• Blog Stats

    • 41,449,636 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

Jika Anak Kurang Rupawan

Artikel Buletin An-Nur :

Jika Anak Kurang Rupawan
Kamis, 19 Nopember 09

Manusia cenderung kepada sesuatu yang bagus, indah dan elok. Hal ini lumrah dan manusiawi, keindahan dan keelokan pada sesuatu membuat jiwa menjadi senang dan tenang. Tidak hanya manusia yang menyukai keindahan, Allah Subhanahu waTa’ala juga menyukai keindahan, “Innallaha jamil yuhibbul jamaal.” Dari sini maka bukan merupakan kekeliruan atau keanehan ketika Anda sebagai bapak atau ibu berharap dikaruniai anak yang berparas tampan atau berwajah cantik, sehingga sedap jika dipandang dan enak kalau diperhatikan. Penulis berharap semoga harapan Anda ini telah terkabul atau akan terkabul.

Namun penulis juga yakin bahwa Anda menyadari bahwa terkadang sebuah harapan hanya sebatas harapan, angan-angan hanya sebatas angan-angan, artinya tidak terwujud dalam alam nyata, hal itu karena di antara harapan dan angan-angan terdapat harapan dan angan-angan di mana kita tidak memiliki wewenang dan kuasa untuk mewujudkannya, jangankan harapan dan angan-angan seperti ini, harapan dan angan-angan yang mana kita kuasa untuk mewujudkannya, terkadang juga tidak terwujud karena satu dan lain hal, pada saat yang sama sebagai muslim, kita meyakini bahwa segala hal yang ada dan terjadi di alam raya ini tidak terjadi begitu saja dan secara tiba-tiba, akan tetapi ia terjadi karena di belakang semuanya ada penata dan pengatur.

Bagaimana jika yang terjadi adalah yang terakhir, anak Anda kurang rupawan, kurang sedap dipandang, minim kecantikan atau yang semacamnya, maka Anda perlu membaca apa yang penulis sebutkan berikut.

Pertama, perkara ini di luar kuasa anak dan di luar kuasa Anda juga.

Siapa pun mengetahui hal ini, anak lahir dengan bentuk tubuh dan raut muka bagaimana dan seperti apa, urusannya bukan di tangan yang bersangkutan, kalau dia pemegang urusan niscaya dia akan membentuk dirinya dalam sebaik-baik bentuk, tetapi bagaimana sedangkan dia hanya menerima cetakan dari Pencipta.

Allahlberfirman, artinya, “Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana yang Dia kehendaki.” (Ali Imran: 6).

“Dialah Allah yang menciptakan, yang menagadakan dan yang membentuk rupa.” (Al-Hasyr: 24).

Kedua, melihat kepada diri.

Anak pasti memiliki kemiripan, dekat atau jauh, dengan orang tuanya. Anak adalah photocopi bapak ibunya, tidak mungkin ada seorang anak, jika dia benar-benar tercipta dari air mani bapaknya dan mendekam dalam rahim ibunya, yang berbeda sama sekali dengan bapak ibunya. Tunggu sebentar, sepertinya ada lho seorang anak yang tidak mirip dengan seorang bapak dan seorang ibu, Anda ingin tahu siapa anak itu? Anak tetangga.

Kemiripan antara anak dengan bapak ibunya adalah suatu kepastian dan kemiripan ini tidak hanya sebatas pada fisik semata, lebih dari itu kemiripan ini juga ada pada sifat dan tabiat. Kemiripan ini tidak sebatas pada wajah, ini biasa dan umum, bahkan kemiripan ini terlihat pada bagian tubuh yang lain.

Seorang qaif ahli nasab dengan menelusuri kemiripan dari Bani Mudlij memperhatikan kaki Zaid bin Haritsah rodiyaAllaahu ‘anhu dengan kaki Usamah bin Zaid rodiyAllaahu ‘anhu sedangkan wajah mereka berdua tertutup kain, dia berkata, “Sesungguhnya sebagian dari kaki-kaki ini berasal dari sebagian yang lain.” Maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam berbahagia dengan kata-katanya ini. Ini adalah hadits al-Bukhari dan Muslim.

Dalam kisah suami istri yang berli’an di hadapan Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda setelah keduanya menyelesaikan li’an, “Lihatlah jika wanita itu melahirkan anak berkulit gelap, berkelopak mata hitam, berbokong padat dan berkaki gemuk maka aku tidak mengira Uwaimir kecuali telah berkata benar, namun jika dia melahirkan anak berkulit kemerah-merahan layaknya kadal gurun maka aku tidak mengira Uwaimir kecuali telah berdusta atasnya.” Maka wanita itu melahirkan sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Hadits ini juga hadits al-Bukhari dan Muslim.

Yang ingin penulis katakan di sini adalah kemiripan antara bapak dengan anak tidak sebatas kemiripan wajah, lebih dari itu kemiripan juga terjadi pada anggota yang lain misalnya kaki seperti dalam peristiwa di atas.

Jika demikian, kalau anak Anda kurang rupawan atau kurang cantik, bukankah hal itu dalam batas-batas tertentu adalah warisan dari Anda? Kalau Anda ingin meruntutnya, maka Anda adalah warisan bapak Anda, bapak Anda adalah warisan kakek Anda. Dan seterusnya sampai Adam ‘alaihissalam.

Tetapi kadang-kadang kemiripan itu jauh, atau dengan kata ekstrim, tidak ada mirip-miripnya. Jangan cemas, suatu kali Ali bin Abu Thalib radiyallaahu ‘anhu sedang bersama al-Hasan putranya, datang Abu Bakar radiyallaahu ‘anhu dan dia langsung mengendong al-Hasan radiyallaahu ‘anhu sambil berkata, “Mirip dengan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bukan dengan Ali radiyallaahu ‘anhu .” Ali radiyallaahu ‘anhu sebagai bapak hanya menanggapinya dengan tertawa.

Dari Abu Hurairah radiyallaahu ‘anhu bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam, dia berkata, “Ya Rasulullah, anakku lahir berkulit hitam.” Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Adakah kamu mempunyai unta?” Dia menjawab, “Ya.” Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apa warnanya?” Dia menjawab, “Merah.” Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Adakah yang berwarna abu-abu?” Dia menjawab, “Ada.” Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Dari mana ia?” Dia menjawab, “Mungkin dari keturunan nenek moyangnya.” Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bisa jadi anakmu itu dari keturunan nenek moyangnya.”

Jadi kalau Anda merasa tampan atau cantik lalu kebetulan anak Anda tidak seperti Anda, maka ada kemungkinan anak tersebut meniru nenek moyang Anda, baik yang dekat maupun yang jauh. Lihatlah al-Hasan bin Ali, dia justru mirip kakek dari ibunya yaitu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, bukan mirip bapaknya, Ali bin Abu Thalib radiyallaahu ‘anhu. Ma fi musykilah, no problem.

Ketiga, wajah bukan timbangan

Benar, bukan timbangan baik dan buruknya seseorang, akan tetapi timbangan sebenarnya adalah apa yang ada di dalam dada dan apa yang dilakukan oleh anggota badan. Berapa banyak orang dengan wajah yang tampan atau cantik, namun buruk hati dan tingkah lakunya, sebaliknya adalah sebaliknya. Berapa banyak orang yang jasmaninya menarik namun rohaninya busuk, sebaliknya adalah sebaliknya. Perhatikan keadaan orang-orang munafik di mana Allah Subhanahu waTa’ala berfirman tentang mereka, artinya, “Jika kamu melihat mereka maka jasad-jasad mereka itu menakjubknmu.” (Al-Munafiqun: 4).

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada wajahmu dan jasmanimu, akan tetapi Dia melihat kepada hatimu.” Diriwayatkan oleh Muslim.

Orang boleh saja mengagumi seseorang karena ketampanan dan penampilannya, namun sejatinya yang bersangkutan adalah orang yang paling rendah di sisi Allah Subhanahu waTa’ala, sebaliknya adalah sebaliknya.

Perhatikan kisah yang disampaikan oleh Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam berikut, “Ketika seorang bayi sedang menyusu kepada ibunya, seorang dengan penampilan megah dan berkendaraan mahal lewat, maka ibu berkata, ‘Ya Allah, jadikanlah anakkku sepertinya.’ Lalu anak tersebut meninggalkan susunya, dia melihat orang itu lalu dia berkata, ‘Ya Allah, jangan jadikan aku sepertinya.’ Lalu anak itu kembali menyusu.”

Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam melanjutkan, “Orang-orang menggelandang seorang hamba sahaya wanita sambil memukulinya, mereka berkata kepadanya, ‘Kamu telah berzina dan mencuri.’ Dia menjawab, ‘Cukuplah Allah sebagai penolongku dan Dia adalah sebaik-baik penolong.’ Ibu berkata, ‘Ya Allah, jangan jadikan anakku sepertinya.’ Anak itu meninggalkan susunya dan melihat kepadanya, dia berkata, ‘Ya Allah jadikanlah aku sepertinya.’

Ada apa? Ternyata laki-laki yang berpenampilan mewah dan berkendaraan mahal itu adalah laki-laki yang sombong, maka wajar jika anak yang sedang menyusu itu berkata, “Ya Allah, jangan jadikan aku sepertinya.” Sementara ibu yang hanya melihat penampilan lahir terkecoh sehingga dia berharap anaknya sepertinya.

Sebaliknya wanita yang dituduh berzina dan mencuri, dia adalah wanita baik-baik, tidak seperti yang mereka tuduhkan, maka anak yang sedang menyusu itu berharap menjadi sepertinya, sedangkan ibunya berharap sebaliknya.

Ternyata penampilan, ketampanan dan kecantikan terkadang mengecoh. Biarkanlah anak Anda sebagaimana yang Allah Ta’ala ciptakan, siapa tahu di sanalah kebaikan itu tersimpan, dan penulis berharap. (Izzudin Karimi)

Sumber: Disarikan dari berbagai sumber.

http://alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatannur&id=548

%d blogger menyukai ini: