• Blog Stats

    • 41,468,046 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

Pertobatan Seorang Praktisi Tenaga Dalam dan Ilmu Ghoib

Sungguh, saya (Pitoko) tak pernah mengira pada akhirnya saya berurusan dengan dunia jin. Meski saya adalah seorang pengacara, tetapi tetap saja tidak bisa menghindari kenyataan bahwa manusia tidak hidup sendirian. Ada makhluk lain yang juga menempati dunia ini sama dengan manusia.

Apa yang saya alami ini, tidak terlepas dari masa lalu saya. Ketika itu saya tertarik mempelajari tenaga dalam dari seseorang yang katanya tidak menggunakan unsur jin. Hal ini terlihat pada iklan mereka di sebuah surat kabar terbitan Yogyakarta.Saya terpikat dengan slogan mereka yang katanya islami, dari kalimat ‘tauhid’ yang tertera pada nama perguruan tersebut. Dalam ulasan berita itu disebutkan berbagai kehebatan ilmu perguruan itu yang katanya di sarikan dari Al-Qur’an dan mengajak untuk syiar islam serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Saya pikir, inilah yang saya cari selama ini.

Pendek kata, setelah memenuhi segala persyaratan termasuk juga membayar ‘mahar’, saya resmi jadi anggota perguruan beladiri tenaga dalam tersebut. Pada hari pertama sebelum menjalani latihan yan sudah diprogramkan, semua murid angkatan saya diisi dadanya. Selanjutnya diperagakan berbagai atraksi kehebatan dan kesaktian ilmu dalam perguruan itu oleh murid-murid senior.
Menurut saya ilmu-ilmu yang diajarkan sangat banyak, dan sepertinya ilmu sang guru tidak ada habis-habisnya. Hampir semua ilmu yang dimiliki dan diperagakan oleh perguruan lain yang pernah saya lihat di TV dan media cetak lain, serta terdapat di berbagai daerah, ternyata dikuasai oleh sang guru dan diajarkan kepada murid-muridnya. Katanya sang guru telah belajar 57 guru (pendekar) yang terbesar diseluruh indonesia. Hebatnya, seluruh jurus dapat diperagakan secara gerakan fisik maupun batin, mempunyai efek yang sama. Untuk kesaktian maupun pengobatan. Ya pantas saja kehebatannya tidak ada habis-habisnya, karena diambilkan dari Al-Qur,an, pikir waktu itu.
Katanya, ilmu-ilmu tersebut warisan dari seorang wali. Semua murid wajib menjalankan agama islam, menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya agar menjadi orang bertaqwa. Semakin tebal ketaqwaannya, maka akan semakin cepat tinggi pencapaian ilmunya. Jadi tidak mutlak di tentukan berapa lama dan tingkat berapa dalam perguruan itu, semua tergantung ketaqwaannya. Sangat ditekankan agar banyak bedzikir kalimat tauhid.
Sejak awal mengikuti latihan ibadah menjadi relatif lebih baik, mungkin karena berdzikir sebagai bagian dari amalan agar memperoleh “kesaktian” sehingga bisa mengobati diri sendiri maupun orang lain. Banyak pengalaman spiritual yang saya alami ketika berdzikir seperti melihat sinar bergelombang yang masuk ke dalam mata saya yang hampir selalu terjadi dalam setiap bedzikir.
Lain waktu, ketika membaca Al-Qur’an dan kebetulan lampunya mati maka sinar biru keputih-putihan memancar dari Al-Qur’an dan menuntun saya membaca ayat demi ayat. Pada saat membaca surat Yaa siin tiba-tiba seluruh tubuh saya bergetar hebat. Saya sempat terjengkang tiga kali.
Dengan adanya “kelebihan-kelebihan” itu, maka saya pikir jauh melebihi ilmu kebatinan dalam keyakinan kejawen seperti yang dipelajari bapak dan saudara saya.
Bulan pertama, semuanya masih berjalan lancar. Tidak ada sesuatu yang perlu di khawatirkan. Tapi selang beberapa minggu berikutnya ketenangan saya mulai terusik. Bagaimana tidak, bila setiap berdzikir dalam hati maka yang keluar adalah bisikan-bisikan yang menggelisahkan hati saya. “Anallah…Anallah… (saya adalah Allah, Saya adalah Allah)”. Itulah bisikan yang selalu keluar.
Jika demikian, saya segera berkonsentrasi dan mengarahkan hati untuk melafadzkan kalimat tauhid, “laa ilaaha illallah”. Tapi bisikan-bisikan itu terus mencerca saya, “Anallah… Anallah”.
Awalnya saya berpikir bahwa hal ini disebabkan pengaruh buku tentang Al-Hallaj yang sempat saya baca. Al-Hallaj adalah seorang sufi dari Mesir yang dihukum pancung karena menyebarkan paham wihdatul wujud (Bersatunya tuhan dengan hamba). Suatu keyakinan menyatunya hamba dengan Tuhan yang terungkap dalam pernyataan, “Anallah…”. Tapi setelah bisikan “Anallah…Anallah” selalu hadir saat berdzikir, saya pun semakin resah.
Meskipun hati saya gelisah, tapi kehebatan saya kian lama kian meningkat. Hingga empat bulan tanpa terasa saya bergabung dengan mereka. Hanya dengan melafalkan kalimat tauhid, lalu menerapkan jurus-jurus yang diajarkan dalam perguruan, baik secara halus dalam batin, kesaktian atau ilmu itu muncul begitu saja. Saya selalu berhasil. Sepertinya Allah selalu mengabulkan permintaan saya atau permintaan setiap orang yang belajar di perguruan ini, begitulah keyakinan saya saat itu.
Dari sinilah mulai muncul pertanyaan dalam hati, apakah sedemikian tinggi kualitas ibadah saya sehingga Allah dekat dengan saya? Jangan-jangan ada ‘oknum’ lain yang berperan mengabulkan doa saya?

a. Dipandang Menjadi Murid oleh Orang-Orang ‘Sakti’

Pertanyaan-pertanyaan itu, melahirkan keraguan. Saya mulai curiga ketelibatan “oknum” lain, yaitu syetan yang menipu. Sejak itu batin saya bergejolak. Saya gelisah. Akhirnya saya putuskan keluar dari perguruan dengan diam-diam.
Waktu terus berjalan. Secara perlahan muncul rasa enggan terhadap segala macam ilmu tersebut. Namun, ada peristiwa lain yang menyebabkan saya harus berhubungan dengan orang linuwih. Suat ketika saya menemani seorang teman bertemu Eyang Slamet di lereng gunung Merapi, yang dipandang sebagai “orang pintar” oleh sebagian masyarakat.
Saya heran setengah mati, begitu mendengar pernyataannya bahwa saya adalah cucunya. Padahal selama ini tidak ada seorang pun keluarga bapak maupun ibu yang menyatakan bahwa mereka punya hubungan kerabat dengan Eyang Slamet. Waktu itu saya tidak percaya begitu saja akan ucapnya. Saya hanya menganggapnya sebagai orang biasa.
Apakah dia bisa membaca pikiran saya, saya tidak tahu. Tapi yang jelas, tepat tengah malam saya disuruh berdzikir di area perkebunan yang sepi di belakang rumahnya. Di sana saya melihat Eyang Slamet menunjukkan kesaktiannya. Setiap ada yang bermaksud menyentuhnya, maka ia langsung terjengkang. Seakan ada aliran listrik yang mengaliri tubuhnya. “Ini untuk perlindungan dari serangan santet”, ujar Eyang Slamet, saat menangkap sinyal keterkejutan dalam diri saya.
Selain itu, wajah Eyang Slamet pun berubah-ubah, matanya yang semula hanya dua, kini bergerak-gerak, entah bagaimana caranya, hingga akhirnya mata itu pun berjumlah lima, sejurus kemudian, kelima mata diraut mukanya kembali bergerak sedemikian rupa dan menyatu membentuk satu mata yang besar.
‘Deg deg deg’ jantung saya seakan terpacu, keringat dingin pun membasahi kulit saya. “Apalagi kamu, jin saja takut melihat saya”, ejek Eyang Slamet, saat melihat muka saya pucat pasi.
Sedetik kemudian, lampu dimatikan. Hitam pekat diiringi deru suara dedaunan tertiup angin. Bayangan mata satu yang besar belum hilang dari benak saya, tiba-tiba dalam kegelapan dan keheningan itu keluar warna putih yang terus membesar. ‘Woow’ jerit saya terpekik. Tubuh Eyang Slamet meninggi dan tangannya yang berwarna putih seakan cahaya ditengah kegelapan.
“Ini untuk dakwah Islamiyah”, kata Eyang Slamet kemudian. Eyang Slamet memang aneh, dia hanya bekerja diladang pada malam hari sampai pagi. Siangnya di rumah. Ia pun menginginkan saya menjadi muridnya. Tapi keinginan itu saya tolak dengan halus, cukup sudah kegelisahan yang terjadi kemarin. Saya tidak ingin memperdalam sesuatu yang mendatangkan kegelisahan dan ketidaktenangan.
Pada kesempatan lain, saat KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Semarang saya berkenalan dengan seorang kyai pemilik pondok pesantren. Dia tertarik pada saya dan mengajak menemui gurunya di daerah temanggung. Saya sendiri juga melihat keanehan-keanehan dari gurunya itu. Apa yang saya pikirkan seakan diketahuinya.
Demikianlah, kesempatan-kesempatan untuk memperdalam kemampuan spiritual dari beberapa pihak itupun saya tolak. Sebenarnya yang saya cari sangat sederhana yaitu bisa beribadah dan punya sedikit pengetahuan agama. Itu saja.b. Memutuskan Perkara dengan Bisikan

 


Meski pada dasarnya saya menolak dan sudah meninggalkan ilmu-ilmu linuwih, namun tanpa sadar, saya sering mendapatkan bisikan-bisikan dalam hati. Bisikan yang mengantarkan saya dalam dunia penerawangan atau mendapat firasat dalam bentuk mimpi atas apa yang belum terjadi.
Saat melamar menjadi dosen, misalnya. Saya seperti melihat sendiri dalam mimpi dan membaca surat penerimaan atas lamaran saya tersebut. Dan memang persis seperti apa yang saya baca saat di terima menjadi dosen disebuah perguruan tinggi. Bahkan sampai detail suratnya pun sudah saya ketahui sebelumnya. Demikian pula halnya ketika mengikuti seleksi menjadi pengacara, saya sudah tahu lebih dahulu bahwa saya akan lulus. Hal ini tidak lain karena adanya bisikan dalam hati.
Setelah menjadi pengacara bisikan dalam hati itu pun masih setia mengiringi perjalanan saya. Padahal sebelum memutuskan untuk menerima atau menolak menangani sebuah kasus, biasanya saya shalat istikharah terlebih dahulu. Tapi disinilah justru syetan menunjukkan kelihaiannya. Dan muncullah bisikan-bisikan yang seakan itu adalah petunjuk Allah.
Bisikan yang sering menyebabkan saya terjebak dalam keruwetan yang berkepanjangan.
Ada sebuah kasus yang mulai saya tangani tahun 2000. seperti biasanya saya shalat istikharah. Saya mohon petunjuk kepada Allah apakah sebaiknya kasus tersebut saya tangani atau tidak. Ternyata setelah sholat istikharah, dari dalam dada saya terdengar suara yang saya dengar cukup keras dan berulang-ulang membisiki agar menangani kasus tersebut.
Akhirnya saya putuskan untuk menerima tawaran menangani kasus tersebut. Kini setelah bertahun-tahun menanganinya saya justru terjebak dalam keruwetan kasus itu sendiri, karena kasusnya menjadi melebar kemasalah lain yang lebih rumit.
Anehnya, setiap saya bertemu dengan pihak lawan, keraguan muncul dan lidah menjadi kelu, akibatnya saya sulit berbicara bila bertemu dengannya. Sungguh sangat mendebarkan. Selanjunya munculah kecemasan yang luar biasa. Bebarapa hari menjelang sidang pengadilan, bisa dipastikan saya dilanda kegelisahan yang tidak kalah beratnya. Malam menjelang sidangpun saya tidak bisa tidur.
Bila sudah demikian, saya menenangkan diri dengan bedzikir hingga berjam-jam lamanya. Barulah kemudian, saya memiliki keberanian untuk melangkah ke pengadilan. Itu pun di bawah ancaman kecemasan yang luar biasa. Hal semacam itu berlangsung terus menerus saat persidangan di tingkat pengadilan Negeri. Padahal untuk kasus-kasus yang lain, hal seperti ini tidak pernah terjadi.
Setelah perkara memperoleh putusan pengadilan yang memenangkan kami, maka pihak lawan mengajukan banding ke pengadilan tinggi. Di sini mulai lagi terjadi keanehan. Perkara yang sudah berlangsung empat tahun tidak juga turun. Setiap saya cek, selalu saja belum di putuskan oleh pengadilan tinggi. Jelas ini menyalahi peraturan yang berlaku. Perkara yang satu ini jelas seperti hilang lenyap di telan bumi. Saya sendiri setiap melangkah mau mengurus dan menyelesaikan perkara ini selalu saja merasa cemas dan gelisah.
Sejak perkara ini masuk ke pengadilan, klien saya menetap di Singapura dan tidak berani kembali kembali ke Indonesia. Ia tidak berhubungan dengan pengacara lain. Semua perkaranya hanya saya yang mengetahuinya. Kondisi yang sangat aneh dan membuat pikiran saya selalu cemas dan gelisah. Hal ini jelas sangat menguntungkan pihak lawan dan dia diuntungkan dengan menguasai rumah berikut isinya senilai hampir satu milyar, padahal sebenarnya itu bukan haknya.
Seiring dengan itu, kehidupan spiritual saya menjadi kacau, bahkan saya mulai berani meninggalkan shalat. Waktu itu tidak ada rasa bersalah. Semuanya masih saya anggap biasa saja. Apakah ini karena pengaruh pergaulan saya selama ini ataukah faktor lainnya, saya tidak begitu peduli. Yang jelas sedikit kesadaran yang menyeruak di dalam dada harus segera di jawab, karena itu saya pun mulai mengikuti kajian keislaman di Jakarta pusat. Inilah awal perkenalan saya dengan majalah Ghoib. Meski saya baru ikut terapi setahun kemudain. Hal ini tidak terlepas dari perasaan yang sulit dijabarkan. Setiap kali terbesit keinginan untuk terapi ruqyah ada saja alasan yang menggagalkannya.c. Perjuangan Melawan Syetan

Saya pertama kali di ruqyah di kantor ruqyah Majalah Ghoib. Pada awal di bacakan doa-doa ruqyah, semula biasa saja tidak nampak reaksi. Namun sekitar sepuluh menit, tiba-tiba tubuh saya gemetar. Saya menjerit. Ustadz yang mendampingi segera bertindak dengan memijit telapak tangan saya sambil membacakan doa ruqyah dan tak lama kemudian saya menjadi tenang kembali.
Selanjutnya saat giliran pasien di terapi satu persatu, saat diterapi oleh ustadz Hasan Bisri. Begitu dibacakan doa di telinga, lagi-lagi saya gemetar dan berteriak-teriak. Saat ustadz Hasan Bisri menekan dan memijat bagian dada saya, kembali muncul reaksi dan ketika ustadz bertanya siapa jin yang bersarang di dada, dan dengan susah payah sambil merasakan kesakitan jin itu mengaku bernama Suryamo.
Dan ketika di tanya ada berapa dan dimana saja jin-jin yang lain berada. Maka secara reflek dan diluar kendali, tangan saya bergerak menunjukkan keberadaan jin dengan cara memegang bagian-bagian anggota tubuh saya sambil gemetar. “di kepala ada lima, di tengkuk dan leher ada lima, di dada ada lima, di kedua telapak tangan masing-masing ada lima, di perut ada lima, dikedua kaki masing-masing ada lima”, kata jin Suryamo. Total jendral semuanya ada lebih dari dua puluh lima jin. Masya Allah, tubuh saya menjadi sarang para jin.
Pada terapi yang pertama itu belum semua jin keluar dari tubuh saya, karena saya kelelahan dan ruqyah di hentikan. Selesai ruqyah yang pertama ini saya merasakan perubahan yang sangat nyata, dada saya terasa ringan sekali sepertinya beban-beban jauh berkurang, perasaan jadi gembira, pikiran terasa jernih dan bisa berkonsentrasi kerja. Namun, rupanya hal itu hanya saya rasakan dalam waktu kira-kira seminggu, karena setelah itu saya merasakan ada sesuatu yang masuk seperti hembusan angin menyelusup lewat kepala saya dan tiba-tiba kembali saya merasakan beban hidup ini menjadi berat, susah konsentrasi, lemas dan gelsiah lagi. Mungkin, jin itu masuk lagi.
Pada ruqyah kedua, jin-jin itu nampaknya semakin bandel dan agak susah keluar. Bahkan selesai ruqyah kedua ini entah kenapa kepala saya terasa berat dan pusing. Ketika pulang, saya merasa kebingungandan tidak tahu arah pulang, padahal saya sudah sangat paham dan kenal dengan jalan pramuka tempat kantor Majalah Ghoib. Berkali-kali saya tanya orang tentang arah yang akan saya tuju. Meski sudah di kasih tahu, tapi tetap saja saya tidak tahu jalan meski sudah berkali-kali di tunjukkan.
Namun, pada akhirnya alhamdulillah saya perlahan-lahan mulai bisa mengenali arah jalan dan bisa pulang dengan selamat. Sedemikian beratnya gangguan yang saya hadapi sehingga jin yang bersarang dalam diri saya itu pun harus dikeluarkan secara perlahan. Saya tidak peduli berapa kali harus datang dan ruqyah di kantor ruqyah. Bagi saya yang terpenting adalah terhindar dari kemusyrikan pada saat mengalami cobaan. Saya memaknai semua ini bagian dari penghapusan dosa atas kesalahan yang terjadi pada masa lalu. Dengan ini, Allah menegur saya.
Kini setelah mengikuti ruqyah terapi yang kesepuluh kalinya, saya merasakan diri saya jauh lebih baik. Rasa cemas yang biasa hadir kini jauh berkurang, bila tidak boleh dikatakan hilang sama sekali. Karena itu, saya mulai mengurus klien saya kembali setelah terkatung-katung selama empat tahun.
Bagi saya semuanya serba misteri dan saya tidak berani menduga-duga ada ulah dukun di balik semua ini. Saya sudah merasa jauh lebih baik, dan siap melakukan aktivitas kerja lagi sebagai seorang praktisi hukum.
Semoga kisah ini menjadi pelajaran berharga bagi siapapun. Terlebih seorang praktisi hukum seperti saya yang hampir setiap hari ‘bermusuhan’ dengan orang lain. Ini adalah risiko pekerjaan. Tidak semua orang itu baik. Dengan kata lain, tidak sedikit diantara mereka yang akhirnya memanfaatkan dunia lain untuk kepentingan dan keuntungan mereka.d. Bedah Kesaksian

Pitoko sebenarnya berniat baik. Bahkan sebenarnya sudah berusaha selektif memilih ilmu yang akan dipelajarinya. Pilihan dia jatuh kepada ilmu yang berembel-embelkan tauhid. Memang ini label yang sangat menyesatkan masyarakat Indonesia yang sangat tipis keilmuwan Islamnya. Untuk menggaet masyarakat tipe Pitoko yang berhati-hati agar tidak terjerumus, para penyebar kesyirikan memanfaatkan kata-kata sejenis. Seperti ilmu hikmah, karamah, tauhid dan sebagainya.
Dari sinilah kita bisa menagmbil dua pelajaran penting. Pertama, perkataan Ibnu Mas,ud radhiallahu, “Betapa banyak orang yang berniat mencari kebenaran tetapi tidak sampai kepada kebenaran itu”.
Maka dari itu, niat baik saja tidak cukup. Dan kebenaran tidak bisa diukur dengan perasaan belaka. Niat baik seperti yang dimiliki pitoko dalam rangka mencari keilmuwan Islam yang benar ternyata terbentur dukun. Awalnya ia sangat yakin dengan ilmu barunya itu. Apalagi banyak dzikir yang harus di rapal dan ibadah yang menjadi semakin rajin. Ini menambah keyakinan akan benarnya ilmu tersebut. Dia pun mulai mempunyai ilmu linuwih bisa mengobati. Tetapi dengan hidayah Allah, Pitoko mulai terganggu dengan ilmunya itu. Yang menunjukkan bahwa ilmu tersebut tidak benar, walaupun di awalnya nampak sangat benar dan istimewa.
Kedua, pentingnya memperdalam ilmu aqidah. Aqidah adalah ilmu terpenting dalam Islam. Karena ini berhubungan dengan masalah identitas kemusliman yang bisa tanggal sewaktu-waktu. Berhubungan dengan kisah Pitoko, masalah label tauhid bisa saja di catat para dukun. Demikian juga label positif yang lainnya. Yang penting adalah isinya. Jika labelnya madu tetapi isinya racun, maka tetap saja jangan di minum. Begitulah. Disinilah pentingnya ilmu agar tidak sesat. Untuk itulah buat syetan lebih mudah menyesatkan orang yang ahli ibadah tanpa ilmu daripada seorang ahli ilmu.
Penyesatan umat islam bisa sukses ketika umat ini bodoh. Kesaktian sihir seperti yang dipertontonkan para guru Pitoko bisa dikemas dan dipasarkan dengan label ilmu walisongo. Pitoko dan teman-temannya yang telah terbius dengan kata-kata tauhid itu, tetap menuruti perintah tidak logis untuk menelan pilor gir sepeda.
Pitoko mulai menyadari bahwa ilmu tersebut tidak benar, setelah dia mulai mendapati bisikan-bisikan dalam hatinya. Hatinya mulai bergolak oleh hidayah Allah yang mulai menyerapi setiap sisi hatinya. Bisikan yang selalu muncul ketika dia mengesakan Allah dalam dzikirnya.
Maka bisikan syetan selalu bermunculan dua dampak berbahaya. Kalau tidak menyesatkan pasti menyengsarakan. Atau menyesatkan dan sekaligus menyengsarakan.
Bisikan dalam hati Pitoko, ‘Anallah.. Anallah…(saya Allah, saya Allah)” adalah jelas-jelas bisikan syetan yang berusaha untuk meyakinkan akan keberadaan tuhan dalam dirinya. Syetan itu telah mengaku sebagai Allah. Pendusta besar itu berusaha menyeret Pitoko untuk meyakini sebuah kesesatan.
Bisa jadi apa yang diyakini Pitoko benar bahwa keyakinan wihdatul wujud (bersatunya tuhan dengan hamba) dalam dirinya mulai menyeruak. Dan ini didorong oleh jin yang telah bersarang dalam dirinya hasil pembelajaran ilmu sesatnya. Selama ini.
Bentuk penyesatan lainnya adalah, ketika Pitoko memutuskan untuk keluar dari kelompok ilmu tersebut dan menolak semua iming-iming kehebatan dari berbagai guru kesesatan yang di jumpai berikutnya, jin yang ada dalam dirinya mendorongnya kepada kesesatan yang lain. Yaitu berani meninggalkan perintah wajib bagi setiap muslim shalat. Pitoko diseret agar keluar dari Islam dengan cara membuatnya biasa ketika tidak melaksanakan perintah shalat wajib.
Dan memang begitulah, bisikan syetan membuat seseorang tersesat. Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Hibban dari Aisyah radhiallahuanha, Rasulullah bersabda, “syetan tidak akan tinggal diam (untuk terus menganggu) salah seorang diantara kalian. Maka dia akan membisikkan pertanyaan, ‘siapakah yang menciptakan langit dan bumi?’ kemudian orang itu menjawab, ‘Allah’ syetan bertanya lagi, ‘Siapakah yang mencitakan dirimu?’ ‘Allah’ maka syetan kemudian bertanya, ‘siapakah yang menciptakan Allah?’. Maka jika salah seorang diantara kalian merasakan bisikan itu katakan, ‘Aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya’.
Bisikan syetan dimulai dari memunculkan keraguan dalam hati kita. Kemudian menganggap dosa menjadi biasa dan akhirnya dengan sadar berani mengucapkan atau melakukan perbuatan kufur. Bisikan syetan memang menyesatkan.
Selain menyesatkan, bisikan syetan juga menyengsarakan. Walaupun awalnya bisikan-bisikan itu terkesan membantu. Bahkan seakan orang yang dibantu jin dengan bisikan menjadi orang sakti yang tahu sebelum diberi tahu atau terjadi. Tetapi dengarlah pengakuan jujur Pitoko, “Meski saya akui, saya sering terkecoh oleh bisikan-bisikan itu saat menangani suatu kasus”.
Itulah sesungguhnya keadaan orang yang memelihara jin pertamanya terkesan membantu, tetapi yakinlah kasus Pitoko akan selalu terulang pada diri setiap orang yang mau mendengarkan bisikan jin. Pitoko yang biasanya mengambil keputusan yang berhubungan dengan pekerjaan beratnya dengan berdasarka pada bisikan itu. Kasus yang menurut bisikan baik untuk diambil, ternyata begitu diambil kasusnya ruwet, menegangkan dan tidak putus-putus, hanya menguras tenaga dan perasaannya saja.
Wajar saja hal itu terjadi, karena syetan itu seperti yang digambarkan Nabi, “Dia adalah pendusta besar”. Adapun bisikan-bisikan diawal yang selalu jitu adalah jebakan maut agar orang itu mau terus memakainya dan mau tunduk kepada jin itu.
Untuk itulah dalam Islam tidak ada kata kerjasama dengan jin (lihat QS. Al-Jin;06). Sangatlah lemah dalih boleh karena jinnya muslim. Karena keislamannya sangat tidak bisa dibuktikan, apalagi jin adalah pendusta besar. Jin yang bisa mengucap syahadat atau kalimat thayyibah sering di jadikan alasan bahwa itu adalah tanda keislamannya. Padahal seperti halnya manusia, bandit atau musuh Islam sekalipun bisa dengan mudah mengucapkan kalimat syahadat dan kalimat thayyibah. Pengakuan jin banyak ketidak jelasan dan ketidakbenarannya, yang jelas-jelas benar bahwa dia pendusta besar. (Diambil dari Majalah Ghoib Edisi 26 Th.2/19 Sya’ban 1425 H/4 Oktober 2004 M)

Filed under: KESAKSIAN PARA PRAKTISI ILMU METAFISIKA

 

http://metafisis.wordpress.com/2010/01/23/pertobatan-seorang-praktisi-tenaga-dalam-dan-ilmu-ghoib-2/

%d blogger menyukai ini: