• Blog Stats

    • 41,468,946 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

Cewek ‘Hitam-Putih’

gaulislam edisi 187/tahun ke-4 (19 Jumadil Akhir 1432 H/ 23 Mei 2011)

 

 

Sobat muslim, makhluk Alloh Ta’ala bernama cewek sering-kali diidentikkan dengan peri-laku yang manis. Makhluk yang lembut, ngemong, care, bisa ngatur keuangan, teliti, rapi, sabar, penuh perhitungan dan lain-lain dan sebagainya. Tapi, ternyata kalau merhatiin fakta sekarang kayaknya makin jarang aja tuh nemuin cewek yang kayak gitu.

Bener. Dilihat dari berita yang seliweran di berbagai media, baik cetak maupun elektronik, bahkan dari yang saya lihat dan dengar langsung makin sering didapetin kenyataan banyak cewek yang makin jauh dari kontrol agamanya (baca: Islam). Dari sekadar yang “remeh” sampai yang kelas berat kalau nggak mau dibilang sadis. Sekadar contoh aja nih ya, cewek-cewek yang ngomongnya asal ngejeplak nggak pake mikir makin gampang ditemuin. Lisannya nggak kekontrol. Seluruh isi kebun binatang sering banget jadi kosa kata yang enteng-enteng aja diucapin. Duh…duh…

Fakta yang lainnya yang sempet bikin saya kaget adalah makin seringnya saya jumpai cewek-cewek remaja yang merokok, di foodcourt atau bahkan di angkot. Saya pernah pergi ke sebuah obyek wisata di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu untuk keperluan pembuatan film dokumenter, saya jumpai banyak remaja berseragam putih abu-abu yang lagi asyik santai-santai di pinggir danau. Beberapa di antaranya asyik ketawa-ketiwi sambil asyik ngerokok. Weleh! Weleh!

Cewek ngerokok bukan persoalan pantes atau nggak pantes, cocok atau nnggak cocok. Cowok ngerokok juga nggak banget! Apalagi cewek. Apa mereka nggak sadar ya? Kebiasaan mereka merokok nggak cuma bakal bikin rusak organ tubuh mereka, tapi juga sebenarnya  dengan begitu mereka membunuh generasi penerus bahkan sebelum mereka tumbuh! Bayangin aja kalo para calon ibu udah menye-saki rahim, organ reproduksi, dan darahnya dengan racun dari asap rokok, gimana nanti para janin bisa tumbuh dengan baik dan sehat? Yang dijaga baik-baik dengan sepenuh hati dan jiwa aja kadang ada persoalan, apalagi kalau calon ibunya nggak pedulian? Cepet tobat deh!

Fakta yang lebih menyeramkan lagi nih makin menjamur remaja cewek yang gampang obral cinta menjual keperawanannya. Setelah perut melendung baru deh panik, lalu perilaku sadis pun tega dilakukan demi menjaga nama baik. Sang jabang bayi dibunuh atau dibuang. Nau’dzubillahi min dzalik.

 

Cewek hitam vs cewek putih

Fakta “hitam” para remaja cewek seperti contoh di atas emang bikin sumpek perasaan dan pikiran. Bikin para orang tua dan guru jadi khawatir terus-terusan. Jaman emang udah edan! Begitu kata banyak orang.

Tapi, Alhamdulillah di tengah merebaknya fenomena ceweknya berkelakuan minus bahkan super minus, masih ada para remaja muslimah yang tampil dengan segala nilai plus mereka. Nilai minus versus nilai plus yang standarnya nggak cuma pantes nggak pantes menurut ukuran manusia yang gampang berubah di lain waktu, lain tempat, tapi yang valid pastinya menurut ukuran hukum syara, aturan Islam yang berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah.

Makin marak remaja muslimah yang pede memakai jilbab (baju longgar panjang, contoh: gamis) dan kerudung. Tutur kata juga dijaga sebaik mungkin. Berbakti ke ortu. Ngaji udah bagian aktivitas rutin yang dilakukan dengan penuh kesadaran. Saling nasihat, saling memberi semangat untuk  bersegera melak-sanakan kebaikan dan tegas mengingatkan yang melakukan kesalahan menjadi bagian hidup mereka. Prestasi di sekolah juga lumayan, bahkan banyak yang juara. Itu semua bukan cuma karena dorongan pengen eksis, sok pamer diri, pengen dipuji, tapi lebih dari itu semuanya dilakukan semata karena dorongan keimanan, takut dosa, dan rindu masuk Surga. Karena Surga kan juga untuk remaja bukan cuma untuk yang tua-tua. Hahay!

 

“Hitam”nya cewek

Kelakuan minus para remaja cewek hadir bukan tanpa sebab. Karena nggak ada manusia yang lahir ke muka bumi dengan memikul dosa. Semua bayi itu suci. Berarti sebenarnya semua manusia dipotensikan Alloh Sang Maha Pencipta sebagai makhluk mulia. Nah, terus kenapa ya sekarang banyak cewek yang bertingkah minus?

Ada faktor internal dan eksternal yang bisa jadi penyubur jumlah cewek berkelakuan buruk.  Apa aja?

Faktor  internal. Pertama, malas. Hari gini pemandangan masjid dan surau bisa ditebak banyaknya diisi ibu-ibu sepuh, nini alias para nenek. Forum pengajian sepi dari para remaja. Alasannya: malezzz. Lalu berkilah: “Belajar agama nggak usah segitu-gitunya kali. Yang penting kan  hidup itu nggak ngerugiin orang lain” (backsound: berarti boleh ngerugiin diri-sendiri? Weleh! Enggak lah!). Juga ada yang bilang bahwa: “Belajar agama nambah beban. Pelajaran lain aja udah bikin badan cenat-cenut. Kakak mentornya kalau jelasin bikin ngantuk, bikin bête,” dan lain-lain yang sebenarnya semua itu cuma untuk nutupin rasa malas.

Kedua, nggak pede memulai kebaikan. Iri juga sih sama temen-temen yang berjilbab dan smart. Tapi, kalau ikutan mereka ngaji juga, entar dibilang sok alim lagi. Mendingan mundur aja deh. Wah, setitik pencerahan yang sempat datang akhirnya sirna cuma karena takut dibilang sok alim. Nggak pede untuk nerusin niat baik jadi tindakan. Malah tetep betah satu arah sama temen-temennya yang kelakuannya buruk. Tingkah minus nggak juga kehapus.

Ketiga, nggak tahu ajaran Islam. Ada lho yang kelakuannya nggak muslimah banget, bukan lantaran dia emang maunya kayak gitu. Tapi, yang dia tahu ya … cewek gaul, cewek masa kini emang kudu kayak gitu. Nah, untuk para cewek model gini butuh ada orang yang segera menunjuki. Sekali lagi mereka bukan nggak mau jadi cewek sholihah, tapi karena mereka nggak tahu cewek yang baik itu seperti apa dan gimana caranya.

Itu faktor internal. Terus faktor eksternal-nya apa aja ya? Nih, dia! Pertama, keluarga. Nggak bisa dipungkiri lingkungan di luar diri manusia terdekat dan yang paling pertama adalah keluarga, terutama ibunya. Gimana cara ortu membesarkan dan mendidik anak-anaknya pasti sangat berpengaruh terhadap perkem-bangan kepribadian si anak. Contoh konkrit nih. Saya punya teman yang nggak bisa lepas dari kata-kata kasar setiap berucap. Cerita punya cerita setelah saya punya kesempatan ngobrol sama dia, ternyata bapaknya dulu juga sering sekali berkata kasar kepada anak-anaknya dan orang lain di depan anak-anaknya. Waduh!

Kedua, lingkungan rumah dan pergaulan. Faktor yang ini juga nggak kalah penting dalam pembentukan kepribadian seorang anak manusia. Banyak kejadian seorang remaja dari keluarga baik-baik, ayah-ibunya orang-orang yang shalih ternyata bisa juga terjerumus perilaku yang dilarang agama; narkoba, free sex, dsb. Astaghfirullah! Ngeri banget tuh! Padahal remaja juga manusia yang juga mahkluk sosial, yang butuh bergaul dengan dunia luar. Pastinya nggak sesuai dengan fitrah kalau ortu ngurung anak di rumah, keluar cuma untuk sekolah. Tapi, kalau anak dibiarkan keluar rumah mengundang banyak potensi “racun” pemikiran yang bikin anak jadi liar dan kelakuan buruk jadi kebiasaan. Huuuffft! Jadi ortu jaman sekarang emang kudu jadi pengawas super ketat, super ekstra supaya nggak kecolongan.

Ketiga, sistem kapitalisme. Akidah sekularisme dari sistem Kapitalisme ini sudah  tertanam kuat di pikiran dan perasaan tiap insan termasuk kaum muslim bahwa agama (Islam) nggak boleh ikut campur masalah hidup manusia. Masalah sekolah alias pendidikan, cari uang, pergaulan, berpolitik, untuk ngedapetin hak kesehatan, keamanan, itu semua nggak boleh bawa-bawa agama. Agama cuma cocok untuk di mesjid, surau, majelis ta’lim. Agama cuma bisa dipake’ pas sholat, puasa, zakat, dan haji, hubungan anak ke ortu, murid ke guru. Selebihnya silakan manusia mikir gimana baiknya menurut versinya sendiri-sendiri. Kacau banget tuh!

 

Jadi cewek ‘Putih’ yuk!

Kita pastinya nggak mau hidup ini selamanya didominasi hal-hal minus,  yang buruk-buruk. Kita kudu mengubahnya dengan lebih dulu mengubah diri kita agar jadi sosok yang lebih baik, jadi sosok cewek yang sholihah.

Jalan menuju kebaikan udah fitrahnya bakal nggak gampang dilalui. Apalagi di tengah bombardir opini negatif tentang Islam sebagai ideologi dan aturan kehidupan sekarang ini. Islam seringkali dikambinghitamkan dan kaum muslimin dipojokkan. Di saat yang sama perilaku liberal diiklankan sebagai satu hal yang wajar. Bikin banyak cewek yang mulai sadar malah jadi nggak nyaman meneruskan perjalanan menuju kebaikan hakiki, kesholihan sejati.

Tapi, Sis…never give up! Ketika setitik kesadaran sudah mulai didapatkan segera cari teman yang bisa menguatkan untuk bisa konsisten belajar Islam. Jangan betah di lingkungan pergaulan yang lama. Bukan kita nggak setia kawan, tapi kita sebagai orang yang lebih dulu nyadar, kudu segera nyelametin diri supaya bisa nyelametin yang lain juga. Nggak tenggelam sama-sama.

Jangan sampai kesadaran yang mulai muncul dibiarkan, lalu layu sebelum berkem-bang. Bahaya! Kesempatan bisa jadi nggak datang dua kali. Dan, yang namanya ajal bukan wewenang kita untuk miliki selamanya. Ada Alloh yang Maha Pemilik Alam dan Manusia. Jadi mumpung nafas masih bisa kita hembuskan selama itu semangat memperbaiki diri harus kita miliki. Ayo sadar dan giat belajar Islam!

Hal lain yang nggak boleh kita lupa, Sis. Sebagai cewek, kitalah penentu pertama dan utama hitam-putihnya generasi selanjutnya. Ya iya dong. Sebagai cewek kan kita ditakdirkan Alloh untuk bisa hamil, melahirkan, lalu menyusui alias kita tuh calon ibu. Kebayang deh kalau calon ibunya minim pengetahuan agama, gimana bisa membekali anak-anaknya dengan agama? Kebayang juga kalo para calon ibu tingkahnya begajulan, gimana bisa menjadi contoh bagi anak-anaknya nanti berlaku santun dan sopan? Nggak deh. [Rumaisha Hawa]

 

http://www.gaulislam.com/cewek-%E2%80%98hitam-putih%E2%80%99

Satu Tanggapan

  1. sip! yuk marii

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: