• Blog Stats

    • 41,468,946 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

Penjualan ABG dan Penjualan Iman

Membuka lembaran awal tahun 2011, salah satu pemberitaan yang meramaikan media massa adalah kasus prostitusi (pelacuran) anak baru gede (ABG) alias remaja usia belasan tahun yang lebih mengarah kepada perdagangan manusia (human trafficking). Pada hari Selasa tanggal 18 Januari 2011, diberitakan tentang sosok wanita bernama Dede (29 tahun) yang ditangkap Polres Jakarta Pusat, karena melakukan bisnis haram berupa menjual anak baru gede (remaja) sebagai pelacur.

Bisnis haram ini dilakoni Dede sejak dua tahun lalu, dengan memanfaatkan situs jejaring sosial facebook sebagai media bantu. Menurut pengakuannya, anak baru gede yang berhasil dijadikan pelacur mencapai puluhan remaja putri. Dede terakhir tinggal di Gang Bhakti, Jalan Dr. Sahardjo, Kelurahan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.

Saat ditangkap, 18 Januari 2011, Dede sedang menjajakan 7 anak baru gede di Kamar 207 A Lantai 7 Apartemen Puri Kemayoran Tower 2, Jakarta Pusat, kepada Alay (53 tahun). Tiga dari tujuh anak baru gede tadi berusia 15 tahun, empat lainnya berusia 16, 14, 13 dan 12 tahun. Mereka tetangga Dede, dijual dengan harga bervariasi antara Rp500 ribu sampai Rp2 juta.

Dari penangkapan ini, selain terungkap kasus prostitusi anak-anak usia belasan tahun, juga terungkap kasus lain, yaitu intimidasi sekaligus pelecehan seksual, dan narkoba. Ketika dipertemukan dengan Alay, anak-anak usia belasan ini dipaksa bugil dan difoto, kemudian dijadikan alat untuk mengintimidasi mereka agar mau melakukan hubungan seks (zina) dengan yang bersangkutan.

Selain itu, para remaja tersebut juga dibujuk untuk menghisap sabu (sejenis narkoba), dengan imbalan Rp 50 ribu. Menurut Ketua KPA Arist Merdeka Sirait, kemungkinan hal tersebut merupakan salah satu modus para pengedar narkoba dalam rangka mengikat para remaja tadi untuk menjadi pengedar narkoba juga selain pelacur cilik.

Terbongkar

Kasus ini terbongkar berkat tingginya naluri sebagai pendidik yang dimiliki para dewan guru salah satu SMP swasta di Jalan Pariaman, juga berkat komunikasi yang baik antara orangtua murid dan guru. Kalau saja para guru itu gagap (tidak terampil) teknologi, boleh jadi kasus besar ini tidak terbongkar.

Pada suatu hari terjadi kasus pengeroyokan. Korban pengeroyokan adalah remaja putra yang berpacaran dengan salah satu dari tujuh anak asuh Dede. Sang remaja putra ini sebenarnya merupakan sahabat dari ketujuh anak remaja bersamalah tadi.

Orangtua sang remaja putra kemudian melaporkan kasus pengeroyokan tersebut ke dewan guru disekolah bersangkutan. Kemudian, dewan guru di sekolah tersebut mengundang korban dan orangtuanya, salah satu pelaku dan orangtuanya, termasuk aparat kepolisian setempat.

Dari pertemuan itu, ternyata persoalan bergeser menjadi prostitusi anak-anak di bawah umur. Hal ini bisa terjadi karena para guru sebelumnya, dengan inisiatif sendiri memeriksa akun facebook salah satu dari tujuh remaja bermasalah tadi, yang berpacaran dengan remaja pria korban pengeroyokan.

Pada akun Facebook tersebut terdapat sejumlah foto, diantaranya foto ketujuh remaja bermasalah tadi dan Dede sang mucikari di dalam kamar sebuah hotel. Kebetulan aparat polisi yang hadir saat itu mengenali wajah Dede dan kiprahnya sebagai germo. Maka pada kesempatan berikutnya aparat meminta bantuan salah satu orangtua murid bermasalah tadi untuk menunjukkan tempat tinggal Dede. Dari sinilah drama penangkapan terhadap Dede dan Alay juga Indra (yang diduga bagian dari jaringan narkoba) terjadi.

Hipnotis

Kasus serupa sudah sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Pada tanggal 31 Januari 2010, aparat Polwiltabes Surabaya membongkar sindikat penjualan abege yang memanfaatkan facebook sebagai media bantu. Pelakunya, ternyata masih muda-muda, yaitu Endry Margarini alias Vey (20 tahun), dan Achmad Afif Muslichin (20 tahun). Vey yang merupakan otak sindikat ini, saat ditangkap dalam keadaan hamil.

Melalui facebook, para mucikari itu memajang sejumlah foto remaja dagangannya dengan tarif antara Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu, untuk ditawarkan kepada hidung belang pelaku zina. Ketika terjadi penggerebekan di salah satu hotel di Surabaya, aparat polisi mendapati tiga pelacur cilik binaan Vey sedang berkencan dengan seorang pria hidung belang.

Kasus prostitusi dan perdagangan anak sebagaimana terjadi di atas, biasanya terjadi melalui tipu daya dan intimidasi. Namun ada juga yang menggunakan cara hipnotis, sebagaimana pernah terjadi di Jakarta pada Februari 2010. Meski berhasil digagalkan, namun modus seperti ini layak diwaspadai oleh para remaja yang senang keluyuran ke pusat perbelanjaan bersama teman-temannya, sebagaimana pernah terjadi pada Yanti (saat itu 15 tahun), Isa (saat itu 15 tahun), Selvi (saat itu 15 tahun), dan Nita (saat itu 16 tahun), warga Jalan Penggilingan Raya.Cakung, Jakarta Timur.

Pada suatu hari (Februari 2010), keempatnya memutuskan jalan-jalan ke kawasan Senen, Jakarta Pusat, dengan menumpang keretaapi (KA). Mereka berempat naik KA dari stasiun Pondok Kopi. Di dalam gerbong, mereka bertemu dengan seorang wanita yang diketahui belakangan bernama Ela (saat itu berusia 28 tahun). Entah apa alasannya, tiba-tiba Ela menepuk pundak mereka.

Setelah ditepuk, keempat abege tersebut seperti dihipnotis dan menuruti ajakan Ela turun di Stasiun KA Senen, kemudian berlanjut ke Mal Atrium Senen. Setelah dibawa menghampiri sejumlah counter, Ela memperkenalkan mereka kepada seorang pria paruh baya. Selanjutnya mereka menuju foodcourt untuk makan-makan. Usai makan dan berbincang, mereka menuju basement mal tersebut. Ketika diminta masuk ke dalam mobil milik pria paruh baya tadi, keempatnya menolak, bahkan sempat terjadi keributan.

Keributan itu terlihat oleh petugas keamanan setempat, juga terekam CCTV mal Atrium Senen. Sejumlah petugas keamanan mal pun segera menghampiri mereka. Serta-merta Ela dan sang pria paruh baya kabur bersamaan datangnya petugas keamanan. Namun, Ela berhasil ditangkap dan dibawa ke Polrestro Jakarta Pusat. Ketika diperiksa, Ela justru berdalih hendak menyelamatkan para abege tersebut dari niat jahat pria paruh baya tadi yang bermaksud membeli mereka berempat dengan harga Rp 10 juta. Namun pengakuan para abege menyatakan lain. Mereka calon korban Ela pelaku human trafficking dengan hipnotis.

Kembali di Surabaya, aparat kepolisian di sana menangkap Slamet Supardi alias Bagong (saat itu 45 tahun), karena melakukan praktek perdagangan anak di bawah umur. Saat ditangkap, Senin 2 Agustus 2010, Bagong warga Kupang Segunting I, Surabaya ini mengakui dirinya baru 5 bulan menjalani kegiatan haramnya ini. Sebelumnya ia menjalani profesi sebagai tukang becak. Sebagai mucikari, Bagong memasang tarif antara Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta untuk setiap anak asuhnya. Ia dijerat pasal 2 junto 17 UU RI No.21 Tahun 2003 tentang Perdagangan Anak dan pasal 88 UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Masih di Jawa Timur, kali ini di Situbondo, aparat kepolisian setempat pada tanggal 18 Agustus 2010 berhasil menangkap Sulaiman (saat itu 43 tahun), pemilik warung remang-remang yang merangkap sebagai mucikari, termasuk mempekerjakan anak di bawah umur sebagai pelacur. Terbukti, ia mempekerjakan Ida (saat itu 14 tahun), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Sukosari, Bondowoso, sebagai salah satu pelacur diantara pelacur dewasa lainnya.

Di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, pada hari Ahad tanggal 25 September 2010, polisi setempat menangkap Steven alias Vidi, warga Desa Lopana, Kecamatan Amurang Timur, karena terkait menghilangnya AR alias Ang (saat itu 16 tahun) siswi SMK ternama di Amurang, warga Kelurahan Buyungon, Amurang sejak beberapa hari sebelumnya. Ternyata, selama menghilang beberapa hari Ang sedang menjalani praktik prostitusi di Penginapan MMC (Desa Pinaling), melayani pria hidung belang yang biasa memesan pelacur remaja melalui Vidi. Ia dibayar Rp 150 ribu hingga Rp 750 ribu per kencan.

Menurut pengakuan Ang, sebelum ditangkap ia sudah melayani pria hdung belang sebanyak 12 kali, diantaranya oknum aparat polisi dan oknum pejabat setempat. Ia berkenalan dengan dunia prostitusi karena dipengaruhi teman sekelasnya yang sejak sebelumnya sudah bergaul dengan Vidi. Selain Ang, beberapa kawan satu sekolahnya, atau pelajar SMA dan SMP lain yang ia kenal, juga menjadi anak asuh Vidi di dalam dunia prostitusi ini.

Selama ini Vidi merupakan TO (target operasi) aparat setempat, namun belum bisa ditangkap karena tidak ada bukti. Barulah dalam kasus menghilangnya Ang, aparat polisi berhasil menangkapnya dan menjeratnya dengan UU Nomor 21 tahun 2007 Pasal 2 dan pasal 12 tentang perdagangan orang, dengan kurungan penjara paling sedikit 3 tahun penjara dan paling lama 15 tahun, serta denda sebesar Rp120 juta hingga Rp600 juta.

Kasus remaja menghilang selama beberapa hari sebagaimana terjadi pada Ang juga terjadi pada Mawar (saat itu 14 tahun). Mawar sempat menghilang selama dua hari, karena dikurung di dalam kamar oleh seorang germo (Mami) bernama berinisial UC alias Cici, dan dipaksa melayani pria hidung belang dengan imbalan Rp400 ribu per kencan.

Sebelumnya, tanpa direncanakan Mawar diajak teman sebayanya berkenalan dengan Happy (saat itu 49 tahun) yang merupakan pasangan kumpul kebo Cici alias UC. Happy adalah warga Pakowa Lingkungan II, Manado, Sulawesi Utara, berprofesi sebagai pengemudi taxi gelap, sekaligus mencari pria hidung belang; sedangkan Cici alias UC berperan sebagai germo. Keduanya berhasil ditangkap aparat kepolisian setempat pada pukul 03:30 wita tanggal 21 Oktober 2010.

Konsumtivisme

Perkembangan teknologi tentu memberi kontribusi terhadap perilaku menyimpang kalangan remaja alias abege, sehingga mereka terjerumus ke dunia pelacuran pada usia dini. Faktanya, facebook telah menjadi media bantu bagi upaya menjajakan pelacur abege kepada pria hidung belang.

Namun demikian, yang paling mempengaruhi para abege itu terjerumus ke dalam kubangan prostitusi adalah karena konsumtivisme yang sedemikian tinggi. Dalam bahasa sederhana, konsumtivisme adalah perilaku boros dan berlebihan. Dalam bahasa agama, Mubazir. Pelaku mubazir (tabzir) diibaratkan dengan saudaranya syetan.

Lebih parah lagi, perilaku mubazir ini ternyata tidak hanya menjangkiti kalangan atas tetapi juga menjangkiti kalangan menengah ke bawah. Ketujuh abege yang berhasil diseret Dede sang mucikari untuk dijerumuskan ke kubangan prostitusi adalah dari kalangan menengah ke bawah. Boleh jadi setiap hari mereka disilaukan oleh kemewahan yang ditampilkan dunia sekitarnya, melalui tayangan televisi, dan orang-orang berkemampuan di sekitarnya. Setiap hari bisa ditemukan iklan ponsel terbaru dengan harga mulai ratusan ribu hingga belasan juta. Setiap hari ada saja produk baru yang menggiurkan mereka. Namun, penghasilan kedua orangtua mereka tidak mendukung.

Kondisi seperti itu rawan diintervensi oleh sosok mucikari seperti Dede, dengan iming-iming yang hedonistik, seperti bisa memiliki baju baru, ponsel baru, makan-makan di restoran cepat saji, dan sebagainya. Ketujuh abege yang terperosok ke dalam kubangan pelacuran sebagaimana pada kasus Januari 2011 di atas, adalah korban. Mereka korban sistem sosial yang konsumtif. Mereka korban dari sikap masyarakat yang mubazir.

Penjualan Iman

Pengaruh dari sikap hidup masyarakat seperti itu yang istilah Islamnya hubbud dun-ya wakarohiyatul maut, cinta dunia dan takut mati kemungkinan sekali melanda manusia ini. Dan celakanya, kalau yang dilacurkan itu bukan sekadar organ vitalnya, tetapi adalah esensi jati dirinya, yaitu imannya. Maka iman akan ditukar dengan hal-hal yang menggiurkan di dunia ini. Sedangkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan:

إِنَّ لكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً ، وَإِنَّ فِتْنَةَ أُمَّتِي الْمَالُ.

Sesungguhnya bagi setiap ummat ada ujiannya, dan sesungguhnya ujian bagi ummatku adalah al-mal (harta). (HR Ahmad, shahih dan sanadnya kuat menurut Syu’aib al-Arnauth, dan riwayat At-Tirmidzi).

Yang namanya Ummat itu tingkat paling tinggi adalah ulamanya. Maka para Ulama justru wajib menyadari dan hati-hati mengenai hadits tersebut. Dan ketika di antara yang dianggap sebagai ulama atau duduk di lembaga keulamaan namun justru terfitnah oleh harta, maka sangat berbahaya.

Apa bahayanya?

Di antara mereka ada yang memegang kewenangan untuk menentukan bahkan memberi sertifikat halal atau haram. Juga memberi cap sesat atau tidak. Lantas, tahu-tahu ditengarai ada yang jelas-jelas sesat, namun tampaknya ada juga gejala secara kucing-kucingan dilindungi oleh oknum yang duduk di keulamaan. Atau menyetujui bahkan mendukung hal-hal yang merugikan agama (Islam).

Ada juga lembaga training yang jelas-jelas difatwakan sesat oleh Mufti di Malaysia, dan memang mengandung berbagai penyimpangan, namun tahu-tahu diberi sertifikat, katanya sesuai syari’at. Syari’at yang mana? Ya syari’atnya yang terkena fitnah itu tentu saja.

Sehingga di dunia ini ada penjahat yang mudah diketahui dan bahkan ditangkap pelakunya untuk diajukan ke pengadilan, seperti yang menjual belikan anak-anak untuk dijadikan pelacur itu. Namun ada juga yang sejatinya penjahat kelas kakap, namun tidak mudah ditangkap dan diproses hukum di dunia ini, karena yang dijual bukan ABG, bukan anak-anak ingusan untuk dijadikan pezina. Tetapi yang dijual adalah iman mereka sendiri. Jadi bagaimana mau menangkapnya?

Allah Ta’ala sudah memperingatkan:

وَلَا تَشْتَرُوا بِآَيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ (41) وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (42) وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ (43) أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

…dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa. Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’. Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir? (QS Al-Baqarah [2] : 41-44)

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa turunnya ayat tersebut di atas (QS. Al-Baqarah [2] : 44) tentang kaum Yahudi Madinah yang pada waktu itu berkata kepada mantunya, kaum kerabatnya dan saudara sesusunya yang telah masuk agama Islam: “Tetaplah kamu pada agama yang kamu anut (Islam) dan apa-apa yang diperintahkan oleh Muhammad -SAW-, karena perintahnya benar.” Ia menyuruh orang lain berbuat baik, tapi dirinya sendiri tidak mengerjakannya. Ayat ini (QS. Al-Baqarah [2] : 44) sebagai peringatan kepada orang yang melakukan perbuatan seperti itu. (Diriwayatkan oleh al-Wahidi dan ats-Tsa’labi dari al-Kalbi, dari Abi Shaleh yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

Penjualan iman dan penjualan ABG (anak remaja) telah menggejala di negeri ini. Dan ketika adzab Allah turun karena dosa-dosa manusia dari yang memang sudah tampak jahat maupun yang menampakkan diri alim agama; belum tentu adzab atau bencana itu dianggap sebagai peringatan dari Allah. Di antara adzab pula adalah ketika yang memimpin masyarakat terdiri dari orang-orang dhalim ataupun curang ataupun bodoh. Lebih merupakan afzab lagi bila memang unsur-unsur itu ada semua. Komplit. Sayangnya masih pula belum disadari bahwa itu semua atas dosa-dosa manusia. Hingga yang jualan ABG (anak baru gede), narkoba, maupun jualan iman belum tentu menyudahi perbuatannya dan bertaubat.

Semoga saja tulisan ini sebagai bukti bahwa kami tidak rela atas adanya kejahatan-kejahatan yang sangat buruk itu. (haji/tede)

http://www.nahimunkar.com

%d blogger menyukai ini: