• Blog Stats

    • 41,458,642 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

Mendulang Pelajaran Akhlak dari Syaikh Abdurrozzaq Al-Badr -hafizhahullah- (seri 9)

[dikutip dari buku : “DARI MADINAH HINGGA KE RADIORODJA”

(Mendulang Pelajaran Akhlak dari Syaikh Abdurrozzaq Al-Badr, hafizhahullah)

Oleh: Abu Abdil Muhsin Firanda]

Nasehat 4 mata yang sangat berharga

Setelah sarapan sang pemilik hotel ingin berbicara 4 mata dengan syaikh dan aku sebagai penerjemah. Syaikhpun bersedia. Kami bertigapun duduk di pojok lobi, ternyata pemilik hotel ini ingin menyampaikan rasa terima kasih beliau terhadap dakwah syaikh yang penuh barokah. Dan dia sangat terpukau dengan cara syaikh dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masuk dari para pendengar radiorodja, yang jawaban syaikh penuh dengan kelembutan dan hikmah. Pemilik hotel ini juga mengeluh dengan kondisi sebagian ustadz yang agak keras, bahkan dia bercerita baru saja dia menghadiri walimah dan ia bertemu dengan salah seorang ahlul bid’ah yang sesat akan tetapi ia –dan juga para hadirin- terpukau dengan keramah-tamahannya. Tatkala bertemu dengannya sang ahlul bid’ah ini langsung memeluknya dan menanyakan kabar keluarganya dan yang lain-lain, yang semuanya benar-benar menyentuh hati. Pemilik hotel ini berkata, “Coba kalau para ustadz Ahlus Sunnah juga demikian?”. Syaikh lalu mengomentari perkataan pemilik hotel ini seraya berakta, “Sesungguhnya Allah telah berfirman

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. (QS Ali ‘Imron : 159)

Kalau nabi bersikap keras tentunya para sahabat akan lari meninggalkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diantara yang menunjukkan keagungan akhlak nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ketika beliau menaklukan kota Mekah (Fathu Makkah). Tatkala itu Nabi memasuki kota Mekah dengan menundukan kepalanya. Ini menunjukan sikap tawadhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang luar biasa. Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah diusir oleh kaumnya dari kota Mekah dengan paksa, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah sekian lama terusir akhirnya kembali menaklukan kota Mekah. Kalau kita yang berada di posisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mungkin kita sudah sangat sombong dan menunjukkan kemarahan kita terhadap orang-orang yang dahulu mengusir kita. Mungkin kita akan berkata, “Wahai kaum yang telah mengusirku, sekarang aku kembali dan menaklukkan kalian”. Bahkan bisa jadi kita membalas dendam. Akan tetapi Nabi tidak demikian, bahkan beliau memasuki kota mekah dengan penuh ketenangan sambil menundukkan kepala beliau penuh dengan sikap tawadhu. Setelah itu Abu Bakr menemui Nabi sambil membawa ayah beliau Abu Quhaafah –yang tatkala itu sudah sangat tua dan masih musyrik-. Maka Nabi berkata kepada Abu Bakr,

لَوْ أَقْرَرْتَ الشَّيْخَ فِي بَيْتِهِ لَأَتَيْنَاهُ

“Kenapa kau tidak biarkan syaikh (ayahmu) tetap di rumahnya dan biar saja aku yang mendatanginya?” (HR Ahmad no 12633 dan Ibnu Majah no 3624 dan dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam ash-Shahihah no 496).

Lihatlah bagaimana tawadhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap orang tua, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terusir dari kota Mekah dan kembali menaklukkan kota Mekah sama sekali tidak membenci orang-orang musyrik yang dahulu memusuhinya, bahkan dengan rendah hati berkata kepada Abu Quhaafah yang masih musyrik dengan perkataan tersebut “Biarkan aku yang ke rumahnya, bukan ia yang datang menemuiku”. Sungguh tawadhu yang luar biasa.

Setelah mendengar ucapan tersebut maka masuk islamlah Abu Quhaafah. Subhaanallah karena perlakuan dan sikap yang penuh kelembutan dan tawadhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam iapun masuk Islam”, Syaikh berkata juga, “Jika kita berakhlak baik terhadap orang yang menyelisihi kita, maka akan membuat ia terpaksa mendengar perkataan kita”.

Setelah pertemuan 4 mata tersebut kamipun kembali ditemani oleh sang supir yang setia untuk berjalan-berjalan membeli hadiah buat keluarga syaikh. Sekali lagi kami kembali pergi ke pasar Tanah Abang. Di sana syaikh membeli 5 buah jam dinding berbentuk kapal dan jangkar yang terbuat dari kayu. Memang cukup indah jam tersebut. Masing-masing harganya sekitar 300 ribuan rupiah setelah ditawar oleh syaikh. Syaikh sempat berkata kepadaku, “Insyaa Allah keluargaku dan anak-anakku akan senang dengan jam dinding ini yang modelnya antik, dan hadiah seperti ini akan bertahan lama, dan dipajang di ruangan. Lagian aku akan mencandai mereka, aku akan berkata bahwasanya jam ini tadinya harganya 450 ribu akhirnya setelah tawar harganya jatuh menjadi 300 ribu tanpa aku sebutkan rupiah agar mereka mengira 300 ribu real (=750 juta)”

Cara jitu syaikh agar uangnya diterima oleh si supir (donatur radiorodja)

Setelah itu kamipun kembali ke hotel siap untuk berangkat menuju bandara cengkareng. Ditengah perjalanan syaikh memberikan uang kepada sang supir ongkos biaya belanjaan selama dua hari, karena selama belanja yang bayar adalah sang supir. Namun sang supir menolak seraya berkata, “Aku juga ingin dapat pahala, ingin memberikan hadiah kepada syaikh, kalau syaikh kan udah banyak amalannya, adapun aku tidak punya amalan, jadi biarlah ini hadiah dariku buat keluarga beliau”. Sang supir –dengan penuh tawadhu’nya- menolak menerima uang dari syaikh. Namun syaikh punya cara agar bisa membuat sang supir menerima uang tersebut. Syaikh berkata, “Wahai abu fulan (sang supir), tatkala pulang ke madinah aku ingin kabarkan kepada anak-anakku bahwa hadiah ini aku yang belikan buat mereka, agar mereka senang terhadap perhatian ayah mereka. Tapi kalau ternyata yang bayar engkau berarti aku tidak jujur terhadap anak-anakku”. Akhirnya dengan berat hati sang supir menerima uang 2000 real tersebut. Lihatlah bagaimana cara syaikh agar sang supir tetap menerima uang tersebut namun tidak tersinggung.

Tatkala kami selama di perjalanan bersama sang supir beberapa kali sang supir meminta nasihat kepada beliau, dan sesungguhnya nasihat syaikh kepada sang supir sangatlah bagus-bagus. Kalaulah bukan karena nasihat tersebut berkaitan dengan kepribadian sang supir, mungkin akan aku sampaikan di sini. Hanya saja rahasia tetap harus di jaga.

KEMBALI KE KOTA SUCI MADINAH

Minta sebuah pena

Setelah bersiap-siap di hotel dan makan siang kami langsung beranjak menuju ke Bandara Cengkareng. Tatkala meninggalkan hotel beliau mengucapkan selamat tinggal kepada pemilik hotel, kemudian beliau mengeluarkan sebuah pena dan berkata kepada pemilik hotel, “Pena saya hilang, dan saya menemukan pena ini di kamar hotel, boleh saya pakai?”. Serta merta saja sang pemilik hotel berkata, “Silahkan ya syaikh silahkan ya syaikh”. Ini kelihatannya perkara sepele hanya sebuah pena, akan tetapi bagi syaikh itu bukan sepele, beliau harus tetap minta izin karena pena tersebut milik orang lain. Bisa saja kalau kita nganggap sepele maka akan datang syaitan dan berkata, “Ambil saja pena itu, itukan sarana yang diberikan pihak hotel kepada penghuni kamar sebagaimana pihak hotel menyediakan sabun dan shampoo”.

Kamipun naik mobil menuju bandara. Syaikh mengeluarkan uang sejumlah 500 real lalu berkata kepadaku, “Firanda jangan lupa berikan uang ini ke si fulan (ahli herbal), usahakan dia untuk menerima uang ini bagaimanapun caranya, karena kemungkinan dia akan menolaknya”. Di tengah perjalanan ada seorang ikhwan yang menelponku meminta izin agar syaikh mau mendoakan anak-anaknya di bandara, dan dia akan membawa anak-anaknya di bandara. Tatkala kami sampai di bandara nampak beberapa ikhwan yang sudah menunggu, diantaranya ikhwan yang tadi minta anak-anaknya didoakan. Akupun mengabarkan hal itu kepada syaikh, maka beliaupun memegang kepala anak ikhwan tersebut dan berdoa kepada Allah agar menyembuhkan anak tersebut, demikian juga syaikh diminta untuk mendoakan anaknya yang lain agar menjadi anak sholeh. Maka syaikh pun mendoakan anak tersebut. Di bandara kamipun bertemu dengan si ahli herbal, maka tatkala syaikh menjauh bersama ikhwan-ikhwan yang lain akupun memberikan uang tersebut kepada si ahli herbal, maka seperti sudah kuduga iapun menolak dengan keras sambil berkata, “Aku sudah senang sekali bisa mengkhidmah syaikh, dan aku tidak pingin uang tersebut”. Akupun tetap berusaha keras untuk memasukkan uang tersebut ke kantongnya, akan tetapi diapun berusaha keras untuk menolaknya, seakan-akan kami sedang bertengkar. Maka masih ada satu jurus yang aku yakin bisa menjatuhkan ahli herbal ini, maka akupun berkata kepadanya, “Ini hadiah dari syaikh, dan bukan ongkos mijit. Bukankah Nabi tidak menolak hadiah?”. Mendengar perkataanku ini iapun luluh dan menerima uang tersebut.

Semakin ‘alim semakin semangat belajar

Setelah itu kamipun masuk ke ruang tunggu. Setelah kami memasuki ruang tunggu, ternyata petugas Saudi Airlines mengabarkan bahwa pesawat delay selama dua jam. Akhirnya kamipun duduk menunggu. Beliau kemudian berkata kepadaku, “Firanda, engkau punya uang?, aku mau pinjam. Soalnya uangku sudah habis”. Aku katakan, “Uangku ada syaikh”. Beliau kemudian meminjam uang senilai 1 juta rupiah, yang satu juta ini senilai 400 real. Beliau lalu berkata kepada, ” firanda, aku lupa, anakku yang paling kecil Abdul Aziz belum aku belikan hadiah”. Beliaupun keluar dari ruang tunggu, kemudian kira-kira satu jam kemudian beliau kembali sambil membawa sekantong hadiah buat putra bungsunya Abdul Aziz. Kamipun masih menunggu jadwal keberangkatan, aku melihat syaikh membuka buku dan belajar, sambil memberi catatan2 kecil di buku tersebut. Ternyata aku baru sadar itulah kenapa beliau meminta pena dari hotel, ternyata untuk belajar selama dalam perjalanan.

Batinku berkata, “Ternyata semakin tinggi ilmu seseorang semakin semangat belajar, bahkan di tengah keramaian seperti bandara, beliau tetap belajar dan memanfaatkan waktu”.

Akhirnya pesawat berangkat, dan pertama kali pesawat transit adalah di bandara singapura. Para penumpang diminta untuk turun dari pesawat dan membawa seluruh barang bawaan. Kamipun keluar dari pesawat, beliau langsung mencari musholla. Lalu kamipun sholat magrib dan isya jama’ ta’khiir. Selepas sholat, aku minta izin ke syaikh untuk ke kamar kecil. Tatkala aku balik ke musholla aku mendapati beliau sedang sholat, rupanya beliau sedang sholat witir. Setelah itu kamipun kembali naik ke pesawat untuk melanjutkan penerbangan.

Sempat aku menuju ke bagian depan pesawat untuk ke kamar kecil, ternyata aku melihat syaikh tidak tidur akan tetapi beliau sedang membaca sebuah buku. Subhaanallah di pesawatpun beliau belajar!!.

Akhirnya kami masih transit untuk ke dua kali di Riyadh, dan akhirnya kamipun tiba di bandara Jeddah. Dan tatkala di Jeddah kami harus mengambil barang bagasi, tatkala aku sedang mengambil bagasi ternyata aku baru sadar bahwa tiket pesawat dari Jeddah ke Madinah -milik kami berdua- yang aku bawa, ketinggalan di pesawat. Sementara keberangkatan dari Jeddah ke Madinah tinggal sekitar 20 menit lagi. Akhirnya aku agak kawatir (takut kena marah syaikh), karena sulit lagi untuk kembali ke pesawat dan waktunya tidak akan terkejar. Akhirnya aku kabarkan hal itu kepada beliau, beliaupun berkata dengan tenangnya –tanpa ada sedikitpun rasa marah-, “Tidak mengapa, kita coba laporkan ke petugas, siapa tahu bisa yang penting nomer boking tiket masih ada”. Ternyata setelah diuruspun tidak bisa, karena pesawat tidak terkejar, hanya ada jadwal penerbangan menjelang dzuhur. Akhirnya kamipun naik mobil dari Jeddah menuju Madinah.

Ditengah perjalanan –tatkala mobil mengisi bahan bakar- syaikh kembali meminjam uangku seratus real. Beliaupun pergi ke mini market, ternyata beliau membeli coklat dan makanan2 ringan sekantong plastik lalu memberikannya kepadaku dan berkata, “Ini hadiah dariku untuk anak-anakmu, jadi hutangku sekarang 500 real”, subhaanallah beliau meminjam uang dariku untuk membeli hadiah buat anak-anakku. Setelah menempuh perjalanan lebih kurang 3 sampai 4 jam akhirnya sampailah kami di kota tercinta Madinah. Sesampai di rumah syaikh tidak istirahat terlebih dahulu, ternyata beliau hanya ganti baju lalu menuju Universitas Islam madinah untuk menjalankan tugasnya sebagai dosen.

Demikianlah para pembaca yang budiman, semoga tulisan yang sedikit ini bisa membangkitkan kembali semangat kita yang mungkin mulai pudar dalam beramal dan dalam menuntut ilmu. Dan marilah kita semua mendoakan beliau Syaikh Abdurrozzaq agar Allah menjaga beliau dan menetapkan hati beliau di atas keikhlasan dan sunnah serta terus memberi taufiq kepada beliau. Karena bagaimanapun tidak seorangpun yang merasa aman dari fitnah, dan aku sangatlah yakin bahwa semakin beriman dan bertakwa dan semakin berilmu maka godaan dan cobaan yang dihadapi semakin besar. Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda

أَشَدُّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الصَّالِحُونَ ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ مِنْ النَّاسِ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ صَلَابَةٌ زِيدَ فِي بَلَائِهِ وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ خُفِّفَ عَنْهُ

Orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi kemudian orang-orang sholeh kemudian yang terbaik dan seterusnya. Seseorang diuji berdasarkan agamanya, jika imannya kokoh maka akan ditambah cobaannya dan jika ternyata imannya lemah dikurangi cobaannya. (HR Ahmad 3/78 no 1481 dengan sanad yang hasan)

Akhirnya aku memohon maaf kepada para pembaca sekalian jika ada perkataan yang kurang berkenan, atau ada cerita yang sebenarnya kurang pantas untuk disampaikan. Dan aku ingatkan kepada para pembaca yang budiman, semua perkataan syaikh dan cerita-cerita yang disampaikan adalah termasuk periwayatan dengan makna dan berupa pendekatan. Bisa jadi ada kekurangan dalam cerita tersebut mengingat hapalan sang penulis sangatlah lemah. Semoga Allah mengampuni dosa-dosaku dan juga para pembaca sekalian. Aaamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

bersambung …

Artikel: http://www.firanda.com

%d blogger menyukai ini: