• Blog Stats

    • 41,452,323 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

KERASUKAN JIN MENURUT PARA IMAM DAN AHLI TAFSIR

ruqyah-online.blogspot.com-Tafsir Firman Allah SWT,
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.”(QS.al-Baqarah (2) : 275)

Berikut ini akan kami sampaikan perkataan para ahli tafsir (mufassir) tentang pengertian atau tafsir dari ayat di atas:

Al-Hafizh Ibnu Katsir ad-Dimasyqi mengatakan, “Maksudnya adalah bahwa mereka tidak akan berdiri dari kubur mereka pada hari Kiamat melainkan seperti berdirinya orang-orang yang sedang digilakan oleh setan.” Kemudian ia berkata, “Demikianlah yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, ‘Auf ibn Malik, Sa’id ibn Jabir, Rabi ibn Anas, Qatadah, Muqatil ibn Hiyam, dan lain-lain.”

Al-Qurthubi, di dalam kitab tafsirnya, mengatakan, “Ayat ini menjadi dalil atas kelirunya pendapat yang mengingkari adanya kerasukan jin dan mengklaim bahwa hal itu hanyalah sebuah kewajaran dan bahwa setan tidak dapat menganggu manusia sama sekali.”

Al-Hafizh Ibnu Jarir ath-Thabari, di dalam kitab tafsirnya, mengatakan, “Maksudnya adalah bahwa mereka dijadikan gila di dunia oleh setan. Kata “mass” maksudnya adalah gila”. Al-Baqhawi juga berpendapat demikian.

Abu Ja’far ibn Jarir, tentang tafsir ayat ini, mengatakan, “Mereka akan dibuat gila di dunia ini oleh setan.”Kata Baghawi juga mengatakan demikian.

Ibnu ‘Athiyyah menerangkan, “Ini adalah sebuah perumpanan, dimana orang-orang yang memakan riba di dunia ini adalah bagaikan orang gila akibat gangguan jin, sebagaimana dikatakan kepada orang yang berkelakuan aneh (tidak karu-karuan), ‘Sungguh ia telah dirasuki oleh jin.”

Dalam tafsir al-Khazin disebutkan, “Maksud dari kata ‘yatakhabbathussyaithan” di dalam ayat itu adalah bahwa itu terambil dari kata “khabath” yang berarti “memukul” dan “menusuk” dari segala arah. Misalnya, unta yang khabbuth (kata khabbuth ini segala arah. Misalnya, unta yang khabbuth (kata khabbuth ini terambil dari kata khabath) adalah unta yang memukul-mukulkan kakinya ke tanah dan menusuk (menendang) siapa pun yang ada disekitarnya. Orang yang bertindak sembrono dan asal-asalan terhadap suatu urusan disebut juga dengan khabath. Jadi makna ayat tersebut adalah bahwa pemakna riba akan dibangkitkan pada hari Kiamat seperti orang gila yang tidak bisa bertindak atau berprilaku seperti orang normal.” Imam Fakhrurrazi, di dalam kitab tafsirnya Mafath al-Ghaib, juga menyebutkan demikian.

Imam Muhammad ibn ‘Ali asy-Syaukani, mengatakan, “Ayat ini telah ditafsirkan oleh kebanyakan ahli tafsir. Mereka mengatakan, ‘Bahwasannya para pemakan riba itu dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan seperti orang gila adalah sebagai pembalasan dan kemurkaan bagi mereka pada saat itu ditengah-tengah sekalian makhluk. Dikatakan bahwa ini adalah sebuah perumpamaan, dimana orang yang ingin beruntung dalam perdagangannya namun dengan cara yang tidak halal (yakni dengan riba) sama seperti orang gila yang tidak sadar apa-apa yang sedang dan akan diperbuatnya. Dan ayat ini menjadi dalil atas kelirunya pendapat yang mengingkari adanya kerasukan jin dan mengklaim bahwa hal itu hanyalah sebuah kewajaran, dan bahwa setan tidak dapat mengganggu manusia sama sekali. Padahal Nabi Muhammad saw sendiri telah berlindung kepada Allah dari gangguan setan tersebut.”

Al-Alusi menyebutkan, “Maksud dari kata ‘mass’ di dalam ayat itu adalah gila. Disebut demikian adalah lantara pikiran dan perangainya menjadi tidak karuan sebab telah dikuasai oleh setan. Dan ini tidak bertolak belakang dengan kesimpulan para dokter jiwa yang menyatakan bahwa faktor utama penyebab kegilaann adalah depresi mental, sebab depresi mental itu adalah faktor internal, sedangkan yang diisyaratkan oleh ayat ini adalah faktor eksternal, yang kedua-duanya tidak bertentangan. Terkadang seseorang diganggu oleh setan, namun ia tidak menjadi gila karenannya, atau sebaliknya, yakni ia menjadi gila dengan sendirinya tanpa ada gangguan sedikitpun dari setan itu. Dan ada juga yang menjadi gila semata-mata akibat gangguannya, yang tanda-tandanya dapat diketahui oleh dokter-dokter ‘mahir’. “

Muhammad ‘Ali ash-Shabuni’ mengatakan, “Maksudnya adalah bahwa mereka akan dibangkitkan dari dalam kubur kelak di akhirat dalam keadaan tidak dapat berdiri dengan lurus, mereka berjalan sempoyongan dan akhirnya terjatuh ke lantai, dan ia kembali berdiri namun jatuh kembali. Ini adalah sebagai ciri khas mereka nanti di Akhirat, sehingga orang-orang lain dapat mengenalnya.”

Ibnu Hiyan mengatakan, “Secara tersurat, ayat ini menjelaskan bahwa setan diberi kemampuan oleh Allah untuk mencelakakan sebagian orang sehingga mereka menjadi gila karenanya, dan ini dapat diterima oleh akal manusia. Namun ada yang mengatakan bahwa hal itu bukanlah perbuatan setan, melainkan perbuatan Allah terhadap mereka lantaran telah teramat jatuh ke dalam kegelapan, sedangkan penisbahan perbuatan ini kepada setan hanyalah sekadar majaz (perumpamaan), bukan hakiki (sebenarnya).”

Dan di dalam kitab ath-Thibun-Nabawi, karya Muhammad ibn Ahmad ibn Utsman adz-Dzahabi, disebutkan, “Sesungguhnya jin itu adalah makhluk halus yang tidak diragukan lagi dapat menyusup ke dalam roh manusia. Sungguh banyak hikayat dan riwayat yang membuktikan kebenaran perkara ini, yang tidak muat disebutkan semuanya dalam bab ini.”

1. Imam Ahmad Menyuruh Jin

Diriwayatkan dari ‘Ali ibn Ahmad ibn ‘Ali al-‘Abkari bahwa kakeknya bercerita kepada ayahnya :

Ketika aku sedang berada di tempat ‘Abdullah Ahmad ibn Hambal (Imam Ahmad), datanglah seorang utusan kepadanya dari Khalifah Mutawakkil. Utusan itu memberitahukan kepadanya tentang seorang perempuan muda di istana yang sakit gila akibat gangguan jin, dan memintanya untuk mendoakan perempuan itu agar sembuh dari penyakitnya. Maka ia menyerahkan bakiaknya kepada utusan tersebut seraya berkata kepadanya, “Kembalilah engkau ke istana, lalu duduklah di dekat perempuan itu dan katakan kepadanya yakni kepada jin yang berada di tubuhnya bahwa Imam Ahmad bertanya, ‘Manakah yang lebih engkau sukai, keluar dari tubuh perempuan ini atau dipukul dengan bakiak ini sebanyak tujuh puluh kali ?”

Maka kembalilah utusan itu ke istana dan melaksanakan apa-apa yang disampaikan Imam Ahmad kepadanya. Lalu berkatalah jin itu kepadanya melalui lisan perempuan tersebut,’Aku patuh kepada Imam Ahmad. Bahkan, sekiranya ia memerintahkan agar kami tidak bermukim lagi di Irak ini, tentu kami akan keluar dari kota ini, sebab, ia adalah seorang yang taat kepada Allah, barangsiapa yang taat kepada-Nya, maka ia akan ditaati oleh siapa saja.”

Kemudian, keluarlah jin itu dari tubuhnya, dan perempuan itu kembali normal seperti biasa, bahkan ia sempat melahirkan beberapa orang anak setelah itu. Namun, setelah Imam Ahmad meninggal dunia, jin itu datang lagi kepadanya sehingga Khalifah Mutawakkil memanggil lagi seseorang untuk mengobatinya, namun ketika Abu Bakar al-Marwazi untuk mengobatinya, namun ketika Abu Bakar al-Marwazi ini mencoba menyuruh jin itu untuk keluar darinya, jin itu berkata, “Aku tidak mau keluar dari tubuh perempuan ini dan aku tidak mau taat kepadamu. Kami mau keluar darinya karena yang menyuruhku waktu itu adalah Ahmad ibn Hanbal yang taat kepada Allah .”

2. Ibn Taimiyah Mengobati Orang Gila Karena Gangguan Jin

Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah mengatakan, “Aku sendiri menyaksikan guruku yakni Syaikhul Islam Ibn Taimiyah menyuruh jin yang berada di dalam tubuh seseorang untuk keluar darinya, dengan mengatakan kepadanya, Keluarlah kamu dari tubuh orang ini, karena tidak halal bagimu bercokol di sana.’ Karena jin itu tidak mau keluar, maka ia memukulnya dengan cara memukul tubuh orang itu dengan sebuah tongkat. Setelah itu, barulah jin itu keluar darinya, dan sembuhlah orang itu dari sakitnya, ia tidak merasakan sakit sama sekali sewaktu tubuhnya dipukul oleh Ibn Tamiyyah. Kami dan orang-orang lain selain kami, telah beberapa kali menyaksikan kejadian itu secara langsung darinya. Dan bacaan yang paling banyak ia ucapkan di telinga orang yang sakit itu adalah firman Allah SWT yang berbunyi,
“Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main [saja], dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami ?” (QS. al-Mu’minum [23] : 115)

Dalam riwayat lain, Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah berkata, “Ketika Ibn Taimiyah memukul jin itu dengan cara memukul tubuh orang yang ditempatinya dengan sebuah tongkat, berkatalah jin itu kepadanya, ‘Janganlah engkau suruh aku pergi dari orang ini, sebab aku mencintainya.’ Dijawab oleh Ibn Taimiyah, ‘Sungguh ia tidak cinta kepadamu.’ Ia berkata lagi,’Baiklah!’ Aku akan keluar dari tubuh orang ini karena menatati Allah dan Rasul-Nya.’ Maka keluarlah jin itu dari tubuhnya. Setelah itu, orang itu duduk dari tidurnya dan menoleh ke kiri dan ke kanan sambil bertanya kepada yang hadir, ‘Dimanakah aku ? Mengapa aku sampai berada di tempat ini ? Apakah yang telah terjadi pada diriku ?” Dari perkataannya itu, jelaslah bahwa ia tidak merasakan sakit sewaktu tubuhnya dipukul tadi oleh Ibn Taimiyyah.”

Ibn Taimiyyah juga berkata,”Jin itu berbicara melalui lisan orang yang dirasukinya, sedang orang tersebut tidak menyadarinya sama sekali. Jika ia telah sembuh, ia tidak mengetahui apa-apa yang telah terjadi pada dirinya. Oleh karena itu, terkadang orang yang gila karena jin itu dipukul dengan pukulan yang keras dan berulang-ulang agar jin itu keluar darinya. Sebab, betapa pun kerasnya pukulan yang diberikan kepadanya, ia tidak akan merasa sakit sedikit pun, karena merasakan sakit adalah jinnya, bukan dia.”

3. Syaikh Muhammad Rasyid Ridha Mengobati Kesurupan Jin

Syaikh Muhammad Rasyid Ridha menceritakan, “Pada suatu malam, seorang nelayan di negeri al-Qalmun, Syiria, pergi ke laut untuk mencari ikan. Namun tidak seperti biasanya, pada malam itu ia mendengar sebuah suara aneh dan merasa bahwa sekelompok jin telah menyerangnya lantaran ia, menurut tuduhan mereka, telah memperkosa salah seorang jin perempuan dari mereka. Setelah itu ia jatuh sakit dan menjadi seperti orang yang kesurupan. Maka datanglah keluarganya meminta bantuan kepadaku untuk mengobatinya, dan aku pun pergi ke tempatnya. Sesampainya di sana, aku perhatikan ia dalam ke tempatnya. Sesampainya di sana, aku perhatikan ia dalam keadaan tidak sadar sama sekali dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Tapi anehnya, waktu itu ia berkata, ‘Sungguh Syaikh Muhammad Rasyid Ridha telah datang. ‘Melihat keadaan seperti itu, dengan penuh ikhlas dan khusyu’ karena Allah, aku usap kepadanya sambil membacakan, “Bismillahirrahmanirrahim. Fa sayakfikahumullahu wa Huwas-Samiul-‘Alim (maka Allah akan memelihara kamu dari mereka, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).” (QS. al-Baqarah [2] : 137) Tiba-tiba, ia membuka kedua matanya lalu bangkit dari tidurnya setelah sudah kembali normal seperti biasa.

4. Beberapa Pendapat Para Ulama Kontemporer

Dr. al-Husaini Abu Farhah, dosen Pasca Sarjana di Universitas al-Azhar, Mesir, berkata, “Jin itu dapat mempengaruhi sebagian orang, baik laki-laki maupun perempuan, dan menyusup ke tubuhnya. Kemudian, kadang-kadang ia memaksa orang itu untuk melakukan apa-apa yang diinginkannya, kadang-kadang merasukinya. Sampai saat ini, masih tetap ada orang yang kerasukan jin, dari semua kalangan.”

Dr. Abdul Ghaffar ‘Aziz, kepala Bidang Da’wah di Universitas al-Azhar, Mesir, berkata, “Kebanyakan dari ulama, khususnya ulama yang ternama, seperti Ibn Taimiyah dan lain-lain, telah mengakui bahwa sebagian jin dapat mempengaruhi sebagian orang dengan jalan menyusup ke tubuhnya. Bahkan ia bisa sampai ke taraf menguasai orang itu, dan memaksanya untuk melakukan apa-apa yang diinginkannya, baik berupa hal-hal yang bertentangan dengan syari’at maupun hal-hal yang tidak terpikir sama sekali oleh akal sehat. Biasanya, orang yang dapat dipengaruhi dan dikuasainya ini adalah orang yang dapat dipengaruhi dan dikuasainya ini adalahorang yang berjiwa lemah, yang tidak mampu melawannya.”

Ia (Dr.Abdul Ghaffar ‘Aziz) menceritakan, “Salah seorang dari kerabatku telah diganggu oleh jin beberapa kali. Jin yang mengganggunya itu amat jahat, dimana ia sering membangunkan kerabatku itu dari tidurnya, lalu menyuruhnya untuk membakar rumah, membuka tutup gas, memecahkan perabot, atau membunuh suaminya sekalipun. Akan tetapi, ia mampu melawannya dengan jalan menentang seluruh perintahnya itu, meninggalkan rumah tersebut (pindah ke rumah lain), dan membaca ayat-ayat Al-Qur’an, sehingga jin itu tidak pernah lagi datang mengganggunya.”

Ia juga berkata, “Aku sendiri pernah mengalaminya, yaitu ketika aku berada di tanah suci, Makkah al-Mukarramah, tahun 1408 H. Di mana, pagi suatu pagi, ketika aku sedang berpakaian ihram di rumah sewaanku yang tak jauh dari Masjidil Haram, tiba-tiba seorang jin berusaha mencekik leherku dan mendorong dadaku dengan kuat. Aku tidak merasakan melainkan hanya dua buah tangan raksasa yang sedang menekanku. Jin itu baru pergi meninggalkanku setelah aku bacakan kepadanya beberapa ayat al-Qur’an, membalas serangannya, mengatakan kepadanya, ‘Enyahlah engkau, wahai musuh Allah,’ sebanyak tiga kali, dan mengancamnya akan mendoakannya agar dibakar oleh Allah SWT jika belum juga pergi dariku. Setelah itu, ia tidak pernah lagi dating kepadaku.”Katanya lagi, “Di Kairo pun aku pernah mengalami kejadian yang serupa, yaitu saat aku tidur sendirian di balkon rumahku, di Nasr City dan ia tidak pergi dariku pada waktu itu melainkan setelah aku bacakan beberapa doa dan ayat-ayat Al-Qur’an, di antaranya surah al-Falaq dan an-Nas.”(ruqyah-online.blogspot.com)

%d blogger menyukai ini: