• Blog Stats

    • 41,468,046 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

Antara Cinta dan Nafsu

gaulislam edisi 172/tahun ke-4 (4 Rabiul Awwal 1432 H/ 7 Februari 2011)

 

Sobat gaulislam, pasti di tempat kamu tinggal ada taman kota kan ya. Coba amati apa aja yang terjadi di taman kota saat pagi, siang, malam bahkan dini hari or subuh hari.  Kalo lagi nggak repot, boleh deh kamu itung ada berapa pasang manusia (lawan jenis) yang lagi ‘ehm ehm’(baca: ‘umbar nafsu’). Kalo di taman kota tempat saya tinggal (berbentuk siring di tepi sungai dan dihiasi lampu taman gitu), waduh… berita nggak enak dibaca, dilihat, bahkan didenger. Itu udah jadi konsumsi masyarakat. Di seberang taman  (dipisahkan oleh sungai besar) ada kedai makan di tepi sungai tempat dulu saya sering nongkrong bareng temen-temen.  Nah, dari kedai justru keliatan pasangan manusia lawan jenis yang lagi ngumbar nafsu di taman kota itu. Bahaya!

Dikira mereka nggak keliatan tuh, padahal kelihatan jelas banget dari kedai. Udahlah yang cewek pake kerudung, yang cowok sok ngebujuk-bujuk “if u love me so kiss me” plus acara grapa-grepenya. Nah itu baru sekeping fakta dari kota tempat saya tinggal. Hiks..

Terperangkap!

“Igh! Nggak gitu deh! Pacaran mah biasa aja. Paling pegangan tangan, pelukan…” Eits, ada yang nyolot!

“Boro-boro pegangan! Pacarannya islami nih! Nggak pake bedua, nggak pake pegang-pegangan. Paling sms-an or bbm-an, telponan, chatting. Kalo jalan juga bareng keluarga atau temen-temen” Nah… nah, ada lagi yang ngebela diri. Huupss!

“Kalo nggak pacaran, gimana bisa kenal lawan jenis? Kalo nggak dicoba mana tau dia masih perawan atau nggak? Saya kan nggak mau punya calon istri yang nggak perawan.” Waduh, ngasal banget nih! Kacau dah!

Nah itu tuh, itu yang bikin sulit ngebedain yang mana cinta dan mana yang nafsu. Coz, kalo udah ngebet mah jadi beda-beda tipis gitu. Heuheu.  Mo nikah, masih ‘muda, masih sekolah, belum siap. Tapi ngebet, pengen dimiliki en memiliki. Tapi kok siap sih grapa-grepe gitu? Kok siap sih ngumbar nafsu baik secara fisik or hati (jiah..).  Nah, itulah nafsu. Nggak mikir entar ke depannya bakal gimana. Apalagi yang namanya penyesalan nggak pernah datang duluan, pasti belakangan. Akhirnya terperangkap deh !

Ada apa di balik nafsu?

Hehe.. iya nih, ada apa ya di balik nafsu? Apalagi cinta dan nafsu jadi beda-beda tipis gitu kalo kondisinya udah ngebet banget! Halah, jangan jadi alesan deh. So, gimana dunk supaya hawa nafsu nggak menjerumuskan kita semua dalam kemaksiatan? Ada yang kudu dipahami nih, sebab ada faktor internal (dalem) dan eksternal (luar).

Faktor internal jelas dari diri kita sendiri. Apakah selama ini kita memahami bahwa kita adalah hamba Allah Ta’ala? Kalo udah tahu bahwa kita diciptakan Allah Swt. untuk beribadah (beraktivitas sesuai aturan Allah) kepadaNya artinya kita kudu ngeh apa aja aturan-aturan Allah buat ngatur hidup kita.

Rasulullah jelas banget nih ngasih tahunya sewaktu ditanya ama para shahabatnya. “Para shahabat berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah jika salah seorang di antara kami mengikuti syahwatnya, adakah ia mendapat pahala karenanya?’  Rasulullah bersabda,’Tahukah kalian jika seseorang menumpahkan syahwatnya pada yang haram tidakkah ia berdosa?’ Maka demikian pula apabila ia menempatkan syahwatnya pada yang halal adalah pahala baginya.” (HR Muslim)

So, kalo hawa nafsu udah menguasai, jangan dilupain deh ilmu-ilmu Islam yang udah kita kaji. Selain diajarin shaum (puasa), perbanyak baca al-Quran, shalat wajib jangan ditinggal juga tambahin deh pake shalat sunnat. Nah, ibadah mahdhoh kalo ditekuni serius, ikhlas lahir batin, insya Allah mampu meredam nafsu. Terus, jangan forsir energi dan pikiran buat hal-hal yang nggak berguna. Contohnya neh, pas saya nongkrong di warung pempek, sempet nguping rumpian tiga orang cewek. Yang dirumpiin ternyata kasus para cowok-cowok mereka yang hobi kelain hati.

Aduh Neng! Belon juga merit, masih pada sekolah, yang dipikirin malah gimana supaya cowok-cowok ‘yang jelas bukan suami mereka’ agar nggak kelain hati! Coba kek pikirin bisnis yang menghasilkan duit dengan cara yang halal, jadi bisa ngeringanin pengeluaran ortu atau mikirin kondisi sekolah gimana supaya bisa taat syariah dan pro penegakan khilafah, atau ngerumpiin gimana caranya bikin pengajian yang nggak panas-panas tahi ayam alias angin-anginan. Pastinya lebih berguna deh.

Nah, kalo faktor eksternal artinya dari luar diri kita. Misalnya pengaruh dari temen-temen yang nggak bener, juga peran media tv-internet-musik-media cetak bahkan bisa bikin kita terjerumus ke dalam kemaksiatan. Nggak usah terpengaruh bujukan teman-teman yang bilang bahwa “virgin itu nggak ok!” Atau “Kalo cewek elo tetep perawan, cemen deh!” Udah, jangan hiraukan temen-temen yang kayak gitu. Justru seharusnya seorang mukmin jadi cermin mukmin yang lain, di mana aja kalo ketemu kudu saling mencegah tindakan yang bakal mencemari kehormatan saudaranya dan kudu melindungi.

Kalo masalah media elektronik en cetak, waduh, udah deh jauhin aja. Kalo yang nggak perlu-perlu banget nggak usah diliat. Ini mah, lagi rame-rame video mesum seleb, heboh pada sibuk transfer via bluetooth ke hape masing-masing. Sibuk ngunduh di komputer. Bahkan ampe bela-belain seleb yang oknum video mesum itu. Idih, kayak nggak ada kerjaan yang laen aja. Coba deh mending kamu nyuci cucianmu yang segunung, lumayan kan bisa ngeringanin beban nyokap or pembokat, malah dapet pahala en bisa ngalihkan kamu dari kesibukan yang nggak berguna atau bahkan yang dimurkai Allah Swt. Na’udzubillah min dzalik.

Efek dari nonton tayangan-tayangan dan bacaan-bacaan ‘yang merangsang’ bisa serius loh dampaknya. Minimal pasti gharizah na’u alias naluri ‘melestarikan jenis’ bakal terwujud dalam bentuk ‘piktor alias pikiran kotor’ en ‘ngelonjor alias ngelamoen jorok’ terus berlanjut ke—sori—masturbasi. Yang parah, kalo udah grapa-grepe, tindak pencabulan, perzinaan ampe pemerkosaan. Waduh!

Nah, kalo udah kayak gini, pemerintah seharusnya udah turun tangan dan tegas buat ngurus para pemudanya.  Biar pun di rumah udah diajarin tapi lingkungan juga kagak bener, tetep jadi bablas kan? Jangan ampe deh para pemuda Islam terjerumus dalam kemaksiatan.

Siapkan diri

Rasulullah saw. bersabda, “Orang yang cerdas ialah orang yang mengendalikan dirinya dan bekerja untuk kehidupan setelah kematian.” (HR Tirmidzi)

Duh, kalo baca ni hadis jadi malu dah ama diri kita sendiri. Bukannya pada inget kematian dan kehidupan akhirat, malah banyak maksiatnya karena ngumbar hawa nafsu melulu.

Nah, sekarang gimana kalo kita siapin diri kita supaya nggak terjebak dalam hawa nafsu dan bisa menemukan apa yang namanya cinta?

Pertama, kudu ngaji alias mengkaji Islam. Penting nih, Bro en Sis. Maksudnya penting buat bekal dunia-akhirat, bukan buat ajang mejengin para ikhwan-akhwat pengajian lah! Oya, tapi juga tetep kudu diteliti, yang dikaji tentang apa aja. Kalo ngaji, tapi malah ngajarin untuk nggak sholat, boleh ngelakuin hubungan suami istri tanpa nikah, ya itu sih namanya sesat deh! Tapi kalo ngajarin shalat lima waktu, shaum, zakat, makna jihad yang benar, perjuangan menegakkan khilafah. Itu baru keren!

Kedua, harus siap aplikasi (wedew!): yup, konsekuensi dari ngaji Islam adalah aplikasi dalam keseharian. Sama juga bohong kalo ngaji, tapi teteup nggak shalat, tetep pacaran.

Ketiga, pinter-pinter milih aktivitas yang berguna dan syar’i agar bisa meredam dan mengalihkan nafsu.  Contohnya banyak, Sobat. Perbanyak aktivitas taqarub kepada Alloh. Jadikan shaum sebagai perisai. Dalam riwayat Imam Muslim, Rasulullah saw. pernah menasihati orang-orang yang belum menikah. Sabdanya, “Wahai pemuda! Siapa di antara kamu yang sudah mencapai ba’ah (mampu menikah), maka menikahlah karena itu akan lebih menjaga mata dan kehormatanmu. Dan siapa yang belum mampu, maka shaumlah karena shaum merupakan benteng (dari perbuatan zina)”

Keempat, jaga hati dan pandangan. Susah memang, apalagi jaga pandangan bagi para kaum adam yang hidup di tengah-tengah kaum hawa yang udah pada tampil ‘ berani’.  But, kalo buat amar ma’ruf nahi mungkar, nasehatin para kaum hawa untuk nggak mamerin auratnya ya wajib lah! Misalnya: “Tuh, Sista, tolong jaga auratnya ya! Kalo keluar rumah, cukup wajah en telapak tangan yang terlihat. Celana pendeknya mah buat di dalem kamar aja, jangan dipake keluar ya!”

Kelima, berteman dengan ‘teman baik’. Yup, temen yang baik adalah temen yang nggak ngebiarin kita terjerumus dalam kemaksiatan dan hal-hal yang jelek. Sebaliknya, ngajakin kita ke pengajian. Rela ngasih jilbab en kerudung buat kita yang masih merasa nggak nyaman dan belum terbiasa nutup aurat. Enak tuh!

Keenam, muara cinta kita adalah kepada Allah Swt. Yup, cinta kita kudu karena Allah Swt.  Nggak mo pacaran bukan karena nggak cinta, tapi karena Allah melarang mendekati zina. Pacaran kan mendekati zina. Kita nggak mo berbuat begituan bukan karena nggak cinta, tapi karena memang belum waktunya. Kapan? Waktunya ya kalo udah nikah, baru deh monggo!

Abu Hurairah dan Ibnu Abbas ra berkata: “Rasulullah Saw. berkhutbah sebelum wafatnya, yang di antaranya beliau bersabda: “Barangsiapa mampu bersetubuh dengan wanita atau gadis secara haram, lalu dia meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah menjaganya pada hari yang penuh ketakutan yang besar (kiamat), diharamkannya masuk neraka dan memasukkannya ke dalam surga.” (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, dalam Raudhah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Musytaqin).

Oke deh, semoga nafsu bisa kita redam hingga saat yang indah itu tiba. Sip! [anindita: http://www.facebook.com/Anind.Chandra%5D

 

http://www.gaulislam.com/antara-cinta-dan-nafsu

4 Tanggapan

  1. ———————

    situs mantan kyai NU: http://www.mantankyainu.blogspot.com

    situs yg menjelaskan haramnya musik, termasuk musik religi juga haram: http://www.jauhilahmusik.wordpress.com

    ketahuilah bahwa pacaran itu haram, jadi jangan pacaran: http://www.pacaranituharam.wordpress.com

  2. wihhh makasih infonya mas. saya juga masih muda baru kelas 1 sma,

  3. gimana sih bila pasangan kita menceritakan masa lalu pacarannya tentang mencium tiunangan orang, tp gak merasa menyesal sama sekali dan bahkan membanggakan mantannya,, dengan alasan karna gak enak sama papahnya?? tolong bls ya,, buat hilangin easa sakit aku.. trima kasih

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: