• Blog Stats

    • 41,468,946 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

Surat Cinta Teruntuk Tamu-tamu Alloh

Artikel Buletin An-Nur :

Surat Cinta Teruntuk Tamu-tamu Alloh
Kamis, 06 Januari 11

Saudaraku…tamu Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang baik…
Salah satu hal penting yang hendaknya engkau perhatikan saat engkau berkunjung atau hendak berkunjung ke rumah Allah (baca : masjid ) adalah engkau mengetahui hal-hal yang tidak diperkenankan bagimu sebagai seorang tamu saat engkau berkunjung ke rumah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Maka, dengan memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kulayangkan surat cinta ini padamu.
Saudaraku…tamu Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang baik…

* Yang pertama:
Sahabat mulia Anas bin Malik Rodhiyallohu ‘Anhu pernah menuturkan, “Tatkala kami tengah duduk-duduk di masjid bersama dengan Rasulullah Shollalluhu ‘Alaihi Wa Sallam, datanglah seorang a’rabiy lalu ia berdiri dan kencing di dalam masjid ( melihat hal itu ) para sahabat beliau berkomentar seraya mengatakan, ‘Stop stop (apa ini?)’. Maka, Rasulullah Shollalluhu ‘Alaihi Wa Sallam kemudian mengatakan, ‘Janganlah kalian menghentikannya, biarkanlah dia sampai selesai’. ( Mendengar instruksi Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam tersebut ) para sahabat pun meninggalkan orang itu hingga ia menyelesaikan kencingnya. Setelah itu, kemudian beliau Shollalluhu ‘Alaihi Wa Sallam memanggil orang itu lalu beliau mengatakan, ‘Sesungguhnya masjid ini tidak layak sedikitpun untuk kencing di dalamnya, dan tidak pula kotoran. Akan tetapi ia adalah tempat untuk berdzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sholat dan membaca Al-Qur’an’.” ( HR. Muslim, no.687 )

Jadi, engkau sebagai tamu Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang baik tidak boleh melakukan hal-hal yang akan menodai kesucian rumah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

* Yang kedua:
Dari sahabat yang mulia Anas bin Malik juga, ia menuturkan bahwa Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda, “Meludah di dalam masjid merupakan suatu kesalahan. Dan, tebusannya adalah memendamnya.” ( HR. Muslim, no. 1259 )

Ya, jadi engkau wahai tamu Allah yang baik…juga dilarang untuk meludah di dalam rumah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Abu Dzar Rodhiyallohu ‘Anhu pernah berkata bahwa Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam Wa Sallam pernah bersabda, “Amal-amal baik dan buruk ummatku pernah diperlihatkan kepadaku, maka aku dapati di antara bentuk amal kebaikan yang mereka lakukan adalah sesuatu yang mengganggu yang disingkirkan dari jalan. Dan, aku juga dapati di antara bentuk amalan mereka yang jelek yaitu ludah yang ada di dalam masjid yang tidak dipendam.” (HR. Muslim).
As Suyuti Rohimahulloh dalam kitabnya “Ad-Diibaj Syarah Shahih Muslim”, Ibnu Hajjaj mengatakan, Imam Nawawi mengatakan, “Zhahir hadits ini menunjukkan bahwa celaan itu tidak hanya khusus bagi orang yang meludah tapi termasuk juga setiap orang yang melihat ludah namun ia tidak menghilangknnya”.

Hendaknya engkau tidak membiarkan ludah tetap ada di dalam masjid saat engkau melihatnya sementara engkau memiliki kemampuan untuk menghilangkannya.

* Yang ketiga :
Ma’dan bin Abi Thalhah menuturkan bahwa Umar bin Al Khotthab Rodhiyallohu ‘Anhu pernah suatu ketika menyampaikan khutbah jum’at- salah satu di antara isi khutbah beliau, “Sesungguhnya engkau wahai manusia menyantap dua jenis pohon (sayur-sayuran) yang aku menganggapnya termasuk hal yang jelek, yakni ‘Al-Bashal’ (bawang merah) dan ‘Ats-Tsaum’ (bawang putih). Sungguh aku pernah melihat Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam Wa Sallam bila beliau mencium baunya yang keluar dari mulut seseorang sementara ia tengah berada di dalam masjid, beliau memerintahkan agar orang tersebut dikeluarkan (dari masjid-ed) ke Al-Baqi’. Oleh karena itu, barang siapa yang hendak menyantapnya hendaklah ia menghilangkan (baunya) dengan cara dimasak terlebih dahulu’.” (HR. Muslim, no.1286 )

Ya, jadi engkau wahai tamu Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang baik …jangan biarkan bau mulutmu tidak nyaman karena engkau telah menyantap al-bashal dan ats-tsaum atau bau badanmu tidak nyaman saat engkau hendak berkunjung ke rumah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena, hal itu sangat mengganggu kenikmatan mu dan orang lain di dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Para Ulama mengatakan, “Demikian juga segala sesuatu yang berbau tidak nyaman baik karena dampak menyantap makanan atau yang lainnya”.

* Yang keempat :
‘Aisyah Rodhiyallohu ‘Anha pasangan hidup Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam yang paling beliau cintai pernah menuturkan, “Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam datang ke Masjid Nabawi. Di kala itu muka pintu rumah para sahabat beliau bersambungan dengan Masjid Nabawi. Baginda lantas bersabda, “Palingkan rumah-rumah kamu dari masjid ke arah lain.” Kemudian baginda memasuki masjid. Mereka belum juga mengambil tindakan pun karena mengharapkan agar turun kepada mereka kelonggaran. Setelah itu baginda keluar bertemu mereka. Baginda lantas bersabda lagi, “Palingkan rumah-rumah kamu dari masjid ke arah lain, karena sesungguhnya aku tidak menghalalkan masjid ini untuk perempuan haid dan orang yang junub” ( HR. Abu Dawud, no.232 )

Ya, jadi jika engkau dalam keadaan junub atau haid, engkau tidak diperkenankan untuk tinggal di rumah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Namun, jika engkau hanya sekedar lewat tidak mengapa. Demikianlah yang menjadi pendapat sebagian ulama. Adapun pendapat mereka ini didasarkan pada firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi”. (QS. An-Nisa : 43 )

* Yang kelima :
Sahabat mulia, Abu Hurairah Rodhiyallohu ‘Anhu menuturkan, bahwa Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda, “Barangsiapa mendengar seseorang menanyakan barang yang hilang di dalam masjid, maka hendaklah engkau katakan, ‘Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadanya. Karena, sesungguhnya masjid-masjid itu didirikan bukan untuk tujuan seperti ini’.” (HR. Muslim, no. 1288 )

Ya, jadi engkau wahai tamu Allah yang baik, tidak diperkenankan untuk mengumumkan atau mempertanyakan barang yang hilang di dalam rumah Allah.

* Yang keenam :
Amru bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya pernah menuturkan, “Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam melarang jual beli, mendendangkan syi’ir dan menanyakan atau mengumumkan barang hilang di dalam masjid.” ( HR. Ahmad, no. 6836 )

Ya, jadi anda wahai tamu Allah yang baik, engkau terlarang melakukan transaksi jual beli, mendendang-kan syair dan menanyakan atau mengumumkan barang hilang di dalam rumah Allah. Oleh karena itu, jika engkau berkunjung ke rumah Allah, ternyata ada orang yang senang kepada sandal yang engkau letakkan di luar masjid. Lalu, saat engkau usai bertamu di rumah Allah engkau tak mendapati sandalmu, engkau tidak diperkenankan mengumumkan atau menanyakan kehilangan barangmu tersebut di dalam masjid. Lalu, bagaimana solusinya ? saya kira solusi yang baik adalah anda memperbincangkan persoalan ini di luar rumah Allah.

Saudaraku…
Para ulama mengambil kesimpulan hukum dari hadits yang berisi tentang larangan untuk berjual beli, mendendangkan syi’ir dan menanyakan atau mengumumkan barang hilang di dalam masjid, bahwa mengeraskan suara atau membikin gaduh di dalam masjid termasuk hal yang dibenci. Karena, mengeraskan suara merupakan hal yang susah dihindari jika seseorang melakukan tiga hal di atas.

Demikianlah surat cinta ku wahai tamu-tamu Allah yang ingin kulayangkan kepadamu kali ini. Semoga bermanfaat. Amien. (Abu Umair bin Syakir).

Referensi:
1. Al-Quran Digital versi 2.1
2. Shahih Muslim, karya: Abu Al-Hasan Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusyairi An-Naisaburiy.
3. Ad-Diibaj ‘ala Muslim, karya: Jalaluddin As-Suyuthiy.
4. Sunan Abu Dawud, karya: Abu dawud Sulaiman bin Al-Asy’ats Al-Sajistaniy.
5. Musnad Al-Imam Ahmad, karya: Ahmad bin Hanbal Abu ‘Abdillah Asy Syaibaniy.

%d blogger menyukai ini: