• Blog Stats

    • 41,468,946 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

Korban Iklan

gaulislam edisi 186/tahun ke-4 (12 Jumadil Akhir 1432 H/ 16 Mei 2011)

Ayu memandang lama ke arah kaca, ia terkejut sekali mendapati jerawat bermunculan di wajahnya. Sebenarnya, hal ini lumrah-lumrah saja, toh usia Ayu kan masih tujuh belas tahun, ketidakseimbangan hormon yang berefek timbulnya jerawat masih terjadi dalam tubuhnya. Meskipun begitu, bagi Ayu, hal ini tidak dapat didiamkan.Tak ada maaf untuk jerawat yang bertebaran di pipinya! Ayu putar otak, apa ya yang harus ia lakukan untuk menyingkirkan musuh kecantikannya ini?

Ia ambil laptopnya, diketikkannya sebaris kata kunci “jual obat jerawat” di kolom pencarian search engine terbaik sejagad, Google, dan muncullah sederet tautan ke online shop yang menjajakan berbagai merek obat jerawat. Harga obat jerawat berbagai merek itupun beragam, mulai dari Rp. 30.000,- sampai ratusan ribu rupiah. Ayu bingung harus pilih yang mana, jadi ia putuskan untuk minta rekomendasi Eka, sahabatnya yang tajir dan berkulit licin bak berlapis lilin itu. Pasti Eka lebih tahu!

Saat ia tanyakan obat jerawat apa yang sebaiknya ia pakai, Eka justru menjawab, “Aduh, jangan pakai sembarang obat deh Yu, ikut aku aja ke klinik kecantikan di Mal XX. Tuh mumpung lagi ada promo 50% off. Cuma berlaku sampai akhir bulan lho, kapan lagi kita bisa perawatan di klinik mahal dengan biaya semurah itu.”

Singkat kata, keduanya bertemu di klinik mewah di salah satu pusat perbelanjaan paling high end di Jakarta. Belum apa-apa, poster besar bergambar artis langsing berkulit putih, kinclong,- dan bebas jerawat tentunya- sudah nampang di etalase klinik itu. Senyum ramah si mbak penjaga counter menyambut Ayu dan Eka. Si Mbak penjaga counter yang berwajah putih, cantik, dan mulus itu menawarkan paket perawatan anti jerawat pada Ayu. Ia katakan bahwa produk kecantikan yang dipakai di kliniknya aman, dipakai oleh para selebritis, dan sangat efektif mencegah jerawat.

Gambar-gambar di brosurpun mendukung pernyataan si Mbak counter. Ayu merasa yakin, inilah solusi bagi masalah jerawatnya. Ia menyanggupi untuk ikut paket perawatan yang ditawarkan si Mbak tanpa menanyakan apakah pemakaian obat dan peralatan di klinik tersebut diawasi oleh dokter spesialis kulit dan kelamin atau tidak, apakah produk dan alat tersebut memenuhi standar keamanan Yayasan Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI) atau tidak, apakah mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) atau tidak. Sudahlah, nggak penting itu, toh yang lain juga udah banyak yang pake! Begitu pikir Ayu.

Sempat agak shock juga ketika Ayu disodori nota pembayaran sebesar tiga juta rupiah untuk lima kali perawatan. Berarti sekali datang, Ayu harus bayar enam ratus ribu rupiah. Uang saku dua bulan bo’! “Ya, sudahlah nggak masalah, cantik itu memang butuh pengorbanan. Harga normalnya kan emang enam juta untuk lima kali perawatan, murah dong!” Batin Ayu.

Karena termotivasi untuk jadi cantik, putih, mulus, dan bebas jerawat, Ayu rajin datang ke klinik tersebut dan rutin membeli semua produk yang ditawarkan oleh beautician yang menanganinya. Kulit kusam dan berjerawatnya memang berubah jadi putih, kinclong, dan mulus hanya dalam hitungan minggu. Produk dan perawatan di klinik itu memang hebat!

 

Jangan mudah percaya iklan

Tetapi beberapa bulan kemudian Ayu memutuskan untuk berhenti memakai produk itu karena stabilitas keuangannya terganggu alias tongpes (kantong kempes). Setelah menghentikan pemakaian, kulitnya makin hari makin kusam dan timbul flek-flek hitam. Ada apakah gerangan? Ayu mencari tahu. Ketika browsing di internet, ia temukan sebuah artikel yang menyebutkan bahwa produk krim pagi dan krim malam dari klinik ternama yang jadi langganannya itu termasuk dalam kategori kosmetik berbahaya.

Pertanyaan Ayu terjawab! Klinik kecantikan tersebut ternyata tidak memiliki ijin resmi, tidak beroperasi di bawah pengawasan dokter spesialis kulit dan kelamin, dan beberapa produknya mengandung merkuri, asam retinoat, dan zat warna rhodamin dengan kadar yang jauh melampaui ambang batas pemakaian yang diperbolehkan serta sangat berbahaya bagi kesehatan. Efek jangka panjang ketiga zat ini bahkan lebih fatal lagi…

Masa’? Emang sefatal apa sih efeknya? Eh, emang fatal banget lagi! Ibu Zullies Ikawati, guru besar ilmu farmasi di Universitas Gajah Mada Yogyakarta, menjelaskan dalam blognya http://www.zulliesikawati.wordpress.com bahwa ketiga zat tersebut dapat menyebabkan iritasi pada kulit, kerusakan ginjal, gangguan syaraf, gangguan pada janin, bahkan kanker. Ngeri kan?

Ibu Zullies, mengutip edaran BPOM dalam blognya, menyebutkan bahwa beberapa produk yang dipakai di Natasha Medicated Skin Care Yogyakarta mengandung asam retinoat. Selain itu, masih ada beberapa produk bermerek terkenal yang sempat ditarik dari pasaran karena mengandung merkuri, seperti Olay Total White produk Malaysia dan Pond’s Age Miracle produk Thailand/Singapura.

Selain berbahaya, produk kecantikan juga belum tentu halal. Bahan-bahan seperti kolagen, plasenta, cairan amnion, lemak, vitamin, asam alfa hidroksi, dan hormon yang terkandung dalam kosmetik juga perlu diperhatikan kehalalannya. Kolagen misalnya, ternyata nggak hanya diekstrak dari sapi. Bahan ini juga bisa diekstrak dari babi. Jadi jika membeli produk kosmetik berkolagen, perhatikan dulu ada label bovine colagen (kolagen sapi) atau nggak di labelnya agar kita yakin bahwa produk berkolagen tersebut halal. Selain itu, kosmetika berbahan dasar plasenta manusia seperti yang pernah diproduksi oleh La Tulipe (PT. Rembaka, Sidoarjo, Jawa Timur), St. Ives, Musk by Alyssa Ashley, Snow White Lily (Yoshihiro Clinic, Tokyo-Japan) juga dijatuhi fatwa haram oleh MUI (Fatwa MUI No. 2, Munas IV 30 Juli 2000). Zat-zat lain yang dibuat dengan media hewan yang diharamkan atau diekstrak dari hewan yang haram maupun dari organ manusia juga haram hukumnya.

 

Bedakan antara keinginan dan kebutuhan

Ayu pada dasarnya sudah cantik. Ia wanita Indonesia, wajar lah kalau kulitnya sawo matang. Usianya baru tujuh belas tahun, wajar juga lah kalau satu-dua biji jerawat nongol, kulitnya juga nggak bakalan kusam kalau ia rajin merawat dan membersihkannya, salah satu cara membersihkannya dengan tanpa risiko ya dengan cara berwudhu. Insya Allah.

Apakah Ayu butuh kolagen dan plasenta untuk mencegah kerutan pada wajah? Butuhkah ia pada whitening cream dan berbagai macam serum yang membuat kulitnya awet muda? Belum juga kan? Nah, maka tindakan Ayu hanya dilatarbelakangi oleh berbagai keinginan: keinginan untuk tampil cantik, keinginan untuk dipuja teman sebayanya, keinginan untuk tampil menarik di hadapan lawan jenis yang disukainya, dan sebagainya, jadi tindakannya itu tidak diambil dengan latar belakang kebutuhan. Nah, sekarang udah jelas kan beda antara kebutuhan dan keinginan? Apa? Belum juga?! Gubrak!

Jika ditelusuri lebih jauh lagi, ternyata nih, ada semacam mekanisme “kontrol sosial” yang menyebabkan Ayu melakukan perawatan kecantikan di klinik yang memakai produk mahal dan berbahaya tersebut.

Apaan tuh kontrol sosial? Kontrol sosial di sini dimaknai sebagai dorongan dari berbagai pihak di luar diri Ayu yang “memaksa”nya untuk melakukan tindakan konsumtif. Sebagian dari kamu bisa aja komentar: “Ih, emang kita mau dipaksa-paksa beli? Nggak lah ya!”

Eits, sebentar, sebentar, jangan nyolot dulu. Bisa kok kita di”paksa” beli, di”paksa” dengan cara halus tentunya. Suatu komunitas akan menganggap kita nggak “gaul” kalau tidak mengikuti gaya hidup para anggota komunitas itu. Mau nggak mau akhirnya kita mengikuti gaya hidup suatu komunitas agar diterima menjadi anggotanya, salah satu cara kita untuk menyamakan diri dengan para anggota komunitas itu adalah dengan meniru gaya hidup mereka dan membeli barang-barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan.

Bro en Sis, kita juga bisa dipaksa melakukan tindakan konsumtif melalui “serangan” pada imej diri kita, misalnya: mama Ayu selalu bilang “kok kamu jerawatan sih, cewek berjerawat itu jelek lho.”

Jika Ayu tidak punya konsep diri yang kuat, Ayu dengan otomatis akan menciptakan imej bahwa dirinya jelek karena wajahnya ditumbuhi jerawat. Jadi, agar dianggap cantik, Ayu harus menghilangkan jerawatnya dengan berbagai cara; salah satu cara menghilangkannya adalah dengan “terpaksa” membeli produk kosmetika mahal atau mengikuti paket perawatan kecantikan yang cukup menguras isi kantong. Hmm… kamu gitu juga nggak?

Oya, ibandingkan kedua “paksaan” tadi, tampaknya iklanlah media yang paling “ampuh” untuk memaksa kita mengkonsumsi suatu produk. Dalam iklan ditanamkan persepsi bahwa cantik itu harus putih, mulus, tanpa jerawat. Awalnya penyebaran propaganda ini dilakukan hanya demi melancarkan penjualan produk kosmetik anti jerawat yang ditawarkan perusahaan tertentu, namun lama-kelamaan propaganda ini diserap konsumen dan pandangan umum masyarakat tentang kecantikan pun perlahan-lahan bergeser menjadi: cantik itu putih, mulus, tanpa jerawat.

Lalu, kita nggak boleh cantik gitu? Nggak boleh beli kosmetik mahal? Nggak boleh perawatan kecantikan? Nggak gitu juga sih maksudnya. Boleh kok kita cantik, tapi jangan konsumtif. Kita harus pandai-pandai mempertimbangkan apakah alasan kita membeli suatu produk kosmetik tertentu itu kebutuhan atau hanya sekadar menuruti keinginan alias nafsu sesaat saja. Lihat juga produk tersebut aman atau tidak, halal atau haram, jangan hanya tergiur janji-janji setinggi langit yang ditampilkan dalam bentuk iklan. Waspada!

Nah, sobat muda, mulai sekarang bijaksanalah dalam menggunakan uang, jangan boros (apalagi dalam Islam dilarang tabzir), dan jangan jadi korban iklan. Sip deh! [riana irawati: anata_ga_mitai@yahoo.co.id]

 

http://www.gaulislam.com/korban-iklan

%d blogger menyukai ini: