• Blog Stats

    • 41,468,046 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

Televisi, Musuhku

Televisi, Musuhku
Rabu, 28/10/2009 08:16 WIB | email | print

Oleh Yudian Budianto

Hari ini, sekian bulan sudah kami tidak menyetel tv. Antenanya kami cabut. Alhamdulillah anak-anak sudah terbiasa dengan keadaan tsb, walau pada awalnya susah, tapi lama-lama akhirnya terbiasa. Oya, program ini sudah 2 tahun kami coba, dan kali ini adalah interval yang paling lama – 2 bulan lebih. Kami pun, orang tua, mulai terbiasa. Mudah-mudahan ALLAH memberi kepada kami keistiqomahan untuk tetap teguh pada keputusan ini; tak ada tv di rumah, sampai acara tv melepaskan diri dari kontent maksiat, menunjang cita-cita kami; keluarga qurani.

Kami selalu berdoa agar ALLAH menghindarkan kami sekeluarga dari tv dan pengaruh buruknya, menjauhkan kami dari tv sejauh-jauhnya, sejauh timur dan barat. Kami amat khawatir jika tidak teguh denga pendirian ini, karena membawa tv ke dalam rumah adalah bencana. Bencana dunia dan akhirat.

——
TV amatlah merusak. Sinetron yang mempertontonkan aurat perempuan; buah dada, rambut, leher, pundak, perut, paha, betis dll. Lalu iklan yang mempertontonkan hal yang sama di atas. Bahkan acara talkshow, berita dan acara informasi ‘baik & berkualitas’ yang semisal pun tak lepas dari tontonan aurat. Pembawa berita yang cantik, bibir seksi, rambut terurai, bahkan buah dada yang menonjol plus betis yang mulus. Mau kemana kita? kemana pun kita ubah channel tv kita, pasti kita akan menemukan hal-hal rusak tsb.

Belum lagi acara yang memang sengaja dikemas untuk memancing syahwat yang hostnya berpakaian seksi, tamunya perempuan-perempuan berpakaian seksi, obrolannya pun sengaja diarahkan kepada hal-hal yang seks, belum lagi kalau tamunya disuruh menyanyi, lalu bergoyang-goyang… sungguh sebuah bencana!

Juga film-filmnya, yang ini tak usah dibahas kerusakannya-karena pasti rusak. Siapa yang tidak setuju dengan ini, berarti otaknya telah rusak.

Ceramah agama? Acara ini memang mendatangkan manfaat, tapi setelah itu? kita akan disuguhkan dengan iklan yang merusak. 15 menit siraman ruhani, terhapus dengan tayangan iklan sabun atau shampoo…. mana tahannn.

Rumah menjadi seperti diskotik. Hingar-bingar. Kadang berisik dengan dialog,lalu senyap sebentar, setelah itu berisik dengan musik-musik iklan. Brang-breng-brang-breng, lalu berganti dengan yang lain. Rumah tidak membawa ketenangan, berisik, sempit sekali kesempatan untuk mengingat ALLAH, untuk merenung, karena hati kita telah dirampok oleh tv.

Belum lagi acara musik yang berisi lagu-lagu yang menyimpangkan kaum muslimin dari cita-cita mulia, syair-syair maksiat & cengeng, menyeru pada dunia, melupakan jihad, belum lagi penampilan mereka yang memalukan, gaya yang tak sesuai dengan nilai islami dll.

Kita bisa mengontrol tv?
Ada yang bilang, tak semua acara tv rusak, masih ada manfaat yang bisa diambil. Memang betul. Tapi bagaimana mengambilnya? Apakah setiap saat kita memegang remote untuk menghindar dari pengaruh buruk tv? setiap saat kita memegang remote untuk mencari-cari acara yang bermanfaat? setiap saat kita memejamkan mata dari gambar-gambar yang merusak?

Apakah setiap saat kita mendampingi anak-anak kita? setiap saat kita menceramahi mereka sambil menonton tv, yang ini tidak boleh-yang itu boleh? Bukankah kita pasti keluar dari rumah, bekerja, dan mengurus hal-hal yang berkenaan dengan kehidupan kita? bagaimana ketika anak-anak tak ada yang mendampingi?

Apakah kita bisa mengontrol tayangan iklan yang merusak? kita bisa memilih iklan apa saja yang ditayangkan untuk acara tertentu? atau kita bisa memprediksi iklan apa saja setelah itu? bagaimana saat di tengah acara tertentu lalu tiba-tiba datang iklan film india yang biasanya penampilan artis perempuannya mengundang nafsu syahwati? nehi, nehi… aca, aca…

Mengontrol, malah dikontrol
Kalaupun niat awalnya adalah untuk mengontrol, lama-lama kita yang dikontrol. Kita menjadi ketagihan dengan acara tv. Niat awal untuk mengambil manfaat, lama-lama tertarik dengan acara yang lain; lawak, ketawa-tawa, haha-hihi, lama-lama hati kita menjadi keras karena canda-tawa, lihat-lihat acara musik sedikit, lihat sinetron sedikit, “untuk memantau” katanya, lama-lama malah nonton film. Yang tadinya membatasi film yang ‘biasa’ menjadi film yang ‘tak biasa’, lalu film romantis, walah….

Ingat pribahasa “dari mana datangnya cinta, dari mata turun ke hati”. Niat awal hanya memilih yang baik-baik, lama-lama kecantol dengan yang sedikit tidak baik, lalu keterusan ke yang tidak baik. Itulah hati, ibarat perut, dari makan 1/2 piring, lalu 3/4 piring, meningkat 1 piring, lama-lama nambah…itulah tipu daya syaitan.

Hati menjadi gelisah. Satu hari tak melihat tv menjadi tidak tenang. Selalu cari alasan untuk menyetel tv. “Mau cari berita” katanya, padahal kalo ditelisik kepada hati yang lebih dalam adalah karena ingin memenuhi syahwat.

Hasbunallah wani’mal wakil, ternyata susah sekali mengontrol tv. Kita, jika ingin mengambil manfaat tv, ibarat ingin mengambil sebutir beras yang tertimbun di dalam tumpukan kotoran sapi. Tak bisa tidak, pasti terkena kotorannya. Daripada repot membersihkan tangan, mending tak usah diambil sama sekali. Ingatlah akan sebuah kaidah ushul fiqih: “menghindar dari keburukan lebih diutamakan daripada mengambil manfaat”. Cari media lain; koran, internet, radio – yang relatif lebih bisa dikontrol.

Rumah, benteng pertahanan terakhir
Rumah adalah benteng pertahanan kita. Setelah satu hari berkutat bekerja di luar rumah plus kemaksiatan yang banyak sekali, kita pulang ke rumah dengan harapan ia melindungi kita dari segala kemaksiatan. Tapi apa yang kita dapati di rumah? tv siap mengajak kita untuk bermaksiat kembali. Bukannya berkurang intensitas kemaksiatan, malah bertambah…tragis.

Tak ada ruang untuk istirahat dari maksiat. Di luar rumah kita bermaksiat, pulang ke rumah bermaksiat lagi. Padahal kita sering berdoa : “waj’alil mauta rohatan lana minkulli syarr (Jadikan ya ALLAH kematian kami sebagai istirahat dari segala keburukan)”

Ternyata benteng terakhir kita, telah jebol. Rumah kita, yang seharusnya menjadi tempat kontemplasi, merenung, tempat kita mendidik anak-anak kita, tempat mentarbiyah diri dan keluarga kita telah dimasuki oleh berhala baru, sumber maksiat baru, rumah kita telah berubah menjadi sarang maksiat, la haula walaa quwwata illa billah…

Cita-cita kita adalah menjadikan keluarga kita menjadi keluarga qurani, keluarga yang selalu berinteraksi dengan alquran, keluarga yang menjadi imam bagi orang-orang bertaqwa “waj’alna lil muttaqiina imaama (jadikan kami imam orang-orang bertaqwa)”. Tapi bagaimana caranya jika pagi, siang, sore, malam selalu disuguhkan dengan acara-acara tv? kapan kita dan mereka belajar membaca alquran? kapan menghafal alquran? kapan mempelajari arti perkalimat dari alquran? kapan mempelajari hadist nabi yang mulia? menghafalnya? belajar fiqh? apakah setelah nonton lawak? atau setelah menonton gadis seksi? apa bisa mencampur alhaq dengan batil? “wala talbisul haqqa bil baatil – janganlah mencampur alhaq dengan albatil”

Anak-anak menjadi susah diatur, menjadi tidak disiplin dalam belajar, tidak disiplin belajar dan membaca alquran. Selalu cari alasan untuk mengundur-undur waktu. Setelah film kartun inilah, setelah acara inilah, nonton lawakan itu dululah dll. Fikiran mereka menjadi tidak fokus, secara tidak sengaja kita telah mengajarkan diri kita dan mereka untuk cinta kepada dunia, menjadi hamba dunia, diri kita menjadi lengket pada dunia (maa lakum idza qiila lakum infiru fi sabilillahi ats-tsaaqoltum ilal ardh? kenapa jika diperintahkan kepada kamu berperanglah di jalan ALLAH, kamu ‘lengket’ pada dunia?) diri kita tidak bisa ‘terbang’ ke langit menuju angkasa bebas, bebas mencintai ALLAH dan RasulNya, cinta kepada jihad. Kepala kita penuh dengan acara-acara televisi, tak ada lagi informasi mengenai almuslimun almustadhafun, kepada kaum muslimin yang tertindas di afghan, iraq, palestina, kaukasus, dll.

Hati ini tidak lagi indah. Tidak indah dengan muhasabah, dengan jihad, kerinduan syahid di jalan ALLAH, kebencian kepada musuh – malah kita satu barisan dengan musuh karena gandrung dengan produk mereka, nonton film mereka, suka dengan tokoh-tokoh mereka, tertawa bersama mereka.

Malam kita tidak lagi menjadi malam yang indah, malam penuh dengan kesenyapan, meresapi keheningan bersama ALLAH sebelum tidur, karena suara-suara tv selalu memanggil-manggil, malam kita tidak lagi seperti malamnya orang shalih, yang hanya diisi oleh suara senyap, tapi berganti dengan suara-suara yang menyimpangkan dari mengingat ALLAH – “waminannas man yattakhidzu lahwal hadist liyudhilla ‘an sabilillah (dan diantara manusia itu ada yang membuat/mengambil suara-suara yang menyesatkan dari jalan ALLAH)”

Tidur kita menjadi tidur setelah maksiat, tidur setelah menonton acara syahwati, minimal setelah menonton pembawa acara / pembaca berita yang cantik, hati bergemuruh, tak tenang, mata kita yang terpejam diiringi dengan kelebatan gambar-gambar yang telah kita tonton sebelumnya, membuat syaithan lebih mudah untuk mengikat kita di tempat tidur, susah untuk bangun qiyamul lail maupun sholat subuh di masjid dan tilawah alquran setelahnya. Bangun tidur kita menjadi bangun tidur yang penuh dengan penyesalan, sesal karena telah bermaksiat yang menyebabkan kemaksiatan baru.

Lalu kita berazam untuk tidak terjebak lagi pada kesalahan itu, tetapi peristiwa itu berulang lagi, dan lagi, dan lagi…. Kenapa? karena berhala itu masih ada di rumah kita, ia masih hidup dan mampu menyihir kita, sedikit demi sedikit. Lain halnya jika kita ambil tindakan tegas : cabut antena!

——-

Menyingkirlah dari dunia, walau sebentar.
Ada sebuah perkataan dari seorang sahabat yang mulia kepada sahabatnya yang juga mulia karena mereka adalah para sahabat-sahabat mulia dari seorang nabi yang teramat mulia – shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu Abdullah bin Rawahah kepada Abu Darda : “Akhi, ta’nul nu’minu sa’ah (marilah saudaraku kita beriman sebentar)” atau mu’adz bin jabal yang berkata kepada para sahabatnya “ijlis bina nu’minu sa’ah (duduklah bersama kami, kita beriman sejenak)”. Menyingkirlah dari tv, menyingkirlah dari dunia, walau sebentar.

Ghuraba-un hakadzal ahraru fi dun-yal abiid (ghuraba, beginilah kami membebaskan diri dari penghambaan kepada dunia)….(nasyid ghuraba)

Ya ALLAH jauhkan kami dari tv, dari keburukannya, hindarkan kami dari tv, jauhkan kami sejauh-jauhnya, jauhkan kami sejauh timur dan barat, berikan kami keteguhan atas sikap ini, jauhkan kami dari kerinduan terhadapnya, berikan kami pengganti yang lebih baik dan lebih menyelamatkan dunia dan akhirat kami.

Allahumma ij’alil hayata ziyadatan lana fi kulli khaiir (Jadikan ya ALLAH kehidupan kami sebagai sarana menambah segala kebaikan), amiin.

%d blogger menyukai ini: