• Blog Stats

    • 41,468,046 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

Kado untuk Indonesia

gaulislam edisi 157/tahun ke-4 (17 Dzulqaidah 1431 H/ 25 Oktober 2010)

Ayo nyanyikan: “Bangkit… bangkit…raihlah semua kembali, melangkah dengan pasti”. Ini lagunya Rocket Rockers yang ritmenya ngebeat abis. Lagu ini menemani saya mulai nulis sebuah persembahan untuk negeri tercinta, Indonesia. Bukan sok nasionalis apalagi patriotis ya. Momennya aja yang kebetulan. Saya cuma pengen ngajak kamu-kamu kaum muda buat segera bangkit berbuat untuk memperbaiki tanah air kita ini. Tentu dengan Islam sebagai solusinya dong. So pasti.

Mungkin ada juga di antara kamu yang nyeletuk, ah basi! Nggak sedikit pula di antara kamu yang udah pesimis duluan kalo ngomongin kebangkitan di Indonesia yang agak mustahil terjadi. Jangankan mengharap bangkitnya peradaban, di bidang sepakbola aja nggak pernah bangkit tuh. Masih inget kan, gimana geregetannya penonton sepakbola waktu timnas Indonesia dibantai 7-1 oleh Uruguay?

Sobat muda, mudah-mudahan kamu masih ngerasa peduli terhadap semua permasalahan yang membelit negeri kita sampai saat ini. Dan untuk tujuan itulah tulisan ini dirilis gaulislam. Karena kita adalah pemuda-pemudi calon-calon pemimpin masa depan yang akan mengubah negeri ini menjadi negeri yang menerapkan syariat Islam sebagai ideologinya!

Lihat, baca, dan rasakan…

Enam setengah dasawarsa sudah Indonesia merdeka dari penjajahan Belanda. Tapi kebangkitan belum juga terasa. Yang ada makin ke sini makin terpuruk aja nasib bangsa ‘kuli’ ini. Agak bingung juga sih kudu mulai dari mana. Saking akutnya komplikasi yang diidap. Mending kalo penyakitnya sedikit. Kalo dibawa ke lab buat didiagnosa penyakit yang diderita Indonesia, pasti banyak. Bejibunnya problem yang dihadapi ini tentu nggak bisa dibiarin gitu aja. Masa’ mau kita biarin mati perlahan? Bakal jadi bahaya besar lho kalo ada yang penyakitnya udah kronis, masih pula diperlakukan laiknya pasien biasa. Harusnya kan ditangani ekstra cepat. Pilihan paitnya kalo nggak segera dioperasi bedah, ya inna lillahi. Wassalam deh.

Pun begitu dengan nasib Indonesia kini. Semua orang melihat, membaca, merasakan, bahwa ‘pasien pengidap komplikasi’ ini harus segera ditangani intensif. Tapi dari sekian banyak yang tahu itu, berapa orang yang peduli? Saya malah curiga, ada pihak yang sengaja membiarkan Indonesia mati perlahan. Bahkan nggak mustahil juga ada yang mau nyuntik mati ini pasien biar cepet is dead. Grrrrr…!

Ya, harus diakui kita sangat butuh dokter. Dokter yang dimaksud adalah dokter umat: orang-orang yang sangat peduli dan berdedikasi tinggi dengan latar belakang status juga keahlian di bidang masing-masing, yang punya keinginan kuat untuk menyembuhkan kembali penyakit yang selama ini mendera Indonesia tercinta. Maka operasi pembedahan harus sesegera mungkin dilakukan. Saya berharap kita-kita yang muda inilah pionir dokter umatnya. Wanted!

Maaf Ibu, Bapak, kalo tulisan saya dinilai kurang etis. Tapi bukankah lebih kurang etis bila Anda yang sering menggembar-gemborkan untuk mencintai produk-produk dalam negeri, hasil keringat anak bangsa, ternyata lebih memilih menggunakan produk luar negeri? Bukannya alas kaki-alas kaki buatan Cibaduyut atau Tanggulangin yang kini menjadi tanggul Lapindo, Anda ternyata lebih memilih mengenakan sepatu kulit asli merk Bally, atau Cesare Paciotti yang buatan Italy, Ferragamo, Tod’s, Andre Valentino, dan Hush Puppies. Harganya? Nggak usah nanya, Bro. Soalnya pasti nggak akan kebeli sama kita-kita yang tiap hari makan tiwul atau nasi aking, hehe.

Itu baru sepatu bapak-bapak pejabat. Bagaimana dengan alas kaki ibu pejabat? Hmmm, merk-merk sekelas Everbest, Edmon K, St. Moritz, Vincci, dan Lulu, adalah alas kaki yang familiar di kaki ibu-ibu pejabat tersebut. Nggak ketinggalan tas jinjing merk LV pun semakin melengkapi performnya. Kira-kira ada nggak ya tas begituan di Tajur Bogor?

Kontras banget sama peri hidup pemimpin-pemimpin Islam tempo doeloe yang bersahaja dan down to earth. Jauh dari sikap Umar bin Abdul Aziz, Khulafaurrasyidin, apalagi Rasulullah Saw. Atau jangan jauh-jauh. Kemewahan yang mereka sandang, coba bandingkan dengan ‘pemandangan’ anak-anak tanpa alas kaki di sekolah pelosok pedesaan sana. Mungkin harga sepasang sepatu para pejabat yang jutaan itu setara untuk membeli ratusan pasang sepatu sekolah ‘laskar pelangi’. Jadi mereka nggak perlu nyeker lagi, melewati tajamnya ilalang dan jalan tanah terjal berdebu. Gimana bapak-bapak? Masih mau kampanye membeli produk dalam negeri?

Belum lagi dengan ‘tunggangan’ yang biasa dinaiki mereka. Kalo baru sebatas sedan Camry wajar lah. Tapi kalo udah mainannya Alphard, Lexus, Audi, Mercedes-Benz S Class edisi terbaru, sampe Bentley dan Rolls-Royce, ckckck, rasanya gimana gitu. Wong katanya tengah dilanda krisis, piye iki Pak Dhe? Istighfar dulu yuk: Nastaghfirullah al-‘azhim. (Lihat Buku Wisnu Nugroho, Pak Beye dan Istananya, Kompas, 2010)

Sobat muda, selain data valid yang disebutkan di atas, masih banyak sebenarnya problematika bangsa yang menyangkut hajat hidup orang banyak seputar ekonomi, politik, sosial, hukum, pendidikan, yang perlu diconcern oleh kita. Saya yakin kamu sering melihat, membaca, mendengar, atau mengalami langsung masalah-masalah pelik tersebut. Untuk itulah kita butuh kebangkitan yang hakiki. Cuma, kira-kira mungkin nggak sih kebangkitan akan terwujud jika dari perilaku elit pejabatnya aja nggak mencerminkan? Jujur harus kita katakan, banyak pemerintah kita yang tidak layak jadi pemimpin. Obsesi plus ambisi negatiflah yang ternyata mendasari keinginan mereka melaju ke singgasana kekuasaan.

Ditambah dengan kondisi masyarakatnya yang sudah terjangkiti ‘depresi sosial’. Kerusuhan, kriminalitas, ketimpangan sosial, dan penyimpangan hidup yang kini semakin melonjak drastis. Mengerikan! Hidup kita saat ini seolah sedang berada di tengah hutan belantara. Dan yang pasti gersang dari cahaya ilahi.

Sekelumit fakta di atas belum seberapa, lho. Kalo disuruh menuliskan semuanya, kagak muat di buletin ini. Ya sekedarnya aja. Semoga masih ada jiwa-jiwa yang terketuk dan tergerak untuk bangkit bersama menuju peradaban manusia yang lebih beradab; yang dinaungi rahmat, ridho, dan berkah Allah ‘Azza wa Jalla.

Get up everybody!

Abad XVI Masehi, Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) memasuki daerah Jawa Barat yang masih Hindu dari Jawa Tengah yang sudah Islam. Sekarang, lima abad setelahnya, nuansa Islam di Jawa Barat lebih kental dan lebih ‘bersih’ dari faham-faham sebelum Islam. Meski tak dipungkiri masih ada juga praktik anismisme-dinamisme atau Islam yang masih erat dengan tradisi menyembah Karuhun. Hampir seluruh penduduk asli Tatar Sunda ini beragama Islam. Hanya saja, mungkinkah semua itu dicapai Sunan Gunung Jati jika tidak menyikapinya dengan ‘kepala dingin’? Mungkinkah itu semua dicapai jika tidak memohon pertolongan Allah? Sehingga luasnya tanah Priangan dengan segala raja, adipati, dan para karuhunnya terasa ‘kecil’; beratnya beban da’wah dan perjuangan terasa ‘ringan’; sementara Allah Swt. sebagai pelindung terasa senantiasa ‘besar’.

Ternyata sejarah Cirebon mengisahkan keseriusan Sunan Gunung Jati dan putranya, Maulana Hasanuddin, untuk bangkit berjuang mengislamkan penduduk tanah Parahyangan, bahkan menegakkan syariah di bumi wayang golek ini sampai ke Kampung Naga dan Baduy.

Atau kisah heroik tentang pasukan Islam yang dikomandoi Panglima Rukhnuddin Baybars al-Bunduqduri yang berhasil mematahkan serbuan brutal tentara jagal Mongol dan Tartar pimpinan Hulagu Khan yang terpahat dalam sejarah. Dua pasukan musuh Islam inilah yang telah menghancurleburkan Khilafah Islam di Baghdad, membantai Khalifah Al-Mu’tashim beserta keluarga, membuat perpustakaan jadi jembatan buku, mengaliri Sungai Eufrat dan Tigris dengan darah dan tinta para ulama syuhada, serta menjagal lebih dari dua juta manusia tak bersalah.

Yup, satu kata kesimpulan dari ilustrasi perjuangan Sunan Gunung Jati dan Pasukan Baybars di atas hanyalah bangkit! Berhasil karena memang mau bangkit. Itu juga mestinya yang dilakukan pemuda-pemudi penerus Islam seperti kita sekarang. PR kita membenahi umat, bangsa, dan negara, terpampang begitu jelas di hadapan. Berbuatlah, karena kita calon-calon pemimpin masa depan!

Tiap kebangkitan pasti selalu punya rahasia. Lalu apa rahasia kebangkitan yang hakiki? PEMIKIRAN! Kebangkitan sejatinya adalah majunya pemikiran, yang terwakili dalam akidah yang logis, layak menjadi kaidah penuntun bagi masyarakat, menjadi sumber bagi terpancarnya sistem kehidupan, serta sebagai asas bagi peradaban manusia. Pemikiran yang mampu melahirkan sebuah sistem pengatur hidup manusia yang cermat, sinergis, dan memuaskan; tanpa mengabaikan satu aspek pun. Dari pemikiran menyeluruh (komprehensif) inilah terbentuk sebuah ideologi. Dengan kata lain, terwujudnya ideologi pada diri umatlah yang menjadi penyebab utama kebangkitan suatu peradaban. Dan semua itu hanya ada dalam Islam yang paripurna, bukan yang lain! Ayo bangkit para pemuda Islam, pilihannya hanya “hidup mulia atau mati syahid”

“…Sesungguhnya telah datang kepada kalian cahaya dari Allah (Islam) dan Kitab yang jelas. Allah memberikan petunjuk dengannya kepada siapa saja yang mengikuti keridhoanNya ke jalan keselamatan, dan mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya terang benderang dengan seizinNya, serta menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (QS al-Maaidah [5]: 15-16)

Sungguh betapa besar kerinduan yang terpendam ini untuk bisa menyaksikan dan mengalami Indonesia menerapkan syariat Islam sebagai ideologi negara, Kado terindah tuh. Salam Mumtaz! [anto apriyanto, the spirit of soul | anto.mumtaz@gmail.com]

http://www.gaulislam.com/kado-untuk-indonesia

%d blogger menyukai ini: