• Blog Stats

    • 41,446,916 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

ISLAM di Dadaku, Islam Kebanggaanku

gaulislam edisi 165/tahun ke-4 (14 Muharam 1432 H/ 20 Desember 2010)

Wah, pastinya saat ini banyak masyarakat Indonesia pecinta sepakbola lagi seru-serunya bersemangat mendukung tim nasional sepakbola Indonesia. Gimana nggak, di ajang AFF Suzuki Cup 2010 ini tim nasional Indonesia berhasil lolos ke final setelah menghantam kesebelasan Filipina 1-0 di Stadion Gelora Bung Karno, 19 Desember 2010. Pertandingan leg kedua ini Indonesia yang jadi tuan rumah sedikit lebih tenang karena di pertandingan pertama sudah mengalahkan Filipina dengan skor tipis 1-0. Kedua gol yang bersarang di gawang Filipina dalam dua pertandingan itu diborong pemain hasil naturalisasi, Cristian Gonzales. Maka di final Indonesia akan berhadapan (kembali) dengan tim nasional Malaysia yang di semifinal berhasil mempermalukan Vietnam. Mampukah Indonesia kembali menghancurkan Malaysia sebagaimana di babak penyisihan grup dengan skor telak 5-1? Kita nantikan saja di final yang akan digelar akhir bulan ini (26 Desember di Kuala Lumpur dan 29 Desember di Jakarta).

Bro en Sis, sejak tim nasional menang terus di ajang AFF Suzuki Cup 2010 ini, dukungan banyak mengalir kepada Irfan Bachdim dkk. Maka, lagu Garuda di Dadaku yang dinyanyikan band Netral sering terdengar di mana-mana: “Garuda di dadaku/ Garuda kebanggaanku/ Ku yakin hari ini pasti menang…/ Kobarkan semangatmu/ Tunjukkan keinginanmu/ Ku yakin hari ini pasti menang…” Hehehe.. ini adalah penggalan lagu bernuansa nasionalis abis yang akhir-akhir ini jadi penyemangat masyarakat pecinta sepakbola di tanah air dalam mendukung timnas sepakbolanya.

Nah, ngomongin seputar antusiasme masyarakat pecinta sepakbola, sepertinya mereka rela mendukung timnas Indonesia dengan datang langsung ke stadion. Nggak peduli harus basah-basahan karena keujanan saat antri beli tiket. Rela datang jauh-jauh dari luar kota dengan modal pas-pasan. Malah saya pernah baca di media massa ada seorang kakek asal Pasuruan, Jawa Timur yang nekat menjual belasan ayam miliknya demi modal untuk berangkat ke Senayan mendukung Firman Utina dkk. Si kakek tetap semangat datang ke Jakarta meski menurut pengakuannya ia harus “perang dingin” dulu sama istrinya atas keputusannya tersebut. Ada-ada saja. Ckckck… sampe sebegitunya ya?

Bro, menyaksikan fenomena tersebut, seorang teman waktu ngobrol dengan saya, dia bilang: “Memang sih, kalo permainan sepakbola itu bagus, maka akan menumbuhkan industri yang berputar di situ. Persoalan menang atau kalah bukan lagi ukuran utama, karena dengan disuguhkan aksi asik dari para pemain bola yang bertanding saja sudah puas, apalagi kalo menang”. Saya setuju dengan komentarnya. Alasannya, bahwa memang itulah yang terjadi di kompetisi Eropa dan Amerika Latin saat ini.

Di Inggris, sepakbola tumbuh bukan sekadar olahraga tapi industri. Penonton selalu membludak memenuhi stadion di semua pertandingan yang digelar akhir pekan. Itu artinya, gelontoran duit yang berputar di arena itu sangat menggiurkan. Selain itu, industri ‘ikutan’ lainnya seperti agen judi jadi ketiban ‘durian runtuh’. Coba deh, kalo kamu nonton BPL (Barclays Premier League) di Inggris, La Liga di Spanyol atau Serie A di Italia banyak perusahaan judi bola berani jadi sponsor klub. Namanya ditampilkan di kaos para pemain.

Industri lainnya juga ikut berputar ketika sepakbola sudah jadi tambang uang: percetakan, media massa, transportasi, penginapan, pakaian, merchandise, restoran, perusahaan barang dan jasa yang memanfaatkan para pemain untuk model iklannya dan semua yang terikat-kait mendukung industri utama sepakbola. Semua menyatu dalam kebersamaan mencari untung. Nah, Indonesia sudah mulai berbenah. ISL (Indonesia Super League) telah menumbuhkan harapan para penggila sepakbola di tanah air. Jangan heran pula jika lahir bintang-bintang baru hasil dari kompetisi tersebut. Sebagian yang beruntung bakalan dipanggil memperkuat tim nasional melawan laga-laga resmi atas nama negara.

Inilah fenomena yang ada saat ini, Bro. Dimana masyarakat kita sudah mulai melirik kembali sepakbola sebagai hiburan dan sekaligus harapan menjadikan kebanggaan atas nama bangsa dalam kancah sepakbola. Sehingga bisa disejajarkan dengan negara lain yang sudah lebih dahulu maju. Tapi, benarkah kemenangan di ajang sepakbola bisa mengangkat harga diri bangsa? Jangan-jangan itu hanya hembusan angin surga dari para kapitalis agar masyarakat kita tetap mencintai sepakbola dan menjadikannya sebagai hiburan. Sementara bagi para kapitalis sepakbola adalah tambang uang. Bisa jadi kan? Bukan tak mungkin, lho.

Indonesia negeri muslim terbesar, Gan!

Bro en Sis, kira-kira kamu ngerti nggak dengan subjudul yang ditulis ini? Yup, sesuai judul edisi kali ini, maka gaulislam ingin menangkap momen yang ada saat ini dengan Islam. Judulnya pun, kita tulis “ISLAM di Dadaku, Islam Kebanggaanku”. Benar, jika banyak kaum muslimin pecinta sepakbola timnas Indonesia saat ini rame-rame meneriakkan “Garuda di Dadaku”, maka sebagai seorang muslim sejati, kita hanya menjadikan Islam sebagai pedoman hidup kita. Jadi, nggak salah dong kalo kamu berani berteriak: “Islam di Dadaku”; “Aku bangga menjadikan Islam sebagai pedoman hidupku”; “Saat ini, Islam pasti menang”; “Kuyakin, Islam pasti berjaya!” dan lain sebagainya. Keren bukan?

Indonesia adalah negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia, Gan. Duh, kayaknya agak malu-maluin deh kalo sampe jumlah yang banyak itu kini kualitas kepribadian Islamnya amat kedodoran. Ketimbang bangga dengan Islam dan menjadikannya jalan hidup, malah bangga dengan timnas sepakbola, malah rela mengeluarkan duitnya untuk nonton pertandingan, malah asik mencari hiburan dan kebanggaan semu lainnya. Nggak banget deh.

Oya, saya juga suka sepakbola. Tapi saya berusaha agar menikmatinya sekadarnya saja. Itu pun menontonnya melalui layar televisi dan jika memang sedang sepi aktivitas saja. Sekadar hiburan lah. Tak lebih tak kurang. Hehehe.. ini bukan nyombong lho. Tapi kita, kaum muslimin, sebaiknya sudah paham hal-hal mana saja yang menjadi prioritas amalan kita. Yang wajib tentu saja harus didahulukan, terus di bawahnya ada amalan yang sunnah, di bawahnya lagi baru amalan yang mubah. Itu pun mau diambil silakan, nggak diambil juga nggak apa-apa kok. Namanya aja mubah.

Nah, nonton sepakbola melalui layar televisi adalah mubah alias boleh-boleh saja. But, kalo sengaja dateng ke stadion, maka hukum yang menyertainya akan jadi banyak. Kita jadi terkena larangan bercampur-baur dengan lawan jenis, belum lagi kita kesulitan mengontrol orang di sana, siapa tahu ada yang bawa miras, ada yang niatnya mau berantem dan sebagainya. Jadi perlu kehati-hatian di sini. Apalagi, jika kemudian kita lebih mementingkan yang mubah, tapi shalat yang wajib malah diabaikan. Maklumlah, kalo jadwal pertandingan bola jam 19.00 misalnya, maka penonton sudah harus dimasukkan ke stadion dari sejak ashar, atau malah dhuhur. Kalo yang masih mau shalat, bisa jadi menyempatkan diri untuk shalat. Tapi, gimana yang nggak? Emang sih, dosa ditanggung masing-masing. Namun, kalo kita membiarkan itu terjadi di depan kita, dan kita tahu, maka sama saja kita mendiamkan kemunkaran. Jadi, waspadalah!

Boys and gals, Indonesia adalah negeri muslim terbesar. Jadi, seharusnya kaum musliminnya menunjukkan identitas keislaman dengan benar dan baik. Memang sih, kalo mau nunjukkin identitas keislaman itu nggak perlu jadi besar dulu, yang penting niat dan caranya benar. Namun apa boleh buat, sebagai mayoritas kita juga punya tanggung jawab moral. Artinya, justru karena besar, maka akan mudah dilihat oleh yang lain. Mungkin akan dijadikan rujukan. Maka, sudah saatnya energi kita diberikan kepada Islam. Itu sebabnya waktu, tenaga, pikiran, perasaan, dana, jiwa dan apapun yang bisa kita berikan untuk kemaslahatan umat Islam dan kejayaan Islam, mulai kita tunjukkan. Buktikan kepedulian kita kepada Islam.

Malu dong, masa’ kalo nonton sepakbola pengennya datang ke stadion, rame-rame menikmati aksi para pemain idola, rela ngeluarin duit, rela meluangkan waktu, sepertinya nggak rugi meskipun badan capek dan pegel. Semua itu merasa akan terbayar lunas saat menyaksikan pertandingan yang membela atas nama bangsa. Tetapi, pada faktanya, banyak di antara kita yang malas datang ke tempat pengajian, kalo pun diajak teman, pengennya duduk di bagian paling belakang, sebagian lagi bilang nggak ada waktu, dan alasan lainnya yang intinya nggak mau nunjukkin kepedulian kepada Islam. Duh, sedih banget kan menyaksikan umat Islam seperti ini. Lebih cinta dunia ketimbang mengumpulkan bekal untuk kehidupan akhirat kelak.

Bro en Sis, jangan sampe deh kita adalah generasi yang digambarkan oleh Rasulullah saw. dalam sabdanya (yang artinya): “Akan datang di suatu masa, dimana kalian dikerumuni dari berbagai arah bagaikan segerombolan orang-orang rakus yang berkerumun berebut di sekitar hidangan.” Di antara para sahabat ada yang bertanya keheran-heranan, “Apakah karena di waktu itu kita berjumlah sedikit, ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Bukan, bahkan jumlah kalian pada waktu itu banyak. Akan tetapi kalian laksana buih yang terapung-apung. Pada waktu itu rasa takut di hati musuh-musuh kalian telah dicabut oleh Allah dan dalam jiwa kalian tertanam penyakit al wahnu.” “Apa itu al wahnu?” tanya sahabat. Jawab Rasulullah, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR Ahmad)

Cinta dunia? Benar. Saat ini orang lebih menginginkan hal yang duniawi ketimbang ukhrawi (akhirat). Demi kebahagiaan di dunia, banyak orang lupa syariat. Maka, korupsi, misalnya, jadi jalan pintas untuk meraih kenikmatan dunia. Dunia yang gemerlap seringkali menyilaukan. Itu sebabnya jabatan, harta, kenikmatan syahwat dan yang mengitarinya akan diburu meskipun harus melanggar syariat. Kebanggaan-kebanggaan yang diagungkan bukan lagi kehidupan akhirat, bukan lagi bangga sebagai muslim yang taat syariat, bukan lagi kebanggaan sebagai muslim yang mencintai Islam sepenuh hati. Tapi, kebanggaan itu sudah beralih kepada kebanggaan semu: atas nama harga diri bangsa, atas nama nasionalisme, atas nama sepakbola, atas nama hedonisme dan selera rendah lainnya. Maaf lho. Ini bukan nuduh, tapi kenyataannya memang demikian. Semoga kita semua, generasi muslim yang cinta Islam dan taat syariatnya tetap istiqomah dalam menunjukkan identitas keislaman kita. Apalagi, kita adalah warga dari negeri yang mayoritas penduduknya muslim. Betul?

Islam identitas kita

Allah sudah memuji kita, bahwa kita adalah ummat yang terbaik yang diturunkan kepada manusia. Firman Allah Swt.:

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali Imron [3]: 110)

Nah, itu identitas seorang muslim, yakni salah satunya melakukan amar ma’ruf (menyuruh kepada kebaikan, yakni Islam). Dan tentu saja wajib dilengkapi dengan nahi munkar (mencegah kemunkaran).

Bro en Sis, berkaitan dengan pentingnya identitas diri kita, Rasulullah saw. juga bersabda:

Rasulullah saw. bersabda: “Kamu telah mengikuti sunnah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga jika mereka masuk ke dalam lubang biawak kamu tetap mengikuti mereka. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, apakah yang engkau maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Baginda bersabda: Kalau bukan mereka, siapa lagi?” (HR Bukhari Muslim)

Waduh ngeri juga ya? Lha iya, bagi seorang muslim terlarang baginya mengikuti budaya atau gaya hidup kaum lain. Bisa berbahaya. Bahkan seharusnya bangga menjadi seorang muslim yang memiliki identitas islami. So, kalo bangganya dengan nasionalisme, bangga karena timnas sepakbola mainnya jago dan bisa ngalahin negara lain, atau kebanggaan semu lainnya, maka saatnya kamu kudu interospeksi diri. Ukur yuk kekuatan kita dalam mencintai dan terikat-kait dengan syariat Islam. Seberapa kuat sih kita taat syariat? Atau malah sebaliknya, kita kuat dalam mencontek gaya hidup kaum lain selain Islam? Naudzubillahi min dzalik!

Yuk, kita tunjukkan identitas islami yang hakiki, yakni benar dalam pikiran dan perasaannya. Pikir dan rasa kita hanya dibalut dengan ajaran Islam. Supaya bisa memiliki kepribadian Islam yang benar dan baik, giatlah mencari ilmu Islam dan mengamalkannya. Selain itu tentu saja kita hanya bangga dengan Islam dan syariatnya. Itu sebabnya, bukan garuda di dadaku, tapi yang pantas dan layak bagi seorang muslim adalah: ISLAM di Dadaku! Islam kebanggaanku! Sudah saatnya Islam meraih kemenangan! Siap kan? Yuk, tunjukkan bareng-bareng kepedulian kita kepada Islam! [solihin: osolihin@gaulislam.com]

http://www.gaulislam.com/islam-di-dadaku-islam-kebanggaanku

%d blogger menyukai ini: