• Blog Stats

    • 41,449,636 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

Melawan Sihir Kiriman Pejabat

Orang-orang memanggil saya Marjo, lahir di Nganjuk 34 tahun yang lalu. Sejak tahun 1994, saya memiliki banyak kegiatan lintas kabupaten di Jawa timur.Mulai dari Nganjuk hingga Surabaya. Bepergian dengan sepeda motor Surabaya – Nganjuk sebanyak dua kali adalah rutinitas mingguan. Namun, sejak tahun 1998 saya mengurangi kegiatan luar kota, karena suatu seab yang saat itu belum saya sadari. Saya lebih banyak aktif di Nganjuk dan mendirikan LSM yang bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintahan Kabupaten Nganjuk. Hasilnya, banyak kecurangan pejabat yang terbongkar.Namun, rupanya mereka tidak rela kecurangannya diketahui banyak orang. Dan dengan cara kejam mereka membalas dendam. Dengan melakukan apa yang sering orang sebut dengan melakukan santet. Dua orang aktifis LSM meninggal. Sungguh licik memang.

Saya sendiri, sejak tahun 1998 sering masuk angin dan mual-mual. Awalnya saya beranggapan itu hanya karena terlalu capek. Ya, capek mengendarai motor Surabaya – Nganjuk dua kali seminggu. Tidak ada pilihan lain saya harus mengurangi aktifitas luar kota, bila tidak ingin merugikan pihak lain. Padahal, saat itu aktifitas saya di Surabaya bisa dibilang padat.

Beberapa aktifitas saya antara lain adalah menjadi Direktur Pendidikan sebuah Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ilmu pengetahuan di Surabaya. Menjadi tutor atau dosen di berbagai lembaga Pra Perguruan Tinggi di Jawa Timur. Mengajar di sebuah Yayasan di Surabaya. Menjadi Pembina karya ilmiah remaja dan jurnalistik di berbagai SMU di Surabaya. Serta mengasuh sebuah media remaja juga di Surabaya 1998-2000.

Melihat kondisi kesehatan yang semakin memburuk, akhirnya pada tahun 2000 saya putuskan untuk meninggalkan semua aktifitas di Surabaya.

Meskipun, aktifitas saya tidak sepadat dulu. Namun, masuk angin dan mual-mual tak kunjung sembuh. Sudah tak terhitung dokter di Nganjuk dan Surabaya yang saya datangi. Tapi saya heran, ternyata diagnosa dokter berbeda-beda. Ada yang mengatakan sakit liver dan ada yang bilang sakit jantung. Saya tidak tahu dokter siapa yang benar. Akhirnya, untuk menenangkan hati dan mempermudah proses penyembuhan saya menjalani berbagai macam pemeriksaan penyakit dalam seperti jantung, asam urat dan lambung. Sungguh di luar dugaan. Ternyata diagnosa para dokter itu tidak benar. Saya tidak menderita sakit seperti yang mereka katakan.

Merasakan Adanya Perubahan Sikap

Semakin hari penderitaan saya tak kunjung berkurang. Bahkan sebaliknya penyakit itu mulai menggerogoti ruhiah saya. Ya, jiwa malas semakin bertambah. Kebiasaan shalat lima waktu berjama’ah di masjid sejak kecil, akhirnya saya tinggalkan. Sehabis maghrib dan shubuh yang biasanya membaca Al-Qur’an satu hingga tiga juz semakin jarang saya lakukan. Bahkan saya mulai lupa membaca Hizb (doa perlindungan) menjelang tidur. Saya juga sering menolak undangan pengajian remaja dan ceramah walimatul ‘ursy dengan alasan takut sakit saya kambuh pada saat pelaksanaan acara.

Bukan hanya itu, saya juga mulai malas menulis karya ilmiah maupun artikel. Padahal, juara nasional penulisan buku Geografi pernah saya raih. Waktu itu saya menghubungkan Geografi dengan isi kandungan Al-Qur’an. Sebuah terobosan baru dalam kurikulum pendidikan nasional.

Memasuki tahun 2003, sakit saya semakin parah hingga harus dirawat di rumah sakit sampai tiga kali. Rawat inap pertama terjadi pada bulan Januari. Seperti biasa, banyak keluarga dan teman saya yang menjenguk sambil mambawa minuman. Saya tidak curiga apa-apa, minuman itu langsung saya minum. Tak lama kemudian, perut saya semakin nyeri, seakan diaduk-aduk. Bahkan sepulang dari rumah sakit saya tidak mampu lagi membaca Al-Qur’an walau satu ayat, badan terasa lemas dan shalat pun gemetaran.

Pada bulan Februari, saya harus kembali rawat inap di rumah sakit selama dua minggu. Kejadiannya tidak jauh berbeda dengan rawat inap sebelumnya. Hari-hari berikutnya saya suka marah. Namun saya tidak tahu mengapa suka marah, padahal sebelumnya saya termasuk tipe penyabar dan mudah bergaul. Pernah suatu saat saya mendamprat teman-teman di kantor, hanya karena masalah sepele. Begitu juga di rumah saya sering marah-marah. Seolah-olah mulut ini ada yang menggerakkan.

Terus terang, selama sakit bertahun-tahun itu saya tidak pernah pergi ke tempat-tempat tertentu untuk mencari penyembuhan, atau mencari jampi-jampi dari si A atau si B yang lazimnya dilakukan oleh orang-orang di daerah saya. Saya hanya pergi ke tempat praktek dokter yang lebih bersifat rasional. Namun, tanpa sepengetahuan saya beberapa keluarga dan teman baik saya yang melakukan upaya-upaya penyembuhan dari jampi-jampi itu, tanpa memberitahu saya. Dengan tidak menafikan niat baik mereka yang menginginkan kesembuhan saya, saya sangat menyesal akan hal itu.

Memang, ujian yang bertubi-tubi itu semakin mendewasakan dan menyadarkan saya bahwa kekuatan manusia ada batasnya. Ada satu kekuatan yang Maha Besar, Maha Agung dan Maha segala-galanya yaitu kekuatan Allah. Akhirnya, saya sepakat dengan istri saya untuk menyerahkan semuanya kepada Allah. Bukan berarti saya tidak berusaha dan hanya diam berpangku tangan. Tidak.

Harapan itu Masih Ada

Awal Juni itu, saya teringat dengan kaset dan buku Ruqyah dan Do’a, kiriman dari kemenakan saya, Rahmat, yang tinggal di Batam. Saya baca dan saya pelajari isinya. Ternyata, buku tipis itu sesuai dengan keyakinan saya yang tidak percaya pada Tahayul, Khurafat dan Bid’ah. Terbayang kembali beberapa peristiwa yang mengundang tanya beberapa bulan sebelumnya.

Pertama, ada kejadian aneh yang menimpa istri saya. la tidak menstruasi selama tiga bulan. Padahal secara ilmiah seharusnya ia tidak hamil. Kedua, kebalikan dari yang pertama istri saya menstruasi selama tiga bulan berturut-turut. Dan ketiga, kedua anak saya yang berumur tiga dan dua tahun menderita sakit secara bergantian. Setelah saya bawa ke dokter akhirnya mereka sembuh. Namun, selang beberapa hari kemudian giliran saya yang sakit. Bahkan lebih parah dari sebelumnya.

Daftar peristiwa demi peristiwa itu semakin menambah keyakinan bahwa saya terkena semacam santet atau gangguan jin. Akhirnya, saya mulai melakukan persiapan lahir dan batin. Seperti yang tersebut dalam buku Ruqyah dan Do’a. Saya cari benda-benda syirik yang ada di rumah lalu saya bakar semuanya.

Setelah saya perkirakan semuanya beres, saya mulai mendengarkan kaset Ruqyah dan Do’a lalu mengikuti bacaannya. Di luar perkiraan, ternyata saya bisa membaca Al-Qur’an kembali. Kemudian saya semakin intensif mendengarkan kaset ruqyah. Bisa dikatakan hampir dua puluh empat jam selama dua pekan. Hanya berhenti ketika tape sudah panas.

Setelah itu, timbul reaksi yang tidak terduga. Badan saya seakan digoyang-goyang.”Apakah saya sakit jantung?” saya bertanya-tanya. Untuk memastikannya saya opname di rumah sakit untuk ketiga kali sambil terus mendengar kaset ruqyah. Perawatan di rumah sakit, rupanya bukanlah tempat yang pas buat penderitaan seperti yang saya alami. Selama di rumah sakit terus terang- tidak ada perubahan, bahkan reaksi dari santet itu semakin kuat. Akhirnya saya pulang ke rumah dan melanjutkan ruqyah melalui kaset. Tak lupa saya mengintensifkan shalat malam.

Menakjubkan, tangan saya bergerak sendiri dan menunjuk ke sana kemari tanpa digerakkan dengan syaraf motorik. Awalnya saya takut juga, “Kok bisa bergerak sendiri?” Saya pun meminta petunjuk kepada Allah. Saya sadar sepenuhnya bahwa badan yang luar seharusnya bersih terlebih dahulu sebelum diruqyah, baik pikiran maupun lingkungan. Dalam dua hari saya mencari benda-benda syirik seperti kemenyan, rajah, garam dan jimat di lingkungan rumah dan pekarangan. Saya cari buku-buku yang agak ‘porno’ dan pakaian yang tidak pantas dipakai. Saya kumpulkan dan saya bakar semuanya.

Subhanallah, setelah mendengar kaset Ruqyah dan Do’a, tangan saya bisa mencari benda-benda syirik dengan mata terpejam. Hanya dengan panduan dzikir. Tangan saya pernah menemukan kemenyan yang disembunyikan di selokan. lnilah kekuasaan Allah.

Dua hari berikutnya benda-benda syirik itu minta dipulangkan ke majikannya. Tangan saya menunjuk kesana kemari. Sebab jin itu kepanasan. Akhirnya, saya sebutkan nama kiai satu persatu. Bila disebut nama si A, ia mau dan bila di sebut nama si B, tidak mau. Berarti benda sihir itu miliknya si A. Kemudian saya bentak-bentak dan saya pukuli tangan saya.

Begitulah, hingga pada suatu hari, waktu itu hari Sabtu, saya menemui Ustadz Fadzlan di kota Gede, Yogyakarta. Saya minta diruqyah dan nasehat. Setelah dimotivasi dan disuruh banyak berdzikir saya pulang ke rumah.

Kejadian Saat Ruqyah Mandiri

Sewaktu di rumah Ustadz Fadzlan saya tidak mengalami apa-apa. Tapi setelah tiba di rumah saya bisa dialok dengan jin yang masuk ke tubuh saya. Dengan cara memijit tempat yang sakit. Begitu dipijit jin berkata, “Aduh.” Kemudian saya tanya lagi, “Darimana kamu?” ‘Dari pejabat yang mencari kami (sekelompok jin).” Lalu jin itu menyebut tiga tempat. Dua di Jawa Timur dan satu lagi di daerah Jawa Barat.

“Kami sudah menyerangmu sebanyak delapan kall,” demikian jin itu menambahkan. Akhirnya saya bentak lagi, “Saya tidak peduli, yang penting kalian harus keluar.’ Akhirnya keluarlah jin-jin itu. Menurut pengakuannya, jumlah mereka empat, lalu disusul tiga temannya. Yang terakhir keluar adalah jin yang katanya berupa ular.

Besoknya ada lagi jin yang masuk. Ternyata ketika saya sedang dirawat di rumah masih ada orang yang tega mengirim sihir kembali. Saya bentak jin itu dan saya suruh membaca “Allahu Akbar.” Terakhir, setelah saya shalat hajat muncul lagi jin yang mengaku malaikat. “Saya malaikat yang menuntun manusia,” katanya. Dia mengaku malaikat Mikail dan Jibril. Saya katakan, “Tidak ada malaikat yang mengganggu manusia. Ayo, kalau kamu malaikat katakan, Allahu Akbar lima kali.” Demikian saya menantangnya. Akhirnya, baru mengucapkan takbir tiga kali saja jin itu sudah tidak mampu dan hilang tak bersuara.

Ketika dialog dengan jin saya membaca, ayat yang artinya, “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki diantara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. Al-Jin : 6).

Juga ayat yang artinya, “Dan barangsiapa yang menentang Rasul, sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikutijalan yang bukan orang-orang mukmin. Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya dan Kami masukkan ia ke dalam neraka Jahanam. Sesungguhnya neraka Jahanam adalah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisaa’ : 115).

Sebenarnya, selama dialog itu saya sempat terkecoh juga. Karena ada jin yang memuji, “Kamu itu hebat, tidak mempan sama sekali digini-ginikan (disihir dengan berbagai cara). Dan ‘kiai’ di Nganjuk itu sudah kalah dengan kamu semua.”

Ya, saya manusia normal yang terkadang terkecoh oleh indahnya pujian. Namun, saya cepat istighfar dan menyadari bahwa ini semua adalah bagian dari tipu daya syetan. Secara umum, jin yang menganggu saya terbagi menjadi tiga kelompok. Anehnya, setiap jin itu berbicara seperti suara orang-orang yang mengutusnya.

Pertama adalah jin kiriman enam orang pejabat yang balas dendam atas terbongkarnya kecurangan mereka dalam birokrasi. Demikian besarnya kemarahan mereka hingga ada seorang pejabat yang sangat intensif mengirimkan jin sampai delapan kali.

Jin kiriman pelabat itu mengaku berasal dari beberapa wilayah yang terkenal sebagai daerah perdukunan di Jawa Timur, juga dari sekitar Nganjuk sendiri. Memang, suara-suara jin itu persis dengan suara orang-orang yang saya kenal.

Kedua adalah orang yang kerjaannya memang mengirim sihir. Katanya ia merasa tersinggung sebab ia pernah saya tindak tegas ketika tertangkap mencuri barang-barang milik tetangga

Ketiga adalah seorang pemuda yang jatuh hati pada istri saya. Meskipun saya tidak mengenalnya. Pemuda itu sempat beberapa kali mengirim sihir. Pertama, ia menggunakan sihir pelet untuk menghalangi pernikahan saya dengan istri saya. Kedua, mengirim sihir dengan menggunakan (maaf) celana dalam wanita yang masih baik tetapi dikotori. Benda sihir itu di belakang rumah saya.

Sekarang, setelah mereka melihat saya dalam keadaan sehat, seakan sihir mereka yang beruntun itu tidak mampu menembus. Mereka menjadi kalang kabut. Bahkan orang yang suka melakukan sihir yang sering disebut orang dengan mengirim tenung yang rumahnya tidak tidak seberapa jauh dari rumah saya, mengetahui kalau dua benda sihir kirimannya itu saya cari dan dan ketemu lalu saya bakar. Mengetahui sihirnya gagal, ia mengirim sihir kembali. Setelah, itu badan saya bereaksi kembali, reaksi yang mengindikasikan datangnya sihir. Lalu saya cari, dan ketemu. Ternyata, ada pagar yang melingkar, saya bakar lagi. Keesokan harinya ia mengirim kembali. Saya cari lagi. Rupanya ada kerikil yang nyasar di tembok. Kemudian saya bakar. Tak terasa dua hari saya perang dengan sihirnya. Saya berdo’a, semoga Allah memberinya hidayah.

Saya bersyukur kepadaAllah SWT, ujian yang saya alami beberapa tahun itu membuka kesadaran saya akan Keagungan wahyu Allah. Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar dan benteng paling kuat mempertahankan diri dari serangan jin. Senjata paling ampuh melawan dan melumpuhkan mereka. Jangan biarkan diri terkecoh tipu daya syetan yang berlindung dibalik manisnya kata. Dan bertopeng manusia.

Saya sangat sadar bahwa hanya dengan penyerahan diri kepada Allah dan tunduk kepada perinah dan larangan-Nya kita bisa selamat dari tipuan syetan apapun bentuknya. Jin adalah makhluk lemah dihadapan orang yang benar aqidahnya, baik pekertinya. Sebaliknya jin menggoda orang-orang yang lemah imannya. Karena itu, marilah kita membentengi diri dengan meningkatkan iman dan amal baik.

http://metafisis.wordpress.com/2010/11/26/melawan-sihir-kiriman-pejabat/

%d blogger menyukai ini: