• Blog Stats

    • 41,461,631 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

Mendeteksi Virus Liberal

Mendeteksi Virus Liberal
Selasa, 12/04/2011 13:56 WIB | email | print

Oleh Dinar Zul Akbar

Coret-coretan kali ini hanyalah sebuah penelitian yang biasa aja, gak sama sekali ngelibatin IPB, BPPOM, atau bahkan Kemenkes sekalipun, pokoknya nggak, sama sekali nggak. Suwwer.. Karna ditakutin cuman nambah permasalahan yang emang udah ngejelimet. Jadi nanti jangan maksa ane Gan, buat ngumumin siapa-siapa aja samplenya.

Oke, kita fokus lagi, Virus liberal ini menurut yang ane denger udah ngejalar ke berbagai pelosok di seluruh nusantara, bahkan sampe masuk tuh ke gang-gang sempit di Ibu Kota yang banyak comberannya. Buat ngebedah apa aja sih gejala-gejala bagi orang yang kena ni virus. Ada baeknya kita langsung aja masuk ke pembahasan tentang hal yang tadi kita udah sebut.

(NB : Yang sabar bacanya, maklum namanya coret-coretan jadi agak panjang dan ngejelimet.)

Biasanya awal-awal pada pasien yang kena nih virus adalah kejangkitnya PANU (Pake Hawa Nafsu). Nah, nafsu ini tokoh sentralnya. Ibarat Cintra Fitri, ini yang jadi Farrelnya. Pokoknya gak bakalan asik dah nonton cinta Fitri kalo gak ada Farrelnya (ini kata tetangga ane Gan, jadi jangan mikir ane nonton sinetron begituan). Sama kayak mereka ngomongin agama gak bakalan asik kalo gak pake hawa nafsunya. Karna mereka berbasis hawa nafsu, maka jargon utamanya adalah Kebenaran harus bersifat relatif bukan mutlak. Emang dah udah kebangetan pinter nih manusia sampe-sampe Nilai Kebenaran disama-in kayak kegantengan serba relatif. Mulai dah muncul pluralisme yang kalo kata da’I sejuta Umat Pluralisme ibarat toge, gado-gado campur, ketoprak ikut, kredok masuk. Dan yang namanya toge pasti bengkok gak pernah lurus. Dengan argumen keliatannya keren, ilmiah, mutakhir mereka menganggap semua agama sama. Wah wah wah, kalo semua agama terus yang ntar tinggal di neraka siapa dong??. Mereka menggunakan prinsip ilmu perbandingan agama. Bayangin Gan, agama dibanding-bandingin, kayak harga cabe aja.

Emang kebangetan juga dah ah orang-orang liberal urusan agama pake dibawa ke hawa nafsu segala . Pokoknya mirip banget dah sama apa yang Allah bilang dalam surat al jatsiyah 23 baca aja sendiri . Biasanya Ngomongnya tuh kayak gini kalo udah ngebahas masalah agama “menurut saya, bagi saya, kalau saya liat, saya,, saya,, saya,,”. Hufht Udah stress kali nih orang. Muncul juga paham bela aliran sesat, lantaran kebenaran relatif tadi. Dengan bilang Oh ini kan hanya masalah perbedaan/khilafiyah/tafsiran. Urusan buang hajat juga kebebasan bahkan hak asasi. Tapi kalo sampe ada orang buang hajat dirumah kita persisnya di teras rumah kita, udah gitu berantakan lagi bahkan ngotot gak mau pindah lantaran dia nganggep ini rumahnya sendiri, apa iya itu yang disebut kebebasan. Terus udah gitu kita coba untuk ngusir tuh orang yang tadi buang hajat, apa iya disebut penindasan, gak toleran, gak menghargai hak-hak orang. Pokoknya semua orang dikasih kebebasan yang sangat lapang dalam hal beragama. Seandainya ada orang yang ngaku Islam tapi nyembah mesin giling pun bisa aja diterima sama mereka.

Karena because udah kena PANU tadi, mereka terrruuus aja ngeklaim ngebela hak asasi manusia. Yang sebetulnya itu cuman akal-akalan mereka aja yang intinya mereka gak mau hak asasi atau lebih tepatnya hawa nafsu mereka dibelenggu. Padahal agama sepengetahuan ane kan isinya aturan semua, ya kan?? Begitulah tabeat mereka gak mau diatur sama agama. Karna itu tadi mereka berbasis bahwa diri mereka milik mereka sendiri. Lha mana bisa kayak gitu, orang kita naek motor aja bisa ditilang gara-gara gak pake helm.

Misal ada dialog si A dengan pak Polisi:

A : “Pak polisi, bapak koq nilang saya?”

Pak Polisi : “iya, kamu kan gak pake helm, kan udah ada aturannya supaya kamu gak terlalu parah kalau-kalau ada kecelakaan.”

A : “lha, kan kepala, kepala saya Pak, ada urusan apa bapak sama kepala saya, toh kepala saya yang bocor,bukan kepala bapak kalo emang nanti kecelakaan!”

Pak polisi : (diam dan langsung meninju muka orang tadi)

A : “lho koq bapak mukul saya sih pak?”

Pak Polisi : “Lha tangan, tangan saya, terserah saya dong mau diapain.”

Itulah hakikat aturan, untuk menyelamatkan. Coba kalo didunia ini gak ada aturan semua orang dibiarin bebas. Apa gak rusak nanti semuanya. Lagian Apa iya ada yang namanya hak manusia jika kita manusia udah dihadepin vis a vis sama Allah? Toh diri kita aja punya Allah, tentunya Allah yang lebih berhak terhadap diri kita daripada diri kita sendiri. Bener gak?

Lanjuts ya…

Gejala kedua abis PANU tadi, biasanya tuh manusia-manusia tadi pada keseringan ASAMURAT (Aksinya Selalu Memuji Barat). Nah, ini sama rusaknya sama gejala yang pertama. Sebenernya wajar sih ya, mereka pada muji barat. Karna emang mereka-mereka yang jadi amir ini jama’ah banyak yang belajar agama Islam di barat. Bayangin aja, belajar Islam di negeri non Islam. Wah kacau dah.. Kalo mau diibaratkan ini kayak PSSI yang ngirim pemain timnas U23 belajar bola di Timor Leste, terus yang ngajar nendang bola orang-orang yang pada ngangon sapi disawah. Bahkan Luthfi Assyaukani salah seorang gembong Liberal di Indonesia yang kucinta, pernah sesumbar ngomong di media tentang Indahnya belajar Islam di Barat. Menurut gosip jalanan yang ane denger, katanya mereka ngaku bahwa susah ngedapetin beasiswa dari Timur Tengah. Tapi tau dah bener apa nggak.

Masih gejala ASAMURAT. Mereka selalu maksa umat islam supaya berkaca pada barat. Yang kata mereka jadi maju gara-gara berbondong-bondong ninggalin agama mereka. Mereka itu persis kayak lagunya Neo yang judulnya BORJU. Pokoknya kebarat-baratan jelas gak cukup kalo bawa duit ceban, belagu sok tau dsb, dsb. Harusnya tuh mereka lebih jelas kalo mau ngaca. Barat kalo emang mau dibilang “maju”, harusnya diliat juga sisi moralnya mereka. Mao maju tapi gak pake baju. Gitu dah prinsip mereka mending gak sholat daripada mokat. Naudzubillah..

Demokrasi gaya barat udah kayak berhala disembah-sembah, diagung-agungkan. Padahal kayaknya malaikat gak nanya tuh pengertian demokrasi kayak apa pas nanti di alam kubur. Pokoknya harus begini, kalo gak begini gak demokratis. Sebenernya justru biang korupsi di Indonesia adalah demokrasi tadi. Banyak calon-calon pejabat yang keluar modal gede, buat iuran ke parpol, sekalian juga buat nyogok rakyat. Terus Banyak juga pilkada jadi anarkis gara-gara calonnya kalah. Kalo udah kayak begini ane ngusul Pak Presiden supaya parpol yang anarkis pas di Pilkada apa lagi yang korup mending dibubarin aja. Biar konsisiten Pak, sama omongan Bapak.

Setelah keseringan ASAMURAT, gejala yang selanjutnya nguntub (red. bahasa betawi artinya timbul) adalah KUTIL (Kurang Teliti). Ngomongnya lagi-lagi kesannya ilmiah. Tapi isinya cuman omong kosong. Pernah ada segerombolan orang yang ngaku dari SETARA yang dikomandoi oleh Hendardi. Ngebuat RISET tentang murid-murid SDIT bakalan jadi calon teroris. Silahkan tanya mbah google aja mengenai ini. Mereka bilang masyarakat Indonesia harus hati-hati karna murid-murid SDIT ini sedari kecil udah diajarin lagu perjuangan Palestina. Yang menurut mereka mengandung unsur Radikalisme. Liat aja tuh KUTIL banget kan? Kalo gitu apus aja Gaaruda di dadaku. Karna bisa aja kan ada orang Indonesia yang nonjok orang Malaysia gara-gara lagu tadi. Lagu Indonesia Raya aja bisa bikin orang benci sama negara Malaysia lantaran Malaysia ngaku-in batik, keris, wayang, Manohara, dsb.

Masih SETARA yang katanya melakukan riset ilmiah. Lembaga yang dibikin sama Abdurrahman Wahid. Mereka juga ngeklaim bahwa umat Islam gak toleran dengan comot data-data yang acak-acakan dan gak lengkap. Kasus cikeuting dsb dijadiin acuan. Akhirnya ormas-ormas Islam yang selama ini merangin maksiat, permurtadan plus aliran sesat dianggap biang dari kekerasan agama itu sendiri. Disebutin dari mulai FPI, bahkan sampe ke Masyumi. Cari aja di google pake key word Hasil riset SETARA radikalisasi agama. Intinya yang keras itu ya ISLAM. Kasus-kasus umat Islam yang ditindas, dilukai perasaannya sama sekali gak di teliti sama mereka.

Lanjut lagi ya, gpp kan..

Gejala KUTIL ini juga diikuti oleh gejala yang sama parahnya yakni ASMA (Asal Mangap) pada diri mereka. Wah, kalo kasus yang ini mah udah banyak banget contohnya. Ada yang bilang Homo Lesbi halal-lah, terus malah mengharamkan poligami kayak model-model Musdah Mulia. Jilbab, jenggot, rajam, qishosh bukan syariat Islam-lah kayak model Ulil Anshor Abdalla baca Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam (Kompas, 18 September 2002). Lia Eden pake disamain posisinya kayak Nabi Muhammad-lah kata Luthfi Assyaukani pas sidang MK. Bahkan ada orang Liberal ane lupa namanya bilang perzinaan kalo didasari suka sama suka itu sesuatu yang halal. Banyak contoh-contohnya tapi berhubung khawatir ente pada kabur lantaran kebanyakan atauwa pada kesel sendiri dirumah. Mending cari aja di google nafsi-nafsi (red. sendiri-sendiri) dirumah masing-masing. Parah dah ah rahangnya kayaknya harus dikencengin tuh pake martil.

Masih sabar ya, tenang aja ini gejala yang terakhir…

Gejala-gejala tadi yang udah kita bahas akan berdampak besar sehingga menimbulkan ekskalasi serta komplikasi ditambah kontraksi sehingga menyebabkan timbulnya AIDS (Anti Islam Dengungkan Sekulerisme) pada jiwa-jiwa kosong mereka. Islam Yes Partai Islam No, ini satu mantra yang sering banget di wirid-in ama nih jama’ah sampe-sampe jadi trending topic di kalangan mereka orang-orang Liberal. Mereka sih keliatannya ninggi-in Islam dengan ngebacot di masyarakat banyak “agama (Islam) kita letakkan posisinya yang paling tinggi dalam kehidupan”.

Ya, saking tingginya tuh posisi agama sampe-sampe gak bisa nyentuh sendi-sendi kehidupan yang laen (woi parraah ajja). Sama dah kayak kita yang demen banget naro (red. Bahasa betawi artinya meletakkan) Qur’an di atas pojok lemari. Sampe bedebu, bahkan sampe ada sarang laba-laba gonggonya. Intinya mereka itu justru menjarain kekuasaan Agama. Intinya agama Cuma ngurusin orang-orang yang laper. Negara gak berhak ngurusin orang-orang yang pada murtad, sesad, dan maksiad. Semua serba antro-sentris bukan teo-sentris. Apa yang menurut manusia bener dianggap bener. Kalo istilah kerennya kata Prof Naquib Al Attas Man is deified and Deity humanised. Manusia di Tuhankan, dan Tuhan dimanusiakan. Agama secara institusi Cuman dikasih ruangan yang kecil di dalem rumah kehidupan kita yang lumayan gede. Kondisinya mirip ama (maap yak) WC kalo kita coba bayangin (tapi jangan dah, jangan dibayangin). Oya, hak cipta atas mantra tadi adalah Pak Nurcholis Madjid yang udah lama meninggal. Dia itu yang ngediri-in yayasan Paramadina. Yang salah satu cabangnya adalah Univ Paramadina Jakarta.

Itulah beberapa karakteristik gejala penyakit manusia-manusia liberal. Yang anehnya justru sering diwawancara-in sama media buat ngelukisi-in islam itu kayak apa sih? Kalaulah anda menemukan gejala-gejala diatas pada diri anda segera datangi ustadz terdekat, ustadz-ustadz yang masih istiqomah dan tidak teracuni virus liberal tentunya.

Wallahu a’lam.. Dan Allah jualah yang lebih tau..

Alhamdulillah selesai juga…

%d blogger menyukai ini: