• Blog Stats

    • 41,452,302 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

Muslim Power

gaulislam edisi 191/tahun ke-4 (18 Rajab 1432 H/ 20 Juni 2011)

 

 

Kokohnya sebuah bangunan tidak terlepas dari kokohnya pondasi, struktur dan bahan yag digunakan untuk membuat bangunan tersebut. Kita sering menjumpai kondisi dimana kaum muslim begitu lemahnya di negeri kita. Sering Islam direduksi hanya kepada masalah ibadah, pendidikan dan amaliyah pribadi saja. Begitu kita ngomongin Islam dalam konteks masyarakat dan pengaturannya, tidak banyak yang bisa kita temui di negara kita. Paling masalah pengurusan ZIS (zakat, infaq, sadaqoh) itu-pun banyak overlap dengan pemerintah, ekonomi syariah yang belum berpayung kepada hukum syariah dan beberapa urusan lainnya.

Sebelum kita bahas lebih mendalam, Rasulullah saw. bersabda, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR Ahmad, al-Baihaqi, Abu Dawud, No. 3745)

Bro en Sis, pelajaran yang bisa kita ambil dari hadist di atas adalah suatu peringatan terhadap kondisi jaman, dimana syariat Islam itu sendiri kuat namun para pemeluknya lemah. Dalam hadist di atas dijelaskan apa yang akan terjadi dan dijelaskan pula penyebab utamanya. Hal ini dimaksudkan supaya umat Islam mengerti dan bisa bersiap diri untuk menghadapinya.

Bila kita lihat kondisi masyarakat kita saat ini, hadist di atas terasa sangat mengena, kita berada di negara yang jumlah muslimnya cukup banyak bahkan terbesar di dunia, namun kualitasnya masih rendah. Maksiat kita temukan dimana-mana, amar ma’ruf dan nahi mungkar ditinggalkan dan bahkan ditentang.

Jika diibaratkan sebuah bangunan, maka untuk menghancurkan bangunan yang kokoh, diperlukan usaha yang kuat dan tersruktur. Ya, akan sangat susah untuk menghancurkan bangunan yang kokoh bila dimulai dari menghancurkan pondasinya terlebih dahulu. Musuh-musuh Islam sangat memahami mengenai hal ini, karena itulah mereka memulai menghancurkan Islam dari atap yang menaunginya.

Kehancuran khilafah islamiyyah telah menjadikan seluruh muslim di dunia tidak memiliki pelindung yang kokoh. Kemudian bagian-bagian yang lain dari rumah tersebut kemudian dibuang dulu satu persatu, baru kemudian rumah dihancurkan.

Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghantam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan umat muslim. Mulai dari mengubah perangai umat muslim, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun kita muslim, tapi sejatinya kita telah meninggalkan ajaran Islam dan hidup dengan mengikuti cara musuh-musuh Islam, dan memang inilah yang mereka kehendaki.

 

Penyakit wahn

Penyakit ini sebenarnya merupakan produk akhir dari komplikasi berbagai penyakit lain, yang disebabkan karena lemahnya akidah kaum muslimin. Penyakit ini muncul dari lemahnya pemahaman terhadap pondasi-pondasi Islam. Terlalu banyak kaum muslimin yang begitu bernafsu terhadap kehidupan dunia ini. Di negeri ini, sudah cukup banyak terbukti praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Ya,  KKN merajalela dimana-mana. Sudah banyak orang dihukum karena korupsi namun demikian tidak menjadikan kita jera dan berhenti untuk terlalu mencintai dunia.

Bro en Sis pembaca setia gaulislam, karena kecintaan terhadap dunia inilah yang menjadikan umat Islam lupa akan kematian, dan tidak mau mengingat kematian. Esensinya sama seperti bila kita jatuh cinta kepada seseorang, pasti kita tidak ingin kehilangan apa yang kita cintai. Kecintaan berlebihan kepada dunia menjadikan kita lupa beramal untuk akhirat kita dan cenderung melanggar banyak aturan syariat demi memperoleh apa yang kita cintai dan akhirnya menjadikan kita takut mati.

Nah, ketika seseorang takut mati, mereka sebenarnya telah melupakan konsep dasar hidup ini, yakni melupakan Allah. Kalo udah lupa sama Allah, tentu tidak akan merindukanNya, tidak pula mengharapkan pertemuan denganNya. Bila ditanya, hampir semua dari kita pasti ingin masuk surga, namun kita lupa untuk masuk surga kita harus mati dulu. Semestinya kecintaan kita terhadap surga sama seperti kecintaan kita kepada kematian itu sendiri. Kalo kemudian takut mati gimana urusannya tuh? Betul?

 

Mengobati wahn

Untuk mengobati wahn, yang perlu dilakukan adalah menyembuhkan penyakit dasarnya terlebih dahulu, yaitu lemahnya akidah kaum muslimin saat ini. Oya, bila penyakit dasar ini sudah bisa diatasi, tetapi belum berarti bahwa muslim tersebut telah sembuh. Why? Sebab, masih memerlukan perawatan lanjutan untuk memperkuat akhlak dan kepribadian muslim tersebut. Proses perawatan ini bukan merupakan satu proses tunggal dan terpisah, namun merupakan proses yang berkesinambungan dan bersifat jamai hingga akhir jaman. Dalam proses penyembuhan ini dokternya adalah semua kaum muslimin yang “sehat” baik itu dalam bentuk individu atau kelompok, dan tentunya dokter yang paling joss adalah negara.

Terus apa sih yang dimaksud dengan akidah itu sendiri? Menurut istilah (terminologi) akidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya. Sehingga Akidah Islamiyah merupakan keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah kepada Malaikat-malaikatNya,Rasul-rasulNya, Kitab-kitabNya, hari Akhir, serta Qada’ dan Qodar. Atau dengan kata lain, akidah adalah percaya kepada rukun iman yang udah mashur di kalangan kaum muslimin.

Boys and gals, pemahaman seorang muslim terhadap rukun iman ini harus digunakan untuk menjawab pertanyaan besar dalam diri setiap manusia mengenai: siapa dirinya sebelum dilahirkan? Ketika sesudah dilahirkan ke dunia harus ngapain? Apa tujuan hidupnya? Dan, akan kemana setelah dirinya mati? Karena memang proses tersebut merupakan life cycle (jalan kehidupan) semua manusia. Nyadar semua kan? Atau kamu justru dalam posisi pingsan alias kagak sadar semua? Hadeeeuh!

Sangat jelas dengan akidah yang kuat seorang muslim mempunyai potensi kekuatan yang luar biasa, Nabi saw. bersama dengan para sahabatnya telah menunjukkan kekuatan akidah ini, dan masih berlanjut hingga tiga generasi berikutnya dengan sempurna, setelah itu perlahan kekuatan akidah kaum muslimin mulai melemah hingga sekarang. Kalo contoh udah ada, konsep sudah jelas, kurang apa lagi? Kita kurang sehat! Banyak dari kita yang mengalami sakit wahn. So, saatnya sekarang untuk menyembuhkan penyakit itu. Yuk, mulai benahi diri kita masing-masing agar bisa membantu orang lain untuk sembuh dari penyakit serupa.

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah. Masing-masing dari keduanya itu ada kebaikannya sendiri-sendiri. Bersemangatlah untuk mengerjakan apa yang bermanfaat bagi dirimu serta mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah lemah. Kalau kamu tertimpa sesuatu janganlah kamu mengatakan: “Seandainya saya berbuat begini niscaya akan terjadi begini dan begitu”, tetapi katakanlah: “Apa yang telah ditentukan dan dikehendaki pasti akan terjadi”. Karena kata “seandainya” itu akan memberi jalan pada perbuatan setan” (HR Muslim)

Hadist di atas melengkapi hadist sebelumnya. Kalo dalam hadist yang pertama menjelaskan diagnosisnya dan pengobatannya secara tidak langsung, hadist di atas menjelaskan pengobattannya. Berkemauan keras dan pantang putus asa merupakan dua buah syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk merawat keimanan kita. Bila kedua syarat tersebut sudah dipenuhi, hal pertama yang harus dilakukan adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.

 

Akhlak kekuatan individu yang dilupakan

Akhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik. Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau tabiat. Bila sebelumnya dijelaskan akidah secara umum (yang berlaku bagi semua muslim), ternyata Islam juga memberikan panduan yang lebih spesifik untuk masing-masing individu, salah satunya seperti diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, Rasullullah saw. bersabda: “Salah satu tanda kebaikan Islam-nya seseorang, adalah bila dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” Hadist ini hasan diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lainnya. Paling tidak masih ada tiga hadist lainnya yang nyetel alias klop banget dengan hadist sebelumnya.

Meninggalkan aktivitas yang tidak bermanfaat, sebenernya secara default cukup mudah untuk dilakukan, apalagi jaman sekarang kebanyakan manusia menimbang segala sesuatu sesuai dengan kepentingannya masing-masing, namun demikian yang dimaksud dengan tidak bermanfaat di sini adalah dari sudut pandang syariat Islam. Apa yang dinilai syariat tidak bermanfaat, maka harus ditinggalkan. Hal yang tidak bermanfaat di sini bisa berbentuk perkataan maupun perbuatan. Segala perkataan yang tidak bermanfaat bagi dunia maupun ukrowinya (akhiratnya) harus ditinggalkan, agar keislamannya menjadi baik. Dari penjelasan para ulama paling tidak ada empat hal yang tergolong perbuatan yang tidak bermanfaat bagi seorang muslim, yaitu: 1) Semua perbuatan maksiat dan hal-hal yang diharamkan oleh syariat; 2) Semua hal-hal yang dimakruhkan dalam syariat Islam; 3) Berlebih-lebihan dalam hal-hal yang dibolehkan; serta 4) menyibukkan diri mengurusi kesalahan orang lain dan lupa membenahi diri sendiri.

Oya, ampir lupa. Selain pengertian akhlak menurut bahasa, kita juga perlu tahu pengertian menurut istilah (makna syara’). Menurut syara, akhlak adalah sifat-sifat yang diperintahkan Allah kepada seorang muslim untuk dimiliki tatkala ia melaksanakan berbagai aktivitasnya. Sifat-sifat akhlak ini tampak pada diri seorang muslim tatkala dia melaksanakan berbagai aktivitas—seperti ibadah, mu’amalah, dan lain sebagainya. Tentu, jika semua aktivitas itu ia lakukan secara benar sesuai tuntunan syariat.

Intinya nih, akhlak bukan semata sifat moral, tapi emang perintah dari Allah Swt. Itu sebabnya, ada penjelasan bahwa harus dilakukan dengan cara yang benar sesuai perintah Allah Swt.

Bila kita lihat lagi di sekitar kita, cukup banyak sebenernya kegiatan yang tidak bermanfaat namun sering dilakukan oleh para remaja di negara kita. Mulai dari hal kecil semacam sms-an yang nggak perlu, nangkring di atas pohon eh di pinggir jalan, main game berlebihan hingga pacaran ama kuda (loh?).

Banyaknya remaja yang melakukan kegiatan seperti ini memberikan gambaran secara umum bagaimana kualitas keisalaman mereka. Sekolah seringkali lalai mendisiplinkan anak didiknya. Kalo urusan baju harus seragam (ada aturannya), SPP juga nggak boleh telat, tawuran juga nggak boleh, tapi giliran pacaran, biasanya dibiarkan saja. Harusnya sekolah juga menghukum siswanya yang ketahuan pacaran di sekolah.

Pengaturan terhadap adab dan perilaku individu merupakan ciri khas agama kita. Memang terasa berat bila kita belum terbiasa “ber-akhlak” islami, namun demikian di dalam pengaturan tersebut terdapat tujuan mulia untuk membentuk kepribadian islami. Jadi kepribadian dalam Islam, terbentuk dari “kumpulan” akhlak seorang muslim terhadap segala hal, termasuk di dalamnya akhlak pribadi, akhlak berkeluarga, akhlak bermasyarakat, hingga akhlak bernegara.

 

Khatimah

Bro en Sis, mulailah dari saat ini untuk meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi duniamu dan juga bagi agamamu. Bersungguh-sungguhlah untuk memperkuat akidah kita, dan pantang menyerah dalam melakukannya. Jangan lupa mintalah tolong kepada Alloh Ta’ala dengan sabar dan shalat. Keislaman kita, akidah kita, syariat kita adalah hal terindah yang pernah diturunkan di muka bumi ini, yang hanya diberikan kepada manusia yang terpilih. So, jangan sia-siakan apa yang sudah kita miliki saat ini. Oke deh semoga tulisan ini bermanfaat. [aribowo: aribowo@gaulislam.com]

 

http://www.gaulislam.com/muslim-power

Satu Tanggapan

  1. ya Allah jauhilah kami semua dari wahn…
    jazzakumullah

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: