• Blog Stats

    • 41,458,642 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

Hidup Ini, Hanya Sekali dan Sesaat Saja

gaulislam edisi 166/tahun ke-4 (21 Muharam 1432 H/ 27 Desember 2010)

Bro en Sis, makasih udah setia nungguin gaulislam setiap pekannya. Nggak terasa ya, edisi pekan ini adalah edisi terakhir di tahun 2010, karena pekan depan insya Allah kita sudah berada di awal tahun 2011, dan tentunya kita semakin tua. Itu artinya pula, kian berkurang saja jatah hidup kita di dunia ini. Semoga hidup kita senantiasa lebih baik dari hari ke hari. Dan, insya Allah kamu semua tetap akan mendapatkan informasi, yang tidak saja menarik, tetapi juga bermanfaat dari buletin gaulislam. Sebabnya apa? Karena kami di gaulislam sangat sayang sama kamu semua. Cieee.. ini bukan rayuan gombal maupun rayuan gembel, tapi jujur ini datangnya dari lubuk linggau, eh maaf, dari lubuk hati yang paling dalam. Semoga saja kami di gaulislam bisa selalu memberikan yang terbaik untuk kamu semua dalam belajar Islam. Insya Allah ya.

Kamu mungkin bertanya-tanya kali ya, kenapa sih gaulislam bahas tema beginian? Kenapa nggak bahas soal kekalahan timnas sepakbola Indonesia yang dibantai timnas sepakbola Malaysia 3 gol tanpa balas di Final leg 1 AFF Cup? Bukankah kita semua udah paham bahwa hidup kita memang hanya sekali dan hanya sesaat di dunia ini? Ya, memang benar. Hidup kita hanya sekali dan sesaat saja di dunia ini. Semua orang insya Allah banyak yang tahu dan sudah sering dibahas. Namun, saya juga masih menyimpan rasa khawatir, khususnya buat kamu para remaja. Why? Yup, karena meski kelihatannya udah tahu dan ngerti, tetapi sering LUPA. Catet ya, saya tulis dengan huruf kapital semua: LUPA. Kita dan kamu semua bukan berarti tidak tahu bahwa hidup di dunia ini singkat. Nggak, bahkan sangat paham. Tapi sayangnya banyak yang lupa kalo hidup ini ternyata singkat. Kadang malah kita juga lupa identitas kita sebagai muslim dan cinta Islam. Buktinya ya lebih kecewa timnas sepakbola Indonesia keok ketimbang kecewa bahwa banyak kaum muslimin yang melanggar syariat. Ya, itu namanya lupa dalam menentukan prioritas amal perbuatan, termasuk dalam menentukan cara berpikir dan berperasaan. Kok bisa lupa?

Bisa saja, Bro en Sis. Namanya juga manusia. Tempatnya salah dan dosa. Memang harus diakui juga bahwa ada manusia yang menyadari kesalahan dan dosa yang diperbuatnya, sehingga ia benar-benar bertobat dan ada juga yang nggak nyadar-nyadar sampe wafat. Nah, kamu mau pilih yang mana? Manusia yang mau mengakui kesalahannya atau tetap bangga dengan kesalahannya?

Ih, manusia yang normal pasti milihnya yang baik-baik dong ya. Pasti ingin mengakui kesalahan dan memperbaikinya di lain waktu. Tidak mengulanginya lagi, sekaligus berusaha menambah terus kebaikannya. Itu baru hebat, Gan!

Namun, jika melihat kenyataan yang ada, kita perlu waspada dan sedih juga menyaksikan banyak remaja muslim yang seolah tidak menyadari bahwa hidupnya di dunia ini hanya sekali dan sesaat pula. Amal yang diperbanyak bukan amal shalih, tetapi malah amal salah. Maksiat dibanggakan, sikap taat syariat malah diabaikan. Gaya hidup hedonistik sepertinya sudah akrab dalam gaya gaul remaja. Kamu tahu hedonis kan? Sip, hedonis adalah memuja kenikmatan jasadi dan materi demi kesenangan semata. Untuk mendapatkan kedua jenis kenikmatan itu, rela menghalalkan segala cara karena yang terpentinng adalah bisa memuaskan hawa nafsunya dalam memenuhi kenikmatan jasadi dan materi. Kalo pengen jelas, bisa kamu temukan di kamus. Salah satunya penjelasan ini: Dalam Kamus Inggris-Indonesia karangan John M. Echols & Hassan Shadily, “hedonism” diartikan sebagai “Paham yang dianut orang-orang yang mencari kesenangan semata-mata”. Suatu way of life alias jalan hidup yang mengedepankan kesenangan itu, meliputi pola pikir dan perasaan, penampilan lahiriah dan perilaku.

Boys and gals, kita juga merasa sedih jika melihat banyak teman remaja yang kurang bergairah menghadapi hidup. Baru mendapat tantangan sedikit saja langsung loyo dan nggak mau bangkit, terus memilih KO. Padahal kita harusnya optimis dan sangat semangat memanfaatkan setiap detik waktu yang diberikan Allah Swt. agar kita mampu menjadi pribadi yang hebat dengan jatah waktu hidup yang hanya sekali dan singkat.

Saat kita diciptakan

Rasulullah saw. yang mulia, para sahabatnya, para khalifah, para ulama, ilmuwan muslim di masa kejayaan Islam, pejuangnya dan orang-orang hebat dan mulia karena keimanan dan ketakwaan lainnya diciptakan dengan proses penciptaan yang sama. Berawal dari sel sperma yang membuahi sel telur dan atas izin Allah Swt, jadilah embrio, lalu dalam waktu tertentu tumbuh sebagai janin dan akhirnya lahir ke dunia. Bagaimana dengan para begundal macam Fir’aun, Abu Jahal, Hitler, Mussolini, George W Bush dan orang yang sejenis perilakunya dengan mereka, apakah diciptakan dari bahan yang berbeda dengan orang-orang yang mulia? Nggak. Sama, Bro. Semua manusia diciptakan sama. Bahan bakunya sama: sel sperma (air mani) dan ovum (sel telur).

Allah Swt, menyampaikan penjelasan ini dalam firmanNya (yang artinya): “Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya,” (QS al-Qiyaamah [75]: 37-38)

Dalam ayat lain (yang artinya): “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.” (QS al-Insaan [76]: 2)

Tuh kan, amat jelas. Bahwa yang beriman dan yang kafir diciptakan oleh Allah Swt. dari bahan yang sama. So, yang membedakan mereka satu sama lain ketika sudah lahir ke dunia adalah informasi dan cara belajarnya untuk memperbaiki kualitas hidupnya. Apa yang diperbuatnya di dunia inilah yang akan dipertanggung jawabkan nanti di akhirat kelak.

Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).” (QS al-Mu’min [40]: 67)

Juga dalam ayat yang lain Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?” (QS Kahfi [18]: 37)

Kalo kamu masih belum puas, Allah Swt. juga berfirman (yang artinya): “Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.?” (QS an-Nahl [16]: 4)

Ayat-ayat ini membuktikan kepada kita bahwa manusia (anak keturunan Adam) diciptakan dari “bahan baku” yang sama. Orang yang sekarang beriman, berilmu dan gemar beramal shalih ditempatkan di rahim ibunya sebelum lahir ke dunia. Orang yang pikirannya korengan dan hatinya borok alias gemar maksiat dan tak mengimani Allah Swt. pun sebelum lahir ditempatkan sama di rahim ibunya. Tak ada bedanya.

Kalo dalam penciptaan saja sama, dan saat itu kita lemah kenapa harus merasa berkuasa dan menentang Allah Swt.? Kalo memang perkasa, harusnya nggak lemah dan bisa menghidupi diri sendiri sejak “menciptakan diri sendiri” sampai lahir ke dunia. Iya nggak sih? Nah inilah renungan buat kita semua, bahwa kita sejak awal penciptaan tak dibedakan prosesnya.

Bro en Sis, dalam hadis Qudsi Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Wahai anak Adam, sesungguhnya Aku telah menetapkanmu dalam kandungan ibumu. Aku telah menyelubungi wajahmu dengan lapisan agar kau tak bisa keluar dari rahim. Kujadikan wajahmu mengarah kepada punggung ibumu agar bau makanan tidak mengganggumu. Aku buat dirimu bisa berputar ke kanan dan ke kiri. Sesungguhnya yang ada di sebelah kananmu adalah hatimu dan di sebelah kiri adalah limpa. Aku ajarkan dirimu cara berdiri dan duduk selama engkau berada dalam kandungan. Setelah tiba waktumu, Aku utus malaikat yang bertanggung jawab untuk mengeluarkanmu dari rahim. Ia pun mengeluarkanmu darinya dengan bulu-bulu dari sayapnya. Tiada gigi yang bisa menggigit yang bisa menggigit kau miliki, tiada juga tangan yang bisa menggenggam, ataupun kaki yang bisa melangkah. Lalu timbulkan bagimu dua pembuluh darah dalam dada ibumu yang mengalirkan susu untukmu. Ia akan terasa panas di musim dingin dan dingin di musim panas. Aku tanamkan cintamu dalam hati kedua orang tuamu. Mereka tidak akan pernah kenyang hingga kau kenyang dan tidak akan tidur hingga kau tertidur.” (Dr. Musfir bin Said az-Zahrani, at-Taujiih wal irsyaadun nafsi minal Qur’anil karim was-Sunnatin Nabawiyyah (eds. terjemahan), hlm. 82)

Oya, ini juga menjadi proses kesadaran bagi kita bahwa kita tak perlu merasa minder dengan orang yang hebat saat ini. Kita hanya perlu memahami bahwa “start” semua orang sama. Semua manusia lahir ke dunia setelah melalui proses yang sama. Itu sebabnya, tidak ada alasan bahwa kita harus menyerah dan tak semangat dalam hidup. Sebaliknya, siapkan diri untuk berprestasi. Karena hidup tak sekadar tumbuh, tapi juga harus berkembang. Kalo cuma tumbuh, kita jadi nggak ada bedanya dengan ‘peradaban’ hewan. Justru kelebihan manusia dari hewan adalah karena manusia memiliki akal untuk berpikir. Contoh nyata, manusia dengan pemikirannya bisa mengembangkan kehidupannya. Hewan tidak. Jika manusia kedinginan ia akan mencari kehangatan. Tidak puas dengan sekadar duduk di depan api unggun, manusia menciptakan pakaian pelindung, menciptakan tempat tinggal yang bukan saja melindunginya dari dingin, tapi juga sengatan matahari. Hewan? Malah manusia yang membuatkan rumah, eh kandangnya. Silakan eksplorasi sendiri perkembangan yang berhasil dibuat oleh manusia. Amat banyak dan bahkan teramat terbanyak. Allah Swt. memberikan semua itu untuk kebaikan manusia. Tetapi ternyata masih aja ada manusia yang nggak menyadarinya. Ngeyel bener deh tuh!

Hiasi dengan iman, ilmu dan amal

Para orangtua kita mungkin sering banget nasihatin kita soal kehidupan. Maklumlah, mereka kan lebih banyak waktu yang dihabiskannya di dunia ini ketimbang kita. Usianya aja jelas jauh beda ama kita. Iya dong, kalo seumuran namanya temen, bukan ortu. So, wajar banget dong kalo nasihatin kita-kita soal hidup. Karena ortu kita udah pengalaman puluhan tahun lebih lama di dunia ini ketimbang kita-kita. Tul nggak sih?

Sobat muda muslim, kita juga jadi bisa belajar kepada ortu atau siapa pun yang lebih pengalaman dan lebih tahu tentang bagaimana menjalani hidup dengan nyaman, aman, dan tentunya menikmatinya dengan senang hati. Meski, tentu saja, bukan hidup namanya kalo nggak ada rintangan, halangan, dan bahkan tekanan. Karena kehidupan itu sendiri adalah ladang ujian buat kita, sekaligus ladang ibadah dan amal. Kalo kita bisa menjalaninya dengan baik, maka ujian hidup itu akan memberikan kita pengalaman yang sangat berarti.

Itu sebabnya, kita wajib heran kalo ada orang yang menjalani kehidupan tanpa mimpi, tanpa cita-cita, tanpa target, tanpa evaluasi, dan bahkan tanpa belajar. Sebab, hidup di dunia ini harus ada bekasnya. Baik untuk diri sendiri, orang lain, untuk agama kita, dan juga untuk ibadah kepada Allah Swt. Tolong dicatet ya.

Bro en Sis, banyak ilmu dan amal tapi nggak beriman, percuma. Banyak amal tapi tanpa disertai ilmu yang benar juga kayaknya sia-sia banget, apalagi nggak beriman. Jadi, formula yang tepat itu adalah, kita beriman terlebih dahulu, kemudian belajar sehingga berilmu dan mengamalkan ilmu untuk kebaikan sesuai tuntunan dari Allah Swt dan RasulNya. Lengkap deh namanya.

Maka, supaya kita bisa menikmati hidup ini dengan tenang dan enak, hiasi hidup ini dengan iman, ilmu dan amal shalih. Keimananlah yang membedakan antara seorang mukmin dengan seorang kafir. Allah Swt. sudah menjanjikan ganjaran surga di akhirat kelak bagi orang-orang yang beriman: “Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.” (QS al-Baqarah [2]: 82)

Allah Swt. juga meninggikan orang yang beriman dan berilmu, sebagaimana dalam firmanNya: “…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS al-Mujaadilah [58]: 11)

Sobat, insya Allah iman kita, ilmu kita, dan amal shalih kita akan memberikan tambahan kenikmatan dalam menjalani kehidupan di dunia ini sesuai dengan ajaran yang kita anut selama ini, yakni Islam.

Oke deh, semoga tema yang dipilih gaulislam edisi ke-166 di pekan ini bisa memberikan semangat dan wawasan baru buat kamu semua dalam menjalani kehidupan di dunia. Tetap optimis, sabar, bersyukur dan senantiasa menanamkan kekuatan iman, semangat mengkaji ilmu, dan gemar melakukan amal shalih kepada sesama. Sip deh, jadikan hidup yang memang sekali dan sesaat ini penuh makna dan nikmati sesuai aturanNya. Siap kan? Harus! [solihin: osolihin@gaulislam.com]

http://www.gaulislam.com/hidup-ini-hanya-sekali-dan-sesaat-saja

%d blogger menyukai ini: