• Blog Stats

    • 41,446,916 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

MEROKOK ITU HARAM

Apakah Rokok Haram? (update!)

Syaikh Muhammad Bin Jamil Zainu

Rokok memang belum ada di masa Rosulullah Shallallohu ‘alaihi Wa Sallam. Namun Islam telah datang dengan membawa kaidah-kaidah yang umum yang mengharomkan setiap perkara yang membahayakan badan atau mengganggu orang lain atau merugikan harta. Berikut ini dalil-dalil tentang hukum rokok.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan Alloh menghalalkan bagi mereka semua perkara yang baik dan mengharomkan semua yang buruk.”(Al-A’rof:157). Rokok termasuk hal yang buruk yang memudharatkan lagi busuk baunya.

Allah pun berfirman (yang artinya): “Dan Janganlah kalian menjatuhkan diri sendiri dalam kebinasaan.”(Al Baqoroh:195). Rokok menimbulkan penyakit-penyakit yang membinasakan seperti kanker, TBC, dan lain-lain.

Allah juga berfrman (yang artinya):“Dan janganah kalian membunuh diri-diri kalian.”(An Nisaa:59). Rokok membunuh jiwa secara perlahan.

Allah berfirman tentang bahaya khamr (yang artinya): “Dan dosanya lebih besar daripada manfaatnya.”(Al Baqoroh:219). Bahaya rokok pun lebih besar dari manfaatnya, bahkan keseluruhannya merupakan kemudharatan.

Allah berfirman (yang artinya): “Dan janganlah engkau menghambur-hamburkan harta dengan boros, sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara setan.”(Al-Isro:26-27). Rokok adalah pemborosan dan penghambur-hamburan terhadap harta, termasuk amalan setan.

Rosululloh Shallalohu ‘alaihi Wa Sallam bersabda (yang artinya): “Tidak boleh ada kemudharatan, tidak boleh ada perbuatan memudharatkan.”(Shohih diriwayatkan Imam Ahmad). Rokok memudharatkan (membahayakan) penghisapnya, mengganggu orang-orang di sekitarnya dan memboroskan harta.

Beliau pun bersabda (yang artinya): “Dan Alloh membenci bila kalian membuang-buang harta.”(Mutaffaqun ‘Alaih). Rokok merupakan pembuang-buangan terhadap harta maka Alloh membencinya.

Sabda Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam (yang artinya), “Perumpamaan kawan duduk yang baik dengan kawan duduk yang jelek adalah adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup api tukang besi.”(Riwayat Bukhary-Muslim). Perokok adalah kawan duduk yang jelek yang meniup api.

Sabda Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam (yang artinya), “Barangsiapa yang meniup racun hingga mati maka racun tesebut akan berada di tangannya lalu dihirupkan selama-lamanya di neraka Jahannam.”(Riwayat Muslim). Rokok mengandung racun nikotin yang membunuh penghisapnya perlahan-lahan dan menyiksanya.

Sabda Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam (yang artinya), “Barangsiapa yang memakan bawang putih atau bawang merah, maka hendaknya menyingkir dari kita dan menyingkir dari masjid dan duduklah di rumahnya.”(Riwayat Bukhari-Muslim). Rokok lebih busuk baunya dari bawang putih maupun bawang merah.

Sebagian ahli fiqih mengharamkan rokok. Sedang yang tidak mengharamkannya belum melihat bahaya yang nyata yang ditimbulkan, seperti bahaya penyakit kanker. Apabila orang membayar uang 1 lira, kita pasti mengatakannya ia orang gila. Bagaimana orang yang membakar rokok yang harganya ratusan lira yang berakibat membahayakan dirinya dan orang-orang di sekitarnya? Dari semua hadits maupun ayat Al Qur’an tersebut di atas, maka jelas bahwa rokok termasuk diantara semua yang negatif yang membahayakan penghisapnya dan orang-orang di sekitarnya.

Apakah anda masih termasuk orang yang beragama dan berperasaan? Apabila rokokmu membuat orang terganggu dan mengotori udara, maka mengotori udara hukumnya haram sebagaimana mengotori air yang dapat membahayakan orang. Andaikata kita bertanya kepada orang yang merokok, apakah perbuatanmu (merokok) akan dimasukkan ke dalam amal baik atau amal buruk? Pasti ia menjawab bahwa rokoknya tersebut termasuk dalam amal buruk.

Memohonlah kamu agar kamu bisa meninggalkan rokok, karena barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan memberi pertolongan. Dan bersabarlah kamu, karena Allah bersama dengan orang-orang yang sabar.

Dinukil dari kitab “Risalah Taujihat Islamiyah”
Judul dalam edisi Indonesia “Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Masyarakat”
Penerbit Darul Khair, Jeddah

http://ghuroba.blogsome.com/2007/04/09/apakah-rokok-haram/

 

===========================

 

HARI GINI MASIH MEROKOK?? APA KATA DUNIA….???

A : “Kenapa kamu masih ngerokok? Apakah kamu tidak tahu hukumnya rokok?”

B : “Justru saya masih merokok karena tahu hukumnya.”

A : “Apa?”

B : “Yah tidak dilarang…berarti boleh atau maksimalnya makruh.”

A : “Ada dalil larangannya dalam Al Quran.”

B : “Mana dalilnya?”

A : “Allah berfirman yang artinya: ‘Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik, dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.’ (QS. Al A’raaf: 157).
Bukankah rokok itu buruk?”

B : “Rokok itu buruk kan menurut kamu. Kalo menurut saya baik, jadi boleh. Karena kalo saya tidak merokok, kepala saya dan tubuh saya pusing. Lagipula saya bisa membantu para petani tembakau dengan membeli rokok ini.”

A : “Yang dimaksud baik atau tidaknya itu menurut Allah, bukan menurut saya atau kamu.”

B : “Tapi mana buktinya kalau rokok itu buruk menurut Allah?”

A : “Bukankah sudah saya kasih dalilnya? Nih ada dalil yg lain…
Surat Al Baqarah ayat 195 : “Janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” Rokok mengakibatkan penyakit yang membinasakan seperti kanker, paru-paru dan lain sebagainya.

Surat An Nisa’ ayat 29 : “Dan janganlah kamu membunuh dirimu.” Rokok membunuh secara perlahan-lahan.

Surat Al Baqarah ayat 219 : “Dosa keduanya (arak dan judi) lebih besar daripada manfaatnya.” Rokok bahayanya lebih besar daripada manfaatnya.

Surat Al Isra’ ayat 26 : “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) dan sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudaranya setan.” Rokok adalah pemborosan, termasuk perbuatan setan.

B : “Dalil2 itu semua gak nyambung. Karena di dalil tersebut tidak disebutkan tentang rokok!”

A : “Tapi memang seperti itu yang dipahami oleh ulama. Dan para ulama mengharamkan rokok dengan mengambil dalil2 seperti itu. Siapa yang lebih tahu tentang agama ini, kamu atau ulama?”

B : “Saya tidak mau tahu. Pokoknya, selama kata ‘Rokok’ tidak terdapat dalam Al Quran, berarti saya menganggap tidak haram!”

A : “Ya jelas tidak akan ada…karena Al Quran itu berbahasa arab, bukan berbahasa Indonesia. Sedangkan kata ‘Rokok’ itu adalah bahasa Indonesia.”

B : “Mau bahasa Indonesia atau bahasa Arab, yang penting ada gak dalam AL Quran?”

A : “Bagaimana kalau di Al Quran terdapat kata ‘rokok’?”

B : “Kalau benar ada, baru saya akan mengharamkannya, pasti! Dan saya sudah tahu kalau di Al Quran tidak ada menyebutkan kata ‘rokok’.”

A : “Baiklah. Apa bahasa Arabnya rokok?”

B : “Saya tidak tahu. Apa?”

A : “Rokok biasa disebut oleh orang2 arab dengan kata ‘Dukhan’ atau ‘sigaret’. Nah bukankah di dalam Al Quran terdapat surat bernama ‘Ad Dukhan’? Berarti rokok juga disebutkan dalam Al Quran. Bagaimana? Benarkan kalau rokok itu haram?”

B : “Glek….”

Jika seseorang tidak bisa diajak bermain dalil atau tidak bisa dikalahkan dengan dalil, maka kalahkan dia dengan logika.

http://www.facebook.com/negara.tauhid

15 Tanggapan

  1. ‎* Merokok Dapat Mengganggu Orang Lain.

    Sungguh rokok tidak hanya menimbulkan bahaya pada diri pemakainya saja, namun berdampak buruk bagi orang yang ada disekitarnya. Selain mencemari udara, mereka telah menyakiti kaum muslimin dengan baunya yang tidak sedap. Mereka tidak mau peduli meski sudah ditulis “DILARANG MEROKOK” sehingga merekapun merokok di tempat-tempat umum seperti pasar, tunggu, dalam bus bahkan rumah sakit!?!. Padahal Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

    لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

    “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain”. [HR. Ibnu Majah (2341)]

    Orang yang merokok telah membahayakan diri dan orang lain. Ini semakin memperkuat sisi keharaman rokok. Al-Imam Ibnu Daqiqil Ied -rahimahullah- berkata, “Ketahuilah, barang siapa yang membahayakan (mengganggu) saudaranya, maka sungguh ia telah menzholiminya. Sedang kezholiman itu haram”. [Lihat Ad-Durroh As-Salafiyyah Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah (hal. 225)]

    Selain itu, seorang perokok memasuki masjid –tanpa malu- sambil membawa bau yang tidak sedap, yang bisa mengganggu orang-orang yang shalat dan juga para malaikat. Baunya menandingi bau ketiak, bahkan lebih busuk!! Padahal Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menuntun umatnya agar memasuki shalat dalam kondisi yang paling baik, yaitu dengan bersiwak saat hendak shalat dan memakai parfum, sehingga tubuhnya beraroma sedap. Karena itu, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- melarang para sahabat memakan bawang merah & bawang putih mentah ketika menghadiri shalat jama’ah di masjid dalam sabdanya,

    مَنْ أَكَلَ ثَوْمًا أَوْ بَصَلاً فَلْيَعْتَزِلْنَا, فَلْيَعْتَزِلْ مَسْجِدَنَا وَلْيَقْعُدْ فِيْ بَيْتِهِ

    “Barang siapa memakan bawang merah atau bawang putih, maka hendaklah ia menjauhi kami, masjid kami dan berdiam saja dirumahnya”. [HR. Al-Bukhoriy (855)].

    Padahal bau rokok jauh lebih mangganggu dari bau bawang merah dan bawang putih. Jika seorang dilarang mendatangi masjid, karena bau bawang, maka seorang yang membawa bau rokok lebih layak dilarang.

    Inilah segelintir dalil, walaupun sebenarnyta masih banyak dalil tentang haramnya rokok. Kiranya sudah cukup dengan menyebutkan 4 poin saja untuk menunjukkan haramnya rokok. Tidaklah satu jiwa yang menginkari haramnya rokok, melainkan jiwa itu telah dikuasai oleh hawa nafsunya!!! Hawa nafsu membutakan pengikutnya dari cahaya kebenaran. Walaupun cahaya kebenaran laksana sinar mentari yang berkilauan, namun cahaya itu tidak akan mampu dilihat oleh mata yang buta. Hendaklah kita waspada terhadap kecaman Allah dalam fiman-Nya,

    “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?” (QS.Al-Furqan :43 ).

    Jadi, seyogyanya kita selalu berpikir bahwa kita tidak diciptakan untuk memperturutkan hawa nafsu. Tapi kita diciptakan untuk beribadah dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Sedang lezatnya ketaatan itu tidak akan mungkin diraih, kecuali menyelisihi hawa nafsu syaithoniyyah.

    Janganlah kita tertipu dengan sebagian dokter atau ustadz yang merokok, sehingga kita menganggap bahwa rokok adalah halal. Ketahuilah, dokter dan ustadz bukanlah orang yang ma’shum(terjaga dari dosa dan kesalahan), seperti para nabi. Merokoknya ustadz tidaklah dapat mengubah hukum rokok, tadinya haram, lalu menjadi halal. Sebagaimana dokter yang merokok tidak akan mungkin mengubah rokok, yang tadinya racun, lalu menjadi vitamin. Seorang tidak boleh mengikuti kesalahan yang mereka lakukan, sebab Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

    كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

    “Setiap anak cucu Adam itu banyak berbuat salah, sedangkan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat”. [HR.At-Tirmidzi (2499). Lihat Takhrij Al-Misykah (2341)]

    Tinggalkanlah rokok, walaupun hal itu sangat berat dan susah. Mintalah pertolongan kepada Allah, dengan tekad yang jujur serta bersabar, niscaya Allah akan melepaskanmu dari cengkraman rokok. Ingatlah selalu, barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik. Tahanlah pahitnya kesabaran, untuk bisa meneguk manisnya iman, dan merasakan kenikmatan di akhirat.

    Sabar itu seperti namanya, pahit rasanya

    Akan tetapi akibatnya lebih manis daripada madu

    Hadirkanlah pula di dalam hati bahwa bersabar dari merokok jauh lebih mudah daripada akibat dan bahaya rokok, sebab merokok tidaklah mewariskan kebaikan sedikitpun, melainkan hanya penyakit, kesedihan, penyesalan, dan siksaan yang pedih di akhirat.

    Sumber : Buletin Jum’at At-Tauhid edisi 104 Tahun II. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel.

    (Sumber http://almakassari.com/artikel-islam/fiqh/dilarang-bakar-uang.html)

  2. Kenapa Rokok itu Haram?

    Oleh Setta SS

    DALAM sebuah kesempatan kultum Tarawih pada Ramadhan 1431 H di Masjid Pogung Raya, Yogyakarta, Prof. Dr. Yunahar Ilyas dengan bahasa tuturnya yang memikat, lugas, cenderung humoris, tetapi sangat serius; membahas tentang “Kenapa Rokok Haram?” Saya mencoba menulis ulang uraian bernas beliau dengan bahasa saya sendiri dan tambahan materi di sana sini pada catatan ringkas berikut ini.

    Dalil pertama, bisa Anda baca langsung di bungkus rokoknya. “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”. Itu dalilnya, kata beliau.

    Dalil kedua, karena merokok itu berpotensi membunuh diri sendiri. Hanya lebih lambat saja dari gantung diri, menembak kepala dengan pistol, atau menenggak racun serangga satu botol, beberapa di antara metode bunuh diri yang terbukti ampuh saat ini.

    Sedangkan setiap hal yang membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain adalah haram. (HR Ibnu Majah, Malik, Al-Hakim, Al-Haitsami, Ad-Daaruquthni, dan Al-Baihaqi). Al-Quran pun mengharamkan seorang muslim bunuh diri, dengan alasan apa pun. “Dan janganlah kamu membunuh dirimu.” (QS An-Nisaa’ [4]: 29).

    Seorang muslim yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, maka ia kafir di penghujung hayatnya karena berputus asa dari rahmat Allah. Dilaknat oleh seluruh penduduk langit dan kekal di neraka jahannam.

    Apakah para rokoker (baca: perokok) tidak menyadari tentang aktivitas bunuh diri perlahan-lahannya itu?

    Dalil ketiga, sekitar 75% yang terkena dampak kejahatan rokok adalah perokok pasif. Mereka yang tidak merokok tapi terpaksa harus mengisap asap rokok karena tak bisa dihindari. Ini data akurat yang tak pantas ditertawakan tanpa dosa oleh para rokoker. Sebagian besar korbannya adalah istri, anak, mertua, keponakan, dan orang-orang terdekat Anda sendiri. Teman-teman Anda yang tidak merokok tapi karena harus berhubungan dengan Anda karena pekerjaan atau aktivitas lain sehingga mau tak mau mengisap asap rokok yang Anda bakar tanpa mau kompromi. Artinya Anda sangat berpotensi membunuh mereka dengan perantara asap rokok Anda yang menyebar ke mana-mana dan terhisap orang lain.

    Padahal, “Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.” (QS Al-Maa’idah [5]: 32).

    Camkanlah! Jangan merasa sok suci dulu jika melihat seorang perampok membunuh seorang korbannya dengan cara membacok, karena bisa jadi Anda—para rokoker—membunuh lebih banyak orang tak berdosa secara perlahan tanpa pernah Anda sadari dengan cara yang lebih sadis dari bacokan benda tajam perampok itu.

    Dalil keempat, merokok itu membakar uang. Uang kok dibakar? Daripada dibakar, mengapa tidak Anda gunakan untuk kebaikan? Buat infak, sedekah, amal jariah, atau amal kebaikan lainnya.

    Allah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya. (QS Adz-Dzaariyaat [51]: 56). Ibadah itu tidak hanya shalat, zakat, puasa Ramadhan, dan naik haji ke Tanah Suci. Namun setiap apa pun yang kita perbuat. Apakah membakar uang itu termasuk ibadah yang bernilai pahala di sisi-Nya?

    Hmm, mungkin Anda para rokoker ada yang bersedia menjelaskannya?

    Seorang teman saya—(baca: penulis), yang kini bekerja di sebuah perusahaan Engineer and Constructors berkantor pusat di India dengan gaji per bulan di atas sepuluh juta rupiah, suatu hari pernah berujar, “Uang rokokku setahun berkisar antara 6-8 juta lho….” Usianya pada akhir November tahun ini akan menyentuh angka 30. Jika ia diberi usia hingga 60 tahun dan tak berhenti merokok, maka uang yang sukses dibakarnya berkisar antara 180-240 juta rupiah. Jumlah uang yang tidak sedikit, bukan? Cukup untuk berkurban seekor sapi gemuk setiap‘Idul Qurban tiba selama 30 tahun berturut-turut.

    Maka mari kita coba mengulang kembali pelajaran matematika sederhana sejenak. Jika dari 200 sekian juta penduduk Indonesia saat ini, 20% saja di antaranya menjadi rokoker, dengan asumsi setiap rokoker menghabiskan uang sepuluh ribu rupiah per hari, dalam setahun uang yang dibakar penduduk negeri tercinta ini adalah: 40.000.000 orang x Rp. 10.000,- x 365 hari = Rp. 146.000.000.000.000,-

    Bisa minta tolong Anda bacakan berapa besaran nilai rupiah yang sukses dibakar secara berjamaah oleh penduduk negeri gemah rimah loh jenawi namun ternyata masuk kategori negara miskin di dunia ini dalam setahun?

    Ternyata ada sebagian rokoker yang tetap ngeyel, masih berpikir sangat egois dan semau gue. Begini argumen salah seorang rokoker bermahzab ngeyel itu, mengutip pernyataan seorang professor Mikrobiologi dan Biologi Molekuler yang dikatakan temannya yang katanya seorang dokter spesialis, “Suatu hari nikotin mungkin menjadi alternatif yang mengejutkan sebagai obat TBC yang susah diobati. Senyawa ini menghentikan pertumbuhan kuman TBC dalam sebuah tes laboratorium, bahkan bila digunakan dalam jumlah kecil saja.”

    Coba sidang pembaca perhatikan kata-kata yang sengaja saya tebalkan pada argumen rokoker bermahzab ngeyel di atas. Dua kata pertama adalah suatu hari. Kapan suatu hari itu waktunya tiba? Masih ditambah dengan kata ketiga, mungkin. Oh my God! Bertaruh dengan sesuatu yang belum jelas waktunya dan belum tentu kebenarannya? Sementara mudharat-nya sudah jelas-jelas nyata dan tampak di depan mata? Sebuah pola pikir macam apa itu bagi seorang muslim yang memahami dan meyakini bahwa setiap aktivitasnya di dunia ini adalah sebuah pertaruhan antara surga dan neraka?

    Di penghujung kultum, Prof. Dr. Yunahar Ilyas menutup uraiannya—yang membuat jamaah shalat Isya malam itu tertawa getir, tentang tiga manfaat merokok. Apa saja itu?

    Pertama, membuat rumah sang rokoker aman. Karena saat jam dua dini hari ketika segerombolan perampok akan menyatroni kediamannya, ia masih terjaga. Masih terbatuk-batuk hebat dengan gembiranya. Maka gerombolan maling itu pun mengurungkan niat mereka.

    Kedua, membuat sang rokoker awet muda. Karena rata-rata di antara mereka sudah harus menghadap Sang Pencipta di saat masih usia muda.

    Ketiga, mengurangi jumlah orang miskin. Karena lebih dari 50% rokoker berasal dari kalangan menengah ke bawah (miskin). Jadi semakin banyak rokoker, maka jumlah orang miskin di negeri ini makin berkurang.

    Demikian sedikit yang dapat saya bagi di ruang pembaca ini. Saran saya bagi Anda para rokoker, silahkan Anda bebas merokok di mana pun Anda mau, tetapi mohon Anda membawa sebuah alat khusus—mungkin semacam plastik transparan berukuran jumbo, kemudian Anda masuk ke dalamnya setiap kali akan merokok—sehingga 100% asap rokok Anda hisap sendiri.

    Allahu a’lam bish-shawab.

    Yogyakarta, 24 September 2o1o 11:44 p.m.
    Sebuah upaya menghindari jadi perokok pasif dari seorang yang anti rokok dari sudut pandang seorang muslim.
    http://lakonhidup.wordpress.com/

  3. Believe it or Not?

    Sebuah fakta yang sangat mencengangkan saat kami mencoba menghitung kerugian yang ditimbulkan oleh kebiasaan merokok. Ternyata, kerugian merokok bukan hanya terkait masalah kesehatan, akan tetapi mencakup ekonomi, politik, agama dan seterusnya.

    Ceritanya bermula saat mengisi program spiritual training “Life Management” di salah satu ibu kota propinsi di Sumatera yang diikuti sekitar 200 peserta beberapa waktu lalu. Setelah acara pembukaan selesai dan acara training dimulai, tiba-tiba kami dikagetkan dengan suasana ruang yang full AC itu berubah menjadi panas dan sumpek. Penyebabnya tak lain adalah asap rokok yang menyembur dari mulut para peserta. Kami coba perhatikan setiap wajah peserta. Ternyata tak kurang dari 70% peserta asyik merokok, tanpa merasa bersalah sedikitpun. Coba bayangkan berapa jumlah asap rokok yang diproduksi saat itu di dalam ruang tertutup full AC itu?

    Setelah menyampaikan mukaddimah (pengantar) training yang akan memakan waktu dua hari dua malam tersebut, sejenak kami berhenti dan berfikir bagaimana cara menyetop mereka yang sedang menikmati nikotin yang sangat berbahaya itu. Bahayanya bukan hanya bagi kesehatan para pelakunya, akan tetapi, bagi para perokok pasif (yang tidak ikut merokok dan mencium asap rokok yang keluar dari rongga para perokok) akan lebih berbahaya lagi. Begitulah hasil penelitian para ahli kesehatan masa kini.

    Awalnya kami merasa agak sulit menyetop mereka merokok, khususnya dalam ruang acara training, karena team training kami lupa mencantumpkan tidak boleh merokok dalam tatib acara selama training berlangsung.

    Setelah merenung sejenak, timbul ide untuk mencari tips efektif untuk menyetop mereka merokok. Akhirnya terfikir untuk mengangkat dan memaparkan fakta negatif para perokok yang mungkin saja merke belum mengetahui dan menyadarinya. Kami teringat pada email seorang sahabat terkait dengan fakta negatif bagi para perokok. Fakta tersebut bukan terkait dengan masalah kesehatan, akan tetapi terkait dengan ekses negetaif ekonomi dan politik yang ditimbulkan oleh prilaku buruk merekok. Karena mereka mayoritasnya para pegiat politik, kami yakin mereka akan antusias mendengarkan apa yang akan kami sampaikan.

    Sebelum menyampaikan fakta-fakta tersebut kami memulainya dengan ungkapan, “Para hadirin yang dimuliakn Allah. Sebelum kita mulai acara spiritual training ini, ada masalah politik besar yang terjadi dalam ruangan ini yang akan menghambat acara ini, dan kemunkinan besar bisa gagal.” Mendengar ungkapan itu, mereka terlihat mulai serius dan menujukan pandangannya pada kami. Lalu, kami lanjutkan, “Masalah tersebut adalah ROKOK”. Hadirinpun terdiam. Lalu kami lanjutkan lagi, “Kalau masalah ini tidak bisa kita selesaikan, kami ususlkan salah satu dari dua pilihan, kendati keduanya pahit; yaitu para peserta training yang ingin merokok silahkan di luar ruang ini. Atau, kalau para peserta tetap ingin merokok dalam ruang ini, kami akan keluar dari ruang ini, nanti setelah tidak ada lagi yang merokok baru kami masuk lagi ke ruang ini. Kalau ada yang merokok, kami akan keluar lagi, kendati yang merokok hanya satu orang.

    Namun, sebelum pilhan itu kita ambil, berikan kami waktu sejenak untuk menyampaikan beberapa fakta berikut terkait dengan bapak-bapak yang yang suka merokok. Adapun fakta-fakta yang dimaksudkan ialah :

    Total penduduk dunia 6.5 Milyar.
    Total Muslim dunia 1.3 Milyar.
    Total perokok di dunia 1.15 Milyar.
    Total Muslim yang merokok tidak kurang dari : 400 juta orang dan 140 juta orang adalah kaum Muslimin di Indonesia.
    Produser rokok terbesar di dunia adalah Phillip Morris.
    Donasi Phillip Morris kepada Israel adalah 12% dari profit yang mereka raih.
    Kalau kaum Muslimin yang merokok menghabiskan satu bungkus/hari, berarti mereka membakar 400 juta bungkus rokok/hari.
    Kalau harga rokok rata-rata $ 1.00/bungkus, berarti konsumsi mereka untuk rokok $ 400 juta/hari
    Kalau 50% kaum Muslimin yang merokok membeli produk Philip Morris, berarti mereka menghisap 200 juta bungkus rokok produk Philip Morris/hari.
    Total dana kaum Muslim yang masuk ke Morris sekitar $200 juta/hari
    Rata-rata keuntungan rokok produk Philip Morris : 10% /bungkus
    Berarti profit Philip Morris dari belanja rokok kaum Muslimin $ 20 juta/hari
    Dengan demikian, kamu Muslim yang merokok menyumbang ke Israel $ 2.4 juta/hari dan $ 28.8 juta/tahun atau $ 288 juta/10 tahun

    Ini fakta terkait dengan sumbangan para hadirin dan kaum Muslilimin lain di dunia kepada negera Yahudi. Bayangkan, mereka membakar uang sebanyak $ 400 juta/hari, sambil merusak diri sendiri (kesehatan sendiri) serta menyumbang pula ke Israel. Padahal menurut para Mujahidin Palestina, untuk memerdekakan Palestina dan Masjid Aqsha dari penjajahan bangsa yahudi diperlukan dana $ 500 juta/tahun. Sedangkan Anda habiskan untuk belanja rokok saja $ 400 juta/hari, atau sekitar $ 4.8 Milyar / tahun? Apakah ini perbuatan yang bisa diterima akal sehat? Apakah perbuatan ini tidak akan memancing murka Allah?

    Dana yang Anda habiskan untuk merokok akan lebih baik digunakan kepada hal-hal yang bermanfaat lainnya; di antaranya tabungan untuk menunaikan ibadah haji misalnya. Jika Anda menabung setiap hari senilai satu bungkus rokok, atau sekitar Rp 10,000 maka uang Anda akan terkumpul sebanyak Rp 300.000/bulan, atau sekitar Rp 3.6 juta pertahun. Dalam sepuluh tahun Anda akan mampu menunaikan ibadah Haji yang biayanya tahun ini hanya sekitar Rp 30 juta.

    Kalau Anda merokok selam 30 tahun, berarti Anda mampu berangkat haji dan dengan dua orang anggota keluarga yang lain. Lalu Anda katakan, saya belum bisa menunaikan ibadah haji karena Allah belum memberi Anda rezki yang cukup. Faktanya adalah, Anda dengan sengaja membakar setiap hari sebagian rezki yang Allah berikan itu dan digunakan untuk merusak diri sendiri, orang-orang lain di sekitar Anda. Dan lebih miris lagi, secara tidak sadar Anda menyumbang kepada Israel yang sedang mencaplok tempat suci Anda sendiri dan setiap hari membunuh saudar-saudara Anda di Palestina? Believe it or Not? Anda percaya atau tidak? Mereka serempak menjawab, “Percaya!”

    Setelah mendengarkan fakta-fakat tersebut, Alhamdulillah, para peserta sepakat untuk tidak merokok di dalam ruang training dan bahkan sebagian besarnya berjanji untuk meninggalkan rokok secara bertahap. Akhirnya training dapat berjalan dengan baik tanpa gangguan asap rokok para peserta sampai training selesai.

    Pada acara penutupan training, tiba-tiba kami dikagetkan dengan lima orang peserta sebagai utusan para peserta training yang maju kedepan untuk menyampaikan pesan dan kesan selama mengikitu acara training. Yang menarik adalah, mereka bukan menyampaikan kritik, saran atau kesan. Melainkan membacakan sumpah dan komitmen untuk berhenti merokok selama-lamanya. Inilah hasil spiritual training yang nyata, kata mereka. Mereka mengaku, selama ini merokok karena belum mengetahui begitu besar mudarat yang ditimbulkan kebiasaan merokok, sambil mengatakan, “Sekarang saatnya kita bangun spiritual kita bebas dari rokok dan berhenti merokok adalah pintu masuk dunia spiritual yang lebih dalam dan lebih kongkrit”, ungkap mereka. Lalu, mereka meneriakkan takbir, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar”. Kamipun berucap dalam hati sambil terharu; Selamat berhenti merokok bapak-bapak. Semoga senantiasa mendapt ridha-Nya. Amin.

    http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/believe-it-or-not.htm

  4. KISAH SEORANG ULAMA DENGAN SEORANG PEROKOK DI MALAM RAMADHAN

    Aku pernah diundang di malam Ramadhan dua tahun yang lalu untuk menjadi pembicara dalam satu siaran live di salah satu siaran televisi. Siaran kala itu berkisar tentang ibadah pada bulan Ramadhan. Siaran itu dilakukan di Makkah al Mukarramah pada satu kamar di salah satu hotel yang bisa melongok di atas Masjidil Haram.

    Kala itu kami berbicara tentang Ramadhan. Para pemirsa televisi bisa melihat dari sela-sela jendela kamar di belakang kami pemandangan orang-orang yang umrah dan thawaf secara langsung.

    Kala itu pemandangannya sungguh mengagumkan dan mengharukan, membuat pembicaraan pun semakin berkesan. Hingga pembawa acara menjadi lembut hatinya, dan menangis di tengah halaqah itu. Sungguh suasana itu adalah suasana keimanan, dan tidak merusak suasana itu kecuali salah satu cameramen. Dia memegang kamera dengan satu tangan, dan tangan yang kedua memegang “Tuhan Sembilan Senti” menurut istilah Penyair Taufik Ismail (tambahan redaksi), yaitu rokok. Seakan-akan tidak ada satu waktu yang tersia-siakan dari malam bulan Ramadhan kecuali dia kenyangkan paru-parunya dengan asap rokok.

    Hal ini banyak menggangguku. Penghisap rokok itu benar-benar mencekikku, tetapi harus bersabar, karena itu adalah siaran langsung, dan tidak ada alas an, kecuali terpaksa melaluinya.

    Berlalulah satu jam penuh, dan berakhirlah kajian itu dengan salam. Kameramen itu pun mendatangiku –sementara rokok masih ada di tangannya- sembari dia mengucapkan terima kasih dan memuji. Maka kukeraskan genggaman tanganku dan kukatakan, “Anda juga, saya berterima kasih atas keikutsertaan anda dalam menyunting acara keagamaan ini. Saya memiliki satu kalimat, barangkali anda mau menerimanya.”

    Dia pun menjawab, “Silahkan…silahkan.”

    Kukatakan, “Rokok dan siga…” (maksudnya sigaret),

    Namun dia memutus pembicaraanku seraya berkata, “Jangan menasehatiku…Demi Allah, tidak ada faidahnya wahai Syaikh.”

    Kukatakan, “Baik, dengarkan saya… Anda tahu bahwa rokok haram, dan Allah berfirman…”

    Dia pun memotong pembicaraanku sekali lagi, “Wahai Syaikh, janganlah menyia-nyiakan waktu anda… saya telah merokok selama 40 tahun… rokok telah mengalir dalam urat nadi saya… tidak ada faidah… selain anda lebih pandai lagi…!!”

    Kukatakan, “Apa yang ada faidahnya?”

    Dia pun merasa tidak enak dariku lalu berkata, “Doakanlah saya… doakanlah saya.”

    Maka aku pun memegang tangannya seraya berkata, “Mari bersama saya…”

    Kukatakan, “Mari kita melihat kepada Ka’bah.”

    Maka kami pun berdiri di sisi jendela yang bisa melongok di atas al Haram. Dan ternyata setiap jengkal dipenuhi dengan manusia. Antara yang ruku’, sujud, yang sedang umrah, dan sedang menangis. Sungguh pemandangan yang sangat mengesankan. Kukatakan, “Apakah anda melihat mereka?”

    Dia menjawab, “Ya.”

    Kukatakan, “Mereka datang dari setiap tempat, yang putih, yang hitam… orang Arab dan Ajam… yang kaya yang miskin… semuanya berdoa kepada Allah agar menerima ibadah mereka dan mengampuni mereka…”

    Dia menjawab, “Benar… benar…”

    Kukatakan, “Tidakkah anda menginginkan Allah memberikan kepada anda apa yang Dia berikan kepada mereka?”

    Dia menjawab, “Ya… tentu saja.”

    Kukatakan, “Angkatlah tangan anda, saya akan berdoa untuk anda… dan aminilah doa saya.”

    Aku pun mengangkat kedua tanganku lalu kukatakan, “Ya Allah, ampunilah dia…”

    Dia berkata, “Aamiin.”

    Aku berdoa, Ya Allah, angkatlah derajatnya, dan kumpulkanlah dia bersama dengan orang-orang yang dikasihinya di dalam sorga… Ya Allah…”

    Dan tidak henti-hentinya aku berdoa hingga hatinya lembut dan menangis… seraya mengulang-ulang, “Aamiin… aamiin…”

    Tatkala aku ingin menutup doa kukatakan, “Ya Allah, jika dia meninggalkan rokok, maka kabulkanlah doa ini, jika tidak, maka haramkan dia terkabulnya doa ini.”

    Maka pecahlah tangisan laki-laki tersebut, sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan keluar dari kamar tersebut.

    Berbulan-bulan telah berlalu, aku pun diundang lagi di studio televisi tersebut untuk melakukan siaran langsung. Saat aku masuk ke bangunan tersebut, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang tampak taat beragama menemuiku, kemudian dia mengucapkan salam dengan hangat, lalu mencium kepalaku, dan merendah meraih kedua tanganku untuk menciumnya, dan sungguh dia sangat terkesan.

    Kukatakan kepadanya, “Mudah-mudahan Allah mensyukuri kelembutan dan adab anda… saya sungguh menghargai kecintaan anda… akan tetapi maaf, saya belum mengenal anda…”

    Maka dia berkata, “Apakah anda masih ingat dengan cameramen yang telah anda nasihati untuk meninggalkan rokok dua tahun yang lalu?”

    Kujawab, “Ya…”

    Dia berkata, “Sayalah dia… Demi Allah wahai Syaikh… sesungguhnya aku tidak pernah meletakkan rokok di mulutku sejak saat itu.”

    Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

    Dikisahkan oleh Syaikh Dr. Muhammad al ‘Arifi.

    (Dinukil dari majalah Qiblati edisi 11 tahun V, Ramadhan 1431 H / agustus 2010)

    http://gizanherbal.wordpress.com/2011/02/26/kisah-seorang-ulama-dengan-seorang-perokok-di-malam-ramadhan/

  5. kecanduan maksiat hampir mirip dengan kecanduan rokok, walaupun dalam bungkus rokok tertulis jelas merokok dapat menyebabkan kanker, srangan jantung, dan berbagai macam penyakit lainnya, tapi tetap saja tak dipedulikan, rokok tetap saja di hisap, bahkan yang ingin berhenti merokok pun kesulitan tuk melepaskan diri dari kecanduan.
    begitu juga kecanduan maksiat, walaupun sudah mengetahui bahwa maksiat dapat menimbulkan murka Alloh, rejeki seret, kelemahan badan dan kehitaman wajah, tapi tetap saja maksiat dilakukan, bahkan yang ingin berhenti dari maksiat pun merasa berat hati untuk meninggalkan perbuatan maksiatnya, karena telah terlanjur kecanduan..!
    Ya..Alloh..Ya..Robbana…jagalah kami agar tidak terjerumus kedalam kemaksiatan, dan bila kami terjerumus kedalamnya, maka terimalah taubat kami, karena Engkaulah maha penerima taubat Y”_”Y

    http://www.facebook.com/waheddeen

  6. ROKOK TERPANJANG (31,5 KM) DAN TERMAHAL (RP.300 JUTA) DI DUNIA

    Ana pernah hitung-hitungan mengenai rokok,

    Rokok panjangnya 9 cm.
    Kalau perokok aktif, biasanya menghabiskan 1 s/d 2 bungkus rokok sehari.

    1 bungkus rokok = 12 batang rokok.

    Untuk menghitung berapa panjang rokok yang dihisap selama hidupnya, adalah:
    Panjang rokok 9 cm x 12 batang = 108 cm.
    Berarti dia menghabiskan rokok sepanjang 1,08 meter dalam sehari.

    Kalau dia merokok selama 40 tahun dalam hidupnya, berarti:
    40 tahun = 14,600 hari (1 tahun = 365 hari).
    Jadi, 108 cm x 14,600 hari = 1,576,800 cm atau 15,7 km lebih panjangnya!!

    Itu yang sebungkus perhari, bagaimana dengan yang 2 bungkus perhari?

    15,7 km x 2 bungkus = 31,5 km!!
    Sepanjang jarak antara Jakarta sampai Bogor (Bojong Gede)…!!
    Bisa masuk MURI nanti, Rokok terpanjang di dunia, dengan panjang jarak antara Jakarta s/d Bogor.

    ===================

    Versi lain:

    Untuk menghitung berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk membeli rokok yang dihisap selama hidupnya, adalah:

    1 bungkus rokok Rp.10,000,- (rata2).

    Kalo dia merokok selama 40 tahun dalam hidupnya, berarti:
    40 tahun = 14,600 hari.
    Rp.10,000,- x 14,600 = Rp. 146,000,000,-

    Berarti uang yang telah dihabiskan untuk membeli rokok selama hidupnya adalah Rp. 146juta!!
    Uang tersebut bisa untuk pergi haji, beli rumah, beli motor, plus biaya nikah.

    Bagaimana kalau rokok yang dihabiskan dalam sehari adalah 2 bungkus?

    Berarti Rp. 146juta x 2 bungkus = Rp. 300 juta kurang atau Rp. 292 juta.
    Bisa untuk naik haji sekeluarga, beli rumah, beli mobil dan bisa untuk kawin lagi atau poligami…hehehehe…

    Pengalaman:

    Ana melihat banyak dari teman-teman ana yang kerja sebagai TKI di Saudi Arabia, khususnya supir, ketika pulang ke kampung halamannya, mereka hanya membawa sedikit uang dari hasil kerjanya selama 2 tahun. Kenapa? Padahal gaji mereka lumayan besar jika dinilai sebagai supir pribadi. Rupanya, gaji yang mereka dapatkan selama itu banyak dihabiskan untuk membeli rokok dan kebutuhan pribadi lainnya, walaupun tidak menutup kemungkinan ada juga hal-hal lain diluar itu, atau tidak semua dari mereka seperti itu. Namun termasuk salah satu faktor pengeluaran terbesar dari yang mereka keluarkan setiap hari adalah karena rokok. Ana pernah berbincang-bincang dengan mereka sendiri mengenai hal ini (yaitu rokok) dan mereka mengakuinya sendiri, serta menyadari akan apa yang telah mereka lakukan dikarenakan sulitnya bagi mereka untuk berhenti dari rokok.

    Ana katakan kepada mereka, “Gaji antum perbulan adalah 800 riyal (rata-rata). Antum bisa menghabiskan 2 bungkus rokok dalam sehari. Jika sebungkus rokok harganya 5 riyal, maka kalau 2 bungkus berarti 10 riyal. Berarti selama sebulan antum telah menghabiskan 300 riyal, hampir setengah dari gaji antum sebulan. Belum lagi antum harus mengeluarkan biaya untuk makan dan kebutuhan hidup selama sebulan, yang mencapai anggaplah kira-kira 300 riyal juga, bahkan bisa lebih. Jika gaji antum hanya 800 riyal perbulan, antum hanya memiliki sisa uang sebesar 200 riyal saja perbulan. Bagaimana antum bisa menabung atau mengirim uang untuk keluarga antum yang ada di Indonesia jika uang yang tersisa hanya 200 riyal perbulan?”

    “Tahukah antum jika rokok tersebut dinilai ke dalam kurs rupiah saat ini? (Waktu itu 1 riyal = Rp.3,000,-). Berarti 300 riyal = Rp.900,000,-. Antum telah menghabiskan uang sebesar Rp. 900,000,- sebulan hanya untuk membeli rokok. Padahal kalau antum kerja di Indonesia, gaji yang antum dapatkan mungkin sama jumlahnya dengan uang yang antum belanjakan rokok tadi, atau tidak selisih jauh. Daripada jauh-jauh ke Saudi hanya dihabiskan untuk membeli rokok, kenapa tidak kerja di Indonesia saja yang gajinya juga sama dengan yang antum dapatkan di Saudi?”

    http://gizanherbal.wordpress.com/2011/06/20/rokok-terpanjang-315-km-dan-termahal-rp-300-juta-di-dunia/

  7. Apa Sebenarnya Hukum Rokok?

    Tanya:

    “Assalamu’alaikum. Ustadz, ana mau nanya, apakah sebenarnya hukum dari rokok? Adakah nash-nash dari Al Qur’an atau hadits yang memuat hukumnya?”

    Aziz-Lombok 08573912xxxx

    Jawab:

    Wassalamu’alaikum

    Marilah kita renungkan dengan seksama dan pikirkan secara objektif dalil-dalil berikut ini:

    وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

    “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS Al Baqarah:195).

    Tidaklah diragukan bahwa rokok adalah salah satu bentuk kebinasaan bagi kesehatan, finansial dll. Bahkan pabrik rokok sendiri mengakui bahwa rokok adalah kebinasaan. Buktinya adalah peringatan yang tertulis di bungkus rokok itu sendiri. Sungguh aneh tapi ada orang yang ngotot bahwa rokok itu tidak membahayakan padahal yang membuat rokok itu sendiri sudah mengakui bahaya yang terkandung di dalamnya.

    Allah Ta’ala berfirman,

    وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

    “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya” (QS Al Isra’:26-27).

    Jika kita cermati dengan baik, tidaklah diragukan bahwa merokok adalah satu bentuk tabdzir (membuang-buang harta). Padahal perbuatan ini hukumnya dalam agama kita adalah haram, bahkan diancam dengan neraka.

    عَنْ خَوْلَةَ الأَنْصَارِيَّةِ – رضى الله عنها – قَالَتْ سَمِعْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « إِنَّ رِجَالاً يَتَخَوَّضُونَ فِى مَالِ اللَّهِ بِغَيْرِ حَقٍّ ، فَلَهُمُ النَّارُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ »

    Dari Khaulah Al Anshariyyah, aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh ada banyak orang yang membelanjakan harta yang Allah titipkan kepada mereka tidak dengan cara yang benar maka api neraka untuk mereka pada hari Kiamat nanti” (HR Bukhari no 2950).

    Tentu kita semua sepakat bahwa menenggak racun semisal baygon meski hanya sesendok hukumnya adalah haram karena itu adalah racun. Kita pasti setuju bahwa rokok itu mengandung racun. Adakah perbedaan antara racun dalam bentuk cair semisal baygon dengan racun berbentuk asap yang ada dalam rokok? Sungguh tidak bisa kita bayangkan adanya orang yang membedakan dua hal tersebut.

    http://ustadzaris.com/apa-sebenarnya-hukum-rokok

  8. Fatwa Merokok Haram

    Status hukum merokok telah lama menjadi perdebatan, jauh hari sebelum Majlis Tarjih Muhammadiyyah mengeluarkan fatwa merokok haram. Dalam hal ini publik Indonesia terbelah dalam 3 kelompok: (a) Kalangan yang secara mutlak mengharamkan rokok dan perbuatan merokok; (b) Kalangan yang memakruhkan rokok dan tidak sampai mengharamkan; (c) Kalangan yang secara mutlak menghalalkan rokok dan menentang fatwa yang mengharamkannya. MUI sendiri pernah mengeluarkan fatwa merokok haram, tetapi dengan syarat dan kondisi tertentu. Misalnya, merokok haram bagi ibu hamil, anak-anak, di tempat umum, dll.

    Dalam hal ini, masalah rokok bisa dikaji dalam dua ruang besar: Aspek kajian fiqih dan aspek dampak sosial. Dalam perdebatan seputar hukum merokok, dua aspek itu sering rancu, sehingga sulit ditemukan titik temu. Misalnya, kalangan yang mengharamkan rokok sering berdiri dalam perspektif fiqih, sedangkan para penentang fatwa haram rokok sering berdiri dalam perspektif sosial.

    ASPEK KAJIAN FIQIH

    Para penentang fatwa haram merokok sering berdalih dengan alasan-alasan antara lain: (1) Dalam Al Qur’an dan As Sunnah tidak ada larangan yang tegas/qath’i yang mengharamkan rokok atau perbuatan merokok; (2) Merokok memang merugikan, tetapi statusnya tidak sampai haram, namun makruh (tidak disukai). Sejauh yang saya ketahui, alasan para penentang fatwa haram merokok tidak adan keluar dari 2 argumentasi ini. Ada juga yang menambahkan alasan “pelengkap”, bahwa masih banyak para kyai/ustadz yang merokok, maka otomatis merokok dianggap halal. Tetapi alasan perbuatan kyai/ustadz ini tentu tidak bisa menjadi patokan.

    Perlu dipahami, perbuatan merokok tidaklah haram karena dzat-nya, tetapi haram karena akibatnya yang menimbulkan madharat bagi diri sendiri dan orang lain. Merokok bukan perbuatan haram seperti berzina, minum khamr, membunuh, ribawi, menipu, mencuri, berjudi, dll. Jadi, dzat asalnya tidak haram, sebab bukan termasuk perbuatan-perbuatan yang diharamkan Syariat. Tetapi akibat buruk yang timbul karena perbuatan merokok itulah yang menjadi pangkal keharamannya.

    Misalnya, ini hanya misalnya, merokok bisa membuat tubuh menjadi segar, metabolisme lancar, pernafasan membaik, kadar gula turun, kolesterol menyusut, mempertinggi kesuburan, mereduksi sel-sel kanker, dll. Jika demikian, maka merokok pasti diperbolehkan, halal, dianjurkan, bahkan bisa diwajibkan. Tetapi karena efeknya merugikan, maka para ulama menyimpulkan, perbuatan ini haram. Istilahnya, tahrim li aqibati mafsadatihi.

    Dalilnya adalah kaidah fiqih yang terkenal, “Ad dinu jalbun lil masha-lih wa daf’un lil mafasid” [agama itu untuk mencapai maslahat dan menolak mafsadah (kerusakan)]. Dalam Al Qur’an disebutkan, “Dan Dia menghalalkan atas mereka yang baik-baik dan mengharamkan atas mereka yang buruk-buruk.” (Al A’raf: 157).

    Kaidah demikian banyak sekali dipakai oleh para ulama dalam ijtihad mereka, terutama untuk menghukumi perbuatan, materi, transaksi, dll. yang tidak ditemukan realitasnya di jaman Salaf (Nabi dan Shahabat). Contoh, tentang media pornografi, kontrasepsi, bunga bank, asuransi, pakaian modern, alat komunikasi, kartu kredit, film, novel, soft drink, transpalantasi, operasi plastik, kloning, dll.

    Jika suatu perbuatan tidak termasuk haram karena dzatnya, sebab tidak disebutkan secara jelas keharamannya melalui teks Al Qur’an dan Sunnah, ia bisa diharamkan karena akibatnya yang merugikan kehidupan Ummat. Status hukum merokok, bisa dipahami dari sudut pandang demikian. Sebagai perbandingan, jika merokok tidak bisa diharamkan, meskipun akibatnya sangat merugikan, dengan alasan tidak ada ayat/hadits yang tegas melarang perbuatan itu, maka perbuatan lain seperti menonton VCD porno, kebut-kebutan di jalan, menjadi suporter brutal, musik rock, bursa saham, dll. juga otomatis dihalalkan juga. Sebab semua perbuatan itu dulu di jaman Salaf juga tidak ada, dan tidak ditemukan larangan tegas tentangnya dalam Kitabullah dan As Sunnah.

    ASPEK DAMPAK SOSIAL

    Para pembela rokok/perbuatan merokok sering berdalih dengan alasan-alasan sosial, seperti: “Kasihan para petani tembakau. Nanti mereka akan menanam apa lagi? Kasihan buruh pabrik rokok, kasihan para pedagang pengecer rokok, kasihan para pengusaha yang sudah mengeluarkan modal miliaran rupiah, kasihan dinas pajak dan cukai, kasihan departemen tenaga kerja, dll.”

    Bahkan lebih parah lagi, ketika ada yang mengatakan, “Kasihan para penonton bola, sebab tidak ada yang mau pasang iklan, selain iklan rokok. Kasihan para dokter dan rumah sakit, karena tidak ada yang merokok, jumlah pasien mereka menurun drastis. Dan sangat kasihan gerakan KB, sebab semakin jarang orang merokok, semakin sedikit laki-laki yang impotensi.” (He he he…ini hanya bercanda).

    Ya, harus diakui, di Indonesia itu merokok telah masuk menjadi perilaku yang sangat membudaya. Sejak rakyat kecil sampai pejabat tinggi, orang awam sampai professor, tidak laki-laki tidak wanita, baik kalangan penjahat maupun kyai, baik santri maupun mahasiswa, banyak yang sudah hobi merokok.

    Perilaku yang sudah membudaya otomatis ada konsekuensi ekonomisnya. Dalam masalah rokok ini, ia telah melahirkan jaringan ekonomi yang membentang sejak dari hulu sampai ke hilir. Sejak dari petani tembakau, sampai ke konsumen, dinas pajak, departemen perindustrian, departemen tenaga kerja, iklan TV, studio iklan, pertandingan sepakbola, dan sebagainya. Benar-benar telah menjadi “kanker sosial” yang sulit melepasnya dari kehidupan masyarakat.

    Kondisi ini mirip dengan masyarakat Kuba di bawah Fidel Castro, meskipun tidak separah mereka. Di Kuba, karena sebagian besar masyarakatnya stress, negara bertanggung-jawab menyediakan jatah rokok bagi rakyatnya. Fidel Castro sendiri memiliki hobi menghisap cerutu kualitas istimewa. Padahal harga cerutu sangat jauh lebih tinggi disbanding rokok kretek biasa.

    Menurut sebagian surve, katanya 70 % perokok adalah orang miskin. Merokok telah menjadi gaya hidup orang miskin, dan membuat mereka PASRAH sebagai orang miskin. Tidak ada daya kreatif, militansi, atau spirit perjuangan untuk mengubah nasib. Sebab, mereka sudah cukup merasa “berubah nasib” dengan kepulan asap rokok. Pada suatu titik, rokok telah menjadi “regim kebudayaan” yang efektif melestarikan status miskin, melarat, dan tidak berdaya, dalam kehidupan masyarakat kita.

    Sebagai Muslim, kita harus memiliki komitmen untuk berhenti merokok. Tidak bisa sekaligus, tidak mengapa. Proses bertahap tidak masalah. Asalkan pada suatu waktu, benar-benar berhenti. Jika tidak mampu berhenti sekaligus, silakan berproses secara bertahap. Ketauhilah kawan, “Merokok bukan hanya akan membuatmu impoten secara syahwat, tetapi juga impoten dari sisi militansi!” Rokok ini ranjau sosial yang sengaja dipasang untuk memenjarakanmu dalam status kemiskinan, kemelaratan, dan ketidak-berdayaan.

    “Ituh!” (sambil bergaya seperti Pak Mario Teguh).

    AMW.

    http://abisyakir.wordpress.com/2010/03/24/fatwa-merokok-haram/

  9. Hukum Menjual Rokok

    Tanya, “Apa hukumnya menjual rokok, kalau saya sendiri nggak merokok? Mohon penjelasan!”.

    Jawab:

    Allah Ta’ala berfirman,

    وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

    Yang artinya, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” (QS al Maidah:2).

    Menjual rokok termasuk bentuk menolong orang lain untuk melakukan dosa. Oleh sebab itu, menjual rokok adalah suatu yang terlarang meski penjualnya bukan perokok.

    http://ustadzaris.com/hukum-menjual-rokok

  10. Ada sebuah soal di website Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz yang pernah menjabat sebagai ketua komisi fatwa di KSA (Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’):

    Sahabatku masih belum yakin akan haramnya merokok. Sahabatku tersebut berkata, “Aku tidak mau membenarkan hal itu sampai aku sendiri yang mendengar fatwa dari Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz yang menerangkan tentang hukum merokok.” Jadi tolong, wahai Syaikh untuk menyampaikan nasehat pada sahabatku tersebut. Jazakumullah khoiron.

    Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz memberikan jawaban,

    Merokok menurut kami hukumnya haram. Kita pun telah mengetahui bagaimana hukum rokok itu sendiri dari sisi bahaya yang begitu banyak yang ditimbulkan. Itulah mengapa rokok itu haram tanpa diragukan lagi. Para pakar kesehatan telah menyatakan bahwa rokok dapat menimbulkan bahaya yang amat banyak. Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk meninggalkan dan berhati-hati dengan rokok. Allah sendiri melarang orang yang beriman mencelakakan dirinya sendiri. Allah Ta’ala berfirman,

    وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

    “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan”. (QS. Al Baqarah: 195). Allah Ta’ala juga berfirman,

    وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

    “Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”. (QS. An Nisaa: 29). Oleh karenanya, wajib bagi setiap mukmin dan mukminah untuk menjauhi apa yang Allah haramkan dan apa yang menimbulkan bahaya bagi agama, diri dan badannya. Allah sungguh amat menyayangi hamba-Nya, jadinya Allah pun melarang segala hal yang bisa memudhorotkan mereka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

    لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ

    “Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya.” Rokok sudah amat jelas memberikan dampak bahaya dan hal ini telah disepakati oleh pakarnya, yaitu para dokter. Ahli kesehatan dan para peneliti telah sepakat (berijma’) akan dampak rokok yang amat-amat berbahaya.

    Aku menasehati kepada sahabatmu untuk bertakwa pada Allah dan hendaklah ia meninggalkan hal-hal yang kotor, lalu hendaklah ia bertaubat pada Allah karena dosa tersebut. Semoga seperti ini bisa mengendalikan kesehatannya, selamat dari murka Allah, dan hartanya pun jadi terjaga (tidak boros).

    Wallahul musta’an.

    Sumber fatwa: http://www.binbaz.org.sa/mat/12026

    Silakan baca artikel “Jika rokok haram, siapa yang akan hidupi petani?”

    @ Sakan 16 KSU, Riyadh KSA

    30 Syawwal 1432 H (28/09/2011)

    http://www.rumaysho.com

  11. KALAU BEGITU APEL ITU HARAM

    Cerita ini dari Mesir. Pencerita bilang dia lagi shalat tahiyatul masjid, khusu’nya keganggu oleh bau asep rokok yang kuat banget, setelah salam dia tahu dimana asal bau itu, dari orang yang bibirnya saja item karena rokok. Dia ngomong ke dirinya, “nanti selesai solat gue mao ngomong ama tuh orang.” Tapi ngedadak ada anak kecil sembilan taunan umurnya masuk mesjid, duduk disamping perokok itu. Dan si anak itu mencium bau asap rokok juga, kemudian mereka terdengar ngobrol.

    Anak: Assalamu’alaikum paman, paman orang mesir?
    Perokok: ya betul aku orang mesir.

    Anak : Paman kenal Syeikh Abdul Hamid Kisyk?
    Perokok: ya kenal.

    Anak : Paman juga kenal Syeikh Jaad al-Haq?
    Perokok: ya kenal juga.

    Anak : Paman juga kenal Syeikh Muhammad al-Ghazali?
    Perokok: ya aku juga kenal.

    Anak : Paman pernah dong mendengar pendapat dan fatwa-fatwa mereka?
    Perokok: ya dengar juga.

    Anak : Mereka itu ulama dan syeikh yang berkata bahwa rokok itu haram, kenapa paman menghisapnya??
    Perokok: Ngga, rokok ngga haram.

    Anak : Haram paman, bukankah Allah mengharamkannya: وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الخَبَائِثِ (Allah mengharamkan yang buruk-buruk bagi kalian) apakah paman waktu ngerokok baca bismillah dan baca alhamdulillah waktu selesainya??
    Perokok: Ngga, rokok ngga haram, mana ada ayat al-Quran yang berbunyi وَيُحَرِّمُ عَلَيْكُمُ الدُخَانَ (Allah mengharamkan rokok bagimu).

    Anak : Paman, rokok itu haram seperti haramnya apel!!!
    Perokok: (sambil marah) Apel haram!!! Bagaimana kamu bisa menghalalkan dan mengharamkan itu.

    Anak : Coba paman tunjukkan ayat وَيُحِلُّ لَكُمُ التُّفَاحَ (Allah menghalalkan apel)!

    Perokok itu sadar diri dan diam, ngga keluar lagi kata-katanya, seterusnya dia nangis dan waktu solat juga dia nangis. Sehabis solat perokok itu deketin si anak kecil, sang da’i yang nyadarin dirinya, terus janji, “nak, paman berjanji kepada Allah tidak akan ngerokok lagi sampai akhir hidup paman.”

    http://amininoorm.wordpress.com/2010/08/27/kalau-begitu-apel-itu-haram/

    http://www.dakwatuna.com/2009/apel-haram/

  12. Satria Hadi Lubis—Jangan kecil hati kalau Anda belum bisa membantu orang lain secara finansial. Anda bisa mmbantu orang lain dengan tenaga, perhatian, dukungan, atau doa. Dan sebaik-baiknya bantuan adalah yang membuat orang lain meningkat kesadarannya untuk hanya tergantung kepada Allah SWT.

    ===========

    K. H. Muhammad Arifin Ilham— “Janganlah kalian menjadi orang – orang “Immaah” (ikut – ikutan) dengan mengatakan, kalau orang lain berbuat baik, kamipun akan berbuat baik, dan kalau mereka berbuat zholim, kamipun akan berbuat zholim. Tetapi TEGUHKAN diri kalian dengan BERPRINSIP: Kalau orang lain berbuat baik, kamipun berbuat baik pula, dan kalau orang lain berbuat zholim maka kami tidak akan melakukannya”. Ditengah hiruk pikuk godaan DUNIA SESAAT ini, mari sahabatku kita bertekad untuk ISTIQOMAH TAAT HINGGA AJAL TIBA!

    =============

    Satria Hadi Lubis—Aktivitasmu yang sesungguhnya dari dunia ini adalah yang membuatmu semakin mulia. “Dan dari sebagian malam lakukanlah sholat tahajud olehmu sebagai ibadah tambahan, semoga Allah engkau mengangkatmu ke tempat yang terpuji (mulia)” (QS. 17 : 79).

    ===============

    Satria Hadi Lubis—Kenestapaan dan penyesalan terbesar adalah dilupakan Allah di akhirat kelak. “..Pada hari ini Kami melupakan kamu seperti kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini; dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali – sekali tidak ada penolong bagimu” (QS. 46 : 34).

    ================

    KIAT-KIAT menghadapi tipu daya syetan :
    1. Sungguh – sungguh BERIMAN dan BERTAQWA, “Syetan tidak punya kekuatan secuilpun kepada hamba ALLAH yang sungguh – sungguh berIMAN dan berTAWAKKAL padaNYA, Sesungguhnya kekuatan syetan pada yang berpaling pada ALLAH dan mempersekutukanNYA”. (QS16:99-100),
    2. Memulai segala hal dengan BASMALLAH, dengan iman membaca BasmAllah, menjadi syetan seperti lalat tidak berdaya, demikian sabda Rasulullah,
    3. Selalu mohon per…lindungan ALLAH (QS 23:97-98),
    4. Semangat BELAJAR Alqur’an dan Sunnah, 4, Selalu berZIKIR (QS 43:36),
    5. Senang dengan PUASA sunnah,
    6. Selalu menjaga WUDHU, syetan dari api, sangat tidak menyukai hamba ALLAH yang selalu BASAH dengan AIR WUDHU,
    7. Pelajari trik – trik tipudaya syetan,
    8. Jangan makan minum yang haram karena kalau masuk dalam tubuh akan menjadi “hujrotusysyathiin” ruang-ruang syetan,
    9. Jaga sholat TAHAJJUD,
    10. Bersahabat dan berguru kepada hamba – hamba ALLAH yang ISTIQOMAH,
    11. Sepenuh hati TAWAKKAL bahwa HANYA ALLAH sebagai PENOLONG.

    =============

    K. H. Muhammad Arifin Ilham—Baca dengan IMAN, sahabatku, surah Al A’rof 16 – 17, “Iblis menjawab, “karena ENGKAU menghukumku, maka aku PASTI akan menghalangi mereka menuju JALANMU yang LURUS itu. Kemudian pasti kudatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dari kiri mereka, sehingga hanya sedikit dari mereka yang berSYUKUR padaMU”. Tafsir Surah An Nisa ayat 119, “iblis berkata, ” Pasti kusesatkan mereka, dan kubangkitkan angan – angan kosong pada mereka…kubisikkan pada mereka pesona dunia dengan segala gemerlap sampai lupa kepadaMU”. Maka dari itu, waspadalah siang malam, dan teruslah pelajari sepak terjang syetan dengan segala trik – triknya yang membuat manusia tenggelam dalam buaian sesaat dunia ini, sahabatku!.

    ================

    K. H. Muhammad Arifin Ilham— Inilah STRATEGI tipu daya syetan,

    1. Aljahlu, digoda malas belajar Alqur’an dan As Sunnah, dialihkan untuk senang belajar selainnya, syetan berjuang keras jangan sampai kita belajar atau duduk di majlis ilmu, atau dekat sama orang alim,
    2. Addo’fu, kalaupun sudah belajar dan tahu, digoda lagi jangan sampai faham apalagi sampai menghayatinya,
    3. Alkaslu, kalau sudah faham, digoda lagi jangan sampai mengamalkannya,
    4. Ahyanan…, kalau sudah mengamalkannya, digoda lagi jangan sampai sungguh – sungguh apalagi sampai istiqomah,
    5. Ananiyyan, kalau sudah istiqomah, digoda lagi jangan sampai mendakwahkannya,
    6. Aststuda, kalau sudah mendakwahkannya, digoda lagi jangan sampai ikhlas,
    7. Assu’u, kalau sudah ikhlas, digoda lagi jangan sampai wafat husnul khotimah.
    So, selama manusia hidup, selama itulah digoda terus sampai sakaratul maut. (QS 7: 16-17). .

    =============

    Satria Hadi Lubis—”Barangsiapa bersandar pada harta, ia akan miskin. Barangsiapa bersandar pada harga diri, ia akan hina. Barangsiapa bersandar pada akalnya, ia akan tersesat. Namun barangsiapa bersandar pada Allah, sesungguhnya ia tak pernah miskin, hina dan sesat.”(Ali bin Abi Thalib RA).

    ==============

    ”Katakanlah (wahai Muhammad) kepada lelaki yang beriman supaya mereka menundukkan pandangan mereka (dari memandang wanita yang bukan mahram), dan menjaga kehormatan mereka. “(QS 24:30-31).

    ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, berkata, “DEMI …ALLAH, tiadalah pernah tangan Rasululloh Shollallahu ‘alaihi wa Sallam menyentuh tangan wanita walau sekali dan tiadalah beliau memba’iat kaum wanita, kecuali hanya dengan ucapan” (HR: Muslim).

    Rasulullah bersabda,”Andaikan ditusukkan ke kepala salah seorang diantara kalian dengan jarum besi, yang demikian itu lebih baik daripada dia harus menyentuh wanita yang tidak dibolehkan baginya. (HR Imam Thabrani).

    DEMIKIANLAH AJARAN ISLAM MEMULIAKAN KEDUDUKAN WANITA dengan TIDAK MENYENTUH MEREKA KECUALI yang DIHALALKAN ALLAH, SUBHANALLAH.

    http://amininoorm.wordpress.com/2011/11/22/sex-before-marriage-bukan-cinta-sejati/

  13. Jika Rokok Haram, Siapa yang akan Hidupi Petani/buruh

    Alhamdulillah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

    Dalam posting di rumaysho.com sebelumnya, telah dibahas mengenai “Perdagangan yang Membawa Mudhorot”. Dalam bahasan tersebut telah penulis singgung mengenai haramnya rokok dan hukum jual beli rokok. Sebagian orang awam lantas asal ceplas-ceplos, “Jika rokok haram, lantas siapa yang akan hidupi para petani? Lantas siapa yang akan beri makan pada para pekerja di pabrik rokok?” Jawaban semacam inilah yang muncul dari orang awam yang belum kenal Islam lebih dalam.

    Hukum Rokok itu Haram

    Siapa yang meniliti dengan baik kalam ulama, pasti akan menemukan bahwa hukum rokok itu haram, demikian menurut pendapat para ulama madzhab. Hanya pendapat sebagian kyai saja (-maaf- yang barangkali doyan rokok) yang tidak berani mengharamkan sehingga ujung-ujungnya mengatakan makruh atau ada yang mengatakan mubah. Padahal jika kita meneliti lebih jauh, ulama madzhab tidak pernah mengatakan demikian, termasuk ulama madzhab panutan di negeri kita yaitu ulama Syafi’iyah.

    Ulama Syafi’iyah seperti Ibnu ‘Alaan dalam kitab Syarh Riyadhis Sholihin dan Al Adzkar serta buku beliau lainnya menjelaskan akan haramnya rokok. Begitu pula ulama Syafi’iyah yang mengharamkan adalah Asy Syaikh ‘Abdur Rahim Al Ghozi, Ibrahim bin Jam’an serta ulama Syafi’iyah lainnya mengharamkan rokok.

    Qalyubi (Ulama mazhab Syafi’I wafat: 1069 H) ia berkata dalam kitab Hasyiyah Qalyubi ala Syarh Al Mahalli, jilid I, hal. 69, “Ganja dan segala obat bius yang menghilangkan akal, zatnya suci sekalipun haram untuk dikonsumsi. Oleh karena itu para Syaikh kami berpendapat bahwa rokok hukumnya juga haram, karena rokok dapat membuka jalan agar tubuh terjangkit berbagai penyakit berbahaya”.

    Ulama madzhab lainnya dari Malikiyah, Hanafiyah dan Hambali pun mengharamkannya. Artinya para ulama madzhab menyatakan rokok itu haram. Silakan lihat bahasan dalam kitab ‘Hukmu Ad Diin fil Lihyah wa Tadkhin’ (Hukum Islam dalam masalah jenggot dan rokok) yang disusun oleh Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid Al Halabi hafizhohullah terbitan Al Maktabah Al Islamiyah hal. 42-44.

    Di antara alasan haramnya rokok adalah dalil-dalil berikut ini.

    Allah Ta’ala berfirman,

    وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

    “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan”. (QS. Al Baqarah: 195). Karena merokok dapat menjerumuskan dalam kebinasaan, yaitu merusak seluruh sistem tubuh (menimbulkan penyakit kanker, penyakit pernafasan, penyakit jantung, penyakit pencernaan, berefek buruk bagi janin, dan merusak sistem reproduksi), dari alasan ini sangat jelas rokok terlarang atau haram.

    Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ

    “Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3/77, Al Baihaqi 6/69, Al Hakim 2/66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih). Dalam hadits ini dengan jelas terlarang memberi mudhorot pada orang lain dan rokok termasuk dalam larangan ini.

    Perlu diketahui bahwa merokok pernah dilarang oleh Khalifah Utsmani pada abad ke-12 Hijriyah dan orang yang merokok dikenakan sanksi, serta rokok yang beredar disita pemerintah, lalu dimusnahkan. Para ulama mengharamkan merokok berdasarkan kesepakatan para dokter di masa itu yang menyatakan bahwa rokok sangat berbahaya terhadap kesehatan tubuh. Ia dapat merusak jantung, penyebab batuk kronis, mempersempit aliran darah yang menyebabkan tidak lancarnya darah dan berakhir dengan kematian mendadak.

    Sanggahan pada Pendapat Makruh dan Boleh

    Sebagian orang (bahkan ada ulama yang berkata demikian) berdalil bahwa segala sesuatu hukum asalnya mubah kecuali terdapat larangan, berdasarkan firman Allah,

    هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا

    “Dia-lah Allah, yang telah menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu”. (QS. Al Baqarah: 29). Ayat ini menjelaskan bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah di atas bumi ini halal untuk manusia termasuk tembakau yang digunakan untuk bahan baku rokok.

    Akan tetapi dalil ini tidak kuat, karena segala sesuatu yang diciptakan Allah hukumnya halal bila tidak mengandung hal-hal yang merusak. Sedangkan tembakau mengandung nikotin yang secara ilmiah telah terbukti merusak kesehatan dan membunuh penggunanya secara perlahan, padahal Allah telah berfirman:

    وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

    “Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”. (QS. An Nisaa: 29).

    Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa merokok hukumnya makruh, karena orang yang merokok mengeluarkan bau tidak sedap. Hukum ini diqiyaskan dengan memakan bawang putih mentah yang mengeluarkan bau yang tidak sedap, berdasarkan sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثُّومَ وَالْكُرَّاثَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا، فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ

    “Barang siapa yang memakan bawang merah, bawang putih (mentah) dan karats, maka janganlah dia menghampiri masjid kami, karena para malaikat terganggu dengan hal yang mengganggu manusia (yaitu: bau tidak sedap)”. (HR. Muslim no. 564). Dalil ini juga tidak kuat, karena dampak negatif dari rokok bukan hanya sekedar bau tidak sedap, lebih dari itu menyebabkan berbagai penyakit berbahaya di antaranya kanker paru-paru. Dan Allah Ta’ala berfirman,

    وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

    “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan”. (QS. Al Baqarah: 195).

    Jual Beli Rokok dan Tembakau

    Jika rokok itu haram, maka jual belinya pun haram. Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا حَرَّمَ أَكْلَ شَىْءٍ حَرَّمَ ثَمَنَهُ

    “Jika Allah ‘azza wa jalla mengharamkan untuk mengkonsumsi sesuatu, maka Allah haramkan pula upah (hasil penjualannya).” (HR. Ahmad 1/293, sanadnya shahih kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth). Jika jual beli rokok terlarang, begitu pula jual beli bahan bakunya yaitu tembakau juga ikut terlarang. Karena jual beli tembakau yang nanti akan diproduksi untuk membuat rokok, termasuk dalam tolong menolong dalam berbuat dosa. Allah Ta’ala berfirman,

    وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

    “Jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al Maidah: 2)

    Komentar Orang Awam

    Sering didengar orang berkomentar, “Jika rokok diharamkan, lalu bagaimana nasib jutaan rakyat Indonesia yang hidup bergantung dari rokok; para petani tembakau, para pedagang dan para buruh di pabrik rokok, apakah ulama bisa memberi mereka makan?”

    Andai komentar ini berasal dari non muslim mungkin permasalahan tidak terlalu besar karena mereka memang tidak mau mengerti bahwa rezeki mereka berasal dari Allah.

    Yang paling mengenaskan, sebagian umat Islam ikut mengumandangkan komentar tersebut. Padahal pernyataan ini mengandung kesyirikan, merusak tauhid Rububiyah, meyakini bahwa Allah semata pemberi rezeki. Jangankan seorang muslim, orang jahiliyah saja yakin bahwa Allah semata yang memberi mereka rezeki, Allah berfirman:

    قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ … فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

    Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi? … Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?”. (QS. Yunus: 31).

    Apakah mereka tidak yakin bahwa yang memberi rizki pada para petani itu Allah?

    Apakah mereka tidak percaya bahwa yang memberi makan pada para buruh pabrik juga Allah?

    Kenapa mesti ragu? Kenapa tidak yakin dengan Allah yang Maha Memberi Rizki kepada siapa saja dari makhluk-Nya? Lantas kenapa masih cari penghidupan dari yang haram?

    Ingatlah sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

    “Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan sesuatu yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5/363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

    Wallahu waliyyut taufiq. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

    @ Sabic Lab after ‘Ashar prayer, 30th Syawwal 1432 (28/09/2011)

    http://www.rumaysho.com

    http://rumaysho.com/hukum-islam/muamalah/3549-jika-rokok-haram-siapa-yang-akan-hidupi-petani.html

  14. Umar bin Abdul Aziz mewanti-wanti penasihatnya agar tidak berdua-duaan dengan wanita meskipun dengan alasan mengajarkan Alquran, “Aku memberi wasiat kepadamu dengan wasiat yang harus kau jaga. Janganlah engkau berdua-duaan dengan wanita yang bukan mahrammu, walau batinmu berkata bahwa kau akan mengajarinya Alquran.” (Lihat kitab Hilyatul Auliya’ wa Thabaqatul Ashfiya’, V:272)

    Hendaknya, kita pun memegang erat-erat wasiat Umar bin Abdul Aziz tersebut. Jangan merasa diri kita aman dari fitnah (godaan).

    http://qaulan-sadida.blogspot.com/

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: