• Blog Stats

    • 41,468,046 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

Izinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran

Jemarinya blm berhak untuk kau genggam.. Suara lemah lembutnya blm berhak engkau nikmati.. Wajahnya blm berhak terlalu lama engkau pandangi… Lalu kapankah tiba saatnya dia yg engkau cinta menjadi hakmu sepenuhnya? Saat itu ialah ketika engkau telah berjanji atas nama Allah menjadi sepasang suami istri, disaksikan kerabat serta malaikat. Saat itulah saat dimana yg sbelumnya diharamkan menjadi terhalalkan.

*Ameera Afya*

 

=====================

Santri : “Pak Ustadz, bagaimana menurut pak Ustadz tentang poligami?”
Ustadz : “ooo kalau poligami, sudah dari dulu istri saya mendorong-dorong saya”
Santri-santri : “Subhanallah….”
Ustadz : “ya tapi dorong-dorongnya dari depan🙂 ”

http://www.facebook.com/pages/SMS-Dakwah-Al-Hijaz/170884229609580

Seorang mu’min tidak akan hancur karena kesusahan dan tidak akan kufur karena kenikmatan. Hanya orang-orang berimanlah yang bisa melewati ujian-ujian berat dengan tetap tegar, dan mereka selalu bersyukur atas apa-apa yang diterimanya baik kenikmatan maupun ujian yang buruk serta selalu berharap ganjaran yang baik dari musibahnya itu.

Yang mendatangkan kenikmatan dan kesedihan hanyalah Allah, Jadi, mengadulah segala keresahan dalam hidup kpd Allah, mengadulah segala kesusahan dan kesedihan yg menimpa kpd Allah karena hanya Dialah tempat untuk mengadu, hanya kpd Dialah tempat mengadu segala persoalan hidup yg dihadapi. Dialah yg mendatangkan dan kepada Dialah tempat utk kembali. Allah Maha Besar lagi Maha Mengetahui.

Hadapilah takdir Allah dengan ikhlas, bukan dengan bersedih dan gelisah, apalagi marah. Karena takdir Allah pasti terjadi. Berprasangka baik kepada Allah terutama dalam takdirnya, Kita harus pandai menyikapi hikmah dibalik semua keputusan Allah.
Sabar, usaha, doa, tawakkal dan nantikan jalan keluarnya

Perjalanan hidup terkadang membawamu jatuh dlm berbagai kesulitan yg terasa begitu berat bagimu. Dadamu menjadi sesak. Bumi yg begitu luas terhampar menjadi sempit bagimu.
Jangan sampai keadaan ini membuat dirimu berputus asa..
Bersabarlah..
Ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dgn kesabaran. Jalan keluar beriringan dgn kesukaran. Dan sesudah kesulitan itu akan datang kemudahan

Orang yg cerdas hatinya, yg jernih pikirannya, yg yakin akan pertolongan Allah, yg sadar rahmat Allah itu luas, yg mengerti segalanya ada waktunya, maka ia tidak akan pernah merasa putus asa bila ditimpa kegagalan,keterpurukan, kesulitan hidup, kecemasan dan kegalauan yg melanda jiwa..
Justru ia akan berbaik sangka kpd Allah dengan terus berikhtiar lahir dan batin dan yakin Allah bersamanya utk menolongnya..

ALLAH SWT berfirman, ‘Dan mintalah pertolongan (kepada ALLAH) dengan sabar dan (mengerjakan) sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya..’ #QS. Al-Baqarah: 45🙂

Awali langkah dgn BISMILLAH. Maju dan temukan spirit yg hilang. Satu jiwa berjuta hikmah. Setiap langkah bermakna. Setiap huruf menjadi hidup, setiap kata menginspirasi jiwa, setiap kalimat bermanfaat, setiap paragraf membuka pemahaman yg lengkap, setiap judul menggugah ide utk muncul, dan gagasan mencerahkan. Iqra’ bismirabbikalladzi khalaq “bacalah dgn menyebut nama Tuhanmu yg menciptakan.

Manusia yang hidupnya tidak ada Al-qur’an di dalam hatinya adalah bangkai-bangkai berjalan dan penduduk kuburan yang berkeliaran. (Ust.Bachtiar Nasir)==

http://www.facebook.com/RKIINSPIRATIF

utamakanlah sholat lima waktu.
Jika demi cinta, gunung kan kau daki dan laut kan kau sebrangi.
maka demi Alloh, masjid harus didatangi, kewajiban harus ditunaikan, sholat harus didirikan…! Mari kita menuju kemenangan dunia dan Akherat dengan selalu menjaga sholat di awal waktunya…!

Sebanyak apapun, sebaik apapun amalnya. jika sholat lima waktu di tinggalkan, maka sia-sia lah amalnya. bagai menimba air dengan ember bocor…!

http://www.facebook.com/pages/SMS-Dakwah-Al-Hijaz/170884229609580

 

 

8 Tanggapan

  1. Dunia akan terasa lebih indah apabila kita mempunyai teman yang berhati mulia, bening laksana mutiara..

    Teman yang selalu memberikan motivasi, ikhlas memberikan nasehat, mengajak berbuat baik, melarang berbuat maksiat, suka berbagi ilmu, menjaga rahasia, menutupi aib, menginginkan kebaikan untuk kita seperti menginginkan kebaikan untuk dirinya sendiri..

    Abul Qa’qa’ mengatakan; “Seseorang harus mencari kawan yang shalih, rajin dan suka menasehati, agar (ia) selalu bisa bersamanya pada sebagian besar waktunya, saling memotivasi dalam belajar dan saling menguatkan semangat sesamanya, mengingatkannya bila ia salah, dan mendukungnya bila ia benar dan mengevaluasi apa yang telah ia hafal, baca, diskusikan, dan kaji tentang sebuah permasalahan dengan selalu bersama-sama.”

    Seseorang bertanya: “kepada siapa kami harus bergaul, wahai Syaikh?” Sufyan Ats Tsauri menjawab: “Dengan orang-orang yang senantiasa mengingatkanmu untuk berdzikir kepada Allah, dengan orang-orang yang membuatmu gemar beramal untuk akhirat. Dan, dengan orang-orang yang akan menambah ilmumu ketika kamu berbicara kepadanya.”

    Bergaul dengan orang saleh merupakan keutamaan, sedangkan mengikuti jejak langkah mereka adalah suatu kewajiban. (Khalifah Ustman).

    Janganlah engkau melibatkan diri dlm hal yg tidak bermanfaat bagimu. Hindarilah musuhmu dan hati-hatilah dalam berteman kecuali dengan orang yang terpercaya. Tidak ada orang yang terpercaya kecuali orang yang takut kepada Allah. Janganlah berteman dgn orang jahat karena engkau akan terpengaruh menjadi jahat. Dan musyawarahkan urusanmu hnya dgn orang-orang yg takut kepada Allah. (Umar bin Khotob)

    Sebaik2 teman adalah yg berkata pd temannya: AYO KITA PUASA SEBELUM KITA MATI. Dan seburuk2 teman adalah yg berkata pd temannya: AYO KITA MAKAN DAN MINUM SEBELUM KITA MATI. (hilyatul auliya)

    Waspadalah dari kawan yang buruk, yaitu kawan yg jika engkau ingin dekat dgn Allah maka dia tak dapat membantumu, dan jika engkau melupakan Allah maka dia tak mau mengingatkanmu.

    Banyak bergaul dgn orang2 sholeh adalah obat bagi penyakit hati. Sedangkan banyak bergaul dgn orang2 rusak adalah sumber penyakit hati. Maka berhati2lah dlm memilih teman dekat, dan selektiflah dlm bergaul. Menyendiri lbh baik daripada bergaul dgn orang2 yg buruk/jahat, dan bergaul dgn orang2 baik lbh baik drpd menyendiri. Rasulullah berkata: Seseorang akan mengikuti agama teman dktnya. (HR ABU DAWUD)

    “Sebaik-baik hamba Allah adalah orang yang jika dilihat (menjadi perhatian) disebutlah nama Allah, dan seburuk-buruk hamba Allah adalah orang yang berjalan dengan mengadu domba, memecah belah antara orang-orang yang saling cinta, dan senang untuk membuat susah orang-orang yang baik.” (HR. Ahmad 4/227, periksa juga kitab “Hashaid al-Alsun” hal. 68)

    Sahabatmu yang menasehatimu adalah sahabat yang sayang padamu sehingga ingin kebaikan bagimu, adapun sahabat yang membiarkanmu dalam kesalahan tanpa menasehatimu adalah sahabat yang telah menipumu.

    Imam Ibn Qudamah menjelaskan dalam kitab Mukhtasar Minhajul Qashidin, bahwa ada empat kriteria yang patut menjadi pedoman dalam memilih teman.
    [1]. Aqidahnya benar.
    [2]. Akhlaqnya baik.
    [3]. Bukan dengan orang yang tolol atau bodoh dalam hal berprilaku. Karena dapat menimbulkan mudharat.
    [4]. Bukan dengan orang yang ambisius terhadap dunia atau bukan orang yang materialistis.

    Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka.

    (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

    http://www.facebook.com/pages/Izinkan-Aku-Menikah-Tanpa-Pacaran/124803064261837

  2. Maksiat…?! Boleh-boleh aja..Asalll….!!!Penuhi dulu syaratnya…!

    Suatu ketika seorang lelaki mendatangi Ibrohim bin Ad-ham… ia mengatakan: “Wahai Abu Ishaq (panggilan kesayangan Ibrohim)! Sungguh, aku ini orang yang terlalu menuruti hawa nafsuku, maka ku mohon berikan aku nasihat yang dapat mencegah dan menyelamatkan hatiku!

    Maka Ibrohim mengatakan: “Jika kamu setuju dan mampu menerapkan lima perkara ini, maka kemaksiatan tidak lagi membahayakanmu, dan kenikmatan tidak lagi menjerumuskanmu”.

    Lelaki itu mengatakan: “Wahai Abu Ishaq, Sebutkanlah lima perkara itu!”
    Ibrohim mengatakan: “Yang pertama: Jika kamu ingin melakukan maksiat kepada Alloh azza wajall, maka janganlah makan dari rizki-Nya!”

    Maka lelaki itu mengatakan: “Lantas dari mana aku akan makan, sedang semua yang ada di bumi ini termasuk rizki-Nya?!”

    Ibrohim menimpali: “Jika demikian, Apakah pantas kamu makan dari rizki-Nya, lalu kamu melakukan maksiat pada-Nya?!”

    Lelaki itu mengatakan: “Tentunya tidak… Sebutkanlah yang kedua!”

    Ibrohim mengatakan: “Jika kamu ingin bermaksiat pada-Nya, maka jangan menempati negeri milik-Nya!”

    Maka lelaki itu mengatakan: “Ini malah lebih berat dari yang pertama… Jika semua negeri dari timur sampai barat itu milik-Nya, lantas dimana aku akan bertempat?!”

    Ibrohim menimpali: “Jika demikian, Apakah pantas kamu makan dari rizki-Nya dan menempati negeri milik-Nya, lalu kamu melakukan maksiat pada-Nya?!”

    Lelaki itu mengatakan: “Tentunya tidak… Sebutkanlah yang ketiga!”

    Ibrohim mengatakan: “Jika kamu ingin bermaksiat pada-Nya, sedang kamu mendapat rizki dari-Nya dan menempati negeri milik-Nya, maka carilah tempat yang tidak bisa terlihat oleh-Nya, lalu lakukanlah maksiat di tempat itu!”

    Maka lelaki itu mengatakan: “Wahai Ibrohim, bagaimana ini mungkin, sedang Dia bisa melihat apapun yang tersembunyi?!”

    Ibrohim menimpali: “Jika demikian, apakah pantas kamu makan dari rizki-Nya, dan menempati negeri milik-Nya, kemudian kamu melakukan maksiat kepada-Nya padahal Dia melihatmu dan semua gerak-gerikmu?!”.

    Lelaki itu menjawab: “Tentunya tidak… Sebutkanlah yang keempat!”

    Ibrohim mengatakan: “Jika nanti datang Malaikat Kematian untuk mencabut nyawamu, maka katakan padanya: ‘Tanggguhkanlah kematianku, sehingga aku bisa menjalani taubat nasuha dan melakukan amalan-amalan yang baik’!”

    Maka lelaki itu mengatakan: “Ia takkan menuruti permintaanku”

    Ibrohim menimpali: “Jika kamu tidak mampu menolak kematian untuk bertaubat, dan kamu tahu bahwa jika datang kematian maka tidak mungkin lagi ditangguhkan, lantas bagaimana kamu akan menyelamatkan diri?!”

    Lelaki itu mengatakan: “Sebutkanlah yang kelima!”

    Ibrohim mengatakan: “Jika Malaikat Zabaniyah nanti datang untuk menggiringmu ke Neraka, maka jangan mau pergi bersamanya!”

    Lelaki itu mengatakan: “Mereka tidak akan membiarkan dan mendengarkan ucapanku”

    Ibrohim menimpali: “Lantas bagaimana kamu mengharapkan keselamatan?!”

    Maka lelaki itu mengatakan: “Wahai Ibrohim, cukup… cukup… Aku sekarang mohon ampun dan bertaubat kepada-Nya”

    Akhirnya lelaki itu selalu menemani Ibrohim dalam ibadah, hingga kematian memisahkan keduanya…

    (Diterjemahkan oleh: Abu Abdillah Addariny, dari Kitab at-Tawwaabiin, karya al-Muwaffaq Ibnu Qudamah al-Maqdisi, hal: 285-286)

    http://www.facebook.com/pages/SMS-Dakwah-Al-Hijaz/170884229609580

  3. Ikhwannuna (saudara2 kami) …Jangan BIARKAN amarah menguasai hatimu, hingga membuat orang yg mencintaimu menjauhi dirimu….Jangan BIARKAN kebencian memenjarakan dirimu, hingga membuat hilang sifat kasih sayangmu…dan jangan BIARKAN harapan yg melambung tinggi, membuat kehilangan keikhlasan akan kuasa Tuhanmu….Allahu Akbar 3x

    Ikhwannuna (saudara2 kami)… Jika ingin melihat kebaikan hatimu…Lihatlah bagaimana dirimu memperlakukan orang yg telah menyakiti hatimu… .Dan Jika ingin melihat keikhlasan didalam jiwamu…Perhatikanlah cara dirimu memaafkan orang yg telah menghancurkan semua mimpi-mimpimu…

    Ikhwannuna…jangan biarkan kelamnya masa lalumu merampas hak masa depanmu…dan jangan biarkan kekecewaaanmu menghapus senyum indah diwajahmu…Allahu Akbar 3x

    Ikhwannuna…APA yang kau dapat dengan melampiaskan semua amarahmu ???…APA yang kau dapatkan dengan menumpahkan semua kekecewaaanmu???….NOTHING…Kecuali kebencian yang semakin berakar dan dalam…BELAJAR IKHLAS & MEMAAFKAN…Allahu Akbar 3x

    Ikhwanuna…STOP CENGENG kalau cuma karena gagal cinta…BERHENTI MENANGIS kalau cuma karena dikhianati rasa…HENTIKAN semua air mata kalau hanya tak berhasil meraih asa…MENANGISlah karena semua dosa…MENANGISLAH atas semangat yg tak lagi ada…NANGISLAH apabila Allah telah hilang dihati kita…ALLAHU AKBAR 3x

    Ikhwanuna…Saat Airmata tak mampu menghapus rasa sedihmu…Jika keluh kesahmu tak juga mampu menghilangkan gundahnya jiwamu…Lepaskanlah semuanya melalui panjangnya sujudmu..Panjangnya doamu…dan panjangnya harapanmu…Agar kelak biarlah Allah yang menjadi penghibur didalam nuranimu…Allahu Akbar 3x

    Ikhwanuna…Say good bye dengan semua kesedihanmu dimasa lalu…Say good bye, jika tahun lalu kebencian n kekecewaan menyelimuti hatimu…But Today, BERJANJILAH pada nuranimu, untuk mengubur semua kenangan buruk itu, mengikhlaskan kesalahan yg telah lalu & jadikan pelajaran untk mewujudkan semua mimpi & asamu…Allahu Akbar 3x

    Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al-A’raf [7]: 96)

    Ikhwannuna….Jangan berhenti berharap, meminta & berdo’a…walau telah 100 hari meminta…Karena bisa jadi pada hari 101. Allah SWT mengabulkan semua harapan kita…Kesabaran & Keyakinan menjadi kunci dikabulkannya semua harapan yang ada…Allahu Akbar 3x

    Ikhwahnuna…Sesungguhnya benar bahwa kita tidak akan tahu betapa berartinya apa yang kita miliki hari ini…Sampai akhirnya kita kehilangannya….BERSYUKURLAH atas apa yang telah diberikan-Nya…Karena Allah tahu yang terbaik untuk hambaNya…Allahu Akbar 3x

    Ikhwahnuna…Kesabaran terbukti saat sakit hati mendatanginya…Kelembutan baru tampak saat amarah memancingnya…Keikhlasan baru terjawab saat bersedia memaafkan semua kesalahannya…Dan syurga baru layak untuk kita saat sifat kasih sayang tak hilang dari jiwa kita…Allahu Akbar 3x

    Ikhwannuna…Musibah terbesar sesungguhnya adalah bukan kehilangan harta benda, istri, suami, orang tua,anak ata bahkan orang yg sangat…sangat kita cintai…NAMUN musibah terbesar sesungghnya adalah ketika kita kehilangan KESABARAN n KEIHKLASAN dalam menerima semua ujianNya…Allahu Akbar 3x

    Ikhwannuna…jika masalah yang menghimpit kita membuat kita resah…jika problema yang menghinggapi menjadikan kita gelisah…PASTI, cuma satu sebabnya…karena kita tak cukup memiliki ILMU kesabaran dan keikhlasan kepada sang Pencipta…Allahu Akbar 3x

    Ikhwannuna…Hidup harus berlanjut, Walau tampak sulit…JANGAN MUNDUR walau mimpi masih belum terukur…JANGAN SEDIH meski kegagalan terus menghantui…JANGAN MATI sebelum melakukan perubahan diri…LEBIH BAIK…LEBIH SABAR…LEBIH LEMBUT…LEBIH IKHLAS….Allahu Akbar 3x

    Rezeki, tidak hanya materi. Bahkan materi hanya bagian kecil dari rezeki. Rezeki paling besar adalah keimanan yang kokoh, rajin ibadah kepada Allah, keistiqomahan ditengah ujian, kecintaan dan kedekatan kepada Allah, inilah rezeki yang menyelamatkan di dunia dan di akhirat yang kekal. Inilah sebaik baik rezeki. Semoga Allah menambahkan keimanan didalam dada dada kita.

    Bersedih boleh, tapi jangan TERLALU lama…Menangis silahkan, namun jangan biarkan bersama keluh kesahnya…Kecewa wajar, tapi jangan biarkan rusak masa depan…HIDUP adalah ujian diantara sedih – Bahagia, kecewa – rasa suka, Menangis & Tertawa…DAN yang besar diantara kita, yang terdiam sejenak dari air mata lalu tersenyum mengejar semua asanya. http://www.facebook.com/pages/Izinkan-Aku-Menikah-Tanpa-Pacaran/124803064261837

  4. SURAT UNTUK ISTRIKU

    Sudah delapan bulan lebih sejak ku ucapkan qabul atas ijab pernikahan kita. Aku masih ingat sekali, hari itu aku perlu sapu tangan ekstra tebal untuk mengatasi keringat dan menyiasati rasa gugup. Detik-detik saat aku duduk dikelilingi Bapak imam, ayahmu dan dua orang saksi. Aku memang luar biasa gugup saat itu. Kamu tidak tahu, istriku. Tidak juga orang-orang di sekelilingku. Mungkin kamu juga gugup di dalam kamar menanti akad nikah kita. Dalam hati aku bahkan bertanya-tanya seperti apa rupamu di dalam sana. Yang bisa aku ingat sekuat ingatanku hanya senyummu. Senyum yang kau tunjukkan sambil tertunduk pertama kalinya kita bertemu tidak lebih dari 5 menit sebulan sebelumnya. Alhamdulillah akad nikah hari itu berlangsung lancar. Sesaat setelahnya kita akhirnya bertemu lagi. Kuusap keningmu sambil berdoa, dan untuk pertama kalinya kita berdiri sholat berjamaah di dalam kamar, sementara undangan menunggu acara makan di luar. Aku imamnya, kamu makmumnya.

    Awalnya aku ragu, jujur saja. Bagaimana mungkin aku memutuskan hidup bersama orang yang baru aku kenal seumur jagung hanya berbekal informasi dari orang-orang tentangmu. Tapi kamu akhirnya mematahkan keraguanku tanpa kecuali. Mereka salah tentang kamu yang sangat tertutup, sehingga tidak banyak yang mengenal kepribadianmu. Mereka salah tentang ketertinggalanmu dari hingar bingar tren. Mereka salah tentang kamu yang menurut mereka tidak akan sanggup mengimbangiku. Mereka salah karena mereka tidak tahu.

    Kamu tertutup karena memang begitulah seharusnya wanita terhormat bersikap. Tapi kamu sangat terbuka terhadap aku, suamimu. Kamu tidak ketinggalan dari glamor dan arus tren yang dianggap menjadi menu wajib masyarakat modern, yang benar kamu mendahuluinya karena kamu yang justru meninggalkannya. Kamu berhasil menjaga dirimu dengan sempurna lahir dan batin dari perkara-perkara yang tidak seharusnya kamu lakukan. Tidak kau biarkan orang selain mahrammu berhak atas dirimu, bahkan untuk memandangmu. Kamu berbeda dan kamu berhasil melakukukannya. Kini giliran aku yang melakukannya untukmu sekuat tenagaku. Menjagamu, istriku.

    Hari-hari berlalu dengan sangat indah sejak saat itu. Kamu memang berbeda. Tidak seperti mereka yang pernah aku kenal yang lebih mengenal dunia daripada dirinya sendiri. Kamu mengenal dirimu dengan sangat baik, hak-hakmu, kewajibanmu, posisimu. Kamu mengenal akhiratmu dengan baik sehingga kamu mengutamakannya, sama baiknya dengan mengenal duniamu sehingga kamu berhati-hati terhadapnya.

    Delapan bulan bukan waktu yang cukup untuk mengenalmu. Tadinya aku berpikir akan sulit bagiku untuk membingmu. Aku salah, karena aku yang belajar banyak darimu. Saat senang kamu yang mengingatkanku agar tidak jumawa. Saat sukar kamu yang mengajakku bersabar. Bahkan saat aku katakan aku mencintaimu lebih dari apapun, kamu hanya tersenyum. Dan dengan lemah lembut memintaku untuk tidak mencintaimu lebih besar dari kecintaanku pada Allah dan NabiNya. Kamu bilang itulah kenikmatan iman. Kamu ingat, kan? Ah, bodohnya aku ini di hadapanmu. Aku malu padamu, istriku. Lalu bagaimana mungkin aku membenarkan mereka yang mengatakan kamu tidak akan sanggup mengimbangiku?

    Hari ini delapan bulan lebih sudah kita bersama. Di dalam perutmu bahkan sudah ada calon bayi kita. 6 bulan sudah usia kandunganmu. Anugerah sekaligus amanah yang luar biasa besar. Insya Allah Ramadhan tahun ini akan sangat meriah buat kita, istriku. Akan ada aku, kamu dan anak kita dengan izin Allah.

    Teruslah seperti ini, istriku. Menjadi perhiasan terindah untukku. Akan kujaga sebaik-baiknya. Kupertanggung jawabkan sebenar-benarnya. Tapi bantu aku, ya. Jangan biarkan aku lalai dari kewajibanku padamu dan pada Allah tuhan kita.

    Suamimu.

    sumber: catatan group FB
    RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF

  5. Surat dari Jodohmu

    Aku ingin mengenalmu dengan sempurna
    Tanpa penjajakan yang saat ini sedang marak orang lain lakukan. Cukuplah aku mengenalmu melalui ustadz, keluarga, ataupun lingkungan dakwah yang kita lalui bersama. Sejatinya aku tak akan pernah bisa mengenalmu, karena pernikahan adalah proses pengenalan yang berkesinambungan. Pernikahan bukanlah akhir tujuan perkenalan, namun awal sesungguhnya dari perkenalan. Aku memang tak mengenalmu, namun aku akan berusaha mengenalmu semampuku, setelah kita telah dinyatakan halal untuk saling mengenal.

    Aku ingin melamarmu dengan sempurna
    Tanpa pertukaran cincin terlebih dahulu seperti yang orang lain bilang tunangan. Cukuplah aku mengenalkan diri dan keluargaku pada keluargamu. Hingga tercipta keharmonisan awal yang sejatinya tercipta karena menghormati kesucian pernikahan. Aku memang tak sanggup memberikan banyak harta untuk melamarmu, namun di jalan dakwah yang akan ku jalani denganmu, aku berjanji untuk berusaha mencari harta semampu kita. Harta yang halal untuk kita pakai bersama.

    Aku ingin menikahimu dengan sempurna
    Tanpa terlalu banyak kemeriahan yang mendekati kenikmatan dunia. Cukuplah rasa bahagia yang menyelimuti keluarga, sanak saudara, beberapa kolega, serta kita berdua khususnya, menjadi keriangan tersendiri dalam haru yang tercipta karena telah sah-nya untuk menjalani biduk rumah tangga. Aku memang tak mampu untuk memberikan kebahagiaan berlimpah di hari pernikahan kita, namun aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia di hari-hari pernikahan kita nantinya. Sejatinya pernikahan bukanlah akhir dari perjalanan hidup kita, namun gerbang awal untuk membuka salah satu jalan menuju ridha-Nya.

    Aku ingin mencintaimu dengan sempurna
    Tanpa banyak kata yang membalut kebohongan belaka. Cukuplah rayuan dan candaan ringan untuk menghiasi pernikahan kita. Aku memang tak pandai merangkai kata romantis untuk selalu menyenangkanmu, namun aku tahu bagaimana memposisikan kedudukanmu. Kau bukan berada di atas kepala hingga selalu haus akan sanjung puja, bukan pula berada di bawah kaki untuk diinjak dan dihina. Kau adalah tulang rusuk kiriku, dekat dihatiku untuk selalu kucinta. Aku tidak berani berjanji untuk mencintaimu sepenuhnya, namun aku berani berjanji untuk selalu belajar mencintaimu sepenuhnya. Cinta sejati yang membuat kita semakin mencintai-Nya.

    Aku ingin hidup bersamamu dengan sempurna
    Tanpa banyak terpengaruh hal-hal yang menimbulkan perselisihan antara kita berdua. Cukuplah atas nama Allah segala tingkah polah kita, disertai Al-Qur’an penerang jalan hidup kita, dan Al-Hadits pengiring liku hidup kita. Aku memang tak bisa membuatmu bahagia selalu, namun aku berjanji untuk selalu ada dalam setiap suasana dan kondisi perasaanmu. Aku ingin menyediakan pundak dalam kesedihanmu, menjadi obat penenang dalam kegundahanmu, serta melebarkan pangkuan di saat kelemahanmu.

    Aku ingin memperoleh keturunan darimu dengan sempurna
    Tanpa ego yang menaungi diri masing-masing, kita berdua membicarakan persetujuan dalam perencanaan. Cukuplah kita berdua yang tahu akan keinginan dan kemampuan kita. Melaluimu, terlahirlah para jundi kecil pelengkap hidup kita. Yang menjadikanku pondasi bangunan pemikiran mereka, serta menjadikanmu madrasah berilmu yang tak ada habis-habisnya. Kita ciptakan generasi terbaik bangsa yang kan mengukir sejarah peradaban, setidaknya yang kan mampu membuat kita bangga, karena telah memiliki penerus dakwah seperti mereka.

    Aku tak sempurna. Kau pun tak sempurna. Ketidaksempurnaanmu menjadi pelengkap ketidaksempurnaanku, hingga kita terlihat sempurna, meski hanya bagi kita berdua. Biarlah Allah yang Maha sempurna, yang berhak menilai kesempurnaan kita.

    sumber: catatan group FB
    RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF

  6. SURAT UNTUK SUAMIKU

    Suamiku,

    Tahukah kenapa aku sangat menyayangimu?
    Dimulai di hari ketika kau menikahiku
    Allah sungguh telah menunjukkan kuasa terbesarNya kepadaku
    Semua terasa indah,
    Hidup terasa lengkap,
    Ibadah pun menjadi terasa semakin nikmat

    Dan kau,
    Kau adalah kekasih seperti yang kusuka
    Kau adalah teman seperti yang selalu ingin kupunya
    Kau adalah imamku yang sangat dekat dan perasa
    My heart is full of endless gratitude
    That you are the one who guide me thru

    Dimataku, kita lah pasangan romantis
    Seumur pernikahan kita, hanya sekali kau ulurkan bunga
    Itu pun kusambut dengan tawa
    “Konyol sekali” kataku waktu itu
    Atau ketika sekali kuatur sebuah suasana di peraduan kita
    Dengan temaram lilin
    Persis seperti tips di majalah wanita yang kubaca
    “Mati lampu ya?” kau malah bertanya
    Ketidakromantisan kita menurut si majalah wanita
    Menurutku justru hal yang paling romantis tentang kita

    Dimataku, kita juga pasangan yang selaras
    Lihat saja, kau selalu tertidur ketika kuajak nonton film drama bersama-sama
    Terkadang aku menghabiskan terlalu banyak waktu berdandan dan kau hanya bilang itu “nggak penting”
    Kau juga sering bilang aku sangat cerewet sampai bikin pusing
    Tetapi binar matamu yang gemas ketika mengatakannya
    Entah kenapa, membuatku merasa menjadi wanita tercantik didunia

    Dan lihatlah anak-anak kita,
    Melihat bagaimana mereka menghabiskan waktu bersamamu
    Jelas sekali kau adalah idola bagi mereka
    Pahlawan dalam keluarga yang akan selalu ada
    Selalu menebarkan ceria dan teriakan-teriakan suka

    Sekusut apapun rautmu ketika sepulang bekerja
    Aku yakin anak-anak kita tak pernah merasakannya
    Yang paling kusuka adalah ketika bersamamu aku bisa menjadi diriku sendiri
    Bebas bercerita tentang apa saja
    Bebas mencurahkan pikiran dan rasa dengan cara apa saja
    Bebas mengeluarkan kebiasaan-kebiasaan konyol dan kau masih tetap cinta
    Tak pernah sedetikpun aku merasa harus bersusah payah atau menjadi orang lain untuk kaucinta
    Akulah istri yang paling beruntung didunia
    Karena kau mencintaiku apa adanya

    Dalam bimbinganmu kurasakan nikmat Allah yang tak terkira
    Di lenganmu kutemukan tempat bersandar yang paling kusuka
    Di hatimu kutemukan kehangatan cinta yang paling nyata

    Suamiku,
    Kaulah temanku didunia… semoga di akherat pula

    sumber: catatan group FB
    RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF

  7. *** Indahnya Ta’Aruf Secara Islami ***

    Sengaja kugoreskan tulisan ini, kado untuk teman-teman FB ku yang sedang ta’aruf, atau yang akan melakukan ta’aruf secara Islami. Juga bagi pasangan yang sudah pernah melakukan ta’aruf Islami,kado tulisan ini kupersembahkan sebagai kenang-kenangan yang terindah yang pernah dilalui dahulu. Kudoakan semoga Allah SWT selalu memudahkan dan melancarkan ta’aruf Islami yang sedang atau akan berlangsung. Bagi pasangan yang sudah melakukan ta’aruf Islami, semoga langgeng pernikahannya, hingga kematianlah yang memisahkan kita dari pasangan kita. Aamiin

    Bagi setiap aktivis da’wah, yang sudah memilih da’wah sebagai jalan hidupnya, tentunya harus memiliki kepribadian Islamiyyah yang berbeda dengan orang-orang yang belum tarbiyah tentunya. Salah satu akhlak (kepribadian Islami) yang harus dimiliki setiap ikhwan atau akhwat adalah ketika memilih menikah tanpa pacaran. Karena memang dalam Islam tidak ada konsep pacaran, dengan dalih apapun. Misalnya, ditemani orang tualah, ditemani kakak atau adiklah sehingga tidak berdua-duan. Semua sudah sangat jelas dalam Alqur’an surat Al Isra ayat 32 yang artinya ”Dan janganlah kamu mendekati zina ; (zina) itu sungguh perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”. Apalagi sudah menjadi fihtrah bagi setiap pria pasti memiliki rasa ketertarikan pada wanita begitu pula sebaliknya. Namun Islam memberikan panduan yang sangat jelas demi kebaikan ummatnya. Mampukah tiap diri kita menata semua, ya perasaan cinta, kasih sayang benar-benar sesuai dengan syari’ah? Dalam buku Manajemen Cinta karya Abdullah Nasih Ulwan, juga disebutkan, cinta juga harus dimanage dengan baik, terutama cinta pada Allah SWT, Rasulullah SAW, cinta terhadap orang-orang shalih dan beriman. Jadi tidak mengumbar cinta secara murahan atau bahkan melanggar syariat Allah SWT.

    Lalu bagaimanakah kiat-kita ta’aruf Islami yang benar agar nantinya tercipta rumah tangga sakinah mawaddah warohmah,:

    1.Melakukan Istikharoh dengan sekhusyu-khusyunya
    Setelah ikhwan mendapatkan data dan foto, lakukanlah istikharoh dengan sebaik-baiknya, agar Allah SWT memberikan jawaban yang terbaik. Dalam melakukan istikharoh ini, jangan ada kecenderungan dulu pada calon yang diberikan kepada kita. Tapi ikhlaskanlah semua hasilnya pada Allah SWT. Luruskan niat kita, bahwa kita menikah memang ingin benar-benar membentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah. Seseorang biasanya mendapatkan sesuatu sesuai dengan apa yang diniatkannya.

    2.Menentukan Jadwal Pertemuan (ta’aruf Islami)
    Setelah Ikhwan melakukan istikharoh dan adanya kemantapan hati, maka segerlah melaporkan pada Ustadz, lalu Ustadz pun memberikan data dan foto kepada Ustadzah (guru akhwat), dan memberikan data dan foto ikhwan tersebut kepada Akhwat. Biasanya akhwat yang memang sudah siap, Insya Allah setelah istikharoh juga segera melaporkan kepada Ustadzahnya. Lalu segeralah atur jadwal pertemuan ta’aruf tersebut. Bisa dilakukan di rumah Ustadzah akhwatnya. Memang idealnya kedua pembimbing juga hadir, sebagai tanda kasih sayang dan perhatian terhadap mutarabbi (murid-murid). Hendaknya jadwal pertemuan disesuaikan waktunya, agar semua bisa hadir, pilihlah hari Ahad, karena hari libur.

    3.Gali pertanyaan sedalam-dalamnya
    Setelah bertemu, hendaknya didampingi Ustadz dan Ustadzah, lalu saling bertanyalah sedalam-dalamnya, ya bisa mulai dari data pribadi, keluarga, hobi, penyakit yang diderita, visi dan misi tentang rumah tangga. Biasanya pada tahap ini, baik ikhwan maupun akhwat agak malu-malu dan grogi, maklum tidak mengenal sebelumnya. Tapi dengan berjalannya waktu, semua akan menjadi cair. Peran pembimbing juga sangat dibutuhkan untuk mencairkan suasana. Jadi tidak terlihat kaku dan terlalu serius. Dibutuhkan jiwa humoris, santai namun tetap serius.
    Silakan baik ikhwan maupun akhwat saling bertanya sedalam-dalamnya, jangan sungkan-sungkan, pada tahap ini. Biasanya pertanyaan-pertanyaan pun akan mengalir.

    4.Menentukan waktu ta’aruf dengan keluarga akhwat
    Setelah melakukan ta’aruf dan menggali pertanyaan-pertanyaan sedalam-dalamnya, dan pihak ikhwan merasakan adanya kecocokan visi dan misi dengan sang akhwat, maka ikhwan pun segera memutuskan untuk melakukan ta’aruf ke rumah akhwat, untuk berkenalan dengan keluarga besarnya. Ini pun sudah diketahui oleh Ustadz maupun Ustadzah dari kedua belah pihak. Jadi memang semua harus selalu dikomunikasikan, agar nantinya hasilnya juga baik. Jangan berjalan sendiri. Sebaiknya ketika datang bersilaturahim ke rumah akhwat, Ustadz pun mendampingi ikhwan sebagai rasa sayang seorang guru terhadap muridnya. Tetapi jika memang Ustadz sangat sibuk dan ada da’wah yang tidak bisa ditinggalkan, bisa saja ikhwan didampingi oleh teman pengajian lainnya. Namun ingat,ikhwan jangan datang seorang diri, untuk menghindarkan fitnah dan untuk membedakan dengan orang lain yang terkenal di masyarakat dengan istilah ’ngapel’ (pacaran).
    Hendaknya waktu ideal untuk silaturahim ke rumah akhwat pada sore hari, biasanya lebih santai. Tapi bisa saja diatur oleh kedua pihak, kapan waktu yang paling tepat untuk silaturahim tersebut.

    5.Keluarga Ikhwan pun boleh mengundang silaturahim akhwat ke rumahnya
    Dalam hal menikah tanpa pacaran, adalah wajar jika orang tua ikhwan ingin mengenal calon menantunya (akhwat). Maka sah-sah saja, jika orang tua ikhwan ingin berkenalan dengan akhwat (calon menantunya). Sebaiknya ketika datang ke rumah ikhwan, akhwat pun tidak sendirian, untuk menghindari terjadinya fitnah. Dalam hal ini bisa saja akhwat ditemani Ustadzahnya ataupun teman pengajiannya sebagai tanda perhatian dan kasih sayang pada mutarabbi.

    6.Menentukan Waktu Khitbah
    Setelah terjadinya silaturahim kedua belah pihak, dan sudah ada kecocokan visi dan misi dari ikhwan dan akhwat juga dengan keluarga besanya, maka jangalah berlama-lama. Segeralah tentukan kapan waktu untuk mengkhitbah akhwat. Jarak waktu antara ta’aruf dengan khitbah, sebaiknya tidak terlalu lama, karena takut menimbulkan fitnah.

    7.Tentukan waktu dan tempat pernikahan
    Pada prinsipnya semua hari dan bulan dalam Islam adalah baik. Jadi hindarkanlah mencari tanggal dan bulan baik, karena takut jatuh ke arah syirik. Lakukan pernikahan sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW, yaitu sederhana, mengundang anak yatim, memisahkan antara tamu pria dan wanita, pengantin wanita tidak bertabarruj (berdandan),makanan dan minuman juga tidak berlebihan.

    Semoga dengan menjalankan kiat-kiat ta’aruf secara Islami di atas, Insya Allah akan terbentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah…yang menjadi dambaan setiap keluarga muslim baik di dunia maupun di akhirat.

    Teriring doaku yang tulus kepada ikhwah dan akhwat fillah yang akan melangsungkan pernikahan kuucapkan ”Baarokallahu laka wa baaroka ’alaika wajama’a bainakumaa fii khoirin..

    Dan bagi sahabat-sahabatku yang belum menikah, teriring doa yang tulus dari hatiku, semoga Allah SWT memberikan jodoh yang terbaik untuk semua baik di dunia maupun di akhirat..Aamiin ya Robbal ’alamiin

    sumber: catatan group FB
    RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: