• Blog Stats

    • 41,468,046 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

Dapat Apa dari Obama?

gaulislam edisi 160/tahun ke-4 (9 Dzulhijjah 1431 H/ 15 November 2010)

Jiaah.. pekan-pekan kemarin semua gadget gue dipenuhi dengan kata Obama. Mulai dari informasi yang biasa aja, agak miring, miring banget sampai nyusruk semua kumplit. Jadi reseh tuh, karena kudu ngedeletin banjir informasi yang nyaris sama dengan berbagai besutan yang berbeda. Topik Obama emang laris manis kayak kacang goreng (perumpamaan yang aneh, kalo emang laris manis, kenapa jarang orang jualan kacang goreng jadi kaya raya?).

Mereka yang nggak setuju dengan Obama datang ke sini pun ada yang majang gambar Obama (yee.. kalo kagak sudi, mustinya nggak perlu dipajang di kaos!). Jelas di sini ada orang cerdik yang memanfaatkan ketidaksukaan Obama dateng dengan memproduksi kaos anti Obama plus foto doi dengan berbagai pose. Dan ternyata bukan hanya tukang sablon kaos saja yang ketiban untung dengan datengnya doi ke Indonesia, tukang sablon poster, spanduk, perusahaan bis, angkot, sampai percetakan serta merta meraup keuntungan dari bisnis kebencian ini.

Masih inget tipikal cerita klasik orang patah hati or kecewa? Biasanya orang kalo benciiiii banget, doi bakal ngga jauh dari marah, nangis bombay, ngerobek foto, ngebuang atau ngebakar barang-barang kesayangan bahkan sampai nggak BAB selama 5 minggu (eh, kalo yang satu in mah penyakitan). Jarang yang kalo benci diungkapin dengan memasang fotonya di mana-mana, pake kaos ada gambar dia, nempelin stiker bergambar dia dan sebagainya. Malah jadi terkenal deh dia!

Bro en Sis, dalam agama kita tidak menjadikan kebencian sebagai jalan utama dalam berdakwah. Justru sebaliknya, kita dikenal sebagai umat yang santun dan penyayang. Merupakan keagungan Islam, dimana ajaran dan sistemnya mencakup semua aspek kehidupan, sejak dari sistem keimanan (akidah), ibadah, syari’ah (berbagai peraturan dan perundang-undangan), mu’amalah (ekonomi dan bisnis), akhlak , budaya, seni, hubungan internasional. Perihal menyambut tamu, dalam Islam adalah bagian/cabang dari keimanan seperti yang disabdakan Rasul Saw. dalam sebuah hadits yang berasal dari sahabat Abu Hurairah ra. Bahwa Nabi Saw. bersabda, “…Siapa yang beriman kepada Allah dan RasulNya hendaklah ia memuliakan tamu.” (HR Imam Muslim)

Nah, khusus berkaitan dengan kedatangan Obama pada 9 November 2010 lalu, ada dua pendapat: pro dan kontra. Pendapat pertama, menolak kehadiran Obama. Hal ini didasari dari fakta yang tak terbantahkan bahwa Obama, sebagai Presiden AS, telah dengan nyata meneruskan permusuhan politik luar negerinya terhadap kaum Muslimin yang melawan kepentingan politik, ekonomi dan ideologi AS di negeri-negeri Muslim, khususnya di Palestina, Irak, Pakistan dan Afghanistan. Sehingga kemudian muncul pertayaan; apa masih pantas seorang Obama diterima kehadiranya hanya karena alasan menghormati tamu atau etika pergaulan internasional?

Pendapat kedua mendukung kedatangan Obama dengan dalih Obama adalah seorang tamu yang harus dihormati dan taat akan etika pergaulan internasional. Mereka ini mayoritasnya, kalau tidak dikatakan semuanya, sedang bertengger di atap kekuasaan Indonesia, baik eksekutif maupun legislatif. Bahkan uniknya lagi, sebagian kalangan ulama dari MUI pun sepaham pula dengan pendapat yang kedua ini. Seakan lengkaplah sudah legitimasi yang mereka miliki karena mendapat dukungan pula dari sebagian kalangan ulama, paling tidak yang menamakan dirinya ulama.

Tergantung tamunya

Muncul pertanyaan dalam benak gue, gimana sih adab menyambut tamu dalam Islam? Jawaban singkatnya adalah memuliakannya, memberinya makan, minum dan semua keperluannya. Namun demikian, bukan berarti setiap tamu seenaknya saja datang dan bertandang serta setiap kedatangannya harus diterima dengan tangan terbuka. Shahibul bait (nyang punya rumah), di samping memiliki kewajiban memuliakan tamu, namun dalam waktu yang bersamaan ia diberikan oleh Allah Ta’ala kebebasan untuk menerima atau menolaknya seperti yang dijelaskan Allah Swt dalam surat an-Nuur ayat 27-29 (silakan cek ya). Karena Allah Maha Tahu bahwa tidak semua shahibul bait itu dalam keadaan siap menerima tamu dan bisa saja memberatkannya baik secara materil maupun immaterial.

Lalu bagaimana dengan tamu yang nonmuslim? Apakah ada perbedaannya? Terhadap yang Muslim, shahibul bait memiliki dua kewajiban, yakni kewajiban sebagai sesama Muslim dan kewajiban memuliakan tamu. Tentulah perlakuannya sangat istimewa. Adapaun terhadap tamu yang nonmuslim, shohibul bait hanya memiliki satu kewajiban, yakni sebagai tamu saja. Tentulah perlakuannya berbeda.

Dalam kasus Barrack Obama yang dateng ke negeri kita, faktanya pemerintah kita sudah setuju untuk menerimanya, sehingga doi pun datang deh. Meski banyak yang udah protes kepada pemerintah sejak awal tahun ini tapi rupanya pemerintah memilih menerima doi. Ya sudahlah (Bondan and F2B mode “on” hehe..)

Sumber permasalahan

Menerima nonmuslim sebagai tamu sebenarnya bukan hal yang asing dalam Islam. Sebagai tuan rumah kita menghormatinya dengan cara mendengarkan apa saja yang dia ingin sampaikan termasuk intimidasi sekalipun, jika ada. Setelah itu, shohibul bait menyampaikan pula pesan dan keinginannya seperti yang dilakukan Rasul Saw. terhadap Utbah bin Rabi’ah.

Sebagai seorang tokoh masyarakatnya, Utbah ingin sekali bertamu kepada Rasulullah karena melihat kegigihan Rasul menyebarkan Islam. Utbah ingin bernegosiasi dengan Rasul dengan cara persuasif, dengan tawaran (sogok) kepemimpinan, menjadi raja, harta, dan sebagainya. Setelah mendengar dengan serius tawaran-tawaran tersebut, Rasul Saw. berkata: Apakah Anda sudah selesai bicara Abal Walid? Ia menjawab: sudah anak pamanku.

Lalu Rasul Saw. berkata: Bismillahirrohmanirrohim… kemudian meneruskan ucapannya sambil membaca ayat surat Fushshilat dari ayat 1 – 4. Kemudian Rasulullah saw. meneruskan sampai ayat sujud dan Beliau pun melakukan sujud tilawah. Setelah itu Rasul berkata: Apakah anda sudah mendengarkannya wahai Abal Walid? Sekarang terserah Anda. Mendengar ayat dan ungkapan tersebut, muka Utbah pun berubah pucat pasi karena terpengaruh oleh mukjizat al-Quran dan perkataan Rasul saw yang begitu jelas mengajaknya beriman dan masuk Islam.

Presiden kita yang notabene muslim memiliki kesempatan emas untuk meneladani Rasul, beliau memiliki kesempatan untuk berdakwah di depan presiden AS, mampukah beliau melakukannya? Yang jelas sumber utama permasalahan ini adalah lemahnya Muslim di Indonesia. Demokrasi menjadikan Muslim lemah, karena demokrasi tidak akan berpihak kepada Islam dan tidak akan melahirkan pemimpin Islam yang kuat. Permasalahan Obama hanya sekelumit permasalah yang sebenernya bersumber pada permasalahan lain yang lebih besar dan mendasar, yaitu demokrasi, inilah hasil produk demokrasi. Nggak ada salahnya juga sih kalo kita doakan bersama semoga Pak SBY mampu meneladani Rasul Saw. dengan berdakwah di depan presiden AS ini yang lebih soft ketimbang pendahulunya, George W Bush. Tapi sayangnya, pemerintah kita faktanya malah menerima kesepakatan kemitraan konfrehensif (idpoleksusbudhankam) yang isinya justru memberatkan Indonesia sendiri. Ya, sudahlah! Itu memang konsekuensinya kalo kita merasa inlander alias mental dijajah.

Itu sebabnya, yang tepat untuk Obama sebagai kepala negara penjajah negeri-negeri muslim adalah tidak menerima tawarannya. Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil sebagai teman kepercayaan kalian orang-orang di luar kalangan kalian, karena mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemadaratan atas kalian. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa saja yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi (QS Ali Imran [3]: 118)

Kesimpulannya

Sebenernya banyak pemimpin yang dateng ke negara kita, Obama jadi spesial karena doi memimpin negara yang kita anggep adi daya. Anggapan ini sebenernya sudah usang dan kenyataan pun sudah berkata lain AS sekarang melemah dan sinyal pelemahan ini bisa kita lihat dalam sebuah tulisan di New York Times, ketika Obama bersikeras mendefinisikan misi ke Asia-nya dengan “Kita harus mencari konsumen baru di pasar baru untuk barang buatan Amerika.”

Doi keteteran setelah kemunduran doi dalam hasil pemilu paruh waktu AS pekan lalu. Kebangkitan Cina telah membuat banyak negara di Asia sadar, yang sebelumnya selalu mengikuti Amerika; kini mereka mulai menemukan acuan baru bagi masa depan ekonomi Asia. Cina tidak secara langsung kalah dalam perang dingin melawan AS, sekarang mereka malah menang dalam perang ekonomi. AS sering menuduh Cina memanipulasi nilai tukar mata uangnya, namun setali tiga uang, US Federal Reserve Bank memutuskan untuk membanjiri ekonomi dengan $600 milyar uang baru untuk merangsang ekonomi AS yang tengah kolaps.

AS bukan lagi negara adi daya. So, kedatangan Obama ke negeri kita bukanlah big deal. Dengan kondisi ini seharusnya lebih mudah untuk menolak Obama dateng. Daripada menerimanya, mendingan pemerintah fokus nanganin korban bencana alam.

Anyway, ini memang fakta yang ada saat ini. Gimana pun juga, harus kita hadapi. But, yang lebih keren tentu kita tetap belajar Islam dan mendakwahkannya kepada teman-teman yang belum tahu. Siap kan ya? Harus deh! [aribowo: aribowo@gaulislam.com]

http://www.gaulislam.com/dapat-apa-dari-obama

%d blogger menyukai ini: