Dari Nabi, bahwa beliau didatangi oleh seorang perempuan dengan anaknya yang terkena penyakit gila, maka Nabi berkata kepadanya, “Keluarlah musuh Allah, aku adalah Rasulullah, “Ya’la berkata, “Lalu anak itu pun sembuh dan wanita tersebut memberi hadiah kepada Nabi berupa dua ekor domba dengan sedikit makanan dan minyak samin. Rasulullah berkata, “Wahai Ya’la, ambil makanan, minyak samin dan satu ekor domba, lalu selebihnya kembalikan kepada wanita itu.”

Rasulullah bersabda,“sesungguhnya setan itu berjalan dalam tubuh manusia pada pembuluh darah.”
Ketika mengomentari hadits ini, Syaikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi berkata, “Kita harus tetap memunculkan hadits Rasulullah yang mengatakan, “Sesungguhnya setan berjalan dalam tubuh manusia pada pembuluh darah”karena sebagian orientalis berusaha membuat keraguan seputar hadits ini.”

Kita katakan kepada mereka yang membuat keraguan-raguan, dan berusaha mendapatkan celah untuk tempat mereka meniupkan racun, “Sesungguhnya darah itu terdiri dari banyak unsur yang mengalir di dalamnya, seperti besi, fosfat, kalsium dan unsur-unsur lainnya sebagaimana yang telah diperlihatkan kepada kita oleh penelitian-penelitian modern. Bahkan, mikroba dan kuman-kuman yang merupakan bentuk materi, bisa melubangi kulit dan masuk ke darah dan bertahan di dalamnya selama masa perkembangannya sampai menjadi banyak hingga akhirnya terjadi peperangan antara kuman-kuman tersebut dengan sel darah putih. Sedangkan setan tidak tercipta dari sebuah materi, akan tetapi dia tercipta dari bahan yang lebih halus, bahkan merupakan sesuatu yang sangat halus. Lalu, bagaimana kita mengingkari bahwa ia mampu menembus kulit dan berjalan di dalam darah sebagaimana mengalirnya puluhan benda keras, sedang kita tidak merasakannya ?

Adapun orang yang mengingkari masuknya jin ke dalam tubuh manusia, karena manusia berasal dari tanah sedangkan jin tercipta dari api, jadi jika ia menyentuh manusia, maka ia akan membakarnya, kepada mereka saya katakan bahwa manusia diciptakan dari tanah, namun sekarang ia bukanlah tanah. Demikian juga dengan jin yang diciptakan dari api, namun sekarang mereka bukanlah api.

Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa sebagian kaum bidah yakni mu’tazilah dan lainnya, mengingkari bahwa jin dapat masuk ke dalam tubuh manusia. Alasan mereka adalah karena alam jin berbeda dengan alam manusia. Jin diciptakan dari api sedangkan manusia diciptakan dari tanah. Adalah salah sama sekali.

Al Qadhi Badruddin mengatakan bahwa dalil yang menunjukkan bahwa jin tidak selamanya tetap berada dalam unsur api adalah sabda Nabi saw “Musuh Allah, iblis, datang dengan membawa meteor dari api untuk ditaruh pada mukaku.” (HR. Muslim dan an-Nasa’I)

Penjelasannya adalah bahwa andai jin tetap dalam kondisinya yaitu unsur keapiannya maka tidak perlu setan atau ifrit membawa nyala api lagi karena mereka menimbulkan api, dan jika tangan setan atau ifrit atau bagian tubuhnya menyentuh anak Adam, sungguh akan membakarnya.

Jadi, menjadi sebuah ketetapan bahwa jin dapat berubah dari unsur keapiannya. Oleh karena itu, ada alasan bagi mereka untuk mengingkari bahwa jin dapat masuk ke dalam tubuh karena adanya perbedaan alam dan apabila memang ada riwayat yang mengatakan bahwa jin memiliki tubuh yang “lembut” sebagaimana dikatakan oleh sebagian mereka, maka tidak ada yang menghalangi bercampur zat lembut (jin) dengan zat yang padat seperti tubuh manusia.

Imam adz-Dzahabi mengatakan bahwa jin memang bertubuh lembut. Dan tidak dapat diingkari pula adanya pencampuran jin dengan roh manusiawi, sebagaimana halnya bercampurnya antara darah dan dahak, meskipun ia berbentuk padat. Banyak contoh lain mengenai pencampuran zat yang lembut dengan zat padat. Roh merupakan sesuatu yang lembut yang dapat masuk ke dalam jasad sarat dengan kehendak Allah Ta’ala.

Disebutkan dalam As-Sunnah bahwa roh para muhajirin berada di dalam kantong burung hijau yang berkicau di dalam surga, dengan izin Allah, berada di jasad yang bukan jasad aslinya. Ia memiliki etika dan aksi yang khusus.

Hadits yang diriwayatkan Muslim dari Masruq, “Aku bertanya kepada Abdullah mengenai ayat, “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (Ali Imran : 169)

Abdullah menjawab, “Sesungguhnya kami telah bertanya tentang itu, lalu beliau bersabda, “Ruh mereka berada dalam rongga burung hijau yang memiliki kantornya tergantung di Arsy, mereka pergi dan datang dari surga kapan saja mereka kehendaki.” (HR. Muslim)

Malaikat merupakan roh yang berakal dan jasad-jasad yang hakiki. Meskipun berbeda alam dengan manusia, ada malaikat yang Allah wakilkan untuk masuk ke dalam rahim wanita dan berada pada mani, menuliskan rezeki, qadar, dan ajal calon manusia.

Hudzaifah bin Asid meriwayatkan bahwa Nabi saw, menyampaikan, “Malaikat masuk ke mani setelah mani itu berada dalam rahim selama 40 atau 45 malam, lalu (malaikat) bertanya, ‘wahai rabb! Apakah ia sengsara atau bahagia ?’Maka ia pun menulisnya, menulis amalnya, pengaruhnya, ajalnya dan rezekinya, kemudian dilipat lembaran (shahifah), tidak ada yang ditambah dan tidak pula dikurang.” (HR. Muslim)

Dalam As-Sunnah disebutkan mengenai keluarnya malaikat ini dari rahim wanita setelah sempurna penciptaan mani dan pembentukannya, dengan membawa catatan qadar di tangannya.

Amir bin Watsilah berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw, bersabda, “Apabila mani sudah berumur 42 malam, maka Allah mengutus malaikat lalu membentuknya, menciptakan pendengaran dan penglihatannya, kulit dan dagingnya, tulangnya, kemudian (malaikat itu) bertanya, ‘Wahai Rabbi ! Apakah laki-laki atau wanita ?’ Maka Rabbmu memutuskan apa yang dikehendaki-Nya, lalu malaikat menulisnya. Kemudian (malaikat itu) bertanya, ‘Wahai Rabbi ! Ajalnya ?’ Maka Rabbmu memutuskan apa yang dikehendaki-Nya, lalu malaikat menulisnya. Kemudian (Malaikat) bertanya, ‘Wahai Rabbi ! Rezekinya ?’ Maka Rabbmu memutuskan apa yang dikehendaki-Nya, lalu malaikat menulisnya, kemudian malaikat keluar dengan (membawa) lembaran (catatan) di tangannya, ia tidak menambah terhadap apa yang diperintahkan dan tidak pula mengurangi.” (HR.Muslim)

Inilah kenyataannya, bahwa malaikat masuk ke dalam jasad wanita sebagaimana dijelaskan dalam hadits pertama. Ia membentuknya, menulisnya, lalu setelah itu keluar dengan membawa catatan di tangannya sebagaimana dijelaskan pada hadits kedua padahal ia merupakan makhluk yang memiliki ruh dan jasad. Tidak ada yang menghalangi untuk melaksanakan perintah Allah azza wa jalla, termasuk, masuknya jasad lembut seperti jin ke dalam badan manusia, dan menimbulkan penyakit dan mudharat ?

Masuknya materi padat ke dalam badan manusia merupakan suatu hal yang nyata, misalnya makanan dan minuman, sebagian zat kecil hidup seperti bakteri, dan cacing yang masuk ke dalam badan lalu hidup di dalamnya.

Semua alasan yang mereka kemukakan dalam menolak masuknya jin dalam tubuh manusia adalah keliru sehingga tidak dapat dijadikan pegangan. Alasan mereka yang mengatakan bahwa tidak ada dalil syariat yang membuktikannya, maka telah kami bantah di panjang lebar pendapat para ulama yang terpercaya dan perkataan-perkataan para ahli tafsir dan ahli hadits yang menyatakan kebenaran merasuknya jin ke dalam tubuh manusia.

Perkataan mereka bahwa materi jin dan manusia sungguh berlainan sehingga keduanya tidak mungkin bersatu kami bantah dengan menyatakan bahwa perbedaan materi tidak mesti menyebabkan demikian. Perhatikanlah roh manusia, dimana ia bisa masuk ke dalam jasadnya ketika ia masih berada di dalam rahim ibunya, yang dengannya ia bisa hidup, padahal materi roh tidak sama dengan materi jasad. Oleh sebab itulah para ulama Ahlussunah menyepakati akan adanya peristiwa kerasukan jin ini. Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah juga membantah para pengingkar ini dengan mengatakan, ‘Pernyataan itu jelas-jelas tidak benar dari banyak sisi, di antaranya adalah bisa masuknya air ke dalam tumbuhan, api ke dalam besi, saripati makanan ke dalam tubuh manusia, dan jin ke dalam tubuh manusia. Jadi, roh itu, sekali pun halus dapat masuk ke dalam jasad.” Nah, demikian pulalah jin.

Ada yang mengatakan, “Sesungguhnya makna dari masuknya jin ke dalam tubuh seseorang hanyalah sekadar membayang-bayanginya saja, dan itulah yang dimaksud dengan kerasukan jin.” Perkataan ini memang masuk akal, namun kita sering mendengar masuknya ia ke dalamnya, bahkan sampai menguasai hatinya.

Adapun alasan mereka bahwa jin itu adalah berasal dari api sedangkan api itu jelas-jelas akan membakar tubuh manusia sehingga keduanya tidak mungkin akan bisa bersatu, maka telah kami bantah pernyataan ini pada penjelasan kami yang lalu.

Yang jelas, hendaklah kita menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah, perkataan para imam Ahlussunnah wal jama’ah dan para ulama yang terpercaya sebagai rujukan. ***

http://ruqyah-online.blogspot.com/2007/12/bantahan-terhadap-pengingkar-kerasukan.html

%d blogger menyukai ini: