• Blog Stats

    • 41,458,642 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

PENOLAKAN ATAS MASUKNYA JIN DALAM TUBUH MANUSIA

A. PENOLAKAN DI INDONESIA

Ruqyah-online.blogspot.com-Ada sebuah tulisan dari saudara M. Ilyas dari Perum Balikpapan Baru Kalimantan Timur yang dimuat di majalah Alkisah No.25/5-18 Desember 2005 berjudul “Tidak Mungkin Orang Kesurupan Jin”. Dia dengan sangat yakin menyatakan tidak mungkin manusia kesurupan jin. Lalu saudara M. Ilyas mengemukakan alasannya yang hanya bersandarkan pada dalil aqli dan berdasarkan pendapat ilmu kedokteran tanpa satu pun ia mengutip rujukan dari Al-Qur’an dan Hadits.

Tidak lama kemudian pada majalah Alkisah edisi berikutnya (No.26/19 Desember 2005) ada bantahan dari saudara Adam Mustafa Bahri yang beralamat di Perum Bukit Kencana Jaya Semarang, Jawa Tengah. Ia membantah dengan mengemukakan dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah juga penjelasan para ulama mengenai kebenaran adanya jin yang dapat masuk pada diri manusia.

Berikut ini adalah pendapat dari saudara M.Ilyas dan bantahan dari saudara Adam Mustafa Bahri atas polemik dapatkah jin merasuki manusia:

1. Pendapat M. Ilyas

M. Ilyas mengatakan,”Saya membaca berita di koran Indopos, Minggu, 23 Oktober 2005, halaman 22, berjudul Puluhan Santri Kesurupan, heran dan sekaligus geleng-geleng kepala. Disitu diceritakan, sejumlah santri pondok Pesantren Syahibul Barokah Pandeglang, Banten, kesurupan jin. Apa pasal? Puluhan santri itu ternyata sedang mengikuti Pesantren Ramadhan dan Rukyat ( ditulis beliau “Rukyat” bukan “Ruqyah”, Red).”Dua orang tim rukyat ( ditulis beliau “Rukyat” bukan “Ruqyah”, Red) yang didatangkan khusus dari Yayasan Izzah, Serang, pun terlihat kerepotan menangani puluhan santri yang kesurupan. ’Mau dikeluarkan paksa atau sendiri?’ kata Ustadz Zulkifli menyuruh jin yang ada dalam tubuh peserta agar keluar.

‘Mau keluar sendiri,’ jawabnya melalui mulut seorang peserta yang kesurupan dengan wajah yang kecapaian.

‘Mana plastiknya?’ kata Ustadz Zulkifli kepada salah seorang panitia yang memegang tubuh sikorban. Salah seorang panitia pun segera mendekatkan plastik hitam pada mulut si korban. Tak lama kemudian si korban pun muntah, lalu terkulai lemas.”

Sampai disini saja ceritanya. Sebab anda sudah dapat melanjutkan sendiri. Kasus semacam ini banyak terjadi di masyarakat. Tetapi, menurut saya mereka salah persepsi tentang fenomena kesurupan, juga tidak tahu tentang hakikat jin.

Dari cerita diatas, ada yang menggelikan. Ketika ustadz tersebut menyuruh jin yang ada dalam tubuh si korban keluar, eh, ternyata yang keluar bukan jin, melainkan muntahan dari perut. Apakah jin sama dengan muntahan perut?

Menurut beberapa buku yang saya baca, apa yang disebut kesurupan itu sebetulnya sebuah gejala psikologi biasa saja. Dalam literatur psikiatri, ia disebut penyakit psikis yang disebabkan stres dan depresi yang mengakibatkan kerancuan berfikir. Dan penyakit syaraf yang disebabkan kekacauan signal-signal yang berada pada sistem input dan output otak.

Sebagian kalangan ahli jiwa mengklaim kesurupan jin sebagai skizophrenia. Sering kali orang yang terganggu jin, karena sihir, kesurupan atau pun kerasukan jin hanya akibat sakit jiwa. Skizophrenia sendiri merupakan penyakit gangguan jiwa yang bertaraf berat dan salah satu dari 70 macam gangguan jiwa yang ada di Indonesia. Di dunia medis terdapat lebih dari 300 gangguan jiwa.

Skizophrenia berasal dari kata shizo, berarti “jiwa” dan phren yang berarti “kacau”. Kalau digabung, skizophrenia berarti “jiwa yang terbelah” atau split of personality, karena penyakit ini memang menyebabkan penderita seolah-olah punya jiwa yang lain.

Hal semacam ini terjadi juga pada beberapa pelajar di Bandung beberapa waktu lalu. Ketika itu kejadiannya ditanggapi oleh Direktur Rumah Sakit Jiwa Bandung, dr. Dengara Pane. Seperti ditulis dalam harian umum Pikiran Rakyat, jum’at, 26/3/2005: Dia mengatakan, “Saya sangat membantah keras adanya hubungan antara kesurupan dengan dunia ghaib. Kesurupan itu diakibatkan oleh adanya gangguan emosional dalam diri para siswi tersebut. Tidak ada hubungannya dengan dunia ghaib. Kondisi gangguan emosional itulah yang menyebabkan terjadinya perubahan kepribadian.”

Gangguan emosional itu muncul akibat adanya stressor (faktor penekan). “Stressor ini berasal dari lingkungan rumah, sekolah, atau pun teman,” paparnya. Jadi, dalam masalah kesurupan ini, kata Dengara, masyarakat seharusnya bersikap realistis dan tidak mengaitkan peristiwa kesurupan masal tersebut dengan sesuatu yang tidak logis.”masyarakat harus sadar terhadap kondisi kesehatan jiwanya”, katanya………

Banyak studi antropologi kedokteran menyebutkan, kesurupan hanya gejala penyakit akibat kebudayaan setempat. Gejala kebudayaan ini lebih diperparah dengan keadaan sosial ekonomi korban. Seperti yang terjadi di kota Demak, Jawa Tengah, banyak wanita pedesaan terkena kesurupan “hantu cekik”. Mereka seperti tercekik lehernya, sehingga sulit bernapas. Setelah diselidiki, ternyata serangan “hantu cekik” ini terjadi ketika mereka menghadapi musim paceklik. Jadi obatnya yang utama ya kesejahteraan di bidang pertanian, disamping doa (ruqyah).

Dalam hal ruqyah, saya mengikuti fatwa yang dikeluarkan Persis (Persatuan Islam), yang baru saja bermuktamar beberapa bulan lalu di Jakarta. Salah satu keputusannya tentang rukyat (ditulis beliau “Rukyat” bukan “Ruqyah”, Red) dan penyembuhan kerasukan jin. Dewan Hisbah, di antaranya, memutuskan, rukyat dalam arti doa dan melindungi diri menggunakan kalimat yang manshush (diucapkan oleh Nabi Muhammad saw). Ruqyah dalam arti jimat dan jampi-jampi sekalipun menggunakan ayat Al-Qur’an adalah syirik (dosa besar). Kemudian, tidak ada kesurupan jin. Meyakini adanya kesurupan jin dan pengobatan selain yang disyari’atkan di atas adalah dusta dan syirik.

Saya mengharapkan, majalah Alkisah yang saya cintai tidak ikut-ikutan menampilkan berita yang tidak benar seperti diatas. Apalagi seperti di teve, Tim Pemburu Hantu yang para kiainya mengaku bisa menangkap hantu.

2. Sanggahan Adam Mustafa Bahri

Membaca ulasan M. Ilyas dalam Alkisah No.25 yang berjudul Tidak Mungkin Orang Kesurupan Jin, saya melihat, penulisnya sok ilmiah dan tidak memperhatikan dalil agama yang ada di dalam Al-Qur’an dan hadits. Sedang fenomena kesurupan itu ada di dalam Al-Qur’an dan hadits.

Coba simak Qur’an surah Al-Baqarah:275,”Orang-orang yang makan (mengambil )riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran penyakit gila.” Disamping itu dalam hadits riwayat Bukhari Muslim, Rasulullah saw juga bersabda,”Sesungguhnya setan menjalar dalam tubuh bani Adam seperti menjalarnya darah dalam tubuhnya.”

Kesurupan itu sama dengan yang digambarkan oleh Al-Qur’an, yaitu orang yang “kemasukan setan”. Lebih tegas lagi setan, jin bisa masuk menjalar ketubuh manusia melalui saluran darahnya. Jadi bagaimana manusia bisa dikatakan tidak bisa kesurupan jin?

Kesurupan jin, yang dalam bahasa Arab disebut as sharu’, merupakan proses menyusupnya bangsa jin kedalam tubuh manusia yang , mengganggu mekanisme tubuh yang menimbulkan ketimpangan akal manusia, sehingga tidak dapat menyadari apa yang diucapkan dan dilakukannya. Orang yang kesurupan jin mengalami kehilangan ingatan sementara akibat ketimpangan syaraf otak. Ketimpangan syaraf otak akan diiringi dengan ketimpangan pada gerakan-gerakan orang yang kesurupan. Jadi, fenomena kesurupan jin adalah kekacauan dalam ucapan, perbuatan, dan pikiran yang disebabkan jin mengganggu mekanisme tubuh manusia dan sistem syaraf tubuh.

Kitabullah dan sunah Rasulullah saw serta ijmak para ulama telah menunjukkan kemungkinan jin masuk ke dalam tubuh manusia dan membuatnya gila, kesurupan. Ibnu Taimiyah menyatakan,”Tidak ada imam kaum muslimin yang meningkari masuknya jin dalam tubuh orang kesurupan. Barangsiapa mengingkari hal itu dan mengaku bahwa syara’ mendustai kejadian tersebut, ia telah berdusta terhadap syara’, tidak ada dalil syar’i yang menafikan hal itu.”

Orang yang percaya bahwa tidak ada orang kesurupan jin sebagaimana pendapat M. Ilyas, bukanlah barang baru. Model orang seperti itu (Mu’tazilah, red) sudah ada sejak lama ada. Abdullah ibn Ahmad ibn Hambal RA berkata,”Saya berkata kepada ayahku (Imam Ahmad bin Hambal), ‘Ayah, suatu kaum berpendapat, jin itu tidak dapat masuk ke dalam diri manusia.’ Jawab ayahku,’Hai anakku, mereka telah berdusta. Adanya jin telah ditetapkan dalam Al-Qur’an, sunnah Rasulullah, dan kesepakatan ulama salaf. Begitu pula masuknya jin ke dalam tubuh manusia telah tetap, berdasarkan kesepakatan para imam Ahlussunah Waljama’ah, dan tidak seorang pun tokoh muslim yang mengingkari masuknya jin pada tubuh orang yang sedang terkena penyakit gila (kesurupan). Barang siapa yang mengingkari hal itu dan mengaku bahwa syari’at mendustakannya, ia telah mendustakan syari’at tersebut, dan dalam dalil-dalil syari’at tidak ada yang menafikan hal itu’.”

Ibnu Qayyim juga berkata,”Gila (penyakit kesurupan) itu ada dua macam. Pertama, gila karena pengaruh roh jahat dimuka bumi (jin). Kedua, gila akibat percampuran (masuknya benda-benda yang tidak steril atau kotor ke dalam tubuh manusia). Macam kedua inilah yang dibicarakan para dokter, baik dalam sebab maupun pengobatannya. Adapun gila (penyakit kesurupan) lantaran pengaruh roh jahat, para tokoh (ulama) mengakui dan tidak menolaknya serta mengakui bahwa pengobatannya adalah dengan roh yang mulia, baik, dan tinggi (kekuatannya) dari roh yang jahat dan buruk itu.

Caranya, roh baik itu menahan pengaruh (roh jahat tersebut), menghalangi dan membatalkan pengaruhnya. Hal itu telah ditulis oleh Abqarath (ahli kedokteran pada masanya) pada sebagian bukunya, dia menyebutkan beberapa cara mengobati gila kesurupan. Dia berkata,’Pengobatan medis hanyalah bermanfaat bagi penyakit gila (kesurupan) yang disebabkan oleh percampuran materi kotor (tidak steril) dalam tubuh. Sedangkan gila kesurupan yang terjadi lantaran pengaruh roh jahat, pengobatan seperti ini tidak bermanfaat…..’”

Sedang tentang ruqyah secara umum, baik bacaan maupun teknisnya diambil dari Rasulullah saw dan para ulama terdahulu. Memukul bagian yang bereaksi, sebagaimana dilakukan Ustadz Zulkifli dalam berita di koran itu, pernah dilakukan Nabi Muhammad dan para ulama terdahulu.
Rasulullah pernah me-ruqyah, Usman bin Habil, sahabat yang mengeluhkan bahwa salatnya terganggu, dan sering sekali ia lupa waktu salat. Kemudian Rasulullah memukul bagian punggung dan dadanya sambil mengatakan,”Keluar, wahai musuh Allah.” Ini artinya, memukul dalam kajian syari’at Islam diperbolehkan untuk masalah ruqyah. Ini bisa dilakukan ketika orang mulai terlihat bereaksi.

Bahkan ada yang lebih dahsyat lagi, seperti yang dilakukan oleh Imam Ibnu Taimiyah sebagaimana yang diceritakan Ibnu Qayyim. Jika beliau me-ruqyah orang dihadapan murid-muridnya, orang tersebut dipukuli dengan kayu rotan sampai Ibnu Qayyim mengatakan,”Kami kira orang itu sudah mati, karena dipukuli sedemikian kerasnya. Namun ketika bangun, ternyata orang itu tidak merasakan apa-apa.”

Yang dimaksud bagian tubuh yang bereaksi adalah, terkadang reaksi jin itu terlihat pada sebagian atau beberapa tempat anggota tubuh yang bergerak-gerak. Atau perasaan sakit tertentu yang dirasakan pasien, misalnya kesemutan atau panas di bagian dada, pusing atau dingin, dan terasa sangat mual. Karena peruqyah tidak dapat melihat keberadaan jin pada tubuh pasien, informasi rasa sakit dari pasien dapat membantu peruqyah melakukan pijatan dan pukulan yang tidak mencelakakan, sambil membacakan ayat Al-Qur’an.

Demikian, semoga M. Ilyas mafhum bahwa pendapatnya tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits.

B. PENOLAKAN SEBAGIAN DUNIA KEDOKTERAN

Ada sebagian dokter menolak adanya keyakinan masuknya jin dalam tubuh manusia, mereka berpendapat orang-orang yang dikira kemasukan jin sesungguhnya sedang terkena epilepsi. Sebab penyakit ini banyak macamnya. Salah satu gejala epilepsi adalah berbuat dan berkata yang aneh seolah-olah seperti kesurupan. Sumarno Markan dalam bukunya Penurunan Neurologi halaman 115 menerangkan beberapa jenis gejala epilepsi:

1. Sawan Lena (khas)

Cirinya:
a. Penurunan kesadaran saja.
b. Disertai gerakan klonis ringan biasanya kelopak mata atas, sudut mulut atau otot-otot lainnya.
c. Dengan komponen atonik, otot-otot leher, lengan, tangan, tubuh mendadak melemas sehingga tampak mengulai, tak jarang penderita jatuh karena serangan ini.
d. Disertai komponen tonik, otot-otot ekstemitas, leher atau punggung mendadak mengejang, kepala, badan manjadi melengkung kebelakang, lengan dapat mengeras atau menegang.
e. Disertai automatisme, gerakan-geralan atau perilaku yang terjadi dengan sendirinya.

2. Sawan Lena (tak Khas)

a. Perubahan dalam tonus otot lebih jelas.
b. Permulaan dan berakhirnya kebangkitan mendadak.
3. Sawan Miloklonik

Pada sawan miloklonik terjadi kontraksi mendadak, sebentar, dapat kuat dan lemah. Sebagian dan semua otot, sekali atau berulang-ulang. Sering terjadi waktu akan tidur atau waktu bangun tidur, atau waktu akan melakukan suatu gerakan. Bangkitan ini dapat terjadi pada semua umur.
Memperhatikan tanda-tanda penderita diatas sangat mungkin bahwa orang yang diduga kesurupan atau kemasukan jin itu adalah orang yang menderita penyakit sawan. Namun ketika masyarakat memandangnya sebagai orang yang kemasukan setan.

Selain dari penyakit ayan, sebagian kalangan ahli jiwa mengklaim kesurupan jin sebagai skizophrenia. Sering kali orang yang terganggu jin, karena sihir, kesurupan atau pun kerasukan jin hanya akibat sakit jiwa. Skizophrenia sendiri merupakan penyakit gangguan jiwa yang bertaraf berat dan salah satu dari 70 macam gangguan jiwa yang ada di Indonesia. Di dunia medis terdapat lebih dari 300 gangguan jiwa.

Skizophrenia berasal dari kata shizo, berarti “jiwa” dan phren yang berarti “kacau”. Kalau digabung, skizophrenia berarti “jiwa yang terbelah” atau split of personality, karena penyakit ini memang menyebabkan penderita seolah-olah punya jiwa yang lain.

Direktur Rumah Sakit Jiwa Bandung, dr. Dengara Pane. Seperti ditulis dalam harian umum Pikiran Rakyat, jum’at, 26/3/2005: Dia mengatakan, “Saya sangat membantah keras adanya hubungan antara kesurupan dengan dunia ghaib. Kesurupan itu diakibatkan oleh adanya gangguan emosional dalam diri seseorang. Tidak ada hubungannya dengan dunia ghaib. Kondisi gangguan emosiaonal itulah yang menyebabkan terjadinya perubahan kepribadian.”

Gangguan emosional itu muncul akibat adanya stressor (faktor penekan). “Stressor ini berasal dari lingkungan rumah, kerja, atau pun teman,” paparnya. Jadi, dalam masalah kesurupan ini, kata Dengara, masyarakat seharusnya bersikap realistis dan tidak mengaitkan peristiwa kesurupan massal tersebut dengan sesuatu yang tidak logis.”masyarakat harus sadar terhadap kondisi kesehatan jiwanya”, katanya………

http://ruqyah-online.blogspot.com/2007/12/penolakan-atas-masuknya-jin-dalam-tubuh.html

%d blogger menyukai ini: