• Blog Stats

    • 41,468,046 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

KAJIAN ILMIAH TENTANG KERASUKAN JIN

Ruqyah-online.blogspot.com-Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan manusia dewasa ini tidaklah menjadi penghalang bagi minat mereka untuk mengkaji masalah kerasukan jin atau setan ini. Sebaliknya minat tersebut justru kian bertambah, bahkan telah menghasilkan beberapa kesimpulan yang bisa dipertanggungjawabkan.

1. Pengertian Kemasukan Jin Menurut Ilmu Pengetahuan Modern

Secara sederhana, kerasukan jin menurut kesimpulan ilmu pengetahuan sekarang berarti terserangnya akal dan perasaan manusia oleh roh jahat yang mengakibatkan tidak berfungsinya sebagian dari organ tubuh.

Sudah tentu roh jahat yang dimaksudkan oleh pengertian di atas adalah setan, bukan roh manusia, sebab manusia yang telah meninggal dunia, rohnya tidak akan berpindah ke tubuh manusia lain, apalagi sampai berbuat jahat tanpa alasan, melainkan akan berpindah ke alama lain (alam barzakh) serta menjalani kehidupannya di sana.

2. Pembahasan Para Ilmuan Mengenai Kerasukan Jin

Karston, seorang anggota Lembaga Kajian Kejiwaan di Amerika Serikat, di dalam bukunya yang berjudul Fenomena Kejiwaan Terbaru, ketika menjelaskan tentang kerasukan jin, mengatakan, “Sudah jelas bahwa kerasukan jin adalah sebuah fakta yang benar-benar terjadi, yang tidak bisa diatasi sama sekali dengan pengobatan medis. Malah fenomena ini menjadi semakin meruak ke mana-mana dan sudah sampai ke tingkat yang mengkhawatirkan, sehingga perlu bahkan harus diadakan sebuah studi untuk mempelajarinya. Studi yang saya maksudkan bukanlah studi akademis semata, melainkan lebih jauh dari itu. Sebab, ratusan bahkan ribuan masyarakat kita akan terkena penyakit ini dimasa mendatang.

Dr. James mengatakan, “Kerasukan adalah pengaruh yang luar biasa dari jin terhadap jiwa dan raga seseorang yang tidak mungkin lagi diingkari kebenarannya.”

Dr. Waykland mengatakan, “Seandainya penyakit kerasukan jin itu diobati oleh dokter-dokter, maka ruang rawat inap di rumah sakit jiwa akan kekosongan separuh penghuninya.”

Dr. Abdurraziq Nufal mengatakan, “Terdapat beberapa penyakit yang tidak dapat dikategorikan kepada penyakit manapun yang telah terdeteksi oleh para ilmuan. Sekali pun penyakit-penyakit tersebut ada kemiripannya secara fisik dengan penyakit-penyakit tersebut ada kemiripannya secara fisik dengan penyakit-penyakit lain, namun mereka (para ahli tetap kebingungan mendeteksi jenisnya, sekaligus mencarikan obat untuknya. Mereka hanya mampu mencapai kesimpulan bahwa penyakit-penyakit ini adalah lain dari yang lain.”

Ia meneruskan, “Pada abad ini yakni pada zaman yang terkenal dengan zaman teknologi, dimana ilmu pengetahuan dan teknologi telah mencapai perkembangan yang luar biasa, tak terkecuali dalam bidang kedokteran para ilmuan telah menanamkan penyakit-penyakit seperti itu dengan penyakit kerasukan roh, yaitu terjadinya serangan roh jahat terhadap seorang manusia yang masih hidup sehingga menyebabkannya menderita gangguan pada akal dan fisiknya. Bahkan, terkadang ia terdorong untuk melakukan kejahatan, baik terhadap orang lain maupun terhadap dirinya sendiri. Kepada si penderita harus dibisikkan dengan suara pelan tentang hal-hal yang tidak bermanfaat baginya dan juga bagi orang lain. Ilmu pengetahuan senantiasa berkembang hari demi hari namun apapun yang dicapainya, sesungguhnya Al-Qur’an sudah lebih dahulu mengabarkannya. Hanya saja cara masing-masing berbeda akibat berbedanya sumber pegangan yang satu dari Tuhan (Allah SWT), sedang yang satu lagi dari hamba (para ilmuan).”

Tambahnya lagi, “Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa mereka telah sampai kepada kesimpulan bahwa penyakit itu adalah akibat kerasukan jin. Jadi, semakin hari ilmu pengetahuan tersebut berkembang dan mampu mengungkap hal-hal yang belum terungkap sebelumnya. Namun demikian, betapapun pesatnya ilmu pengetahuan, ia tidak akan bisa mencapai apa-apa yang telah dicapai oleh Al-Qur’an al-Karim. Kitab suci ini telah mengemukakan hal ini sejak 14 abad silam dalam sebuah firman-Nya yang berbunyi,

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukkan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (QS. al-Baqarah [2] : 275).

3. Kerasukan Jin Menurut Departemen Pendidikan Inggris

Departemen Pendidikan Inggris menyebutkan, “Keberadaan roh yang menakutkan dan mencelakakan bagi manusia memang sudah harus diakui, karena telah banyak kasus yang membuktikannya. Biasanya roh-roh jahat itu menguasai orang-orang yang bodoh dan lemah jiwa tapi tidak jahat, dan memang tidak ada orang yang jahat pada dasarnya.”

4. Pengakuan Para Dokter Terhadap Kerasukan Jin

Adalah aneh apabila dari hari ke hari makin kita temukan penjelasan di sana sini dari dokter melalui Koran-koran atau majalah yang berisi pengingkaran terhadap kerasukan jin, dan mendakwahkan bahwa kerasukan jin itu hanyalah semacam khurafat dan bid’ah yang berkembang di tengah masyarakat awam, yang tidak ada dasarnya sam sekali, baik dari agama maupun ilmu.

Ibn al-Qayyim mengatakan, “Adapun kegilaan yang disebabkan oleh jin, maka para dokter dan ilmuwan telah mengakui keberadaannya dan tidak membantahnya. Mereka juga menyakini bahwa pengobatan terhadapnya hanyalah dengan mempertemukan roh-roh yang baik, mulia dan tinggi dengan roh-roh jahat lagi keji tersebut (jin/setan), sehingga roh-roh yang pertama akan mendepak pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan oleh roh-roh kedua, menentang aksinya, dan melumpuhkannya. Inilah yang disebutkan oleh Baqrath (seorang dokter ahli di bidang penyakit jiwa) yang digelari dengan bapaknya para dokter di dalam sebuah bukunya. ia juga menuliskan di dalamnya tentang pengobatan terhadap orang yang terkena sakit jiwa. ‘Pengobatan terhadap yang saya sampaikan ini hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang terkena penyakit kejiwaan biasa, bukan penyakit kejiwaan yang berasal dari roh-roh jahat lagi keji (setan).’ Adapun “dokter-dokter rendahan” dan orang-orang yang percaya kepada zandaqah (kekufuran), maka mereka mengingkari kenyataan ini dan tidak mengakui kebenarannya. Kesimpulan mereka bahwa hal itu bukanlah disebabkan karena jin, melainkan oleh depresi mental atau gangguan kejiwaan semata hanyalah benar (berlaku) pada sebagian keadaan saja, bukan untuk keseluruhan. Mereka (dokter-dokter zindiq) itu tidak mengakui melainkan hanya terhadap depresi mental atau gangguan kejiwaan saja, sebuah kesimpulan bodoh yang membuat tertawa orang-orang berakal dan mempunyai makrifat.”

5. Pendapat Dekan I Fakultas Kedokteran Universita al-Azhar, Mesir

Dr. Ali Muhammad Muthawi, Dekan I pada Fakultas Kedokteran Universitas al-Azhar, Mesir, mengatakan, “Kata “al-mass” yang terdapat di dalam ayat 275 surah al-Baqarah, serta penyakit-penyakit lain yang ditimbulkan olehnya mencakup penyakit hysteria, epilepsy, dan penyakit-penyakit kejiwaan, terutama keguncangan jiwa, dan termasuk juga keraguan-keraguan. Dan yang menyakiti manusia adalah setan-setannya jin, baik jin laki-laki maupun jin perempuan.”

Ia juga mengatakan, “Karena sabda Rasulullah yang berbunyi, ‘kaum perempuan itu kurang akal dan agamanya,‘ jin menjadi lebih banyak datang kepada perempuan ketimbang laki-laki. Jika jin itu telah merasuk ke dalam tubuh seseorang, ia tidak akan selamanya berada kedalam tubuh seseorang, ia tidak akan selamanya berada di dalamnya, melainkan akan meninggalkannya beberapa saat dan kembali lagi kepadanya. Pada saat ia keluar itulah si penderita kelihatan normal dan tidak menunjukkan kejanggalan apa pun. Jika jin yang merasuk itu adalah setan, maka orang itu akan tidak mau mendengarkan Al-Qur’an dan melaksanakan shalat kecuali bila dipaksa. Ia akan senang berlama-lama di dalam kamar mandi atau kakus dan suka menyendiri.”

Dr. Malik Badri, seorang guru besar Universitas Kharthoum mengatakan, “Selaku orang Islam, kita percaya kepada jin sebagai makhluk halus yang tidak terlihat secara kasat mata namun ia ada dan bisa memberi pengaruh terhadap tingkah laku manusia, terutama memberi rasa was-was kepadanya. Hal ini jelas-jelas disebutkan di dalam Al-Qur’an yang bunyinya, “yang membisikkan [kejahatan] ke dalam dada manusia, dari [golongan] jin dan manusia.” (QS. an-Nas [114] : 5-6) semua orang baik yang sakit maupun yang normal akan terkena pengaruh dari kejahatan makhluk halus ini, minimal sekadar rasa was-was darinya. Sebagian peneliti telah menemukan bahwa di antara orang yang sakit jiwa itu ada mendengar suara-suara yang samar lalu tanpa sadar mereka telah menuruti apa-apa yang dikatakan oleh suara itu.”

6. Pendapat para Dokter Ahli dari Barat

Dr. Abdurraziq Nufal mengatakan : “Sebagian dokter barat berpendapat bahwa di antara penyebab kegilaan pada seseorang adalah terkuasainya diri orang itu oleh roh jahat yang mengakibatkan terjadinya berbagai keguncangan dan kerusakan. Dr. Bowirz, seorang dokter ahli saraf di Kalifonia, Amerika Serikat, menceritakan, “Sewaktu masih muda dulu aku selalu menertawakan pendapat yang mengatakan bahwa roh-roh jahat yang tidak kelihatan itu dalam keadaan-keadaan tertentu mampu menimbulkan keguncangan pada tubuh dan akal sebagian orang ….”

‘Allamah Muhammad Farid Wajdi berkata, “Dr. Hizlub, seorang professor di Amerika Serikat membuat selebaran untuk seluruh dokter di rumah-rumah sakit jiwa di dunia barat yang mengatakan bahwa kegilaan itu bukan hanya disebabkan oleh sakit syaraf (otak), melainkan terkadang juga disebabkan oleh adanya gangguan terhadap otak oleh roh-roh jahat yang obatnya bukan obat yang biasa mereka gunakan. Gaung dari professor ini bergema di Eropa dan menjadi berita utama yang dimuat oleh berbagai media massa. Kami sendiri mengutip kabar ini dari majalah ar-Ruhiyyah.”

Kartjhon, anggota tim riset penting di Amerika menyatakan, “Jelas bahwa kondisi kesurupan merupakan keadaan yang jarang terjadi, yang secara ilmu eksakta tidak mampu dibuktikan, dan tidak difokuskan selama tidak ada hakikat yang mengejutkan sebagai penguat eksistensinya. Selama hal itu begitu, maka pembahasannya menjadi hal yang wajib, tidak hanya dari pihak akademis saja. Sekarang, penyembuhannya memerlukan diagnosis cepat dan penyembuhan segera. “

DR Carlington adalah seorang berkebangsaan Amerika, merupakan anggota Yayasan Penelitian Psikologi Amerika. Dalam pengakuannya tentang gangguan setan yang merasuki manusia, ia mengatakan:

“Sudah jelas keadaan gangguan jin ini paling tidak merupakan keadaan yang nyata, ilmu tidak dapat meremehkannya selama ditemukan atau dijumpai berbagai kenyataan yang mengejutkan lagi membuktikan keberadaannya. Selama telah terjadi seperti itu, maka mempelajari dan menelitinya merupakan suatu kewajiban, bukan saja dipandang dari segi-segi ilmiahnya saja, tetapi karena beratus-ratus bahkan beribu-ribu orang dimasa sekarang mengalami gangguan seperti ini, dan mengingat kesembuhan mereka diperlukan terapi yang cepat dan pengobatan yang segera. Manakala kita telah mengakui keadaan gangguan setan ini bila ditinjau dari sudut teori, maka terbukalah dihadapan kita lapangan yang luas guna melakukan penelitian dan penyelidikan. Hal ini menuntut dilakukannya metode sebagaimana yang dilakukan oleh ilmu masa kini, juga pengkajian secara psikologi, yaitu menuntut adanya perhatian, pelayanan, dan ketekunan.” ***

http://ruqyah-online.blogspot.com/2007/12/kajian-ilmiah-tentang-kerasukan-jin.html

%d blogger menyukai ini: