• Blog Stats

    • 41,468,946 hits
  • pacaran adalah perbuatan haram, maka janganlah berpacaran. Dan jangan mau jika diajak pacaran. Akan tetapi tempuhlah jalan yang halal jika memang benar-benar cinta dan ingin menikah. Segeralah menikah dan jangan berpacaran. ================================== dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [QS Al Isra':32] ==================================== JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA ====================================== Asy-Sya’bi berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah)
  • Artikel Terbaru

  • wasiat untuk seluruh umat islam

    ====================================== “Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. ============================================= Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya. ================================================= Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. ==================================================== Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari). ==========================================
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------------------- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • berbuat baiklah pada semua binatang, termasuk kepada anjing

    Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, atau membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. --------------------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi.” (HR. al-Bukhari) ------------------------------------------------------- Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud, hadits shahih) ---------------------------------------------- “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak akan dibelaskasihi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) ------------------------------------------------- “Kasihanilah siapa saja yang ada di bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. at-Tirmidzi) -------------------------------------------------- Dibolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan atau mengganggu seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lain karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Ada lima macam hewan fasik (buruk) yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas, dan rajawali.” (HR. Muslim). Juga terdapat hadits shahih yang membolehkan untuk membunuh kalajengking. ================================================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ====================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ------------------------------------------
  • wasiat bagi para pemuda

    ====================================== ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ======================================
  • wasiat Imam al-Auza’i

    ====================================== Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: “Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] --------------------------------------------------------------- Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] =================================================
  • Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu

    “Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.” (Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91) =================================================
  • jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara

    ====================================== Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. -------------------------------------------------------- Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------ Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. ----------------------------------------------------- Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------ Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” --------------------------------------------------- Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
  • KHUTBATUL HAJAH

    ====================================== Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ================================================ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ================================================== “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ========================================================= “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ============================================================ Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya) ==================================================
  • mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

    “Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. ---------------------------------------------------- “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.” ------------------------------------------------------ “Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.” ---------------------------------------------------- “Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim. ------------------------------------------------------ Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan) ===========================================
  • mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu

    “Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ==================================================
  • Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.” ==================================================
  • warning

    dalam blog ini mungkin terdapat hadits dhoif, riwayat yang tidak valid, salah tulis, kutipan yg tidak sesuai syariat islam, dan berbagai kesalahan2 lain, dan belum sempat di sensor, jadi mohon maaf sebesar-besarnya

Mohamad Awod Joban, Imam Masjid Ar-Rahmah, Washington, Amerika Serikat asal Purwakarta

Info Tokoh Islam
Mohamad Awod Joban, Imam Masjid Ar-Rahmah, Washington, Amerika Serikat asal Purwakarta

Getarkan Islam hingga ke Penjara Amerika

“Kalau saya memberikan Al-Qur’an kepada para napi, mereka pasti langsung lihat indeks. Lalu, mereka mencari huruf J alias Jesus (Nabi Isa as, red),” kata Imam Masjid Ar-Rahmah, Washington State (WS), Amerika Serikat (AS) Mohamad Awod Joban.

Itu tadi sekelumit kisah Joban, pria yang juga berprofesi sebagai imam penjara (Muslim chaplain) di wilayah barat AS. Eits, jangan salah, meski namanya terdengar asing di telinga orang Indonesia, pria yang sudah 20 tahun bermukim di negeri Paman Sam itu asli keturunan Purwakarta, Jawa Barat. Seperti apa pengalamannya berdakwah di AS?
Di tengah sentimen warga dunia terhadap umat Muslim, ternyata perkembangan dakwah Islam di penjara AS terbilang tinggi. Percaya atau tidak, media AS menyatakan Islam adalah agama yang penyebarannya paling pesat di negaranya.
Menurut Joban, ada dua tempat penyebaran Islam tercepat di Amerika, yakni lingkungan penjara dan militer. Bahkan, para imam penjara di AS sering kewalahan memberikan pelayanan. Permintaan Al-Qur’an di balik jeruji pun amat laris. Para imam bahkan tak jarang menjawab, “Oh, sorry, I can’t give you today, because I’ve run out of stock (Oh, maaf, saya tidak dapat memberikannya hari ini karena kehabisan stok).”

The power of Al Qur’an

Terkadang, Joban mengaku tak perlu susah payah membuat orang lain jatuh cinta pada Islam. Sebab, hati mereka langsung tersentuh setelah membacanya. Subhanallah!
Apalagi bagi para narapidana. Meski geraknya terbatas, mereka justru berkesempatan memperdalam ilmu agama dan wawasan di dalam penjara. Belum lagi suasana dan lingkungan yang serba nyaman.
Pria kelahiran 2 Juni 1952 itu melukiskan penjara AS layaknya hotel atau asrama. Lengkap dengan dapur, gymnasium, air conditioner, sampai pemanas ruangan. “Bahkan, para napi bisa melanjutkan pendidikan S1 sampai S3 di dalam penjara,” ujarnya.
Nah, jika para napi itu mendapat Al-Qur’an, hal pertama yang mereka lakukan adalah mencari indeks huruf J untuk kata Jesus. Mereka penasaran ingin mengetahui apa yang dikatakan Al-Qur’an tentang “Tuhan” mereka.
Aura yang tertangkap selanjutnya, ujar Joban, mereka akan terkejut. Sebab Al-Qur’an bukan saja memuji dan menjunjung tinggi Nabi Isa as,yang selama ini mrk salah menganggapnya sbg tuhan, dan Al Quranjuga mengulas lengkap fakta sejarah hidup beliau.
Bahkan, dalam Al-Qur’an terdapat surat Maryam, perempuan mulia di sisi Allah, ibu dari Nabi Isa as.
“Seorang napi berkesimpulan, kalau Muhammad saw yang mengarang kitab suci ini, pasti perempuan yang paling ia muliakan adalah ibunya, Aminah atau istrinya, Khadijah ra. Bukan Siti Maryam,” papar suami Moeti Amrina itu.

Ternyata mereka salah, dalam Al Quran justru tertulis kisah Maryam, ibu Nabi Isa as dan jg fakta bahwa Nabi isa as tdk disalib dan bukan tuhan ataupun anak tuhan.

Jadi, tak ada lagi yang mereka ragukan terhadap Islam. Agama yang telah memberikan pencerahan dan solusi atas problem yang mereka hadapi.Subhanallah….

Seperti Qur’an berjalan

Selain narapidana, para militer AS pun ramai-ramai memeluk Islam. Tak sedikit tentara AS yang bertugas di negara Islam seperti Irak, Afghanistan sampai Somalia menjadi mualaf atau mengucapkan kalimat syahadat ketika kembali pulang ke negara mereka.
Pengakuan tentara Muslim AS kepada Joban, buktinya. Tentara yang bertugas di perbatasan Irak dan Kuwait itu mengaku awalnya jengkel dengan tingkah Baduin. Warga kampung setempat yang menjadi guide tentara AS itu selalu berhenti di tengah jalan tanpa izin tiap kali mendengar azan. Setelah itu, mereka melaksanakan shalat.
Ketika tentara itu melihat gerakan shalat, bersujud meletakkan dahi ke tanah, ia berpikir, “Ini pasti Tuhannya sangat besar.”
Setelah itu, tentara tadi mulai mempelajari Islam dan bersyahadat. “Gerakan shalat saja mampu menggetarkan hati orang lain,” kata Joban, takjub.
Menurut pria yang menghabiskan masa kecilnya di Pasar Rebo, Purwakarta ini, mudah mendeteksi mualaf di negara berikon Patung Liberty. “Mereka seperti Qur’anic walking (Qur’an berjalan, red). Islam tercermin pada diri dan tingkah lakunya,” ujar pria yang menamatkan studi masternya di Fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar, Cairo, Mesir ini.

MUSLIM INDONESIA MALU DENGAN KETAQWAAN MUSLIM AMERIKA

Bahkan, kita yang terlahir sebagai Muslim pun terkadang malu. Seperti cerita teman Joban, pelajar asal Saudi Arabia. Awalnya, temannya itu mengaku bukan Muslim yang baik dan jarang shalat. Dia justru mendapat hidayah untuk meningkatkan ketaqwaannya kpd Alloh Swt, dan merasakan nikmatnya Islam saat berada di AS.
“Masya Allah! Saya bertemu anak muda Amerika, shalatnya rajin, akhlaknya baik, sopan, ramah, dan suka membantu orang lain. Padahal, dia baru enam bulan memeluk Islam!”

Berlabuh ke negeri Paman Sam

Joban lebih banyak menghabiskan masa mudanya di Mesir untuk menyelesaikan S2. Selama menetap di sana, ia bekerja sebagai penyiar dan penerjemah di Radio Cairo. Makanya, tak terlintas di benaknya akan menetap di negeri Paman Sam untuk waktu yang sangat lama.
Semula Joban berangkat ke Amerika untuk meraih gelar Ph.D dalam bidang Islamic Study. Namun, ia menunda niatnya karena tersandung biaya. “Saya baru tahu kalau biaya hidup di Amerika jauh lebih besar jika kita tidak punya greencard (izin tinggal permanen, red),” katanya.
Joban tak berniat cepat pulang. Ia memilih menghabiskan visanya selama setahun di negara itu. Ternyata, nasib berkata lain, seorang kawan lama asal Kamboja memintanya menjadi imam dan pengajar di Masjid An-Nur, Olympia, WS.
Para jama’ah warga Kamboja yang dikenal dengan sebutan Muslim Campa ini menyambut baik kehadiran Joban. Ternyata, pria yang gemar membaca ini mampu mengembalikan keislaman mereka yang telah hilang. “Sebelumnya, mereka sudah lupa mengaji dan membaca ilmu agama Islam. Anak mereka pun dibesarkan dengan cara Amerika,” ungkap Joban.
Kesempatan Joban memperpanjang ‘kontrak’ hidupnya di negara Barrack Obama semakin terbuka. Dua tahun setelah ia aktif menjadi imam Masjid An-Nur, Islamic Center setempat mengumumkan penjara di negara bagian tersebut membutuhkan tenaga chaplain. Apa itu? “Imam atau pembina rohani bagi para narapidana,” jawabnya.
Maka sejak 1992, Joban menjadi da’i yang aktif menebarkan pesona Islam di beberapa penjara di Washington. Selanjutnya, pria yang memiliki motto Life is Opportunity ini diangkat menjadi pegawai negeri.
Awalnya, Joban bertugas di penjara Monroe, WS. Untuk menuju lokasi, ia perlu menempuh perjalanan selama dua jam dari Olympia. Selanjutnya, ia bertugas sebagai pembina rohani di penjara McNeil Island Corrections Center (MICC) dekat Tacoma, WS. Lokasinya terpencil di pulau McNeil.
Menurut Joban, penjara ini terbilang mencekam dan suasananya mirip penjara Alcatraz di California yang kesohor itu. “Penghuninya kelas berat semua,” ujar pria yang pernah bertugas di penjara transit, Shelton Correction Center, ini dengan mata membelalak.

Terinspirasi sang Ayah

Pendidikan yang ditanamkan orangtua Joban, Ustadz Awod Said Joban dan Fatimah Muhammad membekas hingga saat ini. Keduanya selalu memberi teladan para nabi dan nasihat sesuai Al-Qur’an dan hadits.
Untuk menerapkan disiplin kepada anak-anaknya, mereka memberi sanksi dan penghargaan. Cara tersebut ternyata efektif membentuk anak ketiga dari sembilan bersaudara ini menjadi pribadi tangguh dan kuat.
Sang ayah dikenal keras mendidik anak-anaknya. Joban mengaku ketika anak seusia mereka masih bersembunyi di balik selimut, ia bersama adik dan kakaknya sudah berada di masjid sebelum Subuh.
Selesai shalat Subuh, mereka belajar kitab Azubad (fiqih, red). Setelah Isya, orangtua bercerita tentang kisah sahabat, tabi’in dan orang shalih. Nah, Rabu waktunya belajar fiqih sementara tafsir Al-Qur’an tiap Jum’at. “Shalat lima waktu harus di masjid. Kalau ketinggalan shalat berjamaah akan dapat hukuman,” katanya sambil mengenang.
Ternyata didikan yang ia terima ini bersumber dari pengalaman sang ayah ketika belajar selama 12 tahun di Yaman. “Ayah belajar di Yaman sejak berusia tujuh tahun. Nah, beliau menjadi ahli fiqih dan tafsir di usia 19 tahun,” ungkap pria yang pernah bercita-cita menjadi pemain sepakbola nasional ini.
Ia mengaku kagum terhadap ketaatan ayahnya sebagai Muslim. Joban kecil seakan termotivasi melihat kebiasaan sang ayah tak pernah absen shalat tahajud. Hatinya trenyuh tiap kali menyaksikan ayahnya menangis saat membaca ayat tentang api neraka. “Beliau adalah suri teladan yang baik,” ujar pria yang menyelesaikan S1 di IAIN Jakarta itu.
Ratna Kartika/wawancara: Aini Firdaus

Subhanallah, dari orang tua yang sholeh akan menghasilkan generasi keturunan yang sholah pula… untuk para ayah dan ibu, yang tlh memiliki anak ataup[un sedang hamil, jauhilah maksiat dan berbuat amal sholeh, dakwahlah amar ma’ruf nahi munkar, perdalamlah agama Islam, sekolahkanlah anak-anak anda di sekolah islam yang baik, peliharalah syariah islam dalam rumah tangga anda, maka insyaalloh anda akan memiliki anak yang soleh/solehah, yang dpt mnjd bekal yang sangat berharga saat anda tlh meninggal kelak.

Rosulullah Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda….
Dalam Hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad:
Yang artinya: Apabila seseorang meninggal dunia akan terputus amalnya kecuali tiga perkara: Shodaqoh jariyah, atau ilmu yang bermanfaat sepeninggalnya, atau anak sholih yang mendo’akannya.

Siapa yang tidak ingin mendapatkan anak soleh solehah yang menjadi sebaik baik perhiasan di dunia, penghibur hati, serta menjadi penolong kita di akhirat kelak. Anak soleh solehah selain menghibur juga menjadi salah satu amalan yang tidak putus walaupun orangtuanya telah menemui ajalnya.

Terdapat beberapa hal yang membedakan pendidikan anak soleh dan solehah dengan pendidikan anak anak biasa antara lain:

1. Mendidik untuk cinta Allah dan Rasul serta selalu merasakan kehadiran Allah dan Rasul di mana saja kapan saja yg membuahkan hasil anak semakin semangat belajar ilmu syar’i
2. Memiliki semangat untuk memperjuangkan Islam
3. Mencintai akhirat sebagai tujuan akhir setiap manusia melebihi kecintaan terhadap dunia
4. Istiqomah dalam beribadah sesuai pemahaman salafus shalih dan mnjauhi bid’ah dalam ibadah
5. Menjauhi hal-hal yang maksiat, seperti musik, tontonan televisi dan tayangan lainnya yang mndatangkan maksiat dan tdk bermanfaat, serta senantiasa memelihara syariah agar tercipta saling menasihati amar ma’ruf nahi munkar
6. menjauhi segala bentuk kesyirikan baik syirik asghar apalagi syirik akbar dan istiqomah menjalankan perintah-perintah Alloh Swt dan Rasul-Nya,dan tdk melalaikan ibadah ayng wajib hukumnya, seperti sholat 5 waktu, berjilbab utk wanita muslimah, dsb.

Wallahu’alaam,,

PENUTUP
HUKUM BERPERGIAN KE NEGERI KUFUR

Assalamu’alaykum warahmatullah,
banyak diantara muslim yang hobby berpergian tanpa tujuan yang jelas ke negara2 yang dipenuhi kemaksiatan dan kekufuran, seperti negara2 mayoritas nonmuslim yang di tiap sudut2 jalannya banyak wanita2 berpakaian minim,perzinaan dimana2, dan juga banyak syubhat2 yang menjerumuskan seorg muslim kpd kesesatan, misal setelah pulang bersekolah dari luar negeri dia kemudian pulang mnjd Islam Liberalis, yang berceloteh menghalalkan yg haram dengan memutar mutar balikkan tafsir Al Quran mengikuti kesesatan pendapat kaum orientalis, pluralisme, atau sekularis. sehingga, betapa banyak kita lihat orang-orang muslim yang rusak akhlaknya karena seringnya bertasyabuh dengan kebudayaan dan pemahaman kaum kufur tersebut, bahkan sengaja mngadakan perjalanan ke negeri kufur untuk memotret dan mncoba hal2 yang diharamkan, spt memotret wanita seksi, mencoba minuman dan makanan yg tdk jelas kehalalannya, dsb.

Bepergian dan wisata ke negeri kafir merupakan satu hal yang biasa pada masa sekarang ini, bahkan sebagian kaum muslimin bangga dan menjadikannya sebagai simbol prestise bagi kehidupannya. Ini musibah besar yang menimpa kaum muslimin, yaitu adanya sebagian mereka yang mengagungkan negara kafir dari negerinya sendiri. Padahal hal itu menyelisihi aqidah wala’ dan bara’ yang telah menjadi konsekuensi keimanan seorang muslim.
Oleh karena itulah agama Islam memperingatkan bahaya ini dan menetapkan hukum bepergian tersebut dengan tegas.

Dalam tulisan ini kami kemukakan fatwa para ulama tentang hukum bepergian kenegeri Kafir. Diantaranya:

#1. Fatawa Lajnah daimah Lil Buhuts Al Ilmiyah Wal Ifta’ No. 4873.
Soal: Saya bepergian setiap tahun keluar negeri (Yunani-Namsa) bersama istri dan anak saya. Kami menghabiskan waktu dua pekan di laut dan kepulaaun Yunani yang indah serta taman-tamannya dalam rangka rekreasi. Apakah itu diperbolehkan? Perlu diketahui saya dan istri saya selalu menjaga sholat dan istri saya tidak membuka tubuhnya. Demikian juga kani tidak memakan kecuali buah-buahan, kami tidak bercampur dengan orang asing dan tidak pula melihat aurat mereka . kami mohon jawabannya!

Jawabannya:

Tidak boleh bepergian kenegeri ahli syirik kecuali karena hal-hal yang diperbolehkan syari’at dan rekreasi bukan termasuk yang membolehkan berpergian kesana, karena sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :
أَنَا بَرِيْءٌ مِنْ كُلِّ مُسْلِمٍ يُقِيْمُ بَيْنَ أَظْهُرِ الْمُشْرِكِيْنَ
Artinya: “Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal diantara orang-orang musyrik.” [Hadits riwayat Abu daud]

Oleh karena itu kami nasehatkan anda jangan bepergian kenegara tersebut atau yang sejenisnya dengan tujuan tersebut, karena terdapat padanya masuk kedalam fitnah dan tinggal ditengah-tengah kaum muslrikin. Telah shahih riwayat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
Artinya: “Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal diantara orang-orang musyrik”.
Terdapat hadist lain yang semakna dengannya.
Wabilahi Taufiiq.

Yang menandatangani:
Syaikh Abdulaziz bin Abdillah bin Baaz : Ketua
Syaikh Abdurrazaaq Afifi : Wakil Ketua
Syaikh Abdullah bin Ghadhayan : Anggota
Syaikh Abdullah bin Qu’ud : Anggota
* Fatawa lajnah daimah lil buhuts ilmiyah wal ifta 2/107-108

#2. Pernyataan Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin rahimahullah dalam Syarah Riyadhush Shalihin
“Tidak diperbolehkan seseorang bepergian ke negeri kufur kecuali dengan tiga syarat, yaitu:

1. Memiliki ilmu yang dapat menolak syubhat-syubhat mereka, karena orang-orang kafir selalu melontarkan kepada kaum muslimin syubhat-syubhat seputar agama, Rasul dan akhlak mereka dalam setiap kesempatan agar seseorang itu tetap ragu dan bimbang (tentang Islam). Dan telah dimaklumi bersama bahwa seseorang yang ragu dalam perkara yang diwajibkan yakin padanya, maka dia belum menunaikan kewajiban, padahal iman kepada Allah ta’ala, malaikat, kitab-kitab suci, para Rasul, hari kiamat dan takdir yang baik dan buruk adalah perkara yang diwajibkan padanya keyakinan, maka jika seseorang ragu dalam satu dari hal-hal tersebut, maka dia menjadi kafir. Oleh karena itulah kaum kufar berusaha memasukkan keraguan kedalam diri kaum muslimin. Sehingga sebagian tokoh pemimpin mereka berkata: “Janganlah kalian berusaha untuk mengeluarkan kaum muslimin dari agamanya ke agama Nashrani akan tetapi cukuplah kalian membuat mereka ragu terhadap agamanya karena jika kalian telah berhasil membuat mereka ragu terhadap agamanya berarti kalian berhasil mengeluarkan mereka dari agamanya dan itu cukup”. Kalian telah mengeluarkannya dari tembok yang terdapat padanya kejayaan, kemenangan dan kemuliaan… Dan itu cukup!, adapun jika kalian berusaha memasukkan mereka ke dalam agama Nashrani yang ditegakkan atas dasar kesesatan dan kebodohan, maka ini tidak mungkin, karena orang-orang Nashrani telah tersesat sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

2. Memiliki kekuatan agama Islam yang dapat melindungi dirinya dari syahwat karena seseorang yang tidak memiliki kekuatan agama jika pergi kenegeri kufur akan tenggelam karena dia mendapatkan perhiasan dunia dari khomr (miras), zina, homo seksual dan lain-lainnya.

3. Memiliki kebutuhan untuk itu seperti dia sedang sakit yang dibutuhkan dalam pengobatannya bepergian ke negeri kufur atau (bersekolah karena) membutuhkan ilmu khusus yang tidak terdapat di negeri Islam lalu berangkat kesana atau seseorang yang butuh berdagang berangkat, berdagang dan pulang.

Saya tandaskan sekali lagi bahwa hijrah dari negeri kufur yang tidak dapat ditegakkan padanya agama seseorang adalah satu kewajiban dan bepergian kenegeri kufur untuk berdakwah diperbolehkan jika hal itu memiliki efek dan pengaruh disana hal itu diperbolehkan kerena bepergian untuk kemaslahatan sedangkan benyak dari orang awam dinegeri kufur buta tentang Islam tidak mengetahui sedikitpun tentang Islam bahkan mereka tersesatkan dengan opini bahwa Islam adalah agama liar, teroris dan kacau balau,apalagi jika orang-orang barat mendengar kejadian yang terjadi atas orang-orang tersebut yang mengaku sebagai muslim, niscaya mereka berkata: mana Islam? Ini liar!!Lalu mereka lari dari Islam disebabkan kaum muslimin dan perbuatannya. Kita memohon kepada Allah untuk menunjuki kita semuanya”. (lihat Rubrik Hadits Niat, Hijroh dan hukum Bepergian ke Negeri Kafir dalam majalah Assunnah edisi ?/VI/ 2002 M.)

#3. Fatwa Syaikh Sholeh bin Abdillah Al Fauzaan hafizhahullah No. 154

Soal: Apa hukum bepergian kenegeri yang tidak islam dengan tujuan tinggal dan menetap disana?.

Jawabannya:
Pada asalnya bepergian kenegeri kafir tidak boleh bagi orang yang tidak dapat menampakkan syiar agamanya(syariah Islam) dan tidak boleh kecuali darurat seperti berobat dan yang sejenisnya disertai kemampuan menampakkan agamanya dan melaksanakan kewajiban Allah atasnya. Juga tidak melakukan basa-basi dalam agamanya serta tidak malas melaksanakan kewajiban-kewajibannya. Adapun tinggal menetap disana maka ini lebih lagi. Tidak boleh seorang muslim tinggal menetap diantara kaum musyrikin, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang seorang muslim tinggal diantara kaum musyrikin kecuali jika dalam menetap tersebut terdapat maslahat syar’i seperti berdakwah kejalan Allah dan menampakkan agamnyaserta menyebarkan islam, maka itu sesuatu yang baik, jika untuk tujuan tersebut, yaitu berdakwah kepada Allah, menyebarkan agamaNya dan menguatkan kaum muslimin yang berada disana. Sedangkan jika hanya sekedar tinggal menetap bersama mereka tanpa ada kemaslahatan syar’i maka tidak boleh tinggal menetap dinegeri kaum musyrikin.

Diantara tujuan yang memperbolehkan bepergian kenegeri kafir adalah belajar ilmu-ilmu yang dibutuhkan kaum muslimin seperti kedokteran dan industri yang tidak mungkin mempelajarinya dinegeri kaum muslimin.

Soal: Kalau begitu seandainya bepergian untuk berdagang saja, apakah hal itu dibolehkan?
Beliau menjawab:
Diperbolehkan bepergian kenegeri kafir dengan dua syarat:
1. Bepergian tersebut diperbolehkan oleh syariat (Islam).
2. Mampu menampakkan syiar agamanya dengan berdakwah, menunaikan kewajiban dan tidak meninggalkan satupun kewajiban yang Allah bebankan kepadanya serta tidak bercampur aduk dengan orang kafir pada tempat-tempat kefasikan dan kegilaan mereka. Juga jangan masuk ke tempat-tempat rusak yang terdapat dinegeri-negeri kafir.
Dibolehkan bepergian kenegeri kafir dengan dua syarat ini. Sedangkan jika tidka terpenuhi syarat-syarat ini maka tidak boleh. (Al Muntaqa Min Fatawa Syeikh Sholeh Al fauzaan 1/257-258)

#4. Fatwa Syaikh Sholeh bin Abdillah Al Fauzaan hafizhahullah No. 221.

Ditanya beliau tentang hokum bepergian kenegeri yang tidak beragama islam baik negeri beragama nashrani atau negara tak beragama? Apakah disana ada perbedaan antara bepergian untuk wisata dan bepergian untuk berobat dan belajar dan yang lainnya?
Beliau menjawab:
Bepergian kenegeri kafir tidak diperbolehkan karena terdapat bahaya atas aqidah, akhlak, bercampur baur dengan orang kafir dan menetap diantara mereka akan tetapi jika hajat darurat dan tujuan yang benar dalam bepergian menuntutnya seperti berobat dari penyakit yang tidak tersedia perawatannya kecuali dinegeri mereka atau belajar yang tidak dapat dilakukan di negeri muslimin atau berdagang, maka ini semua adalah tujuan safar yang benar yang diperbolehkan bepergian karenanya kenegeri kafir dengan syarat menjaga syiar-syiar islam dan kemampuan menegakkan agama dinegeri mereka. Ini semua sebatas kebutuhan saja kemudian setelah itu kembali kenegeri islam.

Adapun bepergian untuk wisata maka ini tidak boleh, karena seorang muslimin tidak membutuhkannya dan tidak pula kembali kemaslahatannya seimbang atau lebih kuat dari kemudhoratan dan bahaya terhadap agama dan aqidah yang ada padanya”. (Al Muntaqa Min Fatawa Syeikh Sholeh Al fauzaan 2/253-254).

KESIMPULAN:
Dari fatwa diatas dapat disimpulkan bahwa hukum bepergian kenegeri kafir memilki syarat:

1. Dapat menampakkan syiar agamanya dan melaksanakan kewajiban Allah Swt atasnya

2. Memiliki kekuatan agama (Islam) yang dapat melindungi dirinya dari syahwat dan memiliki ilmu (syariat) yang dapat menolak syubhat-syubhat mereka(kaum kufur).

3. Memiliki kebutuhan dan darurat syar’i untuk kesana seperti berobat dan yang sejenisnya.,,,

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum bepergian ke negara kafir ? Dan apa hukum bepergian untuk maksud wisata ?

Jawaban.
Tidak boleh bepergian ke negara kafir kecuali dengan tiga syarat.

Syarat Pertama : Memiliki ilmu yang dapat membantah keraguan

Syarat Kedua : Memiliki pondasi agama yang kuat yang bisa melindunginya dari dorongan syahwat

Syarat Ketiga : Membutuhkan kepergian tersebut.

Jika syarat-syarat ini tidak terpenuhi, maka ia tidak boleh bepergian ke negara kafir karena bisa menimbulkan fitnah atau dikhawatirkan akan terkena fitnah, disamping hal ini merupakan penyia-nyiaan harta, karena pada perjalanan semacam ini biasanya seseorang mengeluarkan banyak uang, di samping hal ini malah menyuburkan perkenomian kaum kuffar.

Tapi jika ia memang memerlukannya, misalnya untuk berobat atau menuntut ilmu yang tidak tersedia di negaranya, sementara ia pun telah memiliki ilmu dan agama yang kuat sebagaimana kriteria yang kami sebutkan, maka tidak apa-apa.

Adapun bepergian untuk tujuan wisata ke negara-negara kafir, itu tidak perlu, karena ia masih bisa pergi ke negara-negara Islam yang memelihara penduduknya dengan symbol-simbol Islam. Negara kita ini, alhamdulillah, kini telah menjadi negara wisata di beberapa wilayahnya. Dengan begitu ia bisa bepergian ke sana dan menghabiskan masa liburnya di sana.

[Al-Majmu Ats-Tsamin, Juz I, hal 49-50, Syaikh Ibnu Utsaimin]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Musthofa Aini, Penerbit Darul Haq]

http://ustadzkholid.com/aqidah/tinggal-di-negeri-kafir/

http://www.facebook.com/muallaf.network

%d blogger menyukai ini: